Anda di halaman 1dari 7

TEORI PASAR MODAL DAN INVESTASI

“SAHAM DAN NILAI SAHAM”

Oleh:

KOMANG TRI UTARIYANI


(1981621005)

PROGRAM STUDI MAGISTER AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS UDAYANA
DENPASAR
2020
SAHAM DAN NILAI SAHAM

1. SAHAM PREFEREN
Saham preferen merupakan saham yang mempunyai sifat gabungan (hybrid)
antara obligasi (bond) dan saham biasa. Dalam hal likuidasi, klaim pemegang saham
preferen di bawah klaim pemegang obligasi (bond). Saham preferen mempunyai
beberapa hak, yakni hak atas dividen tetap dan hak pembayaran terlebih dahulu jika
terjadi likuidasi.
a. Karakteristik Saham Preferen
1) Preferen terhadap Dividen, dimana pemegang saham preferen memilik hak
untuk menerima dividen terlebih dahulu dibandingkan dengan pemegang
saham biasa. Dividen pada saham preferen biasanya dinyatakan dalam nilai
persentase dari nilai nominalnya. Selain itu saham preferen juga umumnya
memberikan hak dividen kumulatif, yaitu memberikan hak kepada
pemegangnya untuk menerima dividen tahun-tahun sebelumnya yang belum
dibayarkan (dividends in arrears) sebelum pemegang saham biasa menerima
dividennya. Jika saham preferen tidak memiliki bentuk dividen kumulatif,
maka suatu dividen yang tidak dibayar di periode lalu akan hilang selamanya.
2) Preferen pada Waktu Likuidasi, dimana saham preferen memiliki hak terlebih
dahulu atas aktiva perusahaan dibandingkan dengan hak yang dimiliki oleh
saham biasa pada saat likuidasi. Besarnya hak atas aktiva saat likuidasi adalah
sebesar nilai nominal saham preferennya termasuk semua dividen yang belum
dibayar jika bersifat kumulatif.
b. Macam Saham Preferen
1) Convertible Preferrend Stock, dimana pemegang dari saham preferen dapat
mengkonversikan atau menukarkan sahamnya dengan saham biasa dengan
rasio penukaran yang telah ditentukan. Pertukaran dari saham preferen ke
saham biasa tidak menimbulkan keuntungan (gain) atau kerugian (loss) di
perusahaan emiten. Di perusahaan emiten, nilai yang dicatat untuk saham ini
adalah sebesar nilai nominalnya dan selisih yang diterima yang berbeda
dengan nilai nominalnya dicatat sebagai rekening Agio Saham (Paid-in
Capital in Excess of Par Value).

1
2) Callable Preferred Stock (saham preferen yang dapat ditebus), dimana
perusahaan berhak membeli kembali saham preferen dari pemegang saham
pada tanggal tertentu dimasa mendatang dengan nilai tertentu. Harga tebusan
ini biasanya lebih tinggi dari nilai nominal sahamnya.
3) Floating atau Adjustable-rate Preferred Stock (ARP) atau saham preferen
dengan tingkat dividen yang mengambang, dimana saham preferen ini tidak
membayar dividen secara tetap, tetapi tingkat dividen yang dibayar tergantung
dari tingkat return dari sekuritas t-bill (treasury bill).

2. SAHAM BIASA
Perusahaan yang mengeluarkan satu kelas saham saja disebut saham biasa
(common stock). Pemegang saham merupakan pemilik dari perusahaan yang
mewakilkan kepada manajemen untuk menjalankan operasi perusahaan. Sebagai
pemilik perusahaan, pemegang saham biasa memiliki beberapa hak, yaitu:
a. Hak Kontrol, dimana pemegang saham biasa mempunyai hak untuk memilih
dewan direksi dan memiliki hak untuk mengontrol siapa yang akan memimpin
perusahaannya. Pemegang saham dapat melakukan hak kontrolnya dalam bentuk
memveto dalam pemilihan direksi di rapat tahunan pemegang saham.
b. Hak Menerima Pembagian Keuntungan, dimana pemegang saham biasa berhak
untuk mendapatkan bagian dari keuntungan perusahaan. Jika perusahaan
memutuskan untuk membagikan keuntungan dalam bentuk dividen, maka semua
pemegang saham biasa mendapatkan haknya yang sama. Pembagian saham ini
dapat dibagikan apabila perusahan sudah membayarkan dividen untuk saham
preferen.
c. Hak Preemptif (preemptive right) merupakan hak untuk mendapatkan prestasi
kepemilikan yang sama jika perusahaan mengeluarkan tambahan lembar saham.
Tujuan dari hak ini adalah untuk melindungi hak kontrol dari pemegang saham
lama dan untuk melindungi pemegang saham lama dari nilai yang merosot.
Misalnya pemegang saham menjual saham baru dibawah harga pasar akan
menurunkan nilai saham pemilik lama dan menaikkan harga saham pembeli baru
atau akan mengakibatkan transfer kekayaan (wealth transfer) dari pemegang
saham lama ke pembeli baru.

2
3. SAHAM TREASURI
Saham treasuri (treasury stock) merupakan saham milik perusahaan yang
sudah pernah dikeluarkan dan beredar yang kemudian dibeli oleh perusahaam untuk
tidak dipensiunkan tetapi disimpan sebagai treasuri. Ada beberapa alasan perusahaan
membeli kembali saham beredar sebagai saham treasuri, yaitu:
a. Akan digunakan dan diberikan kepada manajer atau karyawan di dalam
perusahaan sebagai bonus dan kompensasi dalam bentuk saham.
b. Meningkatkan volume perdagangan di pasar modal dengan harapan
meningkatkan nilai pasarnya.
c. Memberikan sinyal kepada pasar bahwa harga saham tersebut murah, sehingga
perusahaan ingin membelinya kembali.
d. Mengurangi jumlah lembar saham yang beredar untuk menaikkan laba per
lembarnya dan mengurangi kemungkinan perusahaan lain untuk menguasai
jumlah saham secara mayoritas dalam rangka pengambilan alih tidak bersahabat
(hostile takeover).

4. NILAI BUKU DAN NILAI-NILAI LAIN YANG BERHUBUNGAN


Untuk menghitung nilai buku suatu saham, terdapat beberapa nilai yang
berhubungan dengannya yang perlu diketahu, yaitu:
a. Nilai Nominal (par value) merupakan nilai kewajiban yang ditetapkan untuk
tiap-tiap lembar saham dan modal per lembar yang secara hukum harus ditahan
di perusahaan untuk proteksi kepada kreditor yang tidak dapat diambil oleh
pemegang saham. Untuk saham yang tidak memiliki nilai nominal, dewan direksi
umumnya menetapkan nilai sendiri (stated value) per lembarnya. Jika tidak ada
nilai yang ditetapkan, maka modal secara hukum adalah semua penerimaan
bersih (proceed) yang diterima emiten pada waktu mengeluarkan saham.
b. Agio Saham (additional paid-in capital atau in excess of par value) merupakan
selisih yang dibayar oleh pemegang saham kepada perusahaan dengan nilai
nominal sahamnya.
c. Nilai Modal Disetor (paid in capital) merupakan total yang dibayar oleh
pemegang saham kepada perusahaan emiten untuk ditukarkan dengan saham

3
preferen atau dengan saham biasa. Dimana nilai modal disetor ini merupakan
penjumlahan total nilai nominal ditambah dengan agio saham.
d. Laba Ditahan (retained earnings) merupakan laba yang tidak dibagikan kepada
pemegang saham. Dimana laba ditahan ini merupakan investasi bagi perusahaan
sebagai sumber dana internal.
e. Nilai Buku (book value) per lembar saham merupakan aktiva bersih (net
assets) yang dimiliki oleh oleh pemegang saham dengan memiliki satu lembar
saham. Nilai buku per lembar saham merupakan total ekuitas dibagi dengan
jumlah saham yang beredar:

Total Ekuitas
Nilai buku per lembar =
Jumlah saham beredar

Jika
perusahaan memiliki dua macam kelas saham yaitu saham preferen dan saham
biasa, maka perhitungan nilai buku per lembar saham untuk dua macam kelas
saham yaitu:
1) Menghitung nilai ekuitas saham preferen
2) Menghitung nilai ekuitas saham biasa
3) Nilai buku saham biasa dihitung dengan membagi nilai ekuitas saham biasa
dengan jumlah lembar saham biasa.

5. NILAI PASAR
Nilai pasar (market value) merupakan harga saham yang terjadi di pasar bursa
pada saat tertentu yang ditentukan oleh pelaku pasar (permintaan dan penawaran
saham bersangkutan di pasar bursa).

6. NILAI INTRINSIK
Nilai intrinsik (intrinsic value) atau nilai fundamental (fundamental value)
merupakan nilai seharusnya dari suatu saham. Terdapat dua analisis yang digunakan
untuk menentukan nilai sebenarnya dari saham, yaitu pertama dengan menggunakan
analisis fundamental (fundamental security analysis) yang menggunakan data yang
berasal dari keuangan perusahaan (mis: laba, dividen yang dibayar, dan penjualan).

4
Analisis fundamental memiliki dua pendekatan untuk meghitung nilai intrinsik
saham yaitu dengan pendekatan nilai sekarang (present value approach) dengan cara
kapitalisasi laba dan pendekatan PER (P/E ratio approach) yang menunjukkan rasio
dari harga saham terhadap earning. Kedua dengan menggunakan analisis teknis
(technical analysis) yang menggunakan data pasar dari saham (mis: harga dan
volume transaksi saham).

5
DAFTAR PUSTAKA

Hartono, Jogiyanto. 2019. Teori Portofolio dan Analisis Investasi. Edisi Kesebelas.
Yogyakarta.