Anda di halaman 1dari 18

KETAHANAN NASIONAL

Makalah

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas dari Ibu Kartika Andriani, S.Pd.
Selaku Guru Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan

Disusun Oleh:
Aprili Kusuma Wardini
Desi Fitriyani
Ica Fujiani
Nanda Mega Lestari
Serli Amelia Puspitasari

Kelompok 3
Kelas XI IPS 3

SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 BANTARUJEG


Jln. Siliwangi No. 119 Bantarujeg, Majalengka 45464
2021
KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan
rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan
makalah dengan judul “Ketahanan Nasional” dengan baik meskipun banyak
kekurangan didalamnya. Dan juga penulis berterima kasih pada Ibu Kartika
Andriani, S.Pd., selaku guru mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang
telah memberikan tugas ini.
Penulis sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka
menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai Ketahanan Nasional yang
ada di Indonesia. Juga mengenai materi-materi lainnya yang berkaitan dengan
Ketahanan Nasional.
Penulis juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat
kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya
kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat di masa
yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang
membangun.Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang
membacanya.
Sekiranya makalah yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri
maupun orang yang membacanya. Sebelumnya penulis mohon maaf apabila
terdapat kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran
yang membangun demi perbaikan di masa depan.

Bantarujeg, April 2021

Penulis,

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.............................................................................................i
DAFTAR ISI..........................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................1
A. Latar Belakang..............................................................................................1
B. Rumusan Masalah.........................................................................................1
C. Tujuan...........................................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN........................................................................................3
A. Pengertian Ketahanan Nasional....................................................................3
B. Landasan Ketahanan Nasional......................................................................3
C. Asas–Asas Ketahanan Nasional....................................................................4
D. Kedudukan, Fungsi, dan Tujuan Konsepsi Ketahanan Nasional..................5
E. Ciri-Ciri Ketahanan Nasional........................................................................6
F. Sifat Ketahanan Nasional..............................................................................7
G. Aspek Ketahanan Nasional...........................................................................8
BAB III PENUTUP..............................................................................................12
A. Kesimpulan.................................................................................................12
B. Saran............................................................................................................13
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................15

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Negara Kesatuan Republik Indonesia terletak diantara dua Benua dan
dua Samudra. Kondisi geografis seperti itu menyebabkan negara Indonesia
didiami berbagai macam flora dan fauna dan sumber daya alam yang
melimpah. Dari Sabang membentang luas sampai ke Merauke, menunjukkan
betapa luasnya negeri ini. Terdiri dari berbagai keanekaragaman suku,
bahasa, dan budaya itu sebagai bukti betapa kayanya tanah Indonesia.
Semua aspek yang menjadi kebanggaan Bangsa Indonesia sendiri tapi
juga sebagai ancaman bagi keutuhan ketahanan Nasional. Kekayaan alam dan
keanekaragaman budaya yang melimpah menyebabkan banyak kepentingan
yang sangat menginginkan hal tersebut.
Masyarakat masih rendah tingkat kesadarannya mengenai Ketahanan
Nasional, mereka banyak yang berpandangan bahwa menjaga ketahanan
nasional itu hanya tugas TNI, Polri, dan Pemerintah. Padahal ketika
masyarakat berpandangan seperti itu maka kultur dan kebudayaan yang selalu
hadir di tengah dan menjadi bagian kehidupan sehari–hari akan terlupakan.
Dampaknya banyak kebudayaan bangsa yang akan diklaim oleh negara lain
dan berbagai macam ideologi yang tidak sesuai dengan jatidiri bangsa
Indonesia akan mudah berkembang di masyarakat.

B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam penulisan makalah ini adalah sebagai
berikut.
1. Apakah yang dimaksud dengan ketahanan nasional?
2. Apa saja landasan ketahanan nasional di Indonesia?
3. Apa saja asas-asas ketahanan nasional di Indonesia?
4. Bagaimana kedudukan, fungsi, dan tujuan konsepsi ketahanan nasional?
5. Apa saja ciri-ciri ketahanan nasional?

1
6. Bagaimana sifat ketahanan nasional?
7. Apa saja aspek-aspek ketahanan nasional?

C. Tujuan
Adapun tujuan dalam penulisan makalah ini adalah sebagai berikut.
1. Untuk megnetahui definisi ketahanan nasional.
2. Untuk mengetahui landasan ketahanan nasional di Indonesia.
3. Untuk mengetahui asas-asas ketahanan nasional di Indonesia.
4. Untuk megnetahui kedudukan, fungsi, dan tujuan konsepsi ketahanan
nasional.
5. Untuk megetahui ciri-ciri ketahanan nasional.
6. Untuk mengetahui sifat ketahanan nasional.
7. Untuk megnetahui aspek-aspek ketahanan nasional.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Ketahanan Nasional


Konsepsi Ketahanan Nasional (Tannas), merupakan konsepsi
Nasional dalam Pencapaian Tujuan Nasional, yang pada intinya tercapainya
Keamanan dan Kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia, yang menjadi
tugas dan tanggung jawab Pemerintahan Negara.  Suatu rumusan Tujuan
Nasional sebagaimana yang diamanatkan dalam pembukaan UUD RI 1945,
ialah membentuk suatu ”Pemerintahan Negara” yang melindungi segenap
Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan memajukan
kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan Bangsa, dan ikut
melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian
abadi dan keadilan sosial. Dalam rangka pencapaian Tujuan Nasional,
diperlukan Ketahanan nasional, yaitu suatu kondisi dinamik kehidupan
Nasional yang terintegrasi yang harus diwujudkan pada suatu saat, yang
mampu menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan
gangguan (TAHG).  Dan untuk mewujudkan Ketahanan Nasional, diperlukan
Konsepsi Tannas, yaitu konsepsi pengaturan dan penyelenggaraan keamanan
dan kesejahteraan secara seimbang, serasi dan selaras, yang dilaksanakan
melalui Pembangunan Nasional dan Pembangunan Daerah sebagai bagian
integral dari Pembangunan Nasional. Dengan kata lain, pada saat kita
menyelesaikan masalah keamanan harus ikut dipikirkan masalah
kesejahteraan, demikian pula sebaliknya. (Security approache, Prosperity
build in. Sebaliknya Prosperity approach, Security build in).

B. Landasan Ketahanan Nasional


Landasan ketahanan nasional dapat di bagi menjadi 3 bagian, yaitu:
1. Landasan Idiil : Pancasila
2. Landasan Konstitusional : UUD 1945
3. Landasan Konseptual : Wawasan Nusantara

3
C. Asas–Asas Ketahanan Nasional
Asas ketahanan nasional adalah tata laku yang disadari nilai-nilai yang
tersusun berlandaskan Pancasila, UUD 1945 dan Wawasan Nusantara. Asas-
asas tersebut adalah sebagai berikut.
1. Asas Kesejahteraan dan Keamanan
Asas ini merupakan kebutuhan yang sangat mendasar dan wajib
dipenuhi bagi individu maupun masyarakat atau kelompok. Didalam
kehidupan nasional berbangsa dan bernegara, unsur kesejahteraan dan
keamanan ini biasanya menjadi tolak ukur bagi mantap/tidaknya
ketahanan nasional.
2. Asas Komprehensif/Menyeluruh Terpadu
Artinya, ketahanan nasioanal mencakup seluruh aspek kehidupan.
Aspek-aspek tersebut berkaitan dalam bentuk persatuan dan perpaduan
secara selaras, serasi, dan seimbang.
3. Asas Kekeluargaan
Asas ini bersikap keadilan, kebersamaan, kesamaan, gotong
royong, tenggang rasa dan tanggung jawab dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dalam hal ini hidup dengan asas
kekeluargaan ini diakui adanya perbedaan, dan kenyataan real ini
dikembangkan secara serasi dalam kehidupan kemitraan dan dijaga dari
konflik yang bersifat merusak/destruktif.
4. Asas Mawas ke Dalam dan ke Luar
Setiap bangsa suatu negara pasti saling berinterksi, baik interaksi
antar sesama warga negara itu sendiri ataupun interaksi antar negara.
Untuk menjaga ketahanan nasional maka diperlukan sikap mawas
(menjaga diri) ke dalam dan mawas ke luar.
a. Mawas ke Dalam
Mawas ke dalam memiliki tujuan untuk menjaga ketahanan
negara dari ancaman internal negaranya sendiri agar menjaga
ketahanan nasional.

4
b. Mawas ke Luar
Mawas ke luar bertujuan untuk menjaga ketahanan negara dari
ancaman negara lain. Dengan adanya kerjasama dari internal bangsa
negara tersebut maka dengan mudah suatu negara dapat mejaga
negaranya dari ancaman negara lain.

D. Kedudukan, Fungsi, dan Tujuan Konsepsi Ketahanan Nasional


Kedudukan, fungsi, dan tujuan konsepsi ketahanan nasional dapat
dijelaskan sebagai berikut.
1. Kedudukan
Konsepsi Ketahanan Nasional merupakan suatu ajaran yang
diyakini kebenarannya oleh seluruh bangsa Indonesia serta merupakan
cara terbaik yang perlu diimplementasikan dalam kehidupan nasional
yang ingin diwujudkan. Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional
berkedudukan sebagai landasan konseptual yang didasari oleh Pancasila
sebagai landasan ideal dan UUD 1945 sebagai landasan konstitusional
dalam paradigma pembangunan nasional.
2. Fungsi
a. Ketahanan nasional nasional dalam fungsinya sebagai doktrin dasar
nasional perlu dipahami untuk menjamin tetap terjadinya pola pikir,
pola sikap, pola tindak dan pola kerja dalam menyatukan langkah
bangsa yang bersifat inter–regional (wilayah), inter–sektoral maupun
multidisiplin. Konsep doktriner ini perlu supaya tidak ada cara berfikir
yang terkotak-kotak (sektoral). Satu alasan adalah bahwa bila
penyimpangan terjadi, maka akan timbul pemborosan waktu, tenaga
dan sarana, yang bahkan berpotensi dalam cita-cita nasional.
b. Konsepsi Ketahanan Nasional dalam fungsi sebagai pola dasar
pembangunan, pada hakekatnya merupakam arah dan pedoman dalam
pelaksanaan pembangunan nasional di segala bidang secara terpadu
dan dilakukan sesuai rencana program .

5
c. Konsepsi Ketahan Nasional dalam fungsi sebagai pembinaan
Kehidupan Nasional pada hakekatnya merupakan suatu metode
integral yang mencakup seluruh aspek yang terdiri dari aspek alamiah
dan aspek sosial.
3. Tujuan
a. Mampu menetralisir pengaruh ideologi yang datang dari luar
b. Mampu menjabarkan nilai–nilai Pancasila dan UUD 1945, sehingga
dapat mewujudkan sistem politik yang mampu menetralisir pengaruh
negatif dari pengaruh lingkungan strategis yang dihadapi.
c. Mampu mewujudkan kondisi ekonomi yang tidak mudah goyang oleh
perkembangan–perkembangan lingkungan strategis yang dihadapi.
d. Mampu mewujudkan sosial budaya yang tidak terpengaruh oleh
budaya negatif yang datang dari luar
e. Mampu mewujudkan kekuatan pangkal dan penyangga, sehingga
mampu mencegah keinginan pihak lain yang secara fisik berusaha
mengganggu integrasi Nasional Indonesia
f. Mampu melakukan tindakan–tindakan represif terhadap segala
gangguan–gangguan yang terjadi.

E. Ciri-Ciri Ketahanan Nasional


1. Merupakan kondisi sebagai persyaratan utama bagi negara berkembang
2. Difokuskan untuk mempertahankan kelangsungan hidup dan
mengembangkan kehidupan
3. Diwujudkan sebagai kondisi dinamis bangsa yang berisi keuletan dan
ketangguhan bangsa untuk mengembangkan kekuatan nasional
4. Tidak hanya pertahanan, tapi juga menghadapi dan mengatasi tantangan,
ancaman dan hambatan serta gangguan
5. Didasarkan pada metode astagatra
6. Berpedoman kepada wawasan nasional

6
7. Pola umum operatifnya harus didasari flsafah negara dan wawasan
nasional, dilaksanakan secara realistis dengan sikap percaya pada diri
sendiri

F. Sifat Ketahanan Nasional


1. Mandiri
Percaya kepada kemampuan dan kekuatan diri sendiri, keuletan dan
ketangguhan yang mengandung prinsip tidak mudah menyerah serta
bertumpu pada identitas, integritas dan kepribadian bangsa. Kemandirian
merupakan syarat untuk menjalin kerjasama yang saling menguntungkan
dalam perkembangan global.
2. Dinamis
Ketahanan nasional dapat meningkat atau menurun tergantung pada
situasi dan kondisi bangsa dan negara serta lingkungan strateginya. Hal
ini sesuai dengan hakekat dan pengertian bahwa yang ada di dunia ini
selalu berubah dan perubahan itu sendiri senantiasa berubah pula. Upaya
peningkatan ketahanan nasional harus senantiasa diorientasikan kemasa
depan dan dinamikanya diarahkan untuk pencapaian kondisi kehidupan
nasional yang baik.
3. Wibawa
Keberhasilan pembinaan nasional secara berlanjut dan
berkesinambungan akan meningkatkan kemampuan dan kekuatan bangsa.
Makin tinggi tingkat ketahanan nasional Indonesia berarti makin tinggi
daya tangkap yang dimiliki bangsa dan Negara Indonesia.
4. Konsultasi dan kerjasama
Konsultasi dan kerjasama berarti tidak mengutamakan sifat
konfrontatif dan antagonis, tidak mengandalkan kekuasaan dan kekuatan
fisik semata, tetapi lebih bersikap konsultatif dan kerjasama serta saling
menghargai dan mengandalkan pada kekuatan moral dan kepribadian
bangsa.

7
G. Aspek Ketahanan Nasional
Didasarkan pada metode astagrata, seluruh aspek kehidupan nasional
tercermin dalam sistematika astagarata yang terdiri atas 2 aspek yaitu:
1. Aspek alamiah
a. Geografi
Posisi letak geografis Indonesia terletak pada posisi silang
dunia, antara dua benua, yaitu Asia dan Australia, serta dua samudra,
yaitu Samudra hindia dan Samudra Pasifik. Dengan demikian,
Indonesia terletak pada jalur lalu lintas perdagangan. Namun, aspek
geografis Indonesia juga menggambarkan negara Indonesia sebagai
negara kepulauan yang berkisar 17.000 pulau kecil yang dipisahkan
oleh laut.
Dengan ditetapkannya Indonesia sebagai negara kepulauan,
maka karakteristik setiap pulau satu dengan lainnya mempunyai ciri
khas, budaya, adat-istiadat, keindahan yang berbeda-beda. Dengan
kondisi yang demikian diperlukan adanya ketahanan nasional untuk
menjaga kesejahteraan dan keamanan bangsa. Dari kondisi tersebut,
melahirkan adanya geopolitik dan geografis. Geopolitik merupakan
kebijakan politik suatu negara yang memperhitungkan posisi
geografis, sedangkan geografis merupakan pelaksanaan dari
geopolitik.
b. Kekayaan Alam
Sebagaimana kita ketahui bahwa kekayaan alam yang terdapat
di muka bumi tidak tersebar secara merata. Dalam arti bahwa
kekayaan alam antara daerah satu dengan daerah lainnya berbeda-
beda. Oleh karena itu, diperlukan adanya pengelolaan pemanfaatan
alam agar kekayaan alam yang ada dapat termanfaatkan secara merata
dan optimal. Adapun pemanfaatan kekayaan alam tersebut sebaiknya
dimanfaatkan berdasarkan asas maksimal, lestari, dan berdaya
saing. Maksimal memiliki arti memberi manfaat yang optimal untuk
pembangunan dan menjaga ketimpangan antar daerah. Lestari berarti

8
pemanfaatan kekayaan alam harus didasari kebijakan yang
memperhatikan aspek kelestarian alam demi kepentingan generasi
yang akan datang dan kesinambungan pembangunan.
c. Kependudukan
Merupakan unsur yang sangat penting dalam kehidupan dan
perkembangan suatu negara. Jumlah penduduk yang besar juga sering
dikatakan sebagai salah satu modal dasar pembangunan nasional.
Ungkapan seperti itu memang ada benarnya, namun harus diingat
bahwa penduduk dapat menjadi modal dasar pembangunan apabila
penduduk tersebut memiliki kualitas tertentu, sehingga dapat
mendukung kualitas tertentu, sehingga dapat mendukung
pembangunan.
Ketahanan nasional sangat dipengaruhi oleh kondisi
kependudukan. Oleh sebab itu, dalam rangka pembangunan kita harus
dapat melihat persoalan-persoalan yang ada dalam kependudukan kita
dan bagaimana pengaruhnya dalam terhadap ketahanan nasional.
Persoalan-persoalan tersebut kalau tidak ditangani secara tepat akan
menimbulkan masalah-masalah sosial, seperti pengangguran,
kekurangan pangan/gizi, munculnya kawasan kumuh, dan sebagainya.
Kondisi yang demikian itu pada akhirnya akan memicu timbulnya
sikap dan perilaku yang menyimpang seperti kekerasan sosial,
kejahatan, prostitusi dan semacamnya yang akan mengganggu
ketahanan nasional. Untuk itu, kita sebagai generasi penerus bangsa
harus memikirkan pemecahan masalah dari masalah-masalah yang di
atas.
2. Aspek Sosial
a. Ideologi
Ketahanan Nasional di bidang ideologi dapat diartikan sebagai
kondisi dinamik suatu bangsa, berisi keuletan dan keteguhan yang
mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional, di
dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman,

9
hambatan, dan gangguan, baik yang datang dari luar maupun dari
dalam, yang langsung maupun tidak langsung membahayakan
kelangsungan kehidupan ideologi suatu bangsa dan negara.
b. Politik
Ketahanan aspek politik dalam  negeri = Sistem pemerintahan
yang berdasarkan hukum, mekanisme politik yang memungkinkan
adanya perbedaan pendapat. Kepemimpinan nasional yang
mengakomodasikan aspirasi yang hidup dalam masyarakat
Ketahanan pada aspek politik luar negeri yaitu meningkatkan
kerjasama internasional yang saling menguntungkan dan
meningkatkan citra positif Indonesia. Kerjasama dilakukan sesuai
dengan kemampuan dan demi kepentingan politik. Perkembangan,
perubahan, dan gejolak dunia terus diikuti dan dikaji dengan seksama.
Memperkecil ketimpangan dan mengurangi ketidakadilan dengan
negara industri maju. Mewujudkan tatanan dunia baru dan ketertiban
dunia. Peningkatan kualitas sumber daya manusia. Melindungi
kepentingan Indonesia dari kegiatan diplomasi negatif negara lain dan
hak-hak WNI di luar negeri perlu ditingkatkan.
c. Ekonomi
Peranan Negara dalam sistem ekonomi kerakyatan sesuai
dengan pasal 33 lebih ditekankan bagi segi penataan kelembagaan
melalui pembuatan peraturan perundang-undangan. Penataan itu baik
menyangkut cabang-cabang produksi yang menguasai hajat hidup
orang banyak, maupun sehubungan dengan pemanfaatan bumi, air,
dan segala kekayaan alam yang terkandung di dalamnya. Tujuannya
adalah untuk menjamin agar kemakmuran masyarakat senantiasa lebih
diutamakan daripada kemakmuran orang seorang, dan agar tampuk
produksi tidak jatuh ke tangan orang seorang yang memungkinkan
ditindasnya rakyat banyak oleh segelintir orang yang berkuasa.
Ekonomi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan upaya
manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Upaya untuk

10
memenuhi kebutuhan hidup meliputi kegiatan produksi barang dan
jasa serta mendistribusikannya kepada konsumen atau pemakai.
d. Sosial Budaya
Manusia mengembangkan kebudayaan tidak lain sebagai upaya
mempertahankan kelangsungan hidupnya menghadapi berbagai
tantangan yang muncul dari lingkungannya untuk kemudian
mewujudkan kehidupan yang lebih baik. Karena itulah dapat
dikatakan bahwa kebudayaan merupakan wujud tanggapan aktif
manusia terhadap tantangan yang datang dari lingkungan.
Aspek sosial biasanya mengacu pada masalah struktur sosial dan
pola hubungan sosial yang ada di dalamnya, sedangkan kalau kita
bicara aspek budaya, mengacu pada kondisi kebudayaan yang ada
dalam masyarakat yang bersangkutan.
e. Pertahanan Keamanan
Pertahanan keamanan adalah daya upaya rakyat semesta
dengan angkatan bersenjata sebagai inti dan merupakan salah satu
fungsi utama pemerintah dalam menegakkan ketahanan nasional
dengan tujuan mencapai keamanan bangsa dan negara serta keamanan
perjuangannya. Hal itu dilaksanakan dengan menyusun, mengerahkan
dan menggerakkan seluruh potensi dan kekuatan masyarakat dalam
seluruh bidang kehidupan nasional secara terintegrasi dan
terkoordinasi.

11
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Ketahanan nasional adalah suatu kondisi dinamik kehidupan nasional
yang terintegrasi yang harus diwujudkan pad suatu saat, yang mampu
menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan, dan
gangguan.
2. Landasan ketahanan nasional di Indonesia ada 3 yaitu, landasan idiil
(Pancasila), landasan konstitusional (UUD 1945), dan landasan
konseptual (wawasan nusantara)
3. Asas – asas ketahanan nasional di Indonesia ada 4 yaitu, asas
kesejahteraan dan keamanan, asas konprehensif atau menyeluruh terpadu,
asas kekeluargaan.
4. Kedudukan, fungsi, dan tujuan ketahanan nasional adalah
a. Kedudukan ketahanan nasional merupakan suatu ajaran yang
diyakini kebenarannya oleh seluruh bangsa Indonesia.
b. Fungsi ketahanan nasional adalah sebagai doktrin dasar nasional
c. Tujuan ketahanan nasional adalah mampu menetralisir pengaruh
ideologi yang datang dari luar
5. Ciri-ciri ketahanan nasional adalah sebagai berikut.
a. Merupakan kondisi sebagai persyaratan utama bagi negara
berkembang
b. Difokuskan untuk mempertahankan kelangsungan hidup dan
mengembangkan kehidupan
c. Diwujudkan sebagai kondisi dinamis bangsa yang berisi keuletan
dan ketangguhan bangsa untuk mengembangkan kekuatan nasional
d. Tidak hanya pertahanan, tapi juga menghadapi dan mengatasi
tantangan, ancaman dan hambatan serta gangguan
e. Didasarkan pada metode astagatra
f. Berpedoman kepada wawasan nasiona

12
g. Pola umum operatifnya harus didasari falsafah negara dan wawasan
nasional, dilaksanakan secara realistis dengan sikap percaya pada
diri sendiri.
6. Sifat sifat ketahanan nasional adalah mandiri, dinamis, wibawa, serta
konsultasi dan kerjasama.
7. Demokrasi merupakan faktor penting bagi ketahanan nasional karena
demokrasi sudah mencakup semua elemen masyarakat.
8. Aspek–aspek ketahanan nasional adalah sebagai berikut.
a. Aspek alamiah mencakup aspek geografi, kekayaan alam, dan
kependudukan.
b. Aspek sosial mencakup aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial
budaya, dan pertahanan keamanan.

B. Saran
Dengan adanya ketahanan nasional, kita dapat mengetahui kondisi
hidup dan kehidupan  nasional yang harus senantiasa diwujudkan dalam
membina dan menjaga ketahanan dan keamanan suatu negara serta dapat
mempertahankan suatu konsep yang kita lakukan dalam pengembangan
Ketahanan Nasional Indonesia.
Saran kami untuk sistem ketahanan nasional Indonesia adalah sebagai
berikut.
1. Sistem ini perlu dikembangkan dan diperkuat lagi.
2. Dalam memperkuat ketahanan nasional dibutuhkan partisipasi seluruh
rakyat Indonesia dapat mendorong tumbuh kembang setiap lini atau
sendi–sendi ketahanan nasional.
3. Salah satu bentuk partisipasi kita sebagai warga negara Indonesia dan
khususnya sebagai generasi muda adalah dengan melestarikan budaya-
budaya di Indonesia.

13
Untuk mewujudkan keberhasilan ketahanan nasional, setiap warga
negara Indonesia, perlu :
a. Memiliki semangat perjuangan bangsa dalam membentuk perjuangan
non fisik yang disertai keuletan dan ketangguhan tanpa kenal menyerah
dan mampu mengembangkan kekuatan nasional dalam rangka
menghadapi segala tantangan,ancaman dan gangguan yang dari dalam
maupun dari luar untuk menjamin identitas, integras, kelangsungan hidup
bangsa dan negara serta pencapaian tujuan nasional.
b. Sadar dan peduli akan pengaruh-pengaruh yang timbul pada aspek
IPOLEKSOSBUDHANKAM, sehingga setiap warga negara Indonesia
dapat mengeliminir pengaruh tersebut.

14
DAFTAR PUSTAKA

https://id.scribd.com/doc/144162921/Makalah-Ketahanan-Nasional
https://id.scribd.com/doc/147051304/MAKALAH-Ketahanan-Nasional
https://id.scribd.com/doc/286817800/Makalah-Ketahanan-Nasional

15