Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH

ALAT UNGKAP MASALAH UMUM ( AUM - U )

(Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Assesmen Teknik Non Tes)

Dosen pengampu : Noffiyanti S.Sos,MA

Disusun oleh : kelompok 8

BKI G / 6

Sarah Safira Budiman (1841040439)

Vicky Malinda (1841040476)

FAKULTAS DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG
TAHUN AJARAN 2020/2021
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas berkat rahmat dan hidayah-Nya
sehingga penulis dapat menyelesaikan pembuatan makalah ini. Penulisan makalah
ini adalah sebagai salah satu tugas mata kuliah Assesmen Teknik Non Tes. Dan
harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman
bagi para pembaca, untuk kedepannya dapat memperbaiki bentuk maupun
menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi .

Karena keterbatasan pengetahuan kami, kami yakin masih banyak


kekurangan dalam makalah ini, oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran
dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah
ini.Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat dan pengetahuan bagi
pembaca

Bandar Lampung, 14 Maret 2021

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.................................................................................ii

DAFTAR ISI................................................................................................iii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang.................................................................................4
B. Rumusan Masalah............................................................................4
C. Tujuan penulisan..............................................................................4

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Alat Ungkap Masalah Umum........................................6


B. Konsep Dasar Alat Ungkap Masalah Umum...................................7
C. Peran dan Fungsi Alat Ungkap Masalah Umum..............................8
D. Langkah Pengadministrasian Alat Ungkap Masalah Umum...........9
E. Langkah Pengolahan Data dan Analisis Hasil Alat Ungkap Masalah
Umum...............................................................................................11
F. Kelebihan dan Kekurangan Alat Ungkap Masalah Umum..............11

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan......................................................................................13

DAFTAR PUSTAKA..................................................................................14

3
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Selama lebih dari tiga puluh tahun ini di Indonesia menggunakan


instrumen Mooney Problem Check List (MPCL revisi 1950) yang
dikembangkan oleh Ross L. Mooney untuk mengungkap masalah
khususnya dalam pelayanan bimbingan dan konseling. Dengan
memperbaiki format dan kandungan MPCL serta didorong oleh keingan
untuk menyusun sendiri instrumen sejenis MPCL yang sesuai dengan
kondisi tanah air serta harapan untuk dapat digunakan dalam pelayanan
bimbingan dan konseling dalam konteks Indonesia, maka disusunlah Alat
Ungkap Masalah Umum (AUM - U) sebagai alat ungkap masalah baru
sebagai instrumen yang cukup sederhana, mudah dan murah untuk
mengkomunikasikan berbagai masalah yang dialami (calon) klien kepada
personil yang akan membantunya (seperti Dosen Pembimbing, Guru
Pembimbing di sekolah atau Konselor).

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dari alat ungkap masalah umum (AUM - U) ?
2. Apa saja konsep dasar dari alat ungkap masalah umum (AUM - U) ?
3. Apa saja peran dan fungsi konselor dalam menggunakan alat ungkap
masalah (AUM - U) ?
4. Bagaimana langkah pengadministrasian saat menggunakan alat ungkap
masalah umum (AUM - U) ?
5. Bagaimana langkah pengolahan data dan analisis hasil dari
penggunaan alat ungkap masalah umum (AUM - U) ?
6. Kelebihan dan Kekurangan dari alat ungkap masalah umum (AUM-
U)?

C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui pengertian dari alat ungkap masalah umum (AUM).

4
2. Untuk mengetahui konsep dasar dari alat ungkap masalah umum
(AUM).
3. Untuk mengetahui peran dan fungsi konselor dalam menggunakan alat
ungkap masalah umum (AUM).
4. Untuk mengetahui langkah pengadministrasian saat menggunakan alat
ungkap masalah umum (AUM).
5. Untuk mengetahui langkah pengolahan data dan analisis hasil dari
penggunaan alat ungkap masalah umum (AUM).
6. Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan dari alat ungkap masalah
umum (AUM).

5
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Alat Ungkap Masalah Umum ( AUM – U)

Alat ungkap masalah atau biasa disebut AUM. Alat Ungkap


Masalah adalah sebuah instrumen standar yang dikembangkan oleh
Prayitno, dkk. yang dapat digunakan dalam rangka memahami dan
memperkirakan (bukan memastikan) masalah - masalah yang dihadapi
konseli. 1Alat Ungkap Masalah ini didesain untuk mengungkap 10 bidang
masalah yang mungkin dihadapi konseling. Kesepuluh bidang masalah
tersebut mencakup :

1. Jasmani dan Kesehatan (JDK), yag terdiri dari dua puluh lima item.
2. Diri Pribadi (DPI) yang terdiri dari dua puluh item.
3. Hubungan Sosial (HSO) yang terdiri dari lima belas item.
4. Ekonomi dan Keuangan (EDK) yang terdiri dari lima belas item.
5. Karir dan Pekerjaan (KDP) yang terdiri dari lima belas item.
6. Pendidikan dan Pelajaran (PDP) yang terdiri dari lima puluh lima
item.
7. Agama, Nilai, dan Moral (ANM) yang terdiri dari tiga puluh item.
8. Hubungan Muda - Mudi (HMM) yang terdiri dari lima belas item.
9. Keadaan dan Hubungan dalam Keluarga (KHK) yang terdiri dari
dua puluh lima item.
10. Waktu Senggang (WSG) yang terdiri dari sepuluh item.

Para konselor diharapkan memahami dan terlatih dalam


pengadministrasiannya sehingga dapat menunjang pelayanan konseling
yang akan dilakukannya selama bertugas.2

1
Esty Aryani Safithry,”Asesmen Teknik Tes dan Non Tes”Malang:CV IRDH,2017 hlm. 79
2
Nurul Wahidah, Cucu Cuntini dan Siti Fatimah,”Peran Dan Aplikasi Assessment Dalam Bimbingan
Dan Konseling”. 2019, FOKUS Vol. 2 No. 2, hlm. 50

6
B. Konsep Dasar Alat Ungkap Masalah Umum (AUM- U)

AUM umum merupakan alat ungkap masalah umum, yang dibentuk 5


format: format 1 untuk mahasiswa, format 2 untuk SLTA, format 3 untuk
SLTP, format 4 untuk SD, format 5 untuk masyarakat.3

1. AUM Umum Format (1)


Komposisi isi untuk AUM-U F-1 dapat dilihat pada uraian bidang masalah
dan jumlah item yang terandung berikut ini:

 Jasmani dan kesehatan 25


 Diri Pribadi 20
 Hubungan Sosial 15
 Ekonomi dan Keuangan 15
 Karier dan Pekerjaan 15
 Pendidikan dan Pelajaran 45
 Agama, Nilai dan Moral 30
 Hubungan muda-mudi dan Perkawinan 25
 Keadaan dan Hubungan dalam Keluarga 25
 Waktu Senggang 10

Jumlah Butir  225


Penggunaan AUM-U F1 diadministrasikan kepada mahasiswa Perguruan
Tinggi, dan dapat digunakan secara perorangan, kelompok, maupun
klasikal.

2. AUM Umum Format (2)


Komposisi isi untuk AUM-U F-2 dapat dilihat pada uraian bidang masalah
dan jumlah item  yang terkandung berikut ini

 Jasmani dan kesehatan 25


 Diri Pribadi 20
 Hubungan Sosial 15
3
Ibid, hlm. 50

7
 Ekonomi dan Keuangan 15
 Karier dan Pekerjaan 15
 Pendidikan dan Pelajaran 55
 Agama, Nilai dan Moral 30
 Hubungan muda-mudi dan Perkawinan 15
 Keadaan dan Hubungan dalam Keluarga 25
 Waktu Senggang 10

Jumlah Butir 225


Penggunaan AUM-U F2 diadministrasikan kepada peserta didik di SLTA,
dan dapat digunakan secara perorangan, kelompok, maupun klasikal.

C. Peran dan Fungsi Konselor dalam Alat Ungkap Masalah Umum


(AUM- U)

Adapun peran dan fungsi konselor :

1. Perencana, yaitu mulai dari menetapkan tujuan pelaksanaan


asesmen, menetapkan peserta didik sebagai sasaran asesmen,
menyediakan buku dan lembar jawaban AUM- U sesuai jumlah
peserta didik sasaran, dan membuat satuan layanan asesmen AUM-
U.
2. Pelaksana, yaitu memberikan verbal setting (menjelaskan tujuan,
manfaat, dan kerahasiaan data), memandu peserta didik dalam cara
mengerjakan sehingga dapat dipastikan seluruh peserta didik
mengisinya dengan benar.
3. Melakukan pengolahan data mulai dari menghitung hasil dengan
menggunakan format yang spesifik, memberi peringkat persentase,
membuat grafik persentase, membuat deskripsi analisis kualitatif
hasil AUM- U.
4. Melakukan tindak lanjut dari hasil asesmen dengan membuat
program layanan bimbingan dan konseling yang sesuai dengan
kebutuhan dan kondisi peserta didik.

8
D. Langkah Pengadministrasian dan Tujuan Alat Ungkap Masalah
Umum (AUM - U)

Beberapa hal pokok yang perlu mendapat penekanan dalam pelaksanaan


pengadministrasian adalah :

1. Petunjuk pengerjaan.
Petunjuk pengerjaan ini di bacakan sepenuhnya oleh
penyelenggaraan administrasi AUM. Agar siswa memperoleh
pemahaman yang lengkap, serta kegunaannya dalam rangka
pelayanan bimbingan konseling maka petunjuk ini dapat di perluas
pengisiannya dengan disertai berbagai usulan dan contoh – contoh.

2. Lembaran jawaban terpisah.


Pada pengisian jawaban, siswa atau pengisi aum akan
diberikan lembaran jawaban terpisah. Pada saat pengisian lembaran
jawaban, buku aum yang diberikan tidak boleh dirusak ataupun
hanya sekedar menandai dengan alat tulis apapun.lembaran serta
buku aum akan dikumpulkan kembali kepada penyelenggara aum
dengan utuh.

3. Waktu untuk penyelenggaraan.


Aum bukanlah alat ukur. Oleh karena itu waktu yang
disediakan untuk mengerjakannya tidaklah ketat. Untuk
memberikan penjelasan tentang aum hal – hal yang terkait
dengannya (seperti kegunaannya dalam pelayanan bimbingan
konseling) mungkin akan diperlukan waktu yang cukup lama.
Apabila kalau di sertai pemberian contoh dan Tanya jawab.

Hal – hal yang perlu di perhatikan dalam pengisian AUM adalah,


siswa diminta untuk :

1) Bekerja untuk seteliti mungkin :


a. Semua item dibaca dan di pertimbangkan keadaannya
pada diri sendiri.

9
b. Semua jawaban pada lembaran aum dijawab dengan
sungguh – sungguh hendaknya.
2) Bekerja cepat dan tidak membuang – buang waktu.

4. Pengumpulan lembar jawaban.


Satu hal yang amat penting adalah semua lembaran
jawaban harus dijaga kerahasiaannya. Lembaran jawaban dari
siswa tersebut hanya guru pembimbinglah yang bisa mengakses
lembaran jawaban tersebut. Jika ada lembaran jawaban yang lama,
atau siswa tersebut tidak lagi berada dalam sekolah tersebut, harus
dimusnahkan, karena tidak akan digunakan lagi dalam pengaksesan
data siswa tersebut.

5. Frekwensi pengadministrasian.
AUM di administrasikan pada setiap awal pergantian
semester, dan pada setiap tingkatan kelas sebaiknya siswa
diberikan pelayanan untuk pengisian aum. Akan sangat ideal jika
permasalahan siswa dapat terungkapkan setiap pergantian semester
dan secara langsung tanpa adanya penundaan waktu sebagaimana
yang diharapkan. Penyelenggaraan layanan seperti ini paling
tidaknya harus di selenggarakan dalam tempo satu tahun sekali.4

Untuk mendukung efektifitas layanan bimbingan dan konseling di


sekolah, frekuensi pengadministrasian sebaiknya dilakukan pada semester
pertama dimana hasilnya dapat digunakan sebagai dasar penyusunan
program layanan yang sesuai dengan kebutuhan konseli. Sedangkan untuk
melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan layanan pada semester satu,
maka pada semester berikutnya dapat dilakukan lagi pengisian AUM
umum sehingga dapat diketahui apakah masalah sudah terentaskan. Bila
pada pelaksanaan, memiliki banyak kendala maka sebaiknya pengisian
AUM umum minimal dilakukan satu tahun sekali.5
4
http://kandidatkonselor.blogspot.com/2016/05/instrumentasi-bk-non-tes-a.html
5
Nurul Wahidah, Cucu Cuntini dan Siti Fatimah,”Peran Dan Aplikasi Assessment Dalam
Bimbingan Dan Konseling”. 2019, FOKUS Vol. 2 No. 2, hlm. 51

10
E. Langkah Pengolahan Data dan Analisis Hasil Alat Ungkap Masalah
Umum (AUM- U)

Pelaksanaan analisis masalah siswa dengan menggunakan AUM Umum


dilaksanakan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Persiapan segala sesuatu yang diperlukan dalam pengumpulan data


(Daftar pertanyaan AUM Umum format 3: SLTP).
2. Pelaksanaan tahap - tahap pengumpulan data, pelaksanaan /
pengadministrasian AUM Umum.
3. Pengolahan data - data AUM Umum.
4. Penyampaian hasil AUM Umum kepada siswa.

Hasil Pengolahan data pengerjaan AUM harus segera diolah, untuk


selanjutnya dipergunakan dalam pelayanan bimbingan dan konseling
tartentu terhadap siswa yang bersangkutan. Pengadministrasian AUM,
pengolahan dan penggunaan hasil-hasilnya merupakan rangkaian kegiatan
yang berkesinambungan. Sekiranya paling lambat dalam satu minggu hasil
AUM itu telah ter-olah dan dapat digunakan. Apabila pengolahan tertunda
dengan akibat penggunan hasil-hasil AUM itu tertunda pula, apa lagi kalau
dalam waktu yang cukup lama. Besar kemungkinan data hasil AUM itu
menjadi kadaluarsa, tidak cocok lagi dengan keadaan siswa yang telah
berubah.6

F. Kelebihan dan Kelemahan Alat Ungkap Masalah Umum (AUM-U)

Adapaun Kelebihan dan Kekurangan AUM antara lain :

 Kelebihan AUM Umum


1. Bersifat efisien.
2. AUM-U F1 maupun AUM-U F2 memiliki validasi dan reliabilitas
tinggi.
3. AUM-UF1 dan AUM-U F2 memudahkan peserta didik
mengemukakan masalah.
6
Prayitno dkk, “Pedoman AUM Umum Format 3: Siswa SLTP, Padang”. 1997, Program Studi BK,
hlm. 2

11
4. Mempermudah konselor melakukan analisis dan sintesa data serta
merumuskan kesimpulan masalah yang dialami peserta didik
melalui sistematis jenis masalah yang dikelompokkan.
5. Mempermudah dan mempercepat konselor melakukan proses
pengolahan AUM-UF1 dan AUM-U F2 software program
pengolahan.
6. Manfaat lainnya yaitu:
a) Konselor lebih mengenal peserta didiknya yang
membutuhkan bantuan seger.
b) Konselor memiliki peta masalah individu maupun
kelompok.
c) Hasil AUM-UF1 maupun AUM-U F2 dapat digunakan
sebagai landasan penetapan layanan bimbingan dan
konseling yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan
peserta didik di perguruan tinggi maupun di SLTA.
d) Dan yang lebih penting lagi peserta didik dapat memahami
masalah yang dialami dan memahami apakah dirinya
memerlukan bantuan atau tidak.
 Kelemahan AUM Umum
1. Membutuhkan waktu yang banyak untuk pengolahan hasil.
2. Data yang diungkapkan melalui AUM-UF1 maupun AUM-U F2
masih bersifat umum.7

BAB III

PENUTUP

7
https://caturkonseling.wordpress.com/alat-ungkap-masalah/#:~:text=Alat%20ungkap
%20masalah%20merupakan%20sebuah,bimbingan%20dan%20konseling%20terhadap%20siswa.

12
A. Kesimpulan

Alat ungkap masalah atau biasa disebut AUM. Alat Ungkap Masalah
adalah sebuah instrumen standar yang dikembangkan oleh Prayitno, dkk.
yang dapat digunakan dalam rangka memahami dan memperkirakan
(bukan memastikan) masalah - masalah yang dihadapi konseli.

AUM umum merupakan alat ungkap masalah umum, yang dibentuk 5


format: format 1 untuk mahasiswa, format 2 untuk SLTA, format 3 untuk
SLTP, format 4 untuk SD, format 5 untuk masyarakat.

Untuk mendukung efektifitas layanan bimbingan dan konseling di


sekolah, frekuensi pengadministrasian sebaiknya dilakukan pada semester
pertama dimana hasilnya dapat digunakan sebagai dasar penyusunan
program layanan yang sesuai dengan kebutuhan konseli.

Hasil Pengolahan data pengerjaan AUM harus segera diolah, untuk


selanjutnya dipergunakan dalam pelayanan bimbingan dan konseling
tartentu terhadap siswa yang bersangkutan. Pengadministrasian AUM,
pengolahan dan penggunaan hasil-hasilnya merupakan rangkaian kegiatan
yang berkesinambungan. Sekiranya paling lambat dalam satu minggu hasil
AUM itu telah ter-olah dan dapat digunakan.

DAFTAR PUSTAKA

13
Esty Aryani Safithry. 2017. Asesmen Teknik Tes dan Non Tes. Malang: CV
IRDH, hlm. 79

Nurul Wahidah, Cucu Cuntini dan Siti Fatimah. 2019. Peran Dan Aplikasi
Assessment Dalam Bimbingan Dan Konseling. FOKUS Vol. 2 No. 2 hlm. 50

http://kandidatkonselor.blogspot.com/2016/05/instrumentasi-bk-non-tes-a.html
(diakses tanggal 13 Maret 2021)

Prayitno dkk. 1997. Pedoman AUM Umum Format 3: Siswa SLTP. Padang:
Program Studi BK, hlm. 2

https://caturkonseling.wordpress.com/alat-ungkap- masalah/#:~:text=Alat
%20ungkap%20masalah%20merupakan%20sebuah,bimbingan%20dan
%20konseling%20terhadap%20siswa. (diakses tanggal 14 Maret 2021)

14