Anda di halaman 1dari 11

AUDIT SEKTOR PRIVAT DAN PROSEDUR ANALITIS

AUDIT SEKTOR PRIVAT I


KELAS : 5APA
NAMA : REGINA HARUM KENANGAH
NIM :061840511451

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA


2020

8-1 (Tujuan 8-1) Apakah manfaat yang didapat diperoleh dari perencanaan audit ?

Jawab : Maanfaat perencanaan audit adalah

•Membantu auditor unuk mencurahkan perhatian yang tepat terhadap area


yang penting dalam audit

•Membantu auditor untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah yang


potensial secara tepat waktu

•Membantu auditor untuk mengorganisasi dan mengelola perikatan


(penugasan audit) dengan baik, sehingga perikatan tersebut dapat
dilalaksanakan dengan efektif dan efisien

•Memfasilitasi arah dan supervise atas anggota tim perikatan (tim audit) dan
penelaahan atas pekerjaan mereka
•Membantu, jika relevan, dalam pengoorganasian hasil pekerjaan yang
dilakukan oleh auditor komponen dan pakar

8-2 (Tujuan 8-1) Identifikasilah delapan langkah utama dalam perencanaan audit!

Jawab : 8 perencanaan audit dan perencanaan pendekatan audit :

1).Penerimaan klien dan pembuatan rencana awal audit

2).Memperoleh pemahaman tentang bisnis dan bidang klien

3).Menilai risiko bisnis klien

4).Melaksanakan prosedur analitis pendahuluan

5).Menetapkan materialitas dan menilai risiko audit yang dapat diterima dan
risiko iheren

6).Memahami pengendalian internal dan menilai risiko pengendalian

7).Mengumpulkan informasi untuk menilai risiko kecurangan

8).Menyusun strategi audit keseluruhan dan progam audit

8-3 (Tujuan 8-2) Apakah tanggung jawab auditor pengganti dan auditor pendahulu
apabila perusahaan mengganti auditor ?

Jawab:Tanggung jawab auditor pengganti adalah membangun komunikasi dengan


auditor terdahulu untuk mendapatkan informasi mengenai perusahaan untuk
menentukan apakah auditor akan menerima penugasan tersebut atau tidak. Tanggung
jawab auditor pendahulu adalah memberikan informasi yang dibutuhkan auditor
pengganti dengan izin perusahaan.

8-4 (Tujuan 8-2) Faktor – factor apakah yang harus dipertimbangkan oleh auditor
sebelum menerima suatu perikatan (penugasan)? Jelaskan?

Jawab :

1).Mengevaluasi integritas manajemen

Langkah pertama yang harus dipertimbangkan adalah tentang integritas manajemen


yang dimiliki klien. $eorang %uditor harus mengevaluasi integritas manajemen klien,
apakah integritas dari manajemen klien sudah bagus atau masih kurang. Hal ini tentu
akan berpengaruh terhadap besarnya penyimpangan yang mungkin akan terjadi. Bila
integritasnya bagus tentu tingkat penyimpangannya akan semakin kecil dan hal ini
akan memudahkan auditor dalam mengaudit.

2)Mengidentifikasi kondisi khusus dan risiko yang tidak biasa

•Mengidentifikasi pemakai laporan keungan auditan

•Menentukan prospek stabilitas dan keuangan klien

•Mengevaluasi auditabilitas satuan usaha

3).Menilai kemampuan untuk memenuhi standar auditing

Langkah yang ketiga adalah menilai kemampuan auditor apakah akan mampu untuk
memenuhi standar auditing atau tidak. Ini sangat berkaitan erat dengan penentuan
kompetensi, pengevaluasian independensi yang dimiliki auditor, serta penentuan
kemampuan melaksanakan audit secara cermat dan seksama.

4).Menyiapkan surat penugasan audit

Langkah yang terakhir adalah menyiapkan surat penugasan audit. Suurat penugasan
ini sangat penting karena dalam surat ini berisikan apa-apa saja kesepakatan antara
auditor dengan klien dalam melakukan audit. Kesepakatan- kesepakatan itu, antara
lain :

•Penerimaan tugas atas penunjukan dari pihak klien

•Tujuan dan lingkup audit

•Luas dan tanggungjawab auditor dan manajemen

•Kesepakatan mengenai reproduksi laporan keuangan auditan

•Kesepakatan bentuk laporan auditan

•Fakta bahwa audit memiliki risiko tidak terdeteksi

•Kesanggupan auditor menyampaikan informasi

8-5(Tujuan 8-2) Apakah tujuan dari suatu surat perjanjian kerja/perikatan? Hal-hal
apa sajakah yang harus dicantumkan dalam surat tersebut ?

Jawab : Surat perikatan audit dibuat oleh auditor untuk kliennya yang berfungsi
untuk mendokumentasikan dan menegaskan penerimaan auditor atas penunjukan oleh
klien, tujuan dan lingkup audit, lingkup tanggung jawab oleh auditor bagi kliennya,
kesepakatan tentang laporan keuangan auditan, serta bentuk laporan yang akan
diterbitkan oleh auditor.

Hal – hal yang harus dicantumkan dalam surat tersebut

Isi pokok surat perikatan audit :

a).Tujuan dan ruang lingkup audit atas laporan keuangan

b).Tanggung jawab auditor.

c).Tanggung jawab manajemen.

d).Identifikasi kerangka laporan keuangan yang diterapkan dalam penyusunan


laporan keuangan.

e).Penjelasan ruang lingkup audit, termasuk referensi ke peraturan


perundang+undangan yang berlaku, standar audit, kode etik, dan pernyataan dari
badan professional yang harus dipatuhi oleh auditor.

f).Bentuk komunikasi lain yang akan digunakan oleh auditor untuk


menyampaikanhasil perikatan.

g).Fakta bahwa audit memiliki keterbatasan bahwa kekeliruan dan kecurangan


material tidak akan terdeteksi.

h).Pengaturan yang berkenaan dengan perencanaan dan pelaksanaan audit, termasuk


komposisi tim audit.

i).Ekspektasi bahwa manajemen akan memberikan representasi tertulis.

j).Persetujuan manajemen untuk menyediakan draft laporam keuangan dan informasi


lain yang menyertainya secara tepat waktu.

k).Persetujuan manajemen untuk memberikan informasi kepada auditor tentang fakta-


fakta yang diketahui oleh manajemen.

l).Basis penentuan fee dan pengaturan penagihannya.

m).Permintaan kepada manajemen untuk menyetujui ketentuan perikatan yang


dicantumkan dalam surat perikatan dan menandatangani surat tersebut

Auditor dapat pula memasukkan hal berikut ini dalam surat perikatan auditya :
a).Pengaturan tentang keterlibatan auditor dan pakar lain dalam beberapa aspek audit.

b).Pengaturan keterlibatan auditor internal dan staf entitas lainnya.

c).Pengaturan yang dibuat dengan auditor pendahulu, jika ada, untuk audit tahun
pertama.

d).Batasan kewajiban auditor bilamana kemungkinan seperti itu ada.

e).Suatu pengacuan terhadap persetujuan tambahan antara auditor dengan entitas.

f).Kewajiban untuk menyediakan kertas kerja audit untuk pihak lain.

8-6(Tujuan 8-2) Siapakah yang disebut sebagai “klien”, apabila auditor mengaudit
sebuah perusahaan public ?

Jawab: Bila pada perusahaan non public kliennya adalah manajemen. Maka, pada
perusahaan public kliennya adalah komite audit.

8-7 (Tujuan 8-2) Jasa apakah yang harus mendapat persetujuan lebih dahulu oleh
komite audit pada sebuah perusahaan public?

Jawab: Yaitu jasa nonaudit, seperti ahli manajemen atau ahli tambang.

8-8 (Tujuan 8-3) Jelaskan mengapa auditor membutuhkan pemahaman atas


industry klien. Sumber apa yang umumnya digunakan oleh auditor untuk
mempelajari industri klien?

Jawab : Pemahaman yang mendalam tentang bisnis dan bidang usaha serta jalannya
operasi perusahaan klien merupaka hal yang sangat penting untuk melaksanakan
audit yang memadai. SA 315.11 menyatakan bahwa pemahaman atas entitas dan
lingkungannya meliputi :

a).Faktor industri, peraturan, dan faktor eksternal lain termasuk kerangka pelaporan
keuangan yang berlaku

b).Sifat entitas, termasuk (i) operasinya (ii) struktur kepemilikannya dan tata
kelolanya (iii) jenis investasi yg dilakukan dan yang rencananya akan dilakukan oleh
entitas, termasuk investasi dlm entitas bertujuan khusus dan (iv) cara entitas trsbt
distrukturisasi dan bagaimana entitas tersebut dibiayai utk memungkinkan auditor
memahami golongan transaksi, saldo akun, dan pengungkapan yang diharapkan ada
dlm laporan keuangan.
c).Pemilihan dan penerapan kebijakan akuntansi oleh entitas, termasuk alasan
perubahannya. Auditor harus mengevaluasi apakah kebijakan akuntansi entitas adalah
tepat utk bisnisnya dan konsisten dgn kerangka pelaporan keuangan yang berlaku dan
kebijakan akuntansi yang digunakan dlm industri yg relevan.

d).Tujuan dan strategi entitas, dan risiko bisnis terkait yang dapat menimbulkan risiko
kesalahan penyajian material

e).Pengukuran dan penelaahan atas kinerja keuangan entitas.

8-9 (Tujuan 8-3) ketika akuntan public telah menerima penugasan klien baru yang
bergerak di bidang manufaktur,hal yang sudah biasa bagi akuntan public,untuk
mengunjungi fasilitas pabrik klien tersebut .Bahaslah cara-cara yabg dilakikan auditor
dalam melakukan observasi atas fasilitas pabrik yang akan membantunya dalam
merencanakan dan melaksanakan audit atas klien ini.

Jawab: Mengunjungi fasilitas dan tempat klien beroperasi sangat berguna untuk
mendapatkan fasilitas dan pemahaman yang lebih baik mengenai pengoperasian
bisnis klien, karena cara ini memberi kesempatan kepada auditor untuk
mengobservasi dan melihat secara langsung fasilitas yang dimiliki klien dan sekaligus
juga berkenalan dgn pejabat-pejabat kunci di perusahaan. dengan melihat lagsung
fasilitas fisik, auditor dapat menilai pengamanan fisik atas aset dan
menginterpretasikan data akuntansi yang berkaitan dengan aset seperti misalnya
persediaan dalam proses dan peralatan pabrik. dengan pengalaman melihat langsung
semacam itu, auditor menjadi lebih mampu utk menilai risiko inheren, seperti
misalnya peralatan yang mengganggur atau persediaan berpotensi tak laku dijual.
Pembicaraan dgn pegawai non akuntansi selama kunjungan berlangsung dan selama
audit berjalan akan membantu auditor dalam upaya lebih memahami bisnis klien dan
membantu dalam menilai risiko inheren.

8-10 (Tujuan 8-3) Auditor sering berusaha memperoleh pengetahuan tentang latar
belakang bidang usaha klien yang akan membantu dalam pekerjaan audit. Bagaimana
perolehan ini akan membantu auditor dalam membedakan antara persediaan saat ini
dan yang telah usang?

Jawab : Dengan melihat langsung fasilitas fisik, auditor dapat menilai pengamanan
fisik aset dan menginterpretasikan data akuntansi yang berkaitan dengan asetseperti
misalnya persediaan dalam proses dan peralatan pabrik. Maka auditor dapat melihat
langsung persediaan yang sudah usang maupun perseduian yang baru.
8-11 (Tujuan 8-3) Definisikan arti pihak terkait. Apakah tanggung jawab auditor atas
pihak yang terkait dan transaksi dengan pihak terkait?

Jawab : Pihak berelasi > pihak berelasi yaitu suatu perusahaan afiliasi , pemilik
utama perusahaan klien, atau pihak lain yang mempunyai kesepakatan dengan klien ,
dimana salah satu pihak dapat mempengaruhi manajemen atau kebikjakan operasi
perusahaan lain.

Transaksi dengan pihak berelasi > setiap transaksi yg dilakukan antara klien dgn
pihak yang mempunyai hubungan dengan pihak berelasi.

Transaksi dengan pihak yg memiliki hubungan dengan pihak berelasi dengan klien
bukanlah transaksi yg dilakukan dengan tawar menawar secara bebas. Oleh karena
itu, dsini terdapat risiko bahwa transaksi tidak dinilai dengan harga yg sama dengan
harga seandainya transaksi dilakuka dgn pihak ketiga independen. Karena transaksi
dengan pihak yang berelasi yg material harus diungkapkan, maka semua pihak yang
berelasi dengan klien harus diidentifiksi dan dicantumkan dalam kertas kerja
permanen auditor sejak awal audit. Dengan dimasukkannya pihak-pihak yang berelasi
dalam kertas kerja permanen, dan memastikan bahwa semua anggota tim audit
mengetahui dengan siapa saja klien mempunyai hubungan berelasi, akan membantu
auditor dalam mengidentifikasi transaksi hubungan dengan pihak berelasi yang tidak
diungkapkan ketika mereka melaksanakan audit

8-12(Tujaun 8-3) Apakah jenis-jenis pinjaman kepada eksekutif yang diperkenankan


oleh Sarbanes-Oxley Act ?

Jawab : Karena perkembangan ekonomi khususnya perkembangan perekonomian di


dunia akanmeningkatkan risiko bisnis perusahaan klien secara signifikan. Maka
auditor perlu memahai dampak perkembangan perekonomian terhadap laporan
keuangan kliean dan kemampuan klien untuk melanjutkan usahanya. $elain itu, sifat
bisnis dan bidang usaha klien juga akan mempengaruhi risiko bisnis dan risiko
terjadinya kesalahan penyajian material dalam laporan keuangan klien

8-13 (Tujuan 8-3) Dalam beberapa tahun terakhir ini ekonomi global telah
mengalami tingkat resesi yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak Depresi Besar
dan ketidakstabilan Euro terus mneyebabkan volatilitas di pasar saaham serta
obligasi.Mengapa penting bagi anda untuk mempertimbangkan kondisi ekonomi saat
ini sebagai bagian dari perencanaan audit?

Jawab : Informasi yang relevan dengan audit melputi pembicaraan tuntutn hukum ,
penundaan penerbitan saham , atau merger potensial . Auditor harus membaca
notulen untuk mendapatkan otorisasi 2 informasi dan informasi lainya yang relevan
untuk pelaksaana audit.

8-14 (Tujuan 8-3) Dalam audit atas Radline Manufacturing Company, partner audit
telah meminta anda untuj membaca dengan seksama kontrak hopotik baru dengan
First National Bank dan meminta anda untuk mengikhtisarkan semua informasi yang
berkaitan dengan hal itu.Buatlah daftar informasi yang terdapat dalam perjanjian
hipotik yang kemungkinan besar relevan dengan auditor.

Jawab : Risiko bisnis klien yaitu risiko kegagalan klien dalam mencapai tujuannya ,
beberapa sumber risiko bisnis klien yaitu penurunan ekonomi , teknologi baru yang
mengganggu keuntungan kompetitif klien .

8-15 (Tujuan 8-3) Identifikasikan dua jenis informasi dalam notulen rapat dewan
direksi klien yang kemungkinan relevan bagi auditor. Jelaskan mengapa penting bagi
auditor untuk membaca notulen rapat ini pada awal penugasan.

Jawab :

 Dua jenis informasid alam notulen yaitu otoritas dan ikhtisar kunci atau informasi
lainnya yang relevan dengan pelaksanaan audit.
 Penting karena untuk memastikan bahwa manajemen telah melaksanakan
tindakan yang diminta oleh pemegang saham dan dewan direksi.

8-16 (Tujuan 8-3) Identifikasi 3 katagori tujuan klien. Tunjukan bagaimana setiap
tujuan itu dapat mempengaruhi penilaian auditor ketika mengevaluasi resiko bisnis
klien.

Jawab :

 3 tujuan klien yaitu : reabilitas laporan keuangan, efektifitas dan efisiensi operasi
dan ketaatan pada hukum dan peraturan.
 auditor membutuhkan pengetahuan tentang operasi untuk menilai resiko bisnis
dan risiko inheren klien dalam laporan keuangan. Berkaitan dengan keaatan
hukum auditor harus memahami kontrak dan kewajiban hukum lainnya, contoh :
utang obligasi, opsi saham, program pension dll.

8-17 (Tujuan 8-3) Apa tujuan system pengukuran kinerja klien? Berikan contoh dari
indicator kinerja kunci untuk bisnis berikut : (1) mata rantai took-toko pakaian, (2)
portal internet, (3) jaringan hotel

Jawab: auditor harus merancang dan melaksanakan prosedur analitis mendekati akhir
audit yang membantu auditor ketika membentuk kesimpulan keseluruhan tentang
apakah laporan keuangan telah di sajiakan konsisten dengan pemahaman auditor atas
entitas.

Contoh (1) : pangsa pasar,

Contoh (2) : pengunjung ke sebuah website yang unik,

Contoh (3) banyaknya wisatawan domestic dan international.

8-18 (Tujuan 8-4) Definisikan risiko bisnis klien dan uraikan beberapa sumber risiko
bisnis klien. apakah perhatian utama auditor ketika mengevaluasi risiko bisnis klien?

Jawab:

Risiko bisnis yaitu kemungkinan bahwa klien akan gagal dalam mencapai
tujuannya.

Sumber risiko bisnis klien yaitu

Perhatian utama auditor dalam evaluasi risiko yaitu tertuju pada risiko salah saji
material dalam laporan keuangan.

8-19 (Tujuan 8-4) Jelaskan pengendalian manajemen puncak dan kaitannya dengan
risiko bisnis klien. berikan contoh pengendalian manajemen dan tatakelola yang
efektif!

Jawab:

Manajemen dalah sumber utama untuk mengidentifikasi risiko bisnis klien , dalam
perusahan publik , manajemen berkewajiaban untuk menilai secara cermat risiko
klien yang relevan adn mempengaruhi laporan keuangan.

8-20 (Tujuan 8-5,8-6) Apakah tujuan dari prosedur analitis pendahuluan? Jenis
perbandingan apa yang berguna saat melalukan prosedur nalitis pendahuluan?

Jawab:

Memahami bisnis klien dan lini bisnisnya pada tahap perencanaan tujuan utama.
Dalam prosedur analitis, auditor membandingkan data klien dengan data industri,
data serupa untuk periode tertentu, hasil ekspektasi klien yang telah ditentukan
sebelumnya, hasil ekspektasi yang auditor menentukan hasil ekspektasi menggunakan
data non-keuangan.
•Tujuannya untuk memahami dengan lebih baik bisnis klien dan untuk menilai risiko
bisnis klien.

•Membandingkan rasio perushaan dan industry, membandingkan rasio tahun lalu


dengan sekarang, membandingkan realisasi dan anggaran, membandingkan angkanya
dengan harapan auditor, membandingkannya dengan data non keuangan.