Anda di halaman 1dari 3

TUGAS PERTEMUAN KE-3 MATA KULIAH KEWARGANEGARAAN

NAMA : CERLY OKTA WIJAYANTI


NPM : 2001061002
JURUSAN : TADRIS MATEMATIKA
KELAS :B
SEMESTER : 2

Sajikanlah sebuah kasus disintegrasi yang terjadi di Indonesia dewasa ini. Selanjutnya
analisislah berita tersebut berdasarkan aspek-aspek berikut ini :
1. Judul berita dan sumbernya
2. Isi pokok berita
3. Kaitannya dengan jenis integrasi
4. Faktor penyebab disintegrasi
5. Alternatif penyelesaiannya

Judul berita :
WAGUB EMIL: BERITA HOAX PICU PERPECAHAN BANGSA,
MENYUBURKAN INTOLERANSI DAN RADIKALISME !

Sumber :
NUSADAILY.COM- SURABAYA

Isi pokok berita :


Polda Jatim menggelar diskusi kebangsaan yang bertemakan “Melawan Intoleransi
dan Menangkal Radikalisme” yang didukung oleh Pemprov Jatim. Intoleransi dan
radikalisme merupakan dua hal yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan
NKRI. Wagub Emil menghimbau agar saling mengenal dan memahami perbedaan
di masyarakat. Usaha itu sebagai alat menghindari intoleransi dan masuknya
radikalisme.
Pemprov Jatim telah menerbitkan Perda 8 tahun 2018 tentang penyelenggaraan
toleransi kehidupan masyarakat dan Pergub 32 tahun 2020 yang menjadi PP Perda
8 tahun 2018.
Dalam hal ini langkah nyatanya adalah dengan tidak menyebar berita HOAX,
profokatif sehingga harus dicek kebenarannya. Dalam diskusi tersebut, Wagub
Jatim berharap ada peran pemerintah dalam peningkatan toleransi, kerja sama
peningkatan kapasitas dan fasilitas toleransi di ruang publik untuk memperkuat
NKRI.

Kaitan dengan jenis integrasi :


Integrasi adalah pembaruan hingga menjadi kesatuan yang memiliki beberapa jenis.
Dalam berita diatas adalah satu contoh kasus jenis integrasi bangsa. Dimana
diketahui Indonesia memiliki 714 suku bangsa, 1001 bahasa daerah dan ragam
budaya yang berbeda-beda. Dengan tidak adanya rasa toleransi di Indonesia maka
akan membuat Indonesia terpecah belah bangsanya. Oleh karena itu demi
kepentingan bersama, masing-masing individu atau kelompok wajib menanamkan
rasa toleransi dan anti rasisme kepada diri masing-masing.

Faktor penyebab disintegrasi


Dalam kasus ini faktor penyebab disintegrasinya adalah penyebaran berita HOAX
dan rasisme. Berita yang belum dipastikan kebenarannya atau bahkan berita bohong
yang dibuat seolah olah ada dalam suatu masyarakat. Ini yang membuat masyarakat
bingung dan ragu akan suatu kebenaran dan akan membuat asumsi mereka sendiri.
Dan akan menimbulkan rasis terhadap berita tersebut. Karena sulit membedakan
berita HOAX dan real. Berprilaku rasis pada suatu hal adalah tindakan yang kurang
tepat, apa lagi dalam hidup berbangsa, yang memiliki berbagai macam perbedaan
sosial.

Alternatif penyelesaian :
Dalam kasus ini sudah ada tindak lanjut atas permasalahan tersebut. Yakni dengan
menerbitkan Perda 8 tahun 2018 tentang penyelenggaraan toleransi kehidupan
masyarakat dan Pergub 32 tahun 2020 yang menjadi PP Perda 8 tahun 2018.
Dengan demikian tindakan warga masyarakatnya sudah diatur sedemikian rupa.
Tinggal merubah dari diri sendiri.