Anda di halaman 1dari 49

GAMBARAN TENTANG ANGKA KELAHIRAN DAN ANGKA

KEMATIAN MASYARAKAT DESA BANTARUJEG,


KECAMATAN BANTARUJEG, KABUPATEN MAJALENGKA
PADA TAHUN 2020

Karya Tulis Ilmiah

Disusun untuk Memenuhi Tugas Akhir


Sebagai Syarat dalam Mengikuti Ujian Akhir Sekolah

Disusun Oleh:
Kelompok 14
Kelas XII MIPA 3

1. Fika Rafifa
2. Gita Candra Fitryani
3. Nauval Makarim
4. Nugraha Alamsyah
5. Selvi Pebrianti
6. Sheilla Suhaeni

SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 BANTARUJEG


Alamat: Jalan Raya Siliwangi No. 119 Bantarujeg 45464
2021
LEMBAR PERSEMBAHAN

Kami mengucapkan terima kasih, pada setiap pihak yang telah membantu

kami dalam menyelesaikan karya ilmiah ini. Karya ilmiah ini kami persembahkan

kepada:

1. Kedua orang tua kami, yang telah memberikan dukungan dan semangat serta

doa kepada putranya.

2. Bapak Drs. Rostiyana, M.Pd., selaku kepala sekolah SMA Negeri 1

Bantarujeg, yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk

menyelesaikan karya ilmiah ini.

3. Bapak Darokhim, S.Pd., M.M.Pd., M.Pd., selaku pembimbing I dan Bapak

Gilang Cahya Gumilar, S.E., selaku pembimbing II, terima kasih atas waktu,

ilmu dan kesabarannya dalam membimbing hingga peneliti dapat

menyelesaikan karya ilmiah ini.

4. Semua guru SMA Negeri 1 Bantarujeg, yang telah memberikan ilmu-ilmunya

kepada kami semua selaku siswa/siswi SMA Negeri 1 Bantarujeg.

5. Seluruh teman-teman SMA Negeri 1 Bantarujeg angkatan 2021, terima kasih

atas semua dukungan, pertemanan dan motivasi semua.

6. Orang-orang yang secara tidak langsung telah membantu kami dalam

menyelesaikan karya ilmiah ini.

7. Seluruh pembaca, semoga karya ilmiah ini dapat memberikan manfaat.

ii
iii
HALAMAN PENGESAHAN

Karya ilmiah ini disetujui dan disahkan oleh:

Pembimbing I, Pembimbing II,

DAROKHIM, S.Pd., M.M.Pd., M.PD. GILANG CAHYA GUMILAR, S.E

NIP 19711030 9199802 1 002 NIP 19750524 200801 1 004

Koordinator, Wali Kelas,

ADING ROCHENDY, S.Pd., M.Pd. TUTI ELLA MARYATI, S.Pd.

iv
NIP 19710929 199512 1 002 NIP 19710821 199802 2 004

Kepala Sekolah,

Drs. ROSTIYANA, M.Pd.

NIP 19651210 199003 1 017

v
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Segala puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas

berkat dan rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan karya ilmiah yang berjudul

"Gambaran Tentang Angka Kelahiran dan Angka Kematian Masyarakat

Desa Bantarujeg, Kecamatan Bantarujeg, Kabupaten Majalengka pada

Tahun 2020" dengan tepat waktu. Sholawat serta salam semoga tetap tercurah

limpahkan kepada baginda alam, yakni Nabi Muhammad SAW.

Tujuan dari penyusunan karya ilmiah ini adalah untuk memenuhi tugas

penilaian akhir semester di SMA Negeri 1 Bantarujeg. Penulis mengucapkan

terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu dalam proses

penyelesaian karya ilmiah ini.

Dengan penuh kesadaran, kami menyadari bahwa karya ilmiah ini masih

sangat jauh dari kata sempurna. Maka dari itu kritik dan saran sebagai masukan

bagi kami sangat diharapkan sebagai penyempurnaan karya ilmiah ini. Akhir kata

penulis mengucapkan mohon maaf bila ada kata-kata dalam penyampaian yang

kurang baik.

Bantarujeg, 23 Maret 2021

vi
Penulis

vii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL.....................................................................................................i

LEMBAR PERSEMBAHAN.....................................................................................ii

HALAMAN PENGESAHAN....................................................................................iii

KATA PENGANTAR................................................................................................iv

DAFTAR ISI................................................................................................................v

DAFTAR TABEL......................................................................................................vii

DAFTAR GRAFIK..................................................................................................viii

BAB I PENDAHULUAN............................................................................................1

A. Latar Belakang Masalah................................................................................1

B. Rumusan Masalah.........................................................................................3

C. Tujuan Penelitian..........................................................................................3

D. Sistematika Penulisan...................................................................................4

BAB II KAJIAN TEORETIS.....................................................................................6

A. Pengertian Kelahiran (Fertilitas)...................................................................6

B. Pengertian Angka Kelahiran (Fertilitas).......................................................9

C. Pengertian Kematian (Mortalitas)...............................................................10

D. Pengertian Angka Kematian (Mortalitas)...................................................11

BAB III PEMBAHASAN..........................................................................................13

viii
A. Gambaran Umum atau Profil Desa Bantarujeg...........................................13

B. Gambaran Angka Kelahiran di Desa Bantarujeg........................................17

C. Gambaran Angka Kematian di Desa Bantarujeg........................................19

BAB IV PENUTUP....................................................................................................22

A. Kesimpulan.................................................................................................22

B. Saran............................................................................................................23

DAFTAR PUSTAKA................................................................................................24

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

LAMPIRAN

ix
DAFTAR TABEL

Tabel 1. Jumlah Penduduk Desa Bantarujeg.................................................. 15

Tabel 2. Tingkat Pendidikan Masyarakat Desa Bantarujeg........................... 16

Tabel 3. Mata Pencaharian Masyarakat Desa Bantarujeg.............................. 17

Tabel 4. Sarana Prasarana Desa Bantarujeg.................................................. 17

Tabel 5. Angka Kelahiran Desa Bantarujeg Tahun 2020............................... 18

Tabel 6. Angka Kematian Desa Bantarujeg Tahun 2020............................... 20

x
DAFTAR GRAFIK

Grafik 1. Angka Kelahiran Desa Bantarujeg Tahun 2020........................... 18

Grafik 2. Angka Kematian Desa Bantarujeg Tahun 2020........................... 20

xi
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Kelahiran dan kematian merupakan dua hal yang melekat dalam

kehidupan manusia. Setiap kehidupan pasti akan mengalami pernikahan yang

dapat menghasilkan individu baru dan setiap kehidupan pasti akan berakhir

dengan kematian. Kelahiran dan kematian sangat berpengaruh pada

pertambahan atau pengurangan jumlah penduduk. Angka kelahiran yang

tinggi akan mempercepat pertambahan penduduk. Sebaliknya, angka

kematian yang tinggi akan mempercepat pengurangan penduduk.

Kelahiran (fertilitas) merupakan kemampuan seseorang wanita untuk


melahirkan yang dicerminkan dalam jumlah bayi yang dilahirkan.
Ada beberapa faktor yang mendukung kelahiran, diantaranya adalah
1) Pernikahan di usia muda, yang biasa disebut dengan istilah
pernikahan dini, akan mempercepat kelahiran. Maka jumlah anak
yang dimiliki dan kesempatan untuk melahirkan anak lebih banyak.
2) Adanya anggapan “banyak anak banyak rejeki” sehingga suatu
keluarga akan berusaha untuk memiliki anak sebanyak-banyaknya.
3) Anak sebagai jaminan untuk hari tua agar ada yang merawat orang
tuanya. 4) Anak sebagai lambang kebanggaan. Sebuah keluarga akan
merasa malu jika mereka tidak punya anak, mereka dianggap tidak
sanggup melangsungkan keturunan. Dan Faktor-faktor yang tidak
mendukung atau menghambat kelahiran, diantaranya adalah 1)
Adanya ketentuan batas umur menikah. Di Indonesia, untuk wanita
ditetapkan minimal umur 19 tahun, sedangkan untuk laki-laki batas
minimal 21 tahun. 2) Rendahnya tingkat kesehatan ibu. Seorang ibu
yang memiliki tingkat kesehatan rendah dinyatakan berbahaya untuk
hamil. 3) Adanya program pemerintah yang membatasi jumlah anak.
Misalnya di Indonesia, dengan program KB dua anak cukup
( Kustopo, 2018:5).

1
2

Merujuk pada informasi yang diperoleh, sebagian besar penduduk

Desa Bantarujeg berstatus menikah, sehingga menyebabkan peningkatan

angka kelahiran yang cukup tinggi. Apalagi sejak adanya wabah covid-19 di

Desa Bantarujeg kecenderungan tingkat kelahiran semakin meningkat.

Karena, hal tersebut kemungkinan banyak pasangan suami istri yang

sehari-harinya hanya menghabiskan waktu di rumah. Apalagi pada usia

pernikahan pertama dengan belum adanya sang buah hati, pasangan suami

istri tersebut bisa saja menjadikan situasi saat ini menjadi kesempatan untuk

memperoleh keturunan pertama. Selain angka kelahiran yang cukup tinggi,

terdapat angka kematian yang masih dibatas rata-rata.

Kematian (Mortalitas) adalah hilangnya nyawa seseorang, sehingga ia


tidak hidup lagi dan dinyatakan mati. Ada beberapa faktor yang
memengaruhi kematian, diantaranya adalah 1) Rendahnya tingkat
kesehatan masyarakat, mengakibatkan resiko kematian yang semakin
besar. 2) Perang dan bencana alam atau kondisi tidak aman,
memungkinkan sering terjadi kematian. 3) Kecelakaan lalu lintas yang
sering terjadi, ini biasanya disebabkan kurang disiplin dan kepatuhan
dalam berkendara. 4) Penyebaran penyakit menular yang susah untuk
disembuhkan. Dan faktor-faktor yang tidak mendukung atau
menghambat kematian, diantaranya adalah 1) Fasilitas kesehatan yang
memadai dan canggih, obat-obatan yang tersedia. 2) Tingkat
kesejahteraan masyarakat yang tinggi. 3) Lingkungan yang bersih dan
sehat, serta program penyuluhan kesehatan yang berhasil ( Kustopo,
2018: 7)

Kebanyakan mayoritas lansia yang menyebabkan peningkatan angka

kematian di Desa Bantarujeg. Gangguan kesehatan yang banyak dialami

lansia adalah nyeri pinggang bawah, katarak hipertensi, dan diabetes melitus.

Masalah sosial budaya membuat lansia tinggal sendiri tanpa perawatan anak
3

atau cucu serta kurang memadainya tenaga medis yang memberikan

pelayanan informasi kesehatan.

Desa Bantarujeg merupakan daerah yang memiliki luas wilayah dan

jumlah penduduk yang cukup padat. Oleh karena itu, data kelahiran dan data

kematian sangat penting untuk diketahui masyarakat. Maka, kami membuat

judul "Gambaran Tentang Angka Kelahiran dan Angka Kematian

Masyarakat Desa Bantarujeg, Kecamatan Bantarujeg, Kabupaten Majalengka

pada Tahun 2020."

B. Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dari karya tulis ilmiah ini adalah sebagai

berikut:

1. Bagaimana gambaran umum atau profil Desa Bantarujeg?

2. Bagaimana angka kelahiran di Desa Bantarujeg, Kecamatan Bantarujeg,

Kabupaten Majalengka, pada Tahun 2020?

3. Bagaimana angka kematian di Desa Bantarujeg, Kecamatan Bantarujeg,

Kabupaten Majalengka, pada Tahun 2020?

C. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari karya tulis ilmiah ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui gambaran umum atau profil Desa Bantarujeg.

2. Untuk mengetahui angka kelahiran di Desa Bantarujeg, Kecamatan

Bantarujeg, Kabupaten Majalengka, pada Tahun 2020.


4

3. Untuk mengetahui angka kematian di Desa Bantarujeg, Kecamatan

Bantarujeg, Kabupaten Majalengka, pada Tahun 2020.

D. Sistematika Penulisan

Sistematika karya ilmiah terdiri dari:

HALAMAN SAMPUL

HALAMAN PERSEMBAHAN

HALAMAN PENGESAHAN

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

DAFTAR TABEL

DAFTAR GRAFIK

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

B. Rumusan Masalah

C. Tujuan

D. Sistematika Penulisan

BAB II KAJIAN TEORETIS

A. Pengertian Kelahiran (Fertilitas)

B. Pengertian Angka Kelahiran

C. Pengertian Kematian (Mortalitas)

D. Pengertian Angka Kematian


5

BAB III PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Atau Profil Desa Bantarujeg

B. Gambaran Angka Kelahiran di Desa Bantarujeg

C. Gambaran Angka Kematian di Desa Bantarujeg

BAB IV PENUTUP

A. Kesimpulan

B. Saran

DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

LAMPIRAN-LAMPIRAN
6

BAB II

KAJIAN TEORETIS

A. Pengertian Kelahiran (Fertilitas)

Fertilitas merupakan hasil reproduksi nyata dari seorang atau

sekelompok wanita, sedangkan dalam bidang demografi fertilitas ialah suatu

istilah yang digunakan untuk menggambarkan jumlah anak yang benar-benar

dilahirkan dalam keadaan hidup (Munir, 1984:141).

Berdasarkan pendapat ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa yang

disebut dengan kelahiran apabila seorang wanita benar-benar melahirkan bayi

dalam keadaan hidup.

Salah satu komponen yang dapat mempengaruhi perubahan jumlah dan


komposisi penduduk dalam suatu negara adalah fertilitas. Mempelajari
masalah fertilitas berarti mempelajari tentang suatu tingkah laku
fertilitas. Tingkah laku fertilitas, seperti halnya tingkah laku seorang
individu pada umumnya dengan faktor ektern meliputi lingkungan dan
budaya. Pembahasan mengenai fertilitas sangat beragam dan telah
banyak dilakukan berbagai metode baik kualitatif maupun kuantitatif
yang secara keseluruhan bertujuan menentukan variabel yang
berhubungan dengan tingkah laku fertilitas. Adapun ukuran fertilitas
yaitu banyaknya anak lahir hidup yang merupakan hasil reproduksi
nyata dari seorang atau sekelompok wanita (Saleh, 2003:43).

Menurut pendapat Saleh (2003) di atas, salah satu faktor yang

mempengaruhi pertumbuhan penduduk yaitu kelahiran (fertilitas), juga faktor

ekstern baik di lingkungan sekitar maupun budaya.


7
8

1. Faktor yang Mempengaruhi Kelahiran

a. Pengaruh Pendapatan Keluarga

Pendapatan adalah faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi


suatu keputusan seseorang atau keluarga dalam merencanakan
jumlah anak. Hubungan antara fertilitas dengan penghasilan keluarga
menyatakan bahwa wanita dalam kelompok berpenghasilan rendah
akan cenderung mengakhiri masa reproduksinya lebih awal
dibandingkan dengan wanita pada kelompok berpenghasilan sedang
dan tinggi. Timbulnya perbedaan tersebut menyebabkan fertilitas
wanita berpenghasilan tinggi naik lebih cepat dibandingkan dengan
wanita berpenghasilan rendah. Semakin besar penghasilan keluarga
akan berpengaruh terhadap besarnya keluarga dan pola konsumsi
karena terdorong oleh tersedianya barang produk baru sehingga
dampak dari pembangunan ekonomi juga akan merubah pendangan
tentang jumlah anak yang dilahirkan (Singarimbun, 1996:68).

Kenaikan pendapatan akan menyebabkan harapan orang tua untuk


berubah. Keadaan ekonomi suatu keluarga sangat tergantung pada
pendapatan keluarga itu sendiri. Orang tua menginginkan anak
dengan kualitas baik, hal ini berarti akan meningkatkan biaya
pengeluaran lebih banyak dan perubahan pada pendapatan keluarga
tersebut dapat mempengaruhi fertilitas. Kualitas diartikan
pengeluaran biaya rata-rata untuk anak oleh suatu keluarga
berdasarkan atas dua asumsi yaitu, selera orang tua tidak berubah
dan harga barang-barang konsumsi lainnya tidak dipengaruhi
keputusan rumah tangga untuk konsumsi. Becker berpendapatan
bahwa apabila pendapatan naik maka banyaknya anak dimiliki juga
bertambah. Jadi hubungan antara tingkat pendapatan dengan
fertilitas adalah positif dan negatif (Lucas, 1990:68).

Berdasarkan pendapat ahli di atas pendapatan keluarga dapat

berpengaruh pada kelahiran, wanita yang memiliki penghasilan rendah

cenderung mengakhiri masa reproduksi nya lebih awal daripada wanita

yang berpenghasilan tinggi. Karena pendapatan keluarga sangat

berpengaruh pada kebutuhan anaknya.


9

b. Pengaruh Tingkat Pendidikan

Tingkat pendidikan wanita dianggap sebagai salah satu variabel yang


penting dalam melihat variasi tingkat fertilitas. Karena variabel ini
banyak berperan dalam perubahan status, sikap dan pandangan hidup
mereka di dalam masyarakat. Pendidikan istri merupakan faktor
sosial paling penting dalam analisis demografi misalnya dalam usia
kawin pertama, fertilitas dan mortalitas. Selain itu, pendidikan juga
memberikan kesempatan yang lebih luas kepada wanita untuk lebih
berperan dan ikut serta dalam kegiatan ekonomi. Sehingga faktor
tersebut akhirnya mempengaruhi tingkah laku reproduksi wanita
karena diharapkan pendidikan berhubungan negatif dengan fertilitas
(Saleh, 2003:57).

Semakin tinggi tingkat pendidikan istri atau wanita cenderung untuk


merencanakan jumlah anak yang semakin sedikit. Keadaan ini
menunjukkan bahwa wanita yang telah mendapatkan pendidikan
lebih baik cenderung memperbaiki kualitas anak dengan cara
memperkecil jumlah anak, sehingga akan mempermudah dalam
perawatannya, membimbing dan memberikan pendidikan yang lebih
layak (Todaro, 1994:21). Pendidikan dianggap sebagai input dan
output perubahan demografi, pendidikan yang tinggi sering kali
mendorong kesadaran orang untuk tidak memiliki banyak anak.
Dengan pendidikan yang tinggi seseorang cenderung memilih untuk
mempunyai anak dalam jumlah kecil tetapi bermutu, dibanding
dengan memiliki banyak anak tetapi tidak terurus. Disisi lain
fertilitas juga memberi kesempatan kepada pemerintah dan para
orang tua untuk lebih memperhatikan anak. Mungkin bukan faktor
dominan, tetapi tidak dapat disangkai bahwa jumlah anak
berpengaruh terhadap besar kecilnya peluang seorang anak untuk
menempuh pendidikan. Wanita dengan pendidikan yang cukup
tinggi diharapkan mau menerima pemikiran tentang keluarga kecil.
Dan untuk mencapai keluarga kecil dengan kualitas anak yang baik
mereka mengikuti program KB (Ananta, 1993:198).
10

Berdasarkan tiga pendapat ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa

wanita yang berpendidikan tinggi akan lebih memilih sedikit anak tetapi

bermutu dibandingkan banyak anak tetapi tidak terurus, dengan melalui

program KB agar tercapai keluarga kecil tetapi kualitas anak yang baik.

c. Pengaruh Usia Perkawinan Pertama

Usia perkawinan peertama dalam suatu pernikahan berarti umur


terjadinya hubungan kelamin antara individu pria dan wanita yang
terikat dalam suatu lembaga perkawinan dengan berbagai ketentuan
mengenai hak dan kewajiban dari masing-masing individu. Pada
masyarakat yang sedang berkembang, usia perkawinan pertama
cenderung muda sehingga nilai fertilitasnya tinggi. Dengan kata lain
semakin cepat usia kawin pertama, semakin besar kemungkinan
mempunyai anak (Singarimbun, 2008). Semakin muda seseorang
melakukan perkawinan pertama makin panjang masa reproduksinya.
Maka dapat diharapkan makin muda seseorang untuk
melangsungkan perkawinannya makin banyak pula anak yang
dilahirkan, jadi hubungan antara umur perkawinan dan fertilitas
negatif. Dalam masyarakat orang yang menikah memperoleh status
baru, dimana status ini merupakan status sosial yang dianggap paling
penting.

Seperti yang diketahui bahwa pada saat seseorang menikah pada usia
yang relatif lebih muda, maka masa subur atau reproduksi akan lebih
panjang dalam ikatan perkawinan sehingga memengaruhi
peningkatan fertilitas (Wirosuhadjo, 2000).

Berdasarkan pendapat ahli di atas, perkawinan dini atau lebih

dikenal dengan nikah muda, akan lebih panjang masa


11

reproduksinya, sehingga banyak peluang untuk mempunyai anak

yang dapat mempengaruhi tingkat kelahiran.

B. Pengertian Angka Kelahiran(Fertilitas)

Angka kelahiran adalah bilangan yang menunjukkan jumlah bayi yang lahir
hidup dari setiap seribu penduduk dalam satu tahun. Angka kelahiran
dikatakan tinggi apabila di atas 30, angka kelahiran dikatakan sedang apabila
antara 20-30, dan angka kelahiran dikatakan rendah apabila kurang dari 20.
Sebagai contoh, angka kelahiran tahun 2013 suatu negara adalah 25 per
seribu penduduk. Hal itu berarti, angka kelahiran pada tahun 2013 negara
tersebut tergolong sedang. Rumus untuk menentukan angka kelahiran, yaitu:

Angka kelahiran = (Jumlah bayi yang lahir hidup dalam 1 tahun/ Jumlah
penduduk) x 1000 (Kustopo,2018:6).

Berdasarkan pendapat di atas, kriteria angka kelahiran dikatakan tinggi

jika lebih dari 30, apabila diantara 20-30 dikatakan sedang, dan dikatakan

rendah jika kurang 20.

C. Pengertian Kematian (Mortalitas)

Kematian merupakan fakta biologis, akan tetapi kematian juga


memilikidimensi sosial dan psikologis. Secara biologis kematian
merupakan berhentinyaproses aktivitas dalam tubuh biologis seorang
individu yang ditandai dengan hilangnya fungsi otak, berhentinya
detak jantung, berhentinya tekanan aliran darah dan berhentinya
proses pernafasan.Dimensi sosial dari kematian berkaitan dengan
perilaku dan perawatansebelum kematian, tempat letak di mana proses
sebelum dan sesudah bagi kematian si mati. Penawaran dan proses
untuk memperlambat atau mempercepat kematian, tata aturan di
seputar kematian, upacara ritual dan adat istiadat setelah kematian
serta pengalihan kekayaan dan pengalihan peran sosial yang pernah
menjadi tanggung jawab si mati (Hartini, 2007).
12

Ismail (2009) mengatakan bahwa secara medis kematian dapat


dideteksi yaitu ditandai dengan berhentinya detak jantung seseorang.
Namun pengetahuan tentang kematian sampai abad moderen ini masih
sangat terbatas. Tidak ada seorangpun yang tahu kapan dia akan mati.
Karena itu tidak sedikit pula yang merasa gelisah dan stress akibat
sesuatu hal yang misterius ini. Dimensi psikologis dari kematian
menekankan pada dinamika psikologi individu yang akan mati
maupun orang- orang di sekitar si mati baik sebelum dan sesudah
kematian (Hartini, 2007).

Berdasarkan pendapat ahli di atas dapat disimpulkan bahwa kematian

terjadi ketika berhentinya proses aktivitas dalam tubuh biologis seorang

individu yang ditandai dengan hilangnya fungsi otak, berhentinya detak

jantung, berhentinya tekanan aliran darah dan berhentinya proses pernafasan

serta terhentinya hubungan manusia dengan alam dunia. Maut juga disebut

sebagai pengancam hidup bagi manusia, sehingga kebanyakan dari individu

takut akan kematian itu sendiri.

Sihab (2008) mengatakan bahwa kematian pemutusan segala


kelezatan duniawi, dia adalah pemisah antara manusia dan pengaruh
kenyamanan hidup orang- orang yang lalai. Hal ini sejalan dengan
firman Allah dalam Al- Qur’an “Dimana saja kamu berada, kematian
akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu didalam benteng yang
tinggi dan kokoh” (Annisa:4:78).

Pada prinsipnya, semua makhluk hidup di muka bumi ini, niscaya

akan mati secara permanen, manusia sendiri yang memiliki berbagai

kelebihan untuk bertahan hidup, juga tidak bisa menolak datangnya kematian.

Walaupun dirinya berada di istana yang terbuat dari baja yang tahan akan

segala serangan, tetap saja itu tidak menjadikan dirinya hidup abadi di dunia

ini.
13

1. Faktor yang Mempengaruhi Kematian

Menurut World Health Organization (WHO), faktor-faktor yang


mempengaruhi kematian dibagi menjadi dua yaitu:

1. Faktor langsung (faktor dari dalam), faktor tersebut antara lain


dipengaruhi oleh beberapa variabel yaitu; a) umur, b) jenis kelamin,
c) penyakit, d) kecelakaan, kekerasan, bunuh diri.
2. Faktor tidak langsung (faktor dari luar), faktor tersebut antara lain
dipengaruhi oleh beberapa variabel yaitu: a) tekanan, baik psikis
maupun fisik, b) kedudukan dalam perkawinan, c) kedudukan sosial-
ekonomi, d) tingkat pendidikan, e) pekerjaan, f) beban anak yang
dilahirkan, g) tempat tinggal dan lingkungan, h) tingkat pencemaran
lingkungan, i) fasilitas kesehatan dan kemampuan mencegah penyakit,
j) politik dan bencana alam.

Kematian tentu sudah takdir dari sang Maha Kuasa dan setiap

kematian pasti ada faktor penyebabnya baik secara langsung ataupun

tidak langsung.

D. Pengertian Angka Kematian (Mortalitas)

Angka kematian adalah bilangan yang menunjukkan jumlah kematian


dari tiap seribu penduduk dalam waktu satu tahun. Kriteria
angka

kematian termasuk tinggi apabila di atas 19, angka kematian tergolong


sedang apabila antara 14-18, dan angka kematian tergolong rendah
apabila di bawah 13. Contohnya, angka kematian disuatu negara
adalah 6. Hal ini berarti tiap seribu penduduk dalam satu tahun terjadi
kematian sebanyak 6 orang. Rumus untuk menentukan angka
kematian, yaitu:

Angka kematian = (Jumlah penduduk meninggal dalam 1 tahun /


Jumlah penduduk) x 1000 (Kustopo, 2018:7).
14

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan kriteria kematian

dikatakan tinggi apabila di atas 19, dikatakan sedang jika antara 14-18, dan

rendah jika di bawah 13.


BAB III

PEMBAHASAN

Pada bab ini akan diuraikan mengenai hasil penelitian serta pembahasan

dari hasil penelitian tersebut. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk grafik dan

tabel yang diperoleh dari hasil penelitian. Grafik dan tabel tersebut ditampilkan

sesuai dengan jenis sub bahasan sehingga diharapkan dapat memudahkan

pembaca dalam memahami hasil penelitian ini.

Pembahasan yang tercakup dalam bab ini adalah : (1) Gambaran umum

atau profil desa Bantarujeg; (2) Gambaran angka kelahiran di Desa Bantarujeg;

(3) Gambaran angka kematian di Desa Bantarujeg. Urutan pembahasan ini

disusun dengan tujuan agar pembaca dapat melihat dengan runtut dan lebih mudah

untuk dipahami.

A. Gambaran Umum atau Profil Desa Bantarujeg

Desa Bantarujeg merupakan bagian dari Kecamatan Bantarujeg. Jarak

waktu dari SMAN 1 Bantarujeg ke balai Desa Bantarujeg sekitar 5 menit.

Dulunya Desa Bantarujeg merupakan pusat pemerintahan Kecamatan

Bantarujeg, tetapi sekitar tahun 1995 Ibu Kota Kecamatan dipindahkan ke

Desa Babakansari. Tetapi meskipun demikian beberapa tempat penting di

Kecamatan Bantarujeg tetap berada di desa ini, dan bisa dibilang Desa

Bantarujeg merupakan pusatnya Kecamatan Bantarujeg. Beberapa falisitas

15
umum penting seperti: Puskesmas, Koramil, Mapolsek, Pasar Kecamatan,

KUA, Dinas Pendidikan Cabang Bantarujeg.

16
17

1. Letak dan Wilayah Desa Bantarujeg

Desa Bantarujeg merupakan salah satu dari 13 desa di wilayah

Kecamatan Bantarujeg yang terletak 0,03 Km ke arah timur dari

kecamatan. Desa Bantarujeg mempunyai luas wilayah sekitar 307.554

hektar. Desa Bantarujeg memiliki iklim sebagaimana desa-desa lain di

wilayah Indonesia yaitu iklim kemarau dan penghujan dengan suhu 28-

30°C, ketinggian dari permukaan laut 600m, curah hujan 139,10mm. Hal

tersebut mempunyai pengaruh langsung terhadap mata pencaharian

sebagian besar petani.

2. Jumlah Penduduk Desa Bantarujeg

Pengertian penduduk menurut Dr. Katomo, beliau

mengungkapkan pengertian tentang penduduk adalah sejumlah orang

yang mendiami suatu daerah tertentu. Apabila di daerah didiami oleh

banyak orang yang menetap di sana, maka itu bisa diartikan sebagai

penduduk terlepas warga negara atau pun bukan. Di Indonesia sendiri,

seseorang atau kelompok bisa dikatakan penduduk jika sudah tinggal

atau menetap di wilayah Indonesia selama kurang lebih enam bulan dan

memiliki tujuan untuk menetap. Jumlah penduduk adalah suatu

perubahan populasi menggunakan satuan "per waktu unit" untuk

pengukuran.
18

Membaca uraian tersebut, desa Bantarujeg termasuk desa yang

memiliki jumlah penduduk cukup tinggi yaitu 3978 jiwa, yang tersebar

dalam tiga wilayah dusun dengan perincian sebagai tabel;

Tabel 1. Jumlah Penduduk Desa Bantarujeg

No. DUSUN L P JUMLAH JUMLAH KK

1757

1. BANTARUJEG 866 891 570

2. CIGEDANG 518 534 1052 356

3. CIBEURIH 587 582 1169 357

JUMLAH 1971 2001 3978 1283

3. Tingkat Pendidikan Masyarakat Desa Bantarujeg


Andrew E. Sikula menyatakan tingkat pendidikan adalah suatu

proses jangka panjang yang menggunakan prosedur sistematis dan

terorganisir, yang mana tenaga kerja manajerial mempelajari

pengetahuan konseptual dan teoritis untuk tujuan-tujuan umum.

Di setiap daerah pasti memiliki penduduk yang tingkat

kependidikannya berbeda-beda, begitupun di desa Bantarujeg sebagian

besar penduduknya sedang menjalani proses kependidikan. Tingkat

pendidikan desa Bantarujeg adalah sebagai berikut;


19

Tabel 2. Tingkat Pendidikan Masyarakat Desa Bantarujeg

Pra
SD SMP SLTA Sarjana Master Dokter Profesor
Sekolah

576 1917 600 549 121 6 - -

4. Mata Pencaharian Desa Bantarujeg

Mata pencaharian adalah keseluruhan kegiatan untuk meng-

eksploitasi dan memanfaatkan sumber-sumber daya yang ada pada

lingkungan fisik, sosial dan budaya yang terwujud sebagai kegiatan

produksi, distribusi dan konsumsi (Mulyadi,1933:79). Untuk memenuhi

kebutuhan hidupnya, masyarakat desa Bantarujeg melakukan mata

pencaharian dengan jenis yang berbeda-beda. Karena desa Bantarujeg

merupakan desa pertanian, maka sebagian besar penduduknya bermata

pencaharian sebagai petani, selengkapnya dalam tabel berikut;

Tabel 3. Mata Pencaharian Masyarakat Desa Bantarujeg

Petani Pedagang PNS Buruh Lain-lain

522 213 133 440 1179

5. Sarana dan Prasarana Desa Bantarujeg


Sarana merupakan segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat

dalam mencapai maksud atau tujuan. Prasarana segala sesuatu yang


20

merupakan penunjang utama terselenggaranya suatu proses

(Ali,1996:796).

Di setiap desa tentunya memiliki sarana dan prasarana yang

memadai, seperti di desa Bantarujeg yang kondisi sarana dan

prasarananya sebagai berikut;

Tabel 4. Sarana Prasarana Desa Bantarujeg

Jalan Jalan Jalan


Balai Desa Mesjid Lain-lain
Prov Kab. Desa

1 1 km 2,5 km 1,5 3 15

B. Gambaran Angka Kelahiran di Desa Bantarujeg

Kelahiran dapat berpengaruh pada dinamika penduduk salah satunya

dapat menambah jumlah penduduk. Setelah melakukan penelitian di Desa

Bantarujeg pada tanggal 24 Februari 2021 dengan melihat data yang tersedia,

angka kelahiran di Desa Bantarujeg pada tahun 2020 terdapat 21 bayi lahir

hidup. Untuk mengetahui data tersebut disajikan dalam tabel berikut;

Tabel 5. Angka Kelahiran Desa Bantarujeg Tahun 2020


21

Tanggal Lahir Nama Orang Tua


NO L/P Nama Alamat
Melapor Hari Tanggal Ayah Umur Ibu Umur
1 21/01/2020 Jumat 10/01/2020 P Kazumi Alesha Mikhayla Asep Saepudin 39 Euis Susilawati 38 RT/RW 01/04
2 14/04/2020 Sabtu 04/04/2020 P Ghania Putri Aprilia Fitra Tia RT/RW 01/03
3 27/06/2020 Minggu 12/04/2020 L Mupid Fazrul Suci RT/RW 02/07
4 28/05/2020 Selasa 14/04/2020 L M. Arkana Alsabah Hendin Sari RT/RW 03/06
5 13/05/2020 Sabtu 09/05/2020 P Nuna Ira Sasidah Akmawijaya 35 Eyi 33 RT/RW 02/06
6 28/05/2020 06/05/2020 P Nazia Zahra Asep Zaenal Ratna Dewi RT/RW 01/04
7 28/05/2020 12/05/2020 L Aulia Nazil Fajar Aidah RT/RW 01/03
8 28/05/2020 14/05/2020 L Abidzar Inan Ana RT/RW 03/01
9 12/10/2020 Sabtu 13/05/2020 L Muhammad Diyaz Dayat 45 Ani Mulyani 38 RT/RW 02/08
10 07/08/2020 Selasa 19/05/2020 L Nugas M. Rafiqalun Iman P. 43 Windi R 29 RT/RW 01/04
11 21/06/2020 Jumat 12/06/2020 P Ashalina Arumi Acip Aliyadi Dida RT/RW 02/06
12 07/08/2020 Selasa 14/07/2020 L M. Rafi Berlian Hopia 31 Herawati 25 RT/RW 02/04
13 07/08/2020 Kamis 23/07/2020 P Keinara Aksha Iwan S 42 Eros 37 RT/RW 01/01
14 09/09/2020 Sabtu 22/08/2020 P Shezan Hilya Nafiza Angga Yuda P Sabila Nurul A RT/RW 02/05
15 09/10/2020 Rabu 30/09/2020 L Muhamad Ghaisan Al Hafizi Suharjo 49 Vina Septia 36 RT/RW 02/07
16 12/10/2020 Jumat 09/10/2020 L Dezan Ghaisan Akbar Duding 31 Erna Wati 30 RT/RW 02/08
17 20/11/2020 Kamis 29/10/2020 L Kalundra Milangkala R Iid Junaedi 14 Susilawati 35 RT/RW 02/07
18 12/10/2020 Selasa 20/10/2020 L M. Nazril R.P Pegi Gilang 23 Vika N. 24 RT/RW 03/05
19 18/01/2021 Rabu 23/12/2020 P Nafeesa Shanum Amelia Riki 35 Melisa 30 RT/RW 03/01
20 01/07/2020 12/06/2020 L Depanka Aep Yayan RT/RW 01/07
21 01/07/2020 12/06/2020 P Alesa Mamat Rika RT/RW 01/08

Angka kelahiran dikatakan tinggi apabila di atas 30, angka kelahiran

dikatakan sedang apabila antara 20-30, dan angka kelahiran dikatakan rendah

apabila kurang dari 20. Melihat data yang tersedia, hal itu berarti angka

kelahiran di Desa Bantarujeg pada tahun 2020 tergolong sedang.

Bisa dilihat dalam rumus berikut:

Angka kelahiran = (Jumlah bayi yang hidup dalam 1 tahun/jumlah penduduk)

× 100 = (21/3978)×100 =53%


22

Untuk mengetahui peningkatan angka kelahiran dari setiap bulan nya,

dapat dilihat dalam grafik diagram batang berikut:

Grafik 1. Angka Kelahiran Desa Bantarujeg Tahun 2020

Grafik Statistik
7

4
Grafik Statistik
3

0
et

ril

ei

Ag li
Se stus
Fe ri
ri

ni

No ber
Ok r

De ber

r
be

be
Ju
a
ua

Ju
ar

Ap
nu

em

m
to
M

u
br

pe

se
Ja

pt

Melihat grafik di atas peningkatan angka kelahiran yang tertinggi

terdapat pada bulan Mei dengan jumlah 6 bayi yang lahir, sedangkan angka

kelahiran yang terendah terdapat pada bulan Januari, Agustus, September,

Desember. Dengan demikian, peningkatan angka kelahiran di Desa

Bantarujeg tergolong sedang.

C. Gambaran Angka Kematian di Desa Bantarujeg

Kematian dapat berpengaruh terhadap dinamika penduduk salah

satunya dapat mengurangi jumlah penduduk. Kriteria angka kematian

termasuk tinggi apabila di atas 19, angka kematian tergolong sedang apabila
23

antara 14-18 dan angka kematian tergolong rendah apabila di bawah 13.

Untuk mengetahui data angka kematian Desa Bantarujeg tahun 2020,

disajikan dalam tabel berikut:

Tabel 6. Angka Kematian Desa Bantarujeg

Melihat tabel di atas, angka kematian di Desa Bantarujeg tergolong

tinggi dengan jumlah 24 orang yang meninggal di tahun 2020. Bisa

diperhitungkan dalam rumus berikut:


24

Angka kematian = (Jumlah orang meninggal dalam 1 tahun/jumlah

penduduk) × 100 = (24/3978) × 1000 = 60%

Untuk mengetahui peningkatan angka kematian dari setiap bulannya,

disajikan dalam grafik diagram batang berikut;

Grafik 2. Angka Kematian Desa Bantarujeg Tahun 2020

Grafik
8
7
6
5
4
Grafik
3
2
1
0
ar
i
ar
i et ril ei ni li s
be
r
be
r
be
r
be
r
u u ar A p M Ju Ju stu o
Ja
n br M
Ag
u em t
pe
m
se
m
Fe pt Ok De
Se No

Grafik di atas dibuat untuk menyajikan informasi yang lebih dinamis

dan informatif serta menarik. Melihat grafik di atas tingkat angka kematian

tertinggi yaitu pada bulan Februari dan bulan September dengan jumlah 4

orang. Sebaliknya tingkat angka kematian terendah Desa Bantarujeg yaitu


25

pada bulan April dan bulan Agustus dengan jumlah 1 orang. Dengan

demikian peningkatan angka kematian Desa Bantarujeg pada tahun 2020,

menurut kriteria angka kematian tergolong tinggi karena di atas 19 orang.


BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan

Adapun kesimpulan dari hasil penelitian mengenai gambaran tentang

angka kelahiran dan angka kematian Masyarakat Desa Bantarujeg,

Kecamatan Bantarujeg, Kabupaten Majalengka pada tahun 2020.

1. Desa Bantarujeg merupakan salah satu dari 13 desa di Kecamatan

Bantarujeg. Luas wilayahnya sekitar 307.554 hektar dengan jumlah

penduduk 3.958 jiwa. Sebagian penduduk sedang menempuh pendidikan

dengan jumlah siswa paling banyak di Sekolah Dasar. Sedangkan mata

pencaharian sebagian besar penduduk adalah petani, sisanya buruh,

pedagang, PNS dan lainnya. Selain itu, desa Bantarujeg juga memiliki

sarana prasarana, seperti balai desa, jalan, mesjid dan lain sebagainya.

2. Angka kelahiran di Desa Bantarujeg menurut penelitian pada tahun 2020

masih tergolong rendah. Angka kelahiran tertinggi terdapat pada bulan

Mei, dengan jumlah 6 bayi dan angka terendah terdapat pada bulan

Januari, Agustus, September, Desember dengan jumlah 1 orang bayi lahir

3. Angka kematian di Desa Bantarujeg tergolong tinggi karena di atas 19

orang, lebih tepatnya 24 orang dalam tahun 2020. Angka kematian

tertinggi pada bulan Februari dan September dengan jumlah 4 orang

26
yang meninggal dan angka kematian terendah pada bulan April dan bulan

Agustus dengan jumlah 1 orang.

27
28

B. Saran

Adapun saran dari hasil penelitian mengenai gambaran tentang angka

kelahiran dan angka kematian Masyarakat Desa Bantarujeg, Kecamatan

Bantarujeg, Kabupaten Majalengka pada tahun 2020.

1. Pemerintah dan masyarakat di Desa Bantarujeg harus lebih bekerja sama

dan mempunyai kesadaran bersama dalam memberikan data, sehingga

data yang diberikan tersusun benar dan akurat serta bisa bermanfaaat

bagi penduduk di Desa Bantarujeg pada khususnya bagi orang lain yang

membutuhkan data tersebut.

2. Peneliti harus lebih maksimal lagi dalam melakukan penelitian serta

mencari data yang lebih lengkap dan akurat.


DAFTAR PUSTAKA

Kustopo.2018. Geografi Paket C,Jakarta: Direktorat Pembinaan Pendidikan

Keaksaraan dan Kesetaraan Ditjen Pendidikan Anak Usia Dini dan

Pendidikan Masyarakat-Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

http://eprints.umm.ac.id/37142/

https://pengertianahli.id/pengertian-angka-kelahiran-dan-kematian/

http://repository.uin-suska.ac.id/5872/3/BAB%20II.pdf

https://praynadeak.wordpress.com/2013/02/06/konsep-konsep-teori-dan-ukuran-

dasar-fertilitas/amp/#referrer=https://www.google.com&csi=0

https://pengertianahli.id/pengertian-angka-kelahiran-dan-kematian/
DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Fika Rafifa, nama panggilan Fika lahir di

Majalengka, tanggal 01 Juli 2003, putri dari bapak

Dedi Mulyadi dan ibu Nuningsih. Penulis adalah

anak kedua dari empat bersaudara. Penulis

bertempat tinggal di Blok Tengah RT 001/RW 003,

Desa Bantarujeg, Kecamatan Bantarujeg, Kabupaten

Majalengka.

Pendidikan yang telah ditempuh oleh penulis yaitu :

pada tahun 2008 penulis menempuh pendidikan TK

di PAUD Bekasi. Pada tahun 2009 penulis melanjut-

kan pendidikan di SDN Bantarujeg 1. Pada tahun

2015 penulis melanjutkan pendidikan di MTs Nurul

Hikam Bantarujeg. Pada tahun 2018 penulis me-

lanjutkan pendidikan di SMA Negeri 1 Bantarujeg

dan sekarang penulis berada di kelas XII MIPA 3.


Gita candra fitriyani panggilan Gita lahir di

Majalengka, pada tanggal 09 Desember 2002 dari

pasangan suami istri bapak Encun sunarta dan ibu

Neni Rohaeni. Penulis adalah anak kedua dari dua

bersaudara. Penulis sekarang bertempat tinggal di

Blok Cangkuang RT 002/RW 001, Desa Bantarujeg,

Kecamatan Bantarujeg, Kabupaten Majalengka.

Pendidikan yang telah ditempuh oleh penulis yaitu

pada tahun 2009 penulis melanjutkan pendidikan di

SDN Bantarujeg 1 Pada tahun 2015 penulis

melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 1

Bantarujeg. Pada tahun 2018 penulis melanjutkan

pendidikan di SMAN 1 Bantarujeg dan sekarang

penulis berada di kelas XII IPA 3.

Nauval Makarim panggilan Noval lahir di

Majalengka, pada tanggal 01 September 2002 dari

pasangan suami istri bapak Mumuh Muhlis dan Ibu

Nia Kurnia Dewi. Penulis adalah anak ke Dua dari

tiga bersaudara. Penulis sekarang bertempat tinggal

di Blok Mekarjaya RT 005/RW 010, Desa Padarek,

Kecamatan Lemahsugih Kabupaten Majalengka.

Pendidikan yang ditempuh oleh penulis yaitu tahun

2008 penulis menempuh pendidikan di TK RA.


Aroddiyah Pasirhanja, Lemahsugih. Pada tahun

2009 penulis melanjutkan pendidikan di SDN

Padarek 1, pada tahu 2015 penulis melanjutkan

pendidikan di SMPN 2 Lemahsugih. Pada tahun

2018 penulis melanjutkan pendidikan di SMAN 1

Bantarujeg dan sekarang berada di kelas XII IPA 3.

Nugraha Alamsyah panggilan Nugi lahir di

Majalengka, pada tanggal 13 Juni 2003 dari

pasangan suami istri bapak Duding Alamsyah dan

ibu Yoyoh Rokhayati. Penulis adalah anak pertama

dari Tiga bersaudara. Penulis sekarang bertempat

tinggal di Blok Pasirhanja RT 001/RW 003, Desa

Margajaya, Kecamatan Lemahsugih, Kabupaten

Majalengka.

Pendidikan yang telah ditempuh oleh penulis yaitu

pada tahun 2008 penulis menempuh pendidikan TK

di PAUD RA. Aroddiyah Pasirhanja, Lemahsugih.

Pada tahun 2009 penulis melanjutkan pendidikan di

MI Negeri 2 Majalengka. Pada tahun 2015 penulis

melanjutkan pendidikan di SMPN Negeri 1

Lemahsugih. Pada tahun 2018 penulis melanjutkan

pendidikan di SMAN 1 Bantarujeg dan sekarang

penulis berada di kelas XII IPA 3.


Selvi Pebrianti panggilan Evi lahir di Majalengka,

pada tanggal 12 Mei 2004 dari pasangan suami istri

bapak Ahun dan ibu Iin. Penulis adalah anak

tunggal. Penulis sekarang bertempat tinggal di Desa

Babakansari RT 010/ RW 004, Kecamatan

Bantarujeg, Kabupaten Majalengka.

Pendidikan yang telah ditempuh oleh penulis yaitu

pada tahun 2009 penulis menempuh pendidikan SD

di SD Babakansari 1. Pada tahun 2015 penulis

melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 1

Bantarujeg. Pada tahun 2018 penulis melanjutkan

pendidikan di SMAN 1 Bantarujeg dan sekarang

penulis berada di kelas XII IPA 3.

Sheilla Suhaeni panggilan Ela lahir di Majalengka,

pada tanggal 17 Oktober 2002 dari pasangan suami

istri bapak Dedi Suhaeni dan ibu Tinah. Penulis

adalah anak pertama dari empat bersaudara. Penulis

sekarang bertempat tinggal di Blok Cibulakan RT

005/RW 002, Desa Margajaya, Kecamatan

lemahsugih, Kabupaten Majalengka.

Pendidikan yang telah ditempuh oleh penulis yaitu

pada tahun 2008 penulis menempuh pendidikan TK


di PAUD Nurul hikmah Tarumajaya, Bekasi. Pada

tahun 2009 penulis melanjutkan pendidikan di SDN

Margajaya 1. Pada tahun 2015 penulis melanjutkan

pendidikan di Mts Negeri 9 Majalengka. Pada tahun

2018 penulis melanjutkan pendidikan di SMAN 1

Bantarujeg dan sekarang penulis berada di kelas XII

IPA 3.
LAMPIRAN

Lampiran 1. Dokumentasi Bimbingan

Gambar 1. Bimbingan bersama Bapak Darokhim S.Pd., M.M.Pd., M.Pd

selaku pembimbing I pada tanggal 15 Februari 2021 pukul 13:08:49

di panggung sekolah.

Sumber: Dokumen Pribadi


Gambar 2. Bimbingan bersama Bapak Gilang Cahya Gumilar, S.E.,

selaku pembimbing II pada tanggal 24 Februari 2021 pukul 10:50:49

di depan kantor guru.

Sumber : Dokumen Pribadi

Lampiran 2. Dokumentasi Penelitian

Gambar 1. Observasi di tempat penelitian balai Desa Bantarujeg


Pada tanggal 24 Februari 2021 pukul 12:10:42

Sumber : Dokumen Pribadi

Gambar 2. Melakukan wawancara kepada Bapak Aliyudin selaku Kesejahteraan


Rakyat

Desa Bantarujeg

Pada tanggal 24 Februari 2021 pukul 11:49:11

Sumber: Dokumen Pribadi


Gambar 3. Foto bersama Bapak Aliyudin selaku Kesejahteraan Rakyat

Desa Bantarujeg

Pada tanggal 24 Februari 2021 pukul 11:49:41

Sumber : Dokumen Pribadi