Selama
mendapatkan obat agonis beta2 adrenergik, pasien mengeluh perasaan berdebar debar, nyeri dada
dan sakit kepala berdenyut, TD 130/90 mmHg, frekuensi nadi 110 x/menit, frekuensi napas 24 x /
menit.
2. Seorang permepuan berusia 55 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan diagnosis
tuberculosis. Hasil pengkajian didaptkan data pasien mengatakan “ Saya belum pernah minum obat
sebanyak ini untuk penyakit infeksi sebelumnya. “ Ucapan ini disampaikan karena baru saja pasien
diberi resep obat isoniazid ( INH ), rifampisin, dan pyridoxine ( Vitamin B6)
Apakah jawaban terbaik yang dapat disampaikan atas pernyataan pasien tersebut ?
a. Rifampisisn mencegah efek samping dari INH
b. Jenis organisme / bakteri yang menginfeksi sulit untuk dimusnahkan
c. Anda akan membutuhkan lebih dari satu jenis medikasi dalam beberapa bulan
d. Terapi yang agresif dibutuhkan karena infeksi Anda sudah pada tahap lanjut
e. Anda dapat bertanya pada dokter mengenai medikasi tersebut
3. Seorang laki laki berusia 60 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan diagnosis Penyakit Paru
Obstruksi Kronik ( PPOK ). Hasil Pengkajian didapatkan data TD : 100 / 70 mmHg, Frekuensi napas
14 x / menit , frekuensi nadi : 60 x / menit, dan suhu 36, 5 derajat celcius, pH 7,25 dan PCO2 60
mmHg, HCO3 -32mEq /dl, PO2 80 mmHg
Apakah yang dapat disimpulkan dari hasil pengkajian pada pasien tersebut :
a. Asidosis Metabolik
b. Alkalosis Metabolik
c. Asidosis Respiratorik
d. Alkalosis Respiratorik
e. Asidosis Respiratorik dan Metabolik
4. Seorang laki laki usia 37 tahun dibawa saudaranya ke UGD dengan keluhan dada seperti tertekan
dan sesak napas. Hasil pengkajian menunjukkan ST Elevasi bagian inferior pada EKG dan troponin
positif. Pasien didiagnosis Infark miokard dan harus dirawat untuk diobservasi. TD 140/90 mmHg,
Frekuensi nadi 100 x / menit, Frekuensi napas 40 x/menit dan suhu 37 derjat celcius.
5. Seorang perempuan usia 39 tahun dirawat hari ke -2 di bangsal penyakit dalam dengan penyakit
jantung coroner. Hasil pengkajian didapat data pasien tampak sesak napas, frekuensi napas 30 x /
menit, frekuensi nadi 110 x/menit dan TD 170 / 100 mmHg. Saat berubah posisi pasien semakin
sesak napas dan terlihat gelisah. Hasil Echocardiografi menunjukkan kardomegali dengan ejeksi friksi
ventrikel kiri 40 %
a. Cemas
b. Intoleransi aktivitas
c. Pola napas tidak efektif
d. Penurunan curah jantung
e. Kerusakan pertukaran gas
6. Seorang perempuan berusia 35 tahun, dirawat dengan post operasi laparatomi dengan pemasangan
kolostomi yang telah dirawat selama 10 hari. Selama perawatan, perawat telah menjelaskan dan
mendemonstrasikan cara perawatan luka. Ketika pasien akan pulang, pasien bertanya kepada
perawat bagaimana cara merawat luka.
7. Seorang laki laki usia 38 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan keluhan luka di kaki yang
tidak sembuh. HAsil pengkajian didapatkan riwayat DM tipe 2 sejak 3 tahun lau. Pasien mendapat
Methormin, namun tidak diminum secara rutin. Gula darah sewaktu 245 mg/dl, BB 65 Kg TB 175
cm, 130/80 mmHg frekuensi nadi 80 x / menit, dan suhu 37 derajat celcius
9. Ibu Ana usia 43 tahun saat dilakukan pengkajian fisik mengeluh sesak, batuk berdahak.
Hasil pemeriksaan fisik bibir dan kuku Nampak sianosis, RR : 32 x /menit dan dangkal,
menggunakan otot bantu pernapasan, napas pursed lip breathing.
10. Seorang laki laki berusia 31 tahun dating ke UGD karena muntah muntah setelah
mencoba bunuh diri dengan baygon. PAsien juga mengeluh nyeri kepala hasil
pemeriksaan fisik: TD 100/60 mmHg, Frekuensi nadi 91 x/menit, frekuensi napas
25x/menit. Pasien tampak pucat lemah tak berdaya, kesadran menurun mulut berbusa.