Anda di halaman 1dari 31

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM

KEANEKARAGAMAN DAN KLASIFIKASI


PHANEROGAMAE

Disusun oleh:

Nama : Samuel Prakoso Sejati

NIM : K4319075

Kelas :C

Kelompok/Asisten :13/Silvita

PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2020
Laporan Resmi Praktikum
Keanekaragaman dan Klasifikasi Phanerogamae

I. Judul : Famili Aristolochiaceae, Famili Araceae,Famili Alismataceae,


Famili Butomaceaea, Famili Palmae (Arecaceae), Famili Commelinaceae,
Famili Poaceae, Famili Zingiberaceae.
II. Tanggal Praktikum : 12 November 2020
III. Tujuan :
1. Mengetahui karakteristik spesies yang ditemukan/diamati
2. Mengetahui karakteristik family yang ditemukan/diamati
IV. Alat dan Bahan :
Alat :
1. Alat tulis
2. Buku flora
Bahan :
1. Melati Air (Echinodorus Palaefolius)
2. Tebu (Sacharum officinarum)
3. Talas (Calocasia esculenta)
4. Tanaman Kelapa (Cocos nucifera)
5. Rhoe discolor
6. Tanaman Jahe (Zingiber officinale)
7. Butomus umbelatus
8. Aristolochia sp
V. Pembahasan
Gambar Spesifik Spesies Keterangan Gambar
Nama spesies: Aristolochia sp 1. Helai Daun
2. Tulang Daun
3. Tangkai Bunga
4. Batang
5. Bunga

Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Tracheophyta
Class :Magnoliopsida
Ordo : Piperales
Family : Aristolochiaceae
Genus : Aristolochia L
Spesies : Aristolochia sp
www.It is.gov

Deskripsi
A. Akar
 Akar pada spesies ini tumbuh melilit pada pohon inang.
 Memiliki warna kuning kecoklatan.
 Memiliki serat-serat dan berongga
 Menghasilkan bau yang agak wangi.
B. Batang
 Batang pada spesies ini halus.
 Tumbuh tegak
 Mengalami monopoli dengan akar.
C. Daun
 Berbentuk bangun jantung atau ginjal
 Duduk daunnya tersebar.
 Terdapat sel-sel minyak.
D. Bunga
 Termasuk bunga banci.
 Aktinomorf atau Zigomorf.
 Memiliki tenda bunga yang serupa kelopak atau kelopak serupa mahkota.
 Memiliki benang sari yang berlekatan dengan tangkai putik.
 Tumbuh pada axils daun.
E. Buah
 Termasuk buah kendaga.
 Berbentuk kapsul
F. Biji
 Berbentuk hati
 Memiliki endosperm
Spesifikasi
 Habitat
Biasanya tumbuh di hutan hujan tropis.
 Ciri khusus
Batang pada spesies ini tumbuh melilit dan mengalami monopoli akar.
Memiliki mekanisme penyerbukan khusus.
Biji tipis bersayap
 Manfaat
Digunakan untuk obat tradisional oleh masyarakat.

Kunci Determinasi
1b-2b-3b-4b-6b-7b (Aristolochia sp) (Nelson, 2011)
Daftar Pustaka
Herman, H. (2011). Pemanfaatan Akar Kedayan (Aristolochia sp) Sebagai Obat
Tradisional Oleh Masyarakat Suku Dayak Merap Desa Gong Solok Kecamatan
Malinau Selatan Kabupaten Malinau (Doctoral Dissertation, Politeknik Pertanian
Negeri Samarinda).
Nelson, G. (2011). Botanical Keys to Florida’s Trees, Shrubs, and Woody Vines
(1st ed). Pineapple Press
Gambar Spesifik Spesies Keterangan Gambar
Nama spesies : Colocasia esculenta 1. Batang
2. Helai Daun
3. Akar
4. Tangkai Daun
5. Umbi

Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Tracheophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Alismatales
Famili : Araceae
Genus : Colocasia
Spesies : Colocasia
esculenta
www.it is.gov
Deskripsi
A. Akar
Memiliki sistem perakaran liar, berserabut, dan dangkal.
Akar tersusun atas sekelompok akar adventif yang terletak pada batang yang
sangat pendek.
B. Batang
Batang berbentuk umbi.
Berbentuk bulat, berwarna coklat kehitaman.
Jarak antar ruas batang sangat pendek.
Arah tumbuh batang tegak.
C. Daun
Merupakan daun lengkap dan daun tunggal.
Tangkai daun berwarna hijau, lebut, panjang, padat berisi.
Daun berbentuk perisai dan berwarna hijau hinga kekuning-kuningan.
Pangkal daun berlekuk dan ujung meruncing.
D. Bunga
Perbungannya terdiri atas tongkol, seludang dan tangkai.
Bunga jantan dam bunga betina terpisah.
E. Buah
Termasuk buah buni
F. Biji
Bijinya banyak berbentuk bulat telur.
Spesifikasi
 Habitat
Tanaman talas biasanya dijumpai di habitat dari tepi pantai sampai
kepegunungan di atas 1000 m dari permukaan laut, baik liar maupun di tanam.
 Ciri Khusus
Akar tersusun atas sekelompok akar adventif.
Batang biasanya terbungkus oleh pelepah daun dan berbentuk umbi (bongkol).
Perbungan terdiri atas tongkol
Manfaat
Sebagai bahan makanan (Subejo., Al Arifa, N.S., & Mustofa, M.H. 2011)
Digunakan untuk obat maupun pembungkus.
Sisa umbi digunakan untuk pakan ternak.

Kunci Determinasi
1b-2b-3b-6b-7b-8b-9b10b-12b-13b (Colocasai esculenta) (Maretni, S., &
Mukarlina, M. T. 2017).
Daftar Pustaka
Maretni, S., & Mukarlina, M. T. (2017). Jenis-Jenis Tumbuhan Talas (Araceae)
di Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya. Protobiont, 6(1).
Subejo., Al Arifa, N.S., & Mustofa, M.H. (2011). 5 Pilar Kedaulatan Pangan
Nusantara. Yogyakarta : UGM Press.
Gambar Spesifik Spesies Keterangan Gambar
Nama spesies : Saccharum officinarum 1. Batang
2. Helaian Daun
3. Akar
4. Bunga
5. Ruas Batang

Klasifikasi
Kingdom :Plantae
Divisi : Tracheophyta
Class : Magnoliopsida
Ordo : Poales
Family : Poaceae
Genus : Saccharum
Spesies : Saccharum
offcinarum
www.itis.gov
Deskripsi
A. Akar
Memiliki sistem perakaran serabut.
Memiliki akar rambut.
Berwarna gelap dan kurus.
B. Batang
Batang silindris agak pipih atau persgi.
Berlubang atau masih.
Berbentuk herba atau berkayu (bambu).
Terdapat ruas-ruas batang yang dibatasi oleh buku-buku.
C. Daun
Berdaun tunggal 2 baris.
Memiliki bentuk lanset atau garis dengan pertulangan daun sejajar.
Hanya memiliki pelepah dan helaian daun.
Daun tumbuh pada setiap buku-buku secara bergantian dalam dua baris sisi
berlawanan.
D. Bunga
Termasuk bunga malai.
Tersusun dalam bulir.
E. Buah
Memiliki buah seperti padi.
F. Biji
Biji tebu memiliki besar lembaga 1/3 panjang biji.

Spesifikasi
 Habitat
Tumbuh baik didaerah tropis dan sub tropis dan dapat tumbuh pada berbagai
jenis tanah seperti alluvial, grumasol, latosol, dan regusol. Dan tumbuh didaerah
dengan ketinggian kurang dari 500 mdpl (Kiswanto & Wijayanto, 2014)
 Ciri Khusus
Pada daun terdapat bulu-bulu dan telinga daun.
Batang tebu memiliki lapisan lilin berwarna putih.
Terdapat sebuah kuncup di ketiak daun yang disebut mata.
 Manfaat
Sebagai bahan baku pembuatan gula (Hakim, M.2010).
Mengatasi berbagai masalah kesehatan (Mencegah stroke, penyakit kuning,
kanker)
Dapat digunakan untuk bahan bakar yang disebut biobriket.
Dapat digunakan untuk membuat kertas dan pembuatan alkohol (Damanik, S.E.
2018)
Kunci Determinasi
1b-5b-6a-7b-8a-9a(Saccharum officinarum)

Daftar Pustaka
Damanik, S.D. (2018). Buku Ajar Pengelolaan Sumber Daya Alam dan
Lingkungan. Ponorogo : Uwais Inspirasi Indonesia.
Hakim, M. (2010). Potensi sumber daya lahan untuk tanaman tebu di
Indonesia. Agrikultura, 21(1).
Kiswanto dan B. Wijayanto. (2014). Petunjuk Teknis Budidaya Tebu. Balai
Pengkajian Teknologi Pertanian Lampung Badan Penelitian dan Pengembangan
Pertanian Kementerian Pertanian. Lampung
Gambar Spesifik Spesies Keterangan Gambar
Nama spesies : Echinodorus palaefolius 1. Batang
2. Daun
3. Bunga
4. Tepi Daun
5. Kelopak Bunga

Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Class : Liliopsida
Ordo : Alismatales
Family : Alismataceae
Genus : Echinodorus
Spesies : Echinodorus
palaefolius
www.plantamor.com

Deskripsi
A. Akar
Memiliki sistem perakaran akar tunggang dan bercabang.
Cabang akar dapat menyebar keberbagai arah.
Jenis tanaman termasuk kedalam parennial.
B. Batang
Termasuk kedalam jenis batang semak.
Batang muda berwarna hijau sedangkan tua berwarna kecoklatan.
Berbentuk bulat sampai sigi empak.
C. Daun
Bentuk daun seperti hati.
Bagian tepi daun tidak rata, sedikit bergelombang.
Berwana hijau.
D. Bunga
Termasuk kedalam bunga lengkap.
Terletak terminalis pada tumbuhannya
Termasuk aktinomorf dan hermaprodit.
E. Buah
Tidak menghasilkan buah.
F. Biji
Tidak memiliki biji.

Spesifikasi
 Habitat
Memiliki habitat di air.
 Ciri Khusus
Daunnya agak kaku dan permukkan daun bagian bawah ditumbuhi bulu-bulu
kasar.
Tipe perbungaanya payung.
 Manfaat
Digunakan sebagai tanaman hias.
Dapat dimanfaatkan untuk kesehatan (obat keselo, sariawan, dan mengurangi
stress.
Digunakan untuk mengelola limbah sehingga mengurangi pencemaran (Caroline,
J., & Moa, G.A. 2015) dan (Kasman, M., DKK. 2018)
Kunci Determinasi
8-9-10-11 Echinodorus palaefolius (Rataj,, K. 1971)
Daftar Pustaka
Caroline, J., & Moa, G. A. (2015, October). Fitoremediasi logam timbal (Pb)
menggunakan tanaman melati air (Echinodorus palaefolius) pada limbah industri
peleburan tembaga dan kuningan. In Prosiding Seminar Nasional Sains dan
Teknologi Terapan III (Vol. 3, pp. 733-744).
Kasman, M., Riyanti, A., Sy, S., & Ridwan, M. (2018). Jurnal Litbang
Industri. Jurnal Litbang Industri-Vol, 8(1), 39-46.

Gambar Spesifik Spesies Keterangan Gambar


Nama spesies : Butomus umbelatus 1. Akar
2. Batang
3. Daun
4. Bunga
5. Biji

Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Tracheophyta
Class : Magnoliopsida
Ordo : Alismatales
Family : Butomaceae
Genus : Butomus
Spesies : Butomus
umbellatus
www.itis.gov
Deskripsi
A. Akar
Memiliki sistem perakaran serabut.
Termasuk tanamn air rimpang.
B. Batang
Termasuk herba
C. Daun
Daunnya roset akar dan daun linear.
D. Bunga
Perbungaannya termasuk umbel yang berbunga banyak.
Memiliki bunga sempurna, teratur, lebar 2-3 cm, dan berwarna merah muda.
Bunga biseksual dan aktinomorf.
E. Buah
Termasuk jeni buah kurung.
F. Biji
Tidak Memiliki endosperm, lembaga lurus atau bengkok bangun tapal kuda.

Spesifikasi
 Habitat
Biasanya ditemukan dirawa-rawa.
 Ciri Khusus
Herba akuatik, memiliki rhizome, daun roset akar dan dau linear.
Memiliki bunga biseksual dan aktinomorf.
Stamen 9 atau lebih. Perinatium terdiri dari 2 lingkaran, 3 terluar sepaloid dan 3
terdalam petaloid.
Karpel 6 beberapa dengan letak ovulum laminar dan polennya monosulcate.
 Manfaat
Sebagai tanaman hias.
Rimpang dapat digunakan sebagai makanan.
Kunci Determinasi
1b-2b-3b-4b-6b-7b-9b-10b-11a-67b-69b-70b-71b-72b-73a-74a (Butomaceae).

Daftar Pustaka
Gambar Spesifik Spesies Keterangan Gambar
Nama spesies : Cocos nucifera 1. Akar
2. Batang
3. Daun
4. Buah
5. Bunga

Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Tracheophyta
Class : Magnoliopsida
Ordo : Arecales
Family : Arecaceae
Genus : Cococ
Spesies : Cocos nucifera
www.it is.gov

Deskripsi
A. Akar
Memiliki sistem perakaran serabut.
Akar berjumlah sekitar 2000-4000 helai.
Memiliki tekstur yang keras.
B. Batang
Batangnya tumbuh tegak keatas.
Merupakan batang tunggal.
Titik tumbuh batang yaitu pada bagian ujung batang.
C. Daun
Daun kelapa tersusun majemuk, menyirip sejajar tunggal.
Pelepah pada tangkai daun pendek.
Duduk pada batang
Berwarna hijau kekuningan.
D. Bunga
Bunga tumbuh biasanya dimuali 4-8 tahun.
Bunga muncul dari ketiak daun dan terbungkus seludang (spatha).
Biasanya dikela dengan istilah manggar atau inflorescentia.
E. Buah
Berbentuk bulat panjang.
Buah terdiri dari sabut (eksocarp dan mesocarp), tempurung (endocarp), daging
buah (endosperm), dan testa.
F. Biji
Bijinya terdiri dari kulit biji (spermodermis), tali pusar (funiculus), inti biji atau
isi biji (nucleus seminis).
Kentos atau abung adalah bagian dari buah kelapa yang mengalami
perkecambahan
Spesifikasi
 Habitat
Tumbuh baik di iklim tropis. Biasanya ditemui di pantai dan dapat tumbuh di
ketinggian sampai 1000 mdpl.
 Ciri Khusus
Bunga muncul setelah 4-8 tahun tumbuh.
Tumbuh hanya pada satu titik tumbuh dan tidak mengalami percabangan.
Bunga termasuk kedalam bunga majemuk berkarang.
 Manfaat
Tempurung kelapa dapat digunakan untuk sebagai pembuat alat rumah tangga
seperti sapu, gayung, sendok sayur) dan aksesoris.
Kayu dapat digunakan untuk bahan bangunan rumah dan industri mebel.
Air kelapa dapat digunakan untuk membuat natadecoco dan baik untuk
kesehatan (Wirnarno, F.G.2 2014).
Minyak kelapa digunakan baik untuk kesehatan (Karouw, S., & Santosa, B.
2014)
Kunci Determinasi
1b-3b-4b-6a Cocos nucifera (Kriswiyanti, E. 2013)
Daftar Pustaka
Karouw, S., & Santosa, B. (2014). Minyak kelapa sebagai sumber asam lemak
rantai medium. Prosiding Konferensi Nasional Kelapa VIII. Jambi, 21-22.
Kriswiyanti, E. (2012). KARAKTERISTIK RAGAM KULTIVAR KELAPA
(Cocos nucifera L.) YANG DIGUNAKAN SEBAGAI BAHAN UPAKARA
PADUDUSAN ALIT DI BALI. Berita Biologi, 11(3), 321-327.
Winarno, F.G. (2014). Kelapa Pohon Kehidupan. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka
Utama
Gambar Spesifik Spesies Keterangan Gambar
Nama spesies : Zingiber officinales 1. Akar
2. Batang
3. Daun
4. Umbi
5. Bunga

Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Tracheophyta
Class : Magnoliopsida
Ordo : Zingiberales
Family : Zingiberaceae
Genus : Zingiber
Spesies : Zingiber
officinale
www.itis.gov
Deskripsi
A. Akar
Perakaran pada tanaman jahe yaitu perakaran tunggal.
Membentuk rimpang.
B. Batang
Batang semu.
Berbentuk bulat pipih, tumbuh tegak lurus
Tidak bercabang tersusun atas seludang-seludang.
Berwarna hijau pucat dan merah pada pangkalnya.
C. Daun
Helai daun tersusun berseling dan berbentuk lanset.
Tulang daun tersusun sejajar.
Ujung daun meruncing dan pangkal daun membulat.
D. Bunga
Terletak di ketiak daun
Memiliki bentuk spika dan berwarna putih kekuningan dengan bercak-bercak
ungu merah.
Berkelamin dua.
E. Buah
Berbentuk bulat panjang
Berkulit tipis dengan warna merah.
Memiliki tiga ruang yang berisi bakal biji dan selaput biji.
F. Biji
Berwarna hitam.
Spesifikasi
 Habitat
Biasanya jahe tumbuh subur di ketinggian 0 hingga 1500 mdpl. .Tanaman jahe
tumbuh baik di dataran tinggi maupun rendah (Widiya, M., Jayati, R. D., &
Fitriani, H. 2019)
tinggi maupun dataran rendah
 Ciri Khusus
Permukaan daun terdapat bulu-bulu putih.
Bunga terbentuk langsung dari rimpang.
Akar membentuk rimpang.
 Manfaat
Sebagai tanaman obat tradisional (Nurmalina, R. & Valley, B. 2012).
Mengandung senyawa kimia aktif yang bersifat anti-inflamasi dan antioksidan,
adalah gingerol, beta-caroten, capsaicin, asam cafeic, curcumin dan salicilat
(Aryanti, I.W.R. 2019)

Kunci Determinasi
1b – 2b - 3b – 4b – 6b – 7b – 9b – 10b – 11b – 12b – 13b - 14a – 15a – 109b –
119b – 120b – 128b – 129a – 130b – 132a (Zingiber officibale)
Daftar Pustaka
Aryanta, I. W. R. (2019). Manfaat Jahe Untuk Kesehatan. Widya
Kesehatan, 1(2), 39-43.
Nurmalina, R., & Valley, B. (2012). 24 Herbal Legendaris Untuk Kesehatan
Anda. Jakarta : PT. Elex Media Komputindo.
Widiya, M., Jayati, R. D., & Fitriani, H. (2019). Karakteristik Morfologi dan
Anatomi Jahe (Zingiber Officinale) Berdasarkan Perbedaan Ketinggian
Tempat. BIOEDUSAINS: Jurnal Pendidikan Biologi Dan Sains, 2(2), 60-69.
Gambar Spesifik Spesies Keterangan Gambar
Nama spesies : Rhoe discolor 1. Akar
2. Batang
3. Daun
4. Buah
5. Bunga

Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Class : Liliopsida
Ordo : Commelinales
Family : Commelinaceae
Genus : Rhoeo
Spesies : Rhoeo discolor

Deskripsi
A. Akar
Memiliki sistem perakaran serabut.
Berwarna coklat.
B. Batang
Batangnya kasar dan tidak memiliki percabangan.
Bentuknya pendek, lurus dan berwarna coklat.
C. Daun
Memiliki daun tunggal dengan bentuk lonjong panjang.
Ujung daun runcing, pangkal memeluk batang, tepian daun rata (integer).
Permukaan bagian atas daun hijau, permukaan lainnya merah kecoklatan atau
ungu.
D. Bunga
Termasuk bunga majemuk berbentuk mangkok.
Letak bunga di ketiak daun, terbungkus kelopak seperti kerang,
Benang sari silindris berjumlah banyak dan warna putih.
Kepala putik warna kuning, mahkota (corolla) berbentuk segitiga, tiga lembar
(bunga trimer) berwarna putih.
E. Buah
Buah berbentuk kapsul
F. Biji
Memiliki 2-3 biji yang berkerut.

Spesifikasi
 Habitat
Memiliki habitat semak memiliki tingkat adaptasi yang baik pada berbagai
kondisi lingkungan.
 Ciri Khusus
Permukaan bagian atas daun hijau, permukaan lainnya merah kecoklatan atau
ungu.
Daun tunggal memeluk batang.
 Manfaat
Sebagai tanaman hias dan pembatas atau border taman (Hidayat, S., dkk. 2008)
Daun dan bunga dapat digunakan untuk anti radang, memelihara paru-paru, anti
batuk, dan membersihkan darah (Kartika, T. 2018)

Kunci Determinasi
1b-2b-4b-8b-92b-103b-105b-106a-9b-100b-10a-6b-3b (Rhoeo discolor).
Daftar Pustaka
Hidayat, S., Wahyuni, S., & Andalusia, S. (2008). Seri Tumbuhan Obat
Berpotensi Hias (1). Jakarta : PT. Elex Media Komputindo.
Kartika, T. (2018). Pemanfaatan Tanaman Hias Pekarangan Berkhasiat Obat di
Kecamatan Tanjung Batu. Sainmatika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam, 15(1), 48-55.
VI. Kesimpulan
No. Spesies Family Kunci Determinasi Karakteristik
1 Melati Air Alismatales 8-9-10-11 Daunnya agak kaku
(Echinodorus Echinodorus dan permukkan
Palaefolius) palaefolius daun bagian bawah
ditumbuhi bulu-bulu
kasar.
Tipe perbungaanya
payung.
Termasuk kedalam
jenis batang semak.
Batang muda
berwarna hijau
sedangkan tua
berwarna
kecoklatan.

2 Tebu (Sacharum Poaceae 1b-5b-6a-7b-8a- Pada daun terdapat


officinarum) 9a(Saccharum bulu-bulu dan
officinarum) telinga daun.
Batang tebu
memiliki lapisan
lilin berwarna putih.
Terdapat sebuah
kuncup di ketiak
daun yang disebut
mata.
Termasuk bunga
malai.
Tersusun dalam
bulir.
3 Talas (Calocasia Araceae 1b-2b-3b-6b-7b- Akar tersusun atas
esculenta) 8b-9b10b-12b- sekelompok akar
13b (Colocasai adventif.
esculenta) Batang biasanya
terbungkus oleh
pelepah daun dan
berbentuk umbi
(bongkol).
Perbungan terdiri
atas tongkol

4 Tanaman Kelapa Palmae 1b-3b-4b-6a Bunga muncul


(Cocos nucifera) Cocos nucifera setelah 4-8 tahun
tumbuh.
Tumbuh hanya pada
satu titik tumbuh
dan tidak
mengalami
percabangan.
Bunga termasuk
kedalam bunga
majemuk berkarang.
Batangnya tumbuh
tegak keatas.
Merupakan batang
tunggal.
5 Rhoe discolor Commelinaceae 1b-2b-4b-8b- Permukaan bagian
92b-103b-105b- atas daun hijau,
106a-9b-100b- permukaan lainnya
10a-6b-3b merah kecoklatan
(Rhoeo discolor). atau ungu.
Daun tunggal
memeluk batang.
Termasuk bunga
majemuk berbentuk
mangkok.
Letak bunga di
ketiak daun,
terbungkus kelopak
seperti kerang,

6 Tanaman Jahe Zingiberaceae 1b – 2b - 3b – 4b Permukaan daun


(Zingiber – 6b – 7b – 9b – terdapat bulu-bulu
officinale) 10b – 11b – 12b putih.
– 13b - 14a – 15a Bunga terbentuk
– 109b – 119b – langsung dari
120b – 128b – rimpang.
129a – 130b – Akar membentuk
132a (Zingiber rimpang.
officibale)
7 Butomus Butomaceaea 1b-2b-3b-4b-6b- Herba akuatik,
umbelatus 7b-9b-10b-11a- memiliki rhizome,
67b-69b-70b- daun roset akar dan
71b-72b-73a-74a dau linear.
(Butomaceae). Memiliki bunga
biseksual dan
aktinomorf.
Stamen 9 atau lebih.
Perinatium terdiri
dari 2 lingkaran, 3
terluar sepaloid dan
3 terdalam petaloid.
Karpel 6 beberapa
dengan letak
ovulum laminar dan
polennya
monosulcate.
8 Aristolochia sp Aristolochiaceae 1b-2b-3b-4b-6b- Batang pada spesies
7b (Aristolochia ini tumbuh melilit
sp) dan mengalami
monopoli akar.
Memiliki
mekanisme
penyerbukan
khusus.
Biji tipis bersayap
VII. Daftar Pustaka
1. Aryanta, I. W. R. (2019). Manfaat Jahe Untuk Kesehatan. Widya
Kesehatan, 1(2), 39-43.
2. Caroline, J., & Moa, G. A. (2015, October). Fitoremediasi logam timbal (Pb)
menggunakan tanaman melati air (Echinodorus palaefolius) pada limbah
industri peleburan tembaga dan kuningan. In Prosiding Seminar Nasional
Sains dan Teknologi Terapan III (Vol. 3, pp. 733-744).
3. Damanik, S.D. (2018). Buku Ajar Pengelolaan Sumber Daya Alam dan
Lingkungan. Ponorogo : Uwais Inspirasi Indonesia.
4. Hakim, M. (2010). Potensi sumber daya lahan untuk tanaman tebu di
Indonesia. Agrikultura, 21(1).
5. Herman, H. (2011). Pemanfaatan Akar Kedayan (Aristolochia sp) Sebagai
Obat Tradisional Oleh Masyarakat Suku Dayak Merap Desa Gong Solok
Kecamatan Malinau Selatan Kabupaten Malinau (Doctoral Dissertation,
Politeknik Pertanian Negeri Samarinda).
6. Hidayat, S., Wahyuni, S., & Andalusia, S. (2008). Seri Tumbuhan Obat
Berpotensi Hias (1). Jakarta : PT. Elex Media Komputindo.
7. Kartika, T. (2018). Pemanfaatan Tanaman Hias Pekarangan Berkhasiat Obat di
Kecamatan Tanjung Batu. Sainmatika: Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam, 15(1), 48-55.
8. Karouw, S., & Santosa, B. (2014). Minyak kelapa sebagai sumber asam lemak
rantai medium. Prosiding Konferensi Nasional Kelapa VIII. Jambi, 21-22.
9. Kasman, M., Riyanti, A., Sy, S., & Ridwan, M. (2018). Jurnal Litbang
Industri. Jurnal Litbang Industri-Vol, 8(1), 39-46.
10. Kriswiyanti, E. (2012). KARAKTERISTIK RAGAM KULTIVAR KELAPA
(Cocos nucifera L.) YANG DIGUNAKAN SEBAGAI BAHAN UPAKARA
PADUDUSAN ALIT DI BALI. Berita Biologi, 11(3), 321-327.
11. Kiswanto dan B. Wijayanto. (2014). Petunjuk Teknis Budidaya Tebu. Balai
Pengkajian Teknologi Pertanian Lampung Badan Penelitian dan
Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian. Lampung.
12. Maretni, S., & Mukarlina, M. T. (2017). Jenis-Jenis Tumbuhan Talas
(Araceae) di Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya. Protobiont, 6(1).
13. Nelson, G. (2011). Botanical Keys to Florida’s Trees, Shrubs, and Woody
Vines (1st ed). Pineapple Press
14. Nurmalina, R., & Valley, B. (2012). 24 Herbal Legendaris Untuk Kesehatan
Anda. Jakarta : PT. Elex Media Komputindo.
15. Subejo., Al Arifa, N.S., & Mustofa, M.H. (2011). 5 Pilar Kedaulatan Pangan
Nusantara. Yogyakarta : UGM Press.
16. Widiya, M., Jayati, R. D., & Fitriani, H. (2019). Karakteristik Morfologi dan
Anatomi Jahe (Zingiber Officinale) Berdasarkan Perbedaan Ketinggian
Tempat. BIOEDUSAINS: Jurnal Pendidikan Biologi Dan Sains, 2(2), 60-69.
17. Winarno, F.G. (2014). Kelapa Pohon Kehidupan. Jakarta : PT. Gramedia
Pustaka Utama

Surakarta, 19 November 2020


Asisten, Praktikan

___Silvita___ Samuel Prakoso


NIM. K4317062 NIM. K4319075
A. SS Abstrak Jurnal
B. Dokumentasi