Anda di halaman 1dari 24

PERENCANAAN DAN PROSEDUR ANALITIS

AUDIT SEKTOR PRIVAT


KELAS : 5 APA
NAMA : Talitha RF
NIM : 061840511458
NO ABSEN : 19

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA


2020

Pertanyaan Tinjauan

8-1. Apakah manfaat yang akan diperoleh auditor dari perencanaan audit?

Jawab:

Manfaat perencanaan audit adalah


Membantu auditor unuk mencurahkan perhatian yang tepat terhadap area
yang penting dalam audit

Membantu auditor untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah


yang potensial secara tepat waktu

Membantu auditor untuk mengorganisasi dan mengelola perikatan


(penugasan audit) dengan baik, sehingga perikatan tersebut dapat
dilalaksanakan dengan efektif dan efisien

Memfasilitasi arah dan supervise atas anggota tim perikatan (tim audit)
dan penelaahan atas pekerjaan mereka

Membantu, jika relevan, dalam pengoorganasian hasil pekerjaan


yang dilakukan oleh auditor komponen dan pakar

Mendapatkan bukti yang tepat dan mencukupi

Menjaga biaya audit tetap wajar

Menghindarkan kesalahpahaman dengan klien

8-2. Identifikasilah delapan langkah utama dalam perencanaan audit!

Jawab :

Menerima atau tidak klien dan menentukan perencanaan audit awal

Memahani bisnis dan industry klien

Menilai resiko bisnis klien

Melaksanakan prosedur analisis pendahuluan

Menetapkan materialitas dan menilai resiko audit yang dapat diterima serta
resiko inheren.

Memahami pengendalian internal dan menilai resiko pengendalian

Mengumpuilkan resiko informasi untuk menilai resiko kecurangan

Mengebangkan perecanaan audit dan program audit secara keseluruhan

8-3. Apakah tanggungjawab dari auditor penerus dan auditor pendahulu ketika


sebuah perusahaan mengganti auditornya?

Jawab :
Tanggung jawab auditor penerus adalah membangun komunikasi dengan
auditor terdahulu untuk mendapatkan informasi mengenai perusahaan untuk
menentukan apakah auditor akan menerima penugasan tersebut atau tidak.
Tanggung jawab auditor terdahulu adalah memberikan informasi yang
dibutuhkan auditor penerus dengan izin perusahaan.

8-4.  Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan oleh auditor sebelum menerima


suatu penugasan? Jelaskan

Jawab:

1. Mengevaluasi integritas manajemen

Langkah pertama yang harus dipertimbangkan adalah tentang


integritas manajemen yang dimiliki klien. Seorang auditor harus
mengevaluasi integritas manajemen klien, apakah integritas dari manajemen
klien sudah bagus atau masih kurang. Hal ini tentu akan berpengaruh
terhadap besarnya penyimpangan yang mungkin akan terjadi. Bila
integritasnya bagus tentu tingkat penyimpangannya akan semakin kecil dan
hal ini akan memudahkan auditor dalam mengaudit.

2. Mengidentifikasi kondisi khusus dan risiko yang tidak biasa

Mengidentifikasi pemakai laporan keungan auditan

Menentukan prospek stabilitas dan keuangan klien

Mengevaluasi auditabilitas satuan usaha

3. Menilai kemampuan untuk memenuhi standar auditing

Langkah yang ketiga adalah menilai kemampuan auditor apakah akan mampu
untuk memenuhi standar auditing atau tidak. Ini sangat berkaitan erat dengan
penentuan kompetensi, pengevaluasian independensi yang dimiliki auditor,
serta penentuan kemampuan melaksanakan audit secara cermat dan seksama.

4. Menyiapkan surat penugasan audit

Langkah yang terakhir adalah menyiapkan surat penugasan audit.


Surat penugasan ini sangat penting karena dalam surat ini berisikan apa-apa
saja kesepakatan antara auditor dengan klien dalam melakukan audit.
Kesepakatan- kesepakatan itu, antara lain :

Penerimaan tugas atas penunjukan dari pihak klien

Tujuan dan lingkup audit

Luas dan tanggungjawab auditor dan manajemen


Kesepakatan mengenai reproduksi laporan keuangan auditan

Kesepakatan bentuk laporan auditan

Fakta bahwa audit memiliki risiko tidak terdeteksi

Kesanggupan auditor menyampaikan informasi

Stabilitas keuangan klien, apakah klien mampu membayar fee


auditor?

Prosfektus klien dalam industry, apakah bisnis klien mampu bertahan


dalam persaingan industry?

Hubungan klien dengan auditor terdahulu, apakah klien memiliki


konflik dengan auditor terdahulu?

8-5. Apakah tujuan dari surat penugasan? Hal-hal apakah yang harus tercakup
dalam surat ini?

Jawab :

Surat perikatan audit dibuat oleh auditor untuk kliennya yang berfungsi
untuk mendokumentasikan dan menegaskan penerimaan auditor atas
penunjukan oleh klien, tujuan dan lingkup audit, lingkup tanggung
jawab oleh auditor bagi kliennya, kesepakatan tentang laporan
keuangan auditan, serta bentuk laporan yang akan diterbitkan oleh
auditor. Tujuan dari surat penugasan adalah menginformasikan klien bawa
auditor tidak dapat menjamin bahwa semua tindakan kecurangan akan
ditemukan.

Hal-hal yang harus tercakup dalam surat penugasan yaitu : tujuan


penugasan, tanggung jawab auditor, batasan-batasan penugasan, juga dapat
mencakup perjanjian untuk memberikan jasa-jasa lain seperti SPT dan
konsultasi manajemen.

Isi pokok surat perikatan audit :

a) Tujuan dan ruang lingkup audit atas laporan keuangan

b) Tanggung jawab auditor.

c) Tanggung jawab manajemen.

d) Identifikasi kerangka laporan keuangan yang diterapkan dalam


penyusunan laporan keuangan.
e) Penjelasan ruang lingkup audit, termasuk referensi ke peraturan
perundang- undangan yang berlaku, standar audit, kode etik, dan
pernyataan dari badan professional yang harus dipatuhi oleh auditor.

f) Bentuk komunikasi lain yang akan digunakan oleh auditor


untuk menyampaikan hasil perikatan.

g) Fakta bahwa audit memiliki keterbatasan bahwa kekeliruan dan


kecurangan material tidak akan terdeteksi.

h) Pengaturan yang berkenaan dengan perencanaan dan pelaksanaan


audit, termasuk komposisi tim audit.

i) Ekspektasi bahwa manajemen akan memberikan representasi tertulis.

j) Persetujuan manajemen untuk menyediakan draft laporam


keuangan dan informasi lain yang menyertainya secara tepat waktu.

k) Persetujuan manajemen untuk memberikan informasi kepada auditor


tentang fakta-fakta yang diketahui oleh manajemen.

l) Basis penentuan fee dan pengaturan penagihannya.

m) Permintaan kepada manajemen untuk menyetujui ketentuan perikatan


yang dicantumkan dalam surat perikatan dan menandatangani surat
tersebut

Auditor dapat pula memasukkan hal berikut ini dalam surat perikatan
auditnya:

Pengaturan tentang keterlibatan auditor dan pakar lain dalam


beberapa aspek audit.

Pengaturan keterlibatan auditor internal dan staf entitas lainnya.

Pengaturan yang dibuat dengan auditor pendahulu, jika ada, untuk


audit tahun pertama.

Batasan kewajiban auditor bilamana kemungkinan seperti itu ada.

Suatu pengacuan terhadap persetujuan tambahan antara auditor


dengan entitas.

Kewajiban untuk menyediakan kertas kerja audit untuk pihak lain

8-6.  Siapa yang dianggap klien ketika mengaudit perusahaan publik?


Jawab :

Bila pada perusahaan non publik kliennya adalah manajemen. Maka, pada
perusahaan publik kliennya adalah komite audit.

8-7. Jasa apa yang harus disetujui terlebih dahulu oleh komite audit perusahaan
public?

Jawab :

Jasa audit dan jasa nonaudit, seperti ahli manajemen atau ahli tambang.

8-8. Jelaskan mengapa auditor membutuhkan pemahaman atas industry klien.


Sumber apa yang umumnya digunakan oleh auditor untuk mempelajari industri
klien?

Jawab :

Karena untuk menilai resiko salah saji yang material pada laporan keuangan
baik karena kekeliruan maupun kecurangan dan untuk merancang sifat,
penetapan waktu, serta luas prosedur audit selanjutnya. Pemahaman yang
mendalam tentang bisnis dan bidang usaha serta jalannya operasi
perusahaan klien merupaka hal yang sangat penting untuk melaksanakan
audit yang memadai. SA 315.11 menyatakan bahwa pemahaman
atas entitas dan lingkungannya meliputi :

Faktor industri, peraturan, dan faktor eksternal lain


termasuk kerangka pelaporan keuangan yang berlaku

Sifat entitas, termasuk (i) operasinya (ii) struktur kepemilikannya


dan tata kelolanya (iii) jenis investasi yg dilakukan dan
yang rencananya akan dilakukan oleh entitas, termasuk investasi
dlm entitas bertujuan khusus dan (iv) cara entitas tersebut
distrukturisasi dan bagaimana entitas tersebut dibiayai untuk
memungkinkan auditor memahami golongan transaksi, saldo akun,
dan pengungkapan yang diharapkan ada dalam laporan keuangan.

Pemilihan dan penerapan kebijakan akuntansi oleh entitas, termasuk


alasan perubahannya. Auditor harus mengevaluasi apakah kebijakan
akuntansi entitas adalah tepat utk bisnisnya dan konsisten dgn
kerangka pelaporan keuangan yang berlaku dan kebijakan akuntansi
yang digunakan dlm industri yg relevan.

Tujuan dan strategi entitas, dan risiko bisnis terkait yang dapat
menimbulkan risiko kesalahan penyajian material
Pengukuran dan penelaahan atas kinerja keuangan entitas

Sumber yang umum digunakan auditor yaitu : industri dan lingkungan


eksternal, operasi dan proses bisnis, manajemen dan tata kelola, tujuan dan
strategi, pegukurna dan kinerja.

8-9.  Apabila akuntan publik menerima penugasan dari klien baru yang bergerak
di bidang manufaktur, hal yang sudah biasa bagi akuntan publik untuk
mengunjungi fasilitas pabrik klien tersebut. Bahaslah cara-cara auditor dalam
melakukan observasi atas fasilitas pabrik yang akan membantunya dalam
merenanaan dan melaksanakan audit atas klien ini

Jawab :

Mengunjungi fasilitas dan tempat klien beroperasi sangat berguna untuk


mendapatkan fasilitas dan pemahaman yang lebih baik mengenai
pengoperasian bisnis klien, karena cara ini memberi kesempatan
kepada auditor untuk mengobservasi dan melihat secara langsung fasilitas
yang dimiliki klien dan sekaligus juga berkenalan dgn pejabat-pejabat kunci
di perusahaan. dengan melihat langsung fasilitas fisik, auditor dapat
menilai pengamanan fisik atas aset dan menginterpretasikan data
akuntansi yang berkaitan dengan aset seperti misalnya persediaan
dalam proses dan peralatan pabrik. dengan pengalaman melihat langsung
semacam itu, auditor menjadi lebih mampu utk menilai risiko
inheren, seperti misalnya peralatan yang mengganggur atau persediaan
berpotensi tak laku dijual. Pembicaraan dengan pegawai non akuntansi
selama kunjungan berlangsung dan selama audit berjalan akan membantu
auditor dalam upaya lebih memahami bisnis klien danmembantu dalam
menilai risiko inheren.

Dalam memperoleh pemahaman yang baik akan kegiatan bisnis klien


auditor perlu melakukan kunjungan ke pabrik agar dapat mengamati
kegiatan perusahaan secara langsung dan bertemu dengan karyawan kunci.
Dengan demikian auditor dapat menilai pengamanan fisik aktiva dan
menginterpretasikan data akuntansi yang berkaitan dengan aktiva, misalnya
persediaan barang dagang dalam proses dan peralatan pabrik.

8-10.  Auditor sering berusaha memperoleh pengetahuan tentang latar


belakang bidang usaha klien yang akan membantu dalam pekerjaan audit.
Bagaimana pengetahuan tentang hal tersebut akan membantu auditor dalam
membedakan antara persediaan yang telah using dengan yang masih merupakan
persediaan masa kini ?

Jawab :
Dengan melihat langsung fasilitas fisik, auditor dapat menilai pengamanan
fisik aset dan menginterpretasikan data akuntansi yang berkaitan dengan
asetseperti misalnya persediaan dalam proses dan peralatan pabrik. Maka
auditor dapat melihat langsung persediaan yang sudah usang maupun
perseduian yang baru.

8-11. Definisikan arti pihak terkait. Apakah tanggung jawab auditor atas pihak
yang terkait dan transaksi dengan pihak terkait?

Jawab :

Pihak terkait (Related Party) adalah perusahaan afiliasi, pemilik


utama perusahaan klien, atau pihak lain yang bersangkutan dengan pihak
klien di mana salah satu pihak dapat mempengaruhi manajemen atau
kebijakan operasi pihak lain.

Transaksi dengan pihak terkait (related Party Transaction) adalah


setiap transaksi antara klien dan pihak terkait. Contoh : transaksi penjualan
atau pembelian antara perusahaan induk dengan perusahaan anak.Transaksi
dengan pihak yg memiliki hubungan dengan pihak terkait dengan klien
bukanlah transaksi yg dilakukan dengan tawar menawar secara bebas. Oleh
karena itu, dsini terdapat risiko bahwa transaksi tidak dinilai dengan harga
yang sama dengan harga seandainya transaksi dilakukan dengan pihak
ketiga independen. Karena transaksi dengan pihak yang berelasi yang
material harus diungkapkan, maka semua pihak yang berelasi dengan
klien harus diidentifiksi dan dicantumkan dalam kertas kerja
permanen auditor sejak awal audit. Dengan dimasukkannya pihak-pihak
yang terkait dalam kertas kerja permanen, dan memastikan bahwa
semua anggota tim audit mengetahui dengan siapa saja klien mempunyai
hubungan berelasi, akan membantu auditor dalam mengidentifikasi
transaksi hubungan dengan pihak berelasi yang tidak diungkapkan ketika
mereka melaksanakan audit. Tanggung jawab auditor terhadap pihak terkait
adalah mengidentifiaksi transaksi dengan pihak terkait yang belum
terungkap saat melaksanakan audit.

8-12. Apakah jenis-jenis pinjaman kepada eksekutif yang diperkenankan oleh


Sarbanes-Oxley Act ?

Jawab :

Sarbanes Oxley Acr melarang transaksi dengan pihak terkait yang


melibatkan pinjaman pribadi bagi semua direktur atau pejabat eksekutif
perusahaan public. Tapi, bank dan lembaga keuangan lainnya dengan
menggunakan suku bunga pasar.

Dalam SarbanesOxley Act diatur tentang akuntansi, pengungkapan dan
pembaharuan governance; yang mensyaratkan adanya pengungkapan yang
lebih banyak mengenai informasi keuangan, keterangan tentang hasil-hasil
yang dicapai manajemen, kode etik bagi pejabat di bidang keuangan,
pembatasan kompensasi eksekutif, dan pembentukan komite audit yang
independen. Selain itu diatur pula mengenai hal-hal sebagai berikut:

• Mendirikan the Public Company Accounting Oversight Board, sebuah


dewan yang independen dan bekerja full-time bagi pelaku pasar modal

• Menetapkan beberapa tanggung jawab baru kepada dewan komisaris,


komite audit dan pihak manajemen

• Penambahan tanggung jawab dan anggaran SEC secara signifikan

• Mendefinisikan jasa non-audit yang tidak boleh diberikan oleh KAP


kepada klien

• Memperbesar hukuman bagi terjadinya corporate fraud

• Mensyaratkan adanya aturan mengenai cara menghadapi conflicts of


interest

• Menetapkan beberapa persyaratan pelaporan yang baru.

8-13. Dalam beberapa tahun terakhir ini ekonomi global telah mengalami tingkat
resesi yang beum pernah terjadi sebelumnya sejak Depresi Besar dan
ketidakstabilan Euro terus menyebabkan volatilitas dipasar saham serta obligasi.
Mengapa penting bagi anda perkembangan perekonomian saat ini
penting untuk dipertimbangkkan dalam perencanaan suatu audit ?

Jawab :

Perkembangan perekonomian menjadi faktor penting dalam perencanaan


audit, karena perkembangan ekonomi khususnya perkembangan
perekonomian di dunia akan meningkatkan risiko bisnis perusahaan klien
secara signifikan. Maka auditor perlu memahami dampak perkembangan
perekonomian terhadap laporan keuangan klien dan kemampuan klien untuk
melanjutkan usahanya. Selain itu sifat bisnis dan bidang usaha klien juga
akan mempengaruhi risiko bisnis dan risiko terjadinya kesalahan penyajian
material dalam laporan keuangan klien. Perencanaan audit harus disusun
dengan mempertimbangkan resiko yang dihadapi organisasi yang akan
diauditnya. Dalam hal ini, auditor internal harus memanfaatkan output dari
hasil penilaian resiko dalam perancangan program audit. Oleh karena itu,
auditor perlu memahami proses berikut alat yang digunakan dalam penilaian
resiko tersebut.

8-14. Dalam audit atas Radline Maufaturing Company , partner audit telah


meminta anda untuk membaca dengan seksama kontrak hipotik baru dengan first
national Bank dan meminta anda untuk mengikhtisarkan semua informasi yang
berkaitan dengan hal itu. Buatlah daftar informasi yang terdapat dalam perjanjian
hipotik yang kemungkinan besar relevan dengan auditor.

Jawab :

Langkah audit yang ditempuh atau persyaratan pelaporan yang perlu diakui
dalam kaitankejadian berikut:

a) Persyaratan Pelaporan yang Perlu Diakui

Hal ini diinginkan untuk mempersiapkan jadwal pemeriksaan untuk file


permanen untuk hipotek sehingga informasi yang tepat mengenai hipotek
akan mudah tersedia untuk audit tahun depan. Informasi ini harus mencakup
semua ketentuan hipotek serta harga pembelian, tanggal pembelian, dan
daftar item sebagai jaminan. Ini juga berisi jadwal amortisasi pokok dan
bunga (terutama jika auditor memiliki akses ke program komputer untuk
persiapan seperti jadwal).

b ) Langkah Audit yang Ditempuh

Audit hutang hipotek, beban bunga, dan hutang bunga semua harus
dilakukan bersama-sama karena account ini terkait dan hasil pengujian
setiap akun memiliki hubungan pada rekening lain. Kemungkinan salah saji
dalam catatan klien ditentukan lebih cepat dan lebih efektif dengan
melakukan pengujian audit akun tersebut secara bersama-sama dengan
melakukan pengujian audit akun tersebut secara bersama-sama

c) Langkah Audit yang Ditempuh

Prosedur audit yang biasanya harus dilakukan untuk memverifikasi masalah


hipotek,keseimbangan dalam hipotek dan hutang bunga, dan saldo dalam
rekening beban bunga adalah:

1)Tentukan apakah hipotek itu diotorisasi.


2)Memperoleh kesepakatan hipotek dan jadwal ketentuan terkait dalam
file permanen,termasuk jumlah wajah, pembayaran, suku bunga,
pembatasan, dan jaminan.

3)Mengkonfirmasi jumlah hipotek, perjanjian, dan jaminan dengan


lembaga pinjaman.

4)Menghitung ulang hutang bunga pada tanggal neraca dan


merekonsiliasi bebanbunga untuk menilai beban pokok dan pembayaran
yang dilakukan.

5)Menghitung ulang beban bunga untuk uji kewajaran.

d) Persyaratan Pelaporan yang Perlu Diakui.

Standar akuntansi memerlukan pengungkapan terkait dengan utang jangka


panjang. Persyaratan dalam perjanjian utang untuk diungkapkan, termasuk
suku bunga, tanggal jatuh tempo, informasi pembayaran lima tahun, aset
yang dijaminkan, juga item-item lainnya. Pembatasan yang signifikan pada
kegiatan perusahaan, seperti memelihara uang tunaiatau lainnya kompensasi
saldo atau membatasi jumlah dividen yang dapat dibayarkan,harus
diungkapkan. Dengan demikian, auditor memperoleh salinan dari perjanjian
utang jangka panjang untuk menentukan bahwa pengungkapan klien yang
lengkap dan akurat

8-15. Identifikasikan dua jenis informasi dalam notulen rapat dewan direksi klien
yang kemungkinan relevan bagi auditor. Jelaskan mengapa penting bagi auditor
untuk membaca notulen rapat ini pada awal penugasan.

Jawab :

Informasi yang relevan dengan audit meliputi pembicaraan tuntutan


hukum, penundaan penerbitan saham , atau merger potensial . Auditor harus
membaca notulen untuk mendapatkan otorisasi informasi dan informasi
lainya yang relevan untuk pelaksaanan audit.

Dua jenis informasi dalam notulen yaitu (1) Persetujuan atau otoritasi
penting dan ringkasan berbagai topik yang dibahas dalam rapat dan ikhtisar
kunci atau informasi lainnya yang relevan dengan pelaksanaan audit. (2)
Keputusan yang diambil oleh dewan komisaris dan pemegang saham
Mengapa itu penting? karena untuk memastikan bahwa manajemen telah
melaksanakan tindakan yang diminta oleh pemegang saham dan dewan
direksi dan membaca notulen tersebut sebelum pengauditan dimulai karena
untuk mendapatkan otorisasi-otorisasi dan informasi yang relevan.
8-16.  Identifikasi 3 katagori tujuan klien. Tunjukan bagaimana setiap tujuan itu
dapat mempengaruhi penilaian auditor ketika mengevaluasi resiko bisnis klien.

Jawab:

3 tujuan klien yaitu : reabilitas laporan keuangan, efektifitas dan efisiensi


operasi dan ketaatan pada hukum dan peraturan. Auditor membutuhkan
pengetahuan tentang operasi untuk menilai resiko bisnis dan risiko inheren
klien dalam laporan keuangan. Berkaitan dengan keaatan hukum auditor
harus memahami kontrak dan kewajiban hukum lainnya, contoh : utang
obligasi, opsi saham, program pensiun dll.

8-17.  Apa tujuan sistem pengukuran kinerja klien? Berikan contoh dari indikator
kinerja kunci untuk bisnis berikut : (1) mata rantai took-toko pakaian, (2) portal
internet, (3) jaringan hotel.

Jawab :

Sistem pengukuran kinerja klien digunakan manajemen dalam mengukur


kemajuan dalam mencapai tujuan perusahaan. Resiko bawaan dalam salah
saji laporan keungan dapat meningkat apabila klien menetapkan seperangkat
tujuan tidak masuk akal atau sistem pengukuran kinerja memici pembukuan
agresif.  Sebagai pemahaman terhadap bisnis klien auditor menjalankan
analisis rasio atau penelaah atas perhitungan rasio kinerja penting klien.
Sistem pengukuran kinerja klien meliputi indikator-indikator kinerja
kunciyang digunakan manajemen untuk mengukur progress dalam upaya
pencapaiantujuan. Indikator kinerja kunci tersebut meliputi pangsa pasar,
penjualan pertenaga pemasaran, perkembangan harga jual per unit,
kunjungan ke Website,penjualan per negara, dan penjualan per meter
persegi untuk sebuah toko pengecer

Contoh (1) : Pangsa pasar,


Contoh (2) : Pengunjung ke sebuah website yang unik,
Contoh (3) : Banyaknya wisatawan domestic dan international.

8-18.  Definisikan risiko bisnis klien dan uraikan beberapa sumber risiko bisnis
klien. apakah perhatian utama auditor ketika mengevaluasi risiko bisnis klien?

Jawab :

Risiko bisnis yaitu kemungkinan bahwa klien akan gagal dalam mencapai
tujuannya. Risiko bisnis klien yaitu risiko kegagalan klien dalam mencapai
tujuanya beberapa sumber risiko bisnis klien yaitu penurunan ekonomi ,
teknologi baru yang mengganggu keuntungan kompetitif klien. Perhatian
utama auditor dalam evaluasi risiko yaitu tertuju pada risiko salah saji
material dalam laporan keuangan. Auditor menggunakan pemahamannya
tentang bisnis dan bidang usaha pelayanan untuk menilai risiko bisnis klien
yaitu risiko kegagalan klien dalam mencapai tujuannya. Risiko bisnis klien
bisa timbul dari berbagai faktor yang berpengaruh terhadap klien dan
lingkungannya. Proses penilaian risiko entitas membentuk suatu basis bagi
manajemen untuk menentukan bagaimana risiko dikelola. Jika proses
tersebut sudah tepat sesuai dengan kondisinya termasuk sifat ukuran dan
kompleksitas entitas maka hal ini membantu auditor dalam mengidentifikasi
risiko kesalahan penyajian material. ketepatan atas kesesuaian proses
penilaian risiko entitas dengan kondisinya ditentukan oleh permintaan
auditor

8-19.  Jelaskan pengendalian manajemen puncak dan kaitannya dengan risiko


bisnis klien. berikan contoh pengendalian manajemen dan tata kelola yang efektif!

Jawab:

Penetapan dan pemeliharaan suatu sistem pengendalian intern yang efektif


merupakan tanggung jawab manajemen. Manajemen puncak wajib
menciptakan iklim yang kondusif pada setiap bagian perusahaan dengan
menunjukkan kesadaran yang tinggi tentang perlunya pengendalian
intern. Ia harus yakin bahwa setiap komponen pengendalian intern telah
ditempatkan dan dilaksanakan dengan benar dan konsisten. Manajemen
adalah sumber utama untuk mengidentifikasi risiko bisnis klien , dalam
perusahan publik , manajemen berkewajiaban untuk menilai secara cermat
risiko klien yang relevan dan mempengaruhi laporan keuangan. Oleh karena
itu, manajemen puncak dari suatu perusahaan harus mengetahui apakah
perusahaannya telah mencapai efektivitas, efisiensi, dan ekonomisasi dalam
rangka mencapai tujuan perusahaan. Untuk memenuhi kebutuhan
manajemen puncak tersebut maka diperlukan suatu instrumen yang disebut
audit manajemen. Sebagai contoh, pengendalian seperti penerapan kode etik
dapat diandalkan untuk memitigasi risiko kepatuhan, risiko kecurangan, dan
sebagainya. Efek agregasi seperti ini perlu dipertimbangkan ketika
mengembangkan ruang lingkup audit terhadap proses tata kelola.

8-20.  Apakah tujuan dari prosedur analitis pendahuluan? Jenis perbandingan apa
yang berguna saat melalukan prosedur analitis pendahuluan?

Jawab:

Tujuan pelaksanaan prosedur analitis pendahuluan:

Memahami bidang usaha klien


Penetapan kemampuan entitas untuk mempertahankan kelangsungan
hidupnya

Indikasi adanya kemungkikan salah saji dalam laporan keuangan

Mengurangi pengujian audit yang terinciTahap-tahap dalam prosedur


analisis

Mengidentifikasi perhitungan/perbandingan yang harus dibuat

Mengembangkan harapan

Melaksanakan perhitungan/perbandingan

Menganalisis data dan mengidentifikasi perbedaan signifikan

Menyelidiki perbedaan signifikan yang tidak terduga dan mengevaluasi


perbedaan tersebut.

Menentukan dampak hasil prosedur analitik terhadap perencanaan audit.

Auditor melaksanakan prosedur analitis pendahuluan untuk memahami


dengan lebih baik bisnis klien dan untuk menilai risiko bisnis klien. Salah
satu prosedur tersebut membandingkan rasio yang dibandingkan dengan
tahun sbeelumnya, atau dengan rata- rata industry sehingga membantu
auditor mengidentifikasi area yang mengalami kenaikan risiko salah saji
yang membutuhkan perhatian lebih lanjut selama audit. Tujuannya untuk
memahami bisnis dan bidang usaha klien tahap perencanaan tujuan utama
dengan lebih baik bisnis klien dan untuk menilai risiko bisnis klien.

Dalam prosedur analitis , auditor membandingkan data klien dengan : data


industri ,data serupa periode tertentu , hasil ekspetasi yang di tentukan
klien , hasil ekspetasi yang di tentukan auditor ,hasil ekspetasi dgn
menggunakan data non – keuangan . Membandingkan rasio perusahaan dan
industry, membandingkan rasio tahun lalu dengan sekarang,
membandingkan realisasi dan anggaran, membandingkan angkanya dengan
harapan auditor, membandingkannya dengan data non keuangan.

8-21.  Kapan sajakah prosedur analitis diperlukan dalam proses pengauditan?


Apakah tujuan utama prosedur analitis yang dilakukan dalam tahap penyelesaian
audit?

Jawab :

Prosedur analitis dapat dilakukan dalam tiga kesempatan selama


penugasan audit berlangsung yakni saat perencanaan, pengujian dan
penyelesaian audit. prosedur analitis dilakukan dalam 3 (tiga) tahap yang
berbeda dalam audit yaitu: (1) tahap perencanaan untuk membantu auditor
memahami usaha auditan dan menentukan bukti lain yang diperlukan untuk
memenuhi risiko audit yang dapat diterima; (2) selama pelaksanaan audit
secara khusus selama pengujian substantif; (3) pada akhir audit sebagai
pengujian kelayakan yang terakhir. Prosedur analitis yang dilakukan selama
pengujian substantif lebih terfokus dan lebih luas daripada yang dilakukan
di tahap lainnya. Prosedur analitis yang menggunakan saldo bulanan akan
lebih efektif dalam melacak salah saji daripada prosedur analitis yang
menggunakan saldo tahunan, dan perbandingan antara perusahaan yang
sama jenis usahanya akan lebih efektif daripada perbandingan dengan
seluruh perusahaan (companywide). Ketika auditor berencana untuk
menggunakan prosedur analitis sebagai bagian dari pengujian substantif
untuk mendapatkan keyakinan, adalah hal yang penting bahwa data yang
digunakan dalam perhitungan adalah data yang cukup dan dapat diandalkan.
Auditor harus merancang dan melaksanakan prosedur analitis mendekati
akhir audit yang membantu auditor ketika membentuk kesimpulan
keseluruhan tentang apakah laporan keuangan telah di sajiakan konsisten
dengan pemahaman auditor atas entitas

Prosedur analitis pada tahap perencanaan bertujuan:

a)   Memahami kegiatan entitas yang diaudit

Umumnya auditor mempertimbangkan pengetahuan dan pengalaman


tentang auditan yang diperoleh di tahun sebelumnya sebagai titik tolak
perencanaan audit tahun berjalan. Dengan melakukan prosedur analitis,
perubahan yang terjadi dapat diamati dari perbandingan informasi tahun
berjalan (yang belum diaudit) dengan informasi tahun sebelumnya yang
telah diaudit. Perubahan tersebut dapat mencerminkan kecenderungan yang
penting atau kejadian spesifik. Contohnya menurunnya persentase marjin
kotor selama beberapa waktu dapat mengindikasikan inefisiensi kinerja
perusahaan.

b)   Menunjukkan kemungkinan salah saji

Perbedaan yang tidak diharapkan (fluktuasi yang tidak biasa) antara data
keuangan tahun berjalan yang belum diaudit dengan data keuangan yang
dijadikan pembanding dapat mengindikasikan adanya salah saji atau
ketidakberesan akuntansi. Fluktuasi yang tidak biasa terjadi jika
diperkirakan tidak ada perbedaan tetapi kenyataannya terjadi perbedaan,
atau bila diperkirakan terjadi perbedaan, yang ternyata tidak terjadi. Aspek
prosedur analitis ini sering disebut “arahan perhatian” karena prosedur ini
menghasilkan prosedur yang lebih rinci dalam bidang audit khusus di mana
terdapat kemungkinan ditemukannya salah saji.

c)    Mengurangi pengujian terinci

Jika prosedur analitis tidak mengungkapkan fluktuasi yang tidak biasa,


maka implikasinya adalah adanya kemungkinan salah saji material telah
diminimalisasikan. Dengan kata lain, pos tersebut tidak memerlukan
pengujian rinci, prosedur audit tertentu dapat dihilangkan, sampel dapat
dikurangi, atau pelaksanaan prosedur audit pada pos tersebut dapat
dilaksanakan sesudah tanggal neraca. Prosedur analitis lebih sering
digunakan pada audit keuangan karena data keuangan yang menjadi analisis
dalam audit keuangan memiliki hubungan dan kecenderungan antar
berbagai data dari berbagai akun-akun pencatatan. Walaupun demikian,
prosedur analitis juga dapat digunakan pada audit-audit lain terutama bila
data yang digunakan adalah data-data kuantitatif. Kecenderungan (trend)
tingkat kematian bayi, misalnya, dapat digunakan dalam prosedur analitis
pemeriksaan kinerja efektivitas Program Imunisasi Nasional.

Auditor umumnya melakukan beberapa langkah berikut untuk mencapai


tujuan-tujuan prosedur analitis awal, yaitu:

a)  Membandingkan angka-angka pada tahun berjalan dengan angka-angka


pada tahun lalu, baik data keuangan maupun data kuantitatif nonkeuangan.

b) Mengidentifikasi fluktuasi-fluktuasi atau kecenderungan-kecenderungan


yang tidak biasa.

c) Mengevaluasi kemungkinan faktor-faktor penyebab terjadinya fluktuasi-


fluktuasi.

Prosedur analitis merupakan prosedur yang paling murah. Perhatian


harus diberikan pada bagaimana prosedur analitis dapat membantu
pencapaian risiko deteksi yang dapat diterima sebelum memilih pengujian
terinci. Pada saat hasil prosedur analitis sesuai dengan yang diharapkan dan
tingkat risiko deteksi yang dapat diterima tinggi, maka tidak perlu dilakukan
pengujian terinci.

Prosedur analitis menggunakan perbandingan dan hubungan-hubungan


(korelasi) untuk memperkirakan apakah saldo akun atau data yang lain telah
disajikan dengan layak. Contoh dari prosedur analitis adalah
membandingkan persentase gross margin pada tahun ini dengan tahun yang
lalu. Prosedur analitis digunakan secara luas dalam praktik dan kegunaanya
meningkat sejak adanya komputer yang membantu melakukan
penghitungan-penghitungan ini.

Dalam audit atas laporan keuangan, Prosedur analitis menjadi bukti audit
yang sangat penting karena dilakukan pada 3 (tiga) tahapan audit yaitu pada
waktu perencanaan, pengujian substantif dan pada waktu penyelesaian audit.
Menurut Arens dan Loebbecke, tujuan dari prosedur analitis dalam audit
atas laporan keuangan adalah:

a)    Memahami sifat industri dan usaha auditan.

Auditor harus mendapatkan pengetahuan mengenai sifat industri dan usaha


auditan sebagai bagian dari perencanaan audit. Dengan melaksanakan
prosedur analitis di mana informasi laporan keuangan yang belum diaudit
dibandingkan dengan informasi laporan keuangan tahun lalu yang telah
diaudit, perubahan yang terjadi dapat teridentifikasi. Perubahan-perubahan
ini dapat mewakili kecenderungan-kecenderungan yang penting atau
kejadian-kejadian tertentu dimana semuanya akan mempengaruhi
perencanaan audit. Sebagai contoh penambahan saldo dari aktiva tetap
mungkin mengindikasikan perolehan signifikan yang harus diperiksa.

b)   Memperkirakan kemampuan auditan untuk melanjutkan usahanya


(going concern)

Prosedur analitis berguna sebagai indikasi jikalau auditan sedang


mengalami masalah keuangan. Beberapa prosedur analitis akan sangat
membantu auditor dalam memperkirakan kemungkinan kegagalan
keuangan. Sebagai contoh jika terjadi kombinasi antara perbandingan di atas
normal dari hutang jangka panjang dengan kekayaan bersih dan
perbandingan di bawah rata-rata dari penghasilan dengan total aktiva, maka
risiko kegagalan keuangan yang tinggi mungkin terindikasi. Hal ini bukan
hanya mempengaruhi perencanaan audit, tetapi mempengaruhi modifikasi
laporan audit jika prosedur analitis ini dilakukan pada tahap penyelesaian.
c)    Mengindikasikan terjadinya kemungkinan salah saji dalam laporan
keuangan.

Perbedaan yang signifikan antara data keuangan yang belum diaudit dengan
data lain yang digunakan sebagai pembanding, sering disebut fluktuasi yang
tidak biasa (unusual fluctuations). Fluktuasi yang tidak biasa terjadi ketika
perbedaan signifikan yang seharusnya tidak muncul tetapi ada dalam
laporan keuangan, atau perbedaan yang seharusnya muncul tetapi tidak ada.
Pada dua kasus ini, satu alasan yang mungkin untuk fluktuasi yang tidak
biasa ini adalah kesalahan pencatatan akuntansi. Karena itu apabila fluktuasi
yang tidak biasa ini terjadi dalam jumlah besar, auditor harus menemukan
alasan sehingga mendapatkan keyakinan bahwa penyebabnya adalah
kejadian ekonomi yang valid dan bukan karena adanya salah saji.

d)   Mengurangi pengujian terinci.

Ketika prosedur analitis tidak mengungkapkan adanya fluktuasi yang tidak


biasa, maka kemungkinan adanya salah saji yang material telah berkurang.
Dalam kasus ini, prosedur analitis adalah bagian dari bukti substantif yang
mendukung penyajian secara layak atas akun-akun yang berkaitan, dan
memungkinkan untuk melaksanakan pengujian terinci yang lebih sedikit
atas akun-akun tersebut. Dengan kata lain beberapa prosedur audit tertentu
dapat dihapuskan, jumlah sampel dapat dikurangi, atau waktu pelaksanaan
prosedur audit ini dapat dipindahkan lebih jauh dari tanggal neraca.

8-22.  Akuntan publik, Gale Gordon , telah mendapatkan bahwa rasio dari analisis
tren relative tidak berguna sebagai alat dalam melaksanakan audit. Untuk
beberapa penugasan, ia menghitung rasio industri yang tercantum dalam publikasi
dank lien secara otomatis akan menjelaskan bahwa perbedaan itu berasal dari sifat
unik operasinya. Dalam Kasus dimana kien memiliki lebih dari satu cabang dalam
industry yang berbeda . Gordo menemukan analisis rasio sama sekali tidak
membantu . Bagaimana Gordon dapat meningatkan mutu prosedur analitisnya?

Jawab:

Teknologi informasi mempengaruhi proses internal klien yang


meningkatkan mutu dan ketepatan waktu informasi akuntansi. Makin
pentingnya modal manusia dan aktiva tidak berwujud lainnya telah
meningkatkan mutu kerumitan akuntansi serta pentingnya penilaian dan
estimasi manjemen. Auditor membutuhkan pemahaman yang baik atas
bisnis dan industri klien untuk memberikan jasa bernilai tambah kepada
klien
8-23.  Pada penyelesaian setiap audit, Roger Morris CPA , menghitung sejumlah
besar rasio dan tren sebagai perbandingan dengan rata rata industri dan
perhitungan tahun sebelumnya. Ia yakin perhitungan itu bernilai karena biayanya
yang relatif kecil dan karena memberikan tinjauan yang sangat baik atas operasi
klien. Jika rasionya berlebihan , Morris membahasan alasannya dengan klien dan
seringkali memberikan saran tentang bagaimana mengembalikan rasio itu kembali
ke alurnya dimasa mendatang . Dalam beberapa kasus , diskusi dengan
manajemen ini telah menjadi dasar bagi manajemen untuk mengkonsultasikan
penugasan. Bahaslah kekuatan dan kekurangan utama penggunaan rasio dan
analisi tren oleh Morris

Jawab:

Manfaat yang paling penting atas perbandingan industri adalah untuk


membantu memahami bisnis klien dan sebagai indikasi dan adanya
kemungkinan kegagalan keuangan. Kelemahan utama dalam menggunakan
rasio industri dalam pengauditan adalah perbedaan antara sifat informasi
keuangan klien dengan sifat informasi keuangan perusahaan-perusahaan
yang membentuk angka industri secara total. Salah satu pendekatan untuk
menyelesaikan keterbatasan dalam rata-rata industri adalah dengan
membandingkan klien dengan satu atau lebih perusahaan lain yang
dijadikan tolok ukur dalam industri klien.

Membandingkan Data Klien dengan Data yang Sama pada Tahun


Sebelumnya. Beragam variasi prosedur analitis memungkinkan auditor
melakukan perbandingan terhadap data klien dengan data yang sama pada
satu periode atau lebih sebelumnya. Membandingkan Saldo Tahun Berjalan
dengan Tahun Sebelumnya. Salah satu cara yang termudah untuk
melakukan pengujian ini adalah dengan memasukkan hasil neraca saldo
disesuaikan pada tahun sebelumnya ke dalam kolom terpisah di kertas kerja
neraca saldo tahun berjalan

8-24. Sebutkan empat kategori rasio keuangan dan berikan sebuah


contoh dari masing-masing kategori tersebut. Informasi utama apakah yang
diberikan oleh masing-masing kategori rasio keuangan tersebut?

Jawab:

1. Rasio Profitabilitas (Profitability Ratio): Ratio profitabilitas digunakan


untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan
untuk perusahaan. Rasio profitabilitas dianggap memiliki peranan yang
krusial bagi kelangsungan perusahaan karena “urat nadi” suatu perusahaan
akan bergantung dari sejauh mana perusahaan bisa mendapatkan
keuntungan. Berikut ini beberapa ukuran ratio profitabilitas yang digunakan,
diantaranya adalah :

a. Margin Laba Kotor (Gross Profit Margin): Membandingkan Laba Kotor


dengan Penjualan. Semakin besar persentase atau rasionya, artinya semakin
baik kondisi keuangan perusahaan.

b. Margin Laba Operasi (Operating Profit Margin): Ukuran dari Laba yang


telah dikurangi dengan semua biaya dan pengeluaran kecuali bunga dan
pajak, dibagi dengan Pendapatan. Hasil dari perhitungan
tersebut merupakan gambaran laba bersih sebelum bunga dan pajak yang
didapat dari setiap rupiah penjualan atau pendapatan.

c. Margin Laba Bersih (Net Profit Margin): Digunakan untuk mengukur


persentase atau rasio laba bersih setelah dikurangi bunga dan pajak yang
dihasilkan dari setiap rupiah penjualan atau pendapatan. Semakin tinggi
rasionya berarti semakin baik perusahaan dalam menghasilkan laba.

d.Return On Assets (ROA): Digunakan untuk mengukur kemampuan


perusahaan dalam menghasilkan laba dengan semua aktiva atau asset yang
dimilikinya. Laba yang dihitung adalah laba sebelum bunga dan pajak atau
EBIT (Earning Before Interest and Tax).

e. Return On Investment (ROI): Digunakan untuk mengukur kemampuan


perusahaan dalam menghasilkan laba terhadap investasi yang telah
dikeluarkan. Laba yang digunakan adalah laba yang telah dikurangi pajak
atau EAT ( Earning After Tax )
2. Ratio Likuiditas (Liquidity Ratio): Ratio likuiditas digunakan untuk
mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar atau melunasi utang
atau kewajiban dalam skala jangka pendek yang harus segera dipenuhi.
Berikut ini beberapa analisa dalam mengukur ratio likuiditas yang dapat
digunakan, yaitu :

a. Rasio Lancar : Digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan


dalam menutup atau membayar kewajiban lancar dengan menggunakan
aktiva lancarnya. Sebagai ilustrasi, apabila perbandingannya adalah 1:1
dimana artinya Current Ration-nya adalah 100%, berarti aktiva lancarnya
memiliki jumlah yang sama banyak untuk melunasi semua kewajiban
lancarnya. Semakin lebih besar dari 100% artinya semakin baik.

b. Rasio Cepat (Quick Ratio): Digunakan untuk mengukur kemampuan


perusahaan dalam menutup atau membayar kewajiban lancar dengan
menggunakan aktiva lancar tanpa memasukan nilai persediaannya.

c. Rasio Kas (Cash Ratio): Digunakan untuk membandingkan antara kas dan
aktiva lancar setara kas dengan kewajiban lancar. Yang dimaksud dengan
aktiva lancar setara kas adalah aktiva yang dapat dengan mudah dan segera
diuangkan.

3. Ratio Solvabilitas (Solvency Ratio): Ratio solvabilitas digunakan untuk


mengukur kemampuan perusahaan dalam melunasi semua kewajibannya,
baik kewajiban jangka panjang maupun jangka pendek, utamanya apabila
disaat perusahaan yang bersangkutan harus dilikuidasi. Berikut ini beberapa
analisa dalam mengukur ratio solvabilitas yang dapat digunakan, yaitu :

a. Rasio Hutang Terhadap Aktiva (Total Debt to Asset Ratio)


Digunakan untuk mengukur persentase besarnya dana yang berasal dari
hutang, baik hutang jangka pendek maupun jangka panjang. Semakin
rendah rasio ini artinya semakin baik bagi keuangan perusahaan, sebab
keamanan dananya semakin baik.

b. Rasio Hutang Terhadap Ekuitas (Total Debt to Equity Ratio)


Digunakan untuk mengukur hutang yang dimiliki dengan modal sendiri.
Semakin kecil ratio ini maka akan semakin baik untuk perusahaan.
Sebaiknya besarnya hutang tidak melebihi modal perusahaan itu sendiri.

4. Ratio Aktivitas (Activity Ratio): Rasio aktivitas digunakan untuk


mengukur keefektifan atau efisiensi perusahaan dalam menggunakan aktiva
– aktiva yang dimilikinya. Berikut ini beberapa analisa dalam
mengukur ratio aktivitas yang dapat digunakan, yaitu :

a. Rasio Perputaran Piutang: Rasio ini digunakan untuk mengukur


efektivitas pengelolaan piutang. Semakin tinggi perputarannya maka
semakin baik pula bagi perusahaan.

b. Rasio Perputaran Persediaan: Rasio ini digunakan untuk menggambarkan


likuiditas perusahaan. Semakin tinggi rasio perputaran persediaan maka
semakin baik pula pengelolaan persediaannya.
c. Rasio Perputaran Aktiva Tetap: Rasio ini digunakan untuk melihat sejauh
mana perusahaan dapat menghasilkan penjualan dengan aktiva tetap yang
dimiliki. Semakin besar rasio maka semakin baik bagi perusahaan.

d.Rasio Perputaran Total Aktiva: Hampir sama dengan rasio perputaran


aktiva tetap, hanya saja yang bedakan adalah pada perhitungan kali ini, yang
dihitung adalah total aktiva yang dimiliki perusahaan.

Anda mungkin juga menyukai