Anda di halaman 1dari 4

KOP MADRASAH

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT, atas rahmat dan nikmatnya kepada
kita semua Amin.tidak lupa sholawat dan salam semoga tetap tercurah kepada Nabi
Muhammad SAW, kepada keluarganya, para sahabatnya dan kepada semua pengikutnya.
Sejarah kehidupan yang dibangun manusia telah menghasilkan peradaban,
kebudayaan dan tradisi sebagai wujud karya dan karsa dalam memenuhi kebutuhan dan
tuntutan hidup yang dihadapi. Seiring dengan waktu kemajuan peradaban dan
kebudayaan dewasa ini telah memberikan akibat langsung pada perubahan sosial dan
dinamika masyarakat. Dan disadari atau tidak intensitas dinamika sosial tersebut telah
melahirkan aneka ragam persoalan dan permasalahan yang membutuhkan jawaban
serta penanganan segera, tak terkecuali problem yang bersentuhan langsung dengan
dunia pendidikan.
Diakui maupun tidak alur pendidikan dewasa ini sudah dalam tahap
mengkhawatirkan. Lahirnya teori pemisahan antara ilmu umum dengan ilmu agama
dinilai justru menjerumuskan anak didik pada pemahaman dan pemilahan ilmu. Sehingga
bila sebuah pilihan telah dipilih maka ia justru akan mengorbankan pada pilihan yang lain
yang pada akhirnya menghantarkan generasi ke depan menjauh dari ajaran-ajaran
agama yang sebenarnya sudah ia anut sejak lahir. Di sinilah tantangan kaum pendidik
untuk melakukan langkah terobosan-terobosan demi terciptanya generasi muda yang
memiliki mentalitas seimbang antara kecerdasan intlektual dan kecerdasan mental
spiritual.
Masalah moralitas dikalangan dewasa ini merupakan suatu masalah bagi kita semua
yang harus mendapatkan perhatian secara khusus, berbagai perubahan yang terjadi
dalam seluruh aspek kehidupan membuat para pelajar kita harus di perbaiki mulai dari
tata pergaulan, gaya hidup, hingga pandangan-pandangan mendasar serta prilaku dalam
menghadapi era globalisasi.
Arus globalisasi teknologi informasi dan budaya yang tumbuh dan berkembang
secara cepat menimbulkan dampak tersendiri yang tidak selalu positif bagi kehidupan
remaja dan pelajar kita, padahal pada sisi elementer mereka diharapkan mampu
memelihara dan melestarikan tradisi, cara pandang dan aspek moralitas luhur bangsa
Indonesia, maka sangatlah wajar jika program pendidikan nasional tahun 2000
mengamanatkan kepada masyarakat untuk memberlakukan bagi pendidikan budi pekerti
luhur sebagai pelajaran yang wajib diberikan   kepada siswa.  Disamping itu kita sering
kali kecewa tentang pendidikan agama yang diajarkan dalam pendidikan formal yang
kurang diperhatikan, padahal pendidikan agama inilah yang menjadi sentra atau basic
dari segala tingkah laku dalam kehidupan mereka.
Dari permasalahan diatas, kami beranikan diri untuk mendirikan Diniyah Takmiliyah 
yang terorganisasi secara sistematis. Lebih dari itu kegiatan ini diharapkan mampu
menjadikan produk-produk pelajar yang berkualitas demi menghadapi era globalisasi saat
ini dan menjadikan insan yang bertaqwa kepada Allah SWT. Pilihan semi klasikal ini
dimaksudkan tidak hanya untuk mempertahankan sistem pendidikan hasil ijtihad para
ulama yang telah terbukti sukses melahirkan jutaan kader potensial tetapi juga untuk
mengembangkan dan menyempurnakan khazanah keilmuan kontemporer sesuai dengan
tuntutan zaman.

B. Dasar Pemikiran
Ada beberapa dasar pemikiran yang melatarbelakangi upaya pengajuan Ijin
Operasional Diniyah Takmiliyah BAITUL HAMDI adalah sebagai berikut :
1. Hakekat tujuan pembangunan nasional adalah pembangunan manusia seutuhnya,
artinya program pembangunan di Indonesia tidak hanya mengutamakan fisik atau
moral saja, akan tetapi pembangunan fisik dan moral yang satu sama lain saling
berkaitan dan saling menunjang;
2. Dalam rangka menunjang pembangunan nasional, Pendidikan Diniyah Takmiliyah
merupakan salah satu wadah yang tepat bagi umat Islam, terutama bagi anak usia
dini untuk memperdalam aqidah sekaligus sebagai tempat untuk menimba ilmu serta
pembinaan dan peningkatan nilai-nilai religius yang islami;
3. Dalam era globalisasi yang ditandai dengan kecanggihan teknologi serta informasi,
menuntut umat Islam untuk berpartisipasi dan menyesuaikan diri agar tidak
ketinggalan, khususnya dalam pendidikan keislaman, maka perlu adanya sarana dan
prasarana penunjang, guna memberikan layanan yang nyaman bagi anak didik;
4. Pendidikan Diniyah Takmiliyah sebagai sarana membentuk karakter anak didik dan
pusat pendidikan agama dan keagamaan pada umumnya yang perlu dipertahankan
eksistensinya.
Dari berbagai dasar pemikiran di atas, maka pengurus bersama dewan guru
Pendidikan Diniyah Takmiliyah BAITUL HAMDI berkomitmen untuk mengajukan Ijin
Operasional kepada Bapak Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sampang.

C. Tujuan
Ada beberapa tujuan yang ingin dicapai dengan adanya Pendidikan Diniyah
Takmiliyah BAITUL HAMDI adalah sebagai berikut :
1. Untuk meningkatkan kualitas keilmuan (Islam) terutama bagi generasi calon penerus
perjuangan Islam di masa mendatang sehingga menjadi tangguh dan berkompeten
memahami dan mengamalkan ajaran agama Islam dengan benar dan konsisten;
2. Untuk memberikan pelayanan pendidikan khususnya pendidikan agama dan
keagamaan (baca tulis Al-Qur’an dan pengembangan pemahaman ilmu keislaman);
3. Untuk membentuk generasi muslimin yang beriman, bertaqwa dan bermoral serta
berwawasan luas dan cerdas;
4. Ikut serta dalam upaya mencerdaskan kehidupan masyarakat dalam beragama,
berbangsa dan bermasyarakat berlandaskan UUD 1945 dan Pancasila;
5. Menumbuh kembangkan ilmu-ilmu islami dalam integrasi hubungan dengan Allah
SWT, Rasul, Manusia, alam semesta bahkan dengan dirinya sendiri;
6. Memberikan pemahaman mendalam kepada santri tentang ajaran Agama dan
bagaimana mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari;

D. Manfaat
Dari program ini diharapkan adanya manfaat yang dapat dinikmati oleh kaum
muslimin khususnya masyarakat Dsn. …… Ds. ….. dan sekitarnya, antara lain :
1. Tersedianya tempat belajar dan fasilitas yang mapan, sejuk, menarik bagi peserta
didik;
2. Tersedianya fasilitas pendidikan Islam yang memadai dan menarik bagi peserta didik;
3. Tumbuhnya rasa tanggungjawab terhadap kehidupan dan kemakmuran tempat
pendidikan keislaman;

E. Sasaran Yang Diinginkan


 Memperdalam wawasan santri/murid makna yang terkandung dalam ibadah-ibadah
yang diperintahkan Agama sehingga mampu mengimplementasikan nilai-nilai ajaran
didalamnya pada kehidupan sehari-hari.
 Membentuk kemampuan santri/murid dalam membaca Al-Qur’an secara baik dan
benar sesuai kaidah-kaidah bacaannya.
 Melatih ketrampilan dan kedisiplinan santri/murid dalam menjalankan ritual
Agamanya.

F. Waktu dan Tempat Pelaksanaan


Madrasah Diniyah Takmiliyah  “ BAITUL HAMDI “  dilaksanakan pada :
Hari : Sabtu, Ahad, Senin, Selasa, Rabu, Kamis
Waktu : Pukul 13.00 – 16.00
Lokasi : MD. BAITUL HAMDI Dsn. Takong Ds. Aeng Sareh Kec. Sampang

G. Sumber Dana
Sumber dana yang diperoleh Diniyah Takmiliyah BAITUL HAMDI adalah :
 Donatur Tetap
 Infaq/sumbangan santri
 Lain-lain yang halal

H. Penutup
Demikian proposal ini dibuat, untuk dijadikan bahan acuan pengajuan ijin
operasional Pendidikan Diniyah Takmiliyah BAITUL HAMDI khususnya di Dsn. Takong
Ds. Aeng Sareh Kecamatan Sampang Kabupaten Sampang semoga dapat dikabulkan
demi terciptanya kegiatan belajar mengajar yang kondusif di wilayah kami dalam hal
membantu pemerintah mencerdaskan kehidupan bangsa.
Dan untuk selanjutnya dimohon dukungan dari pihak-pihak terkait dalam
pengembangan Pendidikan Diniyah Takmiliyah BAITUL HAMDI agar lebih diminati oleh
masyarakat. Atas perhatian dan kebaikannya kami ucapkan  jazakallohu khoiron katsiron.
Sampang, ……
Mengetahui dan menyetujui Kepala Madrasah
Ketua Yayasan

Moch Bakir …………………………