Anda di halaman 1dari 5

Pengertian.

Pencegahan infeksi merupakan penatalaksanaan awal yang harus dilakukan pada bayi

baru lahir karena bayi baru lahir sangat rentan terhadap infeksi. Pada saat penanganan bayi

baru lahir, pastikan penolong untuk melakukan tindakan pencegahan infeksi.

Upaya pencegahan infeksi pada neonatus bayi

1. Mencuci tangan sebelum memegang bayi


Bakteri dapat menyerang sistem pertahanan cerna
Mencuci tangan merupakan cara menjaga kesehatan serta kebersihan tangan yang
paling sederhana dan mudah. 
Jika Mama mencuci tangan saat memegang bayi, ini akan membuat sang bayi
terhindar dari berbagai penyakit yang disebabkan oleh kuman, bakteri, dan virus.
Sedangkan kalau tidak membersihkan tangan sebelum menyentuh bayi,
kemungkinan bakteri yang menempel di tangan bisa menyerang sistem
pencernaan mereka.
Bakteri tersebut akan menyebabkan bayi mengalami keram perut, diare, dan demam
tinggi 5-7 hari setelah terinfeksi.
Bayi dapat terjangkit virus cytomegalovirus
Selain bakteri, sejumlah virus juga dapat dibawa oleh tangan yang tidak bersih.
Salah satunya adalah cytomegalovirus atau CMV.
Cytomegalovirus merupakan bentuk virus yang menyerupai virus herpes.
Pemeriksaan darah merupakan solusi yang tepat untuk mengetahui tubuh bayi
terinfeksi Cytomegalovirus atau tidak.
Sedangkan cara agar virus tersebut tidak tersebar, sebaiknya Mama harus lebih
sering mencuci tangan. Apalagi ketika hendak memegang bayi baru lahir.
Pasalnya jika bayi terkena CMV, virus ini akan hidup selamanya di tubuh si
Kecil. Namun gejalanya tak langsung muncul. Bayi yang terjangkit virus CMV bisa
mengalami gejala saat ia dewasa nanti.
Bayi terjangkit virus penyebab gangguan pernapasan
Tak cuma Mama, Papa dan anggota keluarga lainnya juga harus cuci tangan dulu
sebelum menyentuh bayi yang baru lahir.
Pasalnya, banyak kasus medis pada anak yang terjangkit Respiratory Syncytial
Virus (RSV) setelah digendong dengan tangan kotor.
Di mana jenis virus ini akan mengganggu pernapasan yang memasuki tubuh melalui
mata, hidung atau mulut sang bayi.
Ya, RSV adalah virus yang biasanya menyerang sistem pernapasan bayi di bawah
dua tahun. Jika dibiarkan, virus RSV dapat menyebabkan bronkiolitis hingga kondisi
yang lebih parah. Bahkan pada beberapa bayi yang terinfeksi virus RSV
memerlukan rawat inap.
Mengalami infeksi mata akibat sentuhan
Menjaga kebersihan bayi batu lahir bisa dilakukan dengan cara memandikan atau
menyeka tubuhnya dua kali sehari.
Namun tak hanya sang bayi, Mama pun juga diwajibkan menjaga kebersihan diri
saat memegang mereka. Sebab bayi baru lahir dapat mengalami masalah mata
akibat sentuhan dari tangan yang kotor.
Beberapa masalah mata karena disebabkan oleh virus atau bakteri. Di mana virus
dapat memiliki gejala seperti mata menjadi berwarna merah dan terlihat bengkak.
Selain itu matanya pun jadi sering mengeluarkan cairan hingga menimbulkan rasa
perih yang buat anak jadi menangis.
Sejumlah sistem tubuh bayi tidak bekerja dengan baik
Merawat bayi baru lahir bukanlah hal yang mudah, apalagi jika baru pertama kali
menjadi seorang mama.
Jika malas cuci tangan, bisa-bisa sejumlah sistem tubuhnya tidak bekerja dan
berkembang dengan baik. Hal inilah yang kemudian menyebabkan bayi berakhir di
dalam kematian.
Oleh sebab itu, mengapa tenaga medis yang menolong persalinan selalu mencuci
tangan sebelumnya. Tujuannya untuk menghindari risiko kematian bayi.
2. Menjaga tali pusat selalu dalam keadaan bersih dan kering meletakkan
popok dibawah tali pusat

Perawatan tali pusat bayi baru lahir harus dilakukan dengan cara yang benar. Tujuannya
adalah untuk mencegah iritasi dan infeksi pada tali pusar bayi.
Kondisi yang perlu diwaspadai dan perlu penanganan dokter adalah jika tali pusar bayi
menunjukan tanda-tanda infeksi, seperti:
 Nanah di tali pusar.
 Demam.
 Kulit di sekitar area tali pusat bengkak dan berwarna kemerahan.
 Tali pusat berwarna kekuningan atau berbau tidak sedap.
 Tali pusat mengalami perdarahan yang banyak dan terus-menerus.
 Bayi menangis setiap kali tali pusat atau kulit di sekitarnya tersentuh.
Periksakan Si Kecil ke dokter anak jika tali pusatnya belum puput setelah 3-6 minggu. Ini bisa
jadi pertanda adanya masalah kesehatan, seperti infeksi atau gangguan sistem kekebalan
tubuh.
Cara Tepat Merawat Tali Pusat Bayi Baru Lahir
Perawatan tali pusat bayi baru lahir tidak boleh dilakukan sembarangan. Ada cara-cara tertentu
agar anggota tubuh bayi yang satu ini tetap bersih dan kering. Cara-cara tersebut meliputi:
Menjaga tali pusat tetap bersih
Tidak perlu membasuh tali pusat dengan alkohol. Cukup bersihkan dengan air, itu pun jika tali
pusat kotor. Mengeringkannya juga harus menggunakan kain yang lembut atau mengipasinya
hingga kering. Sebelum melakukan perawatan tali pusat bayi, jangan lupa untuk mencuci
tangan Anda terlebih dahulu.
Penelitian terbaru menyebutkan bahwa tali pusat kemungkinan lebih cepat sembuh jika dibiarkan
saja. Membasuhnya dengan alkohol, sabun, atau cairan antiseptik justru dapat mengiritasi kulit
di sekitar tali pusat dan membuatnya sembuh lebih lama. Hindari juga memberikan minyak,
bedak, jamu, atau obat herba tertentu di sekitar tali pusar.
Menjaga tali pusat tetap kering
Biarkan tali pusat dalam kondisi terbuka tanpa ditutup dengan kasa kering maupun tertutup
popok. Saat memakaikan popok bayi, usahakan tali pusat tidak tertutup popok. Hal ini bertujuan
agar tali pusat tidak terkena air seni dan tinja bayi yang dapat menyebabkan infeksi.
Bayi juga perlu mengenakan pakaian berbahan lembut dan menyerap keringat, sehingga
menciptakan sirkulasi udara dengan baik di kulitnya. Hindari juga memakaikan baju
model bodysuit (yang menutupi seluruh tubuh) pada Si Kecil.
Letakan popok dibawah tali pusat
Tali pusat jangan ditutup dengan kain kassa atau apapun juga dan jangan tertutup popok. Jika
tertutup popok maka kemungkinan tali pusat terkena urin atau feses akan lebih besar. Biarkan
tali pusat dalam kondisi terbuka agar kulit tali pusat dapat terlihat. Kulit yang kemerahan atau
keluar nanah merupakan tanda terjadinya infeksi pada tali pusat yang harus Anda.
Biarkan tali pusat terlepas secara alami
Membiarkan tali pusat terlepas dengan sendirinya adalah salah satu cara perawatan tali pusat
yang benar. Jangan memaksakan untuk melepas tali pusat dengan menariknya. Hal tersebut
dapat menyebabkan perdarahan dan infeksi.
Selama tali pusat masih menempel, mandikan bayi dengan cara membasuh badannya
menggunakan washlap atau spons mandi. Hindari merendam bayi di dalam bak mandi. Setelah
tali pusat puput, bayi baru boleh dimandikan di dalam bak.
3. Tidak memberi apapun pada tali pusat
Tali pusat tidak perlu lagi diberi alkohol, obat antiseptik, ramuan jamu ataupun bedak. Pemberian
alkohol, obat antiseptik, ramuan jamu ataupun bedak dapat menyebabkan iritasi pada kulit tali
pusat. Akibatnya, kulit akan lebih lama mengering dan tali pusat tidak kunjung kering atau lepas.
Bayi pun akan merasa tidak nyaman karena alkohol dan obat antiseptik dapat menyebabkan
nyeri.
Membersihkan tali pusar si kecil tak perlu menggunakan alkohol ataupun krim antibiotik
karena mengusapnya dengan air bersih saja sudah cukup.
Mungkin maksudnya yakni untuk menghilangkan kuman-kuman pada tali pusar bayi yang
masih basah. Namun mengoleskan krim atau alkohol ternyata malah dapat mengiritasi
kulitnya. Dan perawatan tali pusat dengan menggunakan kassa kering saja sudah cukup.

4. Wajah pantat dan tali pusat dibersihkan setiap hari


dengan air bersihbdan hangat
Bayi tidak direkomendasikan untuk mandi air dingin. Kulit bayi masih tipis sehingga perubahan
suhu air dapat mempengaruhi kondisi tubuhnya secara signifikan. Mandi air dingin dapat
menyebabkan suhu badan bayi menjadi sangat rendah hingga menyebabkan kondisi hipotermia
atau suhu tubuh dingin. Suhu tubuh dingin pada bayi <6 bulan tidak disarankan karena tubuh
bayi belum dapat menahan suhu dingin. Sebaiknya pada usia <6 bulan menggunakan air
hangat-hangat kuku. Tidak terlalu panas. Sebaiknya sebelum memandikan Anda mencoba dulu
air tersebut dengan tangan Anda, apakah tidak terlalu panas? Bayi diatas 6 bulan dapat mulai
dimandikan dengan air dingin. Awalnya, gunakanlah handuk untuk membasahi bayi dengan air
dingin. Setelah terbiasa, Anda dapat memandikannya. Tujuanya :
1) Memberikan rasa nyaman.

2) Memperlancar sirkulasi darah

3) Mencegah infeksi

4) Meningkatkan daya tahan tubuh

5) Menjaga dan merawat integritas kulit.

5. Jauhkan bayi dari orang yang menderita infeksi


Imunitas tubuh bayi baru mulai matang ketika usianya menginjak 2-3 bulan.
Namun, orang tua tetap harus membatasi kontak langsung antara bayi
dengan orang sekitarnya, sebelum usianya menginjak enam bulan. Pada usia
ini, bayi masih rentan untuk terinfeksi virus dan bakteri dari orang lain.
Beberapa virus yang mungkin menyerang bayi di antaranya virus influenza
dan rotavirus, kemudian bakteri pertusis dan streptococcus. Bayi yang
terkena penyakit influenza karena tertular dari ciuman orang dewasa,
berisiko untuk terkena infeksi yang lebih serius seperti infeksi telinga,
peradangan pada sinus, dan pneumonia (radang paru).
Tips melindungi bayi dari paparan kuman dan virus

Mencuci tangan

Penyakit infeksi paling sering disebarkan melalui sentuhan. Itu sebabnya mencuci


tangan sangatlah penting sebelum menyentuh bayi baru lahir. Untuk meminimalkan
paparan kuman, cuci tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir.

Tidak hanya pengunjung atau kerabat saja, orang tua yang akan menggendong bayi
baru lahir juga seharusnya melakukan hal ini. Cuci tangan setiap kali setelah ke
kamar mandi, memegang sayur atau daging mentah, bermain atau bersalaman.

Membatasi pengunjung yang datang

Tidak semua orang memahami pentingnya menjaga lingkungan yang aman bagi bayi
baru lahir. Jika ada kerabat yang sedang menderita demam, batuk, bersin-bersin
ataupun sakit tenggorokan, ada baiknya untuk meminta mereka untuk menunda
kunjungan hingga kondisi benar-benar pulih.

Menghindari terlalu lama berada di lingkungan ramai

Anda masih bisa membawa bayi baru lahir keluar rumah. Namun pada beberapa
minggu pertama, hindari terlalu lama membawa bayi baru lahir ke toko, restoran,
mal, pasar, ataupun lingkungan yang terlalu ramai lainnya. Hal ini akan membantu
menghindari bayi dari orang-orang yang penasaran menyentuh dan menciumnya

6. Ibu harus menjaga kebersihan terutama payudara dengan


mandi setiap hari
Mengapa menjaga kesehatan ibu penting?

Dengan menjaga kebersihan, akan membantu Mama dan bayi terhindar dari
penyakit. Terutama di saat Mama memberikan asi yang penting buat anak mama.
Dimana tingkat kebersihan dan strerilisasi yang perlu dijaga, karena berpengaruh
banyak bagi tumbuh kembang si Kecil nantinya.

ASI mama juga memiliki kemampuan untuk melawan infeksi dan


mampu melindungi bayi dari berbagai penyakit. 

Tips menjaga kebersihan ibu saat menyusui

Hal yang perlu diingat adalah Mama harus memerhatikan kebersihan selama


menyusui. Pasca dilahirkan, bayi sangat rentan dan mudah untuk diserang oleh
kuman dan virus. Perhatikan beberapa hal berikut:

- Penting untuk membersihkan tubuh dengan mandi setidaknya 2 kali dalam


sehari. 

- Sebelum menyusui, usap dan bersihkan payudara mama dengan wwaslap


yang sudah direndam air hangat dan mengeringkannya. 

- Pijat dengan gerakan memutar searah jarum jam hingga payudara melunak.

- Menyusui bayi dengan posisi yang nyaman, setelah selesai kembali bersihkan
payudara mama dan bersihkan sisa ASI yang menempel di pipi bayi.

7. Memastikan siapapun yang nemegang bayi harus mencuci tangan

Penyakit infeksi paling sering disebarkan melalui sentuhan. Itu sebabnya mencuci


tangan sangatlah penting sebelum menyentuh bayi baru lahir. Untuk meminimalkan paparan
kuman, cuci tangan dengan menggunakan sabun dan air hangat.
Tidak hanya pengunjung atau kerabat saja, orang tua yang akan menggendong bayi baru
lahir juga seharusnya melakukan hal ini. Cuci tangan setiap kali setelah ke kamar mandi,
memegang sayur atau daging mentah, bermain atau bersalaman.

Anda mungkin juga menyukai