Anda di halaman 1dari 5

NAMA : Selamet Ade Nur.

C
KELAS : II C
NIM : 201912147
DOSEN : SRI MULYANI, SE, M.SI
MATA KULIAH : Manajemen Lembaga Keuangan

LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN

PENDAHULUAN

Melihat dari salah satu sisikurang baik blanket guarantee dan sesudah


mempertimbangkan beberapa faktor lainnya serta makin membaiknya kondisi perbankan,
kebijakan blanket guarantee pada akhirnya diputuskan untuk diakhiri atau di sudahi. Namun
karena pemerintah menilai bahwa penjaminn simpanan masih tetap diperlukn untuk
memelihra kepercayaan masyarakt terhadp perbankan dan meminimakan risiko yang
membebani anggaran-anggaran negara/risiko yang menimbulkan moral hazad. Sehingga
karena penjaminan yang sangat luas lingkupannya tersebut diganti dengan sistem penjaminn
yang sangat terbatas.

Oleh karena itu dibentuklah Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), yaitu lembaga
independn yang dibentuk berdasarkan dasar Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2004
mengenai Lembaga Penjamin Simpanan (UU LPS) yang diubah dengan Undang-Undang
Nomor 7 Tahun 2009. UU LPS diundangkan tanggal 22 September 2004 dan mulai berlaku
12 bulan setelah diundangkan, yaitu tanggal 22 September 2005. Dengan berlakunya UU
LPS, maka LPS mulai beroperasi sejak tanggal 22 September 2005. Perubahan yang
signifikan dalam penjaminan melalui LPS adalah dihapuskannya blanket guarantee, yaitu
penjaminan seluruh kewajiban bank, tanpa ada batasan nilai menjadi limited guarantee, yaitu
penjaminan secara terbatas.
PEMBAHASAN

Undang-Undang tersebut, LPS adalah lembaga independent atau berdiri sendiri yang
berfungsi untuk menjamin simpanan-simpanan nasabah penyimpan dan ikut aktif memelihara
atau menjaga stabilitas sistem perbankan sesuai kewenangannya. Simpanan-simpanan
nasabah bank konvensional yang dijmin LPS berbentuktabungan, deposito,giro,sertifikat
deposito,dan bentuk lainnya yang disamakan dengan itu. Selain itu adalah, LPS jga menjamin
simpanan-simpanan nasabah bank syariah yang berbentukgiro wadiah,tabungan wadiah,
tabungan mudharabah dan deposito mudharabah.

LPS memiliki beberapa tugas di dalam menjalankan fungsi-fungsinya, antara lain yaitu

1. Merumuskan dan menetapkan kebijakn pelaksanan penjaminan simpanan


2. Melaksanakn penjaminan simpana
3. Merumuskan dan menetapkan kebijakan didalam rangka-rangka turut aktif dalam
memelihara suatu stabilitas sistem dalam perbankan
4. Merumuskan, menetapkan, dan melaksanakan kebijakan penyelesaian bank gagal
yang tidak berdampak sistemik
5. Melaksanakan penanganan bank gagal yang berdampak sistemik

simpanan yang dijamin LPS adalah sebesar 2 miliar, maksimal per nasabah bank. Apabila
nasabah memiliki beberapa rekening simpanan didalam satu bank, simpanan yang dijamin
dihitung berdasarkan jumlah saldo keseluruh rekening. Nilai simpanan yang dijamin yaitu
meliputi:

1. simpanan pokok ditambah ke bunga untuk bank yang konvensional


2. simpanan pokok ditambah bagi. hasil untuk bank berbasis syariah

Untuk simpanan diatas atau melebihi 2 miliar diselesaikan Tim Likuidasi berdasarkn
likuidasi kekayaan bank. Untuk nasabah-nasabah yang memiliki rekeninggabungan,maka
saldo di rekening gabungan dibagi sama rata antar pemilik rekeningnya.

Masa tugas dan keanggotaan dewan komisioner


Dewan komisioner diangkat untuk masajabatanya 5 tahun, hanya dapat diangkat sekali pada
masa jabatan berikutnya. Anggota dewan komisioner menjalankan tugas secara full time dan
tidak boleh atau tidak dapat menduduki jabatan esekutif pada tempat yang lainya, kecuali dia
merupakan penugasan sehubunga dengan jabatan yang dipenggangnya atau merupakan
bagian dari pada kegiatan-kegiatan sossial.

Agar dapat diangkat sebagai anggota dewan komisioner haru memenuhi sayart
sebagai berikut ini

1. bersetatus dan b erdomisili sebagai warga Indonesia


2. mampu melakukan perbuatan hukum
3. sehat rohani dan jasmaninya
4. berusia maksimal 63 tahun
5. bukan merupakan anggota konsultan, pegawai, dan atau pemilik bank baik secara
langsung maupun tidak langsung
6. bukan merupakan anggota pengurus partai
7. memiliki pengalaman dan keahlian dibidang ekonomi, keuangan, perbankan dan
hukum
8. tidak pernah melakukan suatu kejahatan yang sampai di pidana karena melkukan
suatu kejahatan
9. tidak pernah dinyatakan pailit dan tidak pernah menjadi pengurus bank atau
perusahaan yang menyebabka bank atau perusahaan itu pailit atau di likuidasi
10. tidak dinyatakan sebagai orang perseorangan yang tercela di bidang perbankan dan
jasa keuangan lainya berdasarkan peraturan perundang undangan.

Supaya simpanan nasabah-nasabah di bank mendapatka jaminan-jaminan oleh Lembaga


Penjamin Simpanan,sebagai peserta penjaminan Lembaga Pinjaman Simpanan, setiap
bankharus:

1, Menyerahkan dokumen-dokumen yaitu antara lain:

 Salinan/copy anggaran dasar dan akta pembuatan bank


 Salinan dokumen perizinan bank
 Surat keterangan dari Lembaga Penjamin Pinjaman tentang tingkat kesehatan bank
 Surat pernyataan daripemegang saham atau pengendli bagi yang berbadan hukum
koperasiserta kantor pusat daricabang bank asing, direksi dankomisaris
 Menyampaikan beberapa laporan secara berkala atu terurut, membayar kontribusi
kepesertan dan premipenjaminan

2. Memberikan informasi dan dokumen yang dibutuhkn dalam penyelenggaranpenjaminan

3. Menempatkan bukti kepesertaan atau salinannya di dalam kantor bank atau tempat lainnya
agar mudah diketahui masyarakat

4. Menempatkan pengumuman pada seluruh kantor bank agar diketahui denganmudah oleh
nasabah,mengenai tentang

 Maksimum tingkat bunga yang dianggap wajar dan ditetapkan LPS


 Maksimum nilai simpanan yang dijamin LPS

Pemerintah memiliki pendirian untuk tetap menjagakeberlangsungan Lembaga penjamin


simpanan , dan menjaga kepercayaanmasyarakat terhadap Lembaga Penjamin Simpanan.
menjalankan fungsi tersebut Lembaga Penjamin Simpanan bisa mengambil sumber dari
pendanaan yang berasal dari,

1. Modal awal yag berasal dari kekayan negara yangdipisahkan sebesar 4 triliun rupiah
2. keikutsertaan kepesertaan yang dibayarkanketika bank pertama kalimenjadi peserta
3. Premi penjaminanyang dibayar banktiap semester
4. Hasil dari investasi cadanganpenjaminan

Jika terjadi risiko terhadap bank di mana nasabah menyimpan uang didalamnya dan masih
masuk dalam nilai simpanan yang dijamin Lembaga Penjamin Simpanan, maka nasabah bisa
melakukan klaim kepada Lembaga Penjamin Simpanan. jikanasabah memiliki kewajiban
pada bank, maka pembayaran penjaminan terhadap nasabah terlebih dahulu
memperhitungkankewajibannya, cara pembayaran klaim nasabah adalah yaitu sebagai berikut
ini

 Lembaga Penjamin Simpanan menentukan simpanan pada nasabah yang layak bayar,
setelah rekonsiliasi danverifikasi data-data simpanan pada nasabah bank yang akan
dicabut perizinnannya usahanya dalam jangka waktu 90 hari kerja sejak perizinnan
usaha banknya dicabut
 Lembaga Penjamin Simpanan memulai membayar simpanan-simpanan yang layak
bayar selambat-lambatnya pada 5 hari kerja sejak dari verifikasi dimulai
 Jangka waktu pengajuan klaim penjaminan adalah 5 tahun sejak perizinnan usahanya
dicabut oleh pihak bank

Nasabah-nasabah yang merasa dirugikan atau mengalami kerugian, dapatatau bias


mengajukan keberatannya kepada Lembaga Penjamin Simpanan yang telah didukung
dengan bukti nyata dan jelas, serta melakukan upayah hukum melalui pengadilan.
Lembaga Penjamin Simpanan menjamin simpanan seluruh bank konvensional dan bank
syariah di wilayah Republik Indonesia, Bank Umum maupun Bank Perkreditan Rakyat
(BPR).

KESIMPULAN

Masyarakat tidak usah ragu untuk menyimpan uangnya di bank karena adanya Lembaga
Penjamin Simpanan mempunyai tugas untuk menjamin simpanan pada seluruh bank
konvensional dan bank syariah di wilayah Indonesia ini, baik dari Bank Umum (Bank Asing,
Bank Campuran,Bank Swasta Nasional,Bank Pembangunan Daerh dan Bank milik
Pemerintah) maupun BPR. Sehingga karena dijaminnyasimpanan pada seluruh bank,
diharapkan kepercayaan masyarakat untuk menyimpan uangnya di bank akan semakin
meningkat.