Anda di halaman 1dari 21

PEDOMAN

SARANA DAN PRASARANA

AKADEMI KEBIDANAN SARI MULIA


BANJARMASIN
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Salah satu aktivitas dalam pengelolaan perlengkapan pendidikan di AKBID Sari
Mulia adalah mencatat semua perlengkapan yang dimiliki oleh AKBID Sari Mulia.
Kegiatan pencatatan semua perlengkapan itu disebut dengan istilah inventarisasi
perlengkapan pendidikan. Kegiatan tersebut merupakan suatu proses yang
berkelanjutan. Secara definitif, inventarisasi Sarana dan Prasarana adalah pencatatan
dan penyusunan daftar barang milik lembaga secara sistematis, tertib, teratur
berdasarkan ketentuan-ketentuan atau pedoman yang berlaku.

Manajemen Sarana dan Prasarana AKBID Sari Mulia merupakan bagian dari
kebijakan tentang desentralisasi untuk memperbaiki layanan dasar pendidikan.
Desentralisasi kewenangan untuk mengelola aset fisik menjadi tanggung jawab dari
Bagian Tata Usaha Sub Bagian Sarana dan Prasarana. Tujuannya adalah agar AKBID
Sari Mulia dapat mencapai standar minimal pendidikan dan Yayasan Indah dapat
mengalokasikan anggaran pemeliharaan dan perawatan berdasarkan pada informasi
yang akurat dari AKBID Sari Mulia. Sarana dan Prasarana adalah salah satu masukan
dalam sistem penjaminan mutu. Keberadaan dan pilihan tergantung dari kebutuhan
masing-masing program studi (karakteristik bidang ilmu).

B. Landasan Hukum
a. Undang-undang RI No 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional
b. Peraturan Pendidikan Nasional No 19 Tahun 2005 tentang Standar nasional
Pendidikan
c. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No 36 Tahun 2005 tentang Peraturan
Pelaksanaan undang-undang no 28 Tahun 2002 tentang Gedung
d. Surat Keputusan Mendiknas RI Nomor 44/D/O/2009 Tentang Izin Pendirian
AKBID Sari Mulia
e. Statuta AKBID Sari Mulia

1
C. Tujuan
Memberikan panduan bagi pengelola bagian Sarana dan Prasarana dalam
melakukan manajemen Sarana dan Prasarana dengan mempertimbangkan standar
mutu yang telah ditetapkan. Diharapkan pula buku pedoman ini dapat menjadi
pedoman pengelola dalam memperbaiki kinerjanya.
Tujuan dari Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan ini adalah sebagai
upaya terciptanya ketertiban administrasi barang, penghematan keuangan,
mempermudah pemeliharaan dan pengawasan barang, menyediakan data informasi
untuk perencanaan.
Menerapkan program aplikasi SIMI (Sistem Informasi Manajemen
Inventaris) untuk mempermudah dalam pencatatan, proses updated dan
menginformasikan data-data yang diperlukan.

D. Manfaat

1. Mencatat dan menghimpun data aset yang dimiliki oleh Yayasan Indah
2. Menyiapkan dan menyediakan bahan laporan pertanggungjawaban atas
penguasaan dan pengelolaan aset.
3. Menyiapkan dan menyediakan bahan acuan untuk pengawasan aset
4. Menyediakan informasi mengenai aset organisasi /negara yang dimiliki
AKBID Sari Mulia sebagai bahan untuk perencanaan kebutuhan, pengadaan
dan pengelolaan perlengkapan
5. Menyediakan informasi tentang aset yang dimiliki AKBID Sari Mulia untuk
menunjang perencanaan dan pelaksanaan tugas.

2
BAB II
PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP
SARANA DAN PRASARANA AKADEMIK

A. Pengertian
Prasarana akademik adalah perangkat penunjang utama suatu proses atau usaha
pendidikan agar tujuan pendidikan tercapai.
Sarana adalah segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat/media dalam
mencapai maksud atau tujuan.
Pembangunan dan pengembangan Program Studi Akademik ini mengacu pada rencana
kerja AKBID Sari Mulia sehingga misi, tujuan dan suasana akademik yang diharapkan
dapat tercapai. Demikian pula kegiatan pengadaan, pengoperasian, perawatan dan
perbaikan alat sangat diperlukan agar peralatan dapat dioperasikan dengan baik.

B. Ruang Lingkup
Prasarana

Prasarana akademik dapat dibagi dalam 2 (dua) kelompok yaitu :

 Prasarana bangunan. Mencakup lahan dan bangunan gedung baik untuk keperluan
ruang kuliah, ruang kantor, ruang dosen, ruang seminar, ruang rapat, ruang
laboratorium, ruang studio, ruang perpustakaan, ruang komputer, fasilitas umum dan
kesejahteraan : pusat pelayanan mahasiswa, prasarana olahraga dan seni serta
asrama mahasiswa, klinik kesehatan, musholla.
 Prasarana umum berupa air, sanitasi, drainase, listrik, jaringan telekomunikasi,
transportasi, parkir, taman, kolam.

Sarana

Sarana Akademik mencakup perabotan dan peralatan yang diperlukan sebagai


kelengkapan setiap gedung/ruangan dalam menjalankan fungsinya untuk meningkatkan
mutu dan relevansi hasil produk dan layanannya

3
Berdasarkan jenisnya sarana dibagi dalam (2) kelompok yaitu :

 Sarana pembelajaran, mencakup :


a. Sarana untuk melaksanakan proses pembelajaran sebagai kelengkapan di ruang
kelas, misal Papan Tulis, OHP, LCD, Mikrophone, alat peraga, bahan habis pakai
dan lain-lain
b. Peralatan laboratorium
 Sarana sumber belajar terdiri dari buku teks, jurnal, majalah, lembar informasi,
internet, CD-ROM. Sumber belajar ini harus diseleksi, dipilah dan disesuaikan
dengan tujuan pembelajaran.

4
BAB III
CARA MENGINVENTARIS SARANA DAN PRASARANA

Pengelolaan barang di AKBID Sari Mulia dilaksanakan oleh Bagian Tata Usaha sub
bagian rumah tangga bekerjasama dengan Pembantu Direktur II. Penginventarisasi Sarana
dan Prasarana AKBID Sari Mulia Banjarmasin dilakukan oleh Bagian Tata Usaha sub
bagian rumah tangga yang meliputi tiga kegiatan, yaitu
 Pembukuan yaitu Kegiatan yang berhubungan dengan pendataan dan pencatatan
 Inventarisasi yaitu menyusun daftar tiap kelompok barang ke kartu inventaris
barang inventaris ruangan.
 Pelaporan yaitu melaksanakan pembuatan laporan Barang milik Yayasan Indah.

A. Barang milik AKBID Sari Mulia meliputi :


a. Barang yang dibeli atau diperoleh atas beban RAB AKBID
b. Barang yang berasal dari perolehan lainnya yang sah :
- Barang yang diperoleh dari hibah/sumbangan atau yang sejenisnya;

Penyimpanan dokumen kepemilikan barang Yayasan Indah berupa tanah atau


bangunan disimpan oleh Pengelola sedangkan penyimpanan dokumen kepemilikan
selain tanah atau bangunan disimpan oleh Pembantu Direktur II dan fotokopinya
diberikan kepada Bagian Tata usaha Sub Bagian Rumah Tangga.

Inventaris Barang di AKBID Sari Mulia dapat dikelompokkan menjadi 5 bagian yaitu :

1. Tanah
2. Peralatan, barang dan mesin
3. Gedung dan Bangunan
4. Jalan
5. Aset Tetap Lainnya

5
B. Pengadministrasian Barang Inventaris
Pengadministrasian barang inventaris dilakukan dalam :
a. Buku Induk Barang Inventaris adalah buku untuk mencatat semua barang inventaris
milik Yayasan Indah dalam lingkungan AKBID Sari Mulia menurut tanggal
penerimaannya
b. Buku Golongan barang Inventaris adalah buku pembantu untuk mencatat barang
inventaris menurut golongan barang yang telah ditentukan
c. Buku catatan Barang Noninventaris adalah buku untuk mencatat semua barang habis
pakai seperti : spidol, pensil, penghapus, papan tulis, kertas dan lain – lain (ATK)
d. Daftar laporan triwulan Mutasi barang Inventaris adalah daftar untuk mencatat
jumlah bertambah dan berkurangnya barang inventaris sebagai akibat mutasi yang
terjadi dalam triwulan yang bersangkutan. Daftar ini tersusun menurut jenis barang
pada masing-masing golongan inventaris
e. Membuat kartu inventaris ruangan (KIR) yang didalamnya berisi tentang jumlah
barang yang tersedia di dalam ruangan tersebut.
f. Membuat stiker no barang sesuai dengan isi Buku panduan Golongan Barang
Inventaris yang ditempelkan ke masing-masing barang
g. Membuat daftar rekapitulasi barang inventaris (Laporan Tahunan) merupakan daftar
yang menunjukkan jumlah barang inventaris menurut keadaan pada awal tahun (bisa
menggunakan tahun kalender atau tahun akademik)

C. Klasifikasi dan Kode Barang Inventaris


Pada dasarnya tujuan mengadakan penggolongan barang ialah agar memper
mudah dan efisien untuk mencatat dan sekaligus untuk mencari dan menemukan
kembali barang tertentu baik secara fisik maupun daftar catatan. Kodefikasi adalah
pemberian pengkodean barang pada setiap barang inventaris milik Yayasan Indah yang
menyatakan lokasi dan kode barang. Kode atau sandi yang dipergunakan
melambangkan nama atau uraian kelompok/jenis barang berbentuk angka bilangan
(numerik) yang tersusun menurut pola tertentu, agar mudah diingat dan dikenali. Tujuan
pemberian kodefikasi adalah untuk mengamankan dan memberikan kejelasan status
kepemilikan dan status penggunaan barang pada masing-masing pengguna.

6
a. Nomor Kode Lokasi
 Nomor Kode Lokasi terdiri dari 12 digit
 Kodefikasi kepemilikan Barang Yayasan Indah di Pendidikan Sari Mulia :
- Kode Barang Milik Yayasan Indah : 00
- penempatan AKBID - SM : 19
- Penempatan AKBID –SM : 44
- penempatan Prodi S1 AKBID – SM : 11
- penempatan Prodi D4 AKBID –SM : 12
- penempatan Prodi Profesi NERS –SM : 13
- Penempatan Prodi Farmasi – SM : 14
 Nomor kode urutan Gedung
- Gedung A : 01
- Gedung B : 02
- Gedung C : 03
- Gedung D : 04
 Nomor kode urutan ruangan
- Ruang Direktur / Ketua : 01
- Ruang PUDIR/WAKET I, II, III : 02
- Ruang Kaprodi : 03
- Ruang Dosen : 04
- Ruang Keuangan : 05
- Ruang Perpustakaan : 06
- Ruang Tata Usaha : 07
- Ruang Ketermapilan dan OSCE : 08
- Ruang Laboratorium Multi Media : 09
- Ruang Kemahasiswaan : 10
- Ruang LPM : 11
- Ruang LPPM : 12
- Ruang Bimbingan Konseling : 13
- Ruang Rapat : 14
- Ruang Kuliah : 15

7
- Ruang Mushola : 16
- KP3 : 17
- Klinik : 18
- IGD : 19
- AULA : 20
- Lain – lain : 21
- CDC : 22
- SMDC : 23
- Untuk selanjutnya disesuaikan nomor urut
 Nomor kode urutan Tahun
Contoh : tahun 2013 : 2013
 Nomor kode urutan jumlah ruang : 01 dst
Contoh :
Ruang Kuliah 3 Program Studi S1 Ilmu Keperawatan yang berlokasi di Gedung
C Akademi Kebidanan Sari Mulia Banjarmasin

0 Sub Sub- sub Uraian


11 03 15 Golongan Bidang Kelompok
0 Kelompok Kelompok
13 = Tahun 2013

Keterangan :
1 : Kode Komponen Milik Yayasan Indah Banjarmasin
11 : Penempatan Program Studi S1 Ilmu Keperwatan AKBID-SM
03 : Gedung C
15 : Ruang Kuliah
13 : Tahun 2013
- : Golongan
- : Bidang
- : Kelompok
- : Sub Kelompok
- : Sub – sub Kelompok
- : Uraian

8
b. Nomor Kode Barang
Pemberian nomor kode barang Akademi Kebidanan Sari Mulia Banjarmasin
diklasifikasikan ke dalam 5 golongan yaitu :
1. Tanah
2. Peralatan dan Mesin
3. Gedung dan Bangunan
4. Jalan, Irigasi dan Jaringan
5. Aset Tetap Lainnya

Klasifikasi pemberian kode barang di Akademi Kebidanan Sari Mulia terdapat


pada buku golongan barang inventaris.

Contoh :

Nomor inventaris AC

Klasifikasi pemberian kode barang di AKBID Sari Mulia terdapat pada buku
golongan barang inventaris.

D. Pemeliharaan Sarana dan Prasarana

Pemeliharaan sarana dan prasarana AKBID Sari Mulia adalah kegiatan untuk
melaksanakan pengurusan dan pengaturan agar semua sarana dan prasarana selalu
dalam keadaan baik dan siap untuk digunakan secara berdayaguna dan berhasil guna
dalam mencapai tujuan pendidikan. Pemeliharaan merupakan kegiatan penjagaan
atau pencegahan dari kerusakan suatu barang, sehingga barang tersebut kondisinya
baik dan siap digunakan. Pemeliharaan mencakup segala daya upaya yang terus
menerus untuk mengusahakan agar peralatan tersebut tetap dalam keadaan baik.
Pemeliharaan dimulai dari pemkaian barang, yaitu dengan cara hati-hati dalam
menggunakannya. Pemeliharaan yang bersifat khusus harus dilakukan oleh karyawan
yang mempunyai keahlian sesuai dengan jenis barang.

a. Tujuan dan manfaat pemeliharaan


 Tujuan Pemeliharaan

9
- Untuk mengoptimalkan usia pakai peralatan. Hal ini sangat penting
terutama jika dilihat dari aspek biaya, karena untuk membeli suatu
peralatan akan jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan merawat
bagian dari peralatan tersebut.
- Untuk menjamin kesiapan operasional peralatan untuk mendukung
kelancaran pekerjaan sehingga diperoleh hasil yang optimal
- Untuk menjamin ketersediaan peralatan yang diperlukan melalui
pengecekan secara rutin dan teratur
- Untuk menjamin keselamatan orang yang menggunakan alat tersebut
 Manfaat Pemeliharaan
- Jika peralatan terpelihara dengan baik, umumnya akan awet yang
berarti tidak perlu mengadakan penggantian dalam waktu yang
singkat
- Pemeliharaan yang baik mengakibatkan jarang terjadi kerusakan yang
berarti biaya perbaikan dapat ditekan seminim mungkin.
- Dengan adanya pemeliharaan yang baik, maka akan lebih terkontrol
sehingga menghindar kehilangan.
- Dengan adanya pemeliharaan yang baik, maka enak dilihat dan
dipandang
- Pemeliharaan yang baik memberikan hasil pekerjaan yang baik.

b. Macam-macam pekerjaan pemeliharaan


 Perawatan terus menerus (teratur,rutin)
- Pembersihan saluran drainase dari sampah dan kotoran
- Pembersihan ruangan-ruangan dan halaman dari sampah dan kotoran
- pembersihan terhadap kaca, jendela, kursi, meja, lemari dan lain-lain
- pembabatan rumput dan semak yang tidak teratur
- pembersihan dan penyiraman kamar mandi/wc untuk menjaga
kesehatan.
 Perawatan berkala
- Pembersihan atau perawatan AC, Kipas Angin, alat elektronik,
genset.
- Perbaikan mebeler (lemari, kursi, meja, dan lain-lain)

10
- Perbaikan atau pengecatan kusen-kusen, pintu, tembok dan komponen
bangunan lainnya yang sudah terlhit kusam, dll
 Perawatan darurat
- Dilakukan terhadap kerusakan yang tidak terduga sebelumnya dan
berbahaya/merugikan apabila tidak diantisipasi secepatnya.
- Perbaikan yang sifatnya sementara dan harus cepat selesai supaya
kerusakan tidak bertambah parah dan proses pembelajaran tidak
terganggu
- Dilaksanakan secara swakelola
- Harus segera dilakukan perbaikan permanen
c. Klasifikasi pemeliharaan Sarana dan Prasarana
 Pemeliharaan atas pemakaian bersama
Pemeliharaan atas pemakaian bersama meliputi seluruh aset milik yayasan yang
digunakan oleh unit yang berada dibawah naungan yayasan seperti gedung,
Kendaraan, dan fasilitas umum sosial lainnya. Pelaksanaan dari pemeliharaan
atas aset pemakaian bersama dilaksanakan oleh Sub Bagian Rumah Tangga.
- Gedung dan Sarana umum
Gedung dan sarana umum yang ada selalu digunakan secara bersama-sama
oleh unit-unit yang ada. Maka pemeliharaannya dilaksanakan secara
bersama
- Kendaraan / Mobil Kantor
Kendaraan/mobil kantor adalah kendaraan dinas milik yayasan yang
dikelola oleh Sub Bagian Rumah Tangga sebagai penanggung jawab dan
dapat digunakan oleh unit-unit yang ada dilingkungan yayasan. Selama
pemakaian terhadap kendaraan dinas jika terdapat kerusakan pada
kendaraan tersebut menjadi tanggung jawab unit pemakai. Dalam hal ini
pemakai dapat menggunakan berita acara kerusakan/kecelakaan berdasarkan
ketentuan yang diatur.
- Fasilitas Laboratorium
Pemeliharaan fasilitas laboratorium komputer/Lab Multimedia dan bahasa,
laboratorium OSCE serta peralatan praktikum lainnya menjadi tanggung
jawab Ketua Laboratorium masing-masing.
- Fasilitas Perpustakaan

11
Pemeliharaan fasilitas perpustakaan meliputi buku, majalah, jurnal, karya
tulis ilmiah dan bahan-bahan referensi lainnya yang dikelola menjadi
tanggung jawab Kepala Perpustakaan.
 Pemeliharaan atas pemakaian milik Program Studi
Pemeliharaan atas pemakaian milik Program Studi merupakan pemeliharaan
seluruh sarana dan prasarana yang dibeli dan dikelola oleh program studi untuk
mendukung operasional program studi. Pemeliharaan atas pemakaian milik
program studi meliputi :
- Fasilitas proses belajar mengajar
Pemeliharaan fasilitas proses belajar mengajar yang terdiri dari kursi
mahasiswa, kursi doesn, meja dosen, white board, laptop, LCD dan alat
peraga lainnya serta ruangan belajar yang dikhususkan pemakaiannya untuk
program studi menjadi tanggung jawab Sub Bagian Rumah Tangga.
- Fasilitas perkantoran
Pemeliharaan fasilitas perkantoran meliputi seluruh fasilitas yang ada
dikantor unit kerja yang meliputi lemari, meja, kursi, komputer administrasi,
laptop, scanner, kamera, kipas angin dan fasilitator kantor lainnya menjadi
tanggung jawab Sub Bagian Rumah Tangga.
- Fasilitas komputer dan jaringan
Pemeliharaan fasilitas komputer dan jaringan meliputi seluruh computer dan
jaringan yang digunakan untuk mengelola sistem informasi terintegrasi
menjadi tanggung jawab Kepala Laboratorium Komputer terpadu

d. Pemeliharaan sarana dan prasarana


 Berdasarkan kurun waktu
Upaya pemeliharaan menurut ukuran waktu dapat dilakukan :
- Pemeliharaan sehari-hari
Pemeliharaan ini dapat dilakukan setiap hari (setiap akan/sesudah memakai).
Pemeliharaan ini dilakukan oleh pegawai yang menggunakan barang tersebut
dan bertanggung jawab atas barang itu, misalnya : pengemudi mobil,
pemegang laptop dan sebagainya.
- Pemeliharaan berkala

12
Pemeliharaan ini dapat dilakukan secara berkala atau dalam jangka waktu
tertentu sesuai petunjuk penggunaan (manual) misalnya 2 atau 3 bulan sekali
(pengontrolan AC, Genset). Upaya pemeliharaan ini biasanya dilakukan
sendiri oleh pemegang/penanggung jawabnya atau memanggil ahli untuk
melakukannya.
 Berdasarkan usia penggunaan barang
Upaya pemeliharaan menurut usia penggunaan barang dapat dilihat dari dua
aspek :
- Usia barang secara fisik
Setiap barang terutama barang elektronik atau mesin mempunyai batas
waktu tertentu dalam penggunaannya. Untuk peralatan dan mesin kondisi
usang itu sangat relatif, oleh karena itu perlu disepakati batas-batasnya.
Kalau sebuah mesin kapastasnya dikatakan 100% pada waktu baru, maka
pada kondisi usang kapasitas total adalah 0 %
- Usia barang secara administratif
Dalam pelaksanaan kegiatan sehari-hari jarang ditemui barang yang
keadaanya secara fisik telah 0%, sebab kalau terjadi hal yang demikian
jelas telah mengganggu kelancaran kegiatan dalam organisasi. Oleh karena
itu biasanya barang dalam kondisi yang kapasitasnya lebih kurang 50 %
sudah diusulkan untuk dihapus, karena hanya mempersempit ruangan saja
dan biaya perawatannya juga akan lebih besar. Misalnya pemakain barang
yang berwujud seperti kendaraan dinas dengan jangka waktu selama 10
tahun.
 Pemeliharaan dari segi penggunaan
Barang yang digunakan harus sesuai dengan fungsinya sehingga dapat
mengurangi kerusakan pada barang tersebut. Misalnya penggunaan komputer
yang digunakan untuk keperluan kantor. Bukan untuk yang lainnya.
 Pemeliharaan menurut keadaan barang
Pemeliharaan yang dilakukan menurut keadaan barang dilakukan terhadap
barang habis pakai dan barang tak habis pakai.
- Pemeliharaan untuk barang yang habis pakai terutama ditujukan pada saat
penyimpanan sebelum barang tersebut dipergunakan
- Pemeliharaan terhadap barang tahan lama seperti :

13
1) Mesin-mesin
Mesin-mesin memerlukan pemeliharaan sehari-hari dan pemeliharaan
berkala. Pemeliharaan sehari-hari dilakukan oleh pegawai yang diserahi
tugas dan tanggung jawabterhadap alat-alat tersebut. Misalnya untuk
mesin-mesin kantor selalu harus dibersihkan debu, disikat pada bagian
yang perlu disikat menutupkembali setelah dipergunakan. Untuk mesin
pembangkit tenaga listrik perlu diperiksa alat pelumas dan alat pendingin.
Pemeliharaan alat harus sesuai dengan ketentuan pabrik.
2) Kendaraan bermotor/mobil
Untuk kendaraan bermotor/mobil diperlukan pemeliharaan sehari-hari,
berkala dan perbaikan terhadap kerusakan dengan cara :
o Membersihkan mobil
o Memeriksa air radiator
o Memeriksa minyak (bensin)
o Membersihkan dan memeriksa air accu
o Jika terdapat kerusakan, melaporkan ke unit yang mengurus
kendaraan untuk mendapat perbaikan.
3) Alat-alat elektronika
Alat-alat elektronika memerlukan pemeliharaan sehari-hari dan
pemeliharaan berkala. Cara pemeliharaannya sama dengan pemeliharaan
mesin-mesin kantor. Untuk beberapa peralatan tertentu cara
pemeliharaanya ditentukan oleh pabrik yang memproduksi.
4) Buku-buku
Pemeliharaan buku-buku dilakukan setiap hari dan berkala. Pemeliharaan
setiap hari dilakukan dengan jalan membersihkan buku-buku tersebut
secara berkala dengan melakukan penyemprotan obat anti hama untuk
waktu-waktu tertentu
5) Alat-alat laboratorium
Pemeliharaan terhadap alat-alat laboratorium memerlukan pemeliharaan
sehari-hari dan untuk sebagian memerlukan perawatan berkala. Khusus
untuk alat-alat yang mudah pecah harus diperhatikan mengenai
penempatan alat-alat tersebut dengan cara membuat kotak-kotak khusus.

14
Sebagian besar dari kewajiban pemeliharaan alat-alat laboratorium
dilakukan oleh tenaga teknis bukan tenaga administratif.
6) Gedung
Gedung-gedung memerlukan pemeliharaan sehari-hari untuk perbaikan
berkala misalnya setiap tahun dilakukan pengapuran dan perbaikan
terhadap kerusakan. Perbaikan terhadap kerusakan dapat berupa perbaikan
ringan yaitu terhadap kerusakan kecil-kecil dan perbaikan berat misalnya
rehabilitasi. Perbaikan sehari-hari, pemeliharaan berkala dan perbaikan
ringan dibebankan pada anggaran pembangunan.
Pemeliharaan gedung menjadi tanggung jawab Cleaning Service (CS)
adalah orang yang bertugas sehari-hari dalam memelihara kebersihan,
keamanan, dan berada dibawah pengamatan Sub bagian Rumah Tangga.
Perlu disadari bahwa mencegah kerusakan lebih mudah daripada
membaiki kerusakan.
7) Pemeliharaan ruang kelas
o Setiap kelas dibentuk tim piket kelas yang secara bergiliran bertugas
menjaga kebersihan dan ketertiban kelas, menyiapkan dan memelihara
ketertiban kelas.
o Cleaning service membersihkan kelas dalam pembuangan sampah.
8) Pemeliharaan tanah
o Lahan parkir
Parkir kendaraan bermotor dibangun sedemikian rupa untuk
memberikan tempat untuk parkir kendaraan bermotor
o Lapangan Olahraga
Lapangan untuk senam, basket, bola volly perlu diperhatikan
pemeliharaan dan pengaturan pemakaiannya secara bergantian dan
sebaiknya dibuatkan jadwal pemakaiannya.
o Taman
Pemeliharaan taman dilakukan secara berkala dengan memanggil
tenaga lepas pertamanan. Taman ditamani tanaman tahunan, buah-
buahan, tanaman hias, tanaman bunga dan rumput sehingga dapat
digunakan sebagai kawasan areal hijau.

15
BAB IV
PENGADAAN DAN PENGHAPUSAN BARANG

A. Pengadaan barang

Pengadaan barang/atk adalah seluruh kegiatan yang dilakukan mulai dari


pencatatan hingga pembelian barang/atk diserahkan kepada pihak pengguna atau unit
yang mengajukan permohonan permintaan barang.

Permintaan pengadan barang yaitu unit kerja mengisi list permohonan


permintaan barang/atk kepada bagian sarana dan prasarana , bagian sarana dan
prasarana melakukan verivikasi dan melakukan pencatatan permintaan serta
mengajukan ke Ketua AKBID untuk mendapatkan persetujuan.

Klasifikasi sistem pengadaan barang /atk terbagi menjadi:

1. Sistem pengadaan barang rutin. Sistem pengadaan barang rutin

adalah sistem yang mengatur pengadaan barang yang dilakukan

secara rutin berdasarkan kebutuhan pengusul dari unit kerja

meliputi; ATK, kebutuhan barang laboratorium, inventaris, kebutuhan

pemeliharaan alat dll.

2. Sistem pengadaan barang khusus. Sistem pengadaan barang khusus

adalah sistem yang mengatur pengadaan barang yang spesifik

berdasarkan kebutuhan masing-masing pengusul .

3. Sistem pengadaan barang terbatas. Sistem pengadaan barang

terbatas adalah kebutuhan pengadaan yang benar-benar mendesak

dan terbatas yang harus segera dilakukan.

16
B. Penghapusan Barang

Penghapusan barang inventaris adalah proses kegiatan yang bertujuan untuk


mengeluarkan/ menghilangkan barang-barang dari daftar inventaris karena barang itu
sudah dianggap tidak mempunyai nilai guna atau sudah tidak berfungsi sebagaimana
yang diharapkan terutama untuk kepentingan dinas, misalnya rusak, mati, atau
biayanya terlalu mahal kalau dipelihara/ diperbaiki. Barang yang sudah lama
disimpan dan tidak layak pakai, rusak berat, hilang, maka dapat dihapuskan,
a. Penghapusan sebagai salah satu fungsi sarana dan prasarana mempunyai arti
Mencegah kerugian pemborosan biaya untuk keperluan pemeliharaan/ perbaikan.
b. Meringankan beban kerja dan tanggung jawab pelaksanaan inventaris
c. Membebaskan ruangan dari penumpukan barang yang tidak berguna
Tujuan Penghapusan barang
1. Mencegah dan membatasi kerugian ataupun pemborosan biaya pemeliharaan
2. Meringankan beban kerja pelaksanaan inventaris
3. Membebaskan ruang dari penumpukan barang
4. Membebaskan barang dan tanggung jawab pekerja
Syarat-syarat Penghapusan barang
a. Keadaan barang dalam rusak berat sehingga tidak dapat diperbaiki atau digunakan
lagi
b. Kegunaan tidak seimbang dengan pemeliharaan
c. Tidak sesuai lagi dengan kebutuhan saat ini
d. Terlalu lama disimpan sehingga mengakibatkan kerusakan
f. Apabila dilakukan pebaikan, akan menelan biaya yang besar
g. Barang yang secara teknis dan ekonomis kegunaannya tidak seimbang dengan
biaya pemeliharaa
i. Barang-barang tersebut sudah tidak mutahir lagi
j. Hilang akibat susut diluar kekuasaan pengurus barang
k. Musnah akibat bencana alam
m. Hilang akibat pencurian

17
Cara pemusnahan barang yaitu

1. Penghapusan barang inventaris dengan pemusnahan


Penghapusan barang inventaris dilakukan dengan memperhitungkan faktor-faktor
pemusnahan ditinjau dari segi uang. Oleh karena itu pemusnahan dibuat dengan
perencanaan yang matang dan dibuat surat pemberitahuan kepada atasan dengan
menyebutkan barang-barang apa saja yang hendak disingkirkan.
Prosesnya adalah sebagai berikut:
1. Sebelum barang dihapuskan perlu dilakukan pemilihan barang yang dilakukan
setiap tahun bersamaan dengan waktu memperkirakan kebutuhan.
2. Setelah mengadakan pengecekan/ pemilihan barang yang perlu untuk
dimusnahkan maka bagian sarana dan prasarana melaporkan keadaan barang
yang akan di hapus kepada kepala TATA USAHA dan bagian sarana dan
prasarana mengusulkan barang-barang untuk dihapus dan disetujui oleh
WAKET II untuk dilakukan penghapusan , pemusnahannya dilakukan oleh unit
kerja yang bersangkutan, tata cara pemusnahannya yaitu dengan cara dibakar,
dikubur, dll.

18
BAB V
PENUTUP

Pelaksanaan manajemen sarana dan prasarana harus dilakukan secara menyeluruh


dari mulai pengadaan, pemanfaatan, pendataan, pemeliharaan, sampai kepada penghapusan
(input-proses-output). Berdasarkan keterbatasan yang ada baik sumber dana maupun sumber
daya manusia, kami mencoba untuk seminimal mungkin menghindari kelemahan-kelemahan
dalam melaksanakan manajemen Sarana dan Prasarana di AKBID Sari Mulia Banjarmasin.
Dalam penjaminan mutu di AKBID Sari Mulia, Sarana dan Prasarana merupakan
komponen pendidikan yang diharapkan mampu untuk mencapai visi dan misi yang telah
ditetapkan. Sarana dan Prasarana adalah merupakan pendukung utama dalam proses
pendidikan, sehingga dengan pengolahan manajemen Sarana dan Prasarana yang baik dan
memenuhi standard yang diinginkan, akan memudahkan AKBID Sari Mulia dlam mencapai
tujuan dan terciptanya atmosfir akademik yang kondusif.

19
LAMPIRAN

20