Anda di halaman 1dari 20

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Pendekatan Penelitian

Pendekatan penelitian (research approach) adalah salah satu mode atau

sebuah rancangan dalam sebuah penelitian yang dapat berupa rencana atau prosedur

yang akan dilakukan dalam melakukan penelitian tersebut. Dalam penelitian ini,

peneliti akan menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif.

Penelitian kualitatif dipilih dari sudut pandang penelitian ini dapat menghasilkan

data deskriptif, berupa data-data tertulis dan lisan dari informan sampel yang dipilih.

Seperti yang teori yang dikemukakan oleh Moleong dalam Arikunto (2013: 21)

yang menyatakan bahwa :

Ada sebelas karakter penelitian kualitatif yang harus dipenuhi, yaitu : (1).
Latar alamiah, (2). Manusia sebagai alat. (3). Metode kualitatif. (4). Analisis
data secara induktif. (5). Teori dari dasar (grounded theory). (6). Deskriptif.
(7). Lebih mementingkan proses daripada hasil. (8). Adanya batas yang
ditentukan oleh fokus. (9). Adanya kriteria khusus untuk keabsahan data.
(10). Desain yang bersifat sementara. (11). Hasil penelitian dirundingkan
dan disepakati bersama.

Penelitian Kualitatif ini dipandang Creswell (2019: 4) adalah “Merupakan

metode-metode untuk mengeksplorasi dan memahami makna yang oleh sejumlah

individu atau sekelompok orang dianggap berasal dari masalah sosial atau

kemanusiaan”.

Pendekatan deskriptif dipilih dengan pertimbangan bahwa penelitian ini

akan menjelaskan gambaran sebenarnya dari objek yang akan diteliti. Seperti teori

yang dikemukakan oleh Sugiyono (2017: 11) yang menyatakan bahwa “Pendekatan

deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui variabel mandiri, baik

101
102

satu variabel atau lebih (independen) tanpa membuat perbandingan atau

menghubungkan antara variabel satu dengan variabel yang lain”.

Jadi penelitian ini bertujuan untuk mencari data-data secara sistematik,

mengenai fakta dan data yang ada untuk mengkaji tentang kelayakan bisnis bagi

pengrajin gerabah di Desa Kebur Kecamatan Merapi Barat Kabupaten Lahat, sesuai

dengan metode penelitian yang sudah ditentukan.

B. Fokus Penelitian

Fokus penelitian merupakan pedoman agar penelitian tersebut menjadi lebih

fokus dan terarah. Seperti yang disampaikan oleh Sugiyono (2018: 55) yang

menyatakan bahwa “Batasan masalah dalam penelitian kualitatif disebut dengan

fokus, yang berisi pokok masalah yang masih bersifat umum”. Jadi dapat diartikan

bahwa fokus penelitian merupakan suatu pedoman bagi peneliti untuk menentukan

pokok permasalahan yang akan diteliti sehingga lebih fokus dan tidak melenceng

dari permasalahan yang telah ditentukan .

Berdasarkan fakta empirik yang berkenaan dengan kelayakan bisnis pada

pengrajin gerabah di Desa Kebur Kecamatan Merapi Barat Kabupaten Lahat, dapat

menunjukkan bahwa :

1). Di Kabupaten Lahat, menunjukkkan fenomena bahwa berkurangnya pengrajin

gerabah yang ada di daerah tersebut dan hanya ada satu desa yang masih

memproduksinya yaitu Desa Kebur Kecamatan Merapi Barat.

2). Masih adanya kendala pada jumlah sumber daya manusianya yang terbatas, alat

yang masih sedikit, tempat penyimpanan bahan mentah dan produk yang sudah

jadi yang masih sempit, serta proses pembuatannya yang lama pada produksi

gerabah tersebut.
103

Melihat dari hal tersebut di atas, untuk menjawab terhadap rumusan

masalah, maka peneliti menentukan bahwa yang menjadi fokus dalam penelitian ini

adalah sebagai berikut :

1. Aspek kelayakan bisnis pada pengrajin gerabah di Desa Kebur Kecamatan

Merapi Barat Kabupaten Lahat

Tabel 3.1

Dimensi dan Indikator Aspek Kelayakan Bisnis

No Dimensi Indikator
a. Aspek Hukum 1. Prosedur pendirian usaha
2. Pelanggaran peraturan yang berlaku
b. Manajemen Keuangan 1. Penentuan modal
2. Profitabilitas, likuiditas dan rentabilitas
c. Manajemen Operasi 1. Pemilihan desain dan kapasitas produk
dan Produksi 2. Pemilihan mesin dan alat
d. Manajemen Pemasaran 1. Analisis permintaan dan strategi pemasaran
2. Potensial pasar
e. Manajemen Sumber 1. Proses rekruitmen dan kompensasi
Daya Manusia 2. Struktur organisasi dan analisis jabatan
f. Aspek dampak sosial 1. Dampak pencemaran lingkungan
dan lingkungan 2. Dampak Sosial
Sumber : Sunyoto, 2014. Studi Kelayakan Bisnis.

2. Keperdulian pihak terkait pada pelaksanaan pelestarian kerajinan gerabah di

Kabupaten Lahat

Tabel 3.2

Dimensi dan Indikator Keperdulian Pihak Terkait Pada Pelaksanaan


Pelestarian Kerajinan Gerabah di Kabupaten Lahat

No Dimensi Indikator
104

a. Pemerintah 1. Pemerintah desa dan kecamatan


2. Dinas terkait
b. Non Pemerintah 1. Swasta
2. Lembaga Swadaya Masyarakat
Sumber : - Diolah tahun 2021

C. Lokasi Penelitian

Penetapan lokasi penelitian adalah tahap yang penting dalam melakukan

penelitian, karena dengan ditetapkannya lokasi penelitian, berarti objek dan tujuan

dalam penelitian sudah terarah, sehingga memudahkan peneliti dalam melakukan

penelitian. Adapun lokasi penelitian ini akan dilaksanakan di Desa Kebur Kecamatan

Merapi Barat Kabupaten Lahat. Alasan pemilihan lokasi ini karena hanya desa ini

yang masih membuat kerajinan gerabah di Kabupaten Lahat.

Alasan lain dalam pemilihan lokasi ini karena desa tersebut memiliki

kategori spesifik, unik dan menarik untuk diteliti. Adapun spesifik, unik dan

menarik yang dimiliki oleh Desa Kebur Kecamatan Merapi Barat Kabupaten Lahat

sehingga menarik untuk dilakukan penelitian adalah sebagai berikut :

○ Spesifik

Penelitian tentang “Studi Kelayakan Bisnis Pada Pengrajin Gerabah di

Desa Kebur Kecamatan Merapi Barat Kabupaten Lahat” ini dianggap spesifik

karena hanya desa tersebut yang masih ada pengrajin gerabahnya di Kabupaten

Lahat

○ Unik

Penelitian tentang “Studi Kelayakan Bisnis Pada Pengrajin Gerabah di

Desa Kebur Kecamatan Merapi Barat Kabupaten Lahat” ini dianggap unik

dengan pertimbangan bahwa, berbeda dengan fenomena yang terjadi secara


105

umum di Kabupaten Lahat, hanya desa ini yang masih melestarikan kerajinan

gerabah di Kabupaten Lahat.

○ Menarik

Penelitian tentang “Studi Kelayakan Bisnis Pada Pengrajin Gerabah di Desa

Kebur Kecamatan Merapi Barat Kabupaten Lahat” ini juga dianggap menarik,

karena mampu membangun spesifikasi terhadap perubahan sosial ekonomi yang

signifikan terhadap masyarakat dilingkungannya.

D. Jenis dan Sumber Data

Pengumpulan data merupakan suatu kegiatan yang sangat diperlukan untuk

menunjang hasil penelitian. Seperti yang disampaikan oleh Sugiyono (2016: 15)

bahwa “Data kualitatif adalah data yang dinyatakan dalam bentuk kata, kalimat dan

gambar”. Maka untuk mendapatkan data yang tepat pada lokasi penelitian,

diperlukan berbagai jenis dan sumber data untuk menunjangnya. Adapun jenis dan

sumber data yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah :

a. Data Primer

Data primer dalam penelitian ini, peneliti ambil dari hasil pengumpulan

data yang dilakukan pada informan sampel melalui metode wawancara dan

observasi langsung di lapangan. Hal ini bertujuan untuk memperoleh informasi

dan data langsung dari informan sampel guna mendukung data yang diperlukan

dalam penelitian ini.

Hal tersebut sejalan dengan pendapat Sugiyono (2018: 104) yang

menyatakan bahwa “Sumber primer adalah sumber data yang langsung

memberikan data kepada pengumpul data”.


106

Berdasarkan hal di atas, maka data primer akan di ambil dari informasi-

informasi melalui wawancara dengan informan sampel di Desa Kebur Kecamatan

Merapi Barat Kabupaten Lahat

b. Data Sekunder

Data sekunder diperlukan untuk mendukung kebenaran data yang didapat

dari informan sampel melalui metode wawancara dan observasi. Sugiyono (2018:

104) yang menyatakan bahwa “Sumber sekunder merupakan sumber yang tidak

langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya lewat orang lain

atau lewat dokumen”.

Data sekunder mendukung atas keperluan data primer pada penelitian

tentang “Studi Kelayakan Bisnis Pada Pengrajin Gerabah di Desa Kebur

Kecamatan Merapi Barat Kabupaten Lahat” berupa profil usaha dan dokumentasi

yang berkaitan dengan usaha tersebut.

E. Informan Penelitian

Dalam sebuah penelitian, diperlukan informan penelitian yang digunakan

untuk menjadi sumber data yang primer dalam penelitian ini, guna mendapatkan data

yang akurat bagi penelitian yang sedang diteliti. Sugiyono (2018: 91) yang

menyatakan bahwa “Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang

dimiliki oleh populasi tersebut”.

Dalam penelitian ini, peneliti mengambil informan sampel yaitu Kepala

Desa Kebur serta lainnya yang terkait dengan. Adapun untuk lebih jelasnya tentang

identitas para informan sampel yang diambil dalam penelitian, dapat dilihat dalam

tabel di bawah ini :

Tabel 3.4
107

Data Informan Penelitian


No Lokasi Jabatan Jumlah

Total Sesuai
dengan
kebutuhan
data
Sumber : Data Diolah Tahun 2021

Informan dalam penelitian ini menggunakan informan sampel, yaitu orang-

orang yang dipilih dan bertanggung jawab terhadap proses dan pelaksanaan kegiatan

kerajinan Gerabah di Desa Kebur Kecamatan Merapi Barat Kabupaten Lahat

tersebut, baik dari penanaman modal, pengorganisasian, pelaksanaan, pemasaran,

monitoring maupun evaluasinya.

F. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data bertujuan untuk memperoleh data. Dengan

demikian tanpa teknik pengumpulan data, peneliti tidak akan memperoleh data sesuai

dengan yang diinginkannya. Seperti yang dikemukakan oleh Sugiyono (2018: 104)

yang menyatakan bahwa “Teknik pengumpulan data dapat dilakukan dengan

observasi (pengamatan), interview (wawancara), koesioner (angket), dokumentasi

dan gabungan keempatnya”.

Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri yang


108

menggunakan logika dan cara berpikir analitik terhadap penelitiannya, sedangkan

instrumen bantu pada penelitian ini adalah alat atau sarana yang digunakan peneliti

untuk memperoleh kebenaran terhadap fenomena yang dikaji, seperti informan,

wawancara, observasi lokasi dan study dokumentasi yang berkenaan terhadap

pelaksanaan yang menjadi informan sampel dan direkam dengan hand phone

selanjutnya dicatat melaui notes.

Oleh karena itu, untuk memperoleh keakuratan data pada penelitian ini,

maka peneliti akan melakukan teknik pengumpulan data berdasarkan tahapan-

tahapan sebagai berikut:

a. Wawancara

Wawancara merupakan proses tanya jawab yang dilakukan peneliti

terhadap informan sampel, guna untuk mendapatkan informasi tentang data yang

tengah peneliti teliti. Seperti yang dikemukakan oleh Arikunto (2013: 198) yang

menyatakan bahwa “Interview yang juga sering disebut dengan wawancara atau

koesioner lisan, adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara

(interviewer) untuk memperoleh informasi dari terwawancara (interviewer).

Teknik wawancara dilakukan dengan semua informan sampel yang ada

pada lokasi penelitian, terutama untuk mendapatkan data primer dari informan

sampel tersebut. Peneliti akan melakukan wawancara terhadap informan sampel

b. Observasi

Observasi merupakan suatu teknik yang perlu digunakan sebagai

pelengkap dari teknik pengumpulan data dan tidak kalah pentingnya setelah

dilakukan wawancara, sehingga data yang diperoleh dari wawancara dapat

dibuktikan keabsahannya melalui pengamatan, seperti yang dikemukakan oleh


109

Creswell (2019: 254) yang menyatakan bahwa “Observasi kualitatif adalah ketika

peneliti langsung turun ke lapangan untuk mengamati perilaku dan aktivitas

individu-individu di lokasi penelitian”. Senada dengan teori yang dikemukakan

oleh Arikunto (2013: 199) yang menyatakan bahwa “Observasi atau yang disebut

pula dengan pengamatan, meliputi kegiatan pemuatan perhatian terhadap sesuatu

objek dengan menggunakan seluruh alat indra”.

Dalam penelitian ini, peneliti akan mengobservasi langsung pada

kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan studi kelayakan bisnis gerabah guna

mencari keakuratan data yang telah peneliti peroleh dari teknik wawancara

dengan informan sampel, serta fokus penelitian ke dua yaitu faktor pendorong dan

penghambat baik internal maupun eksternaldilanjutkan pada fokus penelitian

c. Study Dokumentasi

Study dokumentasi diperlukan dalam penelitian ini, yaitu

mengumpulkan data melalui dokumentasi pada pelaksanaan kegiatan, guna

mendapatkan data yang akurat. Seperti yang dikemukakan oleh Creswell (2019:

255) yang menyatakan bahwa “Dokumen ini bisa berupa dokumen publik

(misalnya, koran, makalah, laporan kantor) ataupun dokumen privat (misalnya,

buku harian, diari, surat, email)”. Hal tersebut senada dengan teori yang

dikemukakan oleh Arikunto (2013: 201) yang menyatakan bahwa “Di dalam

melaksanakan metode dokumentasi, peneliti menyelidiki benda-benda tertulis

seperti buku-buku, majalah, dokumen, peraturan-peraturan, notulen rapat, catatan

harian dan sebagainya”.

Dalam penelitian implementasi kebijakan ini, peneliti akan

mengumpulkan semua data-data yang berkaitan dengan dokumentasi dan arsip


110

yang telah mendukung keberhasilan dalam pelaksanaan

d. Triangulasi

Bila data yang didapatkan belum memenuhi kriteria yang telah

ditentukan, maka peneliti dapat menggabungkan ketiga teknik pengumpulan data

tersebut dengan cara triangulasi. Sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh

Sugiyono (2018: 125) yang menyatakan bahwa “Triangulasi diartikan sebagai

teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik

pengumpulan data dan sumber data yang telah ada”.

Demikian juga dalam penelitian ini, bila data tentang pelaksanaan

kegiatan penelitian dirasa belum cukup melalui teknik wawancara, observasi dan

studi dokumentasi, maka peneliti akan melakukan teknik triangulasi dengan

menggabungkan ketiga teknik tersebut guna mendapatkan data yang lebih akurat

dengan melakukan wawancara pada informan sampel, mengamati kegiatan dan

melakukan studi dokumentasi secara bersamaan di Desa Kebur Kecamatan

Merapi Barat tersebut sesuai dengan fokus penelitian yang telah ditentukan, baik

pada implementasi kebijakan, faktor pendorong dan faktor penghambat dalam

implementasi kebijakan penanganan stunting, maupun bentuk implementasi

kebijakan.

G. Teknik Analisa Data

Dalam penelitian ini analisis akan dilaksanakan di sepanjang penelitian

berlangsung. Data penelitian yang bersifat kualitatif antara lain berupa pernyataan

dan tindakan nonverbal yang dapat direkam lewat deskripsi kalimat yang akan

dianalisis sesuai dengan pengelompokan dimensi dan indikatornya hingga sesuai

dengan apa yang diinginkan.


111

Menurut Miles, Huberman dan Saldana (2014: 33) yang menyatakan bahwa

“Di dalam analisis data kualitatif terdapat tiga alur kegiatan yang terjadi secara

bersamaan yaitu kondensasi data (Data Condensation), penyajian data (Data

Display) dan penarikan kesimpulan (Conclusions Drawing)”. Demikian juga dalam

menganalisa hasil dari data yang peneliti dapatkan di lapangan mengenai

pelaksanaan kegiatan pembuatan gerabah ini, peneliti menggunakan beberapa tahap,

yaitu aktivitas dalam analisis data antara lain : Data Condensation, Data Display

dan Conclusion Drawing/Verifications.

Pengumpulan data (Data Collection) merupakan suatu proses analisa data

yang paling utama, karena tanpa adanya data maka suatu penelitian akan dianggap

tidak valid ataupun palsu. Menurut Sugiyono (2018: 134) yang menyatakan bahwa :

Dalam penelitian kualitatif pengumpulan data dengan observasi, wawancara


mendalam dan dokumentasi atau gabungan dari ketiganya (triangulasi).
Pengumpulan data dilakukan berhari-hari, mungkin berbulan-bulan,
sehingga data yang diperoleh akan banyak. Pada tahap awal peneliti
melakukan penjelajahan secara umum terhadap situasi sosial/obyek yang
diteliti, semua yang dilihat dan didengar direkam semua. Dengan demikian
peneliti akan memperoleh data yang sangat banyak dan sangat bervariasi.

Sedangkan menurut Creswell (2019: 253) yang menyatakan bahwa

“Langkah-langkah pengumpulan data meliputi usaha membatasi penelitian,

mengumpulkan informasi melalui observasi dan wawancara, baik yang terstruktur

maupun tidak, dokumentasi, materi-materi visual serta usaha merancang protokol

untuk merekam/mencatat informasi”. Dalam penelitian ini, peneliti akan melakukan

pengumpulan data di lapangan mengenai pelaksanaan kegiatan penelitian melalui

wawancara dengan informan sampel yang telah dipilih, mengobservasi kegiatan di

lokasi penelitian dan mengumpulkan data melalui dokumen serta peristiwa yang

dapat menunjang bagi peneliti dalam melakukan penelitian, sesuai dengan fokus
112

penelitian yang telah ditentukan. Pengumpulan data akan dihentikan bila data yang

didapat sudah mencukupi kriteria dalam fokus penelitian sehingga peneliti dapat

menjawab tentang rumusan masalah yang telah ditentukan.

Reduksi data (Condensation Data) dapat diartikan sebagai sebuah

proses dalam pemilihan data, pemusatan perhatian peneliti pada penyederhanaan

data tersebut, melakukan proses pengabstrakkan dan mentransformasi data kasar

yang muncul di lapangan sehingga dapat disajikan. Menurut Sugiyono (2018: 169)

yang menyatakan bahwa “Reduksi berarti mengurangi data. Reduksi dilakukan

dengan memilih data yang dianggap penting, merupakan data yang baru dikenal, data

unik yang berbeda dengan data yang lain dan merupakan data yang relevan dengan

pertanyaan penelitian”. Senada dengan teori yang dikemukakan oleh Arikunto (2013:

29) yang menyatakan bahwa “Makna reduksi adalah mengurangi. Dalam proses ini

reduksi data merupakan proses penyelesaian, penyederhanaan, pemfokusan,

pengabstraksian dan pentransformasian data”. Dengan kata lain reduksi data

merupakan suatu bentuk kegiatan analisis yang memberikan penajaman dalam

menggolongkan data, mengarahkan serta membuang data yang dianggap tidak perlu

dan mengorganisasikan kembali data tersebut menjadi lebih baik, sehingga peneliti

dapat menarik kesimpulan dan melakukan verifikasi terhadap data tersebut. Menurut

Miles dan Huberman (2014) yang menyatakan bahwa :

Data condensation refers to the process of selecting, focusing,


simplifying, abstracting, and/or transforming the data that appear in the
full corpus (body) of written-up field notes, interview transcripts,
documents, and other empirical materials. By condensing, we’re making
data stronger. Kondensasi data adalah proses memilih, memfokuskan,
menyederhanakan, membuat abstraksi data aksi dari catatan di lapangan,
interview, transkrip, berbagai dokumen dan catatan di lapangan. Dengan
menggunakan data kondensasi, data akan menjadi lebih mantap/kuat.
113

Dengan kata lain bahwa reduksi data dapat menyederhanakan data yang

didapat pada penelitian kualitatif dan juga dapat mentransformasikannya data

tersebut dengan berbagai teknik, misalnya melalui penyeleksian data yang sangat

ketat, membuat ringkasan atau menggolongkannya ke dalam suatu model yang lebih

jelas. Pada penelitian ini, peneliti akan memisahkan data yang di dapat dalam dengan

memilah kemudian menyusun data pelaksanaan kegiatan penelitian tersebut kedalam

kolom-kolom yang berbeda, sesuai dengan sumber informasi dan fokus penelitian,

meringkas lalu memberi kode atau melabeli setiap kriteria tersebut dengan

menggunakan label khusus, memfokuskan data kemudian menggabungkan data-data

yang sesuai dengan fokus penelitian tersebut, lalu menyusun serta membuang data

yang tidak perlu.

Penyajian data (Data Display) merupakan alur yang sangat penting

dalam kegiatan analisis data pada suatu penelitian. Dimana pada tahap ini Peneliti

melaksanakan kegiatan penyajian data yang sudah menjadi kumpulan dari informasi

akurat yang dapat memberikan suatu gambaran bagi peneliti dalam menarik suatu

kesimpulan dari penelitian tersebut atau dapat melakukan tindakan selanjutnya.

Seperti yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman dalam Sugiyono (2018: 137)

yang menyatakan bahwa “Looking at displays help us to understand what is

happening and to do something-further analysis or caption on that understanding.

Dengan mendisplaykan data, maka akan memudahkan untuk memahami apa yang

terjadi, merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang telah difahami

tersebut”. Maka pada penelitian ini, peneliti akan mendeskripsikan data tentang

pelaksanaan kegiatan penelitian melalui laporan penelitian berupa narasi, visual,


114

gambar atau tabel untuk menyajikan data tersebut yang digunakan sebagai

pembahasan pada penelitian ini.

Penarikan kesimpulan (Conclusion Drawing/Verifikation) Dalam

proses analisis data dengan menggunakan teknik ini, peneliti akan menarik suatu

kesimpulan dan melakukan suatu verifikasi terhadap hasil dari penelitian tersebut

baik dari teknik wawancara, observasi dan studi dokumentasi maupun triangulasi.

Hal tersebut sesuai dengan teori yang di kemukakan oleh Miles and Huberman dalam

Sugiono (2018: 142) yang menyatakan bahwa :

Data condensation refers to the process of selecting, focussing,


simplifying, abstracting, and/or transforming the data that appear in the
full corpus (body) of written field notes, interview transcripts, document,
and other empirical materials. By condensing, we’re making data
stronger. Kondensasi data adalah proses memilih, memfokuskan,
menyederhanakan, membuat abstraksi data aksi dari catatan lapangan,
interview, transkrip, berbagai dokumen dan catatan lapangan. Dengan
menggunakan data kondensasi data akan menjadi lebih mantap/kuat.

Adapun proses analisa menurut Miles, Huberman dan Saldana (2014: 33)

dapat disajikan dalam bentuk gambar atau skema sebagai berikut:

Data Collection Data Display

Data Condensation Conclusions :


Drawing/Verifying

Skema 3.1
Analisis Data Kualitatif melalui Analisa Interaktif Miles, Huberman dan
Saldana (2014: 33)

Dengan adanya penarikan kesimpulan dan verifikasi yang dilakukan oleh

peneliti, diharapkan akan dapat menjawab pertanyaan terhadap rumusan masalah


115

yang telah ditentukan, sehingga dalam penelitian ini, peneliti dapat membandingkan

hasil penelitian yang telah dilaksanakan dengan teori dan literatur yang telah ada.

Apakah hasil penelitian tersebut dapat membenarkan atau justru dapat menyangkal

terhadap teori dan literatur tersebut, atau bisa juga berkemungkinan dengan

diadakannya penelitian ini, maka akan mendapatkan proposisi yang baru.

Pengumpulan Data 1. Mengumpulkan Data

2. Menganalisis dan menelaah data

3. Menentukan Spesifikasi, Unik dan Menarik

4. Sistimatis penyusunan data dalam Penelitian

1. Reduksi Data A. Proses Data Pemilihan Data


Pemusatan Perhatian pada Penyederhanaan Data
Pengabstrakan Data

B. Bentuk Analisa Manelaah


Menggolongkan
Mengarahkan
Menyortir dan mengorganisasikan data

2. PenyajianSebagai
Data kumpulan dari informasi sistematik yang dapat menjadi landasan dalam mela

3. Penarikan Kesimpulan KKKesKesimpulan Dapat menjawab rumusan masalah


116

Skema 3.2
Skema Analisis Data Peneliti

H. Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data

Dalam setiap penelitian diperlukan suatu standar untuk melihat kebenaran

atau keabsahan dari hasil penelitian tersebut. Pemeriksaan keabsahan data

merupakan suatu kegiatan dasar dalam menentukan keobjektifitasan dari hasil

penelitian yang telah dicapai, apakah penelitian tersebut tersebut sudah sesuai

dengan apa yang kita inginkan. Seperti yang dikemukakan oleh Sugiyono (2018:

185) yang menyatakan bahwa “Uji keabsahan data dalam penelitian kualitatif

meliputi uji credibility (validitas interval), transferability (validitas eksternal),

dependability (reliabilitas) dan compirmability (obyektivitas)”.

Berdasarkan pada kriteria-kriteria tersebut di atas, maka teknik pemeriksaan

keabsahan data pada penelitian ini adalah :

a. Derajat Kepercayaan (credibility)

Derajat kepercayaan sangat mempengaruhi dalam teknik pemeriksaan

keabsahan data bagi suatu penelitian. Menurut Sugiyono (2018: 185) yang

menyatakan bahwa “Uji kredibilitas data atau keperecayaan terhadap data hasil
117

penelitian kualitatif antara lain dilakukan dengan perpanjangan pengamatan,

peningkatan ketekunan dalam penelitian, triangulasi, diskusi dengan teman

sejawat, analisis kasus negatif dan member chek”.

Kriteria ini dapat berfungsi untuk melakukan penyelidikan (enquiri) yang

sedemikian rupa, sehingga tingkat kepercayaan pada penemuan dari hasil

penelitian tersebut dapat diterima, serta dapat menunjukkan derajat kepercayaan

yang hasilnya sesuai dengan kenyataan yang ada atau tidak ada rekayasa.

Pada proses ini, peneliti akan menggunakan berbagai cara, antara lain

memperpanjang pengamatan dalam setiap proses penelitian terhadap pelaksanaan

kegiatan penelitian ini, dengan meningkatkan ketekunan dalam melaksanakan

penelitian, melakukan triangulasi serta melakukan diskusi dengan teman sejawat

dalam menganalisis kasus negatif dan member cheking yaitu menanyakan kembali

pertanyaan terhadap informan sampel tersebut untuk mendapatkan kesesuaian

data seperti apa yang dimaksud oleh informan sampel.

b. Kepastian (Comfirmability)

Pada teknik pemeriksaan keabsahan data ini, kepastian (cofirmability )

merupakan komfirmasi balik dalam pemeriksaan keabsahan data terhadap

informan sampel melalui diskusi guna klarifikasi keakuratan data yang telah ada.

Seperti teori yang dikemukakan oleh Sugiyono (2018: 195) yang menyatakan

bahwa “Menguji konfirmability berarti menguji hasil penelitian, dikaitkan dengan

proses yang dilakukan. Bila hasil penelitian merupakan fungsi dari proses

penelitian yang dilakukan, maka penelitian tersebut telah memenuhi standar

konfirmability”.
118

Dalam hal ini, peneliti akan menggunakan auditor (pembanding) untuk

memastikan bahwa hasil dari penelitian tentang pelaksanaan kegiatan inovasi

penanganan stunting berbasis pemberdayaan masyarakat di Desa Kebur

Kecamatan Merapi Barat tersebut, benar-benar berasal dari proses teknik

pengumpulan data yang peneliti ambil di lapangan dan apakah data-data yang

telah diambil tersebut ada yang menyimpang atau tidak, serta apakah kesimpulan

yang peneliti ambil dapat diterima secara logis dan dapat diterima dengan baik,

atau dengan kata lain hasil yang didapat dari penelitian tersebut sudah absah

melalui beberapa proses dari penelitian.

c. Keteralihan (transferability)

Keteralihan (transferability) merupakan suatu permasalahan yang empiris

pada proses pemeriksaan keabsahan data dan tergantung pada kesamaan konteks

antara pengirim maupun penerima. Untuk melakukan hal tersebut, peneliti dapat

mencari serta mengumpulkan semua kejadian yang bersifat empiris dalam konteks

yang sama juga. Dengan demikian, peneliti juga bertanggung jawab untuk dapat

menyediakan semua data yang diperlukan dalam penelitian tersebut secara

secukupnya. Keteralihan dari hasil sebuah penelitian biasanya akan berkaitan

dengan sejumlah pertanyaan, yang sejauh mana hasil dari penelitian ini dapat

diterapkan dan digunakan di situasi-situasi lainnya.

Bagi seorang peneliti yang bersifat naturalistik, keteralihan tersebut

sangat bergantung pada si pemakai itu sendiri, dengan kata lain dapat dilihat dari

sejauh mana peneliti ini dapat mempergunakan hasil penelitian tersebut dalam

konteks dan situasi lainnya, karena seorang peneliti itu sendiri tidak dapat

menjamin sejauh mana penelitian tersebut dapat digunakan secara umum. Oleh
119

sebab itu keteralihan hanya dapat dipandang sebagai suatu kemungkinan yang

akan terjadi. Bila si pemakai melihat ada sesuatu yang lebih cocok dalam situasi

yang ada, maka dapat dimungkinkan adanya sebuah keteralihan. Meskipun sudah

dapat kita duga, bahwa tidak ada situasi yang bisa sama, sehingga diharapkan

masih perlua adanya sebuah penyesuaian yang menurut keadaan masing-masing.

Seperti teori yang dikemukakan oleh Eisner dalam Cresswel (2019:

277) yang menyatakan bahwa “Peneliti kualitatif lebih berusaha untuk mencari

keterpercayaan (believability) yang didasarkan pada koherensi, kegunaan

instrumenal dan pengetahuan”. Sedangkan Faisal dalam Sugiyono (2018: 194)

menyatakan bahwa “Bila pembaca laporan penelitian memperoleh gambaran yang

sedemikian jelasnya. “semacam apa” suatu hasil penelitian dapat diberlakukan

(transferability), maka laporan tersebut memenuhi standar transferabilitas”.

Dalam pelaksanaan penelitian tentang pelaksanaan kegiatan inovasi

implementasi kebijakan penanganan stunting berbasis pemberdayaan masyarakat

di Desa Kebur Kecamatan Merapi barat ini, peneliti akan mencari kesamaan

konteks dengan informan sampel yang telah dipilih, dengan cara mengumpulkan

sejumlah data empirik yang sama melalui data yang telah ada, tanpa

mengenyampingkan akan adanya keteralihan apabila melihat ada sesuatu yang

lebih cocok dengan situasi yang telah ada tersebut.

d. Kebergantungan (depenability)

Kebergantungan menurut kata lainnya disebut juga dengan reabilitas

(reliability) yang merupakan pengujian stabilitas dari sebuah penelitian. Hanya

dengan menggunakan alat yang reliabel maka akan dapat diperoleh data yang

lebih akurat. Alat utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dan bisa
120

dipastikan bila peneliti memadukan kriteria tersebut dengan baik, maka akan

semakin baik pula hasil yang akan didapatkan. Maka sebagai instrumen utama

dari penelitian ini, peneliti harus mengidentifikasi nilai-nilai dari sebuah asumsi

dan menghindari bias personal. Seperti teori yang dikemukakan oleh Faisal dalam

Sugiyono (2018: 195) yang menyatakan bahwa:

Bagaimana peneliti mulai menentukan masalah/fokus, memasuki


lapangan, menentukan sumber data, melakukan analisis data,
melakukan uji keabsahan data, sampai membuat kesimpulan harus
dapat ditunjukkan oleh peneliti. Jika peneliti tak mempunyai dan tak
dapat menunjukkan “jejak aktivitas lapangannya”, maka
depenabilitas penelitiannya patut diragukan.

Sedangkan Gibbs dalam Cresswel (2019: 269) menyatakan bahwa

“Realibilitas dalam penelitian kualitatif (qualitative reliability) mengindikasikan

bahwa pendekatan yang digunakan peneliti konsisten jika diterapkan oleh peneliti

lain (dan) untuk proyek yang berbeda”.

Dalam hal ini peneliti akan mengagendarisir bukti-bukti yang ada di

lapangan dari data mentah tentang pelaksanaan kegiatan inovasi implementasi

kebijakan penanganan stunting berbasis pemberdayaan masyarakat di Desa Kebur

Kecamatan Merapi Barat, berupa catatan dan dokumentasi saat melakukan

wawancara dengan informan sampel, observasi di lokasi penelitian, mempelajari

dokumen dan menggabungkan teknik pengumpulan data itu melalui metode

triangulasi, sehingga data yang diolah dapat disajikan dalam bentuk laporan di

lapangan yang di rangkum menjadi konsep-konsep penelitian, sehingga data dari

hasil kegiatan tersebut dapat dijadikan sebuah tafsiran ataupun kesimpulan.