Anda di halaman 1dari 26

LAPORAN

PRAKTIK KERJA LAPANGAN (PKL)


TEKNIK KENDARAAN RINGAN (TKR)
SMK AL-FARIZI BANTARUJEG
TAHUN PELAJARAN 2021/2022

SISTEM GARDAN

PRAKTIK KERJA LAPANGAN (PKL)


Jl. Cendana No. 02 Blok Ciranggon RT 001 RW 006 Desa Bantarujeg
Kecamatan Bantarujeg Kabupaten Majalengka 45464

Disusun Oleh:
Nama :
NIS :
Kela : XI TKR
Program : Teknik Kendaraan Ringan
Bidang Keahlian : Otomotif

YAYASAN AL FARIZI BANTARUJEG


SMK AL FARIZI BANTARUJEG
Jl. Siliwangi No. 148 Bantarujeg, Majalengka 45464
2021
LEMBAR PENGESAHAN

Praktik Kerja Lapangan (PKL) ini disetujui dan disahkan:

Pembimbing, Pembimbing,

Drs. Deni Susiyanto Abas


NIK. 30044747650200053

Pemilik DU/DI,

H. Atap

i
LEMBAR PENGESAHAN

Praktik Kerja Lapangan (PKL) ini disetujui dan disahkan:

Kaprogli, Pembimbing,

Acep Kuswara, ST. Drs. Deni Susiyanto


NIK. 30044747650200053

Kepala Sekolah,

Atep Iswanto, S.Pd.Gr


NRKS. 19023L0130216241174664

ii
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Alhamdulillahirabbil’alamiin, segala puji dan syukur kepada Allah SWT

yang telah memberikan rahmat atas segala limpahan karunia ruang dan waktu

sehingga penulis mampu untuk menyelesaikan Laporan Praktik Kerja Lapangan

di bengkel Priheny Motor dengan baik.

Penyusunan Laporan Praktik Kerja Lapangan ini berdasarkan pengetahuan

yang saya peroleh selama melakukan prakerin di bengkel  Priheny Motor serta

berdasarkan keterangan dari pembimbing dan para staf di lingkungan kerja yang

dengan ikhlas telah memberikan kontribusi bagi saya sehingga laporan ini dapat

terselesaikan.

Saya  ucapkan terimakasih kepada:

1. Allah SWT, yang telah memberi kemudahan bagi saya selama

melaksanakan Praktek Kerja Industri serta penyelesaian penulisan laporan ini,

2. Kedua orang tua saya, yang telah memfasilitasi, memberi semangat yang

tak terhingga,

3. Bapak  Atep Iswanto, S.Pd.Gr, sebagai Kepala SMK  Al-Farizi

Bantarujeg,

4. Bapak De Sandy, selaku Ketua Yayasan SMK Al-Farizi Bantarujeg,

5. Bapak H. Atap, selaku kepala bengkel  Priheny Motor,

6. Bapak Drs. Deni Susiyanto., selaku pembimbing,

iii
Akhir kata, semoga Laporan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca dan

saya harap Laporan ini dapat menambah wawasan serta pengetahuan bagi kita

semua.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Bantarujeg, Maret 2021

Penulis,

iv
DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN....................................................................................i

KATA PENGANTAR..........................................................................................iii

DAFTAR ISI...........................................................................................................v

DAFTAR GAMBAR.............................................................................................vi

BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................1

A. Latar Belakang..........................................................................................1

B. Tujuan Praktek Kerja Lapangan (PKL).....................................................2

BAB II GAMBARNA UMUM PERUSAHAAN.................................................3

A. Sejarah Tempat Praktik Kerja Lapangan (PKL).......................................3

B. Struktur Organisasi Perusahaan.................................................................3

C. Disiplin Kerja dan Keselamatan Kerja......................................................3

D. Jenis Bidang Usaha...................................................................................5

E. Kepegawaian.............................................................................................6

BAB III URAIAN PELAKSANAAN PRAKTIK DI PERUSAHAAN.............7

A. Pelaksanaan Praktik...................................................................................7

B. Langkah Kerja/Proses Kerja......................................................................9

C. Hambatan-Hambatan yang Dialami dan Cara Penyelesaian...................14

BAB IV PENUTUP..............................................................................................16

A. Kesimpulan..............................................................................................16

B. Saran........................................................................................................17

DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................19

v
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Gardan........................................................................................ 7

Gambar 2. Komponen-Komponen Gardan.................................................. 9

Gambar 3. Melapaskan Baut/Mur................................................................ 11

Gambar 4. Membuka Side Bearing Cap...................................................... 11

Gambar 5. Side Bearing Inver...................................................................... 11

Gambar 6. Melapaskan Pinion Sharf Dowel Pin......................................... 12

Gambar 7. Melepaskan End Yoke............................................................... 12

Gambar 8. Melepaskan Bearing dengan Menggunakan Tool Bearing

Remover..................................................................................... 12

vi
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Praktik Kerja Lapangan (PKL) adalah salah satu penyelenggaraan

pendidikan keahlian profesional yang memadukan sistematik dan sinkron

antara program pendidikan di sekolah dan penguasaan keahlian yang

diperoleh melalui kegiatan bekerja secara langsung dengan dunia kerja secara

terarah untuk membentuk keahlian dan  mental siswa agar pada saat lulus dari

SMK siap terjun dalam dunia kerja.

Dunia kerja yang sekarang tengah berkembang adalah dunia industri

di bidang otomotif seperti bidang jasa perbaikan, dan perawatan (Servis) pada

kendaraan. Oleh karena itu, siswa–siswa  lulusan Jurusan Teknik Kendaraan

Ringan Otomotif (TKRO) di SMK sangatlah dibutuhkan oleh dunia industri.

Salah satunya di bidang otomotif adalah bengkel Auto Megatek sebagai salah

satu tempat dilaksankannya Praktik Kerja Lapangan. Hal ini dilaksanakan

dalam rangka peningkatan mutu dari tamatan Sekolah Menengah Kejuruan

(SMK) dalam mencapai tujuan yang relevan antara dunia pendidikan dengan

tuntutan kebutuhan tenaga kerja, sekaligus sebagai syarat untuk mengikuti

UN (Ujian Nasional).

Saya memilih bengkel Auto Megatek karena bengkelnya cukup

lengkap, besar dan modern, juga akses transportasi yang mudah. Kegiatan

penyelenggaraan PKL ini diharapkan dapat meningkatkan keahlian dan etos

1
kerja siswa yang meliputi kemampuan bekerja, motivasi kerja, inisiatif,

kreativitas, disiplin dan kerajinan dalam bekerja.

B. Tujuan Praktek Kerja Lapangan (PKL)

1. Menghasilkan tenaga kerja yang memiliki pengetahuan,keterampilan dan

etos kerja yang sesuai dengan tuntutan lapangan kerja.

2. Dapat mengetahui perbedaan antara lingkungan Dunia Usaha/Industri

dengan lingkungan Sekolah.

3. Meningkatkan efisiensi proses pendidikan dan pelatihan tenaga kerja yang

berkualitas.

4. Memperoleh pengalaman bekerja langsung di tempat kerja sesuai

kompetensi dasar jurusan.

5. Dapat mengatasi masalah-masalah pada Sistem Pelumas Oli

2
BAB II

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

A. Sejarah Tempat Praktik Kerja Lapangan (PKL)

Bengkel Motor “Priheny Motor” ini didirikan pada tahun 2015 oleh

Bapak H. Deden (Alm). Karena posisi sebagai Kepala Bengkel tidak ada yang

mengisi, akhirnya bapak H. Altap menjadi Kepala Bengkel sampai sekarang.

B. Struktur Organisasi Perusahaan

PEMILIK BENGKEL
H. ATAP

MEKANIK 1 MEKANIK II
MANG ABAS MANG ATOT

C. Disiplin Kerja dan Keselamatan Kerja

1. Disiplin Kerja

Disiplin kerja di bengkel Priheny Motor meliputi:

a. Disiplin sikap dan waktu.

b. Mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja

c. Menyelesaikan tugas sehari–hari secara konsisten sesuai dengan

SOP (standart oprational procedure), tugas dan tanggung jawabnya,

agar tidak menimbulkan penyakit akibat kerja serta kecelakaan kerja

(zero accident)

3
d. Ikut memelihara keseimbangan ekosistem dan kelestarian

lingkungan.

e. Menempatkan dan membuang limbah hasil kerja pada tempatnya,

agar kita mampu mencegah dan menanggulangani pencemaran

lingkungan.

f. Setiap karyawan pada jam kerja yang telah ditentukan tidak

diperbolehkan istirahat.

g. Kepada karyawan yang tidak masuk kerja pada hari kerja di

haruskan melapor kepada pimpinan.

h. Kepada semua karyawan tidak diperbolehkan merokok di area

perusahaan.

2. Keselamatan Kerja

Dalam menjaga keselamatan kerja bengkel sudah memenuhi

keselamatan kerja. Siswa dan para pegawai mamakai wearpack sebagai

pakaian keselamatan kerja, tidak hanya wearpack bengkel juga sudah

mempunyai alat pemadam kebakaran sendiri, untuk berjaga-jaga sewaktu

ada kebakaran.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam keselamatan kerja :

a. Pakaian harus bersih dan rapi.

b. Bekerja dengan aman dan serius.

c. Merapikan alat-alat yang berantakan dan berusaha agar lantai tetap

bersih.

4
D. Jenis Bidang Usaha

Jenis Usaha dan pelayanan di bengkel “Priheny Motor” mempunyai

jenis usaha service kendaraan roda 4 berbagai merek mobil, adapun yang

biasa dilakukan adalah sebagai berikut:

1. Mengecat

2. Mendempul

3. Mengganti oli

4. Service mesin

5. Mengganti kamvas rem

6. Mengentheng

7. Mengganti bohlam

8. Mengganti kampas kopling\tune up mesin

Jasa service ini dilakukan setiap hari walaupun terkadang semua

service diatas semua bebarengan, tergantung keluhan konsumen, dalam

pelayanan konsumen akan memberitahukan permasalahan yang terjadi pada

kendaraannya, ini merupakan strategi cepat untuk melakukan pekerjaan,

sehingga tidak perlu banyak analisa yang nantinya hanya membuang-buang

waktu saja. Dalam melakukan service harus profesional dalam penanganan

agar kepercayaan pelanggan tetap terjaga.

5
E. Kepegawaian

Tugas masing–masing bagian kepegawaian adalah sebagai berikut.

1. Tugas dan Wewenang Kepala

Bertanggung jawab penuh atas segala hal yang berhubungan

dengan perusahaan, keuangan, staf dan mekanik serta penghubung

antara perusahaan dengan perusahaan lain dalam urusan bisnis dan lain-

lain.

2. Tugas dan wewenang service advistor

Melayani pelanggan yang akan melakukan transaksi servis dan

perawatan kendaraan sesuai Standard Service Transaction dalam rangka

mencapai kepuasan pelanggan.

3. Tugas dan wewenang mekanik

Melayani konsumen langsung dilapangan, dan  juga memberi

laporan tentang hal-hal yang harus ada untuk pelayanan bagi para

pelanggan.

4. Tugas dan wewenang pegawai spare part

Menyediakan spare part yang diperlukan oleh mekanik, serta

melaporkan tentang kondisi, dan jumlah spare part yang tersedia.

6
BAB III

URAIAN PELAKSANAAN PRAKTIK DI PERUSAHAAN

A. Pelaksanaan Praktik

Pembahasan materi yang saya dapatkan selama Praktik Kerja

Lapangan (PKL) di Bengkel Priheny Motor sebenarnya sangat banyak tetapi

agar laporan ini tidak terlalu banyak saya hanya akan membahasa materi yang

saya sering kerjakan selama PKL yaitu mengenai Sistem Gardan pada Mobil.

1. Pengertian Gardan (Diferensial)

Gambar 1. Gardan

Salah satu bagian dari mobil juga bernama diffrential yang oleh

montir dinamai gardan. Kerewelan pada bagian ini biasanya dikatakan

"gardan bunyi" atau "garden rontok". Bagian mobil ini memang termasuk

paling sulit khususnya menyangkut prosedur penyetelan gigi gardan yang

terdiri dari ring gear dan drive pinion. Penyetelan pada bagian ini harus

menggunakan alat-alat pengukur seperti timbangan dan cat. Berapa berat

7
gesekan putaran sesuatu bagian setelah dikeraskan dengan kunci juga

dalam ukuran kekerasan berapa besar Kg/cm2. Kalau sudah menyangkut

penyetelan kedua bagian ini penulis sarankan untuk dikerjakan saja pada

bengkel- bengkel dealer atau montir yang sudah berpengalaman dengan

catatan mempunyai peralatan lengkap. Permulaan penulis terjun ke

bidang perbengkelan mobil yang pertama diuji adalah pekerjaan ini.

Gardan dari sebuah kendaraan bermotor yang sudah berulang kali dibawa

keluar bengkel, diperintahkan untuk diatasi. Upaya apapun yang dipakai

selalu gagal dan ini lebih mempertegas bahwa gardan yang sudah bunyi

tidak mungkin bisa diperbaiki lagi. Bagi kita yang penting adalah

mengetahui apa sebenarnya yang menyebabkan sampai gardan rusak.

Dalam otomotif yang semakin pesat, khususnya balap, mesin

dengan horsepower yang besar membutuhkan traksi yang maksimal di

permukaan aspal. Salah satu alat penunjang yang digunakan adalah LSD

(Limited Slip Differential). Alat ini dapat diaplikasikan secara luas baik

untuk mobil dengan penggerak roda depan maupun belakang, pada

mobil-mobil berpenggerak roda depan, LSD ditempatkan di transmisi,

sedangkan untuk berpenggerak belakang ditempatkan di gardan/

differensial. Dilihat dari fungsinya inilah makanya LSD sering juga

disebut dengan sistem penambah traksi dan menjadi alat wajib bagi para

pengguna mobil untuk tujuan Drift, Balap, dan Offroad.

8
2. Komponen Utama

Gambar 2. Komponen-Komponen Gardan

Jika dilihat konstruksinya komponen-komponen utama dari poros terdiri

dari :

a. Roda gigi pinion (drive pinion gear).


b. Roda gigi samping (side wheel)
c. Roda gigi crown (crown wheel)
d. Roda gigi planet (planet wheel)
e. Poros roda (rear axle)
f. Rumah dan bantalan

B. Langkah Kerja/Proses Kerja

1. Alat dan Bahan

Sebelum kita melakukan langkah–langkah dalam proses

pembongkaran kemudian kita analisa dan melakukan langkah perbaikan

pada Gardan (Deferensial), maka perlu kita pilih–pilih mana peralatan

dan bahan yang akan kita gunakan. Adapun alat–alat dan bahan-bahan

yang akan kita gunakan antara lain yaitu sebagai berikut.

9
a. Alat

1) Kunci-kunci

2) Kunci Moment

3) Tracker

4) Drive

5) Palu

6) SST

7) Dial Test Indikator

8) Kuas

b. Bahan

1) Poros Axle

2) Kain lap

3) Kompresor

4) Gemuk

5) Cat/Pasta, Dll

2. Langkah Kerja

a. Pembongkaran

1) Buanglah oli pada poros aksel dan lepaskan poros aksel dari

mobil/kendaraan.

2) Letakkan poros aksel di meja kerja lalu lepaskan baut/mur yang

mengikat carrier assembly dari housing.

10
Gambar 3. Melapaskan Baut/Mur

3) Lepaskan side bearing cap untuk melepaskan differensial assembly

agar dapat keluar.

Gambar 4. Membuka Side Bearing Cap

4) Lepaskan side bearing inver dengan menggunakan SST atau

tracker.

Gambar 5. Side Bearing Inver

11
5) Lepaskan pinion shaft dowel pin dari arah ring gear momenting,

cabut pinion shaft dan keluarkan differensial pinion gear, washer,

side gear.

Gambar 6. Melapaskan Pinion Sharf Dowel Pin

6) Lepaskan end yoke untuk melepaskan drive pinion gear dengan

hammaer tembaga.

Gambar 7. Melepaskan End Yoke

7) Lepaskan bearing dengan mempergunakan tool bearing remover.

Gambar 8. Melepaskan Bearing dengan Menggunakan Tool


Bearing Remover
3. Pemasangan dan Penyetelan

12
a. Pemasangan Differensial Assembly

1) Jika gear, side gear, washer tidak diganti, maka pasangkan kembali

ke dalam shaft dengan memberi gear oli pada tiap-tiap gear dan

washer.

2) Ukurlah backlash antara side gear dan pinion gear, nilai standard

0,05-0,15 mm.

3) Rakitlah differensial assembly dengan memasang baut. kuncilah

baut pada ring gear dengan menggerakkan kunci moment torque

pengikatan 6,5 – 7,5 kg.

4) Pasanglah drive pinion front bearing dengan menggunakan special

tool bearing installer adaptor dan pasang drive pinion gearnya.

5) Lakukan penyetelan pinion height dengan memasukkan shim (0,75

mm std) diantara differensial case dan rear bearing outer race dan

kencangkan nut sehingga pre load sebesar 5 – 15 kg.

b. Penyetelan Pre Load

1) Lakukan pemeriksaan pre load dengan mengunci mur end yoke

dengan torque 14 – 17 kg. Pre load standar 5 – 15 kg.

2) Setelah diperoleh pinion pre load, maka lepaskan kembali end yoke

dan pasang oli seal dengan menggunakan SST. Pergunakan oli seal

yang baru dan beri grease dalam pemasangan.

3) Pasanglah side bearing inner race ke dalam differensial case

dengan menggunakan SST dan selanjutnya pasang side bearing cap

untuk sementara kencangkan 1,0 – 1,5 kg.

13
4) Kencangkan adjusting nut dengan mempergunakan SST pada kiri

dan kanan sehingga tidak terdapat pre load.

5) Gunakan dial indicator untuk memeriksa backlash dan penyetelan,

bila backlash tidak tepat maka kencangkan atau kendurkan ring nut

dengan jumlah putaran yang sama. Backlash standard 0,13–0,18

mm. Kemudian jika didapat nilai backlash standard maka

kencangkan bearing cap 3-4 kg.

6) Periksa run out pada ring gear nilai standard ring gear untuk run

out 0,075 mm.

7) Periksa kembali besarnya backlash antara drive gear dan drive

pinion nilai standard 0,13 – 0,18 mm, batas limit untuk perbaikan

0,2 mm.

8) Pasanglah semua komponen differentsial ke differensial box dan

pasang kembali ke mobil untuk ditest.

9) Kembalikan semua peralatan dengan bersih dan lengkap ke tempat

semula atau kepada petugas penjaga alat.

C. Hambatan-Hambatan yang Dialami dan Cara Penyelesaian

1. Hambatan-Hambatan yang Dialami

Dalam pelaksanaan Praktik Kerja Industri di Bengkel Motor

“Priheny Motor” ada kendala yang sering kami alami yaitu onderdil

kendaraan yang kurang lengkap, sehingga saat diperlukan harus membeli

dari bengkel lain.

2. Penyelesaian Hambatan

14
Bertanya kepada pembimbing eksternal jika ada kerusakan alat

atau onderdil tidak ada ketika saat mau digunakan.

15
BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan

Setelah penyusun menyelesaikan Praktek Kerja Lapangan (PKL) ini,

maka penyusun dapat menyimpulkan bahwa kegiatan prakerin sangat

bermanfaat bagi siswa siswi SMK Al Farizi Bantarujeg. Dengan adanya

kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) siswa siswi di tuntut untuk

mempunyai sikap mandiri, bertanggung jawab dan mampu berinteraksi

dengan orang lain sehingga siswa diharapkan dapat memiliki ketrampilan dan

wawasan yang tinggi.

Selain itu prakerin merupakan kegiatan praktek di luar jam sekolah

yang bekerja di DU/DI, sehingga siswa dan siswi mampu bergaul dan bekerja

sama. Praktik Kerja Lapangan (PKL) dapat menunjang siswa untuk menjadi

tenaga kerja yang ahli dan profesional di bidangnya.

Disamping itu pula kami juga dituntut untuk bekerja kreatif dan penuh

ketelitian dalam melakukan setiap tugas yang diberikan , dari sini kami bisa

menyimpulkan bahwa pengetahuan yang kami dapat disekolah banyak juga

diterapkan ditempat kami melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) serta

banyak pula pengetahuan yang tidak kami dapatkan di sekolah bisa diperoleh

ditempat Praktek Kerja Lapangan (PKL).

16
B. Saran

Adapun saran saya untuk tempat saya melaksanakan prakerin sebagai

berikut.

1. Untuk Dunia Industri

a. Semua pihak yang bersangkutan pada praktek kerja industri ini dapat

melakukan kerja sama dengan sebaik mungkin.

b. Seharus siswa diberikan fasilitas seperti dipinjamkan baju kerja dari

industri, mendapatkan makan dan pengetahuan mengemudi mobil.

2. Untuk Sekolah

a. Praktek Kerja Industri mohon tetap dilaksanakan tiap tahun untuk

menunjang pendidikan sistem ganda.

b. Dari pihak sekolah di haruskan membuat panduan lebih jelas lagi agar

dapat di pahami oleh siswa / siswi.

c. Guru pembimbing diusahakan lebih sering mengunjungi siswa yang

sedang melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) setidaknya 1

bulan 1 kali.

d. Seharusnya disekolah lebih banyak praktek dari pada teori supaya

siswa lebih terampil dalam bidang otomotif didunia Industri.

e. Diharapakan dari pihak yang bersangkutan dapat membimbing siswa

yang melaksanakan praktek kerja industi.

3. Untuk Siswa

a. Siswa sebaiknya mentaati peraturan di Industri maupun disekolah.

b. Siswa harus lebih disiplin dan menjaga nama baik sekolah di Industri.

17
c. Siswa diharapkan menguasai salah satu bidang keahlian atau

semua bidang keahlian untuk bersaing di Dunia Industri setelah lulus

dari sekolah.

d. Siswa diharapkan bersikap jujur dan berhati-hati dalam bekerja.

e. Usahakan dalam bekerja menjaga kebersihan ditempat kerja terutama

pakaian kerja yang kita pakai.

f. Bagi siswa dan siswa yang melaksanakan praktek kerja industri

jangan malu untuk bertanya kepada  pembimbingnya jika ada hal yang

tidak di ketahui atau di pahami agar tidak ada kesalahan.

18
DAFTAR PUSTAKA

https://google.com

https://wikipedia.com

https://www.gridoto.com/read/221017044/sistem-pelumasan-mesin-mobil?

page=all

https://www.montirpintar.com/2019/03/sistem-pelumasan-mesin-mobil.html

19