Anda di halaman 1dari 45

I.

DEFINISI
Perencanaan sumber daya manusia merupakan kegiatan khusus yang berkaitan dengan
penentuan kebutuhan sumber daya manusia perusahaan, baik kebutuhan jangka pendek
maupun kebutuhan jangka panjang. Dalam bentuk yang lebih operasional adalah
kegiatan yang berkaitan dengan memprediksi atau memperkirakan seberapa banyak
orang atau pegawai yang dibutuhkan untuk melakukan tugas-tugas, baik jumlahnya
maupun jenisnya, berapa yang akan tersedia, dan apa yang dilakukan untuk memastikan
bahwa penawaran sama dengan permintaan pada waktu yang bersamaan.
RSI AL-IKHLAS Pemalang melakukan perencanaan sumber daya manusia yang disebut
dengan pola ketenagaan. Setiap awal tahun setiap unit atau bagian akan melaporkan pola
ketenagaan. RSI AL-IKHLAS Pemalang selalu berusaha untuk melakukan yang terbaik
agar berjalannya pelayanan yang berkualitas dan efektif. Oleh karena itu bagian SDM
(Sumber Daya Manusia) RSI AL-IKHLAS Pemalang membuat standar pola ketenagaan
yang akan digunakan sebagai pedoman di RSI AL-IKHLAS Pemalang.

Perencanaan ketenagaan merupakan proses estimasi terhadap jumlah sumber daya


manusia berdasarkan tempat, keterampilan, dan perilaku yang dibutuhkan untuk
memberikan pelayanan yang terbaik dan meramalkan atau memperkirakan siapa
mengerjakan apa, dengan keahlian apa, kapan dibutuhkan dan berapa jumlahnya serta
dilakukan dengan analisa kebutuhan tenaga di RSI AL-IKHLAS Pemalang. Perencanaan
dilakukan agar SDM dapat menempatkan orang/ karyawan yang benar ditempatkan di
posisi yang benar atau sering disebut “The Right Man On The Right Place”.

Ketersediaan sumber daya manusia yang dibutuhkan untuk pelaksanaan tugas-tugas pada
masa-masa yang akan datang adalah sangat penting untuk memastikan bahwa kegiatan
perusahaan dapat berjalan dengan baik. Ketika diramalkan ada kekurangan dibandingkan
dengan kebutuhan, perusahaan dapat melakukan perekrutan pegawai baru, promosi dan
lain-lain sehingga tidak mengganggu kegiatan perusahaan. Tindakan-tindakan yang akan
dilakukan harus direncanakan sebelumnya untuk memastikan atau meminimalkan
gangguan pada rencana-rencana perusahaan. Jika jumlah pegawai/karyawan lebih besar
daripada kebutuhan, itu mengimplikasikan bahwa perusahaan kurang baik
memanfaatkan sumber daya manusianya dan sebaliknya.
II. RUANG LINGKUP
Penetapan Pola ketenagaan di RSI AL-IKHLAS Pemalang di dasarkan regulasi KMK 81
Tahun 2004 tentang Pedoman Penyusunan Perencanaan SDM Kesehatan.
Proses penetapan pola ketenagaan, sebagai berikut :
a. Staf SDM membuat pertemuan untuk membahas pola
ketenagaan, denga mengundang para koordinator dan manager unit.
b. Staf SDM membuat memo untuk mengundang para kepala ruang dan kasie
c. Melakukan pembahasn untuk kebutuhan ketenagaan di Tahun 2018
d. Melakukan keputusan untuk kebutuhan ketenagaan di tahun 2018
e. Revisi pola ketenagaan dilakukan setelah adanya evaluasi pola ketenagaan
dan disetujui serta ditetapkan oleh direktur rumah sakit.

RSI AL-IKHLAS Pemalang mengenal adanya Promosi, Demosi, Mutasi, dan Rotasi
dengan sistem sebagai berikut :
A. Promosi
1. Staf SDM menerima permintaan promosi dari pemohon
2. Staf SDM membuat memo untuk pengenalan jabatan baru
3. Staf SDM membuat surat keputusan (SK) promosi
4. Staf SDM memanggil karyawan yang di promosikan untuk menyerahkan SK
Promosi
5. Staf SDM merekap untuk karyawan yang promosi

B. Demosi
1. Staf SDM menerima permintaan demosi dari pemohon
2. Staf SDM membuat memo untuk pengenalan jabatan baru
3. Staf SDM membuat surat keputusan (SK) demosi
4. Staf SDM memanggil karyawan yang di promosikan untuk menyerahkan SK
demosi
5. Staf SDM merekap untuk karyawan yang demosi

C. Mutasi
1. Staf SDM menerima permintaan mutasi dari karyawan
2. Staf SDM membuat surat permohonan mutasi karyawan ke SDM
3. Staf SDM membuat memo untuk informasi ke karyawan tentang adanya
karyawan RSI AL-IKHLAS Pemalang yang di mutasi
4. Staf SDM memanggil karyawan yang di mutasi untuk menyerahkan SK Mutasi
dan menandatangani surat perjanjian yang diberikan dari SDM
5. Staf SDM menyiapkan file karyawan yang akan di mutasi untuk dikirimkan ke
tempat baru
6. Staf SDM merekap untuk karyawan yang promosi

D. Rotasi

1. Staf SDM menerima permintaan rotasi dari pemohon


2. Staf SDM membuat memo untuk pengenalan posisi baru
3. Staf SDM membuat surat tugas
4. Staf SDM memanggil karyawan yang di rotasi untuk menyerahkan surat tugas
dan menandatanganinnya
5. Staf SDM merekap untuk karyawan yang promosi

Pola ketenagaan di RSI AL-IKHLAS Pemalang meliputi dari :


A. Keperawatan
B. Dokter
C. Radiologi
D. Laboratorium
E. Rekam Medis
F. Farmasi
G. Gizi
H. Administrasi Rawat Jalan dan Admission
I. Administrasi Rawat Inap dan Keuangan & Akunting
J. Humas
K. Kantor
L. IT (Information Technology)
Sumber daya manusia yang ada di RSI AL-IKHLAS Pemalang terdiri Medis, Penunjang
Medis, dan Non Medis dengan kualifikasi sebagai berikut :

Kualifikasi untuk jabatan struktural


Unit Kerja Pendidikan Persyaratan Psikologis Lampiran Pendukung
Manajemen/Direksi

Direktur Seorang dokter dgn pendidikan Pria/Wanita Sertifikat pelatihan


managerial Sehat Jasmani & Rohani Manajemen
Tidak tersangkut masalah hukum Sertifikat Pelatihan
Taraf kecerdasan umum rata-rata baik Leadership
Tingkat ketelitian tinggi STR
Tanggap, inisiatif dan kreatif Integritas,
tanggung jawab dan berkomitmen
tinggi
Usia Minimal 27 tahun
Kasie Pelayanan dan S1 Kedokteran Pria/Wanita STR/SIP
Penunjang Medis Sehat Jasmani & Rohani
Tidak tersangkut masalah hukum
Taraf kecerdasan umum rata-rata baik
Kemampuan negosisasi yang baik
Usia Minimal 25 Tahun

Kasie S1 Semua Jurusan Pria/Wanita


Administrasi dan Sehat Jasmani & Rohani
Keuangan Tidak tersangkut masalah hukum
Taraf kecerdasan umum rata-rata baik
Memiliki jiwa leadership
Mempunyai kemampuan perencanaa &
analisa baik
Kemampuan negosisasi yang baik
Kasie Keperawatan Ners Pria/Wanita
Sehat Jasmani & Rohani
Tidak tersangkut masalah hukum Taraf
kecerdasan umum rata-rata baik
Memiliki jiwa leadership
Usia minimal 24 Tahun
Lampiran
Unit Kerja Pendidikan Persyaratan Psikologis
Pendukung

PELAYANAN MEDIS & PENUNJANG MEDIS


Dokter Umum S1 Profesi Kedokteran Pria / Wanita STR
Usia minimal 25 tahun Sertifikat ACLS
Sertifikat ATLS
Keperawatan D3 Keperawatan Pria / Wanita Surat Ijin Perawat
Ners Usia minimal 21 tahun Surat Ijin Bidan
D3 Kebidanan
Apoteker S1 Profesi Apoteker Pria / Wanita Surat Ijin Praktek
Usia minimal 24 tahun Apoteker (SIPA)
STR
Asisten Apoteker SMF (Asisten Apoteker) Pria / Wanita Surat keterangan
Usia minimal 18 tahun praktek
Surat Ijin Asisten
Apoteker

D3 Farnasi Pria / Wanita STR


Usia minimal 21 tahun

Laboratorium D3 Analis Kesehatan Pria / Wanita Surat Ijin Kerja


Usia minimal 21 tahun STR
Radiologi D3 ATRO Pria / Wanita Surat Ijin Kerja
Usia minimal 21 tahun STR
Rekam Medis D3 Rekam Medis Pria / Wanita Surat Ijin Kerja
Usia minimal 21 tahun STR
Gizi D3 Ahli Gizi Menguasai ilmu gisi STR
SMK (Juru Masak)

Pendidikan & Lampiran


Unit Kerja Pengetahuan & Keterampilan
Pengalaman Pendukung
NON MEDIS
Administrasi dan SMA/Sederajat Menguasai Ilmu Akuntansi dan -
Keuangan management keuangan

Pendaftaran SMA/Sederajat Memiliki komunikasi yang baik -


Copas medis

Humas SMA Memiliki Komunikasih yang baik -


Copas medis
SDM D3/S1 Semua Jurusan Mempunyai komunikasi yang -
S1 Psikolog baik
Copas medis
A KEPERAWATAN
Rumus perhitungan tenaga berdasarkan Departemen Kesehatan dan rumus Gillies
Gillies (1994) menjelaskan rumus kebutuhan tenaga keperawatan di suatu unit
perawatan adalah sebagai berikut :
Jumlah jam keperawatan rata rata jumlah
Yang dibutuhkan klien/hari x klien/hari x hari/tahun
Jumlah hari/tahun - hari libur x jumlah jam kerja
Masing masing tiap perawat
Perawat
jumlah keperawatan yang dibutuhkan /tahun
= jumlah jam keperawatan yang di berikan perawat/tahun
= jumlah perawat di satu unit
Prinsip perhitungan rumus Gillies :
Jumlah Jam keperawatan yang dibutuhkan klien perhari adalah :
1. waktu keperawatan langsung (rata rata 4-5 jam/klien/hari) dengan spesifikasi
pembagian adalah : keperawatan mandiri (self care) = ¼ x 4 = 1 jam , keperawatan
partial (partial care ) = ¾ x 4 = 3 jam , keperawatan total (total care) = 1-1.5 x 4 = 4- 6
jam dan keperawatan intensif (intensive care) = 2 x 4 jam = 8 jam.
2. Waktu keperawatan tidak langsung menurut RS Detroit (Gillies, 1994) = 38
menit/klien/hari menurut Wolfe & Young ( Gillies, 1994) = 60 menit/klien/hari =
1 jam/klien/hari
3. Waktu penyuluhan kesehatan lebih kurang 15 menit/hari/klien = 0,25 jam/hari/klien
4. Rata rata klien per hari adalah jumlah klien yang dirawat di suatu unit berdasarkan
rata rata biaya atau menurut Bed Occupancy Rate (BOR) dengan rumus : Jumlah
hari perawatan RS dalam waktu tertentu x 100 % Jumlah tempat tidur x 365 hari
✓ Jumlah hari pertahun yaitu : 365 hari.
✓ Hari libur masing-masing perawat per tahun, yaitu : 73 hari ( hari minggu/libur
= 52 hari ( untuk hari sabtu tergantung kebijakan rumah sakit setempat, kalau ini
merupakan hari libur maka harus diperhitungkan , begitu juga sebaliknya ), hari
libur nasional = 13 hari, dan cuti tahunan = 8 hari).
✓ Jumlah jam kerja tiap perawat adalah 40 jam per minggu (kalau hari kerja efektif
6 hari maka 40/6 = 6.6 = 7 jam per hari, kalau hari kerja efektif 5 hari
maka 40/5 = 8 jam per hari)
✓ Jumlah tenaga keperawatan yang dibutuhkan disatu unit harus ditambah 20%
(untuk antisipasi kekurangan /cadangan ).
✓ Perbandingan profesional berbanding dengan vocasional = 55% : 45 %

PERENCANAAN TENAGA KEPERAWATAN TAHUN 2018

A. Rumus perhitungan tenaga : ( Tidak termasuk Koordinator)


1. Rawat Inap : Dasar perhitungan menggunakan data :
✓ BOR tahun 2017
✓ Tingkat ketergantungan pasien ( jam perawatan) :
➢ Rawat Inap : 5,5 – 6 jam, Nifas : 4,5 jam
➢ Kamar bersalin : 6 jam
➢ IGD : 1,1 jam
➢ HD : 4 jam
➢ HCU : 12 Jam
➢ Isolasi : 8 Jam
➢ Poliklinik : 15 menit/pasien
✓ Jumlah tempat tidur
✓ Jam kerja efektif perawat per hari
Rawat Inap : SOFA, AROFAH, HCU dan VK
Rumus : Tenaga
Efektif :
BOR X Jml TT X Jam Perawatan X 1,17
Jam kerja efektif per hari
Tenaga Ideal = Tenaga efektif + 25%
2. Kamar Bersalin
Tenaga Efektif :
Jam Perawatan X 52 mgg X 7 X Jml Tim X Jml Partus/hr
Jml minggu efektif X 40

Tenaga Ideal = Tenaga efektif + 25 %


3. Kamar Bedah

Tenaga Efektif :
Jam Perawatan X 52 mgg X 7 X jml anggota Tim X Jml K. Operasi X 1,17
Jml minggu efektif X 40

Tenaga Ideal = Tenaga Efektif + 25 %

4. IGD
Tenaga efektif :
Jam Perawatan X 52 mgg X 7 X Jml Tim X JML Pasien / hr X 1.17
Jml minggu efektif X 40

Tenaga Ideal = Tenaga efektif + 25 %

5. HD

Tenaga Efektif :
Jam Perawatan X 52 mgg X 7 X Jml Tim X JML Pasien / hr X 1.17
Jml minggu efektif X 40

Tenaga Ideal = Tenaga efektif + 25 %

6. Poliklinik
Tenaga Efektif :
Jam Perawatan X 52 mgg X 7 X Jumlah Tim X Jml Psn/hr X 1,17
Jml minggu efektif X 40
ANALISA DATA

Dari data tabel Pola dan Perencanaan Tenaga Keperawatan tahun 2018 diatas terlihat:

1. Kebutuhan tenaga keperawatan belum terpenuhi sesuai dengan tenaga ideal dilapangan.
Dimana jumlah tenaga ideal dilapangan adalah 64 orang, sedangkan jumlah tenaga yang
ada saat ini adalah 51 orang.

2. Di ruangan khusus (HCU, Kamar Bedah, IGD) belum semua memiliki sertifikasi
ketrampilan khusus sesuai bidang kerja.

Untuk itu diambil langkah-langkah sebagai berikut:

a. Koordinasi dengan SDM untuk melakukan recruitment untuk pemenuhan tenaga


sesuai standard untuk pengganti perawat yang rencana keluar.

b. Koordinasi dengan SDM untuk melakukan rotasi untuk bagian dengan jumlah
perawat yang melebihi standar ke bagian yang kurang.

c. Menerapkan sistem perbantuan perawat berdasarkan pemantauan harian.

d. Melakukan sertifikasi untuk ketrampilan khusus sesuai bidang kerja seperti


Kamar Bedah, IGD dan HCU.
DATA MAKRO KETENAGAAN KEPERAWATAN 2017
A PERAWAT

RUANG JUMLAH PERAWAT TOTAL STANDAR KEBUTUHAN TENAGA


NO TENAGA TENAGA

D3 D4 S1 NERS BIDAN KELEBIHAN KEKURANG


1 IGD 7 1 8 10 - 2
2 Poliklinik 2 2 4 - 2
3 HCU 4 1 5 5 - -
4 Kamar Bedah 1 1 6 - 5
5 VK & K.Bayi 9 10 11 - 1
6 SOFA 7 1 8 8 - -
7 Musdalifah 10 4 14 16 - 2
8 Hemodialisa 3 3 4 - 1
Total Tenaga 33 0 1 6 10 51 64 - 13

B DOKTER

Pola ketenagaan unit dokter umum RSI AL-IKHLAS Pemalang.

Kualifikasi Sumber Daya Manusia


Komponen ketenagaan unit dokter umum di RSI AL-IKHLAS Pemalang
terdiri dari :

PETUGAS JUMLAH KUALIFIKASI

SMF Dokter UMUM 1 Dokter

Dokter Jaga IGD & HCU 4 Dokter

Dokter MCU 1 Dokter

5. Distribusi Ketenagaan

PETUGAS JUMLAH RUANGAN

SMF Dokter Umum 1 IGD

Dokter Jaga IGD & HCU 4 Instalasi Gawat Darurat &


High Care Unit

Dokter MCU 1 Meical Check Up


6.Pengaturan Jaga

PETUGAS Shift 1 Shift 2 Shift 3 Libur

SMF 1

Dokter Jaga IGD & HCU 1 1 1 1

Dokter MCU 1

Jadwal dinas dokter umum :


Shift 1 : Pukul 07.00 WIB- 14.00 WIB
Shift 2 : Pukul 14.00 WIB- 21.00 WIB
Shift 3 : Pukul 21.00 WIB- 07.00 WIB
c. RADIOLOGI
Instalasi radiologi RSI AL-IKHLAS Pemalang perlu merencanakan pola
ketenagaan personil yang tepat, sehingga semua pasien tidak terlantar, semua terlayani
dari awal proses pendaftaran sampai pada proses penerimaan hasil pemeriksaan
radiologi. Ada alasan juga yang perlu diperhatikan yaitu mutu pelayanan radiologi tetap
terjaga.
Pola ketenagaan instalasi radiologi dibuat juga memberikan keutungan
efisiensi tenaga. Tenaga radiografer dan dokter spesialis radiologi bekerja dengan
optimal, tidak ada kelebihan beban kerja dan kekurangan beban kerja. Dari uraian diatas
maka terlihat betapa pentingnya pola ketenagaan untuk mengatasi ketenagaan di
instalasi radiologi

Tujuan Pola ketenagaan


1. Untuk menghitung jumlah kebutuhan tenaga secara realistis baik untuk jangka
pendek, jangka menengah maupun jangka panjang.
2. Untuk memberikan pelayanan yang berkualitas secara terus menerus kepada
pasien dengan personil yang tersedia.
3. Untuk mengevaluasi secara periodik pelaksanaan penempatan personil.
4. Tercapainya efisiensi dan efektifitas pendayagunaan tenaga yang tersedia
secara optimal.

Metode perhitungan jumlah kebutuhan tenaga yang digunakan CARA NEED.


Cara need adalah cara menghitung kebutuhan beban kerja yang kita perhitungkan sendiri.
Cara need menggunakan metode WISN (work indicator staf need) yaitu perhitungan
kebutuhan tenaga kerja dengan berdasarkan beban kerja pada instalasi-instalasi yang ada di
rumah sakit.

Keunggulan dari penggunaan metode WISN adalah


1. Berdasarkan beban kerja nyata
2. Mudah dioperasionalkan
3. Mudah digunakan.
4. Komprehensip
5. Realistis.
Cara Perhitungan
Berdasarkan analisa kebutuhan beban kerja, yaitu :
a. Jumlah waktu uraian kerja = dalam satuan menit
b. Jumlah kelelahan pribadi ( 10% x waktu kerja ) = dalam satuan menit
c. Volume beban kerja = jumlah pasien dalam 1 bulan / hari kerja
d. Jam kerja perhari ( 24 jam ) = diubah dalam satuan menit

Perhitungan jumlah tenaga = ( a + b ) x ( c/d )


= Jumlah tenaga

Data diambil dari bulan Januari 2017 – Desember 2017 =1354 pasien

1354
Rata-rata jumlah pasien perhari = 3,7 = 4 pasien
365 hari

Catatan : Jumlah hari dari bulan Januari 2017 – Desember 2017 = 365 hari
Maka rata-rata pasien = 4 pasien / hari

CARA PENGHITUNGAN JUMLAH KEBUTUHAN TENAGA KERJA RADIOGRAFER


BERDASARKAN BEBAN KERJA

NO URAIAN TUGAS WAKTU YANG DIPERLUKAN DALAM ( KET


MENIT )
1 Menyiapkan alat 5 menit
2 Melakukan pemotretan konvensional 10 menit
tanpa kontras
3 Melakukan pemotretan konvensional 60 menit
dengan kontras ( BNO-IVP )
4 Melakukan pemotretan konvensional 60 menit
dengan kontras ( Colon In Loop )
5 Melakukan pemotretan konvensional 10 menit
dengan kontras ( Appendicogram )
6 Melakukan proses identifikasi 10 menit
sampai pencetakan gambar
7 Cross cek foto setelah foto jadi untuk 3 menit
dibacakan oleh dokter
a. Jumlah waktu kerja 278 hari/tahun
b. Jumlah kelelahan pribadi ( 10% x
waktu kerja ) 45 menit
c. Volume beban kerja 4 pasien
d. Jam kerja perhari 450 menit

Volume Beban kerja = rata-rata jumlah pasien perhari dalam 1 bulan


Perhitungan :
= ( a + b ) x ( c/d )
= ( 278+ 45) x ( 4/450)
= 323 x 0,008
= 2,58 = 3 radiografer
Jadi tenaga radiografer yang dibutuhkan berdasarkan beban kerja adalah 3 orang
Radiografer yang ada sekarang sudah ada 1 orang, jadi belum sesuai

JADWAL KERJA RADIOLOGI RSI AL-IKHLAS PEMALANG

1. HARI KERJA

TENAGA RADIOLOGI SHIFT 1 SHIFT 2 SHIFT 3


Dokter Spesialis Radiologi 0 0 0
Radiografer 1 0 0
2. HARI MINGGU dan HARI LIBUR

TENAGA RADIOLOGI SHIFT 1 SHIFT 2 SHIFT 3


Dokter Spesialis Radiologi ON CALL
Radiografer ON CALL

Kesimpulan :
1. Sesuai dengan perhitungan pola ketenagaan berdasarkan beban kerja diatas maka tenaga
Radiografer belum sesuai.
2. Sesuai dengan uraian Jadwal Dinas Radiologi di atas maka di tahun 2017 diperlukan
administrasi 1 orang, akan tetapi sehubungan dengan belum terpenuhinya tenaga
Administrasi maka tugas Radiogrefer merangkap menjadi Adminidtrasi.

III. LABORATORIUM
I. Definisi
Ketentuan yang mengatur penentuan jumlah kebutuhan tenaga analis laboratorium di unit
laboratorium dengan mempertimbangkan jumlah tenaga dan kualifikasi yang diharapkan.

II. Tujuan
1) Menentukan jumlah dan komposisi tenaga diruang laboratorium
berdasarkan kualifikasi.
2) Melakukan perhitungan agar memenuhi kebutuhan.
3) Mengatur agar penyediaan ketenagaan tetap efektif dan efisien.

III. Jumlah,komposisi dan kualifikasi tenaga di Instalasi laboratorium


Berdasarkan data kepegawaian per januari tahun 2017 , maka jumlah petugas di
ruang laboratorium ada 5 orang. Komposisi dan kualifikasi tenaga yang bekerja diruang
laboratorium adalah sebagai berikut :

IV. Perhitungan Ketenagaan


Kualifikasi sumber daya manusia di Instalasi Laboratorium terdiri dari Dokter
spesialis Patologi Klinik, Kepala Instalasi dan Analis Pelaksana. Dari hasil perhitungan
kebutuhan tenaga yang dihitung dapat dilihat kebutuhan tenaga sebagai berikut :

1. Dokter Spesialis
Tenaga dokter spesialis di unit laboratorium tersedia untuk melayani pemeriksaan
Gambaran Darah Tepi (GDT) dan sebagai konsulen untuk pengembangan dan hasil
pemeriksaan labortorium. Praktek dokter disesuaikan dengan jadwal yang sudah
disepakati di RS
atau apabila ada sampel yag harus dibaca oleh dokter spesialis, maka dokter spesialis
akan hadir.
2. Kepala Instalasi laboratorium
untuk perhitungan ketenagaan maka kepala Instalasi laboratorium dihitung sebagai
tenaga analis laboratorium.
3. Analis pelaksana
Dinas harian analis terdiri dari3 shift yaitu : pagi,siang, dan malam.

Tabel berikut menunjukkan jumlah waktu kerja yang tersedia dalam setahun.
Kode Faktor Waktu Kerja Keterangan
A Hari Kerja 365 Hari per tahun
B Cuti Tahunan 12 Hari per tahun
C Pendidikan dan Latihan 5 Hari per tahun
D Hari Libur Nasional 15 Hari per tahun
E Ketidakhadiran Kerja 70 Hari per tahun
F Waktu Kerja 7 Jam per hari
Waktu Kerja 249 Hari per tahun
Jam Kerja 1.992 Jam per tahun
Waktu Kerja 119.520 Menit per tahun
Adapun uraian penghitungannya adalah sebagai berikut :
Waktu kerja tersedia = A - (B+C+D+E) x F
Waktu kerja tersedia = 365 – ( 12 + 5 + 15 + 70 ) x 7
= 365 - 103
= 262 hari/tahun = 1.834 jam/tahu = 110.040 menit/tahun
Keterangan :
➢ Hari kerja ( A ). pelayanan dilaboratorium rumah sakit dilaksanakan selama 24 jam yang dibagi
dalam 3 shift sehingga dalam seminggu terdapat 7 hari kerja.
➢ Cuti tahunan ( B ). Jumlah cuti tahunan adalah 12 hari dalam satu tahun.
➢ Pendidikan dan pelatihan ( C ). Sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Rumah Sakit, Analis
Laboratorium memiliki hak untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan selama 5 hari kerja per
tahun.
➢ Hari libur nasional ( D ). Dalam waktu satu tahun terdapat 15 hari libur nasional.
➢ Ketidakhadiran kerja ( E ). Dengan adanya sistem shift, sesudah bertugas pada sore dan malam hari
seorang Analis Laboratorium mendapatkan ekstra libur selama 1 hari. Rata-rata ketidakhadiran
kerja dalam satu bulan selama 7 hari ( untuk 10 orang analis shift )
➢ Waktu kerja ( F ) Pada umumnya waktu kerja selama sehari adalah 8 jam.
Tabel berikut menunjukkan rerata waktu per kegiatan pokok
NO URAIAN TUGAS RERATA WAKTU YANG STANDAR BEBAN KERJA
DIPERLUKAN DALAM ( MENIT )
1 KIMIA KLINIK 15 7.336
2 HEMATOLOGI 20 5.502
3 IMUNOLOGI 30 3.668
4 URINE,FESES,CAIRAN TUBUH 30 3.668
5 MIKROBIOLOGI 30 3.668
6 PELAYANAN DARAH TRANFUSI 60 1.834
7 PELAYANAN PATOLOGI ANATOMI 20 5.502
8 ADMINISTRASI 20 5.502
9 SAMPLING 20 5.502
TOTAL 245 42.182
Adapun uraian penghitungannya adalah sebagai berikut :

Standar beban kerja = waktu tersedia per tahun : rerata waktu per kegiatan pokok

Tabel berikut menunjukan standar kelonggaran analis laboratorium:


Faktor Kelonggaran Rata-rata Waktu Standar Kelonggaran
Rapat 2 jam per bulan 0.012
Istirahat, sholat, makan 30 menit per hari 0.092
Jumlah 0.104

Tabel berikut menunjukan kebutuhan tenaga laboratorium


BIDANG Menit Jumlah Standar beban Waktu Kebutuhan
Waktu kerja Rerata waktu yang kegiatan kerja (d) kelonggar Tenaga
per tahun diperlukan pokok an (e) (c/d)+e
tahun
2015 (c)
KIMIA KLINIK 110.040 15 31.107 7.336 0.104 4.35
HEMATOLOGI 110.040 20 13.713 5.502 0.104 2.6
IMUNOLOGI 110.040 30 2.970 3.668 0.104 0.92
URINE,FESES,CAI 110.040 30 2.536 3.668 0.104 0.8
RAN TUBUH
MIKROBIOLOGI 110.040 30 354 3.668 0.104 0.2
BANK DARAH 110.040 60 1.015 1.834 0.104 0.67
PATOLOGI 110.040 15 644 5.502 0.104 0.22
ANATOMI
ADMINISTRASI 110.040 20 21.504 5.502 0.104 4.02
SAMPLING 110.040 20 21.504 5.502 0.104 4.02
TOTAL 18
Kebutuhan tenaga = (Jumlah kegiatan pokok : standar beban kerja) + Standar Kelonggaran
POLA KETENAGAAN LABORATORIUM RSMKT SAAT INI
Berdasarkan pelayanan yang mencakup beberapa peralatan yang dimiliki maka pola ketenagaan
laboratorium RSI AL-IKHLAS Pemalang saat ini dibuat berdasarkan jenis pelayanan tersebut, seperti
tabel berikut :
1. Hari Kerja
Tenaga laboratorium Shift 1 Shift 2 Shift 3

Dokter PJ On Call On Call On Call

Koordinator 1 - -

PJ Shift + Rujukan 1 1 1

Admin pasien + logistik 1


1
Sampling 1 1

Kimia 1 1

Hema + Bank Darah 1 1


1
Imuno Serologi 1 1

Urine+ Faeces 1 1

Mikro + An Cairan Tubuh 1 1

Total 8 7 3

2. Hari Minggu
Tenaga laboratorium Shift 1 Shift 2 Shift 3

Dokter PJ On Call On Call On Call

Koordinator - - -

PJ Shift + Rujukan 1 1 1

Admin pasien + logistik


1 1
Sampling 1

Kimia 1 1

Hema + Bank Darah 1 1

Imuno Serologi 1 1
1
Urine+ Faeces 1 1

Mikro + An Cairan Tubuh 1 1

Total 7 7 3

3. Hari Libur
Tenaga laboratorium Shift 1 Shift 2 Shift 3

Dokter PJ On Call On Call On Call

Koordinator - - -

PJ Shift + Rujukan 1 1 1

Admin pasien + logistik


1 1
Sampling 1

Kimia 1 1

Hema + Bank Darah 1 1

Imuno Serologi 1 1
1
Urine+ Faeces 1 1
Mikro + An Cairan
1 1
Tubuh
Total 7 7 3

KESIMPULAN
− Jadi tenaga laboratorium yang dibutuhkan adalah 18 ( diluar perhitungan koordinator )

− Jumlah total tenaga yang dibutuhkan ditahun 2016 : 18 orang dan 1 koordinator ( sesuai jadwal
kerja dan job disk di laboratorium )
− Jumlah tenaga laboratorium yang ada sekarang adalah 14 orang analis lab, dan 1 orang koordinator
− Berdasarkan perhitungan beban kerja diatas maka jumlah tenaga laboratorium masih kurang = 3
orang
IV. REKAM MEDIS
Unit Rekam Medis adalah salah satu unit pokok yang mempunyai peranan penting
dalam proses penyelenggaraan pelayanan di rumah sakit. Agar proses
penyelenggaraan pelayanan di rumah sakit dapat berjalan dengan baik, maka harus di
tunjang oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah faktor sumber daya manusia
( SDM ) yang memadai baik secara kualitas maupun kuantitas.
Untuk itu maka perlu adanya perencanaan terhadap kebutuhan tenaga kerja di unit
rekam medis dari waktu ke waktu yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi rumah
sakit dan sesuai juga dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,
khususnya di bidang rekam medis.

I. TUJUAN
1. Untuk menjamin cukup tersedianya jumlah pegawai ( sumber daya manusia )
pada unit rekam medis pada saat tertentu dengan kegiatan secara keseluruhan,
dalam upaya mendukung peningkatan pelayanan kesehatan di RSI AL-IKHLAS
Pemalang.

2. Untuk membuat rencana ke depan apakah perlu adanya penambahan tenaga kerja
atau tidak, dengan cara melihat jumlah beban kerja dan jumlah tenaga kerja yang
ada.

II. RUANG LINGKUP


Unit Rekam Medis RSI AL-IKHLAS Pemalang

III. PENGHITUNGAN BEBAN KERJA


Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut :

WAKTU YANG
NO BAGIAN URAIAN KERJA DIBUTUHKAN
( Dalam Menit )
1 Pelaporan ● Pengolahan data internal 10
● Pengolahan data eksternal 10
2 Asuransi ● Terima Permohonan klaim 5
● Input di komputer 2
● Pengajuan ke dokter 5
3 Assembling ● Terima dokumen rekam medis
dan Koding pulang rawat 2
● Assembling dokumen 20
● Terima dokumen rekam medis rawat
/jalan 2
● Koding 5
● Input registrasi pasien rawat inap
● Input berkas RM RI yang tidak 5
lengkap
5
4 Filing ● Pengambilan dokumen rekam medis 3
di rak
● Pengurutan nomor rekam medis 2
● Penyimpanan kembali dokumen
rekam medis ke rak 5
● Cek tracer 2

5 Entri Data ● Entri data rawat inap 2


● Entri data rawat jalan 2
6 Running Boy ● Stempel tanggal dan klip di trecer 2
● Pengambilan dan penulisan No RM
pada Tracer 2
● Pendistribusian DRM 5
● Pengambilan kembali DRM 5
● Input DRM kembali 2

7 Scanner • Scan dokumen rekam medis rawat 5


Jalan
• Scan dokumen rawat inap 10
● Mencatat daftar dokumen yang di 5
scan pada buku ekspedisi scan

Total 155

Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut :

a = Jumlah waktu uraian kerja


b = Jumlah kelelahan pribadi ( 10% x waktu uraian kerja )
c = Volume beban kerja
d = Jam kerja / hr 24 jam

Perhitungan = ( a + b ) x ( c/d )
Kualifikasi staf rekam medis

No Jenis Tenaga Waktu Kerja Kualifikasi Pengalaman


1 Koordinator Non Shift D3 Rekam Medis 2 tahun
2 Tenaga Pelaksana
a. Pelaporan Non Shift D3 Rekam Medis 1 tahun
b.Assembling dan Koding 2 Shift D3 Rekam Medis 1 tahun
c. Entri data 2 Shift D3 Rekam Medis I tahun
d. Klaim Asuransi 2 Shift D3 Rekam Medis 1 tahun
e. Filling 3 Shift D3 Rekam Medis 1 tahun
3 Running Boy 2 Shift SMA 1 tahun
4 Scaner 2 Shift SMA 1 tahun
NO JENIS TENAGA SHIFT JUMLAH
    I II III  
01 Koordinator 1 1
02 111 1111 11111
Petugas pelaksana : 111 1111 1
a. P 111 1111
e 111 1111
l 111 1111
a 1 12
p
o
r
a
n
b. A
s
s
e
m
b
l
i
n
g
d
a
n
K
o
d
i
n
g
c. E
n
t
r
i
d
a
t
a
d. K
l
a
i
m
A
s
u
r
a
n
s
i
e. F
i
l
l
i
n
g

Total 7

03 Running Boy / Distributor dokumen 1 1 2


Scaner 1 1 2
04

Total 12

Keterangan :
Non Sift : Jam 07 – 15.00
Shift I : Jam kerja mulai dari pukul 07.00 – 14.00 WIB
Shift II : Jam kerja mulai dari pukul 14.00 – 21.00 WIB
Shift III : Jam kerja mulai dari pukul 21.00 – 07.00 WIB

V. FARMASI

Pelayanan kefarmasian harus dilakukan oleh Apoteker dan Tenaga Teknis Kefarmasian.
Tenaga Teknis Kefarmasian yang melakukan pelayanan kefarmasian harus dibawah supervisi
Apoteker. Apoteker dan Tenaga Teknis Kefarmasian harus memenuhi persyaratan
administrasi seperti yang telah ditetapkan dam peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Ketentuan terkait jabatan fungsional di Instalasi Farmasi Rumah Sakit diatur menurut
kebutuhan dan organisasi dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Instalasi Farmasi Rumah Sakit harus dikepalai oleh seorang Apoteker yang merupakan
Apoteker penanggung jawab seluruh Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit. Kepala
Instalasi Farmasi Rumah Sakit diutamakan telah memiliki pengalaman bekerja di Instalasi
Farmasi Rumah Sakit minimal 3 tahun.
Pola Ketenagaan dan Perhitungan Beban Kerja
Dalam perhitungan beban kerja perlu diperhatikan faktor-faktor yang berpengaruh pada
kegiatan yang dilakukan, yaitu :

➢ Kapasitas tempat tidur dan Bed Occupancy Rate (BOR)

➢ Jumlah dan jenis kegiatan farmasi yang dilakukan (manajemen, klinik dan
produksi)
➢ Jumlah resep per hari
➢ Volume sediaan farmasi, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai

Dalam perhitungan beban kerja perlu diperhatikan faktor- faktor yang berpengaruh pada
kegiatan yang dilakukan, yaitu :

✓ Kapasitas tempat tidur

Menurut Permenkes No.58 Tahun 2014 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di


Rumah Sakit, untuk 30 tempat tidur = 1 orang apoteker untuk pelayanan.

Di RS. Mitra Keluarga Tegal jumlah tempat tidur = 109 bed

Membutuhkan Apoteker untuk pelayanan = 4 orang


Aktual :

Apoteker Penanggung Jawab ( Kepala Instalasi Farmasi) = 1 orang

Apoteker Pendamping (untuk pelayanan) = 1 orang

Farmasi RSI AL-IKHLAS Pemalang merupakan unit penunjang yang memberikan pelayanan
terus menerus selama 24 jam, terdiri dari 3 shift. Oleh karena itu agar pelayanan berjalan dengan
lancar maka di buatlah daftar ketenagaan untuk setiap shiftnya.
Kriteria perhitungan tenaga kerja di unir farmasi RSI AL-IKHLAS Pemalang
berdasarkan analisa kebutuhan beban kerja, yaitu :
a. Jumlah waktu uraian kerja = dalam satuan menit
b. Jumlah kelelahan pribadi ( 10% x waktu kerja ) = dalam satuan menit
c. Volume beban kerja = jumlah pasien dalam 1 bulan / hari kerja
d. Jam kerja perhari ( 24 jam ) = diubah dalam satuan menit
Perhitungan jumlah tenaga = ( a + b ) x ( c/d ) = Jumlah tenaga
1. Rawat Jalan
a) Penerimaan R/ dan penyiapan obat paten/obat racikan
tan ar Waktu (‘’) lembar R/ petugas per
per shift shift
1. Mengambil print out R/ online
2. Menyiapkan resep obat paten
3. Menyusun obat dan resep dalam
keranjang obat berdasarkan No urut resep
g

b) Pembayaran
tan ar Waktu lembar R/ petugas
(‘’) per shift ift
1. Menerima kartu berobat pasien +
ambil print out R/
2. Konfirmasi ke dokter/pasien
3. Input harga, signa, informasi ke
pasien, cetak struk+kwitansi+label obat
4. Pasien bayar (tunai) atau otorisasi CC
g

c) Pengecekan struk harga dan pengemasan obat paten


tan ar Waktu lembar R/ petugas
(‘’) per shift per shift
1. Ambil print out label (etiket), cocokan 10
dengan print out R/ + struk harga
2. Cek struk harga 10
3. Periksa jenis dan jmlh obat, masukan 30 50 1
ke dalam plastik obat, tempel etiket,
taruh dlm keranjang obat
4. Periksa obat yang sudah disiapkan, 10
input ke monitor TV
Total 60

d) Pengecekan resep dan penyiapan obat racikan


tan ar Waktu lembar R/ petugas
(‘’) per shiift per shift
1. Menyusun R/ sesuai No urut 5
2. Menghitung dosis 30 g (kasir)
3. Konfirmasi ke dokter 120
4. Mengambil/menimbang/menyiapkan obat, 90
taruh di piring racikan
5. Menyusun piring racikan sesuai No urut 5 10 g (AA)
untuk diracik 5
6. Menyiapkan alat racik 30
7. Buka kemasan, proses pencampuran 600
8. Pengemasan 15
9. Mengecek jmlh obat, tempel label etiket 20
10. Menyiapkan obat paten (jika ada), tempel
etiket
670 g
e) Penyerahan obat ke Pasien
tan ar Waktu lembar R/ petugas
(‘’) per shift per shift
1. Minta struk pengambilan obat, cocokkan 5
dengan No R/
2. Serahkan obat dengan memberitahukan 90 g
aturan dan cara pakai obat 30 (Apoteker
3. Catat alamat dan/No telp pasien /AA)
4. Hapus No R/ dari monitor TV dan susun 10
R/ sesuai No urut (arsip) 5
al 110 g

Total pengerjaan resep :


1. Obat Paten : 485” (8.08 menit) = 8 menit
2. Obat Racikan : 1095” (18.25 menit) = 18 menit
Keterangan :
Jam kerja Rawat Jalan terbagi atas 2 shift (sesuai jam buka Poliklinik), dimana :
● Jam kerja efektif adalah : 6,5 jam per shift
● Jam ramai (peak hour) adalah : 4 jam yaitu pukul 09.00 – 13.00 (pagi)
pukul 17.00 – 21.00 (malam)
2. Rawat Inap
a) Penerimaan resep
tan ar Waktu lembar R/ petugas
(‘’) per shift per shift
1. Mengambil print out resep onlineyang
diinput perawat ruangan
2. Memeriksa kelengkapan resep g (AA)
3. Konfirmasi resep 50
4. Input harga, cetak struk

b) Penyiapan resep
tan ar Waktu lembar R/ petugas
(‘’) per shift per shift
1. Menyususn R/ berdasarkan prioritas
(pasien pulang/tidak)
2. Periksa struk harga dengan print out
resep
3. Mengambil obat/alkes dari rak/lemari g (AA)
4. Menulis etiket
5. Periksam kembali obat/alkes yang sudah
disiapkan
6. Mengemas obat/alkes ke kantong plastik
7. Menyimpan ke dalam keranjang obat
pasien rawat inap sesuai ruangan
g

c) Serah terima dengan perawat ruangan


tan ar Waktu lembar R/ petugas
(‘’) per shift ift
1. Mengambil obat/alkes dari keranjang
Rawat Inap sesuai ruangan
2. Periksa lembar resep asli dengan print g (AA)
out resep dan struk harga
3. Cocokkan struk dengan obat/alkes
4. Tanda tangan di buku ekspedisi

* AA yang menyerahkan obat/alkes kepada perawat adalah petugas yang sama dengan yang
menyiapkan.
Total pengerjaan resep Rawat Inap : 375” = 6.25 menit

Keterangan :
Pelayanan Rawat Inap terbagi atas 3 shift :
Pagi 07.00-14.00 WIB efektif kerja 6,5 jam
Siang 14.00-21.00 WIB efektif kerja 6,5 jam
Malam 21.00-07.00 WIB efektif kerja 9 jam
A. Pengaturan Jaga
as Kerja Minggu/Libur

a Instalasi
ker Pendamping
ker Logistik
ift (AA)
(AA)
apan obat (AA)
cekan dan penyerahan obat
(AA)
n Logistik Farmasi (AA) g ( jadwal menyesuaikan)
as Farmasi Kamar
g (jadwal menyesuaikan)
h (AA)

VI. GIZI
Pelayanan Gizi yang bermutu di Rumah Sakit dapat membantu mempercepat proses
penyembuhan pasien, yang berarti memperpendek lama hari rawat pasien sehingga
dapat menghemat biaya pengobatan.
Kualitas pelayanan gizi yang diberikan dapat diukur melalui kecukupan gizi dan
kepuasan pasien, sedangkan kualitas kerja dipengaruhi oleh jumlah tenaga di jajaran
Unit Gizi. Tercapainya pelayanan gizi yang mencakup pelayanan gizi ruang rawat
inap, penyelenggaraan makanan / diet, penyuluhan dan konsultasi gizi serta penelitian
pengembangan gizi melalui pemenuhan kebutuhan SDM di Unit Gizi sehingga dapat
melaksanakan tugas dengan baik yang terkait dengan pelayanan gizi di Rumah Sakit
Dalam kegiatan pelayanan gizi ketenagaan merupakan suatu hal yang mempunyai peranan
sangat penting, tenaga gizi merupakan salah satu sumber daya yang harus dikelola
dengan baik agar pelayanan gizi rumah sakit dalam berjalan dengan baik.
Dalam pengelolaan tenaga gizi perlu memperhatikan beberapa hal antara lain:
1. POLA KETENAGAAN
Dalam penetuan pola ketengaan untuk tenaga gizi maka perlu diperhatikan beberapa hal
antara lain :
A. Analisa Kebutuhan Tenaga :
1) AHLI GIZI
NO U R A I AN K E R J A JAM WAKTU
(WIB) ( Menit)
1. Mengawasi distribusi sarapan 06.00 – 07.00 60
2. Input perubahan diit, pasien baru, rekap 07.00 – 07.30 30
makan siang
3. Print rekap diit pasien, formulir pemesanan 07.30 – 07.50 20
makan pasien, etiket makan siang dan esok
hari
4. Operan dengan juru masak 07.50 – 08.00 10
5. Membuat pilihan menu untuk sarapan esok 08.00 – 08.15 15
hari
7. Menghitung asupan makan pasien diet 08.15 – 08.30 15
8. Mengawasi distribusi snack 08.30 – 08.45 15
9. Melakukan asuhan gizi pasien baru 08.45 - 10.15 90
10. Mengubah etiket makan berdasarkan 10.15 - 10.30 30
perubahan diet
11. Operan dengan juru masak 10.30 - 10.40 10
12 Distribusi makanan di dapur induk 10.40 - 11.00 20
13. Menulis perubahan diit dll 11.00 - 11.15 15
14 Mengawasi distribusi makan siang 11.15 - 12.30 75
15 Mengawasi kebersihan pantry dan keliling 12.30 - 12.45 15
16 Membuat laporan dan operan dengan shift 12.45 - 13.00 15
siang
Total waktu yang dibutuhkan 420
2) JURU MASAK

NO. U R A I AN K E R J A JAM WAKTU


(WIB) ( Menit)
1. Check stock barang/ bahan makanan 07.00 – 07.20 20
2. Menyiapkan peralatan 07.20 - 07.35 15
3. Operan orderan dengan ahli gizi 07.35 – 07.45 10
4. Produksi makanan (± 170 porsi) 07.45 – 10.30 165
5. Operan dengan ahli gizi 10.30 – 10.35 5
6. Mencuci alat yang dipakai 10.35– 11.00 25
7. Membantu persiapan pengolahan makan 11.00– 12.00 60
malam
8. Istirahat 12.00 – 12.30 30
9. Membuat laporan pemakaian lauk hewani 12.30 – 12.40 10
10. Melanjutkan membantu persiapan untuk 12.40 – 14.00 80
pengolahan makan malam
Total waktu yang dibutuhkan 420

3) PETUGAS GIZI

NO U R A I AN K E R J A JAM WAKTU
(WIB) ( Menit)
1. Distribusi sarapan pagi 06.00 – 07.00 60
Distribusi air minum, gelas bersih dan tea set 07.00 – 07.45 45
2. Bersih-bersih pantry 07.45 – 08.00 15
3. Mengambil peralatan bekas sarapan 08.00 – 08.20 20
4. Mencuci peralatan bekas sarapan 08.20 – 09.00 40
5. Menyiapkan snack dan distribusi snack 09.00 – 10.00 60
5. Menata peralatan untuk makan siang 10.00 – 10.30 30
6. Distribusi makanan di dapur induk 10.30 – 11.00 30
7. Menata buah, isi sayur dan menghangatkan 11.00 – 11.30 30
makanan
8. Distribusi makan siang 11.30 – 12.30 60
9. Operan dengan shift siang 12.30 – 12.40 10
10. Clear up alat makan siang 12.40 – 13.00 20
Total waktu yang dibutuhkan 420
B. PerhitungPerhitungan Ketenagaan
Berdasarkan kondisi dan jumlah distribusi ruang rawt inap pasien di RSI
AL-IKHLAS Pemalang maka perhitungan kebutuhan tenaga bagian gizi menggunakan
formulasi Indicator Staffing Need (ISN) dengan rumus sbb :
Kebutuhan Tenaga = Beban Kerja dalam 1 tahun
Waktu Kerja yang tersedia/tahun
Kebutuhan tenaga gizi RS Mitra Keluarga Tegal, adalah sbb :
1. AHLI GIZI
Perhitungan ketenagaan berdasarkan ISN :
Waktu kerja efektif = 365 hari – 78 hari (non efektif) = 287 hari
Hari non efektif (78 hari ) tdd : 12 hari cuti, 14 hari libur nasional, 52
hari minggu/tahun.
Kebutuhan tenaga Ahli Gizi = Beban Kerja dalam 1 tahun
Waktu kerja yang tersedia/tahun
= 365 x14 (2 shift) x 2 (lantai perawatan)
287 (hari kerja efektif) x 7 jam (1 shift)
= 10220
2009
= 5.08
Jadi tenaga ahli gizi yang dibutuhkan adalah 6 orang
Kesimpulan : Jumlah tenaga yang tersedia sekarang belum sesuai
dengan kebutuhan yaitu 5 orang.
2. JURU MASAK
Perhitungan ketenagaan berdasarkan ISN :
Waktu kerja efektif = 365 hari – 78 hari (non efektif) = 287 hari
Hari non efektif (78 hari ) tdd : 12 hari cuti, 14 hari libur nasional, 52
hari minggu/tahun.
Kebutuhan tenaga Juru Masak = Beban Kerja dalam 1 tahun
Waktu kerja yang tersedia/tahun
= 365 hari x 9 jam (2 shift)
287 (hari kerja efektif) x 7 (1 shift)
= 3285
2009
= 1,64
Jadi tenaga Juru masak yang dibutuhkan adalah 2 orang
Kesimpulan : Jumlah tenaga yang tersedia sekarang sesuai dengan
kebutuhan yaitu 2 orang.
3. PETUGAS GIZI DAPUR INDUK
Perhitungan ketenagaan berdasarkan ISN :
Waktu kerja efektif = 365 hari – 66 hari (non efektif) = 299 hari
Hari non efektif (66 hari ) tdd : 14 hari libur nasional, 52 hari
minggu/tahun.
Kebutuhan tenaga PG dapur induk = Beban Kerja dalam 1 tahun
Waktu kerja yang tersedia/tahun
= 365 hari x 7 jam (1 shift)
299 (hari kerja efektif)x7 (1 shift)
= 2555
2093
= 1,22
Jadi tenaga Petugas gizi dapur induk yang dibutuhkan adalah 2 orang
Kesimpulan : Jumlah tenaga yang tersedia sekarang sesuai dengan
kebutuhan yaitu 2 orang.
4. PETUGAS GIZI PANTRY
Perhitungan ketenagaan berdasarkan ISN :
Waktu kerja efektif = 365 hari – 66 hari (non efektif) = 299 hari
Hari non efektif (66 hari ) tdd : 14 hari libur nasional, 52 hari
minggu/tahun.
Kebutuhan tenaga PG Pantry = Beban Kerja dalam 1 tahun
Waktu kerja yang tersedia/tahun
= 365 x 14 jam (2 shift) x 6 (Ruang NS)
299 hari (hari kerja efektif) x 7 (1 shift)
= 30660
2093
= 14.64
Jadi tenaga petugas gizi pantry yang dibutuhkan adalah 15 orang
Kesimpulan : Jumlah tenaga yang tersedia sekarang belum sesuai
dengan kebutuhan yaitu 11 orang.
PERHITUNGAN KEBUTUHAN TENAGA PENDAFTARAN RAWAT INAP
:
Berdasarkan analisa kebutuhan beban kerja yaitu:
a. Jumlah waktu uraian kerja : dalam satuan menit
b. Jumlah kelelahan pribadi ( 10% x waktu kerja ) : dalam satuan menit
c. Volume beban kerja : jumlah pasien dalam 1 bulan/hari kerja
d. Jam kerja perhari (24jam) : diubah dalam satuan menit
Jadi,
Perhitungan jumlah tenaga : ( a + b ) x ( c/d )
: jumlah tenaga
Rata-rata pasien rawat jalan counter spesialis perhari : 101 pasien/hari
Rata-rata pasien rawat inap counter rawat inap pehari : 10 pasien/hari
Diambil dari bulan Agustus- September 2017
1. Perhitungan Pasien Rawat Jalan Counter Spesialis
Jumlah pasien rawat jalan bulan agustus 2017 : pasien

Jumlah pasien rawat jalan bulan september 2017 : pasien


________________________________________________ +
Total :

Rata- rata jumlah pasien perhari :

Rata-rata jumlah pasien rawat jalan spesialis : pasien / hari

2. Perhitungan Pasien Rawat Inap


Jumlah pasien rawat inap bulan agustus : pasien
Jumlah pasien rawat inap bulan september : pasien
____________________________________________ +
Total :

Rata- rata pasien rawat inap perhari :

Rata- rata jumlah pasien rawat inap :


CARA PENGHITUNGAN JUMLAH KEBUTUHAN TENAGA KERJA COUNTER
BERDASARKAN BEBAN KERJA

NO BAGIAN URAIAN KERJA WAKTU YANG DI


BUTUHKAN (
DALAM MENIT )
1 Counter Informasi Menerima telepon dari luar rumah sakit 10
Menerima telepon dari dalam rumah sakit 5
Pagging panggilan 5
2 Counter Spesialis Pendaftaran pasien rawat jalan pasien 5
umum
Pendaftaran pasien rawat jalan pasien 10
asuransi
Konfirmasi asuransi untuk pasien asuransi 20
Laporan ganti shift 20
Telepon dokter spesialis apabila ada pasien 5
3 Counter rawa inap Pendaftaran pasien rawat jalan Ugd pasien 5
umum
Pendaftaran pasien rawat jalan Ugd pasien 15
asuransi
Konfirmasi asuransi untuk pasien asuransi 20
Proses administrasi pasien rawat inap 20
pasien umum
Proses administrasi pasien rawat inap 30
pasien asuransi
Laporan ganti shift 20
Jumlah waktu kerja 190
Jumlah kelelahan pribadi ( 10% x waktu 19
kerja )
Volume beban kerja 101
Jam kerja perhari 1440

Perhitungannya untuk counter


= ( a + b ) x ( c/d )
= ( 190 + 19 ) x ( 101/1440 )
= 209 x 0.007
= 15
Jadi tenaga counter yang di butuhkan adalah 15
Untuk petugas counter yang ada sekarang adalah orang, tetapi mengingat RSI AL-IKHLAS
Pemalang akan bekerja sama dengan BPJS maka dari pihak counter perlu untuk adanya
penambahan karyawan di setiap shiftnya.
Perhitungan tenaga yang di butuhkan counter adalah orang

JADWAL KERJA COUNTER RSI AL-IKHLAS Pemalang

1. HARI KERJA
TENAGA COUNTER SHIFT 1 SHIFT 2 SHIFT 3

Koordinator 1

Pelaksana 7 7 2

2. HARI MINGGU
TENAGA COUNTER SHIFT 1 SHIFT 2 SHIFT 3

Pelaksana 5 5 2

3. HARI LIBUR
TENAGA COUNTER SHIFT 1 SHIFT 2 SHIFT 3

Pelaksana 5 5 2

Kesimpulan :
Sesuai dengan perhitungan pola ketenagaan berdasarkan beban kerja diatas maka tenaga
Counter sudah sesuai

Sasaran.
Memajukan pelayanan kepada pasien dengan baik, yang didukung oleh tenaga administrasi
yang handal dan profesional.

Jadwal Pelaksanaan kegiatan


Perekrutan tenaga administrasi disesuaikan dengan kebutuhan, apabila ada tenaga
administrasi yang mengundurkan diri maupun yang cuti melahirkan.

Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan


Dengan jumlah tenaga administrasi yang ada sekarang pada bagian Administrasi rawat jalan,
MCU dan Administrasi rawat inap maka sistem pelayanan yang diberikan dapat berjalan
dengan baik dan teratur.
J. KASIR

Keuangan Administrasi RI

I. Cara Perhitungan
Berdasarkan analisa beban kerja, yaitu :
a. Jumlah waktu uraian kerja = dalam satuan menit
b. Jumlah kelelahan pribadi ( 10% x waktu kerja ) = dalam satuan menit
c. Volume beban kerja = jumlah pasien dalam 1 bulan /
hari kerja
d. Jam kerja perhari ( 24 jam ) = diubah dalam satuan menit
Perhitungan jumlah tenaga = ( a + b ) x ( c/d )
= Jumlah tenaga
− Rata - rata pasien rawat inap per hari berdasarkan data bulan Agustus 2017 adalah :
Pasien masuk : pasien / hari : orang / hari
Pasien pulang : pasien / hari (data tgl 1,10,13,17,20,25,30)
Jadi total pasien dalam 1 hari = + = pasien

CARA PENGHITUNGAN JUMLAH KEBUTUHAN TENAGA KERJA KASIR


KEUANGAN

NO URAIAN TUGAS WAKTU YANG KET


DIPERLUKAN DALAM (
MENIT )
1 Menerima pasien rawat inap ( mendata 30
pasien,konfirmasi asuransi )
2 Menginput data dikomputer / transaksi 10
pasien dikomputer
3 Pembayaran pasien / penitipan dana 10
pasien
4 Laporan ganti shif 20
5 Menyiapkan berkas pendukung 20
6 Menginput struk+kwitansi 10
7 Menunggu obat pulang & reture obat 20
8 Mengkonfirmasi pasien pulang ke 60
asuransi
9 Mencetak rekening pasien 10
10 Persiapan pasien pulang 10
a. Jumlah waktu kerja 200
b. Jumlah kelelahan pribadi ( 10% x 20
waktu kerja )

c. Volume beban kerja 25 pasien / hari

d. Jam kerja per hari 720 menit

Volume beban kerja = rata-rata jumlah pasien perhari dalam 1 bulan


Perhitungan :
= ( a + b ) x ( c/d )
=( + )x( / )
= x
=
− Jadi petugas keuangan yang dibutuhkan adalah orang ( sesuai perhitungan )
− Petugas keuangan yang ada sekarang adalah Penanggung Jawab, Staff
− Berdasarkan perhitungan beban kerja diatas maka jumlah tenaga keuangan masih kurang =
orang

JADWAL KERJA KASIR KEUANGAN RSI AL-IKHLAS PEMALANG

1. HARI KERJA

TENAGA KASIR KEUANGAN SHFT 1 SHIFT Middle SHIFT 2


Penanggung Jawab 1 0 0
Staff 2 2

Shift 1 : 08.00 - 15.00


Shift Middle : 10.00 - 17.00
Shift 2 : 15.00 – 20.00

2. HARI MINGGU

TENAGA KASIR KEUANGAN SHFT 1 SHIFT Middle SHIFT 2


Penanggung Jawab / Staff 1

Jam kerja hari libur : 08.00 – 15.00


Petugas yang dinas : 2 orang
Keuangan & Akunting
Jadwal kerja :
➢ Hari Senin – Jumat : Pukul 08.00 sampai dengan 16.00 WIB.
➢ Hari Sabtu : Pukul 08.00 sampai dengan 13.00 WIB.

Terdiri dari :
● 1 orang Asmen
● 1 koordinator
● 2 orang petugas Akunting
● 4 orang petugas Keuangan, meliputi bagian Honor Dokter, Piutang, Kartu
Kredit, Pemeriksa Keuangan RJ, dan Supplier & Pemegang kas kecil.

B. KUALIFIKASI PERSONIL
Secara garis besar, kualifikasi formal personil dalam departemen Keuangan dan
Akunting di RSI AL-IKHLAS Pemalang adalah sebagai berikut :

No. Nama Jabatan Kualifikasi Formal


1. Kasie Administrasi dan Keuangan SI Akuntansi / Semua Jurusan
2. Asmen / Koordinator Keuangan dan Akunting SI Akuntansi
3. Koordinator Keuangan Administrasi RI SI / D3
4. Petugas Akunting SI Akuntansi
5. Petugas Bagian Piutang SI Akuntansi
6. Petugas Bagian Kartu Kredit SI Akuntansi / Management
7. Petugas Bagian Honor Dokter SI Akuntansi / Management
8 Petugas Kas Kecil dan Pembayaran Supplier SI Akuntansi / Management
9. Petugas Pemeriksa Keuangan Rawat Jalan SI Akuntansi / Management
10. Petugas Administrasi Rawat Inap DIII/ SMA
K. HUMAS
1. KUALIFIKASI SUMBER DAYA MANUSIA
A. PENANGGUNG JAWAB PRODUK EKSTERNAL DAN INTERNAL
1. Minimal pendidikan D3 atau sederajat
2. Memiliki kemampuan kepemimpinan
3. Berwibawa
4. Sehat dan mampu berkomunikasi
B. PENANGGUNG JAWAB PERUSAHAAN DAN ASURANSI
1. Pendidikan minimal D3 atau sederajat
2. Memiliki kemampuan kepemimpinan
3. Berwibawa
4. Sehat dan mampu berkomunikasi
2.DISTRIBUSI KETENAGAAN

No Nama Jabatan Jumlah


Tenaga
1 Kepala Humas & Marketing 1
2 Penanggung Jawab Produk Internal dan Eksternal 1
3 Penanggung Jawab Asuransi 1
4 Penanggung Jawab Perusahaan 1

C. PENGATURAN JAGA

Jadwal kerja di Unit marketing mengikuti jadwal kerja non shift RSI AL-IKHLAS
Pemalang, yaitu :
Senin - Sabtu : Pukul 07.30 - 15.00 WIB
L. KANTOR
Ketenagan di bagian Office, sebagai berikut :

NO. NAMA JABATAN JUMLAH JAM KERJA


1 Direktur 1 Office
2 Kasie Pelayanan dan Penunjang 1 Office
Medis
3 Kasie Administrasi dan Keuangan 1 Office
4 Kasie Keperawatan 1 Office
5 Kepala bagian IPSRS 1 Office
6 Komite Keperawatan 1 Office
7 Staff SDM 1 Office
8 Staff Administrasi dan Keuangan 1 Office
9 Staff PPIRS 1 Office
10 Staff kasie Keperawatan 1 Office
11 Staff Logistik 1 Office
TOTAL 11 Orang
M. IT (INFORMATION TECHNOLOGI)

Data Ketenagaan di IT, yaitu :

NO. Nama Jabatan Kualifikasi Jumlah


1 Kepala bagian IT S1 Komputer 1
TOTAL 1 Orang

Jadwal dinas IT :
Jam Office : Pukul 07.30 WIB-15.00 WIB
IV.KESIMPULAN

Berdasarkan dari rumus penentuan pola ketenagaan, maka untuk jumlah karyawan untuk
tahun 2017 direncanakan berjumlah orang

V. PENUTUP

Pola ketenagaan sangat bermanfaat dalam memperkirakan kebutuhan tenaga, seperti


pengertiannya pola ketenagaan adalah kegiatan khusus untuk menentukan kebutuhan
sumber daya manusia dalam mencapai tujuan perusahaan baik dalam jangka waktu
pendek maupun dalam jangka waktu panjang.

Dengan adanya pola ketenagaan tiap-tiap unit/bagian, maka dapat diketahui bahwa untuk
ketenagaan di RSI AL-IKHLAS Pemalang sudah berjalan dengan baik, sehingga tidak
ada kendala untuk mencapai tujuan RSI AL-IKHLAS Pemalang yang disebabkan oleh
kurangnya tenaga kerja atau kelebihan tenaga.

Pemalang, 04 Januari 2017


Dibuat oleh, Mengetahui,

Titik Rahmad M dr. Alviane Tiara Putri,MMR


Kepala Seksi Administrasi dan Keuangan Direktur