Anda di halaman 1dari 5

NAMA : Selamet Ade Nur.

C
KELAS : II C
NIM : 201912147
DOSEN : SRI MULYANI, SE, M.SI
MATA KULIAH : Manajemen Lembaga Keuangan

Arsitektur Perbankan Indonesia


PENDAHULUAN

Peran perbankan dalam sektor pergerakan dana masyarakat untuk berbagai macam tujuan
telah mengalami pningkatan yang besar.perkembangan yang sangat pesat tampatknya tidak di ikuti
prkembangan penerapan kehati-hatian yang seimbang, istilah itu terdengan asing bagi beberapa para
banker apalagi oleh masyarakat yang awam pada saat itu.

Bank for international dettlement sudah lama mencari tau tentang praktik-praktik perbankan
yang dianggap dapat menciptakan dunia yang efisien dalam perbankan dan efektif dalam pernya
sebagai financial intermediary. Pengawasan oraganisasi pada perbankan secara efektif merupakan
komponen mendasar dalam suatu perekonomian yang pada sektor perbankanya memegang peranan
pusat dalam sistem pembayaran, mobilisasi, dan distribusi tabungan.

The basel committee on banking supervision merupakan sebuah komite otoritas yang
mengawasi perbankan yang didirikan oleh gubernur bank sentral dari negara G 10 pada tahun 1975.
Lembaga ini selalu membuat pertemuan di bank fo international settlements di kota basel swiss, yang
juga di gunakan sebgai lokasi sekertariat tetapnya.

The basel committee on banking supervision sudah bekerja dalam masalah ini selama ber
tahhun-tahun, bias secara langsung atau pun melalui kerja sama dengan pengawas perbankan di
seluruh dunia. Hal ini di lakukan antara lain untuk melalui hubungan baik dengan negara G 10, negara
anggota lain, dan dengan negara di luar anggotanya. Komite ini telah menyusun dua jenis dokumen
sebagai berikut:

1. Paket lengkap core principle for effective banking supervision( the basel core principle)
2. Compendium( akan diperbaharui secara periodic) terhadap semua rekomendasi, pedoman,
dan setandart yang dikeluaran oleh vasel committee yang beberapa bagian saling berkaitan
dengn cor principle
The basel core principle adalah sebagai acuan atau aptokan dasar untuk pengawas dan
otoritas pabrik lainya di semua negra secara global atau internasional. The basel committee
akan berperan, Bersama dengan organisasi lainya yang bersimpati, dalam monitor
perkembangan yang dicapai oleh masing-masing negara dalam menerapkan prinsip tersebut.
The basel core principle terdiri atas 25 prinsip dasar yang penting ada bagi tercapainya sistem
pengawasan yang efektif, prinsip tersebut berkaitan dengan:

 Persyaratan bagi pengawasan perbankan yang efektif- merupakan prinsip no 1


 Perizinan dan terstruktur- merupakan prinsip ke 2-5
 Peraturan prinsip ke hati-hatian atau kewaspadaan – prinsip ke 6-20
 Informasi- merupakan prinsip ke 21
 Wewenang formal pengawasan- merupakan prinsip ke 22
 Perbankan lintas negara atau antar negara – merupakan prinsip ke 23 sampai ke 25

PEMBAHASAN

PENGERTIAN ARSITEKTUR PERBANKAN INDONESIA

Arsitektur perbankan Indonesia merupakan suatu kerangka dasar pengembangan sistem


perbankan Indonesia yang bersifat penyeluruh untuk rentan waktu lima sampai 10 tahun
selanjutnya.pengembangan industry perbankan memiliki kebijakan pada masa depan , seperti yang di
uangkapkan dalam API, yang memiliki visi

1. Menciptakan sistem perbankan yang sehat,kuat,dan efisien


2. Menciptakan kesetabilan sistem keuangan
3. Mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam rentan waktu 5 tahun kedepan diharapkan sudah setara dengan negara lain dalam hal
penempatan dua puluh lima basel core principle for effective banking supervision. Program API
meliputi banyak ahl. Program lain berkaitan dengan usaha peningkatan kinerja perbankan melewati
penerapan standrat good corporate governance yang didukung

 Kemampuan oprasional yang tinggi


 Kemampuan tinggi dalam pengelolaan resiko
 Letersediaan infrastruktur pendukung perbankan yang memadai
 Keberadaan Lembaga pemeringkatan kredit domestic
 Adanya skim pinjaman kredit yang mencakupi
 Peningkatan kepercayaan nasabah
Dalam usaha mencapai visi API yang telah di uraikan sebelumnya,bank Indonesia sudah menetapkan
sebagian sasaran yang ingin dicapai, sasaran ini nanti dirumuskan sebagai6 pilar arsitektur perbankan
Indonesia. Target tersebut yaitu:

 Struktur perbankan domestic yang sehat,mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, dan


mendorong pembangunan ekonomi nasional
 Sistem pengaturan dan pengawasan bankyang baik ssesuai standard internasional
 Industry perbankan yang kuat dan berdaya saing tinggi serta mampu memiliki ketahanan
menghadapi berbagai resiko
 Good cooverate governance terciptanya industry perbankan yang sehat,
 Perlindungan konsumen

ENAM PILAR API

1. membuat struktur perbankan domestic yang sehat yang mampu memenuhi kebutuhan
masyarakat dan mendorong pembangunan ekonomi nasional yang berkesinambungan
2. menciptakan sitem peraturan dan pengawasan bank yang efektif dan mengacu pada standard
internasional,
3. menciptakan industry perbankan yang kuat dan memiliki daya saing yang tinggi serta
memiliki ketahanan dalam menghadapi resiko
4. menciptakan good corporate governance dalam rangka memperkuat kondisi Internal
perbankan nasional
5. mewujudkan infrastruktur yang lengkap untuk mendukung trciptanya industry perbankan
yang sehat
6. mewujudkan pemberdayaan dan perlindungan konsumen jasa perbankan

TANTANGAN KEDEPAN

Tantangan dalam dunia perbankan juga selalu berubah se berjalanya eaktu dengan perubahan
yang terjadi dalam industry jasa keuangan secara umum. Perbaikan harus tilakukan di berbagai
bidang,untuk menjawab tantangan yang di jalani perbankan dalam sebagian tahun belakang ini.
Tantangan itu sebagai serikut:

A. pertumbuhan kredit perbankan yang masih rendah


kemampuan permodalan perbankan Indonesia pada waktu ini berindikasi bahwa
pertumbuhan kredit yang cukup tinggi itu sulit dapat jika perbankan nasional tidak dapat
memperbaiki kondisi permodalanya
B. Struktur perbankan yang belum optimal/maxsimal
Belum optimalnya urutan/struktur perbankan di Indonesia di tandai oleh
terkonsentrasinya/terfokus kepada perbankan yang hanya pada sebelas bank besar
(mwnguasai 75% asset perbankan Indonesia). Persoalan tersendiri terhadap urutan
perbankan karena bias menimbulkan konflik kepentingan yang bias menggangu
efisiensi pasar.
C. Pemenuhan kebutuhan layanan perbankan yang masih kurang
Lemahnya pemenuhan kebutuhan masyarakat atas pelayanan perbankan yang
ditandai dengan seringnya terdengar keluhan dari masyarakat mengenai kurangnya
akses terhadap kredit dan tingginya suku bunga kredit dan masih tinggingnya praktik
penyedia jasa keuangan yang tidak formal, searus dengan perubahan sosial dan
politik padamasyarakat, hal tersebut menimbulkan semakin pentingnya mengingat
masyarakat pengguna jasa keuangan yang semakin berkualitas dan tinggi
D. Pengawasan bank yang masih perlu ditingkatkan
Pengawasan bank merupakan bidang yang dinamis dan luas ruang lingkupnya,
peningkatan kualitas pemantauan merupakan upaya yang baik dilaksanakan secara
terus menerus oleh bank Indonesia
E. Kapabilitas perbankan yang masih lemah
Sangat pentingnya menerapkan prinsip hati hati, termasuk didalamnya pengelolaan
resiko, makin menunjukan betapa pentingnya penciptan suatu sitem pengendalian
internal yang cepat dan berkualitas.
F. Profitabilitas dan efisiensi bank yang tidak mampu bertahan
Tingkat profitabilitas dan efisiensi operasional yang dipenuhi oleh perbankan
umumnya bukan merupakan profitabilitas dan efisiensi yang tidak dapat bertahan.
Factor lain dri profitabilitas dan efisiensi yang tidak dapat bertahan ini merupakan
karena beberapa pendapatan perbankan yang berasal dari aktivitas perdagangan yang
fluktuatif serta rendahnya rasio asset per nasabahan yang membuat rincian biaya
operasional perbankan Indonesia yang relative tinggi di bandingka negara lain.
G. Perlindungan nasabah yang masih harus ditingkatkan
Tanpa adanya kepercayaan fungsi intermediasi oleh bank tidak akan berjalan dengan
lancer. Tantanga yang besar bagi perbankan dan bank Indonesia serta masyarakat luas
untuk secara Bersama membuat standard yang sangat jelas dalam membentuk
mekanisme pengaduan nasabah dan informasi yang transparan pada produk
perbankan.
H. Perkembangan teknologi informasi
Adanya teknologi informasi, pesaingan industry perbankan cenderung bersifat global
juga menyebabkan persaingan antarbank menjadi semakin ketat sehingga, baik bank
nasional maupun bank bersekala lebih kecil juga harus mampu beroperaasi dengan
efisien

KESIMPULAN

Pengawasan organiasi perbankan secara efektif merupakan komponen yang paling dasar
dalam suatu prekonomian yang sektor perbanknya memegang peranan sentral dalam sistem mobilitas,
pembayaran, dan tabungan.

The basel core principle dimaksudan sebagai acuan dasar bagi pengawas dan otoritas public
lainya di semua negara secara internasional. The basel committee berperan Bersama organisasi lain
yang bersimpati dalam memonitoring perkembangan yang telah dicpai. Legislator nasional sangat
perlu segera mempertimbngkan perubahan di perlukan dalam menjamin bahwa prinsip dapat di
tetapkan dengan baik

Arsitektur perbankan Indonesia merupakan suatu kerangka dasar pengembangan sistem


perbanka Indonesia yang bersifat menyeluruh untuk rentang waktu 5 sampai 10 tahun kedepan.
Program API meliputi banyak ahl. Program lain berkaitan dengan usaha peningkatan kinerja
perbankan melewati penerapan standrat good corporate governance yang didukung

Visi arsitektur perbankan Indonesia merupakan meciptakan suatu sitem perbankan yang
sehat,baik,kuat, dan efisien untuk menciptakan kesetabilan sistem keuangan nasional dalam rangka
mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.