Anda di halaman 1dari 224

Yogyakarta, Indonesia

September 2018
Konsep “Jaring laba-laba keilmuan” (Spider web) cover depan oleh Muhammad Amin Abdullah.
Desain logo Konferensi Integrasi Interkoneksi Islam dan Sains oleh Muhammad Ja’far Luthfi & Riyanto.
Tipe font: Times New Roman, Arial, Gilroy.

| ISSN 2622-9439 (cetak), ISSN 2622-9447 (elektronik)


Volume 1 - September 2018
ISSN 2622-9439 (cetak), ISSN 2622-9447 (elektronik)

DEWAN PENYUNTING
Prof. Dr. H. Iskandar Zulkarnain (Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam – UIN Sunan Kalijaga); Dr. Muhammad
Wakhid Musthofa, S. Si., M. Si. (Program Studi Matematika – UIN Sunan Kalijaga); Dr. Iwan Kuswidi, S. Pd. I., M. Sc.
(Program Studi Pendidikan Matematika – UIN Sunan Kalijaga); Dr. Imelda Fajriati, M. Si. (Program Studi Kimia – UIN
Sunan Kalijaga); Dwi Agustina Kurniawati, S. T., M. Eng. (Program Studi Teknik Industri – UIN Sunan Kalijaga); Frida
Agung Rakhmadi, S. Si., M. Sc. (Program Studi Fisika – UIN Sunan Kalijaga); Nurochman, S. Kom., M. Kom. (Program
Studi Teknik Informatika – UIN Sunan Kalijaga); Dias Idha Pramesti, S. Si., M. Si. (Program Studi Biologi – UIN Sunan
Kalijaga); Dr. Kardimin, M. Hum. (Program Studi PGMI – UIN Sunan Kalijaga)

PENASEHAT
Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M. A., Ph. D. (Rektor UIN Sunan Kalijaga)
Dr. Murtono, M. Si. (Dekan Fakultas Sains dan Teknologi)
Dr. Agung Fatwanto, S.Si., M.Kom. (Wakil Dekan Bidang Akademik)
Dr. Hamdan Daulay, M.Si. (Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan)
Dr. Muhammad Ja'far Luthfi, M.Si. (Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama)
Drs. Mujiadi, M.Si. (Kepala Bagian Tata Usaha)
Faozi Barkah, S.Ag., S.H. (Kepala Subbag.Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni)
Anita Sofiyati, S.Ag. (Kepala Subbag. Administrasi Umum dan Keuangan)

TIM PANITIA
Dr. Muhammad Ja'far Luthfi, M.Si.; Nurul Safitri Apriliani, S. Si.; Hikmah Supriyati, S. Pd.; Dimas Setyaningrum;
Baru Dwi Yuanwar; Wanda Nurma Yuliyantika; Ahmad Saifun Naser; Sindi Farhana; Al-Lu’lu Ul Makmum;
Muhammad Ja’far Abdurrahman; Rakhmiyati, S. Si.; Hendrik Kurniawan; Nurul Hasnah; Zulindha Alfitasari;
Kurniawan Eka Yuda; Della Rizki Damayanti

TATA LETAK & GRAFIS


Riyanto, S.Si.

PENERBIT
Fakultas Sains & Teknologi, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

ALAMAT
Fakultas Sains & Teknologi, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
Jl. Marsda Adisucipto Yogyakarta 55281 – Indonesia, Telp. +62-274-519739, Fax. +62-274-540971,
Email: prosiding@sunankalijaga.org; jafarluthfi@yahoo.com

ONLINE
sunankalijaga.org/prosiding

PENYELENGGARA & PENDUKUNG

Fakultas Sains dan Teknologi Program Magang Pusat Studi Jurnal Kaunia
UIN Sunan Kalijaga Fakultas Sains dan Teknologi Integrasi Interkoneksi Islam dan Sains
Rumusan

Seminar nasional Konferensi Integrasi Interkoneksi keilmuan” (Spider web), dimana antar berbagai
Islam dan Sains, 7 Mei 2018 dengan tema Integrasi disiplin yang berbeda tersebut saling berhubungan dan
Interkoneksi Islam dan Sains di Universitas. berinteraksi secara aktif-dinamis. Yaitu, corak
hubungan antar berbagai disiplin dan metode keilmuan
Sains dan teknologi telah menuntun manusia menuju tersebut bercorak integratif-interkonektif. Dalam
peradaban yang lebih maju dan merupakan bagian tak melihat gambar metaforis “jaring laba-laba keilmuan”
terpisahkan dari kebudayaan masyarakat. Pada era itu adanya garis putus-putus, menyerupai pori-pori
globalisasi sekarang ini, penguasaan sains dan yang melekat pada dinding pembatas antar berbagai
teknologi merupakan indikator pentin dalam disiplin keilmuan tersebut. Dinding pembatas yang
percepatan pertumbuhan/pembangunan suatu bangsa. berpori-pori tersebut tidak saja dimaknai dari segi
Upaya mengejar ketertinggalan sains dan teknologi batas-batas disiplin ilmu, tetapi juga dari batas-batas
bangsa-bangsa yang sedang membangun terhadap ruang dan waktu (space and time), corak berpikir
bangsa-bangsa yang sudah maju bukanlah suatu hal (world view) atau ‘urf dalam istilah teknis keilmuan
yang mudah karena kondisinya sangat dipengaruhi Islam. Yakni, antara corak dan budaya berpikir era
oleh nilai-nilai kebudayaan masyarakat setempat. classical, medieval, modern dan post- modern. Pori-
pori tersebut ibarat lubang angin pada dinding
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sebagai salah satu (ventilasi) yang berfungsi sebagai pengatur sirkulasi
Universitas Islam di Indonesia tentunya memiliki keluar-masuknya udara dan saling tukar informasi
strategi tersendiri untuk menghadapi era globalisasi antar berbagai disiplin keilmuan.
saat ini. Misalnya, dalam menggambarkan proses
transformasi akademik dari IAIN ke UIN tahun Dalam seminar nasional ini diungkapkan ide-ide baru
2003/2004, adanya pola hubungan antar disiplin dan hasil-hasil penelitian baru dalam kajian integrasi
keilmuan keagamaan dan keilmuan non-keagamaan interkoneksi antara ilmu sains dan agama.
secara metaforis mirip dengan “jaring laba-laba

iv
Kata Pengantar

Prosiding Konferensi Integrasi Interkoneksi Islam Fakultas Sains dan Teknologi yang telah berpartisipasi
dan Sains Volume 1, September 2018 berisikan aktif sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik.
naskah-naskah dari kegiatan seminar nasional Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada berbagai
Konferensi Integrasi Interkoneksi Islam dan Sains, 7 instansi yang telah mendukung kegiatan seminar
Mei 2018 yang diselenggarakan di Gedung Convention tersebut dengan hadirnya para pemakalah utama dari
Hall Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga lingkungannya, yaitu: Institut Agama Islam Negeri
Yogyakarta yang bertemakan Integrasi Interkoneksi Jember, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Kudus,
Islam dan Sains di Universitas. Universitas Gajah Mada, Sekolah Tinggi Keguruan dan
Ilmu Pendidikan PGRI Tulungagung, MTs Darul Ishlah
Naskah-naskah yang diterbitkan dalam prosiding ini Sukorejo Kendal Jawa Tengah, Universitas
telah melalui beberapa tahapan proses seleksi, dimulai Muhammadiyah Yogyakarta, Sekolah Tinggi Agama
dari seleksi awal terhadap abstrak-abstrak yang Islam Masjid Syuhada Yogyakarta, Sekolah Tinggi
dikirimkan untuk dipresentasikan pada seminar Filsafat Islam Sadra Jakarta, Universitas Islam
nasional; dilanjutkan dengan proses presentasi paper Indonesia Yogyakarta, dan Institut Agama Islam Negeri
atau poster, sekaligus review melalui proses tanya- Jember.
jawab oleh sesama peserta seminar. Selanjutnya,
naskah-naskah tersebut dinilai dan dikoreksi oleh Akhir kata, permohonan maaf disampaikan kepada para
penyunting. pihak atas kekurangsempurnaan yang terjadi, dengan
harapan hal tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi
Beberapa naskah dari kegiatan seminar nasional ini kegiatan selanjutnya.
disarankan untuk diterbitkan pada jurnal Kaunia
(Kaunia: Integration and Interconnection Islam and
Science).

Atas terlaksananya penerbitan prosiding ini, ucapan Yogyakarta, 7 September 2018


terima kasih disampaikan kepada para pemakalah Panitia Seminar Nasional
utama, pemakalah, peserta, panitia dan para pihak yang Konferensi Integrasi Interkoneksi Islam dan Sains
terlibat langsung maupun tidak langsung dalam kegiatan
ini. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para Dr. Muhammad Ja’far Luthfi, M.Si.
peserta Program Magang dan Dewan Mahasiswa

v
THIS PAGE INTENTIONALLY LEFT BLANK
Volume 1 - September 2018, ISSN 2622-9439 (cetak), ISSN 2622-9447 (elektronik)

Editorial ............................................................................................................................................................... iii


Rumusan .............................................................................................................................................................. iv
Kata Pengantar ..................................................................................................................................................... v
Daftar Isi .............................................................................................................................................................. vii
Abstrak Pembicara Utama .................................................................................................................................... xi
Multidisiplin, Interdisiplin, dan Transdisiplin Ilmu Pengetahuan dan Riset pada Pendidikan Tinggi
Masa Depan
Muhammad Amin Abdullah
Piramida Integrasi Keilmuan Islam dan Sains
Siswanto Masruri

KLUSTER 1
Studi Komparatif Hukum Tabdzir dan 7 waste dalam Proses Manufaktur untuk Meminimalkan 1-6
Biaya (cost)
A. M. Adhitya A Walenna, Nuri Wulantari, Erdin Dwi S, Hafizhta Aryunda T
Aplikasi Sistem Hardware Robotik Industri dalam Dunia Pendidikan di Laboratorium Teknik 7-10
Industri UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Agus Suwandi
Nilai Keberkahan Kitab Kuning dalam Aplikasi Kitab Android 11-13
Mochamad Ghifari ‘Azmi

KLUSTER 2
Implementasi Metode Bernyanyi dalam Mengenalkan Pendidikan Agama Islam Pada Anak Usia 15-18
Dini: Studi Pada PAUD Al Hasanah Desa Dempo Timur Pasean
Abd Mukit
Implementasi Metode Pembelajaran Understanding by Design di Sekolah Alam Depok Terhadap 19-28
Kesadaran Mentadabburi Ayat-Ayat Al-Qur’an
Alfiyah
Peran Madrasah dalam Pengembangan Pembelajaran Sains yang Berbasis Islam Terapan 29-32
Arghob Khofya Haqiqi, Wakhid Fitri Albar, Muhammad Najmul Afad
Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Ditinjau Dari Keterampilan Proses Sains Melalui Metode 33-38
Outdoor Study
Asriana Harahap
Profil Metakognisi Siswa dalam Memecahkan Masalah Matematika Dilihat dari Prestasi Hasil 39-43
Belajar Siswa
Yusuf Saibani, Dewi Anggreini
Video Pemeriksaan Hitung Jenis Leukosit Sebagai Media Pembelajaran Biologi 45-49
Diah Putri Pancasani, Sulistiyawati
Pembelajaran Sains Berbasis Keunggulan Lokal (PSBKL): Sebuah Upaya Strategis untuk 51-56
Mewujudkan Pembelajaran Bermakna dan Berdaya Saing Global
Erwin Prastyo
Eksistensi Keluarga dalam Mewujudkan Pendidikan Islam Sebagai Upaya Mengatasi Krisis 57-62
Moral
Rina Oktafia Putri
Pembelajaran Tematik Integratif (Studi Relevansi Terhadap Integrasi Keilmuan dalam 63-68
Pendidikan Islam)
Uswatun Hasanah

KLUSTER 3
Analisis Kritis Teks Syair Meurukôn dalam Perspektif Pendidikan Islam 69-76
Aida Hayani
Penerapan Syari’at Islam di Aceh Antara Kenyataan dan Harapan (Menelusuri Budaya 77-83
Masyarakat Aceh Masa Lampau dalam Manuskrip)
Aida Hayani
Kosmologi Islam: Agama dalam Kemelut Sains 85-90
Anggi Supriyadi
Al-Quran: Studi Pendekatan Scientific 91-99
Azis
Konsep Harmonisasi Sains dan Ekologi: Studi Historis Paradigma Holistik Sains Islam Di Abad 101-107
Pertengahan
Fadhlu Rahman, Rahmatika Layyinah
Tafsir ilmi: Studi Metode Penafsiran Berbasis Ilmu Pengetahuan Pada Tafsir Kemenag 109-113
Putri Maydi Arofatun Anhar, Imron Sadewo, M. Khoirul Hadi Al-Asy Ari
Perkembangan Matematika dalam Sejarah Peradaban Islam 115-119
Ishmatul Maula, Ani Setyaning Pambudi, Zahrotur Rohmah
Metode SITOBUN (Soil In Treatment Of Burn Wounds) Sebagai Pertolongan Pertama Pada Luka 121-128
Bakar: Wujud Implementasi I’jaz ath Thibbi berdasarkan Hadist Nabi: “Dengan menyebut Nama
Allah, (debu) tanah bumi ini dengan air ludah sebagian di antara kami dapat menyembuhkan
penyakit di antara kami dengan seizin Robb kami.” (HR. Bukhari)
Masrikhan
Tombi (waste of tobacco stem as multi-biopesticide and blue industry): Studi Kelayakan Limbah 129-138
Batang Tembakau Sebagai Multi-pestisida Nabati dan blue industry di Kabupaten Temanggung
Sebagai Wujud Manifestasi Surat Ali Imron: 190-191
Muhammad Khaedzar Assagaf, Masrikhan
Agama dan Sains: “Telaah kritis tafsir Ayat Berbasis Angka (Numerik) dalam Gerakan 212” 139-143
Umi Fatikhatul Jannah, Miati Widianingsih, Lukmannul Faqih
Keilmiahan Ilmu-ilmu Islam Ditinjau dari Prinsip Falsifikasi Karl Popper 145-150
Mohammad Rivaldi Dochmie
Hubungan Ilmu dan Agama dalam Prespektif Islam Telaah Pemikiran Kuntowijoyo 151-156
Nur Azizah
Penerapan Epistemologi Islam pada Proses Pembudayaan Pola Pikir yang Islami bagi Scientist 157-161
Rakha Saputra, Koddam Rukadi Lubis
Keseimbangan Antara Dunia dan Akhirat Berdasarkan Teorema Limit Kanan Limit Kiri 163-165
Resa N. H., Alya F., M. Fauzan R., Hana M. S. S., Veladita A., Wilda A. S.
Salat dalam Pandangan Matematika 167-169
Fatimah Nur Itsnaini, Rizqi Taufiqomah, Rizky Anggit M.O.F.K., Nurul Hikmah Bella F., Riza Wahyu
Kurnia
Relasi Agama dan Sains Menurut Seyyed Hossein Nasr dan Ian G Barbour 171-176
Selvia Santi
Studi Karakteristik Perkembangan Sains di Iran, Arab Saudi dan Mesir (1950-2000) 177-183
Selvia Santi

viii
Tabayyun dengan Analisis Real 185-188
Shelly Sholatan Kamilah, Nur Latifah Ulfa, Muhammad Rodham Robbina, Armelia Eka Setyarini A.
W., Muhammad Ifan Afandi, Ma'rifah
Sistem Kekebalan Tubuh Ditinjau dari Pandangan Islam dan Sains 189-192
Sindi Rahmawati, Isnaeni Khaerunnisa, Nur Indah Nugraheni, Retno Ariyani
Akulturasi sains: Sarana dakwah Islam di era Post-Modern 193-198
Taufiqur Rohim
Rasio Ukuran dan Bentuk Tubuh Manusia Ditinjau dari Konsep Deret Fibonacci dan Al-Qur’an 199-204
Is Mardhiyati, Ulya Za’im Luthfya, Rokyul Amin, Anis Faridah, Adila Ni’matul Ummah

Pedoman untuk Penulis ........................................................................................................................................ 205

ix
THIS PAGE INTENTIONALLY LEFT BLANK
ISSN 2622-9439; E-ISSN 2622-9447
Volume 1, September 2018
Halaman: xi-xi

Multidisiplin, Interdisiplin, dan Transdisiplin


Ilmu Pengetahuan dan Riset pada Pendidikan Tinggi Masa Depan
Muhammad Amin Abdullah
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga
Jl. Marsda Adisucipto Yogyakarta 55281 - Indonesia

Abstrak. Pertumbuhan dan pengembangan pendidikan di tingkat perguruan tinggi terus berjalan cepat seiring dengan perkembangan
pengalaman manusia menyelesaikan berbagai permasalahan kehidupan yang dihadapinya. Apa yang sekarang disebut dengan
Universitas Kelas Dunia (World-Class University), juga Universitas Riset (Research University) menjadi topik pembicaraan hangat
di lingkungan perguruan tinggi, pemerintah dan masyarakat. Media cetak dan media sosial seringkali menampilkan peringkat
universitas dunia yang dibuat oleh Times Higher Education World University,Academic Ranking of World Universities (ARWU),
Higher Education Evaluation and Accreditation Council of Taiwan (HEEACT), Webometrics, dan masih banyak yang lain. Salah
satu dari sekian banyak elemen menonjol dari World Class University maupun Research University adalah digunakannya pendekatan
pembelajaran, perkuliahan, riset dan pengabdian kepada masyarakat baru, yang lebih bercorak multi-, inter- dan trans-disiplin.
Pendekatan inter-, multi- dan transdisiplin memastikan permasalahan dapat didekati secara komprehensif sehingga solusi lebih cerdas,
jitu dan handal; dapat diupayakan oleh siapa pun yang berkepentingan, baik pemerintah, dunia industri, dunia swasta maupun
masyarakat luas pengguna jasa ilmu pengetahuan.
THIS PAGE INTENTIONALLY LEFT BLANK
ISSN 2622-9439; E-ISSN 2622-9447
Volume 1, September 2018
Halaman: xiii-xiii

Piramida Integrasi Keilmuan Islam dan Sains


Siswanto Masruri
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga
Jl. Marsda Adisucipto Yogyakarta 55281 - Indonesia

Abstrak. Hampir semua universitas kelas dunia memiliki kesamaan karakteristik: pemimpin yang suportif, tenaga pengajar yang
unggul, tradisi keilmuan dan kebudayaan yang kuat, mahasiswa yang hebat, perpustakaan yang lengkap, dan sistem finansial yang
efektif. Jika kepemimpinan yang suportif merupakan bahan bakar yang menggerakkan, maka, tenaga pengajarnya merupakan mesin
yang menghasilkan mutu dan para tenaga kependidikannya memiliki peran membantu menciptakan kondisi positif antarpribadi,
kelompok, kelembagaan, dan keuangan di universitas. Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia, UIN Sunan
Kalijaga khususnya, telah memiliki jendela peluang yang besar untuk mengimplementasikan program-program akademiknya sebagai
upaya meningkatkan daya saing internasional demi kemajuan bangsa.
Kehadiran paradigma integrasi-interkoneksi (Islam dan sains) yang dimotori oleh Rektor beserta jajarannya saat transformasi dari
IAIN menjadi UIN merupakan anugerah akademik yang harus disyukuri dan ditindaklanjuti oleh UIN Sunan Kalijaga.
Tulisan ”piramida integrasi keilmuan Islam dan sains” ini dilatarbelakangi oleh belum terimplementasikannya konsep integrasi
keilmuan dengan baik yang disebabkan oleh beberapa faktor: kepemimpinan, ketenagaan, kelembagaan, kekurangpahaman terhadap
simbol-simbol akade-mik, dan core values UIN Sunan Kalijaga. Adapun tujuan tulisan sederhana ini antara lain untuk mewujudkan
kembali upaya-upaya integrasi tersebut agar lebih mudah dipahami dan diimplementasikan oleh sebagian besar sivitas akademikanya.
Paradigma keilmuan integrasi-interkoneksi sebenarnya telah selesai meski masih banyak yang harus disempurnakan. Jika ada yang
mengatakan hanya ayatisasi, sunahisasi, hadisisasi, atau apa pun namanya, dan tinggal simbol, maka, hal itu lebih meruapakan
proses-proses penting yang menyertainya. Peran simbol dalam suatu masyarakat telah disadari oleh para ahli sejak beberapa waktu
yang lalu. Nurcholish Madjid pernah menyebut Hugh Dalziel Duncan, yang dalam “preposisi aksiomatik I”nya mengatakan: “society
arises in, and continues to edit through, the communication of significant symbol”. Duncan selanjutnya menjelaskan bahwa “simbol
bermakna” (significant symbol) adalah “isyarat” atau “signal” yang tidak hanya menstimulasi orang lain, tetapi juga membangkitkan
yang bersangkutan dengan makna yang sama dengan yang terbangkitkan. Dengan mengutip Talcot Parsons, Duncan akhirnya
mengatakan mustahil berpikir tentang masyarakat tanpa berpikir tentang simbol-simbol dan bahwa elaborasi sistem tindakan manusia
akan mustahil tanpa adanya sistem simbolik yang relatif mapan dan mantap.
Dengan mengutip QS Yunus 10:19, al-Anbiya’ 21:93, al-Mukminun 23:52, pernyataan Albert Einstein, Roger Lincoln Shin, dan core
values UIN Sunan Kalijaga (integratif-interkonektif, dedikatif-inovatif, dan inklusif-continuous improvement) maka, integrasi
keilmuan ini merupakan sebuah keniscayaan yang bermasadepan. Oleh karena itu, menjadi kewajiban sivitas akademika untuk
merealisasikannya. Untuk jenjang S1 (kecuali yang memenuhi syarat dan mampu), tahapannya adalah “mengenal” atau “menyapa”
(‫ )تعارف‬sesama bidang ilmu, untuk jenjang S2 (kecuali yang memenuhi syarat dan mampu), tahapannya lebih meningkat yakni
“menolong” dan “bekerjasama” (‫ )تعاون‬dengan bidang-bidang ilmu yang lain, dan untuk jenjang S3, sebagai jenjang tertinggi, maka,
seharusnya mampu memenuhi syarat dan mampu melakukan “pengintegrasian” (‫ )اندماج‬beberapa bidang ilmu dan menghasilkan
“temuan” (‫ )اختراع‬tentang sesuatu yang baru (novelty). Semua ini dapat ditempuh melalui proses-proses metodologis seperti
interkoneksi, komunikasi, kooperasi, similariti dan diferensiasi, apresiasi, rekognisi, dan resiprositi antarbidang ilmu, individu,
kelompok, dan institusi menuju integrasi.
Akhirnya, proses-proses tersebut hanya dapat dilakukan oleh pemimpin yang suportif, tenaga pengajar dan mahasiswa dengan basis
keilmuan dan syarat-syarat sebagai berikut: (1) memiliki ideal type keilmuan seperti Harun Yahya (The Miracle of Human Creation,
2003), Yusuf Al-Hajj Ahmad (The Unchalengeable Miracles of the Qur’an, 2010), Zakir Naik (Miracles of Al-Qur’an & As-Sunnah,
2016); (2) meyakini betul bahwa Al-Qur’an dan al-Sunnah merupakan dua pusaka abadi umat Islam; (3) memahami dan mengerti
betul bahasa Arab dan bahasa-bahasa asing lainnya; (4) memahami dan mengerti betul kandungan al-Quran dan al-Sunnah; (5)
memahami dan mengerti sebagian besar teori Ilmu-Ilmu Kealaman (Hard Sciences); (6) memahami dan mengerti betul sebagian
besar teori Ilmu-Ilmu Sosial-Humaniora (Soft Sciences); (7) memiliki dana yang cukup; (8) memiliki kekuatan dan militansi
akademik yang tinggi; (9) memahami dan mengerti betul Ilmu-ilmu Alat lainnya. Wallahu a’lam bi al-Shawab..
THIS PAGE INTENTIONALLY LEFT BLANK
ISSN 2622-9439; E-ISSN 2622-9447
Volume 1, September 2018
Halaman: 1-6

Studi Komparatif Hukum Tabdzir dan 7 Waste dalam Proses


Manufaktur untuk Meminimalkan Biaya (cost)
A. M. Adhitya A Walenna*, Nuri Wulantari, Erdin Dwi S, Hafizhta Aryunda T
Program Studi Teknik Industri Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga
Jl. Marsda Adisucipto Yogyakarta 55281 - Indonesia
Email: am.adhitya@gmail.com*

Abstrak. Setiap perusahaan perlu membuahkan inovasi-inovasi demi memenangkan persaingan. Hal ini tidak mengubah prinsip
utama untuk mendapatkan keuntungan maksimal (maximum profit). Salah satu yang menjadi fokus manajerial dalam
memaksimalkan profit yaitu dengan menghilangkan waste (muda). Dalam Islam pemborosan merupakan hal yang harus dihindari
karena memiliki dampak yang merugikan. Pemborosan dalam Islam dikenal dengan istilah tabdzir dan orang yang melakukannya
disebut mubadzir. Dijelaskan dalam Al-Qur’an Surat Al Isra’ ayat 27 bahwa mubadzir adalah saudara syaitan (keburukan) dan hal itu
dapat mendatangkan murka Allah. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana 7 waste dalam proses produksi,
bagaimana Islam memandang tabdzir, dan bagaimana hubungan 7 waste dengan tabdzir. Penelitian ini membandingkan konsep 7
waste dalam dunia Industri dan konsep tabdzir yang diajarkan dalam Islam menggunakan metode kualitatif dengan mengutip
literatur-literatur terkait. Akhirnya, penelitian ini diharapkan dapat menentukan hal-hal yang tabdzir dalam proses produksi
manufaktur.

Kata Kunci: Tabdzir, 7 waste, profit, Hukum Islam, Kualitatif

PENDAHULUAN mendekatkan diri kepada syaitan (keburukan) dan hal


itu dapat mendatangkan murka Allah. Pemahaman
Di era industri saat ini, setiap perusahaan bersaing tentang boros menjadi penting karena itu adalah sifat
secara ketat untuk mendapatkan konsumen sebanyak- dibenci oleh syara’.
banyaknya agar perusahaan dapat tetap berjalan dan Dalam paper ini akan dibahas tentang hal-hal yang
keuntungan yang diperoleh dapat maksimal. Oleh termasuk dalam 7 waste yang sering ditemui dalam
karena itu, sebisa mungkin perusahaan harus dapat proses produksi. Serta dibahas mengenai pandangan
memenuhi keinginan konsumen. Bagi perusahaan yang Islam mengenai pemborosan atau tabdzir dan juga
menjual produk, hal tersebut dapat tercapai apabila keterkaitan antara 7 waste dalam proses produksi
produk yang ditawarkan berkualitas dan ketersediaan dengan tabdzir dalam Islam.
barang selalu ada. Dan salah satu hal penting yang harus
diperhatikan perusahaan adalah proses produksi. Proses
produksi merupakan suatu tahapan dalam industri untuk METODE
mengubah input yang berupa bahan baku/material
menjadi output yaitu produk jadi. Dalam proses Jenis penulisan dan pendekatan penulisan
produksi sering terjadi waste (pemborosan) yang Penyusunan karya tulis ini dilakukan dengan metode
disebabkan oleh beberapa hal sehingga cost menjadi kepustakaan (library research) yakni mengumpulkan
meningkat. Bagi perusahaan, tentunya hal tersebut semua bahan bacaan yang berkaitan dengan masalah
sangatlah merugikan dan harus segera ditindaklanjuti yang dibahas, kemudian memahami secara teliti dan
dengan metode yang tepat. Oleh karena itu, proses hati-hati sehingga menghasilkan temuan-temuan
produksi harus dikelola agar dapat lebih efektif dan penelitian. Untuk mendukung penulisan ini, maka
efisien sehingga pemborosan dapat dikurangi dan penulis melakukan kegiatan studi literatur yang
ongkos produksi dapat ditekan. mendalam, yakni dengan menggunakan penulisan
Dalam Islam pemborosan juga merupakan hal deskriptif.
yang harus dihindari karena memiliki dampak yang Metode deskriptif adalah suatu metode dalam
merugikan. Pemborosan dalam Islam dikenal dengan meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu
istilah tabdzir dan pelakunya disebut dengan mubadzir. sistem pemikiran, ataupun suatu kelas peristiwa pada
Dijelaskan dalam QS. Al-Isra’: 27 bahwa masa sekarang. Tujuan dari penulisan deskriptif ini
“Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah adalah untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan
saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-
ingkar kepada Tuhannya”. Dari penjelasan ayat tersebut fakta, sifat, serta hubungan antar fenomena yang
dapat diketahui bahwa dengan pemborosan dapat diselidiki (Nazir, 2003).
2 1: 1-6, 2018

Jenis data dan metode pengumpulan data Menurut Heizer & Render (2009), pemborosan
Data yang dikumpulkan dalam penulisan ini adalah data terjadi pada proses bisnis pabrik yang sering ditemukan
sekunder, yaitu sumber data penulisan yang diperoleh seperti produk cacat, kelebihan persediaan, pemborosan
secara tidak langsung melalui media perantara. Data waktu dan sebagainya. Dengan hal ini pabrik berusaha
sekunder umumnya berupa bukti, catatan, atau laporan untuk mengeliminasi semaksimal mungkin untuk tidak
historis yang telah tersusun dalam arsip (data terjadi pemborosan. Dapat dilihat bahwa karyawan
dokumenter), baik yang dipublikasikan maupun tidak sering ditemukan lebih dari 95% dengan waktu yang
dipublikasikan (Indriantoro & Soepomo, 2002). tidak digunakan untuk menambah nilai produk,
Metode pengumpulan data yang digunakan menunggu bahan material dikirim ke lantai produksi,
didalam penelitian ini adalah dengan metode: mesin sering dalam perbaikan sehingga dapat
1. Kepustakaan menyebabkan pemborosan.
Studi kepustakaan dilakukan dengan jalan membaca Dapat disimpulkan bahwa pemborosan dapat
literatur-literatur yang berkaitan dan menunjang terjadi dimana saja, karena pemborosan tidak dapat
penelitian ini, berupa pustaka cetak maupun terlihat sehingga banyak pabrik mengalami pemborosan
elektronik (data-data internet). dengan pemborosan waktu yang tanpa disadari, produk
cacat menyebabkan pemborosan, menunggu waktu,
2. Dokumenter
produksi berlebihan, pemborosan inventory dan
Studi dokumentasi dilakukan dengan jalan membaca
sebagainya. Untuk menghilangkan pemborosan dengan
laporan-laporan penulisan sebelumnya serta artikel
cara mengeliminasi persediaan yang berlebihan,
yang diakses dari internet, buku, maupun jurnal yang
meningkatkan nilai produk, mengendalikan nilai biaya
sesuai dengan permasalahan. Pada metode ini
untuk memungkinkan harga jual rendah tetapi laba
penulis hanya memindahkan data yang relevan dari
meningkat, memperbaiki kinerja karyawan.
suatu sumber atau dokumen yang diperlukan.
3. Intuitif Subjektif Jenis pemborosan
Menurut Simogaki dalam Ghofar (1999) intuitif Menurut penelitian dijalankan terdahulu oleh Joshi et al.
subjektif merupakan pelibatan pendapat penulis atas (2013), ”Elimination Waste”. International Journal of
masalah yang sedang dibahas. Emerging Trends in Engineering and Development,
Muda is a Japanese expression for wastages within the
Metode analisa data manufacturing systems (Gautam et al., 2012). One way
Sehubungan dengan permasalahan yang tertulis pada to enhance profitability of the firm is to fundamentally
rumusan masalah dan pendekatan penulisan yang trim down costs. Where improving product quality,
digunakan, penulis menganalisa data-data yang reducing production costs and being first to market also
diperoleh dengan metode analisa deskriptif kualitatif, quick respond to customers is the main criteria of
yaitu data yang diperoleh kemudian disusun, sehingga enhancing profitability of the organization. There are
mempermudah pembahasan masalah-masalah yang ada. primarily seven types of MUDA‟s.
Karena titik fokus penulisan ini adalah penulisan Dapat disimpulkan bahwa MUDA adalah sistem
berbasis literatur (pustaka), maka data yang Jepang untuk mengeliminasi atau menghilangkan
dikumpulkan merupakan data kualitatif. pemborosan yang terjadi di perusahaan. Salah satu jenis
Proses analisa data yang dilakukan dalam pemborosan tersebut untuk mengetahui jenis-jenis
penulisan ini terjadi secara bolak balik dan berinteraktif, pemborosan apa saja yang terjadi diperusahaan sehingga
yang terdiri dari: dapat menghilangkan pemborosan.
a. Pengumpulan data (data collection) Menurut Jurnal Teknik Hazmi et al. (2012).
b. Reduksi data (data reduction) “Penerapan Lean Manufacturing Untuk Mereduksi
c. Penyajian data (data display) waste”. Peningkatan untuk meminimalisasi pemborosan
d. Pemaparan dan penegasan kesimpulan (conclution (waste) selama proses produksi terjadi adanya
drawing and verification) pemborosan antara lain inappropriate processing,
unnecessary inventory, waiting dan defect. Lean
Manufacturing merupakan pendekatan yang bertujuan
PEMBAHASAN untuk meminimalisasi pemborosan yang terjadi pada
aliran proses produksi. Sehingga dapat disimpulkan
Pengertian pemborosan (Waste) dengan adanya dasar Lean dapat mengetahui cara
Pemborosan adalah segala aktivitas berproduksi yang mengatasi pemborosan dan mengetahui akar penyebab
tidak memberikan nilai tambah tetapi hanya yang terjadi.
mengeluarkan biaya atau dapat dikatakan sebagai Menurut Heizer & Render (2009), dengan hal
manfaat yang diperoleh dari aktivitas itu lebih rendah tersebut dapat dijelaskan 7 jenis pemborosan dikenal
daripada biaya yang dikeluarkan untuk membiayai sebagai “MUDA” antara lain yaitu:
aktivitas itu (Gasperz, 1996).
WALENNA et al. – Studi komparatif hukum Tabdzir dan 7 waste dalam proses manufaktur… 3

1. Produksi berlebih – Overproduction pekerja merupakan pemborosan. Contoh gerakan


Produksi berlebih adalah menghasilkan produk atau tersebut adalah:
barang yang secara berlebihan dari yang dibutuhkan a. Gerakan hilir-mudik mencari alat bantu.
pelanggan. Dapat disimpulkan bahwa pemborosan b. Mengambil dan mengembalikan alat ke tempat
tersebut paling buruk yang sering ditemukan di kerja yang letaknya berjauhan.
pabrik. Karena pemborosan ini terjadi memproduksi 7. Cacat – Defects
produk lebih banyak dari jumlah pemesanan, Pemborosan yang terjadi karena harus ada
sehingga pemborosan ini dapat menyebabkan pengerjaan ulang terhadap produk atau bila produk
permintaan menurun dan tidak terjualnya persediaan cacat maka harus dimusnahkan. Hal ini berdampak
(stock). Untuk mengatasi produksi berlebih, dengan pada:
cara menjadwalkan dan memproduksi sesuai dengan a. Operator pada proses produksi berikutnya
jumlah yang ditentukan. menunggu.
2. Menunggu – Waiting b. Menambah biaya produksi.
Pemborosan terjadi pada saat tangan operator c. Memperpanjang lead time.
menganggur atau menunggu proses. Pemborosan ini d. Perlu kerja tambahan untuk membongkar dan
dapat terjadi pada gangguan mesin sehingga mereparasi produk.
menunggu perbaikan mesin, jalur kerja yang tidak
seimbang. Dapat disimpulkan bahwa pemborosan Menurut Gaspersz & Fontana (2011), menjelaskan
tersebut karena operator hanya melihat dan 7 jenis pemborosan yaitu
mengawasi proses berjalannya mesin sehingga 1. Overproduction: memproduksi lebih dari kebutuhan
operator tidak melakukan apa-apa, dan pekerjaan pelanggan internal dan eksternal atau memproduksi
sepenuhnya telah dilakukan oleh mesin. lebih cepat dari waktu kebutuhan pelanggan. Akar
3. Memindahkan – Transporting penyebabnya karena kurang berkomunikasi, hanya
Pemborosan memindahkan – transporting terjadi berfokus pada kesibukan kerja masing-masing, tidak
pada kegiatan pergerakan yang berlebihan dan memenuhi kebutuhan pelanggan.
penanganan yang berlebihan bisa menimbulkan 2. Delays (waiting time): keterlambatan saat menunggu
kerusakan serta kemungkinan menyebabkan mutu mesin, peralatan, bahan baku, supplier, perawatan
produk menurun. Hal ini terjadi pada produk yang mesin dan sebagainya. Akar penyebabnya adalah
ditangani secara berulang-ulang dari satu proses ke waktu penggantian produk yang panjang (long
proses berikutnya tanpa memberikan nilai tambah changeover times), dan lain-lain.
produk. 3. Transportation: memindahkan material dengan jarak
yang sangat jauh dari satu proses ke proses berikut
4. Proses – Processing
yang dapat mengakibatkan waktu penanganan
Pemborosan ini terjadi adanya teknologi yang
material bertambah. Akar penyebabnya adalah tata
kurang tepat atau rancangan produk yang kurang
letak yang jelek, kurang berkoordinasi dalam proses,
baik. Pemborosan proses ini terjadi pada banyak
poor housekeeping, organisasi tempat kerja yang
kasus seperti yang diakibatkan karena kegagalan
jelek (poor workplace organization), lokasi
melakukan sinkronisasi proses. Operator seringkali
penyimpanan material yang banyak dan saling
melakukan pekerjaannya pada bidang tertentu lebih
berjauhan (multiple and long distance storage
teliti dari yang diisyaratkan.
locations).
5. Persediaan – Inventory 4. Processes: proses tambahan atau aktivitas kerja
Pemborosan persediaan hampir sama dengan yang tidak perlu atau tidak efisien. Akar
pemborosan produksi berlebih, hanya saja penyebabnya adalah ketidakpastian dalam
pemborosan persediaan merupakan pembelian bahan penggunaan peralatan, pemeliharaan peralatan yang
material yang terlalu banyak, sehingga persediaan jelek (poor tooling maintenance), gagal
menjadi menumpuk di gudang. Oleh sebab itu, untuk mengombinasi operasi kerja.
mengurangi pemborosan persediaan dengan cara 5. Inventories: menyembunyikan masalah dan
yang menyingkirkan barang-barang persediaan yang menimbulkan aktivitas penanganan tambahan yang
tidak diperlukan, tidak membeli barang barang- seharusnya tidak diperlukan. Akar penyebabnya
barang dalam ukuran besar, dan tidak memproduksi adalah peralatan yang tidak andal (unreliable
barang yang tidak dibutuhkan pada proses berikut. equipment), aliran kerja yang tidak seimbang
6. Gerakan – Motion (unbalanced flow), pemasok yang tidak kapabel
Terjadi karena adanya gerakan pekerja yang tidak (incapable suppliers), peramalan kebutuhan yang
berkaitan langsung dengan nilai tambah. Hal tidak akurat (inaccurate forecasting), ukuran batch
tersebut sangat berpengaruh pada efisiensi dari jalur yang besar ( large bath sizes), long changeover
produksi itu sendiri. Secara spesifik, semua gerak times.
kerja yang membutuhkan usaha fisik berlebih dari 6. Motions: suatu pergerakan dari orang atau mesin
yang tidak menambah nilai kepada barang dan jasa
4 1: 1-6, 2018

yang akan diserahkan kepada pelanggan, tetapi pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara
hanya menambah biaya dan waktu saja. Akar syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar terhadap
penyebabnya adalah metode kerja yang tidak Tuhannya”. (Q.S.: Al-Isra’ ayat: 26-27)
konsisten, organisasi lokasi kerja yang jelek, tata Dengan demikian tujuh pemborosan yang dapat
letak tidak diatur dengan baik. dikategorikan sebagai tabdzir adalah sebagai berikut:
7. Defect products: pengerjaan ulang terhadap produk 1. Overproduction: bilamana hasil produksi yang
atau bila produk cacat maka harus dimusnahkan. dihasilkan tidak memiliki tenggat waktu/masa
Akar penyebabnya adalah Incapable processes, kadaluarsa dan bisa untuk dipasarkan kembali maka
insufficent training, ketiadaan prosedur-prosedur hal ini tidak dikategorikan sebagai tabdzir namun
operasi standar. hanya sebagai israf. Namun dalam produksi yang
memiliki masa kadaluarsa seperti makanan dan
Dengan disimpulkan dapat dijelaskan dengan kelebihan produksi tidak dapat dipasarkan sebelum
adanya jenis-jenis pemborosan dapat mengetahui jenis masa kadaluarsa, maka bisa dikategorikan sebagai
pemborosan yang terjadi. Hasil analisis terhadap jenis tabdzir. Oleh karena itu divisi
pemborosan dapat membantu perusahaan dalam pergudangan/warehouse perlu memerhatikan tenggat
melakukan identifikasi mengenai jenis-jenis waktu yang tertera agar tidak terjadi tabdzir.
pemborosan yang mungkin terjadi pada perusahaan. Pemborosan overproduction bisa diminimalkan
dengan melakukan Visual manajemen. kita hanya
Pandangan Islam perlu berjalan ke area kerja dan hanya dengan
Al-Raghib al-Ashfahani dalam bukunya al-Mufradat fi melihat sekilas, akan diketahui apakah semuanya
Gharib Al-Qur’an mengartikan kata israf (boros) dengan sudah bekerja sebagaimana mestinya ataukah tidak.
berlebih-lebihan. Adapun kata mubazzir diartikannya 2. Delays (Waiting time): keterlambatan yang
dengan menyia-nyiakan harta. Kedua kata ini meskipun disebabkan oleh idle mesin atau karena waktu
selalu diartikan dengan satu makna dalam bahasa persiapan mesin tidak bisa dikategorikan sebagai
Indonesia yaitu “boros” namun keduanya tetap saja tabdzir. Hal ini disebabkan karena keterlambatan
memiliki sisi-sisi perbedaan. terjadi bukan karena unsur kesengajaan. Namun,
Kata israf memiliki arti yang lebih luas keterlambatan yang dilakukan oleh pekerja yang
dibandingkan dengan tabdzir. Israf diartikan dengan bermalas-malasan ataupun sibuk dengan pekerjaan
pengeluaran yang berlebihan. Namun, jika pengeluaran lain yang cenderung membuang-buang waktu, maka
ini dilakukan di jalan yang benar (sedekah, memberi bisa dikategorikan sebagai tabdzir karena memiliki
makan anak yatim, infaq, dan lain-lain) maka tidak bisa unsur kesengajaan di dalamnya. Salah satu cara
dikatakan sebagai tabdzir. Adapun tabdzir sendiri menghilangkan pemborosan ini yaitu dengan
adalah pengeluaran yang tidak memberikan manfaat dan standing in circle (Ohno Circle). Bisa juga dengan
cenderung sia-sia. Dengan demikian dapat dikatakan menyeimbangkan lini produksi (line balancing).
pula bahwa setiap tabdzîr adalah israf, akan tetapi setiap 3. Transportation: keadaan jarak baik dalam proses
israf belum tentu tabdzîr (Isa, 2013). produksi maupun saat distribusi disebabkan oleh
Dalam tulisannya melalui situs resmi Sekolah jalur yang sudah ditentukan sebelumnya. Dalam hal
Tinggi Ekonomi Islam Hamfara, Muhammad Baiquni ini optimasi sangat berperan penting untuk
Syihab mengatakan bahwa pelarangan sekaligus menghasilkan jarak terefisien maupun optimal.
penyamaan temannya setan, merupakan qorinah Namun, terdapat juga operator maupun distributor
(indikasi) yang jazm (tegas) untuk bisa memasukkan yang tidak menjalankan sesuai dengan ketentuan
perbuatan tabzir ke dalam kategori hukum haram. Sebab yang telah ditetapkan. Keadaan dimana
“al ashlu fin nahyi tholabut tarki hatta yadullu qarinatu operator/distributor yang memperbesar jarak dengan
littahrim” (hukum asal larangan itu adalah tuntutan sengaja tanpa adanya uzur yang jelas bisa
untuk meninggalkan sampai terdapat indikasi untuk dikategorikan sebagai tabdzir. Meskipun tidak bisa
mengharamkan). Adapun ayat yang menegaskan itu sampai nol tapi pemborosan ini dapat diminimalkan
adalah Al-Qur’an Surat Al-Isra’ ayat 26-27: salah satunya dengan scheduling atau dengan
melakukan metode-metode optimasi lainnya.
‫و ءات ذاالقربي حقه والمسكين و ابن السبيل و ال‬ 4. Process: menambahkan proses yang tidak perlu
merupakan suatu tindakan yang boros. Namun,
‫ إن المبذرين كانوا إخوان الشياطين و‬. ‫تبذر تبذيرا‬ untuk kegiatan yang memiliki udzur seperti
.‫كان الشيطان لربه كفورا‬ membenarkan letak peralatan yang sekiranya
mengganggu produksi tidak dikategorikan sebagai
tabdzir. Adapun poor tooling maintenance juga
Artinya: “Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga tidak dikategorikan sebagai tabdzir tetapi perlu
yang dekat akan haknya, kepada orang yang dalam untuk mengganti peralatan. Apabila peralatan tidak
perjalanan, dan janganlah kamu menghambur- diganti dengan unsur kesengajaan maka akan
hamburkan hartamu secara boros. Sesungguhnya menimbulkan tabdzir. Hal ini karena, operator
WALENNA et al. – Studi komparatif hukum Tabdzir dan 7 waste dalam proses manufaktur… 5

maupun pihak manajemen membiarkan perbuatan Dari keterangan-keterangan di atas maka dapat
yang membuang-buang tenaga dan waktu. disimpulkan bahwa untuk dapat mengetahui apakah
Pemborosan ini dapat dicegah dengan membuat pemborosan-pemborosan yang terjadi termasuk ke
standar kerja baru atau mengevaluasi setiap proses. dalam tabdzir atau tidak, perlu dilihat berbagai aspek
5. Inventories: tidak menggunakan bahan baku secara yang mempengaruhinya. Dengan demikian, dapat
optimal dapat dikategorikan sebagai pemborosan diketahui juga bahwa jauh sebelum ilmuwan industri
yang mendekati tabdzir karena bahan baku yang mencetuskan teori tentang optimasi, Al-Qur’an telah
terlalu lama dapat menurunkan kualitasnya dalam lebih dulu memberi perintah untuk melakukan kerja
proses produksi. Sehingga memicu timbulnya defect. secara efisien dan optimal.
Barang defect yang tidak dapat dipergunakan
kembali akan dikategorikan sebagai tabdzir karena Upaya untuk memperkecil TIMWOOD
sudah tidak memiliki nilai dan akhirnya akan Dalam proses produksi sering terjadi proses pemborosan
dibuang dan menjadi limbah. Salah satu cara untuk dimana jumlah input tidak sebanding dengan jumlah
menghilangkan pemborosan ini yaitu dengan output produksi. Cara yang pasti untuk mencegah
Kanban adalah kata dalam Bahasa Jepang yang pemborosan (waste) dalam produksi belumlah ada.
secara literal berarti “papan penanda” atau Namun, berdasarkan strategi produksi yang diterapkan
“signboard”. Dalam konteks Lean Manufacturing oleh perusahaan mobil Toyota, yaitu strategi produksi
dan Just-In-Time, Kanban merupakan salah satu tool JIT (Just In Time) untuk mengurangi pemborosan dalam
yang digunakan untuk menyusun jadwal. Taiichi produksi.
Ohno, sang pengagas, menyatakan bahwa Kanban Strategi produksi JIT diterapkan pada seluruh
adalah prasyarat tercapainya JIT. sistem industri modern sejak proses rekayasa
6. Motion: pergerakan tambahan yang tidak (engineering), pemesanan material dari pemasok
memberikan manfaat merupakan suatu tindakan (suppliers), manajemen material dalam industri, proses
tabdzir sehingga pihak manajemen perlu fabrikasi industri, sampai kepada distribusi produk
memperhatikan ini. Hal ini dapat mempengaruhi industri kepada konsumen. Beberapa sasaran utama
efisiensi produksi dan hasil optimal. Pemborosan ini yang ingin dicapai dari sistem produksi JIT adalah : (1)
dapat dikurangi dengan menyingkirkan barang yang reduksi scrap dan rework, (2) meningkatkan jumlah
tidak perlu salah satunya dengan 5R, bisa juga pemasok yang ikut JIT, (3) meningkatkan kualitas
dilakukan penghitungan ulang stasiun kerja agar proses industri (orientasi zero defect), (4) mengurangi
lingkungan kerja lebih ergonomis. inventori (orientasi zero inventory), (5) reduksi
7. Defect Products: produk yang cacat dan tidak dapat penggunaan ruang pabrik, (6) linearitas output pabrik
diproses kembali atau akan dibuang merupakan (berproduksi pada tingkat yang konstan selama waktu
suatu pemborosan yang tabdzir karena tidak tertentu), (7) reduksi overhead, dan (8) meningkatkan
memiliki manfaat. Maka untuk mengurangi produktivitas total industri secara keseluruhan (Gasperz,
kemungkinan defect bisa dilakukan evaluasi di 1996).
bidang QC.

Tabel 1. Kategori pemborosan.

Kategori Pendekatan Reduksi


Jenis Pemborosan Fokus Peningkatan
Pemborosan Pemborosan
Orang (people) Processing, Motion, Manajemen Tempat Kerja Tata letak, pemasangan label, tools/parts
Waiting (Workplace Management) arrangement, work instrictions, efisiensi, skills
training, shift meetings, cell/area teams, visual
display
Kuantitas (Quantity) Inventory, Moving, Just-in-Time (JIT) Work balance, work-in-process (WIP)
Things, Making too location/amount, kanban location, lot size,
Much changeover analysis, preventive maintenance
analysis
Kualitas (Quality) Fixing, Defects Error (Mistake), Proofing, Fixture modifications, successive checks, limit
Autonomation switches, check sheets, appropriate automated
assistance, templates
Informasi Planning, Scheduling, Teknologi Informasi Queue analysis, dynamic scheduling of
(Information) Execution Berfokus Proses (Process- order/job status by process element,
Focused-Information) timing/completion
6 1: 1-6, 2018

KESIMPULAN 3. Jauh sebelum para ilmuwan menemukan teori


tentang optimasi, Islam telah lebih dulu
Dari pembahasan di atas maka dapat ditarik kesimpulan memerintahkan hal itu.
sebagai berikut:
1. Dalam proses produksi terdapat 7 aktivitas yang
seharusnya dihilangkan, karena dapat menimulkan DAFTAR PUSTAKA
kerugian bagi perusahaan. 7 aktivitas ini sering
disebut dengan 7 waste, atau TIMWOOD. Aktivitas Gasperz, Vincent. 1996. Ekonomi Manajerial Pembuatan
Keputusan Bisnis. Jakarta: Grasindo (Gramedia
yang termasuk dalam TIMWOOD yaitu,
Widiasarana Indonesia)
Transportation, Inventory, Motion, Waiting,
Heizer, Jay dan Barry Render. 2009. Manajemen Operasi
Overproduction, Overprocess, Defect.
buku 1. Jakarta: Salemba Empat
2. Untuk dapat mengetahui apakah pemborosan yang
terjadi merupakan tabdzir atau bukan, maka perlu Isa, A. G. 2013. Serambi Indonesia. Diakses pada 2 November
2017 dari
ditinjau beberapa aspek terkait. Kegiatan yang tidak
http://aceh.tribunnews.com/2013/11/01/mubazir-dalam-
memberi manfaat dapat dikategorikan sebagai perspektif-alquran.
tabdzir.
ISSN 2622-9439; E-ISSN 2622-9447
Volume 1, September 2018
Halaman: 7-10

Aplikasi Sistem Hardware Robotik Industri dalam Dunia Pendidikan


di Laboratorium Teknik Industri UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Agus Suwandi
Laboratorium Terpadu Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga
Jl. Marsda Adisucipto Yogyakarta 55281 - Indonesia
Email: agus_chezta@yahoo.co.id

Abstrak. Teknologi Robotika adalah satu cabang teknologi yang berhubungan dengan desain, konstruksi, operasi, disposisi
struktural, pembuatan, dan aplikasi dari robot. Robotika terkait dengan ilmu pengetahuan bidang elektronika, mesin, mekanika, dan
perangkat lunak komputer. Perkembangan robot ini sangat lambat dalam dunia pendidikan, ini dikarenakan ilmu system robotic
sangatlah kompleks dan membutuhkan pengetahuan dari multidisiplin ilmu sehingga banyak kendala yang dihadapi dalam dunia
pendidikan. Akan tetapi perkembangan robotika saat ini semakin berkembang dengan sangat pesat dilihat dari banyaknya
pengaplikasian teknologi robotika berbasis sistem kontrol dan kecerdasan buatan dalam bidang industri, pendidikan, maupun
kehidupan sehari-hari. Penelitian dan pengembangan berbagai macam robot dari waktu ke waktu terus dilakukan untuk dapat
meningkatkan efektivitas, produktivitas, dan otomatisasi berbagai pekerjaan di antaranya robot manipulator seperti arm robot (robot
lengan), arm robot untuk mendeteksi posisi jari dengan lebih mudah dan sederhana. Sensor ini memiliki output berupa resistansi yang
diproses oleh mikrokontroler sebagai data ke motor servo untuk perintah gerak berupa pulsa PWM (PulseWidth Modulation).
Perangkat LCD/liquid crystal display menampilkan nilai data masukan (input) sensor flex. Seseorang dapat langsung mengetahui
gerakan tangan robot secara langsung sesuai gerakan operator. Selain itu kewajiban menuntut ilmu sangatlah dianjurkan seperti
dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Mujadalah ayat 11 yang berbunyi:

ٍ ‫يَ ْرفَ ِع هللاُ الَّذِينَ َءا َمنُوا ِمن ُك ْم َوالَّذِينَ أُوتُوا ْال ِع ْل َم دَ َر َجا‬
ُ ِ‫ت َوهللاُ بِ َما ت َ ْع َملُونَ َخب‬
‫ير‬
“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat”
(Q.s. al-Mujadalah: 11). Robotic ini sangat mendukung dari visi UIN Sunan Kalijaga yang mengedepankan integrasi interkoneksi
Islam dan Sains Teknologi.

Kata Kunci: Robot Tangan, Sensor, Motor Servo, Mikrokontroler Atmega UNO

PENDAHULUAN LANDASAN TEORI

Saat ini penelitian robotika terus berkembang, Kata robot diambil dari kata robota, yang mempunyai
penggunaan robot dilakukan untuk meningkatkan arti pekerja. Robot pertama kali dikembangkan oleh
efisiensi pekerjaan yang dilakukan manusia dan juga Computer Aided Manufacturing International (CAM-I),
untuk mengurangi resiko kecelakaan kerja pada “Robot adalah peralatan yang mampu melakukan
pekerjaan yang menuntut tingkat resiko yang cukup fungsi-fungsi yang biasa dilakukan oleh manusia, atau
tinggi (Jatmiko dkk, 2012). Salah satu penelitian peralatan yang mampu bekerja dengan intelegensi yang
robotika yaitu tentang lengan robot. Lengan robot mirip dengan manusia” (Eugene, 1976). Definisi kedua,
biasanya berfungsi untuk mengambil suatu benda, dikembangkan oleh Robotics Institute of America
kemudian meletakan benda tersebut pada tempat lain (RIA), perkumpulan pembuat robot yang lebih menitik
yang bisa dilakukan secara otomatis maupun manual beratkan terhadap kemampuan nyata yang dimiliki oleh
dengan mengunakan Teach Pendant/joystick sesuai robot terhadap kemiripannya dengan manusia. Adapun
kondisi yang diinginkan. Pada pengembangannya robot jenis robot dapat dikategorikan menjadi beberapa, yaitu:
lengan ini bisa mengikuti gerakan lengan manusia
dengan memanfaatkan flex sensor sebagai pendukung Robot manipulator
kinerja robot. Penelitian sebelumnya lengan robot Robot manipulator, adalah sekumpulan hubungan
berbasis mikrokontroler dengan memanfaatkan flex mekanik yang terdiri dari rangkaian kinematic berupa
sensor. Perancangan ini difokuskan pada pergerakan lengan (link) (Yulianto & Ramadan, 2014). Pada robot
lengan dengan menggunakan 3 buah motor servo dan 3 industri, manipulator merupakan sebuah rangkaian
buah flex sensor yang terpasang pada lengan dan sarung benda kaku (rigid bodies) terbuka yang terdiri atas sendi
tangan. (joint) dan terhubung dengan lengan (link) dimana
setiap posisi sendi ditentukan dengan variabel tunggal
8 1: 7-10, 2018

sehingga jumlah sendi sama dengan nilai derajat Motor servo


kebebasan (degree of freedom). Bagian dari robot Motor Servo adalah sebuah motor dengan sistem closed
manipulator ini terdiri atas: feedback dimana posisi dari motor akan diinformasikan
1. Struktur mekanik, Dasar (base) manipulator sering kembali pada rangkaian kontrol yang ada di dalam
disebut kerangka dasar (base frame) motor servo.
2. Penggerak (aktuator),
3. Sensor. ADC (Analog to Digital Converter)
4. Sistem kontrol. ADC adalah proses pengubahan sinyal analog menjadi
5. End effector yang salah satu jenisnya adalah gripper. sinyal digital. Proses pengubahan terjadi pada
konverter/pengubah yang dikenal dengan analog to
Arduino Mega 2560 digital converter.
Arduino adalah sebuah board mikrokontroler yang
berbasis ATMega 2560. Arduino memiliki 54 pin
input/output yang mana 15 pin dapat digunakan sebagai METODE
output PWM, 16 analog input, crystal osilator 16 MHz,
koneksi USB, jack power, kepala ICSP, dan tombol Rancangan penelitian
reset. Arduino mampu mensupport mikrokontroler serta
dapat dikoneksikan dengan komputer menggunakan
kabel USB. Arduino Mega 2560 merupakan sebuah
board minimum sistem mikrokontroler yang bersifat
open source. Didalam rangkaian board arduino terdapat
mikrokontroler AVR seri ATMega 2560 yang
merupakan produk dari Atmel.

Flex sensor
Flex Sensor adalah sensor gerak dengan cara kerja
mengeluarkan perubahan resistansi akibat adanya
perubahan lekukan pada kontur sensor. Menurut
Muslimin dkk (2014) Sensor flex yang digunakan
berukuran 4,5 inchi memiliki 2 kaki pin, dengan bentuk
Gambar 1. Rancangan penelitian.
fisik tipis memanjang dan lentur. Sensor ini
mengeluarkan output berupa resistansi. Dua pin kaki
sensor tersebut, jika salah satu pin diberikan tegangan
Pada sarung tangan dan siku dipasangkan flex
+5 volt maka pin yang lainnya sebagai output serta
sensor. Ketika ditekuk, maka flex sensor mengalami
tegangan 0 volt. Prinsip kerja sensor flex ini mirip
perubahan nilai resistansi. Perubahan nilai dari flex
dengan variabel resistor. Sensor flexakan memberikan
sensor akan dikirimkan ke mikrokontroler. Nilai
resistansi kepada mikrokontroler melalui rangkaian
tersebut akan diubah menjadi sinyal digital oleh port
pembagi tegangan. Rangkaian pembagi tegangan
ADC pada mikrokontroler. Dalam program, nilai ADC
berfungsi membagi tegangan input menjadi beberapa
diolah sehingga menghasilkan nilai untuk
bagian tegangan output. Rangkaian pembagi tegangan
menggerakkan setiap motor servo pada lengan robot.
pada dasarnya dapat dibuat dengan 2 buah resistor. Dari
rangkaian pembagi tegangan diatas dapat dirumuskan:
Perancangan hardware

Gambar 2. Perancangan hardware.

Vout : tegangan keluaran


R1 : resistor 1 Hasil percobaan sebaiknya ditampilkan dalam
R2 : resistor2 berupa grafik ataupun tabel. Untuk grafik dapat
Vcc : tegangan input mengikuti format diagram dan gambar. Skema
rangkaian perancangan lengan robot ini terdiri dari flex
sensor, Aduino mega 2560, motor servo, power supply.
SUWANDI – Aplikasi sistem hardware robotik industri dalam dunia pendidikan … 9

Adapun skema rangkaian terdiri dari Arduino mega PEMBAHASAN


2560, flex sensor, dan motor servo. Pada rangkaian ini,
flex sensor berfungsi sebagai pembaca gerakan lengan Sistem ini terdiri dari 3 bagian utama:
dan jari. Pada saat lengan dan jari digerakkan, maka Flex sensor
nilai dari resistansi flex sensor ini akan berubah. Untuk
dapat membaca perubahan resistansi ini pada arduino, Tabel 1. Konfigurasi sensor.
maka digunakan rangkaian pembagi tegangan dengan
resistor bernilai 10 KΩ. Pada rangkaian ini terdapat 7 Nomor Sensor Letak Sensor
buah rangkaian pembagi tegangan yang masing-masing Sensor 1 Siku
digunakan untuk flex sensor1, flex sensor 2, dan flex Sensor 2 Pergelangan tangan
sensor 3 sampai flex sensor 7. Masing-masing dari Sensor 3-7 Jari (Sarung tangan)
keluaran rangkaian pembagi tegangan ini diinputkan ke
pin analog A0, A1, dan A2 sampai A6 pada arduino.
Nilai resistansi flex sensor yang terbaca akan berubah Letak flex sensor, seperti pada tabel 1 masing-masing
menjadi nilai tegangan, nilai tegangan (analog) akan flex sensor dihubungkan pada pin A0, A1, A2, A3, A4,
menjadi input pada mikrokontroller yang dikonversikan A5, dan A6. Sensor pertama diletakkan pada siku yang
menjadi sinyal digital menjadi sudut perputaran untuk digunakan untuk memindahkan benda. Sensor kedua
memutar motor servo pada lengan dan jari robot. diletakkan pada pergelangan tangan yang berguna untuk
Masing-masing servo diberi supply tegangan dari luar. mengangkat dan menurunkan benda. Dan sensor yang
diletakkan pada jari (sarung tangan) berguna untuk
Perancangan software menggenggam benda.

Lengan robot
Salah satu robot yang penting dan banyak digunakan di
dunia adalah arm robot/lengan robot karena tingkat
penggunaannya yang sangat tinggi dan banyak
diterapkan pada dunia industri (Firmansyah dkk, 2014).
Lengan robot dibuat seperti lengan manusia, terdiri dari
3 bagian utama yaitu bagian jari yang berfungsi sebagai
penggenggam benda, bagian pergelangan tangan, dan
bagian siku. Masing-masing bagian tersebut digerakkan
menggunakan motor servo. Motor servo pada replika
lengan robot diatas dirancang bergerak dengan batasan-
batasan tertentu yaitu motor servo pada gripper dapat
bergerak dari posisi terbuka sampai posisi mengepal.
Untuk pergelangan tangan motor servo dibatasi
pergerakannya dari 00 sampai 400. Sedangkan motor
servo pada bagian siku dibatasi pergerakannya dari 00
sampai 900.

Pengujian sensor
Pengujian flex sensor bertujuan untuk melihat
Gambar 3. Perancangan software. perubahan nilai resistansi yang terjadi pada sensor.
Masing-masing sensor diuji dengan sudut dari 00 sampai
Pada perancangan software arduino, pertama kali 900 dan sensor sarung tangan (jari) diuji pada saat
yang dilakukan adalah menentukan pin-pin yang keadaan membuka dan pada saat telapak tangan
digunakan. Adapun pin-pin yang digunakan pada mengepal.
perancangan sistem kali ini adalah pin analog input
1. Pengujian flex sensor pada pergelangan tangan
A0A6 dan juga 7 buah pin output digital 2-7 untuk
diatas nantinya berguna untuk menggerakkan
mengontrol motor servo. Selanjutnya pembacaan nilai
pergelangan pada replika lengan robot. Posisi sudut
ADC untuk mendapatkan nilai perubahan dari
yang digunakan flex sensor pada pergelangan tangan
flexsensor dan dikonversi kedalam nilai sudut putar.
berdasarkan beberapa kondisi yaitu dengan sudut
Nilai dari sudut putar inilah yang nantinya akan
minimal 00 sampai sudut maksimal 400 sesuai
dikirimkan ke pin output digital yang akan mengontrol
dengan penjelasan pada implementasi replika lengan
sudut perputaran dari motor servo.
robot.
2. Pengujian Sensor Flex pada Siku
Pengujian servo pada bagian siku terdiri atas sudut
yang diinginkan pada siku dengan sudut yang
10 1: 7-10, 2018

terbaca pada motor servo. Sudut yang dibentuk pada KESIMPULAN


siku manusia diambil acak dalam range 00 sampai
900. Berdasarkan pengujian dan analisa yang telah
3. Pengujian Sensor Flex pada Jari dilakukan, maka dapat disimpulkan beberapa hal yaitu:
Posisi sensor flex pada jari berdasarkan kepada dua 1. Sensor flex rata-rata perubahan resistansi dan
kondisi yaitu pada saat membuka dan mengepal. tegangan keluaran masing-masing sensor setiap
4. Pengujian Servo pada Siku ditekuk 10 untuk menggerakkan lengan robot adalah
Secara keseluruhan, hasil pengujian servo pada siku 0,18kΩ sensor pertama, 0,17 kΩ sensor kedua.
terdiri atas sudut yang diinginkan dengan sudut yang Sensor flex pada jari diukur dengan 2 kondisi
terbaca pada motor servo secara acak. membuka dan mengepal.
5. Pengujian Servo pada Pergelangan Tangan 2. Nilai error rata-rata resistansi (multimeter) terhadap
Pengujian servo pada bagian pergelangan tangan resistansi (teori) adalah sensor pergelangan tangan
terdiri atas sudut yang diinginkan pada pergelangan 0,51%, dan sensor siku 1,72%.
tangan dengan sudut yang terbaca pada motor servo. 3. Nilai resistansi sensor flex tidak tetap atau selalu
6. Pengujian Servo pada Jari berubah-ubah sehingga menyebabkan gerakan
Pengujian servo pada bagian jari robot terdiri atas lengan robot terlalu bergetar.
sudut yang diinginkan pada jari manusia dengan 4. Nilai eror rata-rata sudut diinginkan pada
sudut yang terbaca pada motor servo. Sudut yang pergelangan tangan terhadap sudut yang terbaca
dibentuk pada jari manusia diambil dalam range pada motor servo pada replika lengan robot adalah
00saat membuka dan 900 saat mengepal. pergelangan tangan 7,15%, siku 4,73%. Pada jari
7. Pengujian Secara Keseluruhan robot diukur pada keadaan membuka dan mengepal.
Pengujian sistem secara keseluruhan dilakukan 5. Tingkat keberhasilan lengan robot dapat
dengan cara menggenggam, mengangkat dan menggenggam, mangangkat, dan meletakkan benda
meletakkan benda uji ke tujuan. Benda uji yang uji dalam 10 kali percobaan sebesar 80%.
beratnya tidak lebih dari 0,5 kg diletakkan dalam
jangkauan gripper.
DAFTAR PUSTAKA
Hasil percobaan dapat dilihat pada tabel dibawah
ini: Eugene. 1976. Dasar-dasar Ekonomi Teknik. Rineka Cipta.
Jakarta.
Tabel 2. Hasil percobaan. Firmansyah dkk, 2014. Perancangan Lengan Robot 5 Derajat
Kebebasan dengan Pendekatan Kinematika. Jurnal
Percobaan Keterangan Rekayasa Elektrika, vol.11, no. 2, p: 69-72.
No
Menggenggam Mengangkat Meletakkan Muslimin dkk. 2014. Penerapan Flex – Sensor Pada Lengan
1 Berhasil Berhasil Berhasil Robot Berjari Pengikut Gerak Lengan Manusia Berbasis
2 Berhasil Berhasil Berhasil Mikrokontroler. Technologic. Vol. 5, no. 2, p: 7-20.
3 Berhasil Tidak Berhasil Tidak Berhasil Wisnu Jatmiko dkk, 2012. Robotika: Teori dan Aplikasi.
Cetakan ke 1. Fakultas Ilmu Komputer Universitas
4 Berhasil Berhasil Berhasil
Indonesia.
5 Berhasil Berhasil Berhasil
Yulianto dan Ramadan, 2014. Sistem Kendali Robot
6 Berhasil Berhasil Tidak Berhasil
Mnipulator Pemindah Barang Dengan Umpan Balik
7 Berhasil Berhasil Berhasil Visual. Jurnal Ilmiah Mikrotek, Vol.1, no.2 p: 1-8.
8 Berhasil Berhasil Berhasil
9 Berhasil Berhasil Berhasil
10 Berhasil Berhasil Berhasil
ISSN 2622-9439; E-ISSN 2622-9447
Volume 1, September 2018
Halaman: 11-13

Nilai Keberkahan Kitab Kuning dalam Aplikasi Kitab Android


Mochamad Ghifari ‘Azmi
Program Studi Teknik Informatika Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
Jl. Marsda Adisucipto Yogyakarta 55281 - Indonesia
Email: ghifariazmi@gmail.com

Abstrak. Seiring dengan berkembangnya zaman, teknologi tidak dapat lagi dipisahkan dari semua hal terlebih di era sekarang.
Semuanya sudah terdapat didalam satu genggaman yakni Smartphone. Semua hal bisa kita lakukan hanya dengan mengoperasikan
barang ini. Dari sekedar untuk hiburan, jual-beli, sampai untuk menambah pengetahuan. Hingga hari ini aplikasi Android untuk
kebutuhan umat manusia, khususnya yang beragama Islam, sudah banyak tersedia mulai dari Al-Qur’an, jadwal sholat, sampai
dengan kitab-kitab kuning karangan ulama’ salaf. Kitab klasik ulama’ salaf terkenal ilmu pengetahuannya dan juga dengan
keberkahan yang ada pada kitab. Para ulama’ salaf menulis kitab-kitabnya dengan ikhlas. Mereka mengutamakan keikhlasan di
dalam menulis kitabnya, maka dari itu kitab-kitab mereka terkenal kebarokahannya. Saat ini kitab-kitab tersebut dapat dengan
mudahnya didapatkan pada Smartphone kita. Hanya dengan menekan tombol smartphone, dan kita sudah dapatkan, kita tidak perlu
susah payah membeli dan berguru pada seorang guru yang sudah pernah mengaji kitab tersebut, kita hanya perlu membaca
terjemahannya saja yang sudah tersedia di dalam aplikasi kitab tersebut.

Kata Kunci: Smartphone, Aplikasi android, Kitab.

PENDAHULUAN HASIL DAN PEMBAHASAN

Berkah atau barokah sudah sangat familiar di telinga Pengertian berkah


masyarakat kita. Bukan hanya orang Islam tetapi juga Dalam kitab Muj’am Maqaayiisil Lughah disebutkan:
oleh semua masyarakat umum yang beriman. Berkah Lafadzh (‫ )البركة‬memiliki satu makna asal, yaitu
atau barokah diyakini dapat menambah limpahan tetapnya sesuatu. Disebutkan juga dalam kitab tersebut
kebaikan dalam hidup kita. Kebaikan yang dimaksud Al-Khalil berkata: “Berkah artinya bertambah dan
adalah kebaikan agamawi dan juga kebaikan duniawi. berkembang” (Ibnu Faris 1/230). Sedangkan menurut
Jadi keberkahan itu adakalanya agamawi atau duniawi. istilah, berkah (barokah) artinya ziyadatul khair, yakni
Setiap hal/sesuatu yang baik pasti memiliki keberkahan, “bertambahnya kebaikan” (Imam Al-Ghazali,
dan untuk mengerti sesuatu yang baik kita perlu Ensiklopedia Tasawuf, hlm. 79).
mengetahui ilmunya. Dalam keilmuan Islam, dikenal
tentang keberkahan kitab-kitab kuning karangan ulama’ Berkah menurut Al-Qur’an
salaf terdahulu. Karena keikhlasan para muallif dalam Kata berkah berikut kata turunannya disebutkan
menulis kitab-kitab kuning tersebut, kitab-kitab sebanyak 34 kali dalam 32 ayat Al-Qur’an, dan dalam 8
karangan mereka memberikan keberkahan bagi para bentuk kata, yaitu:
pembaca dan pengkajinya. Dahulu untuk mempelajari
kitab-kitab kuning orang perlu mencari kitabnya dan – ‫باركنا –بورك –تبارك – بركات – بركاته‬- ‫بارك‬
membelinya lalu berguru pada ulama’-ulama’ yang
sudah pernah mengkaji kitab tersebut agar sanad ‫ مباركة‬- ‫مبارك‬
keilmuannya tetap terjaga.
Di zaman sekarang teknologi berkembang sangat Setelah merenungkan ayat-ayat tersebut sekaligus
pesat, bahkan saat ini semuanya dapat diraih dalam satu penafsirannya, jelaslah bahwa makna barokah
genggaman yaitu dalam smartphone android kita. terangkum sebagai berikut:
Begitu pula dengan kitab-kitab kuning, kita tidak perlu
membeli mahal, dan kita tidak perlu susah untuk 1. Tetap dan langgengnya kebaikan
mengaji pada guru untuk mempelajari kitab-kitab Makna ini sesuai dengan definisi pertama secara bahasa,
kuning tersebut, kita hanya perlu mendownload aplikasi yaitu tetap dan selalu melekat. Ar-Raghib al-Ashfahani,
kitab di smartphone android, di sana sudah tersedia dalam kitab al-Mufradaat fii Ghariibil Qur’an, berkata:
kitab yang memiliki konten sama seperti kitab kuning Al-Barakah adalah tetapnya kebaikan ilahi pada sesuatu.
cetakan bahkan lengkap dengan terjemahan, dan selain Alloh SWT berfirman:
itu juga gratis.
12 1: 11-13, 2018

‫س َماء َو أاْل َ أرض‬ ٍ ‫علَيأهم بَ َرك‬


َّ ‫ت ِّمنَ ال‬ َ ‫لَفَتَحأ نَا‬ ‘..(itu adalah) rahmat Allah dan keberkahan-
keberkahan-Nya dicurahkan atas kamu, hai ahlul bait..’
‘..pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka (QS. Huud: 73)
berkah dari langit dan bumi..’ (Q.S. Al-A’raaf: 96) Allah menyebutkan lafazh rahmah (rahmat) dalam
Dinamakan demikian, karena melekatnya kebaikan bentuk tunggal dan lafazh barakah dalam bentuk jamak.
di dalam layaknya air yang selalu ada di dalam sumur. Juga dengan ucapan salam ketika membaca tahiyyat: as-
Adapun sesuatu yang diberkahi adalah sesuatu yang di salaamu ‘alaika ayyuhan Nabiyyu wa rahmatullaahi wa
dalamnya terdapat kebaikan (Abdul Qasim al-Husain barakaatuh” (Ibnul Qayyim).
bin Muhammad, hal. 44).
Al-Khazin berkata ketika menafsirkan ayat ini: Nilai keberkahan dalam aplikasi kitab android
“Keberkahan langit adalah hujan; keberkahan bumi Keberkahan di dalam sebuah kitab kuning karangan
adalah tanaman dan buah-buahan, serta semua yang ulama’ salaf terdahulu adalah pada sang muallif kitab
terdapat di dalamnya berupa kebaikan-kebaikan, hewan tersebut yang menulis kitabnya dengan sangat ikhlas.
ternak, rizki, rasa aman, dan keselamatan dari penyakit. Mereka adalah orang-orang Shalih, yaitu orang-orang
Semua itu berasal dari anugerah dan kebaikan Allah yang memalingkan (mempergunakan) usia mereka di
SWT terhadap hamba-hamba-Nya. Hujan dinamakan dalam ketaatan kepada Allah dan membelanjakan harta-
dengan barokah karena ada keberkahan yang selalu harta mereka ke dalam hal-hal yang diridhai oleh-Nya.”
menyertainya. Demikian pula, keberkahan selalu (Ibnu Jauzi, II/127). Inilah yang memberikan
melekat pada tanaman karena ia tumbuh dari keberkahan di dalam kitab tersebut. Namun masih ada
keberkahan langit, yaitu hujan”. (‘Ala-uddin ‘Ali bin sisi keberkahan lainnya yaitu di dalam ilmu yang ada
Muhammad bin Ibrahim al-Baghdadi, 1375) pada kitab tersebut. Lalu agar ilmu kita bertambah
manfaat berkah dan manfaat kebaikannya kita juga
2. Banyak dan bertambahnya kebaikan harus mengetahui hak-hak guru. Salah satu hak guru
Makna ini sesuai dengan definisi secara bahasa, yaitu adalah mendapat ketaatan dari murid-muridnya. Maka
berkembang dan bertambah. Imam al-Qurthubi berkata dari itu menjadi suatu hal yang wajib terpenuhi hak
ketika menafsirkan firman Allah SWT: tersebut apabila ingin mendapatkan keberkahan
ilmunya. Taat dan hormat kepada guru kita bukanlah
َ ‫ت ُو ض َع ل ل ن َّ اس ل َ ل َّ ذ ي ب ب َ ك َّ ة‬
ٍ ‫إ َّن أ َ َّو َل ب َ ي أ‬
kepentingan sang guru, namun ketaatan kepada guru
bagaikan kran air yang terbuka, dimana kita bisa
‫ُم ب َ ا َر ك ً ا‬ mengambil air dari aliran air tersebut. Jika seorang
murid tidak memenuhi hak dari seorang guru maka bisa
menyebabkan dampak buruk dan hilangnya berkah dari
“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk ilmu yang didapat. Jadi taat kepada guru bisa
(tempat beribadah) manusia ialah Baiullah yang menentukan kualitas ilmu seorang murid. Bahkan
terletak di Bakkah (Makkah) yang diberkahi..”(QS. Ali sekalipun sang guru sangat menjengkelkan, namun
Imron; 96), apabila si murid tetap menjaga adabnya maka ilmu yang
“Allah menjadikan Makkah sebagai kota yang masuk akan mudah.
diberkahi, karena berlipatgandanya pahala amal Sayyidina Ali berkata: “Aku adalah sahaya
perbuatan yang dilakukan di dalamnya. Jadi, barokah (budak) orang yang mengajarku walau hanya satu huruf,
pada ayat ini berarti banyaknya kebaikan.” (Imam Abu jika dia mau silahkan menjualku, atau memerdekakan
‘Abdullah Muhammad bin Ahmad al-Anshari al- aku, atau tetap menjadikan aku sebagai budaknya”.
Qurthubi). Diantara alasan yang dikemukakan oleh Dewasa ini kita dapat dengan mudahnya untuk
Imam Ibnul Qayyim mengenai sebab disebutkannya menimba ilmu, mengambil isi dari kitab kuning secara
lafazh berkah berbentuk jamak, sedang lafazh salam bebas, mudah dan cepat hanya dengan smartphone
(keselamatan) dan rahmat berbentuk mufrad (tunggal) android. Beberapa developer apikasi android sudah
dalam ucapan salam yaitu: “Karena arti yang banyak yang menyediakan aplikasi kitab kuning di
ditunjukkan oleh lafazh barokah adalah banyaknya android bahkan ada juga yang lengkap dengan
kebaikan dan sifatnya yang berkesinambungan, dalam terjemahannya. Dari situ kita dapat melihat betapa
arti bahwa satu kebaikan akan dibarengi oleh kebaikan mudahnya mendapatkan ilmu sekarang ini. Bahkan
lainnya sehingga kebaikan tersebut bersifat terus- tanpa guru pun kita dapat paham ilmu tersebut. Bukan
menerus dan berkesinambungan maka penggunaan hanya itu, para developer atau pembuat kitab tersebut
bentuk jamak bagi lafazh barokah itu lebih tepat, dan juga belum diketahui apakah mereka sudah pernah
memang demikian makna yang dimaksud. Atas dasar berguru kitab tersebut pada seorang guru atau belum.
ini, lafazh itu disebutkan di dalam Al-Qur’an dengan Bahkan bisa jadi si pembuat aplikasi tersebut tidak
redaksi berikut: paham tentang adab mencari dan menghormati ilmu.
Hal diatas yang dapat merusak nilai keberkahan
‫ت َّللاَّ َو ب َ َر ك َ ات ُه ُ ع َ ل َ ي أ ك ُ أم أ َهأ َل ال أ ب َ ي أت‬
ُ ‫َر أح َم‬ dari kitab-kitab kuning. Apabila seorang pencari ilmu
tidak mau untuk mencari guru untuk mengkaji sebuah
‘AZMI – Nilai keberkahan kitab kuning dalam aplikasi kitab android 13

kitab kuning, hanya mencari yang praktisnya saja maka al-Ashfahani, tahqiq Muhammad Sayyid Kailani, Daar al-
dia tidak akan mendapatkan keberkahan dari ilmunya di Ma’rifah, Beirut
kemudian hari. Namun jika seorang murid tetap mau Tafsiirul Khaazin (Lubaabut Ta-wiil fii Ma’aanit Tanziil),
mencari guru untuk mengkaji ilmu yang ada di dalam ‘Ala-uddin ‘Ali bin Muhammad bin Ibrahim al-Baghdadi
aplikasi android dan tetap menghormati dan taat pada yang terkenal dengan sebutan al-Khazin, cet. II, th. 1375
gurunya maka keberkahan ilmunya tetap menyertainya. H, Syirkah Maktabah wa Mathba’ah Mushthafa al-Baabi
al-Halabi wa Aulaadih, Mesir.
Tafsiirul Baghawi (Ma’aalimut Tanziil), Imam Abu
KESIMPULAN Muhammad al-Husain bin Mas’ud al-Farra’ al-Baghawi,
tahqiq Khalid ‘Abdurrahman al-‘Uk dan Marwan Suwar,
cet. I, th. 1406 H, Daar al-Ma’rifah, Beirut
Berkah adalah bertambahnya kebaikan. Ilmu yang
Tafsiirul Qurthubi (al-Jaami’li li Ahkaamil Qur’an), Imam
berkah dihasilkan dari adab yang baik seorang murid
Abu ‘Abdullah Muhammad bin Ahmad al-Anshari al-
terhadap ilmu serta ketaatan kepada gurunya. Aplikasi Qurthubi, Daar Ihyaa’ at-Turaats al-‘Arabi, Beirut.
kitab di dalam android berguna untuk memudahkan
Badaa-i’ul Fawaa-id, Ibnul Qayyim, Idaarah ath-Thibaa’ah al-
dalam pembelajaran. Apabila seorang murid belajar
Muniiriyyah. Daar al-Kitaab al-‘Arabi.
tetap melalui guru dan tetap memperhatikan adab-adab
dalam mencari ilmu maka tidak hilang keberkahan dari Zaadul asiir fii ‘Ilmit Tafsiir, al-Imam Abul Faraj
‘Abdurrahman bin ‘Ali bin Muhammad al-Jauzi, cet. III,
kitab tersebut. th. 1404 H, al-Maktab al-Islaami.
At-Tabaruuk Anwaa’uhu wa Ahkaamuhu, Dr. Nashir bin
Abdurrahman bin Muhammad al-Juda’i, cet. I, th. 1426 H,
DAFTAR PUSTAKA Pustaka Imam Asy-Syafi’i.
Muj’am Maqaayiisil Lughah, karya Ibnu Faris http://kajianislamiyah.com/keberkahan-ilmu/
Al-Mufradaat fii Ghariibil Qur’aan, Abdul Qasim al-Husain https://www.percikaniman.org/2017/07/21/apa-itu-berkah-
bin Muhammad, yang terkenal dengan sebutan ar-Raghib dan-barokah/
THIS PAGE INTENTIONALLY LEFT BLANK
ISSN 2622-9439; E-ISSN 2622-9447
Volume 1, September 2018
Halaman: 15-18

Implementasi Metode Bernyanyi dalam Mengenalkan Pendidikan


Agama Islam Pada Anak Usia Dini: Studi Pada PAUD Al Hasanah
Desa Dempo Timur Pasean
Abd Mukit
Program Studi Perbankan Syari’ah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Institut Agama Islam Negeri Jember
Jl. Mataram No.1, Karang Miuwo, Mangli, Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur 68136 - Indonesia
Email: abdmukit0896@gmail.com

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang implementasi metode bernyanyi dalam mengenalkan
pendidikan agama Islam pada anak usia dini di PAUD Al Hasanah Desa Dempo Timur Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan.
Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana langkah-langkah mengimplementasikan metode bernyanyi dalam mengenalkan
pendidikan agama Islam pada anak usia dini, dan untuk mengetahui hambatan yang dihadapi guru dalam mengimplementasikan
metode bernyanyi pada anak usia dini. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian yang
diperoleh yaitu, implementasi metode bernyanyi dalam mengenalkan pendidikan agama Islam pada anak usia dini ditemukan bahwa
anak-anak usia dini dapat mengenali dan menghafal pendidikan agama islam seperti jumlah rukun Islam, rukun iman, jumlah sholat
wajib dan nama-nama malaikat, meskipun tidak secara fasih dan benar.

Kata Kunci: Implementasi, Metode Bernyanyi, Pendidikan Agama Islam, Anak Usia Dini.

PENDAHULUAN kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan


potensi peserta didik agar menjadi manusia yang
Program kegiatan belajar sejak anak usia dini pada beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
hakikatnya adalah berfungsi sebagai langkah awal berakhlakul mulia, sehat berilmu, cakap, kreatif,
dalam mengembangkan kemampuan anak, membentuk mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis
watak dan mengembangkan potensi anak sejak usia dini. serta bertanggung jawab (Undang-Undang No. 20
Sehingga, dapat menjadikan peradaban bangsa yang Tahun 2003).
bermartabat dan berkualitas baik dalam kancah negeri Pendidikan Agama Islam pun demikian, dalam
maupun internasional serta ingin mencapai tujuan konteks kehidupan pada dasarnya sudah jelas bahwa
menjadi manusia yang beriman kepada Tuhan Yang sebagai umat Islam kita diwajibkan untuk menuntut
Maha Esa. Selain itu juga merupakan salah satu bentuk ilmu. Dalam ayat Al-Qur’an maupun dalam hadist-
implementasi dari hadist nabi yang menyatakan bahwa hadist nabi juga banyak disebutkan bahwa kita
mencari ilmu itu memang sudah diwajibkan semenjak diwajibkan untuk menuntut ilmu. Kewajiban menuntut
anak lepas dari ayunan atau gendongan ibu hingga nanti ilmu yang berlaku bagi siapapun itu juga berlaku pada
saat ajal tiba. masa anak usia dini, sebab sejatinya ketika menuntut
Pentingnya pendidikan dalam mengembangkan ilmu dimulai semenjak usia dini akan lebih mudah
potensi diri dan lain-lain juga tertera dalam Undang- dalam mencerna ilmu yang disampaikan. Berbeda
Undang Sistem Pendidikan Nasional No 20 Tahun 2003 halnya dengan belajar atau menuntut ilmu pada usia
Pasal 1 Ayat 1 menyatakan bahwa “Pendidikan adalah dewasa yang cenderung lebih sulit dalam mencerna
usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana ilmu dikarenakan memori otak yang sudah mulai penuh.
belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik Menuntut ilmu maka adanya guru atau orang yang
secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk mengajarkannya, agar dalam proses menuntut ilmu bisa
memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian berjalan baik serta ilmu yang didapat sesuai dengan
diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ilmu yang sebenarnya. Hal ini karena guru atau pengajar
keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, lebih mampu dan berpengalaman dalam menggunakan
bangsa, dan negara (Undang-Undang No. 20 Tahun pendekatan yang sekiranya dapat lebih mudah
2003). memberikan pemahaman terhadap muridnya. Dengan
Menurut Undang–Undang Sistem Pendidikan demikian tujuan dan sistem pendidikan nasional
Nasional Nomor 20 Tahun 2003 Bab II Pasal 3, Indonesia yang diharapkan dapat terwujud.
pendidikan nasional berfungsi mengembangkan Membincang kegiatan pembelajaran, pendidikan pada
kemampuan dan membentuk watak serta peradaban anak usia dini dipandang lebih pesat perkembangannya
bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan baik dari aspek sosial, agama, budaya, moral dan lain
16 1: 15-18, 2018

sebagainya. Anak usia dini memiliki karakteristik yang dipilih dengan cara pertimbangan terlebih dahulu dan
khas, baik secara fisik, psikis, moral dan sebagainya. maksud tujuan tertentu (Sugiono, 2014).
Masa anak-anak merupakan masa sangat penting untuk Adapun dalam penelitian ini responden yang
masa usia selanjutnya, sebab masa ini adalah masa dimaksud adalah Kepala PAUD, Guru PAUD, serta
pembentukan fondasi dan dasar kepribadian anak untuk orang tua wali dari peserta didik PAUD. Namun
menuju usia selanjutnya (Rahman, 2002). Dalam sebuah demikian, subjek dan responden penelitian ini tidak
penelitian disebutkan bahwa pada usia empat tahun menutup kemungkinan akan merambah kepada orang-
pertama sebuah kapasitas kecerdasan manusia sudah orang sekitar yang dipandang relevan serta memenuhi
mulai terbentuk, artinya jika pada usia tersebut otak kriteria responden yang dapat menjawab atau faham
anak tidak mendapatkan rangsangan secara maksimal betul tentang obyek penelitian. Teknik pengumpulan
maka potensi otak anak tersebut tidak dapat data merupakan langkah yang paling strategis dan
berkembang secara optimal. Secara keseluruhan usia sistematis dalam penelitian yang dilaksanakan, karena
delapan tahun 80% kapasitas kecerdasan manusia pada dasarnya tujuan utama dari penelitian adalah
terbentuk, selanjutnya kapasitas kecerdasan tersebut mendapatkan data. Tanpa mengetahui teknik
akan bertambah mencapai 100% setelah berusia sekitar pengumpulan data yang harus digunakan, maka peneliti
delapan belas tahun (Direktorat Pendidikan Anak Usia tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar
Dini Direktorat Jendral Pendidikan Luar Sekolah dan data yang ditetapkan (Sugiono, 2014).
Pemuda Departemen Pendidikan Nasional, 2002). Sesuai dengan ciri-ciri dan sumber pengumpulan
Proses pembelajaran pada anak usia dini data, maka pengumpulan data yang digunakan dalam
cenderung lebih mudah memahami atau mengetahui penelitian ini adalah berbagai macam teknik antara lain
tentang pendidikan agama Islam. Pada dasarnya ada adalah: Pertama, wawancara dengan Kepala PAUD,
berbagai macam metode yang diterapkan untuk Guru PAUD, murid serta orang-orang terkait yang
mencapai perkembangan tersebut, salah satunya adalah dipandang relevan dengan persoalan penelitian. Dalam
dengan menggunakan metode bernyanyi dalam penelitian ini penulis menggunakan wawancara bebas
mengenalkan agama Islam pada anak usia dini. Oleh terpimpin. Yakni, pewancara hanya membuat pokok-
karena itu, penulis tertarik untuk meneliti tentang pokok masalah yang akan diteliti, selanjutnya dalam
bagaimana metode bernyanyi yang diterapkan pada proses wawancara berlangsung mengikuti situasi
anak usia dini untuk mengenalkan agama Islam, materi (Soehadha, 2012).
lagu apakah yang disampaikan serta hambatan apa yang Kedua, observasi atau pengamatan terhadap
dihadapi dalam menerapkan atau mengimplementasikan kondisi lapangan yaitu, penerapan metode pembelajaran
metode bernyanyi tersebut. Adapun obyek penelitian ini di PAUD Al Hasanah. Namun dalam hal ini peneliti
penulis mengambil di lembaga Pendidikan Anak Usia datang ke tempat penelitian akan tetapi peneliti tidak
Dini (PAUD) Al Hasanah di Desa Dempo Timur ikut terlibat kegiatan didalamnya. Keterlibatannya
Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan, dengan dengan pelaku atau yang diamati hanya terwujud dalam
mengangkat judul penelitian tentang “Implementasi bentuk keberadaannya dalam arena kegiatan dengan
Metode Bernyanyi dalam Mengenalkan Pendidikan waktu tertentu (Moleong, 2007). Berangkat dari judul,
Agama Islam Pada Anak Usia Dini: Studi Pada PAUD permasalahan, dan jenis data dalam penelitian ini, maka
Al Hasanah Desa Dempo Timur Pasean”. teknik analisisnya adalah menggunakan pendekatan
kualitatif dengan maksud memperoleh kedalaman dan
keutuhan data dan informasi tentang Implementasi
METODE Metode Bernyanyi Dalam Mengenalkan Pendidikan
Agama Islam Pada Anak Usia Dini: Studi pada PAUD
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif Al Hasanah Desa Dempo Timur Pasean. Pada tingkat
karena merupakan penelitian yang didalamnya pelaksanaannya, analisis data yang dilakukan
bermaksud untuk mendeskripsikan dan mengungkapkan berlangsung bersamaan dengan proses pengumpulan
secara obyektif dan sistematis fenomena serta kegiatan- data.
kegiatan yang terjadi di lembaga PAUD Al Hasanah
dalam implementasi metode bernyanyi dalam
mengenalkan pendidikan agama Islam pada anak usia PEMBAHASAN
dini, yang lokasinya berada di Desa Dempo Timur
Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan. Pada Selayang Pandang Desa Dempo Timur
penelitian ini, peneliti melakukan observasi dan Desa Dempo Timur merupakan sebuah daerah yang
wawancara kepada orang-orang yang dipandang tahu terletak di dataran rendah dengan ketinggian tanah
tentang implementasi metode bernyanyi tersebut. diatas 100 m dari atas permukaan laut. Desa Dempo
Penentuan sumber data pada orang yang diwawancarai Timur memiliki luas wilayah 8247,219 ha, dengan
dilakukan secara purposive random sampling, yaitu jumlah penduduk Desa Dempo Timur yang cukup padat
menetapkan persyaratan-persyaratan tertentu yang harus sebesar 4749 jiwa. Mayoritas penduduknya adalah
dimiliki oleh responden yang dijadikan sumber data sebagai petani, sehingga dengan adanya lahan atau
MUKIT – Implementasi metode bernyanyi dalam mengenalkan pendidikan agama Islam … 17

sawah yang cukup luas sangat berpotensi membantu Implementasi metode bernyanyi dalam mengenalkan
meningkatkan taraf hidup atau tingkat kesejahteraan Pendidikan Agama Islam pada anak usia dini
penduduk setempat. Menurut Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang
Sedangkan dilihat dari potensi sosial ekonomi di Sistem Pendidikan Nasional Bab 1, Pasal 1, butir 14
Desa Dempo Timur dewasa ini mengalami perbaikan dinyatakan bahwa “Pendidikan Anak Usia Dini adalah
kondisi, kondisi sosial yang berkembang diantaranya suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak
adalah bisa dilihat dari perkembangan kerukunan dan sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang
menjaga keharmonisan kehidupan sosial, serta menjaga dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan
tradisi masyarakat yang telah menjadi warisan sosial untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan
budaya nenek moyang. Adapun potensi perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam
ekonomi masyarakat Dempo Timur juga mengalami memasuki pendidikan lebih lanjut”.
perbaikan dibuktikan dengan semakin banyaknya Dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 pada
bangunan-bangunan dan taraf konsumtif masyarakat, Pasal 28 tentang (PAUD) Pendidikan Anak Usia Dini
namun faktanya perkembangan ekonomi juga didasari dinyatakan bahwa pendidikan anak usia dini
dengan adanya masyarakat yang mencari kerja diluar diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar,
negeri sebagai TKI/TKW. dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal,
Sedangkan dilihat dari potensi pendidikan di Desa nonformal, atau informal (Undang-Undang No 20
Dempo Timur tergolong lumayan tinggi, terbukti Tahun 2003). Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
dengan semakin banyaknya jumlah lulusan pendidikan merupakan pendidikan yang melibatkan seluruh anak
tinggi pertahun, serta jumlah lembaga yang juga mencakup kepedulian akan perkembangan fisik,
tergolong banyak sekitar 20 lembaga pendidikan mulai kognitif, dan sosial anak. Pembelajaran diorganisasikan
dari PAUD hingga tingkat SMA, dan ada pula lembaga sesuai dengan minat-minat dan gaya belajar anak.
pendidikan non Formal. Hal itu menunjukkan bahwa PAUD bertujuan untuk mengembangkan seluruh
tingkat kesadaran pendidikan masyarakat Dempo Timur potensi anak agar kelak dapat berperan sebagai manusia
lumayan tinggi. yang seutuhnya dan mempersiapkan anak untuk lebih
mandiri dalam memasuki jenjang sekolah dasar. Anak
Implementasi metode bernyanyi dalam mengenalkan dapat dipandang sebagai individu yang baru mengenal
Pendidikan Agama Islam pada anak Usia dini: studi dunia. Anak belum mengetahui tata krama, sopan
pada PAUD Al Hasanah Desa Dempo Timur Pasean santun, aturan, norma, etika dan berbagai hal tentang
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Al Hasanah dunia. Anak juga sedang belajar berkomunikasi dengan
merupakan lembaga pendidikan yang berada di bawah orang lain dan belajar memahami orang lain. Anak perlu
naungan yayasan Al Hasanah, didirikan pada Tahun dibimbing agar mampu memahami berbagai hal tentang
2014 silam. Lembaga tersebut berada di Dusun Baruh dunia dan isinya. Anak juga perlu dibimbing agar
Desa Dempo Timur Kecamatan Pasean Kabupaten memahami berbagai fenomena alam dan dapat
Pamekasan. Latar belakang didirikannya lembaga melakukan keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan
PAUD selain dilatarbelakangi oleh tuntutan pendidikan untuk hidup di masyarakat. Interaksi anak dengan benda
yang semakin pesat, sebenarnya maksud didirikannya dan orang lain diperlukan agar anak mampu
lembaga tersebut yaitu menyambut baik usulan dari mengembangkan kepribadian, dan akhlak yang mulia.
jamaah muslimatan yang berada di Masjid Al Hasanah, Usia dini merupakan saat yang sangat berharga untuk
mereka meminta pihak yayasan untuk mendirikan menanamkan nilai-nilai nasionalisme, agama, etika,
lembaga PAUD agar anak-anak mereka bisa dididik moral serta untuk mengembangkan aspek-aspek
sejak usia dini. perkembangan anak.
Masyarakat Desa Dempo Timur khususnya jamaah Pernyataan tersebut selaras dengan apa yang
muslimatan menyadari bahwa betapa pentingnya disampaikan oleh Kepala PAUD Al Hasanah, bahwa
pendidikan dimulai sejak dini, karena mereka akan potensi pemahaman dan proses pembentukan karakter
merasa lebih mantap jika anak-anaknya di sekolahkan serta pengetahuan manusia sejatinya harus dimulai sejak
sejak usia dini, melihat kesibukan mereka para orang usia dini, terlebih dalam masalah pengetahuan terhadap
tua yang rata-rata setiap harinya sebagai petani. Mereka pendidikan agama Islam. Pendidikan yang di berikan
beranggapan akan rugi jika anak-anak mereka di usia sejak usia dini akan menentukan kepribadian serta
produktif ini tidak segera diperkenalkan dengan dunia kemampuan anak pada masa yang akan datang. Oleh
pendidikan. Oleh karena itu, pihak yayasan karena itu di lembaga kami (Yayasan Al Hasanah) juga
mengusahakan mengadakan PAUD di lembaga tersebut mendirikan PAUD tidak lain hanya untuk membentuk
dengan harapan dapat memberikan manfaat bagi orang anak usia dini agar memahami dunia dan isinya,
banyak serta dapat mencerdaskan anak bangsa sejak khususnya pendidikan agama Islam karena mayoritas
usia dini, tentunya yang berlandaskan, pada ketaqwaan agama kita adalah agama Islam (Wawancara dengan Ibu
dan keimanan (Wawancara dengan K. Abdul Qohar, 23 Romlah, Kepala PAUD Al Hasanah, tanggal 25 Maret
Maret 2018). 2018).
18 1: 15-18, 2018

Untuk penyampaian materi pembelajaran yang Pada kenyataannya dilihat dari hasil tes dan
dilakukan pada anak usia dini, bisa menggunakan penguasaan secara lisan terhadap lagu yang diajarkan,
berbagai macam metode, hanya saja metode yang membuktikan bahwa sekitar 80% dari jumlah peserta
digunakan tersebut diharapkan mampu membuat didik dapat dikatakan bisa menguasai dan memahami
muridnya dapat memahami setiap apa yang diajarkan. materi lagu yang dinyanyikan. Hal tersebut
Salah satu metode yang sering diterapkan pada anak menunjukkan bahwa dalam mengenalkan pendidikan
usia dini adalah metode bernyanyi, yakni guru berusaha agama Islam menggunakan metode bernyanyi ini
menyampaikan ilmu atau materi pembelajaran dengan berhasil. Perihal hambatan-hambatan yang dihadapi di
menggunakan cara bernyanyi. Adapun fungsi nyanyian PAUD Al Hasanah dalam menerapkan metode
pada anak antara lain, sebagai pendidikan emosi, bernyanyi pada anak usia dini selama ini masih belum
motorik, pengembangan daya imajinasi, pengembangan ditemukan hambatan yang besar. Hanya saja terkadang
intelektual serta pengembangan dan penerapan nilai- setiap kali menerapkan metode tersebut ada satu dua
nilai moral, agama (Wawancara dengan Ibu Sumilah murid yang tidak bisa menguasai disebabkan karena
Demisioner Kepala PAUD Al Hasanah, tanggal 25 memang kapasitas kemampuan otaknya dalam
Maret 2018). PAUD Al Hasanah juga menerapkan mencerna materi dibawah rata-rata dari pada murid anak
metode demikian karena kepala PAUD serta guru-guru usia dini yang lain pada umumnya.
memandang lebih relevan dan pesat perkembangan bagi
murid-murid ketika dalam memberikan materi
pembelajaran diterapkan metode bernyanyi. Selain KESIMPULAN
murid merasa senang juga didalamnya mereka lebih
cepat menghafal dan memahami materi yang Adapun kesimpulan dari penelitian ini yaitu
disampaikan. implementasi metode bernyanyi yang diterapkan pada
Guru di PAUD AL Hasanah sebelum memberikan anak usia dini di lembaga PAUD Al Hasanah Desa
pembelajaran pada murid menggunakan metode Dempo Timur Kecamatan Pasean Kabupaten
bernyanyi, terlebih dahulu menentukan tema dan tujuan Pamekasan berhasil diterapkan, sehingga murid PAUD
pembelajaran. Yakni, setiap kali tatap muka guru sudah Al Hasanah dapat mengenali dan memahami Pendidikan
menyiapkan apa tema dan tujuan materi yang akan Agama Islam dengan baik dan benar. Secara teknis
disampaikan. Selanjutnya menentukan lagu yang mau dalam penerapan metode yang dilakukan sejauh belum
dinyanyikan, menyesuaikan lirik dengan intonasi yang ada kendala yang berat. Hanya saja terkadang pada
benar, memilih kata yang baik dan enak didengar. penerapan metode bernyanyi ada satu dua murid yang
Kemudian guru mempraktekkan nyanyian tesebut belum bisa menguasai materi dengan baik, hal ini
didepan muridnya sesuai lagu yang ditentukan. Contoh disebabkan oleh faktor kinerja otaknya yang memang
jumlah rukun Islam rukun iman dan jumlah sholat wajib dibawah rata-rata teman yang lain.
lima waktu.
Setelah guru bernyanyi kemudian diikuti oleh
semua murid dengan dilanjutkan secara bersama-sama DAFTAR PUSTAKA
menirukan lagu yang dinyanyikan oleh guru, kemudian
guru memilih secara acak muridnya untuk disuruh hal Acuan Menu Pembelajaran pada Anak Usia Dini (Menu
ini dilakukan untuk mengetahui sampai mana Pembelajaran Generik), Direktorat Pendidikan Anak Usia
pemahaman dan penguasaan murid terhadap lagu yang Dini Direktorat Jendral Pendidikan Luar Sekolah dan
dinyanyikan. Apabila diperkirakan masih cenderung Pemuda Departemen Pendidikan Nasional. 2002.
banyak yang belum menguasai lagu tersebut maka Moleong, Lexy J. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif.
dinyanyikan ulang hingga beberapa kali. Akan tetapi Bandung: Rosda.
jika sudah dirasa menguasai semua, keesokan harinya di Rahman, Hibban. S. 2002. Konsep Dasar Pendidikan Anak
adakan tes tulis untuk mengetahui sejauh mana daya Usia Dini. Yogyakarta: PGTKI Press.
ingat murid terhadap lagu tersebut (Wawancara dengan Soehadha, Moh. 2012. Metode Penelitian Sosial Kualitatif
Ibu Khiyyimatul Hasanah, guru PAUD Al Hasanah, Untuk Studi Agama. Yogyakarta: Suka Press.
tanggal 26 Maret 2018). Sugiono. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan
R&D. Bandung: Alfabeta.
ISSN 2622-9439; E-ISSN 2622-9447
Volume 1, September 2018
Halaman: 19-28

Implementasi Metode Pembelajaran Understanding by Design di


Sekolah Alam Depok Terhadap Kesadaran Mentadabburi
Ayat-Ayat Al-Qur’an
Alfiyah
Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin, Sekolah Tinggi Filsafat Islam (STFI) Sadra Jakarta
Jl. Lebak Bulus No. 2, Cilandak, Jakarta Selatan, Jakarta 12440 - Indonesia
Email: alfiyahsudira55@gmail.com

Abstrak. Dengan meningkatnya jumlah peserta didik yang lulus dari bangku sekolah, bukan berarti jumlah orang cerdas di negeri ini
makin bertambah. Mereka hanya lulus dengan batas nilai tertentu yang kebanyakan dari mereka justru tidak mengerti dengan dan apa
yang harus dilakukan dalam menangani masalah-masalah yang tengah berkembang di masyarakat. Dengan berlatar-belakang sekolah
alam, Sekolah Alam Depok (SADe) yang notabenenya belajar di alam terbuka dan menggunakan metode pembelajaran berbasis
kurikulum Understanding by Design, bermaksud untuk menangani salah satu permasalahan di atas. Menilik dengan tujuan utama
salah satu ayat Al-Qur’an juga bahwasanya kita diharuskan belajar dari alam, dari alam kita dapat menyingkap tabir rahasia-rahasia
keagungan Sang Pencipta. Diharapkan para peserta didik mengerti dan dapat bermanfaat untuk lingkungan sekitar karena titikberat
dari metode ini adalah pemahaman para siswa terhadap pelajaran yang diajarkan, bukan sekedar hadir dan mendengarkan guru.
Adapun selanjutnya dari metode ini, diharapkan peserta didik dapat memahami yang mereka dapat selama belajar, juga diharapkan
peserta didik sadar akan pentingnya tadabbur ayat Illahi berlandaskan pemikiran sesuai dengan aturan yang berlaku.

Kata Kunci: Implementasi, Pembelajaran, Understanding by design.

PENDAHULUAN ‫كتاب انزلنا اليك مبارك ليدبروا اياته وليتذكر اولوا‬


Melihat perkembangan dunia pendidikan sekarang ini ‫االلباب‬
terasa sangat disayangkan, karena semakin banyak
lulusan justru semakin banyak pengangguran. Artinya: “Ini adalah sebuah kitab yang kami turunkan
Khususnya di negeri ini, karena memang banyak dari kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka
mereka yang hanya menyandang gelar tanpa mengerti memperhatikan ayat-ayat dan supaya mendapat
apa yang sebenarnya telah diperoleh dan tidak tahu akan pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.”
berbuat apa setelahnya. Hal ini dikarenakan semangat
belajar dari alam, atau perintah tadabbur alam yang Ayat lain yang mengandung makna tadabbur
banyak terdapat dalam kitab suci Al-Qur’an sudah adalah Q.S. Muhammad ayat 24:
sangat jarang atau bahkan tidak dipahami oleh sebagian
besar umat manusia. Tadabbur Al-Qur’an adalah pintu ‫افال يتدبرون القران ام علي قلوب اقفالها‬
gerbang menuju pemahaman dan pengamalan Al-
Qur’an. Artinya: “Maka apakah mereka tidak memperhatikan
Pendidikan Islam berfungsi sebagai pembimbing Al-Qur’an ataukah hati mereka terkunci?”
dan pengarah terhadap perkembangan dan pertumbuhan
anak didik dengan satu pandangan bahwa anak didik Hal diatas merupakan sebagian kecil ayat Al-
adalah hamba Allah yang diberi anugerah berupa proses Qur’an yang mengandung makna Tadabbur Alam.
dasar yang bisa berkembang dan tumbuh secara Sekolah Alam Depok ini sesuai dengan visi misi
interaktif atau dialektif dengan pengaruh lingkungan sekolah yakni menjadi sekolah berbasis alam dan
(Arifin, 2003). Pemaparan di atas, dapat kita tarik budaya untuk mempersiapkan generasi tangguh
kesimpulan bahwa setiap insan memiliki dasar berakhlak mulia. Sekolah Alam ini mengedepankan
pengetahuan yang bisa berkembang sesuai dengan apa pembelajaran dari alam, sesuai dengan semangat ayat
yang telah digariskan oleh Tuhan bergantung kepada yang telah peneliti jelaskan di atas.
seberapa jauh kemampuan tersebut untuk dioptimalkan. Menurut peneliti Sekolah Alam Depok ini
Kembali kepada perintah tadabbur, berikut ayat merupakan salah satu solusi untuk masalah yang tengah
Al-Qur’an yang mengandung makna tadabbur yang dihadapi negeri ini. Karena selain memakai metode
terdapat pada Q.S. Shaad ayat 29: pembelajaran understanding by design, sekolah ini
20 1: 19-28, 2018

menerapkan dan sadar akan perintah ayat Al-Qur’an a. Kurikulum Akhlak


khususnya yang terkait dengan tadabbur alam. Di dalam kurikulum ini ada tim Psikolog. Mereka
Standby di sekolah. Misalkan yang dibahas adalah
METODE masalah pencurian, kejadian pencurian itu dibahas
kemudian ditemukan masalahnya, rule class bisa
Beberapa metode penelitian yang secara umum dapat berubah tergantung apa yang terjadi dengan
dilakukan oleh peneliti, yaitu kuantitatif dan kualitatif. fenomena yang sebenarnya ada.
Penelitian ini bersifat alamiah, artinya peneliti adalah b. Kurikulum Leadership
sebagai pihak aktif yang terlibat langsung ke lapangan Dibingkai dengan kegiatan outbound, satu minggu
untuk melakukan penelitian, sekaligus yang menjadi satu kali.
kunci. Sehingga lebih tepat menggunakan metode c. Kurikulum Logika-Sains
kualitatif. Metode kualitatif adalah metode penelitian Bentuk dalam soal cerita. Misalkan pada soal
yang digunakan untuk meneliti kondisi objek yang pengubinan: ‘Bapak ingin mengubin lantai sekian
alamiah (natural setting), yaitu peneliti sebagai meter dan dibutuhkan ubin berapa banyak untuk
instrumen utama, dan lebih menekankan pada makna ubin sekian meter satuannya?’ Maka darisitulah
daripada generalisasi (Saebani, 2015). Terdapat empat muncul cara penyelesaian.
dasar filosofis yang berpengaruh dalam penelitian
2. Visi dan Misi
kualitatif, yaitu: (Saebani, 2015)
Visi: “Menjadi institusi pendidikan berbasis alam dan
1. Fenomenologis, kebenaran dapat diambil dari gejala
budaya untuk mempersiapkan generasi tangguh
fenomena yang terdapat di objek penelitian
berakhlak mulia.”
2. Interaksi simbolik
Untuk mewujudkan visi yang visioner di atas,
3. Kebudayaan
maka SADe menyusun strategi pencapaian visinya ke
4. Antropologi
dalam poin-poin misi berikut:
Penelitian deskriptif yaitu penelitian yang berusaha Misi:
untuk menuturkan pemecahan masalah yang ada saat ini  Memberikan dasar akhlak dan kerangka berpikir
berdasarkan data, analisis, dan interpretasi. holistic
 Memberikan dasar guna mengembangkan
pengetahuan dan keahlian yang perlu untuk
PEMBAHASAN mendorong terbentuknya mentalitas pemecah
masalah
Profil Sekolah Alam Depok (SADe)  Memenuhi kebutuhan belajar secara individual serta
1. Sejarah berdiri SADe (Sekolahalamdepok.sch.id) berbagai gaya pembelajaran
Pada tanggal 22 April 2006 adalah awal di mana  Menyampaikan kurikulum nasional Indonesia yang
Sekolah Alam ini didirikan. Guru yang berkualitas telah diperkaya dengan cara merangkum berbagai
sangat menentukan atas sukses tidaknya suatu teknik pendekatan mengajar.
pembelajaran dilakukan. Guru SADe sebelum mereka Kurikulum dibagi ke dalam empat bagian yang
diterima sebagai tenaga pengajar di lingkungan tersebut, berbeda, yaitu:
terlebih dulu mereka menjalani serangkaian tes untuk a. Kurikulum Diknas: Visi dan Misi
menguji kelayakan guru SADe. Di sana dilakukan tes b. Konsultan Psikologi: Kurikulum Akhlaq
psikotes, wawancara, dan lainnya yang merupakan c. Konsultan Sekolah Alam: Kurikulum Logika Sains
syarat yang cukup ketat. Metode terapan pun tak kalah d. Konsultan Outbond: Kurikulum Leadership
pentingnya dengan posisi guru sebagai pengajar. Tanpa
metode yang terstruktur dan jelas, maka sehebat apapun 3. Kegiatan/program SADe
para guru mengajarkan, hasil yang diperoleh tidak akan Dari hasil pengamatan peneliti, sekolah tidak sekedar
maksimal. Di sini, diterapkan metode pembelajaran berkonsep seperti konsep pendidikan secara umum yang
berstandar internasional yang sudah banyak dinyatakan memberikan perhatian cukup besar pada pengembangan
berhasil di negara-negara maju, seperti Amerika yang kreativitas anak-anak secara maksimal, namun juga
menggunakan metode Understanding by Design dan berupaya keras mengoptimalkan penerapannya melalui
student centre, maka sangat diharapkan Sekolah Alam program-program atau kegiatan yang ada pada tiap-tiap
Depok dapat menjawab segala permasalahan yang ada bagiannya. Hal ini cukup besar berpengaruh pada
pada sistem belajar mengajar yang ada pada saat ini. pengembangan ide-ide kreatif dan kesadaran akan
Kurikulum yang visioner, di mana para tim pentingnya belajar berasal dan bermuara pada Al-
kurikulum di Sekolah Alam ini dibentuk berdasarkan Qur’an dan hadist. Seluruh kegiatan siswa yang ada
pengalaman mereka. Kurikulum yang visioner adalah dikembangkan berdasarkan kurikulum yang ada. Selain
kurikulum yang disusun berdasarkan kebutuhan masa hal itu, setiap jenjang atau tingkat pendidikan tentu
sekarang dan masa yang akan datang. Kurikulum berbeda target pencapaiannya terhadap program-
terbagi ke dalam beberapa kelompok, diantaranya program yang ada. Hal ini juga dilihat dari
adalah:
ALFIYAH –Implementasi metode pembelajaran understanding by design … 21

perkembangan anak, apa yang sebaiknya harus mampu yang merupakan syarat cukup ketat. Guru SADe saat
dilakukan oleh anak-anak pada usianya. melakukan kegiatan belajar mengajar di sekolah selalu
Adapun kegiatan atau program-program tersebut menerapkan fun learning, para siswa diajarkan untuk
diantaranya adalah sebagai berikut: santai dalam belajar, tidak merasa takut dan diarahkan
a. LISA agar proses itu menjadi menyenangkan sehingga anak-
b. Berkebun anak dapat mengikuti pembelajaran dengan hasil yang
c. Bank Sampah lebih maksimal. Dalam hal ini, guru berperan sebagai
d. Market Day fasilitator atau pembimbing, bukan sekedar ceramah
e. Science fair memberi teori-teori dan ajaran kepada para siswa. Di
f. Traditional festival sini seperti yang telah dijelaskan, bukan teacher centre
g. Earth Day melainkan menerapkan student centre. Siswa lah yang
h. Camping menjadi pusat dalam pembelajaran dengan tetap dalam
i. Fieldtrip batas kewajarannya. Dengan tetap memperhatikan
j. Long March mereka, guru berperan pada tingkat tertentu dan tidak
secara dominan. Orang tua juga turut serta mengawasi
dan membimbing anak-anaknya. Semua kegiatan dan
HASIL TEMUAN strategi pembelajaran di sekolah disusun dan
direncanakan dengan mengikutsertakan peran orang tua
Konsep dan tujuan pembelajaran di dalamnya, baik secara langsung maupun tidak
Dalam pembelajarannya, SADe memiliki konsep sesuai langsung. Orang tua pun selalu menjemput anak-
visi SADe yaitu “menjadi institusi pendidikan berbasis anaknya seusai pembelajaran.
alam dan budaya untuk mempersiapkan generasi Di sisi lain, paradigma atau pandangan mereka
tangguh berakhlak mulia”, tujuan utamanya adalah tentang pendidikan bagi anak adalah tidak seharusnya
kembali kepada tujuan penciptaan manusia itu sendiri, sekolah mengekang dibalik tembok-tembok dan aturan
yakni khalifah fil ‘ardhi. (Wawancara bersama Ibu formal yang kaku dan membosankan. Belajar dapat
Tanti). Tentunya sebagai khalifah/pemimpin atau dilakukan dimanapun, yang terpenting adalah upaya dan
pengatur harus memiliki keterampilan-keterampilan. kemauan dari seluruh pihak baik siswa, guru, orang tua
Agar manusia mampu memimpin bumi dan seisinya, dan orang-orang disekitar untuk mengaktualisasikannya.
mengelola bahwa manusia itu mempunyai amanah yang Metode terapan pun tidak kalah pentingnya dengan
tidak ringan dari Tuhan untuk mengatur alam ini tentu posisi guru sebagai pengajar. Tanpa metode yang
dengan bijak supaya bumi ini bisa dipakai dan terstruktur dan jelas, maka sehebat apapun para guru
dimanfaatkan dengan semestinya. Allah menciptakan mengajarkan, hasil yang diperoleh tidak akan maksimal.
segalanya dengan sempurna dan seimbang. Di sini, diterapkan metode pembelajaran berstandar
Kurang lebih satu tahun yang lalu, seorang internasional yang sudah banyak dinyatakan berhasil di
psikolog pernah mengadakan penelitian tentang karakter negara-negara maju, seperti Amerika. Menggunakan
anak-anak di Sekolah Alam Depok yang dominan metode Understanding by Design dan student centre
muncul. Ternyata yang muncul dominan di sini adalah maka sangat diharapkan Sekolah Alam Depok dapat
karakter pemikir kritis dan komunikator efektif. Hal ini menjawab segala permasalahan yang ada pada sistem
dibuktikan dengan pengalaman peneliti sendiri yang belajar mengajar yang ada pada saat ini.
melihat dan merasakan saat wawancara dilakukan, Kurikulum yang visioner, di mana para tim
siswa SADe tidak lagi malu-malu dalam mengutarakan kurikulum di Sekolah Alam ini dibentuk berdasarkan
pendapat dan pandangannya bahkan banyak keterangan- pengalaman mereka. Kurikulum yang visioner adalah
keterangan mereka yang diluar dari daftar pertanyaan. kurikulum yang disusun berdasarkan kebutuhan masa
Mereka dengan santai bercerita saja seakan-akan kami sekarang dan masa yang akan datang. Kurikulum yang
adalah kawan lama yang mendadak dipertemukan lagi. disusun berdasarkan kemungkinan masa depan yang
Tanpa sungkan, mereka lancar dalam berkomunikasi akan datang khususnya yang dibutuhkan dalam dunia
dan saya sebagai peneliti ikut terlibat dalam pengajaran.
perbincangan tersebut. Biasanya, untuk ukuran anak
1. Kurikulum sekolah
seperti mereka masih malu-malu dan sungkan dalam Kurikulum Sekolah Alam Depok (SADe) pada dasarnya
mengutarakan pendapatnya terlebih lagi berbagi cerita merupakan hasil dari kombinasi kurikulum-kurikulum
dengan orang yang baru mereka kenal.
yang ada di dunia. Kurikulum tersebut tentu tidak
Komponen dalam pembelajaran seperti guru yang menyimpang dari kurikulum standar yang diberlakukan
berkualitas tentunya sangat menentukan atas sukses oleh pemerintah secara umum, namun dalam muatan
tidaknya suatu pembelajaran dilakukan. Guru SADe
pokoknya, SADe merangkum atau
sebelum mereka diterima sebagai tenaga pengajar di mengelompokkannya ke dalam tiga cakupan kurikulum
lingkungan tersebut, terlebih dulu mereka menjalani penting berikut ini:
serangkaian tes untuk menguji kelayakan guru SADe.
a. Kurikulum Akhlak
Di sana dilakukan tes psikotes, wawancara, dan lainnya b. Kurikulum Leadership
22 1: 19-28, 2018

c. Kurikulum Logika-Sains maksimal dan keteladanan berdasarkan Al-Qur’an dan


hadist. Semua ini guna menumbuhkembangkan jiwa
2. Media Pembelajaran: Sarana dan Prasarana
ingin tahu yang tinggi, dapat melakukan observasi,
Sebagai sekolah dengan basis dan media pengajaran
membuat hipotesa, serta berpikir ilmiah.
alam maka sekolah didesain dengan memperbanyak
Keteladanan berdasarkan Al-Qur’an dan hadis ini
landscape bebas dan area freeplay guna memberikan
diselipkan dalam setiap pembelajaran. Setiap belajar,
ruang bebas dan pengembangan dan pengolahan
pasti ada nilai yang terkandung dalam firman-firman
kemampuan anak yang baik. Dengan ruang bebas ini
Illahi. Semua itu menjadikan sekolah ini mewajibkan
diharapkan anak-anak mampu berekspresi bebas dan
para siswanya untuk tahfidz dan tahsin pada pagi hari
bereksplorasi dalam pengembangan dirinya. Selain area
sebelum aktivitas belajar dimulai. Contoh: judul unit (1
freeplay, terdapat pula kelas-kelas yang di desain seperti
of 2): Properties of Matters and Energy untuk kelas 5
saung-saung agar suasana nyaman, terdapat pula
SD mencakup subjek Sains, Bahasa Indonesia dan
mushola, kantin, aula sekolah, kebun sekolah yang
Matematika. Di sana terdapat pula makna-makna yang
terletak di bagian belakang sekolah dan beberapa tempat
dapat ditarik kesimpulan untuk bahan renungan dan
yang dikhususkan untuk kegiatan outdoor seperti
pada akhir pembahasan materi ada inspirasi Al-Qur’an
outbound dan semacamnya. Kelas di desain secara
yang dicantumkan. Misal tentang penciptaan segala
terbuka dan terdapat pipa-pipa yang dibentuk untuk
sesuatu dalam hal ini makhluk Allah (manusia), dapat
tempat sepatu para siswa, bangku dengan banyak
inspirasi Qur’an yakni Qur’an Surat Ar Rahman ayat
setengah dari jumlah siswa yang ada, hal itu
14 “Dia (Dia) menciptakan manusia dari tanah
dimaksudkan agar para siswa terbiasa untuk berbagi.
kering seperti tembikar”. Dalam Surat Al Hijr (15):28
Satu sama lain tidak berebut melainkan mereka dengan
“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para
kesadaran penuh akan bergantian untuk memakai
malaikat. ‘Sungguh, Aku akan menciptakan seorang
bangku tersebut. Selain itu, terdapat tempat khusus yang
manusia dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang
terbuat dari kayu dan dibentuk persegi guna menaruh
diberi bentuk” dan banyak contoh inspirasi Qur’an
tas, tempat makan para siswa. Semua bangunan yang
lainnya yang berkaitan erat dengan pembelajaran akan
ada di SADe seperti Kantor Kepala Sekolah dan tata
dilampirkan pada bagian lampiran.
usaha, perpustakaan, mushola, kelas, kantin, saung
Dengan begitu, guru yang berperan sebagai
tempat penjemputan para siswa seluruhnya terbuat dari
fasilitator berfungsi untuk mengarahkan dan menggiring
kayu. Selain itu, sebagai media belajar dan arena
peserta didiknya guna menemukan dan mengeluarkan
bermain, sekolah menyediakan ayunan, lapangan luas,
gagasan mereka sendiri, bukan melulu melakukan
outbound dan lingkungan hijau di setiap sudut sekolah.
pembelajaran satu arah seperti yang telah dijelaskan di
Ada juga nama-nama tokoh filsuf dan ilmuwan yang
atas. Pada setiap penerapan metode tersebut,
diletakkan/ditempelkan di setiap sudut sekolah.
pembelajaran tidak berlepas dari pesan-pesan dalam Al-
Selain prasarana bangunan dan setting lingkungan
Qur’an dan hadist. Guru sebagai fasilitator siswa, selalu
yang mendukung ruang gerak para siswa secara lebih
menghubungkan setiap subjek pembelajaran dengan
luas dan bebas, SADe memiliki keunikan tersendiri.
keterangan Al-Qur’an dan hadist. Kemudian
Berbeda dengan sekolah lain yang pada umumnya
mengarahkan siswa untuk merenungi dan
mewajibkan buku panduan atau buku paket dalam
menerapkannya pada kehidupan sehari-hari. Guru
kegiatan belajar mengajar, maka di SADe hal itu tidak
membiasakan mereka untuk mencari dan menemukan
berlaku. Di SADe tidak mewajibkan buku panduan yang
ayat-ayat yang ditunjuk olehnya terkait subjek tersebut
harus dipegang dalam setiap kegiatan belajar mengajar.
kemudian dengan bimbingan guru inilah siswa dituntun
Media belajar mereka adalah alam, internet, dan guru
untuk mendiskusikan makna dan konteksnya pada
selaku fasilitator.
kehidupan sehari-hari. Hasil yang tampak siswa dapat
3. Metode pembelajaran menyadari dengan baik bahwa apapun dilakukannya
Berdasarkan hasil keterangan yang diperoleh oleh merupakan anjuran yang juga terdapat dalam Al-Qur’an
peneliti, dalam pengaruhnya terhadap siswa dalam dan hadist. Dari sini dapat kita amati bahwa sekolah
kesadaran mentadabburi ayat-ayat al-Quran, kurikulum secara holistik menerapkan metode-metode yang ada
yang ada di SADe kemudian dipecah dalam target- baik saat kelas berlangsung maupun di luar waktu
target pencapaian dengan penerapan metode tersebut. Bagaimana pembelajaran berlangsung tanpa
pembelajaran dengan Understanding By Design mereka sadari dan terjadi secara berkesinambungan.
khususnya pada penyusunan kurikulum dan student
centre. Ukuran keberhasilan metode Understanding by
Sekolah mengarahkan sistem pembelajaran yang Design terhadap kesadaran mentadabburi Ayat-
dipakai adalah sistem fun learning. Dimana para siswa Ayat Al-Qur’an
selama belajar dikondisikan dalam keadaan senang, Berdasarkan pengamatan peneliti pada keadaan faktual
bahagia dan bebas menjadi seperti apa yang mereka lapangan, selama proses wawancara berlangsung, dan
inginkan. Dalam keadaan yang tidak tertekan, maka observasi, metode UBD yang diterapkan dalam
para siswa mampu memahami pelajaran dengan lebih pengaruh terhadap kesadaran tadabbur ayat Al-Qur’an
ALFIYAH –Implementasi metode pembelajaran understanding by design … 23

dinilai cukup baik dan ada. Sekolah ini mengusung diterapkannya metode UBD dalam pembelajaran.
keutamaan anak untuk belajar dari alam, diri sendiri dan (Wawancara bersama dengan Ibu Tanti)
sekitar. Keberhasilan ini tentu didukung oleh berbagai b. Pemahaman (comprehension) (Ramayulis, 2005)
pihak yang ada. Tentu pemahaman adalah hal yang sangat ditekankan di
Untuk mengukur keberhasilan para siswa dalam
Sekolah ini. Karena dengan metode UBD, anak-anak
belajar dan memahami terhadap mata pelajaran yang diharuskan memahami dan mengerti apa yang mereka
diajarkan dan relasinya dengan sejauh apa pemahaman pelajari.
para siswa dalam mengikuti pelajaran dan
mengaitkannya dengan intisari Al-Qur’an, penilaian c. Penerapan (application) (Ramayulis, 2005)
tidak terpaku pada ranah kognitif saja namun juga Bukan hanya memahami intisari-intisari ayat Al-Qur’an,
kepada aspek afektif dan psikomotorik anak. Lebih melainkan lebih dari itu. Mereka belajar guna
jelasnya, berikut uraian secara rinci menyangkut diterapkan dalam keseharian hidupnya. Terlihat dari
pembahasan metode UBD terhadap kesadaran beberapa kegiatan dan keseharian mereka. Seperti
mentadabburi ayat-ayat Al-Qur’an: perintah untuk menjaga lingkungan ini tertuang dalam
kegiatan LISA, bank sampah dan lainnya.
1. Ranah kognitif (Proses berfikir)
Ranah kognitif adalah ranah yang mencakup kegiatan d. Analisis (analysis)
mental (otak). Segala upaya yang menyangkut aktivitas e. Sintesis (syntesis)
otak adalah termasuk dalam ranah kognitif. Ranah f. Penilaian/penghargaan/evaluasi (evaluation)
kognitif memiliki enam jenjang atau aspek, yaitu: (Ramayulis, 2005)
Tujuan aspek kognitif berorientasi pada kemampuan
a. Pengetahuan/hafalan/ingatan (knowledge)
berfikir yang mencakup kemampuan intelektual yang
(Ramayulis, 2005)
lebih sederhana, yaitu mengingat, sampai pada
Hal ini dibuktikan dengan kelas tahfidz dan tahsin setiap kemampuan memecahkan masalah yang menuntut siswa
pagi sebelum kelas dimulai. Selain untuk membaca doa untuk menghubungkan dan menggabungkan beberapa
sebelum melakukan aktivitas belajar mengajar, tahfidz
ide, gagasan, metode atau prosedur yang dipelajari
merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh siswa untuk memecahkan masalah tersebut. Dengan demikian
SADe, khususnya kelas 3 sampai kelas 6 SD. Dan aspek kognitif adalah sub-taksonomi yang
dengan metode UBD, anak-anak mampu menghafal
mengungkapkan tentang kegiatan mental yang sering
dengan lebih cepat dan kuat karena sebelum hafalan, berawal dari tingkat pengetahuan sampai ke tingkat
mereka dituntut untuk mengerti arti atau makna dari yang paling tinggi yaitu evaluasi.
surat yang sedang dihafalkan.
(abazariant.blogspot.co.id)
Contoh terkait lebih cepat menghafal dan kuat Indikator utama dalam metode UBD adalah
hafalan: saya pernah sekolah di sekolah umum, di sana mendapatkan pemahaman, secara kognitif, jelas masuk
dibiasakan untuk mengaji pada pagi hari dan hafalan
dalam poin dua yakni pemahaman secara lebih
surat dan ayat tertentu namun tanpa metode khusus menyeluruh dari yang telah diajarkan. Karena sebelum
dalam memahami, tapi sejak di SADe saya dibiasakan dimulai, pembelajaran diharuskan memiliki tujuan
dengan hafalan ayat-ayat tertentu juga. Misal, kami
pembelajaran dan siswa diharapkan dapat
belajar sains yang membicarakan tentang asal-usul menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari mereka.
manusia maka di situ kami harus faham dan mengerti
Jika kita lihat pada kurikulum yang ada pada
ayat yang membahas asal usul manusia itu. Contoh SADe yang merupakan penggabungan dari beberapa
Surat Al Hijr (15): 28 “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu kurikulum yang ada di dunia, maka secara khusus
berfirman kepada para malaikat. “Sungguh, Aku akan
komponen kurikulum ketiga masuk dalam ranah ini,
menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering yaitu logika-sains. Juga pada poin Al-Qur’an, bahasa,
dari lumpur hitam yang diberi bentuk”. Dengan dan kemampuan dasar, aspek kognitif diasah dengan
penekanan terhadap pemahaman ayatnya, saya lebih
baik. Semua bagian ini masuk pada upaya mengasah
cepat menghafal dan hafalan saya lebih kuat karena saat kemampuan logika anak-anak, sekalipun belum
menghafal, kami diharuskan memahami terlebih dulu memenuhi seluruh aspek yang ada dalam ranah ini,
maksud dari ayat tersebut. Dalam satu bulan terakhir ini,
namun secara umum anak-anak telah mencapai dasar-
saya dapat menghafal setengah juz 29 yang sebelum dasar dalam ranah ini, khususnya pada aspek
menemukan metode belajar UBD saya merasa kesulitan pemahaman, analisis, dan sintesis. Ketika mereka
untuk menghafal dan mengingatnya. (Wawancara
mempertanyakan sesuatu, berarti proses pemahaman
dengan Rici, siswa kelas 5 SADe) mulai terjadi dan nampak, kemudian mereka diajak
Saya temukan di Rici salah satunya, siswa kelas 5. untuk mengamati dan mengumpulkan data sederhana,
Dia sebelum sekolah di sini, merasa susah untuk
hal ini adalah proses komposisi pengetahuan yang
menghafal tapi semenjak di sini, sudah sebulan terakhir kemudian terjadi sintesis atau pembagian-pembagian
dia mampu menghafal kurang lebih setengah juz. Hal kelompok data berdasarkan yang sejenis, kemudian
ini merupakan kemajuan yang cukup baik karena
disajikan dan diimplementasikan dalam bentuk entry
project. Selain itu, pada muatan kepemimpinan/
24 1: 19-28, 2018

leadership ditemukan poin berpikir kritis yang berarti belajar kerjasama yang baik. (Wawancara bersama
mempertahankan sesuatu dengan benar dan dengan dengan Noval siswa kelas 5 SADe)
argumentasi sederhana, juga menemukan beberapa d. Manajerial: ada kemauan memperbaiki kesalahan
alternatif solusi. Hal ini merupakan bagian dari ranah diri sendiri.
kognitif, yang juga menyentuh aspek evaluasi dan
analisis. Adapun kemampuan dasar yang harus dicapai Hierarki Jenis Perilaku dan Kemampuan Afektif
oleh peserta didik seperti kemampuan dasar yang harus menurut Taksonomi Krathwohl dan Bloom dan kawan-
dicapai oleh peserta didik seperti kemampuan bahasa, kawan dapat diketahui bahwa peserta didik yang belajar
sains, Al-Qur’an (tilawah dan tahfidz), agama, akan memperbaiki kemampuan-kemampuan internalnya
matematika, semua ini juga terkait pada aspek kognitif, yang afektif. Peserta didik mempelajari kepekaan
dimana kemampuan pengetahuan/hafalan/ingatan tentang sesuatu hal sampai pada penghayatan nilai
(knowledge), pemahaman (comprehension) diterapkan. sehingga menjadi suatu pegangan hidup. Kelima jenis
Dari sini kita melihat, dari muatan kurikulum Sekolah tingkatan tersebut di atas bersifat hierarki. Perilaku
Alam, yakni aspek kognitif, sedangkan pada aspek penerimaan merupakan yang paling rendah dan
kepemimpinan, secara parsial ranah kognitif masih kemampuan pembentukan pola hidup merupakan
disentuh dan tidak dipisahkan darinya, sekalipun perilaku yang paling tinggi.
sejatinya kurikulum kedua ini lebih banyak menyentuh Semua aspek ini jika kita cocokkan pada jenjang
aspek afektif dan psikomotorik. ranah afektif maka sangat terlihat pada kurikulum
kepemimpinan domain atau ranah afektif ini menjadi
2. Ranah afektif (nilai atau sikap)
Ranah afektif adalah ranah yang berkaitan dengan sikap sangat besar poinnya dan menonjol.
Selain pada muatan target pencapaian pada
dan nilai. Ranah afektif mencakup watak perilaku
seperti perasaan, minat, sikap, emosi, dan nilai (Madya kepemimpinan, aspek yang secara komprehensif
R. U. W.). Beberapa pakar mengatakan bahwa sikap memuat domain afektif ini adalah muatan pada
pembentukan akhlak mulia, dengan rincian sebagai
seseorang dapat diramalkan perubahannya bila
seseorang telah memiliki kekuasaan kognitif tingkat berikut:
tinggi. Ciri-ciri hasil belajar afektif akan tampak pada a. Akidah: mengetahui kemahakuasaan Allah SWT
ditandai dengan pembiasaan baca doa sebelum
peserta didik dalam berbagai tingkah laku.
Ranah afektif menjadi lebih rinci lagi ke dalam belajar dan memulai kegiatan apapun. Kami selalu
lima jenjang, yaitu: berdoa sebelum dan sesudah belajar dan juga saat
hendak melakukan kegiatan apapun, biasanya kami
a. Receiving atau attending (menerima atau
memperhatikan) berdoa bersama. (Wawancara bersama Jasmine dan
b. Responding (menanggapi) mengandung arti “adanya Putri)
b. Ibadah: menerapkan kegiatan salam, salim, senyum,
partisipasi aktif”
c. Valuing (menilai atau menghargai) shalat duha dan dzuhur berjamaah.
d. Organization (mengatur atau mengorganisasikan) c. Sikap diri: mengucapkan kata “tolong” saat meminta
pertolongan, mengucapkan terimakasih atas bantuan
e. Characterization by evalue or calue
complex (karakterisasi dengan suatu nilai atau yang lain, mengenal barang milik pribadi, meminta
komplek nilai). (Kristiayanto D.) izin jika ingin menggunakan barang milik orang
lain, sabar menunggu giliran dalam mengantri,
Dari poin-poin yang ada dalam ranah bagian berlatih menutup aurat baik laki-laki maupun
perempuan, meminta maaf jika berbuat salah,
kepemimpinan, yang masuk pada ranah afektif yakni:
a. Emosi: siswa mampu mengendalikan diri dalam memaafkan kesalahan orang lain, bersedia
setiap kegiatan yang ada. Karena dalam berkegiatan, membantu guru, teman dan sekitar.
Kebersihan: membawa makanan sendiri yang
tentu tidak lepas dari interaksi sesamanya, maka di
sinilah emosi mereka diasah. lebih higinies, membuang sampah pada tempatnya
b. Komunikasi: mampu mendengarkan pendapat orang (LISA), berlatih dalam menjaga kebersihan diri,
lingkungan kelas dan sekitar. Seperti yang tercantum
lain, mampu menyampaikan pendapat dengan tidak
lagi malu-malu. Seperti Rici yang dengan lugas dan dalam Qur’an surat yang bermakna menjaga
terperinci menceritakan apa yang menjadi lingkungan. Yaitu Q.S. Ar-Rum ayat 41 yang
artinya:
ketertarikannya saat diwawancara oleh peneliti.
c. Kerjasama: kemampuan memahami bahwa setiap ”Telah nampak kerusakan di darat dan di laut
orang memiliki kelemahan dan kelebihan, mampu disebabkan karena perbuatan tangan manusia,
supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian
menjalankan kesepakatan bersama, mampu
menerima saran, mampu berbagi dalam kelompok dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka
besar, mampu memimpin organisasi dan teman- kembali (ke jalan yang benar).”
d. Percaya diri: Anak-anak dengan percaya diri
teman. Contoh saat melakukan outbound. Saya
sering banget mengatur/memimpin teman-teman mengungkapkan apa yang mereka rasa, mereka
saya saat ada kegiatan outbound. Di situ, kami alami selama mengikuti proses kegiatan belajar
ALFIYAH –Implementasi metode pembelajaran understanding by design … 25

mengajar di Sekolah Alam Depok. Mereka juga kemampuan bertindak setelah seseorang menerima
tidak takut saat menghadapi orang-orang yang baru pengalaman belajar tertentu. Hasil belajar psikomotor
mereka kenal dan temui. Seperti yang telah ini sebenarnya merupakan kelanjutan dari hasil belajar
dijelaskan di atas, bukan hanya menjawab kognitif (memahami sesuatu) dan hasil belajar afektif
pertanyaan-pertanyaan peneliti secara satu arah dan (yang mulai tampak dalam bentuk kecenderungan-
pasif, melainkan mereka bercerita dengan lebih kecenderungan berperilaku). Ranah psikomotor adalah
bebas tanpa sekat takut apapun. Dan lebih kritis berhubungan dengan aktivitas fisik, misalnya lari,
mempertanyakan siapa dan dari mana asal-usul melompat, melukis, menari, memukul/menendang bola
peneliti. saat olahraga, dan sebagainya.
e. Guru mengajarkan para peserta didik untuk percaya Hasil belajar keterampilan (psikomotor) dapat
diri saat menyampaikan pendapat kepada orang lain. diukur melalui: (1) pengamatan langsung dan penilaian
Sekolah membiasakan mereka untuk berani selama tingkah laku peserta didik selama proses pembelajaran
itu dalam koridor kewajaran sebagaimana seorang praktik berlangsung (2) selesai mengikuti pembelajaran,
siswa bersikap. Kebiasaan ini ditanamkan melalui yaitu dengan memberikan tes kepada peserta didik
refleksi mereka dipagi hari sebelum pembelajaran untuk mengukur pengetahuan, keterampilan, dan sikap
berlangsung guna mengawali hari. Untuk itulah, (3) beberapa waktu sesudah pembelajaran selesai dan
berbicara di depan atau bercerita di depan umum kelak dalam lingkungan kerjanya.
adalah hal yang menjadi kebiasaan di Sekolah Alam Anak-anak diarahkan untuk mempersepsi
Depok ini. (Wawancara bersama Ibu Farah) (perception), kemudian menyiapkan diri dan segala
Ada banyak cara guna menumbuhkan yang dapat ia gagas dan persiapkan, kemudian dengan
kepercayaan diri seperti itu, melalui kegiatan salim, bimbingan yang ada mereka mengikuti dengan baik
senyum dan salam, outbound, ekspedisi/jelajah alam proses pembentukan proyek, kemudian secara mandiri
semakin diasah untuk hormat, percaya diri dan dan terarah mereka menyiapkan apa yang menjadi
menuntut bekerjasama dalam kelompok. proyek mereka, sehingga dapat ditampilkan pada acara-
f. Sabar: Satu kata penuh makna, itulah sabar. Betapa acara yang telah ada. Selain itu, seperti renang dan
tidak? Orang dengan mudah menyarankan yang lain outbond, psikomotorik anak diasah dan dilatih agar
untuk dapat berlaku sabar, namun hanya sedikit mampu berinteraksi dengan alam, bahkan survive di
manusia yang dapat melakukannya. Terlebih bagi dalamnya. Proses ini tidak lepas dari kreativitas mereka
anak-anak yang kebanyakan dari mereka tidak dalam mengatasi berbagai tantangan yang ada dalam
begitu memperdulikan arti sebuah kata dan kegiatan outbond bentang alam/jelajah alam, long
maknanya, mereka hanya berpusat pada apa yang march, fieldtrip, camping, anak-anak seringkali
menjadi keinginan mereka hingga tercapainya ditantang. Dengan tantangan itu, bahkan terjadi proses
keinginan tersebut. Tidak demikian dengan para pembelajaran di sekolah, keterampilan dan logika anak
siswa SADe, mereka dilatih untuk memiliki sifat diasah dengan baik. Sehingga secara kognitif, afektif,
mulia yang satu ini. Dimulai dengan hal sederhana, dan psikomomtorik, mereka dapat mengembangkan
misal: memasuki kelas dengan tertib dan rapi, secara seimbang.
begitupun saat selesai kelas mereka keluar ruangan Setiap pembelajaran harus memenuhi aspek
dengan tertib dan sabar antri. Terlihat pula saat pertama dan dilanjutkan pada aspek kedua dan ketiga.
pengambilan air wudhu sebelum shalat berjamaah, Pada pengembangannya, guru diberikan kebebasan dan
jika anak lain saling berebut, maka siswa SADe ruang berkreativitas seluas-luasnya untuk menyusun
sabar menunggu hingga gilirannya untuk mengambil program belajarnya di kelas maupun di luar kelas.
wudhu. Begitu pula saat berinteraksi, tidak jarang Berikut adalah contoh activity plan yang digunakan di
mengalami kesalahpahaman dalam memaknai dan salah satu kelas di SADe. Selain visi misi dan
menangkap sebuah makna pembicaraan. Saat ada kurikulum yang memadai guna metode pembelajaran
yang mengejek, mereka tidak lantas menghina balik UBD diterapkan dengan baik, dukungan lain juga
lawan bicaranya. terlihat pada lingkungan sekitar, pengajar serta
Anak-anak saat berinteraksi, meskipun keseluruhan aspek pembelajaran lainnya. Metode
bercanda terkadang ada yang melampaui batas, pembelajaran UBD yang berlandaskan Al-Qur’an dan
tetapi meski begitu biasanya mereka cepat akur dan menghasilkan kesadaran nilai-nilai tadabbur Al-Qur’an
akrab lagi, saling memaafkan. (Wawancara bersama dan dikombinasikan dengan hadist dan metode fun
dengan Ibu Tanti) learning dan student centre menjadi bekal untuk anak-
Kami biasa belajar tertib dan kalau belum anak dalam melihat, menemukan, menganalisa serta
saatnya kami mengambil makanan dikantin maka mencari solusi dari permasalahan-permasalahan yang
kami sabar menunggu giliran. (Wawancara dengan muncul dari sekitar dan dengan cara mereka sendiri pula
Noval siswa SADe kelas 5) untuk menyelesaikan semuanya. Dalam hal ini, guru-
guru memiliki peran aktif dalam membimbing
3. Ranah psikomotorik (keterampilan)
(fasilitator), mengarahkan, dan memancing ide mereka
Adapun dalam ranah ini, ranah psikomotor merupakan
ranah yang berkaitan dengan keterampilan (skill) atau melalui berbagai pertanyaan mendasar dari suatu proses
26 1: 19-28, 2018

dan tujuan pembelajaran seputar tema yang akan proses pendampingan harus terus dilakukan, termasuk
dipecahkan. memotivasi dan mendukung belajar mereka, juga
Ada banyak cara yang digunakan oleh fasilitator mengingatkan mereka mengenai jadwal belajar dan
dalam memancing kesadaran mentadabburi ayat-ayat tugas anak-anaknya sehari-hari. Sebagaimana yang
Al-Qur’an bagi siswa SADe. Selain melalui berbagai dilakukan oleh guru di sekolah.
pertanyaan pemicu, dapat juga melalui Juga sarana dan prasarana yang ada sangat
tantangan/challenge, survive. Salah satu contoh melalui mendukung kesadaran terhadap tadabbur ayat Al-
survive ini yakni seperti saat freeplay. Sekolah memiliki Qur’an seperti arena bebas bermain freeplay, landscape
aturan dimana anak-anak tidak diperkenankan alam dan dikuranginya bangunan-bangunan permanen,
membawa mainan dari rumah masing-masing. Sehingga sebagai gantinya sekolah mengganti kebutuhan ruangan
saat-saat ingin bermain mereka menciptakan mainan yang diperlukan seperti kantor dan ruang kelas dengan
sendiri seperti membuat rumah-rumahan dari pasir, rumah-rumahan dan kelas-kelas yang dominan berbahan
gunung, taman-taman dan sebagainya (Wawancara kayu agar lebih menyatu dengan alam.
bersama Ibu Tanti). Ada yang melalui challenge dan Dukungan dari berbagai sisi ini sudah cukup
survive, yakni dengan menantang mereka mempraktikan mewadahi anak-anak untuk bebas berekspresi dan
atau memperagakan pemahaman mereka dengan menemukan dirinya. Anak-anak mengalami kesadaran
menggunakan media yang ada di sekolah. Semua dan perkembangan yang cukup baik, terlihat dari ciri-
kegiatan dan aktivitas yang berlangsung tidak lepas dari ciri tampak selama proses pengamatan, dokumentasi,
pengawasan guru agar saat ada hal-hal yang tidak bisa dan wawancara sesuai dengan tujuan akhir SADe yang
terselesaikan oleh siswa, mereka bisa meminta bantuan ingin menjadikan peserta didiknya, yaitu:
kepada guru yang ada. Oleh karena itu, menjadi guru a. Insan yang tunduk (Wawancara bersama Ibu Tanti)
bukan hanya sekedar menyalurkan atau menumpahkan Insan yang tunduk dalam hal ini tunduk terhadap aturan
pengetahuan kepada peserta didik, namun bagaimana agama dan sekolah. Berlaku sesuai dengan norma yang
agar pengetahuan tersebut dapat disusun dan menunjang
diajarkan, berani dalam koridor atau batasan kesopanan,
proses penemuan dan pengembangan kreativitas dan serta menghormati orang yang lebih tua dan menghargai
bakat anak-anak. Di sinilah peran guru sebagai yang lebih muda.
fasilitator kreatif dan aktif.
Hal ini ditunjukan dengan beberapa kegiatan yakni
Peneliti melihat pihak-pihak terkait, seperti guru, rutin melakukan ibadah salat duha dan dzuhur
orang tua, dan anak-anak sendiri sebagai berjamaah. Selain itu, para siswa diajarkan untuk salim,
kesinambungan sebab-akibat yang mengoptimalkan
senyum dan salam kepada sesamanya dan terlebih
kesadaran anak-anak dalam mentadabburi ayat-ayat Al- kepada para guru. Siswa juga diajarkan suatu kebiasaan
Qur-an yang diajarkan. Penelitian guru yang telah membuang sampah pada tempatnya dan sikap-sikap lain
disebutkan sebelumnya, orang tua juga ikut serta
yang menggambarkan perwujudan dari menjaga
memberikan kontribusi yang besar dalam lingkungan sekitar seperti yang tertera dalam berbagai
pengembangan kreativitas di sekolah dan di rumah. surat di dalam kitab suci Al-Qur’an seperti yang telah
Orang tua lebih punya waktu lebih dengan para peserta
saya singgung sebelumnya.
didik karena memang siswa-siswa lebih banyak
menghabiskan waktunya di rumah bersama oranng tua b. Pemikir kritis dan pemecah masalah (Wawancara
dirumah. Saat di sekolah, orang tua ikut serta bersama Ibu Tanti)
memberikan sumbangsih pemikiran pada program Dalam memecahkan suatu masalah, dibutuhkan para
pendidikan anak-anaknya. Hal ini dibuktikan dari pemikir yang cerdas dan kritis. Dengan bersikap kritis
keikutsertaan mereka pada musyawarah setiap awal dalam menghadapi persoalan, maka siswa diajarkan
semester yang diselenggarakan sekolah untuk untuk terbiasa tidak mudah begitu saja menerima
membahas program sekolah bagi anak-anak selama satu kemudian mengafirmasi informasi yang mereka peroleh.
semester dalam beberapa acara orang tua juga terlibat Sebelum memecahkan masalah dan mencari solusi,
secara langsung berkarya bersama anak-anaknya seperti seseorang diajarkan untuk benar-benar memahami
pada saat Earth Day. Di rumah, orang tua mengawasi masalah yang akan ia selesaikan. Disinilah sikap kritis
dan membimbing proses belajar anak-anaknya. dibutuhkan. Seperti yang diajarkan di dalam Al-Qur’an
Misalnya, ketika mereka menggunakan media internet surat Al-Hujurat ayat 6 mengatakan bahwasanya
dalam mencari tugas sekolah, ketika tugas tersebut sebelum kita menerima atau mengiyakan suatu berita,
membutuhkan bantuan orang tua maka mereka akan maka memeriksa dan meninjau ulang terlebih dahulu
membantu anak-anaknya, termasuk memperhatikan tips kebenaran berita tersebut. Hal ini sesuai dengan arti dari
menggunakan internet yang baik dan aman untuk anak- Surat Al Hujurat ayat 6:
anak. Selain itu, yang terpenting meskipun sekolah “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu
diberi wewenang untuk mengarahkan peserta didik, oranng fasik membawa suatu berita, maka periksalah
namun orang tua tidak lantas lepas menyerahkan dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu
seluruh proses pendidikan begitu saja pada sekolah, musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui
mereka tetap mengontrol. Para orang tua sadar bahwa
ALFIYAH –Implementasi metode pembelajaran understanding by design … 27

keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas Surat ini dijadikan panduan/acuan dalam
perbuatanmu itu.” pelajaran fisika kelas 5 SADe khusus bab astronomi
c. Pelajar mandiri (Wawancara bersama Ibu Tanti) dan antariksa. “Semester kemarin kami belajar
Ada kalanya pelajar dianjurkan untuk bekerjasama pada tentang planet-planet dan guru kami memberikan
hafalan Q.S. Yasin ayat 38 agar sebelum
satu saat tertentu namun di saat lain, mereka diajarkan
untuk menjadi pelajar mandiri. Pelajar yang mampu mempelajari mata pelajaran tersebut, kami sudah
berdiri di atas kaki sendiri, tidak banyak merepotkan tahu ayat mana yang perlu kami fahami”
(Wawancara dengan Noval siswa kelas 5 SADe).
teman-teman dalam masalah pribadinya, mencoba
menyelesaikan masalah dari dalam diri sendiri terlebih  Q.S. Yunus ayat 5 yang artinya: “Dia-lah yang
dulu dan percaya akan kemampuan diri. Hal ini menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya
dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-
dibuktikan dengan cara para siswa yang menyelesaikan
persoalan secara personal. Misal: saat tertentu ada tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu
kejadian pencurian. Di situlah para siswa mencari mengetahui bilangan tahun dan perhitungan
(waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu
penyebab, lalu menganalisa kejadian tersebut kemudian
dari semua data yang didapat mereka berusaha mencari melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-
solusi atas permasalahan yang ada. tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang
mengetahui”
d. Pekerja Kelompok (Wawancara bersama Ibu Tanti) “Surat Yunus juga pernah kami hafalkan dan
Manusia adalah makhluk sosial. Tidak lepas dari diharuskan mengerti makna dari ayat tersebut. Kami
interaksi dan hubungan sosial disekitarnya. Dalam menghafalnya di kelas 5.” (Wawancara dengan
bersosialisasi tentu banyak kegiatan yang hanya dapat Noval siswa kelas 5 SADe).
diselesaikan secara bersama-sama dan akan maksimal  Q.S. Yasin ayat 35 yang artinya:“supaya mereka
apabila dikerjakan dengan bergotong-royong. Dalam dapat makan dari buahnya, dan dari apa yang
bekerja sama, tentu sifat egois harus dikurangi, saling diusahakan oleh tangan mereka. Maka mengapakah
bahu-membahu, saling memberikan dukungan dan mereka tidak bersyukur?”
saling berbagi. Sikap ini juga mulai terlihat adanya.  Q.S. Al-Anbiya’ ayat 30 yang artinya: “Dan apakah
Misal: saat permainan kelompok yakni memasukkan orang-orang yang kafir tidak mengetahui
paku ke dalam botol. Di sini, selain dibutuhkan keahlian bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu
seorang pemimpin dalam memimpin, di sini juga adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan
dibutuhkan kerjasama yang sinergi antara teman satu antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala
dengan yang lainnya dalam kelompok tersebut. sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka
e. Komunikator efektif (Wawancara bersama Ibu tiada juga beriman?”
Tanti)
Siapapun kita, apapun pekerjaan kita, komunikasi
adalah hal penting. Ilmu ini biasanya dijadikan salah KESIMPULAN
satu sumber pendapatan, misal seminar public speaking
dan semacamnya. Tujuannya adalah agar seseorang 1. Implementasi Metode Pembelajaran Understanding
dapat menyampaikan gagasan dengan baik sesuai By Design di Sekolah Alam Depok Terhadap
dengan apa yang ada dalam benak dan pikirannya. Kesadaran Mentadabburi Ayat-Ayat Al-Qur’an
Rendahnya kemampuan berkomunikasi dengan baik, dapat dilihat dari kesinambungan sistem belajar,
disitulah letak terjadinya banyak perselisihan yang ada pengajar dan semua pihak yang terlibat dalam
diantara sesama komunikator. Di SADe, menjadi pembelajaran cukup memberikan hasil yang efektif.
komunikator efektif adalah salah satu orientasi yang Hal ini dibuktikan dari beberapa indikator seperti
diajarkan dan diharapkan muncul dari para siswa. Dan penilaian kognitif, afektif dan psikomotorik yang
untuk poin yang satu ini, peneliti menemukan demikian dispesifikasikan ke dalam beberapa poin hasil
adanya. Para siswa sudah terbiasa berkomunikasi belajar para siswa. Memakai metode UBD pada saat
dengan cukup baik, hal ini dipicu juga dari salah satu penyusunan silabus dan kurikulum, itu sangat
kewajiban bercerita pengalaman liburan di muka kelas membantu para guru selaku fasilitator dalam
setiap senin pagi. Dengan secara jelas, mereka dapat mengarahkan anak didiknya untuk tujuan apa
menyampaikan gagasan yang diinginkan. mereka belajar suatu materi tertentu. Memakai
Contoh ayat-ayat sains yang menjadi titik acuan sistem fun learning dan student centre sehingga
siswa SADe dalam melakukan pembelajaran dan peserta didik merasa senang saat belajar dan
implikasinya terhadap kesadaran mentadabburi ayat- pembelajaran tidak terpaku hanya mendengar materi
ayat tersebut. dari guru. Semua proses berpijak pada tujuan
 Q.S. Yasin ayat 38 yang artinya: “dan matahari pembelajaran yang ingin dicapai. Setiap
berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah pembelajaran selalu dikaitkan dengan intisari makna
ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha ayat suci Al-Qur’an maupun hadist. Kurikulum
Mengetahui” SADe bersumber pada tiga prinsip pokok yaitu
28 1: 19-28, 2018

kurikulum akhlak, leadership, dan logika-sains yang Ramayulis, Metodologi Pendidikan Agama Islam (Edisi
dari ketiga hal tersebut diharapkan para peserta didik Revisi), cetakan 3, Jakarta: Kalam Mulia, 2005
dapat menjadi insan yang tunduk, pemikir kritis dan Saebani, Beni Ahmad. 2015. Filsafat Ilmu dan Metode
pemecah masalah, pelajar mandiri, pekerja Penelitian, Bandung: Pustaka Setia.
kelompok, serta menjadi komunikator efektif. http://abazariant.blogspot.co.id/2012/10/definisi-kognitif-
2. SADe memiliki konsep sesuai visi SADe yaitu afektif-dan-psikomotor.html diakses pada 11 September
“menjadi institusi pendidikan berbasis alam dan 2017.
budaya untuk mempersiapkan generasi tangguh Kristiayanto Daud, Definisi Kognitif, Afektif, dan Psikomotor,
berakhlak mulia”, tujuan utamanya adalah kembali https://www.academia.edu/9127924/definisi_kognitif_afek
kepada tujuan penciptaan manusia itu sendiri, yakni tif_dan_psikomotorik, diakses pada 12 Agustus 2017.
khalifah fil ‘ardhi. Tentunya sebagai khalifah/ Madya, Retno Utari Widyaiswara, Taksonomi Bloom Apa dan
pemimpin atau pengatur harus memiliki Bagaimana Menggunakannya?,
keterampilan-keterampilan. Agar manusia mampu http://www.bppk.depkeu.go.id/webpkn/attachments/766_1
memimpin bumi dan seisinya, mengelola bahwa -Taksonomi%20Bloom%20-20%Retno-ok-mima.pdf,
diakses pada 11 September 2017.
manusia itu mempunyai amanah besar dari Tuhan
untuk mengatur alam ini. Tentu dengan bijak supaya www.sekolahalamdepok.sch.id/index.php/profil.
bumi ini bisa dipakai dan dimanfaatkan dengan Wawancara bersama Ibu Tanti
semestinya. Allah menciptakan segalanya dengan Wawancara dengan Rici, siswa kelas 5 SADe
sempurna dan seimbang. Konsep Sekolah Alam Wawancara bersama dengan Noval siswa kelas 5 SADe
meyakini bahwa pendidikan berkualitas ditentukan Wawancara bersama Jasmine dan Putri
oleh kualitas guru, metode terapan, serta kurikulum
Wawancara bersama Ibu Farah tentang tugas guru
yang visioner.
Wawancara dengan Noval siswa SADe kelas 5

DAFTAR PUSTAKA

Arifin, M. 2003. Ilmu Pendidikan Islam Jakarta: Bumi Aksara,


Maryati, Sekolah Alam, Alternatif Pendidikan Sains yang
Membebaskan dan Menyenangkan
ISSN 2622-9439; E-ISSN 2622-9447
Volume 1, September 2018
Halaman: 29-32

Peran Madrasah dalam Pengembangan Pembelajaran Sains yang


Berbasis Islam Terapan
Arghob Khofya Haqiqi*, Wakhid Fitri Albar, Muhammad Najmul Afad
Program Studi Tadris IPA Fakultas Tarbiyah
Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Kudus dan Universitas Gajah Mada
Email: arghobhaqiqi@stainkudus.ac.id*

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran madrasah dalam pengembangan pendidikan khususnya pada pembelajaran
sains berbasis Islam terapan. Lembaga pendidikan Islam atau madrasah dewasa ini mulai tergerus dengan perkembangan zaman dan
globalisasi. Hal ini tentu juga berdampak pada pembelajaran dalam madrasah tersebut, untuk itu perlu adanya kajian yang lebih
mendalam mengenai peran madrasah agar pembelajaran sains berbasis Islam terapan mampu bersaing dengan perkembangan zaman
dan juga teknologi, namun juga tidak luntur dari nilai-nilai Islami yang moderat. Metode penelitian yang digunakan adalah studi
literasi atau dengan mengumpulkan data-data yang ada dari kajian jurnal, buku serta sumber lain yang relevan terhadap
permasalahan. Hasil penelitian diperoleh bahwa perlu adanya peran madrasah dalam memajukan pembelajaran non agama khususnya
pembelajaran sains berbasis Islam terapan. Dengan adanya sains berbasis Islam terapan ini nantinya akan timbul adanya integrasi
antara perkembangan sains dan juga nilai Islami.

Kata kunci: Madrasah, Sains, Islam terapan

PENDAHULUAN sekolah umum yang lebih tinggi, dan siswa madrasah


boleh pindah ke sekolah umum yang sama jenjangnya.
Madrasah merupakan salah satu bentuk lembaga Demikian pula sebaliknya, kompensasi dari kesetaraan
pendidikan Islam yang mempunyai sejarah panjang, itu adalah bahwa 70% dari kurikulum madrasah harus
pada awalnya madrasah berasal dari pendidikan yang berisi mata pelajaran umum. Bahkan, berdasarkan
bersifat informal dalam bentuk dakwah Islamiyah, kurikulum madrasah 1994, kurikulum madrasah harus
kemudian mengalami perkembangan hingga akhirnya memuat 100% kurikulum sekolah umum. Madrasah
berkembang dalam lembaga pendidikan formal dalam dikategorikan sebagai sekolah umum yang berciri Islam.
bentuk madrasah. Kata “madrasah” pada awal Meskipun kurikulum 1994 telah diperbarui dengan
perkembangannya, diartikan sebagai sebuah jalan orientasi kepada target hasil belajar, dan bukan pada
pemikiran seorang pemikir atau kelompok pemikir proses pembelajarannya, sehingga guru diberi
dalam suatu bidang ilmu, kemudian dimaknai sebagai wewenang untuk berimprovisasi dengan kurikulum
tempat belajar atau lembaga pendidikan dan pengajaran yang sudah disusun, mengatur alokasi waktu
seperti sekolah yang bermakna khusus yaitu yang pembelajaran sesuai dengan kebutuhan, menentukan
banyak mengajarkan agama Islam ataupun ilmu-ilmu metode, penilaian, dan sarana pembelajaran
ke-Islam-an (Thoriqul, 2016). (Rochmawati, 2012).
Sejak awal abad 20 gerakan reformasi Muslim Dari pernyataan diatas, dengan dimasukkannya
melakukan reformasi pendidikan Islam untuk menjawab madrasah ke dalam sistem pendidikan nasional, maka
tantangan kolonialisme serta ekspansi Kristen, maka ijazah madrasah dapat mempunyai nilai yang sepadan
dimunculkan dua bentuk kelembagaan pendidikan dengan ijazah umum yang setingkat, lulusan madrasah
modern Islam; pertama, sekolah umum model Belanda dapat melanjutkan ke sekolah umum setingkat lebih
namun diberi muatan pengajaran Islam; kedua, atas, serta siswa madrasah dapat pindah ke sekolah
madrasah modern, yang secara terbatas mengadopsi isi umum yang setingkat, maka madrasah sebetulnya dapat
serta metodologi pendidikan modern Belanda. Model dijadikan sebagai pendidikan alternatif dalam menjawab
kedua ini yang selanjutnya dikenal sebagai salah satu persoalan dan kebutuhan masyarakat muslim di
jenis model pendidikan Islam di Indonesia (Akhwan, Indonesia.
2008). Di Indonesia terdapat banyak madrasah yang sejak
Pada tahun 1975 telah dikeluarkan surat keputusan semula tumbuh dan berkembang dari, oleh, dan untuk
bersama tiga menteri (Menag, Mendikbud, dan masyarakat serta terbiasa dengan kemandirian.
Mendagri) yang memutuskan bahwa lulusan madrasah Kemandirian tersebut terbatas pada persoalan dana dan
telah dianggap setara dengan lulusan sekolah umum, pengelolaannya, terutama Madrasah swasta yang
lulusan madrasah dapat melanjutkan pendidikan ke jumlahnya lebih besar dibanding madrasah negeri.
30 1: 29-32, 2018

Sedangkan dalam hal pengembangan pendidikan dan 1. Merealisasikan pendidikan Islam untuk mencapai
pengajaran banyak terikat oleh aturan sentralistik untuk tujuan pendidikan agar anak didik taat beribadah,
memperoleh legalitas formal. mentauhidkan Allah dan tunduk atas perintah-Nya.
Pola baru pendidikan yang lebih otonom dan 2. Memelihara fitrah anak didik agar tidak
demokratis memberikan kesempatan bagi madrasah menyimpang dari tujuan penciptaan manusia.
untuk memiliki kewenangan yang lebih besar dalam 3. Sebagai wadah sosialisasi dalam peradaban islami
pengelolaan lembaganya, pengambilan keputusan akan dengan cara mengintegrasikan ilmu alam dan sosial
dilakukan secara partisipatif dan partisipasi masyarakat dengan landasan ilmu-ilmu agama sehingga mereka
akan semakin besar. Madrasah akan lebih leluasa dapat bersaing dalam kemajuan ilmu pengetahuan
mengelola lembaganya. Salah satu dari pengelolaan dan teknologi.
tersebut adalah pengelolaan pembelajaran. Didalam 4. Membersihkan pikiran dan jiwa dari pengaruh
pembelajaran termasuk pembelajaran sains perlu adanya negatif dan subyektif.
pendekatan khusus agar perkembangan sains dan nilai 5. Memberikan wawasan nilai dan moral sehingga
agama Islam berjalan seirama tidak berlawanan. anak didik memiliki kepribadian yang kuat di tengah
perkembangan zaman yang semakin mengalami
krisis nilai (Muhaimin, 1993).
METODE Dari penjelasan diatas maka jelas bahwa madrasah
sebagai lembaga pendidikan Islam mempunyai tugas
Metode yang digunakan dalam penelitian ini dan peran penting di Indonesia, khususnya dalam
menggunakan metode penelitian studi literasi. Hasil menerapkan pendidikan yang bernuansa islami serta
penelitian disusun secara naratif berdasarkan proses berkarakter agar mampu menjadi penopang bagi
kajian dari berbagai sumber jurnal, buku serta sumber kemajuan bangsa Indonesia untuk menghadapi
lain yang sesuai dengan permasalahan dan terkait tantangan global dan perkembangan zaman.
dengan topik yang ada.
Perkembangan sains berbasis Islam terapan
Sains tentu tidak asing bagi kita. Kata “Sains” biasa
PEMBAHASAN diterjemahkan dengan Ilmu Pengetahuan Alam yang
merupakan asal dari kata natural science. Natural
Peran dan fungsi Madrasah dalam pendidikan artinya alamiah serta berhubungan dengan alam,
Ciri khas madrasah tidak hanya sekedar mengajarkan sedangkan science artinya ilmu pengetahuan. Sehingga
mata pelajaran agama. Artinya, ciri khas tersebut bukan science secara harfiah berarti ilmu yang mempelajari
hanya sekedar menyampaikan mata pelajaran Agama mengenai alam atau mempelajari peristiwa-peristiwa
Islam di dalam lembaga madrasah tetapi yang lebih yang terjadi di alam (Patta, 2006).
penting ialah perwujudan dari nilai-nilai keislaman di Dewasa ini sains mengalami perkembangan yang
dalam totalitas kehidupan madrasah. Suasana lembaga sangat pesat, sains dalam pembelajaran bukan sekedar
madrasah yang melahirkan ciri khas tersebut hafalan rumus atau teori belaka. Sains terus didorong
mengandung unsur-unsur sebagai berikut: (1) agar mampu menjadi acuan kemajuan zaman dan
Perwujudan nilai-nilai keislaman di dalam keseluruhan teknologi. Pendidikan yang membawa semangat sains
kehidupan lembaga madrasah; (2) kehidupan moral modern yang memiliki pandangan yang kurang
yang beraktualisasi, dan (3) manajemen yang mendukung terhadap agama maka akan menjadi tidak
profesional, terbuka, dan berperan aktif dalam terintegrasi dengan baik pada sistem pendidikan Islam.
masyarakat (Tilaar, 2004). Pada titik inilah kemudian terjadi dikotomisasi antara
Dengan suasana madrasah yang demikian bidang agama dan sains modern di dunia pendidikan
melahirkan budaya madrasah yang merupakan identitas Islam. Hal ini pada akhirnya menimbulkan kerugian di
lembaga pendidikan madrasah. Otonomi lembaga antara keduanya, karena tidak adanya integrasi timbal
pendidikan madrasah hanya dapat dipertahankan apabila balik, sehingga pendidikan Islam mengalami berbagai
madrasah tetap mempertahankan basisnya sebagai krisis, diantaranya krisis konseptual, kelembagaan
pendidikan yang berbasiskan masyarakat dengan metodologi atau pedagogik, dan krisis orientasi
kebutuhan masyarakat Indonesia baru yang demokratis. (Abdullah, 2003). Agar tidak menjadi kerugian bagi
Keberadaan madrasah sebagai sub-sistem pendidikan keduanya baik sains dan juga agama maka disini perlu
nasional perlu dipertahankan dan dikembangkan. Untuk adanya integrasi dari sains dan juga bidang agama.
itu diperlukan guru yang mampu mendidik dan Kajian-kajian sains yang berbasis Islam terapan
mengajar dengan metodologi yang sesuai dengan merupakan salah satu alternatif untuk mewadahi
tantangan zaman peserta didik (Abdullah, 2003). kekhawatiran dari dikotomisasi kedua bidang tersebut.
Tugas lembaga pendidikan Islam madrasah
sebagai lembaga pendidikan menurut An Nahlawi
adalah sebagai berikut:
HAQIQI et al. – Peran Madrasah dalam pengembangan pembelajaran sains … 31

Peran Madrasah dalam perkembangan sains bekerja sama untuk menghasilkan pemahaman yang
berbasis Islam terapan lebih kaya dari dunia kita. Kita mengajari siswa untuk
Perkembangan zaman berimplikasi pada terbentuknya belajar mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan agama
suatu tatanan masyarakat yang hedonis-materialistis pada kegiatan lapangan bahkan sambil bermain (Dahar,
yaitu suatu tatanan masyarakat yang mengedepankan 2011). Dengan ini, memungkinkan untuk tumbuh dalam
kebahagiaan indrawi dan kebebasan individu yang tidak pemahaman siswa, bahwa ilmu pengetahuan dan agama
mengenal batas kewajaran dengan nafsu sebagai akan tumbuh bersama, untuk beradaptasi dengan satu
muaranya yang sangat merendahkan nilai-nilai sama lain. Lebih dari itu, proses ini akan memahamkan
kemanusiaan (humanistis), suatu tatanan masyarakat siswa bahwa setiap model integrasi ilmu dan agama
yang menyampingkan nilai-nilai moral sebagai sumbu harus mencerminkan realitas, bukan ikatan-ikatan
hidup dan kehidupan: dekadensi moral. Sebab itu, teoretis.
diperlukan suatu upaya pembenahan yang mengarah Pendidikan Islam di masa mendatang harus
kepada kemajuan dan perkembangan guna tercapainya memberi prioritas pada materi pembelajaran yang akan
kesejahteraan manusia. Salah satu wujud pembenahan membantu untuk menghasilkan ilmuan-ilmuan,
tersebut adalah melalui peran lembaga pendidikan Islam teknolog-teknolog, dan insinyur-insinyur, serta
atau madrasah (Tilaar, 2004). kelompok profesional lain, yang peran dan
Madrasah dipandang perlu menyelaraskan antara kontribusinya sangat penting bagi kemajuan ekonomi.
nilai nilai agama dan juga pengetahuan sains. Kaitannya Tetapi hal juga berarti sebuah lembaga pendidikan
terhadap integrasi agama dan sains, yang dibutuhkan Islam tidak sekadar berkepentingan untuk menghasilkan
madrasah saat ini adalah sistem pendidikan dengan sejenis ilmuan, teknolog, atau insinyur, yang berbicara
sebutan Interdisplin Sains dalam Islam (Interdiscipline agama secara kualitatif, tidak berbeda dari mereka yang
Sciences in Islam) (Chaer, 2016). Paradigma integratif dihasilkan oleh kebanyakan pendidikan umum (Fajar,
ini sudah waktunya dikembangkan dalam abad modern 1999).
ini sebagai prototipe kebangkitan peradaban baru yang Lembaga pendidikan Islam atau madrasah harus
akan menggeser peradaban saat ini yang menurut hemat berkepentingan untuk mendidik ilmuan-ilmuan,
penulis sudah diambang kebangkrutan dilihat dari insinyur-insinyur, serta teknolog-teknolog “jenis baru”
berbagai indikator fisik serta non-fisik. Dengan sistem yang terinternalisasi di dalam dirinya kebijakan dan
pendidikan yang baru di mana kurikulum yang pengetahuan, iman spiritual dan pikiran rasional,
diajarkan merupakan penyatuan utuh antara nilai wahyu kreativitas dan wawasan moral, kekuatan inovatif dan
dan sains. Maka diharapkan para alumni lembaga kebaikan etis, serta sensivitas ekologis berkembang
pendidikan Islam mampu menjabarkan kaedah-kaedah sepenuhnya secara harmonis tanpa meruntuhkan
sains dan agama dalam bentuk cara berpikir dan tingkah kemungkinan bagi mereka untuk mencapai keunggulan
laku (akhlak) secara terpadu (integrated) dan (Chaer, 2016).
menyeluruh (holistik) di masyarakat sehingga di masa Semua rangkaian kegiatan pembelajaran tersebut
depan terciptalah tatanan masyarakat yang lebih baik diselenggarakan dalam acuan integrasi ilmu dan Islam.
(Akhwan, 2008). Dalam membuat perencanaan pembelajaran dalam
Madrasah perlu memberikan warna baru dalam kerangka integrasi tersebut, ada beberapa unsur yang
semangat pembelajaran sains dalam kehidupan. Adanya harus ada: Pertama, materi atau isi pengetahuan
kaitan antara pembelajaran sains dan agama perlu (kognitif) yang dikembangkan atas asumsi dasar dan
dikembangkan terus menerus. Pembelajaran bisa dengan paradigma islami bahwa sumber segala ilmu adalah
berbagai bentuk, semisal dengan mengajak siswa untuk Allah SWT dan alam ini sebagai objek ilmu
mencari simbol-simbol harmonisasi yang terbentang di pengetahuan merupakan makhluk yang diciptakan-Nya.
alam raya, untuk kemudian diinterpretasikan menjadi Kedua membentuk sikap (afektif) dan karakter dengan
model-model integrasi antara sains dan agama. Dalam menanamkan keimanan serta nilai-nilai mulia, baik
salah satu bentuk materi studi holtikultura, bisa untuk melalui proses pembelajarannya, maupun melalui materi
integrasi ilmu dan agama dengan model bunga mawar. atau kuliah bidang keahlian masing-masing. Ketiga,
Contohnya siswa dilatih untuk mengembangkan menentukan dengan pasti keterampilan atau
imajinasi kreatifnya dengan menjelaskan bunga mawar, kemampuan apa yang diperoleh oleh mahasiswa setelah
di mana siswa menjelaskan kelopaknya yang mewakili melalui proses pembelajaran tersebut dan kegemilangan
berbagai budaya, mitologi, ilmu pengetahuan, dalam bidang dan spesialisasi masing-masing.
pendekatan spiritual, dan filosofi, dan semua berpusat di
kepala bunga. Kemudian bahwa bunga tumbuh atas
dasar pengalaman manusia dan kelopak merupakan KESIMPULAN
model dan sistem pemikiran yang dibangun dari
pengalaman manusia dan siswa diajak untuk memahami Madrasah menempati posisi yang unik dan sangat
pengalaman itu. penting bagi masyarakat Indonesia. Sebagai salah satu
Dari contoh diatas akan tumbuh pemikiran tentang komponen dari lembaga pendidikan Islam, madrasah
asumsi dasar bahwa sains dan agama bisa dan harus mengemban tugas yang berat untuk mengintegrasikan
32 1: 29-32, 2018

ilmu-ilmu agama Islam dengan ilmu-ilmu umum Chaer, Moh. Toriqul. (2016). Peran Madrasah Dalam
khususnya adalah ilmu sains. Tugas ini bukanlah tugas Menghadapi Era Globalisasi, MUADDIB Vol.06 No.02.
yang ringan. Jika tugas di atas mampu dilaksanakan Dahar, Ratna Wilis. (2011).Teori-Teori Belajar &
secara maksimal, maka madrasah diharapkan akan dapat Pembelajaran. Jakarta: Erlangga.
melahirkan generasi muda muslim yang arif, bijak, Fajar, Malik. (1999). Madrasah dan Tantangan Modernitas.
sekaligus mampu bersaing dalam perkembangan zaman Bandung: Mizan
dan pengetahuan. Muhaimin, Abdul Madjid. (1993). Pemikiran Pendidikan
Islam (Kajian Filosofis dan kerangka Operasionalnya),
Bandung, Trigenda Karya.
DAFTAR PUSTAKA Patta, Bundu, (2006). Penilaian Ketrampilan Proses dan
Sikap Ilmiah Dalam Pembelajaran Sains di SD.Jakarta:
Abdullah, M. Amin. (2003). New Horizon of Islamic Studies Depdiknas
Through SocioCultural Hermeneutics, Al-Jami’ah, Vol. Rochmawati, Ida. (2012) Optimalisasi Peran Madrasah Dalam
41, No.1. Pengembangan Sistem Nilai Masyarakat, PEDAGOGIA,
Akhwan, Muzhoffar. (2008). Pengembangan Madrasah Vol. 1, No. 2
sebagai Pendidikan untuk Semua. El Tarbawi, Vol. I. Tilaar, H.A.R. (2004). Pendidikan, Kebudayaan dan
No.1. Masyarakat Madani IndonesiaJakarta: PT Remaja
Rosdakarya.
ISSN 2622-9439; E-ISSN 2622-9447
Volume 1, September 2018
Halaman: 33-38

Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Ditinjau dari Keterampilan Proses


Sains Melalui Metode Outdoor Study
Asriana Harahap
Program Studi Magister PGMI Sains Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga
Jl. Marsda Adisucipto Yogyakarta 55281 - Indonesia
Email: harahapasriana@yahoo.com

Abstrak. Minimnya pembelajaran IPA dengan menerapkan kerja ilmiah. Menunjukkan kemampuan berpikir kritis siswa dan
keterampilan proses sains belum dilatihkan secara optimal, sehingga siswa belum mendapat pengalaman belajar yang menantang dan
bermakna. Prestasi belajar IPA siswa Indonesia pada survei PISA dan TIMSS yang rendah, salah satunya disebabkan oleh faktor
proses pembelajaran yang berpusat pada guru. Pembelajaran diarahkan untuk menghafal, tetapi miskin aplikasi dan pemecahan
masalah. Penelitian ini mengidentifikasi bagaimana kemampuan berpikir kritis siswa, mengidentifikasi bagaimana keterampilan
proses sains guru dan siswa, dan menganalisis hasil kemampuan berpikir kritis siswa melalui metode outdoor study berbasis
pendekatan saintifik di SDIT Salsabila 3 Banguntapan Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian mixed methods, dengan
desain sequential exploratory. Mixed methods adalah metode penelitian kombinasi yang menggabungkan metode penelitian kualitatif
dan kuantitatif secara berurutan, dimana pada tahap pertama peneliti menggunakan metode kualitatif dan pada tahap kedua metode
kuantitatif. Teknik pengumpulan data mengunakan wawancara, observasi, dokumentasi dan tes. Selanjutnya untuk kuantitatif dengan
menggunakan tipe penelitian eksperiment dengan design posttest only control design menggunakan uji independent sample t-test.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keterampilan proses sains guru paling dominan adalah mengelola objek studi (95%),
sedangkan keterampilan paling lemah dalam keterampilan memantau (68,80%), dan keterampilan proses sains siswa menunjukkan
mayoritas siswa (75,55%) memiliki kategori tinggi. Berdasarkan hasil analisis kemampuan berpikir kritis siswa diperoleh nilai t-test
signifikan sebesar 0,00 (0,00< 0,05), nilai rata-rata kelompok A (kelas kontrol) 69,16 dan nilai rata-rata kelas B (kelas eksperimen)
86,66. Ada perbedaan yang signifikan antara kemampuan berpikir kritis siswa dengan menggunakan metode outdoor study berbasis
pendekatan saintifik pada kelompok A dan kelompok B.

Kata kunci: Kemampuan berpikir kritis, Keterampilan proses sains, Metode outdoor study, Pendekatan saintifik.

PENDAHULUAN akan menjadikan pembelajaran sains yang lebih


bermakna.
Pendidikan IPA pada abad ke-21 berorientasi pada Berdasarkan standar isi mata pelajaran IPA untuk
pengembangan strategi dan solusi untuk memecahkan kelas IV bahwa pembelajaran IPA hendaknya
permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Guru harus dilaksanakan secara inkuiri ilmiah untuk
mempertimbangkan pentingnya pendekatan mengembangkan kemampuan kerja ilmiah yang
menggunakan berbagai kolaborasi dan pedagogi mencakup proses sains dan sikap ilmiah. Peserta didik
partisipasi dalam proses pembelajaran. Kehidupan diharapkan mampu mengkonstruksi dan
masyarakat global menurut Mc Farlane (2013), mengembangkan konsep IPA dengan keterkaitannya
berdampak pada kebutuhan belajar dan metode antara lingkungan dan teknologi, melalui kerja ilmiah
pembelajaran berbeda-beda, yang membuat peserta dan pemecahan masalah. Dampak akhirnya yaitu
didik mampu memahami sains pada tingkat dasar prestasi IPA peserta didik nantinya akan meningkat
misalnya melakukan penyelidikan dengan apabila pembelajaran IPA dirancang dengan
memanfaatkan alam sekitar. mengembangkan pengetahuan, kerja ilmiah dan sikap
Proses penyelidikan dengan memanfaatkan alam ilmiah melalui pembelajaran yang bermakna.
sekitar bertujuan untuk membangun sikap ilmiah dan Pencapaian prestasi IPA berdasarkan survei Trends
menerapkan kerja ilmiah dalam menemukan konsep- in Mathematics and Science Study (TIMSS) oleh The
konsep (produk) sains. Kerja ilmiah dalam penemuan International Association for the Evaluation of
konsep sains dikenal dengan nama keterampilan proses Educational Achievement (IEA, 2016), tahun 2015
sains, yaitu keterampilan berpikir, bernalar, dan posisi Indonesia menempati peringkat ke-44 dari 47
bertindak secara logis untuk meneliti dan membangun negara dengan nilai rata-rata 397 (IEA, 2016).
konsep sains yang berguna dalam proses pemecahan Kemampuan sains peserta didik Indonesia di bawah
masalah. Keterampilan proses sains melibatkan nilai rata-rata (500) dan secara umum berada pada
kemampuan kognitif, keterampilan psikomotor, dan tahapan terendah atau yang dikenal low international
sosial yang apabila dibelajarkan kepada peserta didik benchmark. Rendahnya kemampuan sains peserta didik
34 1: 33-38, 2018

Indonesia juga tampak pada studi International Program pembelajaran yang peserta didik pelajari di dalam kelas
for International Student Assessment (PISA) yang dapat ditemukan langsung di lapangan. Outdoor study,
dilakukan oleh Organization for Economic Cooperation kerucut pengalaman Dale menyatakan bahwa orang
and Development (OECD). Prestasi Indonesia dalam akan mengingat 50% dari yang didengar dan dilihat,
studi PISA pada aspek literasi sains berada di posisi tetapi orang akan mengingat 90% dari yang telah
bawah pada studi terakhir tahun 2015. Studi PISA tahun lakukan seperti mengerjakan sebuah tugas atau
2015 mengalami peningkatan dalam kompetensi sains, melakukan penyelidikan. Manfaat outdoor study adalah
dengan skor rata-rata 403. Peningkatan tersebut membangun makna (input), kemudian prosesnya
mengangkat posisi Indonesia 6 peringkat ke atas bila melalui struktur kognitif, afektif, dan psikomotorik
dibandingkan posisi peringkat ke-2 dari bawah pada sehingga berkesan lama dalam ingatan atau memori
tahun 2012, walaupun terjadi peningkatan, Indonesia (terjadi rekonstruksi).
termasuk negara kategori bawah dalam pencapaian studi Kegiatan pengamatan langsung dapat memperkuat
PISA. Hasil survei TIMSS dan PISA yang telah diulas daya penyimpanan (retention) pengetahuan jika
tersebut dapat menunjukkan bahwa prestasi belajar IPA dibandingkan dengan hanya mendengar, sehingga
peserta didik Indonesia tergolong rendah. meningkatkan hasil belajar. Outdoor study merupakan
Scriven dan Paul, menjelaskan bahwa berpikir pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa. Sesuai
kritis penting dikembangkan karena dapat pernyataan Kertamuda bahwa pembelajaran yang tidak
meningkatkan kualitas pemikiran bagi seorang individu disukai dan tidak menyenangkan membuat siswa merasa
untuk terampil menganalisis, menilai, dan stress dan kurang menikmati pembelajaran yang diikuti
merekonstruksi apa yang dipikirkannya untuk dan menyebabkan hasil belajar yang didapatkan juga
memecahkan masalah. Kemampuan berpikir kritis mengalami penurunan. Ampuero et al. (2015)
berkaitan dengan pola pembelajaran sains siswa. Belajar menjelaskan bahwa penerapan outdoor study
merupakan keseluruhan daya penggerak dalam diri berdampak pada pengembangan ranah afektif, peserta
peserta didik yang menimbulkan kegiatan belajar, yang didik mendapat hiburan dan bersedia untuk belajar
menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan sehingga memandu proses berpikir yang mendalam,
memberi arah kegiatan belajar, sehingga kegiatan yang sebagai akibatnya peserta didik mampu memecahkan
dikehendaki tercapai. masalah dengan lebih empati, berpikir kritis dan
Hasil observasi pada siswa kelas IV di SDIT mencoba banyak solusi yang berbeda. Hasil penelitian
Salsabila 3 Banguntapan Yogyakarta memperlihatkan ini akan menjelaskan penerapan metode outdoor study
pembelajaran IPA dengan menerapkan model yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa
inovatif yaitu kontekstual, namun dalam penerapannya ditinjau dari keterampilan proses sains. Berdasarkan
pembelajaran kontekstual belum diterapkan dengan ulasan latar belakang yang telah dipaparkan, maka
baik. Hal ini disebabkan komponen-komponen dilakukan penelitian dengan judul “Kemampuan
pembelajaran kontekstual belum dilaksanakan Berpikir Kritis Siswa ditinjau dari Keterampian Proses
sepenuhnya dan guru masih berperan sebagai pusat Sains melalui Metode Outdoor Study berbasis
pembelajaran di kelas. Kemampuan berpikir kritis pendekatan saintifik di SDIT Salsabila 3 Banguntapan
peserta didik belum terfasilitasi dan belum pernah Yogyakarta”.
diukur, hal ini terbukti ketika guru memperlihatkan soal
ulangan yang dipakai untuk mengevaluasi hasil belajar
berorientasi low order thinking yaitu pada tingkatan METODE
mengingat (C1) dan memahami (C2). Hasil wawancara
yang dilakukan dengan guru kelas IV SDIT Salsabila 3 Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini
Banguntapan di Yogyakarta bahwa keterampilan proses adalah penelitian mixed methods, dengan desain
sains jarang sekali diterapkan dalam pembelajaran IPA sequential exploratory. Mixed methods adalah metode
dan peserta didik cenderung cepat bosan ketika proses penelitian kombinasi yang menggabungkan antara
pembelajaran berlangsung. metode penelitian kualitatif dan kuantitatif secara
Berdasarkan fakta-fakta yang telah diungkapkan, berurutan, pada tahap pertama peneliti menggunakan
maka dipandang perlu untuk meningkatkan kemampuan metode kualitatif dan pada tahap kedua metode
berpikir kritis siswa ditinjau dari keterampilan proses kuantitatif. Metode kualitatif berfungsi untuk
sains di SDIT Salsabila 3 Banguntapan Yogyakarta menemukan hipotesis pada kasus tertentu atau sampel
menggunakan pembelajaran outdoor study berbasis terbatas, dan metode kuantitatif berfungsi untuk
pendekatan saintifik. Husamah (2013) menyatakan menguji hipotesis pada populasi yang lebih luas. Jadi
bahwa outdoor study adalah pembelajaran yang metode ini berguna untuk menemukan hipotesis dan
mengajak peserta didik belajar di luar kelas untuk sekaligus membuktikan validitas eksternal hipotesis
melihat peristiwa langsung di lapangan dengan tujuan tersebut.
mengakrabkan peserta didik dengan lingkungannya. Langkah pertama dalam metode penelitian
Lingkungan di luar sekolah dapat dijadikan sebagai kombinasi model/desain squential exploratory adalah
sumber belajar yang bersifat fakta, karena materi melakukan penelitian dengan metode kualitatif. Adapun
HARAHAP – Kemampuan berpikir kritis siswa ditinjau dari keterampilan proses sains … 35

langkah-langkahnya yaitu: menentukan setting mengidentifikasi keterampilan proses sains siswa dan
penelitian yang disitu ada masalah, atau potensi, atau guru di SDIT Salsabila 3 Banguntapan. Metode
hanya ingin tahu di setting itu ada apa. Selanjutnya kuantitatif digunakan untuk menganalisis hasil
peneliti melakukan kajian teori perspektif yang peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa ditinjau
berfungsi untuk memandu penelitian dalam dari keterampilan proses sains melalui metode outdoor
mengumpulkan data dan analisis data, setelah itu study berbasis pendekatan saintifik. Langkah-langkah
peneliti masuk setting penelitiaan yaitu, melakukan penelitian dalam desain sequential exploratory.
pengumpulan data dan analisis data kualitatif, dan Langkah-langkah utama penelitian kombinasi
akhirnya peneliti dapat menemukan hipotesis. desain/model sequential exploratory (urutan penemuan)
Metode kualitatif digunakan untuk akan ditunjukkan pada gambar berikut:
mengidentifikasi kemampuan berpikir kritis siswa,

Metode kualitatif: Menemukan hipotesis

Masalah Kajian Pengumpulan dan Temuan


dan Potensi Teori Analisis Data Hipotesis

Metode kuantitatif: menguji hipotesis

Populasi dan Pengumpulan Analisis Kesimpulan


Sampel Data Data Saran

Gambar 1. Metode kombinasi, Sequential Exploratory Design.

Pada tahap pertama peneliti menggunakan metode Mereduksi data berarti: merangkum, memilih hal yang
kualitatif, yang langkah-langkahnya adalah: pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari
menentukan rancangan penelitian yang disitu ada tema yang sesuai dan membuang yang tidak perlu. Data
masalah, atau potensi, atau hanya ingin tahu di yang telah tereduksi akan memberikan gambaran yang
rancangan itu ada apa. Selanjutnya peneliti melakukan lebih jelas dan mempermudah peneliti untuk melakukan
kajian teori perspektif yang berfungsi untuk memandu pengumpulan data selanjutnya dan mencari data
penelitian dalam mengumpulkan data dan analisis data. tambahan.
Setelah itu peneliti masuk ke rancangan penelitian 2. Penyajian data (data display)
dengan melakukan pengumpulan data dan analisis data Setelah data direduksi, maka langkah selanjutnya adalah
kualitatif, dan akhirnya peneliti dapat menemukan
menyajikan data. Penyajian data dapat dilakukan dalam
gambaran yang utuh dari objek penelitian tersebut, bentuk tabel, grafik atau teks naratif.
mengonstruksi makna dari hipotesis-hipotesis. Pada
tahap kedua peneliti menggunakan metode kuantitatif 3. Kesimpulan (verification)
yang berfungsi untuk menguji hipotesis yang ditemukan Langkah ketiga sebagai langkah terakhir dalam analisis
pada penelitian tahap pertama. Langkah-langkah data kualitatif adalah menarik kesimpulan dari data
penggunaan metode kuantitatif adalah: menentukan umum yang diperoleh kemudian menyimpulkannya
populasi dan sampel sebagai tempat untuk menguji menuju sesuatu yang khusus. Pada penelitian kualitatif
hipotesis, mengembangkan dan menguji instrumen ini verifikasi data dilakukan secara terus menerus
untuk pengumpulan data, analisis data yang selanjutnya selama proses penelitian dilakukan. Untuk menguji
membuat laporan yang diakhiri dengan kesimpulan dan kredibilitas data penelitian, peneliti menggunakan
saran. Aktivitas dalam analisis data ini menggunakan teknik triangulasi. Triangulasi adalah teknik
teori Miles dan Huberman yaitu sebagai berikut: pemeriksaan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain
di luar data untuk keperluan pengecekan atau sebagai
1. Reduksi data (Data reduction) pembanding terhadap data itu.
Data yang diperoleh dari lapangan jumlahnya cukup Teknik analisis data yang digunakan dalam
banyak, untuk itu perlu dicatat secara teliti dan rinci.
penelitian ini adalah teknik dengan menggunakan
36 1: 33-38, 2018

kuantitatif untuk menguji perbedaan antara kelas kontrol pembelajaran siswa menggunakan alat peraga IPA dan
(kelompok A) dan kelas eksperimen (kelompok B). seluruh media yang tersedia di sekolah.
Penelitian ini menggunakan tipe eksperiment dengan 3. Menyimpulkan
design Posttest Only Control Design menggunakan Uji
Menyimpulkan terdiri atas mendedukasi atau
Independent Sample t-test. mempertimbangkan hasil deduksi, menginduksi atau
mempertimbangkan hasil induksi, dan membuat serta
menentukan hasil pertimbangan.
PEMBAHASAN
4. Memberi penjelasan lanjut
Mengidentifikasi kemampuan berpikir kritis siswa Memberi penjelasan lanjut terdiri atas mengidentifikasi
di SDIT Salsabila 3 Banguntapan istilah-istilah dan defenisi pertimbangan dan juga
Berdasarkan hasil wawancara, observasi dan dimensi serta mengidentifikasi asumsi.
dokumentasi terhadap proses pembelajaran di SDIT 5. Mengatur strategi dan teknik
Salsabila 3 Banguntapan ditemukan bahwa proses Mengatur strategi dan teknik yang terdiri atas
pembelajaran sains yang dilaksanakan di sekolah menentukan tindakan dan berinteraksi dengan orang
tersebut bersifat tematik integratif dengan corak lain. Indikator-indikator tersebut dalam prakteknya
saintifik. Pembelajaran tersebut dilakukan dengan dapat bersatu padu membentuk sebuah kegiatan yang
proses pembelajaran bermakna. Hal ini dimaksudkan lebih bermakna.
agar siswa lebih memahami apa yang dipelajari dan
siswa terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran dengan Dapat disimpulkan bahwa SDIT Salsabila
mengkonstruksi pengetahuan sendiri. Dalam Banguntapan 3 menggunakan pendekatan saintifik
pembelajaran tematik, buku yang digunakan di sekolah dalam proses pembelajaan akan tetapi siswa masih
dasar tersebut adalah buku guru, buku siswa dan buku kurang aktif dalam kegiatan belajar, karena metode
lain yang ada di perpustakaan yang sesuai dengan yang digunakan belum sesuai dengan kebutuhan siswa.
materi siswa. Guru akhirnya berupaya mengembangkan Siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis yang
sendiri dari buku-buku panduan dan dikoordinasikan tinggi akan memiliki keterampilan proses sains yang
dengan guru-guru pengajar tematik lainnya. tinggi pula dengan cara melibatkan siswa dalam proses
Hasil observasi dan wawancara untuk kemampuan pembelajaran secara langsung dan menggunakan
berpikir kritis siswa menunjukkan beberapa aktivitas metode yang tepat dalam pembelajaran IPA yaitu
yang dilakukan siswa. Pengamatan yang dilakukan metode outdoor study berbasis pendekatan saintifik.
antara lain, dengan menggunakan kerangka berpikir Untuk memperkuat hasil observasi yang telah
seperti membuat peta konsep atau mapping materi gaya dilakukan, peneliti akan memberikan perlakukan kepada
alat-alat yang digunakan untuk menunjang siswa dan memberikan tes untuk memperkuat hasil
pembelajaran pada materi gaya. Meskipun guru penelitian tentang kemampuan berpikir kritis siswa
menyampaikan dengan lisan dan praktek kepada siswa, melalui metode outdoor study berbasis pendekatan
paling tidak guru telah memperkenalkan pada siswa saintifik.
konsep pembelajaran yang mereka pelajari secara umum
ke khusus. Beberapa aktivitas yang dilakukan siswa Mengidentifikasi keterampilan proses sains guru
untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis yaitu: dan siswa di SDIT Salsabila 3 Banguntapan
1. Memberi penjelasan sederhana Aktivitas keterampilan proses sains terdiri dari
Pada proses ini siswa diminta untuk memberikan keterampilan guru dan keterampilan siswa. Berikut akan
penjelasan sederhana terhadap alat yang sudah diuraikan masing-masing keterampilan guru dan siswa:
digunakan serta menganalisis setiap pertanyaan yang Berdasarkan hasil penelitian melalui observasi dan
disampaikan oleh guru. Salah satu dari siswa disuruh wawancara pada keterampilan proses sains guru yang
untuk menjawab pertanyaan dari teman yang belum meliputi: mengelola objek studi, memantau,
paham tentang penggunaan alat tersebut. memfasilitasi, dan mengevaluasi dapat diuraikan
sebagai berikut: berbagai kreativitas yang diperlihatkan
2. Membangun keterampilan dasar siswa mendapat penghargaan dari guru. Namun untuk
Membangun keterampilan dasar siswa dengan melihat siswa yang hasil percobaannya kurang baik, guru tetap
dan mengamati bagaimana siswa mempratekkan alat
memberikan semangat dan memberikan arahan
yang telah disediakan dari guru serta bagaimana cara yang benar tentang penggunaan media
mempertimbangkan suatu laporan hasil observasi yang atau alat. Data hasil observasi keterampilan proses sains
akan ditanyakan di akhir pembelajaran. Pada saat proses
guru yang dilakukan oleh dua orang observer, berikut
tabel hasil observasi:
HARAHAP – Kemampuan berpikir kritis siswa ditinjau dari keterampilan proses sains … 37

Tabel 1. Data observasi keterampilan proses sains guru.

Pengamat
No Aspek yang dinilai I II Rerata Skor Ideal Persentase
1 Megelola objek studi 19 19 19 20 95%
2 Memonitor/memantau 10 12 11 16 68,80%
3 Memfasilitasi 14 14 14 16 87,50%
4 Mengevaluasi 11 9 10 12 83,30%
Total 54 54 54 64 84,40%

Selanjutnya, keterampilan proses sains siswa dengan alam. Namun secara keseluruhan pembelajaran
meliputi: mengamati, mengukur, mengklasifikasi, gaya dan manfaat gaya dalam kehidupan sehari-hari
mengomunikasi, memperkira, dan menyimpulkan. Hasil dengan pendekatan saintifik telah mampu mengundang
observasi keterampilan proses sains siswa menunjukkan partisipasi aktif siswa terutama dalam upaya
bahwa siswa kurang berpartisipasi aktif dalam memperoleh pengetahuan baru tentang sains. Data hasil
pembelajaran dikarenakan siswa belum terlibat observasi keterampilan proses sains siswa disajikan
langsung pada proses pembelajaran yang menyatu dalam bentuk tabel dan grafik sebagai berikut:

Tabel 2. Data observasi keterampilan proses sains siswa.

Pengamat
No Indikator I II Rerata Skor Ideal Persentase
1 Mengamati 22 23 22,5 24 93,80%
2 Mengukur 7 7 7 12 58,30%
3 Mengklasifikasi 6 7 6,5 8 81%
4 Mengomunikasi 14 15 14,5 16 90,60%
5 Memperkirakan 10 14 12 20 60%
6 Menyimpulkan 4 4 4 8 50%
Total 63 66,5 88 75,55%

Menganalisis hasil peningkatan kemampuan keterampilan paling lemah dalam keterampilan


berpikir kritis siswa melalui metode Outdoor Study memantau (68,80%). Dan keterampilan proses sains
berbasis pendekatan saintifik siswa menunjukkan mayoritas siswa (75,55%)
Melalui uji SPSS versi 21, dengan teknik independent memiliki kategori tinggi dan hanya sebagian
sample t-test dapat diperoleh hasil perhitungan sig kecilnya berkategori sangat tinggi.
(2.Tailed) sebesar 0,000 < 0,05, maka hipotesis 3. Melalui uji SPSS versi 21, dengan teknik
alternatif (Ha) diterima yang berbunyi “Ada perbedaan independent sample t-test dapat diperoleh hasil
yang signifikan antara kemampuan berpikir kritis siswa perhitungan sig (2.Tailed) sebesar 0,000 < 0,05,
dengan menggunakan metode outdoor study berbasis maka hipotesis alternatif (Ha) diterima yang
pendekatan saintifik pada kelompok A dan kelompok berbunyi “Ada perbedaan yang signifikan antara
B”. Nilai rata-rata kelompok A (kelas kontrol) 69,16 kemampuan berpikir kritis siswa dengan
dan nilai rata-rata kelas B (kelas eksperimen) 86,66. menggunakan metode outdoor study berbasis
Dengan kata lain dapat dinyatakan bahwa belajar pendekatan saintifik pada kelompok A dan
menggunakan metode oudoor study pendekatan saintifik kelompok B”. Nilai rata-rata kelompok A (kelas
berhasil. kontrol) 69,16 dan nilai rata-rata kelas B (kelas
eksperimen) 86,66. Dengan kata lain dapat
dinyatakan bahwa belajar menggunakan metode
KESIMPULAN oudoor study pendekatan saintifik berhasil.

Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan:


1. Kemampuan berpikir kritis yang dicapai siswa DAFTAR PUSTAKA
secara keseluruhan berada pada kategori sedang,
karena metode pembelajaran yang digunakan belum Ampuero, D., Miranda, C. E., Delgadob, L.E, Goyenc S. &
tepat. Weave, S., “Empathy and Critical Thinking: Primary
2. Keterampilan proses sains guru paling dominan Students Solving Local Environmental Problems through
Outdoor Learning”, dalam Journal of Adventure
adalah mengelola objek studi (95%), sedangkan
38 1: 33-38, 2018

Education and Outdoor Learning, Vol. 15, Nomor 1, McFarlane, D. A., Understanding the Challenges of Science
tahun 2015, hlm. 64–78. Education in the 21 ST Century: New Opportunities for
Dale. 2012. Learning Theories-A Perspective Education Scientific Literacy, International Letters of Social and
(Terjemahan). Yogyakarta: Pustaka Media Humanistik Sciences: International Letters of Social and
Humanistic Sciences, 2013.
F. Kartamuda, “Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Hasil
Belajar”, dalam Jurnal Psikologi, Vol. 21, Nomor 1, tahun Milles, M.B. dan Huberman, M.A. 1984. Qualitative Data
2008. Analysis, London: Sage Publication.
Husamah. 2013. Pembelajaran Luar Kelas Outdoor Learning. Sardiman. 2011. A.M, Interaksi dan Motivasi Belajar
Jakarta: Pretasi Pustaka Raya Mengajar, Jakarta: Rajawali Press.
IEA, “Student Achievement Overview Science 2015 Grade 4”, Scriven, M. & Paul, R., “Defining Critical Thinking” dalam
dalam http://timss2015.org/timss2015/science/student- http://www.criticalthinking.org/pages/defini ng-critical-
achievement. Diakses tanggal 18 Januari 2018, pukul thinking/410”, diakses tanggal 18 Januari 2018, pukul
10.58 WIB. 20.21 WIB.
Lexy. J. Meleong. 2004. Meodologi Penelitian Kualitatif. Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Kombinasi (Mixed
Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, Methods). Bandung: Alfabeta.
M. Nicolls, “A Secound Chance: Al in Iraq Creative Kemendikbud, “Peringkat dan Capaian PISA Indonesia
Associates Internasional”, dalam Paper of Education, Mengalami Peningkatan 2016”, dalam
Mobilization and Communication Division, Juli 2004. https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2016/12/peringk
at-dan-capaian-pisa-indonesia-mengalami-peningkatan.
Diakses tanggal 18 Januari 2018, pukul 11.02 WIB.
ISSN 2622-9439; E-ISSN 2622-9447
Volume 1, September 2018
Halaman: 39-43

Profil Metakognisi Siswa dalam Memecahkan Masalah Matematika


Dilihat dari Prestasi Hasil Belajar Siswa
Yusuf Saibani, Dewi Anggreini*
Program Studi Pendidikan Matematika, Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan PGRI Tulungagung
Jl. Mayor Sujadi Tim. No.24, Tulungagung, Jawa Timur 66229 - Indonesia
Email: anggreini_004@yahoo.com*

Abstrak. Pemecahan masalah merupakan aspek penting dalam pembelajaran matematika. Banyak hal yang mempengaruhi
kemampuan siswa dalam memecahkan matematika. Salah satu yang mempunyai peran adalah kemampuan metakognisi. Tujuan
penelitian ini, yaitu memberikan gambaran tentang profil metakognisi siswa dilihat dari prestasi hasil belajar siswa. Profil
metakognisi siswa akan dibedakan menjadi tiga kategori yaitu profil metakognisi siswa ranking atas, siswa ranking tengah dan siswa
ranking bawah. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang menggunakan 6 subjek siswa kelas IX IPA. Teknik
pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh dari hasil tes soal matematika dan wawancara. Analisis tes soal matematika
mengacu pada tiga indikator metakognisi yaitu perencanaan, pemantauan dan evaluasi dengan menggunakan langkah pemecahan
masalah Polya. Hasil yang diperoleh dari siswa peraih ranking atas memenuhi tiga indikator metakognisi dalam setiap langkah
pemecahan masalah Polya yaitu perencanaan, pemantauan dan evaluasi. Sedangkan siswa ranking tengah memenuhi dua indikator
metakognisi yaitu perencanaan dan pemantauan tanpa adanya evaluasi pada tiap langkah pemecahan masalah Polya. Siswa ranking
bawah hanya memenuhi satu indikator metakognisi yaitu perencanaan dengan tidak melakukan pemantauan dan evaluasi dalam
langkah pemecahan masalah Polya.

Kata Kunci: Metakognisi, Polya, Prestasi hasil belajar

PENDAHULUAN metakognisi adalah berpikir tentang pemikiran kita


sendiri yang merupakan interaksi antara tiga aspek
Hal terpenting dalam pembelajaran matematika di penting yaitu: pengetahuan tentang proses berpikir,
sekolah adalah pemecahan masalah yang dilakukan pengontrolan atau pengaturan diri, serta keyakinan dan
siswa. Dengan mengembangkan kemampuan intuisi.
memecahkan masalah, siswa bisa mengembangkan Menurut NCREL dari Strategic Teaching and
kemampuan kognitifnya. Pemecahan masalah dalam Reading Project Guidebook. (dalam Nugrahaningsih,
pembelajaran matematika menitikberatkan pada aspek 2012: 40) metakognisi terdiri dari tiga elemen dasar,
kognitif siswa, bagaimana cara memahami masalah, yakni: developing a plan of action (mengembangkan
merumuskan masalah dan mencari solusi yang tepat rencana tindakan), maintaining/monitoring the plan
berdasarkan apa yang telah dipelajarinya selama ini. (memonitor rencana tindakan) dan evaluating the plan
Kemampuan memecahkan masalah dipengaruhi oleh (mengevaluasi rencana tindakan). Tiga elemen ini
banyak faktor, salah satunya metakognisi. Flavell adalah faktor penentu bagaimana metakognisi seseorang
(dalam Pratiwi, 2014: 180) menyatakan bahwa bisa berhasil memecahkan masalah. Keberhasilan dalam
“metacognition is the knowledge and awareness of memecahkan masalah tidak lepas dari langkah yang
one’s cognitive processes and the ability to monitor, dilaksanakan dari awal proses pemecahan masalah.
regulate and evaluate one’s thinking”. Artinya, Polya (dalam Nugrahaningsih, 2012: 42) merumuskan
metakognisi adalah pengetahuan dan kesadaran proses ada empat langkah dalam menyelesaikan masalah,
kognitif seseorang serta kemampuan untuk memantau, yaitu: memahami masalah, merencanakan pemecahan
mengatur dan mengevaluasi pemikiran seseorang. masalah, melaksanakan rencana pemecahan masalah
Sehingga metakognisi dalam penelitian ini adalah dan memeriksa kembali hasil yang diperoleh.
kesadaran seseorang terhadap proses dan hasil Setiap langkah pemecahan masalah Polya terdapat
berpikirnya dalam mengembangkan perencanaan, aktivitas metakognisi yang menentukan keberhasilan
pemantauan, dan mengevaluasi suatu tindakan. dan meningkatkan prestasi hasil belajar. Pemecahan
Schoenfeld (dalam Widadah, 2013: 15) masalah mempunyai bagian penting dalam
mendefinisikan metakognisi sebagai berikut: pembelajaran matematika. Branca (dalam Mahromah,
“metacognition is thinking about our thingking and 2012) menjelaskan bahwa pemecahan masalah dapat
compires of the following three important aspect: melatih siswa untuk membangun konsep atau
knowledge about our own thought processes, control or pengetahuan, menemukan cara atau teknik penyelesaian
self regulation, and belief and intuition”. Maksudnya, yang baru, sehingga siswa dapat menyadari konsep atau
40 1: 39-43, 2018

pengetahuan yang benar dan menemukan strategi Sunan Gunung Jati kelas IX yang dipilih sesuai
penyelesaian yang lebih efektif. pembagian kategori ranking. Dari 28 siswa kelas IX,
Muhibbin Syah (dalam Wahab, 2015: 244) prestasi dibagi ke dalam tiga kategori yaitu kategori siswa
belajar atau hasil belajar adalah taraf keberhasilan murid ranking atas, rangking tengah dan ranking bawah. Dari
atau santri dalan mempelajari materi pelajaran di masing–masing kategori diambil 2 orang subjek
sekolah atau pondok pesantren yang dinyatakan dalam sehingga ada 6 subjek dalam penelitian ini.
bentuk skor yang diperoleh dari hasil tes mengenai Teknik pengumpulan data pada penelitian ini
sejumlah materi pelajaran tertentu. Dalam KBBI adalah tes pemecahan masalah matematika pada bab
prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau garis singgung lingkaran dan wawancara yang
keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran dilakukan setelah pelaksanaan tes. Keduanya dilakukan
lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau angka nilai bergantian dengan harapan mendapatkan data yang
yang diberikan oleh guru. Prestasi hasil belajar valid. Tes pemecahan yang diberikan adalah 2 soal
merupakan indikator penting untuk melihat keberhasilan pilihan ganda. Dalam proses pengerjaan, siswa
pembelajaran. Melalui prestasi hasil belajar, orang tua menuliskan urut dan jelas mulai dari apa yang diketahui
dan guru bisa mengetahui sejauh mana siswa telah dan ditanyakan, rumus yang digunakan, proses
berkembang dalam menghadapi berbagai macam pemecahan masalah dan hasil akhir. Sehingga bisa
persoalan dan kemampuan metakognisinya. terlihat jelas bagaimana langkah-langkah siswa dalam
SMA Islam Sunan Gunung Jati adalah sekolah memecahkan masalah. Wawancara yang dilakukan
swasta yang berbasis pondok pesantren. Kegiatan dalam penelitian ini adalah wawancara semi terstruktur
pondok yang terbilang cukup padat, tentunya menuntut untuk mendapatkan data dari hasil tes tertulis guna
siswa untuk membagi waktu dan menyiapkan strategi menggali informasi yang sesuai dengan data yang
belajar yang efektif untuk meningkatkan prestasi. Guru dibutuhkan. Wawancara dilakukan dengan pertanyaan
sebagai sumber utama pembelajaran juga perlu yang bersifat lentur dan terbuka mengarah pada ke
menyiapkan strategi untuk membantu siswa dalam dalam informasi. Tujuan wawancara ini adalah untuk
usaha meraih keberhasilan dalam belajar, salah satunya memeriksa kembali jawaban siswa sehingga dapat
dengan mengerti profil metakognisi siswa. Penelitian ini mengetahui proses berpikir siswa dalam memecahkan
dilakukan untuk mengetahui bagaimana profil masalah matematika.
metakognisi siswa dalam memecahkan masalah Teknik analisis data dalam penelitian ini
matematika. menggunakan teknik data Miles dan Huberman yaitu
reduksi data, penyajian data, kesimpulan atau verifikasi
data. Tahap reduksi data adalah memilih dan
METODE memfokuskan pada data yang penting dan membuang
yang tidak perlu. Data-data yang dimaksud berupa hasil
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tes pemecahan masalah matematika dan hasil
tujuan untuk bisa mendeskripsikan secara jelas profil wawancara antara peneliti dan subjek penelitian
metakognisi siswa dalam memecahkan masalah mengenai proses berpikir siswa. Tahap yang kedua
matematika. Bogdan dan Taylor (dalam Moleong, yakni penyajian data yang meliputi pengklasifikasian
2010:4) mendefinisikan metodologi kualitatif sebagai data dengan menuliskan kumpulan data secara terurut
prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif sehingga memungkinkan untuk menarik kesimpulan
berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan dari data tersebut. Tahap yang terakhir yakni penarikan
perilaku yang dapat diamati. kesimpulan atas proses berpikir siswa dalam
Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini memecahkan masalah untuk setiap soal dengan masing-
adalah hasil tes pemecahan masalah dan hasil masing kategori ranking siswa.
wawancara. Subjek penelitian yaitu siswa SMA Islam

Tabel 1. Langkah pemecahan masalah polya.

Langkah Pemecahan Masalah Indikator Langkah Pemecahan Masalah


Memahami masalah Apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan, serta apa syarat-syarat yang
diketahui.
Merencanakan pemecahan masalah Menemukan hubungan data dengan yang ditanyakan/dibuktikan. Memilih teorema
atau konsep yang telah dipelajari untuk dikombinasikan, sehingga dapat digunakan
untuk menyelesaikan masalah.
Menyelesaikan masalah sesuai rencana Menyelesaikan rencana sesuai dengan yang direncanakan. Periksa masing-masing
langkah. Buktikan bahwa langkah-langkah itu benar.
Memeriksa kembali hasil yang diperoleh Mencocokkan jawaban yang diperoleh dengan permasalahan dan menuliskan
kesimpulan terhadap apa yang ditanyakan.
SAIBANI & ANGGREINI – Profil metakognisi siswa dalam memecahkan masalah matematika … 41

Tabel 2. Indikator metakognisi berdasarkan langkah pemecahan masalah polya.

Langkah Pemecahan Masalah Indikator Metakognisi dalam Memecahkan Masalah


Memahami Masalah 1. Planning (Perencanaan)
(Understanding The Problem) Memikirkan apa yang akan dilaksanakan untuk memahami masalah yaitu mencari apa
yang diketahui dan ditanyakan dari soal.
2. Monitoring (Pemantauan)
Memantau caranya dalam memahami masalah yaitu apakah yang diketahui dan
ditanyakan dari soal sudah sesuai dengan maksud soal.
3. Evaluation (Evaluasi)
Memeriksa kembali cara yang digunakan dalam memahami masalah dan memutuskan
langkah selanjutnya setelah mengetahui maksud soal.
Menyusun Rencana Pemecahan 1. Planning (Perencanaan)
Masalah Memikirkan apa yang akan dilakukan ketika akan menyusun rencana penyelesaian
(Devising a Plan) yaitu mencari beberapa rumus yang mungkin bisa digunakan.
2. Monitoring (Pemantauan)
Memantau kegiatannya dalam menyusun rencana penyelesaian yaitu memilih rumus
yang sesuai dengan data yang diperoleh dari soal.
3. Evaluation (Evaluasi)
Memeriksa langkahnya dalam menyusun rencana yaitu memutuskan rumus yang
digunakan dalam memecahkan soal.
Melaksanakan Rencana 1. Planning (Perencanaan)
Pemecahan Berpikir akan menggunakan rencananya untuk memecahkan masalah yaitu mengingat
Masalah langkah-langkah penyelesaian berdasarkan rumus yang sudah ditentukan.
(Carrying Out The Plan) 2. Monitoring (Pemantauan)
Melaksanakan dan memantau langkah penyelesaian yang dilakukan berdasarkan
rencana yaitu melaksanakan dan memantau langkah perbaikannya jika menemukan
kesalahan.
3. Evaluation (Evaluasi)
Melaksanakan dan memantau langkah penyelesaian yang dilakukan berdasarkan
rencana yaitu memutuskan untuk mengatur langkah-langkah penyelesaiannya
berdasarkan kesulitan dan memperbaiki langkah-langkah penyelesaiannya jika
menemukan kesalahan.
Memeriksa Kembali Solusi 1. Planning (Perencanaan)
Yang Diperoleh. Berpikir akan memeriksa seluruh langkah yang dilakukan yaitu berpikir untuk
(Looking Back) memeriksa kembali hasil yang diperoleh.
2. Monitoring (Pemantauan)
Memantau langkahnya dalam memeriksa kembali yaitu melakukan perbaikan jika
terdapat kesalahan.
3. Evaluation (Evaluasi)
Memeriksa apakah langkahnya dalam memeriksa kembali telah benar yaitu
memutuskan bahwa langkah penyelesaian sudah benar atau belum.

PEMBAHASAN

Data yang didapatkan dalam penelitian ini adalah hasil tes pemecahan masalah dan hasil wawancara. Hasil aktifitas
metakognisi siswa dalam memecahkan masalah dari masing-masing kategori ranking terlihat pada tabel sebagai berikut:

Tabel 3. Hasil aktifitas metakognisi siswa ranking atas.

Indikator Metakognisi Subjek FM dan MHA


Merencanakan, memantau dan mengevaluasi Mengetahui apa yang diketahui dan ditanyakan, memahami maksud soal,
cara memahami masalah mampu menguraikan informasi yang didapatkan dan meneliti kembali bahwa
apa yang dipahami sudah sesuai soal.
Merencanakan, memantau dan mengevaluasi Merencanakan rumus yang akan digunakan, memilih rumus yang sesuai
perencanaan pemecahan masalah dengan soal dengan tepat, mampu menguraikan rumus terpilih dan meninjau
ulang rumus pilihannya sudah tepat.
Merencanakan, memantau dan mengevaluasi Merencanakan penerapan rumus terpilih pada soal, melakukan pemantauan
pelaksanaan rencana pemecahan masalah selama proses penerapan rumus dan meninjau ulang hasil pelaksanaan.
Merencanakan, memantau dan mengevaluasi Merencanakan untuk meneliti kembali, memperbaiki kesalahan jika ada,
peninjauan ulang hasil akhir memutuskan bahwa hasil akhir sudah benar.
42 1: 39-43, 2018

Berdasarkan tabel diatas, dapat diketahui bahwa siswa yang memenuhi tiga indikator metakognisi,
siswa ranking atas memenuhi tiga indikator metakognisi melakukan perencanaan, pemantauan dan evaluasi
dalam setiap langkah pemecahan masalah Polya. Kedua dalam setiap langkah pemecahan masalah, adalah siswa
subjek memenuhi indikator metakognisi dalam setiap dengan kemampuan matematika tinggi. Sedangkan
langkah pemecahan Polya meliputi perencanaan, dalam penelitian ini siswa yang memenuhi tiga
pemantauan dan evaluasi. Hal ini sedikit berbeda indikator metakognisi adalah siswa kategori ranking
dengan penelitian Pratiwi yang menyatakan bahwa atas.

Tabel 4. Hasil aktifitas metakognisi siswa ranking tengah.

Indikator Metakognisi Subjek MMN dan BMK


Merencanakan, memantau dan mengevaluasi cara Mengetahui apa yang diketahui dan ditanyakan, memahami maksud soal,
memahami masalah mampu menguraikan informasi yang didapatkan, tidak meneliti kembali
apakah yang dipahami sudah sesuai soal.
Merencanakan, memantau dan mengevaluasi Merencanakan rumus yang akan digunakan, memilih rumus yang sesuai
perencanaan pemecahan masalah dengan soal dengan tepat, mampu menguraikan rumus terpilih, tidak
meninjau ulang rumus pilihannya apakah sudah tepat.
Merencanakan, memantau dan mengevaluasi Merencanakan penerapan rumus terpilih pada soal, melakukan pemantauan
pelaksanaan rencana pemecahan masalah selama proses penerapan rumus, tidak meninjau ulang hasil pelaksanaan.
Merencanakan, memantau dan mengevaluasi Tidak merencanakan untuk meneliti kembali karena sudah yakin benar.
peninjauan ulang hasil akhir

Berdasarkan tabel diatas, dapat diketahui bahwa menyatakan bahwa siswa dengan kemampuan
siswa ranking tengah memenuhi dua indikator matematika sedang memenuhi dua indikator
metakognisi dalam setiap langkah pemecahan masalah metakognisi, melakukan perencanaan, pemantauan
Polya. Kedua subjek memenuhi indikator metakognisi tetapi tidak melakukan evaluasi dalam setiap langkah
dalam setiap langkah pemecahan Polya meliputi pemecahan masalah, adalah siswa dengan kemampuan
perencanaan, pemantauan tetapi tidak melakukan sedang. Sedangkan dalam penelitian ini siswa yang
evaluasi karena yakin bahwa pekerjaannya sudah benar. memenuhi dua indikator metakognisi, perencanaan dan
Hal ini sedikit berbeda dengan penelitian Pratiwi yang pemantauan adalah siswa kategori ranking tengah.

Tabel 5. Hasil aktifitas metakognisi siswa ranking bawah.

Indikator Metakognisi Subjek AM dan AT


Merencanakan, memantau dan mengevaluasi cara Mengetahui apa yang diketahui & ditanyakan, tidak mampu memahami
memahami masalah maksud soal, tidak mampu menguraikan informasi yang didapatkan,
tidak meneliti kembali apakah yang dipahami sudah sesuai soal.
Merencanakan, memantau dan mengevaluasi Merencanakan rumus yang akan digunakan, tidak mampu memilih
perencanaan pemecahan masalah rumus yang sesuai dengan soal dengan tepat, tidak mampu menguraikan
rumus terpilih, tidak meninjau ulang rumus pilihannya apakah sudah
tepat.
Merencanakan, memantau dan mengevaluasi Merencanakan penerapan rumus terpilih pada soal, tidak melakukan
pelaksanaan rencana pemecahan masalah pemantauan selama proses penerapan rumus, tidak meninjau ulang hasil
pelaksanaan.
Merencanakan, memantau & mengevaluasi Tidak merencanakan untuk meneliti kembali.
peninjauan ulang hasil akhir

Berdasarkan tabel diatas, dapat diketahui bahwa menggunakan tingkat kemampuan matematika sebagai
siswa ranking bawah memenuhi dua indikator tolak ukur. Hasil penelitian Pratiwi menyatakan bahwa
metakognisi dalam setiap langkah pemecahan masalah siswa dengan kemampuan matematika rendah
Polya. Kedua subjek memenuhi indikator metakognisi memenuhi satu indikator metakognisi yang artinya
dalam setiap langkah pemecahan Polya meliputi siswa melakukan perencanaan, tetapi tidak melakukan
perencanaan, pemantauan tetapi tidak melakukan pemantauan evaluasi dalam setiap langkah pemecahan
evaluasi karena yakin bahwa pekerjaannya sudah benar. masalah. Sedangkan dalam penelitian ini siswa yang
Hal ini sedikit berbeda dengan penelitian Pratiwi yang
SAIBANI & ANGGREINI – Profil metakognisi siswa dalam memecahkan masalah matematika … 43

memenuhi satu indikator metakognisi adalah siswa melakukan pemecahan masalah dengan baik dan tidak
kategori ranking bawah. meneliti kembali hasil akhir.

KESIMPULAN DAFTAR PUSTAKA

Subjek dengan kategori ranking atas memiliki Pratiwi, Siska Dyah, & Mega Teguh Budiarto. 2014. Profil
metakognisi yang lengkap mulai dari merencanakan, Metakognisi Siswa SMP dalam Memecahkan Masalah
memantau kegiatan dan evaluasi dalam setiap langkah Matematika Ditinjau dari Kemampuan Matematika Siswa.
penyelesaian yang sesuai dengan langkah penyelesaian Mathdunesa, 2.
masalah oleh Polya yaitu memahami masalah, Widadah, Soffil, dkk. 2013. Profil Metakognisi Siswa dalam
merencanakan pemecahan masalah, melaksanakan Menyelesaikan Soal Sistem Persamaan Linear Dua
Variabel Berdasarkan Gaya Kognitif. Jurnal Pendidikan
perencanaan hingga peninjauan kembali hasil. Subjek
Matematika STKIP PGRI Sidoarjo, 1(1). April 2013.
dengan kategori ranking tengah memiliki metakognisi
yang kurang lengkap terutama dalam hal evaluasi. Nugrahaningsih, Theresia Kriswianti. 2012. Metakognisi
Siswa SMA Kelas Akselerasi dalam Menyelesaikan
Dalam hal evaluasi tiap langkah penyelesaian masalah Masalah Matematika. Magistra, XXIV (82). Desember
oleh Polya, subjek kurang atau tidak melakukannya 2012.
pada langkah terakhir yaitu meninjau ulang hasil
Mahromah, Laily Agustina. 2013. Identifikasi Tingkat
pekerjaan. Subjek yakin dengan hasil pekerjaannya Metakognisi Siswa dalam Memecahkan Masalah
karena melihatnya sudah sesuai dengan pilihan jawaban. Matematika Berdasarkan Perbedaan Skor Matematika.
Subjek dengan kategori ranking bawah memiliki Mathdunesa, 2 (1).
metakognisi yang buruk. Dalam setiap langkah Wahab, Rohmalina, 2015. Psikologi Belajar. Jakarta: PT Raja
pemecahan Polya, subjek tidak melakukan pemantauan Grafindo Persada.
dan evaluasi sehingga kurang bisa memahami maksud Moleong, Lexy J. 2010. Metodologi Penelitian Kualitatif
soal, tidak bisa memilih rumus yang tepat, tidak mampu (Cetakan ke-28).Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
THIS PAGE INTENTIONALLY LEFT BLANK
ISSN 2622-9439; E-ISSN 2622-9447
Volume 1, September 2018
Halaman: 45-49

Video Pemeriksaan Hitung Jenis Leukosit Sebagai


Media Pembelajaran Biologi
Diah Putri Pancasani*, Sulistiyawati
Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Isalam Negeri Sunan Kalijaga
Jl. Marsda Adisucipto Yogyakarta 55281 - Indonesia
Email: justdiahputripancasani@gmail.com*

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui hasil pemeriksaan hitung jenis leukosit untuk mengetahui kondisi fisiologis
seseorang (2) mengembangkan video pemeriksaan hitung jenis leukosit sebagai media pembelajaran biologi (3) mengetahui kualitas
video pemeriksaan hitung jenis leukosit. Pemeriksaan hitung jenis leukosit diawali dengan membuat preparat apusan darah dengan
metode Two Slide/wedge dan pewarnaan Giemsa. Preparat apusan darah diamati di bawah mikroskop kemudian dihitung jumlah dari
masing-masing jenis leukosit pada kelima sampel darah yang diuji. Hasil sampel darah A dan C mengalami neutropenia, eosinofilia,
dan monositosis. Sampel darah B mengalami neutropenia, eosinofilia, basofilia dan monositosis. Sampel darah D mengalami
neutropenia, limfositosis, dan monositosis. Sampel darah E mengalami eosinofilia dan basofilia. Kegiatan pemeriksaan hitung jenis
leukosit kemudian dibuat media pembelajaran berupa video yang dikembangkan dengan menggunakan aplikasi Sony Vegas Pro 10.0.
Hasil Uji Respon siswa terhadap produk mendapat kategori baik dengan persentase 67%. Uji keterbacaan mendapat nilai sangat baik
dari ahli materi (89%), ahli media (93%), peer reviewer (92%), dan guru biologi (98%). Secara keseluruhan, video pemeriksaan
hitung jenis leukosit berkualitas sangat baik dan layak digunakan sebagai media pembelajaran.

Kata kunci: Hitung jenis leukosit, Neutropenia, Eosinofilia, Basofilia, Limfositosis, Monositosis, Video pembelajaran, Media
pembelajaran.

PENDAHULUAN mengharuskan seorang guru menggunakan media


pembelajaran yang tepat agar dapat menyampaikan
Sistem Imun (Immune System) atau sistem kekebalan topik baru tersebut kepada siswa-siswinya.
merupakan bentuk pertahanan yang memungkinkan Banyak guru menggunakan video untuk
suatu organisme menghindari atau membatasi berbagai memperkenalkan sebuah topik dan menyajikan konten.
jenis infeksi. Pada mamalia, jika patogen berhasil Melalui video, siswa bisa melihat sebuah penampilan
menembus pertahanan penghalang, patogen yang masuk pemeriksaan hitung jenis leukosit didalam ruang kelas
kedalam tubuh merupakan subjek yang dideteksi oleh secara berulang kali sehingga bisa menyamai dan dapat
sel-sel darah putih fagositik yaitu leukosit (Campbell, menguasai keterampilan fisik dengan mempraktikkan
Reece, 2010). Leukosit merupakan komponen penting langkah kerja yang ditampilkan (video sebagai panduan
untuk sistem pertahanan tubuh, yaitu mampu melawan praktikum) sehingga siswa dapat memenuhi kompetensi
agen infeksi yang berupa bakteri, cendawan, virus, dan dasar yang telah ditetapkan (Smaldino, 2014).
parasit (Stock & Hoffman, 2000). Kadar leukosit dalam Kegiatan pemeriksaan hitung jenis leukosit
tubuh suatu organisme dapat menunjukan kondisi dikemas dalam bentuk video agar tersampaikan secara
fisiologis organisme tersebut (Hiremath, 1999). menarik dan sesuai dengan gaya belajar kebayakan
Menurut Freud (2012), kadar atau tingkat kenaikan siswa SMA yaitu visual dan auditori, sehingga
dan penurunan jumlah leukosit dapat diketahui dengan diharapkan juga dapat meningkatkan ketertarikan siswa
pemeriksaan hitung jenis leukosit. Pemeriksaan hitung terhadap suatu pokok bahasan yang dianggap rumit,
jenis leukosit digunakan untuk mengetahui jumlah merangsang aktivitas belajar, membangun pemahaman,
berbagai jenis leukosit untuk mengetahui kondisi memperpanjang daya ingat dan menambah wawasan
fisiologis atau status kesehatan suatu organisme. pada siswa. Pengembangan media pembelajaran berupa
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk aplikasi video pemeriksaan hitung jenis leukosit dikemas
pemahaman tentang prinsip-prinsip sistem imun untuk dengan format MP4 Video dengan media VCD (Video
meningkatkan kualitas hidup manusia. Pengaplikasian Compact Disk).
ini terdapat dalam kompetensi dasar Biologi SMA kelas
XI. Sehingga, pemeriksaan hitung jenis leukosit dapat
diterapkan atau dipraktikkan oleh siswa-siswi SMA METODE
kelas XI pada materi sistem imun. Tetapi, kegiatan
pemeriksaan hitung jenis leukosit ini merupakan topik Kegiatan pemeriksaan hitung jenis leukosit
baru yang masih perlu diperkenalkan oleh guru. Hal ini menggunakan metode manual. Pembuatan preparat
46 1: 45-49, 2018

apusan darah menggunakan metode Two Slides/Wedge dilakukan pewarnaan dengan menggunakan zat warna
dan pewarnaan giemsa. Alat yang digunakan antara lain giemsa selama 30 menit. Apusan darah kemudian dicuci
dua buah kaca preparat, tiga buah pipet tetes, satu buah pada air yang mengalir dan dibiarkan hingga kering.
mikroskop cahaya dan alat tulis untuk mencatat. Bahan Preparat apusan darah kemudian diamati di bawah
yang digunakan antara lain sampel darah, metanol, serta mikroskop cahaya dengan perbesaran 40X objektif
zat warna giemsa. sesuai dengan rute hitung jenis leukosit. Hasil
Pembuatan preparat apusan darah cukup pemeriksaan hitung jenis leukosit dilaporkan dalam
menggunakan dua buah kaca preparat dimana kaca bentuk persentase dari masing-masing jenis leukosit.
preparat I ditetesi dengan darah, dan kaca preparat II Metode penelitian pengembangan video pembelajaran
digunakan untuk mengapus darah pada kaca preparat I. dimulai dengan tahap pengumpulan data, kemudian
Sampel darah diteteskan sedikit pada bagian agak ujung editing yang merupakan perpaduan dari proses-proses
kaca preparat I dan kaca preparat II diposisikan dimuka dasar seperti trimming, transisi, menambah background
tetesan darah dengan menyentuhkan salah satu ujungnya musik, dan menambah teks atau titling. Setelah editing
membentuk sudut 450. Kaca preparat II kemudian kemudian mixing yaitu proses penyatuan semua unsur
digerakkan dengan cepat dan teratur tanpa mengubah dalam video berupa gambar bergerak, gambar diam,
besar sudut kearah lain ujung kaca preparat I sehingga musik dan narasi sehingga menjadi satu kesatuan video.
lapisan darah tampak tipis dan merata. Apusan darah Proses pembuatan video menggunakan aplikasi Sony
kemudian dikeringkan dengan diangin-anginkan. Vegas Pro 10.0. Produk yang telah dibuat divalidasi dan
Setelah kering apusan darah kemudian difiksasi dengan revisi, kemudian diuji coba kepada siswa.
ditetesi metanol dan dibiarkan 3-5 menit kemudian

PEMBAHASAN

a c

Gambar 1. Salah satu hasil mikroskopik pemeriksaan hitung jenis leukosit pada sampel C bidang pandang 9. (a) Eosinofil. (b): Limfosit. (c):
Neutrofil. Perbesaran 40x giemsa.
32%(Neutropenia)

44%(Normal)

34%(Eosinofilia)

80%
39%(Normal)
34%(Normal)

34%(Normal)
25%(Eosinofilia)
18%(Neutropenia)

70%
17%(Neutropenia)

17%(Monositosis)
22%(Eosinofilia)
14%(Neutropenia)

15%(Monositosis)
14%(Monositosis)
71%(Limfositosis)
17%(Eosinofilia)

11%(Monositosis)

60%
Nilai Persentase

19%(Normal)

50%
6%(Basofilia)

6%(Basofilia)

6%(Normal)

40%
2%(Normal)

2%(Normal)
0%(Normal)

0%(Normal)

30%
20%
10%
0%
Neutrofil(36-73%) Eosinofil(0-6%) Basofil(0-2%) Limfosit(15-45%) Monosit(0-10%)
Jenis Leukosit

Sampel A Sampel B Sampel C Sampel D Sampel E

Gambar 2. Grafik data hasil pemeriksaan hitung jenis leukosit pada kelima sampel darah.
PANCASANI & SULISTIYAWATI – Video pemeriksaan hitung jenis leukosit … 47

Neutropenia adalah kelainan pada darah yang adalah suatu anovulasi kronik yang menyebabkan
diidentifikasi dengan jumlah sel neutrofil yang rendah. infertilisasi dan bersifat hiperandrogenik, dimana terjadi
Fungsi sel neutrofil adalah membunuh bakteri yang gangguan hubungan umpan balik antara pusat
berada dalam darah, oleh karena itu, pasien yang (hipotalamus-hipofisis) dan ovarium sehingga kadar
mengalami neutropenia menjadi lebih rentan terhadap estrogen selalu tinggi yang mengakibatkan tidak pernah
infeksi bakteri dan dapat secara langsung mengancam terjadi kenaikan kadar FSH yang cukup kuat. Kadar
kehidupan mereka bila tidak segera ditangani estrogen yang selalu tinggi menyebabkan endometrium
(Firmansyah, 2015). Salah satu contohnya adalah sepsis. selalu terpapar oleh estrogen dan adanya defisiensi
Sepsis merupakan respon inflamasi sistemik terhadap progesteron sehingga dapat menyebabkan kanker
infeksi berat, merupakan sindrom yang disebabkan oleh endometrium (Maharani, 2002). Ketika tubuh
infeksi (Sumantri, 2012). Bakteri dapat masuk kedalam mendeteksi adanya kanker, maka limfosit akan
aliran darah menunjukkan adanya penurunan jumlah meningkat untuk melawan sel kanker yang terdeteksi,
neutrofil, sehingga kondisi sepsis ini sangat berkaitan sehingga terjadi kondisi limfositosis.
dengan neutropenia. Eosinofilia adalah peningkatan Monositosis adalah peningkatan jumlah monosit.
jumlah eosinofil lebih dari 6%. Eosinofil merupakan Monosit berfungsi sebagai lapis kedua pertahanan
salah satu jenis leukosit yang memiliki kemampuan tubuh, dapat memfagositosis dengan baik dan termasuk
memfagosit dan aktif terutama pada tahap akhir kelompok makrofag. Monositosis berkaitan dengan
inflamasi ketika terbentuk kompleks antigen-antibodi, infeksi virus, bakteri dan parasit tertentu serta kolagen,
serta aktif pada reaksi alergi dan infeksi parasit kerusakan jantung dan hematologi (Kemenkes 2011).
(Kemenkes, 2011). Kerusakan jantung menjadi salah satu hal yang
Salah satu penyebab Eosinofilia adalah penyakit berkaitan dengan meningkatnya jumlah monosit. Hal ini
Addison. Penyakit Addison adalah kelainan yang terjadi karena ketika jantung mengalami kerusakan,
disebabkan oleh ketidakmampuan kelenjar adrenalis maka akan menyebabkan fungsi sistem dan organ yang
korteks adrenalis memproduksi hormon glukokortikoid lainnya juga ikut menurun, termasuk sistem kekebalan
(kortisol), pada beberapa kasus didapatkan tubuh. Ketika kekebalan tubuh menurun, maka sel darah
ketidakmampuan memproduksi hormon putih atau leukosit akan meningkatkan jumlahnya,
mineralokortikoid (aldosteron) yang cukup bagi tubuh ( termasuk monosit, sehingga terjadilah kondisi
Sanjaya, Nd). Hormon glukokortikoid mempengaruhi monositopenia.
kemampuan tubuh dalam mengubah makanan menjadi Berdasarkan penjabaran tentang penyebab dari
energi, mengatasi stress yang dialami tubuh dan masing-masing kelainan jumlah dari jenis leukosit,
bertanggung jawab atas respon sistem kekebalan tubuh maka dapat dicari bagaimana kondisi dari masing-
terhadap peradangan, sehingga ketika hormon masing pasien. Pasien pemilik sampel darah A
glukokortikoid tidak diproduksi dengan baik, respon mengalami kondisi neutropenia, eosinofilia, dan
sistem kekebalan tubuh terhadap peradangan akan monositosis, maka ada kemungkinan bahwa pasien A
menurun dan menyebabkan jumlah eosinofil menjadi sedang mengalami infeksi. Pasien pemilik sampel darah
meningkat. B mengalami neutropenia, eosinofilia, basofilia dan
Basofilia adalah peningkatan jumlah basofil. monositosis, maka ada kemungkinan bahwa pasien B
Basofil merupakan salah satu jenis leukosit yang mengalami infeksi virus, infeksi bakteri, infeksi parasit,
mensekresi heparin dan histamin. Jika konsentrasi alergi atau leukemia granulositik dan basofilik myeloid
histamin meningkat, maka kadar basofil biasanya tinggi metaplasia. Leukemia granulositik atau juga disebut
(Kemenkes, 2011). Ketika terjadi alergi, akan terjadi leukemia mielositik merupakan suatu penyakit
respon-respon yang berlebihan terhadap antigen-antigen mieloproliferatif yang ditandai dengan produksi
tertentu, yang sering melibatkan antibodi dari kelas IgE berlebihan seri granulosit sel darah putih yang relatif
yang kemudian menginduksi sel tiang untuk melepaskan matang, sedangkan basofilik myeloid metaplasia
histamin dan agen-agen peradangan yang lain. merupakan suatu gangguan pada sumsum tulang
Konsentrasi histamin menjadi meningkat, menyebabkan sehingga menyebabkan gangguan pada produksi sel
jumlah basofil juga ikut meningkat, sehingga ketika darah putih khususnya basofil (Price dan Wilson, 2006).
terjadi reaksi alergi, terjadi pula kondisi basofilia. Pasien pemilik sampel darah C mengalami kondisi
Limfositosis adalah peningkatan jumlah limfosit. yang sama dengan pasien A, sehingga ada kemungkinan
Hal ini dapat terjadi pada penyakit virus, penyakit pasien C juga mengalami infeksi parasit. Pasien pemilik
bakteri dan gangguan hormonal (Kemenkes, 2011). sampel darah D mengalami kondisi neutropenia,
Salah satu contoh gangguan hormonal adalah PCOS. limfositosis dan monositosis, maka ada kemungkinan
PCOS (Polycystic Ovary Syndrome) atau Sindrom bahwa pasien D mengalami infeksi virus atau infeksi
Ovarium Polikistik adalah suatu kelainan pada wanita bakteri. Pasien pemilik sampel darah yang terakhir yaitu
yang ditandai dengan adanya hiperandrogenisme sampel darah E mengalami eosinofilia dan basofilia,
dengan anovulasi kronik yang saling berhubungan dan sehingga ada kemungkinan bahwa pasien E mengalami
tidak disertai dengan kelainan pada kelenjar adrenal alergi. Alergi adalah respon-respon yang berlebihan
maupun kelenjar hipofisis. Sindrom Ovarium Polikistik terhadap antigen-antigen tertentu, yang sering
48 1: 45-49, 2018

melibatkan antibodi dari kelas IgE yang kemudian menjadi video pembelajaran. Setelah video selesai
menginduksi sel tiang untuk melepaskan histamin dan dibuat, kemudian diuji kelayakannya oleh validator (ahli
agen-agen peradangan yang lain. Histamin inilah yang materi, ahli media, peer reviewer, dan Guru Biologi).
dapat menyebabkan dilatasi dan permeabilitas Masing-masing validator memberikan masukan dan
pembuluh darah kecil yang ditingkatkan. Perubahan- saran untuk video pembelajaran kemudian menilai video
perubahan vaskular tersebut yang memunculkan gejala- berdasarkan 6 aspek yaitu Aspek A (kebenaran,
gejala alergi yang khas seperti bersin-bersin, hidung keluasan dan kedalaman konsep), Aspek B (kebahasaan
berair, mata berair dan lain-lain (Campbell, 2010). yang digunakan), Aspek C (keterlaksanaan), Aspek D
Pemeriksaan hitung jenis leukosit merupakan salah (Tampilan Gambar), Aspek E (suara), dan Aspek F
satu cara untuk mengetahui kondisi fisiologis seorang (kemudahan penggunaan).
pasien, kondisi fisiologis disini masih secara umum, Video pemeriksaan hitung jenis leukosit berdurasi
sehingga belum dapat digunakan sebagai penentu 21 menit 47 detik dengan size 138 MB. Penentuan
seorang pasien menderita penyakit apa. Untuk kelayakan media video pembelajaran pemeriksaan
mengetahui seorang pasien menderita penyakit apa, hitung jenis leukosit diukur berdasarkan penilaian dari
maka diperlukan pemeriksaan lebih lanjut. Pemeriksaan validator. Data yang didapat menunjukkan tingkat
lebih lanjut disini seperti tes hematologi yang lainnya validitas kelayakan video sebagai media pembelajaran.
seperti perhitungan eritrosit dan trombosit, tes urin, CT Saran yang terdapat dalam instrumen digunakan sebagai
Scan, USG, rontgen, dan lain sebagainya. bahan pertimbangan untuk perbaikan video lebih lanjut.
Setelah dilakukan penelitian pemeriksaan hitung Berikut merupakan grafik hasil penilaian dari validator:
jenis leukosit, kemudian proses penelitian dibuat

100%
90%
80%
Nilai Persentase

70%
60%
100%

100%
100%

100%
98%
97%

97%
95%

95%

95%

95%
94%

94%

50%
93%

93%

91%
90%

90%
90%

90%

89%
88%

87%
80%

40%
69%
69%
65%
30%
20%
10%
0%
Ahli Materi Ahli Media Peer Reviewer Guru Biologi Siswa
Validator

Aspek A Aspek B Aspek C Aspek D Aspek E Aspek F

Gambar 3. Grafik hasil pencapaian skor dari penilaian ahli materi, ahli media, peer reviewer, guru biologi dan hasil uji coba siswa.

Secara keseluruhan, hasil penilaian dari validator terdapat pada aspek D yaitu aspek tampilan gambar.
sudah sangat baik dan video layak digunakan sebagai Tampilan gambar pada video secara keseluruhan sudah
media pembelajaran. Hasil penilaian dari ahli materi cukup menarik, ukuran huruf juga sudah jelas dan
menunjukkan persentase tertinggi terdapat pada aspek B proporsional, kualitas gambar juga sudah baik karena
yaitu aspek kebahasaan yang digunakan. Bahasa yang gambar-gambar yang dimasukkan dalam video memiliki
digunakan dalam video pemeriksaan hitung jenis tipe jpg, serta antara visual dengan audio sudah sesuai.
leukosit sudah baik, komunikatif, tidak menimbulkan Hasil penilaian dari guru biologi memiliki
penafsiran ganda, menggunakan bahasa baku dan sudah persentase tertinggi terdapat pada aspek C yaitu aspek
cukup menarik perhatian siswa. keterlaksanaan, aspek D yaitu aspek tampilan gambar
Persentase tertinggi dari penilaian ahli media dan aspek F yaitu aspek kemudahan dalam penggunaan
terdapat pada aspek F yaitu aspek kemudahan dalam dengan persentase 100 persen. Hal ini menjelaskan
penggunaan karena pada dasarnya video pembelajaran bahwa media pembelajaran berupa video pemeriksaan
ini disimpan dalam format mp4 sehingga dapat diputar hitung jenis leukosit ini sudah efektif, memiliki
menggunakan berbagai macam media player yang tampilan gambar yang baik serta mudah dalam
terdapat dikomputer, seperti winamp, VLC Media penggunaannya. Setelah produk dinilai oleh ahli materi,
Player, GOM Player, dan Media Player Classic. ahli media, peer reviewer, dan guru biologi, produk
Persentase tertinggi dari penilaian Peer Reviewer media pembelajaran berupa video pemeriksaan hitung
PANCASANI & SULISTIYAWATI – Video pemeriksaan hitung jenis leukosit … 49

jenis leukosit kemudian diujikan kepada siswa SMA limfositosis, dan monositosis. Sampel darah E
dengan syarat siswa tersebut sudah mendapatkan mengalami eosinofilia dan basofilia. Kegiatan
pelajaran tentang sistem imun yaitu siswa SMA kelas pemeriksaan hitung jenis leukosit kemudian dibuat
XII IPA 1 dengan jumlah siswa 27 orang. media pembelajaran berupa video yang dikembangkan
Hasil penilaian uji coba dari siswa juga disajikan dengan menggunakan aplikasi Sony Vegas Pro 10.0.
dalam grafik 2. Berdasarkan gambar grafik tersebut, Hasil Uji Respon siswa terhadap produk mendapat
dapat dilihat bahwa kualitas keseluruhan video kategori baik dengan persentase 67%. Uji keterbacaan
pemeriksaan hitung jenis leukosit sudah masuk ke mendapat nilai sangat baik dari ahli materi (89%), ahli
dalam kategori baik. Aspek yang dinilaikan kepada media (93%), peer reviewer (92%), dan guru biologi
siswa berbeda dengan aspek yang dinilaikan kepada (98%). Secara keseluruhan, video pemeriksaan hitung
validator. Aspek-aspek yang dinilaikan kepada siswa jenis leukosit berkualitas sangat baik dan layak
antara lain aspek A yaitu aspek penguasaan materi, digunakan sebagai media pembelajaran.
aspek B yaitu aspek tampilan dan aspek C yaitu aspek
minat terhadap video.
Persentase tertinggi terdapat pada aspek A yaitu DAFTAR PUSTAKA
aspek penguasaan materi dan aspek B yaitu aspek
tampilan, hal ini menjelaskan bahwa video Campbell, Neil A. & Reece Jane B. 2010. Biologi Edisi
pembelajaran ini memiliki materi yang sudah sesuai kedelapan jilid 3. Jakarta: Erlangga
dengan tahapan belajar SMA / MA, disajikan secara Firmansyah, Rulli, Daan Khambri, Edison, Zelly Dia Rofinda.
menarik dan sesuai konsep sains. Desain video yang 2015. Kejadian Demam Neutropenia Pada Pasien Kanker
ditampilkan dan isi juga telah memenuhi kriteria Payudara yang Mendapat Kemoterapi. Artikel Penelitian
sebagai media pembelajaran. Persentase terendah MKA, Vol 38, No 1. Fakultas Kedokteran UNAND.
terdapat pada aspek C yaitu aspek minat terhadap video Freud M, Hecner F, Dany F alih bahasa. 2012. Atlas
karena video yang dikembangkan memiliki konten yang Hematologi. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.
lebih banyak berbentuk teks daripada gambar bergerak. Hiremath PS, Bannigidad P, Geeta S. 2010. Automated
Konten didalam video banyak berupa teks Identification and Classification of White Blood cells
dikarenakan video bukan sekedar menampilkan praktik (leukocyte) in digital microscopic images. Int. J. Comp.
Appl. 2: 59-63
pemeriksaan hitung jenis leukosit, tetapi juga
menjelaskan bagaimana proses mengambil data serta Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 2011. Pedoman
bagaimana menganalisis data tersebut dan menambah Interpretasi Data Klinik. Jakarta: Pelayanan Kefarmasian.
wawasan tentang penyakit-penyakit yang berhubungan Maharani, Laksmi, Raditya Wratsangka. 2002. Sindrom
dengan keadaan jumlah jenis leukosit yang tidak sesuai Ovarium Polikistik: Permasalahan dan
dengan nilai normal. Semua hal tersebut merupakan satu Penatalaksanaanya. J Kedokteran Trisakti Vol.21 No.3.
kesatuan yang harus dijelaskan sesuai dengan alur Price, S., A., Wilson, L., M. 2006. Patofisiologi: Konsep
tertentu yang dapat disampaikan secara lebih efektif Klinis Proses-Proses Penyakit (6th ed). Jakarta: Buku
Kedokteran EGC.
dengan menggunakan media berupa video. Video tidak
hanya menampilkan materi secara visual, tetapi audio Sanjaya, Ayling. Nd. Addison’s Disease. Surabaya: Fakultas
visual. Hal ini jelas akan membawa keuntungan tidak Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma.
hanya bagi siswa dengan gaya belajar visual tetapi juga Smaldino SE, Deborah LL, James DR. Arif R alih bahasa.
menguntungkan siswa dengan gaya belajar auditori. 2014. Teknologi Pembelajaran dan Media untuk Belajar.
Jakarta: Kencana Prenadamedia Group.
Ketika melihat konten video yang banyak berupa
teks, maka video pun akan kurang menarik perhatian Stock W, Hoffman R. 2000. White Blood cells 1: Non –
mereka sehingga kurang memberikan pengalaman Malognant disorders. J. The Lancet 355: 1351-57
belajar yang menarik pula. Hal inilah yang menjadi Sumantri, Stevent. 2012. Tinjauan Imunopatogenesis dan
penyebab persentase aspek minat masuk ke kategori Tatalaksana Sepsis. Jakarta: FKUI/RSUPNCM.
cukup, dimana aspek yang lainnya masuk ke kategori
baik berdasarkan hasil penilaian dari siswa.

KESIMPULAN

Hasil sampel darah A dan C mengalami neutropenia,


eosinofilia, dan monositosis. Sampel darah B
mengalami neutropenia, eosinofilia, basofilia dan
monositosis. Sampel darah D mengalami neutropenia,
THIS PAGE INTENTIONALLY LEFT BLANK
ISSN 2622-9439; E-ISSN 2622-9447
Volume 1, September 2018
Halaman: 51-56

Pembelajaran Sains Berbasis Keunggulan Lokal (PSBKL):


Sebuah Upaya Strategis untuk Mewujudkan Pembelajaran Bermakna
dan Berdaya Saing Global
Erwin Prasetyo
MTs Darul Ishlah Sukorejo
JL. Resiman Kuda Putih, Km. 8, Genting Gunung, Sukorejo, Genting, Genting Gn., Kendal, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah 51363 - Indonesia
Email: prasetyo.wiwin@gmail.com

Abstrak. Persoalan pendidikan di Indonesia adalah rendahnya kualitas pendidikan. Parahnya hal ini ditambah gagalnya pendidikan
dalam menanamkan dan menumbuhkembangkan pendidikan nilai. Hal ini akibat proses pendidikan yang textbookish yang terkesan
kaku. Nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat asli yang penuh dengan nilai-nilai kearifan (local genius) diabaikan dalam
pembelajaran khususnya dalam pembelajaran sains. Pembelajaran sains menjadi “kering” dan kurang bermakna bagi peserta didik.
Maka perlu kiranya upaya strategis mewujudkan pembelajaran sains yang mampu mengembangkan aspek keilmuan sains,
mengangkat aspek keunggulan lokal, sekaligus melestarikan nilai-nilai positif yang terkandung budaya masyarakat sehingga tercapai
pembelajaran sains yang bermakna dan berdaya saing global. Tujuan paper ini mengkaji usaha-usaha mengembangkan Pembelajaran
Sains Berbasis Keunggulan Lokal (PSBKL) sehingga tercapai pembelajaran sains yang bermakna. Hasil kajian menunjukkan PSBKL
mengacu pada landasan yuridis Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal merupakan langkah strategis mengembalikan keunggulan
lokal daerah sebagai modal berharga dalam pembelajaran sains. Upaya mewujudkan PSBKL dapat dilakukan melalui berbagai
langkah dan strategi: menginventarisasi aspek potensi keunggulan lokal, menganalisis kondisi internal sekolah, menganalisis kondisi
eksternal sekolah, menentukan jenis keunggulan lokal dan melakukan strategi pelaksanaan PSBKL. Alternatif implementasi PSBKL
menggunakan model Iqra’ melalui pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS). Model pembelajaran Iqra’ memiliki 3 sintaks yaitu
eksplorasi, konseptualisasi, dan komunikasi. Penerapan PSBKL mampu menjembatani pengetahuan dan keyakinan peserta didik
yang merupakan budaya aslinya menuju konsepsi ilmiah. Subkultur sains modern di sekolah mampu harmonis dengan subkultur
kehidupan sehari-hari peserta didik, pembelajaran sains akan berkecenderungan memperkuat pandangan siswa tentang alam semesta.
Dengan kata lain, di satu sisi kompetensi dasar peserta didik meningkat dan kearifan keunggulan lokal tetap lestari.

Kata Kunci: Pembelajaran Sains Berbasis Keunggulan Lokal (PSBKL), Model Iqra’, pendekatan JAS, Pembelajaran bermakna,
Daya saing global.

PENDAHULUAN Pendidikan sains merupakan bagian dari


pendidikan secara umum. Pembelajaran sains menjadi
Pendidikan merupakan salah satu aspek paling vital wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri
dalam kehidupan manusia. Pendidikan memiliki fungsi sendiri dan alam sekitarnya. Pembelajaran sains
memberdayakan potensi manusia guna mengembangkan diarahkan untuk inkuiri dan berbuat sehingga dapat
dan mewariskan peradaban masa depan, melestarikan membantu peserta didik dalam memperoleh pemahaman
nilai-nilai budaya, serta menciptakan perubahan positif yang mendalam tentang alam sekitar.
yang inovatif. Dalam lingkup sekolah, pendidikan pada Berbagai persoalan pendidikan di Indonesia adalah
dasarnya merupakan upaya pembu dayaan dan karena rendahnya kualitas pendidikan. Berdasarkan data
pemberdayaan untuk menumbuhkan potensi dan terbaru Program for International Student Assessment
kepribadian peserta didik sehingga mereka menjadi (PISA) yang tahun 2015 menunjukkan bahwa
cerdas, berakhlak mulia dan dapat memiliki kemampuan kamampuan sains peserta didik Indonesia masih rendah
dan keterampilan yang berguna untuk dirinya sendiri, yaitu berada di peringkat 69 dari 76 negara. Sedangkan
masyarakat, bangsa, dan negara. Pendidikan ingin menurut hasil studi Trends in International Mathematics
mengembangkan potensi peserta didik secara utuh, and Science Study (TIMSS) kemampuan sains peserta
seimbang, dan berkesinambungan tidak hanya dimensi didik Indonesia berada di peringkat 36 dari 49 negara.
intelektual tetapi juga dimensi spiritual, kinestetik, dan Persoalan lain yang dihadapi adalah gagalnya
sosial serta keterampilan yang diperlukan sebagai warga pendidikan khususnya pendidikan sains dalam
masyarakat dan warga negara (Nashir, 2013). Sasaran menanamkan dan menumbuhkembangkan pendidikan
pendidikan adalah mewujudkan pembelajaran aktif nilai di sekolah. Hal ini akibat proses pendidikan yang
berdasarkan nilai budaya bangsa untuk membentuk daya textbookish sehingga terkesan kaku. Nilai-nilai yang
saing dan karakter bangsa (Inpres Nomor 1 Tahun dianut oleh masyarakat asli yang penuh dengan nilai-
2010). nilai kearifan (local genius) diabaikan dalam
52 1: 51-56, 2018

pembelajaran khususnya dalam pembelajaran sains di serta memperdalam pengetahuan secara teoritis.
sekolah (Suastra, 2010). Dengan demikian, Tujuannya ialah untuk mengembangkan pembelajaran
pembelajaran sains menjadi “kering” dan kurang sains berbasis keunggulan lokal sehingga tercapai
bermakna bagi peserta didik. pembelajaran sains yang bermakna bagi peserta didik.
Pendidikan sains diyakini berperan penting dalam Teknik pengumpulan data menggunakan metode
pengembangan karakter peserta didik. Lickona penulisan kepustakaan (library research) terhadap buku,
(Prasetyo, 2011) karakter yang kuat/tinggi pada diri jurnal ataupun dokumen sejenisnya yang memiliki
seseorang memanifestasikan dirinya dalam pelayanan relevansi dengan tema penelitian dan dapat dijadikan
kepada lembaga dan komunitas serta dalam pendukung dalam penyelesaian penulisan paper ini.
keteguhannya di masyarakat umum. Hal ini sejalan Adapun langkah-langkah penulisan paper ini
dengan fungsi pendidikan nasional yaitu meliputi penemuan dan perumusan masalah,
mengembangkan kemampuan dan membentuk watak pengumpulan data dan informasi melalui kajian
serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka terhadap sumber-sumber tertulis yang relevan, analisis
mencerdaskan kehidupan bangsa. sistematis, perumusan solusi, pengambilan kesimpulan.
Kurikulum 2013 yang saat ini diterapkan
pemerintah lewat Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan memberikan kesempatan luas bagi guru PEMBAHASAN
maupun sekolah untuk meningkatkan efektivitas waktu
pembelajaran. Guru haruslah paham bagaimana Pembelajaran sains
mengintegrasikan keunggulan lokal sebagai bagian Pembelajaran merupakan sebuah usaha yang sengaja
integral dari materi keilmuan sains dalam pembelajaran melibatkan dan menggunakan pengetahuan profesional
sains di sekolah. yang dimiliki guru untuk mencapai tujuan kurikulum.
Keunggulan lokal adalah segala sesuatu yang Hardini & Puspitasari (2012) menyatakan pembelajaran
menjadi ciri khas kedaerahan yang mencakup aspek adalah suatu aktivitas yang dengan sengaja untuk
ekonomi, budaya, teknologi informasi, dan lain memodifikasi berbagai kondisi yang diarahkan untuk
sebagainya. Keunggulan lokal adalah hasil bumi, kreasi tercapainya suatu tujuan yaitu tercapainya tujuan
seni, tradisi budaya, pelayanan jasa, sumber daya alam, kurikulum.
sumber daya manusia, atau lainnya yang menjadi Pembelajaran sains sebaiknya dilaksanakan secara
keunggulan suatu daerah (Asmani, 2012). inkuiri ilmiah (scientific inquiry) untuk menumbuhkan
Pembelajaran sains yang akan datang diupayakan kemampuan berpikir, bekerja, dan bersikap ilmiah serta
bersifat kontekstual dan terwujud keseimbangan antara mengkomunikasikannya sebagai aspek penting
aspek pengetahuan sains itu sendiri dengan penanaman kecakapan hidup. Oleh karenanya pembelajaran sains
dan penumbuhkembangan sikap ilmiah termasuk haruslah menekankan pada pemberian pengalaman
didalamnya nilai-nilai keunggulan lokal yang ada dan belajar secara langsung melalui penggunaan dan
berkembang di masyarakat setempat. Hal ini perlu pengembangan keterampilan proses dan sikap ilmiah.
diupayakan semaksimal mungkin demi terwujudnya Pembelajaran sains harus memposisikan peserta
pembelajaran sains yang benar-benar bermanfaat dan didik sebagai pusat kegiatan, hal ini dimaksudkan untuk
bermakna bagi peserta didik dan berdampak luas bagi membentuk karakter, peradaban, dan mampu
masyarakat. Berdasarkan pemikiran ini, tujuan yang meningkatkan mutu kehidupan peserta didik.
hendak dicapai pembelajaran sains bukan semata-mata Pembelajaran sains harus memberdayakan semua
untuk menanamkan dan meningkatkan pemahaman potensi peserta didik agar mampu menguasai semua
sains saja, tetapi adalah bagaimana peserta didik mampu kompetensi yang diharapkan. Pemberdayaan tersebut
memahami kehidupan peserta didik itu sendiri. diarahkan untuk mendorong pencapaian kompetensi dan
Berdasarkan latar belakang tersebut maka perlu perilaku khusus agar mampu menjadi pembelajar
adanya upaya strategis untuk mewujudkan pembelajaran sepanjang hayat dan mewujudkan masyarakat belajar.
sains yang mampu mengembangkan aspek keilmuan Sains yang diajarkan di sekolah-sekolah memuat
sains peserta didik, mengangkat aspek keunggulan lokal beberapa tujuan agar peserta didik memiliki
daerah masing-masing, sekaligus melestarikan nilai- kemampuan sebagai berikut:
nilai positif yang terkandung budaya masyarakat 1. Meningkatkan keyakinan terhadap kebesaran Tuhan
sehingga tercapai pembelajaran sains yang bermakna Yang Maha Esa berdasarkan keberadaan, keindahan,
bagi peserta didik. Untuk itulah dalam paper ini dan keteraturan alam ciptaan-Nya.
diuraikan tentang usaha pengembangan pembelajaran 2. Mengembangkan pemahaman tentang berbagai
sains yang berbasis keunggulan lokal. macam gejala alam, konsep, dan prinsip sains yang
bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan
sehari-hari.
METODE
3. Mengembangkan rasa ingin tahu, sikap positif, dan
Jenis penelitian ini ialah penelitian eksploratif yaitu kesadaran terhadap adanya hubungan yang saling
penelitian yang dilakukan dalam rangka memperluas
PRASTYO – Pembelajaran Sains Berbasis Keunggulan Lokal (PSBKL) … 53

mempengaruhi antara sains, lingkungan, teknologi, Pembelajaran sains berbasis keunggulan lokal dan
dan masyarakat. landasan yuridis
4. Melakukan inkuiri ilmiah untuk menumbuhkan Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal merupakan
kemampuan berpikir, bersikap dan bertindak ilmiah usaha sadar yang terencana melalui penggalian dan
serta berkomunikasi. pemanfaatan potensi daerah daerah setempat secara arif
5. Meningkatkan kesadaran untuk berperan serta dalam dalam upaya mewujudkan suasana belajar dan proses
memelihara, menjaga, dan melestarikan lingkungan pembelajaran, agar peserta didik aktif mengembangkan
serta sumber daya alam. potensi dirinya untuk memiliki keahlian, pengetahuan,
6. Meningkatkan kesadaran untuk menghargai alam dan sikap dalam upaya ikut serta membangun bangsa
dan segala keteraturannya sebagai salah satu ciptaan dan negara (Prasetyo, 2013).
Tuhan. Pembelajaran Sains Berbasis Keunggulan Lokal
7. Meningkatkan pengetahuan, konsep, dan (PSBKL) merupakan pembelajaran yang dilaksanakan
keterampilan sains sebagai dasar untuk melanjutkan sesuai kebutuhan daerah, dengan memanfaatkan
pendidikan ke jenjang selanjutnya. berbagai sumber daya alam, sumber daya manusia,
geografis, budaya, historis, dan potensi daerah lainnya
Pembelajaran sains di sekolah juga harus yang bermanfaat dalam proses pengembangan
diarahkan menuju konsep pembelajaran yang kompetensi sesuai potensi, bakat, dan minat peserta
menyenangkan. Dalam perspektif pendidikan Islam didik. Pembelajaran sains berbasis keunggulan lokal
terdapat berbagai cara dan langkah yang Rasulullah tidak muncul begitu saja. Ada beberapa landasan yuridis
Muhammad SAW lakukan (Hamruni, 2009) dapat yang dapat dijadikan dasar pengembangan PSBK,
disarikan sebagai berikut: antara lain:
1. Memberikan kemudahan dan suasana gembira. 1. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 Pasal
2. Menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. 34, bahwa “Pendidikan berbasis keunggulan lokal
3. Menarik minat. adalah pendidikan yang diselenggarakan setelah
4. Menyajikan materi yang relevan. memenuhi standar nasional pendidikan dan
5. Melibatkan emosi positif dalam pembelajaran. diperkaya dengan keunggulan kompetitif dan/atau
6. Melibatkan semua indera dan pikiran. komparatif daerah”.
7. Menyesuasikan dengan tingkat kemampuan peserta 2. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 Pasal
didik. 35 Ayat 2, bahwa “Pemerintah kabupaten/kota
8. Memberikan pengalaman sukses. melaksanakan dan/atau memfasilitasi perintisan
9. Merayakan hasil. program dan/atau satuan pendidikan yang sudah atau
hampir memenuhi standar nasional pendidikan untuk
Keunggulan lokal sebagai potensi global dikembangkan menjadi program dan/atau satuan
Banyak istilah untuk menjelaskan “keunggulan lokal” pendidikan bertaraf internasional dan/atau berbasis
misalnya local genius, local wisdom, kearifan lokal, dan keunggulan lokal”.
potensi lokal. Namun sering beberapa istilah tersebut 3. Renstra Kementerian Pendidikan Nasional 2010-
tumpang tindih maknanya. Secara umum local wisdom 2014, bahwa “Pendidikan harus menumbuhkan
dapat dimaknai sebagai gagasan-gagasan lokal yang pemahaman tentang pentingnya keberlanjutan dan
bersifat bijaksana, penuh kearifan, bernilai baik yang keseimbangan ekosistem, yaitu pemahaman bahwa
tertanam dan diikuti oleh anggota masyarakatnya. manusia adalah bagian dari ekosistem. Pendidikan
Menurut Ayatrohaedi (Prasetyo, 2013) menyebut local harus memberikan pemahaman tentang nilai-nilai
genius adalah juga cultural identity, tanggungjawab sosial untuk memberikan gambaran
identitas/kepribadian bangsa yang menyebabkan bangsa pada peserta didik bahwa mereka adalah bagian dari
tersebut mampu menyerap dan mengolah kebudayaan sistem sosial yang harus bersinergi dengan manusia
asing sesuai watak dan kemampuan sendiri. lain dan bagian dari sistem alam yang harus
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kemudian bersinergi dengan alam beserta seluruh isinya”.
menyebut dua istilah tersebut dengan “keunggulan
lokal”. Pengembangan Pembelajaran Sains Berbasis
Keunggulan lokal ini menjadi ciri khas daerah Keunggulan Lokal (PSBKL)
yang mencakup aspek ekonomi, budaya, teknologi Tahap PSBKL ini diadaptasi dari Pendidikan Berbasis
informasi dan komunikasi, dan ekologi yang Keunggulan Lokal yang dikembangkan tim Direktorat
dikembangkan dari potensi daerah masing-masing. Pembinaan SMA Direktorat Jenderal, Pendidikan
Aspek potensi keunggulan yang dapat dikembangkan Menengah, Kementerian Pendidikan Nasional. Tahap-
meliputi sumber daya alam, sumber daya manusia, tahap pengembangan PSBKL tersebut dapat dijelaskan
geografis, budaya, dan historis. sebagai berikut:
1. Menginventarisasi Aspek Potensi Keunggulan Lokal
Langkah riil yang dapat dilaksanakan yaitu:
54 1: 51-56, 2018

a. Mengidentifikasi semua potensi keunggulan Metode yang relevan untuk diterapkan dalam
lokal/daerah pada masing-masing aspek potensi PSBKL adalah penyelidikan/eksperimen, metode
(sumber daya alam, sumber daya manusia, observasi lapangan dan metode diskusi/tanya jawab
geografis, historis, budaya). kelompok. Sumber belajar yang dapat digunakan dalam
b. Memperhatikan potensi keunggulan lokal yang PSBKL adalah lingkungan alamiah, lingkungan sosial
ada di kabupaten/kota yang merupakan budaya, buku-buku pelajaran dan buku teks, audio
keunggulan kompetitif/komparatif. visual serta internet. Sistem penilaian yang relevan
c. Mengidentifikasi dan mengumpulkan informasi adalah nontes (penilaian kinerja, sikap, portofolio,
melalui dokumentasi, observasi, wawancara, atau produk) dan penilaian dengan tes.
literatur. Implementasi PSBKL ini dapat diujikan
d. Mengelompokkan hasil identifikasi setiap aspek menggunakan model Iqra’ melalui pendekatan Jelajah
keunggulan lokal yang saling terkait. Alam Sekitar (JAS). Sebagai sebuah pendekatan,
2. Menganalisis Kondisi Internal Sekolah pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS) ini
a. Mengidentifikasi data riil internal sekolah memanfaatkan alam sekitar kehidupan peserta didik
meliputi peserta didik, guru, maupun sarana baik lingkungan fisik, sosial, budaya sebagai objek
prasarana. belajar dengan mempelajari fenomenanya melalui kerja
b. Mengidentiikasi kekuatan sekolah dan guru dan ilmiah. Ridlo (Karyani, 2007) menjelaskan pendekatan
kelemahannya dalam pengembangan PSBKL. ini menekankan pada kegiatan pembelajaran yang
3. Menganalisis Kondisi Eksternal Sekolah dikaitkan dengan situasi nyata, sehingga selain dapat
a. Mengidentifikasi peluang dan tantangan dalam membuka wawasan berpikir yang beragam dari seluruh
pengembangan potensi keunggulan lokal yang peserta didik, pendekatan ini memungkinkan peserta
telah diidentifikasi. didik dapat mempelajari berbagai konsep dan cara
b. Menjabarkan kesiapan dukungan pengembangan mengaitkannya dengan kehidupan nyata, sehingga hasil
PSBKL yang telah dianalisis. belajarnya lebih berdaya guna bagi kehidupannya.
4. Menentukan Jenis Keunggulan Lokal Kehidupan sebagai mahkluk Tuhan, mahkluk sosial dan
a. Menetapkan tema keunggulan lokal integritas dirinya.
1) tema keunggulan lokal merupakan pokok Ciri kegiatan pembelajaran dengan pendekatan
pikiran/ide dari keunggulan lokal yang JAS adalah: (1) selalu dikaitkan dengan alam sekitar
dilaksanakan dalam pembelajaran sains; secara langsung atau tidak langsung maupun
2) tema yang dipilih yang paling kuat menggunakan media, (2) selalu ada kegiatan peramalan,
keterkaitannya dengan materi IPA; pengamatan dan penjelasan, (3) ada laporan untuk
3) tema harus mampu menginspirasi guru dan dikomunikasikan baik secara lisan, tulisan, gambar, foto
peserta didik. atau audio visual.
b. Menetapkan jenis keunggulan lokal Berdasarkan ciri-ciri kegiatan pembelajaran
1) mengidentifikasi semua alternatif keunggulan dengan menggunakan pendekatan JAS di atas,
lokal berdasarkan tema yang sudah dilakukan penerapan suatu model yang bersesuaian
ditetapkan; dengan ciri tersebut yaitu model pembelajaran Iqra’.
2) pemilihan satu alternatif keunggulan lokal Model pembelajaran Iqra’ini di dalamnya memuat 3
memperhatikan minat dan bakal peserta kegiatan yaitu meliputi eksplorasi, konseptualisasi dan
didik, kesiapan guru, dan pertimbangan dapat komunikasi.
menjadi keunggulan komparatif. Model pembelajaran Iqra’ terinspirasi dari
c. Menetapkan kompetensi keunggulan lokal perintah pertama dalam Al-Qur’an yaitu lima ayat
1) kompetensi keunggulan lokal dikembangkan pertama surat Al-Alaq. Model ini merupakan salah satu
berdasarkan SK dan KD; bentuk model pembelajaran yang menggunakan
2) SK dan KD dapat dikembangkan berdasarkan pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS). Pendekatan
tema dan alternatif keunggulan lokal yang terpadu dengan melibatkan disiplin ilmu agama
sudah ditetapkan. memberikan nilai religius yang dapat membangkitkan
5. Melakukan strategi pelaksanaan PSBKL rasa percaya atau keyakinan bahwa sesuatu yang ada
a. Untuk kompetensi pada ranah pengetahuan mesti ada yang menciptakan dan mengaturnya, yang
(kognitif). pada akhirnya timbul kesadaran akan kebesaran Tuhan.
b. Untuk kompetensi pada ranah sikap (afektif). Rasa kesadaran ini biasanya muncul bila dihadapkan
c. Untuk kompetensi pada ranah keterampilan adanya suatu kekaguman dari gejala-gejala alam.
(psikomotor).
PRASTYO – Pembelajaran Sains Berbasis Keunggulan Lokal (PSBKL) … 55

KEGIATAN PENDAHULUAN
 Guru membuka pelajaran dengan salam dan membaca doa.
 Guru menyampaikan persepsi, menggali pengetahuan awal peserta didik, dan memotivasi.
 Guru menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran.

EKSPLORASI
 Guru menumbuhkan hakikat Ketuhanan.
 Guru menanamkan rasa tidak percaya terhadap sebuah pernyataan.
 Guru memandu peserta didik membentuk kelompok kecil untuk melakukan
pengamatan/penyelidikan dari berbagai perspektif seperti sains, historis, budaya, geografis.
 Guru memfasilitasi peserta didik untuk melakukan penyelidikan.
 Peserta didik disarankan membuat laporan hasil penyelidikan.

KONSEPTUALISASI
 Guru memberikan tugas.
 Guru membimbing dan mengarahkan peserta didik untuk diskusi.
 Guru mengajukan pertanyaan bersifat terbuka (open ended) untuk mengecek kompetensi dasar
siswa atupun keunggulan lokal terkait tema yang dipelajari.

KOMUNIKASI
 Guru meminta masing-masing kelompok untuk menuliskan hasil diskusinya.
 Peserta didik menyampaikan hasil penyelidikan di depan kelas dan peserta didik dari kelompok
lain diberikan kesempatan menyanggah atau berkomentar.
 Guru memfasilitasi peserta didik untuk berkomentar, mengajukan pertanyaan, dan mengklarifikasi
topik yang dipelajari serta melakukan refleksi.
 Guru memberikan konfirmasi terhadap hasil penyelidikan peserta didik.
 Guru memberikan umpan balik positif dalam bentuk pujian tertulis maupun lisan terhadap
keberhasilan peserta didik.

KEGIATAN AKHIR
 Guru menyarankan peserta didik menyimpulkan hasil pembelajaran.
 Guru memberikan tes akhir.
 Guru memberikan tugas pengayaan.
 Menyampaikan doa bersama dan salam menutup pelajaran.

Gambar 1. Langkah PSBKL menggunakan model Iqra’ melalui pendekatan JAS.


56 1: 51-56, 2018

Penerapan PSBKL ini maka mampu menjembatani Hamruni. (2009). Strategi dan Model-Model Pembelajaran
pengetahuan dan keyakinan peserta didik yang Aktif Menyenangkan. Yogyakarta: Fakultas Tarbiyah UIN
merupakan budaya aslinya menuju konsepsi ilmiah. Hal Sunan Kalijaga.
ini sesuai dengan yang dikemukakan Cobern dan Hardini, Isriani & Puspitasari, Dewi. (2012). Strategi
Aikenhead (Suastra, 2010) menyatakan jika subkultur Pembelajaran Terpadu. Yogyakarta: Familia.
sains modern yang diajarkan di sekolah harmonis Hasard, Jack. (2005). The Art of Teaching Science. Oxford:
dengan subkultur kehidupan sehari-hari peserta didik, Oxford University Press.
pembelajaran sains akan berkecenderungan memperkuat Hodson, Derek. (2003). Teaching and Learning Science.
pandangan siswa tentang alam semesta, dan hasilnya Buckingham: Open University Press.
adalah enkulturasi. Dengan kata lain, di satu sisi Karyani, Lilis. (2007). Meningkatkan Pemahaman Siswa
kompetensi dasar peserta didik meningkat dan di sisi Menggunakan Pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS)
lain kearifan keunggulan lokal tetap lestari. dengan Model Iqro pada Materi Prinsip-prinsip
Klasifikasi, Virus dan Monera di MAN 2 Semarang.
Skripsi, tidak diterbitkan, Universitas Negeri Semarang,
Semarang.
KESIMPULAN
Mortimer, E. F. & Scott, P. H. (2003). Meaning Making in
Pembelajaran sains berbasis keunggulan lokal (PSBKL) Secondary Science Classrooms. Philadelphia: Open
University Press.
mengacu pada landasan yuridis Pendidikan Berbasis
Keunggulan Lokal merupakan sebuah usaha Mulyani, Sri dkk. (2008). Jelajah Alam Sekitar (JAS)
Pendekatan Pembelajaran Biologi. Semarang: Universitas
mengembalikan keunggulan lokal daerah sebagai modal
Negeri Semarang.
berharga dalam pembelajaran sains agar pembelajaran
sains menjadi lebih bermakna. Upaya mewujudkan Nashir, Haedar. (2013). Pendidikan Karakter Berbasis Agama
dan Budaya. Yogyakarta: Multi Presindo.
PSBKL dapat dilakukan melalui berbagai langkah dan
strategi: menginventarisasi aspek potensi keunggulan Pemprov DIY. (Peraturan Daerah Provinsi Daerah Istimewa
Yogyakarta Nomor 5 Tahun 2011 tentang Pengelolaan
lokal, menganalisis kondisi internal sekolah,
dan Penyelenggaraan Pendidikan Berbasis Budaya).
menganalisis kondisi eksternal sekolah, menentukan
jenis keunggulan lokal dan melakukan strategi Prastyo, Erwin. (2013). Pengembangan Perangkat
Pembelajaran IPA Terpadu Berbasis Model Iqra’ dan
pelaksanaan PSBKL.
Mitigasi Bencana Erupsi Merapi. Skripsi, tidak
PSBKL dapat diimplementasikan menggunakan diterbitkan, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.
model Iqra’ melalui pendekatan Jelajah Alam Sekitar
Prasetyo, Z. K. & Dwianto, Agus. Science Domain Based
(JAS). Ciri kegiatan pembelajaran dengan pendekatan Learning Integrated Local Wisdom to Improve Student’s
JAS adalah: (1) selalu dikaitkan dengan alam sekitar Science Process Skills and Scientific Attitudes.
secara langsung atau tidak langsung maupun Proceeding of International Seminar on Science
menggunakan media, (2) selalu ada kegiatan peramalan, Education, 31 Oktober 2015, UNY, 1-8.
pengamatan dan penjelasan, (3) ada laporan untuk Prasetyo, Z. K. Pembelajaran Sains Berbasis Kearifan Lokal.
dikomunikasikan baik secara lisan, tulisan, gambar, foto Makalah Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika:
atau audiovisual. Model pembelajaran Iqra’ memiliki 3 Pembelajaran Sains Berbasis Kearifan Lokal, UNS-
sintaks yaitu eksplorasi, konseptualisasi, dan Surakarta tanggal 14 September 2013.
komunikasi. Suastra, I. W. (2010). Model Pembelajaran Sains Berbasis
Penerapan PSBKL ini maka mampu menjembatani Budaya Lokal untuk Mengembangkan Kompetensi Dasar
pengetahuan dan keyakinan peserta didik yang Sains dan Nilai Kearifan Lokal di SMP. Jurnal
merupakan budaya aslinya menuju konsepsi ilmiah. Pendidikan dan Pengajaran, Jilid 43 No. 42, 8-16.
Subkultur sains modern yang diajarkan di sekolah Sumaji, dkk. (2009). Pendidikan Sains yang Humanistis.
harmonis dengan subkultur kehidupan sehari-hari Yogyakarta: Kanisius.
peserta didik, pembelajaran sains akan Tim PBKL. (2011). Penyelenggaraan Pendidikan Berbasis
berkecenderungan memperkuat pandangan siswa Keunggulan Lokal. Jakarta: Kementerian Pendidikan
tentang alam semesta. Nasional, Direktorat Pembinaan SMA, Direktorat Jenderal
Pendidikan Menengah.
Wilujeng, Insih dkk. (2017). The Effect of Science Learning
DAFTAR PUSTAKA Integrated with Local Potential of Wood Carving and
Pottery Towards the Junior High School Student’s Critical
Asmani, J. M. (2012). Pendidikan Berbasis Keunggulan Thingking Skill. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 6(1),
Lokal. Yogyakarta: Divapress. 103-109.
Chiappetta, E. L. & Koballa, T. R. (2010). Science Instruction Zuchdi, Darmiyati dkk. (2011). Pendidikan Karakter dalam
in The Middle and Secondary Schools: Developing Perspektif Teori dan Praktik. Yogyakarta: UNY Press.
Fundamental Knowledge and Skills. New York: Allyn and
Bacon.
ISSN 2622-9439; E-ISSN 2622-9447
Volume 1, September 2018
Halaman: 57-62

Eksistensi Keluarga dalam Mewujudkan Pendidikan Islam Sebagai


Upaya Mengatasi Krisis Moral
Rina Oktafia Putri
Program Studi Doktoral Islam, Konsentrasi Kependidikan Islam, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga
Jl. Marsda Adisucipto Yogyakarta 55281 - Indonesia
Email: rinaoktaviaputri@gmail.com

Abstrak. Krisis moral saat ini telah mencapai titik puncaknya seperti tinggiya tingkat kriminalitas dan juga ditemukannya perilaku
menyimpang yaitu lgbt dan seks bebas, hal ini tentu berdampak sangat buruk terhadap seluruh sendi kehidupan. Salah satu sumber
terjadinya krisis moral yaitu kurangnya implementasi pendidikan Islam. Pendidikan secara umum saat ini hanya berfokus kepada
penekanan intelektualitas tanpa mementingkan pendidikan Islam, moral dan etika. Selanjutya pendidikan Islam dalam hal ini
membimbing dan mengarahkan anak untuk mengembangkan dirinya, baik jasmani maupun rohani, sehingga terbentuk kepribadian
dan moral yang baik. Persoalan ini merupakan tanggung jawab semua pihak, dan keluarga adalah salah satu lembaga pendidikan
pertama yang paling utama menjadi tempat berkembangnya karakter dan moral setiap individu. Eksistensi dan peranan keluarga
dalam penyadaran, penanaman serta pengembangan pendidikan Islam dan moral karena adanya ikatan emosional yang terjalin antara
orang tua dan anak yang sedemikian kuat. Keluarga memiliki sisi keunggulan dalam mengatasi krisis moral tersebut. Tujuan tulisan
ini yaitu untuk menjelaskan bagaimana eksistensi keluarga untuk mengimplementasi pendidikan Islam sebagai upaya mencegah dan
mengatasi krisis moral yang terjadi pada anak. Selanjutnya proses penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif.
Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan teknik analisis data dilakukan dengan
reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.

Kata Kunci: Keluarga, Pendidikan Islam, Krisis moral

PENDAHULUAN permasalahan yang ditemui di lapangan dan hal ini tentu


saja tidak sesuai dengan tujuan sistem pendidikan
Sebagaimana yang diketahui bahwa keluarga, sekolah, nasional. Di era millennial saat ini telah banyak
dan masyarakat merupakan tri pusat pendidikan. mengalami keterpurukan pada berbagai bidang
Keluarga adalah hal pertama dalam memberikan kehidupan dan kita terperanjat karenanya. Kehidupan
pengaruh terhadap seluruh perkembangan anak. Dalam yang sejak dulu dikenal sebagai pancasilais dan agamis,
pandangan Islam, seorang anak masuk Islam sejak awal sekarang berbanding terbalik oleh realitas yang
kehidupannya dan dari keluarga ditanamkan benih- diciptakan oleh masyarakat itu sendiri.
benih pendidikan. Selanjutnya pendidikan adalah usaha Jauh sebelumnya, pendahulu republik telah
meningkatkan diri dalam segala aspek kehidupannya. mencanangkan dan menerapkan nilai-nilai luhur dalam
Pendidikan merupakan suatu yang integral dari tatanan kehidupan, seperti perilaku santun, toleransi,
kehidupan. Pendidikan berasal dari kata didik yang solidaritas, kepeduliaan sosial, gotong royong,
berarti memelihara dan membentuk latihan, jadi hegemoni masyarakat dan hal tersebut merupakan icon
pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan secara dan atribut Indonesia sebagai negara yang memiliki adat
sadar dan sengaja untuk mengubah tingkah laku ketimuran yang sekarang tergantikan oleh budaya baru.
manusia secara individu maupun kelompok untuk Seperti adanya saling curiga, egoisme, anarkisme, saling
mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan mengkafirkan antar sesama dan semacamnya, hal ini
pelatihan. tidak terlepas dari pengaruh globalisasi yang terjadi di
Hal senada sesuai dengan tujuan pendidikan berbagai belahan dunia. Jika diperhatikan secara
nasional yang berfungsi mengembangkan kemampuan seksama bahwa realitas sekarang, masyarakat kita
dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang mudah sekali terprovokasi dan terperdaya untuk berbuat
bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan brutal dan anarkis. Dan banyak sekali kasus-kasus yang
bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi terjadi, yang menggambarkan terjadinya krisis moralitas
peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan masyarakat terutama dikalangan anak-anak dalam
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak kehidupan. Hal ini terjadi hampir merata pada sendi
mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan kehidupan, mulai dari proses akibat kesenjangan sosial
menjadi warga negara yang demokratis serta yang terlalu tajam, separatisme yang ingin memisahkan
bertanggung jawab (Undang-Undang Nomor 20 Tahun diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, sampai
2003). Dari rumusan diatas terdapat beberapa pada konflik SARA.
58 1: 57-62, 2018

Terjadinya krisis moral adalah tanggung jawab menjadikan suatu keakraban yang terjalin di dalam
secara bersama terutama bagi keluarga. Keluarga keluarga. Keluarga dikatakan sebagai lingkungan sosial
merupakan pendidikan pertama yang diterima oleh anak terkecil yang merupakan fondasi dan investasi awal
dan eksistensi keluarga dalam menanamkan pendidikan untuk membangun kehidupan sosial dan kehidupan
Islam merupakan tolak ukur utama dalam mengatasi bermasyarakat secara lebih luas untuk menjadi lebih
berbagai permasalahan khususnya krisis moral. Lickona baik. Sebab, didalam keluarga menerapkan internalisasi
seorang profesor pendidikan dari Cortland University nilai-nilai dan norma-norma sosial jauh lebih efektif dan
mendeskripsikan tentang hubungan antara aspek moral efisien dibandingkan institusi lainnya diluar lingkungan
dengan kemajuan bangsa yang tidak terlepas dari keluarga. Bukan hanya itu, keluarga menjadi tempat
pendidikan. Menurut Lickona ada sepuluh tanda-tanda pertama bagi anak untuk belajar dalam berkehidupan,
zaman yang harus diwaspadai yang jika tanda ini sudah sebagai contoh menjadi pribadi yang baik dalam
ada, maka itu berarti sebuah bangsa sedang menuju bersosialisasi di lingkungan masyarakat.
jurang kehancuran. Tanda-tanda yang dimaksud adalah: Selanjutnya penerapan pendidikan Islam dalam
1. Meningkatnya kekerasan di kalangan remaja. lingkungan keluarga merupakan hal yang paling utama,
2. Penggunaan bahasa dan kata-kata yang memburu. dimana pendidik yang paling bertanggung jawab
3. Pengaruh peer group yang kuat dalam tindakan terhadap perkembangan seorang anak adalah orang tua.
kekerasan. Hal ini telah ditetapkan secara kodrati, karena mereka
4. Meningkatnya perilaku merusak diri, seperti ditakdirkan menjadi orang tua terhadap anak yang
penggunaan narkoba, alkohol, dan seks bebas. dilahirkan. Zakiah Darajat mengatakan bahwa orang tua
5. Semakin kaburnya pedoman moral baik dan buruk. merupakan pendidik pertama dan utama bagi anak-anak
6. Menurunnya etos kerja. mereka, karena dari merekalah anak mula-mula
7. Semakin rendahnya rasa hormat kepada orang tua menerima pendidikan (Daradjat, 1973). Kedua orang tua
dan Guru. memainkan peranan begitu penting sebagai pendidikan
8. Rendahnya rasa tanggungjawab individu dan warga pertama, sebelum pendidikan terhadap anak diserahkan
negara. kepada orang lain.
9. Membudayanya ketidakjujuran. Dalam hal ini tentu ada tanggung jawab orang tua
10. Adanya rasa saling curiga dan kebencian di antara selaku pendidikan pertama. Menurut Fuad Ihsan,
sesama (Lickona, 2003). tanggung jawab pendidikan oleh kedua orang tua
meliputi:
Dari penjelasan diatas, telah menunjukkan 1. Memelihara dan membesarkan anak. Tanggung
terjadinya krisis moral di kalangan masyarakat terutama jawab ini merupakan dorongan alami untuk
anak-anak. Pendidikan Islam dalam hal ini merupakan dilaksanakan, karena anak memerlukan makan,
salah satu jawaban dalam mengatasi berbagai minum dan perawatan, agar ia dapat hidup secara
permasalahan moral. Pendidikan Islam merupakan berkelanjutan.
sebuah proses transformasi dan internalisasi nilai-nilai 2. Melindungi dan menjamin kesehatan anak, baik
ajaran Islam terhadap anak. Proses tersebut bersandar secara jasmani maupun rohani dari berbagai
pada prinsip pengembangan fitrah manusia agar gangguan penyakit atau bahaya lingkungan yang
memperoleh kesempurnaan hidup didalam semua aspek dapat membahayakan dirinya.
kehidupan. 3. Mendidik anak dengan berbagai ilmu pengetahuan
dan keterampilan yang berguna bagi hidupnya,
sehingga apabila ia dewasa ia mampu berdiri sendiri
PEMBAHASAN dan membantu orang lain serta melaksanakan fungsi
kekhalifahannya.
Keluarga sebagai lembaga pendidikan pertama 4. Membahagiakan anak untuk dunia dan akhirat
Keluarga merupakan suatu persekutuan hidup yang dengan memberinya pendidikan Agama sesuai
harus dijalani dengan rasa kasih sayang diantara dengan tuntunan Allah SWT sebagai tujuan akhir
manusia untuk saling menyempurnakan diri. Dalam hidup muslim. Tanggung jawab ini dikategorikan
pandangan Islam, keluarga dikenal dengan istilah juga sebagai tanggung jawab kepada Allah (Fuad
“’usroh, nasl, ‘ali, dan nasb’’ (Muhaimin, dkk. 1993). Ihsan, 1997).
Berbeda halnya dengan pandangan antropologi yakni
keluarga merupakan kesatuan sosial terkecil yang Dari paparan diatas, jelas sekali bahwa tanggung
dimiliki oleh manusia sebagai makhluk sosial yang jawab orang tua dalam mendidik anak dalam
memiliki tempat tinggal untuk berlindung, mendidik, perjalanannya orang tua tidak boleh melupakan bahwa
berkembang dan lain sebagainya. Jadi sebuah keluarga menurut ajaran Islam, anak adalah fitrah yakni cobaan
terdiri dari ayah, ibu dan anak (Wahyu, 1986). Tuhan kepada hambanya, selain dari harta benda.
Di dalam keluarga terjadinya interaksi yang Sebagaimana yang terjadi di era millennial sekarang,
membentuk suatu hubungan yang sangat erat antara turunnya moralitas anak dalam tatanan berperilaku dan
ayah, ibu dan anak. Dari proses interaksi tersebut hal tersebut telah kita saksikan bersama, misalnya
PUTRI – Eksistensi keluarga dalam mewujudkan pendidikan Islam … 59

pergaulan bebas, narkoba, seks bebas dan lain teoritis mengandung pengertian memberi makan kepada
sebagainya. Al-Qur’an telah memperingatkan manusia: jiwa seseorang sehingga mendapatkan sebuah kepuasan
”Dan ketahuilah oleh kalian semua bahwa rohaniah (Arifin, 1991). Menurut Syekh Ahmad An-
sesungguhnya harta bendamu dan anak-anakmu itu Naquib Al-Attas, definisi pendidikan Islam adalah
adalah fitnah.” (QS. 8: 23). Mengomentari Firman di usaha yang dilakukan pendidik terhadap anak didik
atas, Yusuf Ali mengatakan: untuk pengenalan dan pengakuan tempat-tempat yang
“A big family-many sons- was considered a source of benar dari segala sesuatu di dalam tatanan penciptaan
power and strength… So in English, a man with many sehingga membimbing ke arah pengenalan dan
children is said to have his “quiver full”. ”As arrows are pengakuan akan tempat Tuhan yang tepat di dalam
in the hands of mighty an, so are the children of them wujud dan keberadaan-Nya (Jamaluddin & Ali,
youth. Happy is the man that hath his quiver full of 1998).
them: They shall not be ashamed, but they shall speak Dalam hal ini pendidikan ingin diarahkan kepada
with the enemies in the gates. ”So with property and pertumbuhan yang sesuai dengan ajaran Islam, maka
possessions: They add to man’s dignity, power and harus berproses melalui beberapa kelembagaan maupun
influence. But both possession and a large family are melalui sistem pendidikan yang berpedoman pada
temptation and trial. They may turn out to be assure of syari’at Islam. Adapun secara esensi pendidikan Islam
spiritual down fall, if they are mishandled, or if the love yang dilandasi oleh filsafat pendidikan Islam yang
of them excludes the love of them excludes the love of benar dan mengarahkan kepada proses pendidikan
God.” (Ali, Yusuf, A. 1403 H). Islam, M. Fadil Al-Djamali, Guru Besar Universitas
Dari kutipan diatas, jelas dikatakan bahwa anak Tunisia, mengungkapkan cita-citanya bahwa
sebagai cobaan bagi kedua orang tua. Adapun contoh pendidikan yang harus dilaksanakan umat Islam
cobaan tersebut yaitu terjadinya krisis moralitas anak adalah “pendidikan keberagamaan yang berlandaskan
dalam kehidupan bermasyarakat. Maka dalam hal ini keimanan yang berdiri di atas filsafat pendidikan
pentingnya pendidikan Islam untuk mendidik dan yang bersifat menyeluruh yang berlandaskan iman
mengarahkan anak dalam membentuk kepribadian pula” (M. Arifin, 1994).
sesuai dengan syari’at Islam dan hal tersebut di mulai Selanjutnya pendidikan Islam dalam keluarga
dari lingkungan keluarga. menjadi salah satu faktor keberhasilan dalam mengatasi
krisis moral. Dalam hal ini keluarga merupakan tempat
Konsep pendidikan Islam pertama dan utama bagi seorang anak dalam
Sebelum membahas pengertian pendidikan Islam, disini mendapatkan pendidikan khususnya pendidikan Islam
penulis akan terlebih dahulu mengemukakan arti karena seorang anak akan mendapatkan pendidikan nilai
pendidikan pada umumnya. Istilah pendidikan berasal sosial, agama dan moral. Konsep pendidikan Islam
dari kata didik dengan memberinya awalan "pe" dan harus mulai diperkenalkan, diajarkan dan juga
akhiran "kan" mengandung arti perbuatan (hal, cara dan dibiasakan sedini mungkin. Jika pendidikan Islam tidak
sebagainya). Istilah pendidikan ini semula berasal dari diperkenalkan kepada anak-anak sejak masih kecil, hal
bahasa Yunani, yaitu paedagogie, yang berarti ini akan berakibat: (1) tidak adanya unsur pendidikan
bimbingan yang diberikan kepada anak. Istilah ini Islam dalam kepribadian anak dan akan menjadi sukar
kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris bagi anak untuk menerima pendidikan tersebut jika
dengan education yang berarti pengembangan atau telah dewasa (2) melakukan segala sesuatu menurut
bimbingan. Dalam bahasa Arab istilah ini sering dorongan dan keinginan jiwanya tanpa ia
diterjemahkan dengan tarbiyah, yang berarti memperhatikan adanya hukum-hukum atau norma-
pendidikan. Ahmad D. Marimba mengatakan bahwa norma yang berlaku di masyarakat (Waluyo dalam
pendidikan adalah bimbingan yang dilakukan secara www.depdiknas.go.id)
sadar oleh si pendidik terhadap perkembangan jasmani Mengingat begitu pentingnya konsep pendidikan
dan rohani si terdidik menuju terbentuknya kepribadian Islam yang diterapkan dalam lingkungan keluarga
yang utama. Menurut Ki Hajar Dewantara pendidikan sebagai alat untuk pengembangan potensi, pewarisan
yaitu tuntunan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak, budaya, penetrasi tingkah laku dan sebagai interaksi
adapun maksudnya pendidikan yaitu menuntun antara potensi dan budaya. Maka suatu proses dalam
kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar pendidikan Islam mempunyai tujuan yang biasanya
mereka sebagai manusia dan sebagai anggota diusahakan untuk menciptakan berbagai pola perilaku
masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan untuk menjadi manusia seutuhnya yang sesuai dengan
kebahagian yang setinggi-tingginya. pendidikan Islam itu sendiri. Adapun tujuan dari
Dari semua definisi itu dapat disimpulkan bahwa pendidikan Islam menurut Athiyah Al-Abrasi dalam
pendidikan adalah sebuah kegiatan yang dilakukan Abidin Ibnu Rusn menyimpulkan ada lima tujuan
dengan sengaja dan terencana yang dilaksanakan oleh pendidikan Islam yaitu (1) membantu pembentukan
orang dewasa yang memiliki ilmu dan keterampilan akhlak yang mulia (2) mempersiapkan untuk kehidupan
kepada anak didik, demi terciptanya insan kamil. dunia akhirat (3) membentuk pribadi yang utuh sehat
Selanjutnya masuk kepada pendidikan Islam secara jasmani dan rohani (4) menyiapkan anak agar
60 1: 57-62, 2018

mempunyai profesi tertentu sehingga dapat manusia sedemikian ini memerlukan pemeliharaan dan
melaksanakan tugas mulia dengan baik atau persiapan pengembangan melalui penyiapan berbagai perangkat
untuk mencari rizki (Rusn, 1998). pendukung bagi lahirnya perilaku moral potensial
Pada dasarnya tujuan dari pendidikan Islam dalam menjadi perilaku moral aktual.
keluarga adalah menanamkan bentuk nilai-nilai Dengan cara diatas seseorang akan menjadi lebih
kebaikan dalam diri sejak dini. Secara filosofis baik dan memiliki nilai-nilai kemanusiaan sebagai
berorientasi kepada nilai-nilai yang islami berdasarkan lambang bagi manusia. Dalam pandangan Islam,
pada tiga dimensi hubungan manusia selaku ‘’khalifah’’ manusia yang ideal adalah manusia yang memiliki
di muka bumi yaitu sebagai berikut: (1) menanamkan kepribadian yang moralis, baik fungsinya sebagai
sikap hubungan yang seimbang dan selaras dengan mu’abbid, khalifah fi al-ardh, dan ‘immarah fi al-ardh
Tuhannya (2) membentuk sikap hubungan yang (Mansur, Amril, 2005). Hal ini merujuk kepada firman
harmonis, selaras dan seimbang dengan masyarakatnya Allah dalam surat Ali-Imron ayat 110:
(3) mengembangkan kemampuannya untuk menggali,
mengelola dan memanfaatkan kekayaan alam ciptaan َْ ‫ت أ ُ َّمةْ َخي‬
ْ‫ْر ُك ْنت ُ ْم‬ ْ ِ َّ‫وف تَْأ ْ ُم ُرونَْ ِللن‬
ْْ ‫اس أ ُ ْخ ِر َج‬ ِْ ‫بِ ْال َم ْع ُر‬
Allah bagi kepentingan kesejahteraan hidupnya dan
hidup selamanya serta bagi kepentingan ubudiahnya َْ‫ن َوت َ ْن َه ْون‬ َ ‫ّلل َوتُؤْ ِمنُونَْ ْال ُم ْن َك ِْر‬
ِْ ‫ع‬ َِّْ ‫ل آ َمنَْ َولَ ْْو ْۗ بِا‬ ُْ ‫أ َ ْه‬
kepada Allah, dengan dilandasi sikap hubungan yang
harmonis pula (Rusn, 1998). Selanjutnya konsep
ِْ ‫َوأ َ ْكث َ ُر ُه ُْم ْْال ُمؤْ ِمنُونَْ ِمْْن ُه ُْم ْۗ لَ ُه ْْم َخي ًْرا لَ َكانَْ ْال ِكت َا‬
‫ب‬
pendidikan Islam dalam keluarga bersifat mutlak dan َْ‫ْالفَا ِسقُون‬
tidak mengalami perubahan, hal ini sesuai dengan
konsep Illahi yang mengandung kebenaran mutlak dan “Kamu adalah sebaik-baik umat yang dilahirkan untuk
universal. Dan tujuan terakhir sesuai dengan tujuan manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah
hidup manusia dan peranannya sebagai ciptaan Allah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah SWT”.
SWT yaitu menjadi hamba Allah yang bertaqwa untuk
memperoleh kesejahteraan, kebahagiaan hidup di dunia Dari penjelasan dan firman Allah SWT diatas,
dan di akhirat. banyak filsuf muslim menyebutkan bahwa moralitas
manusia pada dasarnya adalah perefleksian sifat-sifat
Moralitas Tuhan ke dalam diri manusia yang menjadikannya
Konsep moralitas perspektif Islam sebagai bagian yang tidak terlepaskan dari dirinya. Dan
Perkembangan ilmu pengetahuan dan majunya dalam konteks Islam, moralitas berhubungan dengan
teknologi merupakan sesuatu hal sangat baik untuk iman sebagai realisasi ketauhidan manusia memiliki
peradaban dan kemajuan manusia. Tetapi dalam implikasi dan konsekuensi terhadap penegakan nilai-
perjalanannya ada dampak positif dan negatif, contoh nilai moral yang tinggi dan mulia (Amril, 2005).
dari dampak positif perkembangan ilmu pengetahuan
dan teknologi seperti adanya kemudahan dalam Faktor penyebab krisis moral
mengakses informasi, dunia serasa begitu dekat dan lain Runtuhnya moralitas dikalangan remaja dan anak-anak
sebagainya. Adapun dampak negatif yaitu semakin jauh merupakan suatu hal yang telah dipertontonkan di
pula manusia dari pegangan agama, anak-anak dengan seluruh belahan bumi nusantara yaitu Indonesia.
mudah mengakses situs video porno, adanya konten Masalah ini tentu telah mengancam kemajuan bangsa
yang berbau SARA dan masih banyak dampak buruk ini. Anak–anak yang seharusnya menjadi tumpuan masa
lainnya. depan bangsa, sekarang dinodai oleh krisis moral yang
Dalam hubungan ini, maka tidak terlepas dari mereka ciptakan sendiri dan terkadang tidak sadar akan
perilaku atau moral seseorang dalam penggunaan ilmu keberadaan dirinya sendiri. Namun tidak sedikit juga
pengetahuan dan teknologi. Moral dikatakan kelakuan anak-anak Indonesia menulis tinta emas dalam sejarah
yang sesuai dengan ukuran nilai-nilai masyarakat yang bangsa di dunia internasional.
timbul dari hati dan bukan datang dari luar, yang Selanjutnya terjadinya krisis moral memang sangat
disertai pula oleh rasa tanggung jawab atas kelakuan mempengaruhi bagi perkembangan dan kemajuan
tersebut. Tindakan itu haruslah mendahulukan bangsa Indonesia di masa depan. Salah satu faktor
kepentingan umum daripada kepentingan pribadi penyebab terjadinya krisis moral yaitu:
(Getteng, 1997). Jadi moral adalah baik buruknya 1. Masuknya budaya asing seakan mendoktrin
perbuatan dan kelakuan seseorang (Santoso & Prianto). masyarakat Indonesia khususnya kalangan anak-
Selanjutnya moralitas adalah lambang dari humanitas anak dan remaja untuk perlahan menjauh dari
yang tertinggi bagi manusia karena ia memang kebudayaan sendiri. Sebagai contoh, yaitu budaya
diciptakan untuk tujuan tersebut. Terdapat beberapa hal K-Pop yang membius anak-anak untuk mengikuti
seperti potensi psikis berupa akal, kemauan, dan cara berpakaian, berperilaku, pergaulan bebas dan
perasaan agar ia mampu berkreativitas dan berimajinasi lain sebagainya. Selanjutnya muncul sifat
dalam kehidupannya mesti senantiasa diarahkan pada materialisme dapat kita lihat dalam kehidupan
nilai-nilai moralitas yang tertinggi. Kondisi fitrah masyarakat yang berubah menjadi gaya hidup
PUTRI – Eksistensi keluarga dalam mewujudkan pendidikan Islam … 61

konsumtif. Gaya hidup mewah yang hanya pada aspek hafalan teks-teks keagamaan yang sudah
mementingkan dirinya sendiri, tanpa melihat ada.
keadaan sekitar dan masa depannya. 4. Sistem evaluasi, terutama bentuk-bentuk soal ujian
2. Perkembangan dan kemajuan membawa dampak agama Islam menunjukkan prioritas utama pada
besar dalam runtuhnya moral anak. Hal ini aspek kognitif dan jarang pertanyaan tersebut
dikarenakan akses informasi dengan mudah mempunyai muatan nilai dan makna spiritual
ditemukan di dunia internet. Akses internet yang keagamaan yang fungsional dalam kehidupan anak
begitu mudah menjadikan banyak anak-anak didik (Ismail, 2008).
menyalahkan gunakan perkembangan tersebut,
seperti foto dan video porno dan hal ini tentu Solusi dan Pembinaan Krisis Moral
merosotnya moral anak. Sebagai upaya meningkatkan eksistensi keluarga dalam
3. Memudarnya keimanan seseorang, ketika naik dan menerapkan pendidikan Islam untuk mengatasi krisis
turunnya keimanan seseorang menjadi potensi moral, maka perlu revitalisasi ulang pada semua bagian
terbuka untuk berbuat yang tidak semestinya. komponen pendidikan Islam. Sebagaimana yang
4. Lingkungan yang buruk, dikatakan demikian karena diketahui bahwa pendidikan Islam merupakan
lingkungan mempunyai andil besar dalam pengembangan pemikiran, penataan perilaku,
mempengaruhi pola fikir dan tingkah laku pengaturan emosial, pengaturan dalam hubungan
seseorang. Lingkungan yang buruk tentu sangat peranan manusia sesama manusia dan hubungan
berpotensi mengubah seseorang menjadi orang yang manusia dengan alam sekitar. Adapun perilaku yang
buruk dan begitu pula sebaliknya. Dan salah satu dimaksud adalah penghambaan manusia berdasarkan
bagian dari lingkungan kehidupan manusia adalah pemahaman atau tujuan penciptaan manusia itu sendiri,
televisi, adanya tayangan televisi yang tidak baik dilakukan secara individual maupun kolektif (An-
mendidik dapat merusak penontonnya. Nahlawi, 2005).
5. Lemahnya pengawasan dalam keluarga, masyarakat, Menurut Muhammad Al-Ghazali, permasalahan
dan diri sendiri. yang terjadi khususnya moral umat di era globalisasi
6. Kurang efektifnya pembinaan moral yang dilakukan saat ini haruslah dikembalikan pada fitrah manusia
oleh keluarga, sekolah maupun masyarakat. selaku hamba Allah dan khalifah di muka bumi. Seluruh
7. Lemahnya pemahaman terhadap agama. Dan sudah aktivitas manusia diarahkan pembentukannya kepada
menjadi tradisi dari dunia maju, bahwa dimana moralitas Illahi (mardhatillah) (Ismail, 2008).
segala sesuatu hampir semuanya dicapai dengan Selanjutnya solusi dan pembinaan dalam mengatasi
ilmu pengetahuan dan teknologi. Sehingga krisis moral yaitu melalui pendidikan yang sejatinya
keyakinan terhadap beragama kian mundur, merupakan proses pembentukan moral masyarakat yang
kepercayaan kepada Tuhan tinggal simbol belaka, beradab, masyarakat yang tampil dengan wajah
larangan dan perintah Tuhan tidak di indahkan lagi. kemanusiaan dan pemanusiaan yang normal. Dengan
Dampak dari hal tersebut tentu hilanglah kekuatan kata lain, pendidikan adalah “moralisasi masyarakat”
pengontrol yang ada di dalam dirinya yaitu fungsi terutama anak-anak (Sudarwan, 2006). Dan hal
agama. selanjutnya pembinaan dalam mengatasi krisis moral
yaitu sebagai berikut:
Dari rincian diatas tentang faktor penyebab 1. Memperkokoh rasa keimanan atau akidah kepada
terjadinya krisis moral, sudah diketahui dan menjadi Tuhan dengan jalan memberikan bentuk pendidikan
tugas kita bersama dalam menangani hal tersebut. Hal Islam berupa nilai yang teraplikasikan dalam
selanjutnya adanya kelemahan dan kekurangan dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam interaksi
penerapan sistem pendidikan Islam yang ada di keluarga sehingga selalu terikat dan mau
lingkungan formal yaitu sekolah. Menurut pendapat menyesuaikan diri dengan ketentuan Tuhan.
Muhammad Amin Abdullah dalam Abdul Munir 2. Menanamkan perasaan untuk selalu dekat kepada
Mulkhan menyoroti persoalan yang terjadi dalam sistem Tuhan, sehingga dimanapun dan kapanpun berada,
pendidikan Islam yaitu: akan selalu diawasi oleh Tuhan.
1. Pendidikan Islam lebih banyak berkonsentrasi pada 3. Mewujudkan lingkungan keluarga yang religius,
persoalan-persoalan teoritis keagamaan yang bersifat baik melalui perilaku, tontonan, bahan bacaan.
kognitif semata-mata serta amalan ibadah praktis. Sehingga dapat memfilter pengaruh dari lingkungan
2. Pendidikan Islam kurang ”concern” kepada luar.
persoalan bagaimana mengubah pengetahuan agama 4. Menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam
yang kognitif menjadi makna dan nilai yang perlu mengembangkan amanah dakwah dengan berusaha
diinternalisasikan dalam diri anak didik melalui menjadi manusia yang terbaik, baik dalam cara
berbagai cara, media dan forum. berperilaku di berbagai sisi kehidupan.
3. Pendidikan agama lebih menitikberatkan pada aspek
korespondensi-tekstual, yang lebih menekankan Dari paparan di atas jelas sekali bahwa, dengan
melalui pendidikan Islam, keluarga akan memiliki
62 1: 57-62, 2018

otoritas dalam pelaksanaan syari’at dan akidah Islam Abidin Ibnu Rusn. 1998. Pemikiran Al-Ghazali Tentang
dan tetap berpedoman pada konsepsi saling berpesan Pendidikan, Pustaka Pelajar.
dalam kebenaran, saling menasehati dan saling Ali, Yusuf, A. 1403 H, The Holy Qur’an, Text, Translation
melarang dalam kemungkaran. and Comentary, Jeddah: Daral-Qiblah.
Danim, Sudarwan. 2006. Agenda Pembaruan Sistem
Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
KESIMPULAN El Santoso dan S. Prianto, Kamus Bahasa Indonesia
(Surabaya: Bintang Terang, t.th)
Pendidikan Islam merupakan sistem dan cara untuk H.A. Rahman Getteng, Pendidikan Islam dalam Pembangunan
meningkatkan perilaku manusia kearah yang lebih baik. (Ujungpandang: Al-Ahkam, 1997)
Peranan serta eksistensi keluarga sangat mempengaruhi Ihsan, Fuad. 1997. Dasar-dasar Kependidikan. Jakarta:
moral seseorang karena dari keluarga sikap dan Rineka Cipta.
moralitas dapat terbentuk dengan baik. Adanya krisis Jamaluddin dan Abdullah Ali. 1998. Kapita Selekta
moralitas akibat dari turunnya nilai moral atau tingkah Pendidikan Islam. Bandung: Pustaka Setia.
laku ataupun etika pribadi seseorang. Terjadinya krisis Lickona, T. 2003. Character matters: How to help our
moral berdampak pada munculnya citra buruk bangsa children develop good judgment, integrity, and other
Indonesia dimata dunia. essential virtues. New York: Simon & Schuster.
Maka dari urgensi pendidikan Islam dalam M. Arifin. 1994. Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi
keluarga menjadi salah satu faktor keberhasilan dalam Aksara.
mengatasi krisis moral. Dalam hal ini keluarga M. Arifin. 1991 Ilmu Pendidikan Islam Suatu Tinjauan
merupakan tempat pertama dan utama bagi seorang Teoritis Dan Praktis Berdasarkan Pendekatan
anak dalam mendapatkan pendidikan khususnya Interdisipliner. Jakarta: Bumi Aksara.
pendidikan Islam karena seorang anak akan Mansur, Amril. 2005. Etika dan Pendidikan. Pekanbaru:
mendapatkan pendidikan nilai sosial, agama dan moral. LSFK2P.
Konsep pendidikan Islam harus dimulai dan Muhaimin, dkk. 1993. Pemikiran Pendidikan Islam. Bandung:
diperkenalkan kepada anak dan suatu hal yang tidak Trigenda Karya.
boleh dilupakan yaitu adanya pembiasaan sedini
Thoib, Ismail. 2008. Wacana Baru Pendidikan Meretas
mungkin dalam berperilaku. Filsafat Pendidikan Islam. Yogyakarta: Genta Press.
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem
Pendidikan Nasional
DAFTAR PUSTAKA
Wahyu. 1986. Wawasan Ilmu Sosial Dasar, Surabaya: Usaha
Nasional.
Abdurrahman An-Nahlawi. 1995. Ushulut Tarbiyah Islamiyah
wa Asalibiha fil wal Madrasati wal Mujtama, Waluyo dalam www.depdiknas.go.id
diterjemahkan oleh Shihabuddin dengan judul Pendidikan Zakiah Daradjat. 1973. Peranan Agama dalam Kesehatan
Islam di Rumah, Sekolah dan Masyarakat. Jakarta: Gema Mental. Jakarta: Gunung Agung.
Insani Press.
ISSN 2622-9439; E-ISSN 2622-9447
Volume 1, September 2018
Halaman: 63-68

Pembelajaran Tematik Integratif


(Studi Relevansi Terhadap Integrasi Keilmuan dalam
Pendidikan Islam)
Uswatun Hasanah
Program Studi Magister Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Konsentrasi Guru kelas Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan,
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga
Jl. Marsda Adisucipto Yogyakarta 55281 - Indonesia
Email: hasanahuswatun751@gmail.com

Abstrak. Proses pembelajaran dalam kurikulum 2013 disebut dengan pembelajaran tematik integratif, yang memadukan berbagai
mata pelajaran ke dalam sebuah tema. Integrasi ini meliputi dua hal yaitu integrasi yang berorientasi pada sikap, pengetahuan dan
keterampilan peserta didik dalam proses pembelajaran dan integrasi berbagai mata pelajaran dalam sebuah tema. Jika dilihat dari
kacamata pendidikan Islam ke tiga orientasi tersebut tidak jauh berbeda dengan ketentuan yang digariskan oleh agama Islam untuk
menjadi insan kamil yakni membentuk manusia yang bersikap, berfikir dan bertindak sesuai ketentuan Islam. Tujuan pembahasan
dalam penelitian ini untuk mengetahui: konsep integrasi dalam pembelajaran tematik yang terdapat dalam Kurikulum 2013, konsep
integrasi keilmuan dalam pendidikan Islam dengan memakai konsep integrasi-interkoneksi keilmuan “jaring laba-laba”, dan relevansi
integrasi pembelajaran tematik dengan integrasi keilmuan dalam pendidikan Islam. Penelitian ini menemukan bahwa: pembelajaran
tematik integratif dengan integrasi keilmuan dalam pendidikan Islam secara konsep memiliki kesamaan dan relevansi antar keduanya.
Hal tersebut diketahui melalui analisis contoh dari tema yang disajikan dalam pembelajaran tematik berdasarkan tiga epistemologi
ilmu yakni bayani, burhani dan irfani. Salah satu contoh tema “diriku”, berdasarkan analisis melalui tiga epistemologi ilmu bisa
diketahui bahwa secara bayani, tema tersebut terdapat dalam Al-Qur’an Surah At-tahrim ayat 6. Secara burhani, realitasnya peserta
didik harus bisa merawat diri sendiri seperti: membersihkan diri, makan makanan bergizi dan selalu berhati-hati dalam berperilaku.
Secara irfani, manfaat dari merawat diri yakni, sehat jasmani dan rohani serta terhindar dari segala penyakit, bahaya, dan musibah.
Dengan adanya analisis ketiga epistemologi ini diharapkan integrasi-interkoneksi bisa dan mampu diterapkan di lingkungan Sekolah
Dasar khususnya di SDIT/MI.

Kata Kunci: Pembelajaran tematik integratif, Relevansi integrasi keilmuan.

PENDAHULUAN keselamatan dan kebahagiaan hidupnya di dunia


maupun di akhirat kelak.
Pelaksanaan kurikulum di Negara Indonesia, yang Berdasarkan kemiripan dalam hal orientasi
masih gencar-gencarnya dilakukan sosialisasi dan masih tersebut, kiranya penting untuk membahas lebih lanjut
menjadi sesuatu yang baru adalah kurikulum 2013. mengenai relevansi konsep integrasi dalam
Kurikulum 2013 merupakan Kurikulum baru yang pembelajaran tematik dan konsep integrasi dalam
mengganti kurikulum sebelumnya yaitu Kurikulum keilmuan pendidikan Islam. Supaya pendidik dapat
2006 (KTSP). Kurikulum 2013 ini juga disebut sebagai membelajarkan tema-tema dalam kurikulum 2013
Kurikulum Terpadu (Integrated curriculum) yang dengan memberikan nuansa dan sentuhan nilai-nilai
menurut Frazee dan Rudnitski Kurikulum terpadu pada keilmuan dalam pendidikan Islam yang bersumber dari
dasarnya mengintegrasikan sejumlah disiplin mata Al-Qur’an dan Hadits kepada para peserta didik.
pelajaran melalui keterkaitan di antara isi, tujuan
keterampilan dan sikap (Rusman, 2015).
Proses pembelajaran dalam kurikulum 2013 METODE
disebut dengan pembelajaran tematik integratif yang
berorientasi kepada sikap, pengetahuan dan Penelitian ini menggunakan metode library research
keterampilan peserta didik. Dari ke tiga orientasi atau penelitian pustaka. Merupakan penelitian yang
tersebut jika dilihat dari kacamata Pendidikan Islam bertempat di perpustakaan dengan mengkaji buku,
juga tidak jauh berbeda dalam orientasinya yaitu dokumen arsip dan lainnya (Prastowo, 2014). Peneliti
membentuk manusia-manusia yang bersikap, berfikir melakukan kegiatan penelitian yang mencakup:
dan bertindak sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang Memilih teori hasil penelitian, mengidentifikasi literatur,
digariskan oleh Agama Islam (Insan kamil) untuk dan menganalisa referensi buku dan dokumen, serta
menerapkan hasil analisis sebagai teori penyelesaian
64 1: 63-68, 2018

masalah (Sukmadinata, 2007). Sumber data primer yang Karakteristik pembelajaan tematik menggunakan
digunakan yakni panduan kurikulum 2013, buku ajar klasifikasi kurikulum terpadu yang meliputi pendekatan
siswa dan buku guru, buku integrasi-interkoneksi karya multidisipliner, pendekatan intradisipliner dan
Prof. Amin Abdullah. Sumber data sekunder yakni pendekatan transdisipliner. Hal tersebut dikarenakan
segala referensi yang terkait dengan pembahasan dalam pendekatan pembelajaran tematik terpadu dipilih
penelitian. dengan beberapa alasan. Pertama, peserta didik sesuai
Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini dengan perkembangannya lebih mudah memahami
dilakukan dengan alur sebagai berikut: Pertama, editing pengetahuan faktual, diajak melalui tema-tema
yaitu memeriksa kembali data-data dengan perbaikan mengikuti proses pembelajaran transdisipliner di mana
kalimat, keterangan dan kata yang telah diperoleh yang kompetensi yang diajarkan dikaitkan dengan konteks
berhubungan dengan fokus penelitian. Kedua, siswa dan lingkungannyanya. Kedua, melalui
organizing yakni menggolongkan data berdasarkan pendekatan terpadu, pembelajaran multidisiliner-
variabelnya. Ketiga, perencanaan hasil temuan dengan interdisipliner diwujudkan agar tumpang tindih antar
menafsirkan dan menganalisis data untuk memperoleh materi pembelajaran yang selama ini terjadi dapat
kesimpulan penelitian (Muhadjir, 1998). Teknik analisis dihindari demi tercapainya efisensi materi pembelajaran
data menggunakan content analysis yang mencakup dan efektivitas penyerapannya oleh siswa (Majid, 2014).
obyektivitas, pendekatan sistematis dan generalisasi. Belajar di lingkungan SD/MI merupakan suatu
upaya untuk penanaman konsep dan melatih peserta
didik untuk pembiasaan dalam penerapan nilai-nilai
PEMBAHASAN kehidupan. Oleh karenanya, pembelajaran seharusnya
bermakna bagi peserta didik supaya bisa mengena untuk
Konsep pembelajaran tematik integratif jangka waktu yang lama. Menurut Jackson belajar
Pembelajaran tematik tersusun atas tema-tema yang merupakan proses membangun pengetahuan melalui
digunakan merajut makna berbagai konsep dasar transformasi pengetahuan (Rusman, 2015). Belajar akan
sehingga peserta didik tidak belajar konsep dasar secara lebih bermakna jika anak mengalami apa yang
parsial (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dipelajarinya bukan hanya mengetahui materi saja.
2013). Pembelajaran tematik menekankan pada
pembentukan kreativitas anak didik dengan pemberian Konsep integrasi keilmuan dalam pendidikan Islam
aktivitas dari pengalaman langsung melalui Pada dasarnya Islam mengembangkan ilmu yang
lingkungannya yang natural (Kadir & Asrohah, 2015). bersifat universal dan tidak mengenal dikotomi antara
Pembelajaran tematik memungkinkan siswa baik secara ilmu-ilmu qauliyah (ilmu-ilmu yang berkaitan dengan
individu maupun kelompok aktif menggali dan teks agama), ilmu kauniyah (ilmu alam dan
menemukan konsep serta prinsip-prinsip keilmuan kemasyarakatan) maupun ilmu etis filosofis. Pada
secara holistik, bermakna dan otentik (Majid, 2014). dasarnya dikotomi ilmu hanya akan merugikan dunia
Hakikat dari pembelajaran tematik bisa dilihat dari Islam sendiri. Karena wilayah ilmu tidak dapat dikaji
beberapa landasan berikut ini yaitu: secara parsial sehingga menyebabkan kemunduran
1. Landasan Filosofis. Islam. Hal tersebut dapat dilihat ketika abad
Pembelajaran tematik berangkat dari pemikiran pertengahan beberapa tokoh Islam yang tidak memelihat
filosofis yang berlandaskan pada filsafat pendidikan dikotomi ilmu, pada saat itu Islam mengalami kemajuan
progresivisme, konstruktivisme dan humanisme. dibidang keilmuan daripada Barat (Siswanto, 2013).
Secara filosofis dikemukakan bahwa anak didik Fenomena tersebut menjadikan paradigma integrasi-
mempunyai kemampuan untuk melakukan interkoneksi sebagai pilihan untuk membangkitkan
perubahan secara signifikan dalam kehidupannya kejayaan Islam dibidang keilmuan.
meskipun bersifat evolusioner. Pendekatan integratif yang dimaksud disini ialah
2. Landasan Psikologis. terpadu satu sama lain tapi tidak melebur menjadi suatu
Secara teoritik maupun praktik, pembelajaran entitas yang lain, melainkan terpadunya karakter, corak
tematik berlandaskan pada psikologi perkembangan dan hakikat antar ilmu tersebut dalam semua kesatuan
yang diperlukan terutama dalam menentukan dimensinya. Sedangkan interkonektif yakni terkaitnya
isi/materi pembelajaran tematik agar sesuai dengan satu pengetahuan dengan pengetahuan yang lain melalui
tahap perkembangan anak. satu hubungan yang saling menghargai dan
3. Landasan Yuridis. mempertimbangkan (Abdullah dkk, 2006).
Landasan yuridis pembelajaran tematik diantaranya: Sebagaimana paradigma keilmuan yang divisualisasikan
UUD RI Tahun 1945 Pasal 31 bahwa ”Setiap warga dalam “jaring laba-laba keilmuan”.
negara berhak mendapatkan pendidikan yang layak” Seperti yang telah dijelaskan, ilmu-ilmu pada tiap-
UU No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. tiap lapisan satu sama lain saling berinteraksi, saling
UU No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan berdialog, saling menghargai dan mempertimbangkan
Nasional Bab V pasal 1-b. secara sensitif terhadap kehadiran ilmu-ilmu yang
lainnya. Dari visualisasi “jaring laba-laba” keilmuan
HASANAH – Pembelajaran tematik integratif … 65

tersebut tampak jelas bahwa dikotomi atau segala Artinya: “… niscaya Allah akan mengangkat derajat
bentuk pemisahan ilmu sudah tidak dikenal lagi orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-
(Abdullah dkk, 2006). Model ini memandang bahwa orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa
keilmuan agama yang berporos pada Al-Qur’an dan derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu
Hadits (hadlarah an-nash). Memiliki keterpaduan amalkan.”
dengan keilmuan alam (hadlarah al-‘ilm) yaitu ilmu-
Hal utama yang bisa ditarik dari ayat tersebut adalah
ilmu empiris seperti sains, teknologi dan ilmu-ilmu yang
ilmu, iman dan amal. Ketiga aspek tersebut penting
terkait dengan realitas yang tidak berdiri sendiri akan
dalam struktur kehidupan setiap Muslim. Karena
tetapi bersentuhan sehingga menghasilkan sebuah
ketiga aspek ini memiliki ranah yang menyeluruh
output yang seimbang secara nyata berdasarkan etis
terhadap domain pendidikan seutuhnya.
filosofis (hadlarah al-falsafah) yang merupakan wujud
2. Landasan filosofis.
penyederhanaan skema interconnected entities
Landasan filosofis ini berangkat dari keberadaan
(Abdullah, 2006).
beragam disiplin ilmu, baik ilmu agama, ilmu alam
Hal tersebut menggambarkan masing-masing
maupun ilmu humaniora yang pada hakikatnya
rumpun ilmu sadar akan keterbatasan yang melekat
merupakan upaya manusia untuk memahami
pada diri sendiri dan bersedia berdialog, bekerjasama,
manusia.
dikoreksi, diberimasukan dan memanfaatkan metode
3. Landasan kultural.
dan pendekatan yang dipakai oleh rumpun lain untuk
Landasan ini terkait dengan keberadaan wilayah
melengkapi kekurangan.
dimana proses pendidikan dan integrasi-interkoneksi
Paradigma integratif-interkonektif ini tampaknya
keilmuan diterapkan.
dipengaruhi oleh Muhammad ‘Abid al-jabiri yang
4. Landasan sosiologis.
membagi epistemologi ilmu Islam kedalam tiga bagian
Landasan ini terkait dengan kondisi sosiologis
yakni epistemologi bayani (yang bersumber pada teks
masyarakat Indonesia yang terdiri dari beragam suku,
atau wahyu), epistemologi burhani (yang bersumber
bangsa, budaya dan agama. Hal tersebut cenderung
pada akal, rasio dan realitas), dan epistemologi irfani
melahirkan konflik yang mengancam interaksi
(yang bersumber pada pengalaman atau manfaat) (‘Abid,
bangsa.
1990). Epistemologi irfani menurut al-jabiri tidak begitu
5. Landasan psikologis.
penting, akan tetapi berbeda bagi Prof. Amin Abdullah
Keterpaduan antara ketiga pokok integrasi yang
ketiga epistemologi tersebut harus berdialog dan
dirangkum dalam hadlarah al-nash, hadlarah al-
berjalan beriringan. Epistemologi bayani yang
‘ilm dan hadlarah al-falsafah yang dipahami secara
mendominasi dan bersifat hegemonik harus bisa
terpadu akan membawa keuntungan psikologis.
berdialog dengan epistemologi burhani dan irfani
supaya pola pikir bayani bisa berkembang dan dapat
Integrasi-interkoneksi keilmuan harus diterapkan
mengambil manfaat sisi-sisi fundamental yang dimiliki
ke dalam beberapa ranah yakni (Abdullah, dkk, 2006):
oleh epistemologi burhani dan irfani (Abdullah A, dkk,
Ranah filosofis, Ranah materi, Ranah metodologi,
2002).
Ranah strategi.
Landasan yang digunakan dalam integrasi-
interkoneksi keilmuan ialah landasan teologis, landasan
Relevansi pembelajaran tematik integratif dengan
filosofis, landasan kultural, landasan sosiologis dan
integrasi keilmuan dalam pendidikan Islam.
landasan psikologis (Abdullah, dkk, 2006).
Melihat dari tujuan yang ingin dicapai, pada hakikatnya
1. Landasan teologis.
integrasi keilmuan dengan integrasi dalam pembelajaran
Landasan ini tercantum sebagaimana dalam surah
tematik ini secara konsep itu sama dan relevan. Selain
Al-mujadalah ayat 11 yang berbunyi:
tujuan, definisi yang dipakai untuk memaknai integrasi
juga sama bahwa integrasi yakni terpadu satu sama lain
ِ‫س‬
‫ح‬ َ ‫ّللاه يَ ْف‬
َِ ‫ل َوإ َذا ِۖ لَ هك ِْم‬ ‫ش هزوا ا ْن ه‬
َِ ‫ش هزوا قي‬ ‫ّللاه يَ ْرفَعِ ِفَا ْن ه‬
َِ tanpa meleburkan unsur-unsur aslinya menjadi unsur
َِ‫ّللاه ِۖ َد َر َجاتِ ِْالع ْل َِم أهوتهوا َوالَذينَِ م ْن هك ِْم آ َمنهوا الَذين‬ َِ ‫َو‬ yang lain. Di samping itu ranah yang digunakan untuk
mengimplementasikan integrasi keilmuan sama halnya
‫خَبيرِ ت َ ْع َملهونَِ ب َما‬ dengan integrasi dalam pembelajaran tematik, untuk
ِ lebih memahami dalam relevansi kedua integrasi ini
maka penulis sajikan dalam rangkuman tabel berikut ini:
66 1: 63-68, 2018

Tabel 1. Relevansi pembelajaran tematik integratif dengan integrasi keilmuan dalam pendidikan Islam.

Integrasi keilmuan dalam pendidikan Islam Integrasi dalam pembeajaran tematik


Relevansi
Makna Memiliki makna bahwa integrasi merupakan Memadukan atau menggabungkan berbagai mata pelajaran
integrasi keterpaduan yang saling melengkapi, ke dalam tema-tema yang telah ditentukan berdasarkan
perpaduan tersebut tidak lebur dan beberapa sudut pandang keilmuan yang berkaitan Untuk
menghasilkan unsur lainnya. Akan tetapi masih memperoleh pemahaman yang utuh mengenai suatu
tedapat unsur aslinya. permasalahan.
Yang Al-qur’an dan hadits sebagaimana sumber Ada dua hal yang diintegrasikan yakni: Pertama,
diintegrasi kan utama dalam Islam dipadukan dengan ilmu- pengetahun, sikap, dan keterampilan dalam proses
berfokus pada ilmu kealaman dan kemasyarakatan. Dengan pembelajaran pada hakikatnya ketiganya relevan dengan
tujuan supaya ilmu-ilmu tersebut saling konsep ilmu, iman dan amal yan merupakan domain
berdialog, melegkapi dan saling berhubungan penting dalam Pendidikan Islam.
satu sama lain untuk memperoleh pemahaman Kedua, integrasi mata pelajaran kedalam tema-tema yang
yang utuh. telah ditentukan, hal ini relevan dengan konsep integrasi
bahwa satu permasalahan (tema) dapat dipandang dengan
berbagai kajian ilmu.
Tujuan Untuk menghilangkan adanya dikotomi ilmu Untuk memberikan pemahaman secara utuh dan holistik
integrasi yakni ilmu agama dan sains, agar keduanya mengenai suatu bidang keilmuan melalui makna dan
tidak dipelajari secara parsial (tersendiri) berbagai konsep dasar sehingga peserta didik tidak belajar
sehingga menjadi penyebab kemunduran Islam konsep dasar secara parsial.
di bidang keilmuan dan teknologi.
Ranah integrasi Filosofis: satu disiplin ilmu dilihat dari Filosofis: satu tema ke dilihat dari beberapa mata
beberapa ilmu yang lain yang terkait. pelajaran lain yang terkait.
Materi: satu materi dalam ilmu agama Materi: satu permasalahan dam tema yang dipelajari
dikaitkan dengan kasus-kasus aktual yang dikaitkan dengan permasalahan dalam kehidupan sehari-
modern. hari.
Metodologi: memerlukan pendekatan khusus Metodologi: memiliki pendekatan khusus untuk
untuk mengembangkan keterpaduan ilmu mengembangkan keterpaduan tema tersebut.
tersebut. Strategi: diperlukan strategi active learning untuk
Strategi: diperlukan strategi active learning tercapainya tujuan integrasi mata pelajaran yang dikemas
untuk tercapainya tujuan integrasi keilmuan. dalam berbagai tema.

Landasan Teologis: berdasarkan konsep ilmu, iman, dan Teologis: sebagaimana tujuan yang ingin dicapai dalam
integrasi amal. Dalam surah Al-mujadalah ayat 11. pembelajaran tematik kiranya relevan dengan fokus tujuan
Filosofis: tidak hanya mendalami satu ilmu saja yakni mengembangkan ilmu, iman dan amal peserta didik.
namun juga mengkaji berbagai disiplin Filosofis: tidak hanya mendalami satu mata pelajaran saja
keilmuan. akan tetapi mendalami satu tema dengan berbagai mata
Kultural: menyesuaikan dengan kondisi pelajaran.
wilayah dengan basis budaya lokal. Kultural: tema-tema yang disusun sesuai dengan kondisi
Sosiologis: menyadari bahwa Indonesia wilayah Indonesia seperti: kebersamaan dalam
merupakan Negara yang multikultural. keberagaman.
Psikologis: pemahaman ketiga pokok integrasi Sosiologis: pada tema kebersamaan dalam keberagaman
menghasilkan keuntungan psikologis. dan lingkungan yang menunjukkan bahwa Indonesia
adalah negara yang subur dan makmur.

Berdasarkan hasil relevansi dari beberapa aspek Madrasah Ibtidaiyah masih tersendiri. Hal tersebut
dalam konsep integrasi-interkoneksi keilmuan dan memberikan statement bahwa wilayah keilmuan yang
konsep integrasi dalam pembelajaran tematik pada tabel berhubungan dengan agama hanya dikuasai dan menjadi
diatas, ada beberapa hal yang kiranya kurang relevan tanggung jawab guru PAI atau guru agama yang
diantara keduanya, yaitu mengenai kandungan keilmuan mengampu mata pelajaran.
yang diintegrasikan dalam pembelajaran tematik belum Hal tersebut penulis sadari bahwa kurikulum 2013
memadukan dengan keilmuan agama (nash). Mata adalah kurikulum dalam pendidikan Nasional,
pelajaran yang termuat dalam tema-tema masih berupa kurikulum yang diperuntukkan bagi seluruh sekolah-
mata pelajaran umum, seperti Matematika, Bahasa sekolah yang ada di Indonesia yang terdiri dari sekolah
Indonesia, IPA, IPS, PJOK, PPkn, SBDB. Sedangkan umum (SD, SMP, SMA/SMK), dan sekolah-sekolah
untuk mata pelajaran agama seperti PAI di Sekolah berbasis agama seperti halnya berbasis Islam (MI/SDIT,
Dasar dan Fiqih, Qur’an Hadits, Aqidah Akhlaq, SKI di MTS, MA) dan sekolah-sekolah yang berbasis agama
HASANAH – Pembelajaran tematik integratif … 67

lainnya. Adanya pemisahan mata pelajaran yang karena anak di rumah terlalu banyak bermain kurangnya
terkandung dalam tema-tema merupakan bukti masih pengawasan, karena kedua orang tuanya sibuk sehingga
adanya dikotomi ilmu. Kemudian bagaimana solusi anak kurang mendapat perhatian untuk mengikuti
supaya pembelajaran tematik yang mengusung kata Diniyah atau yang lainnya.
integratif bisa diterapkan sebagaimana konsep Hal tersebut kurang benar jika guru agama saja
“integrasi-interkoneksi” dari Prof. Amin Abdullah yang wajib mengetahui dan membelajarkan agama,
khususnya bagi sekolah-sekolah yang berbasis Islam. harus ada kerjasama dan tanggung jawab bersama
Menjawab dari permasalahan tersebut perlu khususnya di lingkungan sekolah dalam membelajarkan
diketahui adanya kesadaran dan tanggung jawab ilmu agama. Salah satu solusinya yakni pelaksanaan
bersama untuk membelajarkan keilmuan agama di pembelajaran tematik yang berbasis integratif
kalangan pendidik terutama di tingkat Sekolah Dasar khususnya di lingkungan SDIT/MI harus diberi
Islam atau Madrasah Ibtidaiyah. Kesadaran dan sentuhan integrasi-interkoneksi. Tindakan ini bisa
tanggung jawab tersebut perlu di bangun kembali, dilakukan dengan menganalisis melalui contoh dari
supaya tidak ada “kambing hitam” ketika ada suatu tema-tema yang disajikan dalam pembelajaran tematik
permasalahan yang berkaitan dengan praktik keagamaan. itu sendiri, berdasarkan tiga pokok ilmu integrasi yakni
Seperti contoh kasus: ada anak didik kelas lima yang hadlarah an-nash, hadlarah al-‘ilm dan hadlarah al-
belum bisa membaca Al-Qur’an dan kebetulan sekolah falsafah. Yang pada dasarnya mengacu pada tiga
di MI/SDIT. Hal ini bisa jadi guru agama yang menjadi epistemologi ilmu yakni bayani, burhani dan irfani.
sasaran, karena belajar membaca Al-Qur’an merupakan Berikut penjelasan dari salah satu contoh tema
tugas dan tanggung jawab guru agama. Padahal yang dianalisis dengan tiga epistemologi ilmu meliputi:
kenyataannya anak belum bisa membaca Al-Qur’an

Kelas 1 (satu) Tema satu, “DIRIKU”.

Contoh Tema Diriku


Bayani
Al-qur’an Surah At-tahrim ayat 6.

‫س هك ِْم قهوا آ َمنهوا الَذينَِ أَيُّ َها يَا‬


َ ‫َارا َوأ َ ْهلي هك ِْم أ َ ْنفه‬
ً ‫اس َوقهو هد َِها ن‬ َ ‫علَ ْي َها َو ْالح َج‬
ِ‫ارِة ه النَ ه‬ َ ِ‫ل شِ َدادِ غ ََلظِ َم ََلئ َكة‬ َِ
َِ‫صون‬ ََِ ‫يهؤْ َم هرونَِ َما َويَ ْفعَلهونَِ أ َ َم َر هه ِْم َما‬
‫ّللا يَ ْع ه‬
Artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya
adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah
terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. “
Burhani
Dalam realitasnya peserta didik harus bisa merawat diri sendiri seperti: Mandi minimal 2 kali sehari, sikat gigi,
memotong kuku, makan dengan teratur dan bergizi. Berhati-hati ketika melakukan segala hal yang dapat
membahayakan kesehatan dan diri sendiri seperti; jajan sembarangan, bermain di jalan raya, bermain di sungai
tanpa pengawasan orang tua dan lain sebagainya.
Irfani
Epistemologi Manfaat menjaga kebersihan badan bisa mencegah dari timbulnya beragai macam penyakit, terutama penyakit
ilmu kulit, jika badan kita sehat maka kita bisa belajar, bermain dan melakukan segala hal yang kita inginkan. Dan
selalu berhati-hati akan menjauhkan diri dari berbagai macam bahaya atau musibah.

Berdasarkan contoh dari tema-tema diatas, wilayah Hadist (hadlarah an-nash). Supaya peserta didik sadar
epistemologi yang jarang dibahas dan disinggung oleh dan memahami bahwa Al-Qur’an dan Hadits yang
para pendidik terutama di sekolah-sekolah dasar dibaca dan dipelajari ternyata memiliki relevansi dengan
berbasis Islam seperti SDIT/MI dalam pembelajaran materi-materi yang dipelajarinya disekolah.
adalah wilayah epistemologi bayani. Oleh karena itu Sedangkan pada wilyah epistemologi burhani,
dengan adanya analisis tema berdasarkan tiga lahirlah ilmu-ilmu baru yang terkandung dalam mata
epistemologi tersebut diharapkan para pendidik di pelajaran yang berkaitan dengan tema yang dibahas,
sekolah dasar khususnya bisa dan mampu sedikit demi seperti tema “diriku” di wilayah epistemologi burhani
sedikit mengintegrasikan tema-tema yang telah ada melahirkan ilmu kesehatan, fiqih, matematika dan lain
dengan keilmuan yang bersumber dari Al-Qur’an dan sebagainya. Berdasarkan hal tersebut penting bagi para
68 1: 63-68, 2018

pendidik khususnya di lingkungan sekolah dasar yang DAFTAR PUSTAKA


telah menerapkan kurikulum 2013, untuk menerapkan
konsep integrasi-interkoneksi keilmuan dalam Abdullah Amin, dkk. 2006. Kerangka Dasar Keilmuan dan
pendidikan Islam karena tidak hanya melahirkan Pengembangan Kurikulum Universitas Islam Negeri
generasi yang berilmu tapi juga beriman dan beramal. Sunan Kalijaga Yogyakarta. Yogyakarta: Pokja Akademik.
Abdullah Amin. 2006. Islamic Studies di Perguruan Tinggi:
Pendekatan Integratif-interkonektif. Yogyakarta: Pustaka
KESIMPULAN Pelajar.
Abdullah Amin, dkk. 2002. Tafsir Baru Studi Islam dalam Era
1. Konsep integrasi yang diterapkan dalam mata Multikultural, Yogyakarta: Panitia Dies IAIN Sunan
pelajaran ini tidak di lakukan secara menyeluruh Kalijaga ke-50 dan Kurnia Alam Semesta.
namun, hanya yang termuat dalam tema tertentu. Al-Jabiri Abid, Takwin al-‘Aql al-‘Arabi, Beirut: Al-Markaz
2. Integrasi-interkoneksi yang dipakai dalam al-Thaqafi al-‘Arabi, 1990.
pembahasan ini adalah integrasi-interkoneksi Kadir Abdul dan Asrohah Hanun. 2015. Pembelajaran
menurut Prof. Amin Abdullah. Yakni memadukan Tematik. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
ilmu agama dan ilmu umum (sains, humaniora) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2013. Kurikulum
untuk menghindari adanya dikotomi ilmu yang 2013: Kompentensi Dasar untuk Sekolah dasar (SD) dan
menyebabkan peradaban Islam mengalami Madrasah Ibtidaiyah (MI). Jakarta: KEMENDIKBUD.
kemunduran saat ini. Pada dasarnya ilmu itu tidak Majid Abdul. 2014. Pembeajaran Tematik Terpadu. Bandung:
bisa berdiri sendiri (parsial) akan tetapi selalu Remaja Rosdakarya.
membutuhkan ilmu lain untuk saling melengkapi Prastowo Andi. 2014. Metode Penelitian Kualitatif dalam
dan berdialog. Perspektif Rancangan. Yogyakarta: Ar-ruzz Media.
3. Relevansi integrasi dalam pembelajaran tematik dan Rusman. 2015. Pembelajaran Tematik Terpadu Teori, Praktik
integrasi dalam pendidikan Islam yakni terletak pada dan Penilaian. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
makna integrasi yang dipakai, apa yang Siswanto. Persektif Amin Abdullah tentang Integrasi
diintegrasikan, landasan integrasi, tujuan integrasi, Interkoneksi dalam Kajian Islam, dalam Jurnal Tasawuf
dan ranah integrasi. Dari relevansi tersebut dan Pemikiran Islam, Vol: 3. No. 2 Desember 2013.
menghadirkan kesimpulan bahwa secara konsep Sukmadinata Nana Syaodih. 1998. Metode Penelitian
integrasi pembelajaran tematik dan integrasi Pendidikan, Bandung: Remaja Rosdakarya. 2007. Noeng
keilmuan dalam pendidikan Islam itu sama dan Muhadjir, Metodologi Penelitian Kualitatif. Yogyakarta:
relevan. Ada beberapa hal yang belum relevan yakni Bayu Inda Grafika.
muatan mata pelajaran dalam tema belum
menunjukkan integrasi dengan keilmuan Islam.
ISSN 2622-9439; E-ISSN 2622-9447
Volume 1, September 2018
Halaman: 69-76

Analisis Kritis Teks Syair Meurukôn dalam


Perspektif Pendidikan Islam
Aida Hayani
Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga
Jl. Marsda Adisucipto Yogyakarta 55281 - Indonesia
Email: aidaalmahira@yahoo.com

Abstrak. Meurukôn di era modern adalah suatu hal yang dianggap tabu. Hal ini disebabkan karena masih banyak masyarakat Aceh
sendiri yang hidupnya sudah mengarah kepada ke modernisasian. Selain itu, belum terpadunya masyarakat Aceh untuk
mempertahankan syair Meurukôn, banyak diantara mereka yang belum merasa memiliki, berkewajiban menjaga warisan budaya
yang telah diwariskan oleh indatu. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat bahwa
media pembelajaran pendidikan Islam khususnya Meurukôn, untuk menjadi bahan ajar bagi peserta didik dalam menempuh
pendidikan Islam secara nonformal. Kebijakan lokal mulai terkikis dengan masuknya budaya modern. Sebagai contoh, banyak anak-
anak Aceh yang tinggal di perkotaan tidak mengetahui tentang apa itu meurukon dan sebagian besar masyarakat Aceh, baik pengajar
atau Guru yang bertugas sebagai pendidik juga pembimbing bagi peserta didik tidak faham dan bahkan tidak mengingat lagi dengan
tradisi-tradisi yang Islami yang bisa dijadikan media dalam pembelajaran. Bercermin pada hal itu, besar harapan pada pemerintah
Aceh agar terus mempugarkan syair Meurukôn, agar tidak tertelan oleh arus globalisasi dan modernisasi.

Kata Kunci: Meurukôn, Masyarakat modern, Kebijakan lokal

PENDAHULUAN bagian pembukaan dan bagian isi, bagian pembuka


merupakan bagian awal Meurukôn. Bagian ini diawali
Pendidikan Islam ialah proses transinternalisasi oleh pembacaan doa (puji-pujian yang sering juga
pengetahuan dan nilai Islam kepada peserta didik dilanjutkan dengan shalawat Nabi). Adapun bagian isi
melalui upaya pengajaran, pembiasaan, bimbingan, dikelompokkan dalam beberapa bagian yang lazim
pengasuhan, penguasaan, dan pengembangan potensi disebut bhah. Bhah dapat diartikan sebagai masalah
yang diberikan oleh seseorang agar ia mencapai yang dibahas, bagian isi meliputi bagian umum yang
keselarasan dan kesempurnaan atau memaksimalkan disebut bhah agama, bhah ie, bhah seumayang, dan
hidup didunia dan akhirat sesuai dengan ajaran Islam. bhah I’tiekeuet (Harun, 2012).
Dikalangan para ahli menjelaskan pendidikan Islam Faktanya, sebagian besar masyarakat Aceh,
secara istilah. Muhammad SA. Ibrahim (Bangladesh) pengajar atau guru yang bertugas sebagai pendidik juga
menyatakan bahwa pendidikan Islam dalam pandangan pembimbing peserta didik tidak faham dan bahkan tidak
sebenarnya adalah suatu sistem pendidikan yang mengingat lagi dengan tradisi-tradisi islami yang dapat
memungkinkan seseorang dapat mengarahkan dijadikan media dalam pembelajaran bagi peserta didik
kehidupannya sesuai dengan ideologi Islam, sehingga saat ini. Di era globalisasi kemajuan teknologi yang
dengan mudah ia dapat membentuk hidupnya sesuai semakin canggih sehingga membuat pengajar,
dengan ajaran Islam (Mujib & Mudzakkir, 2006). masyarakat dan peserta didik beralih kepada teknologi
Sementara itu, pendidikan Islam ialah pendidikan yang seperti handphone, layanan internet, Mp3 dan
bertujuan untuk membentuk pribadi muslim seutuhnya, sebagainya yang dapat dijadikan sumber media dalam
mengembangkan seluruh potensi manusia baik yang pembelajaran, baik pembelajaran umum maupun
membentuk jasmaniah maupun rohaniah, serta pembelajaran agama. Padahal, indatu (nenek moyang)
menumbuh suburkan hubungan yang harmonis setiap masyarakat Aceh telah banyak meninggalkan media
pribadi dengan Allah, manusia dan alam semesta pembelajaran pendidikan Islam khususnya Meurukôn,
(Daulay & Pasa , 2012). untuk dijadikan bahan ajar bagi peserta didik dalam
Dalam hal ini peserta didik tidak hanya belajar menempuh pendidikan Islam secara non-formal. Saat ini
secara formal tetapi peserta didik juga mesti belajar justru telah banyak anak-anak Aceh atau peserta didik di
secara non-formal guna untuk meningkatkan ilmu Aceh yang tidak mengetahui betapa banyak pendidikan
pengetahuan secara lebih mendetail atau luas. Oleh Islam yang terdapat dalam teks syair Meurukôn tersebut.
sebab itu, di Aceh sangat banyak media pendidikan Berdasarkan fakta diatas, “Analisis Kritis Teks Syair
yang dapat dijadikan sebagai bahan ajar dalam proses Meurukôn dalam Perspektif Pendidikan Islam” perlu
pendidikan secara non-formal, salah satunya adalah dikaji lebih lanjut.
Meurukôn. Meurukôn atau Meusipheut terdiri atas
70 1: 69-76, 2018

Syair menurut paradigma masyarakat Aceh persembahan kepada Sang Ratu Kauripan (Yuwono,
Syair atau dalam bahasa Aceh disebut dengan istilah caé 2007).
merupakan salah satu pembagian dari ragam sastra 2. Syair Romantis
Aceh yaitu ragam puisi. Melalui caé tersebut Syair Romantis berisi tentang percintaan yang biasanya
masyarakat Aceh sering mengungkapkan maksud yang terdapat pada cerita pelipurlara, hikayat, maupun cerita
ingin disampaikan kepada lawan komunikasi. Hal ini rakyat. Contoh syair romantis yaitu syair bidasari yang
dikarenakan masyarakat Aceh memiliki bakat tersendiri menceritakan tentang seorang putri raja yang telah
dalam bersyair. dibuang ibunya. Setelah beberapa lama ia dicari Putra
Bagi orang Aceh, istilah caé sering juga digunakan Bangsawan (saudaranya) untuk bertemu dengan ibunya.
untuk maksud pantun atau jenis bahasa berirama Pertemuan pun terjadi dan akhirnya Bidasari
lainnya, terutama kalau ia disampaikan secara lisan. memaafkan ibunya yang telah membuangnya.
Maksudnya, syair atau caé dalam keseharian msyarakat
3. Syair Kiasan
Aceh digunakan juga dalam berpantun bahkan dalam
Syair Kiasan berisi tentang percintaan ikan, burung,
berbagai bahasa lainnya, apalagi jika disampaikan
bunga atau buah-buahan. Percintaan tersebut merupakan
secara lisan. Jadi, bagi masyarakat Aceh, caé membuka
kiasan atau sindiran terhadap peristiwa tertentu. Contoh
diri untuk digunakan dalam berbagai jenis berirama
syair kiasan adalah Syair Burung Pungguk yang isinya
(Harun, 2012).
menceritakan tentang percintaan yang gagal akibat
Selanjutnya, menyatakan bahwa syair merupakan
perbedaan pangkat, atau seperti perumpamaan “Seperti
jenis puisi yang berasal dari kesusastraan Arab. Maka
pungguk merindukan bulan”.
dapat diartikan bahwa syair atau caé pada dasarnya
merupakan jenis puisi yang berasal dari Arab yang 4. Syair Sejarah
berarti pada dasarnya ditulis dalam bahasa Arab. Hanya Syair sejarah adalah syair yang berdasarkan peristiwa
saja, syair saat ini telah diubah dalam bahasa Aceh yang sejarah. Sebagian besar syair sejarah berisi tentang
lebih dikenal dikalangan masyarakat Aceh dengan peperangan. Contoh syair sejarah adalah syair Perang
istilah caé (Harun, 2012). Mengkasar (dahulu bernama Syair Sipelman), berisi
Syair juga dapat diartikan jenis puisi lama yang tentang perang antara orang-orang Makassar dengan
berakar dari kesusastraan Arab-Persia. Kata syair Belanda. Syair berbahasa Arab yang tercatat paling tua
berasal dari syu’ur (bahasa Arab) yang artinya di Nusantara adalah catatan di batu nisan Sultan Malik
“perasaan”. Bentuk syair dibawa oleh orang Persia yang Al Saleh di Aceh, bertarikh 1297 M.
beragama Islam ke Indonesia. Sekitar abad kelima 5. Syair Agama
belas, di Arab-Persia pada saat itu ada puisi Arab yang Syair Agama merupakan syair terpenting. Syair agama
di namai syi’ir. Namun, Amia Sweeney seorang sarjana dibagi menjadi empat yaitu: (a) syair sufi (b) syair
sastra klasik Indonesia, menyatakan bahwa syi’ir yang tentang agama Islam (c) syair riwayat cerita nabi dan (d)
ada di Arab berbeda dengan syair, yang berbahasa syair nasihat. Perlu kita ketahui, setiap syair pasti
melayu (Yuwono, 2007). mengandung pesan tertentu. Pesan tersebut dapat kita
Hamzah Fanshuri adalah pencipta syair melayu simpulkan setelah memahami isi sebuah syair. Contoh
yang pertama pada abad keenam belas. Menurut Amin syair agama: syair Perahu, syair Dagang (banyak yang
Sweeney, syair-syair yang diciptakan oleh Hamzah bilang karangan Hamzah Fansuri, namun para ahli
Fanshuri mendapat pengaruh besar dari pantun yang membantahnya), syair Kiamat, Barh An-Nisa, syair
terdapat dalam (sejarah melayu) sebuah kitab yang Takbir Mimpi, syair Raksi (Yuwono, 2007).
berisikan cerita tentang raja-raja yang berkuasa
(Yuwono, 2007). Seperti halnya karya sastra prosa dan drama, syair
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa juga mempunyai unsur-unsur pembentuk syair. Unsur
syair atau caé dalam masyarakat Aceh merupakan intrinsik syair terdiri atas hakikat syair. Hakikat syair
bentuk bahasa berirama yang digunakan oleh adalah hal-hal yang diungkapkan penyair dalam syair.
masyarakat Aceh dalam berkomunikasi agar terkesan Hakikat syair terdiri atas tema, rasa, nada dan amanat
lebih santun. Di mana syair tersebut merupakan atau pesan. Hakikat syair disebut juga isi syair. Hakikat
terjemahan dari bahasa Arab. syair lama sangatlah jelas karena tersurat:
a. Sense/Tema
Jenis-jenis syair Tema merupakan gagasan pokok yang dikemukakan
Adapun menurut isinya, syair terbagi menjadi lima oleh penyair melalui syairnya. Tema mengacu pada
golongan, diantaranya sebagai berikut: penyair. Tema syair sangat mudah ditemukan karena
1. Syair Panji tersurat langsung didalam syair. Jadi, untuk menemukan
Syair Panji menceritakan tentang keadaan yang terjadi tema syair kita harus mengetahui isi syair. Tema yang
dalam istana dan keadaan orang-orang yang berada atau sering digunakan dalam syair seperti tema keTuhanan
berasal dari dalam istana. Contoh syair panji adalah (religius), kemanusiaan, cinta, patriotisme, perjuangan,
Syair Ken Tambohan yang menceritakan tentang kegagalan hidup, alam, kebaikan, kepahlawanan,
seorang putri bernama Ken Tambohan yang dijadikan
HAYANI – Analisis kritis teks syair meurukon dalam perspektif pendidikan Islam 71

kesedihan, kerinduan, pendidikan, budi pekerti, dan orang yang melek akan huruf (Harun, 2012). Adapun
perpisahan. mengenai tempat dan waktu pelaksanaan acara
b. Feeling/Perasaan Meurukôn biasanya diadakan di sebuah rangkang
Syair mengungkapkan perasaan penyair. Perasaan (balai), makanya disebut juga sebagai ajang debat ala
penyair dapat berupa sikap, pandangan, perbuatan, tengku rangkang. Namun sering juga diadakan di
ataupun watak khusus. Perasaan penyair akan muncul meunasah (surau). Kafilah yang akan berdebat duduk
saat menghadapi sesuatu. Perasaan yang menjiwai syair bersila di atas balai. Antara kafilah yang satu dengan
bisa perasaan gembira, sedih, terharu, terasing, lainnya duduk terpisah. Permulaan rukôn diawali
tersinggung, patah hati, tercekam, tertekan, cemburu, dengan khutbah rukôn. Syeh setiap kafilah
ketakutan, kesepian, takut, menyesal, dan putus asa. menyampaikan mukaddimah, memperkenalkan
Membaca syair dengan suara akan lebih membantumu kafilahnya kepada penonton. Waktu pelaksanaannya
menemukan perasaan penyair. Perasaan yang muncul pada malam hari setelah selesai waktu shalat Isya
dalam syair didasari oleh cara pandang dan pengalaman hingga berakhir larut malam atau bahkan menjelang
penyair terhadap sesuatu. subuh (Putri, 2015).
Kemampuan syeh setiap kafilah membangkit radat
c. Tone/Nada
(irama) yang mampu membuat penonton betah sampai
Nada mengungkapkan sikap penyair terhadap pembaca.
pergelaran rukôn usai. Suasana rukôn terasa sangat
Dari sikap itulah tercipta nada syair. Sebuah syair dapat
hidup ketika suara syeh setiap kafilah melengking
bernada sinis, protes, menggurui, main-main, bercanda,
membangkitkan berbagai irama syair religi. Syair
pariotik, belas kasih, dendam, membentak, memelas,
mengajukan dan menjawab pertanyaan yang kemudian
takut, mencekam, mencemooh, merendahkan, khusyu’,
diikuti oleh para anggota kafilah.
filosofis, mengejek (menghina), meremehkan,
Setelah khutbah rukon, syehkuna mengajukan
menghasut, menghimbau (menyuruh), dan memuji.
beberapa pertanyaan pembuka kepada setiap kafilah
d. Intention/Amanat/Tujuan secara bergiliran. Syehkuna akan menilai tingkat
Amanat, pesan, atau nasihat merupakan kesan yang kebenaran dan rincian jawaban masing-masing kafilah.
ditangkap pembaca setelah membaca syair. Amanat Babak selanjutnya syekuna tidak lagi mengajukan
ditentukan sendiri oleh pembaca berdasarkan cara pertanyaan. Pertanyaan-pertanyaan selanjutnya akan
pandang pembaca terhadap sesuatu. Jadi, setiap diajukan satu kafilah ke kafilah lain, syehkuna hanya
pembaca dapat berbeda-beda dalam menentukan amanat menilai pertanyaan dan jawaban yang diberikan. Saat
syair. Meskipun demikian, amanat tidak terlepas dari saling melemparkan pertanyaan dan menjawab, saat
tema yang dikemukakan penyair. itulah penonton mendapatkan kupasan ilmu agama.
Kafilah yang mendapat pertanyaan, dengan
Meurukôn merupakan kesenian masyarakat Aceh dikomando syehkuna menjawab pertanyaan tersebut.
Meurukôn merupakan salah satu jenis kesenian yang Kemudian kafilah penanya akan merespon apakah
sangat islami dalam masyarakat Aceh, karena meurukôn jawaban yang diberikan benar atau tidak. Adakalanya
termasuk salah satu strategi dakwah dalam antara penanya dan penjawab merasa sama-sama benar.
menyampaikan berbagai persoalan hukum Islam bagi Untuk mencari mana kebenaran yang sesungguhnya,
masyarakat. Mulai dari bentuk-bentuk hukum yang maka pertanyaan itu dilemparkan secara bersama
ringan sampai persoalan hukum Islam yang terkadang kepada syehkuna untuk meluruskannya. Meminta
banyak yang tidak dipahami masyarakat. Kata-kata penilaian syehkuna juga dilakukan melalui syair.
Meurukôn sendiri jika dilihat dari segi bahasa Aceh,
“Meu” adalah kata penghubung terhadap suatu Bagian-bagian dalam Meurukôn kesenian
persoalan yang sifatnya kepada perbuatan. Sedangkan masyarakat Aceh
“Rukôn” itu sendiri adalah arti daripada rukun.
1. Bagian pembukaan
Meurukôn adalah salah satu genre puisi Aceh yang
Bagian pembukaan merupakan bagian awal meurukôn.
disampaikan dalam bentuk dialogis antara satu
Bagian ini diawali oleh pembacaan do’a (puji-pujian)
kelompok dengan kelompok lain. Dengan kata lain ada
yang sering juga dilanjutkan dengan sholawat kepada
yang bertanya dan ada yang menjawab (sueue-jaweueb,
Nabi. Contoh pembukaan dalam meurukôn sering
soal-jawab).
dikutip dari Mahmud 2011.
Menurut Mahmud, Meurukôn mula-mula dikenal
di Samalanga salah satu Kecamatan di Kabupaten
Pujo (Puji-pujian)
Bireuen, Aceh. Di tempat tertentu Aceh dikenal juga
Geuhiyah laot ngon geulumbang
dengan istilah Meusipheuet. Fungsi utama Meurukôn
Geuhiyah malam lailaton kada
atau Meusipheuet adalah media untuk mendiskusikan
Geuhiyah uroe uroe jumeu’at
berbagai masalah agama. Fungsi ini berhubungan erat
Geuhiyah umat Eseulam dumna
dengan pendidikan Islam yang dapat menjangkau
Geuhiyah langet ngon tabu bintang
berbagai lapisan masyarakat, dari kelas raja sampai
Geuhiyah alam ngon umat dumna
kelas rakyat biasa, dari orang yang buta huruf sampai
72 1: 69-76, 2018

2. Bagian isi Data 1.a.


Bagian isi dikelompokkan dalam beberapa bagian, yang Iman Mujmal na padum perkara …
lazim disebut bhah, bhah dapat diartikan sebagai Jawab:
masalah yang dibahas. Bagian isi meliputi bagian umum Iman Mujmal na 2 perkara
yang disebut bhah agama, bhah ie, bhah seumayang
Terjemah perbait:
dan bhah e’tikeuet.
Pada data 1.a. soal, iman mujmal ada berapa
a. Bhah Agama perkara?
Disini menyangkut dengan masalah keagamaan yang Pada data 1.a. jawab, iman mujmal ada dua
bersifat umum, namun lazim disebut bhah agama. perkara.
Masalah yang dibicarakan atau yang didiskusikan
antara lain masalah yang orang lalai atau disebut Data 1.b.
juga dengan taloe Agama (pandangan agama). Pertama phôn ta meuiman kepotallah
Beuna ta meuiman ban kheun po tallah
b. Bhah ie (masalah air)
Menyang kedua ta meuiman keu Rasulullah
Bhah ie (masalah air) hanya dibahas tentang
Sèreuta beuna ta meuiman khen Rasulullah
persoalan-persoalan air, mulai dari air yang
(Sanggar Harapan Bangsa, 1975).
suci/menyucikan sampai air yang haram dipakai.
Terjemah perbait:
c. Bhah seumayang Pada data 1.b. bait pertama, pertama beriman
Dalam bhah seumayang berkenaan dengan pesoalan kepada Allah
shalat. Bagian ini secara khusus diperbincangkan Pada data 1.b. bait kedua, wajib beriman dengan
masalah shalat baik caranya, rukun sah dan tidak perkataan Allah
sahnya shalat. Pada data 1.b. bait ketiga, yang kedua beriman
d. Bhah E’tikeuet pada Rasulullah
Bhah E’tikeuet ini membahas khusus tentang sifat- Pada data 1.b. bait keempat, sereta wajib beriman
sifat Allah dan rasulnya yang berhubungan dengan perkataan rasulullah
E’tikeuet. E’tikeuet merupakan salah satu pilar dasar
agama Islam yang harus diyakini secara sungguh- Pesan pendidikan aqidah yang terkandung dalam
sunguh dan kaffah atau seutuhnya oleh seorang data 1.a. berisi tentang pertanyaan yang ditanya oleh
Muslim. E’tikeuet termasuk salah satu bhah atau kelompok lain kepada syaikhuna (seorang guru yang
masalah yang sering ditampilkan dalam Meurukôn pandai dalam ilmu Agama). Adapun pertanyaan
(Harun, 2012) pertama ditanya mengenai iman mujmal ada berapa
perkara? Kemudian syaikhuna menjawab iman mujmal
Analisis kritis teks syair Meurukon dalam perspektif ada 2 perkara. Pada data 1.b. beliau menjelaskan bahwa
pendidikan Islam pertama beriman kepada Allah, yang kedua beriman
Meurukôn merupakan budaya Islami yang sudah kepada Rasulullah serta iman akan segala perkataan
mengakar dalam masyarakat Aceh. Dalam acara Rasulullah. Pada data 1.a. ini jelas bahwa pendidikan
Meurukôn biasanya diperdebatkan dua atau tiga kafilah tauhid tertera pada perkataan iman. Iman artinya
(kelompok). Satu kafilah biasanya berjumlah enam mengikrarkan dengan lisan dan membenarkan dengan
sepuluh orang. Mereka dipimpin oleh Syeh. Materi yang hati serta mengerjakan dengan anggota juga meyakini
diperdebatkan dalam Meurukôn yakni mengenai dan mempercayai segala sesuatu yang berhubungan
masalah agama. Perdebatan dalam Meurukôn sangat dengan ketuhanan, kenabian, hari akhirat, syurga,
alot, untuk menghindari salah tafsir dari Meurukôn, neraka, dan lain-lain.
acara ini tidak disebut sebagai pertandingan atau adu Bagi setiap mukallaf (Islam, balig, berakal) wajib
argumen soal agama, akan tetapi disebut sebagai acara mengetahui masalah iman secara terperinci agar
meutrang-trangagama, yakni saling menjelaskan soal memiliki iman yang sempurna. Oleh sebab itu,
pemahaman Agama. Daerah Aceh sendiri, saat syaikhuna menjelaskan kepada kita kewajiban dalam
pergelaran Meurukôn, masyarakat berbondong-bondong beriman kepada Allah Yang Maha Esa dan percaya akan
untuk mengikutinya, karena ada pengetahuan Agama segala perkataan, perbuatan serta takrirnya Nabi
yang diajarkan melalui perdebatan para kafilah atau Muhammad SAW. Jika tidak, maka iman dianggap
kelompok. Pengetahuan Agama yang terkandung dalam tidak sah.
teks Meurukôn memiliki 3 nilai-nilai pendidikan Islam, 2. Pendidikan fiqih yaitu ilmu yang mempelajari segala
yaitu data tentang pendidikan Islam yang meliputi: sesuatu yang berhubungan dengan syari’at atau
1. Pendidikan Aqidah yaitu ilmu yang mempelajari hukum Islam.
segala sesuatu yang berhubungan dengan I’tiqad Pada syair Meurukôn pendidikan fiqih terbagi menjadi 3
atau keyakinan pada Tuhan Yang Maha Esa. bagian yaitu fiqih ibadah yang membahas tentang
Sebagai contoh syair adalah sebagai berikut: shalat, puasa Ramadhan dan fiqih munakahat yang
membahas tentang segala yang berhubungan dengan
nikah. Salah satu contohnya adalah sebagai berikut:
HAYANI – Analisis kritis teks syair meurukon dalam perspektif pendidikan Islam 73

Data 2.b. Toh roh amai ibadat aneuék adam


Soal: Yang geubangsa kepada droejih sendiri
Pat asai jahe dan tanda jahe padim perkara? Toh dali riwayat hadis. Walaya syekhuna?
Terjemah perbait: Terjemah perbait:
Soal: Pada data 3.a. bait pertama, soal manakah amal
Dimana asal jahil dan tanda jahil berapa perkara? ibadat anak adam
Pada data 3.a. bait kedua, Yang dibangsakan
Data 2.b.
kepada dirinya sendiri
Jawab:
Pada data 3.a bait ketiga, Manakah dalil riwayat
Asai jahe nalhè perkara
hadis wahai syaikhuna?
Lam kitab kana meunan geu susun
Yang phôn teukaboe wahai saudara Data 3.b.
Atau ta ingkar saban cit meufom Firman Tuhan hadis qudusi
Hikayah nabi pang ulè alam
Terjemah perbait:
Bandum amalan Tuhan pegah kri
Jawab:
Yang dikerjai lé aneuék adam
Pada data 5.b. bait pertama, asal jahil ada tiga
perkara Terjemah perbait:
Pada data 5.b. bait kedua, dalam kitab demikian Pada data 3.b. bait pertama, firman Allah hadis
disusun qudsi
Pada data 5.b. bait ketiga, yang pertama takabur Pada data 3.b. bait kedua, sabda nabi penghulu
wahai saudara alam
Pada data 5.b. bait keempat, atau mengingkar Pada data 3.b. bait ketiga, semua amalan tuhan
(munafik) sama pemahaman katakan
Pada data 3.b. bait keempat, yang dikerjakan
Pada data 2.a. kelompok bertanya kepada oleh anak adam
syaikhuna dimana asal jahil dan tanda jahil berapa
Data 3.c.
perkara? Pada data 2.b. syaikhuna menjawab, asal jahil
Amai puasa tak kecuali
ada tiga perkara, dalam kitab demikian dijelaskan. Yang
Kedri sendiri Tuhan jadikan
pertama takabur, kedua banyak bicara tapi tidak ada
Meunan cit fala puasa ini
kenyataannya, seperti pribahasa “tong kosong nyaring
Kepada Rabbi fala balasan
bunyinya”. Yang ketiga orang yang selalu memfitnah
orang lain. Terjemah perbait:
Asal jahil tiada ilmu karena bodoh. Jika ada ilmu Pada data 3.c. bait pertama, amal puasa tidak
tidak mau menuntut, tidak ada niat untuk memahami kecuali
ilmu tersebut, jika berbicara tiada faedah. Di Aceh Pada data 3.c. bait kedua, diri sendiri tuhan
pendidikan dunia dan akhirat disetiap tempat ada, tetapi jadikan
banyak anak muda yang tidak mau menuntut ilmu. Pada data 3.c. bait ketiga, begitu juga fahala
Mereka lalai dengan permainan dunia yang sifatnya puasa ini
sementara. Oleh sebab itu, syaikhuna menyarankan agar Pada data 3.c. bait keempat, kepada rabbi fahala
pemuda pemudi Islam mengaji pada para ulama. balasan
Mereka mengaji ilmu nahu dan saraf agar nantinya
Data 3.d.
pandai dalam mengaji Arab.
Disinan lôn bôh surah teukeudi
Jika tidak bisa mengaji kitab Arab, kitab jawi
Paken jeut Rabbi neupeugah meunan
silahkan mereka tuntut. Jangan sampai pada saat
Sedang ibadat sama sekali
menikah tidak tahu apa-apa tentang ilmu agama
Perintah Rabbi dum sekalian
terutama masalah thaharah dan ibadah. Jika tidak bisa
sungguh menjadi aib untuk diri kita sendiri. Mengajilah, Terjemah perbait:
carilah ilmu setinggi mungkin agar kita menjadi hamba Pada data 3.d. bait pertama, disitu saya
Allah yang bertakwa dunia dan akhirat. Kemudian umpamakan apabila terjadi
syaikhuna mengajak pemuda pemudi untuk masuk Pada data 3.d. bait kedua, kenapa Rabbi
anggota rukôn jika memang mereka tidak bisa mengaji mengatakan demikian
kitab. Pada data 3.d. bait ketiga, sedang ibadat
3. Pendidikan akhlak terpuji yaitu ilmu yang Pada data 3.d. bait keempat, perintah Rabbi
mempelajari tentang perilaku dan budi pekerti yang kepada sekalia
baik. Contohnya yaitu: Data 3.e.
Data 3.a. Adak balasan yang akan neubri
Soal: Bandum bak Rabbi teuman neupulang
74 1: 69-76, 2018

Soal dan jaweub bacut ulôn bri Pada data 3.a. kelompok bertanya kepada
Puasa ini saboh amalan syaikhuna mana amal ibadat anak adam yang
dibangsakan kepada dirinya sendiri? Mana dalil riwayat
Terjemah perbait: hadist? Pada data 3.b. hadist qudsi perkataan Nabi
Pada data 3.e. bait pertama, walau balasan yang Penghulu Alam yang diterjemahkan pada data 3.c. yaitu
akan diberikan “Segala amalan yang dikerjakan oleh anak adam amalan
Pada data 3.e. bait kedua, semua pada Rabbi kita puasa tidak terkecuali diri sendiri Tuhan jadikan amalan
dapatkan untuknya. Begitu pula dengan fahala puasa ini kepada
Pada data 3.e. bait ketiga, soal dan jawab sedikit Rabbi fahala balasan. Pada data 3.d. disini Syaikhuna
saya berikan mengatakan apabila suatu ketika ada yang bertanya,
Pada data 3.e. bait keempat, puasa ini satu kenapa Rabbi mengatakan demikian sedang ibadat sama
amalan sekali perintah Rabbi pada sekalian.
Pada data 3.e. walau balasan yang akan diberikan,
Data 3.f.
semua pada Rabbi nanti kita dapatkan. Soal Tuhan dan
Saboh ibadat yang tersembunyi
jawab sedikit saya berikan, bahwa puasa ini satu
Han didapati uleh hawasan
amalan. Pada data 3.f. satu ibadat yang tersembunyi
Meusidroe ureung han ek ketahui
tidak akan didapatkan oleh pemikiran seseorang. Satu
Melainkan Rabbi po amalan
orang pun tidak mengetahui melainkan Rabbi yang
Terjemah perbait: mempunyai segala perbuatan. Pada data 3.g. Syaikhuna
Pada data 3.f. bait peertama, satu ibadah yang menjelaskan dengan sebab itulah Tuhan ku Rabbi
tersembunyi kepada diri sendiri Tuhan bangsakan amalan dari puasa
Pada data 3.f. bait kedua, tidak didapatkan oleh yang dikerjakan olah setiap hamba.
pemikiran Pada pendidikan fiqih (puasa) ini, peneliti
Pada data 3.f. bait ketiga, satu orang pun tidak memperdalam mengenai amal ibadah yang dikerjakan
ada yang mengetahui oleh setiap hamba akan Allah berikan fahala yang
Pada data 3.f. bait keempat, melainkan Rabbi berlipat ganda tidak Allah berikan kepada hamba Allah
pemilik alam yang lainnya kecuali umat Nabi Muhammad SAW.
Oleh sebab itu, barang siapa yang memperbanyak amal
Data 3.g.
perbuatan pada bulan Ramadhan maka akan di lipat
Ngen sebab nyan keuh Tuhan ku Rabbi
gandakan kepadanya fahala. Jelaslah bahwa sesuai
Kedroe sendiri Tuhan bangsa kan
dengan penjelasan dari syaikhuna, bahwa amalan anak
Riwayat hadis jino lôn rawi
adam apabila di kerjakan pada bulan Ramadhan tidak
Yang menguasai dengan balasan
satu orang pun yang mengetahui melainkan Allah SWT.
Terjemah perbait: Pada pembahasan pendidikan fiqih (puasa) ini
Pada data 3.g. bait pertama, dengan sebab itulah peneliti tidak menjelaskan secara mendetail atau secara
tuhan ku Rabbi per baitnya, karena mulai dari data 3.h. atau bait yang
Pada data 3.g. bait kedua, kepada diri sendiri lainnya dijelaskan tentang faedah seseorang yang
Tuhan berikan berpuasa pada bulan Ramadhan berdasarkan amalan
Pada data 3.g. bait ketiga, riwayat hadis sekarang yang dia kerjakan akan menolongnya pada hari kiamat
saya rawi kelak dengan berbagai macam pertolongan dari Allah
Pada data 3.g. bait keempat, yang menguasai SWT.
pembalasan Demikianlah nilai-nilai pendidikan yang
terkandung dalam syair Meurukôn yang di nilai mampu
Data 3.h.
untuk memperdalam pengetahuan Agama bagi peserta
Uroe kiamat Nabi pegah kri
didik ditambah dengan adanya kemampuan syeh setiap
Saboh peureulèe ummat digobnyan
kafilah atau kelompok membangkitkan radat (irama)
Sayeub Tuhan bri
mampu membuat penonton betah sampai pergelaran
Ban cicem nuri ka ji teureubang
Meurukôn usai. Suasana Meurukôn terasa sangat hidup
Terjemah perbait: ketika suara syeh setiap kafilah melengking sehingga
Pada data 3.h. bait pertama, hari kiamat Nabi membangkitkan berbagai irama syair religi. Syair
katakana mengajukan dan menjawab pertanyaan yang kemudian
Pada data 3.h. bait kedua, satu yang diperlukan diikuti oleh para anggota kafilah. Setelah khutbah
oleh Nabi dari ummatnya Meurukôn, syehkuna mengajukan beberapa pertanyaan
pembuka kepada setiap kafilah secara bergiliran.
Pada data 3.h. bait ketiga, sayap tuhan berikan
Syehkuna akan menilai tingkat kebenaran dan setiap
Pada data 3.h. bait keempat, seperti burung nuri
rincian jawaban masing-masing kafilah. Babak
berterbangan
selanjutnya syehkuna tidak mengajukan pertanyaan.
Pertanyaan selanjutnya akan diajukan dari satu kafilah
HAYANI – Analisis kritis teks syair meurukon dalam perspektif pendidikan Islam 75

kepada kafilah lainnya, syehkuna hanya menilai indatu. Bila melihat lebih jauh Meurukôn sendiri
pertanyaan dan jawaban yang diberikan. Saat saling memiliki 3: (1) Pendidikan Aqidah yaitu ilmu yang
melemparkan pertanyaan dan menjawab, pada saat itu mempelajari segala sesuatu yang berhubungan dengan
penonton mendapat kupasan ilmu Agama. Kafilah yang I’tiqad atau keyakinan pada Tuhan Yang Maha Esa.
mendapatkan pertanyaan dengan dikomando syeh akan Pada syair tersebut syaikhuna mengajari dan mengajak
menjawab pertanyaan tersebut. Kemudiah kafilah kita untuk selalu mengenal Allah dan mengetahui akan
penanya akan merespon apakah jawaban yang diberikan sifat yang wajib, mustahil, dan jaiz ada Allah dan
benar atau tidak. Adakalanya antara penanya dan pendidikan akhlak terpuji berhubungan dengan
penjawab merasa sama-sama benar, maka dari itu untuk kelakuan, budi pekerti dan perangai manusia dengan
mencari kebenaran yang sesungguhnya, maka Allah. Pada pendidikan akhlak terpuji, syaikhuna
pertanyaan dilempar secara bersamaan dengan syehkuna mengajak dan mengajari kita tentang mencari ilmu
untuk meluruskannya. Hal ini berguna untuk Agama. Supaya kita bahagia dunia dan akhirat. Jangan
meluruskan jawaban yang benar. Meminta penilaian sampai kita lalai dengan dunia yang hina dan fana ini
syehkuna juga harus dilakukan dengan menggunakan sehingga membuat kita menyesal pada akhirnya karena
syair. Salah satu syairnya yaitu: tidak memiliki ilmu Agama. Bagian lain dari syair
meurukôn mengandung ajakan atau seruan kepada
Tengku meunan kamoe menoe masyarakat, pesan dan lanie (lawak/sindiran). Hal ini
Masalah nyoe bek tameudakwa disebabkan adanya modifikasi dari sumber yang
Wahe’ e tengku kamoe hana meutuoh membawakannya. Disamping itu terdapat pula bahasa
Pulang u tengku syeh kuna yang digunakan dalam syair tersebut, banyak
mengandung kata-kata dalam bahasa asli sehingga
Selanjutnya, syehkuna akan meluruskan jawaban, bahasa dan maknanya sulit untuk difahami.
dengan berbagai dalil. Karena itu acara meurukôn Seharusnya syair meurukôn harus dijaga oleh
disebut sebagai ajang beda kitab keislaman. lingkungan terkecil yaitu keluarga sampai dalam
Kemampuan setiap khalifah dalam mengajukan dan lingkungan yang besar yaitu lingkungan masyarakat.
menjawab pertanyaan sangat bergantung pada Sehingga masyarakat juga memiliki peran yang sangat
banyaknya referensi kitab yang mereka baca. Dan penting, dan harus ikut andil dalam menjaga syair
biasanya, satu pertanyaan sering dikupas selama meurukôn. Tidak hanya pemerintah melainkan
berjam-jam. semuanya harus ikut berpartisipasi. Sehingga,
Dari hasil analisis pada pembahasan ini dapat masyarakat Aceh terutama pendidikannya mampu
disimpulkan bahwa syair meurukôn adalah suatu syair menjaga syair meurukôn yang merupakan warisan
yang menjadi salah satu media pembelajaran untuk indatu. Dan sebaiknya pemerintah lebih tegas di dalam
pendidikan agama Islam. Syair meurukôn juga melestarikan syair meurukôn. Disinilah kapasitas dan
merupakan tradisi lisan secara turun temurun yang peran pemerintah daerah semakin teruji bila dilihat dari
diungkapkan melalui syair sehingga menarik para berbagai sisi terutama masyarakat. Sehingga
pendengar untuk mendengarnya. Namun, sangat menimbulkan pertanyaan. Apakah pemerintah daerah
disayangkan salah satu yang menjadi sumber media akan menjaga syair meurukôn? Ataukah ia akan
dalam pembelajaran pendidikan Islam ini hampir punah tenggelam ditelan zaman, ataukah bertahan melawan
di Aceh. Sehingga banyak kalangan masyarakat yang arus modernisasi dan globalisasi?. Jawaban tersebut
tidak mengetahui tentang meurukôn. masing-masing berada di dalam hati nurani pemerintah
Harapan peneliti dalam melakukan analisis, itu sendiri. Harus di bawa kemanakah syair meurukôn?
berharap agar meurukôn dapat menjadi salah satu media
pembelajaran agama Islam dalam ekstrakurikuler.
Karena dengan adanya media ini, kita tidak hanya DAFTAR PUSTAKA
menjadikannya sebagai ilmu dalam pendidikan Islam,
tetapi juga untuk mengembangkan dan melestarikan Arifin, M. 1994. Ilmu Pendidikan Islam Suatu Tinjauan
kebudayaan Aceh yang harapannya akan banyak Teoritis Dan Praktis Berdasarkan Pendekatan
digemari oleh masyarakat lain. Interdisipliner. Jakarta: Bumi Aksara.
Daulay, Haidar Putra & Pasa, Nurgaya. 2012. Pendikan Islam
dalam Mencerdaskan Bangsa. Jakarta: Rineka cipta.
KESIMPULAN Harun, M. 2012. Pengantar Sastra Aceh. Bandung:
Citapustaka Media Perintis.
Meurukôn di era modern adalah suatu hal yang Muhammad Zaki. 2014. Analisis Pesan Moral Dalam Syair
dianggap tabu. Hal ini disebabkan karena masih banyak Rapai Pulôt Geurimpheng (Kajian Sastra Lisan
masyarakat Aceh yang hidupnya sudah mengarah Masyarakat Aceh Utara). Fakultas Keguruan dan Ilmu
kepada ke modernisasian. Sehingga banyak diantara Pendidikan Universitas Almuslim. Bireuen.
mereka yang belum merasa memiliki, berkewajiban Mujib, Abdul & Mudzakkir, Jusuf. 2006. Ilmu Pendidikan
menjaga warisan budaya yang telah diwariskan oleh Islam. Jakarta: Kencana Pranata Media Group.
76 1: 69-76, 2018

Omar Muhammad At-Taumy Al-Syaibany. 1983. Filsafat Ratna, Nyoman Kutha. 2009. Teori, Metode dan Teknik
Pendidikan Islam. Jakarta: Bulan Bintang. Penelitian Sastra. Denpasar: Pustaka Pelajar.
Putri, Nineka, Merukon, dalam Http://www.aceHforum.or.id/. Sanggar Harapan Bangsa. 1975. Syair Meurukôn. Ulee Pulo,
Diaksestanggal 20 April 2015 Dewantara: Aceh Utara.
Quraish Shihab. 2002. Tafsir Al-Musbah: Pesan Kesan Dan Yuwono, Untung. 2007. Gerbang Sastra Indonesia Klasik.
Keserasian Al-Qur’an. Jakarta: Lentera Hati. Jakarta Selatan: Wedatama Widya Sastra.
ISSN 2622-9439; E-ISSN 2622-9447
Volume 1, September 2018
Halaman: 77-83

Penerapan Syari’at Islam di Aceh Antara Kenyataan dan Harapan


(Menelusuri Budaya Masyarakat Aceh Masa Lampau dalam
Manuskrip)
Aida Hayani
Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga
Jl. Marsda Adisucipto Yogyakarta 55281 - Indonesia
Email: aidaalmahira@yahoo.com

Abstrak. Penerapan syari’at Islam di era modern adalah suatu hal yang dianggap tabu. Hal ini disebabkan karena masih banyak
umat Islam yang anti, segan, dan takut dengan dilaksanakan syari’at Islam secara kaffah. Selain itu, belum terpadunya umat Islam
untuk menegakkan syari’at Islam, banyak diantara mereka yang belum merasa memiliki, berkewajiban menjaga, mengawasi dan
melaksanakan syari’at Islam secara kaffah dan benar. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman
masyarakat bahwa pelaksanaan syari’at Islam secara kaffah sangat dibutuhkan untuk mengantisipasi problematika sosial di era
modern. Kebijakan lokal mulai terkikis dengan masuknya budaya modern. Sebagai contoh, banyak anak-anak Aceh yang tinggal di
perkotaan tidak dapat lagi berbahasa Aceh dengan baik serta banyak perilaku masyarakat Aceh yang mulai bergeser dari warisan
masyarakat Aceh masa lampau. Banyak manuskrip tentang khazanah kebudayaan Aceh yang cukup luar biasa di museum dan dayah-
dayah yang menggambarkan budaya masyarakat Aceh yang sangat kental dengan nilai-nilai agama Islam. Bercermin pada hal itu,
besar harapan pada pemerintah Aceh agar menerapkan syari’at Islam secara kaffah pada seluruh lapisan masyarakat.

Kata Kunci: Problematika sosial, Masyarakat modern, Syari’at Islam, Budaya

PENDAHULUAN semakin canggih teknologi, maka semakin canggih pula


pemikiran manusia. Namun yang disayangkan, banyak
Masyarakat modern merupakan himpunan orang yang umat Islam melakukan penyimpangan. Hal ini
hidup bersama di suatu tempat dengan ikatan-ikatan menimbulkan pertanyaan dalam hati nurani kita.
aturan tertentu yang bersifat baru (Abuddin, 2010). Hal Apakah penyebabnya? Apakah masyarakat tidak
ini menggambarkan secara struktural bahwa zaman mengetahui apa itu syari’at Islam, ataukah mereka
modern merupakan dimana suatu zaman dengan hanya sekedar mengetahui namun tidak mengetahui cara
maraknya bermacam-macam teknologi berkembang mengimplementasikannya. Ini adalah sebuah
pesat di seluruh lapisan dunia. Hal ini tentunya problematika yang dihadapi oleh masyarakat modern di
memberikan dampak yang sangat besar bagi seluruh zaman modernisasi dan globalisasi ini. Seharusnya
lapisan masyarakat mulai dari anak-anak sampai orang seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin
tua, yang ikut tertarik untuk menggunakan teknologi canggih maka semakin kuat juga syari’at kita terhadap
baik itu WhatsApp, Facebook, Instagram. Walaupun Allah, dikarenakan dengan teknologi yang canggih
tidak semua masyarakat mengetahui akan sisi positif setiap lapisan masyarakat akan menyi’arkan Islam baik
maupun sisi negatif dalam penggunaan media teknologi. melalui jejaring sosial ataupun melalui media massa.
Sebagai contoh penggunaan media internet yang dapat Sehingga masyarakat bisa mengetahui dan mengenal
menggugah berbagai macam aplikasi degan berbagai bagaimana hukum-hukum agama Islam yang sesuai
jejaring sosial seperti Google, Youtube, Twitter dan dengan syari’at Islam.
lain-lain. Padahal jika dikaji lebih menyeluruh, apabila Syari’at Islam merupakan hukum-hukum atau
seseorang dapat menggunakan aplikasi teknologi aturan-aturan yang telah Allah tetapkan bagi setiap umat
dengan baik dan benar maka banyak manfaat dan Islam yang sudah mukhalaf dan apabila diingkari maka
dampak positif yang dapat membantu kebutuhannya, akan berdosa. Sumber syari’at Islam adalah Al-Qur’an
terutama dalam bidang pendidikan. Ironisnya, banyak dan hadist serta ijtihad pada mujtahid dalam memahami
dari masyarakat modern salah dalam memanfaatkan teks-teks maupun sebaliknya. Syari’at Islam secara
perkembangan teknologi, sehingga penyimpangan umum adalah agama Islam itu sendiri secara
terjadi. Dimana begitu banyak diantara kita yang rela keseluruhan yang berisikan berbagai ajaran yang
menyikut teman seiring, mengunting dalam lipatan bersangkutan aqidah (keyakinan agama), ibadah (ritual
bahkan mengunyah tulang belulang sesama bangsa, keagamaan), mu’amalah (interaksi antara sesama
memakan daging teman seiring dan menegup darah manusia), jinayah (kepidanaan) dan lain-lain. Dalam
teman seagama tanpa belas kasihan. Padahal dengan
78 1: 77-83, 2018

Qanun Provinsi Aceh Nomor 10 Tahun 2000, pada Kehidupan masyarakat Aceh sehari-harinya dijiwai oleh
pasal 1 ayat (1) menyebutkan: nilai-nilai agama yang suci. Hal ini senada dengan yang
Syari’at Islam adalah tuntutan ajaran Islam dalam dikatakan oleh seorang antropolog Belanda, B. J.
semua aspek kehidupan. Dengan demikian syari’at Boland yaitu “Being an Acehnese is equipment to being
secara harfiah disini adalah jalan ke jalan lurus yang a Muslim (menjadi orang Aceh sudah identik dengan
harus diikuti oleh setiap Muslim. Sebenarnya menjadi Muslim)”. (Azman, 2011).
pemberlakuan Syari’at Islam di Provinsi Aceh Sebagai suatu masyarakat yang sangat kental
merupakan ketentuan dari diundang-undangkannya UU dengan ajaran-ajaran Islam, pasti masyarakat di tanah
No. 44 tahun 1999 dan UU No. 18 tahun 2001. rencong menyambut baik dalam melaksanakan syari’at
Pemberlakuan Syari’at Islam di Aceh, bukanlah hal Islam di semua aspek kehidupan walaupun pada era
yang tabu atau ghaib, karena sudah sejak lama umat Globalisasi ini.
Islam di Aceh dikenal dengan “Serambi Mekah”,
dikenal sangat fanatik terhadap agama Islam.

Beberapa manuskrip yang membahas tentang budaya masyarakat Aceh pada masa Lampau yang kental dengan
nilai-nilai agama Islam

Gambar 1. Contoh manuskrip tentang budaya masyarakat Aceh pada masa lampau.

Dari gambar di atas menggambarkan secara


struktural bagaimana sosio-kultural dari masyarakat
Aceh pada masa lampau, dimana masyarakat Aceh di
masa lampau memiliki sebuah sikap saling menerima
dan mengaitkan sesuatu dengan ketentuan agama atau
syari’at Islam. Hal ini tampak kita lihat melalui sebuah
ungkapan yaitu “Kami putra(i) Indonesia Atjeh telah
menjedari dengan rohaniah dan djasmaniah sjarat
mutlak ialah keperibadian sebagai bangsa jang telah
sedjak lama mempunyai budaja dan sedjarah jang
diwarisi dari leluhur bangsa kami”. Dan ada hal yang
begitu menarik pada masa lampau masyarakat Aceh
sangat kental sekali terhadap kepanduan dan agama. Hal Gambar 2. Contoh manuskrip tentang budaya masyarakat
Aceh yang sangat kental sekali terhadap kepanduan dan
ini tampak kita lihat dari manuskrip di bawah ini
agama.
(Gambar 2):
HAYANI – Penerapan Syari’at Islam di Aceh antara kenyataan dan harapan … 79

Berbagai manuskrip di atas menggambarkan Syari’at Islam bila ditinjau dari sumber hukum
betapa indahnya kehidupan masyarakat Aceh pada masa Islam
lampau, mereka saling menghargai antara yang satu Al-Qur’an memberikan perhatian yang cukup
dengan yang lainnya tanpa memandang status, tahta mendalam terhadap syari’at Islam. Hal ini dapat dilihat
maupun jabatan. Sehingga Aceh mampu menjadi sesuai dengan firman Allah SWT yaitu sebagai berikut:
incaran mata dunia, namun yang begitu mengiris
goresan luka pada era modernisasi dan globalisasi ini ‫ل كَافَّةَ ال ِس ْل َِم فِي ا ْد ُخلُوا آ َمنُوا الَّذِينََ أَيُّ َها يَا‬ ََ ‫تَتَّبَِعُوا َو‬
masyarakat Aceh sudah lupa ajaran indatu sehingga
kehidupan mereka di porak-poporandakan dengan ‫ت‬ ُ ‫ان ُخ‬
َِ ‫ط َوا‬ َِ ‫ط‬ َ ‫ش ْي‬
َّ ‫عدُوَ لَ ُك َْم ِإنَّ َهُ َۚ ال‬َ َ‫ُم ِبين‬
status, tahta dan jabatan. Hal ini tak hanya terjadi dari
segi sosial kemasyarakatan akan tetapi juga dari segi Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, masuklah
berpakaian yang jauh menyimpang dari masyarakat kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu
Aceh pada masa lampau. turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan
itu musuh yang nyata bagimu.” (Q.S. Al-Baqarah ayat
Berikut contoh pakaian masyarakat Aceh pada masa 208).
lampau
Bila melihat tafsir Ibnu katsir pada ayat tersebut
terdapat kata ‫تَتَّبِعُو‬, yang mana terdiri dari pada tiga
elemen yang terkandung di dalamnya yaitu sebagai
berikut: (Ad-Dimasqi, Al-Imam Abul Fida Isma’il Ibnu
Katsir, 2002).
1. Adanya sifat ketaqwaan pada setiap diri individu,
dengan landasan utama yaitu “Iman dan Taqwa” di
dalam menjalankan semua perintah yang telah
diperintahkan oleh Allah SWT dan meninggalkan
segala sesuatu yang dilarang oleh-Nya.
2. Penegakan “Amar ma’ruf nahi mungkar”.
3. Kebijakan para pemerintah. Disini memiliki suatu
pemahaman adalah pemerintah yang selalu berpihak
kepada rakyatnya. Amanah dan bertanggung jawab.
Karena sebagaimana diketahui bahwa pemahaman
dan pengamalan Islam tidak hanya terbatas pada
ritual semata, akan tetapi ajarannya harus
ditumbuhkan melalui pendekatan. Disini Islam harus
masuk kedalam semua dimensi kehidupan
Gambar 3. Contoh pakaian masyarakat Aceh pada masa
lampau. masyarakat. Tidak hanya terfokus kepada ibadah
mahdhah semata.

Hal ini menggambarkan tentang bagaimana Upaya membangun dalam sebuah transformasi
tatanan syari’at Islam yang sangat kental di Aceh pada sosial merupakan suatu agenda umat Islam di Aceh.
masa lampau dalam hal berpakaian, dan Kelihatannya belum memberi sebuah makna sesuai
menggambarkan suatu sikap kekeluargaan yang begitu dengan harapan seluruh elemen masyarakat di “Bumi
erat tanpa adanya saling kecurigaan pada individu Iskandar Muda”. Walaupun di dalam UU No. 44 tahun
lainnya. Hari ini, dengan era makin lama makin 1999, tentang penyelenggaraan keistimewaan di Aceh
canggih. Maka syari’at Islam pun tenggelam terbawa menerapkan beberapa komponen yaitu sebagai berikut:
arus modernisasi dan globalisasi. Hal ini dikarenakan Pertama, penerapan syari’at di seluruh segi kehidupan
banyak dari mereka yang telah melalaikan bahkan beragama. Kedua, penggunaan kurikulum, yang mana
meninggalkan ajaran Islam, sehingga mereka dengan kurikulum tersebut harus berdasarkan syari’at Islam,
mudah dikuasai dan menjadi target utama musuh-musuh tanpa mengabaikan kurikulum umum. Ketiga,
Islam. Padahal begitu banyak harapan yang diinginkan pemasukan unsur-unsur adat dalam struktur
oleh segelintir masyarakat Aceh pada era globalisasi, pemerintahan desa, misalnya penyebutan kepala desa
dimana Aceh mampu menjadi daerah yang dapat dengan Geuchik. Keempat, pengakuan peran ulama
memanfaatkan seluruh teknologi bukan terseret dan dalam penetapan kebijakan daerah.
terbenam dalam arus globalisasi dan modernisasi. Dalam konteks yang lebih luas, Islam tidak hanya
Dikarenakan globalisasi bukanlah hal yang penuh mengatur aspek-aspek yang berkaitan dengan
dengan sisi negatif, akan tetapi ia juga memiliki sisi “Ubudiyah” melainkan juga segala bentuk atau seluk
yang positif. Globalisasi ibarat dua mata pisau, beluk mu’amalah (Mujiburrahman, 2011). Karena Islam
tergantung bagaimana kita mengarahkannya. sebagai agama yang kaffah, menurut Ibnu Katsir
80 1: 77-83, 2018

menyebutkan bahwa sebagai berikut: (Ad-Dimasqi, Al- Islam, karena ia merupakan titik sentral dari semua
Imam Abul Fida Isma’il Ibnu Katsir, 2002). ajaran agama.
1. Menjadikan segala sisi syari’at Islam sebagai 5. Pencegahan dan pengawasan oleh WH (Wilayatul
pedoman hidupnya. Hisbah). WH yang diangkat oleh pemerintah
2. Mengamalkan semua perintah Allah SWT. memiliki peran untuk melaksanakan pengawasan,
3. Meninggalkan semua larangan Allah SWT. menegur dan menasehati setiap orang yang
beragama Islam yang melakukan pelanggaran
Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT pada terhadap syari’at Islam yaitu qanun 12 (khamar), 13
(Q.S. Thaha ayat 2-3). (judi), 14 (khalawat).

‫ْك أ َ ْنزَ ْلنَا َمآ‬ََ ‫علَي‬َ ََ‫ ِلت َ ْشقَى ْالقُ ْراَن‬٢َۚ Selama ini sejumlah kendala dan permasalahan
dalam penegakan syari’at Islam antara lain sebagai
ََّ ‫ن ت َ ْذ ِك َرةَ ِإ‬
‫ل‬ َْ ‫ ي َّْخشَى ِل َم‬٣َۚ berikut:
Artinya: “Kami tidak menurunkan Al-Qur’an ini 1. Segi Fitrah
kepadamu agar kamu menjadi susah, tetapi sebagai Masih banyak umat Islam yang anti, segan atau takut
peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah).” dengan diterapkan syari’at Islam secara kaffah,
selain itu belum terpadunya umat Islam untuk
Minimal ada beberapa tahap ataupun strategi yang menegakkan syari’at Islam.
dapat kita lakukan untuk mencegah untuk terjadinya 2. Segi Sosiologis
suatu tindakan pelanggaran syari’at Islam Masih banyak umat Islam belum merasa memiliki
1. Pencegahan dari aspek yang mendasar yaitu aqidah dan berkewajiban menjaga, mengawasi dan
(iman), karena iman membuat seseorang merasa melaksanakannya nilai-nilai syari’at Islam secarah
terawasi oleh Allah SWT, sehingga ia mampu self benar dan kaffah.
control terhadap apa yang ia lakukan. Sebagaimana
firman Allah SWT pada (Q.S. Ibrahim ayat 28): Pengaplikasian syari’at Islam di Aceh harus
dilaksanakan secara bertahap, dan menyeluruh, dimulai
‫ّللاَ ُك ْفرا َوأ َ َحَلُّوا‬ ََ ‫أَلَ َْم ت َََر إِلَى الَّذِينََ بَ َّدلُوا نِ ْع َم‬
ِ َّ ‫ت‬ dari keluarga, sekolah dan lingkungan masyarakat
secara universal. Sehingga peran ulama, lembaga agama
ََََ‫ار‬َِ ‫ار ْالبَ َو‬
ََ ‫قَ ْو َم ُه َْم َد‬ dan keagamaan sangat penting dalam membantu
pengaplikasian syari’at Islam. Seperti Masjid, Dayah,
Artinya: “Tidakkah kamu perhatikan orang-orang
Balai Pengajian dan lain-lainnya. Disamping itu peran-
yang telah menukar nikmat Allah dengan kekafiran
peran WH (Wilayatul Hisbah) juga sangat penting
dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan?”
dalam pengawasan, menegur dan menasehati setiap
2. Pencegahan dari aspek ibadah. Bila suatu rangkai orang yang beragama Islam yang melakukan
ibadah dilakukan dengan khusyu’ dan benar maka pelanggaran terhadap syari’at Islam, agar mereka sadar
akan membawa kepada pengaruh yang baik. dan mau melaksanakan perintah Allah SWT. Sementara
Sebagaimana firman Allah SWT pada (Q.S. Al- peran pemerintah daerah semakin teruji dilhat dari
Ankabut ayat 45) berbagai segi terutama masyarakat, apakah pemerintah
daerah tersebut istiqamah dan bersungguh-sungguh
َّ ‫ب َوأ َ ِق ِم ال‬
‫ص ََلة َ ۖ ِإ َّن‬ ِ ‫ي ِإلَي َْك ِمنَ ْال ِكت َا‬ َ ‫وح‬ ِ ُ ‫اتْ ُل َما أ‬ memberikan perhatiannya dan mengaplikasikan syari’at
ۗ ‫َاء َو ْال ُم ْنك َِر‬
ِ ‫ع ِن ْالفَحْ ش‬
Islam, khususnya di Aceh. Karena menurut catatan
َ ‫ص ََلة َ ت َ ْن َهى‬ َّ ‫ال‬ sejarah Islam, Aceh merupakan daerah pertama masuk
َ‫صنَعُون‬ ْ َ ‫َّللا أ َ ْكبَ ُر ۗ َوَّللاَّ ُ يَ ْعلَ ُم َما ت‬
ِ َّ ‫َولَ ِذ ْك ُر‬ dan berkembangnya Agama Islam di Nusantara ini.
Pada zaman kerajaan Aceh Darussalam, hukum yang
Artinya: “Bacalah apa yang telah diwahyukan
berlaku adalah hukum yang bersumber dari syari’at
kepadamu, Yaitu Al kitab (Al-Qur’an) dan
Islam. Di samping itu adat istiadat yang dijunjung tinggi
dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu
oleh masyarakat Aceh juga adat Istiadat yang bersumber
mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan
dan sejalan dengan hukum Islam. Sebagaimana
mungkar. Dan Sesungguhnya mengingat Allah
dikatakan dalam sebuah ungkapan “Hukum ngon adat,
(shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari
lage zat ngoen sifat”.
ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa
yang kamu kerjakan.”
Hubungan tatanan masa lampau dengan
3. Pencegahan dari segi keadilan sosial. Hal ini problematika Saat Ini
menggambarkan bahwa memenuhi kebutuhannya Pengembangan syari’at Islam di Aceh merupakan
dengan cara yang halal, dan menutup rapat peluang sebuah visi bagi masa depan Aceh. Visi ini didasarkan
haram yang dapat merugikan masyarakat. kepada penerimaan masyarakat Aceh terhadap Islam
4. Pencegahan dari segi amar ma’ruf nahi mungkar, sebagai sebuah pandangan hidup, yang didasarkan
yang seharusnya menjadi budaya dikalangan umat kepada pengalaman sejarah ratusan tahun yang pernah
HAYANI – Penerapan Syari’at Islam di Aceh antara kenyataan dan harapan … 81

mencapai puncak prestasi. Juga didasarkan kepada Ketiga fungsi di atas dapat ditemukan pada sistem
metodologi aktualisasi dalam bentuk kompromi “Adat penyelesaian konflik antar anggota masyarakat di Aceh,
ngon hukum lagee zat ngon sipheut”. Hal ini juga termasuk konflik dan sengketa adat kelautan. Konflik
senada dikatakan dengan sebuah ungkapan di bawah ini: antar nelayan di Aceh dapat diredam melalui pranata
sosial mereka sendiri, disamping kuatnya pengaruh
“Adat meukoh reubong, hukom meukah purieh.
agama Islam dalam pranata sosial mereka, disamping
Adat jeut beurang hoe ta kieh”
kuatnya pengaruh agama Islam dalam pranata sosial
(Adat bagaikan memotong bambu tua, sekali peradatan laut, termasuk penyelesaian konflik sosial
potong tak akan tumbuh lagi. Adat boleh sesama anggota masyarakat yang berprofesi sebagai
disampingi, tetapi hukum tak mudah dikiaskan nelayan. Hal ini tergambarkan dari nilai-nilai hukum
begitu saja). Islam tidak lepas dari prinsip penerapan yang dianutnya,
“Hukom meunyoe hana adat tabeue, adat serta tujuan hukum Islam itu sendiri. Salah satu prinsip
menyoe hana hukom bateue” yang dimaksud adalah penggunaan norma adat sebagai
salah satu pertimbangan dalam menetapkan hukum.
(Hukum tanpa adat, hambar, adat tanpa hukum Dalam penerapan hukum Islam selalu memerhatikan
batal). hukum adat istiadat setempat untuk dijadikan standar
norma yang harus diikuti dan ditaati oleh masyarakat,
Pepatah Aceh di atas mengabarkan suatu selama tidak bertentangan dengan ajaran Al-Qur’an
pengertian bagaimana persepsi masyarakat Aceh dalam maupun hadis.
menempatkan posisi Agama (Islam) dan adat. Adat Sebagaimana sebuah kebiasaan dalam masyarakat
merupakan seperangkat nilai, norma kehidupan Aceh, adat merupakan salah satu kebutuhan sosial yang
masyarakat. Sebagai tata kelakuan, adat merupakan sulit untuk ditinggalkan apalagi dilepaskan. Beberapa
kaedah-kaedah normatif yang diakui dan ditaati oleh ayat yang menjadi landasan hukum, yaitu sebagai
warga masyarakat yang bersangkutan. berikut:
Dalam masyarakat Aceh, adat ibarat ‘meukoh Surat Al- Baqarah ayat 233:
reubong’ (bagai memotong rebung), maksudnya dapat
disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang dihadapi.
Berbeda halnya dengan ‘hukom’ (meliputi agama Islam, َِ ‫ن ِب ْال َم ْع ُر‬
َۚ ‫وف‬ ََّ ‫علَى ْال َم ْولُو َِد لَ َهُ ِر ْزقُ ُه‬
ََّ ‫ن َو ِكس َْوَت ُ ُه‬ َ ‫َو‬
aqidah dan syar’iyah) yang aturannya ketat dan tidak Artinya: “….dan kewajiban ayah memberi makan dan
boleh dilanggar semena-mena. Kata kedua tersebut juga pakaian kepada para ibu dengan cara ma'ruf….”
memberikan suatu isyarat bahwa kebolehan
menyesuaikan atau bahkan meninggalkan adat dengan Hal ini juga sesuai dengan firman Allah SWT pada
resiko ‘tabeue’ (hambar) tetapi tidak boleh surah Al-Baqarah ayat 241:
meninggalkan “hukom”.
Pada tataran praktis, pranata adat dan agama di
Aceh berkaitan dan berjalan seiring yaitu saling
َ ‫وف َمت َاعَ َو ِل ْل ُم‬
ِ ‫طلَّقَا‬
َ‫ت‬ َِ ‫علَى َحقَا َۚ بِ ْال َم ْع ُر‬
َ ََ‫ْال ُمت َّ ِقين‬
memperkuat satu sama lainnya. Namun tetap memiliki
Artinya: “Kepada wanita-wanita yang diceraikan
nuansanya sendiri. Hal itulah yang hendak dicoba
(hendaklah diberikan oleh suaminya) mut'ah menurut
telusuri dengan mengemukakan contoh kasus
yang ma'ruf, sebagai suatu kewajiban bagi orang-orang
bagaimana pranata sosial kelautan bekerja dalam
yang bertakwa.”
penyelesaian konflik dan sengketa adat antar nelayan
lokal.
Kedua ayat tersebut menyebutkan adanya
Menurut Soerjono Soekanto, fungsi pranata adalah
perlakuan secara ma’ruf. Akan tetapi tidak dijelaskan
sebagai berikut:
bagaimana makna sesungguhnya dari kata ma’ruf.
1. Memberikan pedoman pada anggota masyarakat
Seperti macam, jenis atau bentuk, dan batasan banyak
tentang bagaimana tingkah laku atau sikap dalam
sedikitnya nafkah yang harus diberikan orang tua
usaha untuk memenuhi segala kebutuhan hidupnya.
kepada anaknya atau oleh suami kepada istrinya yang
2. Menjaga keutuhan masyarakat dari ancaman.
diceraikan. Dalam memahami hal tersebut maka perlu
Norma-norma sosial akan berfungsi untuk mengatur
adanya rekontruksi hukum Islam dalam konteks ke
pemenuhan kebutuhan hidup setiap warga secara
Indonesiaan merupakan tantangan bagi para ahli hukum
adil dan tertib.
Islam, seluruh umat Islam, politis Muslim, untuk
3. Memberikan pegangan dalam mengadakan sistem
menjadikan hukum positif sebagai bahan perundang-
pengendalian sosial. Sanksi atas pelanggaran norma
undangan. Untuk melaksanakan hukum di Indonesia
sosial merupakanm sarana agar setiap warga
dapat dilakukan melalui beberapa jalur, diantaranya
masyarakat tetap sejalan dengan norma sosial,
sebagai berikut:
sehingga tertib sosial dapat terwujud.
82 1: 77-83, 2018

1. Jalur iman dan taqwa budaya suatu masyarakat. Oleh sebab itu, kesiapan dan
Melalui jalur ini pemeluk agama Islam dalam negara kematangan kehidupan sosial budaya akan sangat
Indonesia dapat melaksanakan hukum Islam yang berpengaruh terhadap keberhasilan penerapan suatu
merupakan bagian dan berasal dari agama Islam. hukum.
2. Jalur peraturan perundang-undangan Ketiga, pemerintah Aceh pernah menetapkan suatu
Dalam berbagai peraturan perundang-undangan kebijakan mengenai restorasi dan rehabilitasi kehidupan
telah ditunjuk hukum perkawinan, perbankan, sosial masyarakat Aceh. Kebijakan ini ditunjukan
hukum kewarisan, hukum asuransi, hukum wakaf. kepada korban akibat konflik berkepanjangan. Pro dan
3. Jalur bidang mua’amalah kontra ini sebenarnya berawal dari anggapan sebagian
Jalur ini membahas tentang transaksi di Bank kalangan yang menyebutkan bahwa restorasi sosial yang
Muamalat, BPR Syari’ah, Asuransi Tafakul. dilakukan pemerintah Aceh adalah diyat, sebagaimana
4. Jalur badan Arbitase Muamalat Indonesia (BAMUI) yang terdapat dalam hukum Islam.
Didirikan oleh MUI Pusat, para pengusaha, Program diyat secara umum pernah dilaksanakan
pedagang dan industriawan atas kesepakatan oleh Gubernur Aceh pada awal reformasi dahulu,
bersama dapat memilih hukum Islam untuk namun relatif mengandung banyak kelemahan.
menyelesaikan sengketa mereka secara damai. Akibatnya, program diyat mendapatkan penolakan dari
5. Jalur yang dilakukan oleh Lembaga Pusat Penelitian sebagian masyarakat. Penolakan hal tersebut didasari
Obat/Kosmetik dan Makanan (LPPOM). pada istilah diyat yang berasal dari fikih, tetapi tidak
6. Jalur pembinaan hukum atau pembangunan hukum sejalan dengan pemahaman yang ma’ruf selama ini.
nasional. Misalnya retorasi dan rehabilitas sosial tersebut tidak
dimulai dengan suatu proses hukum terlebih dahulu, hal
Berdasarkan hal tersebut hukum Islam terpancar ini di dasarkan kepada tingkat kerelaan atau pemaafan
dari sumber yang luas dan mendalam, memberikan dari keluarga korban.
sejumlah hukum positif dan dapat dipergunakan pada Sedangkan contoh lainnya adalah tentang bahasa
setiap tempat dan waktu. Dikarenakan Islam dapat Aceh. Semakin bertambah banyak anak-anak Aceh,
masuk ke semua zaman. Tidak hanya zaman tradisional khususnya di perkotaan, yang tidak dapat lagi berbahasa
semata melainkan juga zaman modern dan globalisasi Aceh dengan baik. Manuskrip-manuskrip yang
saat ini. menyimpan khazanah Aceh yang cukup luar biasa
Sejarah Aceh tampaknya telah memperlihatkan menjadi sia-sia di sudut-sudut museum dan dayah-dayah
adanya dinamika hubungan antara pranata sosial yang masih menyimpannya.
masyarakat dengan syari’at Islam serta/adat istiadat dan Demikian juga tulisan Arab Melayu. Relatif sangat
hukum positif yang menjadi aturan langsung yang kecil jumlah pelajar Aceh yang mampu menguasainya,
mengikat. Hubungan yang terjadi saling memperkuat dan tertutup kemungkinan bagi masyarakat lainnya.
atau justru memperlemah, terutama tergantung dari Namun demikian hari ini kita bisa melihat titik cerah
bagaimana perlakuan (treatment) yang dilakukan para dimana wacana tentang adat dan hukum adat mulai
elitnya. Perubahan zaman yang diiringi modernisasi, diperbincangkan lagi dengan adanya momentum baru di
sebagian telah menyisihkan keseharian adat dari Aceh barupa MOU Helsinki.
kehidupan masyarakat terutama kaum muda. Tidak
heran, jika kini muncul pertanyaan tentang masa depan
keberadaan adat di masyarakat Aceh. Sedikit demi KESIMPULAN
sedikit tampaknya telah terjadi erosi pada pemahaman
adat di kalangan masyarakat Aceh saat ini. Bagi masyarakat Aceh, syari’at Islam bukanlah suatu
Kearifan-kearifan lokal mulai terkikis dengan hal yang baru, bukan juga hanya sebatas nama dan
masuknya budaya modern seiring dengan keterbukaan simbol, sebab mereka sudah menjadikan agama Islam
alam di mana-mana. Salah satu contoh kearifan lokal sebagai pedomannya. Pemberlakuan syari’at Islam di
yaitu pada permasalahan diyat. Dalam konteks kearifan Aceh merupakan suatu keharusan, karena mayoritas
lokal masyarakat Aceh, konsep diyat menjadi menarik suku dan masyarakat Aceh hampir seratus persen
untuk di diskusikan lebih lanjut. Rusjdi Ali Muhammad beragama Islam.
dan Dedi Sumardi mengatakan bahwa ketertarikan Dinamika hubungan antara pranata sosial
tersebut paling tidak karena tiga hal yaitu sebagai masyarakat dengan syari’at Islam serta/ada istiadat dan
berikut. (Ali & Dedi, 2011). hukum positif yang menjadi aturan langsung yang
Pertama, konsep normatif diyat berasal dari ajaran mengikat. Perubahan zaman yang diiringi modernisasi,
dasar Islam yang bersumber dari Al-Qur’an maupun sebagian telah menyisihkan keseharian adat dari
Hadist. Konsep diyat telah ditentukan oleh ulama fikih kehidupan masyarakat terutama kaum muda. Tidak
agar dapat dipahami serta dilaksanakan oleh masyarakat heran, jika kini muncul pertanyaan tentang masa depan
muslim dalam kehidupan sosialnya. keberadaan adat di masyarakat Aceh. Sedikit demi
Kedua, konsep normatif diyat yang terkandung sedikit tampaknya telah terjadi erosi pada pemahaman
dalam Al-Qur’an Hadist terlihat dari konteks sosial adat di kalangan masyarakat Aceh saat ini. Kearifan-
HAYANI – Penerapan Syari’at Islam di Aceh antara kenyataan dan harapan … 83

kearifan lokal mulai terkikis dengan masuknya budaya DAFTAR PUSTAKA


modern seiring dengan keterbukaan alam di mana-
mana. Salah satu contoh tentang bahasa Aceh. Semakin Abidin, Nurdin. 2011. Syari’at Islam dan Isu-Isu
bertambah banyak anak-anak Aceh, khususnya di Kontemporer, Dinas Syari’at Islam Aceh: Nanggroe Aceh
perkotaan, yang tidak dapat berbahasa Aceh dengan Darussalam.
baik, di tambah akhlak yang jauh menyimpang dari Ad-Dimasqi, Al-Imam Abul Fida Isma’il Ibnu Katsir. 2002.
pada masyarakat Aceh pada masa lampau. Manuskrip- Terjemahan Tafsir Ibnu Katsir. Bandung: Sinar Baru al-
manuskrip yang menyimpan khazanah Aceh yang Gensindo.
cukup luar biasa menjadi sia-sia di sudut-sudut museum Almanak Umum. 1959. Atjeh Press Service: Kutaradja
dan dayah-dayah yang masih menyimpannya. (Atjeh).
Seharusnya penerapan dan penegakan syari’at Bakar, Al-Yasa’ Abu. 2007. Syari’at Islam di Provinsi
Islam di Aceh, harus dilaksanakan secara bertahap, dan Nanggroe Aceh Darussalam: Otonomi Khusus di Bidang
menyeluruh. Hal ini dapat dimulai dari lingkungan Hukum, Makalah yang dipresentasikan dalam konferensi
di Hermes Palace, tgl 19-21 Juli 2007 di Banda Aceh.
terkecil yaitu keluarga sampai dalam lingkungan yang
besar yaitu lingkungan masyarakat. Sehingga Banjar, Syaikh Muhammad Arsyad. Perukunan. Mathba’al-
masyarakat juga memiliki peran yang sangat penting, miriyah al-Kainah: Mesir
dan harus ikut andil dalam pelaksanaan syari’at Islam Chalil, Zaki Fuad. 2011. Melihat Syari’at Islam dari Berbagai
tidak hanya para ulama, WH (Wilatul Hisbah) dan Dimensi, Dinas Syari’at Islam Aceh: Nanggroe Aceh
pemerintah saja. Melainkan semuanya harus ikut Darussalam.
berpartisipasi. Sehingga, mampu terwujudnya Ismail, Azman. 2011. Syari’at Islam di Nanggroe Aceh
masyarakat modern yang syari’ah tanpa harus Darussalam, Dinas Syari’at Islam Aceh: Nanggroe Aceh
Darussalam.
meninggalkan ketentuan syar’i. Dan juga sebaiknya
pemerintah lebih tegas di dalam memberikan sanksi Mubarak, Jaih. 2000. Sejarah Perkembangan Hukum Islam.
kepada semua pihak, yang melanggar hukum tanpa Bandung: Remaja Rosdakarya.
memandang bulu. Disinilah kapasitas dan peran Muhammad, Rusjdi Ali & Sumardi, Dedi. 2011. Kearifan
pemerintah daerah semakin teruji bila dilihat dari Tradisional Lokal: Penyerapan Syari’at Islam dalam
Hukum Adat Aceh, Dinas Syari’at Islam Aceh: Nanggroe
berbagai sisi terutama masyarakat. Sehingga
Aceh Darussalam.
menimbulkan pertanyaan. Apakah pemerintah daerah
istiqamah dan bersungguh-sungguh dalam memberikan Mujiburrahman. 2011. Pendidikan Berbasis Syari’at Islam di
Aceh, Dinas Syari’at Islam Aceh: Nanggroe Aceh
perhatian di bidang penegakan syari’at Islam? Jawaban
Darussalam.
tersebut masing-masing berada di dalam hati nurani
pemerintah itu sendiri. Harus dibawa kemanakah Aceh Muhammad, Rusjdi Ali & Khairizzaman. Konstelasi Syari’at
Islam di Era Globalisasi. Dinas Syari’at Islam Aceh:
ini? Tenggelam ditelan zaman, ataukah bertahan Nanggroe Aceh Darussalam.
melawan arus modernisasi dan globalisasi.
Nata, Abuddin. 2010. Akhlak Tasawuf. Raja Grafindo. Jakarta.
Rijal, Syamsul. 2007. Dinamika dan Problematika Penerapan
Syari’at Islam, Dinas Syari’at Islam Aceh: Nanggroe Aceh
Darussalam.
THIS PAGE INTENTIONALLY LEFT BLANK
ISSN 2622-9439; E-ISSN 2622-9447
Volume 1, September 2018
Halaman: 85-90

Kosmologi Islam: Agama dalam Kemelut Sains


Anggi Supriyadi
Program Studi Sejarah Kebudayaan Islam Fakultas Adab dan Ilmu Budaya, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga
Jl. Marsda Adisucipto Yogyakarta 55281 - Indonesia
Email: anggisupriyadi@gmail.com

Abstrak. Kosmologi menurut Karlina Supelli (2006) merupakan sains mengenai struktur spasio-temporal serta komposisi skala besar
alam semesta. Dalam sains modern, dunia barat mengklasifikasi kosmologi sebagai satu disiplin filsafat kealaman atau Philosophyof
Nature. Tradisi filsafat ini telah mengalami perkembangannya dari masa ke masa melalui pembahasan epistemologi inderawi dan
empirik. Interaksi sains dan agama pun mengambil beragam bentuknya. Temuan-temuan baru ilmu pengetahuan saat ini telah
menantang kembali gagasan keagamaan klasik dengan beragam cara pendekatan yang dilakukan oleh para Ilmuwan, Teolog, dan
masyarakat luas. Kosmologi dalam objek kajiannya telah berubah sedemikian rupa ke dalam bentuk terpisah dan berada dalam ruang
hampa, terlepas dari tradisi keagamaan (Islam). Interaksi sains dan agama dapat ditemukan sejak lama, terutama dalam beberapa
narasi sejarah Islam dan Al-quran. Seperti disebutkan dalam QS. 32:4 "Allah lah yang menciptakan langit dan Bumi dan apa yang
ada di antara keduanya dalam waktu enam hari". Secara implisit ayat ini menyampaikan pengetahuan kepada manusia melalui
wahyu sekaligus menjadi pertanda, betapa sains dan agama tidak ada kontradiksi. Makalah ini berusaha menjelaskan bagaimana
agama dapat menjadi titik tolak bagi umat manusia pada umumnya dan umat muslim khususnya dalam memajukan sains. Selain itu,
argumentasi utama dalam makalah ini mengungkapkan bahwa sains dan agama erat kaitannya dengan tradisi intelektual Islam yang
sedikit banyak terinspirasi dari spiritualitas keagamaan, terutama berasal dari kitab suci Al-Qur’an.

Kata kunci: Agama, Islam, Sains, Kemelut, Kosmologi.

PENDAHULUAN kelemahan prinsip karena semata bersumber pada


epistemologi inderawi dan empirik semata. Hal ini,
Era Globalisasi merupakan masa dimana dunia dipenuhi menurut Nasr dapat menimbulkan satu agama baru
oleh berbagai kekacauan. Tingkat kesenjangan antara dalam tradisi ilmu pengetahuan yang akan mengarah
kaya-miskin semakin terpisah jauh dan cukup pada Materialisme dan Saintisme. Lebih jauh kritik Nasr
memprihatinkan kita semua. Menurut para analis terhadap Sains Modern yang pincang ini jika masih
peradaban dunia Ken Wilber (2012) berasal dari Francis menjadi pengadil atau wasit, maka tidak ada
Fukuyama, Samuel Huntington, dan Thomas Friedman kemungkinan pintu terbuka menuju yang maha tak
mengatakan bahwa sedikit banyak telah tampak terbatas (Chittick, 2010). Kemungkinan besarnya adalah
pengaruh dari globalisasi. Negara Adi Daya dan negara- mereka akan mengkonstruksi sains palsu yang dapat
negara maju secara material sedang berlomba dalam menimbulkan kepincangan baru yang terus
menjalankan Imperialisme baru dalam bentuk bermetamorfosis.
kriminalisasi berupa kejahatan kemanusiaan dengan Berawal dari kosmologi, pandangan dunia
beragam dalih keamanan terhadap serangan terorisme merambah ke berbagai segmen masyarakat luas. Sejak
yang bisa mengancam kedaulatan sebuah negara kapan revolusi Copernicus, perdebatan tentang bentuk langit
saja. menjadi diskusi publik, melalui dogma agama
Saintis melihat bahwa pandangan dunia menjadi masyarakat mempercayai bahwa Bumi merupakan pusat
akar masalah utama dari persoalan kemanusiaan yang alam semesta, yang lalu diterima menjadi Geosentrisme.
muncul. Kelahiran revolusi teknik dan ilmu Melalui pemikiran Copernicus (seorang ilmuwan asal
pengetahuan setidaknya telah menyumbangkan Polandia) dan didukung oleh Galileo Galilei, menyebut
pengaruhnya pada krisis dunia (kemanusiaan) sampai bumi bergerak mengelilingi matahari (Heliosentris) dan
hari ini. Bermula dari revolusi ilmu pengetahuan, dunia bumi bukan pusat bagi alam semesta. Gagasan tentang
secara masif dan eksplosif berubah menuju pada gradasi alam semesta dan realitas secara umum ini pada
yang cukup ideal, meski masih terdapat banyak kritik di perkembangannya dikenal dengan nama kosmologi.
dalamnya. Hal mendasar daripada Sains Modern Melalui perdebatan panjang tentang kosmologi inilah
digugat oleh banyak tokoh, seperti Fritjhof Capra, dialektika pemikiran manusia berkembang maju dan
Friedrich Nietzsche, Fazlur Rahman, dan Seyyed pesat setelah epistemologi indrawi dan empirik diterima
Hossein Nasr. Karena itu, muncul seruan perombakan sebagai dasar atau patokan dalam proses pencarian ilmu
paradigma Sains Modern (terutama berasal dari kritik pengetahuan modern.
Seyyed Hossein Nasr) dinilai pincang dan terdapat
86 1: 85-90, 2018

Tradisi modern Barat menyandarkan pada nilai METODE


tertinggi berupa aspek Rasionalisme. Kaum Rasionalis
Barat berusaha mewujudkan konsepsi-konsepsi alam Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan
semesta dalam berbagai bentuk baru dengan library research (studi kepustakaan) yang akan banyak
bernafaskan saintifik menjadi sebuah sains alternatif. menelusuri sumber data dalam bentuk tertulis.
Dalam usaha melakukan itu, selalu ada usaha untuk Penelitian ini akan menggunakan metode penelitian
menafikan aspek tradisional (Teologi, Mitos, Cerita, sejarah, karena memandang langit adalah memandang
dsb.) dan lebih mengedepankan rasionalitas sebagai masa lalu, para Kosmolog pun tidak pernah lepas dari
upaya demitologisasi untuk mencapai bentuk sains yang awal penciptaan semesta yang masih debatable. Metode
lebih halus. Menurut Daoed Joesoef, inti dari sains atau penelitian sejarah menurut Kuntowijoyo (2013) terbagi
ilmu pengetahuan tidak lain ialah melatih berpikir dalam heuristik, verifikasi, interpretasi, dan
abstrak, dimana abstraksi diperlukan untuk pembinaan historiografi.
kesadaran manusia dalam ber-Tuhan, karena konsep 1. Heuristik berupa pengumpulan sumber data. Data
ber-Tuhan dalam [agama] Islam adalah abstrak yang digunakan dalam penelitian ini akan diambil
(2010:175). Jadi, mempelajari dan memperdalam dengan menelusuri, mengumpulkan dan meneliti
sebuah ilmu pengetahuan dalam agama Islam berbagai referensi yang berkaitan objek kajian.
merupakan bentuk par excellence dari kepercayaan Sumber data dalam penelitian pustaka ini dibagi
manusia (teisme) terhadap Tuhan sebagai Sang menjadi data primer dan sekunder. Penelitian ini
Pencipta. akan menggunakan data skunder sebagai bahan
Teologi menjadi sumber yang paling banyak rujukan utama penlitian yang berasal dari sumber
berkontribusi dalam memahami masalah kosmologi. tertulis, berupa buku, jurnal penelitian, dan beberapa
Hampir semua agama memiliki cerita tentang literatur lainnya yang menunjang penelitian.
penciptaan alam semesta baik dalam agama Hindu, 2. Verifikasi merupakan kritik terhadap sumber, baik
Budha, Yahudi, Kristen, dan Islam. Temuan-temuan secara intern maupun ekstern.
baru ilmu pengetahuan saat ini telah menantang kembali 3. Interpretasi ialah pemberian pendapat seobjektif
gagasan keagamaan klasik dengan beragam cara mungkin dari sumber yang ada.
pendekatan yang dilakukan oleh para Ilmuwan, Teolog, 4. Historiografi adalah tahap penulisan dan proses
dan masyarakat luas. Kosmologi dalam objek kajiannya terakhir dari tiga langkah tersebut di atas.
telah berubah sedemikian rupa ke dalam bentuk terpisah
dan berada dalam ruang hampa, terlepas dari tradisi Penelitian ini akan menggunakan pendekatan
keagamaan. teologis-filosofis. Pendekatan teologis digunakan untuk
Berkaitan dengan kosmologi Islam, wahyu memahami agama dengan menggunakan kerangka ilmu
merupakan sumber utama bagi umat Islam yang ke-Tuhanan. Sedangkan pendekatan filosofis ialah
terangkum dalam bentuk Al-Qur’an. Dalam beberapa pendekatan yang menyeluruh, mendasar, radikal, dan
ayat Al-Qur’an disebutkan terkait gejala alam semesta spekulatif (Suriasumantri, 1988). Pendekatan ini
sejak penciptaan (ayat-ayat kauniyah) sampai mengarah berguna untuk memahami esensi dan substansi pola-
pada hal yang transenden, apakah semesta memiliki pola kosmologi dalam agama Islam.
awal dan akan menuju titik akhir? Tidak sedikit respon
dari para saintis yang percaya bahwa alam semesta
memiliki awal dan akan menuju titik akhir (Alfadan PEMBAHASAN
Omega), meski ada banyak juga para saintis yang tidak
sependapat dengan pendapat di atas. Kosmologi Islam: Sebuah tinjauan epistemologi
Studi ini berusaha mengembalikan tradisi kritis Hubungan antara sains dan agama memang menarik
Islam yang dibangun melalui hipotesa dan argumentasi untuk dikaji secara mendalam, terutama dalam Islam.
berdasar pada Alquran. “Dialah yang menunjukkan Agama Islam dan kosmologi memiliki hubungan erat,
kepadamu dalil-dalil kekuasaan-Nya dan menurunkan keduanya memiliki tujuan besar yang dapat saling
padamu rahmat dari langit” (QS. 40:13). Tujuan dari membantu dalam proses mencari makna. Tujuan dari
pada penelitian ini ialah membantu mengantarkan sains adalah memahami hubungan sebab akibat di
pembaca pada kajian interdisipliner, berupa kosmologi antara fenomena-fenomena alam, sedangkan agama
dan teologi yang dapat diintegrasikan. Sejalan dengan ialah mengikuti suatu jalan hidup di dalam kerangka
itu, studi ini juga akan mencoba mengikis kemelut atau makna yang jauh lebih besar (Barbour, 2002). Sekalipun
polemik yang terjadi antara sains dan agama. Sehingga, keduanya terkadang mengarah pada ruang dimensi yang
besar harapan antara sains dan agama tidak lagi terjadi berbeda, agama mengacu pada dimensi esoteris dan
kontradiksi, melainkan keduanya dapat mengisi ruang sains berada pada ruang eksoteris, dan tidak menutup
kosong serta saling melengkapi. kemungkinan terdapat konsep penghubung di antara
keduanya.
SUPRIYADI – Kosmologi Islam: Agama dalam Kemelut Sains 87

Kosmologi Islam erat kaitannya dengan Al-Qur’an alam semesta. Istilah kosmos sendiri sering dilawankan
sebagai sumber inspirasi utama sains atau ilmu dengan kata chaos yang artinya keadaan kacau balau,
pengetahuan diperoleh. Di dalam Alquran terdapat tanpa bentuk (Siswanto, 2005). Artinya, alam semesta
banyak ayat yang menyebut terkait proses penciptaan dalam proses penciptaan melalui pola tidak teratur, lalu
alam semesta maupun hukum-hukum yang mengatur berproses secara ritmis dan dinamis kemudian menjadi
dan menguasainya. Dalam pada itu, Al-Qur’an teratur. Proses inilah yang lalu dinamakan sebagai
menawarkan bentuk pemahaman yang terbuka dan waktu atau durasi dalam sebuah penciptaan. Sejalan
bukan bentuk final (dogma) yang jauh dari ragam dengan itu, Al-Qur’an seacara tegas menyebutkan
penafsiran terhadap isi teks Al-Qur’an. Islam sebagai tentang proses penciptaan, serta hukum-hukum yang
agama samawi memiliki prinsip dasar monoteistik yang mengatur dan menguasainya.
bersifat universal, berupa keyakinan kepada Tuhan yang “Dan Dialah yang menciptakan langit dan Bumi dalam
Maha Esa (Tauhid). Prinsip dasar ini pada hakekatnya enam masa, dan singgasana-Nya (sebelum itu) di atas
merupakan jawaban atas berbagai pertanyaan yang air” (Q.S. 11:7).
paling fundamental, tentang siapakah causaprima dalam
alam semesta ini? Serta bagaimana relasi manusia di “[Dia] yang menciptakan langit dan Bumi dan apa yang
dalam alam semesta? ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian
Kosmologi Islam bermula dari pengetahuan bahwa Dia bersemayam di atas ‘Arsy” (Q.S. 25:59).
alam semesta memegang kunci menuju keabadian jiwa “Dia mengatur urusan dari langit ke Bumi kemudian
manusia. Pandangan ini melihat kosmos yang sarat akan (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang
makna dan tujuan. Ia (kosmos) memiliki syarat mutlak kadarnya seribu tahun menurut perhitunganmu” (Q.S.
dengan Pencipta Agung, yaitu Tuhan. William Chittick 32:5).
(2010) menyebut manusia pada dasarnya adalah
makhluk teomorfis, di balik segala keterbatasan yang di Alam semesta atau kosmos menurut Al-Qur’an
miliki manusia, ia memiliki sifat Ilahiah. Hal ini tidak diciptakan secara berpasang-pasangan. Pasangan yang
berarti menuhankan manusia, karena zat Tuhan kekal sering disebut dalam Al-Qur’an sebagai gambaran atau
abadi sedangkan manusia akan menuju mortalitas. representasi bagi alam raya adalah langit dan bumi.
Berkaitan dengan itu, manusia perlu mengambil peran Dalam ayat Al-Qur’an terkait Langit dan Bumi menjadi
aktif dalam menghubungkan dirinya kepada Tuhan sebuah bentuk imajiner daripada alam semesta secara
dalam realitas alam semesta yang memiliki tujuan universal. “Dan segala-galanya Kami ciptakan serba
hidup. berpasang-pasangan” (QS. 51:49). Menurut Sachiko
Jauh sebelum manusia mengenal teknik dan Murata (1999:167), Allah menyebut kata langit dalam
beragam ilmu pengetahuan, pergerakan kosmik alam Al-Qur’an sebanyak 120 kali dalam bentuk tunggal dan
semesta mengajarkan jenis ilmu pengetahuan dalam 190 kali dalam bentuk jamak, dan kata Bumi digunakan
bentuk kuno. Manusia mengamati perubahan demi 460 kali. Serta, kata langit-langit dan Bumi
perubahan yang berlangsung setiap hari, ia bekerja keras diungkapkan sedikit banyak 200 kali. Penyebutan kata
di bawah kolong langit hingga matahari berganti bulan, Langit-Bumi dan perputaran siang-malam begitu
lalu terjadi proses pergantian siang dan malam. Hari banyak dalam Al-Qur’an, sehingga tidak menutup
demi hari manusia terus mengamati perubahan alam kemungkinan ada makna di balik itu semua, bagi yang
yang terjadi membentuk sebuah kognisi tentang langit memikirkannya (QS. 2:164, 3:27, 3:190, 13:3, 16:12).
dan bumi yang dapat diramalkan. Akhirnya manusia Siti Nurjanah dalam Jurnal Akademika vol. 18 no.
menemukan suatu kebahagiaan diri dalam abstraksi 1 tahun 2013 menyebutkan, seseorang dalam mengkaji
pengetahuan yang menurut kepentingan kosmologi Islam harus terbiasa dengan kejadian dan
pengetahuannya menata dan menaklukan dunia materi keadaan eksistensi yang dikemukakan dengan istilah-
(Supelli, 2006). istilah abstrak seperti wujud murni, hakiki, dan realitas
Kedudukan manusia dalam Al-Qur’an adalah absolut yang jauh dari pendekatan orang-orang barat.
sebagai makhluk sempurna di antara makhluk lainnya Manusia sebagai ciptaan-Nya termasuk dalam
dan Tuhan adalah sang penciptanya. Bersama akal mikrokosmos mampu melihat aspek realitas yang
manusia dapat menentukan jalan hidupnya sendiri, lepas tersembunyi melalui tradisi mistik dalam bentuk re-ligio
dari interfensi makhluk lainnya. Maka manusia “mengingat kembali pada realitas absolut”. Demikian,
memiliki potensi untuk melakukan perubahan atau kosmologi Islam melalui Al-Qur’an mampu
mengkreasi bentuk dunia melalui kemampuannya dalam mengarahkan sekaligus mengajarkan manusia pada
ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi suatu budaya aspek ideasional menuju pada dunia spiritual yang tak
yang membentuk peradaban manusia yang ideal. terbatas.
Kosmologi ditinjau dari segi maknanya berupa Tidak sedikit Al-Qur’an menggambarkan langit
ilmu yang mempelajari tentang keteraturan alam sebagai tempat bersemayam para Dewa, lokus bagi alam
semesta. Karlina Supelli (2006) memberi sebuah Malakut (Malaikat). Langit bersifat aktif sebagai
pengertian tentang kosmologi sebagai sains mengenai pemberi kepada bumi yang reseptif menerima apa saja
struktur spasio-temporal serta komposisi skala besar yang diturunkan dari langit sebagai anugerah terberi
88 1: 85-90, 2018

dalam bentuk cinta kasih Ilahi. “Dan dari air kami hal. Terutama dalam sains, Galileo Galilei berpendapat
jadikan segala sesuatu yang hidup” (Q.S. 21:30). terkait akselerasi agama dan sains yang dikutip oleh Ian
Melalui air (hujan) Tuhan menghidupkan sekaligus G. Barbour (2002:48). Galileo menyatakan bahwa
dapat mematikan, jika Tuhan berkehendak. “Jika Kami tafsiran Alkitab [wahyu] harus menyesuaikan diri
kehendaki, niscaya Kami turunkan kepada mereka dengan perkembangan kemampuan manusia dan
mukjizat dari langit, sehingga mereka tunduk menggunakan wacana yang berkembang. Lebih lanjut,
kepadanya” (Q.S. 26:4). Galileo meyakini bahwa kita dapat belajar
Al-Qur’an menempati posisi sentral dalam “menggambar” kosmos dari Kitab Alam dan Kitab Suci
pandangan hidup umat Muslim. Al-Qur’an merupakan yang keduanya bersumber dari Tuhan dan karenanya
firman Tuhan yang diturunkan kepada Muhammad tidak mungkin bertentangan.
sebagai petunjuk bagi manusia tentang agama dan alam
semesta beserta seluruh isinya. Artinya, Al-Qur’an Kemelut Agama dalam sains
menduduki peran strategis, dimana Al-Qur’an menjadi Sebagian besar orang setuju dengan pendapat
kitab pembelajaran Tuhan kepada manusia, setelah Copernicus dan Galileo yang menyatakan bahwa bumi
melalui penafsiran terlebih dahulu sebagai sarana untuk tidak lagi sebagai pusat alam semesta. Perdebatan
memahaminya. Dalam satu pengertian, alam semesta panjang tentang kosmos ini terjadi dalam sejarah umat
mengambil bagian dalam Al-Qur’an yang berbicara manusia, terhitung sejak Abad ke-15 sampai abad ke-
kepada manusia sebagai ciptaan dan sekaligus 20. Temuan mutakhir pada abad ke-20 tentang sejarah
menampilkan eksistensi Tuhan. Tepat seperti yang panjang kosmos yang berasal dari Ledakan Besar atau
dikatakan oleh Sachiko Murata (1999:177), sifat-sifat Dentuman Besar (Big Bang) menantang kembali
Tuhan dapat dikenali hanya jika terwujud melalui lahirnya sentimen keagamaan dalam masyarakat luas.
benda-benda dan aktivitas. Lebih lanjut, Murata Keresahan itu tampaknya dirasakan oleh para Saintis
menjelaskan semua benda bagaimanapun juga adalah dan Teolog yang merasa tidak nyaman apabila doktrin
tanda-tanda dari Tuhan. Artinya, segala apa yang ada di penciptaan dan teori ilmiah dipadukan tanpa ada
langit dan alam semeseta ini akan mengarah pada wujud pemisahan, karena keduanya melayani fungsi yang
sang causaprima, yaitu Tuhan. berbeda dalam kehidupan manusia.
Melalui ayat-ayat kauniyah (penciptaan) Tuhan Sejak Abad ke-12 sains Eropa telah mengadopsi
menugaskan manusia untuk membaca dan berpikir lalu kosmologi yang berasal dari fisika Aristoteles dan
diaplikasikan dalam kehidupan nyata atas apa yang astronom Mesir, Ptolomaeus. Bumi merupakan pusat
telah mereka dapatkan. “Sesungguhnya dalam bagi alam semesta, gemerlapnya langit dengan segala
penciptaan langit dan Bumi, silih bergantinya malam keindahannya seperti lampu bagi planet Bumi sebagai
dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa tempat tinggal manusia. Uraian yang disampaikan oleh
yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah Ptolomaeus setidaknya memuaskan pengetahuan
turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air Dia manusia pada Abad Pertengahan. Sampai datang
hdupkan Bumi sesudah mati (kering) nya dan Dia kemudian Copernicus yang mampu memutarbalikkan
sebarkan di Bumi itu segala jenis hewan dan pemahaman lewat observasinya membuat hipotesis baru
pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara tentang bentuk alam semesta.
langit dan Bumi; sungguh terdapat tanda-tanda Nicolaus Copernicus (1473-1543) membuat
(keesaan allah) bagi kaum yang memikirkan” (Q.S. hipotesis baru tentang pergerakan planet Bumi
2:164). “Dan Dialah Tuhan yang membentangkan Bumi mengelilingi Matahari. Secara radikal Copernicus
dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai hendak melakukan reformasi besar-besaran dalam
padanya. Dan menjadikan padanya semua buah-buahan sebuah paradigma pemikiran yang telah mapan
berpasang-pasangan, Allah menutupkan malam kepada sebelumnya, tentang bumi sebagai pusat alam semesta.
siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat Pandangan Copernicus mendapat kritik secara terbuka,
tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang selain telah melakukan reformasi terhadap ilmu
memikirkan” (Q.S. 13:3). pengetahuan, terlebih karena ia melanggar prinsip fisika
Tuhan telah memerintahkan kepada manusia sejak Aristoteles. Teori Copernicus menuntut orang-orang
pertama kali Al-Qur’an diturunkan kepada Muhammad untuk tidak lagi percaya pada bukti indrawi dan
dalam bentuk perintah, “Bacalah!”. Daoed Joesoef menerima berdasarkan iman semata, karena itu perlu
(2015) mengafirmasi wahyu sebagai cara Tuhan dilakukan kritik terlebih dahulu (Amstrong, 2011:304).
mengungkapkan eksistensi-Nya kepada manusia, Menurut Copernicus, bumi mempunyai dua
sebagaimana Tuhan telah jelaskan itu dalam Al-Qur’an macam gerak, perputaran sehari-hari pada porosnya dan
surat al Fatihah sebagai pembuka dan diakhiri dengan perputaran tahunan mengitari Matahari (Syarif, 2013).
surat al Nas (manusia). Hipotesa Copernicus di atas dimuat dalam Sub
Ayat Al-Qur’an di atas secara tidak langsung Imaginationem dalam cara tradisional. Tatkala
mengajak umat manusia secara maksimal menggunakan Copernicus sampai di penghujung hidupnya, tahun 1543
akalnya, karena Tuhan lewat dinamika alamnya yang tesisnya De Revolutionibus melalui Andreas Osiander
kosmis (teratur) mengajarkan manusia tentang banyak (1498-1552) selaku editor mendapat restu dari Gereja
SUPRIYADI – Kosmologi Islam: Agama dalam Kemelut Sains 89

Vatikan untuk diterbitkan. Butuh waktu lama bagi kebijaksanaan Ilahi sekehendak sendiri”. Pada April
Copernicus agar bisa mempublikasikan hipotesanya, 1633 Galileo dipanggil ke Takhta suci dan dinilai
akibat Gereja pada Abad Pertengahan memegang bersalah karena pembangkangan terhadap Gereja. Persis
otoritas penting dalam bidang moral dan keagamaan dua bulan selanjutnya Galileo dipaksa bersumpah untuk
masyarakat Eropa. Secara cermat Copernicus mengakui atas kesalahan yang diperbuatnya dan
memperhatikan dominasi Gereja, sehingga ia lebih menjalani hukuman sebagai tahanan kota. Ada banyak
mencari jalan tengah, supaya hipotesanya tidak terjadi pertentangan pendapat di antara para Saintis dan
percuma. Pada tahun 1616, setelah Copernicus Teolog Gerejadalam Abad Pertengahan. Perdebatan dan
bersepakat dengan Paus di Vatikan karyanya masuk pertentangan pendapat seputar kosmologi oleh
dalam indeks buku terlarang oleh pihak Gereja Copernicus dan Galileo menghiasi pemikiran manusia
(Amstrong, 2011:315-316). sekaligus memperteguh pernyataan, bahwa tidak ada
Abad Pertengahan menjadi perdebatan sekaligus yang sempurna dan pasti di bawah kolong langit, semua
perebutan Saintis melawan dominasi Gereja. Terhitung akan mengalami perubahan.
sejak Abad ke-16 sifat tidak toleran tampak pada Perkembangan pandangan ilmu pengetahuan baru
otoritas Gereja yang hendak melakukan sensor terhadap atas hidup manusia bermula dari ilmu alam semesta,
segala sesuatunya yang dapat mendiskreditkan Gereja berupa sains fisika. Melalui transformasi pengetahuan
sebagai ortodoksi absolut. Semua pandangan yang tidak yang berkembang sejak dalam tradisi Yunani, sains
sejalan dengan Gereja akan dipandang dengan penuh fisika telah berkembang dalam bentuk baru yang
kecurigaan dan dilakukan introgasi yang dapat berujung dipakai dalam membahasakan alam. Melalui Copernicus
pada tiang gantungan. Agar dapat berjalan, penyensoran dan Galileo pandangan bahwa bumi adalah pusat alam
dilakukan dengan mengeluarkan indeks buku-buku semesta dapat digantikan dengan pandangan baru yang
terlarang, Paulus IV dan Paus Pius X menjadi pengawas konstan. Pada perkembangan selanjutnya, disiplin ilmu
dari program sensorik Vatikan. Satu Abad kemudian pengetahuan lain pun melakukan transformasi besar-
muncul penghujatan atas sistem kerja sensorik Gereja besaran dalam penemuannya yang terlepas dari
yang telah menjadi dogma atas ketetapan mutlak fisika pengaruh langsung dari Tuhan. Charles Darwin (1809-
Aristoteles dan teologi Thomas Aquinas, sehingga saat 1882) bersama para penganutnya membuktikan bahwa
melakukan kritik atas kosmologi Aristotelian bisa manusia tidak lagi berasal dari Tuhan, melainkan
mengancam keselamatan hidupnya. Karya Bernardino berasal dari bentuk alami hasil evolusi alam. Ilmu
Telesio (1509-1588) dan filsuf Tommaso Campanella sejarah pun mencatat pembuktian atas kitab suci yang
(1568-1639) dikecam karena penentangan mereka tidak berasal dari Tuhan, melainkan berasal dari realitas
kepada fisika Aristoteles, dan Campanella dipenjarakan kehidupan yang berkembang pada masyarakat saat itu
selama dua puluh tujuh tahun (Amstrong, 2011). (Barbour, 2002).
Dalam iklim politik yang keras inilah, astronom Teologi Kristen mengalami nasib yang tidak sama
Italia Galileo Galilei (1564-1642) mengungkapkan dengan Teologi Islam dalam mengembangkan tradisi
bahwa teori Copernicus tidak salah. Pemahaman Galileo intelektual mereka. Teologi Islam melalui wahyu-Nya
cenderung tertuju pada alam sebagai kitab matematika hampir tidak pernah mengalami persinggungan dengan
yang dapat dipelajari atau diperhitungkan. Salah satu sainspun halnya dengan teologi Kristen dan agama
temuan besar Galileo berupa penyempurnaan teleskop lainnya, tergantung pada cara mereka masing-masing
refraksi, dengan alat tersebut ia dapat mengamati benda- dalam melakukan akselerasi dalam sains dan agama.
benda langit yang jauh dari hipotesa awal. Temuan Narasi sains dan agama tidak bertolak belakang dalam
Galileo sedikit banyak membawa pada observasi ilmu setiap agama dapat dibenarkan. Demikianlah yang
pengetahuan dalam bentuk yang rasional dan bukti terjadi dalam mencari titik temu antara sains dan agama,
empiriknya terlihat oleh panca indera. Hubungan dimana keduanya meski berbeda tetapi memiliki ruang
Galileo dan Gereja awalnya memang tampak harmonis, terbuka. Pergulatan agama dan sains yang terjadi dalam
namun tidak bisa berlangsung lama, setelah Matteo Sains Modern semata-mata hanya terjadi antara sains
Barbarini menjadi Paus Urban VIII, Galileo mendapat dan agama Kristen. Serangan yang datang dari kalangan
“restu” untuk melanjutkan hipotesis heliosentrisme Saintis Modern yang mengarah pada dogmatisme
dengan bahasa yang biasa. Galileo kembali Kristen sedikit banyak mengikis keyakinan umatnya
merumuskan ide dasarnya tentang heliosentris dalam dalam beragama. Sikap keberagamaan yang rigid
Dialogues on the Two World Systems. Akan tetapi, mengekang kehendak manusia dalam mengkreasikan
hipotesa Galileo mendapat ganjalan oleh kedua bentuk pengetahuan mereka.
rekannya yang terlibat dalam politik di Spanyol Beda halnya jika dibandingkan dengan Islam,
sekaligus mempermalukan Galileo di muka umum yang tradisi intelektual Islam justru mengalami penguatan
berpendapat bahwa teori Copernicus tidak benar dan dalam bidang sains dan agama. Fakta historis telah
tidak meyakinkan. membuktikan, betapa agama Islam dan sains tidak
Lebih lanjut, rekan Galileo menyampaikan mengalami persinggungan maupun bertolak belakang.
pendapat bahwa “akan terlalu berani bagi siapapun Sejarah intelektual Islam mengalami fase
untuk membatasi dan mengekang kekuasaan dan kemundurannya sejak Abad ke-12 adalah kenyataan
90 1: 85-90, 2018

yang tidak bisa terabaikan. Namun, faktor eksternal berkesudahan. Peran agama tidak terbatas dalam aspek
menjadi penyebab utama dalam mundurnya tradisi empirik dan rasional seperti dalam sains, agama
intelektualisme Islam yang berdampak pada degradasi memberikan penjelasan misteri kehidupan secara intuitif
ilmu pengetahuan. Jika mengacu pada data sejarah, melalui wahyu Illahi. Meninggalkan sains dalam
saintis astronomi seperti Ibn Arabi (1165-1240) dan beragama tidak baik, dan meninggalkan agama dalam
Nashir al Din Tusi (1201-1274) bisa menjadi contoh sains, kehidupan manusia menjadi kelam. Gerak
figur intelektual Muslim ternama pada masanya, secara seimbang dan keselarasan antara sains dan agama dalam
kooperatif antara dimensi agama dan sains tidak kehidupan manusia dibutuhkan demi menjaga tata
mengalami benturan ataupun pertentangan. kosmos yang harmonis. Kemelut agama dan sains dalam
Fase kemunduran sains dalam Islam bukan sejarah umat manusia sebaiknya dihindarkan. Karena,
disebabkan oleh faktor internal Muslim. Faktor politik baik sains maupun agama memiliki penjelasan masing-
eksternal yang datang ke Dunia Islam melalui proses masing yang bisa diterima. Secara proporsional, melalui
okupasi wilayah oleh pasukan Mongol dan akal dan wahyu manusia bisa menciptakan akselerasi
Kolonialisme negara-negara Eropa menjadi penyebab yang dinamis dengan alam sekitarnya demi menjaga
kemunduran tradisi intelektual Islam. Keadaan semakin keserasian alam semesta.
lemah tatkala umat Muslim terus mengalami intervensi
dari Khan Mongol maupun Kolonialis Barat, sedikit
harapan tradisi intelektual Islam kembali pada jalur DAFTAR PUSTAKA
sejarahnya dalam waktu singkat di tengah situasi politik
Islam yang tidak stabil. Amstrong, Karen. 2011. Masa Depan Tuhan, terj. Yuliani
Pencarian manusia akan suatu kebijaksanaan selalu Lupito. Bandung: Mizan Media Utama.
mengarah pada kesatuan dengan ruh ketuhanan. Barbour, Ian G. 2002. Juru Bicara Tuhan, Antara Sains dan
Polemik yang terjadi antara sains dan agama Agama, terj. E.R. Muhammad. Bandung: Mizan.
berlangsung sejak lama, narasi yang terbahasakan Chittick, William C. 2010. Kosmologi Islam dan Dunia
mengalami reduksi makna. Sains Modern menghendaki Modern. Bandung: Mizan Publika.
penghalusan diri untuk memisahkan segala sesuatunya Joesoef, Daoed. 2010. Emak, Penuntunku dari Kampung
dari konteks non-ilmiah. Hal itu terjadi karena Darat sampai Sorbone. Jakarta: Kompas.
observatorium Saintis alam adalah dunia nyata, berbeda Joesoef, Daoed. 2015. Bacalah. Jakarta: Yayasan Budaya
dengan para Teolog yang bersumber pada wahyu. Cerdas.
Sependapat dengan itu, Chittik (2010) mengafirmasi Kuntowijoyo. 2013. Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta:
antara tradisi intelektual Islam dan Sains Modern Tiara Wacana.
memiliki perbedaan mendasar. Pencarian kebijaksanaan Murata, Sachiko. 1999. The Tao of Islam, terj. Rahmani Astuti
dalam Islam selalu mengarah pada kesatuan dengan dan M.S. Nasrullah. Bandung: Mizan.
cahaya Tuhan (emanasi). Sedangkan para Saintis Nurjanah, Siti. 2013. “Kosmologi dan Sains dalam Islam”.
Modern ingin mencapai pemahaman yang lebih pasti Jurnal Akademika, 18. 109-122.
dan akurat atas objek yang dapat meningkatkan kendali Siswanto, Joko. 2005. Orientasi Kosmologi. Yogyakarta:
atas lingkungan, tubuh, dan masyarakat luas. Gadjah Mada University Press.
Supelli, Karlina. 2006. “Cerita Semesta”, Jusuf Sutanto (ed.).
Revitalisasi Pertanian dan Dialog Peradaban. Jakarta:
KESIMPULAN Kompas.
Suriasumantri, Jujun. 1988. Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar
Sains yang berkembang sampai hari ini telah Populer. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.
memberikan banyak manfaat dalam kehidupan umat
Syarif, Edwin. 2013. “Pergulatan Sains dan Agama”. Jurnal
manusia. Peran sains telah mengubah cara pandang Refleksi, 13. 641-654.
manusia dalam melihat realitas terhadap dirinya, baik
Wilber, Ken. 2012. A Theory of Everything, terj. Agus
secara positif maupun negatif. Berawal dari sains alam, Kurniawan. Bandung: Mizan Publika.
dunia berubah menuju kemajuannya yang begitu pesat,
eksplorasi alam oleh manusia dilakukan tanpa
ISSN 2622-9439; E-ISSN 2622-9447
Volume 1, September 2018
Halaman: 91-99

Al-Quran: Studi Pendekatan Scientific


Azis
Program Studi Doktoral Psikologi Pendidikan Islam
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, & Sekolah Tinggi Agama Islam Masjid Syuhada Yogyakarta
Email: staimsyogyakarta@yahoo.co.id

Abstrak. Al-Qur’an sebagai sumber ilmu telah dapat menjawab keraguan dan respon manusia, yang perlu penataan ilmu
pengetahuan dan teknologi yang digunakan untuk manusia dan kemanusiaan. Oleh karena itu sebagai modal dasar Allah SWT
ciptakan manusia sebagai hamba Allah dan khalifah di muka bumi ini. Rumusan alur pendekatan saintifik melalui penelitian ayat-
ayat kaunniyah, sehingga dapat dijadikan alasan bagi orang lain dalam kebenaran Al-Qur’an dalam berbagai macam ilmu
pengetahuan. Akal manusia berguna untuk berpikir dengan kreatif, berkreasi dan berkarya serta dapat menghantarkan manusia
beradab. Al-Qur’an memberi solusi cara-cara memperoleh ilmu pengetahuan, yaitu dengan metode ilmiah, realistik, jauh dari
perdebatan teoritis dan hepotesis yang menyebabkan perbedaan pemikiran dan pemahaman, Al-Qur’an sebagai pedoman hidup
manusia akan menghantarkan meraih kebaikan di dunia dan akhirat.

Kata Kunci: Sumber ilmu, Pedoman, Manusia.

PENDAHULUAN 1992). Al-Qur’an merupakan ajaran Islam, maka umat


Islam harus mampu mengemukakan konsep-konsep
Dalam Islam seluruh aspek kehidupan telah diatur, keilmuan yang menjadi solusi berbagai masalah
sehingga derajatnya lebih mulia dibanding dengan kehidupan manusia. Hal ini agar ajaran Islam menjadi
makhluk lainnya. Manusia telah menjadi makhluk yang salih likulli zaman wa makan tidak hanya menjadi cerita
dimuliakan oleh Allah, sebab telah dikaruniai akal yang dan kenangan. Kajian sains pada awalnya tertuju pada
sempurna. Kinerja akal melahirkan berbagai ilmu sains dalam pengertian ilmu-ilmu kealaman (natural
pengetahuan. Dengan akal manusia berpikir sehingga sciences) dengan metode ilmiahnya, karena untuk lebih
dapat berkreasi dan berkarya dan juga menghantarkan fokus dan tegas. Kemudian pengertian sains meluas ke
manusia yang mempunyai peradaban. Hasil-hasil karya kelompok ilmu-ilmu sosial, dengan objek dan metode
manusia tidak berarti apa-apa bila tidak diimbangi oleh masing-masing (Syamsuddin, 2012). S. I. Poeradisastra,
nilai-nilai agama (Yuwono, 2005). Al-Qur’an menjelaskan bahwa gerakan ilmu pada awalnya tertuju
merupakan kitab yang keotentikannya dijamin oleh kepada telaah agama, terus berkembang yang lebih luas.
Allah dan selalu dipelihara seperti Q.S. Al-Hijr ayat 9, Pada zaman Umayyah dan zaman Abasiyyah
yang artinya: “Sesungguhnya Kami-lah yang perkembangan menjadi sistematik (Poeradisastra, 1986).
menurunkan Al-Qur’an dan Kami pula yang Dikalangan ilmuwan muncul pertanyaan yang
memeliharanya” (QS. Al-Hijr ayat 6). Al-Qur’an sangat intinya perlu penataan akan fungsi dan peran sentral
kaya dengan paradigma, bahkan konstruksi pengetahuan ilmu pengetahuan. Hal ini muncul ada keraguan akan
dapat merumuskan desain-desain besar mengenai sistem peranan teknologi untuk manusia dan kemanusiaan,
Islam, termasuk ilmu pengetahuan. Di samping dapat adanya tuntutan agar teknologi tidak berlaku netral, tapi
memberikan gambaran aksiologis, Al-Qur’an dapat memihak pada nilai-nilai kemanusiaan yang abadi
berfungsi memberikan wawasan epistemologis (teknologi bersifat spiritual) dan perlu hormat dan tertib
(Kuntowijaya, 2006). menghadapi kekayaan alam dan bukan sikap mumpung
Ilmu bersifat memperbaharui dengan terus dan gegabah terhadap alam (Lutfi, 1977). Hal senada
menerus berdasarkan penemuan-penemuan baru. Kritik- disampaikan oleh S.I. Poeradisastra, bahwa dengan
kritik dan koreksi-koreksi selalu dipakai untuk teknologi, maksud ilmu yang diterapkan kepada teknik
memperbaiki apa yang dicapai suatu ilmu. Ilmu tidak dan industri secara produksi massal modern, untuk
boleh berhenti dan tiap hasil bersifat sementara meninggikan tingkat hidup manusia melalui
(Poeradisastra, S. I., 1986). Tetapi dapatkah perombakan kembali alam sekitar dan memaksa alam
kepercayaan itu didukung oleh bukti-bukti lain?, mengabdi manusia (Poeradisastra, 1986).
dapatkah bukti-bukti itu meyakinkan manusia?. Sebab Ternyata benar bahwa manusia tidak berhenti
seperti yang ditulis oleh Abdul Halim Mahmud, mantan hanya sekedar menuruti dorongan akal budi untuk
Syaikh Al Azhar, bahwa para orientalis selalu berusaha memperoleh pengetahuan, namun ternyata manusia
menunjukkan kelemahan Al-Qur’an dan tidak ada celah memiliki dorongan untuk dapat bertindak berdasarkan
untuk meragukan keotentikannya (Al ‘Aridl, Ali Hasan, pemikiran dan pemahaman, sehingga atas dasar itu
92 1: 91-99, 2018

manusia mampu mengantisipasi, memprediksi, serta dikutip Maurice Bucaille, bahwa isi wahyu pertama
mampu menata, mengatur dan memanfaatkan alam adalah penghargaan terhadap kalam sebagai alat untuk
semesta seisinya bagi kepentingan kehidupannya. pengetahuan manusia, dan menjadi jelas bahwa
Dalam rangka menata dan memanfaatkan alam, orang perhatian Nabi Muhammad SAW untuk menjaga
berusaha menemukan dan mendapatkan cara atau teknik kelangsungan Al-Qur’an dengan tulisan (Bucaille,
dan peralatan yang dapat digunakannya dan selaras 2001). Lebih lanjut diuraikan beberapa teori tentang
dengan pemikiran yang telah dimilikinya, orang sains yang sejalan dengan norma-norma Al-Qur’an
berusaha menciptakan ilmu dan teknologi (Wahana, sebagai berikut:
2010). Persoalan yang lebih penting muncul pertanyaan
apakah metode ilmiah merupakan satu-satunya tuntunan 1. Paul Davis menjelaskan sains adalah sebuah
yang dapat dipercaya untuk memperoreh kebenaran? pencarian mulia, yang mempertanyakan dan
Manusia hanyalah sebuah kumpulan mekanisme membantu membuat pengertian tentang dunia,
biokimia yang kompleks? Bagaimana Tuhan bertindak melalui kajian atau metode rasional maupun ilmiah
jika dunia taat pada hukum (Barbour, 2006). secara terus menerus.
2. Taqiyuddin An-Nabani, mengatakan aktivitas
berpikir bisa terwujud jika ada fakta, otak manusia
METODE yang normal, panca indera dan informasi
terdahulu.
Penelitian ini dilakukan dengan metode studi literasi, 3. Auguste Comte, bahwa perkembangan intelektual
yaitu pengumpulan informasi dan data yang bersumber manusia meliputi teologi, metafisik, dan sains.
dari telaah literasi. Sumber literasi dari penelitian ini 4. Dalam konsep Islam menurut Yusuf Qardhawi
adalah buku dan jurnal. Penelitian ini bersifat deskriptif agama adalah sains dan sebaliknya sains adalah
kualitatif yang bertujuan untuk memberikan gambaran agama. Artinya agama dan sains adalah sejajar,
yang jelas, sistematis, dan aktual tentang fenomena saling mendukung dan saling membantu dalam
yang sedang diamati. kemaslahatan umat (Nasim Butt dalam
Maksudin, 2013).
5. Sedang Achmad Baiquni, teori sains adalah
PEMBAHASAN konsensus yang tercapai di antara para pakar
sebagai kesimpulan penalaran secara rasional atas
Teori dan ciri khas sains hasil pemikiran dan analisis yang kritis terhadap
Secara esensi dan substansial sains adalah diperoleh dan data-data dan gejala-gejala alamiah. Beliau
ditemukan, hal sesuai dengan pendapat As-Suyuthi menegaskan bahwa pengembangan sains justru
bahwa jalur ilmu adalah muktasabah (diperoleh) dan diperintahkan oleh Allah SWT, agar memahami
laduni. Ilmu laduni yakni sains dalam kategori diterima ayat-ayat Al-Qur’an lebih sempurna, sehingga
(As-Suyuthi dalam Maksudin, 2013). Perkembangan tampak kebesaran dan kekuasaan-Nya secara lebih
aktivitas berfikir atau akal manusia sangat cepat dan nyata, dan supaya dapat menguasai pengetahuan
dinamis, hal ini dibuktikan dengan kemajuan sains, tentang sifat dan kelakuan disekitar, dan dapat
yang mampu membawa manusia menembus batas-batas mengelola alam. Lebih tegas lagi dikatakan
nalar, dan bahkan mampu menguak tabir misteri yang mengabaikan sains dan membiarkannya
ada di jagat raya ini (Yayat Dinar N dalam Maksudin, merupakan perbuatan dosa, karena mengabaikan
2013). Berkaitan dengan rumusan teori-teori dari Al- perintah dan petunjuk Ilahi. Maka hukumannya
Qur’an, dijelaskan paradigma Al-Qur’an berarti suatu dapat menimpa dalam bentuk kebodohan,
konstruksi pengetahuan yang memungkinkan dapat kelemahan, penjajahan dan sebagainya (Baiquni,
memahami realitas sebagaimana Al-Qur’an 1995).
memahaminya. Konstruksi pengetahuan itu dibangun
Al-Qur’an pertama-tama dengan tujuan dimilikinya Menurut Nasim Butt, dalam bukunya Sains dan
hikmah, sehingga dapat terbentuk perilaku sejalan nilai- Masyarakat ada 10 konsep islami yang secara bersama-
nilai normatif Al-Qur’an, baik dalam level moral sama membentuk kerangka nilai sains islami yaitu
maupun sosial (Kuntowijaya, 2006). tauhid, khalifah, ibadah, ilmu pengetahuan, halal,
Teori ilmu pengetahuan merupakan suatu abstraksi haram, ‘adl, zhulm, istishlah dan dhiya (ceroboh)
intelektual yang menggabungkan pendekatan rasional (Baiquni, 1995). M. Quraisy Shihab mengatakan bahwa
dengan pengalaman empiris. Teori ilmu pengetahuan ciri khas nyata ilmu pengetahuan (science), tidak ada
juga merupakan penjelasan rasional yang berkesesuaian kata kekal, apa yang dianggap salah di masa silam,
dengan objek yang dijelaskannya dapat meyakinkan, dapat diakui kebenarannya. Pandangan terhadap
harus didukung oleh fakta empiris untuk dapat persoalan-persoalan ilmiah silih berganti, bukan hanya
dinyatakan benar (Wahana, 2010). satu bidang saja, melainkan melebar ke ilmu-ilmu lain.
Isyarat Al-Qur’an tentang sains terkandung pada Sebagai contoh teori bumi datar yang merupakan satu
wahyu pertama, sebagaimana Profesor Hamidullah yang hukum aksioma di satu masa, dibatalkan oleh teori bumi
AZIS– Al-Quran: Studi pendekatan scientific 93

bulat, yang kemudian dibatalkan oleh teori lonjong tidaklah dapat memahami, melainkan orang-orang yang
seperti lonjongnya telur. Hal ini disebabkan karena berilmu pengetahuan (Yusuf, 2006).
sering kali titik tolak dari pemikiran manusia Berdasarkan ayat di atas, Allah menegaskan bahwa
berdasarkan panca indera atau perasaan. Misalkan hamba yang mampu membuka rahasia alam semesta ini
perasaan mengatakan bahwa sepotong baja adalah hanya ilmuwan Muslim. Selain mereka tidak akan
padat, padahal sinar U memperlihatkan bahwa baja mampu memahami secara utuh dan tuntas, melalui
berpori-pori. Dari sinilah bahwa ilmu pengetahuan penemuan-penemuan dari hasil renungan, penyelidikan
hanya melihat dan menilik, bukan menetapkan. Ia dan pengamatan terhadap tanda-tanda kekuasaan Allah
melukiskan fakta-fakta, objek-objek dan fenomena- berupa realitas objektif yang terdapat di seluruh kosmos
fenomena yang dilihat dengan mata seorang ilmuwan (ayat kauniyah) dan ayat qur’aniyah ditujukan untuk
yang mempunyai sifat pelupa, keliru dan atau tidak menambah kebenaran dan iman kepada Allah (Yusuf,
mengetahuinya. Karena yang dikatakan sesuatu benar 2006). Sumber-sumber dan jalur perolehan sains atau
(kebenaran ilmiah) sebenarnya relatif dan mengandung ilmu pengetahuan sebagai berikut:
arti yang sangat terbatas. Oleh karena itu M. Quraisy 1. Sumber sains atau ilmu pengetahuan adalah Allah.
Shihab menegaskan, perlu menguatkan dengan ayat-
2. Sains dapat dicapai manusia melalui interpretasi
ayat Tuhan yang bersifat absolut, abadi dan pasti benar
(iqra). Interpretasi terhadap ayat-ayat kauniah
(Shihab, 1999).
menghasilkan ilmu-ilmu dari alam yang melahirkan
fisika, kimia, geologi dll. Dari manusia melahirkan
Kedudukan ilmuwan dan sumber sains
kedokteran, psikologi dsb. Dari manusia sebagai
Islam memberi perhatian kepada manusia untuk
makhluk sosial melahirkan ilmu sejarah,
memperhatikan berbagai fenomena alam dan
kebudayaan, sosiologi dsb. Yang kedua interpretasi
memikirkan atau merenungkan keindahan alam, seperti
tehadap ayat qur’aniah menghasilkan ilmu Al-
langit, bumi, jiwa, dan semua makhluk yang ada di jagat
Qur’an, bahasa Al-Qur’an, ilmu hadits, ilmu fiqh dll.
ini. Al-Qur’an meletakkan dasar pemikiran ilmiah, yaitu
melalui pengamatan, mengumpulkan data, menarik 3. Kesadaran akan keterbatasan interpretasi akan
kesimpulan, menguji kebenaran kesimpulan yang menimbulkan sikap dan perilaku ilmuwan untuk
diambil. Dengan potensi yang manusia berusaha untuk tunduk, penyerahan dan patuh kepada Allah,
iqra (membaca, memahami, meneliti, dan menghayati) menyadari bahwa ilmu dan kemampuan teknologi
fenomena-fenomena kauniah dan qur’aniah (Shihab, yang dari Allah, motivasi untuk memenuhi amanah
1999). Allah.
Sayyed Hoseein Nasr guru besar sejarah ilmu 4. Keyakinan tidak ada pertentangan antara ilmu
pengetahuan pada Universitas Teheran, dalam bukunya qur’ani (agama) dengan ilmu kauni (umum), karena
S. I. Poeradisastra. Menjelaskan bahwa ilmu berasal dari sumber yang sama.
pengetahuan Islam menjadi ada dari suatu perkawinan 5. Kesadaran bahwa sains bukan satu-satunya sumber
antara semangat yang memancar dari wahyu Qur’an dan kebenaran dan jalan pemecahan problem manusia.
ilmu-ilmu yang ada dari berbagai peradaban yang
diwarisi Islam dan yang telah diubah bentuk melalui 6. Menghindarkan pemahaman dikotomi dan juga
daya tenaga ruhaninya menjadi sebuah zat baru, yang menghindarkan dari cara berfikir yang hanya
sekaligus berbeda dari dan bersambung-sambung rasionalistis dan spiritualistis atau sekularistik tanpa
dengan sebelumnya. Sifat internasional dan dibarengi dengan pemahaman berdasarkan petunjuk
naqli (firman Allah) (Yusuf, 2006).
kosmopolitan peradaban Islam berasal dari watak
internasional wahyu Islam dan terpantul dalam sebaran
keilmubumian dunia Islam. Islam menjadi ahli waris Kuntowijaya menegaskan bahwa sumber kembali
ke-tauhid, artinya Islamisasi pengetahuan berusaha agar
pustaka kecendekiaan peradaban besar bagi dunia
Eropa/Barat (Poeradisastra, 1986). umat Islam tidak meniru metode-metode dari luar,
Sesungguhnya sumber yang terpenting adalah para dengan mengembalikan pada pusatnya yaitu tauhid.
Tauhid ada tiga macam kesatuan, yaitu kesatuan
ilmuwan atau cendekiawan, secara umum eksistensi
ilmuwan dalam Islam adalah sebagai orang yang pengetahuan, kesatuan kehidupan dan kesatuan sejarah.
memiliki ilmu dan dapat berbuat atau beramal lebih Kesatuan pengetahuan artinya, bahwa pengetahuan
harus menuju kepada kebenaran yang satu. Kesatuan
daripada yang lain. Karakter ilmuwan digambarkan
dalam Al-Qur’an Surat Al-Mujadalah, yang artinya: kehidupan berarti hapusnya perbedaan antara ilmu yang
Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang sarat dengan nilai dan ilmu yang bebas nilai. Kesatuan
sejarah artinya pengetahuan harus mengabdi pada umat
beriman dan orang yang diberi ilmu pengetahuan.
Dalam Surat Fatir ayat 28, artinya: Sesungguhnya yang dan pada manusia. Rumusan yang dapat disimpulkan
takut kepada Allah dari kalangan hamba-Nya ialah adalah mengembalikan pengetahuan pada tauhid, atau
konteks kepada teks, konteks dan teks, maksudnya
kaum alim ulama (ilmuwan/intelektual). Dan Surat Al-
‘Ankabut ayat 43, artinya Dan perumpamaan itulah supaya koheren/lekat bersama, pengetahuan tidak
kami berikan kepada seluruh umat manusia, tetapi terlepas dari iman (Kuntowijaya, 2006).
94 1: 91-99, 2018

Pendekatan pemerolehan sains luar subyek ditangkap oleh subyek, melalui


Melalui kegiatan berpikir diharapkan dapat kesadaran panca indera dan akal secara langsung.
menghasilkan pengetahuan, dan dengan metode ilmiah, 4. The representative (teori representatif). Apa yang
yang merupakan cara kerja pikiran dapat menghasilkan disadari dan ditangkap tentang realita hanyalah
pengetahuan yang memiliki karakteristik tertentu bayangan realita itu.
sebagai pengetahuan ilmiah, yaitu yang bersifat rasional
5. The pragmatic theory (teori pragmatis). Suatu
(rasionalisme), dan teruji secara empiris dalam
pernyataan benar bila dilakukan dengan sukses
pengalaman kehidupan manusia. Kemudian untuk
dalam praktek.
membangun tubuh pengetahuan serta mencapai hasil
yang diharapkan, metode ilmiah secara garis besar 6. The intuition theory (teori intuisi). Kebenaran yang
mencoba menggabungkan cara berpikir deduktif dan dapat diperoleh melalui pengalaman mistik, karena
induktif (Wahana, 2010). pengetahuan merupakan suatu yang memancar dan
Berpikir deduktif memberikan sifat yang rasional wawasan ilhami (Maksudin, 2013).
(kritis, logis, dan sistematis) kepada pengetahuan ilmiah
dan bersifat konsisten dengan pengetahuan yang telah Kemudian langkah-langkah kegiatan ilmiah dalam
dihasilkan dan dikumpulkan sebelumnya sebagai tubuh rangka untuk memperoleh pengetahuan ilmiah sebagai
pengetahuan ilmiah. Secara sistematik dan kumulatif berikut:
pengetahuan ilmiah disusun setahap demi setahap 1. Melakukan observasi atau pengamatan terhadap
dengan menyusun argumentasi mengenai sesuatu yang gejala-gejala yang ada, baik yang bersifat alami atau
baru berdasarkan pengetahuan yang telah ada, ilmu yang muncul dari hasil uji coba.
pengetahuan diharapkan mempunyai body of knowledge 2. Membuat rumusan hipotesis yang melukiskan
yang tersusun dan terorganisasikan dengan baik, yaitu gejala-gejala tersebut serta sesuai dengan tubuh
secara konsisten dan koheren serta dapat memberikan pengetahuan yang sudah ada sebelumnya.
penjelasan yang rasional kepada objek yang berada
dalam fokus penelitiannya. Penjelasan yang bersifat 3. Perumusan hipotesis yang merupakan jawaban
sementara atau dugaan terhadap pertanyaan yang
rasional menggunakan kriteria kebenaran koherensi
yaitu didasarkan pada adanya konsistensi dan koherensi diajukan yang materinya merupakan kesimpulan dari
dengan pengetahuan yang telah ada dan telah diakui kerangka berpikir. Hipotesis merupakan petunjuk
jalan yang memungkinkan untuk mendapat jawaban.
kebenarannya (Wahana, 2010).
Berpikir induktif, sebagai cara berpikir yang 4. Pengujian hipotesis yang merupakan pengumpulan
didasarkan kriteria kebenaran korespondensi. Teori ini fakta-fakta empiris yang relevan dengan hipotesis
menyebutkan bahwa suatu pernyataan dapat dianggap yang diajukan serta memperlihatkan apakah terdapat
benar, sekiranya materi yang terkandung dalam fakta-fakta yang mendukung hipotesis atau tidak
pernyataan itu berkesesuaian dengan objek faktual yang (Wahana, 2010).
dituju oleh pernyataan. Suatu pernyataan benar bila
terdapat fakta-fakta empiris yang mendukung Dalam dunia epistemologi, sampai saat ini para
pernyataan. Karena yang dihadapinya adalah nyata, filosof masih berselisih pendapat tentang cara-cara
maka ilmu pengetahuan mencari jawabannya pada dunia memperoleh ilmu pengetahuan. Dari polemik
yang nyata berdasarkan empiris (Wahana, 2010). Dalam berkepanjangan, lahir beberapa aliran:
menjalani langkah-langkah kegiatan ilmiah, perlu dilihat 1. Skeptisisme, aliran ini mengingkari eksistesni
dari segi mana materi dibahas. Pendekatan dalam sesuatu. Pendapat ini tidak satu pun cara yang valid
menelaah atau membahas sesuatu hal dapat dilakukan untuk memperoleh ilmu pengetahuan, mengingat
dari sudut pandang berbagai cabang ilmu seperti, sudut kemampuan panca indera dan akal sangat terbatas.
pandang ilmu ekonomi, ilmu politik, ilmu psikologi atau Aliran ini mengabaikan sama sekali kemampuan
sosiologi (Wahana, 2010). Pendapat Christian Weber inderawi dan akal, yang akhirnya tidak menghormati
dalam bukunya Muhammad Noor Syam (1986: 124- kemuliaan manusia, merendahkan kehidupan
125) yang dikutip Maksudin, bahwa pendekatan untuk manusia sehingga mendekati kehidupan hewani.
memperoleh ilmu pengetahuan atau sains adalah: 2. Academic Doubt: Aliran keraguan. Aliran ini tidak
1. The revelation theory (teori wahyu). Kebenaran ditegakkan pada penolakan begitu saja, tetapi
terakhir atas kebenaran adalah yang bersumber menjadikan keraguan sebagai jembatan menuju
wahyu yakni devina truth (kebenaran Tuhan). sebuah kepastian. Mula-mula meragukan sesuatu,
2. The coherence theory (teori koherensi). Suatu kemudian menjadikannya objek analisis dan
pernyataan adalah benar jika konsisten dengan pengujian sehingga kebenarannya dibuktikan dengan
pernyataan yang lain yang diterima sebagai suatu dalil yang meyakinkan, maka saat itulah keraguan
kebenaran. berubah menjadi kepastian.
3. The presentative theory (teori presentatif). Apa yang 3. Empirisisme, menurut aliran ini cara memperoleh
ditangkap identik dengan realitas objek, realita di ilmu pengetahuan hanya didasarkan panca indera
semata. Karena hanya indera satu-satunya instrumen
AZIS– Al-Quran: Studi pendekatan scientific 95

absah yang dapat menghubungkan dengan alam. Tema tentang situasi kemanusiaan di zaman
Bila salah, dapat diketahui kesalahan dengan cara modern menjadi sangat penting, mengingat dewasa ini
eksperimentasi dan akal hanya mengikuti. Karena manusia menghadapi bermacam persoalan yang
akal tidak dapat mengetahui kebenaran tanpa membutuhkan pemecahan segera (problem solving).
melalui panca indera, bahkan tanpa ini hakikat tidak Sejak manusia memasuki zaman modern, telah mampu
dapat diresapi. mengembangkan potensi-potensi rasionalnya, bebas dari
4. Rasionalisme, aliran ini hanya mengandalkan belenggu mistis yang irasional dan pemikiran yang
kemampuan akal semata. Aliran ini berpendapat, mengikat kebebasan manusia. Tapi ternyata di dunia
kemampuan indera terbatas sekali. Jika bersandar modern manusia tidak dapat melepaskan diri dari
hanya pada unsur ini, manusia tidak ada bedanya belenggu lain, yaitu penyembahan kepada diri sendiri
dengan binatang. Ilmu pengetahuan yang murni (Kuntowijaya, 2006).
inilah yang dikandung oleh akal manusia yang Ali Anwar Yusuf dalam buku mengatakan bahwa
datang melalui fitrah pemberian Allah. ilmu pengetahuan atau sering disebut sains, adalah
himpunan pengetahuan manusia yang dikumpulkan
5. Intuisi, aliran ini berpendapat, alam ini ada dua:
melalui suatu proses pengkajian secara empirik dan
alam inderawi dan alam intuisi. Alam inderawi bisa
dapat diterima oleh rasio. Adapun teknologi adalah
diobservasi dan dieksperimentasi oleh ilmu
penerapan konsep ilmiah yang tidak hanya bertujuan
pengetahuan modern. Sedang alam intuisi berkaitan
menjelaskan gejala-gejala alam untuk tujuan pengertian
dengan alam kejiwaan, alam kejiwaan dan
dan pemahaman, namun bertujuan memanipulasi faktor-
manifestasinya tidak mungkin ditundukkan oleh
faktor yang terkait gejala-gejala, untuk mengontrol dan
pengalaman/analogi (Azhim, Ali Abdul, 1989).
mengarahkan proses yang terjadi. Artinya teknologi
berfungsi sebagai sarana mempermudah kehidupan
Al-Qur’an memberi solusi cara-cara memperoleh
manusia (Yusuf, 2006).
ilmu pengetahuan, yaitu dengan metode ilmiah,
Kedua definisi tersebut menjelaskan bahwa antara
realistik, jauh dari perdebatan teoritis dan hipotesis yang
ilmu pengetahuan dan teknologi memiliki nisbah yang
menyebabkan perbedaan pemikiran dan pemahaman,
sangat erat, yang memiliki peran dan fungsi sama.
Al-Qur’an bertujuan demi kebaikan umat manusia dan
Dalam nisbah ilmu pengetahuan dan teknologi adalah
menjauhkannya dari kekeliruan-kekeliruan. Metode ini
eksistensi teknologi merupakan penerapan seluruh
ditopang oleh dua faktor yang kuat. Pertama,
konsep atau teori yang dalam ilmu pengetahuan. Dalam
menggunakan dan memanfaatkan pengalaman orang
peran dan fungsinya sama-sama merupakan jembatan
lain baik dari kalangan generasi dulu atau kini. Kedua,
yang menghubungkan seluruh kekayaan alam dan
menggunakan akal dan pengalaman dalam upaya
sumber daya dengan kebutuhan manusia secara material
mencari kebenaran agar mendapat petunjuk dan
(Yusuf, 2006).
hidayah. Menurut Al-Qur’an, faktor pertama melalui
Pada prinsipnya Allah menciptakan alam untuk
pendengaran, faktor kedua dengan akal (Azhim, Ali
memberikan rangsangan kepada manusia, agar dapat
Abdul, 1989). Sesuai dengan Firman Allah Surat Qaaf
menggunakan akalnya, berpikir dan merenungkannya.
Ayat 37, yang artinya: Sesungguhnya pada yang
Dengan Iqra, perintah Tuhan yang pertama disampaikan
demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi
kepada Nabi Muhammad SAW. Perintah tersebut
orang-orang yang mempunyai akal atau yang
mengandung arti pengkajian (tadabbarun), penalaran
menggunakan pendengarannya, sedang ia
(ta’liqun), pengamatan secara empiris (tubsirun),
menyaksikannya. Maksud qalb pada ayat di atas artinya
memahami (Tafaqqahun), berfikir (tafakkarun),
akal dan syahid artinya pembeda (Al-Qur’an Surat Qaaf
perenungan dan kontempelasi (tadzakarun) (Rahardjo,
ayat 37).
1993) terhadap alam semesta. Dengan melakukan
pengamatan empiris, akan lahir ilmu pengetahuan yang
Sentuhan Islam tentang pengetahuan dan teknologi
positif yaitu pengetahuan tentang realitas objektif
Pengembangan sains dalam sejarah Islam sejalan
(ayatun bayyinah) meliputi ilmu biologi, kimia, fisika
dengan perintah Al-Qur’an untuk mengamati alam dan
dan lain-lain yang terus tersebar dan berkembang
menggunakan akal, dua hal yang merupakan landasan
(Yusuf, 2006).
metodologis sains. Sains Islam dikembangkan oleh
Ibnul Qayyim dalam Yusuf Qardhawi
kaum muslim sejak abad 11 H, yang tentunya menjadi
mengutarakan keutamaan ilmu pengetahuan: berpikir
salah satu pencapaian besar dalam peradaban Islam.
adalah menghadirkan dua pengetahuan untuk
Pada masa selanjutnya, sains Islam mempunyai
menghasilkan pengetahuan ketiga. Misalkan ketika
pengaruh dan peranan signifikan bahkan dapat
seorang menghadirkan dalam hatinya tentang dunia,
dikatakan tidak akan ada sains di abad pertengahan,
kehidupan, kenikmatan dan kesulitannya. Kemudian ia
renaissance dan barat, bila para ilmuwan Muslim tidak
menghadirkan dalam hatinya akhirat dan
menyelamatkan. Sains Islam menjadi salah satu studi
kenikmatannya atas nikmat dunia. Jika ia menimbang
paling penting tentang alam yang erat kaitannya sebagai
dengan dua pengetahuan itu, maka akan dapat
semesta religius yang niscaya berhasil (Yuwono, 2005).
menghasilkan pengetahuan ketiga, yaitu akhirat dan
96 1: 91-99, 2018

kenikmatannya yang utama dan kekal lebih utama bagi telah mencapai kepastian. Kelima, sikap selalu tidak
orang yang berakal dari kenikmatan dunia yang puas terhadap penelitian yang telah dilakukan, sehingga
sementara dan terbatas (Qardhawi, 1998). selalu ada dorongan untuk riset, dan riset sebagai
Lebih lanjut Paulus Wahana, untuk mencapai aktivitas yang menonjol dalam hidupnya. Keenam,
tujuan tertentu, diperlukan sarana berpikir ilmiah sikap etis yang selalu berkehendak untuk
merupakan alat yang dapat membantu melakukan mengembangkan ilmu untuk kemajuan ilmu dan
kegiatan ilmiah, dalam rangka mengungkap persoalan kebahagiaan manusia, lebih khusus untuk
maupun memberikan penjelasan sebagai jawaban. pengembangan bangsa dan negara (Bucaille, 2001).
Sarana dimaksud meliputi pertama dan utama adalah Para ilmuwan di bidang sains dan teknologi pun
logika yaitu merupakan aturan-aturan atau rambu-rambu akhirnya berlomba-lomba membawa kebesaran
yang dapat membantu memberi petunjuk serta arah peradaban Islam pada abad pertengahan. Pada masa ini
dalam berpikir untuk memperoleh kejelasan dan (abad ke 14 M), peradaban Islam menghasilkan banyak
kebenaran. Sarana lain yaitu bahasa merupakan sarana karya ilmiah di bidang sains dan teknologi. Sebagai
berpikir yang dapat membantu memberikan penjelasan gambaran atas kegemilangan sains dan teknologi pada
secara kualitatif. Dengan bahasa dapat mengungkap dan masa itu, George Sarton menulis cukuplah kita sebut
memperjelas berbagai hal yang dialami, dirasakan baik nama-nama besar yang tak tertandingi pada masa itu
dalam diri dan luar manusia. Di samping juga bahasa oleh orang Barat: Jabir ibn Hayyan, Al-Kindi, Al-
dapat memberikan penjelasan yang bersifat informatif, Khawarizmi, Al-Farghani, Ar-Razi, Tsabit ibn Qurrah
emotif maupun afektif, juga secara objektif dan pasti. dan lain sebagainya (Yuwono, Budi, 2005).
Sarana yang lain adalah matematika, sebagai sarana Pengaruh ilmu pengetahuan Islam atas Eropa telah
berpikir ilmiah, matematika berusaha untuk berlangsung sejak abad ke-12. Sejak abad ke-14 timbul
menghilangkan sifat kabur, majemuk dan emosional gerakan kebangkitan kembali (renaisssance) pusaka
dari bahasa verbal. Matematika membuat lambang- Yunani yang diselamatkan, dipelihara dan dikenal
lambang secara artifisial dan individual. Di samping itu berkat terjemahan-terjemahan Arabnya. Kemudian
matematika dapat dijadikan sarana pengukuran secara diterjemahkan kembali ke dalam bahasa Latin
kuantitatif dengan rumus statistik (Wahana, 2010). (Poeradisastra, 1986). Para tokoh ilmu pengetahuan dan
teknologi dalam Islam, yang telah berjasa dalam
Pengaruh peradaban Islam atas Eropa/Dunia bidangnya masing-masing yaitu Jabir ibn Hisyam (721-
Al-Qur’an yang diwahyukan sesudah kedua kitab suci 815) seorang ahli al-kimiyu, yang kemudian orang
sebelumnya, bukan saja bebas dari kontradiksi dalam mengembangkan menjadi ilmu kimia. Muhammad ibn
riwayat-riwayatnya, kontradiksi yang ciri injil-injil Zakaria Ar-Razi (865-925 M) seorang ahli kedokteran
karena disusun oleh manusia, tapi menyajikan kepada yang melakukan proses-proses yang lazim oleh ahli
orang yang mengkaji secara objektif dengan mengambil kimia, seperti distilasi, kristalisasi, kalsinasi dan
petunjuk dan sains modern, suatu sifat yang khusus sebagainya. Ibnu Sina adalah seorang filsuf Muslim dan
yakni persesuaian yang sempurna dengan hasil sains juga dikenal sebagai ilmuwan dalam bidang kedokteran.
modern. Lebih dari itu semua dan sudah terbukti, Al- Kemudian Umar Al-Khayyam, seorang ilmuwan
Qur’an mengandung pernyataan ilmiah yang sangat Muslim dan dikenal sebagai ahli ilmu pasti, astronomi
modern yang tidak masuk akal. Dengan begitu maka dan juga penyair yang terkenal. Dan tokoh lain Al-
pengetahuan ilmiah modern manusia dapat memahami Biruni, seorang ilmuwan yang serba bisa, seorang ahli
ayat-ayat tertentu dalam Al-Qur’an yang belum falaq, ilmu bumi, sejarah, ahli obat-obatan dan seorang
ditafsirkan (Bucaille, 2001). dokter pengetahuan. Kemudian Abu Hasan Al-Qalshadi
Para ilmuwan sebagai orang yang profesional (1410-1486), adalah seorang ilmuwan bidang aljabar
dalam bidang keilmuan sudah tentu memiliki visi moral, dan simbol-simbol proses perhitungan dan ilmuwan
memiliki sikap ilmiah. Sikap ilmiah adalah suatu sikap lainnya Ilmu Khaldun (1332-1406 M) dikenal ilmuwan
yang diarahkan untuk mencapai suatu pengetahuan Muslim dalam bidang filsafat, sejarah, dan sosiologi.
ilmiah yang bersifat objektif, bebas dari prasangka Dan masih banyak lagi penemu dan ahli di bidang sains
pribadi dan dapat dipertanggungjawabkan secara sosial, dan teknologi yang hidup di dunia Islam, meskipun
dan dapat dipertanggungjawabkan kepada Tuhan. Sikap dalam sejarah mengalami tarik menarik dengan
ilmiah yang perlu dimiliki para ilmuwan sebagai daya ilmuwan barat, baik hidup semasanya, atau sesudahnya
tarik orang lain. Sikap ilmiahnya meliputi pertama, (Yusuf, 2006).
tidak ada rasa pamrih, artinya suatu sikap yang Para tokoh barat diantaranya, Le Bon mengatakan
diarahkan untuk mencapai pengetahuan ilmiah yang bagi pikiran orang-orang tertentu adalah selalu
objektif, kedua, bersikap selektif yang tujuannya agar merendahkan, bahwa berkat kaum muslimin, Eropa
para ilmuwan mampu mengadakan pemilihan terhadap Kristen menghancurkan kebiadabannya. Kesaksian para
sesuatu dengan tepat dan jelas. Ketiga, memiliki tawanan Kristen tentang ketinggian budi dan keluhuran
kepercayaan terhadap kenyataan, terhadap alat-alat akhlak Sultan Salahudin Al-Ayyubi (1137-1193). Tokoh
indera dan akal budi. Keempat, memiliki sikap percaya barat yang lain yaitu Barthelemy Saint Hilaire dalam
dan merasa pasti, bahwa setiap teori yang terdahulu bukunya tentang Al-Qur’an, beliau menjelaskan bahwa
AZIS– Al-Quran: Studi pendekatan scientific 97

dengan bergaul dengan orang-orang Arab dan meniru 3. Ruang hampa di angkasa luar, indikasinya
merek, kaum Baron abad tengah memperhalus ditunjukkan dalam surat Al-An’am ayat 125 yang
kebiasaan-kebiasaan yang kasar-kasar dan tanpa artinya: ”… Dan barangsiapa dikehendaki-Nya
mengurangi keberanian kaum ksatria jadi mengenal menjadi sesat, Dia jadikan dadanya sempit dan
perasaan-perasaan yang lebih halus, lebih mulia dan sesak, seakan-akan dia sedang mendaki ke langit.
lebih berperikemanusiaan (Yusuf, 2006). Demikianlah Allah menimpakan siksa kepada orang-
Sekarang timbul pertanyaan mengapa kebudayaan orang yang tidak beriman”.
Islam dapat tumbuh dengan subur dan mempertahankan 4. Proses pertumbuhan dan kejadian manusia dalam
keutuhannya. Karena menurut hadits, kaum muslimin rahim, dijelaskan dalam surat Al-Mu’minun ayat 12-
disuruh mengurus soal keduniaan seakan-akan hidup 14, yang artinya: ”Dan sungguh Kami telah
selamanya, serta beribadah seakan-akan mereka akan menciptakan manusia dari saripati tanah. Kemudian
mati esok hari. Mereka dilarang hanya beribadah saja, Kami menjadikannya air mani (yang disimpan)
melainkan wajib berusaha dan belajar, belajar dan dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air
mengajarkan ilmu (Yusuf, Ali Anwar, 2006). Para tokoh mani itu Kami jadikan sesuatu yang melekat. Kami
barat yang mengakui secara jujur tentang kebijakan- jadikan segumpal daging, dan segupal daging itu
kebijakan Islam adalah: pujangga-pujangga besar Percy Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang
Bysshe (1792-1822) dan George Bernard Shaw (1856- itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami
1950) dari Inggris serta Johann Wolgang von Goethe menjadikannya makhluk yang lain. Maha Suci
(1749-1832) dari Jermania, kemudian ahli-ahli sejarah Allah, Pencipta yang paling baik”.
seperti Thomas Carlyle (1975-1881), Herbet George 5. Geologi (ilmu tentang bumi) atau gerak rotasi dan
Wells (1866-1946) dan Arnold Joseph Toynbee (1889- revolusi planet bumi, dinyatakan dalam surat An-
1975), Baron Wilhelm von Humboldt (1767-1835) serta Naml ayat 88, yang artinya: ”Dan engkau akan
jenius seperti Napoleon Bonaparte (1769-1821) (Yusuf, melihat gunung-gunung, yang engkau kira tetap
2006). ditempatnya, padahal ia berjalan seperti awan
berjalan. Sungguh Dia Maha Teliti apa yang kamu
Metodologi pengilmuan Islam dan contohnya dalam kerjakan”.
Al-Qur’an 6. Teori hibertensi atau tidur panjang, yaitu proses
Ada dua metodologi yang dipakai dalam proses efisien yang dengannya tubuh manusia mampu tidur
pengilmuan Islam yaitu integralisasi dan objektifikasi. ratusan tahun, mungkin dapat dikembangkan di
Pertama, integralisasi ialah pengintegrasian kekayaan dunia modern ini, disebutkan dalam surat Al-Kahfi
keilmuan manusia dengan wahyu (petunjuk Allah dalam ayat 10-25.
Al-Qur’an dan pelaksananannya dalam Sunnah Nabi). 7. Evolusi makhluk hidup yang pada mulanya
Kedua, objektifikasi ialah menjadikan pengilmuan Islam diciptakan dari air lama kelamaan semakin
sebagai rahmat untuk semua orang (rahmatan lil sempurna. Surat Al-Anbiya ayat 30 yang artinya:
‘alamin). Artinya konkritisasi dari keyakinan internal. ”Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui
Adapun objektif bila perbuatan yang dirasakan oleh non bahwa langit dan bumi kedua dahulunya menyatu,
Islam sebagai sesuatu yang natural/sewajarnya dan tidak dan kami jadikan sesuatu yang hidup berasal dari
sebagai perbuatan keagamaan atau amal (Kuntowijaya, air, maka mengapa mereka tidak beriman?.” Dan
2006), tapi merupakan proses penelitian yang sesuai juga surat At-Tin ayat 4, yang artinya ”Sungguh
standar-standar penelitian dan dapat dibuktikan secara Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang
ilmiah. sebaik-baiknya.” Dapat dilihat surat An-Nur: 45,
Proses perkembangan ilmu pengetahuan dan Thaha: 53, As-Sajadah: 7, Nuh: 14 dan Al-Infithar:
teknologi sudah ada sejak zaman Nabi Adam sebagai 7-8 (Yusuf, 2006).
manusia pertama, ia dijadikan khalifah, dan dberikan 8. Belakangan ini kaum lelaki Barat telah mulai meniru
ilmu pengetahuan tentang bumi atau alam semesta ini. khitan atau circumucsio, cara Islam sebagai
Hal ini berkembang hingga saat ini. Untuk menguatkan tindakan kebersihan dan untuk mencapai kepekaan
hal tersebut, Al-Qur’an telah banyak mengemukakan lebih tinggi (Poeradisastra., 1986)
ramalan-ramalan ilmiah, misalnya: 9. Sumbangan-sumbangan karya kaum muslim
terhadap dunia meliputi, ilmu pasti, fisika, kimia,
1. Rahim ibu yang tiga lapis: endometrium, farmasi, kedokteran, ilmu hayat, ilmu binatang, dan
myometrium dan perimetrium, digambarkan dalam ilmu bumi, semuanya mutlak diperlukan sebagai
QS Az Zumar ayat 6, yang artinya: “…Dia tangga bagi peningkatan ilmu pengetahuan
menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi (Poeradisastra, 1986)
kejadian dalam tiga kegelapan ….”
2. Gravitasi (gaya berat) yang ditemukan oleh Newton, Penciptaan manusia dalam Al-Qur’an.
tersebut dalam surat Ar-Rahman ayat 7, yang Janin yang di dalam rahim adalah hasil percampuran
artinya: “Dan langit telah ditinggikan-Nya dan Dia antara sperma laki-laki dan ovum perempuan. Keduanya
Ciptakan keseimbangan”. memiliki saham di dalam prosesi terjadinya janin.
98 1: 91-99, 2018

Demikian yang dikatakan pakar dari Italia Spallanzani kekuatan rahim. Sebagaimana janin berada di dalam
tahun 1775 M. dan tahun 1783 Van Boveri menetapkan rahim berputar-putar dan bergerak akan menghasilkan
kebenaran teorinya. Van Boveri pada pertengahan 1888- permintaan amniosia yang bisa dilakukan oleh janin,
1909 menyatakan bahwa kromosom terbagi-bagi dan dan sekaligus menghalangi terjadinya dampak dari
masing-masing memiliki kekhususan yang akan gerakan-gerakan bagi organ di luar rahim. Fase ini terus
menurunkan sifat dari pemilik kromosom. Dan Morgan berjalan di dalam rahim sampai mencapai hari ke 6, dan
pada tahun 1912 mampu memberikan batasan lebih kemudian perkembangannya di dinding rahim sampai
rinci, yaitu bahwa sifat keturunan ada pada tempat hari ke 15 dan kemudian memasuki ’alaqah” (Kholis,
khusus dalam kromosom (Kholis, 2013). 2013).
Al-Qur’an telah menjelaskan lebih rinci dan pasti, Kemudian kajian ilmiah tentang ’alaqah, bahwa
bahwa manusia tercipta dari nuthfah amsaaj (air mani ’alaqah berkembang menjadi mudghah pada hari ke 24
yang bercampur) seperti tercantum dalam surat Al-Insan sampai hari ke 26. Dan itu adalah waktu yang singkat
ayat 2, yang artinya: Sesungguhnya kami Tuhan telah jika dibandingkan dengan waktu perubahan dari nuthfah
menciptakan manusia dari setetes air mani yang ke alaqah. Dan perkembangan ini bermula dari kepala
bercampur yang kami hendak mengujinya. Karena itu yang berbentuk somites (mirip bola) pada hari ke 24
kami jadikan dia mendengar dan melihat (Al-Qur’an atau 25. Kemudian, bagian punggung/atas dari somites
Surat Al-Insan ayat 2). Seluruh ahli tafsir sama ketika ini melengkung setahap demi setahap pada ujung janin.
menerangkan nuthfah amsaaj, yaitu air mani yang Dan pada hari ke 28 janin mulai terlihat bagian-
bercampur, air mani laki-laki dan air mani perempuan. bagiannya yang kelihatan seperti unta yang gemuk. Ia
Data ilmiah bahwa sperma terbentuk di dalam testis berputar dan berbolak-balik di dalam rahim selama
yang kemudian disempurnakan di dalam embriologi dan perkembangan hingga berakhir pada akhir minggu ke 6
turun ke bawah untuk bertemu dengan ovum. Kemudian perlu juga disebutkan bahwa fase mudghah memulai
ia ke punggung dan turun ke perut bagian bawah pada perkembangannya dengan perkembangan yang lebih
minggu-minggu terakhir fase kehamilan. Air mani laki- berarti, ada penambahan volume ruang rahim secara
laki dapat digambarkan sebagai berikut: Air mani laki- berlipat-lipat. Mudghah mulai kelihatan seperti
laki yang berbentuk seperti kepala yang berbuntut yang sepotong daging, tidak kelihatan strukturnya dan
selalu bergerak sampai terjadinya pembuahan, dan kemudian mulai pada perkembangan kedua yaitu
prostaglandin yang kemudian menempel di dinding perkembangan bentuk, mulai kelihatan beberapa organ:
rahim sehingga memudahkan dalam memindahkan dua mata, lisan, (dalam minggu ke 4) dan dua bibir
sperma untuk bisa memasuki tempat pembuahan. (pada minggu ke 5). Akan tetapi tidak jelas keadaannya
Padahal ada jutaan (500-600 juta) sperma yang terus kecuali diakhir minggu ke 8, mulai kelihatan kedua
memburu ovum, akan tetapi hanya satu sperma yang tangan dan kedua siku pada perkembangan ini (Kholis,
bisa memasuki dan membuahi ovum tersebut. Tentu 2013).
saja hal ini adalah hal yang panjang dan lebar sekali Teori-teori yang dihasilkan tidak dijamin menjadi
bagi sperma untuk bisa mencapai tempat pembuahan di kebenaran akhir, beberapa di antara mereka mungkin di
”uretrine tube” yang akan mengantarkan pembuahan ke masa depan diperbaiki, dimodifikasi, atau pada kasus
rahim. Hal ini yang penuh dengan rintangan mungkin yang jarang, digulingkan dalam sebuah revolusi besar.
sama dengan perjuangan manusia untuk ke bulan Namun teori ilmiah mempunyai sebuah keterandalan
(Kholis, 2013). dan komunitas ilmiah akhirnya mencapai sebuah
Setelah melewati masa 5 jam setelah pembuahan, konsensus, jarang yang ditemukan dalam jenis
maka adalah masa pertama terjadinya sejarah penyelidikan lain. Meskipun beberapa aspek
kemanusiaan yang terdiri atas 46 kromosom, di mana ia pengetahuan ilmiah dapat berubah, ada yang
mewarisi sifat-sifat genetik yang akan dia bawa ketika dipertahankan, berkontribusi pada kemajuan kumulatif
menjadi makhluk baru, dan sifat resesif yang tidak akan menyeluruh yang berbeda dari kemajuan disiplin ilmu
muncul, akan tetapi muncul pada sebagian anak-anak lainnya (Barbour, 2006).
atau cucu-cucunya. Setelah fase ini, ovum yang sudah
terbuahi membelah dengan cepat walaupun tidak
merubah bentuknya dan terus bergerak-gerak di uretrine KESIMPULAN
tube (organ penghubung antara rahim dan tempat
indung telur). Rahim adalah tempat berkembang dan Al-Qur’an sebagai sumber ilmu telah dapat menjawab
sempurnanya janin sebelum lahir. Rahim memiliki keraguan dan respon manusia, yang perlu penataan ilmu
keistimewaan-keistimewaan yang sangat aman untuk pengetahuan dan teknologi yang digunakan untuk
mengemban tugas ini, diantara sebabnya adalah rahim manusia dan kemanusiaan. Pada prinsipnya Allah SWT
terletak di dalam salah satu ruang perut besar, dengan telah menciptakan alam untuk memberikan rangsangan
temperatur suhu yang saling terkait dengan organ di kepada manusia, agar dapat menggunakan akalnya,
sekitar rahim, dan juga memungkinkan rahim bisa berpikir dan merenungkannya. Maka sebagai modal
berlipat lebih dari 100 kali lipat dari sebelumnya pada dasar Allah SWT ciptakan manusia sebagai hamba
akhir kehamilan. Hormon kehamilan terus mensuplai Allah dan khalifah di muka bumi ini. Rumusan alur
AZIS– Al-Quran: Studi pendekatan scientific 99

pendekatan saintifik adalah melakukan penelitian Lutfi, A.M.. 1977. Teknologi untuk Manusia, dalam Al-
terhadap ayat-ayat kaunniyah, sehingga ada hasil Qur’an dan As Sunnah tentang IPTEK, jilid II. Jakarta:
penelitiannya dapat dijadikan alasan atau hujjah bagi Gema Insani Press.
orang lain dalam kebenaran Al-Qur’an dalam berbagai Maksudin. 2013. Paradigma Agama dan Sains Nondikotomik.
macam ilmu pengetahuan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset.
Poeradisastra, S. I.. 1986. Sumbangan Islam kepada Ilmu &
Pengetahuan Modern, Jakarta: P3M.
DAFTAR PUSTAKA Qardhawi, Yusuf. 1998. Al-Qur’an Berbicara tentang Akal
dan Ilmu Pengetahuan. Jakarta: Gema Insani.
Al ’Aridl, Ali Hasan. 1992. Sejarah dan Metodologi Tafsir. Rahadjo, M Dawam. 1993. Intelektual dan Perilaku Politik
Jakarta: Rajawali Press. Bangsa, Risalah Cendekiawan Muslim. Bandung: Mizan,
Azhim, Ali Abdul. 1989. Epistemologi dan Aksiologi Ilmu Shihab, M. Quraisy. 1999. Membumikan Al-Quran, Fungsi
Perspektif Al-Qur’an. Bandung: Rosda. dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat.
Baiquni, Achmad. 1995. Al-Qur’an Ilmu Pengetahuan dan Bandung: Mizan,
Teknologi. Yogyakarta: Dana Bhakti Wakaf. Syamsuddin, Ach. Maimun. 2012. Integrasi Multidimensi
Barbour, Ian G.. 2006. Issue In Science and Religion, Agama dan Sains, Analisis Sains Islam Al-Attas dan
Penerjemah Damayanti dan Ridwan, Isu dalam Sains dan Mehdi Golshani. Yogyakarta: IRCiSod.
Agama. Yogyakarta: UIN Yogyakarta. Wahana, Paulus. 2010. Filsafat Ilmu Pengetahuan.
Bucaille, Maurice. 2001. La Bible le Coran et la science, Alih Yogyakarta: Pustaka Diamond,
Bahasa, M. Rasjidi, Bibel, Quran dan Sains Modern. Yusuf, Ali Anwar. 2006. Islam dan Sains Modern Sentuhan
Jakarta: Bulan Bintang, Islam Terhadap Berbagai Disipilin Ilmu. Bandung:
Kholis, Nur. 2013. Kuliah Ulumul Hadis. Yogyakarta: Pustaka Setia.
Lembaga Pengembangan Studi Islam UAD. Yuwono, Budi. 2005. Ilmuwan Islam Pelopor Sains Modern.
Kuntowijaya. 2006. Islam sebagai Ilmu, Epistemologi, Jakarta: Qalami.
Metodologi dan Etika,, Yogyakarta: Tiara Wacana.
THIS PAGE INTENTIONALLY LEFT BLANK
ISSN 2622-9439; E-ISSN 2622-9447
Volume 1, September 2018
Halaman: 101-107

Konsep Harmonisasi Sains dan Ekologi: Studi Historis Paradigma


Holistik Sains Islam Di Abad Pertengahan
Fadhlu Rahman1, Rahmatika Layyinah2
1
Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin, Sekolah Tinggi Filsafat Islam Sadra Jakarta - Indonesia
2
Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Agama Islam, Universitas Islam Indonesia Yogyakarta - Indonesia
Email: gt630111@gmail.com

Abstrak. Paradigma sains positivis berasumsi bahwa pengetahuan yang tidak dapat diverifikasi secara empiris tidak bermakna.
Asumsi filosofis ini menyebabkan cara pandang yang memisahkan antar permasalahan-permasalahan dalam realitas eksternal
tepatnya alam fisik dengan nonfisik. Dampaknya, berbagai permasalahan eksternal khususnya lingkungan dan alam tidak dapat
diselesaikan secara menyeluruh, melainkan saling terpisah. Prinsip holistik sains Islam di abad pertengahan menjadi jawaban dari
dampak permasalahan sains modern positivis. Para ilmuan Islam mendasari proses pencarian ilmunya pada diri yang absolut (Tuhan),
sehingga sains Islam memandang segala realitas eksternal baik fisik dan nonfisik mempunyai hubungan bi-implikasi dan saling
berketergantungan satu sama lain. Selain itu, sains Islam pada taraf kecanggihan teorinya tetap menjaga otentisitas keilmiahannya.
Tulisan ini berusaha menunjukan bagaimana keotentikan teori ilmiah sains Islam dan dampak konseptual dari paradigma holistiknya
pada lingkungan dan alam berbasiskan penelusuran historis pada abad pertengahan, serta menjadikannya pijakan kritik pada sains
modern. Ini sehingga dapat disimpulkan bahwa secara konseptual paradigma sains Islam berbasiskan prinsip penghormatan pada
alam dan lingkungan tanpa menurunkan kualitas kecanggihan teori ilmiahnya.

Kata Kunci: Sakralitas, Sains Islam, Sains modern, Fisik, Metafisik abad pertengahan, Holistik, Ekologi.

PENDAHULUAN diri “aku yang berfikir”. Ini sesuai dengan interpretasi


yang diberikan oleh Anthony Kenny dalam buku The
Secara historis tak dapat dipungkiri bahwa cara pandang Rise of Modern Philosphy: “If I were not thinking, I
sains terbentuk dari berbagai cara pandang akan would have no reason to believe that I existed; hence I
terciptanya alam semesta. Ini artinya, sains itu dibentuk am a substance whose whole essence is to think; being a
oleh berbagai teori dan cara pandang, sehingga body is no part of my essence” (Kenny 2006). Hal ini
terakumulasi menjadi satu kesatuan sistem untuk mengakibatkan seluruh realitas diluar dirinya menjadi
menjawab realitas dunia. Sains sebagai sebuah ilmu tidak bisa dijelaskan tanpa dirinya yang berfikir
pengetahuan menghasilkan produk serta menjadi cermin termasuk Tuhan. Ini senada dengan komentar Nasr
atas kemajuan peradaban dunia. Hal ini menyebabkan dalam buku In Search of The Sacred: The dictum cogito
sains menjadi tidak dapat dipisahkan dari proses ergo sum means ‘‘I think (cogito, je pense), therefore I
perkembangan peradaban kearah yang lebih maju. am.’’ The ‘‘I’’ and the ‘‘therefore’’ that comes from the
Kemajuan tersebut merupakan bukti akan sebuah ‘‘I’’ as ordinary human consciousness in this statement
kekuatan pengetahuan sebagai tokoh utama dalam is the ultimate criterion that determines the truth and
peradaban. Namun kemajuan tersebut jika tidak even being and existence” (Nasr, 2010). Komentar Nasr
ditempatkan pada porsi yang tepat, justru akan berbalik menjelaskan bahwa Descartes menjadikan kesadaran
menyerang manusia sebagai pelaku dari eksistensi sains tentang aku sebagai pusat atau standar mutlak dari
itu sendiri. Hal ini terbukti dalam sejarah, sains kebenaran. Ini membuat Tuhan kehilangan otoritasnya
mengalami sebuah pergeseran paradigma terhadap alam sebagai kebenaran mutlak, karena dirinya baru bisa
semesta dan mengakibatkan butanya sains terhadap dijelaskan oleh kesadaran “aku yang berfikir”.
hakikat dirinya sendiri. Setelah posisi manusia itu ditempatkan sebagai
Dimulai dari abad ke-tujuh belas, sains modern realitas absolut maka lahirlah aliran dan berbagai cara
menyatakan keterpisahannya dari hal yang bersifat pandang lain yang terderivasi darinya seperti,
sakral. Ini ditandai dengan pandangan modernisme yang humanisme, rasionalisme, dan empirisme. Aliran-aliran
melihat bahwa alam semesta seluruhnya ditentukan oleh tersebut kemudian membentuk cara berfikir dan cara
manusia (Nasr, 2010). Descartes, yang diakui sebagai pandang yang cenderung mereduksi realitas alam
bapak filosof modern mendapatkan kesimpulan yang semesta menjadi partikular yang hanya dapat dijawab
termuat dalam istilah Cogito Ergo Sum. Hasil oleh matematika (Nasr, 1993). Sehingga lahirlah
perenungan ini menyatakan keterpisahan manusia pandangan positivis sebagai pemuas atas permasalahan
dengan realitas yang bersifat sakral. Descartes tersebut.
menyatakan bahwa segala realitas dapat dijelaskan oleh
102 1: 101-107, 2018

Aliran positivis memandang bahwa alam semesta Dari fakta historis diatas, tulisan ini mencoba
hanya dapat dijawab oleh metodologi ilmiah yang telah untuk menjawab pertanyaan: bagaimana paradigma
disistematisasikan dan dibatasi penelusuran objeknya. sains Islam terkait dengan holistik? Bagaimana
Objek yang dapat dikaji hanya sebatas hal-hal yang kontribusi konseptual paradigma holistik sains Islam
dapat diverifikasi secara empiris saja, sehingga segala dalam menyelesaikan permasalahan ekologi?
sesuatu yang tidak lolos dari syarat ini tidak dapat Bagaimana bukti historis menjelaskan kemajuan sains
dikatakan ilmiah. Kemudian lahirlah istilah sains dan Islam diatas paradigma holistik? Dari pertanyaan-
pseudo sains. Kedua istilah ini digunakan sebagai pertanyaan diatas, tulisan ini mencoba untuk
pembatas pengetahuan untuk dapat dikatakan ilmiah menjawabnya dengan cara menjelaskan: keholistikan
atau non-ilmiah. Cara pandang pemisahan ini tidak sains Islam, kemajuan, identitas, dan sejarah sains Islam
hanya berdampak pada syarat otentisitas ilmiah di abad pertengahan, dan hubungan harmonis konsep
melainkan lebih jauh pada tataran sosial dan krisis sains Islam dengan prinsip-prinsip ekologis.
eksistensial (Capra, 1996). Menurut Capra krisis
eksistensial yang dialami oleh sains modern terkait
dengan transformasi budaya yang dialami oleh METODE
komunitas ilmiah, dimana sebuah kesepakatan dibuat
untuk mendefinisikan makna ilmiah pada sebuah Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini
legalisasi pengetahuan. Lebih jauh Capra menegaskan sesuai dengan latar belakang masalah di atas, adalah
Krisis yang terjadi pada taraf eksistensial dan sosial tak deskriptif analisis terhadap fenomena-fenomena sejarah
lain adalah dominasi komunitas ilmiah yang sains Islam di abad pertengahan. Hasil fenomena
memandang bahwa alam semesta dan seisinya termasuk tersebut kemudian di analisis dan dikontekstualisasikan
manusia adalah sebuah mesin (Capra, 1996). dengan prinsip-prinsip dasar ekologi sebagai jalan untuk
Cara pandang ini yang menurut Capra kemudian mengetahui relevansi antara nilai-nilai fenomena sains
menjadi sumber dari cara pandang yang memisahkan Islam dengan prinsip-prinsip ekologi.
antar permasalahan di dalam realitas eksternal. Hal ini
berdampak pada penyelesaian yang tidak menyeluruh,
melainkan saling terpisah, karena semakin kita PEMBAHASAN
mempelajari suatu masalah di dalam realitas eksternal
maka semakin kita menyadari bahwa masalah-masalah Keholistikan sains Islam
itu tidak terpisah, melainkan satu kesatuan sistem Sebelum menjustifikasi klaim bahwa Sains Islam itu
holistis (Capra, 1996). holistik maka perlu untuk memaparkan apa itu holistik.
Secara historis, kegalauan sains terkait Holistik bermakna bahwa segala bentuk ciptaan alam
permasalahan permasalahan eksternal khususnya semesta dipandang sebagai satu kesatuan utuh (unity)
ekologi pernah diatasi oleh adanya sebuah dari pada satuan terpisah (Capra, 1996). Prinsip bahwa
keseimbangan antara kemajuan ilmu pengetahuan segala hal merupakan satu kesatuan itu telah dialami
dengan kuatnya paradigma holistik di abad pertengahan. oleh Fritjof Capra. Pengalaman ilmiahnya
Seluruh pencarian kebenaran sains tertuju pada satu menyimpulkan bahwa setiap masalah yang ada tidak
tujuan kebenaran yang utuh. Islam menjadi pelopor atas dapat dipisahkan dari masalah lainnya: “The more we
kemajuan tersebut, sehingga sains Islam menjadi kiblat study the major problems of our time, the more we come
pengetahuan bagi seluruh bangsa pada masa itu. Seluruh to realize that they cannot be understood in isolation.
prestasi tersebut tidak lain disebabkan oleh ajaran Al- They are systemic problem, which means that they are
Qur’an yang memerintahkan umat muslim untuk interconnected and interdependent” (Capra, 1996). Satu
mencari pengetahuan tanpa memandang sumber kesatuan tersebut bersumber pada Tuhan sebagai
pengetahuan tersebut (Nasr 2001). Hal ini yang realitas abadi dan penyebab bagi munculnya realitas
kemudian menjadi poros dari pergerakan para saintis lain. Dalam tradisi timur realitas abadi bisa disebut
dan cendekiawan muslim dalam mengembangkan ilmu Brahman (Hinduisme), Dharmakaya (Budhisme), dan
pengetahuan. Tao (Taoisme).
Kuatnya paradigma holistik tidak sama sekali Dapat disimpulkan bahwa paradigma holistik
menurunkan keobjektivitasan sistem sains dalam Islam berpegang teguh pada kesadaran bahwa alam semesta
pada masa itu. E. Huff mengatakan sejatinya penemuan- merupakan satu kesatuan yang bersumber dari satu
penemuan yang diberikan oleh sains Islam memberikan realitas hakiki. Mulla Sadra dalam Mazahir Al-ilahiyah
jalan bagi kebanyakan saintis barat untuk sampai pada menjelaskan mengenai realitas hakiki adalah yang
penemuan sainsnya, seperti, Galileo dalam menemukan dimaknai sebagai Tuhan yang maha Esa. Lebih jauh ia
teori Free Fall yang dilatar belakangi oleh teori gerak menjelaskan bahwa realitas Tuhan merupakan realitas
dinamis Ibnu Bajja. Tak hanya itu, bahkan Copernicus yang sempurna dan sederhana. Wujudnya merupakan
sebagai penemu teori heliosentris memiliki masalah penjelas bagi wujud lain. Alam semesta sebagai
yang terpecahkan oleh teori Jalal al-Din Tusi, seorang manifestasinya bersumber dari kemestian wujudnya
filosof sekaligus saintis Islam. sebagai wajib al-wujud yang tidak membutuhkan sebab
RAHMAN & LAYYINAH – Konsep harmonisasi sains dan ekologi: … 103

lain bagi keberadaan dirinya (Shirazi, 1999). Oleh fenomena sejarah kuatnya para ilmuan, selain pada
karenanya paradigma holistik mengantarkan kita pada kecanggihan teori sainsnya juga pada tujuan dari
pemahaman bahwa seluruh alam semesta bersumber penelusuran ilmiahnya. Alam semesta dalam kaca mata
dari satu realitas absolut, atau realitas Ketuhanan Islam di abad pertengahan akhirnya menjadi satu
(sakral) yang tidak membutuhkan sebab lain sekaligus gambaran utuh dari manifestasi sang realitas mutlak dan
memandang bahwa alam semesta berada pada satu inilah yang menjadi tugas para ilmuan yaitu bersaha
kesatuan wujud yang saling bergantung dan mengungkap rahasia-rahasia dibalik fenomena-
memberikan pengaruh satu sama lain sebagai fenomena alam tersebut yang tidak lain sebagai bentuk
manifestasi wujud absolut. usaha untuk mengetahui sang realitas pemberi
Sebelum membahas sains Islam sebagai satu manifestasi (Nasr, 1995).
kesatuan istilah, maka perlu bagi kita untuk membahas Dengan pemahaman ini, dapat diketahui bahwa
masing-masing konsep tersebut (sains dan Islam). sains Islam memiliki prinsip kesatuan yang sesuai
Pembahasan tentang hakikat Islam tentu menjadi dengan cara pandang holistik terhadap alam semesta.
perdebatan yang sangat panjang dalam sejarah, namun Akhirnya alam semesta dalam kaca mata sains Islam
meski demikian tentu ada hal yang menjadi kesepakatan abad pertengahan dipandang sebagai satu kesatuan utuh
bersama mayoritas umat Islam untuk mengatakan apa yang saling memberikan dampak baik fisik maupun
itu Islam. Nasr terkait dengan hal ini mengatakan “To nonfisik, karena prinsip kesatuan melihat alam semesta
grasp the essence of Islam, it is enough to recognize secara komprehensif, bagaikan hubungan antar rantai
that God is one, and that the Prophet, who is the vehicle yang berujung pada satu realitas tertinggi yang nonfisik.
of revelation and the symbol of all creation, was sent by
him” (Nasr, 2001). Tuhan yang satu dan Nabi sebagai Kemajuan, identitas, dan sejarah sains Islam pada
penyampai risalah Tuhan adalah pondasi utama dalam abad pertengahan
Islam menurut Nasr. Pendapat ini masih banyak Manusia sebelum berpikir lebih modern mengenai alam
menimbulkan berbagai macam interpretasi terkait semesta bermula berpegang teguh pada pandangan
keaapaan konsep Islam dan bagaimana mengaplikasikan mistik kuno. Pandangan ini berawal di Babilonia dan
konsep tersebut pada konsep-konsep lain. Untuk Mesopotamia. Pada masanya alam semesta (universe)
menyelesaikan keambiguitasan konsep ini, Muzaffar dianggap sebagai box, dan bumi (earth) terletak
Iqbal dalam bukunya Science and Islam mengatakan: dibawahnya sedangkan gunung dianggap sebagai
”Here we are brought to an interesting penyangga yang terletak di setiap penjuru alam semesta
(Turner, 1995). Tak lama kemudian perkembangan
contradiction in much of this thought: even
though it is claimed there is no “essential pengetahuan kosmologi berkembang pesat setelah jatuh
Islam,” one can still safely speak of some ketangan filosof. Sebelum itu sains dan filsafat
diperkirakan berkembang secara bersamaan setelah
“Islamic” phenomena for example, Islamic
calligraphy and Islamic poetry. While the ditemukannya seni menulis oleh Mesir kuno pada tahun
possibility of an “Islamic science” is 4000 SM dan tak lama kemudian disusul oleh
Mesopotamia.
immediately denied, the “Islamic garden” and
“Islamic architecture” do not undergo the same Meskipun Mesir dan Mesopotamia menjadi cikal
vehement reductionism. Furthermore, and even bakal perkembangan intelektual manusia, kedua daerah
more interesting is that while denying Islam any tersebut belum mencapai perkembangan yang klimaks
essential nature, proponents of this thought sebelum disempurnakan oleh Yunani dengan
berkembangnya tradisi intelektual yang ditandai dengan
create an essential science separate from any
wider context or framework” (Iqbal, 2007). filsafat dan matematika (Russel, 1945). Thales yang
secara historis diakui sebagai filosof pertama
Menurutnya meskipun kita tidak dapat mengetahui menganggap alam semesta sebagai sebuah kesatuan
Islam secara hakiki dan penerapannya pada konsep- yang solid, sedangkan Anaximander menganggap alam
konsep lain, kita masih bisa melihatnya sebagai sebuah semesta muncul akibat kelembaban yang diuapkan oleh
fenomena. Fenomena tersebut secara alami matahari. Perkembangan pemikiran alam semesta
teridentifikasi dengan adanya penisbatan-penisbatan berlanjut hingga jatuh ke tangan Plato dan Phytagoras,
konsep tertentu pada Islam, ini juga akhirnya berlaku keduanya menganggap alam semesta dikendalikan oleh
pada konsep sains pada Islam. Tuhan sebagai realitas hakiki, namun tak lama
Fenomena sains pada Islam ternisbatkan oleh kemudian ditolak oleh pandangan Anaxagoras dengan
fenomena kuatnya teori-teori sains ilmiah yang tetap menganggap bahwa pergerakan alam semesta bukan
berpegang teguh pada cara pandang prinsip kesatuan. diakibatkan oleh Tuhan melainkan jiwa. Perdebatan
“The arts and sciences in Islam are based on the idea of pemikiran ini berlangsung lama hingga akhirnya puncak
unity, which is the heart of the Muslim revelation” pemikiran Yunani mengenai kosmologi jatuh ketangan
(Nasr, 2001). Prinsip kesatuan dalam sains Islam Aristoteles. Ia berpandangan bahwa alam semesta
dijelaskan Nasr sebagai cara pandang universal terhadap digerakan oleh sebuah kausa prima yang tak digerakan
alam semesta. Ini yang kemudian menjadi satu oleh kausa lain. Disebelah timur, Cina mengembangkan
104 1: 101-107, 2018

pemikiran kosmologinya dengan konsep Taoisme. Babilonia. Tak lama kemudian dipengaruhi langsung
Ajaran tersebut berpandangan bahwa alam semesta oleh teori-teori yang dikembangkan oleh bangsa Yunani
merupakan suatu kesatuan yang seimbang di bawah di bawah penemuan-penemuan Ptolemeus khususnya
simbol Yin dan Yang. dalam bidang Astronomi, dan Euclid di bidang
Saatnya sains mengalami sebuah perubahan yang Matematika. Kedua gerbang ini yang menjadi jalan bagi
signifikan dari cara pandangnya terhadap alam semesta. saintis Muslim untuk melakukan pengembangan,
Ini terbuka ketika Ptolemy seorang astronomer Hellenis pengkoreksian dan penemuan dalam bidang Astronomi
Kristen mengembangkan konsep pergerakan planet dan Matematika.
Aristoteles dan Neoplatonis, namun Estafet kemajuan Kedua gerbang tersebut melahirkan tokoh-tokoh
pemikiran mengenai konsep tersebut secara penuh baru berpengaruh dalam bidang Astronomi dan Matematika
berkembang setelah jatuh ketangan masyarakat Islam. seperti Habbas al-Hasib penyusun table Ma’munic. Al-
Hal ini terbukti dengan skema kosmologi yang sangat Khawarizmi sebagai penggabung dua tradisi
kompleks dan modern dalam memberikan fakta serta matematika antara Yunani dan India dalam karyanya “of
data empiris mengenai kejadian di luar angkasa seperti which The Book of Summary in the Process of
perputaran planet. Calculation for Compulsion and Equation”, selain itu ia
Dibalik itu semua, Islam dengan ajarannya yang juga banyak menghasilkan karya di bidang Astronomi,
terbuka untuk menyerap ilmu-ilmu Yunani dan bangsa Al-Fraghani (Al-Fragnus) pencetus karya terkenal “The
timur lain membuatnya kaya akan cara pandang Element of Astronomi” dan Al-Mahani sebagai
terhadap alam semesta. Poros usaha saintifik tidak lepas pengembang teori Algebra sekaligus terkenal atas
dari paradigma ketuhanan sebagai pandangan sejatinya, komentarnya terhadap permasalahan karya Archimedes
dan gradasi unitas sebagai konsep pokok ketuhanannya. (Nasr, 2001).
Seluruh usaha serta tujuannya berpuncak pada satu Pada abad ke 10 M dalam bidang Astronomi
harapan untuk mencapai kebenaran Ilahiah sebagai dilanjutkan oleh Abu Sahl Al-Kuhi dan Abd Al-Rahman
manifestasi dari seluruh entitas alam semesta (Nasr, Al-Sufi dengan karya monumentalnya “Figure of the
2001). Kemudian Capra menyebutnya sebagai Stars”. Karya tersebut dikategorikan sebagai
paradigma holistik dimana sains dianggap sebagai masterpiece dari tiga karya peneliti bintang dalam Islam
sebuah kesatuan utuh. Seluruh sains memiliki oleh sejarawan sains George Sarton. Sedangkan dalam
interkoneksi yang kuat dan tidak terlepas dari prinsip bidang Matematika diwakili oleh Thabit Ibn Qurra
kesatuan sumber yang diklaim sebagai Tuhan (Capra, sebagai penerjemah beberapa karya penting Archimedes
1996). Di bawah naungan inilah sains Islam bergerak dan Nichomachus seperti: Connic of Apollonius dan
dan menunjukan identitas aslinya sebagai sains. Introduction to Arithmetic. Ibn Sina meski
Permulaan sains Islam berawal dari penerjemahan dikategorikan sebagai filosof, ia juga berhak untuk
besar-besaran yang terjadi di Gudinshapur. Hal ini disebut sebagai matematikawan dengan bukti beberapa
terjadi ketika kota tersebut ditaklukan oleh bangsa Arab karyanya dalam menyelesaikan masalah angka dan
pada tahun 638 M. Penerjemahan tersebut kemudian penentuan terhadap jarak radius bumi (Nasr, 2001).
membuat Islam kaya akan ilmu pengetahuan, sehingga Di abad ke 11 masehi Zarqali seorang ilmuwan
menjadi pusat bagi penyebaran pengetahuan Yunani dan astronomi Spanyol menemukan instrumen astronomi
pengetahuan lain. Penerjemahan yang dilakukan tidak baru yang dinamakan saqifah yang kemudian sangat
bisa terlepas dari peran para cendekiawan serta ilmuan dikenal luas oleh para ilmuan. Adapun di bidang
Yahudi maupun Nasrani seperti Hunain bin Ishaq Matematika Al-Gebra Umar Khayyam dikategorikan
sebagai salah satu penerjemah Kristen terbaik pada sebagai salah satu karya monumental pada abad
masa kebangkitan sains Islam. Dua abad setelah pertengahan. Kemudian abad ke 12 M dalam bidang
program penerjemahan, sains Islam mampu astronomi, tradisi mengkritik karya Ptolemeus mulai
menerjemahkan bahkan merevisi beberapa karya-karya mencuat. Jabir Ibn Aflah (Geber) mulai mengkritik
penting bagi kemajuan peradaban dunia seperti karya: karya-karya Ptolemeus, dan dilanjutkan oleh filosof
Plato, Aristoteles, Euclid, Archimedes, Hippocrates, Muslim Ibn Bajja dan Ibn Tufail dengan menggunakan
Galen, Ptolemy dan lain-lain. Keberhasilan atas konsep kosmologi Aristoteles. The school of Maragha
penerjemahan tersebut akhirnya menggemilangkan (sekolah Maragha) yang di pimpin oleh astronom Nasir
Muslim pada beberapa sektor ilmu pengetahuan Al-Din al-Tusi banyak memberikan kritik pada konsep
diantaranya: Astronomi, Matematika, Fisika, Kimia dan Ptolemeus. Kritikan tersebut tidak berujung pada
Kedokteran. pengkoreksian tanpa solusi. Nasir Al-Din Tusi
menawarkan konsep baru dalam model sistem gerak
Kemajuan sains Islam di bidang astronomi dan planet, namun konsep tersebut baru terlesaikan secara
matematika utuh ketika dilanjutkan oleh muridnya Qutb Al-Din Al-
Islam pertama mendapatkan pengetahuan secara Shirazy. Ibn shatir pada abad ke 14 M datang sebagai
mendalam tentang Astronomi dan Matematika melalui orang yang menyelesaikan teori lunar model dengan
sekolah dan karya-karya ilmuan India yang sejatinya menggunakan dasar teori Tusi dan Ptolemeus. Ia
sudah hasil pengembangan dari teori-teori Yunani dan berperan untuk memberikan gambaran pada teori lunar
RAHMAN & LAYYINAH – Konsep harmonisasi sains dan ekologi: … 105

sistem Copernicus menurut Seyyed Hossein Nasr, dan filtrasi, Al-Iraqi dijuluki sebagai kimiawan abad ke
sebagaimana yang ia nyatakan dalam Science and 13 M dengan karya gemilangnya The Cultivation of
Civilization in Islam: The lunar theory proposed two Gold. Dalam bidang fisika Alhazen (Ibn Al-Haitham)
centuries later by Copernicus is the same as that of Ibn memberikan kontribusi besar pada studi gerak dengan
al-Shitir, and it seems that Copernicus was somehow penemuannya mengenai prinsip inersia, dan
acquainted with this late development of Islamic pengetahuan statistik. Tak hanya itu, ia juga dapat
astronomy, perhaps through a Byzantine translation mentransformasikannya ke dalam bidang optik, dan
(Nasr, 2001). Namun jika hal ini dipertemukan dengan menjadikannya ilmu pengetahuan baru. Al-Birruni
hasil penelitian George Saliba manjadi tidak dapat di dicatat sebagai seorang fisikawan independen atas karya
benarkan oleh peneliti lain, diantaranya Victor Robert, Aristoteles bahkan dalam beberapa aspek ia menjadi
Edward Kennedy, dan Fuad Abduh dengan cara komentator pada konsep gerak, dan tempat.
mengukur parameter numeris kedua karya astronomi Komentarnya berujung pada solusi rasional, bahkan
tersebut (Ibn Shittir dan Copernicus): pada beberapa aspek menggunakan proses observasi.
”In the years that followed, Victor Roberts, Al-Khazini meneruskan tradisi Al-Birruni, ia ikut
Edward Kennedy, and Fuad Abbud, either mengkritik karya Aristoteles dalam konsep gerak, dan
mengembangkan konsep hidrostatik serta mekanik Al-
independently or jointly managed to publish
notices about Ibn al-Shatir's remaining models Birruni (Nasr, 2001).
and about the possible connection with
Copernicus. Abbud went as far as to compare the Kemajuan sains Islam di bidang kedokteran
numerical parameters of Ibn al-Shatir's Zlj and Secara umum ciri khas kedokteran Islam adalah
gabungan antara metode observatif empiris Hippocratic
Copernicus's De Revolutionibus, and concluded
that although the tables of Ibn al-Shatir were dengan metode filosofis Galen yang keduanya
similar to those of Copernicus, the latter's were merupakan tokoh Yunani serta penambahan teori dari
bangsa Persia dan India (Nasr, 2001). Gabungan kedua
not a direct copy of the first, despite the fact that
they both deviated in the same direction from pemikiran tersebut membuat tokoh-tokoh dalam
Ptolemy's tables” (Saliba, 1994). kedokteran Islam memberikan kontribusi yang besar
bagi bangsa-bangsa setelahnya. Mereka ahli dalam hal
Keduanya memiliki kesimpulan berbeda dalam tulis menulis dan menghasilkan karya-karya di bidang
menyalin atau tidak menyalinnya Copernicus pada kedokteran. Karya tersebut dimuat dalam ensiklopedia
Tabel yang dibuat oleh Ibn Shittir. Namun Dari kedua “tibb and hikmah” dan menjadi teks standar kedokteran
informasi tersebut dapat disimpulkan bahwa kedua untuk beberapa abad kemudian, bahkan diterjemahkan
informasi tersebut tetap memiliki kesamaan pada ke dalam berbagai bahasa dan menjadi basis bagi
kenyataan bahwa Copernicus dan Ibn-Shittir memiliki penemuan dalam bidang kedokteran.
tabel yang sama dalam teori sistem lunar. Jika dilihat Secara historis tokoh-tokoh berpengaruh tersebut
secara historis Ibn Shittir hidup di zaman sebelum antara lain: Ali Ibn Rabban Thabari dengan karyanya
Copernicus, maka teori mengenai sistem lunar pertama Paradise of Wisdom (Firdaus Al-Hikmah) sekaligus
ditemukan oleh Ibn Shittir, kemudian Copernicus. menjadi guru dari Al-Razi (Rhazes). Muridnya Al-Razi
Sedangkan dalam bidang Matematika Ibn Banna Al- menjadi seorang dokter terkemuka bahkan ia dipercaya
Marrakushi membuat pendekatan baru dalam studi untuk menjadi pemimpin di rumah sakit Baghdad,
angka yang kemudian diikuti oleh Ghiyat Al-Din Al- kontribusinya ada pada beberapa karyanya yang secara
Kashani sebagai seorang Matematikawan Muslim khusus memberikan deskripsi perbedaan antara
terkenal dalam bidang komputasi dan teori angka. chickenpox dengan smallpox. Serta deskripsi mendalam
tentang campak. Al-Razi membuat sebuah karya
Kemajuan sains Islam di bidang fisika dan kimia berdasarkan observasi dan pengalamannya dengan judul
Kemajuan di bidang fisika dan kimia tidak lepas dari Al-Hawi. Karya ini merupakan sebuah ensiklopedia
peranan Aristoteles sebagai orang yang memberikan medis terkenal. Salinan karya ini diletakan di Bethesda
konsep fisik sebagai gabungan antara materi dan forma. Maryland serta dikategorikan sebagai manuskrip medis
Walaupun pada akhirnya mayoritas umat Muslim lebih tertua di dunia hingga saat ini. Ibn Sina dikategorikan
condong terhadap aliran teologi dibandingkan sebagai seorang dokter hebat. Kehebatan tersebut
Aristotelian (Nasr, 2001). dibuktikan atas karya-karyanya yang berjumlah sekitar
Kedua tradisi ini berkembang cukup pesat dan 100 karya dengan 16 kategori karya kedokteran serta
memberikan kontribusi berupa karya. Dalam tradisi Qonun fi l-tibb sebagai magnum opus-nya dalam bidang
kimia Jabir Ibn Hayyan sangat dipertimbangkan sebagai ini. Dalam bidang khusus anatomi Ibn Nafis
kimiawan Islam terkenal. Karyanya dalam berbagai dikategorikan sebagai orang yang memberikan
bidang dikumpulkan dalam koleksi khusus (Jabirian kontribusi besar. Ia menambahkan konsep baru yang
Corpus). Selain itu Al-Razi pada tangannya proses- merupakan revolusi dari konsep-konsep anatomi kuno
proses kimia dasar menjadi sangat tepat diungkap dengan penemuannya terhadap sirkulasi paru-paru
diantaranya: distilasi, kalsinasi, kritalisasi, evaporasi, (Selin 2008). Ali Ibn Isa (Jesu Haly) pada abad ke 10 M
106 1: 101-107, 2018

membuat risalah khusus tentang mata “The Note Book nature, as the source of all value, and ascribes
of Occulist” dan diikuti oleh buku yang berjudul “Book only instrumental, or "use," value to nature.
of Selection on the Treatment of the Eye” oleh Deep ecology does not separate humans-or
Canamusali seorang dokter dari Mesir. Di abad ke 14 M anything else-from the natural environment. It
Al-Akhfani dan Sadaqah Ibn Ibrahim Al-Shadhili sees the world not as a collection of isolated
menulis karya penting dalam bidang ophthalmology objects, but as a network of phenomena that are
(studi mengenai mata). fundamentally interconnected and
Pada abad 11 M Abu Al-Qasim Al-Zahrawi interdependent. Deep ecology recognizes the
menulis karya tentang bedah yang dimuat dalam intrinsic value of all living beings and views
Concession or Concessio dengan mengandalkan karya humans as just one particular strand in the web
Paul of Aegina seorang dokter dari Yunani, namun ia of life” (Capra, 1996)
menambahkan beberapa materi orisinil pada karyanya. Jelas bahwa deep ecology menjadi model dari
Ibn Rusd (Averrous) yang sebelumnya dikategorikan
prinsip-prinsip ekologis yang menekankan hubungan
sorang filosof membuat karya di bidang kedokteran erat lingkungan alam dengan selainnya khususnya
dengan judul “The Book on Generalities on Medicine”. manusia. Ini yang kemudian menjadi dasar bahwa antar
Kemudian Abu Mansur Al-Muwaffaq membuat karya
entitas memberikan pengaruh yang erat satu sama lain.
penting dalam bidang obat-obatan yang terangkum Rolston mengatakan bahwa organisme alam semesta
dalam karyanya Foundation of the True Properties of
bagaikan sebuah sistem sibernetika yang memenuhi
Remedies. Di tanah Persia Ismail Sharaf Al-Din Al- perkembangan entitas-entitas alam semesta sampai pada
Jurjani membuat karya ensiklopedia medis penting yang tahap akhirnya “organism is thus a “spontaneous
berjudul “Treasury Dedicated to the King of
cybernetic system,” self maintaining, and having a
Khwarazm”. Kemudian Quth Al-Din Shirazi murid dari control center that sustains and reproduces itself on the
Nasir Al-Din Tusi membuat komentar atas karya Conun basis of information necessary to its growth and
fi al-Tib Ibn Sina dengan judul The Present to Sa’d
development” (Hoy, 2000). Lebih jauh Rolston
(Nasr 2001). mempercayai bahwa sistem ekologi tersebut sejalan
dengan pendapat Aristoteles yang memahami bahwa
Hubungan harmonis konsep sains Islam dengan segala sesuatu berujung pada sebab final. Sebab final ini
pinsip-prinsip ekologis yang kemudian memberikan tujuan dan kemampuan
Justifikasi bahwa sains Islam bersifat ekologis, maka pada entitas-entitas alam semesta untuk mencapai tujuan
perlu dipaparkan standar ekologi yang berupa prinsip-
akhirnya. Demikian sehingga, kita memahami bahwa
prinsip dasar ekologis, yang kemudian sejarah sains konsep cara pandang terbaik dari hasil pemaparan ini
Islam dan konsep sains Islam dapat disandingkan meniscayakan sebuah cara pandang yang integratif dan
sebagai basis dari bagaimana hubungan antara sains
bersifat aksiologis bagi kelangsungan hidup organisme-
Islam dengan prinsip-prinsip ekologis. Pada dasarnya organisme alam semesta.
ekologi berpegang pada prinsip bahwa segala sesuatu Sesuai dengan pembahasan di awal bahwa sains
harus dipertimbangkan dengan dampaknya pada
Islam sebagai sebuah fenomena yang terjadi di abad
lingkungan. Terkait dengan hal ini Leopad mengatakan: pertengahan memegang penuh prinsip kesatuan. Hal itu
“The keylog which must be moved to release the tercermin dari tujuan utama pencarian ilmunya yang tak
evolutionary process for an ethics is simply this: lain untuk menyingkap rahasia-rahasia Tuhan di balik
quit thinking about decent land-use as solely an fenomena alam semesta (Faruqi, 2006). Tujuan tersebut
economic problem. Examine each question in tak lain terinspirasi oleh Al-Qur’an sebagai peta utama
terms of what is ethically and esthetically right, untuk mengetahui keberadaan Tuhan melalui fenomena-
as well as what is economically expedient. A fenomena alam semesta. Al-Qur’an memandang bahwa
thing is right when it tends to preserve the manusia sebagai agen Tuhan di alam semesta harus
integrity, stability, and beauty of the biotic memperlakukan alam dengan bijak. Jelas bahwa
community. It is wrong when it tends otherwise” pandangan ini menggambarkan cara pandang kesatuan
(Hoy, 2000). yang secara historis para ilmuan Islam dengan berbagai
penemuannya terinspirasi oleh perintah-perintah yang
Dalam prinsip ekologis akhirnya segala hal
dihadapkan pada dampaknya terhadap alam. Capra terdapat dalam Al-Qur’an. Hal ini yang menjadi dalil
dalam hal ini berusaha menggali lebih dalam prinsip- bahwa secara konseptual fenomena sains Islam di abad
pertengahan sejalan dengan prinsip-prinsip ekologis
prinsip ekologis dengan cara membedakan deep ecology
(ekologi mendalam) dengan shallow ecology (ekologi dengan tetap menjunjung tinggi otentitas ilmiah berupa
dangkal). Perbedaan dari kedua prinsip ini terletak pada penemuan-penemuannya sebagai jaminan kualitas sains
Islam.
status hubungan antara lingkungan alam dengan
selainnya khususnya manusia.
“Shallow ecology is anthropocentric, or human-
centered. It views humans as above or outside of
RAHMAN & LAYYINAH – Konsep harmonisasi sains dan ekologi: … 107

KESIMPULAN Hoy, Terry. 2000 M. Toward A Naturalistic Political Theory.


London: Praeger.
Sejauh penjelasan historis dan konseptual diatas dapat Huff, Toby E. 2003 M. The Rise of Early Modern Science.
disimpulkan bahwa antara konsep sains Islam dengan New York: Cambridge University Press.
konsep ekologi berjalan secara harmonis. Sains Islam Iqbal, Muzaffar. 2007 M. Science and Islam. London:
sebagai sebuah fenomena di abad pertengahan melihat GreenWood Press.
alam semesta sebagai satu kesatuan holistik. Hal ini Kenny, Anthony. 2006 M. A New History of Western
juga selaras dengan prinsip-prinsip ekologi yang Philosophy. New York: Oxford University Press.
tercermin pada deep ecology (ekologi mendalam) Nasr, Seyyed Hossein. 2001 M. Science and Civilization in
sebagai lawan dari shallow ecology (ekologi dangkal). Islam. Chicago: ABC International Group.
Ekologi mendalam memusatkan prinsipnya pada sebab Nasr, Seyyed Hossein. 1989 M. Knowledge and the Sacred.
utama yang memberi kelangsungan hidup dan tujuan New York: State University of New York Press.
dari entitas-entitas alam semesta. Hal ini juga terletak Nasr, Seyyed Hossein. 2007 M. The Essential Seyyed Hossein
pada tujuan utama pencarian pengetahuan dalam sains Nasr. Canada: World Wisdom Inc.
Islam abad pertengahan yang memusatkan seluruh Nasr, Seyyed Hossein. 1993 M. The Need for Sacred Science.
upayanya untuk menyingkap keberadaan wujud Tuhan. Curzon Press.
Hubungan harmonis ini tak sedikitpun mengurangi Nasr, Seyyed Hossein. 2010 M. In Search of the Sacred.
kualitas keilmiahan sains Islam dengan berbagai bukti Colorado: Praeger.
penemuan-penemuan dan pengaruh penemuannya
Russel, Bertrand. 1945 M. History of Western Philosopy. New
terhadap dunia sains. York: Simon and Schuster.
Shirazi, Sadr al-Muta’alihin. 1999 M. Mazahir Al-Ilahiyyah fi
asrar Al-Ulum Al-Kamaliyyah. Tehran: Sadra Foundation
DAFTAR PUSTAKA of Islamic Philosophy.
Saliba, George. 1994 M. A History of Arabic Astronomi. New
Capra, Fritjof. 1975 M. The Tao of Physic. Colorado:
York: New York University Press.
Shambala publication.
Turner, Howard R. 1995 M. Science in Medieval Islam.
Capra, Fritjof. 1996 M. The Web of Life. New York: An
Austin: University of Texas Press.
Anchor Book.
Faruqi, Mahnaz, Yasmeen, “Contribution of Islamic Scholars
to the Scientific Enterprise”, International Education
Journal, Vol. 4, No 7 Thn. 2006 M.
THIS PAGE INTENTIONALLY LEFT BLANK
ISSN 2622-9439; E-ISSN 2622-9447
Volume 1, September 2018
Halaman: 109-113

Tafsir Ilmi: Studi Metode Penafsiran Berbasis Ilmu Pengetahuan


Pada Tafsir Kemenag
Putri Maydi Arofatun Anhar1, Imron Sadewo2,*, M. Khoirul Hadi Al-Asy Ari2
1
Program Studi Muamalah; 2Hukum Tata Usaha Negara, Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri Jember
Jl. Mataram No.1, Karang Miuwo, Mangli, Kaliwates, Jember, Jawa Timur 68136 - Indonesia
Email: imronsadewo467@gmail.com*

Abstrak. Perkembangan sains dan teknologi telah menyebabkan munculnya pola interpretasi ilmiah sebagai modal penafsiran baru
pada Al-Qur’an. Pola ilmiah ini sejalan dengan perkembangan metode penafsiran yang lebih rasional (tafsir bi al-rayi). Adanya pola
ilmiah sangat penting untuk bisa mengukur hubungan erat antara Islam dan perkembangan sains. Begitu juga yang terjadi jika
melihat tafsir ilmi Kemenag dalam metode penafsiran berbasis ilmu pengetahuan. Studi penelitian ini adalah penelitian berbasis
kepustakaan (library research), sedangkan untuk analisa data yang digunakan ialah metode pendekatan historis dan deskriptif-
kualitatif dengan content analysis. Sehingga, dari hasil penelitian ini diketahui bahwa: pertama, memahai metode yang digunakan
tafsir ilmi dalam tafsir Kemenag. Kedua, mengetahui corak penafsiran tafsir ilmi dalam tafsir Kemenag. Ketiga, mengetahui adanya
relevansi antara tafsir ilmi dengan perkembangan tafsir di Indonesia. Sehingga upaya mendiskusikannya pada ruang-ruang akademis,
tempat bertemunya ilmu agama dan pengetahuan sains akan sangat baik dilakukan guna mencapai pemahaman yang komprehensif,
yang digunakan oleh para ilmuwan modern dalam menggali konsep-konsep tersebut.

Kata Kunci: Sains modern, Tafsir ilmi, Tafsir kemenag

PENDAHULUAN rasul yang bersifat universal sehingga dikatakan pula


bahwa Al-Qur’an adalah mukjizat terbesar yang pernah
Islam adalah agama yang menjunjung tinggi ilmu, Islam ada.
juga menempatkan ilmu sebagai suatu hal yang tidak Sebagai mukjizat terbesar dan pedoman hidup, Al-
boleh ditinggalkan. Terdapat banyak ayat dalam Al- Qur’an harus dimengerti maknanya dan setelah itu bisa
Qur’an yang menempatkan ilmu dan ahli ilmu pada diaplikasikan isinya dalam kehidupan sehari-hari sesuai
tempat yang mulia dan agung. Baginda Rasulullah SAW dengan fungsi dan keistimewaannya. Karena Al-Qur’an
sendiri menganjurkan umatnya untuk menuntut ilmu diturunkan dengan bahasa yang tidak begitu mudah
dimanapun bahkan sampai ke negeri Cina. Ilmu berguna dipahami, maka kemudian sebagai mahkluk yang
sebagai motor penggerak pemikiran dan aktivitas berpikir (Homo sapiens), manusia berusaha memahami
manusia. Semua aktivitas manusia pastilah dengan mendayagunakan potensi akal. Salah satu
membutuhkan ilmu pengetahuan. Bagaimanakah bila pendekatan yang digunakan di dalam memahami Al-
manusia tanpa ilmu, maka dapat di pastikan manusia Qur’an, adalah pendekatan sains (saintific approach).
tidak akan dapat bertahan lama di muka bumi. Segala Pendekatan sains adalah pendekatan yang digunakan
bentuk aktivitas manusia baik aktivitas duniawi ataupun untuk memahami ayat-ayat Al-Qur’an melalui
ukhrawi pasti membutuhkan ilmu pengetahuan agar perspektif sains atau ilmu pengetahuan. Implikasi dari
dapat berjalan maksimal dan sesuai dengan ketetapan. pendekatan ini akan melahirkan tafsir-tafsir yang
Al-Qur’an sebagai kitab penyempurna tidak hanya mengandung muatan sains atau ilmu pengetahuan,
mengandung ayat-ayat yang berdimensi aqidah, syari'ah biasanya tafsir yang menggunakan pendekatan sains
dan akhlak semata, akan tetapi juga memberikan masuk dalam kategori tafsir ilmi.
perhatian yang sangat besar bagi perkembangan ilmu Terlepas dari kontroversi mengenai pendapat
pengetahuan (sains). Al-Qur’an selalu mengajak kepada ulama mengenai tafsir ilmi, sejarah telah membuktikan
manusia untuk bersikap ilmiah dengan melihat, bahwa terdapat banyak mufassir yang menafsirkan Al-
membaca, memperhatikan, memikirkan, mengkaji serta Qur’an dengan pendekatan sains atau ilmu pengetahuan,
memahami dari setiap fenomena yang ada terlebih lagi menggunakan pendekatan sains modern, menunjukkan
terhadap beberapa fenomena alam semesta yang perlu bahwa Al-Qur’an sebenarnya selaras dengan ilmu
mendapatkan perhatian khusus karena darinya bisa pengetahuan bahkan Al-Qur’an merupakan sumber ilmu
dikembangkan sains dan teknologi untuk perkembangan pengetahuan, maka tidaklah mengherankan bila Al-
umat manusia dan dengan itu pula akan didapatkan Qur’an sebagai sumber ajaran Islam, menempati posisi
pemahaman yang utuh dan lengkap. Dan karena sentral, bukan saja dalam perkembangan dan
kapasitasnya sebagai penyempurna dari kitab-kitab pengembangan ilmu-ilmu keislaman, tetapi juga
samawi yang telah diturunkan oleh-Nya kepada para
110 1: 109-113, 2018

merupakan inspirator dan pemandu gerakan-gerakan Selain itu, Fahd Abdhul Rahman mendefinisikan
umat Islam. bahwa al-tafsir al-‘ilmy adalah ijtihad atau usaha keras
Pandangan yang menganggap Al-Qur’an sebagai mufassir untuk mengungkap hubungan ayat-ayat
sumber pengetahuan bukanlah hal yang baru, menarik kawniyyah di dalam Al-Qur’an dengan penemuan-
untuk memperhatikan pandangan Al-Ghazali dalam penemuan ilmiah yang bertujuan untuk memperlihatan
Ihya ‘Ulum al-Din dengan mengutip pandangan ibn kemukjizatan Al-Qur’an. Dari ketiga pengertian di atas,
Mas’ud dikatakannya bahwa “Jika seseorang dapat disimpulkan bahwa al-tafsir al-‘ilmy adalah
menginginkan pengetahuan masa lampau dan penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an dalam hubungannya
pengetahuan modern, selayaknya dia merenungkan Al- dengan ilmu pengetahuan. Ayat-ayat Al-Qur’an yang
Qur’an” Tidak ada batasan-batasan dan Al-Qur’an ditafsirkan dengan menggunakan corak ini adalah ayat-
memiliki indikasi pertemuannya tentang ilmu ayat kauniyyah (ayat-ayat yang berkenaan dengan
pengetahuan (Gulsyani, 1998). (kejadian) alam). Dalam penafsiran ayat-ayat tersebut,
Tulisan ini berfokus pada metode penafsiran ilmu mufassir melengkapi dirinya dengan teori-teori sains
pengetahuan pada tafsir Kementerian Agama Republik (ilmu pengetahuan). Upaya penafsiran dengan cara
Indonesia. Untuk itu, secara teknis ada beberapa tersebut bagi para mufassirnya bertujuan untk
pertanyaan mendasar yang ingin dijawab dalam karya mengungkap dan memperlihatkan kemukjizatan ilmiah
tulis ini, diantaranya: pertama, bagaimana metode yang Al-Qur’an di samping kemukjizatan dari segi-segi
digunakan tafsir ilmi dalam tafsir Kemenag. Kedua, apa lainnya (Abd al-Salam al-Muhtasib, Abd al-Majid,
corak penafsiran tafsir ilmi dalam tafsir Kemenang, dan 1973).
ketiga, bagaimana relevansi antara tafsir ilmi dengan Dalam Tafsir al-‘ilmy berprinsip bahwa Al-Qur’an
perkembangan tafsir di Indonesia. mendahului ilmu pengetahuan modern, sehingga
mustahil bahwa Al-Qur’an bertentangan dengan sains
modern. Dari pandangan tersebut, maka alasan yang
PEMBAHASAN mendorong para mufassir menulis tafsirnya ini adalah
disamping banyaknya ayat-ayat Al-Qur’an yang secara
Tafsir Ilmy: Penafsiran ilmu pengetahuan oleh para eksplisit maupun implisit memerintah untuk menggali
Ilmuwan Islam modern ilmu pengetahuan, juga ingin mengetahui dimensi
Penafsiran Al-Qur’an berbasis sains modern yang kemukjizatan bahwa Al-Qur’an dalam bidang ilmu
disebut dengan istilah al-tafsir al-‘ilmy adalah salah satu pengetahuan modern.
bentuk atau corak penafsiran Al-Qur’an. Dari segi Dari beberapa pengertian tersebut dapat
bahasa (etimologis), al-tafsiral-‘ilmy berasal dari dua dikategorikan dalam dua model penafsiran ayat-ayat
kata: “al-tafsir” dan “al-‘ilmy” (Al-Bustani, Fuad Ifram, kauniyyah: pertama, memahami ayat-ayat kauniyyah
1986) dinisbatkan kepada kata ‘ilm (ilmu) yang berarti dengan menggunakan pendekatan teori atau penemuan
yang ilmiah atau bersifat ilmiah. Jadi, secara bahasa al- ilmiah dan perangkat ilmu pengetahuan modern, yang
tafsir al-‘ilmy berarti tafsir ilmiah atau penafsiran mana dalam penemuan-penemuannya tersebut hanya
ilmiah. sebagai perangkat untuk menjelaskan makna yang
Sedangkan menurut istilah (terminologi), terkandung dalam Al-Qur’an. Kedua, berusaha mencari
pengertian al-tafsir al-ilmy dapat kita pahami dari kesesuaian ayat-ayat kauniyyah dengan teori-teori atau
beberapa yang dikemukakan para ahli. Muhammad ilmiah sehingga ada kesan bahwa ayat-ayat Al-Qur’an
husayn Al-Dzahaby dalam kitabnya Al-Tafsir wa al- dicocok-cocokkan dengan teori-teori ilmiah tersebut.
Mufassirun, misalnya mengemukakan bahwa yang Corak penafsiran ilmiah (al-tasir al-‘ilmy) ini dapat
dimaksud dengan al-tafsir al-‘ilmya adalah penafsiran dikategorikan dalam metode al-Tafsir al-Tahlily (tafsir
yang dilakukan dengan mengangkat (menggunakan analisis). Hal ini jika dilihat dari cara yang dilakukan
pendekatan) teori-teori ilmiah dalam mengungkapkan penafsiran dengan cara memilih ayat-ayat yang akan
kandungan ayat-ayat Al-Qur’an dan berusaha dengan ditafsirkan, dicari arti kosa kata (mufradat), kemudian
sungguh-sungguh untuk menggali berbagai disiplin ilmu menganalisisnya untuk mencari makna yang dimaksud.
pengetahuan dan pandangan-pandangan filsafat dari Namun, penafsiran ini tidak menyeluruh karena hanya
ayat-ayat tersebut. Sedangkan Abd Al-Majid Al-Salam menafsirkan ayat-ayat tersebut secara parsial, tidak
Al-Muhtasib dalam kitabnya, Iittihajat al-Tafsir fi al- harus melihat hubungan dengan ayat-ayat sebelum atau
Ashr al-Hadits, mengatakan bahwa al-tafsir al-‘ilmy sesudahnya.
adalah penafsiran yang dilakukan oleh para Dengan munculnya berbagai ilmu pengetahuan
musafassirnya untuk mencari adanya kesesuaian dan semakin meningkatnya ilmu pengetahuan tersebut,
ungkapan-ungkapan dalam ayat-ayat Al-Qur’an baik ilmu kealaman maupun ilmu sosial menuntut kita
terhadap teori-teori ilmiah (penemuan ilmiah) dan agar memahami dan menafsirkan Al-Qur’an tidak
berusaha untuk menggali berbagai masalah keilmuan hanya secara harfiah saja, tetapi haruslah dengan cara
dan pemikiran-pemikiran filsafat (Abd al-Salam al- pendekatan teoritis. Penafsiran Al-Qur’an hendaknya
Muhtasib, Abd al-Majid, 1973). merupakan usaha bersama yang mengkolaborasikan
berbagai ahli dalam berbagai bidang. Kita merasa
ANHAR et al. – Tafsir ilmi: Studi metode penafsiran berbasis ilmu pengetahuan pada tafsir Kemenag 111

terdorong dan menganggap penting untuk melihat tercantum dalam mushaf (Shadr, tt). Tafsir dengan
betapa urgennya penafsiran Al-Qur’an secara ilmiah dan metode tahlili (Metode tahlili ialah metode dalam
relevansinya dengan perkembangan ilmu pengetahuan. menjelaskan Al-Qur’an dengan memaparkan segala
aspek yang terkandung di dalam ayat-ayat yang
Corak dan metode dalam tafsir ‘ilmi ditafsirkan itu, serta menerangkan makna-makna yang
Tafsir bercorak ilmi adalah kecenderungan menafsirkan tercakup di dalamnya sesuai dengan keahlian dan
Al-Qur’an dengan memfokuskan penafsiran pada kajian kecenderungan mufassir yang menafsirkan ayat-ayat
bidang ilmu pengetahuan, yakni untuk menjelaskan tersebut) tersebut menguraikan berbagai aspek yang
ayat-ayat yang berkaitan dengan Ilmu dalam Al-Qur’an terkandung di dalam ayat-ayat yang ditafsirkan, seperti
(Kholid, 2003) Menurut Abd Al-Majid Abd As-Salam pengertian kosa kata, konotasi kalimatnya, latar
Al-Mahrasi tafsir, Ilmi, yaitu: tafsir yang mufasirnya belakang turunnya ayat, keterkaitan dengan ayat lain
mencoba menyingkap ibarat-ibarat dalam Al-Qur’an (munasabah), dan pendapat-pendapat yang telah ada
yaitu mengenai beberapa pandangan ilmiah dan berkenaan dengan penafsiran ayat-ayat tersebut, baik
istilahnya serta mengerahkan segala kemampuan dalam yang disampaikan oleh Nabi, sahabat, tabi’in, maupun
menggali berbagai problem ilmu pengetahuan ahli tafsir lainnya (Baidan, 1998). Sistematika
(Khaeruman, 2004). penulisannya menuruti susunan ayat-ayat dan surat-
Kajian tafsir ini adalah untuk memperkuat teori- surat di dalam mushaf.
teori ilmiah dan bukan sebaliknya. Alasan yang Dalam menafsirkan Al-Qur’an dengan
melahirkan penafsiran ilmi adalah karena seruan Al- menggunakan metode ini, mufassir menguraikan hal-hal
Qur’an pada dasarnya adalah sebuah seruan ilmiah, sebagai berikut; arti kosa kata, asbabun nuzul,
yaitu seruan yang didasarkan pada kebebasan akal dari munasabah, konotasi kalimatnya, pendapat-pendapat
keragu-raguan dan prasangka buruk, bahkan Al-Qur’an yang telah diberikan berkenaan dengan tafsiran ayat-
mengajak untuk merenungkan fenomena alam semesta, ayat tersebut, baik yang disampaikan oleh Nabi,
atau seperti juga banyak kita jumpai ayat-ayat Al- sahabat, tabiin, maupun ahli tafsir lainnya (Baidan,
Qur’an ditutup dengan ungkapan-ungkapan, antara lain: 1998). Prosedur ini dilakukan dengan mengikuti
“Telah kami terangkan ayat-ayat ini bagi mereka yang susunan mushaf, ayat per ayat dan surat per surat.
miliki ilmu”, atau dengan ungkapan: “bagi kaum yang Kelebihan dari metode ini, pertama, mempunyai
memiliki pemahaman”, atau dengan ungkpan: “Bagi ruang lingkup yang luas, artinya dapat dikembangkan
kaum yang berfikir”. Apa yang dicakup oleh ayat-ayat dalam berbagai corak penafsiran sesuai dengan keahlian
kauniyah dengan makna-makna yang mendalam akan masing-masing mufassir. Kedua, memuat berbagai ide,
menunjukkan pada sebuah pandangan bagi pemerhati di mana mufassir diberi kesempatan yang luas untuk
kajian dan pemikiran khususnya, bahwa merekalah yang mencurahkan ide-ide dan gagasannya dalam
dimaksudkan dalam perintah untuk mengungkap tabir menafsirkan Al-Qur’an. Artinya pola penafsiran metode
pengetahuannya melalui perangkat ilmiah. ini dapat menampung berbagai ide yang terpendam di
Pada abad ke-20 perkembangan tafsir, ilmi dalam benak mufassir, bahkan ide-ide jahat dan ekstrim
semakin meluas dan semakin diminati oleh berbagai pun dapat ditampungnya.
kalangan. Banyak orang yang mencoba menafsirkan Adapun kelemahan dari metode ini, pertama,
beberapa ayat Al-Qur’an melalui pendekatan ilmu menjadikan petunjuk Al-Qur’an parsial atau terpecah-
pengetahuan modern. Tujuan utamanya adalah untuk pecah, sehingga terasa seakan-akan Al-Qur’an
membuktikan mukjizat Al-Qur’an dalam ranah memberikan pedoman secara tidak utuh dan tidak
keilmuwan sekaligus untuk meyakinkan orang-orang konsisten, karena penafsiran yang diberikan pada suatu
nonmuslim akan keagungan dan keunikan Al-Qur’an ayat berbeda dari penafsiran yang diberikan pada ayat-
(Muhammad, 2004). ayat yang lain yang sama dengannya. Kedua,
Meluasnya minat terhadap corak tafsir bi al-Ilmi melahirkan subjektif, di mana metode ini memberikan
dikarenakan umat Islam merasa tertinggal dari pada peluang yang luas sekali kepada mufassir untuk
Barat dalam hal ilmu pengetahuannya. Umat Islam juga mengemukakan ide-ide dan pemikirannya, sehingga
takut penyakit pertentangan antara agama dan ilmu kadang-kadang ia tidak sadar bahwa dia telah
pengetahuan yang pernah dialami Barat akan timbul di menafsirkan Al-Qur’an secara subjektif, dan tidak
dunia mereka. Karenanya, umat Islam pun bangkit dan mustahil pula di antara mereka yang menafsirkan Al-
mulai melakukan berbagai eksperimen ilmiah dengan Qur’an sesuai dengan kemauan hawa nafsunya, tanpa
mencari kesesuaiannya dalam Al-Qur’an (Shihab, mengindahkan kaidah-kaidah yang berlaku. Ketiga,
1994). masuknya pemikiran israiliyat (Baidan, 1998)
Metode pertama yakni metode tahlily (analitis), Seperti dikatakan Baqir Shadr, bahwa kelemahan
dimana Baqir Shadr, menyebutkannya dengan metode dari metode ini adalah mufassir menggunakan semua
tajzi’iy, yaitu suatu metode tafsir dimana mufassirnya sarana yang ada hanya untuk menemukan makna
berusaha menjelaskan kandungan ayat-ayat Al-Qur’an harfiah dari suatu ayat, atau hanya menghasilkan suatu
dari berbagai seginya dengan memperhatikan runtutan mengkoordinasikan informasi dari ayat-ayat Al-Qur’an
ayat-ayat dan surat-surat Al-Qur’an sebagaimana yang serta tidak mampu menyuguhkan pandangan Al-Qur’an
112 1: 109-113, 2018

berkenaan dengan berbagai persoalan kehidupan (Shadr, sebagai aspek penting didalamnya (Tim Penyusun
tt). Tafsir Ilmi, 2011).
Penafsiran yang mengikuti metode ini dapat Kesadaran yang sangat urgen dalam perspektif tim
mengambil bentuk ma’tsur (riwayat) (Di antara kitab penyusun karya ini, menarik untuk dilihat adalah
tafsir tahlili yang mengambil bentuk al-ma’tsur adalah: tentang pandangan Zulglul al-Najjar (pakar Geologi
kitab tafsir Jami’ al-Bayan’an Ta’wil Ayi Al-Qur’an Muslim) yang disampaikan oleh kepala Badan Litbang
karangan Ibn Jarir al-Thabari [w.310H], 2) Ma’alim al- dan Diklat kementerian Agama RI dalam sambutan.
Tazil karangan al-Baghawi [w.516 H], 3) Tafsir Al- Ditegaskan Bahwa di dalam Al-Qur’an terdapat kurang
Qur’an al-‘Azhim [terkenal dengan tafsir Ibn Katsir] lebih 750 hingga 1000 ayat yang mengandung isyarat-
karangan Ibn Katsir [w.774 H] 4) al-Durr al-Mantsur fi isyarat ilmiah yang menunjukkan kekuasaan dan
al-tafsir bi al-Ma’tsur karangan al-Suyuthi [w.911H]) kebesaran Allah SWT, sedang ayat-ayat hukum hanya
atau ra’iy (pemikiran) (Tafsir tahlili yang mengambil sekitar 200 hingga 250. Berangkat dari ini, Kepala
bentuk al-Ra’iy banyak sekali, antara lain: 1) Tafsir Lintang Kementerian Agama menilai kekurangan karya-
Lubāb al-ta’wīl fī ma„ānī al-tanzīl karya Imam al- karya yang berbicara tentang ilmu pengetahuan jika
Khāzin (w.741 H) 2) Anwar al-Tanzil wa Asrar al- dibandingkan dengan warisan ribuan buku-buku fiqih
Ta’wil karangan al-Baydhawi [w.691H] 3) al-Kasysyaf Islam (Tim Penyusun Tafsir Ilmi, 2011).
karangan al-Zamakhsyari [w.538H] 4) ‟Arais al-Bayan Dari pandangan ini, dapat kita ambil simpulan
fi Haqaia Al-Qur’an karangan al-Syirazi [w.606H], dan bahwa kementerian Agama RI, menginginkan adanya
lain-lain.) Memanfaatkan ilmu pengetahuan manusia hubungan akademis ilmu pengetahuan dengan tafsir Al-
dengan tujuan untuk menguatkan kandungan ayat-ayat Qur’an. Kesan utama yang ingin disampaikan dalam
Al-Qur’an adalah salah satu contoh dari usaha pandangan ini adalah bahwa tafsir ilmu merupakan
pengejawantahan metode tafsir saintis. Dalam metode isyarat-isyarat Allah yang memberikan petunjuk-
penafsiran ini, terdapat beberapa kriteria: petunjuk tentang kekuasaannya dalam alam raya. Objek
1. Lebih menekankan pada penemuan-penemuan sains pengamatan yang sama bisa tampak berbeda, karena
dan menjadikannya sebagai tolok ukur memahami perbedaan cara penglihatan atau perbedaan pendekatan
ayat-ayat Al-Qur’an. teori yang kita pakai. Hal ini bisa dimengerti sebab teori
2. Penyerupaan. tersebut akan membentuk realitas yang diamati.
3. Tidak menghiraukan kriteria-kriteria teologis dan Demikian halnya ketika kita memahami dan
kondisi yang ada pada saat ayat turun. menafsirkan Al-Qur’an yang dianggap sebagai realitas,
4. Mempersiapkan kemunculan aliran pemikiran sebagai wujud ketentuan-ketentuan Tuhan yang pasti
eklektis dan penafsiran material terhadap ayat-ayat dan jelas tertulis.
Al-Qur’an. Mukjizat ilmiah yang dimiliki, merupakan
kesadaran pengetahuan yang terus berlanjut,
Hanya saja, dua kriteria terakhir ini hanya pemberitaan tentang mukjizat ilmiah ini belum
mendominasi mayoritas metode penafsiran saintis ini, sepenuhnya dapat diungkapkan pada masa Nabi, wajar
bukan seluruhnya (Rohimin, 2007). Beberapa contoh karena keterbatasan sasaran dan belum berkembangnya
karya tafsir al-ilmi ini adalah: 1) Tafsir al-Kabir/Mafatih ilmu pengetahuan serta objek masyarakat yang masih
Al-Ghaib (Fakhruddin Al-Razi), 2) Al-Jawahir fi Tafsir berpikir secara sederhana. Dalam rangka menjaga
Al-Qur’an Al-Karim (Thanthawi Jauhari), 3) Tafsir al- mukjizat ilmiah itulah kementerian agama merasa
Ayat al-Kauniyah (Abdullah Syahatah). penting untuk membuat sebuah karya tafsir ilmy dengan
melakukan penelitian, eksprimen tanpa henti sehingga
Esensi tafsir ilmy pada tafsir Kementerian Agama di ayat-ayat Al-Qur’an yang menunjukkan bukti-bukti
Indonesia ilmiah di dalam Al-Qur’an dapat dijelaskan secara
Dalam penyusunan tafsir ilmy kementerian agama empiris dan terbukti kebenarannya. Selanjutnya tafsir
memiliki pandangan tersendiri terhadap teks Al-Qur’an, ilmiah ini merupakan upaya untuk mengemukakan
khususnya relasi teks sains dan teknologi, pemahaman terhadap arti ayat-ayat Al-Qur’an yang
kecenderungan menggunakan tafsir ilmy sebagai sebuah ditinjau validitasnya dari ilmu pengetahuan yang bisa
landasan dalam penyusunan karya ini diawali dengan disaksikan kebenarannya oleh manusia (Tim Penyusun
memosisikan Al-Qur’an sebagai mitra dialog dengan Tafsir Ilmi, 2011). Dari sambutan-sambutan yang
zaman yang terus berubah. Dengan kondisi ini tim disampaikan, hal yang jelas ingin ditunjukkan
penyusun sebenarnya hendak mengatakan bahwa tafsir penulisnya melalui karya ini adalah tafsir sebagai
Al-Qur’an itu memiliki fase-fasenya tersendiri dalam sesuatu yang dinamis.
perkembangan seperti yang ditujukan oleh ulama-ulama Selain itu, mengingat bahwa Departemen Agama
terdahulu dengan beragam karakteristik yang Republik Indonesia merupakan lembaga keagamaan
dimilikinya, al-Tha’labi dan al-khazim misalnya dari pemerintah yang secara resmi memberi naungan
memiliki kesan mendalam pada aspek kisah-kisah di sebagian masyarakat muslim, khususnya di Indonesia.
dalamnya, lalu tafsir al-Qurttubi dengan karakter hukum Penting disadari bahwa produk penafsiran Departemen
Agama Republik Indonesia adalah bentuk pengabdian
ANHAR et al. – Tafsir ilmi: Studi metode penafsiran berbasis ilmu pengetahuan pada tafsir Kemenag 113

nyata kepada masyarakat luas. Al-Qur’an dan tafsirnya DAFTAR PUSTAKA


merupakan sebuah persembahan untuk umat Islam di
seluruh tanah air dan diharapkan darinya terdapat Abd al-Salam al-Muhtasib, Abd al-Majid. 1973. Ittijahat al-
banyak manfaat yang bisa diambil demi kemajuan umat. Tafsir fi al-‘Ashr al-Hadits Jilid 1. Beirut: Dar al-Fikr.
Sehingga, sejatinya masyarakat mulai berkesadaran Al-Bustani, Fuad Ifran. 1986. Munjid al-Thullab. Beirut: Dar
untuk melakukan kajian lebih lanjut terhadap metode al-Masyriq.
dalam penafsiran Al-Qur’an. Baidan, Nashiruddin. 1998. Metodologi Penafsiran Al-Quran.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Baidan, Nashiruddin. 2000. Metodologi Penafsiran Al-Quran,
KESIMPULAN cet. II. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Ghulsyani. Mahdi. 1998. Filsafat-Sains Menurut Al-Qur’an.
Tafsir ‘ilmi adalah tafsir yang menggunakan istilah- Terj: Agus Effendi. Bandung: Mizan
istilah ilmiah dalam mendeskripsikan Al-Qur’an dan Khaeruman, Badri. 2004. Sejarah Perkembangan Tafsir Al-
berusaha keras untuk mengeluarkan berbagai ilmu Qur’an, Bandung: Pustaka Setia.
pengetahuan dan visi filsafat darinya. Dalam Kholid, Abd. 2003. Kuliah Madzahib al-Tafsir. IAIN Sunan
menanggapi tafsir ‘ilmi ini, para ulama ada dua Ampel Surabaya: Fakultas Ushuluddin.
kelompok yakni menolak dan mendukung. Bahkan Muhammad, A Mufakhir. 2004. TafsirIlmi. Banda Aceh:
banyak ulama-ulama kontemporer yang bersikap lebih Yayasan Pena.
moderat. Upaya penafsiran secara ilmiah akan Putra, Nusa. 2012. Metode Penelitian Kualitatif Pendidikan.
berdampak pada ketampakan fungsi Al-Qur’an sebagai Jakarta: Raja Grafindo Persada.
petunjuk dan pemisah antara yang hak dan yang bathil,
Rohimin. 2007. Metodologi Ilmu Tafsir dan Aplikasi Model
serta akan menunjukkan sifat fleksibilitas Al-Qur’an Penafsiran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
yang dipandang pantas, cocok dan sesuai untuk
Shadr, Muhammad Baqir. Al-Tafsir al-Maudlu’i wa al-tafsir
dipedomani umat manusia dalam segala waktu dan al-Takziiy fi Alquran al Karim, Dar al-Taaruf li al-
tempat. Kita tidak bisa mengklaim kebenaran bahwa Mathbu’ah,Beirut
teori-teori ilmiah ini adalah sebagai bentuk final dari
Shihab, M Quraish. 1994. Membumikan Alquran: Fungsi dan
penafsiran ayat, dalam artian Al-Qur’an adalah bukan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat. Bandung:
kitab ilmu pengetahuan melainkan kitab yang menjadi Mizan.
petunjuk dan rahmat bagi kehidupan manusia baik
Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan
spiritual maupun material yang bisa dikembangkan R&D. Bandung: Alfabeta.
melalui ilmu pengetahuan. Kementerian Agama RI,
Tim Penyusun Tafsir Ilmi. 2011. Tafsir Ilmi: Tumbuhan
menginginkan adanya hubungan akademis ilmu dalam Perspektif Al-Qur’an dan Sains. Jakarta: Lajnah
pengetahuan dengan tafsir Al-Qur’an. Kesan utama Pentashihan Mushaf Al-Qur’an.
yang ingin disampaikan dalam pandangan ini adalah
bahwa tafsir ilmu merupakan isyarat-isyarat Allah yang
memberikan petunjuk-petunjuk tentang kekuasaannya
dalam alam raya.
THIS PAGE INTENTIONALLY LEFT BLANK
ISSN 2622-9439; E-ISSN 2622-9447
Volume 1, September 2018
Halaman: 115-119

Perkembangan Matematika dalam Sejarah Peradaban Islam


Ishmatul Maula*, Ani Setyaning Pambudi, Zahrotur Rohmah
Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga
Jl. Marsda Adisucipto Yogyakarta 55281 - Indonesia
Email: ishmatulmaula97@gmail.com*

Abstrak. Matematika merupakan ilmu pengetahuan yang menjadi dasar atau fondasi bagi bidang studi lain. Dewasa ini,
perkembangan matematika sangatlah pesat. Hal ini menjadi pusat perhatian bagi para matematikawan, sehingga menjadikan
matematika sebagai salah satu bidang studi yang berperan dalam sejarah peradaban. Dalam sejarah peradaban Islam misalnya,
trigonometri matematika digunakan sebagai ilmu dasar dalam penentuan arah kiblat, penentuan awal-akhir waktu shalat, dan
penentuan kalender hijriyyah. Seringkali trigonometri matematika dianggap sebagai materi yang sulit dan tidak ada manfaatnya
dalam kehidupan sehari-hari. Padahal jika ditelisik lebih lanjut, trigonometri mempunyai peran yang sangat besar dalam peradaban
Islam. Metode pengumpulan data penelitian ini melalui studi literatur. Adapun tujuan dalam penulisan paper ini ialah: (1) untuk
memberikan informasi kepada para pembaca mengenai perkembangan matematika dalam sejarah peradaban Islam, khususnya
trigonometri, (2) untuk memotivasi para pembaca dalam belajar matematika, khususnya kalangan pelajar dan mahasiswa. Hasil paper
ini memberikan informasi bahwa perkembangan matematika khususnya trigonometri memberikan andil yang sangat besar dalam
sejarah peradaban Islam, selain itu perkembangan trigonometri juga dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Kata kunci: Matematika, Trigonometri, Peradaban Islam

PENDAHULUAN dapat dipisahkan, yaitu sejarah perkembangan


matematika. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa
Dewasa ini, sering kita jumpai pembelajaran matematika merupakan hasil dari pemikiran manusia
matematika yang hanya menekankan pada penggunaan yang memiliki sejarah panjang untuk sampai kepada
rumus tanpa memerhatikan aspek manfaat dari materi bentuk matematika yang sering kita jumpai saat ini.
yang diajarkan. Para pendidik beralasan bahwa peserta Keberadaan sejarah matematika ini perlu untuk
didik harus mencapai target materi sesuai dengan diketahui dan dipelajari. Sebab melalui sejarah
tagihan yang telah ditentukan. Hasilnya, bertahun-tahun matematika, kita dapat mengetahui dan memahami
anak belajar matematika namun masih saja “buta” akan hakikat serta esensi dari matematika. Selain itu, kita
matematika. Padahal matematika merupakan induk juga dapat mengetahui penyebab munculnya sebuah
peradaban dunia, di mana objek dari kajiannya adalah dalil atau manfaat sebuah konsep dalam matematika.
sosio-kultural-historis. Objek kajian matematika yang Melalui sejarah matematika pula, kita dapat
berupa sosio-kultural-historis inilah yang sering melihat bahwa sesungguhnya matematika memiliki
dilupakan oleh seorang pendidik, sehingga sumbangsih yang tidak sedikit terhadap bidang ilmu
pembelajaran yang disampaikan kurang memiliki pengetahuan lain. Bahkan matematika menjadi sebuah
makna bagi siswa. Ketidakbermaknaan yang dirasakan dasar lahirnya suatu keilmuan yang baru, misalnya ilmu
siswa tersebut kemudian melahirkan anggapan bahwa falak. Ilmu falak merupakan salah satu ilmu yang lahir
matematika itu sulit bahkan menakutkan. berkat sumbangsih matematika khususnya geometri dan
Matematika merupakan salah satu mata pelajaran trigonometri. Berdasarkan pengalaman penulis,
yang memberikan kontribusi positif dalam trigonometri dianggap sulit oleh kebanyakan orang.
mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus Padahal seperti yang dipaparkan sebelumnya,
memanusiakan suatu bangsa. Melihat pentingnya peran trigonometri memiliki banyak manfaat bahkan memiliki
matematika dalam kehidupan, maka diperlukan pengaruh yang besar bagi kehidupan manusia. Untuk
semangat untuk belajar matematika. Minat dan sikap mengetahui berbagai manfaat dan pengaruh
positif terhadap matematika perlu dipupuk untuk trigonometri maka kita perlu mempelajari sejarah dari
menumbuhkan motivasi saat mempelajari matematika. matematika, khususnya trigonometri.
Motivasi tersebut dapat ditumbuhkan dengan Dalam mempelajari sejarah trigonometri, langkah
menampilkan sisi lain dari matematika yang selama ini awal yang dapat kita lakukan ialah dengan mencari
jarang dilirik oleh para pendidik matematika, yaitu informasi dan mempelajari penemu-penemu teori dalam
matematika dari sisi sejarah. matematika, khususnya pada kajian trigonometri. Oleh
Matematika sebagai sebuah aspek penting dalam karena itu, penulis mencoba untuk mengulas
kehidupan manusia dan memiliki sisi lain yang tidak perkembangan trigonometri dalam sejarah peradaban
116 1: 115-119, 2018

Islam dan kemanfaatannya dalam kehidupan, khususnya masalah perhitungan dan pengukuran. Adanya angka
yang berkaitan dengan agama Islam. yang mewakili suatu jumlah bilangan tertentu, dapat
digunakan untuk memudahkan penyelesaian masalah
dalam kehidupan sehari-hari. Sebab pada hakikatnya,
METODE setiap kehidupan merupakan proses matematis, sehingga
matematika selalu digunakan dalam kehidupan sehari-
Metode penelitian yang digunakan dalam paper ini hari.
adalah studi kepustakaan dengan melakukan Kajian matematika secara ilmiah dimulai sejak
pengumpulan terhadap berbagai sumber tertulis berupa umat Islam bersentuhan dengan beberapa karya bidang
buku, laporan ilmiah, atau jurnal yang membahas matematika dari peradaban lain setelah ditaklukannya
tentang perkembangan matematika. Setelah terkumpul wilayah tersebut oleh umat Islam, misalnya Baghdad
beberapa literatur, dilakukan penelusuran dan dan Alexandria. Alexandria pada saat itu dikenal
penelaahan dengan tekun (Nazir, 2013). Penelitian ini sebagai wilayah pusat perkembangan matematika,
banyak merujuk informasi dari buku dan jurnal, seperti ditaklukkan oleh umat Islam pada tahun 641 Masehi.
jurnal yang ditulis oleh Juhriyansyah berjudul Baghdad sebagai pusat pemerintahan Abbasiyyah di
Matematika Islam: Kajian terhadap Pemikiran Al- bawah pimpinan al-Mansur, Harun al-Rasyid, dan al-
Khawarizmi, yang diterbitkan oleh Jurnal Pemikiran Ma’mun, selanjutnya dijadikan sebagai pusat ilmu
Islam dan Kependidikan Al-Ta’lim tahun 2006, buku pengetahuan, sehingga di kota tersebut segala aktivitas
147 Ilmuwan Terkemuka dalam Sejarah Islam karya ilmiah dilakukan seperti tukar menukar ilmu antar
Muhammad Gharib Gaudah, buku karangan Muqowim ilmuwan melalui karya dan terjemahan (Muqowum,
yang berjudul Genealogi Intelektual Saintis Muslim 2012).
Sebuah Kajian tentang Pola Pengembangan Sains Perkembangan matematika dalam sejarah
dalam Islam pada periode ‘Abbasiyyah, cetakan peradaban Islam telah dimulai sejak diturunkannya Al-
pertama tahun 2012, serta buku-buku lain yang Qur’an sebagai kitab suci bagi umat Islam. Melalui Al-
membahas tentang biografi ilmuwan spesialisasi Qur’an, secara implisit Allah telah memberikan anjuran
trigonometri seperti Al-Khawarizmi, Al-Battani dan Al- kepada makhluk-Nya untuk mempelajari matematika
Burjazi. guna memudahkan manusia dalam menjalani aktivitas
Pengumpulan data dalam penelitian ini kehidupan, utamanya dalam beribadah. Allah SWT
menggunakan sumber sekunder. Sumber sekunder ialah berfirman dalam Q.S. Al-Ghashiyah ayat 17-21. Dari
sumber informasi tidak langsung yang memberikan data ayat tersebut diketahui bahwa dengan melakukan
kepada peneliti atau penulis (Sugiyono, 2016). Dalam pengamatan terhadap langit sekaligus benda-benda
hal ini sumber sekunder yang dimaksudkan ialah berupa langit misalnya matahari dan bulan, seperti yang
buku, ensiklopedia, atau laporan ilmiah yang termuat diperintahkan oleh Allah, maka seseorang akan dapat
dalam jurnal maupun artikel yang berkenaan dengan menentukan dan mengetahui waktu shalat, arah kiblat,
perkembangan matematika, sejarah peradaban Islam, waktu imsak dan waktu diperbolehkannya berbuka
serta tokoh-tokoh Islam yang telah memprakarsai puasa.
perkembangan matematika. Ada empat kriteria yang Menurut Muqowim (2012), dalam sejarah
digunakan dalam memilih sumber data, 1) Credibility peradaban Islam, perkembangan matematika setidaknya
atau derajat kepercayaan terhadap penulis buku, apakah dipengaruhi oleh lima hal. Pertama, adanya dorongan
penulis benar-benar melakukan penelitian/penemuan normatif yang bersumber dari Al-Qur’an mengenai
terkait data yang diberikan, 2) Transferability atau perlunya mengoptimalkan nalar untuk merenungkan
derajat keteralihan yaitu adanya kesamaan data dalam ayat-ayat Tuhan baik yang berkaitan dengan fenomena
beberapa sumber yang lain dalam konteks yang sama, 3) alam. Allah berfirman dalam Q.S. Ali Imran ayat 190-
Dependability atau kebergantungan, yaitu suatu data 191 sebagai berikut:
yang diberikan memiliki hasil secara esensial sama dan
4) Confirmability atau kepastian-objektivitas data, yaitu
data yang diberikan merupakan hasil kesepakatan antar
‫ف‬ِ ‫اختِ ََل‬ ْ ‫ض َو‬ ِ ‫ت َو ْاْل َ ْر‬ ِ ‫س َم َاوا‬
َّ ‫ق ال‬ ِ ‫ِإ َّن فِ ْي خ َْل‬
subjek (Moleong, 2010). َ‫ الَّذِين‬١٩٠ ‫ب‬ ِ ‫ت ِْلُو ِلي ْاْل َ ْلبَا‬ ٍ ‫ار ََليَا‬ ِ ‫اللَّ ْي ِل َوالنَّ َه‬
َ‫علَى ُجنُ ْو ِب ِه ْم َويَتَفَ َّك ُر ْون‬ َ ‫َّللاَ قِيَا ًما َوقُعُ ْودًا َو‬ َّ َ‫يَ ْذ ُك ُر ْون‬
PEMBAHASAN ‫اط ًَل‬
ِ َ‫ت َهذَا ب‬ َ ‫ض َربَّنَا َما َخلَ ْق‬ ِ ‫ت َو ْاْل َ ْر‬ ِ ‫س َم َاوا‬َّ ‫ق ال‬ ِ ‫فِ ْي خ َْل‬
Perkembangan matematika dalam bingkai sejarah ١٩١‫ار‬ ِ َّ‫اب الن‬ َ َ ‫عذ‬ َ ‫س ْب َحان ََك فَ ِقنَا‬ ُ
Islam
Secara filosofis, matematika merupakan suatu ilmu Artinya: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan
yang paling awal dikenal oleh manusia (Krantz, 2006). bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat
Matematika merupakan ilmu yang menggunakan angka tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu)
sebagai simbol untuk mempermudah menyelesaikan orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau
duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka
MAULA et al. – Perkembangan matematika dalam sejarah peradaban Islam 117

memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya Al-Khawarizmi hidup pada masa kekhalifahan
berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau Bani Abbasiyyah. Al-Khawarizmi mulai terkenal dan
menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, mencapai puncak keemasannya pada masa
maka peliharalah kami dari siksa neraka” (Q.S. Ali pemerintahan Al-Makmun. Al-Makmun merupakan
Imran ayat 190-191). khalifah yang sangat mencintai ilmu pengetahuan dan
banyak memusatkan pikirannya pada ilmu pengetahuan
Kedua, adanya tantangan realitas yang
sehingga Al-Makmun sangat mendorong untuk
mengharuskan saintis muslim untuk mengembangkan
mengembangkan ilmu pengetahuan. Ia mendatangkan
matematika sebagai ilmu yang akan terus dibutuhkan
buku-buku ilmu pengetahuan dari Baghdad, India,
dan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari, terutama
Yunani, maupun Persia, yang kemudian diterjemahkan
dalam urusan agama. Ketiga, adanya ilmu matematika
dalam Bahas Arab. Al-Khawarizmi merupakan salah
sebagai hasil peradaban pra-Islam dirasa perlu untuk
satu ilmuwan yang diberikan kepercayaan untuk
dikembangkan lebih lanjut seiring dengan semakin
menerjemahkan buku tersebut ke dalam Bahasa Arab.
meluasnya wilayah kekuasaan Islam. Keempat, adanya
Al-Khawarizmi merupakan ilmuwan di bidang
dorongan etos keilmuan dari saintis muslim. Kelima,
matematika, astronomi, geografi, ilmu bumi dan seni
adanya dukungan politik dari penguasa, seperti pada
musik. Dalam bidang matematika, Al-Khawarizmi
masa keemasan Abbasiyyah dan Umayyah.
dikenal sebagai ilmuwan yang memperkenalkan konsep
Matematika juga dikenal sebagai fondasi dari
algoritma (Juhriyansyah, 2006). Al-Khawarizmi
segala ilmu pengetahuan, yang memiliki sejarah
berhasil membuat buku yang berjudul Hisab al-Jabr wa
perkembangan begitu panjang mulai dari peradaban
al-Muqabalah, yang merupakan kajian dalam bidang
Babylonia sekitar 4000 tahun yang lalu hingga pada
aljabar. Buku karyanya tersebut banyak mengacu pada
masa sekarang (Hodgkin, 2005). Bukti keberadaan
tulisan Diophantus (250 SM). Beliau juga
matematika pada masa peradaban Babylonia adalah
mengembangkan tabel rincian trigonometri yang
ditemukannya lembaran yang terbuat dari tanah liat
memuat fungsi sinus dan garis singgung tangen. Selain
yang memuat daftar permasalahan kuadrat untuk
itu, Al-Khawarizmi telah menggagas dan
menentukan panjang dan lebar suatu lahan berbentuk
memopulerkan penggunaan angka 0 serta
persegi panjang. Dalam menyelesaikan masalah
menyempurnakannya menggunakan angka desimal dan
matematika, bangsa Babylonia menggunakan teknik
pecahan.
penyelesaian geometri cut and paste. Teknik
Di bidang astronomi, Al-Khawarizmi membuat
penyelesaian cut and paste ini merupakan sebuah teknik
tabel yang menggelompokkan ilmu perbintangan. Tim
penyelesaian masalah yang menggunakan ide geometri
astronom pimpinan Al-Khawarizmi yang berada di
(Muqowim, 2012).
bawah pengawasan khalifah Al-Makmun berhasil
Beberapa kajian tentang geometri ternyata mampu
menentukan ukuran dan bentuk bundaran bumi. Riset
memberikan inspirasi kepada ilmuwan-ilmuwan besar
pengukuran tersebut dilakukan di Sanjar dan Palmyra,
yang lahir pada masa berikutnya, termasuk ilmuwan-
dan hasilnya 56,75 Mil Arab sebagai panjang derajat
ilmuwan muslim seperti Al-Khawarizmi, Al-Buzjani,
meridian. Menurut CA Nollino, ukuran ini hanya selisih
dan Al-Battani. Ketiga ilmuwan tersebut ialah ilmuwan
2,877 kaki dari ukuran garis tengah bumi (Ahmad,
muslim yang kemudian menghasilkan temuan-temuan
2003).
baru, berperan dalam mendeklarasikan teori-teori yang
ada pada matematika bahkan mampu memberikan
Al-Battani
sumbangsih terhadap perkembangan trigonometri.
Al-Battani memiliki nama lengkap Abu Abdullah
Trigonometri dalam perkembangan matematika
Muhammad bin Jabir bin Sanan Al-Harrani Ar-Raqqi
memiliki sumbangsih yang cukup besar bagi peradaban
Ash-Sha’ibi. Al-Battani lahir pada 858 M dan
Islam, khususnya yang berkaitan dengan agama Islam.
meninggal dunia kurang lebih pada 929 M (Arsyad,
1989). Nama al-Battani diberikan kepadanya karena ia
Al-Khawarizmi
dilahirkan di daerah Battan, Harran, sebuah daerah yang
Abu Ja’far Muhammad Ibn Musa Al-Khawarizmi atau
terletak di Barat daya Iraq. Al-Battani merupakan
biasa dikenal Al-Khawarizmi. Nama Al-Khawarizmi
seorang ahli matematika dan astronomi. Bahkan
mengacu pada tempat kelahirannya, sebuah kota kecil
keunggulannya dalam bidang astronomi membuatnya
sederhana di pinggir sungai Oxus (Ammu Darya), yaitu
memperoleh panggilan “Ptolemaeus Arab”, karena
Khwarizm (Khanate of Khiva) (Juhriyansyah, 2006). Di
kemiripannya dengan Claudius Ptolemaeus yang hidup
kalangan ilmuwan Barat dan Eropa Al-Khawarizmi
pada abad kedua Masehi. Di Barat, Al-Battani lebih
lebih terkenal dengan sebutan Algorizm, Algorismus
dikenal dengan nama Albetenius.
atau Algoritma. Al-Khawarizmi lahir pada tahun 164 H
Ibnu An-Nadim menyatakan dalam bukunya “Al-
(780 M) di daerah Khawarizm, Asia tengah. Beliau
Fihrisat” bahwa Al-Battani mulai mengamati masalah
wafat di Baghdad pada tahun 232 H (847 M), sebagian
astronomi sejak tahun 878 M (Gaudah, 2010). Selain
literatur menyatakan bahwa beliau wafat pada tahun 235
itu, ia telah menguasai buku-buku dalam bidang
H (850 M) (Gaudah, 2012).
astronomi yang beredar pada masanya, terutama buku
118 1: 115-119, 2018

“Almagest” karya Ptolemaeus. Al-Battani telah yakni sebuah buku yang ditinjau ulang oleh F.
menciptakan berbagai penemuan ilmiah dalam bidang Woepke. Sebagian penulis beranggapan bahwa “Al-
astronomi, matematika (trigonometri berbentuk bola, Handasah” tidak ditulis oleh Abu Wafa’ sendiri
aljabar, geometri), dan geografi. melainkan oleh seorang muridnya yang berhasil
Dalam sejarah matematika, Al-Battani telah meringkas kuliah-kuliah yang pernah disampaikan
melakukan berbagai perbaikan dan memberi solusi oleh Abu Wafa’.
penting dalam masalah yang berhubungan dengan
matematika trigonometri berbentuk bola (spherical Selain karya-karya tersebut, Abu Wafa’ juga
trigonometry), yakni ilmu matematika yang banyak memberikan komentar-komentar terhadap karya Al-
memberikan kontribusi dalam bidang astronomi Khawarizmi serta karya-karya ahli matematika Yunani
(Gaudah, 2012). Selain itu, Al-Battani dikenal banyak seperti Euclides dan Diophantus, beliau juga membuat
menggunakan prinsip-prinsip trigonometri saat tabel-tabel astronomi yang disebut “Al-Wahid”,
melakukan observasi astronomi. Dalam teori bintang komentar dan tabel tersebut kini sudah tidak berbekas
misalnya, Ia memperkenalkan sinus dan kosinus sebagai lagi. Namun di Florence, Paris dan London terdapat
chord atau tali busur, serta menggunakan teori tangen tabel-tabel yang disebut “Az-Zij ash-Shamil”
dan kotangen yang kemudian menjadi dasar bagi ilmu kemungkinan besar merupakan tabel-tabel yang dibuat
trigonometri modern. berdasarkan tabel-tabel milik Abu Wafa’ (Arsyad,
Al-Battani menyumbangkan banyak karya yang 1989).
luar biasa. Salah satu karyanya yang terkenal ialah Az- Abu Wafa’ dikenal sebagai astronom dan
Zaij Ash-Shabi’ atau yang banyak dikenal dengan nama matematikawan, namun jasa utama beliau terletak pada
Az-Zij. Isi dari karyanya tersebut ialah uraian astronomis pengembangan trigonometri yang lebih jauh. Beliau
yang dilengkapi dengan tabel-tabel, berbagai hasil berhasil menyempurnakan teorema-teorema Menelaus
observasi yang pernah dilakukannya, yang kemudian dalam trigonometri sferis, yang disebut “Rule of The
memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan Four Magnitudes” (“Aturan Empat Besaran”), yakni:
astronomi dan trigonometri di Eropa pada abad 𝑆𝑖𝑛 𝑎 ∶ 𝑆𝑖𝑛 𝑐 = 𝑆𝑖𝑛 𝐴 ∶ 1, dan teorema tangen:
pertengahan dan pada permulaan Renaissance (Arsyad, 𝑡𝑔 𝑎: 𝑡𝑔 𝐴 = 𝑆𝑖𝑛 𝑏: 1, dari rumus-rumus ini abu Wafa’
1989). mengambil kesimpulan: 𝐶𝑜𝑠 𝑐 = 𝐶𝑜𝑠 𝑎 . 𝐶𝑜𝑠 𝑏. Beliau
juga yang pertama kali menerapkan dalil Sinus pada
Al-Buzjani sudut miring segitiga sferis, menggunakan secan dan
Muhammad bin Muhammad bin Yahya bin Ismail bin cotangen dalam trigonometri dan penyelidikan
al-Abbas Abu Wafa’ al-Buzajani merupakan nama astronomis, serta mempunyai andil dalam menetapkan
lengkap Abu Wafa’, seorang astronom dan metode perhitungan Sin 300 (Arsyad, 1989).
matematikawan Arab terbesar yang memberikan Abu Wafa’ juga menemukan teori yang di Eropa
sumbangan besar terhadap perkembangan peradaban disebut “Variation” atau jalan ke tiga dari bulan yang
Islam pada masanya. Abu Wafa’ lahir pada 1 Ramadhan ditemukan pada tahun 978 M. Teori ini merupakan
328 H/ 10 Juni 940 M dalam lingkungan kaum Buy, di kelanjutan sekaligus penyempurnaan teori perbintangan
Buzdchan Khurasan sehingga Abu Wafa’ juga sering al-Battani (Arsyad, 1989).
dikenal dengan ALBUDZSCHANI. Pada mulanya Abu Abu Wafa’ juga merumuskan persamaan-
Wafa’ belajar matematika pada kedua orang pamannya, persamaan yang berhubungan dengan teori sinus untuk
yaitu Abu Amr Al-Mughazili dan Abu Abdullah segitiga sferis dan beliau juga lah orang pertama yang
Muhammad bin Anbasa. Pada tahun 348 H/ 959 M mendemonstrasikannya. Persamaan-persamaan tersebut
beliau pindah ke Irak untuk kemudian meneliti gerak di antaranya:
bintang dan menetap di Baghdad sampai beliau 1. Persamaan trigonometri untuk penjumlahan sudut
meninggal pada bulan Rajab 388 H/ Juli 998 M 𝑆𝑖𝑛 (𝑎 ± 𝑏) = 𝑆𝑖𝑛 𝑎 . 𝐶𝑜𝑠 𝑏 ± 𝐶𝑜𝑠 𝑎 . 𝑆𝑖𝑛 𝑏
(Arsyad, 1989). 𝐶𝑜𝑠 𝑎 ± 𝑏) = 𝐶𝑜𝑠 𝑎 . 𝐶𝑜𝑠 𝑏 ∓ 𝑆𝑖𝑛 𝑎 . 𝑆𝑖𝑛 𝑏
Abu Wafa’ memiliki banyak karya di bidang 𝑡𝑔 𝑎 ± 𝑡𝑔 𝑏
𝑡𝑔 (𝑎 ± 𝑏) =
astronomi dan matematika. Karya yang ditulis oleh 1 ∓ 𝑡𝑔 𝑎 . 𝑡𝑔 𝑏
beliau di antaranya: 2. Persamaan trigonometri untuk setengah sudut
1. Sebuah buku aritmatika berjudul “Fi ma Yahtaj ilayh 2 𝑆𝑖𝑛2 1⁄2 𝑎 = 1 − 𝐶𝑜𝑠 𝑎
al-Kuttab wa al-Ummal min Ilm al-Hisab” atau oleh
2 𝐶𝑜𝑠 2 1⁄2 𝑎 = 1 + 𝐶𝑜𝑠 𝑎
Ibnu al-Qifti disebut sebagai “Al-Manazil fi al-
Hisab”. 3. Persamaan trigonometri untuk sudut lipat dua
2. “Al-Kamil” yaitu sebuah buku yang mirip dengan 𝑆𝑖𝑛 𝑎 = 2 𝑆𝑖𝑛 1⁄2 𝑎 . 𝐶𝑜𝑠 1⁄2 𝑎
“Almagest”. Pada tahun 1892 Carra de Vaux atau sama dengan
menerjemahkan beberapa bagian dari buku ini. 𝑆𝑖𝑛 2 𝑎 = 2 𝑆𝑖𝑛 𝑎 . 𝐶𝑜𝑠 𝑎
3. “Al-Handasah” yaitu buku yang dituliskan dalam Persamaan lainnya yaitu:
bahasa Arab dan bahasa Persi. “Al-Handasah” sama 𝐶𝑜𝑠 2 𝑎 = 𝐶𝑜𝑠 2 𝑎 + 𝑆𝑖𝑛2 𝑎 = 2 𝐶𝑜𝑠 2 𝑎 − 1 = 1 −
dengan “Book of the Geometrical Construction” 2 𝑆𝑖𝑛2 𝑎
MAULA et al. – Perkembangan matematika dalam sejarah peradaban Islam 119

Selain persamaan-persamaan tersebut, beliau juga memberikan motivasi kepada ilmuwan lain untuk
𝑆𝑖 𝑛 𝑎 𝑆𝑖𝑛 𝑏 𝑆𝑖𝑛 𝑐 mengkaji, menelaah, hingga kemudian mengembangkan
menemukan hubungan = = untuk
𝑆𝑖𝑛 𝐴 𝑆𝑖𝑛 𝐵 𝑆𝑖𝑛 𝐶
lagi menjadi ilmu yang lebih kompleks. Melihat
sebuah segitiga sferis bukan tegak lurus dan penemu
semangat para ilmuwan terdahulu dalam mempelajari
pertama Secan atau “qutr al zill” yang sebelumnya
suatu ilmu, kita sebagai pelajar atau mahasiswa
diyakini bahwa penemunya adalah Coppernicus.
seharusnya juga memiliki semangat belajar yang tinggi
Demikianlah teori-teori matematika, khususnya
dalam bidang apa pun, khususnya matematika. Karena
dalam bidang matematika trigonometri yang ditemukan
sejatinya matematika merupakan fondasi atau akar dari
oleh Al-Khawarizmi, Al-Battani, dan Al-Buzjani
semua ilmu pengetahuan yang akan terus mengalami
sebagai bukti keikutsertaan ilmuwan muslim dalam
perkembangan sesuai zamannya.
perkembangan matematika. Selanjutnya, temuan-
Berdasarkan runtutan historical view
temuan yang mereka peroleh merupakan salah satu
perkembangan matematika, khususnya di negara-negara
pijakan bagi perkembangan trigonometri modern yang
Islam, dipengaruhi oleh: (1) adanya dorongan normatif
kita kenal saat ini. Harapannya, temuan-temuan tersebut
yang bersumber dari Al-Qur’an mengenai perlunya
dapat menunjang dan memudahkan manusia dalam
mengoptimalkan nalar untuk merenungkan ayat-ayat
kehidupan, khususnya yang berkaitan dengan agama
Tuhan baik yang berkaitan dengan ilmu-ilmu qauliyyah,
Islam.
kauniyyah, maupun ijtima’iyyah. (2) Adanya tantangan
realitas yang mengharuskan saintis Muslim untuk
Aplikasi matematika dalam kehidupan
mengembangkan matematika sebagai ilmu yang akan
Matematika merupakan ilmu yang sering kali dianggap
terus dibutuhkan dan bermanfaat dalam kehidupan
abstrak, teoritis, dan hanya berbicara mengenai rumus-
sehari-hari, terutama dalam urusan agama yakni
rumus saja. Padahal matematika merupakan salah satu
menentukan awal waktu shalat dan arah kiblat. (3)
ilmu pengetahuan yang sangat dekat dengan realitas
Adanya ilmu matematika sebagai hasil peradaban pra-
kehidupan. Hal ini menunjukkan bahwa banyak sekali
Islam dirasa perlu untuk dikembangkan lebih lanjut
penerapan konsep matematika dalam kehidupan sehari-
seiring dengan semakin meluasnya wilayah kekuasaan
hari, misalnya penentuan arah kiblat, penentuan waktu
Islam. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk
shalat, dan penentuan kalender hijriah.
mengembalikan masa keemasan Islam. (4) Adanya
Seiring dengan perkembangan ilmu matematika,
dorongan etos keilmuan dari saintis Muslim untuk
ternyata kajian trigonometri tidak hanya diterapkan
mengembangkan matematika menjadi kajian yang lebih
dalam bidang datar saja, tetapi juga dapat diterapkan
luas lagi. (5) Adanya dukungan politik dari penguasa,
dalam bangun ruang seperti bola. Konsep trigonometri
seperti pada masa keemasan Abbasiyyah dan Umayyah.
pada bola dikenal dengan sebutan Trigonometri Segitiga
Bola (Spherical Trigonometri). Konsep segitiga bola ini
merupakan suatu cara untuk menentukan posisi benda
DAFTAR PUSTAKA
langit pada suatu saat dari permukaan bumi. Demikian
pula permasalahan arah dan jarak suatu tempat di muka Ahmad, Jamil. 2003. Seratus Muslim Terkemuka. Jakarta:
bumi juga dapat ditentukan oleh ilmu ukur segitiga bola, Pustaka Firdaus.
dengan asumsi bahwa bentuk bumi seperti bola. Begitu
Arsyad, M. Natsir. 1989. Ilmuwan Muslim Sepanjang Sejarah.
juga dalam Islam, penentuan kalender hijriah, penentuan Bandung: Mizan.
arah kiblat, dan penentuan waktu shalat ditentukan
Fathani, Abdul Halim. 2013. Ensiklopedi Matematika.
dengan metode hisab yang menggunakan konsep Jogjakarta: Ar-Ruzz
segitiga bola.
Gaudah, Muhammad Gharib. 2012. 147 Ilmuwan Terkemuka
Besarnya pengaruh trigonometri dalam kehidupan,
dalam Sejarah Islam. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.
khususnya umat Muslim, memberikan dampak positif
bagi umat Muslim untuk melakukan kajian lebih Hodgkin, Luke. 2005. A History of Mathematics. New York:
Oxford University Press.
mendalam terhadap trigonometri. Sehingga
kemanfaatan trigonometri bisa lebih dirasakan bagi Juhriyansyah. 2006. Matematika Islam: Kajian terhadap
kehidupan umat Muslim. Dalam perkembangan Pemikiran Al-Khawarizmi. Jurnal Pemikiran Islam dan
Kependidikan Al-Ta’lim, Vol. XIII no. 24 th. 2006. 33-46.
matematika dan Islam saat ini, ilmu yang berkaitan
dengan penentuan kalender hijriah, penentuan arah Krantz, Steven G. 2006. An Episodic History of Mathematics.
St. Louis.
kiblat, dan penentuan waktu shalat dikenal dalam kajian
ilmu falak. Muqowim. 2012. Genealogi Intelektual Saintis Muslim.
Jakarta: Kementerian Agama RI.
Nazir, Moh. 2013. Metode Peneitian. Bogor: Ghalia
KESIMPULAN Indonesia.
Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung:
Ilmuwan-ilmuwan Islam memiliki andil yang cukup Alfa Beta.
besar dalam perkembangan Matematika. Pemikiran-
pemikiran serta karya-karya yang diciptakannya mampu
THIS PAGE INTENTIONALLY LEFT BLANK
ISSN 2622-9439; E-ISSN 2622-9447
Volume 1, September 2018
Halaman: 121-128

Metode SITOBUN (Soil In Treatment Of Burn Wounds)


Sebagai Pertolongan Pertama pada Luka Bakar: Wujud
Implementasi I’jaz ath Thibbi berdasarkan Hadist Nabi:
“Dengan menyebut nama Allah, (debu) tanah bumi ini dengan air ludah
sebagian di antara kami dapat menyembuhkan penyakit di antara kami
dengan seizin Robb kami.” (HR. Bukhari)
Masrikhan
Program Studi Teknik Industri Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga
Jl. Marsda Adisucipto Yogyakarta 55281 - Indonesia
Email: masrikhanga@gmail.com

Abstrak. Dalam kehidupan sehari-hari panas identik dengan api. Apabila api tidak digunakan secara cermat dan hati-hati, maka
panas tersebut dapat merugikan penggunanya dengan membuat luka bahkan menyebabkan kematian. Luka yang disebabkan oleh
panas biasa disebut dengan istilah luka bakar. Terkena percikan api dan tersiram air panas merupakan kecelakaan-kecelakaan ringan,
tetapi apabila tidak ditangani dengan tepat akan berakibat fatal. Tidak jarang orang menggunakan bahan yang kurang tepat untuk
meminimalisir dampak, yang justru memperparah bahkan menyebabkan infeksi pada daerah luka bakar. Misalnya dengan
menggunakan pasta gigi, garam, asam, dan sebagainya. Selama ini Al-Qur’an dan hadis diidentikkan dengan kebutuhan yang bersifat
rohani dan kejiwaan, namun tidak hanya demikian. Didalam Al-Qur’an terdapat beberapa ayat yang menyebutkan tentang
pengobatan yang disebut dengan kata I’jaz ath Thibbi (mukjizat ilmu pengobatan). Salah satunya adalah terkait dengan tanah dimana
segenggam tanah ternyata dapat membantu menyembuhkan luka bakar. Penyusunan naskah ini dilakukan dengan metode sistem
kepustakaan (library research), yakni mengumpulkan semua bahan bacaan yang berkaitan dengan masalah yang dibahas, kemudian
memahami secara teliti sehingga menghasilkan temuan-temuan penelitian. Sebagai pendukung dalam tulisan, maka penulis
melakukan kegiatan studi literatur yang mendalam, yakni dengan menggunakan penulisan deskriptif. Sebagai temuan penelitian
maka haruslah disadari bahwa semua penyakit dan kesembuhan datangnya hanya semata-mata dari Allah SWT, sehingga obat
apapun yang diberikan akan mampu menyembuhkan apabila dengan seizin Allah SWT. Tanah yang sering disebutkan dalam Al-
Qur’an dan hadis merupakan sumber daya alam yang memiliki jumlah yang sangat melimpah dan efektif digunakan sebagai
pertolongan pertama pada luka bakar bagi manusia. Terdapat dua jenis komponen yang terkandung dalam tanah yaitu tetracycline
dan tetarolite. Dua unsur ini digunakan untuk proses pembasmian (sterilisasi) beberapa kuman. Mengingat kandungan yang ada pada
tanah diharapkan mampu meminimalisir adanya infeksi pada luka bakar, karena rentannya luka terhadap kuman. Tanah dapat
mencegah bertumbuhnya bibit kuman penyakit pada luka bakar yang timbul, sifat tanah seperti ini menunjukkan bahwa tanah dapat
berfungsi sebagai penutup luka yang steril menggantikan bahan-bahan penutup luka buatan pabrik.

Kata kunci: Luka bakar, Al-Qur’an, Hadis sumber pengobatan, Tanah, Obat.

PENDAHULUAN manusia yang bersifat semu, contohnya ialah


pemanasan global. Sedangkan contoh panas buatan
Panas yang berasal dari alam mempunyai 2 sumber karena tidak sengaja adalah hubungan arus pendek
utama yaitu sumber internal dan eksternal. Sumber listrik yang dapat menyebabkan kebakaran.
internal yang dimaksud adalah panas bumi Dalam kehidupan sehari–hari panas identik dengan
(geothermal), sedangkan sumber eksternalnya adalah api, dan jika tidak digunakan secara cermat serta hati–
cahaya matahari yang terpancar sampai ke bumi. Panas hati panas tersebut dapat melukai bahkan menyebabkan
buatan ialah panas yang dipancarkan oleh suatu benda kematian. Luka yang disebabkan oleh panas ini
yang disebabkan oleh manusia baik disengaja maupun biasanya disebut dengan istilah luka bakar. Terkena
tidak, atau bahkan semu. percikan api dan tersiram air panas merupakan
Panas dari kompor listrik atau korek api dan lilin, kecelakaan ringan, tetapi apabila tidak ditangani dengan
merupakan sebagian kecil dari contoh benda buatan tepat, maka dapat berakibat fatal. Tidak jarang orang
manusia yang dapat menghasilkan panas. Meskipun menggunakan bahan yang kurang tepat untuk
demikian benda-benda tersebut sangat dibutuhkan oleh meminimalisir dampaknya, yang justru memperparah
manusia, untuk memudahkan aktivitas mereka sehari- bahkan menyebabkan infeksi pada daerah luka bakar.
hari. Selain itu, panas yang tercipta karena ulah tangan
122 1: 121-128, 2018

Misalnya dengan menggunakan pasta gigi, garam, asam, Metode pengumpulan data yang digunakan
dan sebagainya. didalam penelitian adalah:
Selama ini Al-Qur’an dan hadis diidentikkan 1. Kepustakaan
dengan kebutuhan yang bersifat rohani dan kejiwaan, Studi kepustakaan dilakukan dengan membaca
padahal tidak hanya demikian. Sebenarnya setiap orang literatur-literatur yang berkaitan dan menunjang
apabila membaca Al-Qur’an Al-Karim dengan penuh penelitian, berupa pustaka cetak maupun elektronik
penghayatan dan perenungan, maka dia akan (data-data internet).
menemukan beragam ayat-ayat didalamnya yang 2. Dokumenter
disebut dengan I’jaz ath Thibbi (mukjizat ilmu Studi dokumentasi dilakukan dengan cara membaca
pengobatan), salah satunya adalah tanah. Dimana laporan-laporan penulisan sebelumnya serta artikel
segenggam tanah ternyata dapat membantu yang diakses dari internet, buku, maupun jurnal yang
menyembuhkan luka bakar. Mengingat hal tersebut sesuai dengan permasalahan. Pada metode ini
maka penulis ingin memberikan solusi mengenai penulis hanya mengambil data yang relevan dari
pengobatan luka bakar berlandaskan ayat-ayat Al- suatu sumber atau dokumen yang diperlukan.
Qur’an dan hadis, sehingga dengan penelitian ini 3. Intuitif Subjektif
diharapkan dapat memberikan pemahaman yang benar Menurut Simogaki dalam Ghofar (1999) intuitif
tentang penyakit dan pengobatan dalam bingkai Al- subjektif merupakan keterlibatan pendapat penulis
Qur’an secara komprehensif, sehingga mengantarkan atas masalah yang sedang dibahas.
manusia untuk menemukan kebenaran firman-Nya.
Judul yang diambil dalam penelitian ini adalah “Metode Metode analisa data
SITOBUN (Soil In Treatment Of Burn Wounds) sebagai Sehubungan dengan permasalahan yang tertulis pada
Pertolongan Pertama pada Luka Bakar: Wujud rumusan masalah dan pendekatan penulisan yang
Implementasi I’jaz ath Thibbi berdasarkan Hadis Nabi: digunakan, penulis menganalisa data-data yang
“Dengan menyebut Nama Allah, (debu) tanah bumi ini diperoleh dengan metode analisa deskriptif kualitatif,
dengan air ludah sebagian di antara kami dapat yaitu data yang diperoleh kemudian disusun, sehingga
menyembuhkan penyakit diantara kami dengan seizin mempermudah pembahasan masalah yang ada. Karena
Robb kami” (HR. Bukhari). titik fokus penulisan ini adalah penulisan berbasis
literatur (pustaka), maka data yang dikumpulkan
merupakan data kualitatif.
METODE Proses analisa data yang dilakukan dalam
penulisan ini terjadi secara bolak balik dan berinteraktif,
Jenis penulisan dan pendekatan penulisan yang terdiri dari:
Penyusunan naskah ini dilakukan dengan metode sistem 1. Pengumpulan data (data collection)
kepustakaan (library research) yakni mengumpulkan 2. Reduksi data (data reduction)
semua bahan bacaan yang berkaitan dengan masalah 3. Penyajian data (data display)
yang dibahas, kemudian memahami secara teliti dan 4. Pemaparan dan penegasan kesimpulan (conclusion
hati-hati sehingga menghasilkan temuan-temuan drawing and verification)
penelitian. Sebagai pendukung didalam tulisan ini, maka
penulis melakukan kegiatan studi literatur yang
mendalam, yakni dengan menggunakan penulisan PEMBAHASAN
deskriptif.
Metode deskriptif adalah suatu metode dalam Landasan dalam Islam untuk pemanfaatan tanah
meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu dalam pengobatan
sistem pemikiran, ataupun suatu kelas peristiwa pada Al-Qur’an menjadi pedoman hidup bagi umat Muslim
masa sekarang. Tujuan dari penulisan deskriptif adalah yang banyak mengandung berbagai dimensi.
untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara Diantaranya adalah akidah, hukum, tatanan pribadi dan
sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta, sosial, ekonomi, budaya hingga sejarah. Hal tersebut
sifat, serta hubungan antar fenomena yang diselidiki mengisyaratkan betapa Al-Qur’an ingin mencarikan
(Nazir, 2003). solusi hidup demi tercapainya kesejahteraan, baik
kesejahteraan yang bersifat lahir maupun kesejahteraan
Jenis data dan metode pengumpulan data yang bersifat batin.
Data yang dikumpulkan dalam penulisan ini adalah data Misi kehadiran Islam tertuang dalam al Maqashid
sekunder, yaitu sumber data penulisan yang diperoleh as Syari’ah atau tujuan pokoknya yakni untuk
secara tidak langsung atau melalui media perantara. memelihara agama, jiwa, akal, jasmani, harta kekayaan,
Data sekunder umumnya berupa bukti, catatan, atau dan keturunan. Setidaknya tiga komponen tersebut erat
laporan historis yang telah tersusun dalam arsip (data kaitannya dengan masalah kesehatan yakni memelihara
dokumenter), baik yang dipublikasikan maupun tidak jiwa, akal, dan jasmani. Jelas bahwa agama memiliki
dipublikasikan (Indriantoro & Soepomo, 2002). perhatian yang serius dengan masalah kesehatan.
MASRIKHAN – Metode SITOBUN (Soil In Treatment Of Burn Wounds) … 123

Kesehatan tidak hanya berpengaruh terhadap seseorang 3. Q.S. An-Nahl (16): 11: "Dia menumbuhkan
untuk teguh dan konsisten melakukan kegiatan ibadah, tanaman-tanaman untukmu, seperti zaitun, korma,
namun lebih dari itu kesehatan akan menjadikan umat anggur dan buah-buahan lain selengkapnya,
Islam semakin kuat menghadapi segala rintangan dalam sesungguhnya pada hal-hal yang demikian
rangka memenuhi tugasnya sebagai Khalifah Fi al-Ardl. terdapat tanda-tanda Kekuasaan Allah bagi
Firman Allah SWT surah Al-Isra’ ayat 82, yang artinya orang-orang yang mau memikirkan".
”Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yang 4. Q.S. An-Nahl (16): 69: "Dan makanlah oleh kamu
menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang bermacam-macam sari buah-buahan, serta
beriman dan Al-Qur’an itu tidaklah menambah kepada tempuhlah jalan-jalan yang telah digariskan
orang-orang yang zalim selain kerugian”. Tuhanmu dengan lancar. Dari perut lebah itu
Kata Syifa’ menurut Quraish Shihab, bisa diartikan keluar minuman madu yang bermacam-macam
kesembuhan atau obat, dan digunakan juga dalam arti jenisnya dijadikan sebagai obat untuk manusia. Di
keterbebasan dari kekurangan, atau ketiadaan aral dalamnya terdapat tanda-tanda Kekuasaan Allah
dalam memperoleh manfaat. Abu Al-Fida’ bagi orang-orang yang mau memikirkan".
mengemukakan bahwa barang siapa yang merenungkan
kata syifa’ dan rahmat, tentu ia akan menemukan Salah satu bahan yang diisyaratkan didalam Al-
pemahaman bahwa rahmat adalah sesuatu yang melekat Qur’an dan hadist bisa bermanfaat untuk obat adalah
pada kondisi penyembuhan. tanah. Berikut landasan yang bisa digunakan adalah:
Ibnu Al-Qoyyim Al-Jauziyyah menyatakan dalam 1. Firman Allah dalam Al-Qur’an tentang arti penting
kitabnya Zaadu Al-Ma’ad, juz 3, hal 178-179, sebagai tanah.
berikut: ”Al-Qur’an merupakan obat yang sempurna a. Surat Al-Anbiyaa ayat 30: “Dan dari air Kami
(manjur) untuk segala penyakit hati dan badan, dunia, jadikan segala sesuatu yang hidup”. Berdasarkan
dan akhirat. Namun tidak semua orang dianugerahi ayat tersebut didapatkan berbagai analisa tentang
keahlian dan kemampuan melakukan pengobatan komponen tubuh manusia beserta elemen dasarnya,
dengan Al-Qur’an. Apabila pengobatan melalui Al- yaitu bahwa komponen utama dari tubuh manusia
Qur’an itu dilakukan secara benar, tepat, penuh dua sepertiganya terdiri dari cairan. Kita
keyakinan, dan keimanan, serta hati yang mantap dan mendapatkan ayat tentang penciptaan manusia dari
memenuhi syarat-syaratnya, maka tidak ada satu air: “Dan Dia (pula) yang menciptakan manusia
penyakit pun yang mampu melawannya. Bagaimana dari air…” (Al-Furqon: 54). Ternyata selain cairan,
mungkin ada penyakit yang mampu melawan dan sisa komponen lainnya persis dengan unsur yang
mengalahkan kalam Allah, Tuhan pencipta langit dan terkandung dalam tanah, di mana tubuh manusia
bumi, yang seandainya kalam itu diturunkan di atas terdiri dari zat karbon, klorin, sulfur, fosfor, kalsium,
gunung, tentu ia akan lentur, tunduk dengan khusyuk zat besi, dan zat lainnya, yang serupa dengan
atau di atas bumi tentu ia akan hancur berkeping- kandungan yang terdapat pada tanah, maka hal ini
keping. Maka tidak ada suatu penyakit pun baik menjadi bukti ilmiah bahwa manusia diciptakan dari
penyakit hati maupun penyakit badan, melainkan tentu tanah, yang menegaskan juga bahwa tanah
didalam Al-Qur’an terdapat solusi yang menunjukkan mempunyai arti dan manfaat yang sangat penting.
terhadap obatnya, dan sebab-sebabnya, serta spirit b. Firman Allah tentang fakta penciptaan manusia dari
daripadanya bagi orang-orang yang dianugerahi oleh tanah.
Allah pemahaman untuk memahami kitab suci-Nya. Allah menentang keraguan orang-orang yang tidak
Barang siapa yang tidak sembuh dengan Al-Qur’an, meyakini adanya kehidupan setelah kematian
maka Allah tidak akan memberikan kesembuhan dengan fakta kebenaran penciptaan manusia dalam
baginya, dan barang siapa yang tidak cukup dengan Al- Firman-Nya: “Hai manusia, jika kamu dalam
Qur’an, maka Allah tidak memberikan kecukupan keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka
baginya”. (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan
Banyak ayat Al-Qur'an yang mengisyaratkan kamu dari tanah…” (Al-Hajj: 5), dengan bukti
tentang pengobatan karena Al-Qur'an diturunkan kebesaran-Nya dalam ciptaan-Nya: “Dan diantara
sebagai penawar dan rahmat bagi orang-orang yang tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan
mukmin, diantaranya yaitu: kamu dari tanah..” (Ar-Rum: 20) Dan ketika air
1. Q.S. Al Isra (17): 82: "Dan kami menurunkan Al- bertemu dengan tanah dan menjadi tanah liat Allah
Qur'an sebagai penawar dan rahmat untuk orang- berfirman: “Dan sesungguhnya Kami telah
orang yang mukmin". menciptakan manusia dari suatu (cairan) saripati
2. Q.S. Yunus (10): 57: "Hai manusia, telah datang (berasal) dari tanah” (Al-Mu`minun: 12).
kepadamu kitab yang berisi pelajaran dari
Jadi dalam tubuh manusia terdapat dua pertiga dari
Tuhanmu dan sebagai obat penyembuh jiwa,
unsur air yang menjadi komponen utama tubuh serta
sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang
hampir sepertiga kandungan lainnya tersusun dari zat-
yang beriman".
zat tanah. Dan ayat-ayat Al-Qur’an telah
124 1: 121-128, 2018

mengkonfirmasi fakta-fakta tersebut sejak 14 abad yang yang diciptakan Allah. Lebih dari itu, tanah adalah alat
lalu. pencuci yang murah, bermanfaat dan mudah diperoleh
2. Hadis Nabi tentang arti penting tanah. di seluruh dunia. Oleh sebab itu, penggunaan air dan
Kaum Muslim mengangggap tanah mempunyai manfaat tanah dapat mendekatkan umat Islam kepada alam dan
yang sangat penting dalam bidang kesehatan, contohnya merupakan kunci kehidupan.
dalam menangani kemungkinan penyakit yang
disebabkan air liur anjing. Dikalangan masyarakat Keistimewaan dan kelebihan tanah dalam
Islam, anjing sinonim dengan perkataan najis pengobatan
mughallazah. Lantaran itu boleh dikatakan rata-rata Tanah mempunyai banyak kelebihan dan keistimewaan,
orang Islam ‘tidak berani’ mendekati anjing, apalagi sehingga bisa digunakan sebagai alternatif pengobatan,
menyentuhnya. Anjing sebagai sesuatu yang najis, diantaranya adalah:
termaktub dalam hadis sahih riwayat Muslim, Ahmad 1. Mempunyai kandungan obat yang dapat
dan lain-lain. Nabi Muhammad bersabda maksudnya: menyembuhkan penyakit.
“Sucinya bejana salah seorang dari kamu yang dijilati a. Ahli sains di Norwegia menemukan sejenis ulat di
anjing adalah dengan dibasuh bejana itu tujuh kali tanah yang mampu menghasilkan obat dinamakan
dengan air dan pada basuhan pertama dicampur cyclosporin. Ulat ini digunakan sebagai obat setelah
dengan tanah”. Mungkin timbul persoalan mengapa pembedahan dan pemindahan organ (anti-rejection
Rasulullah menyuruh umatnya menggunakan tanah drug) (Abidin, 2008).
untuk mencuci bekas wadah yang dijilat anjing. Semua b. Seorang peneliti menemukan bakteri dari tanah yang
sabda yang dituturkan oleh baginda Rasulullah dapat menghasilkan sejenis obat bernama ivermectin
merupakan kebenaran yang berasal dari Allah, dan di yang mampu mengobati penyakit parasit (parasitic
antara keajaiban-keajaiban ilmiah yang telah beliau infection) yang sering menyerang binatang ternak.
sampaikan kepada umatnya, yaitu mengenai Obat ini menunjukkan aktivitas spektrum luas
keistimewaan tanah. terhadap nematoda maupun arthropoda. Obat ini
digunakan secara luas untuk tungau sarcoptes pada
hewan dan manusia (Griana, 2013).
ً ‫طهورا‬
َ ‫جعلت لي األرض مسجدا ً و‬ c. Pada tahun 1980-an, ilmuwan menemukan satu
bahan kimia dari tanah di Spanyol. Ia digunakan
Artinya: “Bumi dijadikan untukku sebagai tempat sujud untuk menghasilkan obat yang mampu menurunkan
(masjid) dan alat bersuci” kadar kolesterol dalam darah (cholesterol-lowering
drug) (Abidin, 2008).
Sebagaimana yang dijelaskan dalam Hadis bahwa
d. Dalam konteks pemindahan organ, diantara masalah
tanah merupakan unsur yang bersih (‫)طهور‬, dan Allah
besar yang sering dihadapi adalah penolakan organ
juga menerangkan bahwa air yang turun dari langit
baru oleh badan penerima dan reaksi ini dapat
merupakan cairan yang bersih. Jika kita merenungkan
membahayakan nyawa. Pada pertengahan 1980-an,
kandungan makna kata (‫ )طهور‬dalam literatur Arab,
ilmuwan menemukan satu bahan yang mampu
menunjukkan kepada sesuatu materi yang digunakan
membantu proses penolakan organ dengan cara
untuk bersuci atau membersihkan sesuatu seperti yang
membantu proses tertentu dalam sistem pertahanan
dijelaskan dalam kamus Mujam Muhith, maka (‫)طهور‬
tubuh (immune system). Bahan ini diperoleh dari
atau sesuatu yang dipakai untuk bersuci merupakan isim
tanah bukit dan produk yang didapat darinya
masdhar (dalam kaedah bahasa arab) yang berarti
dikenali sebagai Prograf. Produk ini digunakan
sesuatu yang suci dan mensucikan.
sebagai obat kepada pasien yang terpaksa menjalani
Berdasarkan hal-hal di atas terutama berpijak dari
pembedahan pemindahan hati (liver transplant) pada
hadis-hadis Rasulullah, mungkin bisa dipahami bahwa
tahun 1994 (Abidin, 2008).
tanah memiliki elemen yang steril dan dapat membasmi
kuman (desinfektan). Penelitian membuktikan bahwa 2. Mengandung bahan-bahan yang sangat bermanfaat
dalam air liur anjing ada bakteri yang hanya dapat bagi manusia.
dimatikan oleh tanah yang dicampur air. Menurut ahli Dr. Danial Zainal Abidin menulis dalam bukunya
sains, dalam air liur setiap makhluk yang hidup di bumi bertajuk Empayar Minda Muslim mengenai tanah:
ini ada bakteri yang tidak terhitung banyaknya. “Tanah mempunyai komposisinya sendiri, 45%
Contohnya, manusia mengeluarkan 1,5 liter air liur darinya adalah zat logam (galian), 25% udara, 25%
dalam sehari. Dalam setiap satu mililiter air liur yang air dan 5% adalah bahan-bahan organik. Penemuan
dikeluarkan ada 750 ribu juta bakteri. Ketika mulut yang lain yaitu disebuah ladang jagung, seorang
mengandung sisa-sisa makanan yang tidak dibersihkan pelajar dari Universitas Wisconsin menemukan
atau selepas bangun tidur, bilangan bakteri itu sejenis protein dari bakteri tertentu yang dapat
bertambah tujuh kali banyaknya. Ini dinisbahkan kepada mengeluarkan es (bacterial ice-forming protein),
air liur manusia, makhluk paling suci. Apabila dan saat ini bakteri tersebut digunakan untuk
seseorang Muslim bersuci dengan tanah, dia juga mengeluarkan es di pusat ski. Di Indonesia, para
mendekatkan dirinya kepada alam dan kunci kehidupan peneliti menemukan sejenis bahan dari mikroba
MASRIKHAN – Metode SITOBUN (Soil In Treatment Of Burn Wounds) … 125

tertentu (microbial molecule) dalam tanah yang Islam, salah satunya adalah ketentuan membasuh
mampu menggantikan kanji (starch) dengan bekas air liur anjing sebanyak tujuh kali dan
glukosa.” (Abidin, 2008). dicampur dengan tanah, dapat dilakukan diawal atau
3. Sumber bahan antibiotik. diakhir. Sebagaimana dalam sahihnya Imam Muslim
Saat ini kira-kira 3,222 antibiotik diperoleh dari (Muslim, ”Tahara”: 91) Rasulullah bersabda: ”Jika
kuman yang kebanyakan berasal dari tanah. Adapun seekor anjing menjilat mangkukmu, basuhlah
beberapa produknya adalah erythromycin, tujuh kali, yang pertama dengan tanah dan
streptomycin dan tetracycline. Dalam sebuah studi enam berikutnya dengan air”. Ternyata hadis ini
baru, para ilmuwan mengatakan bahwa salah satu mengandung prinsip kesehatan yang diakui secara
fungsi tanah terutama tanah dari gunung berapi modern. Dewasa ini, terbukti secara ilmiah bahwa
adalah dapat menghapus kuman yang lebih ganas. tanah adalah antiseptik yang bagus yang memuat
Oleh karena itu, mereka memproduksi antibiotik substansi seperti tetrasiklin. Dalam sebuah forum
pembunuh bakteri berbahaya, yang diambil dari tentang kesehatan umum para dokter
jenis tanah tertentu. Setelah melalui penelitian mengemukakan rahasia mengapa harus
panjang di laboratorium, mereka menemukan bahwa menggunakan tanah dan tidak bahan lainnya. Dalam
tanah liat dapat menghapus seluruh bakteri dalam forum tersebut, dijelaskan sebagai berikut: ”Hikmah
waktu 24 jam. Beberapa tahun yang lalu seorang tujuh kali basuhan yang salah satunya dengan tanah
dokter Perancis Line Brunet de Course menemukan dalam menghilangkan najis jilatan anjing adalah
spesifik dari tanah hijau Perancis, yang dapat bahwa virus anjing itu sangat kecil dan lembut.
digunakan sebagai antibiotik untuk pengobatan di Sebagaimana diketahui, semakin kecil ukuran
Pantai Gading dan Kenya. Organisasi Kesehatan mikroba, ia akan semakin efektif untuk menempel
Dunia (WHO) mengganggap hal tersebut sebagai dan melekat pada dinding sebuah wadah. Air liur
penemuan yang mengagumkan. Setelah itu Dr. anjing yang mengandung virus berbentuk pita cair
Linda Williams juga mengkonfirmasi bahwa tanah dalam hal ini, tanah berperan dalam menyerap
merupakan zat yang sangat bersih, dimana zat-zat mikroba beserta virus yang menempel dengan
tersebut mengendalikan aktivitas mikroba, yang lembut pada wadah”.
pada akhirnya dapat melemahkan dan 6. Mempunyai kemampuan untuk membunuh kuman.
menghilangkannya. Selain itu para peneliti Secara ilmiah tanah mengandung dua materi yang
menemukan bahwa beberapa jenis tanah di Afrika dapat membunuh kuman. Menurut para dokter, ilmu
Selatan dapat menghasilkan suatu jenis antibiotik kedokteran modern telah menetapkan bahwa tanah
yang bisa membunuh bakteri yang tidak dapat mengandung dua materi: tetracycline dan tetarolite.
dibunuh dengan antibiotik lainnya. Penemuan ini Dua unsur ini digunakan untuk proses pembasmian
diterbitkan dalam jurnal “New World” di tahun (sterilisasi) beberapa kuman. Beberapa dokter
2006. Menurut peneliti Juni Wang di laboratorium peneliti terdahulu memperkirakan bahwa tanah
Merck Research di New Jersey yang menemukan kuburan mengandung kuman tertentu yang berasal
Penemuan ini: “Sekarang kesempatan baru telah dari bangkai mayat yang dikubur. Namun sekarang,
muncul dalam rangka untuk menghasilkan antibiotik beberapa eksperimen dan hipotesa menjelaskan
dari tanah” (Abidin, 2008). bahwa tanah merupakan unsur yang efektif dalam
membunuh kuman. Demikian yang dilansir oleh
4. Mempunyai kemampuan untuk membersihkan
himpunan para dokter ahli. Mereka berpendapat
kotoran.
sebagai berikut: ”Pada masa modern ini, para
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pernah
ilmuwan telah melakukan analisis terhadap tanah
membuat kajian untuk menilai kemampuan tanah
kuburan untuk mengetahui kuman yang
sebagai alat pencuci kotoran. Kajian ini dilakukan di
membahayakan dalam jumlah yang banyak. Asumsi
Bangladesh pada tahun 1993. Hal ini bertujuan
ini berdasarkan sebuah fakta bahwa banyak manusia
untuk membandingkan daya cucian yang ada pada
yang meninggal dunia karena penyakit yang
sabun biasa, abu, dan tanah liat. Dua puluh wanita
ditularkan kuman. Namun setelah diadakan
dari Dhaka terlibat dalam kajian ini. Sebagian dari
penelitian, ternyata mereka tidak menemukan bekas
mereka mencuci tangan dengan sabun, abu dan
apapun dari kuman penyakit tersebut di dalam tanah.
tanah liat. Mereka melakukannya dengan cara
Akhirnya, mereka menarik sebuah kesimpulan
berbeda selama lima hari. Alasannya adalah sabun,
bahwa tanah memiliki keunggulan dalam membunuh
abu, dan tanah liat adalah sama-sama berfungsi
kuman yang membahayakan. Jika tidak, tentu
sebagai bahan pencuci, jika dilakukan dengan cara
kuman tersebut akan bertambah banyak dan
yang benar (Abidin, 2008).
menyebar kemana-mana (Yulianto, 2017) Padahal
5. Dapat menghilangkan najis akibat air liur anjing jauh sebelum mereka menemukan kesimpulan
dikalangan umat muslim. Sebagai seorang muslim tersebut, Nabi Muhammad telah mengukuhkan hal
merupakan suatu kewajiban untuk menaati segala itu dalam hadis-hadisnya, seperti yang tercantum di
ketetapan yang telah ditetapkan oleh syariat agama atas.
126 1: 121-128, 2018

7. Bisa digunakan sebagai bahan sterilisasi. luka bakar, mereka akan menggunakan semua bahan
Menurut Muhammad Kamil abd Al-Shamad dalam atau obat yang mereka temui, padahal belum tentu
Agus Yulianto (Republika.co.id), tanah mengandung bahan-bahan tersebut dapat diterima kulit dengan baik.
unsur yang cukup kuat menghilangkan bibit Beberapa contoh bahan yang sering dipakai dan
penyakit dan kuman. Hal ini berdasarkan bahwa memberikan dampak memperparah luka bakar adalah
molekul yang terkandung di dalam tanah menyatu pasta gigi, kecap, minyak, dan oli. Alasan-alasan yang
dengan kuman tersebut, sehingga mempermudah melandasi penggunaan bahan tersebut misalnya pasta
dalam proses sterilisasi kuman secara menyeluruh. gigi adalah bahwa orang-orang berasumsi dengan
Selain itu dikalangan dokter sudah sepakat bahwa memberikan pasta gigi pada luka bakar dapat
virus penyebab penyakit akan mencapai puncaknya mengurangi rasa panas pada kulit. Tetapi ternyata hal
dalam ukuran kecil. Semakin kecil bentuknya, maka itu justru membahayakan bagi kulit karena ada salah
kemampuan virus untuk melekat akan bertambah. satu zat kimia yang terkandung dalam pasta gigi yang
Membasuh menggunakan tanah lebih kuat dalam bersifat keras dan kuat (hampir berfungsi sama dengan
proses sterilisasi dibanding membasuh dengan air, pemutih pakaian) yaitu penghilang noda. Apabila zat
karena kekuatan tanah dalam menghentikan reaksi tersebut mampu menghilangkan noda pada gigi, maka
air liur anjing dan virus-virus yang terkandung apabila dioleskan pada kulit yang terluka maka efek
didalamnya, lebih besar dibandingkan dengan yang timbul akan jauh lebih parah.
mengguyurkan air atau menggunakan daya tekan Demikian juga penggunaan air es atau air yang
pada wilayah antara cairan (air liur anjing) dan terlalu dingin (dibawah 150C) tidak dianjurkan dalam
tanah. Secara fisika hal tersebut dapat diumpamakan membasuh luka bakar. Menurut Aditya Wardhana,
seperti memasukan kapur tulis pada bagian tinta. Spesialis Bedah Plastik Fakultas Kedokteran UI
(TEMPO.com) air yang dingin dapat menyebabkan
Cara memberikan pertolongan pertama pada luka pembuluh darah menyusut. Kalau pembuluh darah
bakar dengan menggunakan tanah menyusut maka peredaran darah tidak akan berjalan
Luka bakar adalah luka yang disebabkan oleh api, uap stabil, dan dapat menyebabkan terganggunya
panas, dan benda-benda panas lainnya. Suhu yang tinggi metabolisme tubuh, salah satunya adalah suhu tubuh.
(>60°C) dapat merusak jaringan kulit manusia terutama Contohnya apabila ujung jari diikat, maka ujung jari
bagian atas (permukaan kulit, epidermis). Hal ini menjadi dingin dan berwarna biru serta sulit untuk
disebabkan sel-sel epitel penyusun epidermis merasakan suhu sekitar dengan jari tersebut. Hal
hangus/terbakar, dan sel-sel tersebut akan digantikan tersebut disebabkan sedikitnya darah yang mengalir
oleh sel-sel epitel baru yang berada di bawahnya. Untuk pada ujung jari.
menjaga kestabilan suhu permukaan tubuh, secara Begitu juga pada luka bakar, tubuh dapat
spontanitas plasma tubuh akan mengirimkan keping- mengalami hipotermia yaitu suatu keadaan dimana
keping darah (trombosit), yang bertujuan mengurangi tubuh kehilangan panasnya sehingga suhu tubuh berada
panas berlebih di permukaan tubuh (epidermis). Jika hal dibawah batas normal (kurang dari 370C). Jika
ini terus menerus berlangsung, maka sel-sel baru yang seseorang telah mengalami hipotermia maka orang
terbentuk akan terlalu muda untuk menggantikan sel-sel tersebut akan kesulitan untuk mempertahankan kondisi
yang lama. Saraf-saraf permukaan kulit akan sangat tubuhnya sehingga dapat mengancam hidupnya.
sensitif jika tersentuh, yang dapat menyebabkan rasa Tanah merupakan sumber daya alam yang
sakit atau ngilu, sedangkan cairan plasma yang tidak jumlahnya sangat melimpah, baik dari segi ekonomi
dapat keluar dari permukaan tubuh akan menguap di maupun efektifitas tanah yang jauh lebih
dalam sel dan menyebabkan sel-sel tersebut menguntungkan digunakan sebagai pertolongan pertama
melembung. Apabila hal ini terjadi dalam waktu yang pada luka bakar bagi manusia. Mengingat kandungan
cukup lama, sel tersebut akan menyusut dengan diharapkan mampu meminimalisir adanya infeksi pada
sendirinya, dan seandainya terjadi seperti ini janganlah luka bakar, karena rentannya luka tersebut terhadap
sekali-kali berusaha untuk menghilangkan sel-sel kuman. Salah seorang ahli biologi Dr. Haydel berkata:
tersebut karena jika dilakukan akan menimbulkan bekas "Sekarang kita harus mencari tahu hubungan antara
yang sulit dihilangkan. ilmu bumi dan sel-sel hidup, setahun yang lalu saya
Kulit yang terkena luka bakar akan menunjukkan hanya memandang tanah sebagai materi kotor, dan
gejala seperti: berwarna kemerah-merahan, yang disertai sekarang saya menganggapnya sebagai materi yang
dengan rasa panas dan sakit. Biasanya luka ini akan steril".
sembuh dengan sendirinya dalam waktu 3 sampai 7 Hal-hal yang mendasari penggunaan tanah
hari. Penyembuhannya sendiri biasanya akan terjadi sebagai obat pertolongan pertama pada luka bakar
pengelupasan pada kulit dalam kurun waktu yang adalah:
sementara. Contoh yang paling umum adalah luka bakar 1. Kecilnya kemungkinan efek samping yang
akibat sinar matahari (Darwis dkk, 2003). ditimbulkan oleh tanah, karena tanah merupakan
Dikalangan masyarakat awam yang belum bahan alami.
mengetahui cara memberikan pertolongan pertama pada
MASRIKHAN – Metode SITOBUN (Soil In Treatment Of Burn Wounds) … 127

2. Efisiensi biaya karena proses pembuatan mudah dan beberapa kitab hadis memanfaatkan tanah sebagai salah
sederhana, serta dapat dipraktekkan oleh siapa pun satu syarat sahnya bersuci dari najis mughalazah, sabda
dan kapan pun. nabi dalam sahihnya Imam Muslim (Muslim, “Tahara”:
3. Meminimalisir resiko lebih lanjut dari dampak luka, 91) yang artinya “Jika seekor anjing menjilat
karena rentannya luka terhadap kuman dan infeksi. mangkukmu, basuhlah tujuh kali, yang pertama dengan
4. Lebih cepat dalam penyembuhan karena cara tanah dan enam berikutnya dengan air”. Ternyata hadis
tersebut bermanfaat untuk mendinginkan luka bakar, ini mengandung prinsip kesehatan yang diakui secara
mengurangi nyeri dan pembengkakan akibat modern. Dewasa ini, terbukti secara ilmiah bahwa tanah
menumpuknya cairan di sel. adalah antiseptik yang bagus yang memuat substansi
seperti tetracyclin.
Sebagaimana menurut Aditya Wardhana
(TEMPO.com), hasil penelitian menyebutkan
mengalirkan air di kulit terbakar selama 20 menit dapat KESIMPULAN
mempercepat pembentukan jaringan di sekitar lokasi
luka bakar dalam 2 minggu. Air mengalir ini juga dapat Kesimpulan dari penelitian ini adalah:
mengurangi jaringan bekas luka bakar dalam waktu 1. Landasan dalam Islam yang bisa digunakan sebagai
sekitar 6 minggu. Jadi apabila menggunakan adonan dasar pemanfaatan tanah untuk pengobatan adalah:
tanah, maka proses penyembuhan akan jauh lebih cepat. a. Firman-firman Allah, yaitu antara lain:
Cara memberikan pertolongan pertama pada luka - Surah al Isra ayat 82
bakar dengan tanah adalah sebagai berikut: - Surah Al-Anbiyaa
 Sebelumnya buatlah adonan tanah seperti berikut: - Surah Al-Hajj ayat 5
1. Ambillah tanah secukupnya, lebih baik - Surah Ar-Rum ayat 20
menggunakan tanah yang diyakini - Surah Al-Mu`minun ayat 12
kebersihannya. Tanah yang dipakai adalah tanah - Surah Al-Furqon ayat 54
golongan A (dianjurkan tanah untuk membuat b. Hadist Nabi Muhammad yang diriwayatkan
batu bata dan tidak dianjurkan menggunakan Muslim, Ahmad, dan lain-lain, yaitu “Nabi
tanah pasir). Muhammad bersabda “Sucinya bejana salah
2. Campurlah tanah dengan air sehingga campuran seorang dari kamu yang dijilati anjing adalah
tersebut berbentuk seperti jenang atau bubur, dengan dibasuh bejana itu tujuh kali dengan air
rasio antara air dengan tanah seperti membuat dan pada basuhan pertama dicampur dengan
batu bata (±1:3). tanah”. Selain itu hadis Nabi yang lain adalah:
 Berikut langkah-langkah memberikan pertolongan “Bumi dijadikan untukku sebagai tempat sujud
pertama pada luka bakar: (masjid) dan alat bersuci.”
1. Pindahkan korban ke tempat aman. 2. Keistimewaan dan kelebihan tanah sehingga dapat
2. Bersihkan korban dari material yang masih dipakai dalam pengobatan adalah:
terbakar dari tubuhnya. a. Mempunyai kandungan obat yang dapat
3. Usahakan korban tetap dalam keadaan nyaman menyembuhkan penyakit.
dan tidak banyak bergerak. b. Mengandung bahan-bahan yang sangat
4. Lumuri luka bakar dengan adonan tanah yang bermanfaat bagi manusia.
telah dibuat dengan ketebalan lebih dari 0,5 cm c. Sumber bahan antibiotik.
(lebih banyak lebih baik). d. Mempunyai kemampuan untuk membersihkan
5. Kemudian balut dengan kain bersih. kotoran.
6. Jangan dilepas sebelum tanah mengering. e. Dapat menghilangkan najis akibat air liur anjing
 Cara melepas pembalut luka dikalangan umat muslim.
1. Lepas tanah perlahan dengan dialiri air hangat. f. Mempunyai kemampuan untuk membunuh
2. Jangan memaksa melepas tanah yang menempel kuman.
pada luka, karena dapat menyebabkan iritasi. g. Bisa digunakan sebagai bahan sterilisasi.
3. Cara memberikan pertolongan pertama pada luka
Dalam pelaksanaan pengobatan ini, harus disertai bakar dengan menggunakan tanah adalah:
dengan keyakinan dan kepasrahan bantuan Allah SWT. a. Membuat adonan dari tanah seperti bubur.
Allah dengan segala kesempurnaan-Nya telah b. Melumuri luka bakar dengan adonan tanah yang
membuktikan kasih sayang-Nya kepada umat manusia. telah dibuat dengan ketebalan lebih dari 0,5 cm
Allah telah mengisyaratkan akan kegunaan tanah bagi (lebih banyak lebih baik), kemudian dibalut
manusia seperti firman-Nya dalam surat Al-Baqarah dengan kain bersih dan tidak dilepas sebelum
ayat 29 yang artinya: “Dialah (Allah) yang menciptakan tanah mengering.
segala sesuatu yang ada di bumi untukmu….” Tanah c. Melepas pembalut luka dari tanah dengan cara
merupakan salah satu yang diisyaratkan dalam firman dialiri air hangat.
tersebut, hal ini diperkuat dengan hadis nabi yang dalam
128 1: 121-128, 2018

DAFTAR PUSTAKA Shihab, Quraish. 2001. “Tafsir Al Mishbah”. Jakarta: Lentera


Hati.
Abidin, Zaenal. 2008. Minda Muslim Super. Kuala Lumpur: Tias Pramesti Griana, Scbies: Penyebab, Penanganan dan
PTS Millenia SDN. BHD. Pencegahannya. Malang: Journal El-Hayah vol.4, No.1
Darwin, Allan, dkk. 2003. Pedoman Pertolongan Pertama September 2013.
Edisi Kedua. Jakarta: Kantor Pusat Palang Merah Wardhana, Aditya. 24 Oktober 2012. Hasil Seminar Tentang
Indonesia. Luka Bakar. FKUI.TEMPO.CO. di laman
Kamil Abdushahamad, Muhammad. 2004. “Mukjizat Ilmiah https://gaya.tempo.co/read/436891/cara-pertolongan-
dalam Al-Qur’an, terj”. Jakarta: P.T. Akbar. pertama-untuk-luka-bakar diakses pada 06 Maret 2018
pukul 08.39 WIB.
Mahmud Muhammad, Mahir Hasan. 2007. “Mukjizat
Kedokteran Nabi, terj” Jakarta: Qultum Media, Cet. I. Yulianto, Agus. Republika. Co. Id: Inilah Alasan Nabi SAW
Melarang Kita Mendekati Anjing, diunggah pada Senin 18
Rembulan, Vidianka. 2015. Potency of Honey in Treatment of
Desember 2017 pukul 04:00 WIB di laman
Burn Wounds. Lampung: Universitas Lampung.
http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-
Salim, DR. Ahmad Husain Ali. 2006. Terapi Al-Qur’an untuk nusantara/17/12/18/p141ao396-inilah-alasan-nabi-saw-
Penyakit Fisik dan Psikis Manusia. Jakarta: Penerbit Asta melarang-kita-mendekati-anjing diakses pada 06 Maret
Buana Sejahtera. 2018 pukul 08.39 WIB.
ISSN 2622-9439; E-ISSN 2622-9447
Volume 1, September 2018
Halaman: 129-138

Tombi (waste of tobacco stem as multi-biopesticide and blue industry):


Studi Kelayakan Limbah Batang Tembakau Sebagai Multi-pestisida
Nabati dan Blue Industry di Kabupaten Temanggung Sebagai Wujud
Manifestasi Surat Ali Imron: 190-191
Muhammad Khaedzar Assagaf*, Masrikhan
Program Studi Teknik Industri Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga
Jl. Marsda Adisucipto Yogyakarta 55281 - Indonesia
Email: khaedzarassagaf996@gmail.com*

Abstrak. Kabupaten Temanggung merupakan salah satu daerah penghasil tembakau terbesar di Jawa Tengah, Indonesia.
Berdasarkan data Statistik Perkebunan Indonesia Komoditas Tembakau tahun 2014-2016. Kabupaten Temanggung mempunyai luas
areal tanam sebesar 15.730 Ha, luas areal panen 12.587 Ha, produksi sebesar 6.923 Ha, produktivitas sebesar 550 Kg/Ha, dan jumlah
petani mencapai 52.443 jiwa. Namun tanaman tembakau yang dimanfaatkan petani Temanggung hanya sebatas pada bagian daun.
Sedangkan struktur tanaman tembakau lain seperti batang, bunga, dan akar tidak dimanfaatkan kembali. Padahal Allah telah
mengisyaratkan bahwasanya segala ciptaan Allah tidak ada yang sia-sia semua pasti ada manfaatnya sebagaimana yang termaktub
dalam Q.S. Ali-Imron: 190-191. Oleh karena itu, dalam rangka membuktikan kebenaran Kalam Allah maka penulis menyusun
naskah ini. Metode yang digunakan adalah metode kepustakaan (library research), yakni mengumpulkan semua bahan bacaan yang
berkaitan dengan masalah yang dibahas, kemudian memahami secara teliti dan hati-hati sehingga menghasilkan temuan-temuan
penelitian. Sebagai pendukung dalam tulisan ini, penulis melakukan kegiatan studi literatur dengan menggunakan penulisan
deskriptif. Berdasarkan pendekatan yang digunakan dalam tulisan ini dapat diketahui bahwa limbah batang tembakau yang
mengandung nikotin dapat dijadikan sebagai pestisida nabati. Bioinsectisida yang berbahan baku nikotin dapat digunakan untuk
membasmi hama: ulat P. Xylostella, Scirpophaga innota, Drosophila melanogaster, Spodoptora litura. F, ulat kubis, walang sangit,
PBKo (Penggerek Buah Kopi) dan kutu putih. Nikotin juga dapat dimanfaatkan sebagai bionematisida. Selain itu, nikotin juga dapat
digunakan sebagai biofungisida. Mengingat besarnya manfaat nikotin sebagai pestisida nabati, maka penulis mengusulkan adanya
ekstrasi limbah batang tembakau sehingga dapat diproduksi secara komersil sebagai embrio blue industry. Berdasarkan hasil
penelitian dari aspek operasional, teknologi, produksi, industri, lingkungan hidup dan SDM maka usaha tersebut layak untuk
direalisasikan. Sedangkan berdasarkan aspek pemasaran dan manajemen masih membutuhkan cukup koreksi. Kelayakan tersebut
diperkuat dengan hasil perhitungan NPV (Rp. 40.158.840,00), Pay Back Periode (kurang dari setahun, modal telah kembali). Hasil
analisis BEP menunjukkan bahwa usaha ini akan mengalami titik impas apabila jumlah produksi dan penjualan mencapai 3.610 unit
atau harga jual per unit sebesar Rp. 6.500,00. Dengan adanya temuan tersebut maka terbuktilah bahwa tidak ada ciptaan Allah yang
diciptakan dengan sia-sia. Seandainya ada suatu ciptaan Allah yang belum diketahui secara pasti fungsinya, bukan berarti ciptaan
Allah yang sia-sia. Melainkan akal pikiran manusia belum mampu membuktikannya.

Kata kunci: Temanggung, Biopestisida, Blue industry

PENDAHULUAN Kabupaten Temanggung merupakan salah satu


daerah penghasil tembakau terbesar di Jawa Tengah,
Salah satu mukjizat Al-Qur’an adalah banyaknya ayat Indonesia. Berdasarkan data Statistik Perkebunan
yang memuat informasi tentang penciptaan alam yang Indonesia Komoditas Tembakau pada tahun 2014-2016.
menantang pembacanya untuk merenungkan dan Kabupaten Temanggung mempunyai luas areal tanam
mengungkap kebesaran Allah berdasarkan ayat-ayat sebesar 15.730 Ha, luas areal panen 12.587 Ha,
tersebut. Sebagaimana firman Allah dalam Q.S. Ali- produksi sebesar 6.923 Ha, produktivitas sebesar 550
Imran: 190-191 yang memiliki arti “Bahwa Kg/Ha, dan jumlah petani mencapai 52.443 jiwa.
sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang manfaat
pergantian malam dan siang, terdapat tanda-tanda tembakau selain sebagai bahan baku rokok
(kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berakal, yaitu menyebabkan opini negatif masyarakat Indonesia
orang-orang yang senantiasa mengingat Allah dalam semakin lama semakin kuat. Menurut Abdullah dan
keadaan berdiri, duduk, dan berbaring, dan memikirkan Soedarmanto (1982) bahwa tembakau disamping
penciptaan langit dan bumi (seraya berkata),” Ya mendatangkan devisa negara yang tinggi, juga selama
Tuhan kami, tidaklah Engkau ciptakan semua ini ini dapat menjadi alternatif mengatasi pengangguran.
dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, lindungilah kami Ketergantungan petani tembakau baik dari segi
dari siksa api neraka”. ekonomi, sosial, dan budaya telah mendorong
130 1: 129-138, 2018

dilakukannya pemanfaatan atau diversifikasi tembakau memang sangat praktis dan memberikan reaksi cepat
untuk produk selain rokok yang bermanfaat bagi dan efektif dalam penggunaannya. Bahkan dalam
kehidupan, misalnya untuk kesehatan, farmasi, kosmetik produksi TOMBI, limbah produksi berupa remahan
(parfum), pestisida nabati, pupuk, minyak atsiri serta batang tembakau masih dapat dimanfaatkan untuk
dimungkinkan sebagai salah satu wisata agro yang dijadikan sebagai Mulsa ataupun sebagai bahan baku
sangat menarik dan menjanjikan untuk dikembangkan. bubur kertas. Sehingga produksi TOMBI telah
Selama ini manfaat tembakau sebagaimana diatas hanya memenuhi syarat sebagai bagian industri yang memiliki
diketahui sebagian kecil dan publikasi manfaat konsep blue industry dimana tidak ada limbah dalam
tembakau sangat tidak berimbang dibandingkan isu proses produksinya (zero waste).
negatifnya. Sebagaimana petani tembakau di Kabupaten
Temanggung, tanaman tembakau yang dimanfaatkan
petani Temanggung hanya sebatas pada daunnya saja. METODE PENELITIAN
Sedangkan struktur tanaman tembakau lain, seperti
batang, bunga, dan akarnya dikesampingkan atau tidak Jenis penulisan dan pendekatan penulisan
dimanfaatkan kembali. Padahal batang, bunga, dan Penyusunan naskah ini dilakukan dengan metode sistem
akarnya, terutama bagian batang masih mengandung kepustakaan (library research) yakni mengumpulkan
nikotin yang dapat dimanfaatkan menjadi pestisida semua bahan bacaan yang berkaitan dengan masalah
nabati. Nikotin mempunyai rumus molekul C10H14N. yang dibahas, kemudian memahami secara teliti dan
Nikotin merupakan cairan bening berwarna agak hati-hati sehingga menghasilkan temuan-temuan
kekuningan mempunyai kenampakan seperti minyak, penelitian. Sebagai pendukung dalam penulisan ini,
larut dalam air dan juga larut dalam organik pada penulis melakukan kegiatan studi literatur dengan
umumnya, seperti etanol, petroleum, eter, dan kloroform menggunakan penulisan deskriptif.
(Mursyidi, 1990). Metode deskriptif adalah suatu metode dalam
Selain itu, berkembangnya konsep blue industry di meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu
era industri saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi sistem pemikiran, ataupun suatu kelas peristiwa pada
pelaku bisnis agar dapat meminimalkan limbah yang masa sekarang. Tujuan dari penulisan deskriptif ini
dihasilkan atau bahkan tidak ada sama sekali (zero adalah untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan
waste). Blue industry atau biasa dikenal dengan konsep secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-
blue economy adalah sebuah konsep yang fakta, sifat, serta hubungan antar fenomena yang
dikembangkan untuk menjawab tantangan bahwa sistem diselidiki (Nazir, 2003).
ekonomi dunia cenderung eksploitatif dan merusak
lingkungan. Selain karena limbah, alam juga rusak Jenis data dan metode pengumpulan data
dikarenakan eksploitasi melebihi kapasitas atau daya Data yang dikumpulkan dalam penulisan ini adalah
dukungnya. Konsep blue industry mempunyai esensi data sekunder, yaitu sumber data penulisan yang
agar industri mencontoh alam, yaitu cara kerja diperoleh secara tidak langsung melalui media
ekosistem (sesuai apa yang disediakan alam dan cara perantara. Data sekunder umumnya berupa bukti,
kerja dengan efisiensi tinggi). Oleh karena itu, maka catatan, atau laporan historis yang telah tersusun dalam
disusun naskah yang berjudul “TOMBI (Waste of arsip (data dokumenter), baik yang dipublikasikan
Tobacco Stem as Multi-Biopesticide and Blue maupun tidak dipublikasikan (Indriantoro & Soepomo,
Industry): Studi Kelayakan Limbah Batang 2002).
Tembakau sebagai Multi-Pestisida Nabati dan Blue Metode pengumpulan data yang digunakan
Industry di Kabupaten Temanggungsebagai Wujud didalam penelitian ini adalah dengan metode:
Manifestasi Surat Ali-Imron:190-191”. Ketersediaan 1. Kepustakaan
bahan baku untuk pembuatan TOMBI cukup melimpah Studi kepustakaan dilakukan dengan membaca literatur
sehingga mendukung untuk dilakukan pengembangan yang berkaitan dan menunjang penelitian ini, berupa
produk ini. Pembuatan TOMBI dapat meningkatkan pustaka cetak maupun elektronik (data-data internet).
nilai ekonomis dari komoditi tembakau Indonesia dan 2. Dokumenter
kabupaten Temanggung khususnya. Selain itu, juga Studi dokumentasi dilakukan dengan membaca laporan-
merupakan inovasi pengembangan produk baru dari laporan penulisan sebelumnya serta artikel yang diakses
tembakau yang sebagian besar tembakau hanya dari internet, buku, maupun jurnal yang sesuai dengan
dimanfaatkan sebagai pembuatan rokok. Seandainya permasalahan. Pada metode ini penulis hanya
dimanfaatkan sebagai pestisida nabati pun, hanya mengambil data yang relevan dari suatu sumber atau
sebatas digunakan untuk hama tertentu dan tidak dokumen yang diperlukan.
sebanyak TOMBI. Perencanaan pembuatan TOMBI
3. Intuitif Subjektif
sesuai dan tepat untuk membantu petani dalam
Menurut Simogaki dalam Ghofar (1999) intuitif
mengatasi hama tanaman dalam mengurangi terjadinya
subjektif merupakan keterlibatan pendapat penulis atas
kerusakan lingkungan dan kerugian yang diakibatkan
masalah yang sedang dibahas.
oleh pestisida sintetik. Pemakaian pestisida sintetik
ASSAGAF & MASRIKHAN – Tombi (waste of tobacco stem as multi-biopesticide and blue industry)… 131

Metode analisa data melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah


Penulis menganalisa data-data yang diperoleh dengan (dengan persembah-sebahkan lain). Apakah mereka
metode analisa deskriptif kualitatif, yaitu data yang merasa aman dari kedatangan siksa Allah yang meliputi
diperoleh kemudian disusun, sehingga mempermudah mereka atau kedatangan kiamat kepada mereka secara
pembahasan masalah-masalah yang ada. Karena titik mendadak sedangkan mereka tidak menyadarinya.
fokus penulisan ini adalah penulisan berbasis literatur Kabupaten Temanggung merupakan salah satu
(pustaka), maka data yang dikumpulkan merupakan data daerah penghasil tembakau terbesar di Jawa Tengah,
kualitatif. Indonesia. Berdasarkan data Statistik Perkebunan
Proses analisa data yang dilakukan dalam Indonesia Komoditas Tembakau tahun 2014-2016,
penulisan ini terjadi secara bolak balik dan berinteraktif, Kabupaten Temanggung mempunyai luas areal tanam
yang terdiri dari: sebesar 15.730 Ha, luas areal panen 12.587 Ha,
1. Pengumpulan data (data collection) produksi sebesar 6.923 Ha, produktivitas sebesar 550
2. Reduksi data (data reduction) Kg/Ha, dan jumlah petani mencapai 52.443 jiwa.
3. Penyajian data (data display) Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang manfaat
4. Pemaparan dan penegasan kesimpulan (conclusion tembakau selain sebagai bahan baku rokok,
drawing and verification) menyebabkan opini negatif masyarakat Indonesia
semakin lama semakin kuat. Menurut Abdullah dan
Soedarmanto (1982) bahwa tembakau disamping
PEMBAHASAN mendatangkan devisa negara yang tinggi, juga selama
ini dapat menjadi alternatif mengatasi pengangguran.
Kelayakan TOMBI sebagai multi pestisida nabati Ketergantungan petani tembakau baik dari segi
Salah satu mukjizat Al-Qur’an adalah banyaknya ayat ekonomi, sosial, dan budaya telah mendorong
yang memuat informasi tentang penciptaan alam dan dilakukannya pemanfaatan atau diversifikasi tembakau
menantang para pembacanya untuk merenungkan dan untuk produk selain rokok yang bermanfaat bagi
mengungkap kebesaran Allah berdasarkan ayat-ayat kehidupan. Misalnya untuk kesehatan, farmasi,
tersebut. Sebagaimana firman Allah dalam Q.S. Ali- kosmetik (parfum), pestisida nabati, pupuk, minyak
Imran: 190-191 yang memiliki arti “Bahwa atsiri serta dimungkinkan sebagai salah satu wisata agro
sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan yang sangat menarik dan menjanjikan untuk
pergantian malam dan siang, terdapat tanda-tanda dikembangkan. Selama ini manfaat tembakau
(kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berakal, yaitu sebagaimana diatas hanya diketahui sebagian kecil,
orang-orang yang senantiasa mengingat Allah dalam publikasi manfaat tembakau sangat tidak berimbang
keadaan berdiri, duduk, berbaring, dan memikirkan dibandingkan isu negatif. Sebagaimana petani tembakau
penciptaan langit dan bumi (seraya berkata),”Ya Tuhan di Kabupaten Temanggung, tanaman tembakau yang
kami, tidaklah Engkau ciptakan semua ini dengan sia- dimanfaatkan petani temanggung hanya sebatas pada
sia, Maha Suci Engkau, lindungilah kami dari siksa api daunnya saja. Sedangkan struktur tanaman tembakau
neraka”. Selain itu dalam firman yang lain, Allah lain, seperti batang, bunga, dan akarnya tidak
berfirman yang artinya “Bahwa dan kami tidak dimanfaatkan sama sekali. Padahal batang, bunga, dan
menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada akarnya masih mengandung nikotin yang dapat
diantara keduanya tanpa hikmah, yang demikian itu dimanfaatkan menjadi pestisida nabati, terutama pada
adalah anggapan orang-orang kafir. Maka celakalah bagian batang. Nikotin mempunyai rumus molekul
orang-orang kafir itu, karena mereka akan masuk C10H14N. Nikotin merupakan cairan bening berwarna
neraka” (Q.S. Shod: 27). Allah memerintahkan kepada agak kekuningan mempunyai kenampakan seperti
kita untuk merenungi, memikirkan dan mencermati minyak, larut dalam air dan juga larut dalam organik
ayat-ayat Allah dengan merenungi ayat-ayat Allah, pada umumnya, seperti etanol, petroleum, eter, dan
maka akan membuka rasa keagunggan terhadap Allah, kloroform (Mursyidi, 1990).
kecintaan yang mendalam kepada Allah dan Kardinan (2004) menyatakan bahwa komponen
memantapkan keyakinan tentang keesaan-Nya. aktif tanaman tembakau adalah nikotin. Nikotin
Sehingga kewajiban seorang mukmin adalah untuk merupakan bahan yang dapat digunakan sebagai
mencermati dan merenungi makhluk-makhluk Allah, fungisida alami atau insektisida alami, karena berperan
yakni memperhatikan tanda-tanda kekuasaan-Nya. sebagai racun kontak untuk mengendalikan beberapa
Selain itu, setiap Muslim harus menjadikan apa yang jenis ulat perusak daun, serangga penghisap bertubuh
ada disekitarnya bahkan dirinya sendiri untuk lunak, dan jamur. Konsentrasi nikotin tertinggi terdapat
menunjukkan betapa besar keagungan-Nya. Betapa pada daun. Selain daun, batang juga memiliki
banyak hikmah dari ciptaan-Nya. Dalam Q.S.Yusuf ayat kandungan nikotin, tetapi lebih sedikit dibandingkan
105-107 bahwa banyak sekali tanda-tanda kekuasaan daun. Hasil penelitian Suhenry (2010) menunjukkan
Allah di langit dan bumi yang mereka melaluinya, bahwa pada batang tembakau terdapat kandungan
sedangkan mereka berpaling dari pada-Nya. Dan nikotin. Untuk meningkatkan nilai kegunaannya, batang
sebagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah, tembakau masih berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai
132 1: 129-138, 2018

bioinsectisida pengendali hama ulat P. Xylostella. Hasil Dalam operasionalnya untuk mendapatkan nikotin
penelitian dari Susilowati (2006) menunjukkan bahwa dari batang tembakau dapat dilakukan dengan metode
ekstrak daun tembakau memiliki aktivitas sebagai ekstraksi. Ekstraksi merupakan salah satu cara untuk
insektisida penggerek batang padi. Menurut Pelennari memisahkan bahan dari suatu campuran. Selain nikotin,
(2009) bahwa ekstrak tembakau dapat dijadikan sebagai bahan-bahan seperti bahan radioaktif (Polonium -201),
insektisida botani terhadap perkembangan lalat buah bahan pembuatan cat (Aceton), bahan pembasmi lantai
(Drosophila melanogaster). (Ammonia), obat pembasmi ngengat (Naphthalene),
Menurut Denda Astra Dwi Prima (2016) bahwa air racun serangga (DDT), racun anai-anai (Arsenic), dan
rendaman batang tembakau dapat digunakan sebagai gas beracun (Hydrogen cyanide) juga akan ikut
alternatif bioinsectisida ulat kubis. Hasil penelitian Fika terekstraksi. Sehingga dapat menambah daya racun hasil
Afifah et all (2015) menemukan bahwa pemberian ekstraksi (Suhenry, 2010).
kombinasi filtrat daun tembakau dan filtrat daun paitan Prosedur ekstraksi dapat dilakukan dalam beberapa
berpengaruh dalam mengakibatkan mortalitas walang tahap. Tahap pertama ialah tahap persiapan. Dalam
sangit. Menurut Soekadar (2006) pestisida nabati Casnic tahap persiapan mula-mula diambil batang tembakau.
(kependekan dari: Cassia spectabilis = Daun ramayana Kemudian bahan dicuci untuk menghilangkan zat-zat
dan Nicotiana tabacum = Tembakau) dengan lain yang menempel pada batang tembakau, misalnya
konsentrasi 30 ml per liter air (3,0 %) dan diaplikasikan debu. Kemudian bahan dimasukkan kedalam mesin
sebanyak empat kali dengan interval satu bulan cukup pencacah dengan panjang satu sampai dua inci lalu
efektif untuk mengendalikan hama PBKo dan kutu dikeringkan dengan cara dijemur di bawah panas
putih. matahari. Pengeringan dilakukan sampai bahan kering
Hasil penelitian Selvia (2014) menunjukkan bahwa di jemur, ini ditandai ketika bahan sudah mulai mudah
penggunaan biopestisida diketahui lebih aman untuk dipatahkan (bahan getas bila dipatahkan
dibandingkan pestisida sintetik. Hasil penelitian Amelia berbunyi). Bahan yang sudah dikeringkan kemudian
(2017) menunjukkan bahwa keenam biopestisida (daun digerus sampai halus (lolos ayakan 30 mesh). Tahap
nimba sebagai kontrol, daun tembakau, daun ubi karet, kedua adalah tahap ekstraksi, dalam tahap kedua ini
buah mengkudu, daun pepaya, dan buah pinang) dilakukan ekstraksi dengan pelarut air. Bahan yang telah
berpengaruh signifikan terhadap persentase kematian digerus dicampur dengan air. Dengan perbandingan
keong mas dan persentase rumpun padi terserang. tertentu antara air dan bahan kemudian dipanaskan
Kematian 100% keong mas akan mencegah kerusakan selama waktu tertentu. Tahap ketiga ialah pemungutan
rumpun tanaman padi sehingga dapat meningkatkan hasil yang dilakukan untuk memungut hasil ekstraksi.
produktivitas pertanian dan menjaga ketahanan pangan.
Menurut Melissa (2014) bahwa daun tembakau Batang Tembakau
(Nicotiana tabacum) dapat digunakan sebagai pestisida ↓
organik. Pentingnya pemanfaatan tembakau sebagai Air Pencuci → Pencucian → Air Bekas
pestisida alami dan pupuk organik. ↓
Menurut Wiratno (2013) spesies-spesies tanaman Pemotongan
yang tumbuh di Indonesia seperti cengkih, mimba, serai ↓
wangi, jeringo, tembakau, pyrethrum, kunyit, dan jarak Pengeringan
agar dapat dimanfaatkan untuk mengendalikan hama ↓
dan penyakit tanaman. Untuk meningkatkan efektivitas Pengerusan
pengendalian dan mempermudah penggunaan, bahan ↓
tanaman tersebut diformulasi menjadi pestisida siap Air → Ekstraksi
pakai. Untuk memperoleh manfaat yang optimal, ↓
penggunaan pestisida nabati sebaiknya ditujukan untuk
Penyaringan → Ampas
mencegah terjadinya serangan, bukan untuk tindakan

pengendalian. Hasil penelitian Wiratno et al (2013) juga
menunjukkan bahwa tembakau adalah salah satu Penguapan → Uap Air
komoditas yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan aktif ↓
nematisida nabati. Kandungan nikotin pada daun Hasil Pekat
tembakau mampu membunuh nematoda dan bekerja Gambar 1. Skema pelaksanaan penelitian.
menyerupai pestisida sintetik dalam golongan
organofosfat dan karbamat yaitu menghambat Setelah ekstraksi selesai, filtrat dipisahkan dari
pembentukkan hormon acetyl cholinesterase. padatannya dengan cara disaring dan filtrat yang
Diversifikasi pemanfaatan daun tembakau sebagai didapatkan kemudian didekatkan untuk menghasilkan
nematisida nabati memberikan prospek baik, mengingat ekstrak yang memiliki kadar nikotin tinggi. Padatan
pemanfaatan tembakau sebagai bahan baku rokok yang terlarut dalam hasil pemekatan terdiri dari nikotin
kian dipermasalahkan. bahan-bahan terlarut lainnya, karena sifat bahan lain
tersebut pada umumnya bersifat racun maka bahan-
ASSAGAF & MASRIKHAN – Tombi (waste of tobacco stem as multi-biopesticide and blue industry)… 133

bahan terlarut tersebut dianggap nikotin. Jumlah nikotin dan dapat digunakan sebagai bahan pestisida.
dalam hasil ekstraksi dihitung atas dasar selisih antara Pemekatan pada suhu yang tinggi kemungkinan zat
berat ekstrak pekat dikurangi berat air dalam ekstrak. hasil ekstraksi tidak dapat digunakan sebagai pestisida
Berat air dihitung dengan cara mengukur volume zat (Suhenry, 2010).
hasil pemekatan. Volume hasil pemekatan dianggap Berdasarkan uraian para ahli di atas, TOMBI
sama dengan volume air dan berat jenis air dianggap diharapkan mampu membantu petani dalam menangani
sama dengan 1 gram/ml. Dengan menggunakan cara ini organisme pengganggu tanaman (OPT) sebagaimana
maka dapat diketahui kadar nikotin dalam ekstrak. dalam tabel berikut ini lebih efektif dan efesien:
Pemekatan dilakukan dengan penguapan pada
suhu 1000C, agar nikotin yang dihasilkan tidak rusak

Tabel 1. Pemanfaatan produk TOMBI sebagai multipestisida nabati.

No OPT Tanaman Deskripsi kerugian


1 Ulat daun kubis Menyerang tanaman Bagian daun dimakan oleh ulat daun yang mengakibatkan
(Plutella xylostella) kubis, sawi dan caisin. beberapa lapis daun kubis menjadi berlubang, sehingga dapat
mempengaruhi kualitas dari tanaman kubis.
2 Ngengat (Scirpophaga Menyerang tanaman padi. Tanaman padi yang masih kecil apabila terkena gejala, akan
innotata) menjadi kerdil atau bahkan mati, kemudian malai padi yang
terbentuk berwarna coklat, kering atau gabah hampa, saat batang
dicabut akan mudah terlepas.
3 Lalat Buah (Drosophila Menyerang tanaman Wujud dari buah menjadi jelek dan tidak dapat dimakan,
melanogaster) buah-buahan dan sebagian disebabkan karena lalat betina memasukkan telur kemudian
tanaman sayuran (cabai). menetas membuat larva-larvanya memakan daging buah. Batang
yang terserang olah lalat buah akan menjadi bisul sedangkan
buah akan menjadi kecil dan berwarna kuning. Pada tanaman
cabai buahnya akan gugur sebelum waktunya, hitam mengeras
dan busuk sehingga dapat mengurangi kuantitas dan kualitas
hasil produksi.
4 Ulat grayak = ulat yang Kedelai, tembakau, kubis, Ketika daun tanaman terserang ulat grayak maka kemungkinan
tidak berbulu tomat, kentang, bawang besar dalam semalam tanaman bisa habis. Ketika habis dapat
(Spodoptora litura. F) dan kacang-kacangan. mengakibatkan tanaman tidak dapat berfotosintesis/menurunkan
produktifitas tanaman. Pada daun tampak berupa bercak
berwarna putih transparan, daun buah habis karena dimakan.
5 Walang sangit Menyerang tanaman padi. Serangan walang sangit sedang, dapat menurunkan hasil 10-40
(Leptocorisa oratorius. %. Walang sangit menghisap cairan tangkai bunga dan biji padi
F) pada bulir matang susu, bulir yang lunak dan keras sehingga
padi yang dihasilkan menjadi menurun. Tanaman yang terkena
walang sangit dapat menurunkan kualitas padi.
6 PBKo Penggerek Buah Menyerang tanaman kopi. Buah kopi muda berubah warna menjadi kuning kemerahan
Kopi (Hypothenemus kemudian jatuh, akan menurunkan jumlah dan kualitas dari biji
hampei) kopi itu sendiri. Biji kopi jadi berlubang (rusak) sehingga
mempengaruhi komposisi senyawa kimia terutama kafein dan
gula pereduksi.
7 Kutu putih (Bemisia Menyerang tanaman Menghisap cairan daun menyebabkan daun menjadi melengkung
tabaci) pepaya, daun tomat, keatas, keriting, dan belang. Daun menjadi layu, menguning dan
mangga, brokoli, rontok. Tanaman gagal berbunga (panen jadi rendah). Tunas dan
kembang kol, kubis, percabangan tidak berkembang. Tanaman menjadi kerdil.
melon, kapas, wortel, ubi
jalar, anggur, jeruk,
rambutan, dan lain-lain.
8 Keong mas/siput murbai Menyerang tanaman padi. Tanaman padi yang terkena gigitan keong mas pada batangnya
(Pomacea canaliculata. mengakibatkan tanaman padi menjadi tidak subur dan
Lamarck) menurunkan produktifitas hasil tanaman padi.

Kelayakan TOMBI sebagai investasi bisnis pengembangan produk ini. Pembuatan TOMBI dapat
Ketersediaan bahan baku untuk pembuatan TOMBI meningkatkan nilai ekonomis dari komoditi tembakau
cukup melimpah sehingga mendukung untuk dilakukan Indonesia dan Kabupaten Temanggung khususnya.
134 1: 129-138, 2018

Selain itu, juga merupakan inovasi pengembangan TOMBI menjadi embrio Blue Industry di Kabupaten
produk baru dari tembakau yang sebagian besar Temanggung
tembakau hanya dimanfaatkan sebagai pembuatan Pertumbuhan ekonomi industri kertas di Indonesia
rokok. Seandainya dimanfaatkan sebagai pestisida hingga menembus angka dua digit yakni 10,16% pada
nabati pun, hanya sebatas digunakan untuk hama triwulan-1 2009. Industri kertas menghasilkan 178 juta
tertentu, tidak sebanyak TOMBI. Perencanaan ton pulp, 278 juta ton kertas dan karton dan
pembuatan TOMBI sesuai dan tepat untuk membantu menghabiskan 670 juta ton kayu (Anonima, 2009).
petani dalam mengatasi hama tanaman untuk Menurut Veselinov (1964) dalam Jumino (2013)
mengurangi terjadinya kerusakan lingkungan dan kandungan selulosa tertinggi ditemukan pada batang
kerugian yang diakibatkan oleh pestisida sintetik. tembakau yang mencapai 35-40% dari batang tembakau
Pemakaian pestisida sintetik memang sangat praktis dan kering. Peluang untuk menjadikan limbah batang
kebanyakan memberikan reaksi cepat dan efektif dalam tembakau sebagai pulp kertas didukung oleh penelitian
penggunaannya. Dalam lima puluh tahun terakhir, hama Pesevski (2010), menyatakan bahwa materi
umumnya dikendalikan dengan pestisida sintetik. lignoselulosa dalam batang tembakau memiliki
Tetapi, kemudian timbul beberapa permasalahan, seperti kepadatan relatif rendah (260-350 kg/m3) dan dengan
resistensi hama terhadap pestisida, efek negatif terhadap struktur dan komposisi kimia anatomi itu mirip dengan
organisme non-target, dan juga efek negatif terhadap materi kayu dari spesies kayu berdaun lebar. Hal
kesehatan manusia serta keseimbangan ekosistem tersebut menunjukan bahwa batang tembakau dapat
(Miller, 2002). Hal ini menunjukkan bahwa produk ini digunakan sebagai bahan baku yang cocok untuk
akan dipasarkan kepada petani. produksi kertas. (Stephanus cahyo_Penelitian
Meskipun saat ini, produk pestisida sudah banyak Tembakau Klaten, OPI_Sekper). Pulp adalah jalinan
dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pasar yang serat yang telah diolah sedemikian rupa sehingga
tinggi. Namun, harga produk-produk pestisida yang membentuk sebuah lembaran. Pulp berasal dari serat
beredar di pasaran relatif tinggi, misal INSEKTISIDA tumbuhan bisa dari kayu, bambu, padi, bagas dan
PETROGENOL 800L yang dikenal sebagai insektisida tumbuhan lain yang megandung serat. Akan tetapi serat
lalat ini dijual Rp. 12.000,00 per 5 ml atau Rp. yang paling digunakan untuk bahan baku kertas adalah
2.400.000,00 per liter (Bukalapak.com). Natural BVR kayu. Proses pembuatan pulp: Pertama, pemasakan
(Beuveria Bassiana) merupakan salah satu produk dengan menggunakan Sulfat (bahan kimia untuk
pestisida organik PT. Natural Nusantara untuk hama melepas getah kayu). Kedua, dengan proses pemutihan
wereng dan walang sangit dibanderol dengan harga Rp. (di bleaching dengan menggunakan klorin). Proses
40.000,00 per 100 gram atau Rp. 400.000,00 per liter ketiga dibentuk lembaran-lembaran. Keempat, lembaran
(Bukalapak.com). Angka tersebut terbilang cukup besar plup dihancurkan lagi lalu digiling (untuk meningkatkan
untuk ukuran pestisida. TOMBI memiliki peluang besar fleksibilitas serat supaya mempunyai daya strength yang
untuk bersaing dipasaran karena bahan bakunya yang kuat). Kelima, diberikan bahan kimia yang memiliki
relatif murah serta proses produksinya yang sederhana aneka fungsi: (1) starch = meningkatkan kekuatan dan
sehingga diperkirakan harga jual TOMBI dapat lebih kehalusan kertas; (2) Bahan pengisi = untuk menutupi
murah dibanding produk sejenisnya yakni hanya sebesar rongga yang kosong; (3) OBA = meningkatkan derajat
Rp. 6.500,00 per 500 ml atau Rp. 13.000,00 per liter. putih kertas; (4) Peretensi = meningkatkan retensi bahan
Selain itu, dalam perkiraan produksi TOMBI, limbah pengisi; (5) Sizing atau bahan darih = meningkatkan
produksi berupa remahan batang tembakau masih dapat ketahanan kertas terhadap air, tinta ataupun minyak.
dimanfaatkan untuk dijadikan sebagai mulsa ataupun Beberapa jenis tanaman yang diketahui
sebagai bahan baku bubur kertas. Sehingga produksi mengandung senyawa toksik pada nematoda dan dapat
TOMBI telah memenuhi syarat sebagai industri yang dikembangkan menjadi nematisida nabati. Tanaman
berkonsep blue industry, dimana tidak ada limbah dalam cengkeh, jeringau, dan tembakau (Wiratno, 2007) dapat
proses produksinya (zero waste). Berdasarkan hasil digunakan untuk menekan populasi nematoda puru
penelitian dari aspek operasional, teknologi, produksi, pakar. Daun tanaman tembakau dilaporkan bersifat
industri, lingkungan hidup dan SDM maka usaha nematisida dilaporkan bersifat nematisida karena
tersebut layak untuk direalisasikan. Sedangkan banyak mengandung senyawa nikotin (opolot, 2006;
berdasarkan aspek pemasaran dan manajemen masih deshmukh, 2012). Aplikasi pengendalian dilapangan
membutuhkan cukup koreksi. Kelayakan tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan potongan atau
diperkuat dengan hasil perhitungan NPV (Rp. irisan daun, akar, dan batang tanaman yang
40.158.840,00), Pay Back Periode (kurang dari setahun, dimanfaatkan sebagai mulsa (Prakash,2008). Mulsa
modal telah kembali). Hasil analisis BEP menunjukkan merupakan jenis penutup tanah buatan yang banyak
bahwa usaha ini akan mengalami titik impas apabila digunakan untuk kegiatan budidaya tanaman yang
jumlah produksi dan penjualan mencapai 3.610 unit atau bertujuan untuk memperoleh perubahan menguntungkan
harga jual per unit sebesar Rp. 6.500,00. pada lingkungan tanah tertentu (Hillel, 1980).
Pemakaian mulsa atau pemulsaan ditunjukkan untuk
memperbaiki keadaan lingkungan perakaran dan sifat-
ASSAGAF & MASRIKHAN – Tombi (waste of tobacco stem as multi-biopesticide and blue industry)… 135

sifat tanah yang bersangkutan (Purwowidodo, 1983). KESIMPULAN


Pemulsaan pada permukaan tanah dapat memberikan
efek penting pada lapisan permukaan tanah dan Berdasarkan pendekatan yang telah digunakan dapat
konsekuensinya akan berpengaruh pada tanaman diketahui bahwa limbah batang tembakau yang
dengan sistem perakaran dangkal (Russel, 1973). Mulsa mengandung nikotin dapat dijadikan sebagai pestisida
dalam pertanian merupakan sebuah material penutup nabati. Bioinsektisida yang berbahan baku nikotin dapat
tanaman, seringkali berbentuk lonjoran panjang atau digunakan untuk membasmi hama: ulat P. Xylostella,
pendek. Digunakan oleh beberapa petani tembakau Scirpophaga innota, Drosophila melanogaster,
untuk menjaga tanaman agar dapat menjaga kelembaban Spodoptora litura. F, ulat kubis, walang sangit, PBKo,
tanah dan untuk menekan pertumbuhan gulma atau dan kutu putih. Nikotin juga dapat dimanfaatkan sebagai
penyakit agar tanaman yang dikembangkan dapat bionematisida. Selain itu, menurut nikotin juga dapat
tumbuh subur dan baik. Mulsa dibedakan menjadi 2 digunakan sebagai biofungisida. Mengingat besarnya
berdasarkan materialnya yaitu mulsa organik dan mulsa manfaat nikotin sebagai pestisida nabati, maka tim
anorganik. penulis mengusulkan adanya ekstraksi limbah batang
tembakau dan diproduksi secara komersil sebagai
1. Mulsa Organik embrio blue indutry. Berdasarkan hasil penelitian dari
Merupakan mulsa yang material penyusunnya terbuat aspek operasional, teknologi, produksi, industri,
dari bahan-bahan alami (dari tanaman-tanaman yang lingkungan hidup, dan SDM maka usaha tersebut layak
sudah tidak diambil fungsinya lagi mulai dari akar, untuk direalisasikan. Sedangkan berdasarkan aspek
batang dan daun) seperti jerami (batang padi) dan alang- pemasaran dan manajemen masih membutuhkan cukup
alang. koreksi. Kelayakan tersebut diperkuat dengan hasil
Nilai positif atau keuntungan dari penggunaan perhitungan NPV (Rp. 40.158.840,00), Pay Back
mulsa organik untuk petani dan lingkungan yaitu Periode (kurang dari setahun, modal telah kembali).
material, mulsa lebih mudah diperoleh; lebih ekonomis Hasil analisis BEP menunjukkan bahwa usaha ini akan
harganya dan untuk lingkungan; kontraksi mulsa dengan mengalami titik impas apabila jumlah produksi dan
tanah tidak menjadi masalah karena setelah mulsa penjualan mencapai 3.610 unit atau harga jual per unit
terurai justru dapat menambah kandungan bahan sebesar Rp. 6.500,00. Dengan adanya temuan tersebut
organik pada tanah atau tidak mengganggu ekosistem maka terbuktilah bahwa tidak ada ciptaan Allah yang
lingkungan. diciptakan dengan sia-sia. Seandainya ada suatu ciptaan
2. Mulsa Anorganik Allah yang belum diketahui secara pasti fungsinya,
Merupakan mulsa yang material penyusunnya terbuat bukan berarti ciptaan Allah yang sia-sia. Melainkan akal
dari bahan-bahan sintesi. Seringkali bahan-bahan yang pikiran manusia belum mampu membuktikannya.
digunakan adalah dari bahan-bahan kimia (buatan
pabrikan) atau bahan-bahan yang tidak mudah terurai
oleh lingkungan (tanah), seperti mulsa plastik dan DAFTAR PUSTAKA
karung.
Abdullah, A dan Soedarmanto. 1982. Budidaya Tembakau.
Nilai keuntungan yang diperoleh dari mulsa Jakarta: CV Yasaguna.
anorganik adalah pengelolaan tanaman pada lahan yang Afifah, fika, dkk. 2015. Efektifitas kombinasi Filtrat Daun
sudah dibuat gundukan menjadi rapi dan selain tanaman Tembakau (Nicotiana tabacum) dan Filtrat Daun Paitan
tembakau tidak dapat hidup karena faktor kerapatan dari (Thitoana diversifolia) sebagai Pestisida Nabati Hama
mulsa plastik itu sendiri. Akan tetapi seringkali bila Walang Sangit (Leptocorisa oratorius) pada Tanaman
Padi. Lentera Bio Vol. 4 No. 1, Januari 2015: 25–31.
sudah dilakukan pemasangan mulsa anorganik (plastik)
mudah sobek dan apabila sudah sekali sobek maka akan Bukalapak.com. https://www.bukalapak.com/p/hobi-
mengakibatkan kerugian petani karena cukup sulit untuk koleksi/berkebun/pupuk-nutrisi-tanaman/euvxh4-jual-
obat-wereng-walang-sangit. Diakses pada 28 Maret 2018
diperbaiki. Serta setelah pemakaian mulsa seringkali pukul 17.00 WIB.
petani hanya menumpukkan atau membakar mulsa
Kardinan, A. 2004. Pestisida Nabati, Ramuan dan
tersebut, padahal gas yang timbul dari pembakaran
Aplikasinya. Jakarta: Penebar Swadaya.
tersebut mengeluarkan kandungan zat kimia yang tidak
baik bagi polusi udara. Miller, G. T. 2002. Living in the Environment (12th Ed.).
Belmont: Wadsworth/Thomson Learning.
Dengan adanya temuan tersebut maka terbuktilah
bahwa tidak ada ciptaan Allah yang diciptakan dengan Pohan, Dewi Selvia. 2014. Pemanfaatan Ekstrak Tanaman
sia-sia. Seandainya ada suatu ciptaan Allah yang belum Tembakau sebagai Pestisida Alami (Biopestisida) dalam