Anda di halaman 1dari 8

1. Ditemukannya sejumlah desa fiktif di wliayah tanah air.

desa fiktif tersebut


salah satunya berada di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Kepolisian
daerah setempat memperoleh informasi adanya 56 desa yang terindikasi
fiktif. Tim khusus pun telah diterjunkan untuk melakukan pengecekan fisik
di 23 desa yang tidak terdata di Kementerian Dalam Negeri maupun
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.
Yang melibatkan beberapa oknum pejabat pemerintah daerah.
2. Beberapa pelanggaran yang ditemukan dari kasus tersebut yakni
a. Korupsi
b. Penyalahgunaan wewenang
c. Etika Publik berupa kebohongan terhadap masyarakat dan pemerintah
pusat
d. Tidak transparan dalam penggunaan anggaran
Dampak yang ditimbulakan dari pelanggaran diatas adalah :
a. Kerugian keuangan negara
b. kemiskinan yang semakin meningkat, karena dana yang harus digunkan
untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Justru dinikmati oleh segelintir
oknum pemerintah daerah
c. Timbul rasa ketidak percayaan masyarakat terhadap PNS maupun pejabat
pemerintah
d. mudahnya oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk
menyalahgunkan dana desa.
3. Gagasan pemecahan masalah yang dapat dilakukan adalah :
a. Memperkuat proses verifikasi dilakukan untuk pengusulan dana desa.
b. Mengoptimalkan badan yang bertugas untuk mengawasi penggunaan
dana desa dan keberdaan desa
c. perlunya pemberian hukuman yang bersifat jera terhadap PNS atau
pejabat public yang melakukan pelanggaran.
d. Memperbaiki proses pengusulan Desa yang ingin mendapatkan bantuan
dari pemerintah pusat, harus mengajukan usulan melalui pemerintah
kabupaten/kota sebelum ke Kementerian Keuangan.
4. Konsekuensi yang timbul dari penerapan pemecahan masalah diatas
diantaranya:
a. Mengurangi tindak pidana korupsi yang berkaitan dengan pengelolaan
dana desa.
b. Meningkatkan kinerja dan SDM badan pengawas desa agar menjamin
pengawasan dapat berjalan dengan optimal
c. Menimbulkan efek jera terhadap PNS yang lain agar tidak melakukan
tindakan yang serupa.
d. Menciptakan system yang terintegrasi (Whole Of Government) sehingga
pelayanan menjadi mudah, murah dan cepat serta valid..
[08/04, 15:37] Rezano Putra Kartika: Rumusan kasus/masalah pokok :

Pada revolusi industri keempat atau 4.0, efisiensi mesin dan manusia sudah mulai terkonektivitas
dengan internet of things.

Aktornya adalah Pemerintah & Masyarakat

Perannya adalah Pemerintah sebagai pembuat kebijakan yang mengintegrasikan semua pelayanan
publik sesuai dengan revolusi industri 4.0 yaitu dengan menerapkan pelayanan publik yang berbasis
Teknologi (digital).

Masyarakat akan semakin dimudahkan dalam pelaksanaan pelayanan publik.

[08/04, 15:37] Rezano Putra Kartika: Penerapan

Masih banyak ditemukan kekurangan dari penyedia layanan publik sebagaimana yang dirumuskan
dalam evaluasi kualitas pelayanan publik dinyatakan bahwa terdapat beberapa permasalahan dalam
pelayanan publik. Diantaranya :

a. masih sedikit instansi yang memberikan layanan yang sesuai standar operasional prosedur, dan
terintegrasi.

b. Belum diterapkannya digitalisai layanan publik dalam beberapa instansi

c. Transparansi informasi dalam setiap layanan publik

Dampaknya :

a. Kesulitan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan publik

b. Masyarakat akan dibuat menunggu lama, dan akan bolak balik ke berbagai perangkat daerah
dalam mengurus administrasinya.

[08/04, 15:53] Rezano Putra Kartika: Mendeskripsikan gagasan-gagasan alternatif pemecahan masalah
berdasarkan konteks deskripsi kasus

1. Menerapkan sebuah sistem layanan terpadu dan terintegrasi, yang mudah, cepat, murah dan
transparan

2. Memberikan transparansi informasi layanan, yang mudah diakses oleh semua lapisan
masyarakat

Mendeskripsikan konsekuensi penerapan dari setiap alternatif gagasan pemecahan masalah


berdasarkan konteks deskripsi kasus.
1. Diperlukan waktu yang lama untuk memperkenalkan sistem layanan terpadu kepada
masyarakat umum, namun jika sudah berjalan maka akan semakin memudahkan masyarakat dalam
mengurus keperluan administrasinya.

2. Dimungkinkan adanya penolakan dari pejabat yang masih memiliki mindset yang lama, karena
hal ini menutup kemungkinan terjadinya delik korupsi.
Jawaban eva pelayanan publik

1. Masih banyak ditemukan kekurangan dari penyedia layanan publik sebagaimana yang dirumuskan
dalam seminar evaluasi kualitas pelayanan publik dinyatakan bahwa terdapat beberapa permasalahan
dalam pelayanan publik. Diantaranya :

1. masih sedikit instansi yang wajib memberikan layanan yang berstandar operasional prosedur,
dan adanya ketidakjelasan.
2. Masih ada beberapa instansi penanggung jawab dan penyedia layanan yang masih belum
mempunyai SOP berupa alur dan prosedur yang jelas dalam menyediakan pelayanan.
3. Aspek durasi waktu pemberian layanan masih belum ada sehingga kurang efektif dan efisien
serta dapat merugikan waktu masyarakat yang sedang mengakses pelayanan.

Aktor yang terlibat dalam hal ini petugas pelayanan masih jauh dari harapan. Ditandai dengan
ketidakmampuan petugas pemberi layanan disebabkan karena kompetensi yang rendah serta kurang
sesuai dengan pekerjaan untuk menyediakan pelayanan yang baik; Masih ada penyedia layanan yang
bersikap kurang ramah, kurang sopan atau tidak jelas dalam berbicara, memberitahukan suatu informasi
dengan tidak ramah/santun. Selain itu masih ada penyedia layanan masih belum menggunakan sarana
prasarana yang layak serta sesuai kebutuhan konsumen, misalnya sarana khusus bagi difabel, ruang
laktasi, antrian khusus bagi lansia, dan sistem konektivitas jaringan komputer, internet sehingga pada
saat pengurusan layanan yang membutuhkan koneksi server pusat, layanan tidak dapat diberikan
karena tidak ada koneksi jaringan.

2. A. Bentuk pelanggaran yang terjadi dalam kasus ini meliputi :

1. PNS yang tidak akuntabel

2. Pelayanan public yang tidak sesuai standar operasioanal

3. Ketidakdisiplinan PNS terhadap jam kerja

4. belum diterapkannya Whole Of Government pada semua instansi

B. Dampak tidak diterapkannya nilai-nilai dasar PNS dan pengetahuan tentang kedudukan dan peran PNS
dalam NKRI berdasarkan konteks deskripsi kasus

1. Segala pekerjaan banyak yg terbengkalai sehingga dapat merugikan diri sendiri,Lembaga/instansi dam
masyarakat umum(public)

2. Hasil kerja kurang maksimal dan jauh dari standar

3. Banyaknya Praktek Bolos kerja yang dilakukan PNS dan banyaknya pekerjaan yang belum
terselesaikan
4. Akan terjadi guncangan globalisasi yang menghadirkan berbagai kontradiksi di berbagai sektor
kehidupan seperti korupsi, kemiskinan, dominasi pasar bebas di sektor ekonomi dan lain-lain
yang sulit diatasi

3. Gagasan alternatif penyelesaian masalah diatas bisa dilakukan dengan beberapa hal

a. Recrutmen pegawai berdasarkan system merit. Pemberian Reword bagi pegawai yang berprestasi,
serta penerapan punishment bagi pegawai yang melanggar kode etik nilai dasar PNS.

b. Peningkatan pelayanan publik sesuai dengan SOP dan standard nasional

c. Perlu diadakannya sosialisasi tentang pentingnya pemenuhan jam kerja pegawai. Dan pengawasan
yang optimal dari pemangku kebijakan.

d. Menjalin Kerjasama antar instansi agar tercipta layanan yang terintegrasi

4. Konsekuensi yang mungkin akan timbul dari penerapan gagasan alternatif pemecahan masalah diatas
adalah :

a. mendapatkan para aparatur sipil negara/birokrasi yang baik dan profesional, bertanggungjawab, jujur
dan adil maka diperlukan sistem rekruitmen yang baik.

b. Dibutuhkan peran serta seluruh PNS sesuai dengan tupoksinya, dan kelengkapan sarana dan
prasarana.

c. Dibutuhkan sebuah system yang memadai dan mampu untuk memantau kinerja PNS

d. Terciptanya jejaring kerja (network) kolaboratif sehingga fungsi integrasi intra dan inter
agensi/instansi dapat dilaksanakan. Keberadaan jejaring kerja yang ditopang oleh e-goverment
berpotensi menjadi pendorong bagi pertumbuhan dan perkembangan ekonomi, sosial dan lingkungan,
termasuk di dalamnya pelayanan publik. Berdasarkan hal itu, maka e-government harus dilaksanakan di
berbagai level pelayanan public. Sehingga pelayanan menjadi semakin mudah, cepat, dan murah.
A Faizen:

Soal Mendeskripsikan rumusan kasus dan/ atau masalah pokok, aktor yang terlibat dan persan setiap
aktornya berdasarkan konteks deskripsi kasus.

Jawaban Anda Masalah Pokok dari uraian diatas ialah belum optimalnya penggunaan sippn sebagai
sarana pelayanan publik yang terintegrasi hal ini karena masih kurangnya kemampuan pemerintah
menyediakan pelayanan publik berbasis IT Aktornya ialah : 1. Pemerintah Pusat dengan peran Sebagai
pembuat kebijakan SIPPN yaitu Kemenpan, masih kurang mampu mendorong aplikasi sippn untuk
digunakan oleh instansi lain baik di 2. Pusat maupun di Daerah Pemerintah Daerah dan Instansi
penyedia layanan publik seperti BUMN/BUMD dengan peran sebagai penyedia layanan publik di daerah
belum mampu menerapkan kebijakan dari pusat untuk menggunakan sippn sebagai basis pelayanan
publik 3. Masyarakat dengan peran sebagai penggunan pelayanan publik belum banyak masyarakat yang
paham mengenai SIPPN, hal ini karena masing-masing daerah banyak menggunakan kebijakan
pelayanan publik sendiri

Soal Melakukan analisis terhadap : A. Bentuk penerapan dan pelanggaran terhadap nilai-nilai dasar PNS,
dan Pengetahuan tentang kedudukan dan peran PNS dan NKRI oleh setiap aktor yang terlibat
berdasarkan konteks deskripsi kasus. B. Dampak tidak diterapkannya nilai-nilai dasar PNS dan
pengetahuan tentang kedudukan dan peran PNS dalam NKRI berdasarkan konteks deskripsi kasus

Jawaban Anda A. Bentuk Penerapan Nilai Dasar PNS: Pemerintah Pusat telah menerapkan peran ASN
yaitu 1. Pelayan publik dengan membangun SIPPN yang merupakan jembatan antar instansi menuju
pelayanan publik yang berkualitas. 2. Perekat dan pemersatu bangsa, SIPPN merupakan wadah
informasi pelayanan publik semua instansi penyelenggara pelayanan publik secara nasional mulai dari
pemerintah daerah, kementrian/ lembaga, lembaga non struktural dan BUMN/BUMD Bentuk
Pelanggaran : Pemerintah Daerah dan Instansi Penyedia Layanan Publik seperti BUMN/BUMD, dengan
pelanggaran berupa : 1. Tidak melaksanakan kebijakan pelayanan publik dari Pusat, yaitu melalui SIPPN
2. Tidak memberikan pelayanan publik yang berkualitas dan terintegrasi 3. Tidak mewujudkan persatuan
bangsa karena tidak menginput pelayanan kedalam satu kesatuan SIPPN 4. TIdak memberikan
pelayanan publik berbasis whole of government karena pelayanan masih terkotak kotak belum ada
kolaborasi 5. Tidak transparan dalam memberikan layanan publik B. Dampak yang diakibatkan : - SIPPN
menjadi program pemerintah yang terbengkalai - Pelayanan publik yang diperoleh masyarakat kurang
cepat seperti yang diperoleh dari penyedia sektor privat seperti gojek/grab - Pelayanan publik belum
terintegrasi satu sama lain sehingga menyulitkan masyarakat yang membutuhkan

Soal Mendeskripsikan gagasan-gagasan alternatif pemecahan masalah berdasarkan konteks deskripsi


kasus

Jawaban Anda Alternatif gagasan : 1. Perlu adanya reward kepada instansi yang menggunakan SIPPN,
contohnya seperti kompetisi SP4N LAPOR yang juga dari Kemenpan, setiap tahun makin banyak peserta
dari berbagai daerah. 2. Membuat Kebijakan Baru yang didukung seluruh elemen pemerintahan,
contohnya seperti kebijakan PP No. 24 Tahun 2018 tentang Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara
Elektronik atau. Online Single Submission yang selanjutnya disingkat OSS, kebijakan ini baru 2 tahun
namun karena dukungan Presiden, hampir semua daerah menerapkannya. 3. Perlu adanya bantuan
teknis dari Pemerintah pusat kepada daerah atau instansi untuk menyediakan layanan publik yang
terdigitasasi dan terintegrasi

Soal Mendeskripsikan konsekuensi penerapan dari setiap alternatif gagasan pemecahan masalah
berdasarkan konteks deskripsi kasus.

Jawaban Anda Konsekuensi : 1. Ajang kompetisi akan membutuhkan banyak biaya dan belum tentu
sebanding dengan pertumbuhan jumlah instansi yang menggunakan SIPPN 2.

Membuat kebijakan baru akan membutuhkan waktu yang lebih lama dan anggaran yang besar, namun
efektif karena didukung seluruh elemen pemerintah baik eksekutif, dan legislatif, seperti adanya OSS,
seluruh produk rencana tata ruang harus terdigitalisasi dan di kumpulkan ke Kementerian ATR BPN,
sebelum disetujui oleh DPRD, dan Rencana tata ruang menjadi dasar dalam OSS dalam menentukan
boleh tidaknya didirikan disuatu tempat. 3. Bantuan teknis cukup efektif untuk membantu daerah dalam
membangun sistem pelayanan publik yang terintegrasi, namun dibutuhkan anggaran yang besar juga
untuk memberi bantuan keseluruh wilayah di Indonesia

Anda mungkin juga menyukai