Anda di halaman 1dari 34

BUDIDAYA TANAMAN SELADA

MELALUI MEDIA HIDROPONIK DI DESA CIGALEUH

Karya Ilmiah

Disusun untuk Memenuhi Tugas Akhir


Sebagai Syarat dalam Mengikuti Ujian Akhir Sekolah

Disusun Oleh:
Kelompok 13
Kelas XII Mipa 3
1. Desy Noer Asri
2. Dita Astriani
3. Mela Mayasari
4. M.Ugi Nugraha
5. Riyadi Mustopa
6. Sandy Hermawandi

SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 BANTARUJEG


Alamat: Jalan Raya Siliwangi No. 119 Bantarujeg, Majalengka 45464
2021
LEMBAR PERSEMBAHAN

Karya Ilmiah Ini di persembahkan kepada:


Ibu Bapak tercinta yang telah memberikan kasih sayang mendidik dan
memberikan kesempatan untuk belajar .

Cinta,
Cinta yang menciptakan ketulusan, kejujuran, keberanian, kepercayaan dan
kesetiaan.
Karya ilmiah ini serta dipersembahkan untuk orang orang yang membantu untuk
berjuang menggapai cita-cita

i
HALAMAN PENGESAHAN

Karya ilmiah ini disetujui dan disyahkan:

Pembimbing I, Pembimbing II,

Pepen Supendi, S.Pd., M.M Fery Insan Firdaus, S.Pd.

Koordinator, Wali Kelas,

Ading Rochendy, S.Pd., M.Pd. Tuti Ella Maryati, S.Pd.


NIP 19710929 1995121002

Kepala Sekolah,

Drs. ROSTIYANA, M.Pd.


NIP 19651212 199003 1 017

ii
KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirabbil 'alamin. Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telat

memberikan Taufik dan hidayah-Nya, Shalawat dan salam semoga senantiasa

tercurahkan kepada Nabi Besar Muhammad SAW, sehingga penulis dapat

menyelesaikan karya tulis ilmiah ini tepat pada waktunya.

Karya tulis ilmiah yang berjudul "BUDIDAYA SELADA

MENGGUNAKAN MEDIA HIDROPONIK". Diajukan sebagai salah satu syarat

untuk mengikuti ujian sekolah.

Karya tulis ilmiah ini dapat diselesaikan atas dukungan dan bantuan semua

pihak oleh karena itu penulis ingin menyampaikan terima kasih dan penghargaan

yang setinggi-tingginya kepada:

1. Bapak Drs.Rostiyana, M.Pd., selaku kepala sekolah SMA negeri 1 Bantatujeg

2. Bapak Ading Rochendy, S.Pd., M.Pd., selaku guru bidang Bahasa Indonesia

3. Bapak Pepen Supendi, S.Pd., M.M., selaku pembimbing 1

4. Bapak Fery Insan Firdaus, S.Pd., selaku pembimbing 2

5. Serta berbagai pihak yang telah mendukung penulis, yang tidak bisa penulis
jelaskan satu persatu.

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini masih

jauh dari kesempurnaan, karena itu kritik dan saran, penulis harapkan demi

perbaikan karya tulis ilmiah ini. Semoga karya tulis ilmiah ini dapat bermanfaat

bagi penulis dan bagi semua pihak yang membacanya.

Bantarujeg, Maret 2021

Penulis,

iii
DAFTAR ISI

LEMBAR PERSEMBAHAN.................................................................................i

HALAMAN PENGESAHAN................................................................................ii

KATA PENGANTAR..........................................................................................iii

DAFTAR ISI..........................................................................................................iv

DAFTAR GAMBAR.............................................................................................vi

BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................1

1.1 Latar Belakang................................................................................................1

1.2 Rumusan Masalah...........................................................................................2

1.3 Tujuan.............................................................................................................2

1.4 Manfaat...........................................................................................................2

BAB II KAJIAN TEORITIS.................................................................................3

2.1 Hidroponik......................................................................................................4

2.2 Selada..............................................................................................................5

2.3 Hidroponik Tanaman Selada..........................................................................6

BAB III PEMBAHASAN......................................................................................8

3.1 Profil Pembudidaya Selada.............................................................................8

3.2 Proses pembudidayaan selada menggunakan media hidroponik....................8

3.3 Persiapan Bibit..............................................................................................14

3.4 Cara Menanam..............................................................................................14

3.5 Jarak Tanam Selada Hidroponik...................................................................15

3.6 Dosis PPM (Parts Per Million) Larutan Nutrisi Untuk Selada Hidroponik. 15

iv
3.7 Perawatan dan Pemeliharaan........................................................................15

3.8 Perkembangan Budidaya Selada..................................................................16

BAB IV PENUTUP..............................................................................................19

4.1 Kesimpulan...................................................................................................19

4.2 Saran.............................................................................................................19

DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................21

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

LAMPIRAN-LAMPIRAN

v
DAFTAR GAMBAR

Gambar 3.1 Rockwool ................................................................................... 9


Gambar 3.2 Gergaji Besi................................................................................ 9
Gambar 3.3 Benih.......................................................................................... 10
Gambar 3.4 Baki............................................................................................. 10
Gambar 3.5 Alat Penyemprot......................................................................... 11
Gambar 3.6 Net Pot........................................................................................ 11
Gambar 3.7 Gully........................................................................................... 12
Gambar 3.8 Pipa Air....................................................................................... 12
Gambar 3.9 TDS atau AC Meter.................................................................... 13
Gambar 3.10 Pompa Air Hidropinok............................................................. 13

vi
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sekarang ini, kita semua dihadapkan oleh keterbatasan lahan. Hal ini

disebabkan oleh kurangnya kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan

dan menata ruang yang ada secara efisien. Karena keterbatasan lahan

tersebut, semakin banyak pembangunan yang mulai merambah ke daerah

yang seharusnya diperuntukan sebagai lahan hijau. Apalagi, Indonesia

merupakan suatu negara yang sedang dalam tahap perkembangan, sehingga

banyak pembangunan yang masih direncanakan.

Indonesia memiliki beragam tumbuhan yang memiliki khasiat ataupun

yang baik atau dikonsumsi,antara lain sawi, bayam, kangkung dan lain

sebagainya. Akan tetapi, dengan pesatnya pertumbuhan penduduk dan tingkat

ekonomi yang tinggi,banyak sekali hutan yang dahulunya hijau dan tumbuh

subur menjadi tempat perkebunan dan permukiman penduduk yang tidak

terkendali, Insya Allah dengan penanaman tanaman menggunakan sistem

hidroponik dapat mengurangi kualitas penggundulan hutan dan meningkatkan

hidup masyarakat karena sistem hidroponik tidak banyak menggunakan

bahan kimia.

Hidroponik adalah cara membudidayakan tanaman dengan

memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah sebagai media tanamnya,

sehingga pada hidroponik sangat mementingkan dalam memenuhi nutrisi

1
2

tanaman. Tanaman dapat tumbuh dengan subur dan menghasilkan buah dan

sayuran secara lebih cepat walaupun tanpa menggunakan tanah sebagai media

tanamnya. Bagaimanapun tempat tumbuh tanaman akan selalu tumbuh

dengan baik jika nutrisinya terpenuhi. Pada metode hidroponik fungsi dari

media outlet, yaitu hanya untuk menyangga tanaman saja dan yang terpenting

yaitu air berfungsi untuk melarutkan nutrisi yang akan diserap oleh akar

tanaman. Dengan metode hidroponik, maka petani dapat memberikan tempat

maupun waktu.

1.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimana proses pembudidayaan selada menggunakan media hidroponik.

2. Perkembangan pembudidayaan selada menggunakan media hidroponik.

1.3 Tujuan

1. Untuk mengetahui proses pembudidayaan selada menggunakan media

hidroponik.

2. Mengetahui perkembangan pembudidayaan selada menggunakan media

hidroponik.

1.4 Manfaat

1. Bagi sekolah bermanfaat untuk meningkatkan kadar oksigen di udara,

udara juga akan menjadi lebih bersih, segar, dan menyehatkan bagi para

siswa.
3

2. Masyarakat agar mendapatkan sayuran yang lebih sehat dan bebas

pestisida.

3. Bagi penulis dapat mengetahui cara menanam selada melalui media

hidroponik.
BAB II

KAJIAN TEORITIS

2.1 Hidroponik

Hidroponik berasal dari bahasa Yunani, yaitu hydro artinya “air” dan

ponos artinya’‘mengerjakan”. Hidroponik adalah suatu senyawa atau metode

bercocok tanam tanpa menggunakan tanah. Istilah hidroponik (hydroposes)

digunakan umum menjelaskan tentang cara bercocok tanam tanpa

menggunakan tanah sebagai media tanamnya. Dikalangan umum, istilah ini

dikenal sebagai bercocok tanam tanpa tanah. Media-media tanamnya dapat

berupa kerikil, pasir, sabut kelapa, zat silika, pecahan batu karang atau batu

bata,potongan kayu atau busa.

Berdasarkan pengertiannya maka elemen dasar terpenting yang

dibutuhkan tanaman hidroponik sederhana ini bukanlah tanah melainkan air

yang mengandung cukup cadangan makanan untuk diserap oleh tanaman.

Diucapkan pertama kali oleh W.A. Setchell dari university of calipornia.

Sehubungan dengan keberhasilan W.F. Gericle dan university yang sama,

dalam pengembangannya teknik bercocok tanam dengan air sebagai medium

tanam.

Hidroponik adalah salah satu metode dalam budidaya tanam dengan

memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah pada pemenuhan kebutuhan hara

untuk nutrisi bagi tanaman. Kebutuhan air yang digunakan untuk

metode

4
5

hidroponik lebih sedikit dari pada kebutuhan air pada kebutuhan air pada

budidaya dengan tanah.

Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa hidroponik

adalah salah satu media dalam budidaya tanam dengan memanfaatkan air

tanpa menggunakan tanah pada pemenuhan kebutuhan hara untuk nutrisi bagi

tanaman. Kebutuhan air untuk media hidroponik lebih sedikit dari pada

kebutuhan air pada budidaya dengan tanah.

2.2 Selada

Selada (Lactula Sativa L) termasuk dalam kelompok tanaman sayuran

daun yang dikenal di masyarakat. Jenis sayuran ini mengandung zat-zat gizi

khususnya vitamin dan mineral yang lengkap untuk memenuhi syarat

kebutuhan gizi masyarakat. Selada sebagai bahan makanan sayuran bisa di

konsumsi mentah sebagai lalapan bersama dengan bahan makanan lain.

Selada merupakan sayuran daun yang berasal dari daerah (negara)

beriklim sedang. Menurut sejarahnya, tanaman ini telah di budidayakan sejak

2500 tahun yang lalu. Tanaman selada berasal dari kawasan Amerika. Hal ini

di buktikan oleh Christopen Columbur pada tahun 1493 yang menemukan

tanaman selada di daerah Hemisphere bagian barat dan Bahamas

(Rukmana,1994).

Selada merupakan jenis sayur yang di gemari oleh masyarakat

Indonesia. Selada sering di konsumsi mentah sebagai lalap lauk makan yang

nikmat di temani sambal. Masakan asing seperti salad menggunakan selada


6

untuk campuran dan beberapa jenis masakan lainnya. Hal tersebut

menunjukan dari ospek sosial bahwa masyarakat Indonesia mudah menerima

kehadiran selada untuk konsumsi sehari-hari. (Haryanto et al,1995).

Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa selada merupakan

sayuran daun yang berasal dari daerah (negara) beriklim sedang. Selada

merupakan jenis sayur yang di gemari oleh masyarakat Indonesia yang sering

di konsumsi mentah sebagai lalap lauk makan yang nikmat di temani sambal.

2.3 Hidroponik Tanaman Selada

Hidroponik adalah salah satu media dalam budidaya tanam dengan

memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah pada pemenuhan kebutuhan hara

untuk nutrisi bagi tanaman. Kebutuhan air yang di gunakan untuk metode

hidroponik lebih sedikit daripada kebutuhan air pada budidaya dengan tanah.

Selada merupakan jenis sayuran yang digemari oleh masyarakat

Indonesia. Selada sering di konsumsi mentah sebagai lauk makan yang

nikmat di temani sambal. Masakan asing seperti salad menggunakan selada

untuk campuran dan beberapa jenis masakan lainnya. Hal tersebut

menunjukan dari aspek sosial bahwa masyarakat Indonesia mudah menerima

kehadiran selada untuk konsumsi sehari-hari.

Mudah dan hasil panen higienis sehingga sayuran yang di panen lebih

bersih dan sehat. Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa

hidroponik tanaman selada adalah sebuah media menanam tanaman tanpa

menggunakan tanah. Teknik ini pada dasarnya hanya memanfaatkan air


7

sebagai media tumbuh tanaman. Jika dibandingkan dengan penanaman secara

konvensional, hidroponik lebih dapat memberi keuntungan seperti

pemanfaatan lahan sempit, pemeliharaan tanaman yang tergolong mudah dan

hasil panen higienis sehingga sayuran yang di panen lebih bersih dan sehat.
BAB III

PEMBAHASAN

3.1 Profil Pembudidaya Selada

M. Asep komala kelahiran Majalengka pada tanggal 21 November

1997, bertempat tinggal di Blok Sukamukti desa Cigaleuh RT/RW 003/004

Kecamatan Lemahsugih Kabupaten Majalengka. Agama Islam status

perkawinan belum menikah dan sedang melanjutkan pendidikannya di

Fakultas Pertanian Universitas Majalengka. Mulai budidaya hidroponik sejak

Februari 2020. Tingkat keberhasilannya 80% dari 1000 lubang, bobot

tanaman 100 g untuk mencapai 100 kg.

3.2 Proses pembudidayaan selada menggunakan media hidroponik

Secara umum proses budidaya tanaman secara hidroponik dapat

dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Persiapan alat dan bahan

8
9

Langkah awal adalah mempersiapkan alat dan bahan yang di

butuhkan, diantaranya:

a. Rockwool

Rockwool adalah produk serat mineral ringan yang terbuat dari

bahan dasar bebatuan yang di padatkan, juga berfungsi untuk

memberikan nutrisi pada tanaman. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat

pada gambar 3.1.

Gambar 3.1 Rockwool

Sumber: Dari hasil penelitian Kamis 18 Maret 2021

b. Gergaji Besi

Gergaji besi adalah gergaji yang digunakan untuk memotong

benda berbahan logam seperti besi. Selain logam, gergaji ini juga bisa

digunakan untuk memotong bahan lain seperti Rockwool, untuk lebih

jelasnya bisa dilihat pada gambar 3.2

Gambar 3.2 Gergaji Besi

Sumber: Dari hasil penelitian Rabu 3 Maret 2021


10

c. Benih

Benih atau yang sering disebut dengan biji adalah bahan tanam

dalam budidaya. Benih merupakan bahan tanam yang digunakan

untuk memulai awal dari munculnya kehidupan tanaman, untuk lebih

jelasnya bisa dilihat pada gambar 3.3.

Gambar 3.3 Benih

Sumber: Dari hasil penelitian Selasa 2 Maret 2021

d. Baki

Baki adalah platform dangkal yang dirancang untuk membawa

barang. Selain itu, baki juga berfungsi untuk tempat penyemaian

benih, untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar 3.4

Gambar 3.4 Baki

Sumber: Dari hasil penelitian Minggu 7 Maret 2021


11

e. Alat penyemprot (Sprayer)

Alat penyemprot (Sprayer) adalah alat/mesin yang berfungsi

untuk memecah suatu cairan, larutan atau suspensi menjadi butiran

cairan (droplets) atau spray. Sprayer merupakan alat aplikator

pestisida yang sangat diperlukan dalam rangka pemberantasan dan

pengendalian hama dan penyakit tumbuhan,untuk lebih jelasnya bisa

dilihat pada gambar 3.5

Gambar 3.5 Alat Penyemprot

Sumber: Dari hasil penelitian Sabtu 13 Februari 2021

f. Net Pot

Net pot atau pot mini yang di rancang dengan design khusus

untuk sistem tanam hidroponik, dengan lubang samping dan bawah

yang disediakan untuk pertumbuhan akar tanaman yang optimal,

untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar 3.6 berikut:

Gambar 3.6 Net Pot

Sumber: Dari hasil penelitian Senin 1 Maret 2021


12

g. Gully

Gully adalah wadah yang biasanya digunakan untuk menanam

hidroponik dengan sistem NFT maupun DFT, untuk lebih jelasnya

bisa dilihat pada gambar 3.7

Gambar 3.7 Gully

Sumber: Dari hasil penelitian Senin 15 Februari 2021

h. Pipa air

Pipa air adalah pipa atau selang yang kebanyakan terbuat dari

karet sintetis yang membawa air bersih dari satu tempat ke tempat

lain, untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar 3.8

Gambar 3.8 Pipa Air

Sumber: Dari hasil penelitian Minggu 21 Februari 2021


13

i. TDS atau ATC meter

Total Dissolved Solids (TDS) meter adalah alat pengukur berat

partikel (mineral,garam atau logam) dalam air. Electrical Conductivity

(EC) meter untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar 3.8

Gambar 3.9 TDS atau ATC Meter

Sumber: Dari hasil penelitian 28 Februari 2021

j. Pompa Air Hidroponik

Pompa air hidroponik adalah pompa air dari Resun yang

memiliki daya 8 watt. Pompa yang memiliki bentuk ringkas dengan

pengatur arus air ini memiliki motor yang terbungkus secara

menyeluruh, sehingga kerjanya maksimal dan tidak mudah rusak,

untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar 3.10

Gambar 3.10 Pompa Air Hidroponik

Sumber: Bukalapak.com
14

k. Air baku

Air baku,yakni air yang PPM nya tidak lebih dari 150-200.

Contoh air yang baik untuk hidroponik adalah air sumur,air sungai

atau air buangan AC. Jika terpaksa boleh pakai air PAM, tapi harus

diendapkan terlebih dahulu selama seminggu.

3.3 Persiapan Bibit

Pilihlah varietas yang sesuai dengan keadaan atau iklim untuk

bertanam selada. Jika menanam di dataran tinggi, pilih benih yang toleran

terhadap hawa sejuk,sebaliknya jika di dataran rendah atau

menengah,gunakan benih yang toleran terhadap cuaca panas.

Sebelumnya, semai benih selada dengan baki atau wadah

lainnya,dengan media semai apa saja. Jika menggunakan rockwool maka

masukan rockwool dalam baki hingga lembab. Tanam benih selada satu

persatu dalam rockwool,simpan benih penyemaian di tempat gelap selama 1

malam.

Dengan cara hidroponik ini, air yang dibutuhkan lebih sedikit daripada

menanam dengan tanah. Jadi,ini sangat cocok jika di terapkan pada daerah

dengan pasokan air terbatas.

3.4 Cara Menanam


15

Siapkan gully, larutan nutrisi, netpot, sumbu, dan media. Pindahkan

rockwool kedalam netpot, usahakan rockwool menyentuh dasar gully jangan

sampai akarnya rusak atau putus. Berikan larutan nutrisi dengan dosis rendah.

Selada yang baru ditanam diletakan pada tempat yang teduh selama 2-

3 hari agar beradaptasi dulu. Kemudian kenalkan dengan sinar matahari

secara bertahap. Jika cuaca terlalu panas, letakan tanaman selada hidroponik

dibawah naungan paranet.

3.5 Jarak Tanam Selada Hidroponik

Jarak tanamnya yakni 20cm agar daun selada dapat berkembang

dengan baik. Satu gully mempunyai 25 sumbu.

3.6 Dosis PPM (Parts Per Million) Larutan Nutrisi Untuk Selada

Hidroponik

1. Pada minggu pertama,gunakan larutan nutrisi hidroponik dosis rendah,

yaitu 800 PPM.

2. Pada minggu kedua, naikan dosis nutrisi selada hidroponik menjadi 1000

PPM.

3. Pada minggu ketiga, naikan lagi dosis menjadi 1200 PPM.

4. Pada minggu keempat hingga panen, dosis 1200 PPM.

3.7 Perawatan dan Pemeliharaan


16

Pastikan selada selalu mendapat sinar matahari yang cukup, serta

memberikan nutrisi sesuai yang dibutuhkan. Jika gully yang digunakan

berukuran kecil,sering-sering cek larutan nutrisi, jangan sampai nutrisinya

habis.

Usahakan suhu larutan nutrisi di dalam gully tetap stabil. Suhu larutan

nutrisi yang terlalu tinggi bisa mengganggu pertumbuhan tanaman selada,

bahkan bisa menyebabkan layu dan mati.

Jika gully yang digunakan terbuat dari bahan plastik atau

kaleng,lindungi gully dengan busa atau kain handuk yang dibasahi agar sinar

matahari tidak menembus gully. Sinar matahari yang menyengat bisa

meningkatkan suhu larutan nutrisi. Gully yang terbuat dari bahan plastik atau

kaleng cenderung lebih cepat panas dan menyebabkan suhu larutan nutrisi

naik dengan cepat.

3.8 Perkembangan Budidaya Selada

1. Minggu pertama 3 cm
17

2. Minggu kedua 7 cm
18

3. Minggu ketiga 10 cm

4. Minggu ke empat 20 cm
19
BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Budidaya tanaman selada hijau secara hidroponik baik dengan

konsentrasi 1200 PPM maupun konsentrasi 800 PPM membutuhkan

perawatan yang minim.Sebagai faktor utama dalam prtumbuhan tanaman

selada hijau secara hidroponik ketersediaan nutrisi harus selalu di perhatikan,

dengan cara mengecek dan mengisi kembali setiap 2-3 hari, terutama ketika

cuaca sedang terik. Perlakuan konsentrasi 1200 PPM pada budidaya selada

hijau hidroponik memiliki rerata pertumbuhan tanaman yang lebih baik

daripada tanaman selada hijau yang diberi perlakuan konsentrasi 800 PPM,

hal ini dapat dilihat dari tinggi tanaman,jumlah daun,dan berat tanaman.

4.2 Saran

Saran yang dapat diberikan pada perbandingan pertumbuhan

tambahan selada hijau (Lactuca sativa) dengan sistem hidroponik NFT

perlakuan konsentrasi adalah sebagai berikut.

1. Guna peningkatan kualitas hasil budidaya,penerapan perlakuan satu

(pemberian nutrisi konsentrasi 1200 PPM) pada budidaya selada hijau

dengan sistem hidroponik NFT lebih perlu untuk dilakukan.

20
21

2. Jangan memberikan nutrisi yang berlebihan karena menurut Lakitan

(2004), bahwa pada konsentrasi yang terlalu tinggi, unsur hara esensial

dapat juga menyebabkan keracunan bagi tumbuhan.


DAFTAR PUSTAKA

http://rizkinovandi2.blogspot.com2017/003/budidaya-tanaman-selada.html?m=1.

Diakses 17 Februari 2021.

https://allriseyuliaa.blogspot.com/2015/10/makalah-hidroponik.html?m=2.

Diakses 19 Februari 2021

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Benih. Diakses 11 Maret 2021

https://hidroponikstore.com/produk/gully-trapesium-hidroponik/. Diakses 11

Maret 2021

https://bisnisukm.com/budidaya-selada-hidroponik-sederhana-dan-

menguntungkan-buat-dicoba.html. Diakses 13 Maret 2021

http://maaymeong.blogspot.com/2014/10/pengertian-fungsi-tujuan-jenis-

serta.html?=1. Diakses 15 Maret 2021

https://id.m.wikipedia.org/wiki/pipa_air. Diakses 15 maret 2021

22
DAFTAR RIWAYAT HIDUP

1. Desy Noer Asri

Desy Noer asri, dilahirkan di Majalengka,31

Desember 2001 anak kedua dari 5

bersaudara. Penulis lahir dari pasangan

Bapak Adang Suryana dan Ibu Momoh

bertempat tinggal di Desa Sinargalih

Kecamatan Lemahsugih Kabupaten

Majalengka. Penulis mengawali pendidikan

pada tahun 2009 di SD Negeri Sinargalih 3 dan lulus pada tahun 2015, pada

tahun yang sama penulis melanjutkan ke SMP Negeri 5 Lemahsugih dan

lulus pada tahun 2018,lalu melanjutkan ke SMA Negeri 1 Bantarujeg dan

sekarang penulis berada di kelas XII MIPA 3.

2. Dita Astriani

Dita Astriani, dilahirkan di Majalengka,19

Septermber 2002 anak satu-satunya. Penulis

lahir dari pasangan Bapak Jaenudin dan Ibu

Yati bertempat tinggal Desa Babakansari

Kecamatan Bantarujeg Kabupaten

Majalengka. Penulis mengawali pendidikan

pada tahun 2009 di SD Negeri 1 Babakansari

dan lulus pada tahun 2015, pada tahun yang


sama penulis melanjutkan ke SMP Negeri 1 Bantarujeg dan lulus pada tahun

2018,lalu melanjutkan ke SMA Negeri 1 Bantarujeg dan sekarang penulis

berada di kelas XII MIPA 3.

3. Mela Mayasari

Mela mayasari dilahirkan di Majalengka,14

Aguatus 2002 anak ke 4 dari 5

bersaudara.Penulis lahir dari pasangan Bapak

Dulyamin dan Ibu Maelah bertempat tinggal

Desa Cigaleuh Kecamatan Lemahsugih

Kabupaten Majalengka.Penulis mengawali

pendidikan patan tahun 2007 di RA Fitriyah

kampung Sukamukti desa Cigaleuh kemudian keluar dari RA pada tahun

2009.Pada tahun yang sama penulis melanjutkan sekolahnya ke SD Negeri 1

Cigaleuh dan lulus pada 2015 kemudian,penulis lanjut ke SMP Negeri 3

Lemahsugih pada tahun 2015 sampai 2018.Lalu,melanjutkan ke SMA Negeri

1 Bantarujeg dan sekarang penulis berada di kelas XII MIPA 3.

4. M.Ugi Nugraha

M.Ugi Nugraha, dilahirkan di Majalengka 22

oktober 2002 anak ke 8 dari 8 bersaudara.

Penulis lahir dari pasangan Bapak M Abdul

Su’ud(alm) dan Ibu Siti Musliah bertempat

tinggal di Desa Gununglarang Kecamatan

Bantarujeg Kabupaten Majalengka. Penulis


mengawali pendidikan pada tahun 2009 di SD Negeri Gununglarang II dan

lulus pada tahun 2015,pada tahun yang sama penulis melanjutkan ke SMP

Negeri 3 Bantarujeg dan lulus pada tahun 2018,lalu melanjutkan ke SMA

Negeri 1 Bantarujeg dan sekarang penulis berada di kelas XII MIPA 3.

5. Riadi Mustopa

Riadi Mustopa, dilahirkan di Majalengka,25

Agustus 2002 anak ke 4 dari 5 bersaudara.

Penulis lahir dari pasangan Bapak Didi dan

Ibu Ening bertempat tinggal di Desa

Pasirhanja Kecamatan Bantarujeg Kabupaten

Majalengka. Penulis mengawali

pendidikannya di RA Arroodliyyah dari tahun

2008 sampai 2009. Di tahun yang sama juga penulis melanjutkan

pendidikannya di SD Negeri Margajaya 3 dan lulus pada tahun 2015,pada

tahun yang sama juga penulis melanjutkan ke SMP Negeri 2 Lemahsugih dan

lulus pada tahun 2018. Lalu,melanjutkan ke SMA Negeri 1 Bantarujeg dan

sekarang penulis berada di kelas XII MIPA 3.

6. Sandy Hermawandi

Sandy Hermawandi, dilahirkan di

Majalengka 26 Agustus 2002 anak ke 1 dari

2 bersaudara. Penulis lahir dari pasangan

Bapak Ayi Suhendar dan Ibu Siti Fatimah

bertempat tinggal di Desa Bantarujeg


Kecamatan Bantarujeg Kabupaten Majalengka. Penulis mengawali

pendidikannya di RA Ar-Roja Bandung Desa Cilampeni dari tahun 2008

sampai 2009. Di tahun yang sama juga penulis melanjutkan pendidikannya di

SD Negeri 1 Cilampeni dan lulus pada tahun 2015, pada tahun yang sama

juga penulis melanjutkan ke SMP Negeri 1 Bantarujeg dan lulus pada tahun

2018. Lalu melanjutkan ke SMA Negeri 1 Bantarujeg dan sekarang berada di

kelas XII MIPA 3.


LAMPIRAN-LAMPIRAN

Pedoman Wawancara

1. Bagaimana langkah-langkah proses penanaman selada menggunakan media

hidroponik.

2. Bagaimana persiapan bibit penanaman selada menggunakan media

hidroponik.

3. Bagaimana cara menanam selada menggunakan media hidroponik

4. Berapa jarak tanaman selada menggunakan media hidroponik

5. Berapa dosis larutan nutrisi dalam penanaman selada media hidroponik

6. Bagaimana perawatan dan pemeliharaan selada media hidroponik

7. Bagaimana perkembangan tumbuhan selada

8. Bagaimana cara mengendalikan hama selada menggunakan media hidroponik

9. Berapa umur panen selada menggunakan media hidroponik