Anda di halaman 1dari 7

MANAJEMEN RISIKO

MANAJEMEN RISIKO REPUTASI & MANAJEMEN RISIKO


LIKUIDITAS

AHMAD MUKAMMIL
1993142024
MANAJEMEN D

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
Bab 11 Manajemen risiko reputasi.

1. Jelaskan apa yang dimaksud risiko reputasi.


= Risiko reputasi adalah akibat menurunnya tingkat kepercayaan
(Stakeholder) yang bersumber dari persepsi negative terhadap
perusahaan. Resiko ini timbul antara lain karena adanya pemberitaan
media dan/ rumor mengenai perusahaan yang bersifar negative serta
adanya strategi komunikasi perusahaan yang kurang efektif.

2. Beberapa saat yang lalu seorang mantan direktur utama di sebuah


perusahaan di beritakan menerima suap dari perusahaan
multinasional. Menurut Anda apakah kasus itu akan memengaruhi
reputasi perusahaan dimaksud? Jelaskan dan bagimana mitigasi yang
dapat dilakukan perusahaan dimaksud agar kasus tidak berulang? Apa
yang dapat dilakukan perusahaan menghadapi pesaing dengan
terjadinya kasus tersebut?
= Menurut saya, kasus menerima ini suap sudah jelas telah merusak
reputasi perusahaan karena dianggap sebagai kasus korupsi yang
besar apalagi pada kasus multi nasional, reputasi perusahaan bisa
rusak karena secara langsung dapat diberitakan di khalayak umum
melalui wartawan ataupun portal berita nasional dan internasional.
Selain itu, sangat sulit untuk membersihkan kembali nama perusahaan
dari yang terkena kasus suap menyuap ini. Selain merusak reputasi
perusahaan juga berdampak pada mental manajer perusahaan. Yang
saya lakukan agar kasus ini tidak terjadi lagi yaitu :
 Reformasi (reform movement) harus ditafsirkan sebagai upaya
sistematik untuk mengaktualisasikan nilai-nilai dasar (index)
demokrasi. Menciptakan pemerintahan yang bersih dan bebas
KKN merupakan salah satu agenda reformasi di samping
amandemen UUD 1945, promosi dan perlindungan HAM,
penyelenggaraan pemili- han umum yang jujur dan adil,
penguatan civil society, kebebasan berserikat dan berkumpul,
kebebasan pers, desentralisasi (otonomi daerah), supremasi sipil,
dan lain- lainnya.
 Dalam rangka memperbaiki tata kelola perusahaan, disarankan
agar perusahaan pe- rusahaan mengembangkan Sistem
Manajemen Anti Penyuapan (SMAP)/ISO37001. Sistem ini
membantu perusahaan untuk mencegah, mendeteksi, dan
menangani potensi penyuapan. Dengan menerapkan SMAP,
perusahaan Indonesia dapat membuat sejajar posisinya dengan
perusahaan-perusahaan bonafid global. Ini juga dapat
menghindarkan perusahaan dari perkara korupsi dan kerugian
akibat investigasi lem- baga penegak hukum, serta
meminimalisasi risiko financial lose, misalnya, akibat ha- rus
membayar denda atau kerugian berdasarkan putusan pengadilan.
yang tidak kalah penting, kredibilitas perusahaan tetap terjaga
baik di mata pemerintah maupun di ma- ta masyarakat dan mitra
kerja.
 Selain itu untuk memperbaiki reputasi dapat dilakukan tindakan
enterprise risk man- agement (ERM) merupakan kegiatan
pengelolaan risiko terintegrasi perusahaan yang dapat
diaplikasikan untuk mengelola risiko reputasi. Sesuai dengan
proses mana- jemen risiko pada standar ISO31000:2009 Risk
Management – Principles and Guide- lines, kegiatan pertama
yang harus dilakukan dalam mengelola risiko (termasuk risiko
reputasi) adalah membangun konteks dan mengidentifikasi
risiko. Risiko reputasi ha- rus diidentifikasi dan didokumentasi
untuk dapat menemukan faktor-faktor penentu reputasi
perusahaan. Faktor-faktor penentu reputasi ini kemudian dapat
dijadikan in- dikator untuk memberikan peringatan di masa
depan berkaitan dengan risiko reputasi perusahaan. Hasil
identifikasi risiko kemudian dinilai dan dievaluasi. Hasil
penilaian dan evaluasi risiko dijadikan pertimbangan untuk
menentukan perlakuan lebih lanjut terhadap risiko.

3. Saudara adalah seorang pimpinan sebuah perusahaan yang bergerak


di bidang keuangan. Pada suatu hari, kantor saudara yang terdiri atas
15 lantai terbakar. Pada saat yang sama, staf saudara tertangkap
tangan melakukan pencurian dana di rekening nasabah, sehingga
banyak jurnalis datang ke kantor bersamaan dengan nasabah yang
datang ingin men- cairkan dananya di perusahaan saudara. Bagaimana
tahapan yang dapat saudara lakukan untuk mengatasi masalah
dimaksud?
= Pertama saya akan mengusut tuntas kasus ini kepada pihak yang
berwajib. Kasus ini saya akan menyelidiki dari berapa dana yang
diambil kemudian menyelidiki siapa saja pelakunya. Setelah kasus ini
tentunya jurnalis akan datang, untuk memperbaiki nama baik dan
reputasi perusahaan saya, selaku pemipin akan melakukan konferensi
pers mengenai kasus tersebut kami sebaik mungkin untuk tidak
memberitahukan kerugian yang dialami agar tidak menimbulkan rasa
takut kepada nasabah atau pelanggan. Saya tentunya akan
memberikan informasi yang transparan dan jelas untuk
mempengaruhi nasabah agar tetap tenang. Untuk nasabah yang ingin
mencairkan dananya saya pasti berusaha menghubungi beberapa
partner perusahaan untuk meminta bantuan dana , atau melakukan
pinjaman dana ke beberapa bank. Dan pastinya dikemudian hari saya
akan menggantinya.
Bab 12 Manajemen risiko likuiditas

1. Apa yang dimaksud dengan risiko likuiditas?


=
Risiko likuiditas adalah risiko akibat ketidakmampuan perusahaan
untuk memenuhi utang yang jatuh tempo dari sumber pendanaan arus
kas dan atau dari aset likuid berkualitas tinggi yang dapat di
diagunkan tanpa mengganggu aktivitas dan kondisi keu- angan
perusahaan. Ketidakmampuan memperoleh sumber pendanaan arus
kas sehingga menimbulkan risiko likuiditas dapat disebabkan oleh
ketidakmampuan menghasilkan arus kas yang berasal dari aset
produktif maupun yang berasal dari penjualan aset, termasuk asset
likuid dan atau ketidakmampuan menghasilkan arus kas yang berasal
dari penghim- punan dana, transaksi antar perusahaan, dan pinjaman
yang diterima.

2. Sebuah perusahaan memilki sumber dana dengan jangka waktu


pendek di bawah satu tahun. Pada awal tahun 2017, perusahaan
mendapatkan kesempatan untuk mengerjakan proyek pengerjaan jalan
dengan durasi proyek tiga tahun. Dari perhi- tungan arus kas yang
telah disusun, proyek ini menjanjikan keuntungan proyek yang
menggiurkan. Bagaimana pandangan saudara terhadap kasus tersebut?
=
Dalam kasus ini memang keuntungan yang akan didapatkan sangat
besar. Namun dilihat dari sumber dananya yang jangka pendek di
bawah setahun tentunya akan memberikan resiko pada pengerjaan
proyek yang berjalan 3 tahun nantinya apabila perusahaan memiliki
sumber dana yang banyak atau lebih dari satu mungkin
menguntungkan untuk mengambil proyek ini. Namun apabila sumber
dana perusahaan itu kurang kemudian sebuah perusahaan ingin
mengambil proyek 3 tahun untuk pengerjaan Jalan. Menurut saya itu
sangat menguntungkan karena ketika pinjaman habis kemudian
proyek belum selesai maka perusahaan kesulitan untuk mendapatkan
dana dan dapat merugikan bagi perusahaan tentunya Selain itu
pengerjaan jalan ini akan terhenti dan dapat merugikan beberapa
pihak selain dari perusahaan yang mengerjakannya. menurut saya ini
bisa dikatakan bagus jika sebuah perusahaan memiliki lebih dari satu
sumber dana yang menjanjikan namun jika perusahaan memiliki
sumber daya yang terbatas kemudian jangka waktu yang terbatas juga
sementara proyek yang akan dikerjakan itu lebih dari jangka waktu
sumber dana akan sangat beresiko terjadinya kerugian dan
memberikan gambaran yang tidak bagus bagi perusahaan ketika
permasalahan ini terjadi (masalah aliran dana macet, kehabisan dana,
atau kendala dibagian pendanaan yang kurang).

3. Data keuangan UD Zilliyan dua adalah kas: Rp 1.500.000, efek


Rp3.000.000, utang dagang Rp500.000, piutang Rp12.500.000, utang
wesel Rp8.000.000, persediaan Rp8.000.000, tanah dan bangunan
Rp10.000.000, utang bank Rp9.000.000, mesin dan
peralatan Rp20.000.000, utang jangka panjang Rp20.000.000,
peralatan kantor Rp8.000.000, depresiasi Rp13.000.000, aset tetap
lain-lain Rp1.000.000.
1. Berapakah total aset perusahaan diatas?
2. Berapakah modal sendiri PT Zuliyan Dua?
3. Hitung rasio likuiditasnya!

=
a. Total aset

Kas + efek +piutang + persediaan + tanah dan bangunan + mesin dan


peralatan +peralatan kantor + aset tetap lain lain
= Rp. 1.500.000 + Rp.3.000.000 + Rp. 12.500.000 + Rp. 8.000.000 +
Rp. 10.000.000 + Rp.20.000.000 + Rp. 8.000.000 + Rp. 1.000.000
= Rp. 64.000.000

b. Modal sendiri
Kas + efek + tanah dan bangunan
= 1.500.000 + 3.000.000 + 10.000.000 = Rp. 14.500.000

c. Rasio likuiditas
• Current ratio = aset lancar / utang lancar x 100%
= 25.000.000 + 17.500.000 x 100% = 1,42 %
• Quick ratio = (aset lancar – persediaan) / utang lancar = (25.000.000
– 8.000.000) /17.500.000
= 0,97 %