Anda di halaman 1dari 2

Islam Toleran Islam Universal1

Dengan kehendak dan kekuasan-Nya, Tuhan sendiri yang akan memutuskan sesuai dengan
amal pembuatan setiap hambanya, tak terkecualai Yahudi, Kristen, Sabi’in2 ataupun Nasrani. Polemic
memeng, pernyataan tersebut mengundang polemic ditengah public. Seperti yang dinyatakan oleh
Syafi’I Maarif dalam pengantarnya pada bukunya Zuhairi Msrawi yang berjudul “al Qur’an Kitab
Toleran: Tafsir Tematik Islam Rahmatan Lilalâmin”. Berkaitan dengan pernyataan diatas, Syafii
Ma’arif mencoba menafsirkan Qs: al Baqarah: 62 dan Qs: al Maidah: 693 sesuai dengan penafsiran
Hamka seperti yang ditulis dalam kitab Tafsirnya al Azhar.
Polemic tersebut muncul akibat adanya pernyataan yang menyatakan bahwa ayat tersebut telah
diabrogasi oleh ayat lain, khususnya Qs: Ali Imran: 85. Disisi lain Hamka sendiri menyatakan bahwa
ayat tersebut Qs: al Baqarah: 62 dan Qs: al Maidah: 69 tidak dihapuskan oleh Qs: Ali Imran: 85 4,
melainkan ayat tersebut lebih tepatnya adalah sebagai penguat atas ayat sebelumnya. Karena pada
hakikatnya Islam merupakan agama yang menyuruh umatnya untuk percaya kepada Allah SWT dan
percaya akan adanya kebangkitan hari akhir. Ini artinya imam atau rasa kepercayaan tersebut
hendaknya melingkupi segala kehendandak dan segala firman-Nya, tak terkecuali para Nabi dan
utusan-Nya Nabi Muhammad SAW dengan tak terkecuali. Dan hendaklah keimanan tersebut
termanifestasikan kedalam amal ibadah yang nyata dan diikuti oleh amal saleh sebagai bentuk
pentaukitan atas keimanan yang kita amalkan5.
Memahami Islam hakikatnya belajar atas segala kebesaran dan kekuasan Tuhan atas segala
makhluknya, karena pada hakikatnya Islam adalah rahmat bagi seluruh alam(Is;lam Rahmatan
1
Penulis adalah mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
2
Sabiin merupakan sebutan bagi kaum sebelum Nabi Muhammad yang mengetahui serta mempercayaai adanya Tuhan yang maha esa, serta
mempercayaai adanya pengaruh bintang-bintang.
3
Bunyi ayat tersebut adalah
Qs: al Baqarah: 63
                 
      
62. those who believe (in the Qur'an), and those who follow the Jewish (scriptures), and the Christians and the Sabians,- any who believe In Allah and the
Last Day, and work righteousness, shall have their reward with their Lord; on them shall be no fear, nor shall They grieve.
Qs: al Maidah: 69
                  
 
69. those who believe (in the Qur'an), those who follow the Jewish (scriptures), and the Sabians and the Christians,- any who believe In Allah and the
Last Day, and work righteousness,- on them shall be no fear, nor shall They grieve.
4
Bunyi ayat tersebut adalah
             
85. if anyone desires a Religion other than Islam (submission to Allah., never will it be accepted of him; and In the Hereafter He will be In the ranks of
those who have lost (All spiritual good).
5
Kata pengantar disampaikan oleh Prof.Dr. Ah Syafi’I Maarif dalam bukunya Zuhairi Misrawi “al Qur’an Kitab Toleran: Tafsir Tematik Islam
Rahmatan Lil Alâmin”
1
Lilallâmin). Berkaitan dengan kedua ayat diatas, Hamka menambahkan bahwa “Apabila Qs: al
Baqarah: 62 dan Qs: al Maidah: 69 dinasakh oleh Qs: Ali Imran: 85, maka yang timbul akibat
ambrogasi atas ayat tersebut adalah fanatisme Islam, walaupun pada hakikatnya tidak pernah
mengamalkan ajaran Islam”. Dan ini jelas bertentangan dengan pesan universal Islam itu sendiri,
yaitu Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam.
Sebagaimana yang kita ketahui bersama hadirnya keberagaman adalah suatu keniscayaan, itu
artinya dalam kehidupan social kita tidak bisa lepas dengan perbeedaan. Perbedaan itu muncul dalam
banyak hal, suku, budaya, ras, dan agama sekalipun. Selain itu sudah merupakan sunatullah adanya
perbedaan di dunia ini. Dan sunatullah tersebut merupakan landasan dasar untuk setiap manusia agar
saling berinteraksi dan bersosialisasi antar sesama umat manusia.
Meskipun demikian, kita tidak bisa melegitimasi bahwa pendapat Hamka-lah yang dinilai
benar, melainkan ada juga berbagai kalangan yang contra atas penafsiran ayat-ayat tersebut. Mereka
yang kontra akan pendapat Hamka menyatakan bahwa, hadirnya al Baqarah: 62 dan Qs: al Maidah: 69
dinaskh oleh Qs: Ali Imran: 85. Adalah kebenaran Islam yang universal karena setelah dihapusnya 2
ayat diatas, maka Allah tidak menerima agama-agama lain selain Islam 6. Namun, apakah benar
demikian?
Perbedaan atas penafsiran al Qur’an sendiri merupakan khazanah islam yang begitu besar dan
patut kita syukuri bersama. Adanya perbedaan tersebut bukanlah hadir untuk saling menjatuhkan dan
mengangap pendapatnya yang paling benar, melainkan perbedaan tersebut hadir untuk saling
memamahami, mengerti, dan belajar atas perbedaan yang ada. Karena pada hakikatnya peradaban
yang besar tidak dilahirkan atas kefanatikan dan legeitimasi atas kelompok pribadi melainkan atas
kerjasama dan kerja keras antar semua manusia yang hadir dengan perbedaan yang mereka miliki.(kh)

6
Bunyi ayat tersebut adalah
                     
      
19. the Religion before Allah is Islam (submission to His Will): nor did the people of the Book dissent therefrom except through envy of Each other, after
knowledge had come to them. but if any deny the Signs of Allah, Allah is swift In calling to account.
2