Anda di halaman 1dari 6

NAMA : AHMAD MUKAMMIL

NIM : 1993142024
MANAJEMEN D
BAB XI PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PROYEK
Dalam pembuatan Gedung, jalan, jembatan pengairan, kapal, mobil, dan produk-
produk lain yang sukses dipasaran, tentunya dilakukan dengan perencanaan dan pengendalian
yang baik. Perencanaan dan pengendalian proyek timbul karena kompleksnya dan sifat saling
bergantung dari kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan untuk menyelesaikannya.

A. Penjadwalan Proyek
Penjadwalan proyek pada dasarnya adalah menetapkan jangka waktu kegiatan proyek
yang harus diselesaikan. Bahan baku dan tenaga kerja yang diperlukan dalam setiap tahapan
produksi dihitung dalam fase ini, juga ditentukan waktu yang diperlukan untuk setiap
aktivitas. Penjadwalan yang terpisah untuk kegiatan personalia berdasarkan jenis kemampuan
(manajemen Teknik atau pengaliran yang tepat misalnya dibuat dalam diagram).
Secara umum manajemen proyek besar, mencakup 3 fase yaitu:
1. Perencanaan; ini meliputi penetapan tujuan, pendefinisian proyek, dan organisasi tim.
2. Penjadwalan; ini menghubungkan orang, uang, dan suplayer ke aktivitas khusus serta
menghubungkan aktivitas dengan yang lainnya.
3. Pengendalian; Dalam hal ini perusahaan mengawasi sumber daya nya, biaya nya, kualitas
dan anggaran.

B. Konsep PERT/CPM
Konsep PERT/CPM adalah perencanaan dan pengendalian proyek timbul karena
kompleksnya dan sifat saling tergantung dari kegiatan-kegiatan yang harus dilaksanakan
untuk menyelesaikan proyek. Metode perencanaan proyek yang sering disebut dengan
metode jaringan kerja (Network), mulanya dikembangkan secara terpisah oleh dua kelompok
yang berbeda. DutPont Company mengembangkan metode yang dikenal dengan Critical Path
Methods (CPM), dikembangkan untuk perencanaan dan pemeliharaan pabrik kimia.
Selanjutnya metode ini digunakan secara meluas oleh Dupont Company untuk banyak fungsi
rekayasa.
Usaha serupa dilakukan oleh Angkatan laut Amerika Serikat, pada waktu yang kurang
lebih bersamaan untuk mengembangkan metode guna merencanakan dan mengendalikan
proyek rudal Polaris. Proyek ini melibatkan 3000 organisasi kontraktor dan dipandang
sebagai proyek paling kompleks yang dilakukan sampai saat ini. Hasilnya adalah
pengembangan Metode perencanaan yang dikenal dengan nama Program Evalution dan
Review Technique (PERT).
Perbedaan antara PERT dan CPM, yaitu PERT mengutamakan tiga perkiraan waktu
untuk masing- masing aktivitas, dimana masing-masing estimasi waktu yang memiliki
probabilitas keterjadian yang terkait dan yang mana sebaiknya digunakan untuk menghitung
waktu yang diharapkan dan penyimpangan standar untuk waktu kegiatan. Sedangkan CPM
membuat asumsi waktu aktivitas diketahui dengan kepastian dan oleh sebab itu hanya satu
faktor waktu diberikan untuk masing- masing aktivitas.
PERT dan CPM adalah metode penjadwalan yang sangat penting, karena kedua model ini
dapat membantu menjawab pertanyaan berikut :
1. Kapan keseluruhan proyek akan diselesaikan
2. Apa aktivitas keritis atau tugas-tugas dalam proyek yaitu satu pekerjaan yang akan
menunda keseluruhan proyek jika pekerjaan itu terlambat.
3. Apakah aktivitas non kritis atau pekerjaan-pekerjaan yang bisa berjalan terlambat tampa
menunda penyelesaian keseluruhan proyek.
4. Berapa probabilitas proyek itu dapat diselesaikan pada tanggal tertentu.
5. Pada tanggal tertentu apajkah proyek sesuai jadwal, dibelakang jadwal atau mendahului
jadwal.

Pengertian Dasar Yang Perlu Di pahami Dalam PERT


1. Aktivitas/ kegiatan (Activity) Adalah bagian dari keseluruhan pekerjaan yang
dilaksanakan. Kegiatan mengkomsumsi waktu dan sumber daya serta mempunyai waktu
dimulai dan berakhir
2. Peristiwa/ kejadian (Event) menandai suatu permulaan dan akhir suatu aktivitas. Dalam
diagram suatu peristiwa digambarkan dengan suatu lingkaran dan juga diberi nomor, cara
penomoran adalah nomor lebih kecil bagi peristiwa-peristiwa yang mendahuluinya.
3. Waktu mulai dan waktu akhir dikenal:
a. Earliest Star Time (ES) adalah waktu paling awal/ cepat untuk memulai suatu kegiatan,
apabila kegiatan yang mendahului dilaksanakan pada ES-nya
b. Latest Start Time (LS) adalah waktu paling lambat untuk memulai suatu kegiatan tanpa
menunda penyelesaian proyek secara keseluruhan.
c. Earliest Finish Time (ES) adalah waktu yang paling cepat suatu kegiatan dapat di
selesaikan apabila kegiatan tersebut dimulai pada ES-nya.
d. Latest Finish Time (LS) adalah waktu paling lambat untuk menyelesaikan suatu kegiatan
agar proyek secara keseluruhan tidak tertunda penyelesaiannya.
4. Waktu Kegiatan (Activity time), PERT menggunakan 3 estimasi waktu penyelesaian suatu
kegiatan. Ketiga Estimasi waktu tersebut adalah :
a. Waktu Optimistik (optimistic time ) disimbolkan (a); adalah waktu kegiatan bila semua
berjalan baik, tanpa hambatan atau penundaan.
b. Waktu realistic (Most Like Time) disimbol (m) yaitu waktu kegiatan yang akan terjadi bila
suatu kegiatan dilaksanakan dalam kondisi normal, dengan penundaan-penundaan tertentu
yang dapat diterima.
c. Waktu pesimistik (b); waktu kegiatan, bila terjadi hambatan yang lebih dari semestinya.

Langkah-Langkah PERT/CPM
1. Identifikasi semua kegiatan yang akan dilakukan sehubungan dengan penyelesaian suatu
proyek.
2. Merumuskan bagaimana hubungan antar kegiatan-kegiatan yang ada. Hubungan tersebut
sekaligus menunjukkan kegiatan mana yang harus dilaksanakan pertama-tama, dan kegiatan
mana yang harus dilaksanakan setelah selesainya kegiatan tertentu.
3. Menetapkan waktu, jumlah tenaga kerja dan biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan
suatu kegiatan.
4. Menyusun diagram diagram jaringan dengan memperhatikan hubungan yang terdapat
diantara kegiatan-kegiatan yang ada.
5. Dari diangram itu dengan memperhatikan waktu pelaksanaan kegiatan, tetapkan jalur kritis
proyek. Jalur kritis yang dimaksud adalah waktu yang paling singkat/pendek untuk
menyelesaikan suatu proyek secara keseluruhan.
6. Menghitung probabilitas penyelesaian proyek sesuai dengan waktu yang diharapkan.
7. Menghitung biaya proyek dengan mepehatikan biaya dan waktu percepatan proyek.

C. Diagram Network PERT/CPM


Suatu diagram yang baik harus dikembangkan dengan memperhitungkan diantara
aktivitas, diagram harus didasarkan pada aktivitas yang lengkap, telah diperiksa dan disetujui.
Informasi penting melalui tiga persyaratan seperti dikemukakan oleh E.S. Buffa dan R.K.
Sarin (1996) yaitu:
1. Aktivitas mana yang harus diselesaikan sebelum tiap aktivitas dapat dimulai.
2. Aktivitas-Aktivitas mana yang harus dilaksanakan secara pararel.
3. Aktivitas-aktivitas mana yang langsung mengikuti aktivitas lain.
Cara membuat diagram Network
1. Suatu kegiatan hanya digambarkan dengan satu anak panah saja, artinya suatu kegiatan
hanya digambarkan dengan anak panah.
2. Kegiatan yang berbeda harus mempunyai simpul awal dan atau
simpul akhir yang berbeda.
3. Diagram harus menunjukkan kegiatan-kegiatan yang harus dilaksanakan terlebih dahulu
sebelum kegiatan lainnya, kegiatan yang dapat dilaksanakan secara bersama-sama dan
kegiatan yang didahului oleh kegiatan lainnya.
4. Untuk membuat diagram secara benar, biasanya diperlukan kegiatan dammi (dummy
activity) yang memerlukan waktu kerja nol.
5. Kegiatan Dummy ini dapat dibuat untuk dua hal yaitu: Untuk menghindari dua atau lebih.

Gambar diatas cara membuat diagram Network

D. Jaringan Probabilistik
Jaringan probabilistic berkaitan dengan kemungkinan waktu penyelesaian proyek. Dalam
jaringan probabilistic dikenal dengan 3 jenis waktu yaitu:
1. Optimistik time disimbol (a)
2. Most Like time disimbol (m)
3. Pesimistik time disimbol (b)
Jaringan probabilitas dapat dihitung dengan rumus:

TE-TC dimana:
P(Z)  CP

Dimana:
P = Peluang selesainya proyek sesuai dengan waktu diharapkan.
TE = Waktu yang diharapkan (Teme Expecterd)
TC = Waktu penyelesian pada jalur kritis
CP = Variance untuk kegiatan pada jalur kritis
Waktu yang diharapkan (Exxpected time) adalah waktu yang diharapkan untuk
menyelesaikan

B. Biaya Pelaksanaan Proyek


Perusahaan pada umumya bertujuan untuk mengoptimalkan keuntungan. Oleh karena
perusahaan senantiasa berusaha untuk meminimumkan biaya pelaksanaan proyek. Dalam
analisis biaya proyek dengan metode PERT, perusahaan harus mengelompokkan biaya ke
dalam dua kelompok yaitu biaya langsung dan biaya tidak langsung.
1. Biaya langsung
Biaya langsung adalah biaya yang dikeluarkan oleh karena pelaksanaan kegiatan
tertentu. Biaya ini pada dasarnya dapat ditambah atau dikurangi sesuai dengan jangka waktu
yang diinginkan. Biasanya makin cepat waktu pelaksanaan proyek, maka biaya langsung
semakin besar. Dan sebaliknya semakin lama waktu yang dibutuhkan, maka biaya langsung
semakin kecil.
2. Biaya tidak langsung
Biaya tidak langsung adalah berupa biaya tetap (part time), dan biasanya biaya ini
tidak mempunyai hubungan langsung dengan satu kegiatan saja. Biaya tidak langsung
biasanya bertambah besar apabila waktu pelaksanaan proyek bertambah, dan sebaliknya, jika
waktu pelaksanaan proyek dipercepat maka biaya ini semakin kurang.
Adapun istilah yang dikenal :
1. Crash Cost (CC), biaya tambahan yang dikeluarkan sebagai akibat percepatan waktu
penyelesaian suatu kegiatan.
2. Normal Cost (NC), biaya yang sepantasnya dikeluarkan untuk menyelesaikan proyek
sesuai waktu normal yang ada.
3. Normal Time (NT), adalah waktu yang dibutuhkan secara normal untuk menyelesaikan
proyek secara normal.
4. Crash Time (CT), adalah percepatan waktu yang dilakukan untuk memperpendek
penyelesaian suatu kegiatan.
5. Cost Slope (CS), adalah tambahan biaya yang dikeluarkan untuk mempercepat
pelaksanaan kegiatan tertentu dengan satu unit waktu.
Langkah-Langkah Analisis Biaya Proyek
1. Tentukan jalur kritis proyek
2. Perhatikan kegiatan-kegiatan pada jalur kritis yang mempunyai cost slope terkecil
3. Kurangi waktu kegiatan yang bersangkutan sampai:
a. Tidak dapat dikurangi lebih jauh, artinya telah mencapai crash time
b. Jalur lain menjadi kritis
c. Pertambahan biaya langsung menjadi lebih besar dari biaya tidak langsung
d. Apabila terjadi lebih dari 1 jalur kritis, maka perlu mengurangi waktu pelaksanaan
kegiatan dalam jalur-jalur kritis tersebut secara bersamaan
e. Selama pertambahan biaya langsung lebih kecil dari penghematan yang diperoleh
dengan tetap memperhatikan waktu penyelesaian tiap kegiatan, maka kita tetap
mengurangi waktu penyelesaian proyek.

E. Kritik atas PERT dan CPM


Sebagai suatu kritik atas diskusi kita tentang PERT dan CPM berikut ini beberapa ciri
mengenai operasi mana yang harus didasari oleh manajer operasi:
1. Keuntungan
 Berguna pada berbagai manajemen proyek, terutama dalam penjadwalan dan
pengendalian proyek/produk besar.
 Menampilkan secara grafik dengan menggunakan jaringan untuk menunjukkan
hubungan antara aktivitas proyek.
2. Keterbatasan
 Aktivitas proyek harus didefinisikan secara jelas, independen dan stabil dalam
hubungan diantaranya.
 Hubungan di antara kegiatan harus ditujukkan dan dikaitkan secara bersama-sama.

F. Ringkasan
PERT dan CPM serta metode perencanaan dan pengendalian proyek lainnya, telah
terbukti sangat bermanfaat dalam mengendalikan proyek yang besar dan kompleks. Kedua
model ini sangat menolong manajer dalam membuat perencanaan dan pengendalian proyek
mulai dari perencanaan waktu kegiatan, Perencanaan tenaga kerja, sampai kepada
perencanaan biaya pelaksanaan proyek. Dan kini terlah tersedia perangkat lunak komputer
untuk membantu manajer dalam menangani masalah jaringan.
PERT dan CPM pun juga tidak memecahkan semua masalah penjadwalan proyek dan
problem manajemen bisnis dan pemerintahan. Praktek manajemen yang baik, tugas dan
tanggung jawab yang jelas dan sistem pelaporan yang benar dan tepat waktu juga diperlukan.
Model yang digambarkan dalam pembahasan ini hanya sebagai alat untuk membantu
manajemen dalam membuat keputusan yang lebih baik.