Anda di halaman 1dari 5

BAB II

AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH

A. PENGERTIAN AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH


Berdasarkan Permendagri No. 13 Tahun 2006 yang terdapat pada pasal 232 menyatakan
bahwa Akuntansi Keuangan Daerah merupakan : “Serangkaian prosedur mulai dari proses
pengumpulan data, pencatatan, pengikhtisaran, sampai dengan pelaporan keuangan dalam rangka
pertanggungjawaban pelaksanaan APBD yang dapat dilakukan secara manual atau menggunakan
komputer” (M.Ramli Faud, S.E., 2015).
Definisi Akuntansi Keuangan Daerah menurut Acccounting Principles Board (1970) adalah
kegiatan jasa yang salah satu fungsinya menyediakan informasi kuantitatif, terutama yang
bersifat keuangan mengenai entitas ekonomi, dan digunakan untuk pengambilan keputusan-
keputusan ekonomi dalam membuat pilihan-pilihan alternatif arah tindakan.
Definisi Sistem Akuntansi Pemda menurut Muhammad Gade (2000:95) ialah : Sistem
akuntansi pemerintah daerah adalah sistem akuntansi yang mengolah seluruh transaksi keuangan,
aset, kewajiban, dan ekuitas pemerintah yang menghasilkan informasi akuntansi serta laporan
keuangan yang tepat waktu dengan mutu yang bisa diandalkan, baik yang di perlukan oleh
badan-badan diluar eksekutif, maupun oleh tingkatan manajemen pada pemerintahan.
Dari pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa Sistem Akuntansi Keuangan Daerah
(SAKD) merupakan sistem akuntansi yang terdiri atas seperangkat kebijakan, standard dan
prosedur yang dapat menghasilkan laporan yang relevan, andal serta tepat waktu untuk
menghasilkan informasi berbentuk laporan keuangan yang akan digunakan oleh pihak intern dan
ekstern pemerintah daerah (Pemda) untuk mengambil keputusan-keputusan ekonomi. Sehingga
dimensi dari Sistem Akuntansi Keuangan Daerah terdiri dari :
1) Kebijakan.Sistem Akuntansi Keuangan Daerah (SAKD).
2) Prosedur.Sistem Akuntansi Keuangan Daerah (SAKD).
3) Sistem Akuntansi Sumber. Daya Manusia, dan
4) Sistem Teknologi-Informasi.
B. SISTEM PENCATATAN AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH
Terdapat tiga jenis sistem pencatatan akuntansi keuangan daerah yakni sebagai berikut ini:
1. Pencatatan Single Entry
Dalam sistem ini, pencatatan transaksi ekonomi hanya dilakukan satu kali pencatatan.
Transaksi ini yang mengakibatkan pemasukan kas akan langsung dimasukkan dalam sisi
penerimaan, sedangkan yang mengurangi kas akan langsung dimasukkan dalam sisi
pengeluaran. Sistem pencatatan buku tunggal ini memiliki kelebihan, salah satunya adalah
mudah dipahami dan sangat sederhana. Namun, di dalam sistem ini kurang bagus untuk
pelaporan karena sulit untuk ditemukannya kesalahan pembukuan serta sedikit sulit
melakukan kontrol keuangan. Karena itu ada sistem pencatatan lain yang lebih baik.
2. Sistem dan Pencatatan Double Entry
Sistem kedua yaitu pencatatan double entri atau yang bisa disebut sistem tata buku
berpasangan. Dalam sistem ini pada dasarnya setiap transaksi-transaksi ekonomi yang terjadi
akan dicatat sebanyak dua kali. Pencatatan dengan menggunakan sistem ini dinamakan
menjurnal. Dalam pencatatan model seperti ini sisi debit ada di sebelah kiri, sedangkan
sebelah kanan untuk sisi kredit. Untuk bisa menjaga keseimbangan antara debit dan kredit
kita menggunakan persamaan :
BELANJA + AKTIVA = EKUITAS DANA + UTANG + PENDAPATAN
Transaksi ini yang menambah aktiva akan dimasukkan dalam debit, sedangkan mengurangi
aktiva dimasukkan dalam kredit.
3. Sistem dan Pencatatan Triple Entry
Didalam sistem ini pelaksanaan pencatatan menggunakan pencatatan double entry, tetapi
juga bisa ditambah pencatatan pada buku anggaran. Jadi, pada saat pencatatan double entry
dilakukan, PPK SKPD ataupun bagian keuangan/SKPKD juga melakukan pencatatan
transaksi pada buku anggaran, sehingga pencatatan tersebut berimbas pada sisa anggaran.
C. DASAR AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH
Setelah memahami sistem pencatatan, masih terdapat satu hal lagi yang penting dalam proses
pencatatan. Hal tersebut adalah masalah pengakuan (recognition). Oleh karena itu Standar
Akuntansi Pemerintahan (SAP) telah ditetapkan dalam PP Nomor 24 Tahun 2005, maka Standar
Akuntansi Keuangan Daerah pun mengikuti aturan tersebut. Definisi pengakuan dalam akuntansi
menurut SAP adalah “Proses Penetapan terpenuhinya kriteria pencatatan suatu kejadian atau
peristiwa dalam catatan akuntansi sehingga akan menjadi bagian yang melengkapi unsur aset,
kewajiban, ekuitas dana, pendapatan, belanja, dan pembiayaan.
1. Basis Kas
Basis kas (cash basis) menetapkan bahwa pengakuan/ pencatatan transaksi ekonomi hanya
dilakukan apabila transaksi tersebut menimbulkan perubahan pada kas.
2. Basis Akrual
Basis akrual adalah dasar akuntansi yang mengakui transaksi dan peristiwa lainnya pada saat
transaksi dan peristiwa tersebut terjadi (dan bukan hanya pada saat kas atau setara kas
diterima atau dibayar).
3. Basis Kas Modifikasian
Basis/dasar kas modifikasian merupakan kombinasi dasar kas dengan dasar akrual.
4. Basis Akrual Modifikasian
Basis akrual modifikasian mencatat transaksi dengan menggunakan basis kas untuk
transaksi-transaksi tertentu dan menggunakan basis untuk sebagian besar transaksi.
D. TEKNIK AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH
1. Akuntansi anggaran
Akuntansi anggaran merupakan praktik akuntansi yang banyak digunakan organisasi sektor
publik, khususnya mencatat dan menyajikan akun operasi dalam format yang sama dan
sejajar dengan anggaran. Tujuan sistem ini adalah untuk menekankan anggalar dalam siklus
perencanaan, pengendalian dan akuntabilitas.
2. Akuntansi komitmen
Akuntansi komitment adalah teknik pencatatan akuntansi yang mengakui transaksi dan
mencatatnya pada saat order dikeluarkan. Tujuan utama akuntansi komitmen adalah untuk
pengendalian anggaran. Agar manajer dapat mengendalikan anggaran, manajer perlu
mengetahui seberapa besar anggaran yang telah dilaksanakan atau digunakan jika dihitung
berdasarkan order yang dikeluarkan.
3. Akuntansi dana
Terdapat dua jenis dana yang digunakan dalam organisasi sektor publik, yaitu:
 Dana yang dapat dibelanjakan (expendable fund), digunakan untuk mencatat nilai aktiva,
utang, perubahan aktiva bersih, dan saldo dana yang dapat dibelanjakan untuk kegiatan yang
tidak bertujuan mencari laba. Jenis akuntansi ini digunakan pada organisasi pemerintahan
(governmental funds)
 Dana yang tidak dapat dibelanjakan (non expandable fund), digunakan untuk mencatat
pendapatam, biaya, aktiva, utang, dan modal untuk kegiatan yang sifatnya mencari laba.
Jenis dana ini digunakan pada organisasi bisnis.
4. Akuntansi kas
Pendapatan dicatat pada saat kas diterima dan pengeluaran dicatat ketika kas dikeluarkan.
Kelebihan cash basis adalah mencerminkan pengeluaran yang aktual, riil, dan objektif.
5. Akuntansi akrual
Teknik ini diyakini dapat menghasilkan laporan keuangan yang lebih dapat dipercaya, lebih
akurat, komprehensif dan relevan untuk pengambilan keputusan ekonomi, sosial, dan politik

LATIHAN SOAL
1. Jelaskan definisi dari Sistem Akuntansi Pemerintah Daerah menurut Muhammad Gade
(2000:95)?
2. Sebutkan dan jelaskan sistem akuntansi keuangan daerah?
3. Jelaskan definisi pengakuan dalam akuntansi menurut SAP?
4. Sebutkan teknik-teknik akuntansi keuangan daerah?

Anda mungkin juga menyukai