Anda di halaman 1dari 5

NAMA : Selamet Ade Nur.

C
KELAS : II C
NIM : 201912147
DOSEN : SRI MULYANI, SE, M.SI
MATA KULIAH : Manajemen Lembaga Keuangan

Sistem Keuangan, Lembaga Keuangan,


dan Pasar Keuangan Dalam Ekonomi
PENDAHULUAN

Sistem Keuangan adalah salah satu hal paling penting dalam masyarakat saat ini,
ketiadaan sistem keuangan di era saat ini akan berdampak buruk bagi Perekonomian. Sistem
pembayaran dan intermediasi tidak mungkin akan terlaksana tanpa adanya sistem keuangan.
Sistem keuangan dapat diartikan sebagai kumpulan institusi, pasar, ketentuan
perundangan, peraturan, dan Teknik-teknik dimana surat-surat berharga diperdagangkat/ di
perjual belikan, tingkat bunga di tetapkan, dan jasa-jasa keuangan dihasilkan serta ditawarkan
ke seluruh bagian dunia. (Peter S.Rose, 7th Edition 2000). Tugas utama sistem keuangan
dalam prekonomian adalah memindahkan dana dari penabung ke peminjam yang sedang
membutuhkan dana untuk membeli barang-barang dan jasa serta melakukan investasi dalam
bentuk peralatan baru sehingga prekonomian dapat tumbuh dan pada akhirnya akan
meningkatkan kualitas kehidupan. Tanpa adanya sistem keuangan, kebebasan dan
kemampuan di bidang sektor usaha maupun rumah tangga untuk memenuhi kebutuhanya
dalam melakukan investasi dan konsumsi akan berkurang sementara itu pemilik dana tidak
memiliki akses untuk menabung dan mengoptimalkan dana yang mereka miliki untuk
mendapat penghasilan
Sistem Keuangan menentukan tingkat suku bunga kredit dan besaranya jumlah kredit
yang tersedia untuk membayar semua barang dan jasa yang di beli setiap hari. Apabila
tingkat bunga kredit naik lebih tinggi dan jumlah loanable funds yang tersedia terbatas, maka
total pengeluaran untuk barang dan jasa akan mengalami penurunan, akibatnya,
pengangguran akan meningkat dan pertumbuhan ekonomi mengalami penurunan karena unit-
unit usaha mengurangi produk dan menghentikan karyawan
PEMBAHASAN

FUNGSI SISTEM KEUANGAN


Sistem keuanan dalam perekonomian modern memiliki tujuhbuah fungsi yaitu
sebagai berikut
Fungsi tabungan
Sistem keuangan merupakan suatu mekanisme dan instrumen tabungan. Contohnya
yaitu obligasi,saham, dan instrument utang lain yang diperjual belikan di dalam pasar uang
dan pasar modal yang menjanjikan suatu pendapatan dengan resiko rendah.
Fungsi kekayaan
Instrumen keuangan yang diperjual belikan di dalam pasar keuangan menyediakan
cara yang terbaik untuk menyimpan suatu kekayaan, yaitu menahan terlebih dahulu nilai
asset yang dimiliki, sampai dana tersebut dibutuhkan untuk dibelanjakan.
Fungsi likuiditas
Kekayaan yang disimpan dalam bentuk instrumen keuangan, yang dapat
dikonversikan menjadi sebuah kas atau uang tunai di pasar keuangan dengan tingkat resiko
kecil. Oleh karena itu, pasar keuangan menyediakan likuiditas bagi para penabung pemilik
instrumen keuangan yang sedang membutuhkan uang tunai.
Fungsi kredit
Disamping menyediakan likuiditas dan memfasilitasi arus tabungan, di pasar
keuangan menyediakan kredit untuk membiayai kebutuhan konsumsi dan investasi
pengusaha menggunakan fasilitas kredit untuk membeli barang dengan tujuan produksi,
membangun Gedung dan lain sebagainya
Fungsi pembayaran
Sistem keuangan menyediakan mekanisme pembayaran atas transaksi barang dan
juga jasa. Instrumen yang dapat digunakan sebagi alat untuk sarana pembayaran. Yaitu : cek,
giro, kartu kredit, dan kartu debit
Fungsi resiko
Sistem keuangan ini secara luas menawarkan perlindungan terhadap jiwa atau biasa
disebut asuransi jiwa, harta, dan resiko penghasilan/ kerugian, kepada semua usaha dan
termasuk konsumen termasuk pemerintah, contohnya yaitu: kesehatan, pencurian, kerusakan
akibat kecelakaan lalulintas. Penjualan polisi asuransi di pasar keuangan dimaksudkan untuk
menawarkan perlindungan terhadap kemungkinan kerugian.
Fungsi kebijakan
Pasar keuangan pada beberapa decade terkahir ini telah menjadi suatu alat/sarana
otoritas bagi yang melakukan kebijakan guna menstabilkan ekonomi dan mempengaruhi
inflasi, contohnya, dengan mempengaruhi tingkat Bungan dan jumlah kredit.
PENGERTIAN LEMBAGA KEUANGA

Lembaga keuangan yaitu suatu badan usaha yang kekayaanya berbentuk asset
keuangan/ tagihan dibandingkan dengan asset non keuangan. Lembaga keuangan juga
menawarkan secara luas berbagai jenis jasa keuangan yaitu : simpanan, proteksi,
kredit,program pensiunan, penyediaan mekanisme pembayaran, dan mekanisme transfer
dana.
Klasifikasi Lembaga depositori
Lembaga keuangan depositori menjalankan penghimpunan dana secara langsung dari
masyarakat dalam bentuk simpanan dan lainsebagainya, contohnya adalah amerika,
disamping bank umum juga dapat dimasukan savings and loan association dan credit union
dalam kelompok Lembaga depositori yang disebut thrift instutions.lembaga ini menghimpun
dana dan menyalurkan kepada anggotanya.
Lembaga keuangan non depositori
Lembaga non depositori biasanya juga disebut Lembaga non bank yang kegiatan
usahanya tidak melakukan penarikan dana secara langsung seperti halnya bank pada
umumnya atau bukan seperti yang dilakuka oleh Lembaga depositori pada umumnya. NBFI
dapat di klasifikasikan kedalam 4 bagian, yaitu sebagai berikut:
1. Contractual institution adalah Lembaga keuangan yang menarik dana
masyarakat dengan menawarkan kontrak untuk melindungi nasabah terhadap
resiko ketidakpastian, contohnya: pengawas asuransi perusahaan dan program
pensiunan untuk dana pensiunan.
2. Investment institution perusahaan investasi pada umumnya melakukan kegiatan
dalam reksadana, pada beberapa negara, kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan
efek dan investment company ini sering disebut kegiatan investment bank
3. Finance companies Lembaga keuangan yang mempunyai bidang usaha dan
menyediakan beberapa jenis pembiayaan di Indonesia menurut peraturan yang
berlaku, usaha melakukan pembiayaan dalam bidang sewaguna usaha, piutang,
konsumen pembiayaan, dan kartu kredit.
4. Lembaga keuangan non depositori lainya pegadaian menjadi salah satu pemain
yang patut dipertimbangkan dalam konstelasi sistem keuangan Indonesia,
pegadaian memiliki peningkatan peran yang amat pesat saat memasuki decade
1990.
PERAN LEMBAGA KEUANGAN DALAM PROSES INTERMEDIASI
Intermediasi keuangan adalah suatu proses pembelian dana dari unit surplus untuk
disalurkan kepada unit deficit, terdiri dari sektor usaha, pemerintah dan individual/rumah
tangga. Lembaga keuangan sebagai intermediasi memiliki peran yang sangat strategis
dalamproses intermediasi keuangan sebagai berikut:

Pengalihan asset
Lembaga keuangan dalam membiayai asset tersebut dananya diperolrh dengan cara
menerima simpanan dari penabung yang jangka waktunya dapat diatur menurut kebutuhan
penabung.
Realokasi pendapatan
Bnyak individu yang memiliki penghasilan memadai dan menyadari bahwa besok
mereka akan pensiun sehingga penghasilanya dengan otomatis akan berkurag, untuk
mempersiapkan hari tua atau masa tua.
Transaksi
Sekuritas sekunder diterbitkan Lembaga intermediasi keuangan merupakan bagian
dari sistem pembayaran, giro atau tabungan tertentu yang ditawarkan bank pada hakikatnya
dapat berguna sebagai uang.

KESIMPULAN

Sistem keuangan merupakan salah satu kereasi yang paling krusial dalam masyarakat
modern seperti sekarang ini. Tidak bias dipungkiri jika ketiadaan sistem keuangan akan
membuat prekonomiaan kita tertinggal dengan negara lain. Untuk bias meningkatkan
perekonomian kita bias melaukan investasi yang menguntungkan. Dari semua itu fungsi
sistem keuangan memilki 4 bagian penting yaitu fungsi tabungan, fungsi kekayaan, fungsi
likuidasi, fungsi kebijakan
Lembaga keuangan merupakan badan usaha kekayaan yang berbentuk asset atau
tagihan yang bias dibandingkan dengan asset non keuangan, biasanya Lembaga keuangan
bias memberikan kredit dan menanamkan dananya dalam bentuk surat berharga. Lembaga
keuangan juga bagian dari sistem keuangan ekonomi modern yang melayani seluruh
masyarakat yang memerlukan jasanya. Biasanya penglompokan umum Lembaga keuangan
dibedakan berdasarkan Lembaga keuangan depositori dan Lembaga keuangan non depositori,
Lembaga keuangan depositori yaitu kegiatan penghimpunan dana secara langsung dari
masyarakat masyarakat dalam bentuk simpanan seperti giro, tabungan atau simpanan
berjangka, Lembaga keuangan non depossitori yaitu kegiatan usahanya tidak melakukan
penarikan dana secara langsung yang sudah dilakukan oleh Lembaga depositori atu bank-
bank
Peran Lembaga keuangan dalam proses intermediasi adalah untuk pengalihan dana
dalam perekonomian yang dilakukan oleh Lembaga keuangan dengan membeli sekuritas
primer yang diterbitkan oleh unit deficit dan dalam waktu yang sama juga mengeluarkan
sekuritas sekunder kepada penabung atau unit surplus
Lembaga keuangan sebagai Lembaga intermediasi memiliki peran strategis yaitu
pengalihan asset, realokasi pendapatan , perkembangan industry dan teknologi, jasa-jasa
likuiditas, keuntungan jangka Panjang.
Pembiayaan langsung, melalui metode pembiayaan langsung atau direct finance terjadi
apabila penabung bertemu langsung dengan peminjam dan menukarkan dana yang ia miliki
dengan asset finansial tanpa ada bantuan pihak ketiga.
Pembiayaan tidak langsung melalui metode pembiayaan tidak langsung yang
dilakukan dengan bantuan Lembaga intermediasi keuangan yaitu bank, perusahaan asuransi,
dana pensiun, perusahaan pembiayaan, perusahaan efel dan reksa dana.