Anda di halaman 1dari 43

PELATIHAN DASAR CALON PNS GOLONGAN III

ANGKATAN IV TAHUN 2021

RANCANGAN AKTUALISASI
JABATAN ANALIS PEMASARAN HASIL PERTANIAN

EFEKTIFITAS PELAPORAN DATA AKTUAL PALAWIJA DINAS


PERTANIAN TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA KABUPATEN
BARITO KUALA

Oleh :
ARGA DESMA FACHRIANA, S.P
NIP. 19881227 202012 1 007
NDH : 35

PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN


BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAERAH
2021
LEMBAR PERSETUJUAN
LAPORAN AKTUALISASI
PELATIHAN DASAR CALON PNS
GOLONGAN III ANGKATAN IV

JUDUL : Efektifitas Pelaporan Data Aktual Palawija Dinas


Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Barito
Kuala

PENULIS : Arga Desma Fachriana, S.P

JABATAN : Analis Pemasaran Hasil Pertanian

UNIT KERJA : Dinas Pertanian Tanaman Pangan Dan Hortikultura


Kabupaten Barito Kuala

NDH : 35

Telah disetujui untuk diseminarkan pada tanggal 6 April 2021


di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah
Provinsi Kalimantan Selatan

Banjarbaru, 5 April 2021

Mentor, Coach,

Ghozali Ansyah, S.P Giriyanti Catur Lestari, A.Ks, M.M


NIP. 1968.323 20003 1 005 NIP. 19680106 198902 2 001
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN AKTUALISASI
PELATIHAN DASAR CALON PNS
GOLONGAN III ANGKATAN IV

JUDUL : Efektifitas Pelaporan Data Aktual Palawija Dinas


Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Barito
Kuala

PENULIS : Arga Desma Fachriana, S.P

JABATAN : Analis Pemasaran Hasil Pertanian

UNIT KERJA : Dinas Pertanian Tanaman Pangan Dan Hortikultura


Kabupaten Barito Kuala

NDH : 35

Telah diseminarkan dan disahkan pada tanggal 6 April 2021


di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah
Provinsi Kalimantan Selatan

Banjarbaru, 6 April 2021


Mentor, Coach,

Ghozali Ansyah, S.P Giriyanti Catur Lestari, A.Ks, M.M


NIP. 1968.323 20003 1 005 NIP. 19680106 198902 2 001

Penguji,

Dr. Ir. Hidayatullah, S.E., S.IP., M.M., M.P


NIP. 19671112 199803 1 009
KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur hanya kepada Allah SWT, berkat limpahan
rahmat dan karunia-Nya yang tak terbatas, penulis dapat menyelesaikan
Rancangan Aktualisasi ini dengan sebaik-baiknya.
Laporan aktualisasi habituasi ini disusun untuk mengimplementasi
aktualisasi diri pasca mengikuti Latihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil
Golongan III Angkatan IV Tahun 2021 di Badan Pengembangan Sumber
Daya Manusia Daerah Provinsi Kalimantan Selatan.
Terselesaikannya laporan aktualisasi ini tidak terlepas dari
dukungan, bimbingan, arahan, masukan dan bantuan dari berbagai pihak.
Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikanucapan
terimakasih kepada:
1. Bapak Drs. H. Muhammad Nispuani, M.AP selaku Kepala BPSDM
Provinsi Kalimantan Selatan.
2. Ibu Kepala DInas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura
Kabupaten Barito Kuala Ir. Murniati, M.P
3. Bapak Kepala Bidang Tanaman Pangan Ghozali Ansyah, S.P
selaku Mentor yang telah memberikan bimbingan sehingga
Laporan Aktualisasi ini dapat terselesaikan dengan baik.
4. Ibu Giriyanti Catur Lestari, A.Ks, MM selaku Coach yang telah
memberikan bimbingan dan arahan dengan bijak dan sabar
sehingga terselesainya penulisan Laporan Aktualisasi ini.
5. Bapak dan Ibu Widyaiswara, pengasuh, fasilitator, pengelola dan
staf di BPSDMD Provinsi Kalimantan Selatan yang telah
merancang dan menyampaikan materi pembelajaran dengan
sangat baik.
6. Seluruh Panitia Penyelenggara Pendidikan dan Pelatihan Dasar
Calon PNS Golongan III BPSDMD Provinsi Kalimantan Selatan
Tahun 2021.
7. Keluarga tercinta yang selalu berjuang bersama dan memberikan
segala bentuk dukungan kepada penulis.
8. Rekan-rekan peserta Pelatihan Dasar CPNS Golongan III Angkatan
IV atas segala kenangan baik suka, duka, canda, tawa dan
kebersamaan selama masa Pelatihan Dasar CPNS.
Akhir kata, semoga nilai-nilai dasar Aparatur Sipil Negara yang
penulis aktualisasikan selama Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil
bisa terus penulis amalkan sepanjang hayat dan dapat memberikan
kontribusi bagi kemajuan Bangsa dan Negara tercinta, Indonesia.
Serta semoga laporan aktualisasi habituasi yang penulis buat ini
menjadi ilmu yang bermanfaat bagi setiap orang yang membaca meskipun
kenyataanya masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan
saran sangat penulis harapkan agar penulis dapat memperbaiki karya
tulis selanjutnya.

Banjarbaru, 5 April 2021

Arga Desma Fachriana, S.P


NIP. 19881227 202012 1 007
DAFTAR ISI

LEMBAR PERSETUJUAN............................................................................i

LEMBAR PENGESAHAN.............................................................................ii

KATA PENGANTAR....................................................................................iii

DAFTAR ISI..................................................................................................v

DAFTAR GAMBAR.....................................................................................vii

DAFTAR TABEL........................................................................................viii

BAB I............................................................................................................9

PENDAHULUAN..........................................................................................9

A. Latar Belakang................................................................................9

B. Tujuan dan Manfaat Aktualisasi...................................................11

C. Identifikasi Isu Strategis................................................................11

D. Ruang Lingkup..............................................................................12

BAB II.........................................................................................................14

GAMBARAN UMUM..................................................................................14

A. Profil Organisasi............................................................................14

B. Visi dan Misi Organisasi...............................................................15

C. Struktur Organisasi.......................................................................16

D. Tugas Pokok dan Fungsi..............................................................16

E. Sasaran Kerja Pegawai................................................................17

BAB III........................................................................................................19

RANCANGAN AKTUALISASI....................................................................19

A. Landasan Teori.............................................................................19

B. Rancangan Aktualisasi.................................................................32
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2. 1 Kantor Dinas Pertanian Tanaman pangan dan Hortikultura...5


Gambar 2. 2 Struktur Organisasi.................................................................7
DAFTAR TABEL

Tabel 3. 1 Rancangan Isu Aktualisasi.......................................................24


Tabel 3. 2 Rancangan Kegiatan Aktualisasi.............................................25
Tabel 3. 3 Jadwal Rencana Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi................37
Tabel 3. 4 Matrik Rancangan Kegiatan Aktualisasi...................................38
7

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam Undang-Undang ASN Nomor 5 Tahun 2014 di jelaskan
bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah profesi bagi Pegawai
Negeri Sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang
berkerja pada instansi pemerintah, Undang-undang Nomor 5 Tahun
2014 tentang Aparatur Sipil Negara, (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2014 Nomor 6, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5494) dan Peraturan Pemerintah Nomor 11
Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil serta Peraturan
Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor 12 Tahun 2018 tentang
Pedoman Penyelenggaraan Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri
Sipil. Pegawai Negeri Sipil adalah sebagian dari ASN yang memiliki
peranan penting untuk menentukan kebijakan pemerintah. Kebijakan
strategis mulai dari memformulasi kebijakan sampai pada
penetapannya dalam berbagai sektor pembangunan ditetapkan oleh
PNS. Untuk memainkan peran tersebut diperlukan sosok PNS yang
profesional yaitu PNS yang mampu memenuhi standar kompetensi
jabatannya sehingga mampu melaksakan tupoksinya secara efektif dan
efisien. Maka untuk membentuk sosok PNS yang profesional maka
dilaksanakan pembinaan melalui jalur Pendidikan Dasar (Latsar).
Setiap ASN yang mengikuti Pelatihan Dasar diwajibkan untuk
mengaktualisasikan nilai-nilai dasar ASN sebagai tolak ukur peserta
untuk diangkat menjadi PNS. Oleh karena itu peserta Latsar menyusun
rancangan Aktualisasi yang memuat daftar rencana kegiatan yang
berisi nilai-nilai dasar ASN yang selanjutnya akan diaktualisasikan
pada instansi yang telah ditentukan.
Sektor pertanian terdiri dari beberapa subsektor yaitu subsektor
tanaman pangan, hortikultura, peternakan, perikanan dan kehutanan.
8

Salah satu subsektor pertanian yang mempunyai peranan yang sangat


penting adalah subsektor tanaman pangan. Kabupaten Barito Kuala
merupakan daerah lumbung padi utama bagi provinsi Kalimantan
Selatan dan provinsi tetangganya dan tentu saja pemerintah memiliki
andil besar dalam pembangunan pertanian dalam suatu daerah melalui
kebijakan-kebijakan pembangunan pertanain yang berkelanjutan.
Dalam pengambilan keputusan pemerintah secara tepat,
diperlukan tersedianya data pertanian yang tepat waktu dan akurat. Ini
merupakan pondasi untuk dapat mewujudkan kebijakan pertanian yang
tepat sasaran. Namun, di dalam pelaksanaannya proses pengambilan
dan pelaporan data sering terjadi kendala yang disebabkan oleh
beberapa faktor misalnya, jarak pengambilan data yang jauh, kondisi
jalan yang sulit dilalui, serta sarana dan prasarana yang kurang
memadai. Kabupaten Barito Kuala memiliki lahan pertanian tersebar di
17 Kecamatan yang mana lokasi pengambilan data pada masing-
masing kecamatan memiliki jarak yang jauh dengan lokasi Kantor
Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura. Kondisi jalan yang
sulit dilalui pasca bencana banjir dan memerlukan waktu yang lama
untuk pemulihannya. Permasalahan ini perlu diangkat mengingat
sangat pentingnya data aktual dilapangan bagi Dinas Pertanian
Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Barito Kuala sebagai
bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan. Oleh karena itu
diperlukan suatu upaya dalam meningkatkan efektifitas pelaporan data
aktual dengan cara-cara yang efektif dan praktikal. Semakin cepat dan
akurat data yang diperoleh maka semakin mudah bagi pemerintah
melakukan kebijakan yang tepat.
9

B. Tujuan dan Manfaat Aktualisasi


1. Tujuan Umum
a. Tujuan umum dari Rancangan Aktualisasi ini adalah sebagai
pedoman untuk mengimplementasikan Nilai-Nilai Dasar
Aparatur Sipil Negara (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika
Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi) serta Kedudukan
dan Peran ASN dalam NKRI secara langsung di unit kerja
yaitu di Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura
Kabupaten Barito Kuala.
b. Tujuan khusus dari Rancangan Aktualisasi ini adalah
melakukan cara yang efektif dalam pelaporan data aktual
palawija di Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura
Kabupaten Barito Kuala.
2. Manfaat
a. Manfaat umum dari Rancangan Aktualisasi ini adalah
menciptakan ASN yang berpegang teguh terhadap nilai-nilai
dasar Dasar Aparatur Sipil Negara (Akuntabilitas, Nasionalisme,
Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi).
b. Manfaat khusus dari Rancangan Aktualisasi ini adalah
efektifnya pelaporan data aktual palawija di Dinas Pertanian
Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Barito Kuala.

C. Identifikasi Isu Strategis


Isu dapat diartikan sebagai kesesuaian atau ketidaksesuaian
antara situasi nyata dengan tuntutan situasi yang seharusnya terjadi,
sehingga isu tersebut harus segera ditangani. Isu menurut kamus
collins cobuild english language dictionary (1987), adalah suatu subjek
yang sedang dibicarakan atau diperdebatkan oleh banyak orang.
Berdasarkan tugas pokok dan fungsi sebagai seorang Analis
Pemasaran Hasil Pertanian. Aktualisasi nilai – nilai dasar pada
10

kegiatan ini, dipilih isu dan permasalahan mendesak yang harus


dipecahakan.
Isu utama penulis merujuk pada salah satu Fungsi Organisasi
Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura yaitu Perumusan
kebijakan teknis dan pembinaan pelaksanaan dan fasilitasi kegiatan
pertanian yang mencakup pengelolaan lahan, pengembangan
produksi tanaman pangan, pengembangan produksi hortikultura,
pengembangan prasarana dan sarana pertanian, pengembangan
sumberdaya manusia pertanian, serta tugas lain yang diberikan oleh
Bupati sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.
Setelah menetapkan isu, penulis mengerucutkan pembahasan
tentang kecepatan dan ketepatan data aktual sebagai salah satu
faktor pertimbangan dalam perumusan kebijakan.
Dalam praktik pelaporan data palawija dari lapangan saat ini
masih menggunakan cara konvensional, yaitu dengan form kertas
yang dibagikan dan pengisian ditulis tangan kemudian dikumpulkan
dengan cara di antar langsung oleh petugas yang bersangkutan.
Jarak yang jauh dan kondisi jalan yang sulit dilalui menjadi kendala
utama dalam penyampaian laporan tersebut, terlebih jika data harus
direfisi maka waktu yang diperlukan akan lebih lama lagi. Sehingga,
perlu adanya cara yang efektif untuk melaporkan data actual secara
cepat dan akurat namun tetap dapat dipertanggung jawabkan karena
suatu lembaga pemerintahan sebagai perumus suatu kebijakan harus
memiliki akuntabilitas dan sebagai pelayanan publik haruslah
membuat kebijakan yang terbaik.

D. Ruang Lingkup
Ruang lingkup rancangan kegiatan aktualisasi dilaksanakan di
17 Kecamatan Kabupaten Barito Kuala. Selama periode off campus
mulai dari tanggal 8 April 2021 sampai dengan 19 Mei 2021.
11

Dalam pelaksaaannya berfokus pada tupoksi seorang Analis


Pemasaran Hasil Pertanian yaitu melakukan pengumpulan data di
seksi Pengembangan Tanaman Palawija sesuai petunjuk pelaksanaan
untuk kelancaran pelaksanaan tugas. Dalam menerapkan nilai-nilai
dasar profesi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang diaktualisasikan
terbatas pada beberapa lima nilai dasar yang telah diinternalisasi
selama Pendidikan dan Latihan yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme,
Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi (ANEKA).
12

BAB II
GAMBARAN UMUM
A. Profil Organisasi

Gambar 2. 1 Kantor Dinas Pertanian Tanaman pangan dan


Hortikultura

Dinas Pertanian Tanaman pangan dan Hortikultura Kabupaten


Barito Kuala beralamatkan di Jl. Jend. Sudirman No. 76 Kelurahan Ulu
Benteng Kecamatan Marabahan. Berdasarkan Peraturan Menteri
Pertanian Republik Indonesia Nomor 43/Permentan/OT.010/8/2016
tanggal 29 Agustus 2016, tugas Dinas Pertanian Kabupaten / Kota
adalah membantu Bupati / Walikota melaksanakan urusan pemerintah
yang menjadi kewenangan daerah dan tugas pembantuan di bidang
pertanian.
Dengan demikian, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan
Hortikultura Kabupaten Barito Kuala mempunyai tugas pokok
melaksanakan urusan pemerintahan daerah di bidang pertanian
melalui perumusan kebijakan teknis, pembinaan pelaksanaan dan
fasilitasi kegiatan Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura yang
mencakup pengelolaan lahan, pengoptimalan produksi tanaman
pangan dan hortikultura, pengendalian hama dan penyakit tanaman
13

juga pembinaan usaha tani serta tugas lain yang diberikan oleh kepala
daerah sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.
Struktur Organisasi Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan
Hortikultura berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Barito Kuala
nomor 34 Tahun 2016 tentang Uraian Tugas Unsur-Unsur Organisasi
Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura terdiri dari :
a. Kepala Dinas
b. Sekretariat
c. Bidang Tanaman Pangan
d. Bidang Hortikultura
e. Bidang Prasarana dan Sarana
f. Bidang Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian
g. Unit Pelaksana Teknis
h. Kelompok Jabatan Fungsional
E. Visi dan Misi Organisasi
Visi Misi Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura 2017-
2022
Visi:
Terwujudnya Barito Kuala sebagai Sentra Tanaman Pangan dan
Hortikultura di Kalimantan Selatan pada Tahun 2022
Misi:
Mewujudkan Peningkatan Ketersediaan Produk Tanaman Pangan
dan Hortikultura yang Berkelanjutan

Nilai-Nilai Organisasi
PADI (Peduli, Amanah, Disiplin dan Ikhlas)
JERUK (Jujur, Efisien, Ramah, Ulet dan Kreatif)
14

F. Struktur Organisasi

KEPALA DINAS
Ir. Murniati,
MP

SEKERTARIS DINAS
Ir. Ramdan

KEPADA BIDANG
KEPALA BIDANG KEPALA BIDANG SUMBER DAYA KEPALA BIDANG SARANA DAN
TANAMAN
HORTIKULTURA MANUSIA PERTANIAN PRASARANA PERTANIAN
PANGAN
Ir. Hj. Sri Haryani Ir. Rakhmadi Ghozali Ansyah, SP Muhlan, S.Hut

KEPALA SEKSI PADI KEPALA SEKSI PALAWIJA KEPALA SEKSI PERLINDUNGAN


Pifit Fitriyanti, S.P., M.M Muntiah, S.P TANAMAN

Ibnu Medio O.A.G, S.P

ANALIS PEMASARAN HASIL


PERTANIAN

Arga Desma Fachriana, S.P

Gambar 2. 2 Struktur Organisasi

G. Tugas Pokok dan Fungsi


Dalam melaksanakan tugas dan jabatan seorang analis
pemasaran hasip pertanain tidak akan terlepas dari aturan-aturan.
Pemerintah Kabupaten Barito Kuala dalam buku Uraian Jabatan bagi
Analis Pemasaran Hasil Pertanian memiliki uraian jabatan sebagai
berikut:
15

1. Melakukan pengumpulan data di Seksi Pengembangan


Palawija sesuai petunjuk pelaksanaan (juklak) untuk kelancaran
pelaksanaan tugas
2. Melakukan pengidentifikasian permasalahan di Seksi
Pengembangan Palawija sesuai petunjuk pelaksanaan (juklak)
untuk bahan perumusan
3. Melakukan pengklasifikasian data di Seksi Pengembangan
Palawija sesuai petunjuk pelaksanaan (juklak) untuk
mengetahui permasalahan
4. Melakukan penelitian data di Seksi Pengembangan Palawija
sesuai petunjuk teknis (juknis) untuk mengetahui kesesuaian
5. Melakukan penelaahan data di bidang seksi Pengembangan
Palawija sesuai petunjuk teknis (juknis) untuk bahan
selanjutnya
6. Melakukan penyimpulan data di Seksi Pengembangan Palawija
sesuai prosedur kerja untuk kelancaran pelaksánaan tugas
7. Melakukan penyusunan rekomendasi data di Seksi
Pengembangan Palawija sesuai prosedur kerja sebagai bahan
perumusan
8. Melakukan pengetikan laporan pelaksanaan tugas sesuai
petunjuk pelaksanaan (juklak) sebagai pertanggungjawaban
kepada pimpinan
9. Melaksanakan tugas lainnya yang diperintahkan oleh pimpinan
sesuai petunjuk pelaksanaan (juklak) untuk kelancaran
pelaksanaan tugas

H. Sasaran Kerja Pegawai


Sasaran Kerja Pegawai (SKP) Analis Pemasaran Hasil
Pertanian, yang dilaksanakan di Dinas Pertanian Tanaman Pangan
dan Hortikultura Kabupaten Barito Kuala, yaitu sebagai berikut:
1. Mengumpulkan dan mengolah data Pengembangan palawija
untuk kelancaran pelaksanaan tugas selanjutnya
16

2. Mengumpulkan dan mengolah data informasi pasar di bidang


tanaman pangan untuk kelancaran pelaksanaan tugas
selanjutnya
3. Mengetik SK Pengembangan palawija untuk kelancaran
pelaksanaan tugas selanjutnya
4. Merekap laporan keuangan kegiatan pengembangan palawija
yang telah dilaksanakan untuk tertib administrasi
5. Membantu pelaksanaan kegiatan pengembangan palawija
untuk kelancaran pelaksanaan tugas selanjutnya
6. Mengetik laporan akhir pelaksanaan kegiatan pengembangan
palawija sebagai bentuk pertanggungjawaban
7. Melaksanakan tugas lainnya yang diperintahkan oleh pimpinan
sesuai petunjuk pelaksanaan untuk kelancaran pelaksanaan
tugas lainnya
BAB III
RANCANGAN AKTUALISASI

A. Landasan Teori
1. Nilai-Nilai Dasar ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika
Publik, Komitmen Mutu, Anti Korupsi)
Berdasarkan dari kelima nilai dasar aktualisasi yaitu
akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu dan anti
korupsi (ANEKA) yang harus ditanamkan kepada setiap ASN, maka
perlu diketahui indikator-indikator dari kelima kata tersebut:
a) Akuntabilitas
Akuntabilitas adalah kewajiban setiap individu, kelompok
atau institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi
amanahnya. Adapun nilai-nilai dasar Akuntabilitas yaitu:
Nilai nilai dasar akuntabilitas memiliki beberapa indikator,
antaralain:
1) Kepemimpinan, yaitu pimpinan memberi contoh pada orang
lain, adanya komitmen yang tinggi dalam melakukan
pekerjaan.
2) Transparansi, yaitu keterbukaan informasi akan mendorong
tercapainya akuntabilitas.
3) Integritas, yaitu mematuhi hukum dan peraturan yang berlaku.
4) Tanggung jawab, yaitu kewajiban bagi setiap individu dan
lembaga, bahwa ada suatu konsekuensi dari setiap tindakan
yang telah dilakukan, karena adanya tuntutan untuk
bertanggung jawab atas keputusan yang di telah di buat.
5) Keadilan, yaitu landasan utama dari akuntabilitas yang harus
dipelihara dan dipromosikan karena ketidak adilan dapat
menghancurkan kepercayaan dan kredibilitas organisasi yang
mengakibatkan kinerja tidak optimal.
6) Kepercayaan, yaitu rasa keadilan akan membawa pada
sebuah kepercayaan

17
18

7) Keseimbangan, yaitu keseimbangan kapasitas sumber daya


dan keahlian yang dimiliki. Kejelasan, yaitu mengetahui
kewenangan, peran, dan tanggung jawab, misi organisasi,
kinerja yang diharapkan dan sistem pelaporan kinerja.
8) Konsistensi, yaitu menjamin stabilitas untuk mencapai
lingkungan yang akuntabel.

b) Nasionalisme
Nasionalisme adalah dasar bagi ASN untuk
mengaktualisasikan dalam menjalankan fungsi dan tugasnya
dengan orientasi mementingkan kepentingan publik, bangsa, dan
negara di atas kepentingan pribadi dan golongan.
Nilai-nilai dasar Nasionalisme yaitu:
1) Implementasi Nilai-Nilai Pancasila
Sila 1: Ketuhanan Yang Maha Esa
(a) Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan
ketakwaannya terhadap Tuhan YME.
(b) Manusia Indonesia percaya dan takwa terhadap Tuhan
YME, sesuai dengan agama dan kepercayaannya
masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil
dan beradab.
(c) Mengembangkan sikap hormat menghormati dan
bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut
kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan YME.
(d) Membina kerukunan hidup di antara sesama umat
beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan YME.
(e) Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan YME adalah
masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia
dengan Tuhan YME.
(f) Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan
menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan
kepercayaan masing-masing.
19

(g) Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan


terhadap Tuhan YME kepada orang lain.
Sila 2: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
(a) Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan
harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan YME.
(b) Mengakui persamaan derajat, persamaan hak, dan
kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-
bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis
kelamin, kedudukan sosial, warna kulit, dan sebagainya.
(c) Mengembangkan sikap saling mencintai sesama
manusia.
(d) Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa
selira.
(e) Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap
orang lain.
(f) Menjunjung tinggi nilaI-nilai kemanusiaan.
(g) Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
(h) Berani membela kebenaran dan keadilan.
(i) Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari
seluruh umat manusia.
(j) Mengembangkan sikap hormat menghormati dan
bekerjasama dengan bangsa lain.
Sila 3: Persatuan Indonesia
(a) Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta
kepentingan dan keselamatan bangsa dan Negara
sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan
pribadi dan golongan.
(b) Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan Negara
dan bangsa apabila diperlukan.
(c) Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan
bangsa.
20

(d) Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan


bertanah air Indonesia.
(e) Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan
kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
(f) Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar
Bhinneka Tunggal Ika.
(g) Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan
bangsa.
Sila 4: Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan
dalam Permusyawaratan dan Perwakilan
(a) Sebagai warga Negara dan warga masyarakat, setiap
manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak, dan
kewajiban yangsama.
(b) Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.
(c) Mengutamakan musyawarah dalam mengambil
keputusan untuk kepentingan bersama.
(d) Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh
semangat kekeluargaan.
(e) Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan
yang dicapai sebagai hasil musyawarah.
(f) Dengan iktikad baik dan rasa tanggung jawab menerima
dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.
(g) Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama
di atas kepentingan pribadi dan golongan.
(h) Musyawarah dilakukan dengan akal sehat sesuai hati
nurani yang luhur.
(i) Keputusan yang diambil harus dapat
dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan
YME, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia,
nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan
persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.
21

(j) Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang


dipercayai untuk melakukan permusyawaratan.
Sila 5: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
(a) Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang
mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan
kegotongroyongan.
(b) Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
(c) Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
(d) Menghormati hak orang lain.
(e) Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat
berdiri sendiri.
(f) Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang
bersifat pemerasan terhadap orang lain.
(g) Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat
pemborosan dan gaya hidup mewah.
(h) Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan
dengan atau merugikan kepentingan umum.
(i) Suka bekerja keras.
2) ASN sebagai pelaksana kebijakan
(a) Berintegritas tinggi
(b) Menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, keadilan, tidak
korupsi, transparan, akuntabel, dan memuaskan publik;
(c) Mengutamakan kepentingan publik dan masyarakat luas;
(d) Mengutamakan pelayanan yang berorientasi pada
kepentingan publik.
3) ASN sebagai pelayan publik
(a) Profesional
(b) Yang melayani publik
(c) Berdasarkan SPP
(d) Memenuhi hak-hak pelanggan (pasal 18 uu no. 25 tahun
2009;
(e) Berintegritas tinggi
22

4) ASN sebagai perekat dan pemersatu bangsa


(a) Pemersatu bangsa (dilandasi nilai-nilai semangat sumpah
pemuda dan bhineka tunggal ika);
(b) Menjaga kondisi damai.
c) Etika Publik
Etika Publik merupakan refleksi atas standar atau norma
yang menentukan baik/buruk, benar/salah tindakan keputusan,
perilaku untuk mengarahkan kebijakan publik dalam rangka
menjalankan tanggung jawab pelayanan publik. Adapun nilai-
nilai dasar Etika Publik yaitu:
1) Memegang teguh ideologi pancasila;
2) Setia dan mempertahankan undang-undang dasar
negara republik indonesia tahun 1945 serta
pemerintahan yang sah;
3) Mengabdi kepada negara dan rakyat indonesia;
4) Menjalankan tugas secara profesional dan tidak
berpihak;
5) Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian;
6) Menciptakan lingkungan kerja yang nondiskriminatif;
7) Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika yang
luhur;
8) Mempertanggungjawabkan tindakan dan kinerjanya
kepada publik;
9) Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan
dan program pemerintah;
10) Memberikan layanan kepada publik secara jujur,
tanggap, cepat, tepat, akurat, berdaya guna, berhasil
guna, dan santun;
11) Mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi;
12) Menghargai komunikasi, konsultasi, dan kerja sama;
13) Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja
pegawai;
23

14) Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan; dan


15) Meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan yang
demokratis sebagai perangkat sistem karier.
Indikator Etika Publik meliputi:
1. Adanya kode etik, yang merupakan aturan-aturan yang
mengatur tingkah laku dalam suatu kelompok khusus,
sudut pandangnya hanya ditujukan pada hal-hal prinsip
dalam bentuk ketentuan-ketentuan tertulis.
2. Keramahan dalam bersikap akan membuat orang lain
merasa dihargai dan di hormati.
3. Sopan santun, merupakan sikap yang berdasarkan pada
aspek nilai dan norma saat melayani publik sehingga
meningkatkan kualitas pelayanan publik.
4. Empati dan Simpati, sikap seakan merasakan apa yang
dirasakan orang lain. Simpati akan berlangsung ketika ada
sikap saling pengertian dan saling percaya sehingga
memudahkan dalam berkomunikasi.
5. Netralitas , sikap yang tidak memihak atau ikut
berkompetisi dalam kegiatan yang memungkinkan terjadi
pertikaian.
d) Komitmen Mutu
Komitmen Mutu merupakan pelaksanaan pelayanan
publik dengan berorientasi pada kualitas dari hasil pelayanan.
Adapun nilai-nilai komitmen mutu diantaranya mengedepankan
komitmen terhadap kepuasan klien dan menghasilkan produk/
jasa yang berkualitas tinggi, tanpa cacat, tanpa kesalahan, dan
tidak ada pemborosan. Komitmen Mutu memiliki nilai-nilai dasar
yaitu:
1) Efektivitas dan efisiensi;
2) Inovasi;
3) Mengedepankan komitmen terhadap kepuasan
customers/ clients;
24

4) Memberikan layanan yang menyentuh hati, untuk menjaga


dan memelihara agar customers/ clients tetap setia;
5) Menghasilkan produk/jasa yang berkualitas tinggi: tanpa
cacat, tanpa kesalahan, dan tidak ada pemborosan;
6) Beradaptasi dengan perubahan yang terjadi, baik
berkaitan dengan pergeseran tuntutan kebutuhan
customers/ clients maupun perkembangan teknologi;
7) Menggunakan pendekatan ilmiah dan inovatif dalam
pemecahan masalah dan pengambilan keputusan;
8) Melakukan upaya perbaikan secara berkelanjutan melalui
berbagai cara, antara lain: pendidikan, pelatihan,
pengembangan ide kreatif, kolaborasi, dan benchmark.
e) Anti Korupsi
Anti Korupsi adalah tindakan atau gerakan yang dilakukan
untuk memberantas segala tingkah laku atau tindakan yang
melawan norma-norma dan memiliki tujuan memperoleh
keuntungan pribadi serta merugikan negara. Nilai-nilai dasar
Anti Korupsi adalah sebagai berikut : Jujur, Peduli, Mandiri,
Disiplin, Tanggung jawab, Kerja keras, Sederhana, Berani dan
Adil.
Nilai-nilai dasar Anti Korupsi, yaitu;
1. Kejujuran, berasal dari kata jujur berarti lurus hati, tidak
berbohong, dan tidak curang. Jujur adalah salah satu sifat
yang sangat penting dalam kehidupan PNS, tanpa sifat jujur
PNS tidak akan dipercaya dalam kehidupan sosialnya.
2. Kepedulian, adalah mengindahkan, memperhatikan dan
menghiraukan. Nilai kepedulian sangat penting bagi PNS
dalam kehidupan, baik ditempat kerja maupun di
masyarakat.
3. Kemandirian, dapat diartikan sebagai proses mendewasakan
diri yaitu tidak tergantung pada orang lainuntuk mengerjakan
25

tugas dan tanggung jawabnyadengan usahanya sendiri dan


bukan atas usaha orang lain.
4. Kedisiplinan, berarti ketaatan kepada peraturan. Manfaat dari
hidup yang disiplin adalah kita dapat mencaPendidikan
Agama Islam tujuan hidup dengan waktu yang lebih efisien,
dan juga dapat membuat orang lain percaya dalam
mengelola suatu kepercayaan.
5. Tanggung jawab, adalah keadaan wajib menanggung segala
sesuatunya. Tanggung jawab tersebut berupa perwujudan
dan kesadaran akan kewajiban menerima dan
menyelesaikan semua masalah yang telah diselesaikan.
6. Kerja keras, seorang PNS yang bekerja keras didasari
adanya kemauan, tekad, ketekunan, daya tahan, tujuan
jelas, daya kerja, pendirian, pengendalian diri, ketabahan,
keteguhan, tenaga, kekuatan dan pantang mundur.
7. Sederhana, setiap PNS sepantasnya memiliki gaya hidup
sederhana, tidak boros, hidup sesuai dengan kemampuan
dan dapat memenuhi semua kebutuhannya. Konsep hidup
sederhana merupakan parameter penting dalam menjalin
hubungan antara sesama karena prinsip ini akan mengatasi
permasalahan kesenjangan sosial, iri, dengki, tamak, egois,
dan tidak berlebihan.
8. Keberanian, diperlukan oleh setiap orang untuk
mencaPendidikan Agama Islam kesuksesan,
mengembangkan keberanian demi mempertahankan
pendirian dan keyakinan harus mempertimbangkan masalah
dengan sebaik-baiknya. Nilai keberanian dapat
dikembangkan dan diwujudkan dalam bentuk berani
mengatakan dan membela kebenaran. Berani mengakui
kesalahan termasuk berani bertanggung jawab.
9. Keadilan, keadilan terbagi menjadi 2 yakni distributif yang
berarti sama rata dan keadilan komutatif yang berarti
26

mendapat sesuatu sesuai haknya/ tidak sama rata. Nilai


keadilan dapat diwujudkan dalam bentuk memberikan pujian
yang tulus kepada yang berprestasi, memberikan saran
perbaikan dan semangat pada yang tidak berpretasi, tidak
memilih kawan berdasarkan latar belakang sosial dan lain-
lain.
2. Peran dan Kedudukan PNS dalam Negara Kesatuan Republik
Indonesia
Dalam melaksanakan tugasnya, PNS wajib mengetahui
peran dan kedudukannya dalam Negara Kesatuan Republik
Indonesia (NKRI) agar dapat memahami peran dan kedudukan
PNS dalam NKRI.
a) ManajemenASN
Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk
menghasilkan pegawai ASN yang profesional, memiliki nilai
dasar, etika profesi, bebas dari intervensi politik, bersih dari
praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Berikut beberapa konsep
yang ada dalam UU No.5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil
Negara.
1) Berdasarkan jenisnya, Pegawai ASN terdiri atas:
(a) PNS merupakan pegawai berstatus tetap dan memiliki
Nomor Induk Pegawai (NIP)
(b) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK),
merupakan pegawai dengan perjanjian kerja sesuai
kebutuhan instansi dalam jangka waktu tertentu.
2) Pegawai ASN berkedudukan sebagai aparatur Negara yang
menjalankan kebijakan yang ditetapkan oleh pimpinan
instansi pemerintah dan serta harus bebas dari pengaruh
dan intervensi suemua golongan dan politik.
3) Kedudukan ASN berada di pusat, daerah, dan luar negeri.
Namun demikian merupakan satu kesatuan.
4) Fungsi pegawai ASN adalah:
27

(a) Pelaksana Kebijakan Publik


(b) Pelayan Publik
(c) Perekan danPemersatu Bangsa
5) Pegawai ASN bertugas:
(a) Melaksanakan kebijakan yang dibuat oleh Pejabat
Pembina Kepegawaian sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan
(b) Memberikan pelayanan publik yang profesional dan
berkualitas
(c) Mempererat persatuan dan kesatuan NKRI. Agar dapat
melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan baik,
dapat meningkatkan produktivitas
(d) Menjamin kesejahteraan ASN dan akuntabel, maka
setiap ASN diberikan hak. Setelah mendapatkan haknya
maka ASN juga berkewajiban sesuai dengan tugas dan
tanggung jawabnya.
b) Whole of Government
Whole of Governement atau disingkat WoG adalah
sebuah pendekatan penyelenggaraan pemerintahan yang
menyatukan upaya - upaya kolaboratif pemerintahan dari
keseluruhan sector dalam ruang lingkup kordinasi yang lebih
luas guna mencapai tujuan-tujuan pembangunan kebijakan,
manajemen program dan pelayanan publik. Oleh karenanya
WoG juga dikenal sebagai pendekatan interagency, yaitu
pendekatan yang melibatkan sejumlah kelembagaan yang
terkait dengan urusan-urusan yang relevan.
1) Praktek WoG dalam PelayananPublik
(a) Berdasarkan Jenis
(1) Pelayanan yang bersifat administrative
(2) Pelayanan jasa
(3) Pelayanan barang
(4) Pelayanan regulative
28

(b) Berdasarkan Pola


(1) PelayananTeknis Fungsional
(2) Pelayanan Satu Atap
(3) Pelayanan Satu Pintu
(4) Pelayanan Terpusat
(5) Pelayanan Elektronik
(c) Prasyarat Best Practice dan penerapan WoG
(1) Budaya dan filosofi
(2) Cara Kerjayang Baru
(3) Akuntabilitas dan insentif
(4) Cara baru Pengembangan Kebijakan, Mendesain
(5) Program dan pelayanan Collegate approach.
c) Pelayanan Publik
Pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian
kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan
sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap
warga Negara dan penduduk atas barang, jasa, dan atau
pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara
pelayanan publik.
Unsur penting dalam pelayanan adalah:
1) Unsur pertama, adalah organisasi penyelenggara
pelayanan;
2) Undur kedua, adalah penerima layanan (pelanggan) yaitu
orang atau masyarakat atau organisasi yang
berkepentingan, dan;
3) Unsur ketiga adalah kepuasan yang diterima oleh
penerima layanan (pelanggan).
Ada 12 unsur pelayanan publik yaitu:
1) Kepentingan umum
2) Kepastian hukum
3) Kesamaan hak
4) Keseimbangan hak dankewajiban
29

5) Keprofesionalan
6) Parsitipatif
7) Persamaan perlakuan atau tidak diskriminatif
8) Keterbukaan
9) Akuntabilitas
10) Fasilitas danperlakuan khusus bagi kelompok rentan
11) Ketepatan waktu
12) Kecepatan, kemudahan dan keterjangkauan
Standar pelayanan adalah ukuran yang diberlakukan dalam
penyelenggaraan pelayanan yang wajib ditaati oleh pemberi
dan/atau penerima layanan. Adapun standar pelayanan yakni
meliputi sebagai berikut:
1. Prosedur pelayanan yang dibakukan bagi pemberi dan penerima
pelayanan termasuk pengaduan.
2. Waktu penyelesaian yang ditetapkan sejak saat pengajuan
permohonan sampai dengan penyelesaian pelayanan termasuk
pengaduan.
3. Biaya pelayanan termasuk rincian yang ditetapkan dalam proses
pemberian pelayanan.
4. Produk pelayanan yang akan diterima sesuai dengan ketentuan
yang telah ditetapkan.
5. Sarana dan prasarana yang memadai oleh penyelenggara
pelayanan publik.
6. Kompetensi petugas pemberi pelayanan harus ditetapkan
dengan tepat berdasarkan pengetahuan, keahlian, keterampilan,
sikap, dan perilaku yang dibutuhkan.
I. Rancangan Aktualisasi
Nama : Arga Desma Fachriana, S.P
Kelas : Angkatan IV
Tabel 3. 1 Rancangan Isu Aktualisasi

Profesi : ANALIS PEMASARAN HASIL PERTANIAN


Unit Kerja : Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Barito Kuala
Identifikasi Isu : Benlum Efektifnya Pelaporan Data Aktual Palawija Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura
Kabupaten Barito Kuala
Judul : EFEKTIFITAS PELAPORAN DATA AKTUAL TANAMAN PALAWIJA DINAS PERTANIAN TANAMAN
PANGAN DAN HORTIKULTURA KABUPATEN BARITO KUALA
Gagasan 1. Melakukan persiapan kegiatan
Pemecahan Isu
2. Menyusun format pelaporan elektronik dan pemilihan media yang ideal
(KEGIATAN)
3. Membuat tutorial pengisian laporan untuk petugas lapangan dalam bentuk tertulis dan dalam
bentuk video
4. Melakukan sosialisasi baik secara langsung maupun dalam jaringan (daring).
5. Merancang sistem agar data terpusat untuk kemudahan akses

30
Tabel 3. 2 Rancangan Kegiatan Aktualisasi

Kontribusi
Keterkaitan Penguatan
N Tahapan Output/ Hasil Terhadap Visi-
Kegiatan Substansi Mata Nilai-Nilai
o Kegiatan Kegiatan Misi
Pelatihan Organisasi
Organisasi
1. 2 3 4 5 6 7
1. Melakukan 1. Berkonsultasi Mendapatkan Kegiatan ini diawali Pelaksanaan Dengan
Persiapan dengan atasan persiapan yang dengan konsultasi persiapan melakukan
Kegiatan terkait program matang terkait teknis terkait project yang program ialah persiapan
2. Membuat yang akan dilakukan akan dilaksanakan suatu langkah program akan
Jadwal Kegiatan berupa Dokumen (Nasionalisme: awal sebagai menguatkan
3. Menyiapkan Log 1. Jadwal kegiatan Musyawarah) seoarang ASN nilai “Amanah
book kegiatan 2. Log book kegiatan professional hal dan disiplin”
4. Pembuatan 3. Email Khusus Komunikasi ini sesuai
email khusus untuk pembuatan dilakukan dengan dengan MISI
yang digunakan akun media sopan dan selalu mewujudkan
untuk elektronik menerima kritik dan peningkatan
pembuatan akun saran yang diberikan ketersediaan
media elektronik (Etika Publik: produk
Menghargai tanaman
Komunikasi) pangan dan
hortikutura
Setelah itu penulis yang
melanjutkan berkelanjutan

31
pembuataan jadwal
per hari dalam masa
habituasi secara rinci
(Akuntabilitas:
Kejelasan)

2. Menyusun 1. Berkonsultasi Hasil utama ialah Langkah awal dalam Dengan


format dengan atasan sitem pelaporan menyusun media ini melakukan
pelaporan langsung dengan media ialah dengan kegiatan ini
elektronik dan 2. Menyusun elektronik yang ideal menyusun materi akan
pemilihan format laporan form untuk media menguatkan
media yang yang akan diisi Bukti Kegiatan: elektronik. nilai “Peduli”
ideal 3. Memilih media - Form laporan (Akuntabilitas: dan “Kreatif”
yang paling elektronik Kejelasan)
mudah dan - Media laporan
ideal untuk di - Link sederhana Media dapat di akses
terapkan dengan cepat dan
4. Membuat link mudah dalam
url sederhana perbaikan atau refisi
yang mudah di data (Komitmen
ingat Mutu: Inovasi)
Pemanfaatan media
digital yang bebas
biaya (Anti Korupsi:
Transparan)

32
Dalam
melaksanakan
tahapan kegiatan
saya akan
berkonsultasi dengan
atasan dan mentor
(Nasionalisme: Sila
ke-4 Musyawarah)

Sebelum di
sosialisasikan pada
petugas lapangan
dilakukan uji coba
system trial error,
untuk mengetahui
bugs, kesalahan,
atau kekurangan
dalam prosesnya
(Komitmen Mutu:
Kepuasan)

3. Membuat 1. Berkonsultasi Output dalam Langkah awal yang Membuat Dengan


tutorial dengan atasan kegiatan ini ialah dilakukan ialah tutorial dengan melakukan
pengisian langsung 1. Tutorial yang berkonsultasi dengan memanfaatkan kegiatan

33
laporan untuk 2. Membuat dihasilkan menarik atasan tentang teknologi pembuatan
petugas Tutorial dengan dan mudah di tutorial yang dibuat informasi yang tutorial ini
lapangan tertulis dalam pahami agar (Nasionalisme: tersedia saat akan
dalam bentuk bentuk pdf mudah Musyawarah) ini, hal ini menguatkan
tertulis dan yang menarik dilaksanakan sesuai dengan nilai “Efisien
dalam bentuk 3. Membuat Video 2. Video dalam Merupakan MISI dan Kreatif”
video singkat namun ukuran kecil Tantangan untuk mewujudkan
mudah namun tetap jelas membuat petugas peningkatan
dipahami agar mudah untuk mengerti mengingat ketersediaan
di sebar luaskan beberapa petugas produk
familiar dengan tanaman
teknologi terkini pangan dan
Bukti Kegiatan sehingga perlu hortikutura
1. Dokumentasi pendekatan yang yang
2. Cupliakn layar tepat. berkelanjutan
(Etika Publik:
Menghargai
Komunikasi)

4. Melakukan 1. Berkonsultasi Output dalam Langkah awal yang Pelaksanaan Dengan


sosialisasi baik dengan atasan kegiatan ini ialah dilakukan ialah sosialisasi melakukan
secara 2. Berkoordinasi 1. Setiap Petugas berkonsultasi dengan merupakan kegiatan
langsung dengan Balai lapangan mampu atasan tentang upaya bimbingan
maupun dalam Penyuluhan memahami konsep metode bimbingan peningkatan petugas
jaringan Pertanian di pelaporan (Nasionalisme: kompetensi lapangan

34
(daring). setiap elektronik Musyawarah) SDM hal ini akan
kecamatan dan 2. Setiap peserta sesuai dengan menguatkan
memilih petugas mampu mengisi Dalam melakukan MISI nilai “peduli,
yang bersedia dan mengirimkan diskusi dengan mewujudkan Efesiensi dan
melaksanakan. dengan petugas lapangan peningkatan ikhlas”
3. Melakuakan menggunakan dilakukan dengan ketersediaan
sosialisasi media elektronik penjelasan terbaik, produk
kepada petugas terdebut menyenangkan tanaman
lapangan secara namun tepat sasaran pangan dan
langsung, dan Dalam melakukan (Etika Publik: hortikutura
secara daring sosialisasi penulis Menghargai yang
jika tidak bias berkoordinasi dengan Komunikasi) berkelanjutan
secara langsung setia kepala Balai
Penyuluhan Dalam membimbing
Pertanian di setiap petugas lapangan,
kecamatan dan saya lakukan hingga
mensosialisasikan, mereka faham dan
memilih seorang mendampingi dalam
petugas yang praktek dilapangan
bersedia mengisi dan (Komitmen mutu:
melaporkan laporan kepuasan)

Bukti Kegiatan
1. Dokumentasi

35
2. Cupliakn layar
daftar nama
petugas yang di
berikan sosialisas
5. Merancang 1. Membuat akun Dalam kegiatan ini Pusat data yang Perancangan Dengan
sistem agar 2. Membuat Link saya mencoba agar aktual Sistem yang melakukan
data terpusat Sederhana membuat data (Akuntabilitas: terpusat perancangan
untuk 3. Membuat terpusat agar mudah Kejelasan) merupakan system yang
kemudahan password untuk di akses bagi siapa pemanfaatkan terpusat untuk
akses beberapa file yang memerlukan Kemudahan akses teknologi kemudahan
data baik dari pihak data bagi pihak yang informasi yang akses akan
4. Uji coba akses internal maupun memerlukan data tersedia saat ini menguatkan
eksternal. dengan cepat hal ini sesuai nilai
(Komitmen mutu: dengan MISI “Amanah,
Bukti Kegiatan: kepuasan) mewujudkan Disiplin,
Dokumentasi peningkatan Efesiensi dan
Cuplikan Layar ketersediaan Kreatif”
produk
tanaman
pangan dan
hortikutura
yang
berkelanjutan

36
37

Tabel 3. 3 Jadwal Rencana Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi

N
Kegiatan JADWAL RENCANA
o
1 Melakukan Persiapan Program kegiatan 8 April – 12 April
Menyusun format pelaporan elektronik dan
2 13 April – 16 April
pemilihan media yang ideal
Membuat tutorial pengisian laporan untuk
3 petugas lapangan dalam bentuk tertulis dan 19 April – 23 April
dalam bentuk video
Melakukan sosialisasi baik secara langsung
4 26 April – 30 April
maupun dalam jaringan (daring).
Merancang sistem agar data terpusat untuk
5 3 Mei – 12 Mei
kemudahan akses
Tabel 3. 4 Matrik Rancangan Kegiatan Aktualisasi

No Kegiatan April Mei


8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 30 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

Berkonsultasi
1 dengan atasan
terkait program
Menyiapkan Log
2
book kegiatan
Pembuatan email
khusus yang
3 digunakan untuk
pembuatan akun
media elektronik
Menyusun format
4 laporan yang akan
diisi
Memilih media
yang paling mudah
5
dan ideal untuk di
terapkan
6 Membuat Tutorial
7 Koordinasi dengan
Balai Penyuluhan
Pertanian di setiap
kecamatan dan
memilih petugas
yang bersedia

38
melaksanakan jika
tidak bisa secara
langsung
Melakuakan
sosialisasi kepada
petugas lapangan
8 secara langsung,
dan secara daring
jika tidak bisa
secara langsung
Membuat akun,
Link Sederhana,
Membuat
9
password untuk
beberapa file data,
Input data base
10 Uji coba akses

39