Anda di halaman 1dari 5

NAMA : Selamet Ade Nur.

C
KELAS : II C
NIM : 201912147
DOSEN : SRI MULYANI, SE, M.SI
MATA KULIAH : Manajemen Lembaga Keuangan

Rahasia, Tingkat Kesehatan Dan


Pembinaan Bank
PENDAHULUAN

Arti dari kesehatan bank yaitu kemampuan dari suatu bank untuk
melakukan/melaksanakan kegiatan pada operasional perbankan secara normal dan mampu
memenuhi segala kewajibannya dengan baik dan cara-cara yang sesuai pada peraturannya
perbankan yang sedang berlaku. kesehatan bank merupakan batasan yang luas, karena
kesehatan bank yaitu mencakup kesehatan suatu bank untuk melaksanakan/melakukan
kegiatan usaha pada perbankannya.  Kegiatan tersebut yaitu sebagi berikut:

1. Kemampuan untuk menghimpun dana dari pada masyarakat, dari lembaga lain dan
dari pada modal diri sendiri.
2. Kemampuan untuk mengelola suatu dana.
3. Kemampuan untuk menyalurkan dana ke pada masyarakat.
4. Kemapuan memenhi beberapa kewajiban pada masyarakat , karyawn, pemilik modal
usaha dan oleh pihak lain.
5. Meenuhi peraturan pada perbankan yang berlaku.
Oleh karena itu semakin meningkatnya komplksitas pada usaha dan pada profil resiko, bank
memerlukan identifikasi permasalahn yg mungkin timbul dari pada operasional bank.  Bagi
bank hasil akhir pada penilaian kondsi bank tersebut dapat digunakan untuk salah satu sarana
dalam menetapkan strategi usaha yg di waktu kandatang, sedangkn oleh Bank Indonesia
antara lain yaitu digunakan sebagai sarana untuk penetapan dan implementasi pada strategi
pengawsan bank oleh Bank Indonesia.  Tingkat kesehatan pada bank merupakan hasil dari
pada penilain kualitatif atas berbagai aspek yng berpengaruh terhadap kondisi atau kinerja
pada suatu bank yang melalui penilaian faktor permodalan, kualitas pada aset, manajemen,
rentabilitas, likuiditas, dan sensitivits terhadap risiko pasar. Penilaian terhadap faktor-faktor
tersebut yg dilakukan melalui penilaian kuantitatif atau kualitatif setelah mempertimbangkan
dari berbagai unsur judgemnt yang didasarkan atas materialitas dan signifikani dari faktor-
faktor pada penilaian serta pengaruh dari faktor lainnya seperti kondisi industri perbankan
dan perekonomian nasional.

PEMBAHASAN

RAHASIA BANK
Hubungan dari bank dengan nasabah tidak hanya sebatas hubungan kontraktul, tapi
terdapat kewajibn bgi bank untuk tidak membuka rahasia dari nasabah-nasabahnya kepada
pihak lain manapun tanpa terkecuali, jika ditentukan lain dari perundang – undangan yang
berlaku. Menurut Undang – undang Perbankn, rahasia lain yang bukan merupakan rahasia
bank dengan nasabahnya, tidak digolongkan ke dalam istilah rahasia bank. Rahasia lain itu
misalnya yaitu, rahasia tentang data dalam hubungan dengan pengawasan bank pada Bank
Indonesia, sebagaimana yang telah dijelaskan dalam Pasal 30 ayat ( 3), dan Pasal 33 Undang
– undang Nomor 10 Tahun 1998 tentng Perubahan atas Undang – undang Nomor 7 Tahun
1992 tentang perbankan. Menurut Pasal 1 angka 28 Undang – undang Perbankan, pengertian
rahasia bank adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan keterangan mengenai nasabah
penyimpan dan simpanannya.

Unsur – Unsur Rahasia Bank

Unsur dari pada rahasia bank berdasarkan pengertian Pasal 1 angka 28 dan pasal –
pasal lainnya yang berbunyi : a. Rahasia bank berhubugan dengan keterangan mengenai
nasabah penyimpan dan simpananya. b. Hal itu wajib dirahasiakan olehbank, terkecuali
termasuk ke dalam katgori perkecualian berdasarkan prosedur dan peraturan perundang –
undangan yang berlaku. c. Pihak yang dilarang membuka pihak rahasia bank adalah bank
sendiri dan atau pihak terafiliasi. Pihak terafiliasi tersebut adalah : 1) Anggota dewan
komisaris, pengawas, direksi atau kuasanya, pejabat atau karyawan bank yang bersangkutan.
2) Anggota pengurus, pengawas, pengelola atau kuasanya, pejabat atau karyawan bank,
khususnya bagi bank berbentuk badan hukum koperasi sesuai dengan peraturan perundangan
- undangan yang berlaku. 3) Pihak pemberi jasa kepada bank yang bersangkutan, termasuk
tetapi tidak terbatas pada akuntan publik, penilai konsultasi hukum, dan konsultan lainnya. 4)
Pihak yang menurut penilaian Bank Indonesia turut serta mempengaruhi pengelolaan bank,
tetapi tidak terbatas pada pemegang saham dan keluarganya, keluarga komisaris, keluarga
pengawas, keluarga direksi, dan keluarga pengurus.

Asas Rahasia Bank

Asas kerahasiaan pada bidang keuangan termasuk rahasia pada bank yang sudah sejak dulu
dikenal dalam sejarah keuangan finansial. dan sudah diatur di dalam KUH Perdata di Negara
Jerman dan di kota – kota pada Negara Italia bagin utara sejak di zaman pertengahan. Senada
dengan perlindungan kepada hak individu, oleh karena itu perkembangan dan pemberlakuan
prinsip rahasia bank juga makin meluas dengn berbagai variasi-variasi yang ada. Teori
terhadap kekuatan berlakunya asas rahasia bank adalah sebagai berikut:

a. Teori Mutlak merupakan Rahasia keuangan dari nasabah-nasabah bank tidak dapt dibuka
kepada siapa pun dan dalam bentuk apaun.

b. Teori Relatif merupakan Rahasia bank tetap diikuti, tapi dalam hal khusus, yaitu pada hal
yang termasuk luar biasa, prinip kerahasiaan bank tersebut dapat diterbos, misalya untuk
kepentingan perpajkan atau kepetingan perkara pidana.

KESEHATAN BANK

Kesehatan bank merupakan kemampun dari pada suatu bank untuk melakukan suatu kegiatan
operasionl perbankan secara normal dan mampu memenuhi semua kewajibannya dengn baik
dengan cara yang sesuai dengan peraturan perbankn yang berlaku. Kegiatan terdiri dari :
a. Kemampuan menghimpun dana dari masyarkat, dari lembaga lain, dan dari modal sendiri
b. Kemampuan untuk mengelola dana

c. Kemampuan untuk menyalurkan dana ke pada masyarakat

d. Kemampuan untuk memenuhi kewajiban kepada masyarakat, karyawan, pemilik modal


dan pihak lain

e. Pemenuhan pada peraturan perbakan yang berlaku

Penilaian tingkat kesehatan bank mencakup beberapa penilaian terhadap faktor CAMELS
yang meliputi yaitu:

Permodalan ( capital )

Penilaian pada pendekatn kuantitatif, kualitatif faktr permodalan antara lain dilakukan
melalui penilaian terhadap komponen sebagai berikut :

1) Kecukupan pemenuhan pada Kewajibn Penyediaan Modal Minimum terhadap


ketentuan yang berlaku
2) Komposisi pada permodalan
3) Trend kedepan/proyeksi KPMM
4) Aktiva produktif yang diklasifikasikan dibandingkan modal bank
5) Kemampuan bank memelihra kebutuhan panambahan modal yg berasal dari
keuntungn
6) Rencana permodlan bank untuk mendukng pertumbuhn usaha
7) Akses kepada sumber permodalan, dan
8) Kinerja pada keuangan pemegang sahm untuk meningkatkan permodlan

Kualitas Aset ( Asset Quality )

pendekatan kuantitatifkualitatif faktor kualitas aset antra lain dilakukan melalui penilaian
terhadap komponen meliputi:

1) Aktiva produktif yang diklasifiksikan dibanding total aktiva prodktif


2) Debitor inti kredit di luar pihk terkait dibandingkan dengn total kredit
3) Perkembangn aktiva produktif bermaslah) dibandingkan aktiva produktif
4) Tingkat kecukupan pembentukan penyisihan penghapusn aktiva produktif
5) Kecukupan kebijakan dan produser aktiva prodktif
6) Sistem kaji ulang) internal terhadap aktiva produktif
7) Dokumentasi aktiva produktif,

Manajemen

Penilaian terhadap faktor manajemen, antara lain dilakukan melalui penilaian terhadap
komponen – komponen sebagai berikut :

1) Manajemen umum
2) Penerapan system manajemen resiko, dan
3) Kepatuhan bank terhadap ketentuan yang berlaku serta komitmen kepada Bank
Indonesia dan atau pihak lainnya.

Rentabilitas ( earnings )

Penilaian pendekatan kuantitatif dan kualitatif faktor rentabilitas antara lain dilakukan
melalui penilaian terhadap komponen – komponen sebagai berikut :

1) Pengembalian atas aktiva ( return on assets – ROA )


2) Pengembalian atas ekuitas ( return equity – ROE )
3) Margin bunga bersih ( net interest margins – NIM )
4) Biaya operasional terhadap pendapatan operasional ( BOPO )
5) Pertumbuhan laba operasional terhadap komponen – komponen onal
6) Komposisi prinsip akuntansi dalam pengakuan pendapatan dan biaya, dan
7) Prospek laba operasional