Anda di halaman 1dari 7

TEORI PASAR MODAL DAN INVESTASI

“OBLIGASI”

Oleh:

KOMANG TRI UTARIYANI


(1981621005)

PROGRAM STUDI MAGISTER AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS UDAYANA
DENPASAR
2020
OBLIGASI

1. DEFINISI OBLIGASI
Obligasi (bond) adalah utang jangka panjang yang akan dibayarkan kembali
pada saat jatuh tempo dengan bunga tetap jika ada. Nilai utang dari obligasi ini
dinyatakan dalam surat utangnya. Karena obligasi membayar bunga yang besarnya
tetap, maka obligasi dikenal juga sebagai sekuritas pendapatan tetap.

2. KODE OBLIGASI
Kode obligasi dimaksudkan untuk membedakan satu obligasi dengan
obligasi yang lain, untuk kepentingan pencarian dan organisasi data di komputer dan
untuk menunjukkan karakteristik dari obligasinya.

3. OBLIGASI SERI DAN TERMIN


Serial bond (obligasi seri) merupakan suatu kelompok obligasi yang
obligasi-obligasinya akan jatuh tempo berurutan, yaitu satu atau lebih obligasi akan
jatuh tempo periode berikutnya setelah satu atau lebih obligasi lainnya jatuh tempo.
Sedangkan term bond (obligasi termin) merupakan obligasi-obligasi yang jatuh
tempo bersamaan waktunya.

4. MACAM-MACAM OBLIGASI
Terdapat beberapa macam obligasi ditinjau dari penerbitannya, yaitu:
a. Obligasi Pemerintah, dimana obligasi ini mempunyai sifat yang sama dengan
obligasi perusahaan, akan tetapi yang menerbitkan obligasi ini adalah
pemerintah bukan perusahaan swasta sehingga obligasi pemerintah dianggap
lebih aman dibandingkan dengan obligasi perusahaan.
b. ORI (Obligasi Ritel Indonesia) atau Obligasi Negara Ritel, dimana obligasi
ini diterbitkan oleh negara dan dijual kepada perseorangan khusus WNI melalui
agen penjual yaitu bank atau lembanga keuangan yang ditunjuk. Tujuan
diterbitkan obligasi ini yaitu untuk membiayai anggaran negara, diverisifikasi
sumber pembiayaan, mengelola portofolio utang negara dan memperluas basis
investor. Keuntungan dari ORI yaitu tingkat bunga yang cenderung lebih tinggi,

1
risiko investasi ORI relatif kecil, dan ORI cukup likuid dan mudah dicairkan.
Namun adapun risiko yang mungki dihadapi investasi ORI yaitu capital loss
(terjadi jika harga jual ORI lebih rendah dibandingkan harga belinya).
c. Municipal Bond adalah obligasi yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah,
misalnya pemerintah provinsi, kota, dan kabupaten. Tujuannya adalah untuk
pembiayaan modal, seperti membangu jalan raya, rumah sakit, universitas dan
lainnya. Dimana pendapatan dari pembiayaan modal ini akan digunakan untuk
membayar kembali utang obligasinya.
d. Obligasi Perusahaan adalah surat utang jangka panjang yang dikeluarkan oleh
perusahaan swasta dengan nilai utang akan dibayarkan kembali pada saat jatuh
tempo dengan pembayaran kupon atau tanpa kupon yang sudah ditentukan di
kontrak utangnya. Obligasi ini dilindungi oleh bond indenture yakni janji
perusahaan penerbit obligasi untuk mematuhi semua ketentuan yang dituliskan
kepada pihak yang dipercaya (trustee).

5. PASAR OBLIGASI

Di Indonesia obligasi diperdagangkan di Bursa Efek Surabaya (BES).

6. NILAI OBLIGASI
Nilai obligasi dapat berupa:
a. Nilai Maturiti Obligasi (maturity value) disebut juga nilai jatuh tempo adalah
nilai yang dijanjikan akan dibayar pada saat jatuh tempo. Nilai ini mewakili nilai
nominal atau nilai par (par value) atau nilai tampang (face value).
b. Nilai Pasar Obligasi (market value) adalah nilai jual obligasi yang terdaftar di
pasar modal pada saat tertentu.
c. Nilai Intrinsik Obligasi (intrinsic value) atau nilai fundamental (fundamental
value) adalah perkiraan nilai sebenarnrya dari suatu organisasi. Obligasi dapat
berupa coupon bond (obligasi kupon) dan pure-discount bond (obligasi dengan
diskon-murni). Dimana coupon bond (obligasi kupon) yaitu obligasi yang
membayar kupon yang dibayarkan umumnya tiap setengah tahun atau tahunan.
Sedangkan pure-discount bond (obligasi dengan diskon-murni) yaitu obligasi
yang tidak membayar kupon, sehingga dijual dengan harga diskon.

2
7. LIKUIDITAS OBLIGASI
Likuiditas (liquidity) atau marketability dari suatu obligasi menunjukkan
seberapa cepat investor dapat menjual obligasinya tanpa harus mengorbankan harga
obligasinya. Likuiditas obligasi diukur dengan rentang permintaan-penawaran (bid-
ask spread). Obligasi yang aktif diperdagangkan akan cenderung mempunyai bid-
ask spread yang lebih rendah dibandingkan dengn yang tidak aktif diperdagangkan.

8. HASIL OBLIGASI
Beberapa pengukuran yang digunakan untuk mengukur hasil obligasi yakni:
a. Hasil Sekarang (current yield) diukur dengan nilai kupon setahun dibagi dengan
nilai pasar obligasi saat ini.
b. Hasil Sampai Maturiti (yield to maturity) merupakan tingkat return dari obligasi
yang dibeli dengan harga pasar sekarang dan disimpan sampai jatuh tempo. Nilai
dari yield to maturity (YTM) dapat dihitung dengan cara trial-and-error dengan
menyamakan nilai pasar sekarang dari obligasi (NO) dengan nilai sekarang
aliran-aliran kas. Dengan demikian nilai dari YTM yaitu nilai dari internal rate
of return (IRR).
c. Hasil Sampai Ditarik (yield to call) merupakan return dari obligasi dari sekarang
sampai dengan tanggal obligasi ditarik kembali.

9. HAK TARIK
Hak tarik atau provisi tarik (call provision) merupakan hak penerbit untuk
membayar obligasinya pada nilai par sewaktu–waktu sebelum jatuh tempo.
Keuntungan dari hak tarik yaitu utang perusahaan dapat dikurangi sewaktu-waktu
jika terjadi aliran kas perusahaan tersisa, obligasi dengan kupon yang tinggi dapat
diganti dengan obligasi lainnya, menyediakan sinyal yang baik bagi perusahaan, dan
menyediakan opsi tarik (call option) kepada perusahaan dengan gratis. Akan tetapi
bagi investor call provision dapat merugikan, sehingga harga obligasi akan lebih
rendah dibandingkan dengan obligasi sejenis yang tidak mempunyai hak tarik.

3
10. RENTANG HASIL
Rentang hasil (yield spready) merupakan perbedaan antara yield to maturity
(YTM) yang dijanjikan dengan YTM suatu obligasi bebas gagal (default free) yang
mempunyai nilai kupon dan waktu maturiti yang sama.

11. RISIKO OBLIGASI


Risiko dari obligasi yakni kemungkinan obligasi tidak terbayar (default).
Peringkat obligasi (bond rating) dapat digunakan sebagai proksi dari risiko obligasi.

12. TEOREMA PENILAIAN OBLIGASI


Teorema penilaian obligasi menjelaskan hubungan antara harga obligasi
akibat perubahan-perubahan suku bunga, maturiti, dan niali kupon. Hasil pasar atau
market yield menunjukkan hubungan antara perubahan suku bunga terhadap harga
obligasi. Malkiel (1962) memperkenalkan lima teorema tentang hubungan antara
harga obligasi dengan hasilnya (yield).
a. Teorema 1: harga dari obligasi akan bergerak berlawanan dengan hasil pasar
(market yield).
b. Teorema 2: dengan maturiti konstan, penurunan suku bunga akan menaikkan
harga obligasi dengan basis persentasi lebih besar dibandingkan dengan
peningkatan suku bunga yang sama besarnya akan menurunkan harga obligasi.
c. Teorema 3: untuk suatu perubahan suku bunga yang tertentu, besarnya
perubahan harga obligasi akan berhubungan positif dengan waktu maturiti,
yakni semakin lama maturitinya, semakin besar perubahan harga obligasinya.
d. Teorema 4: perubahan harga yang terjadi akibat hubungan antara maturiti
obligasi dan volatilitas harganya akan semakin besar dengan tingkat menurun
(increases at a diminishing rate) sejalan dengan meningkatnya maturiti.
e. Teorema 5: persentasi perubahan harga obligasi akibat dari perubahan suku
bunga akan lebih kecil jika tingkat kupon lebih tinggi.
Teorema kelima tidak berlaku untuk obligasi yang mempunyai waktu
maturit hanya satu tahun dan obligasi yang tidak mempunyai jatuh waktu yang
disebut dengan perpetuiti.

4
13. DURASI OBLIGASI
Durasi (duration) didefinisikan sebagai pengukur dari umur hidup ekonomis
suatu obligasi dengan mempertimbangkan semua bentuk dan besarnya aliran kas
keseluruhan sampai jatuh temponya. Durasi juga dapat diartikan sebagai discounted
payback period dari investasi di suatu obligasi, yaitu rata-rata tahun investor
obligasi dapat memperoleh kembali investasinya dari nilai-nilai kupon dan prinsipal
yang diperoleh dari obligasi.

14. SENSITIVITAS HARGA OBLIGASI DARI PERUBAHAN SUKU BUNGA


Nilai obligasi setiap saat ini dapat dihitung dengan mengestimasi perubahan
harga obligasi dari harga sebelumnya. Dengan mengetahui perubahan harga
obligasi, maka nilai sekarang dapat dihitung. Hubungan antara perubahan harga
obligasi dengan perubahan suku bunga diasumsikan linear. Akan tetapi,
kenyataannya hubungan ini tidaklah sepenuhnya linear, tetapi sedikit cembung,
sehingga hubungan nilai keduanya digunakan tana mendekati sama (“≈”) bukan
tanda sama dengan (“=”).

15. IMUNISASI
Imunisasi (immunization) merupakan strategi investasi di obligasi yang
menyamakan durasi dari obligasi atau portofolio obligasi dengan waktu lamanya
invstasi untuk menghilangkan risiko perubahan suku bunga. Imunisasi dapat
dilakukan oleh investor dengan menginvestasikan dananya ke suatu obligasi yang
mempunyai durasi yang sama dengan periode investasinya.

5
DAFTAR PUSTAKA

Hartono, Jogiyanto. 2019. Teori Portofolio dan Analisis Investasi. Edisi Kesebelas.
Yogyakarta.