Anda di halaman 1dari 9

LK 1: Lembar Kerja Belajar Mandiri

Judul Modul PPKN


Judul Kegiatan Belajar (KB) 1. Hak Azasi Manusia
2. Persatuan persatuan dan kesatuan dalam
Keberagaman masyarakat multikultur
3. Konsep nilai, moral dan norma
4. Pancasila dan Kewarganegaraan Global
No Butir Respon/Jawaban
Refleksi
1 Daftar peta KB.1
konsep
(istilah dan
definisi) di
modul ini

1. Pengertian HAM : hak asasi manusia merupakan hak dasar yang


dimiliki oleh setiap manusia yang merupakan anugerah Tuhan
Yang Maha Esa. Hak dasar tersebut meliputi hak hidup, hak
kemerdekaan dan hak untuk mendapatkan kebahagian.
2. Ciri Khusus HAM : Kodrati, Hakiki, Universal, Tidak dapat
dicabut, Tidak dapat dibagi.
3. Gagasan HAM dalam NRI 1945 :
a. 4 Kelompok HAM : hak-hak sipil, 13 Ketentuan, Hak-hak
politik sosial ekonomi 13 ketentuan, hak-hak khusus dan hak
atas pembangunan 7 ketentuan, tanggung jawab negara dan
kewajiban asasi manusia 4 ketentuan.
b. Non Derogable Right :
Hak untuk hidup; Hak untuk tidak disiksa; Hak kemerdekaan
pikiran dan hati nurani; Hak beragama; Hak untuk tidak
diperbudak; Hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan
hukum; dan Hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang
berlaku surut.
4. Pelanggaran HAM : Berdasarkan bentuknya yaitu diskriminasi
dan penyiksaan, sedangkan berdasarkan sifatnya yaitu
pelanggaran HAM berat dan pelanggaran HAM ringan.
Contoh kasus pelanggaran HAM di Indonesia :
- Kerusuhan Tanjung Priok tanggal 12 September 1984.
- Penyerbuan Kantor Partai Demokrasi Indonesia tanggal 27 Juli
1996.
- Penembakan mahasiswa Universitas Trisakti pada tanggal 12
Mei 1998.
- Penculikan aktivis, pada bulan April 1997-April 1999. Dalam
kasus ini 20 orang aktivis dinyatakan hilang (9 orang
diantaranya telah dibebaskan dan 11 orang dinyatakan
hilang).
- Tragedi Semanggi I pada tanggal 13 November 1998
- Dst
5. Upaya Pemajuan dan Penegakkan serta Penanganan Masalah
Hak Asasi Manusia di Indonesia.
a. Pemajuan dan Penegakkan Hak Asasi Manusia di Indonesia:
Pembentukan produk hukum yang mengatur tentang HAM
sebagai Penjabaran UUD 1945, Terbentuknya lembaga-
lembaga independen yang menangani masalah HAM yang
pembentukannya diatur UU (Komnas HAM, Pengadilan HAM
b. Penanganan Kasus Pelanggaran Hak Asasi Manusia
- unwillingness state artinya negara yang tidak
mempunyai kemauan menegakan HAM.
- Sebelum berlakunya Undang-Undang RI Nomor 26 tahun
2000 tentang pengadilan HAM, kasus pelanggaran HAM
diperiksa dan diselesaikan di pengadilan HAM ad hoc
- Setelah berlakunya undang-undang tersebut kasus
pelanggaran HAM di Indonesia ditangani melalui proses
peradilan di Pengadilan HAM.
- Penyelesaian kasus pelanggaran HAM berat dilakukan
berdasarkan ketentuan Hukum Acara Pidana. Proses
penyidikan dan penangkapan dilakukan oleh Jaksa.
- Penyelidikan terhadap pelanggaran hak asasi manusia
yang berat dilakukan oleh Komnas HAM.
- Proses penuntutan perkara pelanggaran HAM berat
dilakukan oleh Jaksa Agung
- Perkara pelanggaran hak asasi manusia yang berat
diperiksa dan diputuskan oleh Pengadilan HAM yang
dilakukan oleh Majelis Hakim Pengadilan HAM
6. Aplikasi Materi tentang Hak Asasi Manusi dalam Pembelajaran
di Sekolah Dasar (SD)
a. Prinsip Pembelajaran HAM di SD
- Pertama, anak SD belajar secara konkrit sehingga
pembelajaran HAM diupayakan secara konrkit pula.
- Kedua, pembelajaran HAM menggunakan prinsip bermain
sambil belajar dan belajar seraya bermain.
- Ketiga, pembelajaran HAM di SD menggunakan prinsip
active learning.
- Keempat, pembelajaran HAM di SD dilaksanakan dalam
suasana yang menyenangkan. Joyfull learning
b. Pendekatan Pembelajaran HAM di SD
Berbagai pendekatan dapat digunakan dalam pembelajaran
HAM di SD. Pendekatan tersebut antara lain yaitu :
Pendekatan induktif, Pendekatan kontekstual, Pendekatan
kooperatif (cooperative learning), Pendekatan inquiry,
Pendekatan discovery, Pendekatan konstruktivistik,
Pendekatan behavioristik
c. Materi Pembelajaran HAM di SD
Materi HAM di SD dikembangkan sesuai dengan tingkat
pertumbuhan dan perkembangan anak. Materi tersebut
disajikan secara menarik dalam bentuk yang mudah dipahami
oleh anak. Kalimat yang digunakan sederhana, lugas, dan
jelas
Materi HAM diberikan di SD dibelajarkan secara terintegrasi
dengan mata pelajaran lain yang sudah ada melalui
pendekatan tematik.
d. Perencanaan Pembelajaran HAM di SD
Perencanaan pembelajaran HAM di SD dikembangkan
berdasarkan:
a) pembelajaran sesuai dengan standar kompetensi dan
komptensi dasar yang akan dicapai, b) berpusat pada anak,
c) pembelajaran memperhatikan pertumbuhan dan
kebutuhan anak SD, d) pembelajaran menghargai dan
memberdayakan hak anak, e) mampu mengembangkan
seluruh potensi anak, f) mengembangkan active learning, g)
mendorong berpikir kritis dan kreatif anak, h) sesuai
dengan potensi sekolah dan guru, dan i) memungkinkan
anak dapat mengakses sumber belajar yang ada.

KB.2

1. Ada dua jenis integrasi yaitu integrasi wilayah dan integrasi


bangsa.
2. Territoriale Zee en Maritieme Kringen Ordonantie 1939
(TZMKO 1939) atau dikenal Ordonansi 1939 adalah penentuan
lebar laut 3 mil laut diukur dengan menarik garis pangkal
berdasarkan garis air surut pulau
3. Wilayah perairan Indonesia dapat dibedakan menjadi 3 macam
yaitu : a) Zona laut territorial (12 mil laut), b. Zona tambahan
yaitu zona yang lebarnya tidak melebihi 24 (dua puluh empat) mil
laut yang diukur dari garis pangkal dari mana lebar laut teritorial
diukur, c. Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia adalah suatu area di
luar dan berdampingan dengan laut teritorial Indonesia dengan
batas terluar 200 (dua ratus) mil laut dari garis pangkal dari
mana lebar laut teritorial diukur
4. Integrasi bangsa menyangkut kesediaan bersatu bagi kelompok-
kelompok sosial budaya di masyarakat, misal suku, agama, ras
dan antar golongan
5. Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa
Indonesia mengenai diri dan lingkungannya, dengan
mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan
wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat,
berbangsa, dan bernegara
6. Integrasi bangsa di awali dengan 1)Masa Perintis yaitu masa
mulai dirintisnya semangat kebangsaan melalui pembentukan
organisasi pergerakan. 2) Masa Penegas yaitu masa mulai
ditegaskannya semangat kebangsaan yang ditandai dengan
peristiwa Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928. 3) Masa
Percobaan yaitu masa mulai mencobanya bangsa Indonesia
menuntut kemerdekaan dari Belanda melalui organisasi GAPI
(Gabungan Politik Indonesia) tahun 1938 dan mengusulkan
Indonesia Berparlemen. 4) Masa Pendobrak yaitu masa dimana
semangat dan gerakan kebangsaan Indonesia telah berhasil
mendobrak belenggu penjajahan dan menghasilkan kemerdekaan
7. Obyek sasaran integrasi nasional meliputi:
a. Integrasi nilai menunjuk pada adanya kesepakatan terhadap
nilai yang diperlukan dalam memelihara tertib sosial.
b. Integrasi perilaku menunjuk pada kesepakatan perilaku positif
yang menekankan perilaku berkebangsaan dan kenegaraan di
atas golongan atau pribadi.
8. Nasionalisme adalah suatu faham bahwa kesetiaan individu
tertinggi diserahkan kepada negara kebangsaan.
9. Tahapan-tahapan terbentuknya nasionalisme adalah :
a. Terbentuknya kelompok-kelompok kecil masyarakat.
b. Terbentuknya masyarakat suku-suku bangsa yang lebih luas.
c. Terbentuknya masyarakat bangsa Indonesia seperti yang kita
kenal sekarang ini.
10.Faktor-faktor integratif bangsa sebagai perekat persatuan, yaitu
: 1) Pancasila. 2) UUD NRI 1945, 3) Sang Saka Merah Putih. 4)
Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, 5) Bahasa Indonesia, dan 6)
Sumpah Pemuda.
11.Patriotisme merupakan sikap sudi mengorbankan segala-galanya
untuk kejayaan tanah air, bangsa dan negara.
12.Ciri-ciri patriotisme diantaranya:
1) Cinta tanah air 2) Rela berkorban untuk kepentingan bangsa
dan negara 3) Menempatkan persatuan, kesatuan serta
keselamatan bangsa dan negara diatas kepentingan pribadi dan
golongan. 4) berjiwa pembaharu 5) Tidak kenal menyerah
13.Faktor Pendorong Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia
yaitu Sumpah Pemuda, Pancasila dan semboyan Bhineka Tunggal
Ika.
14.Faktor penghambat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia
diantaranya Kebhinekaan/keberagaman pada masyarakat
Indonesia, Geografis, Melemahnya nilai budaya bangsa,
Munculnya penyakit kultural pada masyarakat Indonesia.
15.Penyakit budaya yang dapat merusak persatuan dan kesatuan
bangsa Indonesia diantaranya :
a. Prasangka adalah sikap yang bisa positif maupun negatif
berdasarkan keyakinan stereotipe atau pemberian label kita
tentang anggota dari kelompok tertentu.
b. Stereotipe yaitu pemberian sifat tertentu terhadap seseorang
berdasarkan kategori yang bersifat subyektif, hanya karena
dia berasal dari kelompok yang lain.
c. Etnosentrisme yaitu paham yang berpandangan bahwa
manusia pada dasarnya individualistis yang cenderung
mementingkan diri sendiri.
d. Rasisme yaitu suatu sistem kepercayaan atau doktrin yang
menyatakan bahwa perbedaan biologis yang melekat pada ras
manusia menentukan pencapaian budaya atau individu –
bahwa suatu ras tertentu lebih superior dan memiliki hak
untuk mengatur ras yang lainnya.
e. Diskriminasi merupakan tindakan yang membeda-bedakan
dan kurang bersahabat dari kelompok dominan terhadap
kelompok subordinasinya.
16.Multikultural merupakan suatu pengakuan, penghargaan, dan
keadilan terhadap etnik minoritas baik yang menyangkut hak-hak
universal yang melekat pada hak-hak individu maupun
komunitasnya yang bersifat kolektif dalam mengekspresikan
kebudayaannya.
17.Penyebab keberagaman masyarakat Indonesia meliputi : a)
Keadaan geografis b) Pegaruh kebudayaan asing c) Penerimaan
masyarakat terhadap perubahan. d) Keadaan transportasi dan
komunikasi e) Perbedaan kondisi alam
18.Keberagaman masyarakat Indonesia diantaranya suku bangsa,
agama, ras dan antargolongan.
19.Tujuan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di tingkat
persekolahan adalah mempersiapkan para peserta didik menjadi
warga negara yang cerdas dan baik (to be smart dan good citizen)
berdasarkan nilai-nilai Pancasila.

KB.3

1. Nilai adalah sesuatu yang penting, berguna, atau bermanfaat.


2. Macam-macam nilai menurut kriteria di antaranya :
a. Nilai Sosial, yaitu nilai yang telah melekat di dalam
masyarakat serta berhubngan dengan sikap dan tindakan
manusia di dalamnya.
b. Nilai Kebenaran, yakni nilai yang bersumber dari akal
manusia (rasio, cipta, dan budi), yang mutlak dibawa sejak
lahir.
c. Nilai Keindahan, yakni nilai yang bersumber melalui unsur
rasa yang terdapat pada setiap diri manusia, dengan istilah
lain biasa disebut dengan nilai “estetika”.
d. Nilai Moral, yaitu suatu penilaian yang bersumber dari
kehendak maupun kemauan (karsa, etik).
e. Nilai Agama, yakni nilai yang bersumber dari nilai ketuhanan
disimpan dalam sebuah agama.
3. Macam-macam nilai sosial dibedakan menjadi :
a. Nilai Material, yakni nilai sosial yang berguna bagi jasmani
manusia, termasuk benda-benda nyata yang dapat
dimanfaatkan bagi memenuhi kebutuhan fisik manusia.
b. Nilai Vital, merupakan nilai sosial yang berguna bagi aktivitas
atau kegiatan manusia dalam menjalankan kehidupannya
sehari-hari.
c. Nilai Rohani, merupakan nilai sosial yang berguna bagi
memenuhi kebutuhhan rohani atau spiritual manusia, nilai
ini lebih universal atau umum.
4. Macam – macam nilai rohani yaitu :
a. Nilai Kebenaran dan Nilai Empiris, merupakan nilai yang
bersumber pada proses berpikir oleh akal manusia yang
disertai dengan fakta yang terjadi.
b. Nilai Keindahan, merupakan nilai yang berkaitan dengan
perasaan atau jiwa keindahan manusia, atau juga sering
disbut sebagai nilai estetika.
c. Nilai Moral, merupakan nilai yang menyangkut perilaku baik
maupun buruk oleh manusia, atau juga sering disebut sebagai
nilai etika.
d. Nilai Religius, merupakan nilai ketuhanan yang mengandung
suatu keyakinan atau kepercayaan oleh mansia terhadap
Tuhan Yang Maha Esa.
5. Moral merupakan ajaran tentang hal yang baik dan buruk, yang
menyangkut tingkah laku/ucapan dan perbuatan seseorang
dalam berinteraksi dengan manusia.
6. Norma berasal dari bahasa Belanda, yaitu “Norm” yang artinya
patokan, pokok kaidah, atau pedoman, baik tertulis maupun
tidak tertulis.
7. Macam – macam norma yang berlaku di lingkungan masyarakat
dilihat dari sumber dan sanksinya, antara lain :
a. Norma agama, adalah kaidah-kaidah atau pengaturan hidup
yang dasar sumbernya dari wahyu Ilahi.
b. Norma Kesusilaan, norma yang lahir dari hati nurani
manusia.
c. Norma Kesopanan, norma ini biasa disebut sebagai norma
adat dalam suatu masyarakat tertentu.
d. Norma Hukum, merupakan aturan yang sumbernya dari
negara atau pemerintah.
8. Budaya diartikan sebagai keseluruhan sistem berpikir, nilai,
moral, norma, dan keyakinan (belief) manusia yang dihasilkan
masyarakat.
9. Unsur nilai moral , a. Cinta Tanah Air, b. Kesadaran Berbangsa &
bernegara, c. Yakin terhadap Pancasila sebagai Negara dan
kesediaan mempertahankannya, d. Rela berkorban untuk bangsa
& negara.

KB.4
1. Pancasila merupakan ideologi yang nilai-nilai digali dari adat
istiadat, agama dan pandangan hidup yang telah melakat pada
diri bangsa Indonesia sejak lahirya bangsa Indonesia.
2. Empat syarat sebab (kausalitas) Pancasila, a) Causa Materialis
(asal mula bahan), b) Causa Formalis (asal mula bentuk), c)
Causa Efisien (asal mula karya), d) Causa Finalis (asal mula
tujuan).
3. Sidang BPUPKI membahas rumusan dasar negara Indonesia
Merdeka dan rancangan Undang Undang Dasar.
4. Sidang BPUPKI dilaksanakan sebanyak 2 kali yaitu :
a. Sidang Gelombang Pertama berlangsung dari tanggal 29 Mei
1945 sampai 1 Juni 1945, untuk membahas rumusan dasar
negara Indonesia merdeka.
 Tokoh yang menyampaikan gagasannya mengenai
dasar negara Indonesia yaitu :
1) Muhammad Yamin
2) Mr. Soepomo
3) Ir. Soekarno
 Lima asas yang diusulkan oleh Ir. Soekarno diberi nama
“Pancasila”.
b. Sidang Gelombang Kedua berlangsung antara 10 sampai 17
Juli 1945 untuk membahas penyusunan rancangan Undang-
Undang Dasar.
5. Ideologi Pancasila pada hakekatnya merupakan asas kerohanian
yang antara lain memiliki derajat yang tertinggi sebagai nilai
hidup kebangsaan dan kenegaraan, serta berkedudukan sebagai
pandangan dunia, pandangan hidup, pedoman hidup, dan
pegangan hidup yang dipelihara, dikembangkan, diamalkan,
dilestarikan, diperjuangkan, dan dipertahankan dengan kesediaan
berkorban.
6. Ideologi Pancasila mengandung nilai-nilai sebagai berikut:
a. Nilai Dasar, yaitu hakikat kelima sila Pancasila: Ketuhanan,
Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, Keadilan.
b. Nilai instrumental, yaitu penjabaran lebih lanjut dari nilai-
nilai dasar ideologi Pancasila.
c. Nilai praksis, yaitu merupakan realisasi nilai-nilai
instrumental dalam suatu pengalaman nyata dalam
kehidupan sehari-hari dalam bermasyarakat, berbangsa, dan
bernegara.
7. Pancasila sebagai ideologi terbuka secara struktural memiliki
tiga dimensi, yaitu:
a. Dimensi Idealisme menekankan bahwa nilai-nilai dasar yang
terkandung dalam Pancasila yang bersifat sistematis, rasional
dan menyeluruh itu, pada hakikatnya bersumber pada filsafat
Pancasila.
b. Dimensi normatif mengandung pengertian bahwa nilai-nilai
yang terkandung dalam pancasila perlu dijabarkan dalam
suatu sistem norma, sebagaimana terkandung dalam norma-
norma keagamaan.
c. Dimensi Realitas mengandung makna bahwa suatu ideologi
harus mampu mencerminkan realitas kehidupan yang
berkembang dalam masyarakat.
8. Nilai dasar Pancasila adalah nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan,
nilai persatuan, nilai kerakyatan, dan nilai keadilan.
9. Kedudukan Pancasila yaitu sebagai :
a. Pancasila sebagai Dasar Negara Republik Indonesia
b. Pancasila sebagai Ideologi Nasional
10.Hirarki peraturan perundangan di Indonesia adalah sebagai
berikut: 1) UUD NRI Tahun 1945; 2) Ketetapan MPR; 3)
UU/Perpu 4) Peraturan Pemerintah (PP); 5) Peraturan Presiden
(Perpres); 6) Peraturan Daerah Provinsi; 7) Peraturan Daerah
Kabupaten/Kota.
11.Penduduk ialah warga negara Indonesia dan orang asing yang
bertempat tinggal di Indonesia.
12.Warga negara global adalah warga negara yang
bertanggungjawab untuk memenuhi persyaratan institusional
dan kultural demi kebaikan yang lebih besar bagi masyarakat
(Korten, 1993).
13.Kompetensi kewarganegaraan adalah pengetahuan, nilai dan
sikap, serta keterampilan siswa yang mendukungnya menjadi
warga negara yang partisipatif dan bertanggung jawab dalam
kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
14.Globalisasi menunjukkan adanya suatu proses pembentukan
suatu tatanan masyarakat dengan segala perangkat peraturannya
yang bersifat universal atau menyeluruh tanpa memperhatikan
batas-batas wilayah negara.
15.Pengaruh negatif globalisasi ,
a. Hedonisme, yaitu kenikmatan pribadi dianggap sebagai suatu
nilai hidup tertinggi. Hal ini membuat manusia suka
memaksakan diri untuk mencapai kepuasan dan kenikmatan
pribadinya tersebut, meskipun harus melanggar norma-norma
yang berlaku di masyarakat.
b. Individualisme, yaitu sikap selalu mementingkan diri sendiri
serta memandang orang lain itu tidak ada dan tidak
bermakna.
c. Westernisasi, yaitu gaya hidup yang selalu berorientasi
kepada budaya barat tanpa diseleksi terlebih dahulu
16.Tiga alternatif sikap dalam mengahadapi globalisasi. Pertama,
menolak dengan tegas semua pengaruh globalisasi dalam semua
aspek kehidupan. Kedua, menerima sepenuhnya pengaruh
tersebut tanpa disaring terlebih dahulu. Ketiga, bersikap selektif
terhadap pengaruh tersebut, yaitu kita mengambil hal-hal positif
dari globalisasi dan membuang hal-hal negatifnya.

2 Daftar 1. Aplikasi materi tentang Hak Asasi Manusia dalam pembelajaran


materi yang SD (KB.1)
sulit 2. Perencanaan Pembelajaran HAM di SD (KB.1)
dipahami di 3. Nilai, norma, hukum, moral dan aturan (KB.3)
modul ini
3 Daftar 1. Konsep nilai, norma, dan moral (KB.3)
materi yang 2. Kedudukan pancasila (KB.4)
sering 3. Perbedaan Rakyat, Warga Negara dan Penduduk Indonesia. (KB.4)
mengalami
miskonsepsi