Anda di halaman 1dari 3

Tata Ruang Beorientasi Proses

Tata letak yang berorientasi pada proses (process-oriented layout) dapat menangani
beragam barang atau jasa secara bersamaan. Ini merupakan cara tradisional untuk mendukung
sebuah strategi diferensiasi produk.
Penyusunan tata letak dimana alat yang sejenis atau mempunyai fungsi yang sama
ditempatkan dalam bagian yang sama. Misalnya mesin-mesin bubut dikumpulkan pada daerah
yang sama, sedemikian pula mesin-mesin potong diletakkan pada bagian yang sama.
Kelebihan utama:
Adanya fleksibilitas peralatan dan penugasan tenaga kerja. Tata letak ini sangat baik
untuk menangani produksi komponen dalam batch yang kecil atau disebut job lot (kelompok dari
komponen yang diproduksi secara bersama-sama), dan untuk memproduksi beragam komponen
dalam ukuran dan bentuk yang berbeda.
Kelemahan:
Berorientasi pada proses terletak pada peralatan yang biasanya memiliki kegiatan umum.
Pesanan akan menghabiskan waktu yang lebih lama untuk berpindah dalam sistem karena
penjadwalan yang sulit, peruban setelan mesin, dan penanganan bahan yang unik.

Meminimalkan Biaya
Biaya penanganan bahan tergantung pada:
1. Jumlah muatan (atau orang) yang harus dipindahkan diantara dua departemen selama
beberapa waktu,
2. Biaya memindahkan muatan (atau orang) yang terkaitan dengan jarak antar-departmen
selama beberapa waktu,
Biaya diasumsikan sebagai sebuah fungsi jarak antar departemen.

n = jumlah total pusat kerja atau departemen


I, j = departemen individual
Xij = jumlah muatan yang dipindahkan dari departemen i ke j
Cij = biaya memindahkan muatan antara departemen i dan j

Perangkat Lunak Komputer bagi Tata Ruang Berorientasi Proses


Computerized Relative Allocation of Facilities Technique (CRAFT), yaitu sebuah
program komputer yang secara sistematis menguji alternatif pengaturan antar-departemen untuk
mengurangi biaya penanganan bahan total.

Sel-Sel Kerja
Sel kerja merupakan pengaturan sementara mesin dan karyawan yang berorientasi pada
produk dalam fasilitas yang berorientasi dalam proses.
Ide sel kerja yaitu untuk mengatur ulang orang dan mesin yang biasanya tersebar pada
departemen proses yang beragam dan sewaktu-waktu mengatur mereka dalam sebuah kelompok
kecil, sehingga mereka dapat memusatkan perhatian dalam membuat satu produk atau
sekumpulan produk yang saling berkaitan.
Keuntungan Sel Kerja:
1. Mengurangi persediaan bahan setengah jadi karna sel kerja di set untuk menghasilkan
keseimbangan aliran dari mesin ke mesin.
2. Ruang yang dibutuhkan lebih sedikit, karena berkurangnya bahan setengah jadi yang
diperlukan diantara mesin.
3. Mengurangi persediaan bahan baku dan barang jadi, karena adanya bahan setengah jadi
yang lebih sedikit, menyebabkan adanya pergerakan bahan yang lebih cepat melalui sel
kerja.
4. Mengurangi biaya tenaga kerja langsung, karena adanya peningkatan komunikasi antar
karyawan, aliran bahan yang lebih baik dan penjadwalan yang lebih baik.
5. Meningkatkan partisipasi karyawan dalam organisasi dan produk karena karyawan dapat
menerima tanggung jawab yang lebih dari kualitas produk yang dikaitkan secara
langsung kepada mereka dan sel kerja mereka.
6. Meningkatkan penggunaan peralatan dan mesin karena adanya penjadwalan yang lebih
baik dan aliran bahan yang lebih cepat.
7. Mengurangi modal pada mesin dan peralatan karena tingkat pemanfaatan fasilitas yang
baik mengurangi jumlah mesin dan jumlah peralatan dan perkakas.
Persyaratan Sel Kerja
a. Identifikasi produk, sering kali dengan menggunakan kode teknologi kelompok atau
yang sejenisnya.
b. Tingkat pelatihan dan fleksibilitas karyawan yang tinggi.
c. Sel kerja dibangun pertama kali oleh dukungan staf, atau karyawan yang fleksibel dan
imajinatif.
d. Pengujian (poka-yoke) terdapat pada setiap stasiun dalam sel.

Menyeimbangkan Sel Kerja dan Susunan Kepegawaian


Produksi yang efisien dalam sel kerja membutuhkan pengisian staf yang tepat. Hal ini
melibatkan dua langkah: menentukan waktu takt yaitu laju produksi barang yang dibutuhkan
untuk memenuhi permintaan pelanggan, menentukan jumlah operator yang dibutuhkan. Artinya
kita bagi waktu operasi total dalam sel kerja dengan waktu takt.

Waktu takt = total waktu yang tersedia / unit diperlukan

Kedua, menentukan jumlah operator yang diperlukan. Pembagian waktu operasi total
dalam sel kerja dengan waktu takt.

Jumlah pekerja dibutuhkan = Jumlah waktu operasi total yang diperlukan/ Waktu takt

Pusat Kerja Terpusat dan Perusahaan Terpusat


Pusat kerja yang terfokus:
Pengaturan mesin dan karyawan yang berorientasi pada produk, baik secara permanen ataupun
semi-permanen.
Pabrik yang terforkus :
Sebuah fasilitas yang didesain untuk menghasilkan produk atau komponen yang serupa.
Tata Ruang Repetitif dan Berorientasi Produk
Tata letak yang berorientasi pada produk disusun di sekeliling produk atau keluarga
produk yang sama yang memiliki volume tinggi dan bervariasi rendah. Produksi yang berulang
dan kontinu, menggunakan tata letak produk.
Asumsi yang digunakan adalah:
1. volume yang ada mencukupi untuk utilisasi peralatan yang tinggi,
2. permintaan produk cukup stabil untuk memberikan kepastian akan penanaman modal
yang besar untuk peralatan khusus,
3. produk distandarisasi atau mendekati sebuah fase dalam siklus hidupnya, yang
memberikan penilaian adanya penanaman modal pada peralatan khusus,
4. pasokan bahan baku dan komponen mencukupi dan mempunyai kualitas yang
seragam (cukup terstandarisasi) untuk memastikan bahwa mereka dapat dikerjakan
dengan peralatan khusus tersebut.

Keseimbangan Lini Perakitan


Lini perakitan biasanya dilaksanakan untuk meminimalkan ketidakseimbangan antara
mesin atau karyawan dan memenuhi output yang dibutuhkan dari lini perakitan. Untuk dapat
memproduksi pada tingkat tertentu, pihak manajemen harus mengetahui perkakas, peralalatan,
dan metode kerja yang digunakan. Kemudian persyaratan waktu untuk setiap tugas perakitan
(seperti membuat lubang, mengencangkan baut, atau mengecat komponen dengan cara
menyemprot) harus ditentukan. Manajemen juga harus mengetahui hubungan prioritas antar –
aktivitas – yaitu, urutan beragam tugas yang harus dikerjakan.

Menyeimbangkan Lini Perakitan


Langkah penyeimbangan Lini Perakitan :
1. Buat diagram preseden / pendahulu yang merangkum urutan dan waktu tugas.
2. Hitung waktu siklus dengan cara menghitung waktu produksi yang tersedia per hari
(dalam menit atau detik) dibagi dengan unit yang dihasilkan per hari.
3. Hitung jumlah stasiun kerja minimal (total waktu tugas dibagi waktu siklus).
4. Seimbangkan lini perakitan dengan memberikan tugas pada setiap stasiun kerja &
hitung waktu kosong.
5. Hitung efisiensi keseimbangan lini dengan cara membagi waktu tugas total dengan
(jumlah stasiun kerja yang dibutuhkan dikalikan dengan waktu siklus terpanjang).
Rumus
Waktu Siklus
waktu produksi yang tersedia perhari
=
unit yang diproduksi perhari
Jumlah Stasiun Kerja Minimum
=
∑ waktu pengerjaantugas i
waktu siklus
Efisiensi
=
∑ waktu pengerjaantugas
( jumlah stasiun kerja aktual ) x (waktu siklus)