Anda di halaman 1dari 45

Metalurgi Fisik

Ms:2162, MK ,Wajib 2 sks


Materi Kuliah : Toto Triantoro
Sistem Kristal
Penentuan struktur kristal ,arah kristal dan
bidang kristal menurut indeks Miller
Material Kristalin dan non bidang kristalin :
Single crystals, polyeratals, batas butir,
anisotropi, amorphous.

Peb 2010 Triantoro 1


Bilangan kordinasi Atom

Logam dikatakan mengkilat karena terjadinya


perpindahan elektron dari yang lebih tinggi ke yang lebih
rendah akan memancarkan cahaya
Logam adalah yang mempunyai bilangan kordinasi 8 & 12
Bilangan kordinasi adalah jumlah atom yang mengelilingi
Atom yang lain sebagai akibat adanya ikatan logam yang
berusaha mencapai konfigurasi oktat 2 dan 8
Bilangan kordinasi atom tergantung dua Faktor :
1. Kovalensi jumlah ikatan kovalen disekitar suatu atom
tergantung pada jumlah elektron valensinya
2. Penumpukan atom karena jumlah energi bebas bila ion
dengan muatan yang berbeda salingmendekat

Peb 2010 Triantoro 2


Kisi Ruang dan Satuan Sel
Semua Logam, sebagian besar keramik dan
beberapa polimer membentuk Kristal ketika bahan
tersebut membeku untuk hal ini berarti atom – atom
mengatur diri secara teratur dan berulang dalam
pola tiga dimensi struktur struktur semacam ini
disebut KRISTAL.
Kristal adalah susunan atom-atom yang mengatur diri
secara teratur dan berulang dalam pola 3 dimensi.
Kisi ruang sebagai seperangkat titik imaginer yang
merupakan kerangka yang membangun suatu kristal.
Sel satuan adalah satuan pola dasar tiga dimensi
tersusun berulang-ulang dengan pergeseran kisi
sehingga menghasilkan kristal keseluruhan

Peb 2010 Triantoro 3


Sel Satuan Atom

Model ini memperlihatkan beberapa pola atom kisi yang


tak terhingga kisi kristal inilah yang mempunyai volume
terbatas masing – masing mempunyai ciri yang sama
dengan kristal secara keseluruhan
Peb 2010 Triantoro 4
Geometri Atom

Kordinasi rangkap Kordinasi rangkap


enam tiga

Peb 2010 Triantoro 5


Sistem Kristal
Geometri kristal dapat dinyatakan dengan seperangkat
tiga sumbu disebut sumbu kristalografi dengan sudut-
sudut di antara sumbu berdasarkan panjang sumbu dan
sudut dikenal 7 sistem kristal, yaitu :
Kubus, Tetragonal, Heksagonal, Rombohedral,
Ortorombik, Monoklin, Triklin.
Kisi ruang atau kisi bervariasi dari setiap kristal ada 14
Sistem kristal. Kristal kubik memiliki pola yang sama
sepanjang ketiga sumbu tegak lurus : a1= a2 = a3.
Kebanyakan logam dan beberapa jenis keramik berbentuk
kubik . Kristal bukan kubik terjadi bila pola ulangnya tidak
sama dalam ketiga arah koordinatnya atau sudut antara
ketiga sumbu kristal tidak sama dengan 90°.dengan
karakteristik geometriknya seperti tercantum dalam
'Tabel dibawah
Peb 2010 Triantoro 6
Bidang Kisi
Titik-titik kisi ruang dapat dianggap tersusun dalam
sederet bidang sejajar dan mempunyai jarak yang
sama ( Bidang Kisi).
Penampang luar kristal sejajar dengan bidang-
bidang ini, bidang-bidang ini ditandai dengan
perpotongan dengan sumbu x,y dan z
Pada umumnya perpotongan bidang kisi dengan
sumbu selalu sama dengan perbandingan perpotongan
sel satuan a,b,c atau suatu kelipatan sederetan adalah
bilangan bulat.
Cara menyatakan bidang kisi tersebut adalah cara
indeks Weiss. Dan mempunyai kelemahan
mempunyai besaran tak terhingga untuk bidang yang
sejajar sumbu.
Untuk mengatasinya digunakan cara indeks Miller
Pada Indeks Miller makin kecil perpotongan bidang
pada sumbu maka makin besar harga indeks miller
Peb 2010 Triantoro 7
Tabel Sistem Kristal
Bentuk
Sumbu Sudut Sumbu
Kristal

Kubus a1 = a2 = a3 semua sudut = 90º

Tetragonal a1 = a2 ≠ c semua sudut = 90º


Ortorombik a ≠b ≠c semua sudut = 90º

Monoklinik a ≠b ≠c dua sudut = 90º, satu sudut ≠ 90 º

Triklinik a ≠b ≠c sudut beda, tidak ada = 90º

Heksagonal a1= a2 =a3≠ c semua sudut 90º dan 120º

Rombohedral a1 = a2 = a3 sudut sama tapi tidak = 90º

Peb 2010 Triantoro 8


Bentuk Kisi, Kubik Sederhana,
Bentuk kubik terdiri dari tiga kisi kubik: Kisi Kubik
sederhan, Kubik pemusatan ruang, Kubik pemusatan sisi
1/8 x 8 atom pojok = 1 atom
Tiga hal yang harus diperhatikan dalam sel
satuan:
1.Dimensi kubus yang terlihat dari diameter
atom yang bersangkutan
2.Rongga yang terbentuk, material sebagai
pelarut atau larutan
3.Bidang bidang yang memiliki jumlah atom
yang terbanyak sebagai teori azas
deformasi
Volum sel satuan ditentukan dulu nilai a
(kostanta kisi): kubus sederhana nilai
a = 2r

Peb 2010 Triantoro 9


KISI KUBIK.BCC
 Kubik pemusatan ruang. Besi mempunyai struktur
kubik. Pada suhu ruang sel satuan besi mempunya
atom pada tiap titik sudut kubus dan satu atom pada
pusat kubus Besi merupakan logam yang paling umum
dengan struktur kubik pemusatan ruang, tetapi bukan
satu-satu nya. krom, tungsten dan unsur lain

Kristal BCC
Peb 2010 Triantoro 10
Struktur Kubik Pemusatan Ruang
Tiap atom besi dalam
struktur bentuk kubik
pemusatan ruang ( kpr /
BCC ) ini dikelilingi oleh
delapan atom tetangga;
hal ini berlaku untuk
setiap atom, baik yang
(1/8 x 8 atom pojok = 1+1atom terletak pada titik sudut
badan) = 2 Atom
maupun atom dipusat
sel satuan.
Kita dapat menerapkan konsep tumpukan atom
(F.T) pada logam kpr. Dengan menggunakan model
bola keras maka fraksi volum dari sel satuan yang
ditempati oleh bola-bola tersebut.
Peb 2010 Triantoro 11
Volum Satuan Sel Berbentuk Kubus yang terisi
Partikel (Faktor Tumpukan)

Volum Atom (volum yang terisi) = volum bola = 4/3 π r3

Kpr / BCC nilai a = 4r/√3

Peb 2010 Triantoro 12


KISI KUBIK.FCC
Logam kubik pemusatan sisi,contoh atom dalam
tembaga tidak sama dengan pengaturan atom
dalam besi, meski keduanya kubik.
Disamping atom pada setiap titik sudut sel satuan
tembaga, terdapat sebuah atom ditengah setiap
bidang permukaan, namun tak satupun dititik
pusat kubus.
Struktur kubik pemusatan sisi (kps) ini lebih
sering dijumpai pada logam, antara lain,
almunium, tembaga, timah hitam, perak dan nikel
mempunyai pengaturan atom seperti ini (demikian
pula halnya dengan besi pada suhu tinggi).

Peb 2010 Triantoro 13


KISI KUBIK.FCC
Logam dengan struktur kps /
FCC mempunyai empat kali
lebih banyak atom. Kedelapan
atom pada titik sudut
menghasilkan satu atom, dan
keenam bidang sisi
menghasilkan 3 atom per sel
satuan. Dalam logam,
hubungan antara konstanta kisi
a dengan jari-jari atau R
dinyatakan oleh persamaan:

Kristal FCC

Peb 2010 Triantoro 14


Struktur Kubik Pemusatan Sisi
Senyawa kps Senyawa-
senyawa dapat saja
memiliki kisi kps seperti
terlihat dalam Gambar
untuk NaCI. Pusat dari
setiap bidang sisi identik
dalam segala hal Dalam
(1/8 x 8 atom pojok + 1/2 x 6 atom senyawa NaCI, dimana
muka = 4 atom ) atom yang berlainan saling
menyinggung, dimensi sel
satuan kps, sama dengan
FCC nilai a = 4r/√2 hasil penjumlahan kedua
jari-jarinya.
Dari persamaan diatas dapat ditentukan isi sel satuan. Jumlah atom per
sel satuan memungkinkan perhitungan massanya. Keduanya
memungkinkan kita menghitung berat jenisnya (Contoh 3-2.2), dan
dapat diperoleh ketelitian yang cukup tinggi.
Peb 2010 Triantoro 15
Volum Satuan Sel Berbentuk Kubus Yang terisi
Partikel (Faktor Tumpukan)
Volum Atom (volum yang terisi) = volum bola = 4/3 π r3
FCC nilai a = 4r/√2

Contoh: Faktor tumpukan ion untu kps NaCl dan


jari – jari Na dan Cl ( Tabel sistem periodik Kimia )

Peb 2010 Triantoro 16


Catatan

Dari contoh ini telah jelas bahwa faktor tumpukan tidak


tergantung pada ukuran atom bila terdapat satu ukuran
saja.
Sebaliknya, ukuran yang berbeda berpengaruh atas
faktor tumpukan.
Struktur kubik pemusatan sisi mempunyai faktor
tumpukan tertinggi (0,74) untuk logam murni. oleh
karena itu struktur ini dapat juga dinamakan struktur
kubik tumpukan padat.
Banyak logam memiliki struktur ini, meski akan terlihat
bahwa struktur heksagonal tumpukan padat
mempunyai faktor tumpukan sebesar 0,74 juga

Peb 2010 Triantoro 17


Struktur Heksagonal
Struktur Gambar (a) dan (b) merupakan dua
gambaran sel satuan heksagonal, sudut alas 120°
(dan 60°). Sel-sel ini tidak mempunyai posisi dalam
set yang ekivalen dengan posisi sudut. Meskipun
volum set pada Gambar (a) tiga kali besarnya
dibandingkan dengan volum sel pada Gambar (b),
terdapat jumlah atom yang tiga kali lebih besar pula
(3 banding 1).oleh karena itu jumlah atom per satuan
volum tetap sama.
Logam tidak membentuk kristal dengan susunan
atom seperti Gambar dibawah ini karena faktor
tumpukan terlalu rendah.

Peb 2010 Triantoro 18


Kristal HCP KISI HEKSAGONAL
Heksagonal tumpukan sederhana Heksagonal tumpukan
padat. Kisi heksagonal
khusus yang dibentuk
oleh magnesium tampak
pada Gambar 2
disamping Struktur ini
yang mempunyai
tumpukan yang Iebih
padat dibandingkan
Heksagonal tumpukan padat dengan struktur Gambar
1 disebut struktur
heksagonal tumpukan
padat
Heksagonal tumpukan padat
(HCP) = (1/6 x 12 atom pojok
+ 1/2 x 2 atom muka + 3
atom pada badan = 6 atom

Peb 2010 Triantoro 19


KISI HEKSAGONAL
Ciri khasnya ialah bahwa setiap atom dalam lapisan
tertentu terletak tepat diatas atau dibawah sela antara
tiga atom pada lapisan berikutnya. Akibatnya, setiap
atom menyinggung tiga atom lainnya pada lapisan
dibawahnya, enam atom dibidangnya sendiri dan tiga
atom pada lapisan diatasnya, sehingga bil kord = 12.
Dalam struktur hcp seperti pada Gambar 2, di atas
terdapat rata-rata enam atom per sel satuan (atau dua
per sel satuan bila kita gunakan representasi rombik).
Faktor tumpukan atom logam untuk logam hcp dapat
dihitung dan besarnya sama dengan 0,74. Nilai ini
sama dengan faktor tumpukan untuk logam kps, hal
yang menang dapat diduga sebelumnya karena
bilangan koordinasinya masing-masing 12.
Peb 2010 Triantoro 20
Contoh soal faktor tumpukan HCP
Contoh soal Faktor tumpukan atom magnesium adalah 0,74, sama
seperti logam-logam hcp. Berapa volum sel satuannya yang
tampak pada Gambar 2 diatas ?
Jawab : Dari tabel diketahui bahwa untuk magnesium p =1,74
Mg/m 3 (atau 1.74 g/cm3) dan massa atom = 24.31 sma. Dari
Gambar 2 diatas (a) 12/6 + 2/2 + 3 = 6 atom/sel satuan

Peb 2010 Triantoro 21


Contoh soal:
Contoh gambar HCP diatas Misalkan kita mempunyai atom bulat,
berapa perbandingan c/a dalam logam hcp
Jawab : Lihat Gambar diatas (a) dan perhatikan tiga atom pusat dan
satu lagi pada pusat bidang atas. Keempatnya membentuk
tetrahedron dengan sisi a = 2R.
Diperolehlah hubungan geometri :
h = a √2/3
C = 2h = 2a √2/3 = 1.63 a
Catatan: Jari-jari rata-rata atom magnesium = 0,161 nm. Tetapi data
difraksi sinar - X menunjukkan bahwa atom Mg tertekan sekitar 1%
membentuk bola pipih (lihat pula catatan dibawah ini).
Catatan : Perbandingan c/a logam hcp berbeda sedikit dengan
hasil tersebut diatas. Untuk Mg: 1,62; Ti: 1,59; Zn: 1,85 Hal ini
berarti bahwa kita harus membayangkan atom magnesium dan
titanium sebagai bulatan yang tertekan sedikit dan atom seng
sebagai bulatan yang agak lonjong.
Peb 2010 Triantoro 22
Struktur Kristal Beberapa Jenis
Logam Pada Temperatur Kamar

Struktur Kristal FCC : Aluminium, Tembaga, Emas,


Timbal, Nikel, Kalium, Rhodium,
Perak,Thorium.
Struktur Kristal BCC :Kromium, Besi, Litium,
Molibdenum, Niobium, Kalium,
Rubidium, Natrium, Tantalum,
Tungsten, Vanadium.
Struktur Kristal HCP : Berilium, Kadmium, Kobalt,
Magnesium, Titanium, Seng,
Zirconium

Peb 2010 Triantoro 23


Penentuan Nilai Faktor Tumpukan
Untuk Kubus Sederhana :

(1 atom x 4/3 π r3 )
Faktor tumpukan = = 0,524 x 100% = 52,4 %
(2r) 3

Untuk Kubus berpusat badan BCC:

(2 atom x 4/3 π r3 )
Faktor tumpukan = = 0,680 x 100% = 68 %
(4r/√3) 3

Untuk Kubus berpusat muka FCC:

(4 atom x 4/3 π r3 )
Faktor tumpukan = = 0,741 x 100% = 74,1 %
(4r/√2) 3
Peb 2010 Triantoro 24
Struktur Kristal Besi Baja

Austenite

Peb 2010 Triantoro 25


Struktur Kristal Besi Baja

Ferite

Peb 2010 Triantoro 26


Struktur Kristal Besi Baja
Martensite

Peb 2010 Triantoro 27


Struktur Kristal Besi Baja
Pearlite

Peb 2010 Triantoro 28


Simetri Kristal

Peb 2010 Triantoro 29


POLIMORFI.
Kita ketahui bahwa dua - molekul dapat mempunyai
struktur yang berbeda meski komposisinya sama.
Molekul semacam ini disibut isomer. Keadaan serupa
terjadi pula pada kristal bahan padat.

Polimorfi adalah dua atau lebih ragam kristal dengan


komposisi yang sama. Contoh yang paling terkenal
ialah polimorfi karbon berupa bentuk ganda grafit dan
intan: Contoh khas polimorfi logam ialah,besi,
kemampuan lakupanas bahan dan kemungkinan
f:

untuk merubah sifat-sifatnya tergantung pada hal ini.


Bila besi dipanaskan, maka kisinya berubah dari
bentuk kpr menjadi kps.

Peb 2010 Triantoro 30


POLIMORFI.
Selanjutnya, perubahan, ini mampu balik pada waktu
pendinginan besi.
Pada suhu ruang besi kpr mempunyai bilangan koordinasi 8,
faktor tumpukan atom 0,68 dan jari-jari atom 0,1241 nm.
Besi murni berubah menjadi kps pada 912°C, pada saat ini
bilangan koordinasinya 12, faktor tumpukan atom 0,74 dan
jari-jari atomnya 0,129 nm.( pada suhu 912°C, jari-jari atom
besi kpr, karena muai panas menjadi 0,126 nm)
Banyak komposisi Iainnya mempunyai dua atau lebih bentuk
polimorfi.
Bahkan SiC misalnya, memiliki sekitar 20 modifikasi kristal;
tetapi hal ini adalah suatu pengecualian.
Biasanya, bentuk polimorfi mempunyai perbedaan dalam
berat jenis dan sifat-sifat lainnya. diperlukan untuk modifikasi
bentuk kristal.
Peb 2010 Triantoro 31
Geometri Sel Satuan
Kesepakatan umum yang kita sepakati dalam penetapan
arah kristal adalah sumbu X menunjukkan kearah kita
sumbu Y menunjukkan kekanan dan sumbu z
menunjukkan keatas Titik asal terletak pada sudut
kiri,bawah belakang sel satuan arah yang berlawanan
diberi tanda negatif
Tata letak sel satuan. Setiap titik dalam sel satuan dapat
diidentifisir dengan menyatakan koefisien sepanjang
ketiga sumbu koordinat. Jadi titik asal adalah 0,0,0.
Karena titik pusat sel satuan terletak pada a/2, b/2, c/2,
indeks letaknya adalah 1/2,1/2,1/2. Koefisien letak selalu
dinyatakan dalam dimensi sel satuan. Jadi sudut ujung sel
satuan selalu 1, 1, 1 dan tidak tergantung pada sistem
kristal kubik, tetragonal, ortorombik dstnya.
Peb 2010 Triantoro 32
Translasi Pergeseran

Pergeseran dari suatu titik dalam set satuan sejauh


kelipatan konstanta kisi ( a, b ) atau menyebabkan
perpindahan ketitik yang ekivalen dalam sel satuan
lainnya. Jadi, pada kisi dua dimensi Gambar dibawah
kedua titik. bertanda* dipisahkan oleh translasi
sebesar 3b (sejajar dengan y) dan 2c
(sejajar dengan z).

Contoh yang kita ambil bukan suatu kisi bujur sangkar


(atau kubik) akan tetapi, kelipatan bulat menghasilkan
titik-titik ekivalen dalam semua kristal.

Peb 2010 Triantoro 33


Translasi Pergeseran

Peb 2010 Triantoro 34


Translasi Pergeseran
Translasi tambahan dijumpai pada beberapa kisi ruang.
Sebagai contoh, dalam kisi kubik pemusatan ruang,
setiap translasi ± 1/2, ± 1/2, ± 1/2 menghasilkan letak
ekivalen lainnya. Translasi dari titik sudut ketitik pusat
sel adalah ± 1/2, ± 1/2, ± 1/2 Perlu dipethatikan bahwa dua
titik bertanda juga dapat dihubungkan dengan translasi
± 1/2, ± 1/2, ± 1/2 Satu titik terdapat pada pusat rusuk
belakang atas, satunya lagi pada pusat bidang kanan.
Setiap lokasi terletak diantara dua atom yang
berdekatan dan ditengah - tengah empat atom lainnya
(arah 45°). Titik kontak antara dua atom dapat diduplikasi
dengan variasi translasi ± 1/2, ± 1/2, ± 1/2 Hal ini
menghasilkan diskripsi formal kisi kubik pemusatan
ruang. Suatu kisi kubik pemusatan ruang mempunyai
letak ekivalen yang dihubungkan dengan translasi
Peb 2010 Triantoro 35
ARAH KRISTAL
Untuk mempelajari kaitan antara berbagai sifat dengan
struktur kristal dalam hal selanjutnya maka kita perlu
memperinci berbagai arah kristal, khusunya karena
banyak sifat berubah dengan arah.

Sebagai contoh dapat disebutkan bahwa modulus


elastisitas besi kpr dalam arah diagonal ruang lebih
besar dari pada modulus elastisitas dalam arah rusuk
kubus.

Sebaliknya permeabilitas maknit dari besi memiliki


nilai terbesar dalam arah sejajar dengan rusuk sel
satuan

Peb 2010 Triantoro 36


ARAH KRISTAL
Arah kristal diberi indeks sesuai berkas yang
berasal dari titik asal melalui titik dengan indeks
utuh terkecil jadi [ 1 1 1] melalui titik [ 0 0 0 ]

Peb 2010 Triantoro 37


ARAH KRISTAL
Sudut antara arah. Dalam perhitungan-perhitungan
tertentu (misalnya penguraian gaya geser) perlu kita
menghitung sudut antara dua arah kristal yang
berbeda. Biasanya hal ini dapat dihitung dengan
mudah. Dari Gambar diatas sudut antara arah 1 1 0
dan 1 1 2 (yaitu 1 1 0, 1 1 2 ) adalah arc tan 2c / √ a2
+ b2. Bila se satuan berbentuk kubik, a = b = c, maka
sudutnya adalah arctan 2a/ √a, atau arccos a√2/a
.√6. Pada kristal kubik (hanya kubik) Cos [ u,v,w ]
dapat ditentukan dengan perkalian skalar vektor.
Cara ini sangat membantu perhitungan-perhitungan
kita karena umumnya perhitungan menyangkut
bentuk kristal kubik yang simetris.

Peb 2010 Triantoro 38


Bidang Kristal
Suatu kristal mempunyai bidang atom & ini mempengaruhi
sifat dan perilaku bahan. Jadi wajarlah bila kita mengenali
berbagai bidang dalam kristal.
Bidang kisi yang paling mudah digambarkan adalah bidang-
bidang yang membatasi sel satuan disamping bidang
lainnya. Bidang yang penting adalah bidang pada Gambar
dibawah & Bidang ini diberi tanda ( 0 1 0 ),( 1 1 0 ), & (1 1 1),
bilangan dalam tanda kurung ( hkl) disebut
Indeks Miller.
Indeks Miller“ warna gelap“ Bidang ini memotong sumbu
x, y, z pada titik-titik 1a, 1b dan 0,5c. Indeks Miller adalah
kebalikan dari perpotongan ini: (1 1 2).Bidang dengan
warna yang lebih terang pada Gambar adalah bidang (1 1
1) karena memotong sumbu-sumbu pada titik 1a, 1b dan
1c.
Peb 2010 Triantoro 39
Indeks Miller

Bidang ( 0 1 0 ) dalari; struktur kubik (a) kubik sederhana,


(b) kpr. (c) kps [catatan: bahwa bidang ( 0 2 0 ) setara
dengan bidang ( 0 1 0 ) untuk kristal kpr dan kps.]

Peb 2010 Triantoro 40


Indeks Miller

Bidang (110) dalam struktur kubik (a) kubik


sederhana, (b) kpr (a) kps (Bidang ( 2 2 0 )
setara dengan bidang (1 1 0 ) untuk kps.
Peb 2010 Triantoro 41
Difraksi Sinar X
Adanya struktur kristal dapat dibuktikan dengan
percobaan difraksi sinar-x.
Gelombang elektro magnetik berfrekuensi tinggi
mempunyai panjang gelombang yang besar sedikit dari
jarak antar bidang dalam kristal.
Berkas gelombang elektromagnetik yang mengenai
kristal mengalami difraksi sesuai dengan hukum Fisika.
Sudut difraksi digunakan untuk menentukan struktur
kristal dengan ketelitian tinggi.
Selain itu kita juga dapat menentukan jarak antar
bidang (dan jari-jari atom) suatu logam sampai empat
bilangan bermakna atau dengan ketelitian yang Iebih
besar bila diperlukan.
Pertama-tama kita akan membahas jarak antar bidang,
kemudian kita akan beralih ke difraksi.
Peb 2010 Triantoro 42
Difraksi Sinar X
Jarak antar bidang. diketahui bahwa bidang-bidang
yang sejajar memiliki notasi (hkl) yang sama. Selain
beberapa bidang (110), pada Gambar dibawah akan ada
bidang lain (110) yang melalui titik asal.
Sehingga bila kita ukur jarak tegak lurus dari titik asal
kebidang (1 1 0 ) terdekat, akan kita peroleh jarak antar
bidang d. Pada struktur kubik sederhana,

Hukum Bragg Bila seberkas sinar - x mengenai suatu


bahan kristalin, berkas ini akan difraksi oleh bidang atom
(atau ion) dalam kristal tersebut.
Besar sudut difraksi tergantung pada panjang gelombang
x berkas sinar-x dan jarak antara bidang

Peb 2010 Triantoro 43


Gambar Difraksi Sinar X
= 2'd sin 0.

Sifat kebalikan dari indeks Miller memungkinkan kita melakukan


perhltungan sederhana ini. Hasil perkalian vektor dari indeks Miller
dari dua bidang yang berpotongan memberikan Indeks arah garis
perpotongan.
Agar supaya suatu garis terletak dalam bidang tertentu, hasil skalar
indeks arah garis dan indeks bidang harus sama dengan. nol.
Singkatnya, inilah antara lain kegunaan indeks Miller yang "terbalik"

Peb 2010 Triantoro 44


Terima Kasih

Sampai pertemuan berikutnya

Trians65@yahoo.co.id

Peb 2010 Trian's65 45