Anda di halaman 1dari 12

ASUHAN KEBIDANAN PADA REMAJA

Nn. N USIA 17 TAHUN DENGAN SADARI


DI BPM SUNARSIH

(Diajukan Untuk Melengkapi Tugas Profesi Bidan)

Disusun oleh:
MECI ISLMIAH
NIM 2009008

PROGRAM STUDI PROFESI BIDAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KARYA HUSADA SEMARANG
2020/2021

ASUHAN KEBIDANAN PADA REMAJA


Nn. N USIA 17 TAHUN DENGAN SADARI
DI BPM SUNARSIH

Hari/tanggal masuk : Selasa, 30 Maret 2021


Pukul : 08.00 wib
No. RM :-
Tempat :
I. DATA SUBYEKTIF
1. Identitas/Biodata
Nama klien : Nn. N
Umur : 17 Tahun
Suku/Bangsa : Jawa/Indonesia
Agama : Islam
Pendidikan : SMA
Pekerjaan :Pelajar
Alamat :Jalan Kecubung

2. Anamnesa
a. Keluhan utama : Tidak ada keluhan
b. Alasan dating : Ingin melakukan pemeriksaan sadari dan tidak sedang menstruasi
c. Riwayat menstruasi :
1. Umur menarche : 12 tahun
2. Lamanya haid : 7 hari
3. Jumlah darah haid : 2-3 x ganti pembalut
4. Haid terakhir : 21 Februari 2021
5. Disminore : Tidak ada
6. Gangguan haid : Tidak ada
d. Riwayat perkawinan
Tidak ada

e. Riwayat kehamilan, persalinan, dan nifas yang lalu:


Ana Usia Jenis Penolong penyuli BBL Hidup/mati JK Usia
k ke kehamilan persalina t anak
n
1
2
3
f.Riwayat penyakit yang lalu/operasi:
1. Pernah dirawat : Tidak pernah
2. Pernah dioperasi : Tidak pernah
g. Riwayat penyakit keluarga (ayah,ibu,adik,paman,bibi) yang pernah menderita sakit:
1. Kanker : tidak ada
2. Penyakit hati : tidak ada
3. Hipertensi : tidak ada
4. DM : tidak ada
5. Penyakit ginjal : tidak ada
6. Alergi : tidak ada
7. Kelainan bawaan : tidak ada
8. Hamil kembar : tidak ad
9. TBC : tidak ada
10. Epilepsi : tidak ada
11. Penyakit jiwa : tidak ada
h. Riwayat Ginekologi:
1. Infertilitas : tidak ada
2. Infeksi virus : tidak ada
3. PMS : tidak ada
4. Cervisitis Cronis : tidak ada
5. Endometriotis : tidak ada
6. Myoma : tidak ada
7. Polip servix : tidak ada
8. Kanker kandungan : tidak ada
9. Operasi kandungan : tidak ada
10. Perkosaan : tidak ada
i. Riwayat Keluarga Berencana: Tidak ada
1. Metode KB yang pernah dipakai :
2. Lama : tahun
3. Komplikasi dari KB :
j. Pola makan/minum/eliminasi/istirahat/psikososial:
1. Pola makan : 3 kali/hari
2. Pola minum : 1500 cc/hari
3. Pola eliminasi :
- BAK : 100 cc/hari
Warna : Jernih
BAK terakhir jam : 08.00 wib
- BAB : 1 kali/hari
Karakteristik : lembek
BAB terakhir jam : -
4. Pola istirahat :
-Tidur : 8 jam/hari
Tidur terakhir : 06.00 wib
5. Psikososial : Nn. N mengatakan keadaannya baik-baik saja dan merasa tenang
6. Social support : Orang tua selalu mendukungnya.

II. DATA OBYEKTIF


1. PEMERIKSAAN UMUM
a. Keadaan umum : Baik
b. Kesadaran : Composmentis
c. Berat badan/tinggi badan : 45 kg/ 150 cm
d. Pemeriksaan Tanda Vital :
1) Tekanan darah : 110/70 mmhg
2) Nadi : 80 kali/menit
3) Suhu : 36,7 0C
4) Pernafasan : 23 kali/menit
2. PEMERIKSAAN FISIK
a. Mata
1. Pandangan kabur : tidak
2. Sclera icterus : tidak
3. Conjungtiva pucat : tidak
b. Dada dan aksila
Mamae : simetris
Areola : normal
Putting susu : menonjol
c. Ekstremitas
1. Tungkai :symetris
2. Edema :-
3. Refllek : +
d. System kardio
Dyspneu : Tidak ada
Orthpneu : Tidak ada
Thacypneu : Tidak ada
Wheezing : Tidak ada
Batuk : Tidak ada
Sputum : Tidak ada
Batuk darah : Tidak ada
Nyeri dada : Tidak ada
Keringat malam : Tidak ada
4. PEMERIKSAAN PENUNJANG
Tidak dilakukan

III. INTEPRETASI DATA


1. Diagnosa
N. N Umur 17 tahun dengan pemeriksaan payudara sendiri
Ds:
 Nn N mengatakan ini ingin memeriksa payudara sendiri, tidak ada keluhan dan
tidak sedang menstruasi
Do:
a. Tanda-tanda vital :
 Tekanan darah : 120/90 mmHg
 Suhu : 366oC
 Nadi : 88 x/menit
 Pernafasan : 20 x/menit
b. Inspeksi
1) Muka :Simetris, Bulat, pipi tembem, pigmentasi (-), edema (-)
2) Mamae : Tidak ada pigmentasi areola, tidak ada benjolan, simetris.
3) Abdomen : Tidak ada luka bekas operasi
4) Ekstremitas Atas    : Telapak tangan tidak pucat dan tidak ada odema
Bawah  : Tidak terdapat odema dan varices.
c. Pemeriksaan penunjang
1) Pemeriksaan laboratorium : Tidak dilakukan
2) USG: Tidak dilakukan
2. Masalah
Tidak ada

IV. IDENTIFIKASI DIAGNOSA ATAU MASALAH POTENSIAL


Tidak ada
V. ANTISIPASI TINDAKAN SEGERA
Tidak ada

VI. INTERVENSI

1. Beritahukan hasil pemeriksaan


2. Jelaskan tentang SADARI dan tujuanya
3. Beritahu tanda-tanda yang perlu segera dilaporkan atau diperiksa lebih lanjut
4. Beritahu SADARI bisa dilakukan dengan beberapa cara
5. Ajari tentang SADARI
6. Dokumentasikan tindakan

VII. IMPLEMENTASI

Hari/Tanggal : Selasa, 30 Maret 2021


Pukul : 08.39 WIB
1. 08.40 WIB Memberitahu hasil pemeriksaan Nn. N normal dengan TD :
2. 08.45 WIB Menjelaskan tentang SADARI dan tujuannya
Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI )adalah untuk mendeteksi secara dini gejala
kanker payudara secara individu, tujuannya untuk menemukan secara dini adanya
kelainan sehingga dapat segera diatasi.
3. 08.50 WIB Memberitahu tanda-tanda yang perlu segera dilaporkan atau diperiksa
lebih lanjut jika ditemukan :
a. Adanya benjolan keras pada payudara atau ketiak
b. Terlihat adanya perubahan pada permukaan kulit payudara,
seperti kulit berkerut atau terdapat cekungan
c. Terlihat adanya perubahan ukuran dan bentuk payudara
d. Keluar cairan dari putting tapi bukan ASI
e. Putting memerah dan ruam
f. Ada rasa sakit atau tidak nyaman yang berkelanjutan.
4. 08.55 WIB Memberitahukan SADARI bisa dilakukan dengan beberapa langkah depan
cermin, saat mandi, berbaring
5. 09.00 WIB Mengajari tentang SADARI
a. Melakukan inform consent
b. Menyiapkan peralatan
c. Menyiapkan ruangan yang nyaman
d. Menjaga privasi pasien
e. Memberi tahu klien untuk membuka baju dan mengenakan
piyama
f. Cuci tangan air mengalir
g. (Teknik infeksi depan cermin) Lihat pada cermin, bentuk
keseimbangan payudara (simetris atau tidak) melihat perubahan bentuk dan besarnya
payudara, perubahan putting, serta kulit payudara di depan cermin, posisi kedua lengan
lurus kebawah di samping badan
h. (Teknik perabaan dengan posisi berdiri ) Periksa payudara
dengan tangan diangkat diatas kepala dengan maksud melihat retraksi kulit atau
perlekatan tumor terhadap otot dibawahnya.
i. Berdiri tegak di depan cermin dengan tangan disamping
kanan dan kiri. Miringkan badan ke kanan dan ke kiri untuk melihat perubahan
payudara
j. Menengangkan otot-otot bagian dada dengan berkacak
pingang untuk menengangkan otot di daerah axilla
k. (Teknik posisi berbaring ) Melihat perubahan bentuk
payudara dengan berbaring, dimulai dari payudara kanan. Baring menghadap ke kiri
dengan membengkokkan kedua lutut. Letakkan bantal atau handuk mandi yang telah
dilipat di bawah bahu sebelah kanan untuk menaikkan bagian yang akan diperiksa.
l. Memeriksa seluruh payudara dengan vertical, dari tulang
selangka di bagian atas ke bra line di bagian bawah dan garis tengah antara kedua
payudara ke garis tengah bagian ketiak. Gunakan tangan kiri untuk mengawali pijatan
pada ketiak. Kemudian putar dan tekan kuat untuk merasakan benjolan. Gerakkan
tangan anda perlahan-lahan ke bawah bra line dengan putaran ringan dan tekan kuat di
setiap tempat.
m. Berawal dari bagian payudara buat putaran yang besar,
bergerak sekeliling payudara dengan memperhatikan benjolan, buatlah sekurang-
kurangnya tiga putaran kecil sampai ke putting.
n. Menggunakan kedua tangan kemudian tekan payudara untuk
melihat adanya cairan abnormal dari puting payudara
o. Letakkan tangan kanan ke samping dan rasakan ketiak anda
dengan teliti, apakah teraba benjolan atau tidak. Lakukan hal yang sama pada payudara
kiri.
p. Memberikan kesempatan untuk bertanya
q. Meminta untuk mempraktikkan kembali
r. Mencuci tangan
s. Menjelaskan kembali SADARI bida dilakukan setelah
menstruasi hari ke 7 atau ke 10
t. Dokumentasi.
6. 09.30 WIB Mendokumentasikan hasil tindakan

VIII. EVALUASI
Hari/Tanggal : Rabu, Maret 2021
Pukul : 08.40 WIB
1. 08.41 WIB Nn. N sudah paham dengan hasil pemeriksaannya dan tampak lebih tenang
dengan hasil pemeriksannya
2. 08.46 WIB Nn. N mengerti tentang SADARI dan tujuannya
3. 09.01 WIB Nn. N mengerti tentang tanda-tanda yang perlu segera dilaporkan atau
diperiksa lebih lanjut dan akan segera melapor jika menemukannya.
4. 09.05 WIB Nn.N memahami dengan baik
5. 09.35 WIB Nn sudah diajarkan tentang SADARI dan mampu mengulang beberapa
gerakannya
6. 09.37 WIB Dokumentasi telah dilakukan
STANDART OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI)

Pengertian Pemeriksaan SADARI adalah upaya deteksi dini dalam


melakukan pemeriksaan payudara sendiri atau salah satu
prosedur untuk mengetahui kelainan-kelainan pada payudara
yang dilakukan setelah menstruasi, SADARI dapat dilakukan
seorang wanita secara mandiri maupun dengan bantuan dokter.
Tujuan Dekteksi dini adanya kelainan pada payudara
Rincian Prosedur
Persiapan 1. Ruangan tertutup
Alat 2. Pantom
Kegiatan
1. Metode pemeriksaan inspeksi, bukalah baju dan berdirilah didepan cermin
kemudian letakkan kedua tangan disamping tubuh dan amati payudara anda
dengan seksama, mulai dari kesimetrisan payudara kanan dan kiri, kemerahan
pada payudara, putting tertarik kedalam, apakah ada cekungan, kerutan, atau
benjolan yang terlihat, apakah anda melihat sesuatu atau adakah darah
menetes dari putting.

Gambar 2.1 Berdiri di depan cermin


Sumber : http://obatherbalmedikal.com/wp/kanker-payudara/
2. Metode pemeriksaan inspeksi kedua dengan lengan terangkat. Angkat lengan
ke atas kepala sambil berdiri didepan cermin serta busungkan dada. Cari
tanda - tanda yang sama seperti diatas dengan mengangkat lengan, payudara
akan sedikit tertarik sehingga keganjilan yang ada akan terlihat lebih jelas.

Gambar 2.2 Kedua lengan diangkat ke atas


Sumber : https://kuecingitem.wordpress.com/tag/gambar-pemeriksaan-
sendiri- payudara/

3. Kemudian menekan kedua tangan di pinggang untuk mengencangkan otot


dadanya. Periksa ukuran, bentuk dan simetris, lekukan putting atau kulit
payudara dan lihat apakah ada kelainan.

Gambar 2.3 Kedua tangan menekan pinggang


Sumber : https://kuecingitem.wordpress.com/tag/gambar-pemeriksaan-
sendiri- payudara/
4. Dengan menggunakan ibu jari dan jari telunjuk, tekan putting payudara
dengan lembut. Jika ada sesuatu yang menetes atau keluar dari putting berupa
darah yang mengalir keluar segera temui dokter dan jangan menundanya.

Gambar 2.4 Menekan putting


Sumber : http://obatherbalmedikal.com/wp/kanker-payudara/

5. Lanjutan pemeriksaan seperti diatas pada putting berikutnya. Jika putting


anda kering dan bersisik segera temui dokter jangan menunda.

6. Palpasi (meraba dan merasakan payudara) berbaringlah diatas tempat tidur,


letakkan sebuah bantal dibawah bahu kiri anda, lalu letakkan ujung jari
tangan kanan atau permukaan tiga jari tengah, dengan lembut, lakukan
gerakan melingkar searah jarum jam, dan rasakan apakah ada benjolan
dipayudara sebelah kiri, dan periksa juga daerah putting serta ketiak.

Gambar 2.5 Posisi berbaring


Sumber : http://obatherbalmedikal.com/wp/kanker-payudara/

7. Ulangi langkah diatas untuk sisi tubuh sebaliknya, periksa payudara sebelah
kanan anda dengan tangan kiri.
8. Jika menemukan benjolan, cermati ukuran, bentuk, serta intensitas sakitnya,
benjolan mencurigakan biasanya sakit saat disentuh, berukuran ½ sampai 1 ¼
cm, serta tidak berubah selama berbulan-bulan. Periksakan benjolan tersebut
sesegera mungkin, atau jika anda tidak keberatan, tunggu sampai satu kali
haid/sebulan sekali, jika setelah haid berikutnya benjolan tersebut berubah
mengecil atau sakitnya berkurang, maka itu bukan kanker. Namun sebaiknya
anda tetap memeriksakannya. Seandainya benjolan itu tetap sama, anda wajib
memeriksakan sesegera mungkin, jangan panik dan ingatlah bahwa kanker
payudara juga mirip seperti itu, dengan ukuran yang beragam dan kadang
terasa lunak.

Referensi Kementerian Kesehatan (KEMENKES). 2015.


Penanggulangan Kanker Payudara dan Kanker Leher
Rahim. http://peraturan.go.id/permen/kemenkes-nomor-
34-tahun-2015.html Di akses pada tanggal 30
Novemver 2017
Rosenthal, S. 2009. Revolusi terapi hormone alami.
Yogyakarta : PT. Bentang Pustaka
Dewi, Armelita. 2012.
https://kuecingitem.wordpress.com/tag/gambar-
pemeriksaan-sendiri-payudara/ di akses pada tanggal 10
januari 2018
http://obatherbalmedikal.com/wp/kanker-payudara/ di akses
pada tanggal 10 januari 2018

Anda mungkin juga menyukai