Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN KASUS

DENGAN MASALAH CKD ON HD DI RUANG HEMODIALISA


RUMAH SAKIT BHAYANGKARA TK.I R. SAID SUKANTO
Jl. Raya Jakarta-Bogor, Kramat Jati, Kec. Kramat Jati, Kota Jakarta
Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta

Dosen Pembimbing: Ns. Mareta Dea Rosaline, S. Kep. M.Kep

Disusun Oleh :
Nama : Davita Aprilia Pratiwi
NIM : 2010721046

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN JAKARTA
2020/2021
PROGRAM STUDI PROFESI NERS
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”
JAKARTA

PENGKAJIAN KEPERAWATAN DI RUANG HEMODIALISIS

Nama Mahasiswa : Davita Aprilia Pratiwi


Semester/Tingkat : 2 / Profesi NERS
Tempat Praktek : Rumah Sakit Bhayangkara Tk.I R. Said Sukanto
Tanggal Pengkajian : 5 – April – 2021

DATA KLIEN

DATA UMUM
1. Nama inisial klien: Tn. DJ Umur: 65 Tahun

2. Agama: Islam Tanggal masuk RS: 26 – Maret – 2021

3. Nomor Rekam Medis: 01172501 Diagnosa medis: CKD ON HD, DM

DATA PRE HD
Keluhan :

Klien mengeluh badannya terasa sangat lemas disertai dengan mual muntah dan kepalanya
terasa pusing.

A. PEMERIKSAAN FISIK
a) Vital sign
TD : 100/70 mmHg Nadi : 110 x/menit P: 23 x/menit Suhu : 36,5˚C
b) Respiratory : √Normal ○Dispnoe ○Ronchi ○Wheezing
c) Edema : ○Tidak ada √Etrimitas √Wajah √Asites
d) Data berat badan : BB kering: 98 kg BB Pra : - kg
e) Tipe akses vaskuler : ○AV Fistula √Femoralis ○Double lumen

3. SKALA NYERI
Nyeri : √Tidak ○Ya
○Nyeri kronis, Lokasi :………….. Frekuensi :………… Durasi :……………
○Nyeri Akut, Lokasi :………….. Frekuensi :………… Durasi :……………
○Score nyeri (0-10) :…………....... Karakteristik Nyeri : ..........................................
Nyeri hilang
○Minum obat ○Istirahat ○Mendengar musik ○Berubah posisi tidur
○Lain-lain, sebutkan………………..

4. CAIRAN DAN ELIMINASI:


a. Cairan masuk: Minum: 600 ml, Parenteral: 551 ml
b. Pengeluaran: 2.950 ml
c. Urine:
1) Pola pembuangan urine (frekuensi, jumlah, ketidaknyamanan) : Menggunakan kateter,
jumlah 1.400 ml, klien mengatakan tidak ada masalah jika harus menggunakan kateter.
2) Riwayat kelainan kandung kemih : -
3) Pola urine (jumlah, warna, kekentalan, bau) : jumlah 1.400 ml dan berwarna kuning
4) Distensi kandung kemih/retensi urine : -

Total balance input-output: - 2.599 ml

5. DATA DIALIZER

Luas membrane : 1,6.m2 ○Low Flux √High Flux


Jenis dialyzer : √Baru ○Reuse,ke………/volume priming:………..ml
Hasil tes sisa renalin (khusus dialyzer reuse) : ○ 0 ○1 ○3
Parameter mesin : Alarm test:○Tidak √Ya, conductivity: 14,5 Suhu mesin: 37,1˚C
Anticoagulan : Tipe : ○ Continue √Free Heparine
Dosis awal : - unit Dosis pemeliharaan: - unit//jam Total: - unit

B. PEMERIKSAAN PENUNJANG:

Pemeriksaan Hasil
Nilai Normal
Hemoglobin L 6,2 g/dl 13,2 – 17,3
Leukosit 9,0 10^3 /uL 3,8 – 10,6
Hematokrit L 19 % 40 – 52
Eritrosit L 2,3 10^3 /uL 150 – 440
MCH 27 pg 26 – 34
MCHC 32 g/dl 32 – 36
MCV 85 Fl 80 – 100
Eosinophil 1,80 % 2–4
Basophil 0,10 % 0–1
Netrofil 77,60 % 50 – 70
Limfosit 9,60 % 22 – 40
Monosit 10,90 % 2–8
Ureum 98 mg/dl 10 – 50
Kreatinin 6,10 mg/dl 0,9 – 1,3
C. DATA TAMBAHAN:
Ns 0,9 7 tpm
Kidmin 1 kolf/hari
Dopamin 2,5 mcg
Lasix 5 mg/jam

D. MASALAH KEPERAWATAN:
1) Gangguan Keseimbangan Cairan Dan Elektrolit : Resiko Ketidakseimbangan Elektrolit
b.d Diabetes Melitus dd Ketidakseimbangan Cairan, Gangguan Mekanisme Regulasi,
Muntah (SDKI, D.0037, Hal. 88)
E. INTERVENSI/IMPLEMENTASI
INTERVENSI

No Hari/Tanggal Tujuan dan Kriteria Hasil Rencana Tindakan Paraf dan


Dx /Waktu Nama Jelas
1 Senin, 5 – Setelah dilakukan tindakan 1) Pemantauan Elektrolit (SIKI, I. 03122, Hal. 240)
April – 2021
keperawatan selama 1 x 24 a) Identifikasi kemungkinan penyebab ketidakseimbangan Davita
jam, diharapkan masalah elektrolit Aprilia
Pratiwi
Resiko Ketidakseimbangan b) Monitor kadar elektrolit serum
Elektrolit dapat teratasi c) Monitor mual, muntah, dan diare
dengan kriteria hasil sebagai d) Monitor kehilangan cairan, jika perlu
berikut: e) Atur interval waktu pemantauan sesuai dengan kondisi
1) Keseimbangan pasien
Elektrolit (SLKI, L. f) Dokumentasikan hasil pemantauan
03021, Hal. 42) g) Jelaskan tujuan dan prosedur pemantauan
meningkat, dengan h) Informasikan hasil pemantauan
kriteria hasil:
a) Serum natrium
membaik
b) Serum kalium
membaik
c) Serum klorida
membaik.
d) Serum kalsium
membaik
e) Serum
magnesium
membaik
f) Serum fosfor
membaik

2) Keseimbangan Cairan
(SLKI, L.03020, Hal. 41)
meningkat, dengan
kriteria hasil :
a) Kelembaban
membran mukosa
meningkat
b) Dehidrasi
menurun Tekanan
darah membaik
Denyut nadi
membaik
c) Turgor kulit
membaik
IMPLEMENTASI
1) Memonitor mual dan muntah
Hasil :
a) klien mengatakan dirinya merasa mual
b) klien mengatakan dirinya merasa lemas

2) Memonitor kadar elektrolit serum


Hasil :

Pemeriksaan Hasil
Nilai Normal
Hemoglobin L 6,2 g/dl 13,2 – 17,3
Leukosit 9,0 10^3 /uL 3,8 – 10,6
Hematokrit L 19 % 40 – 52
Eritrosit L 2,3 10^3 /uL 150 – 440
MCH 27 pg 26 – 34
MCHC 32 g/dl 32 – 36
MCV 85 Fl 80 – 100
Eosinophil 1,80 % 2–4
Basophil 0,10 % 0–1
Netrofil 77,60 % 50 – 70
Limfosit 9,60 % 22 – 40
Monosit 10,90 % 2–8
Ureum 98 mg/dl 10 – 50
Kreatinin 6,10 mg/dl 0,9 – 1,3

3) Memantauan Tekanan Darah pre HD


Hasil : 100 / 70 mmHg
4) Memantau urin output
Hasil : urin output berjumlah 1.400 ml berwarna kuning pekat pada urin bag

F. EVALUASI:

S:
a) klien mengatakan dirinya merasa mual
b) klien mengatakan dirinya merasa lemas

O:
a) TD : 100/70 mmHg
b) Nadi : 110 x/menit
c) P: 23 x/menit
d) Suhu : 36,5˚C
e) Urin output berjumlah 1.400 ml berwarna kuning
A: Masalah belum teratasi
P: Intervensi di lanjutkan pada ruang perawatan ECU

DATA INTRA HD:

A. OBSERVASI PROGRAM DIALISIS:

Jam PASIEN Mesin


TD Nadi QB Vena UF UF UF
pressure Goal Rate Removed
10.00 110 / 110 150 70 1000 250 250
WIB 70 x/mnt
mmHg
11.00 110 / 110 150 75 1000 250 500
WIB 80 x/mnt
mmHg
12.00 140 / 98 150 75 1000 250 750
WIB 80 x/mnt
mmHg
13.00 140 / 97 150 74 1000 250 1000
WIB 80 x/mnt
mmHg

B. PEMERIKSAAN PENUNJANG:

Pemeriksaan Hasil
Nilai Normal
Hemoglobin L 6,2 g/dl 13,2 – 17,3
Leukosit 9,0 10^3 /uL 3,8 – 10,6
Hematokrit L 19 % 40 – 52
Eritrosit L 2,3 10^3 /uL 150 – 440
MCH 27 pg 26 – 34
MCHC 32 g/dl 32 – 36
MCV 85 Fl 80 – 100
Eosinophil 1,80 % 2–4
Basophil 0,10 % 0–1
Netrofil 77,60 % 50 – 70
Limfosit 9,60 % 22 – 40
Monosit 10,90 % 2–8
Ureum 98 mg/dl 10 – 50
Kreatinin 6,10 mg/dl 0,9 – 1,3
C. DATA TAMBAHAN:
Saat dilakukan hemodialisis untuk klien, tidak boleh di gunakan heparin karena klien ada
riwayat melena. (tinja menjadi berwarna gelap atau kehitaman yang disebabkan karena
adanya perdarahan pada saluran cerna bagian atas)

D. MASALAH KEPERAWATAN:
1) Resiko Terjadi Pendarahan b.d Penggunaan Heparin Dalam Proses Hemodialisa (SDKI,
D.0012, Hal. 42)
E. INTERVENSI/IMPLEMENTASI:
INTERVENSI

No Hari/Tanggal Tujuan dan Kriteria Hasil Rencana Tindakan Paraf dan


Dx /Waktu Nama Jelas
1 Senin, 5 – Setelah diberikan asuhan 1) Pencegahan Perdarahan (SIKI, I. 02067, Hal. 283)
April – 2021 keperawatan selama 1x24
a. Monitor tanda dan gejala perdarahan Davita
jam diharapkan Tingkat
b. Monitor nilai hematokrit/hemoglobin sebelum dan setelah Aprilia
Perdarahan (SLKI,
Pratiwi
L.02017, Hal. 147) kehilangan darah
menurun dengan kriteria
c. Monitor tanda-tanda vital
hasil:
d. Monitor koagulasi (mis. Prothrombin time, fibrinogen,
a) Kelembapan degradasi fibrin)
membarane mukosa
meningkat
b) Kelembapan kulit
meningkat
c) Perdarahan anus
menurun
d) Hemoglobin membaik
e) Hematokrit membaik
f) Tekanan darah
membaik
g) Denyut nadi apikal
membaik
IMPLEMENTASI
1) Memonitor tanda dan gejala pendarahan
Hasil :
a) Klien mengatakan sebelum masuk ke rumah sakit pernah mengalami pendarahan saat
BAB
b) Perawat ECU mengatakan bahwa feses klien kehitaman
2) Memonitor Tanda – Tanda Vital
Hasil :
10.00 WIB, TD : 110/70 mmHg, N : 110 x/mnt, RR : 18 x/mnt, S : 36,5℃
11.00 WIB, TD : 110/80 mmHg, N : 110 x/mnt, RR : 20 x/mnt, S : 36,7℃
12.00 WIB, TD : 140/80 mmHg, N : 98 x/mnt, RR : 20 x/mnt, S : 36,7℃
13.00 WIB, TD : 140/70 mmHg, N : 97 x/mnt, RR : 20 x/mnt, S : 36,9℃

G. EVALUASI:

S:
a) Klien mengatakan sebelum masuk ke rumah sakit pernah mengalami pendarahan saat
BAB
b) Perawat ECU mengatakan bahwa feses klien kehitaman

O:
10.00 WIB, TD : 110/70 mmHg, N : 110 x/mnt, RR : 18 x/mnt, S : 36,5℃
11.00 WIB, TD : 110/80 mmHg, N : 110 x/mnt, RR : 20 x/mnt, S : 36,7℃
12.00 WIB, TD : 140/80 mmHg, N : 98 x/mnt, RR : 20 x/mnt, S : 36,7℃
13.00 WIB, TD : 140/70 mmHg, N : 97 x/mnt, RR : 20 x/mnt, S : 36,9℃

A: Masalah teratasi sebagian


P: Intervensi dilanjutkan pada perawatan ruang ECU

DATA POST HD:

A. Keluhan :
Klien mengeluh setelah dilakukan hemodialisa merasa sedikit mual dan ingin muntah serta
kepala yang terasa pusing.

B. Keadaan umum :
a) Klien terlihat masih lemas
b) Klien terlihat beberapa kali mual
c) Mukosa klien kering

C. Tanda-Tanda Vital:
TD : 140/ 80 mmHg Nadi : 97 x/menit P: 21 x/menit Suhu: 36,5˚C BB-Post:....kg
D. Cairan yang masuk selama HD
Sisa Priming : 150 ml Dializer (single use)
Transfusi : 0 ml
Wash out : 50 ml
Minum : 50 ml
Jumlah : 250 ml

E. PEMERIKSAAN PENUNJANG:

Pemeriksaan Hasil
Nilai Normal
Hemoglobin L 6,2 g/dl 13,2 – 17,3
Leukosit 9,0 10^3 /uL 3,8 – 10,6
Hematokrit L 19 % 40 – 52
Eritrosit L 2,3 10^3 /uL 150 – 440
MCH 27 pg 26 – 34
MCHC 32 g/dl 32 – 36
MCV 85 Fl 80 – 100
Eosinophil 1,80 % 2–4
Basophil 0,10 % 0–1
Netrofil 77,60 % 50 – 70
Limfosit 9,60 % 22 – 40
Monosit 10,90 % 2–8
Ureum 98 mg/dl 10 – 50
Kreatinin 6,10 mg/dl 0,9 – 1,3

F. DATA TAMBAHAN:

G. MASALAH KEPERAWATAN:
1) Intolenransi Aktivitas b.d Keletihan, Prosedur Dialisis dd menyatakan merasa lemah
F. INTERVENSI/IMPLEMENTASI:

INTERVENSI

No Hari/Tanggal Tujuan dan Kriteria Hasil Rencana Tindakan Paraf dan


Dx /Waktu Nama Jelas
1 Senin, 5 – Setelah dilakukan Manajemen Energi (SIKI, I. 05178, Hal. 176)
April – 2021 intervensi selama 1 x 24
1) Identifikasi gangguan fungsi tubuh yang mengakibatkan
jam, maka Toleransi Davita
Aktivitas (SLKI, L. kelelahan Aprilia
05047, Hal. 149) Pratiwi
2) Monitor kelelahan fisik dan emosional
meningkat, dengan
kriteria hasil: 3) Lakukan latihan rentang gerak pasif dan/atau aktif
1) Frekuensi nadi
4) Anjurkan tirah baring
menurun
2) Keluhan lelah 5) Sediakan lingkungan nyaman dan rendah stimulus (mis. cahaya,
menurun suara, kunjungan)
3) Perasaan lemah 6) Lakukan rentang gerak pasif dan/atau aktif
menurun
4) Tekanan darah 7) Anjurkan tirah baring
membaik 8) Anjurkan melakukan aktivitas secara bertahap
9) Anjurkan menghubungi perawat jika tanda dan gejala kelelahan
tidak berkurang
IMPLEMENTASI
1) Mengidentifikasi gangguan fungsi tubuh yang mengakibatkan kelelahan
Hasil : Klien mengidap DM dan CKD ON HD, da nada pembengkakkan pada
kedua kaki klien.
2) Melakukan latihan rentang gerak pasif dan/atau aktif
Hasil : Perawat melakukan gerakan pasif pada kaki untuk mencegah kram kaki
setelah HD.
3) Menyediakan lingkungan nyaman dan rendah stimulus (mis. cahaya, suara,
kunjungan)
Hasil : Perawat menyediakan lingkungan yang nyaman dan aman.
4) Menganjurkan melakukan aktivitas secara bertahap
Hasil : Klien melakukan pergerakan pada kedua kakinya
5) Anjurkan menghubungi perawat jika tanda dan gejala kelelahan tidak berkurang

H. EVALUASI:

S:
1) Klien mengatakan kakinya terasa kaku dank ram
2) Klien mengtakan mualnya berkurang setelah kegiatan HD

O:
13.00 WIB, TD : 140/70 mmHg, N : 97 x/mnt, RR : 20 x/mnt, S : 36,9℃

A: Masalah teratasi sebagian

P: Intervensi dilanjutkan pada perawatan ruang ECU

Anda mungkin juga menyukai