Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DARING

ERA PANDEMI COVID-19


HUKUM KIRCHOFF

Disusun Oleh :
Nama : Keysha Alea Ratriazda
NIM : 205100907111020
Jurusan/Fakultas : TEP/FTP
Kelompok :2
Tanggal Praktikum. : 11November 2020
Nama Asisten : Izzum Wafi’udin

LABORATORIUM FISIKA DASAR


FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
2020
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Tujuan Praktikum
Memahami hukum kirchoff tentang arus dan tegangan listrik
Menerapkan kegunaan hukum kirchoff pada rangkaian listrik sederhana
Mengukur besarnya arus dan tegangan listrik pada suatu rangkaian listrik DC sederhana
1.2 Teori
1.2.1 Pengertian Hukum Kirchoff
Hukum kirchoff adalah hukum yang digunakan untuk mengetahui arus yang mengalir
pada tiap bagian rangkaian. Hukum kirchoff mempelajari hukum tegangan kirchoff dan
hukum arus kirchoff, serta mempelajari hukum rangkaian loop banyak. Pada rangkaian
tertutup suatu cabang sama dengan jumlah arus lewat dari cabang tersebut (Putry dkk, 2013).
1.2.2 Macam-macam Hukum Kirchoff
Hukum kirchoff terdiri atas 2 macam yaitu hukum kirchoff (current law/KCL) dan
hukum kirchoff (voltage law/KVL). Hukum kirchoff (KCL) atau hukum kirchoff I
menyatakan bahwa jumlah arus yang masuk pada sebuah titik cabang sama dengan arus yang
keluar dari titik tersebut. Yang dimaksud titik cabang adalah pertemuan antara 3 penghantar
atau lebih yang biasanya ditandai dengan bulatan berwarna hitam. Secara matematis
dituliskan menjadi I (masuk) = I (keluar). Kebenaran hukum kirchoff I dapat dibuktikan
dengan hukum kekekalan muatan (Putry dkk, 2013).
Hukum kirchoff (KVL) atau hukum kirchoff II tentang tegangan didasarkan pada
hukum kekekalan energi. Ketika muatan listrik q berpindah dari potensial tinggi ke potensial
rendah, dimana beda potensialnya V, maka energi itu akan turun sebesar V. Hukum
tegangan kirchoff menyatakan bahwa jumlah secara aljabar tegangan listrik dalam suatu
rangkaian tertutup adalah nol. Yang dimaksud rangkaian tertutup adalah suatu rangkaian
yang terdiri atas sumber tegangan dan beban yang dihubungkan dengan suatu penghantar,
sehingga menghasilkan arus listrik. Secara matematis dituliskan Vdrop = Vrise (Wahyudi,
2015).
BAB II
METODE PERCOBAAN
2.1 Alat, Bahan. Dan Fungsi
Tabel 2.1 Alat, bahan, dan fungsi
NO. Alat dan Bahan Gambar Fungsi
1. Sumber arus DC sebagai sumber listrik arus
searah (DC) dan menghasilkan
arus DC secara permanent

Sumber : Sutikno, 2020


2. Multimeter untuk mengukur tegangan listrik,
arus listrik, dan tahanan
(resistansi)

Sumber : Sutikno, 2020


3. Lampu LED sebagai indikator atau sinyal
indikator

Sumber : Nusyirwan dkk,


2019
4. Resistor untuk menghambat dan
mengatur arus listrik dalam
suatu rangkaian elektronika

Sumber : Nusyirwan dkk,


2019
5. Kabel jumper untuk menghubungkan beberapa
breadboard

Sumber : Nusyirwan dkk,


2019
6. Baseboard untuk membuat rangkaian
elektronik

Sumber : Nusyirwan dkk,


2019
7. Ampere meter untuk mengukur kuat arus listik

Sumber : Nusyirwan dkk,


2019
2.2 Cara Kerja
2.2.1 KVL
Rangkai resistor secara sejajar (paralel)

Tancapkan kabel jumper ke salah satu kaki resistor

Pindahkan salah satu kaki resistor agar tidak sejajar

Tancapkan probe warna merah ke resistor warna merah

Sambungkan probe hitam ke sumber daya

Catat hasilnya dan lakukan secara berulang pada resistor 22 ohm dan 15 ohm

2.2.2 KCL
Rangkai resistor secara menyamping (seri)

Tancapkan kabel jumper ke masing-masing kaki resistor dalam rangkaian

Sambungkan probe positif multimeter ke jumper berwarna merah dan probe negatif ke
jumper warna hitam

Catat hasil untuk mendapatkan V total


2.3 Gambar Rangkaian Percobaan Hukum Kirchoff + Penjelasan
2.3.1 KVL

Pertama, rangkaikan tiga buah tahanan secara seri. Kedua, tetapkan harga sumbu
tegangan E, ukurlah beda tegangan pada kutub R1 ; R2 ; R3 sebagai V1 ; V2 ; dan V3.
Ketiga, lakukan percobaan untuk tegangan sumber yang berbeda-beda yaitu dengan
mengatur sumber tegangan. Keempat, catatlah E, V1, V2 dan V3 untuk masing-masing
pengukuran.
2.3.2 KCL

Pertama, rangkaikan tiga buah tahanan secara seri. Kedua, tetapkan harga sumbu
tegangan E, ukurlah beda tegangan pada kutub R1 ; R2 ; R3 sebagai V1 ; V2 ; dan V3.
Ketiga, lakukan percobaan untuk tegangan sumber yang berbeda-beda yaitu dengan
mengatur sumber tegangan. Keempat, catatlah E, V1, V2 dan V3 untuk masing-masing
pengukuran.
BAB III
PENGOLAHAN DATA
3.1 Data Hasil Percobaan
3.1.1 KVL
V (Volt) V(R1) 10 kΩ V(R2) 15 kΩ V(R3) 22 kΩ V total
4,5 0,903 V 1,374 V 2,013 V 4,31 V
3 0,634 V 0,964 V 1,414 V 3,015 V
3.2.2 KCL
V (Volt) I(R1) 10 kΩ I(R2) 15 kΩ I(R3) 22 kΩ I total
4,5 0,33 mA 0,19 mA 0,09 mA 0,36 mA
3 0,21 mA 0,11 mA 0,04 mA 0,61 mA
3.2 Perhitungan Data
3.2.1 KVL
Mencari I total:
Itotal untuk V = 3V
= 6,38 X 10-5 A
.

Saat V = 3V
V1 = 6,38 × 10 5 × 103
= 0, 638 V
V2 = 6,38 × 10 5 × 15 × 103
= 0,957 V
V3 = 6,38 × 10 5 × 22 × 103
= 1,4036 V

Saat V = 4,5 V
V1 = 9,57 × 10 5 × 103
= 0,0957 V
V2 = 9,57 × 10 5 × 15 × 103
= 1,435 V
V3 = 9,57 × 10 5 × 22 × 10 3
= 2,1054 V
Data Teoritis KVL
V V (R1 = 10K) V (R2 = 15) V (R3 = 22K) Total
4,5 0,638 0,957 V 1,4036 V 2,9986 V
3 0,0957 V 1,435 V 2,1054 V 3,6352 V
3.2.2 KCL
Rtotal = + +
. . .
.
= .
= 4,714

Saat V = 3 V
I1 = = 0,0003 A
.
I2 = = 0,0002 A
.
I3 = = 0,000136 A
.

Saat V = 4,5 V
,
I1 = = 0,00045 A
.
,
I2 = = 0,0003 A
.
,
I3 = = 0,000204 A
.
Data Teoritis
V I (R1 = 10K) I (R2 = 15) I (R3 = 22K) Total
3 0,0003 0,0002 0,000136 0,000636
4,5 0,00045 0,0003 0,000204 0,000954
BAB IV PEMBAHASAN

4.1 Analisa Data Percobaan


4.1.1 KVL
Pada praktikum KVL, rangkaian disusun secara seri. Berdasarkan literatur jika semakin
kecil tegangan sumber DC maka semakin kecil pula beda potensial (tegangan) yang
melintasi, kemudian semakin besar hambatan yang diberikan, maka semakin besar pula beda
potensial (tegangan) yang melintasinya.
Pada data pertama, sumber DC yang diberikan adalah sebesar 4,5 V dengan hambatan
yang berbeda-beda ai R1 ebe a 10 k , R2 ebe a 15 k , da R3 ebe a 22 k . La
didapatkan hasil V1 yang melintasi R1 adalah sebesar 0,903 V. Untuk V2 yang melintasi R2
adalah sebesar 1,374 V. Dan yang terakhir untuk V3 yang melintasi R3 adalah sebesar 2,013
V. Jadi, total tegangan (V total) yang didapatkan adalah sebesar 4,31 V.
Pada data kedua, sumber DC yang diberikan adalah sebesar 3 V dengan hambatan yang
berbeda-beda ai R1 ebe a 10 k , R2 ebe a 15 k , da R3 ebe a 22 k . La
didapatkan hasil V1 yang melintasi R1 adalah sebesar 0,634 V. Untuk V2 yang melintasi R2
adalah sebesar 0,964 V. Dan yang terakhir untuk V3 yang melintasi R3 adalah sebesar 1,414
V. Jadi, total tegangan (V total) yang didapatkan adalah sebesar 3,015 V.
4.1.2 KCL
Pada data pertama sumber DC yang diberikan adalah sebesar 4,5 V dengan hambatan
yang berbeda-beda ai R1 ebe a 10 k , R2 ebe a 15 k , da R3 ebe a 22 k . Lalu
didapatkan I1 yang melintasi R1 adalah sebesar 0,33 mA, I2 yang melintasi R2 adalah
sebesar 0,19 mA, dan I3 yang melintasi R3 adalah sebesar 0,09 mA. Jadi, total arus listrik (I
total) yang didapatkan adalah sebesar 0,36 mA.
Pada data kedua sumber DC yang diberikan adalah sebesar 3 V dengan hambatan yang
berbeda-beda ai R1 ebe a 10 k , R2 ebe a 15 k , da R3 ebe a 22 k . La
didapatkan I1 yang melintasi R1 adalah sebesar 0,21 mA, I2 yang melintasi R2 adalah
sebesar 0,11 mA, dan I3 yang melintasi R3 adalah sebesar 0,04 mA. Jadi, total arus listrik (I
total) yang didapatkan adalah sebesar 0,61 mA.
Pada praktikum KCL, rangkaian disusun secara paralel. Berdasarkan literatur jika
semakin kecil tegangan sumber DC maka semakin kecil pula arus listrik yang melintasi,
kemudian semakin besar hambatan yang diberikan makasemakin kecil arus listrik yang
melaluinya (Santoso, 2013).
4.2 Analisa Perhitungan Data
4.2.1 KVL
Pada perhitungan KVL sudah diketahui besaran-besaran tegangan yang berbeda yaitu 3 V
dan 4,5 V a g aka dihi g de ga 3 be a ha ba a , ai 10 k , 15 k , dan 22 k .
Dimulai dengan menghitung hambatan total (R total) secara seri yaitu R1
+ R2 + R3, maka akan dihasilkan R total sebesar 47 x 103 ohm yang didapatkan dari penjumlahan
10 k , 15 k , da 22 k .
Hasil dari R total tersebut nantinya akan digunakan untuk mencari besar arus di masing- masing
hambatan. Pertama, mencari kuat arus pada tegangan 4,5 V dengan R total yang sudah dihitung
sebelumnya, memakai persamaan V = I.R maka akan didapatkan I = 9,57 × 10-5 A. Setelah kuat
arus didapatkan maka selanjutnya akan dihitung tegangan yang nantinya akan digunakan untuk
mencari tegangan total pada masing-masing tegangan (4,5 V dan 3 V) dengan diketahui masing-
a i g ha ba a ebe a 10 k , 15 k , da 22 k . Te a e akai e a aa a g a a ai V
= I.R. Tegangan (V) dengan R = 10 k dan I = 9,57 × 10-5 A menghasilkan V = 0,0957 V.
Ke dia R = 15 k da I = 9,57 × 10-5 A menghasilkan V = 1,435 V. Te akhi R = 22 k da I =
9,57 × 10-5 A menghasilkan V = 2,1054 V. Dari perhitungan tersebut didapatkan V total adalah
sebesar 4,31 V.
Perhitungan V total kedua adalah dimulai dengan mencari kuat arus (I) dengan diketahui V = 3
volt dan R total yang sudah dicari sebelumnya yaitu sebesar 47 x 10 3 ohm. Memakai persamaan V =
I.R maka akan didapatkan I = 6,38 × 10-5 A. Setelah kuat arus didapatkan maka selanjutnya akan
dihitung tegangan yang nantinya akan digunakan untuk mencari tegangan total pada masing-masing
tegangan (4,5 V dan 3 V) dengan diketahui masing- a i g ha ba a ebe a 10 k , 15 k , da 22
k . Te a e akai e a aa a g a a ai V = I.R. Tega ga (V) de ga R = 10 k da I =
6,38 × 10-5 A menghasilkan V = 0,638 V. Ke dia R = 15 k da I = 6,38 10-5 A
menghasilkan V = 0,957 V. Terakhir R = 22 k da I = 6,38 10-5 A menghasilkan V = 1,4036 V.
Dari perhitungan tersebut didapatkan V total adalah sebesar 3,015 V.
Sesuai dengan literatur baha besarnya komponen pengganti rangkaian seri resistor (Rs) yaitu
hasil penjumlahan semua resistor yang ada pada rangkaian. Dapat ditulis persamaan Rs
= R1 + R2 + R3 + ... + Rn. Sedangkan untuk V total yang berasal dari ketiga tahanan tersebut sama
dengan tegangan sumber (Vs), maka akan diperoleh persamaan : Vs = V1 + V2 + V3 (Putry dkk,
2013).
4.2.2 KCL
Pada percobaan KCL rangkaian dipasang secara oarael sehingga dapat menghitung hambatan
total dengan rumus = , maka R total dari percobaan KCL adalah 4,714. Dalam

mencari tiap arus listrik yang melalui setiap hambatan menggunakan rumus I = , sesuai dengan
literatur jika hubungan antara tegangan dan arus listrik dituliskan V berbanding lurus dengan I,
suatu konstanta diperlukan untuk menghilangkan kesebandingan antara tegangan dan arus listrik,
konstanta tersebut adalah hambatan, maka persamaannya V = I.R sehingga untuk menghitung arus
listrik menjadi I = . Untuk menghitung arus listrik total menggunakan rumus .
Pada V = 3 V didapat I (0,0003; 0,0002; 0,000136) dengan rumus 3 dibagi dengan tiap
hambatan. Pada V = 4.5 V didapat I (0,00045 ; 0,0003; 0,000204) dengan rumus 4.5 dibagi tiap
hambatan. Hambatan terdiri dari 10k ohm, 15k ohm, 22k ohm.
4.3 Faktor yang Mempengaruhi Hukum Kirchoff
Muatan, karena semakin kecil muatan (Q) maka arus (I) yang mengalir semakin kecil.
Hambatan, karena arus listrik (I) berbanding terbalik dengan hambatan (R) maka makin besar
hambatan arus yang mengalir makin kecil.
Tegangan, makin besar tegangan (V) maka arus (I) makin besar (Santoso, 2013).
GGL, karena jika kuat arus listrik searah dengan arah loop dan kuat arus listrik bertemu
dengan kutub positif potensial tegangan terlebih dahulu maka tanda GGL adalah (+) dan
begitupun sebaliknya.
Kuat arus listrik pada penurunan potensial tegangan, karena jika arah kuat arus listrik searah
dengan arah loop maka tanda kuat arus listrik adalah (+) dan begitupun sebaliknya
(Muyassaroh, 2013).
4.4 Aplikasi Hukum Kirchoff di Bidang Teknologi Pertanian
Untuk meningkatkan produksi pertanian di samping juga menjaga keseimbangan lingkungan
agar tidak terjadi pencemaran akibat penggunaan pestisida perlu adanya alternatif lain yang dapat
menggantikan peranan pestisida pada lingkungan pertanian dalam mengendalikan hama, penyakit
dan gulma. Oleh karena itu ditemukan gagasan untuk membuat OZCEL (Oz Care and Clean)
inovasi alat pembersih hama dan pengawet buah dan sayur yang ramah lingkungan sebagai solusi
peningkatan hasil produksi pertanian di Indonesia. OZCEL adalah sebuah alat pembasmi hama dan
pengawet buah dan sayur yang menggunakan teknologi ozonisasi dengan memanfaatkan tegangan
tinggi yang dihasilkan oleh koil. Ozon merupakan zat aktif yang jika bereaksi dapat membunuh
bakteri. Teknologi ozon yang dikembangkannya menggunakan metode pengolahan sterilisasi
dengan menggunakan air berozon. Dengan menggunakan teknologi ozon, hasil pertanian seperti
sayur dan buah disemprot sehingga bakterinya terbunuh. Jadi harapanya dengan dibuatnya OZCEL
dapat membantu petani Indonesia dalam meningkatkan hasil panen tanpa menggunakan pestisida
(Suhiyar dkk, 2014).
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Tujuan Praktikum ini adalah untuk memahami hukum kirchoff tentang arus dan tegangan
listrik, menerapkan kegunaan hukum kirchoff pada rangkaian listrik sederhana, dan mengukur
besarnya arus dan tegangan listrik pada suatu rangkaian listrik DC sederhana. Adapun alat dan
bahan yang digunakan adalah sumber arus DC, multimeter, lampu LED, resistor, kabel jumper,
baseboard, dan apere meter,
Hukum kirchoff adalah hukum yang digunakan untuk mengetahui arus yang mengalir pada tiap
bagian rangkaian. Hukum kirchoff mempelajari hukum tegangan kirchoff dan hukum arus
kirchoff, serta mempelajari hukum rangkaian loop banyak. Hukum kirchoff terdiri atas 2 macam
yaitu hukum kirchoff (current law/KCL) dan hukum kirchoff (voltage law/KVL). Hukum kirchoff
(KCL) atau hukum kirchoff I menyatakan bahwa jumlah arus yang masuk pada sebuah titik
cabang sama dengan arus yang keluar dari titik tersebut. Hukum kirchoff (KVL) atau hukum
kirchoff II tentang tegangan didasarkan pada hukum kekekalan energi. Hukum tegangan kirchoff
menyatakan bahwa jumlah secara aljabar tegangan listrik dalam suatu rangkaian tertutup adalah
nol.
Pada praktikum KVL, rangkaian disusun secara seri. Pada perhitungan KVL sudah diketahui
besaran-besaran tegangan yang berbeda yaitu 3 V, 4,5 V, dan 1,5 V yang akan dihitung
de ga 3 be a ha ba a , ai 10 k , 15 k , da 22 k . Di ai de ga e ghi g
hambatan total (R total) secara seri yaitu R1 + R2 + R3, maka akan dihasilkan R total sebesar 47 x
103 h a g dida a ka da i e j aha 10 k , 15 k , da 22 k .
Pada praktikum KCL, rangkaian disusun secara paralel. Untuk menghitung hambatan (R) total
1 1 1
adalah menggunakan rumus 1 = + + , maka R total dari percobaan KCL ini adalah
Rp R1 R2 R3
1 1 1 1 330 + 200+150
= + + = = 4,714. Dalam mencari tiap arus listrik yang melalui setiap
Rp 10 15 22 3300
hambatan menggunakan rumus I = V, sesuai dengan literatur jika hubungan antara tegangan dengan
R
arus listrik dituliskan V ~ I, suatu konstanta diperlukan untuk menghilangkan kesebandingan
antara tegangan dan arus listrik, konstanta tersebut adalah hambatan, maka persamaannya menjadi
V = I.R, sehingga untuk menghitung arus listrik menjadi I = V. Untuk menghitung arus listrik total
R
V total
menggunakan rumus .
R Pararel
5.2 Saran
Sebelum praktikum para praktikan mempelajari terlebih dahulu materi-materi tekait hukum
kirchoff. Saat membaca alat ukur juga harus teliti agar hasil yang didapatkan akurat. Saat
melakukan perhitungan lebih berhati-hati agar tidak terjadi kesalahan perhitungan.
DAFTAR PUSTAKA

Muyassaroh, Laili. 2013. Efektivitas Pembelajaran Berbasis Masalah dengan Open


Ended Problem pada Materi Listrik Dinamis terhadap Keterampilan Berpikir
Kritis Siswa. Skripsi. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga : Yogyakarta.
Putry, Angely., Nella, Permatasari., Riko, Darwin, dkk. 2013. Hukum Kirchoff. Jurnal
Hukum Kirchoff. 2(1) : 1 11.
Santoso, Rahmat Budi. 2013. Implementasi Model Pembelajaran Physics-Edutainment
dengan Bantuan Media Crocodile Physics pada Materi Pelajaran Fisika Kelas X
di MAN 1 Kota Magelang. Skripsi. Universitas Negeri Semarang : Semarang.
Suhiyar, A.B., Ligan, A.P., Ari, P. 2014. OZCEL (OZ CARE AND CLEAN)
Pengembangan Alat Pembasmi Hama Menggunakan Ozonisasi Sebagai Upaya
Pengganti Pestisida Pada Pertanian. Jurnal Pelita. 9(1) : 25 - 35.
Wahyudi. 2015. Analisis Hasil Belajar Mahasiswa Pada Pokok Bahasan Hukum Ohm Dan
Kirchoff Dalam Mata Kuliah Elektronika Dasar I. Jurnal Pendidikan Fisika dan
Teknologi. 1(2) : 129 135.
LAMPIRAN DHP

3.1 Data Hasil Percobaan


3.1.1 KVL
V (Volt) V (R1) V (R2) V (R3) Vtotal
4,5 0,903 1,374 2,013 4,31
3 0,634 0,964 1,414 3,015
Data Teoritis KVL
V V (R1 = 10K) V (R2 = 15) V (R3 = 22K) Total
4,5 0,638 0,957 V 1,4036 V 2,9986 V
3 0,0957 V 1,435 V 2,1054 V 3,6352 V

3.1.2 KCL
V (Volt) I (R1) I (R2) I (R3) Itotal
3 0,21 0,11 0,04 0,61
4,5 0,33 0,19 0,09 0,36
Data Teoritis
V I (R1 = 10K) I (R2 = 15) I (R3 = 22K) Total
3 0,0003 0,0002 0,000136 0,000636
4,5 0,00045 0,0003 0,000204 0,000954

3.2 Perhitungan Data


3.2.1 KVL
Mencari I total:
Itotal untuk V = 3V Itotal untuk V = 4,5 V
,
= 6,38 X 10-5 A = 9,57 X 10-5 A
. .

Saat V = 3V
V1 = 6,38 × 10 5 × 103
= 0, 638 V
V2 = 6,38 × 10 5 × 15 × 103
= 0,957 V
V3 = 6,38 × 10 5 × 22 × 103
= 1,4036 V

Saat V = 4,5 V
V1 = 9,57 × 10 5 × 103
= 0,0957 V
V2 = 9,57 × 10 5 × 15 × 103
= 1,435 V
V3 = 9,57 × 10 5 × 22 × 10 3
= 2,1054 V
3.2.2 KCL
Rtotal = + +
. . .
.
= .
= 4,714

Saat V = 3 V
I1 = = 0,0003 A
.
I2 = = 0,0002 A
.
I3 = = 0,000136 A
.

Saat V = 4,5 V
,
I1 = = 0,00045 A
.
,
I2 = = 0,0003 A
.
,
I3 = = 0,000204 A
.
LAMPIRAN

Anda mungkin juga menyukai