Anda di halaman 1dari 485

PEMBAHASAN SOAL UKMPPD

ILMU KESEHATAN MATA

Author: Tim UKMPPD VOSMED


VOSmed Medical Course
Jakarta – Bandung – Semarang – Jogjakarta - Surabaya
ILMU KESEHATAN MATA
SOAL NOMOR:
SOAL

Seorang wanita usia 20 tahun datang mengeluh sering pusing sejak 1 tahun disertai
dengan keluhan kedua mata sering berair dan pedih. Visus OD 6/7,5 dikoreksi dengan S-
0.50 menjadi 6/6, OS 3/60 dikoreksi dengan S-4,00 menjadi 6/6. Pemeriksaan segmen
anterior dalam batas normal dan dari pemeriksaan funduskopi normal. Diagnosa pasien?

a. Hipermetropia
b. Ambliopia
c. Anisokonia
d. Isometropia
e. Anisometropia
DIAGNOSIS KERJA:
KATA KUNCI Anisometropia

Seorang wanita usia 20 tahun datang mengeluh sering pusing sejak 1 tahun disertai
dengan keluhan kedua mata sering berair dan pedih. Visus OD 6/7,5 dikoreksi dengan S-
0.50 menjadi 6/6, OS 3/60 dikoreksi dengan S-4,00 menjadi 6/6. Pemeriksaan segmen
anterior dalam batas normal dan dari pemeriksaan funduskopi normal. Diagnosa
pasien?

JAWABAN

E. Anisometropia
DEFINISI Anisometropia

● Kondisi refraksi mata kiri dan kanan jika sama disebut isometropia.
● Jika ada perbedaan besar kekuatan refraksi kedua mata, baik pada miopia,
hipermetropia, atau astigmatisme (minimal > 1.00 D) disebut ANISOMETROPIA
● Etiologi: Kongenital (Pertumbuhan sumbu bola mata terlalu panjang atau pendek, faktor
genetik), didapat (karena trauma atau pasca ekstraksi lensa saat menjalani operasi
katarak
● Klasifikasi :
○ Anisometropia aksial → Pertumbuhan sumbu bola mata anteroposterior yang lebih
panjang/pendek
○ Anisometropia refraktif → Perbedaan kekuatan refraksi pada mata kanan dan kiri

Khurana Opthalmology
Gambaran Klinis Anisometropia

● 3 kemungkinan:
○ Binocular single vision: small degree of anisometropia (less than 3)
○ Uniocular vision: eror refraksi pada satu mata sangat tinggi, mata yang stu
tersupresi dan menyebabkan ambliopia
○ Alternate vision: satu mata hipermetrop dan satunya miopia
● Keluhan utama mata cepat lelah, diplopia, berair dan kepala pusing
● Komplikasi: Ambliopia → Mata normal akan menekan fungsi mata yang jauh dari
emetropia
● Batas perbedaan kekuatan refraksi:
○ Miopia >2.00 D
○ Hipemetropia >1.00 D
○ Astigmatisme >1.50 D
Khurana Opthalmology
Terapi Anisometropia

● Kacamata → Kacamata bisa ditoleransi sampai perbedaan mencapai 4D.


Diatas 4D akan muncul diplopia !!
● Refractive corneal surgery

Khurana Opthalmology
JAWABAN LAIN ?

a. Hipermetropia → koreksi lensa spheris positif


b. Ambliopia → supresi satu mata karena perbedaan kekuatan refraksi mata kiri dan
kanan, biasanya ditandai dengan koreksi refraksi maksimal tidak dapat
membuat visus menjadi 6/6 (tanpa kelainan lain okular lain)
c. Anisokonia → ketidaksamaan bentuk dan ukuran bayangan benda pada retina
d. Isometropia → kelainan refraksi antara mata kanan dan kiri tidak berbeda jauh
DIAGNOSIS KERJA:
KESIMPULAN Anisometropia

Seorang wanita usia 20 tahun datang mengeluh sering pusing sejak 1 tahun disertai
dengan keluhan kedua mata sering berair dan pedih. Visus OD 6/7,5 dikoreksi dengan S-
0.50 menjadi 6/6, OS 3/60 dikoreksi dengan S-4,00 menjadi 6/6. Pemeriksaan segmen
anterior dalam batas normal dan dari pemeriksaan funduskopi normal. Diagnosa
pasien?

E. Anisometropia
ILMU KESEHATAN MATA
SOAL NOMOR:
SOAL

Seorang perempuan berusia 35 tahun datang dengan keluhan pandangan kabur pada
kedua mata saat melihat jauh. Dari hasil pemeriksaan didapatkan VOD S-1,00 dan
VOS S-2,00. Kelainan apakah yang mendasari keadaan tersebut?

a. Kurvatura kornea ireguler


b. Sumbu bola mata pendek
c. Gangguan akomodasi
d. Kurvatura kornea tidak rata
e. Sumbu bola mata terlalu panjang
DIAGNOSIS KERJA:
KATA KUNCI Miopia

Seorang perempuan berusia 35 tahun datang dengan keluhan pandangan kabur pada
kedua mata saat melihat jauh. Dari hasil pemeriksaan didapatkan VOD S-1,00 dan
VOS S-2,00. Kelainan apakah yang mendasari keadaan tersebut?

JAWABAN

E. Sumbu bola mata terlalu panjang


DEFINISI Miopia

● Bayangan jatuh di depan retina, tidak akomodasi


● Rabun jauh
● Miopia aksial = sumbu / mata lebih panjang dari normal
● Miopia kurvatura/refraktif = indeks bias ↑

Ilmu Penyakit Mata FKUI. Ed 5.


Gambaran Klinis Miopia

● Rabun jauh
● Gejala astenopik
● Menyipitkan mata untuk memperbaiki visus
● Dikategorikan:
○ Ringan = 0,25 – 3 D
○ Sedang = 3,25 – 6 D
○ Berat = > 6 D

Ilmu Penyakit Mata FKUI. Ed 5.


Terapi Miopia

● Tatalaksana dengan kacamata spheris minus terkecil yang


memberikan visus 6/6

Ilmu Penyakit Mata FKUI. Ed 5.


JAWABAN LAIN ?

a. Kurvatura kornea ireguler → astigmatisme


b. Sumbu bola mata pendek → hipermetropia
c. Gangguan akomodasi → presbiopia
d. Kurvatura kornea tidak rata → astigmatisme
DIAGNOSIS KERJA:
KESIMPULAN Miopia

Seorang perempuan berusia 35 tahun datang dengan keluhan pandangan kabur pada
kedua mata saat melihat jauh. Dari hasil pemeriksaan didapatkan VOD S-1,00 dan
VOS S-2,00. Kelainan apakah yang mendasari keadaan tersebut?

E. Sumbu bola mata terlalu panjang


ILMU KESEHATAN MATA
SOAL NOMOR:
SOAL

Seorang laki-laki berusia 27 tahun datang dengan keluhan pandangan kabur pada
kedua mata saat melihat jauh. Dari hasil pemeriksaan didapatkan :
VOD S +1,00 C -0,50 x 165 VOS S +1,00 C +1,50 x 65
Diagnosis?

a. Astigmatisme miopia simpleks


b. Astigmatisme hipermetropia simpleks
c. Astigmatisme mixtus
d. Astigmatisme miopia kompleks
e. Astigmatisme hipermetropia kompleks
DIAGNOSIS KERJA:
KATA KUNCI Astigmatisme

Seorang laki-laki berusia 27 tahun datang dengan keluhan pandangan kabur pada
kedua mata saat melihat jauh. Dari hasil pemeriksaan didapatkan :
VOD S +1,00 C -0,50 x 165 VOS S +1,00 C +1,50 x 65
Diagnosis?

JAWABAN

E. Astigmatisme Hipermetropia Kompleks


DEFINISI Astigmatisme

● Pada astigmatisme, mata menghasilkan suatu bayangan dengan titik atau garis
fokus multipel.
● Penyebab umum astigmatisme adalah kelainan bentuk / kurvatura kornea.

Ilmu Penyakit Mata FKUI. Ed 5, PPK IDI 2017.


Gambaran Klinis Astigmatisme

● Visus menurun
● Objek terlihat buram
● Gejala astenopik
● Sulit melihat garis lurus

Ilmu Penyakit Mata FKUI. Ed 5, PPK IDI 2017.


Gambaran Klinis Astigmatisme

Tipe Astigmatisme :
● Astigmatisme hipermetrop simpleks
→ satu meridian emetropik, meridian lain hipermetropik
→ Lensa S plano C (+) atau Lensa S(+) C(-) dengan ukuran C=S
● Astigmastisme miopia simpleks
→ satu meridian emetropik, meridian lainnya miopik
→ Lensa S plano C(-), atau lensa S(-) C(+) dengan ukuran C=S
● Astigmatisme hipermetropia kompositus
→ kedua meridian hipermetropik dengan derajat berbeda
→ Lensa S(+) C(+) atau Lensa S(+) C(-) dengan ukuran C<S
● Astigmatisme miopia kompositus
→ kedua meridian miopik dengan derajat berbeda
→ Lensa S(-) C(-) atau Lensa S(-) C(+) dengan ukuran C<S
● Astigmatisme mikstus
→ satu meridian hipermetropik dan meridian lainnya miopik
→ Lensa S(-) C(+) atau lensa S(+) C(-) dengan C>S
Ilmu Penyakit Mata FKUI. Ed 5, PPK IDI 2017.
Gambaran Klinis Astigmatisme

Ilmu Penyakit Mata FKUI. Ed 5, PPK IDI 2017.


Gambaran Klinis Astigmatisme

Pada kasus :
VOD S +1,00 C -0,50 x 165 VOS S +1,00 C +1,50 x 65

Kesimpulan : ASTIGMATISME HIPERMETROPIA KOMPOSITUS

Ilmu Penyakit Mata FKUI. Ed 5, PPK IDI 2017.


Terapi Astigmatisme

● Kelainan astigmatisme dapat dikoreksi dengan lensa silindris, dengan


atau tanpa dikombinasi dengan lensa sferis.

Ilmu Penyakit Mata FKUI. Ed 5, PPK IDI 2017.


JAWABAN LAIN ?

a. Astigmatisme miopia simpleks → satu meridian emetropik, meridian lain


miopik
b. Astigmatisme hipermetropia simpleks → satu meridian emetropik, meridian lain
hipermetropik
c. Astigmatisme mixtus → satu meridian miopik dan satunya lagi hipermetropik
d. Astigmatisme miopia kompleks → kedua meridian miopik
DIAGNOSIS KERJA:
KESIMPULAN Astigmatisme

Seorang laki-laki berusia 27 tahun datang dengan keluhan pandangan kabur pada
kedua mata saat melihat jauh. Dari hasil pemeriksaan didapatkan :
VOD S +1,00 C -0,50 x 165 VOS S +1,00 C +1,50 x 65
Diagnosis?

E. Astigmatisme Hipermetropia Kompleks


ILMU KESEHATAN MATA
SOAL NOMOR:
SOAL

Pasien anak laki-laki berusia 8 tahun datang dengan pandangan kedua mata
kabur saat melihat jauh. Dari pemeriksaan didapatkan hasil koreksi VODS
S -3,00 → 6/6. Tidak didapatkan kelainan di segmen anterior dan funduskopi
normal. Diagnosis?

a. Miopia ringan
b. Miopia sedang
c. Miopia berat
d. Astigmatisme myopia simpleks
e. Ambliopia
DIAGNOSIS KERJA:
KATA KUNCI Miopia

Pasien anak laki-laki berusia 8 tahun datang dengan pandangan kedua mata
kabur saat melihat jauh. Dari pemeriksaan didapatkan hasil koreksi VODS
S -3,00 → 6/6. Tidak didapatkan kelainan di segmen anterior dan funduskopi
normal. Diagnosis?

JAWABAN

A. Miopia Ringan
DEFINISI Miopia

● Bayangan jatuh di depan retina, tidak akomodasi


● Rabun jauh
● Miopia aksial = sumbu / mata lebih panjang dari normal
● Miopia kurvatura/refraktif = indeks bias ↑

Ilmu Penyakit Mata FKUI. Ed 5.


Gambaran Klinis Miopia

● Rabun jauh
● Gejala astenopik
● Menyipitkan mata untuk memperbaiki visus
● Dikategorikan:
○ Ringan = 0,25 – 3 D
○ Sedang = 3,25 – 6 D
○ Berat = > 6 D

Ilmu Penyakit Mata FKUI. Ed 5.


Terapi Miopia

● Tatalaksana dengan kacamata spheris minus terkecil yang


memberikan visus 6/6

Ilmu Penyakit Mata FKUI. Ed 5.


JAWABAN LAIN ?

b. Miopia sedang → minus 3,25 - 6 D


c. Miopia berat → minus > 6 D
d. Astigmatisme myopia simpleks → satu meridian emetropik, meridian lain miopik
e. Ambliopia → supresi satu mata karena perbedaan kekuatan refraksi mata kiri dan
kanan, biasanya ditandai dengan koreksi refraksi maksimal tidak
dapat membuat visus menjadi 6/6 (tanpa kelainan lain okular lain)
DIAGNOSIS KERJA:
KESIMPULAN Miopia

Pasien anak laki-laki berusia 8 tahun datang dengan pandangan kedua mata
kabur saat melihat jauh. Dari pemeriksaan didapatkan hasil koreksi VODS
S -3,00 → 6/6. Tidak didapatkan kelainan di segmen anterior dan funduskopi
normal. Diagnosis?

A. Miopia Ringan
ILMU KESEHATAN MATA
SOAL NOMOR:
SOAL

Laki-laki, usia 18 tahun mengeluhkan mata berair dan pandangan buram


ketika melihat dekat. Dari pemeriksaan didapatkan VOD 6/15 koreksi dengan
S +1,00 menjadi 6/6. VOS 6/10 koreksi dengan S +0,75 menjadi 6/6. Lensa
manakah yang tepat digunakan pada pasien tersebut?

a. Lensa Konkaf
b. Lensa Konveks
c. Lensa Binokular
d. Lensa Afakia
e. Lensa Monokular
DIAGNOSIS KERJA:
KATA KUNCI Hipermetropia

Laki-laki, usia 18 tahun mengeluhkan mata berair dan pandangan buram


ketika melihat dekat. Dari pemeriksaan didapatkan VOD 6/15 koreksi dengan
S +1,00 menjadi 6/6. VOS 6/10 koreksi dengan S + 0,75 menjadi 6/6. Lensa
manakah yang tepat digunakan pada pasien tersebut?

JAWABAN

B. Lensa Konveks
DEFINISI Hipermetropia

● Disebut juga rabun dekat. Merupakan kelainan refraksi dimana titik fokus jatuh
di belakang retina dengan akomodasi istirahat.
● Etiologi: Aksial (panjang bola mata lebih pendek), kurvatur (kelengkungan
kornea terlalu pilih).

Ilmu Penyakit Mata FKUI. Ed 5.


DEFINISI Hipermetropia

● Komponen hipermetropia =

● Total hipermetropia adalah total refraksi eror, didapatkan dengan pemeriksaan


menggunakan siklopegik
● Hipermetrop laten adalah banyaknya hipermetrop yang dikoreksi dengan otot
silier.
● Hipermetrop manifes adalah sisa hipermetropia yang tidak bisa dikoreksi
dengan otot silier, didapatkan dengan pengukuran tanpa siklopegik
● Manifes dibagi lagi menjadi fakultatis (bisa dikoreksi dengan akomodasi) dan
absolut (sisa yang tidak bisa dikoreksi dengan akomodasi)

Ilmu Penyakit Mata FKUI. Ed 5.


Gambaran Klinis Hipermetropia

● Pada pasien muda, biasanya asimtomatik karena masih diimbangi dengan


kekuatan akomodasi
● Gejala astenopik. Karena diimbangi kekuatan akomodasi terlalu lama jadi
kelelahan (mata terasa lelah, sakit kepala frontal dan frontotemporal,
fotofobia, mata berair). Terutama pada kegiatan membaca dekat.
● Ketika hipermetropia sudah terlalu tinggi dan tidak bisa diimbangi dengan
akomodasi, baru mempengaruhi visus
● Pada PF didapatkan koreksi visus dengan sferis positif

Ilmu Penyakit Mata FKUI. Ed 5.


DD Hipermetropia

● Presbiopia
→ Presbiopia bukan merupakan kelainan refraksi namun kondisi fisiologis dimana
proses degeneratif menyebabkan insufisiensi akomodasi lalu rabun dekat.
Tatalaksana dengan kacamata baca sferis positif sudah diatur berdasarkan umur.
● Astigmastisme
→ Berkas sinar tidak difokuskan pada satu titik dengan tajam pada retina akan tetapi
pada 2 garis titik api yang saling tegak lurus akibat kelainan kelengkungan
permukaan kornea. Tatalaksana dengan kacamata lensa cylinder +/-
● Myopia
→ Kelainan refraksi dimana titik fokusnya terletak di depan retina. Tatalaksana
dengan kacamata lensa sferis negatif
● Anisometropia
→ Kondisi dimana refraksi kanan dan kiri tidak sama.
Ilmu Penyakit Mata FKUI. Ed 5.
Terapi Hipermetropia

● Pengobatan hipermetropia diberikan koreksi hipermetropia manifes dimana


tanpa siklopegik didapatkan ukuran lensa positif maksimal yang memberikan
ketajaman penglihatan normal (6/6).
● Koreksi kacamata diberikan sferis positif (konveks) terkuat atau terbesar
yang masih memberikan tajam penglihatan maksimal. Contoh: visus menjadi
6/6 dengan S+3.00 dan S+3.25, maka kacamatanya +3.25.

Ilmu Penyakit Mata FKUI. Ed 5.


JAWABAN LAIN ?

a. Lensa Konkaf → Miopia


c. Lensa Binokular → terdiri dari 2 lensa monokuler, contoh : teropong
d. Lensa Afakia → afakia adalah kondisi dimana mata tidak memiliki lensa
e. Lensa Monokular → terdiri dari 1 lensa, contoh : teleskop
DIAGNOSIS KERJA:
KESIMPULAN Hipermetropia

Laki-laki, usia 18 tahun mengeluhkan mata berair dan pandangan buram


ketika melihat dekat. Dari pemeriksaan didapatkan VOD 6/15 koreksi dengan
S +1,00 menjadi 6/6. VOS 6/10 koreksi dengan S + 0,75 menjadi 6/6. Lensa
manakah yang tepat digunakan pada pasien tersebut?

B. Lensa Konveks
ILMU KESEHATAN MATA
SOAL NOMOR:
SOAL

Seorang anak laki-laki berusia 8 tahun dibawa ke poli mata oleh ibunya dengan
keluhan tidak bisa melihat tulisan di buku catatannya. Dari hasil pemeriksaan
didapatkan VOD 20/40 koreksi maksimal dengan S +0,50 → 6/6 dan VOS 20/100
koreksi maksimal dengan S +2,50 → 6/7,5 tidak maju dengan pinhole. Segmen
anterior dan posterior dalam batas normal. Diagnosis?

a. Hipermetropi Simple
b. Hipermetropi + strabismus konvergen
c. Hipermetropi + ambliopia anisometropia
d. Hipermetropi + strabismus divergen
e. Hipermetropi + ambliopia isometropia
DIAGNOSIS KERJA:
KATA KUNCI Hipermetropia + Ambliopia isometropia

Seorang anak laki-laki, berusia 8 tahun dibawa ke poli mata oleh ibunya dengan
keluhan tidak bisa melihat tulisan di buku catatannya. Dari hasil pemeriksaan
didapatkan VOD 20/40 koreksi maksimal dengan S +0,50 → 6/6 dan VOS 20/100
koreksi maksimal dengan S +2,50 → 6/7,5 tidak maju dengan pinhole. Segmen
anterior dan posterior dalam batas normal. Diagnosis?

JAWABAN

E. Hipermetropi + Ambliopia isometropia


DEFINISI Hipermetropia

● Disebut juga rabun dekat. Merupakan kelainan refraksi dimana titik fokus jatuh
di belakang retina dengan akomodasi istirahat.
● Etiologi: Aksial (panjang bola mata lebih pendek), kurvatur (kelengkungan
kornea terlalu pilih).

Ilmu Penyakit Mata FKUI. Ed 5.


DEFINISI Hipermetropia

● Komponen hipermetropia =

● Total hipermetropia adalah total refraksi eror, didapatkan dengan pemeriksaan


menggunakan siklopegik
● Hipermetrop laten adalah banyaknya hipermetrop yang dikoreksi dengan otot
silier.
● Hipermetrop manifes adalah sisa hipermetropia yang tidak bisa dikoreksi
dengan otot silier, didapatkan dengan pengukuran tanpa siklopegik
● Manifes dibagi lagi menjadi fakultatis (bisa dikoreksi dengan akomodasi) dan
absolut (sisa yang tidak bisa dikoreksi dengan akomodasi)
Ilmu Penyakit Mata FKUI. Ed 5.
Gambaran Klinis Hipermetropia

● Pada pasien muda, biasanya asimtomatik karena masih diimbangi dengan


kekuatan akomodasi
● Gejala astenopik. Karena diimbangi kekuatan akomodasi terlalu lama jadi
kelelahan (mata terasa lelah, sakit kepala frontal dan frontotemporal,
fotofobia, mata berair). Terutama pada kegiatan membaca dekat.
● Ketika hipermetropia sudah terlalu tinggi dan tidak bisa diimbangi dengan
akomodasi, baru mempengaruhi visus
● Pada PF didapatkan koreksi visus dengan sferis positif

Ilmu Penyakit Mata FKUI. Ed 5.


DD Hipermetropia

● Presbiopia
→ Presbiopia bukan merupakan kelainan refraksi namun kondisi fisiologis dimana
proses degeneratif menyebabkan insufisiensi akomodasi lalu rabun dekat.
Tatalaksana dengan kacamata baca sferis positif sudah diatur berdasarkan umur.
● Astigmastisme
→ Berkas sinar tidak difokuskan pada satu titik dengan tajam pada retina akan tetapi
pada 2 garis titik api yang saling tegak lurus akibat kelainan kelengkungan
permukaan kornea. Tatalaksana dengan kacamata lensa cylinder +/-
● Myopia
→ Kelainan refraksi dimana titik fokusnya terletak di depan retina. Tatalaksana
dengan kacamata lensa sferis negatif
● Anisometropia
→ Kondisi dimana refraksi kanan dan kiri tidak sama.
Ilmu Penyakit Mata FKUI. Ed 5.
Terapi Hipermetropia

● Pengobatan hipermetropia diberikan koreksi hipermetropia manifes dimana


tanpa siklopegik didapatkan ukuran lensa positif maksimal yang memberikan
ketajaman penglihatan normal (6/6).
● Koreksi kacamata diberikan sferis positif (konveks) terkuat atau terbesar
yang masih memberikan tajam penglihatan maksimal. Contoh: visus menjadi
6/6 dengan S+3.00 dan S+3.25, maka kacamatanya +3.25.

Ilmu Penyakit Mata FKUI. Ed 5.


DEFINISI Ambliopia

● Ambliopia → keadaan dimana visus mata tidak mecapai optimal sesuai


dengan usia dan intelegensinya walaupun sudah dikoreksi kelainan
refraksinya
● Karena kehilangan pengenalan
bentuk, interaksi binokular abnormal,
atau keduanya
● Beberapa dapat dikembalikan
fungsinya dengan pengobatan jika
ditangani secara tepat dan tidak
terlambat

Ilmu Penyakit Mata FKUI. Ed 5.


DEFINISI Ambliopia

● Ambliopia → akibat kurang rangsangan untuk meningkatkan


perkembangan penglihatan → Ekstraneural (katarak, astigmat,
strabismus, kelainan refraksi uni/bilateral yang tidak dikoreksi)
● Tanda-tanda ambliopia:
○ Visus berkurang pada satu mata, fenomena crowding
○ Hilangnya sensitivitas kontras, mudah mengalami fiksasi eksentrik,
adanya anisokoria, daya akomodasi turun

Ilmu Penyakit Mata FKUI. Ed 5.


Definisi Ambliopia

● Tipe ambliopia berdasarkan penyebabnya :


○ Strabismus ambliopia = karena supresi uniokular pada strabismus
○ Stimulus deprivation amblyopia = karena satu mata tidak aktif sama sekali
(co : katarak kongenital)
○ Anisometropic amblyopia = karena perbedaan kelainan refraksi mata kiri dan kanan
yang cukup jauh ( > 2,5 D)
○ Isometropic ambliopia = ambliopia bilateral pada kelainan refraksi berat kedua mata
(tanpa perbedaan refraksi > 2,5 D)
○ Meridional ambliopia = pada astigmatisme yang tidak terkoreksi.

Ilmu Penyakit Mata FKUI. Ed 5.


DD Ambliopia

● Miopia (rabun jauh)


→ bayangan difokuskan di depan retina
● Hipermetropia (rabun dekat)
→ bayangan difokuskan di belakang retina
● Astigmatisma
→ bayangan difokuskan di lebih dari satu meridien yang tegak lurus
● Presbiopia
→ ggn penglihatan akibat gangguan akomodasi lensa, pada dewasa lansia
● Anisometropia
→ terdapat perbedaan kelainan refraksi pada kedua mata

Ilmu Penyakit Mata FKUI. Ed 5.


DD Ambliopia

Penyakit Etiologi Gejala utama Gejala lain Koreksi lensa


Miopia Bayangan difokuskan di Sulit melihat jauh Nyeri kepala, frowning, Konkav
depan retina mata lelah, berair (spheris negatif)

Hipermetropia Bayangan difokuskan di Sulit melihat dekat Nyeri kepala, Konveks


belakang retina strabismus (anak) (spheris positif)

Astigmatisme Bayangan difokuskan >1 Pandangan blurry Nyeri kepala, mata lelah Silinder
meridien tegak lurus

Presbiopia Penurunan fungsi Sulit membaca dekat Nyeri kepala, mata lelah Lensa adisi (spheris
akomodasi positif)

Ambliopia Anisometropik Visus tidak maksimal Visus satu mata Oklusi mata yang sehat,
Ametropik setelah dikoreksi berkurang, fenomena disesuaikan tipe
Stabismik crowding ambliopia
Fungsional

Ilmu Penyakit Mata FKUI. Ed 5.


PF Ambliopia

● Pasien dengan ambliopia akan sulit


membaca huruf yang berderet atau
dalam sebuah kalimat → fenomena
crowding
● Pasien akan mudah membaca huruf
satu persatu
● Tes fenomena crowding :
○ Pasien diminta membaca huruf “E”
● Bar disekitar huruf “E” membuat efek tanpa bar
crowding → sehingga pasien ambliopia ○ Lalu diminta membaca huruf “E” yg
akan sulit membaca dikelilingi bar

Ilmu Penyakit Mata FKUI. Ed 5.


Terapi Ambliopia

● Rujuk ke spesialis Mata


● Menyingkirkan faktor ambliopiagenik
● Oklusi mata yang sehat
● Penalisasi dekat → mata ambliopia dibiasakan melihat dekat dengan
memberikan lensa +2,5D, mata sehat diberi atropin
● Latihan ortoptik bila ada juling
● PENCEGAHAN → anak usia 5 tahun diperiksa visus apabila memperlihatkan
tanda-tanda juling

Ilmu Penyakit Mata FKUI. Ed 5.


JAWABAN LAIN ?

a. Hipermetropi Simple → rabun dekat, koreksi lensa sferis positif


b. Hipermetropi + strabismus konvergen → rabun dekat + strabismus ke arah medial
c. Hipermetropi + ambliopia anisometropia → rabun dekat, koreksi lensa sferis
positif + visus tidak bisa dikoreksi maksimal dengan perbedaan koreksi lensa
>
2,5 D
d. Hipermetropi + strabismus divergen → rabun dekat + strabismus ke arah
lateral
DIAGNOSIS KERJA:
KESIMPULAN Hipermetropia + Ambliopia isometropia

Seorang anak laki-laki, berusia 8 tahun dibawa ke poli mata oleh ibunya dengan
keluhan tidak bisa melihat tulisan di buku catatannya. Dari hasil pemeriksaan
didapatkan VOD 20/40 koreksi maksimal dengan S +0,50 → 6/6 dan VOS 20/100
koreksi maksimal dengan S +2,50 → 6/7,5 tidak maju dengan pinhole. Segmen
anterior dan posterior dalam batas normal. Diagnosis?

E. Hipermetropi + Ambliopia isometropia


ILMU KESEHATAN MATA
SOAL NOMOR:
SOAL

Seorang laki-laki 15 tahun mengeluh matanya mulai kabur ketika melihat dekat. Pada
pemeriksaan visus didapatkan VOD 1/60, uji pinhole 5/60. VOS 1/60, uji pinhole 1/60.
Kemudian dilakukan koreksi sebagai berikut :

Resep kacamata untuk pasien tersebut adalah?


a. OD S+ 1,00 OS S+ 0,75
b. OD S+ 1,25 OS S+ 1,00
c. OD S+ 1,00 OS S+ 1,00
d. OD S+ 1,25 OS S+ 0,75
e. OD S+ 1,00 OS S+ 1,00
DIAGNOSIS KERJA:
KATA KUNCI Hipermetropia

Seorang laki-laki 15 tahun mengeluh matanya mulai kabur ketika melihat dekat. Pada
pemeriksaan visus didapatkan VOD 1/60, uji pinhole 5/60. VOS 1/60, uji pinhole 1/60.
Kemudian dilakukan koreksi sebagai berikut :

Resep kacamata untuk pasien tersebut adalah?

JAWABAN

B. OD S +1,25 OS S +1,00
DEFINISI Hipermetropia

● Disebut juga rabun dekat. Merupakan kelainan refraksi dimana titik fokus jatuh
di belakang retina dengan akomodasi istirahat.
● Etiologi: Aksial (panjang bola mata lebih pendek), kurvatur (kelengkungan
kornea terlalu pilih).

Ilmu Penyakit Mata FKUI. Ed 5.


DEFINISI Hipermetropia

● Komponen hipermetropia =

● Total hipermetropia adalah total refraksi eror, didapatkan dengan pemeriksaan


menggunakan siklopegik
● Hipermetrop laten adalah banyaknya hipermetrop yang dikoreksi dengan otot
silier.
● Hipermetrop manifes adalah sisa hipermetropia yang tidak bisa dikoreksi
dengan otot silier, didapatkan dengan pengukuran tanpa siklopegik
● Manifes dibagi lagi menjadi fakultatis (bisa dikoreksi dengan akomodasi) dan
absolut (sisa yang tidak bisa dikoreksi dengan akomodasi)

Ilmu Penyakit Mata FKUI. Ed 5.


Gambaran Klinis Hipermetropia

● Pada pasien muda, biasanya asimtomatik karena masih diimbangi dengan


kekuatan akomodasi
● Gejala astenopik. Karena diimbangi kekuatan akomodasi terlalu lama jadi
kelelahan (mata terasa lelah, sakit kepala frontal dan frontotemporal,
fotofobia, mata berair). Terutama pada kegiatan membaca dekat.
● Ketika hipermetropia sudah terlalu tinggi dan tidak bisa diimbangi dengan
akomodasi, baru mempengaruhi visus
● Pada PF didapatkan koreksi visus dengan sferis positif

Ilmu Penyakit Mata FKUI. Ed 5.


DD Hipermetropia

● Presbiopia
→ Presbiopia bukan merupakan kelainan refraksi namun kondisi fisiologis dimana
proses degeneratif menyebabkan insufisiensi akomodasi lalu rabun dekat.
Tatalaksana dengan kacamata baca sferis positif sudah diatur berdasarkan umur.
● Astigmastisme
→ Berkas sinar tidak difokuskan pada satu titik dengan tajam pada retina akan tetapi
pada 2 garis titik api yang saling tegak lurus akibat kelainan kelengkungan
permukaan kornea. Tatalaksana dengan kacamata lensa cylinder +/-
● Myopia
→ Kelainan refraksi dimana titik fokusnya terletak di depan retina. Tatalaksana
dengan kacamata lensa sferis negatif
● Anisometropia
→ Kondisi dimana refraksi kanan dan kiri tidak sama.

Ilmu Penyakit Mata FKUI. Ed 5.


Terapi Hipermetropia

● Pengobatan hipermetropia diberikan koreksi hipermetropia manifes dimana


tanpa siklopegik didapatkan ukuran lensa positif maksimal yang memberikan
ketajaman penglihatan normal (6/6).
● Koreksi kacamata diberikan sferis positif (konveks) terkuat atau terbesar
yang masih memberikan tajam penglihatan maksimal. Contoh: visus menjadi
6/6 dengan S+3.00 dan S+3.25, maka kacamatanya +3.25.

Ilmu Penyakit Mata FKUI. Ed 5.


JAWABAN LAIN ?

a. OD S+ 1,00 OS S+ 0,75
c. OD S+ 1,00 OS S+ 1,00
d. OD S+ 1,25 OS S+ 0,75
e. OD S+ 1,00 OS S+ 1,00
DIAGNOSIS KERJA:
KESIMPULAN Hipermetropia

Seorang laki-laki 15 tahun mengeluh matanya mulai kabur ketika melihat dekat. Pada
pemeriksaan visus didapatkan VOD 1/60, uji pinhole 5/60. VOS 1/60, uji pinhole 1/60.
Kemudian dilakukan koreksi sebagai berikut :

Resep kacamata untuk pasien tersebut adalah?

B. OD S +1,25 OS S +1,00
ILMU KESEHATAN MATA
SOAL NOMOR:
SOAL

Seorang laki-laki berusia 55 tahun datang dengan keluhan tidak jelas saat membaca.
Dari pemeriksaan visus dengan Snellen chart VODS 6/6. Dari pemeriksaan segmen
anterior dan posterior tidak didapatkan kelainan. Berapakah ukuran kacamata yang
diberikan pada pasien ini?

a. +1,00 D
b. +1.50 D
c. +2.00 D
d. +2.50 D
e. +3.00 D
DIAGNOSIS KERJA:
KATA KUNCI Presbiopia

Seorang laki-laki berusia 55 tahun datang dengan keluhan tidak jelas saat membaca.
Dari pemeriksaan visus dengan Snellen chart VODS 6/6. Dari pemeriksaan segmen
anterior dan posterior tidak didapatkan kelainan. Berapakah ukuran kacamata yang
diberikan pada pasien ini?

JAWABAN

D. + 2,50 D
DEFINISI Presbiopia

● Presbiopia bukan merupakan kelainan refraksi namun kondisi fisiologis


dimana proses degeneratif menyebabkan insufisiensi akomodasi lalu
rabun dekat.
● Etiologi: Umur (berkurangnya elastisitas kapsul lensa, sklerosis lensa,
dan berkurangnya kekuatan otot silier).

Khurana Opthalmology
Gambaran Klinis Presbiopia

● Kesulitan penglihatan dekat. Pasien akan mengeluh kesulitan membaca


tulisan-tulisan kecil, atau memasukan benang ke lubang jarum
● Gejala astenop karena otot silier kelelahan setelah membaca dekat.

Khurana Opthalmology
Terapi Presbiopia

● Diberikan kacamata baca sesuai umur, biasanya jika ada kelainan


refraksi lain akan diberikan kacamata bifocal untuk pandangan jarak
jauh dan pandangan dekat.
Umur Kekuatan lensa
40 +1.00

45 +1.50

50 +2.00

55 +2.50

60 +3.00

Khurana Opthalmology
JAWABAN LAIN ?

a. +1,00 D → usia 40 tahun


b. +1.50 D → usia 45 tahun
c. +2.00 D → usia 50 tahun
e. +3.00 D → usia 60 tahun ke atas
DIAGNOSIS KERJA:
KESIMPULAN Presbiopia

Seorang laki-laki berusia 55 tahun datang dengan keluhan tidak jelas saat membaca.
Dari pemeriksaan visus dengan Snellen chart VODS 6/6. Dari pemeriksaan segmen
anterior dan posterior tidak didapatkan kelainan. Berapakah ukuran kacamata yang
diberikan pada pasien ini?

D. +2,50 D
ILMU KESEHATAN MATA
SOAL NOMOR:
SOAL

Anak laki laki usia 7 tahun dibawa ibunya ke poliklinik mata dengan keluhan
penglihatan kedua mata kabur sejak 1 bulan terakhir. Dari pemeriksaan
didapatkan VOD 6/6 dengan koreksi lensa S -6,00 dan VOS 6/6 dengan koreksi
dengan lensa S-1,00.
Resep kacamata yang tepat adalah?

a. OD S-3,00 OS S-1,00
b. OD S-4,00 OS S-1,00
c. OD S-5,00 OS S-1,00
d. OD S-5,00 OS S-2,00
e. OD S-5,00 OS S-3,00
DIAGNOSIS KERJA:
KATA KUNCI Anisometropia

Anak laki laki usia 7 tahun dibawa ibunya ke poliklinik mata dengan keluhan
penglihatan kedua mata kabur sejak 1 bulan terakhir. Dari pemeriksaan
didapatkan VOD 6/6 dengan koreksi lensa S -6,00 dan VOS 6/6 dengan koreksi
dengan lensa S-1,00.
Resep kacamata yang tepat adalah?

JAWABAN

C. OD S -5,00 OS S -1,00
DEFINISI Anisometropia

● Kondisi refraksi mata kiri dan kanan jika sama disebut isometropia.
● Jika ada perbedaan besar kekuatan refraksi kedua mata, baik pada miopia,
hipermetropia, atau astigmatisme (minimal > 1.00 D) disebut ANISOMETROPIA
● Etiologi: Kongenital (Pertumbuhan sumbu bola mata terlalu panjang atau pendek, faktor
genetik), didapat (karena trauma atau pasca ekstraksi lensa saat menjalani operasi
katarak
● Klasifikasi :
○ Anisometropia aksial → Pertumbuhan sumbu bola mata anteroposterior yang lebih
panjang/pendek
○ Anisometropia refraktif → Perbedaan kekuatan refraksi pada mata kanan dan kiri

Khurana Opthalmology
Gambaran Klinis Anisometropia

● 3 kemungkinan:
○ Binocular single vision: small degree of anisometropia (less than 3)
○ Uniocular vision: eror refraksi pada satu mata sangat tinggi, mata yang stu
tersupresi dan menyebabkan ambliopia
○ Alternate vision: satu mata hipermetrop dan satunya miopia
● Keluhan utama mata cepat lelah, diplopia, berair dan kepala pusing
● Komplikasi: Ambliopia → Mata normal akan menekan fungsi mata yang jauh dari
emetropia
● Batas perbedaan kekuatan refraksi:
○ Miopia >2.00 D
○ Hipemetropia >1.00 D
○ Astigmatisme >1.50 D
Khurana Opthalmology
Terapi Anisometropia

● Kacamata → Kacamata bisa ditoleransi sampai perbedaan mencapai 4D.


Diatas 4D akan muncul diplopia !!!
● Refractive corneal surgery

Khurana Opthalmology
JAWABAN LAIN ?

a. OD S-3,00 OS S-1,00 → tidak tepat


b. OD S-4,00 OS S-1,00 → tidak tepat
d. OD S-5,00 OS S-2,00 → tidak tepat
e. OD S-5,00 OS S-3,00 → tidak tepat
DIAGNOSIS KERJA:
KESIMPULAN Anisometropia

Anak laki laki usia 7 tahun dibawa ibunya ke poliklinik mata dengan keluhan
penglihatan kedua mata kabur sejak 1 bulan terakhir. Dari pemeriksaan
didapatkan VOD 6/6 dengan koreksi lensa S -6,00 dan VOS 6/6 dengan koreksi
dengan lensa S-1,00.
Resep kacamata yang tepat adalah?

C. OD S -5,00 OS S -1,00
ILMU KESEHATAN MATA
SOAL NOMOR:
SOAL

Anak laki-laki usia 3 tahun diantar ibunya dikeluhkan menonton TV dengan


jarak yang sangat dekat sambil memicingkan mata. Pemeriksaan tajam
penglihatan yg dilakukan?

a. Lambaian tangan
b. Senter
c. Oftalmoskop
d. Kartu jeager
e. Kartu cincin landolt
DIAGNOSIS KERJA:
KATA KUNCI Hipermetropia

Anak laki-laki usia 3 tahun diantar ibunya dikeluhkan menonton TV dengan


jarak yang sangat dekat sambil memicingkan mata. Pemeriksaan tajam
penglihatan yg dilakukan?

JAWABAN

D. Kartu Jeager
DEFINISI Hipermetropia

● Disebut juga rabun dekat. Merupakan kelainan refraksi dimana titik fokus jatuh
di belakang retina dengan akomodasi istirahat.
● Etiologi: Aksial (panjang bola mata lebih pendek), kurvatur (kelengkungan
kornea terlalu pilih).

Ilmu Penyakit Mata FKUI. Ed 5.


DEFINISI Hipermetropia

● Komponen hipermetropia =

● Total hipermetropia adalah total refraksi eror, didapatkan dengan pemeriksaan


menggunakan siklopegik
● Hipermetrop laten adalah banyaknya hipermetrop yang dikoreksi dengan otot
silier.
● Hipermetrop manifes adalah sisa hipermetropia yang tidak bisa dikoreksi
dengan otot silier, didapatkan dengan pengukuran tanpa siklopegik
● Manifes dibagi lagi menjadi fakultatis (bisa dikoreksi dengan akomodasi) dan
absolut (sisa yang tidak bisa dikoreksi dengan akomodasi)

Ilmu Penyakit Mata FKUI. Ed 5.


Gambaran Klinis Hipermetropia

● Pada pasien muda, biasanya asimtomatik karena masih diimbangi dengan


kekuatan akomodasi
● Gejala astenopik. Karena diimbangi kekuatan akomodasi terlalu lama jadi
kelelahan (mata terasa lelah, sakit kepala frontal dan frontotemporal,
fotofobia, mata berair). Terutama pada kegiatan membaca dekat.
● Ketika hipermetropia sudah terlalu tinggi dan tidak bisa diimbangi dengan
akomodasi, baru mempengaruhi visus
● Pada PF didapatkan koreksi visus dengan sferis positif

Ilmu Penyakit Mata FKUI. Ed 5.


PF Hipermetropia

● Tes Jeager
→ kartu yang dibaca dengan jarak 30 cm
→ ditujukan untuk memeriksa rabun dekat
● Pada PF didapatkan koreksi visus dengan
sferis positif

Ilmu Penyakit Mata FKUI. Ed 5.


DD Hipermetropia

● Presbiopia
→ Presbiopia bukan merupakan kelainan refraksi namun kondisi fisiologis dimana
proses degeneratif menyebabkan insufisiensi akomodasi lalu rabun dekat.
Tatalaksana dengan kacamata baca sferis positif sudah diatur berdasarkan umur.
● Astigmastisme
→ Berkas sinar tidak difokuskan pada satu titik dengan tajam pada retina akan tetapi
pada 2 garis titik api yang saling tegak lurus akibat kelainan kelengkungan
permukaan kornea. Tatalaksana dengan kacamata lensa cylinder +/-
● Myopia
→ Kelainan refraksi dimana titik fokusnya terletak di depan retina. Tatalaksana
dengan kacamata lensa sferis negatif
● Anisometropia
→ Kondisi dimana refraksi kanan dan kiri tidak sama.

Ilmu Penyakit Mata FKUI. Ed 5.


Terapi Hipermetropia

● Pengobatan hipermetropia diberikan koreksi hipermetropia manifes dimana


tanpa siklopegik didapatkan ukuran lensa positif maksimal yang memberikan
ketajaman penglihatan normal (6/6).
● Koreksi kacamata diberikan sferis positif (konveks) terkuat atau terbesar
yang masih memberikan tajam penglihatan maksimal. Contoh: visus menjadi
6/6 dengan S+3.00 dan S+3.25, maka kacamatanya +3.25.

Ilmu Penyakit Mata FKUI. Ed 5.


JAWABAN LAIN ?

a. Lambaian tangan → untuk myopia (setara dengan visus 1/300)


b. Senter → identifikasi cahaya (setara visus 1/~)
c. Oftalmoskop → memeriksa segmen mata posterior
e. Kartu cincin landolt → mirip snellen chart, digunakan untuk myopia,
ditujukan untuk orang” yang buta
huruf
DIAGNOSIS KERJA:
KESIMPULAN Hipermetropia

Anak laki-laki usia 3 tahun diantar ibunya dikeluhkan menonton TV dengan


jarak yang sangat dekat sambil memicingkan mata. Pemeriksaan tajam
penglihatan yg dilakukan?

D. Kartu Jeager
ILMU KESEHATAN MATA
SOAL NOMOR:
SOAL

Seorang anak laki – laki berusia 10 tahun datang ke dokter dengan keluhan
kesulitan membaca, dilakukan pemeriksaan :
VOD 6/30 S-7.50 C-3.00 x 90 → 6/9 VOS 6/15 S-2.50 C-3.25 x 105 → 6/7,5
Apakah diagnosis dari pasien tersebut?

a. Ambliopia anisometropia
b. Ambliopia isometrop
c. Ambliopia meridional
d. Ambliopia strabismus
e. Anisometropia
DIAGNOSIS KERJA:
KATA KUNCI Ambliopia anisometropia

Seorang anak laki – laki berusia 10 tahun datang ke dokter dengan keluhan
kesulitan membaca, dilakukan pemeriksaan :
VOD 6/30 S-7.50 C-3.00 x 90 → 6/9 VOS 6/15 S-2.50 C-3.25 x 105 → 6/7,5
Apakah diagnosis dari pasien tersebut?

JAWABAN

A. Ambliopia anisometropia
DEFINISI Ambliopia

● Ambliopia → keadaan dimana visus mata tidak mecapai optimal sesuai


dengan usia dan intelegensinya walaupun sudah dikoreksi kelainan
refraksinya
● Karena kehilangan pengenalan
bentuk, interaksi binokular abnormal,
atau keduanya
● Beberapa dapat dikembalikan
fungsinya dengan pengobatan jika
ditangani secara tepat dan tidak
terlambat
Ilmu Penyakit Mata FKUI. Ed 5.
DEFINISI Ambliopia

● Ambliopia → akibat kurang rangsangan untuk meningkatkan


perkembangan penglihatan → Ekstraneural (katarak, astigmat,
strabismus, kelainan refraksi uni/bilateral yang tidak dikoreksi)
● Tanda-tanda ambliopia:
○ Visus berkurang pada satu mata, fenomena crowding
○ Hilangnya sensitivitas kontras, mudah mengalami fiksasi eksentrik,
adanya anisokoria, daya akomodasi turun

Ilmu Penyakit Mata FKUI. Ed 5.


Definisi Ambliopia

● Tipe ambliopia berdasarkan penyebabnya :


○ Strabismus ambliopia = karena supresi uniokular pada strabismus
○ Stimulus deprivation amblyopia = karena satu mata tidak aktif sama sekali
(co : katarak kongenital)
○ Anisometropic amblyopia = karena perbedaan kelainan refraksi mata kiri dan kanan
yang cukup jauh ( > 2,5 D)
○ Isometropic ambliopia = ambliopia bilateral pada kelainan refraksi berat kedua mata
(tanpa perbedaan refraksi > 2,5 D)
○ Meridional ambliopia = pada astigmatisme yang tidak terkoreksi.

Ilmu Penyakit Mata FKUI. Ed 5.


DD Ambliopia

● Miopia (rabun jauh)


→ bayangan difokuskan di depan retina
● Hipermetropia (rabun dekat)
→ bayangan difokuskan di belakang retina
● Astigmatisma
→ bayangan difokuskan di lebih dari satu meridien yang tegak lurus
● Presbiopia
→ ggn penglihatan akibat gangguan akomodasi lensa, pada dewasa lansia
● Anisometropia
→ terdapat perbedaan kelainan refraksi pada kedua mata

Ilmu Penyakit Mata FKUI. Ed 5.


DD Ambliopia

Penyakit Etiologi Gejala utama Gejala lain Koreksi lensa


Miopia Bayangan difokuskan di Sulit melihat jauh Nyeri kepala, frowning, Konkav
depan retina mata lelah, berair (spheris negatif)

Hipermetropia Bayangan difokuskan di Sulit melihat dekat Nyeri kepala, Konveks


belakang retina strabismus (anak) (spheris positif)

Astigmatisme Bayangan difokuskan Pandangan blurry Nyeri kepala, mata Silinder


>1 meridien tegak lurus lelah

Presbiopia Penurunan fungsi Sulit membaca dekat Nyeri kepala, mata Lensa adisi (spheris
akomodasi lelah positif)

Ambliopia Anisometropik Visus tidak maksimal Visus satu mata Oklusi mata yang
Ametropik setelah dikoreksi berkurang, fenomena sehat, disesuaikan tipe
Stabismik crowding ambliopia
Fungsional

Ilmu Penyakit Mata FKUI. Ed 5.


PF Ambliopia

● Pasien dengan ambliopia akan sulit


membaca huruf yang berderet atau
dalam sebuah kalimat → fenomena
crowding
● Pasien akan mudah membaca huruf
satu persatu
● Tes fenomena crowding :
○ Pasien diminta membaca huruf “E”
● Bar disekitar huruf “E” membuat efek
tanpa bar
crowding → sehingga pasien ambliopia
○ Lalu diminta membaca huruf “E” yg
akan sulit membaca
dikelilingi bar
Ilmu Penyakit Mata FKUI. Ed 5.
Terapi Ambliopia

● Rujuk ke spesialis Mata


● Menyingkirkan faktor ambliopiagenik
● Oklusi mata yang sehat
● Penalisasi dekat → mata ambliopia dibiasakan melihat dekat dengan
memberikan lensa +2,50 D, mata sehat diberi atropin
● Latihan ortoptik bila ada juling
● PENCEGAHAN → anak usia 5 tahun diperiksa visus apabila memperlihatkan
tanda-tanda juling

Ilmu Penyakit Mata FKUI. Ed 5.


JAWABAN LAIN ?

b. Ambliopia isometrop → visus tidak dapat dikoreksi sepenuhnya, namun


perbedaan kelainan refraksi mata kanan dan kiri < 2,5 D
c. Ambliopia meridional → visus tidak dapat dikoreksi sepenuhnya akibat dari
kelainan astigmatisme yg tidak dikoreksi dengan baik
d. Ambliopia strabismus → supresi mata uniokular akibat strabismus
e. Anisometropia → perbedaan refraksi yg besar antara mata kanan dan kiri
DIAGNOSIS KERJA:
KESIMPULAN Hipermetropia + Ambliopia isometropia

Seorang anak laki – laki berusia 10 tahun datang ke dokter dengan keluhan
kesulitan membaca, dilakukan pemeriksaan :
VOD 6/30 S-7.50 C-3.00 x 90 → 6/9 VOS 6/15 S-2.50 C-3.25 x 105 → 6/7,5
Apakah diagnosis dari pasien tersebut?

A. Ambliopia anisometropia
ILMU KESEHATAN MATA
SOAL NOMOR:
SOAL

Wanita usia 25 thn datang dengan keluhan benjolan di kelopak mata kanan
sejak 1 bulan yang lalu. Tidak ada gangguan penglihatan. Dari pemeriksaan
didapatkan benjolan di palpebra Superior, konsistensi keras dan tidak nyeri.
Apakah penanganan yang tepat ?

a. Insisi dan kuretase


b. Kompres hangat
c. Kortikosteroid
d. Antibiotik topikal
e. Insisi dan drainase
DIAGNOSIS KERJA:
KATA KUNCI Kalazion

Wanita usia 25 thn datang dengan keluhan benjolan di kelopak mata kanan
sejak 1 bulan yang lalu. Tidak ada gangguan penglihatan. Dari pemeriksaan
didapatkan benjolan di palpebra superior, konsistensi keras dan tidak nyeri.
Apakah penanganan yang tepat ?

JAWABAN

A. Insisi dan Kuretase


DEFINISI Kalazion

● Kalazion adalah inflamasi granulomatosa


kelenjar meibom yang bersifat kronik
non-infektif.
● Banyak di anak-anak dan dewasa muda.
Faktor resiko banyak mengusap mata,
blefaritis kronis, DM.
● Patogenesa: terjadi infeksi ringan akibat
organisme dengan virulensi lemah, lalu epitel
berproliferasi dan infiltrasi ke duktus, maka
terjadi obstruksi sebum lalu inflamasi kelenjar
meibom.

Khurana Opthalmology
Gambaran Klinis Kalazion

● Benjolan tidak nyeri


● Status lokalis didapatkan benjolan kecil, konsitensi kenyal hingga keras,
berwarna sama dengan kulit sekitar, biasanya diatas lid margin.
● Perjalanan penyakit:
○ Resolusi dapat terjadi secara spontan, jika membesar terus dapat
menekan kornea (astigmatisme), ektropion, epifora.
○ Dapat terjadi infeksi sekunder menjadi hordeulum internum.
○ Kalsifikasi
○ Malignant change

Khurana Opthalmology
DD Kalazion

Inflammatory disease of the eyelid:


● Hordeulum Interna → Infeksi pada kelenjar Meibom; benjolan akut nyeri dan
merah
● Hordeulum Eksterna → Infeksi pada kelenjar Zeis dan Moll; benjolan akut nyeri
dan merah
● Dakrioadenitis → Inflamasi akut pada kelenjar lakrimal di palpebra superior
bagian temporal, kelopak berbentuk seperti huruf “S” terbalik
● Blefaritis → Infeksi pada palpebra, bukan dalam bentuk benjolan, paling banyak
disebabkan oleh staphylococus aureus.
● Molluscum contagiusum → Infeksi virus, tampak benjolan dgn penggaungan di
tengah.

Khurana Opthalmology
Terapi Kalazion

● Kalazion yang tidak hilang secara spontan harus diberikan kompres hangat,
antibiotik setempat atau sistemik
● Jika masih belum hilang dilakukan insisi dan ekskokleasi isinya.

Khurana Opthalmology
JAWABAN LAIN ?

b. Kompres hangat → bisa digunakan tapi bukan tatalaksana yg paling tepat;


lebih ditujukan untuk hordeolum
c. Kortikosteroid → tidak tepat
d. Antibiotik topikal → bisa digunakan tapi bukan tatalaksana yg paling tepat;
lebih ditujukan untuk hordeolum
e. Insisi dan drainase → tidak tepat
DIAGNOSIS KERJA:
KESIMPULAN Kalazion

Wanita usia 25 thn datang dengan keluhan benjolan di kelopak mata kanan
sejak 1 bulan yang lalu. Tidak ada gangguan penglihatan. Dari pemeriksaan
didapatkan benjolan di palpebra superior, konsistensi keras dan tidak nyeri.
Apakah penanganan yang tepat ?

A. Insisi dan Kuretase


ILMU KESEHATAN MATA
SOAL NOMOR:
SOAL

Seorang anak perempuan berusia 12 tahun datang dengan keluhan terdapat benjolan di
kelompak mata kanan disertai nyeri selama 3 hari. Awalnya keluhan bintil kecil kecil
kemudian membesar. Dari pemeriksaan mata di didapatkan benjolan berukuran 0.5 cm
pada konjungtiva palpebra superior berwarna kemerahan dengan fluktuasi (+). Terapi
yang tepat?

a. Cuci Bulu Mata


b. Kompres Dingin
c. Steroid Sistemik
d. Antibiotik Topikal
e. Eksisi
DIAGNOSIS KERJA:
KATA KUNCI Hordeolum

Seorang anak perempuan berusia 12 tahun datang dengan keluhan terdapat benjolan di
kelompak mata kanan disertai nyeri selama 3 hari. Awalnya keluhan bintil kecil kecil
kemudian membesar. Dari pemeriksaan mata di didapatkan benjolan berukuran 0.5 cm
pada konjungtiva palpebra superior berwarna kemerahan dengan fluktuasi (+). Terapi
yang tepat?

JAWABAN

D. Antibiotik topikal
DEFINISI Hordeolum

● Hordeulum merupakan inflamasi pada


kelenjar zeis dan moll (eksternum) atau
kelenjar Meibom (Internum)
● Organisme kausatif adalah Staphlyococcus
aureus, bisa disebabkan karena kebiasaan
mengusap mata, blefaritis kronik, DM.

Khurana Opthalmology
Gambaran Klinis Hordeolum

● Nyeri, benjolan pada palpebra, fotofobia dan lakrimasi.


● Signs: Tanda selulitis yaitu merah, nyeri, tender dan localised swelling pada
palpebra, lalu diikuti pembentukan abses yang terlihat pada tepi palpebra

Khurana Opthalmology
DD Hordeolum

Inflammatory disease of the eyelid:


● Kalazion → Peradangan kronik pada kelenjar Meibom; benjolan tidak nyeri,
keras dan warna sama seperti warna kulit normal
● Dakrioadenitis → Inflamasi akut pada kelenjar lakrimal di palpebra superior
bagian lateral; kelopak berbentuk seperti huruf “S” terbalik
● Blefaritis → Infeksi pada palpebra, bukan dalam bentuk benjolan, paling banyak
disebabkan oleh staphylococus aureus.
● Molluscum contagiusum → Infeksi virus, tampak benjolan dgn penggaungan di
tengah.

Khurana Opthalmology
Terapi Hordeolum

1. Kompres hangat 2-3 kali sehari pada saat selulitis


2. Ketika pus sudah terbentuk bisa dikeluarkan dengan cara mencabut silia yang
terlibat
3. Insisi surgikal dibutuhkan pada abses besar
4. Antibiotik eye drop 3-4 kali sehari untuk mengontrol infeksi, juga NSAID
untuk mengurangi nyeri dan edema

Khurana Opthalmology
JAWABAN LAIN ?

a. Cuci Bulu Mata → terapi blefaritis anterior


b. Kompres Dingin → tidak tepat, seharusnya kompres hangat
c. Steroid Sistemik → tidak tepat
e. Eksisi → tidak tepat, seharusnya insisi dan drainase pada abses yg besar
DIAGNOSIS KERJA:
KESIMPULAN Hordeolum

Seorang anak perempuan berusia 12 tahun datang dengan keluhan terdapat benjolan di
kelompak mata kanan disertai nyeri selama 3 hari. Awalnya keluhan bintil kecil kecil
kemudian membesar. Dari pemeriksaan mata di didapatkan benjolan berukuran 0.5 cm
pada konjungtiva palpebra superior berwarna kemerahan dengan fluktuasi (+). Terapi
yang tepat?

D. Antibiotik topikal
ILMU KESEHATAN MATA
SOAL NOMOR:
SOAL

Seorang anak perempuan berusia 15 tahun datang dengan keluhan kelopak mata
kanan bengkak, nyeri, dan merah. Dari hasil pemeriksaan didapatkan adanya krusta
kekuningan pada bulu mata kanan, dan tampak bulu mata yang rontok. Diagnosis?

a. Blefaritis anterior stafilokokal


b. Blefaritis anterior seborroik
c. Blefaritis posterior
d. Blefarokonjungtivitis
e. Hordeolum
DIAGNOSIS KERJA:
KATA KUNCI Blefaritis

Seorang anak perempuan berusia 15 tahun datang dengan keluhan kelopak mata
kanan bengkak, nyeri, dan merah. Dari hasil pemeriksaan didapatkan adanya krusta
kekuningan pada bulu mata kanan, dan tampak bulu mata yang rontok. Diagnosis?

JAWABAN

B. Blefaritis Anterior Seboroik


DEFINISI Blefaritis

● Merupakan inflamasi subakut atau kronis dari lid margin.


● Dibagi menjadi :
○ Blefaritis anterior seboroik
○ Blefaritis anterior ulseratif
○ Blefaritis posterior

Ilmu Penyakit Mata FKUI. Ed 5.


Gambaran Klinis Blefaritis

● Blefaritis anterior seboroik:


○ Banyak ditemukan pada laki-laki dan usia > 50 tahun
○ Berhubungan dengan seboroik scalp (dandruff), kelenjar Zeis
memproduksi lipid berlebih dan bereaksi dengan Corynebacterium
Acne
○ Gejala: keluhan ketombe / krusta putih kekuningan pada lid margin
dengan rasa tidak nyaman, iritasi, lakrimasi, dan bulu mata rontok
○ Tanda: Akumulasi dandruff seperti sisik pada lid margin, diantara
bulu mata

Ilmu Penyakit Mata FKUI. Ed 5.


Gambaran Klinis Blefaritis

● Blefaritis anterior ulseratif:


○ Infeksi kronik akibat staphylococcal pada lid margin karena strain koagulase
positif. Bisa dimulai pada anak dan berlanjut sampai dewasa.
○ Gejala: iritasi, gatal, lakrimasi, silia menempel satu sama lain dan fotofobia,
paling parah pagi hari
○ Tanda: Sisik berwarna kuning pada akar silia yang menyebabkan silia
menempel satu sama lain. Ketika sisik dibersihkan tampak ulkus kecil.
○ Komplikasi jangka panjang -> konjungtivitis, madarosis, trikiasis

Ilmu Penyakit Mata FKUI. Ed 5.


Gambaran Klinis Blefaritis

● Blefaritis posterior:
○ Dalam bentuk akut akibat infeksi stafilokokal
○ Dalam bentuk kronik karena disfungsi dari kelenjar meibomian, paling
banyak pada umur pertengahan dengan akne rosasea dan dermatitis
seboroik.
○ Karakteristik sekresi seperti foam (white frothy) pada margin eyelid dan
kantus.
○ Pada eversi palpebra, garis-garis kuning vertikal terlihat.

Ilmu Penyakit Mata FKUI. Ed 5.


Terapi Blefaritis

● Blefaritis anterior seboroik


→ Cuci dengan air hangat atau shampoo bayi dan pemberian anibiotik +
steroid eye ointment pada lid margin
● Blefaritis anterior ulseratif
→ Krusta dibersihkan dengan kompres air hangat + 3% soda bikarbonat.
Ointment antibiotik untuk lid margin 2x sehari. Antibiotik eyedrop 3-4kali
sehari. Hindari mengusap mata. NSAID untuk mengurangi inflamasi
● Blefaritis posterior
→ Masase arah vertikal, diikuti dengan antibiotik-steroid ointment pada lid
margin. Antibiotik eyedrop 3-4 kali sehari. Tetrasiklin oral 6-12 mgg.

Ilmu Penyakit Mata FKUI. Ed 5.


JAWABAN LAIN ?

a. Blefaritis anterior stafilokokal → krusta berwarna kekuningan dan jika


diangkat tampak ulkus kecil
c. Blefaritis posterior → sekresi seperti foam (white frothy) pada margin eyelid
dan kantus. Pada eversi palpebra, garis-garis kuning
vertikal terlihat.
d. Blefarokonjungtivitis
e. Hordeolum → inflamasi akut pada kelenjar Meibom ataupun Zeis dan
Moll;
ditandai dengan benjolan pada palpebra, nyeri dan
tampak
kemerahan
DIAGNOSIS KERJA:
KESIMPULAN Blefaritis

Seorang anak perempuan berusia 15 tahun datang dengan keluhan kelopak mata
kanan bengkak, nyeri, dan merah. Dari hasil pemeriksaan didapatkan adanya
krusta kekuningan pada bulu mata kanan, dan tampak bulu mata yang rontok.
Diagnosis?

B. Blefaritis Anterior Seboroik


ILMU KESEHATAN MATA
SOAL NOMOR:
SOAL

Seorang laki-laki berusia 58 tahun mengeluh kedua mata sering gatal dan kemerahan.
Pemeriksaan visus ODS 6/6. Dari pemeriksaan didapatkan gambaran seperti gambar di
samping. Faktor resiko tersering adalah?

a. Hygiene
b. Alergi lensa kontak
c. Usia tua
d. Riwayat keluarga
e. Jenis kelamin
DIAGNOSIS KERJA:
KATA KUNCI Blefaritis

Seorang laki-laki berusia 58 tahun mengeluh kedua mata sering gatal dan kemerahan.
Pemeriksaan visus ODS 6/6. Dari pemeriksaan didapatkan gambaran seperti gambar di
samping. Faktor resiko tersering adalah?

JAWABAN

C. Usia tua
DEFINISI Blefaritis

● Merupakan inflamasi subakut atau kronis dari lid margin.


● Dibagi menjadi :
○ Blefaritis anterior seboroik
○ Blefaritis anterior ulseratif
○ Blefaritis posterior

Ilmu Penyakit Mata FKUI. Ed 5.


Gambaran Klinis Blefaritis

● Blefaritis anterior seboroik:


○ Banyak ditemukan pada laki-laki dan usia > 50 tahun
○ Berhubungan dengan seboroik scalp (dandruff), kelenjar Zeis
memproduksi lipid berlebih dan bereaksi dengan Corynebacterium
Acne
○ Gejala: keluhan ketombe / krusta putih kekuningan pada lid margin
dengan rasa tidak nyaman, iritasi, lakrimasi, dan bulu mata rontok
○ Tanda: Akumulasi dandruff seperti sisik pada lid margin, diantara
bulu mata

Ilmu Penyakit Mata FKUI. Ed 5.


Gambaran Klinis Blefaritis

● Blefaritis anterior ulseratif:


○ Infeksi kronik akibat staphylococcal pada lid margin karena strain koagulase
positif. Bisa dimulai pada anak dan berlanjut sampai dewasa.
○ Gejala: iritasi, gatal, lakrimasi, silia menempel satu sama lain dan fotofobia,
paling parah pagi hari
○ Tanda: Sisik berwarna kuning pada akar silia yang menyebabkan silia
menempel satu sama lain. Ketika sisik dibersihkan tampak ulkus kecil.
○ Komplikasi jangka panjang -> konjungtivitis, madarosis, trikiasis

Ilmu Penyakit Mata FKUI. Ed 5.


Gambaran Klinis Blefaritis

● Blefaritis posterior:
○ Dalam bentuk akut akibat infeksi stafilokokal
○ Dalam bentuk kronik karena disfungsi dari kelenjar meibomian, paling
banyak pada umur pertengahan dengan akne rosasea dan dermatitis
seboroik.
○ Karakteristik sekresi seperti foam (white frothy) pada margin eyelid dan
kantus.
○ Pada eversi palpebra, garis-garis kuning vertikal terlihat.

Ilmu Penyakit Mata FKUI. Ed 5.


Terapi Blefaritis

● Blefaritis anterior seboroik


→ Cuci dengan air hangat atau shampoo bayi dan pemberian anibiotik +
steroid eye ointment pada lid margin
● Blefaritis anterior ulseratif
→ Krusta dibersihkan dengan kompres air hangat + 3% soda bikarbonat.
Ointment antibiotik untuk lid margin 2x sehari. Antibiotik eyedrop 3-4kali
sehari. Hindari mengusap mata. NSAID untuk mengurangi inflamasi
● Blefaritis posterior
→ Masase arah vertikal, diikuti dengan antibiotik-steroid ointment pada lid
margin. Antibiotik eyedrop 3-4 kali sehari. Tetrasiklin oral 6-12 mgg.

Ilmu Penyakit Mata FKUI. Ed 5.


JAWABAN LAIN ?

a. Hygiene → tidak tepat


b. Alergi lensa kontak → tidak tepat
d. Riwayat keluarga → tidak tepat
e. Jenis kelamin → tidak tepat
DIAGNOSIS KERJA:
KESIMPULAN Blefaritis

Seorang laki-laki berusia 58 tahun mengeluh kedua mata sering gatal dan kemerahan.
Pemeriksaan visus ODS 6/6. Dari pemeriksaan didapatkan gambaran seperti gambar di
samping. Faktor resiko tersering adalah?

C. Usia tua
ILMU KESEHATAN MATA
SOAL NOMOR:
SOAL

Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan bengkak di


kelopak mata kiri yang dirasakan sejak 3 hari yang lalu. Bengkak dirasakan nyeri tapi
tidak mengganggu penglihatan. Air mata sering keluar. Pada pemeriksaan didapatkan
bengkak pada mata kiri menyerupai huruf S terbalik pada kelopak mata atas.
Diagnosis pada pasien adalah?

a. Dakriosititis
b. Dakrioadenitis
c. Kalazion
d. Hordeolum interna
e. Hordeolum eksterna
DIAGNOSIS KERJA:
KATA KUNCI Dakrioadenitis

Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan bengkak di


kelopak mata kiri yang dirasakan sejak 3 hari yang lalu. Bengkak dirasakan nyeri tapi
tidak mengganggu penglihatan. Air mata sering keluar. Pada pemeriksaan didapatkan
bengkak pada mata kiri menyerupai huruf S terbalik pada kelopak mata atas.
Diagnosis pada pasien adalah?

JAWABAN

B. Dakrioadenitis
DEFINISI Dakrioadenitis

● Dakrioadenitis merupakan inflamasi akut pada kelenjar lakrimal


● Berkaitan dengan infeksi mumps, mononukleosis dan kadang bakteri

Kanskie Clinical Opthalmology


Gambaran Klinis Dakrioadenitis

● Pembengkakan pada palpebra superior bagian lateral (berbentuk huruf “S”


terbalik) disertai dengan nyeri dan kemerahan

● Produksi air mata dapat berkurang

Kanskie Clinical Opthalmology


DD Dakrioadenitis

● Hordeolum → Inflamasi akut pada kelenjar Meibom atau Zeis dan Moll; benjolan
kemerahan disertai dengan nyeri, fluktuasi (+)
● Kalazion → Peradangan kronik pada kelenjar Meibom; benjolan tidak nyeri,
keras dan warna sama seperti warna kulit normal
● Dakriosistitis → Inflamasi akut pada sakus lakrimal di sekitar kantus medial
● Blefaritis → Infeksi pada palpebra, bukan dalam bentuk benjolan, paling banyak
disebabkan oleh staphylococus aureus.

Kanskie Clinical Opthalmology


Terapi Dakrioadenitis

Terapi sesuai etiologi :


● Virus (paling sering)
→ self limiting
→ kompres hangat, NSAID untuk membantu mengurangi inflamasi
● Bakteri
→ antibiotik

Kanskie Clinical Opthalmology


JAWABAN LAIN ?

a. Dakriosititis → benjolan di sekitar kantus medial, hiperemis dan nyeri


c. Kalazion → benjolan di palpebra yg keras, tidak nyeri dan warna sama
seperti kulit
d. Hordeolum interna → inflamasi akut pada kelenjar Meibom; benjolan di
palpebra hiperemis dan nyeri, fluktuasi (+)
e. Hordeolum eksterna → inflamasi akut pada kelenjar Zeis dan Moll;
benjolan
di palpebra hiperemis dan nyeri, fluktuasi (+)
DIAGNOSIS KERJA:
KESIMPULAN Dakrioadenitis

Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan bengkak di


kelopak mata kiri yang dirasakan sejak 3 hari yang lalu. Bengkak dirasakan nyeri tapi
tidak mengganggu penglihatan. Air mata sering keluar. Pada pemeriksaan didapatkan
bengkak pada mata kiri menyerupai huruf S terbalik pada kelopak mata atas.
Diagnosis pada pasien adalah?

B. Dakrioadenitis
ILMU KESEHATAN MATA
SOAL NOMOR:
SOAL

Seorang Laki-laki usia 55 tahun datang dengan keluhan mata merah sejak 1 bulan
yang lalu. Keluhan disertai gatal, tidak nyeri dan keluar air mata terus- menerus.
Dari pemeriksaan oftamologi didapatkan kongesti konjungtiva terutama di kantus
media. Dari pemeriksaan penunjang didapatkan regurgitasi (+). Diagnosis?

a. Konjungtivitis akut
b. Dakriosistitis akut
c. Dakriosistitis kronik
d. Dakrioadenitis kronik
e. Dry eye
DIAGNOSIS KERJA:
KATA KUNCI Dakriosistitis

Seorang Laki-laki usia 55 tahun datang dengan keluhan mata merah sejak 1 bulan
yang lalu. Keluhan disertai gatal, tidak nyeri dan keluar air mata terus- menerus.
Dari pemeriksaan oftamologi didapatkan kongesti konjungtiva terutama di kantus
media. Dari pemeriksaan penunjang didapatkan regurgitasi (+). Diagnosis?

JAWABAN

D. Dakriosistitis Kronis
DEFINISI Dakriosistitis

● Inflamasi pada sakus lakrimalis. Biasa karena obstruksi duktus nasolakrimal (NLD)
● Dapat berupa dakriosistitis neonatorum (karena kongenital blockage of NLD), atau
adult dakriosistitis.
● Faktor predisposisi adult dakriosistitis:
○ Umur >40 thn, > Wanita, higenitas kurang
● Faktor resiko: Faktor anatomi (narrow bony canal), benda asing pada NLD, lakrimasi
berlebihan, inflamasi ringan, obstruksi NLD distal karena polip, hipetropfi konka.
● Organisme kausatif: Stafilokok, pneumokok, streptococi, dan psedomonas

Kanskie Clinical Opthalmology


Gambaran Klinis Dakriosistitis

● Epifora + Sakit yang hebat di daerah kantung air mata dan demam
● Dapat menjadi abses dan fistula
● PF:
○ Merah dan pembengkakan sakus lakrimal,
○ Nyeri tekan,
○ Sekret mukopurulen dari pungtum lakrimal jika sakus di tekan
○ Jika kronik → tidak nyeri

Kanskie Clinical Opthalmology


Terapi Dakriosistitis

● Saat benjolan akut, diberikan antibiotik sistemik dan topikal +


analgesik+ kompres hangat dan pengurutan daerah sakus
● Kalau sudah menjadi abses harus diinsisi. Jika sudah terbentuk fistula
harus dilakukan fistulektomi.

Kanskie Clinical Opthalmology


JAWABAN LAIN ?

a. Konjungtivitis akut → injeksi konjungtiva (+)


b. Dakriosistitis akut → kurang dari 6 minggu, benjolan di kantus medial, nyeri
dan
merah, regurgitasi (+)
d. Dakrioadenitis kronik → benjolan di palpebra superior, berbentuk huruf “S”
terbalik, tanda radang minimal
e. Dry eye → Schimmer test < 15 mm
DIAGNOSIS KERJA:
KESIMPULAN Dakriosistitis

Seorang Laki-laki usia 55 tahun datang dengan keluhan mata merah sejak 1 bulan
yang lalu. Keluhan disertai gatal, tidak nyeri dan keluar air mata terus- menerus.
Dari pemeriksaan oftamologi didapatkan kongesti konjungtiva terutama di kantus
media. Dari pemeriksaan penunjang didapatkan regurgitasi (+). Diagnosis?

C. Dakriosistitis Kronis
ILMU KESEHATAN MATA
SOAL NOMOR:
SOAL

Bayi laki-laki usia 3 hari dibawa ibunya ke Puskesmas dengan keluhan mata kanan berair
terus-menerus sejak lahir. Mata berair kadang disertai dengan kotoran bening lengket.
Pemeriksaan fisik didapatkan kanalikuli superior dan inferior terbuka, segmen anterior
tenang, lain-lain normal. Aapakah penatalaksanaan awal yang tepat terhadap bayi
tersebut?

a. Segera dilakukan probing


b. Masase pada sekitar duktus nasolakrimalis

c. Operasi pengangkatan duktus nasolakrimalis


d. Pemberian kortikosteroid topikal
e. Pemberian antibiotik topikal
DIAGNOSIS KERJA:
KATA KUNCI Obstruksi duktus nasolakrimal

Bayi laki-laki usia 3 hari dibawa ibunya ke Puskesmas dengan keluhan mata kanan berair
terus-menerus sejak lahir. Mata berair kadang disertai dengan kotoran bening lengket.
Pemeriksaan fisik didapatkan kanalikuli superior dan inferior terbuka, segmen anterior
tenang, lain-lain normal. Apakah penatalaksanaan awal yang tepat terhadap bayi
tersebut?

JAWABAN

B. Masase pada sekitar duktus nasolakrimalis


DEFINISI Obstruksi duktus nasolakrimal

● Obstruksi duktus nasolakrimal merupakan sumbatan yang terjadi pada bagian ujung bawah
dari duktus nasolakrimal (katup Hanver)
● Patensi duktus nasolakrimal harusnya sudah terjadi setelah lahir, namun pada beberapa
neonatus bisa ditemukan adanya sumbatan.
● Resolusi spontan biasanya terjadi pada 96% kasus dalam waktu 12 bulan

Kanskie Clinical Opthalmology


Gambaran Klinis Obstruksi duktus nasolakrimal

● Epifora + bulu mata yang saling melekat satu sama lain


● Sekret mukopurulen dapat keluar melalui pungtum pada saat sakus
lakrimal ditekan
● Kadang bisa juga ditemukan dakriosistitis akut

Kanskie Clinical Opthalmology


Terapi Obstruksi duktus nasolakrimal

● Masase sakus lakrimal dan sekitar duktus nasolakrimal 4x sehari


● Probing pada sistem lakrimal ditunda sampai usia 12-18 bulan karena
kanalisasi spontan masih dapat terjadi sampai usia 1-2 tahun.

Kanskie Clinical Opthalmology


JAWABAN LAIN ?

a. Segera dilakukan probing → ditunda sampai usia 12-18 bulan

c. Operasi pengangkatan duktus nasolakrimalis → tidak tepat


d. Pemberian kortikosteroid topikal → tidak tepat
e. Pemberian antibiotik topikal → baru diberikan jika ditemukan adanya
konjungtivitis bakterial
DIAGNOSIS KERJA:
KESIMPULAN Obstruksi duktus nasolakrimal

Bayi laki-laki usia 3 hari dibawa ibunya ke Puskesmas dengan keluhan mata kanan berair
terus-menerus sejak lahir. Mata berair kadang disertai dengan kotoran bening lengket.
Pemeriksaan fisik didapatkan kanalikuli superior dan inferior terbuka, segmen anterior
tenang, lain-lain normal. Apakah penatalaksanaan awal yang tepat terhadap bayi
tersebut?

B. Masase pada sekitar duktus nasolakrimalis


ILMU KESEHATAN MATA
SOAL NOMOR:
SOAL

Seorang laki-laki berusia 65 tahun datang dengan keluhan merah pada mata kanannya
sejak 1 bulan terakhir. Mata merah disertai dengan pandangan kabur, rasa mengganjal
dan nyeri. Didapatkan gambaran seperti gambar disamping. Terapi?

a. Antibiotik Topikal
b. Epilasi
c. Rekonstruksi Palpebra
d. Artificial Tears
e. Cuci Bulu Mata
DIAGNOSIS KERJA:
KATA KUNCI Trikiasis

Seorang laki-laki berusia 65 tahun datang dengan keluhan merah pada mata kanannya
sejak 1 bulan terakhir. Mata merah disertai dengan pandangan kabur, rasa mengganjal
dan nyeri. Didapatkan gambaran seperti gambar disamping. Terapi?

JAWABAN

B. Epilasi
DEFINISI Trikiasis

● Trikiasis adalah pertumbuhan silia ke arah


dalam (sehingga mengenai mata) dengan
posisi lid margin yang normal.
● Etiologi : trakoma sikatriks, blefartis
ulseratif, konjungtivitis membranosa yang
sembuh, hordeulum eksterna, luka bakar,
dan luka operatif.

Kanskie Clinical Opthalmology


Gambaran Klinis Trikiasis

● Symptoms: Sensasi benda asing dan fotofobia. Pasien dapat merasakan


iritasi, nyeri, dan lakrimasi

● Signs: Pemeriksaan dapat menunjukan silia ke arah dalam. Blefarospasm


dan fotofobia + jika silia mengenai kornea. Konjungtiva bisa edema.

● Komplikasi: Abrasi kornea sampai ulkus kornea

Kanskie Clinical Opthalmology


Terapi Trikiasis

● Epilasi (dicabut dengan forcep), berulang kembali 3-4 minggu kemudian


karena tumbuh lagi

Kanskie Clinical Opthalmology


JAWABAN LAIN ?

a. Segera dilakukan probing → ditunda sampai usia 12-18 bulan

c. Operasi pengangkatan duktus nasolakrimalis → tidak tepat


d. Pemberian kortikosteroid topikal → tidak tepat
e. Pemberian antibiotik topikal → baru diberikan jika ditemukan adanya
konjungtivitis bakterial
DIAGNOSIS KERJA:
KESIMPULAN Trikiasis

Seorang laki-laki berusia 65 tahun datang dengan keluhan merah pada mata kanannya
sejak 1 bulan terakhir. Mata merah disertai dengan pandangan kabur, rasa mengganjal
dan nyeri. Didapatkan gambaran seperti gambar disamping. Terapi?

B. Epilasi
ILMU KESEHATAN MATA
SOAL NOMOR:
SOAL

Seorang wanita berusia 70 tahun datang dengan keluhan mata berair dan terasa
mengganjal. Setelah dilakukan pemeriksaan oftalmologi didapatkan margo
palpebra terlipat ke arah luar. Tidak terdapat terdapat riwayat trauma dan
penyakit sistemik sebelumnya. Apakah diagnosis pasien ini?

a. Ektropion kongenital
b. Ektropion involusional
c. Ektropion sikatrikal
d. Ektropion mekanikal
e. Ektropion akut spastik
DIAGNOSIS KERJA:
KATA KUNCI Ektropion

Seorang wanita berusia 70 tahun datang dengan keluhan mata berair dan terasa
mengganjal. Setelah dilakukan pemeriksaan oftalmologi didapatkan margo
palpebra terlipat ke arah luar. Tidak terdapat terdapat riwayat trauma dan
penyakit sistemik sebelumnya. Apakah diagnosis pasien ini?

JAWABAN

B. Ektropion involusional
DEFINISI Ektropion

● Ektropion adalah suatu keadaan melipatnya kelopak mata bagian


tepi atau margo palpebra ke arah luar.

Wills Eye Manual


Etiologi Ektropion

● Involusional : proses penuaan


● Paralitik : gangguan N. VII (fasial)
● Sikatrikal : akibat luka bakar, operasi, laserasi dan penyakit kulit
kronik (eczema, iktiosis)
● Mechanical : akibat herniasi lemak orbital, tumor palpebra
● Allergic : akibat dermatitis kontak
● Kongenital : penyakit bawaan lahir

Wills Eye Manual


Terapi Ektropion

● Jika terjadi inflamasi → kompres hangat + antibiotik ointment


● Tatalaksana definitif : Operasi

Wills Eye Manual


JAWABAN LAIN ?

a. Ektropion kongenital → kelaian sejak lahir


c. Ektropion sikatrikal → didahului dengan trauma (luka bakar, operasi, dll)
d. Ektropion mekanikal → akibat tumor palpebra atau herniasi lemak palpebra
e. Ektropion akut spastik → tidak ada istilah ini
DIAGNOSIS KERJA:
KESIMPULAN Ektropion

Seorang wanita berusia 70 tahun datang dengan keluhan mata berair dan terasa
mengganjal. Setelah dilakukan pemeriksaan oftalmologi didapatkan margo
palpebra terlipat ke arah luar. Tidak terdapat terdapat riwayat trauma dan
penyakit sistemik sebelumnya. Apakah diagnosis pasien ini?

B. Ektropion involusional
ILMU KESEHATAN MATA
SOAL NOMOR:
SOAL

Seorang bayi perempuan berusia 5 hari dibawa ibunya ke dengan keluhan sejak lahir
kedua matanya merah, bengkak serta mengeluarkan kotoran berwarna kekuningan
kental dan banyak. Dari pemeriksaan didapatkan adanya discharge kekuningan,
kental dan banyak, palpebra edema, konjungtiva tarsal hiperemis (+), konjungtiva
bulbi injeksi konjungtiva (+) injeksi kornea (-), fluorosense test (-). Selama kehamilan
ibu tersebut sering menderita keputihan. Pemeriksaan penunjang yang tepat?

a. Pemeriksaan gram dari swab sekret


b. Pemeriksaan KOH dari scraping kornea
c. Kultur dan tes sensitivitas jaringan kornea
d. Pemeriksaan giemsa dari kulit palpebra
e. Pemeriksaan darah lengkap
DIAGNOSIS KERJA:
KATA KUNCI GO Opthalmia Neonatorum

Seorang bayi perempuan berusia 5 hari dibawa ibunya ke dengan keluhan sejak lahir
kedua matanya merah, bengkak serta mengeluarkan kotoran berwarna kekuningan
kental dan banyak. Dari pemeriksaan didapatkan adanya discharge kekuningan,
kental dan banyak, palpebra edema, konjungtiva tarsal hiperemis (+), konjungtiva
bulbi injeksi konjungtiva (+) injeksi kornea (-), fluorosense test (-). Selama kehamilan
ibu tersebut sering menderita keputihan. Pemeriksaan penunjang yang tepat?

JAWABAN

A. Pemeriksaan gram dari swab sekret


DEFINISI GO Opthalmia Neonatorum

● Ophthalmia neonatorum adalah inflamasi konjungtiva pada bayi kurang


dari 30 hari.
● Etiologi: sesuai mode transmisi: intrauterine (amnion), ketika melahirkan
(kontak dengan birth canal), setelah melahirkan (dari tangan dengan
setelah kontak lochia)
● Agen kausatif:
○ Konjungtivitis kimia (silver nitrate) onset 4-6 jam
○ Gonococcal onset 2-5 hari
○ Bakteri lain onset 4-5 hari,
○ Klamidia onset 5-14 hari

Khurana Opthalmology
Gambaran Klinis GO Opthalmia Neonatorum

● Symptoms: Nyeri pada bola mata, discharge bola mata purulent


pada GO, edema palpebra, hiperemi konjungtiva dan kemosis.
● Komplikasi bisa menyebabkan ulkus kornea, yang menyebabkan
perforasi

Khurana Opthalmology
PP GO Opthalmia Neonatorum

Pemeriksaan swab :
● Gram → diplokokus intraselular gram (-) berwarna merah
● Kultur

*Sampel : sekret mata

Khurana Opthalmology
Terapi GO Opthalmia Neonatorum

DEPKES
Terapi GO Opthalmia Neonatorum

DEPKES
JAWABAN LAIN ?

b. Pemeriksaan KOH dari scraping kornea → untuk infeksi jamur


c. Kultur dan tes sensitivitas jaringan kornea → bukan di jaringan kornea
d. Pemeriksaan giemsa dari kulit palpebra → bukan di kulit palpebra
e. Pemeriksaan darah lengkap → kurang tepat
DIAGNOSIS KERJA:
KESIMPULAN GO opthalmia nenatorum

Seorang bayi perempuan berusia 5 hari dibawa ibunya ke dengan keluhan sejak lahir
kedua matanya merah, bengkak serta mengeluarkan kotoran berwarna kekuningan
kental dan banyak. Dari pemeriksaan didapatkan adanya discharge kekuningan,
kental dan banyak, palpebra edema, konjungtiva tarsal hiperemis (+), konjungtiva
bulbi injeksi konjungtiva (+) injeksi kornea (-), fluorosense test (-). Selama kehamilan
ibu tersebut sering menderita keputihan. Pemeriksaan penunjang yang tepat?

A. Pemeriksaan gram dari swab sekret


ILMU KESEHATAN MATA
SOAL NOMOR:
SOAL

Pria 30 tahun keluhan mata keluar sekret kekuningan cukup banyak disertai mata
merah. Hasil pemeriksaan dengan pewarnaan giemsa dari kerokan konjungtiva
didapatkan gambaran inclusion bodies pada sel epitel dan banyak sel PMN. Apa
pengobatan yang tepat untuk kasus tersebut?

A. Kloramfenikol
B. Azitromisin
C. Siprofloksasin
D. Sefalosporin
E. Tetrasiklin
DIAGNOSIS KERJA:
KATA KUNCI Konjungtivitis Inklusi

Pria 30 tahun keluhan mata keluar sekret kekuningan cukup banyak disertai mata
merah. Hasil pemeriksaan dengan pewarnaan giemsa dari kerokan konjungtiva
didapatkan gambaran inclusion bodies pada sel epitel dan banyak sel PMN. Apa
pengobatan yang tepat untuk kasus tersebut?

JAWABAN

E. Tetrasiklin
DEFINISI Konjungtivitis

● Konjungtivitis adalah inflamasi pada konjungtiva dan


digambarkan dengan hiperemi konjungtiva ditambah sekresi
watery, mukoid, atau purulent.
● Etiologi konjungtivitis :
○ Infeksi : Bakteri, klamidia, virus, fungi
○ Alergik

Khurana Opthalmology
DEFINISI Konjungtivitis Inklusi

● Konjungtivitis inklusi atau trachoma disebabkan oleh Chlamydia


trachomatis.
● Menyerang epitel superfisial konjungtiva dan kornea secara
bersamaan. Mempunyai ciri khas reaksi folikuler dan papiler pada
konjungtiva.
● Faktor predisposisi:
○ Pada bayi karena penyebaran jalan lahir
○ Jenis kelamin > wanita
○ Status sosioekonomik

Khurana Opthalmology
Gambaran Klinis Konjungtivitis Inklusi

● Masa inkubasi antara 5-21 hari, onset biasanya insidius


● Symptoms:
○ Jika tidak ada infeksi sekunder, gejala minimal seperti sensasi benda
asing, lakrimasi, rasa lengket palpebra dan discharge mucoid
○ + infeksi sekunder → Mukopurulent konjungtivitis
● Signs:
○ Kongesti konjugtiva
○ Folikel + papil

Khurana Opthalmology
Diagnosis Konjungtivitis Inklusi

● Diagnosis klinis dengan adanya folikel dan papila konjungtiva,


terdapat keratitis epitelial dekat limbus superior, terdapat
tanda-tanda sikatriks dan sequele (kronik)
● Deteksi laboratory melalui semar Giemsa didapatkan badan inklusi

Khurana Opthalmology
DD Konjungtivitis Inklusi

Khurana Opthalmology
Terapi Konjungtivitis Inklusi

● Terapi topikal Tetrasiklin1% atau eritromisin 1% eye ointment


4 kali sehari selama 6 minggu
● Terapi sistemik eritromisin 250 mg oral, 4 kali sehari selama
3-4 minggu

Khurana Opthalmology
JAWABAN LAIN ?

A. Kloramfenikol → tidak tepat


B. Azitromisin → tidak tepat
C. Siprofloksasin → tidak tepat
D. Sefalosporin → tidak tepat
DIAGNOSIS KERJA:
KESIMPULAN Konjungtivitis Inklusi

Pria 30 tahun keluhan mata keluar sekret kekuningan cukup banyak disertai mata
merah. Hasil pemeriksaan dengan pewarnaan giemsa dari kerokan konjungtiva
didapatkan gambaran inclusion bodies pada sel epitel dan banyak sel PMN. Apa
pengobatan yang tepat untuk kasus tersebut?

E. Tetrasiklin
ILMU KESEHATAN MATA
SOAL NOMOR:
SOAL

Seorang anak perempuan berusia 7 tahun datang dengan ibunya dengan keluhan kedua
kelopak mata bengkak,mata merah dan berair, disertai dengan rasa mengganjal. Dari
pemeriksaan didapatkan visus ODS 6/6, didapatkan injeksi konjungtiva, sekret bening dan
didapatkan adanya folikel pada konjungtiva tarsal. Skuama (-). Ibu pasien juga menderita
keluhan yang sama. Apakah terapi yang tepat?

a. Cuci mata dengan boorwater


b. Cuci kelopak mata dengan sabun bayi
c. Gentamisin salep mata
d. Betametason tetes mata
e. Artificial tears
DIAGNOSIS KERJA:
KATA KUNCI Konjungtivitis Virus

Seorang anak perempuan berusia 7 tahun datang dengan ibunya dengan keluhan kedua
kelopak mata bengkak, mata merah dan berair, disertai dengan rasa mengganjal. Dari
pemeriksaan didapatkan visus ODS 6/6, didapatkan injeksi konjungtiva, sekret bening dan
didapatkan adanya folikel pada konjungtiva tarsal. Skuama (-). Ibu pasien juga menderita
keluhan yang sama. Apakah terapi yang tepat?

JAWABAN

E. Artificial tears
DEFINISI Konjungtivitis

● Konjungtivitis adalah inflamasi pada konjungtiva dan


digambarkan dengan hiperemi konjungtiva ditambah sekresi
watery, mukoid, atau purulent.
● Etiologi konjungtivitis :
○ Infeksi : Bakteri, klamidia, virus, fungi
○ Alergik

Khurana Opthalmology
Gambaran Klinis Konjungtivitis Virus

● Kebanyakan disebabkan oleh adenovirus → mudah menular


● Symptoms:
○ Gatal, sensasi benda asing, produksi air mata meningkat
○ Biasanya menyerang 1 mata terlebih dahulu dan kemudian terjadi
juga di mata sebelahnya
● Signs:
○ Kongesti konjugtiva
○ Folikel (+)

Wills Eye Manual


DD Konjungtivitis Virus

Khurana Opthalmology
Terapi Konjungtivitis Virus

● Self-limitting disease
● Hindari menyentuh mata orang lain, berjabat tangan,
menggunakan handuk ataupun bantal secara bersamaan →
untuk mencegah penularan
● Rajin-rajin mencuci tangan
● Kompres dingin
● Artificial tears 4-8x per hari selama 1-3 minggu
● Antihistamin tetes mata jika gatal sangat hebat

Wills Eye Manual


JAWABAN LAIN ?

a. Cuci mata dengan boorwater → tatalaksana trauma kimia mata


b. Cuci kelopak mata dengan sabun bayi → tatalaksana blefaritis anterior
c. Gentamisin salep mata → tatalaksana konjungtivitis bakterial
d. Betametason tetes mata → tatalaksana konjungtivitis vernal
DIAGNOSIS KERJA:
KESIMPULAN Konjungtivitis Virus

Seorang anak perempuan berusia 7 tahun datang dengan ibunya dengan keluhan kedua
kelopak mata bengkak, mata merah dan berair, disertai dengan rasa mengganjal. Dari
pemeriksaan didapatkan visus ODS 6/6, didapatkan injeksi konjungtiva, sekret bening dan
didapatkan adanya folikel pada konjungtiva tarsal. Skuama (-). Ibu pasien juga menderita
keluhan yang sama. Apakah terapi yang tepat?

E. Artificial tears
ILMU KESEHATAN MATA
SOAL NOMOR:
SOAL

Seorang laki-laki berusia 19 tahun datang dengan dengan keluhan mata merah, silau,
gatal pada kedua matanya. Keluhan dirasakan berulang. Pada pemeriksaan visus 20/20,
injeksi konjungtiva (+) pada konjungtiva bulbi, papil (+) pada konjungtiva palpebra.
Riwayat atopi (+). Diagnosis?

a. Keratitis
b. Keratokonjungtivitis
c. Konjungtivitis atopi
d. Konjungtivitis vernal
e. Konjungtivitis akut
DIAGNOSIS KERJA:
KATA KUNCI Konjungtivitis Vernal

Seorang laki-laki berusia 19 tahun datang dengan dengan keluhan mata merah, silau,
gatal pada kedua matanya. Keluhan dirasakan berulang. Pada pemeriksaan visus 20/20,
injeksi konjungtiva (+) pada konjungtiva bulbi, papil (+) pada konjungtiva palpebra.
Riwayat atopi (+). Diagnosis?

JAWABAN

D. Konjungtivitis vernal
DEFINISI Konjungtivitis

● Konjungtivitis adalah inflamasi pada konjungtiva dan


digambarkan dengan hiperemi konjungtiva ditambah sekresi
watery, mukoid, atau purulent.
● Etiologi konjungtivitis :
○ Infeksi : Bakteri, klamidia, virus, fungi
○ Alergik

Khurana Opthalmology
DEFINISI Konjungtivitis Vernal

● Merupakan inflamasi alergik pada konjungtiva yang bersifat berulang,


bilateral, dan self limiting dengan insidensi musiman
● Etiologi: Reaksi hipersensitivitas pada alergen eksogen, berhubungan
dengan alergi atopik dimana mekanisme IgE sangat berperan.
Biasanya ada riwayat keluarga atopik, asma, eksema.
● Faktor predisposisi:
○ Umur 4-20 tahun, > laki-laki
○ Season, > summer
○ Climate, > tropic

PPK IDI
Gambaran Klinis Konjungtivitis Vernal

● Symptoms: Sensasi sangat gatal, terbakar, tidak tertahankan ketika


pasien berada di lingkungan lembab dan panas, fotofobia ringan,
lakrimasi, sekresi stringy dan rasa berat di tepi palpebra
● Signs: Gambaran cobblestone (folikel +) atau pavement stone pada
palpebra, pada konjungtiva bulbar kongesti triangular,penebalan jaringan
di limbus berbentuk bintik-bintik (horner trantas dot)
● Setelah 5-10 tahun akan hilang total.

PPK IDI
DD Konjungtivitis Vernal

Khurana Opthalmology
Terapi Konjungtivitis Vernal

● Steroid topikal → 2 hari pertama setiap 4 jam, terapi maintanance 2


minggu 4 kali sehari. Cth: betametasone, deksametasone
● Mast cell stabilizers → sodium cromoglycate 2% drops 4-5 kali perhari
● Obat sistemik: oral antihistamin, oral steroid short duration

PPK IDI
JAWABAN LAIN ?

a. Keratitis → ada penurunan visus


b. Keratokonjungtivitis
c. Konjungtivitis atopi
e. Konjungtivitis akut → kurang spesifik
DIAGNOSIS KERJA:
KESIMPULAN Konjungtivitis Vernal

Seorang laki-laki berusia 19 tahun datang dengan dengan keluhan mata merah, silau,
gatal pada kedua matanya. Keluhan dirasakan berulang. Pada pemeriksaan visus 20/20,
injeksi konjungtiva (+) pada konjungtiva bulbi, papil (+) pada konjungtiva palpebra.
Riwayat atopi (+). Diagnosis?

D. Konjungtivitis vernal
ILMU KESEHATAN MATA
SOAL NOMOR:
SOAL

Seorang anak perempuan berusia 10 tahun datang dengan keluhan


mata merah berulang. Riwayat asma (+). Pemeriksaan didapatkan
seperti gambar disamping. Terapi ?

a. Antibiotik tetes mata


b. Steroid tetes mata
c. NSAID tetes mata
d. Antihistamin tetes mata
e. Air Mata buatan
DIAGNOSIS KERJA:
KATA KUNCI Konjungtivitis Vernal

Seorang anak perempuan berusia 10 tahun datang dengan keluhan


mata merah berulang. Riwayat asma (+). Pemeriksaan didapatkan
seperti gambar disamping. Terapi ?

JAWABAN

B. Steroid tetes mata


DEFINISI Konjungtivitis

● Konjungtivitis adalah inflamasi pada konjungtiva dan


digambarkan dengan hiperemi konjungtiva ditambah sekresi
watery, mukoid, atau purulent.
● Etiologi konjungtivitis :
○ Infeksi : Bakteri, klamidia, virus, fungi
○ Alergik

Khurana Opthalmology
DEFINISI Konjungtivitis Vernal

● Merupakan inflamasi alergik pada konjungtiva yang bersifat berulang,


bilateral, dan self limiting dengan insidensi musiman
● Etiologi: Reaksi hipersensitivitas pada alergen eksogen, berhubungan
dengan alergi atopik dimana mekanisme IgE sangat berperan.
Biasanya ada riwayat keluarga atopik, asma, eksema.
● Faktor predisposisi:
○ Umur 4-20 tahun, > laki-laki
○ Season, > summer
○ Climate, > tropic

PPK IDI
Gambaran Klinis Konjungtivitis Vernal

● Symptoms: Sensasi sangat gatal, terbakar, tidak tertahankan ketika


pasien berada di lingkungan lembab dan panas, fotofobia ringan,
lakrimasi, sekresi stringy dan rasa berat di tepi palpebra
● Signs: Gambaran cobblestone (folikel +) atau pavement stone pada
palpebra, pada konjungtiva bulbar kongesti triangular,penebalan jaringan
di limbus berbentuk bintik-bintik (horner trantas dot)
● Setelah 5-10 tahun akan hilang total.

PPK IDI
DD Konjungtivitis Vernal

Khurana Opthalmology
Terapi Konjungtivitis Vernal

● Steroid topikal → 2 hari pertama setiap 4 jam, terapi maintanance 2


minggu 4 kali sehari. Cth: betametasone, deksametasone
● Mast cell stabilizers → sodium cromoglycate 2% drops 4-5 kali perhari
● Obat sistemik: oral antihistamin, oral steroid short duration

PPK IDI
JAWABAN LAIN ?

a. Antibiotik tetes mata → konjungtivitis bakteri


c. NSAID tetes mata → tidak tepat
d. Antihistamin tetes mata → konjungtivitis virus yang sangat gatal
e. Air Mata buatan → konjungtivitis virus
DIAGNOSIS KERJA:
KESIMPULAN Konjungtivitis Vernal

Seorang anak perempuan berusia 10 tahun datang dengan keluhan


mata merah berulang. Riwayat asma (+). Pemeriksaan didapatkan
seperti gambar disamping. Terapi ?

B. Steroid tetes mata


ILMU KESEHATAN MATA
SOAL NOMOR:
SOAL

Wanita 60 tahun dengan riwayat DM tipe 2 datang dengan keluhan mata sering merah,
perih, terasa mengganjal, dan berpasir pada kedua mata. Penurunan penglihatan (-).
Pekerjaan sering di depan komputer dan memakai kontak lensa. Dari pemeriksaan
didapatkan injeksi konjungtiva, injeksi siliar ODS, foamy tears konjungtiva forniks. Pada
pemeriksaan schimer tes 1 dan 2 didapatkan hasil 10mm dan dari pemeriksaan tear break
up time (TBUT) <10 detik. Diagnosis pasien tersebut adalah?

a. Skleritis
b. Episkleritis
c. Sindroma Mata Kering
d. Pterigium iritatif
e. Pingueculitis
DIAGNOSIS KERJA:
KATA KUNCI Dry eye

Wanita 60 tahun dengan riwayat DM tipe 2 datang dengan keluhan mata sering merah,
perih, terasa mengganjal, dan berpasir pada kedua mata. Penurunan penglihatan (-).
Pekerjaan sering di depan komputer dan memakai kontak lensa. Dari pemeriksaan
didapatkan injeksi konjungtiva, injeksi siliar ODS, foamy tears konjungtiva forniks. Pada
pemeriksaan schimer tes 1 dan 2 didapatkan hasil 10mm dan dari pemeriksaan tear break
up time (TBUT) <10 detik. Diagnosis pasien tersebut adalah?

JAWABAN

C. Sindroma Mata Kering


DEFINISI Dry eye

● Mata kering adalah suatu keadaan keringnya permukaan kornea dan


konjungtiva yang diakibatkan berkurangnya produksi komponen air mata
(musin, akueous, dan lipid)
● Mata kering merupakan salah satu gangguan yang sering pada mata
dengan insiden sekitar 10-30% dari populasi dan terutama dialami oleh
wanita berusia lebih dari 40 tahun.
● Penyebab lain: Meningkatnya evaporasi air mata akibat faktor
lingkungan rumah, kantor atau lagoftalmus
● Faktor resiko: Usia>40 tahun, menopause, penyakit sistemik (sjogren
dll), penggunaan lensa kontak, komputer lama

PPK IDI
DEFINISI Dry eye

1. Aqueous tear Deficiency: pada kongenital alacrimia, paralytic hyposecretion, primary and
secondary Sjogren’s syndrome, idiopathic hyposecretion
2. Mucin deficiency dry eye: Pada kondisi kerusakan sel goblet cth hypovitaminosis A
(xerophthalmia) dan conjunctival scarring diseases cth SJS, trachoma, luka bakar kimia, dan
radiasi
3. Lipid deficiency and abnormalities: Jarang. Hanya pada kasus congenital anhydrotic
ectodermal dysplasia along with absence of meibomian glands.
4. Impaired eyelid function. It is seen in patients with Bell’s palsy, exposure keratitis, dellen,
symblepharon, pterygium, nocturnal lagophthalmos and ectropion.

PPK IDI
Gambaran Klinis Dry eye

● Anamnesa: Pasien datang dengan keluhan mata terasa gatal, seperti berpasir. Bisa juga terbakar,
merah perih dan silau. Pasien seringkali menyadari bahwa gejala terasa makin berat di akhir hari.
● PF: Visus normal, terdapat foamy tears pada konjungtiva forniks,
● Pemeriksaan Schrimer: Normal diatas 15 mm. Hasil 5-10 mm mild-moderate
dry eye, <5 mm severe dry eye
● Tear film break-up time (TBUT)
→ method : sodium fluorescein dye is added to the eye and the tear film is observed under the
slit lamp while the patient avoids blinking until tiny dry spots develop
→ Normal : >10 detik, Marginal : 5 to 10 detik, Rendah : < 5 detik.

PPK IDI
Terapi Dry eye

● Pemberian air mata buatan, yaitu tetes mata karboksimetilselulosa, atau


sodium hialuronat

PPK IDI
JAWABAN LAIN ?

a. Skleritis
b. Episkleritis
d. Pterigium iritatif
e. Pingueculitis
DIAGNOSIS KERJA:
KESIMPULAN Dry eye

Wanita 60 tahun dengan riwayat DM tipe 2 datang dengan keluhan mata sering merah,
perih, terasa mengganjal, dan berpasir pada kedua mata. Penurunan penglihatan (-).
Pekerjaan sering di depan komputer dan memakai kontak lensa. Dari pemeriksaan
didapatkan injeksi konjungtiva, injeksi siliar ODS, foamy tears konjungtiva forniks. Pada
pemeriksaan schimer tes 1 dan 2 didapatkan hasil 10mm dan dari pemeriksaan tear break
up time (TBUT) <10 detik. Diagnosis pasien tersebut adalah?

C. Sindroma Mata Kering


ILMU KESEHATAN MATA
SOAL NOMOR:
SOAL

Seorang perempuan berusia 50 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan kedua


mata terasa mengganjal. Pasien merasakan seperti ada pasir, mata kemerahan dan
sering mengeluarkan air mata. Pasien bekerja di gurun namun jarang memakai
kacamata. Pada pemeriksaan didapatkan hasil pemeriksaan TBUT <10 detik. Tes
schrimmer 10mm. Tatalaksana?

a. Ekstraksi Korpal Pasir dengan Cotton but


b. Ekstraksi Korpal Pasir dengan Jarum 25G
c. Irigasi mata dengan RL
d. Artificial tears
e. Antibiotik tetes mata
DIAGNOSIS KERJA:
KATA KUNCI Dry eye

Seorang perempuan berusia 50 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan kedua


mata terasa mengganjal. Pasien merasakan seperti ada pasir, mata kemerahan dan
sering mengeluarkan air mata. Pasien bekerja di gurun namun jarang memakai
kacamata. Pada pemeriksaan didapatkan hasil pemeriksaan TBUT <10 detik. Tes
schrimmer 10mm. Tatalaksana?

JAWABAN

D. Artificial tears
DEFINISI Dry eye

● Mata kering adalah suatu keadaan keringnya permukaan kornea dan


konjungtiva yang diakibatkan berkurangnya produksi komponen air mata
(musin, akueous, dan lipid)
● Mata kering merupakan salah satu gangguan yang sering pada mata
dengan insiden sekitar 10-30% dari populasi dan terutama dialami oleh
wanita berusia lebih dari 40 tahun.
● Penyebab lain: Meningkatnya evaporasi air mata akibat faktor
lingkungan rumah, kantor atau lagoftalmus
● Faktor resiko: Usia>40 tahun, menopause, penyakit sistemik (sjogren
dll), penggunaan lensa kontak, komputer lama

PPK IDI
DEFINISI Dry eye

1. Aqueous tear Deficiency: pada kongenital alacrimia, paralytic hyposecretion, primary and
secondary Sjogren’s syndrome, idiopathic hyposecretion
2. Mucin deficiency dry eye: Pada kondisi kerusakan sel goblet cth hypovitaminosis A
(xerophthalmia) dan conjunctival scarring diseases cth SJS, trachoma, luka bakar kimia, dan
radiasi
3. Lipid deficiency and abnormalities: Jarang. Hanya pada kasus congenital anhydrotic
ectodermal dysplasia along with absence of meibomian glands.
4. Impaired eyelid function. It is seen in patients with Bell’s palsy, exposure keratitis, dellen,
symblepharon, pterygium, nocturnal lagophthalmos and ectropion.

PPK IDI
Gambaran Klinis Dry eye

● Anamnesa: Pasien datang dengan keluhan mata terasa gatal, seperti berpasir. Bisa juga terbakar,
merah perih dan silau. Pasien seringkali menyadari bahwa gejala terasa makin berat di akhir hari.
● PF: Visus normal, terdapat foamy tears pada konjungtiva forniks,
● Pemeriksaan Schrimer: Normal diatas 15 mm. Hasil 5-10 mm mild-moderate
dry eye, <5 mm severe dry eye
● Tear film break-up time (TBUT)
→ method : sodium fluorescein dye is added to the eye and the tear film is observed under the
slit lamp while the patient avoids blinking until tiny dry spots develop
→ Normal : >10 detik, Marginal : 5 to 10 detik, Rendah : < 5 detik.

PPK IDI
Terapi Dry eye

● Pemberian air mata buatan, yaitu tetes mata karboksimetilselulosa, atau


sodium hialuronat

PPK IDI
JAWABAN LAIN ?

a. Ekstraksi Korpal Pasir dengan Cotton but → tatalaksana benda asing


b. Ekstraksi Korpal Pasir dengan Jarum 25G → tatalaksana benda asing
c. Irigasi mata dengan RL → tatalaksana trauma kimia mata
e. Antibiotik tetes mata → tatalaksana infeksi bakteri
DIAGNOSIS KERJA:
KESIMPULAN Dry eye

Seorang perempuan berusia 50 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan kedua


mata terasa mengganjal. Pasien merasakan seperti ada pasir, mata kemerahan dan
sering mengeluarkan air mata. Pasien bekerja di gurun namun jarang memakai
kacamata. Pada pemeriksaan didapatkan hasil pemeriksaan TBUT <10 detik. Tes
schrimmer 10mm. Tatalaksana?

D. Artificial tears
ILMU KESEHATAN MATA
SOAL NOMOR:
SOAL

Seorang Laki laki berusia 25 tahun datang dengan keluhan mata kiri merah sejak 3 hari
yang lalu. Keluhan timbul setelah mata kanan pasien terbentur stang motor saat
mengalami kecelakaan lalu lintas. Dari pemeriksaan didapatkan VODS 20/20. Segmen
anterior seperti gambar disamping. Tatalaksana?

a. MRS
b. Parasintesis
c. Tetes Mata Epinefrin
d. Rujuk Spesialis
e. Kie akan hilang dalam 1-2 minggu
DIAGNOSIS KERJA:
KATA KUNCI Perdarahan subkonjungtiva

Seorang Laki laki berusia 25 tahun datang dengan keluhan mata kiri merah sejak 3 hari
yang lalu. Keluhan timbul setelah mata kanan pasien terbentur stang motor saat
mengalami kecelakaan lalu lintas. Dari pemeriksaan didapatkan VODS 20/20. Segmen
anterior seperti gambar disamping. Tatalaksana?

JAWABAN

E. KIE akan hilang dalam 1-2 minggu


DEFINISI Perdarahan subkonjungtiva

● Perdarahan subkonjungtiva → perdarahan akibat ruptur pembuluh


darah konjungtiva atau episklera → 90% unilateral
● Etiologi → Spontan atau idiopatik,
sebagian akibat trauma atau
kelainan sistemik
● Tanda dan gejala:
○ Darah pada sklera
○ Tidak nyeri
○ Tidak ada gejala lain biasanya

Ilmu penyakit mata FKUI. Ed 5. 2014.


DEFINISI Perdarahan subkonjungtiva

● Perdarahan subkonjungtiva → akan meluas 24 jam pertama → lalu


berkurang karena diabsorbsi
● Faktor risiko:
○ Hipertensi
○ Trauma tumpul / tajam
○ Obat pengencer darah
○ Manuever valsalva
○ Benda asing
○ Anemia
○ Konjungtivitis

Ilmu penyakit mata FKUI. Ed 5. 2014.


DD Perdarahan subkonjungtiva

Penyakit Konjungtiva Kornea Pupil Visus TIO COA Discharge

Perdarahan Darah (+) Jernih Normal Normal Normal Normal -


Subkonjungtiva

Erosi kornea Injeksi Defek epitel Normal ↓ Normal Normal Watery


perilimbik

Konjungtivitis Injeksi jernih Normal Normal Normal Normal Purulen


konjungtiva

Ulkus kornea Injeksi Defek epitel + Normal ↓ Normal Normal Watery


perilimbik nekrosis
(+/- pus)

Uveitis anterior Injeksi Normal atau Konstriksi ↓ Normal atau Dalam Watery
perilimbik sedikit keruh ↓

Glaukoma akut Injeksi Keruh, edema Midriasis ↓↓ ↑↑ Sempit Watery


campuran

Ilmu penyakit mata FKUI. Ed 5. 2014.


PP Perdarahan subkonjungtiva

● Pemeriksaan tajam penglihatan menggunakan snellen chart


○ Jika terdapat penurunan visus → curiga kerusakan lain selain di
konjungtiva
● Pemeriksaan tekanan bola mata (pada kasus akibat trauma) → untuk
mengetahui adanya glaukoma sekunder
● Pemeriksaan funduskopi

Ilmu penyakit mata FKUI. Ed 5. 2014.


Terapi Perdarahan subkonjungtiva

● Perdarahan subkonjungtiva akan hilang atau diabsorpsi dalam 1-2 minggu


tanpa diobati.
● Pengobatan penyakit yang mendasari bila ada.
● Rujuk bila ada penurunan visus

Ilmu penyakit mata FKUI. Ed 5. 2014.


JAWABAN LAIN ?

a. MRS
b. Parasintesis
c. Tetes Mata Epinefrin
d. Rujuk Spesialis → jika ada penurunan visus
DIAGNOSIS KERJA:
KESIMPULAN Perdarahan subkonjungtiva

Seorang Laki laki berusia 25 tahun datang dengan keluhan mata kiri merah sejak 3 hari
yang lalu. Keluhan timbul setelah mata kanan pasien terbentur stang motor saat
mengalami kecelakaan lalu lintas. Dari pemeriksaan didapatkan VODS 20/20. Segmen
anterior seperti gambar disamping. Tatalaksana?

E. KIE akan hilang dalam 1-2 minggu


ILMU KESEHATAN MATA
SOAL NOMOR:
SOAL

Wanita 22 tahun atlet renang datang dengan keluhan penurunan penglihatan sejak 2
hari. Mata merah (+), injeksi perikornea, nyeri (+), silau (+). Pasien selalu memakai
lensa kontak, bahkan kadang jika berenang. Diagnosis yang tepat?

a. Keratitis bakterial
b. Keratitis fungal
c. Keratitis herpes
d. Keratitis amoeba
e. Konjungtivitis
DIAGNOSIS KERJA:
KATA KUNCI Keratitis Amoeba

Wanita 22 tahun atlet renang datang dengan keluhan penurunan penglihatan sejak 2
hari. Mata merah (+), injeksi perikornea, nyeri (+), silau (+). Pasien selalu memakai
lensa kontak, bahkan kadang jika berenang. Diagnosis yang tepat?

JAWABAN

D. Keratitis amoeba
DEFINISI Keratitis

● Keratitis adalah inflamasi pada kornea yang digambarkan dengan


edema kornea, infiltrasi selular dan kongesti silier.
● Klasifikasi etiologi:
○ Bakteri
○ Viral
○ Fungal
○ Klamidia
○ Protozoa

Ilmu penyakit mata FKUI. Ed 5. 2014.


Gambaran Klinis Keratitis amoeba

● Symptoms : mata merah, nyeri, fotofobia


disertai dengan visus yang turun
● Signs : edema palpebra, injeksi konjungtiva,
injeksi sklera, ring shaped corneal infiltrat

Wills Eye Manual.


DD Keratitis amoeba

Keratitis Bakterial Keratitis Virus Keratitis Jamur Keratitis Protozoa


(Acanthamoeba)

Anamnesa Riwayat trauma pada Riwayat berulang, Steroid topikal lama, Penggunaan lensa
mata, lensa kontak kelelahan fisik trauma dengan ranting kontak dan berenang
pohon

Khas Ulkus kornea Dendritik/ Gambaran satelit dan Ring shaped lesion
dengan/tanpa hipopion Pseudodendritik lipatan descemet

PP Pemeriksaan Gram PCR KOH 10% Kultur

Ilmu penyakit mata FKUI. Ed 5. 2014.


Terapi Keratitis amoeba

● Hentikan penggunaan kontak lensa !!!


● Polyhexamethylene biguanide 0.02% eye drops tiap jam
● Polymixin B / Neomycin / Gramicidin eye drops tiap jam
● Propamidine isethionate 0.1% eye drops tiap jam
● NSAIDs oral → jika nyeri hebat

Wills Eye Manual.


JAWABAN LAIN ?

a. Keratitis bakterial → sekret purulen dan hipopion, berkaitan dgn pemakaian


lensa kontak yang kotor tanpa riwayat berenang
b. Keratitis fungal → riwayat terpapar tumbuh-tumbuhan atau pemakain
steroid
jangka panjang
c. Keratitis herpes → lesi dendritik
e. Konjungtivitis → mata merah tanpa penurunan penglihatan
DIAGNOSIS KERJA:
KESIMPULAN Keratitis Amoeba

Wanita 22 tahun atlet renang datang dengan keluhan penurunan penglihatan sejak 2
hari. Mata merah (+), injeksi perikornea, nyeri (+), silau (+). Pasien selalu memakai
lensa kontak, bahkan kadang jika berenang. Diagnosis yang tepat?

D. Keratitis amoeba
ILMU KESEHATAN MATA
SOAL NOMOR:
SOAL

Pria 31 tahun bekerja sebagai petani datang ke poli dengan keluhan penurunan
penglihatan pada mata kanan sejak 1 hari yang lau. Riwayat terkena air saat bekerja di
sawah. Mata kanan merah, nyeri, bengkak, berair dan silau bila melihat cahaya. Visus
1/60, terdapat bercak keputihan pada kornea. Tes fluoresen (+). Diagnosanya adalah?

a. Keratitis
b. Konjungtivitis
c. Blefaritis
d. Endoftalmitis
e. Ulkus kornea
DIAGNOSIS KERJA:
KATA KUNCI Keratitis

Pria 31 tahun bekerja sebagai petani datang ke poli dengan keluhan penurunan
penglihatan pada mata kanan sejak 1 hari yang lau. Riwayat terkena air saat bekerja di
sawah. Mata kanan merah, nyeri, bengkak, berair dan silau bila melihat cahaya. Visus
1/60, terdapat bercak keputihan pada kornea. Tes fluoresen (+). Diagnosanya adalah?

JAWABAN

A. Keratitis
DEFINISI Keratitis

● Keratitis adalah inflamasi pada kornea yang digambarkan dengan


edema kornea, infiltrasi selular dan kongesti silier.
● Klasifikasi etiologi:
○ Bakteri
○ Viral
○ Fungal
○ Klamidia
○ Protozoa

Ilmu penyakit mata FKUI. Ed 5. 2014.


Gambaran Klinis Keratitis

● Symptoms : mata merah, nyeri, fotofobia disertai dgn visus yg turun


● Signs : edema palpebra, injeksi konjungtiva, injeksi sklera
○ Bakteri → disertai hipopion, sekret purulen
○ Viral → lesi dendritik
○ Fungal → lesi satelit
○ Protozoa → ring shape infiltrat
● PF lain : tes floresensi (+)

Wills Eye Manual.


DD Keratitis

Keratitis Bakterial Keratitis Virus Keratitis Jamur Keratitis Protozoa


(Acanthamoeba)

Anamnesa Riwayat trauma pada Riwayat berulang, Steroid topikal lama, Penggunaan lensa
mata, lensa kontak kelelahan fisik trauma dengan ranting kontak dan berenang
pohon

Khas Ulkus kornea Dendritik/ Gambaran satelit dan Ring shaped lesion
dengan/tanpa hipopion Pseudodendritik lipatan descemet

PP Pemeriksaan Gram PCR KOH 10% Kultur

Ilmu penyakit mata FKUI. Ed 5. 2014.


JAWABAN LAIN ?

a. Keratitis bakterial → sekret purulent, berkaitan dengan pemakaian lensa


kontak yang kotor tanpa riwayat berenang
b. Keratitis fungal → riwayat terpapar tumbuh-tumbuhan atau pemakain
steroid
jangka panjang
c. Keratitis herpes → lesi dendritik
e. Konjungtivitis → mata merah tanpa penurunan penglihatan
DIAGNOSIS KERJA:
KESIMPULAN Keratitis

Pria 31 tahun bekerja sebagai petani datang ke poli dengan keluhan penurunan
penglihatan pada mata kanan sejak 1 hari yang lau. Riwayat terkena air saat bekerja di
sawah. Mata kanan merah, nyeri, bengkak, berair dan silau bila melihat cahaya. Visus
1/60, terdapat bercak keputihan pada kornea. Tes fluoresen (+). Diagnosanya adalah?

A. Keratitis
ILMU KESEHATAN MATA
SOAL NOMOR:
SOAL

Laki – laki 30 tahun dengan keluhan mata kiri merah. Disertai nyeri dan pandangan
buram. Riwayat pusing dan demam. VOD 6/6, segmen anterior normal, VOS 6/12,
vesikel berisi cairan dengan dasar eritem di wajah kiri mengikuti dermatome, palpebra
hiperemis, konjungtiva hiperemis, kemosis, kornea lesi dendritik, sensibilitas menurun.
Diagnosis pada pasien ini adalah?

a. Herpes simpleks oftalmica


b. Keratitis mikosis
c. Herpes Zoster oftalmica
d. Keratitis bakteri
e. Keratitis pungtata
DIAGNOSIS KERJA:
KATA KUNCI Herpes Zoster Oftalmica

Laki – laki 30 tahun dengan keluhan mata kiri merah. Disertai nyeri dan pandangan
buram. Riwayat pusing dan demam. VOD 6/6, segmen anterior normal, VOS 6/12,
vesikel berisi cairan dengan dasar eritem di wajah kiri mengikuti dermatome,
palpebra hiperemis, konjungtiva hiperemis, kemosis, kornea lesi dendritik, sensibilitas
menurun. Diagnosis pada pasien ini adalah?

JAWABAN

C. Herpes Zoster Oflatmica


DEFINISI Herpes Zoster Oftalmica

● Keratitis adalah inflamasi pada kornea yang digambarkan dengan edema


kornea, infiltrasi selular dan kongesti silier.
● Klasifikasi etiologi:
○ Bakteri
○ Viral
○ Fungal
○ Klamidia
○ Protozoa
● Keratitis herpes zoster merupakan infeksi akut ganglion nervus kranial V
karena varicella-zoster virus

Ilmu penyakit mata FKUI. Ed 5. 2014.


Gambaran Klinis Herpes Zoster Oftalmica

● Hutchinson’s rule = Ocular involvement sering terjadi pada sisi


hidung yang terdapat lesi vesikel (keterlibatan kutaneus dari nervus
nasosilier)
● Lesi herpes zoster terbatas pada satu sisi dari tepi midline kepala.
● Pertama gambaran prodromal (demam, malaise, nyeri neuralgia,
distribusi nyeri khas. Diikuti lesi kutaneus (vesikel) sesuai dermatom,
lalu muncul lesi okular (merah, nyeri, infiltrat kornea pseudodendritik)

Toronto Notes. 2018.


Gambaran Klinis Herpes Zoster Oftalmica

Herpetic keratitis Varicella Zoster Keratitis


- Typically dendritic (usually - More diffuse than herpetic
round or oval) with edema and keratitis, usually linear
degeneration (pseudodendritik)

Kanskie Clinical Opthalmology.


DD Herpes Zoster Oftalmica

Keratitis Bakterial Keratitis Virus Keratitis Jamur Keratitis Protozoa


(Acanthamoeba)

Anamnesa Riwayat trauma pada Riwayat berulang, Steroid topikal lama, Penggunaan lensa
mata, lensa kontak kelelahan fisik trauma dengan ranting kontak dan berenang
pohon

Khas Ulkus kornea Dendritik/ Gambaran satelit dan Ring shaped lesion
dengan/tanpa hipopion Pseudodendritik lipatan descemet

PP Pemeriksaan Gram PCR KOH 10% Kultur

Ilmu penyakit mata FKUI. Ed 5. 2014.


TERAPI Herpes Zoster Oftalmica

● Pengobatan simtomatik
● Antivirus asiklovir 5 x 800mg

Ilmu penyakit mata FKUI. Ed 5. 2014.


JAWABAN LAIN ?

a. Herpes simpleks oftalmica→ lesi dendritik, tidak disertai dengan vesikel


dermatomal
b. Keratitis mikosis → lesi satelit, riwayat trauma akibat pepohonan
d. Keratitis bakteri → hipopion dan sekret purulen, riwayat penggunaan lensa
kontak
e. Keratitis pungtata → gambaran bintik-bintik putih kecil pada kornea
DIAGNOSIS KERJA:
KESIMPULAN Keratitis

Laki – laki 30 tahun dengan keluhan mata kiri merah. Disertai nyeri dan pandangan
buram. Riwayat pusing dan demam. VOD 6/6, segmen anterior normal, VOS 6/12,
vesikel berisi cairan dengan dasar eritem di wajah kiri mengikuti dermatome,
palpebra hiperemis, konjungtiva hiperemis, kemosis, kornea lesi dendritik, sensibilitas
menurun. Diagnosis pada pasien ini adalah?

C. Herpes Zoster Oftalmica


ILMU KESEHATAN MATA
SOAL NOMOR:
SOAL

Seorang laki-laki 25 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan mata sebelah kanan
terasa mengganjal. Sebelumnya 1 jam yang lalu pasien berkendara tanpa
menggunakan helm kemudian kelilipan debu dan dikucek. Pada pemeriksaan
didapatkan lakrimasi (+), defek pada kornea (+), tes fluoresin (+) dan pandangan
kabur (+). Diagnosa pasien tersebut adalah?

a. Erosi kornea
b. Keratitis
c. Konjungtivitis
d. Skleritis
e. Dry eyes syndrome
DIAGNOSIS KERJA:
KATA KUNCI Abrasi Kornea

Seorang laki-laki 25 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan mata sebelah kanan
terasa mengganjal. Sebelumnya 1 jam yang lalu pasien berkendara tanpa
menggunakan helm kemudian kelilipan debu dan dikucek. Pada pemeriksaan
didapatkan lakrimasi (+), defek pada kornea (+), tes fluoresin (+) dan pandangan
kabur (+). Diagnosa pasien tersebut adalah?

JAWABAN

A. Erosi Kornea
DEFINISI Abrasi Kornea

● Abrasi kornea adalah adanya goresan di atas permukaan kornea, biasanya


disebabkan oleh karena benda asing atau gesekan pada kornea
(cth : mengucek mata)

Wills Eye Manual


Gambaran Klinis Abrasi Kornea

● Symptoms : nyeri tajam, fotofobia, sensasi benda asing, tidak nyaman saat
mengedipkan mata disertai dengan riwayat terkena benda asing dan
mengucek mata.
● Signs :
○ Defek epitel kornea (+), tes fluoresensi (+) tanpa adanya opasifikasi
(bercak putih) pada kornea
○ Injeksi konjungtiva, edema palpebra

Wills Eye Manual


PP Abrasi Kornea

● Slit lamp : gunakan pewarna fluoresensi untuk identifikasi ukuran


dan lokasi tepat dari defek kornea tersebut.
● Eversi palpebra untuk memastikan tidak ada benda asing

Wills Eye Manual


TERAPI Abrasi Kornea

● Antibiotik ointment (cth : eritromisin, bacitracin) tiap 2-4 jam atau


antibiotik tetes mata (cth : polimyxin B, fluorokuinolon) 4 x sehari
● NSAIDs oral → jika nyeri hebat
● Hindari penggunaan lensa kontak

Wills Eye Manual


JAWABAN LAIN ?

b. Keratitis → mata merah disertai penurunan penglihatan, injeksi silier dan


konjungtiva, bercak putih pada kornea, fr resiko infeksi (+)
c. Konjungtivitis → mata merah tanpa penurunan penglihatan
d. Skleritis → mata merah, tanpa penurunan penglihatan
e. Dry eyes syndrome → usia lanjut, schimmer test < 15 mm
DIAGNOSIS KERJA:
KESIMPULAN Abrasi Kornea

Seorang laki-laki 25 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan mata sebelah kanan
terasa mengganjal. Sebelumnya 1 jam yang lalu pasien berkendara tanpa
menggunakan helm kemudian kelilipan debu dan dikucek. Pada pemeriksaan
didapatkan lakrimasi (+), defek pada kornea (+), tes fluoresin (+) dan pandangan
kabur (+). Diagnosa pasien tersebut adalah?

A. Erosi Kornea
ILMU KESEHATAN MATA
SOAL NOMOR:
SOAL

Seorang perempuan berusia 11 tahun datang dengan keluhan mata merah dan nyeri sejak
3 hari yang lalu disertai pandangan kabur, silau dan berair hingga sulit untuk membuka
mata. Dari pemeriksaan didapatkan CI (+) PCI (+) dan didapatkan hasil fluorosense tes (+)
yang menggambarkan lesi berbentuk punctata. Terapi yang tepat?

a. Kortikosteroid & sikloplegi


b. Topical mast cell stabilizer
c. Antihistamin topikal
d. Antibiotik topikal
e. Beta blocker topical
DIAGNOSIS KERJA:
KATA KUNCI Keratitis Klamidial

Seorang perempuan berusia 11 tahun datang dengan keluhan mata merah dan nyeri sejak
3 hari yang lalu disertai pandangan kabur, silau dan berair hingga sulit untuk membuka
mata. Dari pemeriksaan didapatkan CI (+) PCI (+) dan didapatkan hasil fluorosense tes (+)
yang menggambarkan lesi berbentuk punctata. Terapi yang tepat?

JAWABAN

D. Antibiotik topikal
DEFINISI Keratitis

● Keratitis adalah inflamasi pada kornea yang digambarkan dengan


edema kornea, infiltrasi selular dan kongesti silier.
● Klasifikasi etiologi:
○ Bakteri
○ Viral
○ Fungal
○ Klamidia
○ Protozoa

Kanskie Clinical Opthalmology


Gambaran Klinis Keratitis klamidial

● Symptoms : nyeri, lakrimasi, fotofobia, mata merah, visus turun


● Signs :
○ Watery atau mukopurulen discharge
○ Lesi kornea berbentuk pungtata
○ Biasa didahului dengan konjungtivitis → folikel besar di konjuntiva tarsal
● PP : ditemukan badan inklusi

Kanskie Clinical Opthalmology


DD Keratitis klamidial

Keratitis Bakterial Keratitis Virus Keratitis Jamur Keratitis Protozoa


(Acanthamoeba)

Anamnesa Riwayat trauma pada Riwayat berulang, Steroid topikal lama, Penggunaan lensa
mata, lensa kontak kelelahan fisik trauma dengan ranting kontak dan berenang
pohon

Khas Ulkus kornea Dendritik/ Gambaran satelit dan Ring shaped lesion
dengan/tanpa hipopion Pseudodendritik lipatan descemet

PP Pemeriksaan Gram PCR KOH 10% Kultur

Kanskie Clinical Opthalmology


TERAPI Keratitis klamidial

● Topical antibiotik (eritromisin atau tetrasiklin) eye ointment

Kanskie Clinical Opthalmology


JAWABAN LAIN ?

a. Kortikosteroid & sikloplegi → tidak tepat


b. Topical mast cell stabilizer → tidak tepat
c. Antihistamin topikal → tidak tepat
e. Beta blocker topical → tidak tepat
DIAGNOSIS KERJA:
KESIMPULAN Keratitis klamidial

Seorang perempuan berusia 11 tahun datang dengan keluhan mata merah dan nyeri sejak
3 hari yang lalu disertai pandangan kabur, silau dan berair hingga sulit untuk membuka
mata. Dari pemeriksaan didapatkan CI (+) PCI (+) dan didapatkan hasil fluorosense tes (+)
yang menggambarkan lesi berbentuk punctata. Terapi yang tepat?

D. Antibiotik topikal
ILMU KESEHATAN MATA
SOAL NOMOR:
SOAL

Seorang laki-laki 30 tahun datang dengan keluhan mata kanan merah, nyeri dan kabur
sejak 5 hari yang lalu setelah terkena daun padi saat bekerja di sawah. Keluhan juga
disertai sulit membuka mata dan silau bila terkena cahaya. Pemeriksaan visus OD 2/60,
Injeksi peri kornea (+), infiltrat kornea (+) dengan adanya gambaran bulu-bulu halus di tepi
lesi dan terdapat lesi satelit. Terapi yang tepat?

a. Tobramycin tetes mata


b. Natamycin tetes mata
c. Acyclovir Salep Mata
d. Ketoconazole oral
e. Doxycycline oral
DIAGNOSIS KERJA:
KATA KUNCI Keratitis Jamur

Seorang laki-laki 30 tahun datang dengan keluhan mata kanan merah, nyeri dan kabur
sejak 5 hari yang lalu setelah terkena daun padi saat bekerja di sawah. Keluhan juga
disertai sulit membuka mata dan silau bila terkena cahaya. Pemeriksaan visus OD 2/60,
Injeksi peri kornea (+), infiltrat kornea (+) dengan adanya gambaran bulu-bulu halus di tepi
lesi dan terdapat lesi satelit. Terapi yang tepat?

JAWABAN

B. Natamycin tetes mata


DEFINISI Keratitis

● Keratitis adalah inflamasi pada kornea yang digambarkan dengan


edema kornea, infiltrasi selular dan kongesti silier.
● Klasifikasi etiologi:
○ Bakteri
○ Viral
○ Fungal
○ Klamidia
○ Protozoa
● Keratitis Jamur merupakan infeksi kornea et causa Fusarium, Filamentous,
yeast, Candida, Aspergillus.

Ilmu penyakit mata FKUI. Ed 5. 2014.


Gambaran Klinis Keratitis jamur

● Mode infeksi:
○ Trauma pada kornea oleh ranting pohon, daun, dan bagian
tumbuh-tumbuhan
○ Efek samping antibiotik dan kortikosteroid jangka panjang, atau
pasien immunosuppressed
● Keluhan timbul 5 hari atau 3 minggu kemudian
● Nyeri, berair, visus turun, silau.
● Infiltrat abu abu putih, hipopion, ulserasi superfisial, dan lesi satelit.

Ilmu Penyakit Mata UI. 5th ed.


DD Keratitis jamur

Keratitis Bakterial Keratitis Virus Keratitis Jamur Keratitis Protozoa


(Acanthamoeba)

Anamnesa Riwayat trauma pada Riwayat berulang, Steroid topikal lama, Penggunaan lensa
mata, lensa kontak kelelahan fisik trauma dengan ranting kontak dan berenang
pohon

Khas Ulkus kornea Dendritik/ Gambaran satelit dan Ring shaped lesion
dengan/tanpa hipopion Pseudodendritik lipatan descemet

PP Pemeriksaan Gram PCR KOH 10% Kultur

Ilmu penyakit mata FKUI. Ed 5. 2014.


TERAPI Keratitis jamur

● Antifungal topikal eye drop: 6-8minggu


○ Natamycin 5% (Filamentosa, Fusarium)
○ Amfoterisin B 0,15-0,30% (Yeast, Aspergillus)
● Ketokonazole sistemik 200-600 mg/hari selama 2-3 minggu → jika ada
ulkus kornea yang dalam atau endoftalmitis.

Ilmu Penyakit Mata UI. 5th ed.


JAWABAN LAIN ?

a. Tobramycin tetes mata → antibiotik


c. Acyclovir Salep Mata → antivirus
d. Ketoconazole oral → kurang tepat
e. Doxycycline oral → antibiotik
DIAGNOSIS KERJA:
KESIMPULAN Keratitis jamur

Seorang laki-laki 30 tahun datang dengan keluhan mata kanan merah, nyeri dan kabur
sejak 5 hari yang lalu setelah terkena daun padi saat bekerja di sawah. Keluhan juga
disertai sulit membuka mata dan silau bila terkena cahaya. Pemeriksaan visus OD 2/60,
Injeksi peri kornea (+), infiltrat kornea (+) dengan adanya gambaran bulu-bulu halus di tepi
lesi dan terdapat lesi satelit. Terapi yang tepat?

B. Natamycin tetes mata


ILMU KESEHATAN MATA
SOAL NOMOR:
SOAL

Seorang Petani 30 tahun datang dengan keluhan mata kanan merah, nyeri, silau
dan kabur sejak 1 minggu yang lalu setelah tertusuk daun padi. Pemeriksaan visus
OD 1/300, Injeksi peri kornea (+), infiltrat kornea dalam (+) Fluorosense tes (+).
Tampak nanah pada bilik mata depan seperti pada gambar. Diagnosa?

a. Konjungtivitis
b. Keratitis
c. Keratoconjungtivitis
d. Ulkus Kornea
e. Trauma Okuli
DIAGNOSIS KERJA:
KATA KUNCI Keratitis Jamur

Seorang Petani 30 tahun datang dengan keluhan mata kanan merah, nyeri, silau
dan kabur sejak 1 minggu yang lalu setelah tertusuk daun padi. Pemeriksaan visus
OD 1/300, Injeksi peri kornea (+), infiltrat kornea dalam (+) Fluorosense tes (+).
Tampak nanah pada bilik mata depan seperti pada gambar. Diagnosa?

JAWABAN

D. Ulkus kornea
DEFINISI Keratitis

● Keratitis adalah inflamasi pada kornea yang digambarkan dengan


edema kornea, infiltrasi selular dan kongesti silier.
● Klasifikasi etiologi:
○ Bakteri
○ Viral
○ Fungal
○ Klamidia
○ Protozoa
● Keratitis Jamur merupakan infeksi kornea et causa Fusarium, Filamentous,
yeast, Candida, Aspergillus.

Ilmu penyakit mata FKUI. Ed 5. 2014.


Gambaran Klinis Keratitis jamur

● Mode infeksi:
○ Trauma pada kornea oleh ranting pohon, daun, dan bagian
tumbuh-tumbuhan
○ Efek samping antibiotik dan kortikosteroid jangka panjang, atau
pasien immunosuppressed
● Keluhan timbul 5 hari atau 3 minggu kemudian
● Nyeri, berair, visus turun, silau.
● Infiltrat abu abu putih, hipopion, ulserasi superfisial, dan lesi satelit.

Ilmu Penyakit Mata UI. 5th ed.


DD Keratitis jamur

Keratitis Bakterial Keratitis Virus Keratitis Jamur Keratitis Protozoa


(Acanthamoeba)

Anamnesa Riwayat trauma pada Riwayat berulang, Steroid topikal lama, Penggunaan lensa
mata, lensa kontak kelelahan fisik trauma dengan ranting kontak dan berenang
pohon

Khas Ulkus kornea Dendritik/ Gambaran satelit dan Ring shaped lesion
dengan/tanpa hipopion Pseudodendritik lipatan descemet

PP Pemeriksaan Gram PCR KOH 10% Kultur

Ilmu penyakit mata FKUI. Ed 5. 2014.


KOMPLIKASI Keratitis jamur

● Komplikasi :
- Ulkus kornea → defek kornea yang dalam (sampai lapisan stroma kornea)
- Perforasi kornea → Siedel test (+)

Ilmu Penyakit Mata UI. 5th ed.


TERAPI Keratitis jamur

● Antifungal topikal eye drop: 6-8minggu


○ Natamycin 5% (Filamentosa, Fusarium)
○ Amfoterisin B 0,15-0,30% (Yeast, Aspergillus)
● Ketokonazole sistemik 200-600 mg/hari selama 2-3 minggu → jika ada
ulkus kornea yang dalam atau endoftalmitis.

Ilmu Penyakit Mata UI. 5th ed.


JAWABAN LAIN ?

a. Konjungtivitis → mata merah tanpa penurunan visus


b. Keratitis → mata merah, visus turun, tes floresensi (+), defek kornea sampai
lapisan stroma kornea (dalam)
c. Keratoconjungtivitis
e. Trauma Okuli
DIAGNOSIS KERJA:
KESIMPULAN Keratitis jamur

Seorang Petani 30 tahun datang dengan keluhan mata kanan merah, nyeri, silau
dan kabur sejak 1 minggu yang lalu setelah tertusuk daun padi. Pemeriksaan visus
OD 1/300, Injeksi peri kornea (+), infiltrat kornea dalam (+) Fluorosense tes (+).
Tampak nanah pada bilik mata depan seperti pada gambar. Diagnosa?

D. Ulkus kornea
ILMU KESEHATAN MATA
SOAL NOMOR:
SOAL

Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun datang diantar oleh orang tuanya ke
puskesmas karena penurunan penglihatan sejak seminggu terakhir terutama
saat sore hari. Dari pemeriksaan didapatkan kornea keruh dan terdapat bercak
bitot. Tatalaksana yang tepat?

a. Vitamin A 100.000 IU hari pertama


b. Vitamin A 200.000 IU hari pertama

c. Vitamin A 50.000 IU hari pertama,kedua dan ke-15


d. Vitamin A 100.000 IU hari pertama,kedua dan ke-15
e. Vitamin A 200.000 IU hari pertama,kedua dan ke-15
DIAGNOSIS KERJA:
KATA KUNCI Xeroftalmia

Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun datang diantar oleh orang tuanya ke
puskesmas karena penurunan penglihatan sejak seminggu terakhir terutama
saat sore hari. Dari pemeriksaan didapatkan kornea keruh dan terdapat bercak
bitot. Tatalaksana yang tepat?

JAWABAN

E. Vitamin A 200.000 IU hari pertama, kedua dan ke-15


DEFINISI Xeroftalmia

● Buta senja adalah ketidakmampuan untuk melihat dengan baik


pada malam hari atau pada keadaan gelap
● Kondisi ini akibat defisiensi vitamin A

Khurana Opthalmology
Gambaran Klinis Xeroftalmia

● Anamnensis: Penglihatan menurun pada malam hari atau keadaan


gelap, sulit beradaptasi pada cahaya yang redup. Pada defisiensi vit A,
buta senja merupakan keluhan paling awal

Khurana Opthalmology
Gambaran Klinis Xeroftalmia

Klasifikasi WHO

Khurana Opthalmology
Gambaran Klinis Xeroftalmia

Khurana Opthalmology
TERAPI Xeroftalmia

1. Pada defisiensi vitamin A, diberikan vitamin A dosis tinggi


a.Semua pasien umur diatas 1 tahun 200.000 IU vitamin a oral segera
setelah di diagnosis, dan diikuti besok dan 2 minggu setelahnya
b.Dibawa 1 tahyn aau bb<8 kg diberikan setengah dosis
1. Lubrikasi kornea
2. Pencegahan terhadap infeksi sekunder dengan tetes mata antibiotik

Ilmu Penyakit Mata UI. 5th ed.


JAWABAN LAIN ?

a. Vitamin A 100.000 IU hari pertama → tidak tepat


b. Vitamin A 200.000 IU hari pertama → tidak tepat

c. Vitamin A 50.000 IU hari pertama,kedua dan ke-15 → tidak tepat


d. Vitamin A 100.000 IU hari pertama,kedua dan ke-15 → untuk anak usia 6-11 bulan
DIAGNOSIS KERJA:
KESIMPULAN Xeroftalmia

Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun datang diantar oleh orang tuanya ke
puskesmas karena penurunan penglihatan sejak seminggu terakhir terutama
saat sore hari. Dari pemeriksaan didapatkan kornea keruh dan terdapat bercak
bitot. Tatalaksana yang tepat?

E. Vitamin A 200.000 IU hari pertama, kedua dan ke-15


ILMU KESEHATAN MATA
SOAL NOMOR:
SOAL

Seorang laki-laki datang ke puskesmas dengan keluhan ada yang mengganjal pada
mata kanan nya sejak 1 bulan terakhir. Riwayat pasien bekerja sebagai nelayan. Pada
pemeriksaan fisik didapatkan jaringan konjungtiva yang tumbuh melewati kornea 3
mm. Tidak ada penurunan tajam penglihatan. Apakah diagnosis kasus ini?

a. Pterigium grade I
b. Pterigium grade II
c. Pterigium grade III
d. Pterigium grade IV
e. Pseudopterigyum
DIAGNOSIS KERJA:
KATA KUNCI Pterigium

Seorang laki-laki datang ke puskesmas dengan keluhan ada yang mengganjal pada
mata kanan nya sejak 1 bulan terakhir. Riwayat pasien bekerja sebagai nelayan. Pada
pemeriksaan fisik didapatkan jaringan konjungtiva yang tumbuh melewati kornea 3
mm. Tidak ada penurunan tajam penglihatan. Apakah diagnosis kasus ini?

JAWABAN

C. Pterigium grade III


DEFINISI Pterigium

● Pterygium merupakan suatu pertumbuhan fibrovaskular


konjungtiva yang bersifat degeneratif dan invasif.
● Tumbuh dari celah sisi medial/lateral/keduanya.
● Etiologi : Iritasi kronis akibat debu, cahaya sinar matahari, dan
udara panas.

Ilmu Penyakit Mata UI. 5th ed.


Gambaran Klinis Pterigium

● Gambaran lipatan di konjungtiva berbentuk segitiga.


● Asimtomatik pada stage awal, bila terjadi iritasi mata merah, gangguan
penglihatan muncul saat pterygium melewati area pupil atau karena
astigmatisme kornea.
● Dibagi jadi 3 bagian:
○ Kepala (Apikal di kornea),
○ Leher (Limbal),
○ Badan (Scleral)
● Pada pterygium, dilakukan pemeriksaan Probe, dimana hasilnya adalah
negatif, probe tidak dapat melewati bagian leher pterygium

Khurana Opthalmalogy
Gambaran Klinis Pterigium

● Sistem grading:
○ I : Hanya terbatas pada limbus kornea
○ II : Melewati limbus, tidak lebih dari 2 mm melewati kornea
○ III : Melebihi II, tetapi tidak melebihi pinggiran pupil mata
○ IV : Melewati pupil sehingga mengganggu penglihatan

Khurana Opthalmalogy
DD Pterigium

Pterygium PseudoPterygium

Etiologi Proses degeneratif Proses inflamasi

Umur > Lansia Semua umur

Lokasi Selalu dari celah nasal / temporal Semua lokasi

Test Probe Probe (-) Probe (+)

Khurana Opthalmology
TERAPI Pterigium

● Konservatif, pencegahan progresifitas dengan pemakaian kacamata


dan menghindari faktor resiko
● Eksisi dan ekstirpasi jika terjadi gangguan penglihatan atau alasan
kosmetik.

Ilmu Penyakit Mata UI. 5th ed.


JAWABAN LAIN ?

a. Pterigium grade I → terbatas pada limbus


b. Pterigium grade II → melewati limbus < 2mm
d. Pterigium grade IV → melewati pupil dan mengganggu penglihatan
e. Pseudopterigyum → tes sonde (+), ada riwayat inflamasi sebelumnya
DIAGNOSIS KERJA:
KESIMPULAN Pterigium

Seorang laki-laki datang ke puskesmas dengan keluhan ada yang mengganjal pada
mata kanan nya sejak 1 bulan terakhir. Riwayat pasien bekerja sebagai nelayan. Pada
pemeriksaan fisik didapatkan jaringan konjungtiva yang tumbuh melewati kornea 3
mm. Tidak ada penurunan tajam penglihatan. Apakah diagnosis kasus ini?

C. Pterigium grade III


ILMU KESEHATAN MATA
SOAL NOMOR:
SOAL

Wanita 30 tahun datang dengan keluhan terdapat selaput pada kedua matanya.
Pada pemeriksaan didapatkan VODS 6/6. Dilakukan tes sonde dengan hasil negatif.
Apa edukasi yang paling tepat pada pasien ini?

a. Mencuci daerah bulu mata dengan shampoo khusus


b. Memakai kacamata hitam saat bepergian
c. Hindari kontak mata dengan orang lain
d. Hindari paparan dengan sinar UV
e. Hindari menggunakan gadget atau komputer pada tempat yang redup
DIAGNOSIS KERJA:
KATA KUNCI Pterigium

Wanita 30 tahun datang dengan keluhan terdapat selaput pada kedua matanya.
Pada pemeriksaan didapatkan VODS 6/6. Dilakukan tes sonde dengan hasil negatif.
Apa edukasi yang paling tepat pada pasien ini?

JAWABAN

D. Hindari paparan dengan sinar UV


DEFINISI Pterigium

● Pterygium merupakan suatu pertumbuhan fibrovaskular


konjungtiva yang bersifat degeneratif dan invasif.
● Tumbuh dari celah sisi medial/lateral/keduanya.
● Etiologi : Iritasi kronis akibat debu, cahaya sinar matahari, dan
udara panas.

Ilmu Penyakit Mata UI. 5th ed.


Gambaran Klinis Pterigium

● Gambaran lipatan di konjungtiva berbentuk segitiga.


● Asimtomatik pada stage awal, bila terjadi iritasi mata merah, gangguan
penglihatan muncul saat pterygium melewati area pupil atau karena
astigmatisme kornea.
● Dibagi jadi 3 bagian:
○ Kepala (Apikal di kornea),
○ Leher (Limbal),
○ Badan (Scleral)
● Pada pterygium, dilakukan pemeriksaan Probe, dimana hasilnya adalah
negatif, probe tidak dapat melewati bagian leher pterygium

Khurana Opthalmalogy
Gambaran Klinis Pterigium

● Sistem grading:
○ I : Hanya terbatas pada limbus kornea
○ II : Melewati limbus, tidak lebih dari 2 mm melewati kornea
○ III : Melebihi II, tetapi tidak melebihi pinggiran pupil mata
○ IV : Melewati pupil sehingga mengganggu penglihatan

Khurana Opthalmalogy
DD Pterigium

Pterygium PseudoPterygium

Etiologi Proses degeneratif Proses inflamasi

Umur > Lansia Semua umur

Lokasi Selalu dari celah nasal / temporal Semua lokasi

Test Probe Probe (-) Probe (+)

Khurana Opthalmology
TERAPI Pterigium

● Konservatif, pencegahan progresifitas dengan pemakaian kacamata


dan menghindari faktor resiko
● Eksisi dan ekstirpasi jika terjadi gangguan penglihatan atau alasan
kosmetik.

Ilmu Penyakit Mata UI. 5th ed.


JAWABAN LAIN ?

a. Mencuci daerah bulu mata dengan shampoo khusus → edukasi blefaritis anterior
b. Memakai kacamata hitam saat bepergian → edukasi keratitis, ulkus kornea
c. Hindari kontak mata dengan orang lain → edukasi konjungtivitis viral
e. Hindari menggunakan gadget atau komputer pada tempat yang redup → edukasi
kelainan refraksi (miopia)
DIAGNOSIS KERJA:
KESIMPULAN Pterigium

Wanita 30 tahun datang dengan keluhan terdapat selaput pada kedua matanya.
Pada pemeriksaan didapatkan VODS 6/6. Dilakukan tes sonde dengan hasil negatif.
Apa edukasi yang paling tepat pada pasien ini?

D. Hindari paparan dengan sinar UV


ILMU KESEHATAN MATA
SOAL NOMOR:
SOAL

Seorang laki-laki usia 48 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan muncul selaput
putih di mata kiri sejak 1 bulan ini. Keluhan disertai mata gatal dan berair. Pasien
bekerja sebagai nelayan. Dari pemeriksaan oftalmologi didapatkan VOS 1/60, segmen
anterior mata kiri terdapat jaringan fibrovaskular dari konjungtiva hingga kornea
dengan puncak melewati pupil. Penanganan yang tepat untuk pasien ini?

a. Steroid tetes mata


b. Antibiotik tetes mata
c. Artificial tear
d. Ekstirpasi
e. Edukasi
DIAGNOSIS KERJA:
KATA KUNCI Pterigium

Seorang laki-laki usia 48 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan muncul selaput
putih di mata kiri sejak 1 bulan ini. Keluhan disertai mata gatal dan berair. Pasien
bekerja sebagai nelayan. Dari pemeriksaan oftalmologi didapatkan VOS 1/60, segmen
anterior mata kiri terdapat jaringan fibrovaskular dari konjungtiva hingga kornea
dengan puncak melewati pupil. Penanganan yang tepat untuk pasien ini?

JAWABAN

D. Ekstirpasi
DEFINISI Pterigium

● Pterygium merupakan suatu pertumbuhan fibrovaskular


konjungtiva yang bersifat degeneratif dan invasif.
● Tumbuh dari celah sisi medial/lateral/keduanya.
● Etiologi : Iritasi kronis akibat debu, cahaya sinar matahari, dan
udara panas.

Ilmu Penyakit Mata UI. 5th ed.


Gambaran Klinis Pterigium

● Gambaran lipatan di konjungtiva berbentuk segitiga.


● Asimtomatik pada stage awal, bila terjadi iritasi mata merah, gangguan
penglihatan muncul saat pterygium melewati area pupil atau karena
astigmatisme kornea.
● Dibagi jadi 3 bagian:
○ Kepala (Apikal di kornea),
○ Leher (Limbal),
○ Badan (Scleral)
● Pada pterygium, dilakukan pemeriksaan Probe, dimana hasilnya adalah
negatif, probe tidak dapat melewati bagian leher pterygium

Khurana Opthalmalogy
Gambaran Klinis Pterigium

● Sistem grading:
○ I : Hanya terbatas pada limbus kornea
○ II : Melewati limbus, tidak lebih dari 2 mm melewati kornea
○ III : Melebihi II, tetapi tidak melebihi pinggiran pupil mata
○ IV : Melewati pupil sehingga mengganggu penglihatan

Khurana Opthalmalogy
DD Pterigium

Pterygium PseudoPterygium

Etiologi Proses degeneratif Proses inflamasi

Umur > Lansia Semua umur

Lokasi Selalu dari celah nasal / temporal Semua lokasi

Test Probe Probe (-) Probe (+)

Khurana Opthalmology
TERAPI Pterigium

● Konservatif, pencegahan progresifitas dengan pemakaian kacamata


dan menghindari faktor resiko
● Eksisi dan ekstirpasi jika terjadi gangguan penglihatan atau alasan
kosmetik.

Ilmu Penyakit Mata UI. 5th ed.


JAWABAN LAIN ?

a. Steroid tetes mata


b. Antibiotik tetes mata → infeksi bakteri
c. Artificial tear → dry eye syndrome
e. Edukasi → pterigium derajat I, II dan III (belum ada ggn penglihatan)
DIAGNOSIS KERJA:
KESIMPULAN Pterigium

Seorang laki-laki usia 48 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan muncul selaput
putih di mata kiri sejak 1 bulan ini. Keluhan disertai mata gatal dan berair. Pasien
bekerja sebagai nelayan. Dari pemeriksaan oftalmologi didapatkan VOS 1/60, segmen
anterior mata kiri terdapat jaringan fibrovaskular dari konjungtiva hingga kornea
dengan puncak melewati pupil. Penanganan yang tepat untuk pasien ini?

D. Ekstirpasi
ILMU KESEHATAN MATA
SOAL NOMOR:
SOAL

Seorang laki-laki berusia 20 tahun datang dengan riwayat kelilipan saat


mengendarai kendaraan bermotor. Pasien merasa mengganjal terutama ketika
berkedip. Pada pemeriksaan ditemukan benda asing berwarna kehitaman pada
konjungtiva palpebra. Tatalaksana yang tepat?

a. Artificial Tears
b. Irigasi dengan RL
c. Ekstraksi benda asing dengan spuit 1cc
d. Ekstraksi benda asing dengan cotton bud

e. Rujuk Sp.M
DIAGNOSIS KERJA:
KATA KUNCI Benda Asing Ekstraokular

Seorang laki-laki berusia 20 tahun datang dengan riwayat kelilipan saat


mengendarai kendaraan bermotor. Pasien merasa mengganjal terutama ketika
berkedip. Pada pemeriksaan ditemukan benda asing berwarna kehitaman pada
konjungtiva palpebra. Tatalaksana yang tepat?

JAWABAN

D. Ekstraksi benda asing dengan cotton bud


DEFINISI Benda Asing Ekstraokular

● Benda asing ekstraokular sangat sering pada dunia industri dan agrikultur.
● Bisa pada dua lokasi :
○ Konjungtiva : Sulkus subtarsal, forniks, dan konjungtiva bulbi
○ Kornea : pada epitel, stroma, atau deep stroma
● Pasien datang dengan keluhan adanya benda yang masuk ke dalam konjungtiva atau
matanya.
● Faktor resiko: Pekerja di bidang industri yang tidak memakai kacamata pelindung
seperti: gerinda, las, pemotong keramik, atau yang terkait dengan bahan-bahan kimia,
atau partikel pasir, debu, kaca, kayu dan serangga kecil

Ilmu Penyakit Mata UI. 5th ed. PPK IDI. 2017.


Gambaran Klinis Benda Asing Ekstraokular

● Anamnesa di dapatkan rasa tidak nyaman, lakrimasi dan mata merah, nyeri dan fotofobia
menandakan adanya benda asing di kornea
● PF:
1. Visus normal pada benda asing konjungtiva
2. Ditemukan injeksi konjungtiva tarsal dan atau bulbi
3. Ditemukan benda asing pada konjungtiva tarsal superior dan atau inferior dan atau
konjungtiva bulbi
● Komplikasi konjungtivitis bakterialis jika terinfeksi benda asing atau diusap-usap oleh
tangan.

Tidak membutuhkan pemeriksaan penunjang.

Ilmu Penyakit Mata UI. 5th ed. PPK IDI. 2017.


TERAPI Benda Asing Ekstraokular

Pengangkatan benda asing dengan cara:

1. Berikan tetes mata Tetrakain 0,5% sebanyak 1-2 tetes pada mata yang terkena benda
asing
2. Gunakan kaca pembesar (lup) dalam pengangkatan benda asing
3. Angkat benda asing dengan menggunakan lidi kapas atau jarum suntik 23G (konjungtiva
bulbi) jika tarsal dan fornix bisa menggunakan cotton swab
4. Arah pengambilan benda asing dilakukan dari tengah ke tepi
5. Oleskan lidi kapas yang dibubuhkan povidon iodin pada tempat bekas benda asing

PPK IDI. 2017. Khurana Opthalmology.


TERAPI Benda Asing Ekstraokular

Medikamentosa:

Antibiotik topikal (salep atau tetes mata), contoh: Kloramfenikol tetes mata, 1 tetes
setiap 2 jam selama 2 hari

Kriteria rujukan:

1.Bila terjadi penurunan visus


2.Bila benda asing tidak dapat dikeluarkan

PPK IDI. 2017. Khurana Opthalmology.


JAWABAN LAIN ?

a. Artificial Tears → dry eye syndrome


b. Irigasi dengan RL → trauma kimia mata
c. Ekstraksi benda asing dengan spuit 1cc → jika tidak berhasil dengan cotton bud

e. Rujuk Sp.M → bila benda asing tidak bisa dikeluarkan dan terdapar penurunan visus
DIAGNOSIS KERJA:
KESIMPULAN Benda Asing Ekstraokular

Seorang laki-laki berusia 20 tahun datang dengan riwayat kelilipan saat


mengendarai kendaraan bermotor. Pasien merasa mengganjal terutama ketika
berkedip. Pada pemeriksaan ditemukan benda asing berwarna kehitaman pada
konjungtiva palpebra. Tatalaksana yang tepat?

D. Ekstraksi benda asing dengan cotton bud


ILMU KESEHATAN MATA
SOAL NOMOR:
SOAL

Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang dengan keluhan penglihatan buram dan
silau sejak 6 jam yang lalu. Pasien merupakan tukang las besi. Pada pemeriksaan
fisik didapatkan serbuk gerinda pada kornea 2mm dari tepi limbus. Tatalaksana
yang tepat?

a. Tetes mata analgetik + ambil dengan spuit 1cc


b. Tetes mata analgetik + ambil dengan cotton bud aplikator + antibiotik tetes
c. Tetes mata analgetik + antibiotik tetes
d. Tetes mata analgetik + ambil dengan jarum 25G
e. Rujuk
DIAGNOSIS KERJA:
KATA KUNCI Benda Asing Ekstraokular

Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang dengan keluhan penglihatan buram


dan silau sejak 6 jam yang lalu. Pasien merupakan tukang las besi. Pada
pemeriksaan fisik didapatkan serbuk gerinda pada kornea 2mm dari tepi
limbus. Tatalaksana yang tepat?

JAWABAN

E. Rujuk
DEFINISI Benda Asing Ekstraokular

● Benda asing ekstraokular sangat sering pada dunia industri dan agrikultur.
● Bisa pada dua lokasi :
○ Konjungtiva : Sulkus subtarsal, forniks, dan konjungtiva bulbi
○ Kornea : pada epitel, stroma, atau deep stroma
● Pasien datang dengan keluhan adanya benda yang masuk ke dalam konjungtiva atau
matanya.
● Faktor resiko: Pekerja di bidang industri yang tidak memakai kacamata pelindung
seperti: gerinda, las, pemotong keramik, atau yang terkait dengan bahan-bahan kimia,
atau partikel pasir, debu, kaca, kayu dan serangga kecil

Ilmu Penyakit Mata UI. 5th ed. PPK IDI. 2017.


Gambaran Klinis Benda Asing Ekstraokular

● Anamnesa di dapatkan rasa tidak nyaman, lakrimasi dan mata merah, nyeri dan fotofobia
menandakan adanya benda asing di kornea
● PF:
1. Visus normal pada benda asing konjungtiva
2. Ditemukan injeksi konjungtiva tarsal dan atau bulbi
3. Ditemukan benda asing pada konjungtiva tarsal superior dan atau inferior dan atau
konjungtiva bulbi
● Komplikasi konjungtivitis bakterialis jika terinfeksi benda asing atau diusap-usap oleh
tangan.

Tidak membutuhkan pemeriksaan penunjang.

Ilmu Penyakit Mata UI. 5th ed. PPK IDI. 2017.


TERAPI Benda Asing Ekstraokular

Pengangkatan benda asing dengan cara:

1. Berikan tetes mata Tetrakain 0,5% sebanyak 1-2 tetes pada mata yang terkena
benda asing
2. Gunakan kaca pembesar (lup) dalam pengangkatan benda asing
3. Angkat benda asing dengan menggunakan lidi kapas atau jarum suntik 23G
(konjungtiva bulbi) jika tarsal dan fornix bisa menggunakan cotton swab
4. Arah pengambilan benda asing dilakukan dari tengah ke tepi
5. Oleskan lidi kapas yang dibubuhkan povidon iodin pada tempat bekas benda asing

PPK IDI. 2017. Khurana Opthalmology.


TERAPI Benda Asing Ekstraokular

Medikamentosa:

Antibiotik topikal (salep atau tetes mata), contoh: Kloramfenikol tetes mata, 1 tetes
setiap 2 jam selama 2 hari

Kriteria rujukan:

1.Bila terjadi penurunan visus


2.Bila benda asing tidak dapat dikeluarkan

PPK IDI. 2017. Khurana Opthalmology.


JAWABAN LAIN ?

a. Tetes mata analgetik + ambil dengan spuit 1cc → tidak tepat


b. Tetes mata analgetik + ambil dengan cotton bud aplikator + antibiotik tetes
→ tidak tepat
c. Tetes mata analgetik + antibiotik tetes → tidak tepat
d. Tetes mata analgetik + ambil dengan jarum 25G → tidak tepat
DIAGNOSIS KERJA:
KESIMPULAN Benda Asing Ekstraokular

Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang dengan keluhan penglihatan buram


dan silau sejak 6 jam yang lalu. Pasien merupakan tukang las besi. Pada
pemeriksaan fisik didapatkan serbuk gerinda pada kornea 2mm dari tepi
limbus. Tatalaksana yang tepat?

E. Rujuk
ILMU KESEHATAN MATA
SOAL NOMOR:
SOAL

Seorang anak perempuan berusia 8 tahun datang dengan keluhan mata merah dan
mengganjal sejak 1 minggu yang lalu. Keluhan disertai dengan silau namun tidak
didapatkan adanya penurunan penglihatan. Pasien saat ini sedang dalam TB. Dari
pemeriksaan didapatkan seperti gambar disamping, Terapi yang tepat adalah?

a. Steroid tetes mata


b. Epinefrin tetes mata
c. Antibiotik Sistemik
d. Imunosupresan
e. Rujuk Spesialis
DIAGNOSIS KERJA:
KATA KUNCI Episkleritis

Seorang anak perempuan berusia 8 tahun datang dengan keluhan mata merah dan
mengganjal sejak 1 minggu yang lalu. Keluhan disertai dengan silau namun tidak
didapatkan adanya penurunan penglihatan. Pasien saat ini sedang dalam TB. Dari
pemeriksaan didapatkan seperti gambar disamping. Terapi yang tepat adalah?

JAWABAN

A. Steroid tetes mata


DEFINISI Episkleritis

● Episkleritis merupakan inflamasi berulang ringan pada episklera yang


melibatkan kapsul tenon
● Biasanya mengenai satu mata, terutama perempuan usia pertengahan dan
bawaan rheumatik
● Dikaitkan dengan reaksi hipersensitivitas terhadap penyakit sistemik
seperti TBC, RA, SLE, dll. Dapat juga spontan dan idiopatik

Khurana Opthalmology.
Gambaran Klinis Episkleritis

● Symptoms: Mata merah, kering, nyeri ringan, rasa tidak nyaman


● Signs:
○ Diffuse: mata merah pada seluruh mata, biasanya ¼ atau ½ kuadran
○ Nodular: nodul merah muda atau ungu yang dikelilingi injeksi biasanya 2-3 mm
dari limbus berbatas tegas
○ Pada pemberian fenilefrin 2,5% topikal hilang.
● Biasanya hilang sendiri 10 hari -3 minggu.

Khurana Opthalmology.
Gambaran Klinis Episkleritis

Khurana Opthalmology.
DD Episkleritis

Skleritis Episkleritis

Inflamasi kronis berat pada sklera Inflamasi berulang ringan mengenai kapsul Tenon tapi
tidak pada sklera.

Banyak pada lansia terutama wanita, berhubungan Banyak pada pasien dewasa muda, gout, rosasea,
dengan autoimun, infeksi, metabolic disorder psoriasis

Mata merah dengan ciri khas nyeri hebat yang Mata merah, rasa tidak nyaman di mata seperti
menjalar sampai rahang. terbakar atau benda asing.

Difusa, nodular, necrotizing/non necrotizing, anterior Bisa difusa atau nodular.


dan posterior

Khurana Opthalmology.
TERAPI Episkleritis

● Topical corticosteroid eyedrops setiap 2-3 jam


● Kompres dingin
● NSAID sistemik seperti ibuprofen dll

PPK IDI. 2017. Khurana Opthalmology.


JAWABAN LAIN ?

b. Epinefrin tetes mata → tidak tepat


c. Antibiotik sistemik → tidak tepat
d. Imunosupresan → tidak tepat
e. Rujuk Spesialis → tidak tepat
DIAGNOSIS KERJA:
KESIMPULAN Episkleritis

Seorang anak perempuan berusia 8 tahun datang dengan keluhan mata merah dan
mengganjal sejak 1 minggu yang lalu. Keluhan disertai dengan silau namun tidak
didapatkan adanya penurunan penglihatan. Pasien saat ini sedang dalam TB. Dari
pemeriksaan didapatkan seperti gambar disamping. Terapi yang tepat adalah?

A. Steroid tetes mata


ILMU KESEHATAN MATA
SOAL NOMOR:
SOAL

Perempuan 28 tahun mengeluh mata merah sejak 3 hari yang lalu. Tidak berair dan
tidak gatal. Kadang terasa pegal dan lelah. Terdapat riwayat alergi. VODS 6/6, terdapat
nodul kemerahan dekat limbus. Injeksi konjungtiva (-), injeksi siliar (+), kornea jernih.
Apakah diagnosis yang tepat?

a. Skleritis
b. Pterigium iritasi
c. Pinguekula
d. Episkleritis nodosa
e. Episkleritis diffusa
DIAGNOSIS KERJA:
KATA KUNCI Episkleritis

Perempuan 28 tahun mengeluh mata merah sejak 3 hari yang lalu. Tidak berair dan
tidak gatal. Kadang terasa pegal dan lelah. Terdapat riwayat alergi. VODS 6/6,
terdapat nodul kemerahan dekat limbus. Injeksi konjungtiva (-), injeksi siliar (+),
kornea jernih. Apakah diagnosis yang tepat?

JAWABAN

D. Episkleritis nodosa
DEFINISI Episkleritis

● Episkleritis merupakan inflamasi berulang ringan pada episklera yang


melibatkan kapsul tenon
● Biasanya mengenai satu mata, terutama perempuan usia pertengahan dan
bawaan rheumatik
● Dikaitkan dengan reaksi hipersensitivitas terhadap penyakit sistemik
seperti TBC, RA, SLE, dll. Dapat juga spontan dan idiopatik

Khurana Opthalmology.
Gambaran Klinis Episkleritis

● Symptoms: Mata merah, kering, nyeri ringan, rasa tidak nyaman


● Signs:
○ Diffuse: mata merah pada seluruh mata, biasanya ¼ atau ½ kuadran
○ Nodular: nodul merah muda atau ungu yang dikelilingi injeksi biasanya 2-3 mm
dari limbus berbatas tegas
○ Pada pemberian fenilefrin 2,5% topikal hilang.
● Biasanya hilang sendiri 10 hari -3 minggu.

Khurana Opthalmology.
Gambaran Klinis Episkleritis

Khurana Opthalmology.
DD Episkleritis

Skleritis Episkleritis

Inflamasi kronis berat pada sklera Inflamasi berulang ringan mengenai kapsul Tenon tapi
tidak pada sklera.

Banyak pada lansia terutama wanita, berhubungan Banyak pada pasien dewasa muda, gout, rosasea,
dengan autoimun, infeksi, metabolic disorder, psoriasis
kemoterapi atau radioterapi

Mata merah dengan ciri khas nyeri hebat yang Mata merah, rasa tidak nyaman di mata seperti
menjalar sampai rahang. terbakar atau benda asing.

Difusa, nodular, necrotizing/non necrotizing, anterior Bisa difusa atau nodular.


dan posterior

Khurana Opthalmology.
TERAPI Episkleritis

● Topical corticosteroid eyedrops setiap 2-3 jam


● Kompres dingin
● NSAID sistemik seperti ibuprofen dll

PPK IDI. 2017. Khurana Opthalmology.


JAWABAN LAIN ?

a. Skleritis → banyak pada lansia dan wanita, biasanya disertai nyeri hebat
b. Pterigium iritasi → jaringan fibrovaskular menuju ke limbus
c. Pinguekula → benjolan kekuningan
e. Episkleritis diffusa → mata merah seluruh mata, biasanya ½ atau ¼ kuadran
DIAGNOSIS KERJA:
KESIMPULAN Episkleritis

Perempuan 28 tahun mengeluh mata merah sejak 3 hari yang lalu. Tidak berair dan
tidak gatal. Kadang terasa pegal dan lelah. Terdapat riwayat alergi. VODS 6/6,
terdapat nodul kemerahan dekat limbus. Injeksi konjungtiva (-), injeksi siliar (+),
kornea jernih. Apakah diagnosis yang tepat?

D. Episkleritis nodosa
ILMU KESEHATAN MATA
SOAL NOMOR:
SOAL

Seorang perempuan berusia 38 tahun datang dengan keluhan mata kiri merah
dan nyeri disertai dengan adanya benjolan kehitaman. Pasien didiagnosa
Leukemia sebelumnya dan sedang menjalani kemoterapi. Diagnosis ?

a. Episkleritis Diffusa
b. Episkleritis Nodular
c. Skleritis Diffusa
d. Skleritis Nodular
e. Skleritis Nekrotikan
DIAGNOSIS KERJA:
KATA KUNCI Skleritis

Seorang perempuan berusia 38 tahun datang dengan keluhan mata kiri merah
dan nyeri disertai dengan adanya benjolan kehitaman. Pasien didiagnosa
Leukemia sebelumnya dan sedang menjalani kemoterapi. Diagnosis ?

JAWABAN

E. Skleritis nekrotikan
DEFINISI Skleritis

● Skleritis merupakan inflamasi kronik yang terjadi pada sklera


● Biasanya mengenai wanita usia lanjut
● Dikaitkan dengan penyakit autoimun (rheumatoid arthritis, SLE, IBD, dll),
infeksi (sifilis, herpes zoster oftalmika), gangguan metabolik, post operasi
atau kemoterapi dan radioterapi.

Wills Eye Manual.


Gambaran Klinis Skleritis

● Symptoms: Mata merah, kering, nyeri berat dan rasa tidak nyaman
● Klasifikasi :
○ Diffuse: mata merah pada seluruh mata
○ Nodular: nodul merah muda atau ungu yang dikelilingi injeksi biasanya 2-3 mm
dari limbus berbatas tegas
○ Nekrotikans : sklera menjadi transparan disertai bercak kehitaman
● Pada pemberian fenilefrin 2,5% topikal tidak hilang.

Wills Eye Manual


Gambaran Klinis Skleritis

Khurana Opthalmology.
DD Skleritis

Skleritis Episkleritis

Inflamasi kronis berat pada sklera Inflamasi berulang ringan mengenai kapsul Tenon tapi
tidak pada sklera.

Banyak pada lansia terutama wanita, berhubungan Banyak pada pasien dewasa muda, gout, rosasea,
dengan autoimun, infeksi, metabolic disorder, psoriasis
kemoterapi atau radioterapi

Mata merah dengan ciri khas nyeri hebat yang Mata merah, rasa tidak nyaman di mata seperti
menjalar sampai rahang. terbakar atau benda asing.

Difusa, nodular, necrotizing/non necrotizing, anterior Bisa difusa atau nodular.


dan posterior

Khurana Opthalmology.
TERAPI Skleritis

● Diffuse dan Nodular :


○ NSAIDs → ibuprofen, indometasin
○ Steroid sistemik → prednison po
○ Immunosupresif → metotrexat, cyclophosphamide, dll
● Nekrotikans :
○ Steroid sistemik dan imunosupresif
○ Skleral patch grafting → jika ada resiko perforasi
● Gunakan kacamata atau penutup mata jika ada resiko perforasi

Wills Eye Manual.


JAWABAN LAIN ?

a. Episkleritis Diffusa → tidak ada nyeri, mata merah ¼ atau ½ kuadran


b. Episkleritis Nodular → tidak ada nyeri, benjolan dikelilingi dengan kemerahan
c. Skleritis Diffusa → nyeri, mata merah seluruhnya
d. Skleritis Nodular → nyeri, benjolan kemerahan dikelilingi dengan kemerahan
DIAGNOSIS KERJA:
KESIMPULAN Skleritis

Seorang perempuan berusia 38 tahun datang dengan keluhan mata kiri merah
dan nyeri disertai dengan adanya benjolan kehitaman. Pasien didiagnosa
Leukemia sebelumnya dan sedang menjalani kemoterapi. Diagnosis ?

E. Skleritis nekrotikan
ILMU KESEHATAN MATA
SOAL NOMOR:
SOAL

Seorang anak laki-laki 12 tahun datang dengan keluhan nyeri pada matanya
setelah terkena shuttlecock beberapa jam sebelumnya, keluhan disertai
penurunan penglihatan dan nyeri. Tampak darah pada bilik mata depan dan
kornea edema. Diagnosis?

a. Hifema grade 1
b. Hifema grade 2
c. Hifema grade 3
d. Hifema grade 4
e. Hifema grade 5
DIAGNOSIS KERJA:
KATA KUNCI Hifema

Seorang anak laki-laki 12 tahun datang dengan keluhan nyeri pada matanya
setelah terkena shuttlecock beberapa jam sebelumnya, keluhan disertai
penurunan penglihatan dan nyeri. Tampak darah pada bilik mata depan dan
kornea edema. Diagnosis?

JAWABAN

A. Hifema grade I
DEFINISI Hifema

● Hifema atau darah di dalam bilik mata depan dapat terjadi akibat
trauma tumpul yang merobek pembuluh darah iris atau badan silier.

Ilmu Penyakit Mata FK UI. Ed 5.


Gambaran Klinis Hifema

● Pasien akan mengeluh sakit, disertai dengan epifora dan blefarospasme


● Visus akan sangat menurun, bila pasien duduk hifema akan terlihat berkumpul di
bagian bawah bilik mata depan, dan hifema dapat memenuhi seluruh ruang bilik
mata depan.
● Kadang-kadang terlihat iridoplegia dan iridodialisis.

Ilmu Penyakit Mata FK UI. Ed 5.


Gambaran Klinis Hifema

Khurana Opthalmology.
TERAPI Hifema

● Pengobatan dengan merawat pasien dengan tidur di tempat tidur yang ditinggikan
30 derajat pada kepala, diberi koagulasi, dan mata ditutup.
● Asetazolamid diberikan bila terjadi glaukoma sekunder
● Biasanya hifema akan hilang sempurna.
● Parasentesis merupakan tindakan pembedahan insisi untuk mengeluarkan darah
atau nanah dari bilik mata depan. Dilakukan bila terdapat tanda-tanda imbibisi
kornea, glaukoma sekunder, hifema penuh dan berwarna hitam atau bila setelah 5
hari tidak terlihat tanda-tanda hifema berkurang.

Ilmu Penyakit Mata FK UI. Ed 5.


JAWABAN LAIN ?

b. Hifema grade 2 → ⅓ - ½ volume anterior chamber


c. Hifema grade 3 → > ½ volume anterior chamber
d. Hifema grade 4 → seluruh volume anterior chamber
e. Hifema grade 5 → tidak ada
DIAGNOSIS KERJA:
KESIMPULAN Hifema

Seorang anak laki-laki 12 tahun datang dengan keluhan nyeri pada matanya
setelah terkena shuttlecock beberapa jam sebelumnya, keluhan disertai
penurunan penglihatan dan nyeri. Tampak darah pada bilik mata depan dan
kornea edema. Diagnosis?

A. Hifema grade I
ILMU KESEHATAN MATA
SOAL NOMOR:
SOAL

Seorang perempuan 35 tahun datang ke rumah sakit setelah mata sebelah


kanan dipukul suaminya. Pada pemeriksaan mata kanan didapatkan edema
palpebra, perdarahan subkonjungtiva dan terdapat darah mengisi 1/3 COA.
Penatalaksanaan awal untuk pasien tersebut adalah ?

a. Bed rest posisi kepala elevasi 300


b. Asam traneksamat oral
c. Tetes antibiotik & steroid
d. Tetes atropin
e. Semua benar
DIAGNOSIS KERJA:
KATA KUNCI Hifema

Seorang perempuan 35 tahun datang ke rumah sakit setelah mata sebelah


kanan dipukul suaminya. Pada pemeriksaan mata kanan didapatkan edema
palpebra, perdarahan subkonjungtiva dan terdapat darah mengisi 1/3 COA.
Penatalaksanaan awal untuk pasien tersebut adalah ?

JAWABAN

A. Bed rest posisi kepala elevasi 300


DEFINISI Hifema

● Hifema atau darah di dalam bilik mata depan dapat terjadi akibat
trauma tumpul yang merobek pembuluh darah iris atau badan silier.

Ilmu Penyakit Mata FK UI. Ed 5.


Gambaran Klinis Hifema

● Pasien akan mengeluh sakit, disertai dengan epifora dan blefarospasme


● Visus akan sangat menurun, bila pasien duduk hifema akan terlihat berkumpul di
bagian bawah bilik mata depan, dan hifema dapat memenuhi seluruh ruang bilik
mata depan.
● Kadang-kadang terlihat iridoplegia dan iridodialisis.

Ilmu Penyakit Mata FK UI. Ed 5.


Gambaran Klinis Hifema

Khurana Opthalmology.
TERAPI Hifema

● Pengobatan dengan merawat pasien dengan tidur di tempat tidur yang ditinggikan
30 derajat pada kepala, diberi koagulasi, dan mata ditutup.
● Asetazolamid diberikan bila terjadi glaukoma sekunder
● Biasanya hifema akan hilang sempurna.
● Parasentesis merupakan tindakan pembedahan insisi untuk mengeluarkan darah
atau nanah dari bilik mata depan. Dilakukan bila terdapat tanda-tanda imbibisi
kornea, glaukoma sekunder, hifema penuh dan berwarna hitam atau bila setelah 5
hari tidak terlihat tanda-tanda hifema berkurang.

Ilmu Penyakit Mata FK UI. Ed 5.


JAWABAN LAIN ?

b. Asam traneksamat oral → tidak tepat


c. Tetes antibiotik & steroid → tidak tepat
d. Tetes atropin → tidak tepat
e. Semua benar → tidak tepat
DIAGNOSIS KERJA:
KESIMPULAN Hifema

Seorang perempuan 35 tahun datang ke rumah sakit setelah mata sebelah


kanan dipukul suaminya. Pada pemeriksaan mata kanan didapatkan edema
palpebra, perdarahan subkonjungtiva dan terdapat darah mengisi 1/3 COA.
Penatalaksanaan awal untuk pasien tersebut adalah ?

A. Bed rest posisi kepala elevasi 300


ILMU KESEHATAN MATA
SOAL NOMOR:
SOAL

Seorang perempuan berusia 55 tahun datang dengan keluhan mata kanan merah sejak 1
minggu yang lalu. Keluhan disertai dengan nyeri, silau dan kabur. Pemeriksaan didapatkan
VOD 6/20, mixed injeksi, terdapat sel radang pada bilik mata depan, keratic presipitat (+),
hipopion (+), pupil tidak bulat dan tampak iris yang melekat pada lensa. Pasien juga
mengeluh sering mengalami nyeri pada persendiannya. Diagnosis ?

a. Uveitis posterior
b. Iridosiklitis
c. Vitritis
d. Chorioretinitis
e. Panuveitis
DIAGNOSIS KERJA:
KATA KUNCI Uveitis

Seorang perempuan berusia 55 tahun datang dengan keluhan mata kanan merah sejak 1
minggu yang lalu. Keluhan disertai dengan nyeri, silau dan kabur. Pemeriksaan didapatkan
VOD 6/20, mixed injeksi, terdapat sel radang pada bilik mata depan, keratic presipitat (+),
hipopion (+), pupil tidak bulat dan tampak iris yang melekat pada lensa. Pasien juga
mengeluh sering mengalami nyeri pada persendiannya. Diagnosis ?

JAWABAN

B. Iridosiklitis
DEFINISI Uveitis

● Uveitis → peradangan pada iris dan korpus siliaris (iridosiklitis)


● Etiologi → tidak dapat diketahui hanya dari klinis
● Dapat merupakan suatu manifestasi
klinis dari reaksi imunologi terlambat,
dini, atau sel mediated terhadap jaringan
uvea anterior
● Rekuren→ reaksi imunologik humoral

Ilmu Penyakit Mata FK UI. Ed 5.


DEFINISI Uveitis

Uveitis ada 2 tipe:


● Nongranulomatosa akut:
○ Nyeri, fotofobia, penglihatan buram, keratik presipitat (KP) kecil, pupil
miosis
○ Akibat trauma, diare kronis, Reiter disease, herpes simpleks, sindrom
Bechet
● Granulomatosa akut:
○ Tidak nyeri, fotofobia ringan, buram, KP besar (mutton fat), benjolan
Koeppe, benjolan Busacca
○ Akibat sarkoiditis, sifilis, TB,virus,jamur, parasit

Ilmu Penyakit Mata FK UI. Ed 5.


Gambaran Klinis Uveitis

● Gejala dan tanda uveitis:


○ Nyeri mata, mata merah
○ Fotofobia
○ Visus turun ringan
○ Mata berair
○ Pupil miosis
○ Sinekia posterior
○ TIO turun
○ Hipopion → akut

Ilmu Penyakit Mata FK UI. Ed 5.


DD Uveitis

Ilmu Penyakit Mata FK UI. Ed 5.


DD Uveitis

● Keratitis → radang pada kornea


● Ulkus kornea → defek pada kornea disertai jaringan nekrotik
● Glaukoma akut → akut, peningkatan tekanan intraokular
● Endoftalmitis → radang lapisan dalam mata, aquos humor, dan vitreous humor
● Panoftalmitis → radang seluruh lapisan bola mata, termasuk sklera dan kapsula
tenon

Ilmu Penyakit Mata FK UI. Ed 5.


DD Uveitis

Penyakit Konjungtiva Kornea Pupil Visus TIO COA Discharge

Erosi kornea Injeksi Defek epitel Normal ↓ Normal Normal Watery


perilimbik

Konjungtivitis Injeksi jernih Normal Normal Normal Normal Purulen


konjungtiva

Ulkus kornea Injeksi Defek epitel + nekrosis Normal ↓ Normal Normal Watery
perilimbik (+- pus)

Uveitis anterior Injeksi Normal atau sedikit Konstriksi ↓ Normal atau Dalam Watery
perilimbik keruh ↓

Glaukoma akut Injeksi Keruh, edema Midriasis ↓↓ ↑↑ Sempit Watery


campuran

Ilmu Penyakit Mata FK UI. Ed 5.


PP Uveitis

● Pemeriksaan dengan menggunakan Slit Lamp dapat menjumpai adanya:


○ Keratik presipitat (KP)
○ Synechiae posterior → iris mengarah ke belakang (lensa)
○ Miosis pupil → akibat radang pada M. sfingter pupil dan edema iris
Ilmu Penyakit Mata FK UI. Ed 5.
TERAPI Uveitis

● Steroid tetes siang hari dan steroid salep malam hari


● Bila perlu diberikan steroid sistemik dosis tunggal seling sehari yang tinggi
→ kemudian diturunkan sampai dosis efektif
● Sikloplegik → untuk mengurangi nyeri dan sinekia
● Pengobatan spesifik → penyebab dasar
● Bila terdapat komplikasi glaukoma sekunder → asetazolamid

Ilmu Penyakit Mata FK UI. Ed 5.


JAWABAN LAIN ?

a. Uveitis posterior
c. Vitritis
d. Chorioretinitis
e. Panuveitis
DIAGNOSIS KERJA:
KESIMPULAN Uveitis

Seorang perempuan berusia 55 tahun datang dengan keluhan mata kanan merah sejak 1
minggu yang lalu. Keluhan disertai dengan nyeri, silau dan kabur. Pemeriksaan didapatkan
VOD 6/20, mixed injeksi, terdapat sel radang pada bilik mata depan, keratic presipitat (+),
hipopion (+), pupil tidak bulat dan tampak iris yang melekat pada lensa. Pasien juga
mengeluh sering mengalami nyeri pada persendiannya. Diagnosis ?

B. Iridosiklitis
ILMU KESEHATAN MATA
SOAL NOMOR:
SOAL

Seorang anak laki-laki berusia 1 tahun dibawa oleh orang tuanya dengan keluhan tidak
berespon terhadap sekitarnya. Dari pemeriksaan didapatkan pasien tidak berespon
terhadap cahaya, dari pemeriksaan funduskopi didapatkan gambaran sebagai berikut.
Riwayat TORCH pada saat kehamilan. Diagnosis ?

a. Retinoblastoma
b. Chorioretinitis Toxoplasmosis
c. Retinitis Pigmentosa
d. Glaukoma Kongenital
e. Persistent Hiperplasia Primary Vitreous
DIAGNOSIS KERJA:
KATA KUNCI Chorioretinitis Toxoplasmosis

Seorang anak laki-laki berusia 1 tahun dibawa oleh orang tuanya dengan keluhan tidak
berespon terhadap sekitarnya. Dari pemeriksaan didapatkan pasien tidak berespon
terhadap cahaya, dari pemeriksaan funduskopi didapatkan gambaran sebagai berikut.
Riwayat TORCH pada saat kehamilan. Diagnosis ?

JAWABAN

B. Chorioretinitis Toxoplasmosis
DEFINISI Chorioretinitis Toxoplasmosis

● Chorioretinitis toxoplasmosis dikenal juga dengan ocular toxoplamosis,


merupakan infeksi yang terjadi terutama pada mata bagian posterior
● Etiologi : Toxoplasma gondii
● Dapat ditularkan oleh ibu yang sedang hamil ke anaknya melalui plasenta
(faktor resiko : infeksi TORCH)

Wills Eye Manual.


Gambaran Klinis Chorioretinitis Toxoplasmosis

● Symptoms : penurunan penglihatan dan floaters. Bisa juga disertai mata


merah dan fotofobia. Tidak nyeri.
● Signs : tampak lesi unilateral di retinal berwarna putih kekuningan disertai
dengan skar hiperpigmentasi.

Wills Eye Manual.


PP Chorioretinitis Toxoplasmosis

● Serologi → IgM dan IgG toxoplasma


● PCR
● Pemeriksaan HIV

Wills Eye Manual.


TERAPI Chorioretinitis Toxoplasmosis

● First line therapy : (selama 4-6 minggu)


- Pyrimethamine 200 mg po dilanjutkan 25-50 mg po / hari
→ tidak diberikan pada ibu hamil dan menyusui
- Folinic acid 10 mg po / hari → untuk minimalisir efek samping
pyrimethamine
- Sulfadiazine 2 gram po dilanjutkan 4x 1 gram po
- Prednison 20-60 mg po dimulai setelah 24 jam terapi antimikroba

Wills Eye Manual.


TERAPI Chorioretinitis Toxoplasmosis

● Alternative therapy :
- Klindamisin 3-4 x 150-450 mg → alternatif pyrimethamine
- TMP/SMX (160mg/800mg) 2 x 1 tab per hari
- Azithromisin 1 gram dilanjutkan 250-500 mg/hari

Wills Eye Manual.


JAWABAN LAIN ?

a. Retinoblastoma → tidak tepat


c. Retinitis Pigmentosa → tidak tepat
d. Glaukoma Kongenital → tidak tepat
e. Persistent Hiperplasia Primary Vitreous → tidak tepat
DIAGNOSIS KERJA:
KESIMPULAN Chorioretinitis Toxoplasmosis

Seorang anak laki-laki berusia 1 tahun dibawa oleh orang tuanya dengan keluhan tidak
berespon terhadap sekitarnya. Dari pemeriksaan didapatkan pasien tidak berespon
terhadap cahaya, dari pemeriksaan funduskopi didapatkan gambaran sebagai berikut.
Riwayat TORCH pada saat kehamilan. Diagnosis ?

B. Chorioretinitis Toxoplasmosis
ILMU KESEHATAN MATA
SOAL NOMOR:
SOAL

Seorang pasien usia 60 tahun datang dengan keluhan mata kanan merah dan
buram sejak 2 hari yang lalu. Riwayat satu minggu yang lalu pasien operasi katarak
dan penglihatannya membaik. Pemeriksaan mata saat ini didapatkan injeksi
konjungtiva + injeksi siliar +, hipopion +, kornea keruh, lain lain tidak dapat dinilai.
Hambatan dan nyeri gerak bola mata (+). Apakah diagnosa pasien tersebut?

a. Uveitis Anterior
b. Panuveitis
c. Endofthalmitis
d. Panofthalmitis
e. Ulkus Kornea cum hipopion
DIAGNOSIS KERJA:
KATA KUNCI Panofthalmitis

Seorang pasien usia 60 tahun datang dengan keluhan mata kanan merah dan
buram sejak 2 hari yang lalu. Riwayat satu minggu yang lalu pasien operasi katarak
dan penglihatannya membaik. Pemeriksaan mata saat ini didapatkan injeksi
konjungtiva + injeksi siliar +, hipopion +, kornea keruh, lain lain tidak dapat dinilai.
Hambatan dan nyeri gerak bola mata (+). Apakah diagnosa pasien tersebut?

JAWABAN

D. Panofthalmitis
DEFINISI Panofthalmitis

● Panoftalmitis → peradangan seluruh bola mata termasuk sklera dan


kapsul tenon → sehingga membentuk seperti rongga abses
● Etiologi:
○ Endogen → infeksi ke dalam
bola mata melalui peredaran
darah (hematogen)
○ Eksogen → perforasi bola
mata (trauma, bedah)
○ Ulkus kornea perforasi

Ilmu Penyakit Mata FK UI. Ed 5.


Gambaran Klinis Panofthalmitis

● Gejala panoftalmitis:
○ Gangguan tajam penglihatan
○ Nyeri pada mata dan mata merah
○ Mata menonjol
○ Edema palpebra
○ Konjungtiva kemotik
○ Kornea keruh
○ COA → hipopion
○ Refleks putih di dalam fundus dan okuli

Ilmu Penyakit Mata FK UI. Ed 5.


DD Panofthalmitis

Ilmu Penyakit Mata FK UI. Ed 5.


PP Panofthalmitis

● Keratitis → radang pada kornea


● Ulkus kornea → defek pada kornea disertai jaringan nekrotik
● Glaukoma akut → akut, peningkatan tekanan intraokular
● Uveitis anterior → radang iris dan korpus siliaris
● Panuveitis → radang uvea anterior, intermedia, posterior
● Endoftalmitis → radang lapisan dalam mata, aquos humor, dan vitreous humor
● Panoftalmitis → radang seluruh lapisan bola mata, termasuk sklera dan
kapsula tenon

Ilmu Penyakit Mata FK UI. Ed 5.


PP Panofthalmitis

Penyakit Patologi Gejala


Panoftalmitis Radang seluruh bola mata, sklera, dan kapsula Visus turun, mata merah, nyeri, palpebrae edema,
tenon hipopion, media refrakta keruh, hambatan dan
nyeri gerak bola mata

Endoftalmitis Radang purulen cairan intraokuler (vitreus Visus turun, mata merah, nyeri, palpebrae edema,
dan aqueos humor) hipopion, media refrakta keruh

Ulkus kornea Radang pada kornea disertai nekrosis akibat Nyeri mata, merah, fotofobia, visus turun,
infeksi fluorescent test (+), hipopion

Uveitis anterior Radang pada iris dan korpus siliar Nyeri mata, merah, fotofobia, visus turun, sinekia
posterior, hipopion, keratik presipitat

Panuveitis Radang pada iris, korpus siliar, rongga vitreus, Gejala uveitis anterior + edema makular, papilitis,
koroid, retina vitritis, eksudat retina/koroid, retinal hemorrhage,
neovaskular koroid

Ilmu Penyakit Mata FK UI. Ed 5.


PP Panofthalmitis

● Pemeriksaan Ultrasonografi Mata


○ Diperlukan apabila pemeriksaan
funduskopi terhambat oleh kekeruhan
pada media refrakta
○ Panoftalmitis:
■ Penebalan lapisan okular, cairan
subtenon
○ Endoftalmitis:
■ Lompatan amplitudo ringan-sedang
pada vitreous

Ilmu Penyakit Mata FK UI. Ed 5.


TERAPI Panofthalmitis

● Rujuk ke dokter Sp.M


● Antibiotika dosis tinggi
● Apabila radang sangat berat → eviserasi isi bola mata

Ilmu Penyakit Mata FK UI. Ed 5.


JAWABAN LAIN ?

a. Uveitis Anterior → nyeri mata, merah, fotofobia, visus turun, sinekia posterior,
hipopion, keratik presipitat
b. Panuveitis → gejala uveitis anterior + edema makular, papilitis, vitritis, eksudat
retina/koroid, retinal hemorrhage, neovaskular koroid
c. Endofthalmitis → tidak ada nyeri dan hambatan pergerakan bola mata
e. Ulkus Kornea cum hipopion → defek kornea yang dalam + hipopion
DIAGNOSIS KERJA:
KESIMPULAN Panofthalmitis

Seorang pasien usia 60 tahun datang dengan keluhan mata kanan merah dan
buram sejak 2 hari yang lalu. Riwayat satu minggu yang lalu pasien operasi katarak
dan penglihatannya membaik. Pemeriksaan mata saat ini didapatkan injeksi
konjungtiva + injeksi siliar +, hipopion +, kornea keruh, lain lain tidak dapat dinilai.
Hambatan dan nyeri gerak bola mata (+). Apakah diagnosa pasien tersebut?

D. Panofthalmitis
ILMU KESEHATAN MATA
SOAL NOMOR:
SOAL

Seorang laki-laki berusia 24 tahun datang dengan keluhan pandangan mata kiri
kabur disertai mata merah sejak 1,5 jam yang lalu setelah terkena bola tenis . Dari
hasil pemeriksaan didapatkan Visus OS 1/60 dan ditemukan tremorous lens.
Diagnosis?
a. Subluksasi Lensa
b. Ektopia lentis
c. Katarak traumatik
d. Hifema
e. Glaukoma akut
DIAGNOSIS KERJA:
KATA KUNCI Subluksasio lensa

Seorang laki-laki berusia 24 tahun datang dengan keluhan pandangan mata kiri
kabur disertai mata merah sejak 1,5 jam yang lalu setelah terkena bola tenis. Dari
hasil pemeriksaan didapatkan Visus OS 1/60 dan ditemukan tremorous lens.
Diagnosis?

JAWABAN

A. Subluksasi lensa
DEFINISI Subluksasio lensa

● Ectopia lentis → dislokasi atau


displacement lensa
○ Subluksasi lensa → parsial
→ lensa masih berada di
fossa hyaloid, namun
berpindah tempat
○ Luksasi lensa → total →
lensa berada diluar fossa
hyaloid (ruang lensa)
Ilmu Penyakit Mata FK UI. Ed 5.
DEFINISI Subluksasio lensa

● Ektopia lentis → dapat disebabkan trauma, penyakit okular maupun


sistemik atau tanda awal dari penyakit yang berat
● Biasanya bilateral dan progresif
● Penyakit okular
○ Simple ectopia lentis → umumnya bilateral
○ Ectopia lentis et pupilae
● Penyakit sistemik
○ Sindroma Marfan
○ Homosistinuria

Ilmu Penyakit Mata FK UI. Ed 5.


DD Subluksasio lensa

● Katarak morgagni → katarak hipermatur


○ Tanda dan gejala:
■ Visus memburuk
■ Refleks fundus (-)
■ Nukleus jatuh ke bawah

● Luksasi lensa → displacement lensa ke


vitreous/COA/retina → free floating

Ilmu Penyakit Mata FK UI. Ed 5.


DD Subluksasio lensa

Katarak Morgagni Subluksasi Lensa Luksasi Lensa

Etiologi Korteks lensa mencair Penyakit okular atau sistemik Penyakit okular atau
sistemik

Kelainan Nukleus lensa jatuh ke Lensa berpindah tempat Lensa berpindah tempat
bawah namun masih berada dalam (free floating), di luar fossa
fossa hyaloid hyaloid

Lensa Keruh (Katarak) Tidak keruh Tidak keruh

Refleks Fundus Negatif Positif Positif

Ilmu Penyakit Mata FK UI. Ed 5.


PP Subluksasio lensa

● Pemeriksaan Refleks Fundus :


○ Mata pasien diteteskan midriatikum
○ Pemeriksa menggunakan oftalmoskop
untuk melihat adanya refleks fundus
○ Apabila terdapat kelainan pada media
refrakta → refleks fundus akan negatif
○ Misalnya pada pasien katarak

Ilmu Penyakit Mata FK UI. Ed 5.


TERAPI Subluksasio lensa

● Rujuk ke dokter Spesialis Mata


○ Terapi ektopia lentis berdasarkan tipe dan derajat keparahannya
○ Koreksi visus → untuk mencegah ambliopia
○ Midriatikum → untuk ektopia lensa ke COA supaya kembali ke kapsul
lensa
○ Iridotomi laser perifer → mencegah pupillary block glaucoma
○ Pembedahan → ekstraksi lensa

Ilmu Penyakit Mata FK UI. Ed 5.


JAWABAN LAIN ?

b. Ektopia lentis → kurang spesifik


c. Katarak traumatik → lensa keruh
d. Hifema → darah di COA
e. Glaukoma akut → peningkatan TIO akibat COA yang sempit
DIAGNOSIS KERJA:
KESIMPULAN Subluksasio lensa

Seorang laki-laki berusia 24 tahun datang dengan keluhan pandangan mata kiri
kabur disertai mata merah sejak 1,5 jam yang lalu setelah terkena bola tenis. Dari
hasil pemeriksaan didapatkan Visus OS 1/60 dan ditemukan tremorous lens.
Diagnosis?

A. Subluksasi lensa