Anda di halaman 1dari 7

MANAJEMEN OPERASIONAL

PERENCANAAN LOKASI PERUSAHAAN

AHMAD MUKAMMIL
1993142024
MANAJEMEN D

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
Ringkasan Bab 4 Perencanaan lokasi perusahaan

Dalam sebuah perusahaan pasti perlu memikirkan dmana akan menempatkan lokasi operasi
mereka. Dalam era globalisasi seperti ini perusahaan-perusahaan didunia menggunakan
konsep dan Teknik analisis lokasi sebelum mereka mengambil keputusan. Dalam upaya
untuk meminimumkan biaya, maka perusahaan tidak hanya dituntut untuk memikirkan biaya
saat ini melainkan juga biaya jangka Panjang. Oleh karena itu kita harus memprediksi
pengaruh beberapa faktor yang mungkin mempengaruhi biaya dimasa yang akan datang.

A. Faktor- faktor yang mempengaruhi penentuan lokasi


Dalam penentuan lokasi disini tentunya mempunyai dampak yang sangat berpengaruh ke
perusahaan , yang paling penting adalah lokasi yang dipilih mempengaruhi biaya operasi
maupun biaya investasi.
Lokasi yang berbeda untuk suatu perusahaan akan mengakibatkan biaya transportasi dan
biaya modal berbeda, salah satu faktor nya yaitu biaya tenaga kerja, biaya transportasi, pajak,
harga lahan, pembangkit tenaga dan beberapa faktor lainnya.
Faktor seperti lingkungan masyarakat, fasilitas transportasi yang lancar, kualitas dan
kuantitas tenaga kerja akan mempunyai pengaruh ekonomis terhadap pemilihan lokasi
perusahaan. Di dalam menentukan lokasi suatu perusahaan di daerah mana perusahaan itu
akan didirikan dan dibagian mana di wilayah itu baik dalam kota maupun luar kota.
Secara umum penentuan lokasi dipengaruhi oleh beberapa faktor sebagai berikut:

1. Lingkungan masyarakat
Kesediaan masyarakat suatu daerah untuk menerima segala konsekuensi positif maupun
negatif didirikannya suatu perusahaan/ pabrik di wilayah tersebut merupakan salah satu
syarat untuk dapat atau tidaknya didirikan suatu perusahaan/ pabrik di daerah itu.

2. Sumber daya alam


Apabila suatu pabrik terletak jauh dengan sumber daya alam. Maka akan semakin tinggi
biaya pengangkutan bahan dan distrubisi bahan tersebut. Kita bisa lihat sendiri seperti pabrik
semen, tambang emas, tambang nikel, didirikan di lokasi yang dekat dengan sumber daya
alam nya.
3. Tersedianya tenaga kerja
Dalam penentuan lokasi pabrik juga harus diperhitungkan tenaga kerja yang terdidik yang
cakup dan terlatih serta kemungkinan tersedianya tenaga kerja tersebut dilokasi perusahaan.
Biasanya tenaga kerja terdidik terdapat di dalam kota-kota dengan biaya yang lumayan
sedangkan tenaga kerja yang tidak terdidik dijumpai di luar kota namun dengan biaya yang
lebih murah.

4. Dekat dengan pasar


Tentunya faktor ini sangat mempengaruhi pabrik, karena jika lokasi perusahaan dekat dengan
pasar, maka perusahaan dapat dengan cepat mengetahui perubahan kebutuhan dan keinginan
konsumen. Jadi kita dapat melhat perusahaan-perusahaan jasa dan perusahaan yang biaya
transport bahan bakunya relatif seimbang dengan biaya transport barang jadi.

5. Tersedianya sarana transportasi


Misalnya jika perusahaan membutuhkan transportasi laut yang banyak, maka tentunya yang
menjadi pertimbangan utama dalah tersedianya Pelabuhan dan kapal pengangkut yang
memadai di daerah itu, dan jika perusahaan lebih membutuhkan transportasi udara maka
tentunya didaerah itu tersedia bandar udara.

6. Tersedianya sarana komunikasi


Dalam era sekarang komunikasi sangat penting bagi siapapun, tentunya sangat
mempermudah suatu perusahaan/ pabrik pakar mengakatakan bahwa siapa yang menguasai
informasi maka dialah yang menguasai dunia.

7. Tersedianya fasilitas pembangkit tenaga


Semua perusahaan pada umumnya membutuhkan pembangkit tenaga, oleh karena itu
ketersediaan pembangkit tenaga yang memadai bagi perusahaan harus dijadikan
pertimbangan dalam memutuskan lokasi perusahaan.

8. Lokasi/lahan untuk perluasan


Proses produksi dalam suatu perusahaan/ pabrik mungkin membutuhkan lingkungan khusus.
Misalnya pabrik kertas memerlukan air. Oleh karena itu oabrik tersebut setidaknya didirikan
dekat dengan sumber daya air dan perlu dihindari kemungkinan pencemaran terhadap
lingkungan yang ada disekitarnya.
Luasnya area juga mempengaruhi pemilihan lokasi pabrik. Biasanya perusahaan didirikan
dekat pasar karena bahan diperoleh dari berbagai tempat dan diproses menjadi satu unit.

B. Metode evaluasi alternatif lokasi

Terdapat tiga model yang umum digunakan untuk menyelesaikan masalah lokasi yaitu :
1. Analisis pemeringkatan faktor
2. Analisis Descriptive
3. Analisis Biaya dan modal transportasi.

C. Analisis pemeringkatan faktor (Sering disebut analisis kualitatif)


Dalam melakukan analisis pemeringkatan faktor ada enam tahap yaitu:

1. Mengidentifikasi faktor-faktor yang terkait


2. Menetapkan bobot pada setiap faktor untuk melihat berapa penting faktor tersebut dalam
pencapaian tujuan perusahaan.
3. Mengembangkan suatu skala untuk setiap faktor.
4. Meminta manajer menentukan skor setiap lokasi untuk setipa faktor dengan menggunakan
skala yang telah dikembangkan pada tahap ketiga.
5. Mengalikan skor itu dengan bobot dari setiap faktor dan menentukan jumlah total untuk
setiap lokasi.
6. Membuat rekomendasi yang didasarkan pada skor laba maksimum dengan
mempertimbangkan hasil dari pendekatan kuantitatif.

D. Analisis Biaya
Konsep biaya tetap dan biaya variabel dapat membantu para pengusaha dalam melakukan
pilihan lokasi perusahaan. Kombinasi biaya tetap dan biaya variabel bagi lokasi yang
berbeda- beda dapat menciptakan suatu persamaan biaya. Yang menunjukkan hubungan antar
biaya dan volume produksi yang berlaku bagi masing-masing lokasi.

E. Metode Transportasi
Metode transportasi terutama digunakan untuk meminimumkan biaya transportasi dari
berbagai lokasi pabrik ke berbagai lokasi distributor/ Gudang. Dalam hal ini perusahaan
harus memilih berbagai lokasi dari berbagai alternatif lokasi yang ada. Secara teknis metode
transportasi sebenarnya merupakan masalah khusus dari program linear. Beberapa alternatif
metode-metode untuk memecahkan masalah transportasi telah tersedia yaitu antara lain,
metode sudut barat laut, MODI (Modified Distribution Method), dan VAM (Vogel’s
Aproxmation Method).
Masalah dalam metode transportasi yaitu sering hanya mempertimbangkan biaya transportasi
atau biaya pengangkutan relative, tetapi bila pabrik-pabrik yang berbeda menghasilkan biaya-
biaya produksi yang berbeda maka terjadi dua jenis biaya (Biaya pabrik dan biaya
transportasi) dapat di jumlahkan untuk mendapatkan biaya pengiriman relative yang
digunakan dalam analisis.

1. Metode sudut barat laut


Sesuai dengan Namanya, metode barat laut mengisi table awal trasnportasi dari sisi barat laut
(kiri atas) dengan kuantitas sebanyak-banyaknya. Pengisian dilakukan terus-menerus hingga
semua sumber dihabiskan.
Penerapan metode sudut barat lau untuk kasus transportasi adalah mengikuti prosedur sebagai
berikut.
Mulai dari kotak sudut barat laut (X11) alokasikan sejumlah maksimum produk dengan
mengingat persediaan pabrik dan kebutuhan pasar. Dari contoh Pabrik A memiliki kapasitas
130 ton dan lokasi P mampu memasarkan produk 50 ton, ini berarti kita mengalokasikan 50
ton untuk lokasi P. Kita masih mempunyai sisa persediaan 80 ton untuk dialokasikan pada
lokasi lain. Bila kota Xij merupakan kotak alokasi terakhir, maka langkah selajutnya adalah
mengalokasikan pada kota XI j+1 bila i mempunyai persediaan yang tersisa atau alokasi XI ,
1.j bila j mempunyai kebutuhan yang belum terpenuhi. Dari contoh pabrik A masih mepunyai
persediaan 80 ton, maka sisa ini dapat kita alokasikan pada kotak X12 atau X13. Metode
sudut barat laut menetapkan bahwa kotak yang terdekat dengan X11 yang dipilih yaitu X1
1+1 = X12. Kita alokasikan 80 ton ke X12. Penyalur Q mendapat suplay 80 ton dari pabrik
A, maka perlu dialokasikan 20 ton lagi dari pabrik berikutnya (Pabrik B). Sisa persediaan
pada pabrik B 100 ton tidak mempunyai pilihan lain kecuali disalurkan pada pasar R.
sehingga seluruh kebutuhan penyalur terpenuhi. Seperti terlihat pada Tabel di bawah ini:
2. Metode Modified Distribution Method
Metode ini dalam merubah alokasi produk untuk mendapatkan alokasi produksi yang optimal
menggunakan suatu indeks perbaikan yang berdasarkan pada nilai baris dan nilai kolom. Cara
untuk penentuan nila baris dan nilai kolom dengan menggunakan persamaan

Ri + Kj = Cij
Dimana:
Ri = nilai bari ke I,
Kj = nilai kolom ke j,
Cij = Biaya pengangkutan 1 unit barang dari sumber I ke tujuan j

Pedoman prosedur alokasi tahap pertama menggunakan prosedur pedoman sudut barat laut.
Untuk metode MODI ada syarat yang harus dipenuhi, yaitu banyaknya kotak terisi harus
sama dengan banyaknya baris ditambah banyaknya kolom dikurang satu.

3. Masalah transportasi yang tidak seimbang


Masalah transportasi yang dibahas sebelumnya adalah suplay total dari sumber sama dengan
permintaan total (Balanced Transportation problems). Dalam operasi-oparsi yang
sesungguhnya keadaan ini tidak selamanya terjadi. Dalam suatu sistusi seringkali terjadi
kapasitas total lebih besar dari kebutuhan atau sebaliknya. Masalah transportasi semacam ini
disebut tidak seimbang (unbalanced). Dimana kebutuhan tidak sama dengan kapasitas yang
tersedia. Apabila kapasitas lebih besar dari kebutuhan, maka masdalah dapat dipecahkan
dengan melakukan penambahan terhadap kolom semu (dummy colom). Dalam hal ini kita
memasukkan biaya transportasi sebesar nol (0) dalam sel- sel pada kolom semu dan jumlah
surplus, sehingga masalah yang tidak seimbang menjadi seimbang. Dalam hal ini kita
menganggap bahwa biaya penyimpangan per unit disemua surplus adalah sama disemua
disemua tempat asal. Apabil abiaya penyimpanan per unit berbeda, maka harus dimasukkan
sebagai pertimbangan.
Sementara itu bila kebutuhan lebih besar dari kapasitas, maka kita dapat menambahkan baris
semua (dummy row) untuk membuat masalah transportasi seimbang Dalam masalah ini
tidaklah semua kasus surplus. Kita mungkin membutuhkan tambahan asumsi untuk
menentukan skedul alokasi optimal. Suplayaer mungkin berkeinginan untuk meminimumkan
biaya transportasi tanpa memperhatikan sistuasi permintaan. Suplayer mungkin memproduksi
untuk memproduksi jumlah kekurangan dengan kerja lembur, sehingga menimbulkan biaya
tambahan. Atau mungkin suplayer berkeinginan untuk membatasi permintaan permintaan
yang tidak terpenuhi pada setiap tempat tujuan.

Ringkasan

Semua perusahaan atau pabrik yang ada saat ini, hendaklah Ketika ingin menempati sebuah
wilayah atau daerah ,harus memperhatikan lokasi karna sangat berpengaruh terhadap biaya
total perusahaan. Perusahaan industry dalam pemilihan lokasi perusahaan perlu
mempertimbangkan biaya yang terlihat dan tidak terlihat. Model analisis yang digunakan
dalam menganalisis yang umum digunakan penentuan lokasi perusahaan industri adalah
metode, pemeringkatan faktor, analisis biaya, metode transportasidan dan program linear.
Sementara untuk organisasi jasa, eceran dan professional analisis biasanya terdiri dari
berbagai variabel termasuk daya beli areal lokasi, persaingan, periklanan dan mutu lokaai
serta kebijakan opersi dari organiasi itu sendiri.