Anda di halaman 1dari 64

LAPORAN

PEMANTAPAN KEMAMPUAN PROFESIONAL (PKP) PDGK 4501

PENGGUNAAN METODE DISKUSI KELOMPOK GUNA


MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPA MATERI
HEMAT ENERGI PADA SISWA KELAS VI
SD NEGERI BLANG TEUNGOH
KECAMATAN MEUKEK
ACEH SELATAN

Oleh

YURDIANA
NIM 822546387

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS TERBUKA-UPBJJ BANDA ACEH
POKJAR MEUKEK ACEH SELATAN
2020.1
LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN HASIL PERBAIKAN
PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

Nama Lengkap : YURDIANA


NIM : 822546387
Program Studi : S-1 PGSD
Tempat Mengajar : SD Negeri Blang Teungoh
Jumlah Siklus Pembelajaran : 2 siklus
Hari dan Tanggal Pelaksanaan : Pra Siklus, Jum’at, 28 Februari 2020
Siklus 1, Jum’at, 6 Maret 2020
Siklus 2, Jum’at, 20 Maret 2020

Masalah yang merupakan Fokus Perbaikan:


1. Rendahnya prestasi belajar siswa kelas VI SD Negeri Blang Teungoh
Kecamatan Meukek Kabupaten Aceh Selatan materi Hemat Energi
Pelajaran IPA.
2. Rendahnya minat belajar siswa kelas VI SD Negeri Blang Teungoh
Kecamatan Meukek Kabupaten Aceh Selatan materi Hemat Energi
Pelajaran IPA.
Blang Teungoh, 17 Juni 2020

Menyetujui,
Supervisor 1, Mahasiswa,

Drs. MASRUR. D YURDIANA


NIM. 822546387
LEMBAR PERNYATAAN BEBAS PLAGIAT

Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa laporan praktek Pemantapan


Kemampuan Profesional (PKP) yang saya susun sebagai syarat untuk memenuhi
mata kuliah PKP pada Program Studi S1 PGSD Universitas Terbuka (UT)
seluruhnya merupakan hasil karya sendiri.

Adapun bagian-bagian tertentu dalam penulisan laporan PKP yang saya kutip dari
hasil karya orang lain telah dituliskan dalam sumbernya secara jelas sesuai dengan
norma, kaidah, dan etika penulisan karya ilmiah.

Apabila di kemudian hari ditemukan seluruh atau sebagian laporan PKP ini bukan
hasil karya saya sendiri atau adanya plagiasi dalam bagian-bagian tertentu, saya
bersedia menerima sanksi, termasuk pencabutan gelar akademik yang saya
sandang sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

Blang Teungoh, 17 Juni 2020


Yang membuat pernyataan

YURDIANA
NIM. 822546387
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur selalu dipanjatkan kehadirat Allah Swt. Berkat rahmat dan
hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan laporan PKP ini. Shalawat dan salam
semoga tercurah limpahkan kepada Nabi Muhammad SAW. Yang telah
membawa peradaban umat manusia ini dari zaman kegelapan sampai kepada
zaman yang terang benderang yang penuh dengan nur ilahiyah ini.
Dalam penyusunan Pemantapan Kemampuan Profesional yang berjudul
“Penggunaan Metode Diskusi Kelompok Guna Meningkatkan Prestasi Belajar
IPA Materi Hemat Energi pada Siswa Kelas VI SD Negeri Blang Teungoh
Kecamatan Meukek Aceh Selatan” ini, peneliti banyak mendapat bantuan dari
berbagai pihak. Untuk itu, terima kasih peneliti ucapkan dengan tulus dan
sedalam-dalamnya kepada:
1. Yth. Kepala UPBJJ-UT Banda Aceh Drs. Enang Rusyana, M.Pd
2. Yth. Bapak Pengurus UPBJJ-UT Banda Aceh Pokjar Meukek Aceh
Selatan, Drs. Masrur. D.
3. Yth. Tutor Pembimbing mata kuliah Pemantapan Kemampuan Profesional
Bapak Drs. Masrur. D.
4. Yth. Seluruh Tutor UPBJJ-UT Banda Aceh Pokjar Meukek Aceh Selatan.
5. Kepala SD Negeri Blang Bladeh, Bapak Manyak, S.Pd
6. Yth. Rekan-rekan Guru SD Negeri I Blang Bladeh Kecamatan Meukek
Aceh Selatan.
7. Yth. Rekan-rekan Mahasiswa serta
8. Semua pihak yang telah banyak membantu, sehingga laporan Pemantapan
Kemampuan Profesional ini selesai.
Akhirnya, peneliti ucapkan semoga laporan ini bermanfaat khusunya untuk
peneliti dan umumnya untuk yang lain. Amin.

Blang Teungoh, 17 Juni 2020


Penulis

( YURDIANA )
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ............................................................................................ i


LEMBAR PENGESAHAN .................................................................................. ii
LEMBAR PERNYATAAN BEBAS PLAGIAT .................................................. iii
KATA PENGANTAR .......................................................................................... iv
DAFTAR ISI ................................................................................................... ..... v
DAFTAR TABEL ................................................................................................. vi
DAFTAR LAMPIRAN ......................................................................................... vii
ABSTRAK ............................................................................................................ viii

I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ...................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ............................................................................... 3
C. Tujuan PenelitianPerbaikan Pembelajaran .......................................... 3
D. Manfaat PenelitianPerbaikan Pembelajaran ........................................ 3

II KAJIAN PUSTAKA
A. Kajian Teori.......................................................................................... 4
B. Hipotesis Tindakan .............................................................................. 16

III PELAKSANAAN PENELITIAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN


A. Subyek, Tempat, dan Waktu Penelitian, Pihak yang Membantu ......... 17
B. Desain Prosedur Perbaikan Pembelajaran ............................................ 18
C. Tehnik Analisis Data ............................................................................20

IV HASIL DAN PEMBAHASAN


A. Hasil Penelitian Perbaikan Pembelajaran ............................................. 21
B. Pembahasan .......................................................................................... 28

V KESIMPULAN DAN SARAN TINDAK LANJUT


A. Kesimpulan ......................................................................................... 32
B. Saran Tindak Lanjut ............................................................................. 32

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN
FOTO KEGIATAN
BIODATA PENULIS
DAFTAR TABEL

Tabel : Hal

Tabel 3.1 Jadwal Pelaksanaan Penelitian.............................................................. 16


Tabel 4.1 Daftar Nilai Hasil Belajar siswa Pra Siklus ........................................ 21
Tabel 4.2 Nilai tes pra siklus................................................................................. 22
Tabel 4.3 Ketuntasan belajar siswa hasil tes pra siklus ....................................... 22
Tabel 4.4 Rata-rata hasil tes pra siklus ................................................................. 23
Tabel 4.5 Daftar nilai hasil belajar siswa siklus I ................................................. 23
Tabel 4.6 Hasil rekap nilai tes siklus I .................................................................. 24
Tabel 4.7 Ketuntasan belajar siswa hasil tes siklus I ............................................ 24
Tabel 4.8 Rata-rata hasil tes siklus I .................................................................... 24
Tabel 4.9 Perbandingan nilai rata-rata pra siklus dan siklus I .............................. 25
Tabel 4.10 Perbandingan ketuntasan belajar antara pra siklus dan siklus I .......... 25
Tabel 4.11 Daftar Nilai Hasil Belajar Siswa Siklus II .......................................... 25
Tabel 4.12 Rekap hasil nilai tes siklus II ............................................................. 26
Tabel 4.13 Ketuntasan belajar siklus II ................................................................. 27
Tabel 4.14 Rata-rata hasil tes siklus II ................................................................. 27
Tabel 4.15 Perbandingan hasil nilai tes model siklus I dan siklus II .................... 27
Tabel 4.16 Perbandingan hasil tes pra siklus, siklus I dan Siklus II ..................... 28
Tabel 4.17 Perbandingan ketuntasan nilai rata-rata pra siklus, siklus I dan
Siklus II ............................................................................................... 28
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran : Hal

Lampiran 1 Surat Kesediaan Supervisor 2 ............................................................ 36


Lampiran 2 Format Perencanaan PTK ................................................................. 37
Lampiran 3 Berkas Silabus dan RPP .................................................................... 39
Lampiran 4 Lembar Pengamatan Kinerja Guru .................................................... 53
Lampiran 5 Jurnal Pembimbingan dengan Supervisor 2 ...................................... 59
Lampiran 6 Soal Ulangan Harian Siklus I dan II ................................................. 62
Lampiran 7 Hasil ulangan siswa .......................................................................... 65
Lampiran 8 Biodata Penulis ................................................................................. 70
PENGGUNAAN METODE DISKUSI KELOMPOK GUNA
MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPA MATERI
HEMAT ENERGI PADA SISWA KELAS VI
SD NEGERI BLANG TEUNGOH
KECAMATAN MEUKEK
ACEH SELATAN
ABSTRAK
Nama : YURDIANA
NIM : 822546387
Prodi : S-1 PGSD
Email : yurdianameukek@gmail.com

Pada hakekatnya kegiatan belajar mengajar adalah suatu proses interaksi atau
hubungan timbal balik antara guru dan siswa dalam satuan pembelajaran. Guru
sebagai salah satu komponen dalam proses belajar menganjar merupakan
pemegang peran yang sangat penting. Guru bukan hanya sekedar penyampai
materi saja, tetapi lebih dari itu guru dapat dikatakan sebagai sentral
pembelajaran. Permasalahan yang ingin dikaji dalam perbaikan pembelajaran ini
adalah apakah dengan metode diskusi dapat meningkatkan prestasi dan minat
belajar siswa dalam pembelajaran IPA materi hemat energi?. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan prestasi dan minat belajar
siswa dalam pembelajaran IPA materi hemat energi. Penelitian ini dilaksanakan
sebanyak 2 (dua) siklus. Dan setiap siklus terdiri dari 4 (empat) tahap yaitu:
rancangan kegiatan, observasi, refleksi dan refisi. Yang menjadi subyek penelitian
adalah siswa kelas VI SD Negeri Blang Teungoh Kecamatan Meukek Kabupaten
Aceh Selatan. Dari hasil analisis didapatkan bahwa ketuntasan belajar siswa
meningkat dari pra siklus sampai siklus II yaitu: pra siklus (31,58%), siklus I
(63,16%), dan siklus II (89,47%). Dengan demikian, dengan menggunakan
Metode diskusi kelompok dapat meningkatkan prestasi dan minat belajar siswa
pembelajaran IPA khususnya materi hemat energi pada SD Negeri Blang Teungoh
Kecamatan Meukek Kabupaten Aceh Selatan. Untuk itu disarankan agar
penelitian ini dapat dilakukan secara berkesinambungan untuk meningkatkan
prestasi dan hasil belajar siswa.

Kata Kunci: Belajar, Diskusi, Energi.


I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Kegiatan pembelajaran adalah suatu proses interaksi atau hubungan timbal


balik antar guru dan siswa dalam satuan pembelajaran. Guru sebagai salah satu
komponen dalam proses pembelajaran yang memegang peran penting. Guru
bukan hanya sekedar penyampai materi saja, tetapi guru bisa dikatakan sebagai
sentral pembelajaran.
Sebagai pengatur sekaligus pelaku dalam proses pembelajaran, guru
mengarahkan bagaimana proses pembelajaran itu dilaksanakan. Proses
pembelajaran di sekolah, khususnya di Sekolah Dasar (SD) harus dapat
memberikan peluang kepada anak untuk mengembangkan kreativitas seperti
kemampuan berpikir, bereksplorasi dan bereksperimen dan juga kemampuan
untuk bertanya dan berpendapat. Proses belajar yang hanya terpusat pada guru
dapat menimbulkan pembelajaran yang tidak bermakna.
Berkaitan dengan hal tersebut di atas, peneliti selaku guru kelas VI SD
Negeri Blang Teungoh Kecamatan Meukek Kabupaten Aceh Selatan, mempunyai
kendala dalam kegiatan pembelajaran khususnya pada mata pelajaran IPA.
Aktivitas belajar siswa rendah, dalam kegiatan pembelajaran siswa cenderung
pasif, tidak kreatif, bahkan tidak merespon pembelajaran, jika diberi kesempatan
untuk bertanya siswa tidak mau bertanya dan jika diberi pertanyaan siswa tidak
mau menjawab pertanyaan, siswa terkesan malu, takut untuk menjawab. Hasil
belajar siswa didalam satu kelasnya yang memperoleh nilai di atas KKM hanya 2
orang siswa dari jumlah seluruhnya 19 orang siswa.
Pembelajaran IPA, khususnya di SD membutuhkan perhatian yang
sungguh-sungguh dari siswa, guru dan instansi pendidikan yang terkait. Dalam hal
ini perlu diciptakan suatu kondisi belajar yang menyenangkan, sehingga proses
pembelajaran IPA menjadi kegiatan yang bermakna. Pembelajaran yang terpusat
pada guru, interaksi aktif antara siswa dan guru jarang terjadi, siswa kurang bisa
bekerja dalam kelompok diskusi bahkan siswa cenderung belajar sendiri-sendiri.
SD Negeri Blang Teungoh merupakan salah satu dari sekian banyak
lembaga pendidikan formal yang berlokasi di pedesaan. Sebagaimana tujuan
pemerintah untuk mencerdaskan bangsa, maka keberadaan SD Negeri Blang
Teungoh bisa dikatakan sebagai salah satu upaya untuk mencerdaskan generasi
muda bangsa Indonesia di kawasan yang jauh dari fasilitas pendidikan yang
canggih dan modern seperti di kota – kota besar. Hal ini merupakan PR bagi guru
khususnya untuk dapat mencapai tujuan tersebut dengan menggunakan cara yang
sederhana dan bermakna.
Berdasarkan refleksi dari pembelajaran yang berlangsung selama ini guru
cenderung menggunakan metode ceramah. Guru lebih banyak memberikan materi
pelajaran melalui metode ceramah, sedangkan siswa hanya pasif dan
mendengarkan, sehingga pembelajaran terkesan membosankan dan membuat
siswa tidak berkonsentrasi dalam mengikuti proses pembelajaran. Kurang
bervariasinya guru dalam menggunakan metode, model, dan media pembelajaran
membuat siswa tidak memiliki minat dlam mengikuti pembelajaran.
Untuk memperbaiki hal tersebut di atas salah satunya dengan
menggunakan metode diskusi kelompok. Metode diskusi kelompok adalah
metode pembelajaran dimana siswa dihadapkan kepada suatu masalah untuk
dibahas dan dipecahkan bersama, sehingga terjadi interaksi antar dua individu
atau lebih yang terlibat, saling tukar menukar pengalaman, informasi, dan
memecahkan masalah (Djamarah, 2006: 99).
Berdasarkan kondisi tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa aktivitas
dan hasil belajar di Sekolah Dasar Negeri Blang Teungoh Kecamatan Meukek
Kabupaten Aceh Selatan Tahun Pelajaran 2019/2020 tidak sesuai dengan harapan.
Sehubungan dengan hal tersebut peneliti akan memperbaiki pembelajaran dengan
judul “Penggunaan Metode Diskusi Kelompok Guna Meningkatkan Prestasi
Belajar IPA Materi Hemat Energi pada Siswa Kelas VI SD Negeri Blang
Teungoh Kecamatan Meukek Aceh Selatan”.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang tersebutdi atas, maka peneliti mencoba
merumuskan masalah dalam penelitian pembelajaran ini sebagai berikut:
1. Apakah penggunaan metode diskusi kelompok dapat meningkatkan prestasi
belajar siswa dalam pembelajaran IPA materi Hemat Energi pada kelas VI
SD Negeri Blang Teungoh Kecamatan Meukek Kabupaten Aceh Selatan?
2. Apakah penerapan metode diskusi kelompok dapat meningkatkan minat
belajar siswa kelas VI SD Negeri Blang Teungoh Kecamatan Meukek
Kabupaten Aceh Selatan pada pelajaran IPA khususnya pada materi Hemat
Energi?

C. Tujuan Perbaikan Penelitian Pembelajaran


Perbaikan tindakan kelas ini penulis laksanakan di kelas VI sekolah dasar,
dengan tujuan:
1. Untuk mengetahui penggunaan metode diskusi kelompok dalam
meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VI SD Negeri Blang Teungoh
Kecamatan Meukek Kabupaten Aceh Selatan pembelajaran IPA materi
Hemat Energi.
2. Untuk mengetahui penerapan metode diskusi kelompok dalam meningkatkan
minat belajar dalam pembelajaran IPA materi Hemat Energi pada kelas VI
SD Negeri Blang Teungoh Kecamatan Meukek Kabupaten Aceh Selatan.

D. Manfaat Penelitian Perbaikan Pembelajaran


Adapun manfaat yang diharapkan dari perbaikan tindakan kelas ini adalah:
1) Bagi siswa
 Siswa memperoleh kesempatan menunjukkan kemampuan masing-
masing.
 Pengalaman bagi siswa dengan menggunakan metode diskusi
kelompok untuk berinteraksi dengan teman dan guru.
2) Bagi guru
Memperoleh pengalaman, tentang penerapan metode diskusi kelompok
dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
3) Bagi Sekolah
Pembelajaran dengan menggunakan metode diskusi menjadi informasi dan
sumbangan pemikiran dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dan
kualitas kelulusan.
4) Bagi Peneliti
Menambah wawasan dan pengetahuan tentang pembelajaran dengen
menggunakan metode diskusi.
II. KAJIAN PUSTAKA

A. Kajian Teori
1. Beberapa Pengertian
a. Prestasi Belajar
Kemampuan intelektual siswa sangat menentukan keberhasilan siswa dalam
memperoleh prestasi. Untuk mengetahui berhasil atau tidaknya seseorang dalam
belajar maka perlu dilakukan suatu evaluasi, tujuannya untuk mengetahui prestasi
yang di peroleh siswa tersebut setelah proses belajar mengajar berlangsung.
Prestasi artinya hasil akhir dari suatu kegiatan. Winkel (1984 : 151) berpendapat,
prestasi adalah suatu bukti keberhasilan usaha yang dicapai. Adapun prestasi
dapat juga diartikan hasil yang diperoleh karena adanya aktivitas belajar yang
telah dilakukan.
Prestasi belajar merupakan hasil dari proses kompleks. Hal ini disebabkan
banyak Faktor yang terkandung di dalamnya baik yang berasal dari faktor intern
maupun faktor ekstern. Adapun faktor intern yang mempengaruhi prestasi belajar
yaitu: 1) Faktor fisiologi seperti kondisi fisik dan kondisi indera. 2) Faktor
Psikologi meliputi bakat,minat,kecerdasan motivasi, kemampuan kognitif.
Sedangkan faktor ekstern yang mempengaruhi prestasi belajar adalah : 1)
Lingkungan Yang termasuk faktor lingkungan adalah 1) Sosial,
masyarakat/keluarga. 2) Faktor Instrumental, Faktor ini terdiri dari
kurikulum/bahan pengajaran sarana dan fasilitas.

b. Minat Siswa
Untuk mencapai prestasi yang baik disamping kecerdasan juga minat,
sebab tanpa adanya minat segala kegiatan akan dilakukan kurang efektif dan
efesien. Dalam percakapan sehari-hari pengertian perhatian dikacaukan dengan
minat dalam pelaksanaan perhatian seolah-olah kita menonjolkan fungsi pikiran,
sedangkan dalam minat seolah-olah menonjolkan fungsi rasa, tetapi kenyataanya
apa yang menarik minat menyebabkan pula kita kita berperhatian, dan apa yang
menyebabkan perhatian kita tertarik minatpun menyertai kita.” (Dakir. 1971 : 81).
Minat menyebabkan perhatian dimana minat seolah-olah menonjolkan
fungsi rasa dan perhatian seolah-olah menonjolkan fungsi pikiran. Hal ini
menegaskan bahwa apa yang menarik minat menyebabkan pula kita berperhatian
dan apa yang menyebabkan berperhatian kita tertarik, minatpun menyertainya jadi
ada hubungan antara minat dan perhatian.
Menurut Tidjan (1976:71) adalah gejala psikologis yang menunjukan
pemusatan perhatian terhadap suatu obyek sebab ada perasaan senang. Dari
pengertian tersebut jelaslah bahwa minat itu sebagai pemusatan perhatian atau
reaksi terhadap suatu obyek seperti benda tertentu atau situasi tertentu yang
didahului oleh perasaan senang terhadap obyek tersebut.
Sedangkan menurut Dimyati Mahmud (1982: 16), Minat dalah sebagai
sebab yaitu kekuatan pendorong yang memaksa seseorang menaruh perhatian
pada orang situasi atau aktifitas tertentu dan bukan pada yang lain, atau minat
sebagai akibat yaitu pengalaman efektif yang distimular oleh hadirnya seseorang
atau sesuatu obyek, atau karena berpartisipasi dalam suatu aktifitas.
Berdasarkan definisi minat tersebut dapatlah penulis kemukakan bahwa
minat mengandung unsur-unsur sebagai berikut:
1. Minat adalah suatu gejala psikologis
2. Adanya pemusatan perhatian, perasaan dan pikiran dari subyek karena
tertarik.
3. Adanya perasaan senang terhadap obyek yang menjadi sasaran
4. Adanya kemauan atau kecenderungan pada diri subyek untuk
melakukan kegiatan guna mencapai tujuan.
Berdasarkan beberapa Pengertian Minat menurut ahli tersebut penulis
simpulkan bahwa minat adalah gejala psikologis yang menunjukan bahwa minat
adanya pengertian subyek terhadap obyek yang menjadi sasaran karena obyek
tersebut menarik perhatian dan menimbulkan perasaan senang sehingga
cenderung kepada obyek tersebut.

c. Pengertian Metode Diskusi


Metode mengajar merupakan salah satu komponen yang harus dimiliki
oleh seorang guru dalam suatu kegiatan pembelajaran. Metode mengajar
merupakan cara atau tehnik yang digunakan guru dalam melakukan interaksi
dengan siswa pada saat proses pembelajaran berlangsung. Dalam Kamus Besar
Bahasa Indonesia (2001:740) dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan metode
diskusi adalah cara belajar atau mengajar yang melakukan tukar pikiran antara
murid dengan guru, murid dengan murid sebagai peserta diskusi.
Namun tidak semua kegiatan bertukar pikiran dapat dikatakan berdiskusi.
Menurut Maidar dan Mukti (1991:37) diskusi pada dasarnya adalah suatu bentuk
tukar pikiran yang teratur dan terarah, baik dalam kelompok kecil atau besar,
dengan tujuan untuk mendapatkan suatu pengertian, kesepakatan, dan keputusan
bersama mengenai suatu masalah.
Sedangkan menurut Zuhairini (1983:89) yang dimaksud metode diskusi
ialah suatu metode didalam mempelajari bahan atau menyampaikan bahan dengna
jalan mendiskusikannya, sehingga berakibat menimbulkan pengertian serta
perubahan tingkah laku murid.
Metode diskusi kelompok adalah suatu cara mengelola pembelajaran
dengan penyajian materi melalui pemecahan masalah, atau analisis sistem produk
teknologi yang pemecahannya sangat terbuka. Suatu diskusi dinilai menunjang
keaktifan siswa bila diskusi itu melibatkan semua anggota diskusi dan
menghasilkan suatu pemecahan masalah.
Jika metode ini dikelola dengan baik, antusiasme siswa untuk terlibat
dalam forum ini sangat tinggi. Tata caranya adalah sebagai berikut: harus ada
pimpinan diskusi, topik yang menjadi bahan diskusi harus jelas dan menarik,
peserta diskusi dapat menerima dan memberi, dan suasana diskusi tanpa tekanan.
Muhibbin Syah (2000), mendefinisikan bahwa metode diskusi adalah
metode mengajar yang sangat erat hubungannya dengan memecahkan masalah
(problem solving). Metode ini lazim juga disebut sebagai diskusi kelompok
(group discussion) dan resitasi bersama (socialized recitation).
Metode diskusi kelompok diaplikasikan dalam proses belajar mengajar
untuk :
 Mendorong siswa berpikir kritis.
 Mendorong siswa mengekspresikan pendapatnya secara bebas.
 Mendorong siswa menyumbangkan buah pikirnya untuk memcahkan
masalah bersama.
 Mengambil satu alternatif jawaban atau beberapa alternatif jawaban untuk
memecahkan masalah berdsarkan pertimbangan yang seksama.
Kelebihan metode diskusi panel sebagai berikut :
 Menyadarkan anak didik bahwa masalah dapat dipecahkan dengan
berbagai jalan
 Menyadarkan anak didik bahwa dengan berdiskusi mereka saling
mengemukakan pendapat secara konstruktif sehingga dapat diperoleh
keputusan yang lebih baik.
 Membiasakan anak didik untuk mendengarkan pendapat orang lain
sekalipun berbeda dengan pendapatnya dan membiasakan bersikap
toleransi. (Syaiful Bahri Djamarah, 2000).

Kelemahan metode diskusi kelompok sebagai berikut :


 Tidak dapat dipakai dalam kelompok yang besar.
 Peserta diskusi mendapat informasi yang terbatas.
 Dapat dikuasai oleh orang-orang yang suka berbicara.
 Biasanya orang menghendaki pendekatan yang lebih formal (Syaiful Bahri
Djamarah, 2000)

d. Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)


Dorongan ingin tahu telah terbentuk secara kodrati mendorong manusia
mengagumi dan mempercayai adanya keterampilan pada alam. Hal ini mendorong
munculnya sekelompok orang berfikir. Pemikiran dilakukan secara terpola
sehingga dipahami oleh orang lain. Dorongan ingin tahu meningkat dan untuk
mencari kepuasan dan penggunaannya.
Penemuan yang dapat diuji kebenarannya oleh orang lain dapat diterima
secara universal. Dengan demikian dari pengetahuan akan berkembang menjadi
ilmu pengetahuan. Perolehan yang didapat melalui percobaan, didukung oleh
fakta menggunakan metode berfikir secara sistematis dapat diterima sebagai ilmu
pengetahuan yang selanjutnya disebut produk, sedangkan langkah-langkah
dilakukan merupakan suatu proses.
Menurut Hendro Darmodjo dan Kaligis (1991: 3-5), IPA dapat dipandang
sebagai suatu proses dari upaya manusia untuk memahami berbagai gejala alam.
Untuk itu diperlukan cara tertentu yang sifatnya analisis, cermat, lengkap, dan
menghubungkan gejala alam yang satu dengan gejala alam yang lain. IPA dapat
dipandang sebagai suatu produk dari upaya manusia memahami berbagai gejala
alam. IPA dapat pula dipandang sebagai fakta yang menyebabkan sikap dan
pandangan yang mitologis menjadi sudut pandang ilmiah. Mata pelajaran IPA
adalah program untuk menanamkan dan mengembangkan pengetahuan,
keterampilan, sikap dan nilai ilmiah pada siswa serta rasa mencintai dan
menghargai kebesaran Tuhan Yang Maha Esa. Pelajaran IPA tidak semata-mata
memberi pengetahuan tentang IPA kepada siswa, tetapi juga ikut membina
kepribadian anak.
Secara lebih detail, Mata pelajaran IPA berfungsi untuk:
a. Memberi pengetahuan tentang berbagai jenis dan lingkungan alam dan
lingkungan dalam kaitan dengan manfaatnya bagi kehidupan sehari-hari.
b. Mengembangkan keterampilan proses.
c. Mengembangkan wawasan sikap dan nilai yang berguna bagi siswa untuk
meningkatkan kualitas kehidupan sehari-hari.
d. Mengembangkan kesadaran tentang adanya hubungan yang saling
mempengaruhi antara kemajuan IPA dan teknologi.
e. Mengembangkan kemampuan untuk menerapkan pengetahuan dan
teknologi (IPTEK) serta keterampilan yang berguna dalam kehidupan
sehari-hari maupun untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih
ditinggi (Depdikbud, 1995: 87).

Hal yang penting diperhatikan guru dalam pembelajaran IPA adalah


berusaha agar siswa ikut aktif dalam proses pembelajaran.
Ilmu Pengetahuan Alam merupakan hasil kegiatan manusia berupa
pengetahuan, gagasan dan konsep yang terorganisasi secara logis dan sistematis
tentang alam sekitar, yang diperoleh dari pengalaman melalui serangkaian proses
ilmiah seperti pengamatan, penyelidikan, penyusunan hipotesis (dugaan
sementara) yang diikuti pengujian gagasan (Amalia Saprianti, 2008).
Kosasih Djahiri (1993) mengemukakan bahwa kualitas suatu pengajaran
diukur dan ditentukan oleh sejauh mana kegiatan pembelajaran tertentu dapat
merupakan alat perubah tingkah laku individu ke arah yang sesuai dengan tujuan
yang telah ditetapkan. Sehubungan dengan itu maka guru dalam mengelola
kegiatan pembelajaran di kelas hendaknya mampu mengembangkan pola interaksi
antara berbagai pihak yang terlibat didalamnya. Guru harus pandai memotivasi
siswa untuk terbuka, kreatif, responsif, interaktif, dan evaluatif.
Dalam konteks tersebut model pembelajaran demonstrasi dapat dijadikan
salah satu alternative selain metode ceramah yang hampir dijadikan sebagai satu-
satunya metode pembelajaran IPA di sekolah dasar.
Penilaian merupakan salah satu komponen sistem pengajaran untuk
mengetahui apakah tujuan yang telah dirumuskan dapat tercapai. Sebagai alat
penilai hasil pencapaian tujuan dalam pembelajaran, penilaian dilakukan secara
terus menerus. Hasil penilaian bermanfaat untuk umpan balik (feed back) dari
kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan. (Ali, 1983: 131).
Dalam GBPP SD mata pelajaran IPA ditetapkan tujuan pengajaran IPA di
SD adalah agar siswa:
a. Memahami konsep-konsep IPA dan keterkaitannya dengan kehidupan
sehari-hari.
b. Memiliki keterampilan proses untuk mengembangkan pengetahuan dan
gagasan tentang alam sekitarnya.
c. Sikap ingin tahu, tekan, terbuka, kritis, mawas diri, bertanggung jawab,
bekerja sama dan mandiri.
d. Mampu menerapkan berbagai konsep IPA untuk menjelaskan gejala-gejala
alam dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari.
e. Mampu menggunakan teknologi sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
f. Mengenal dan memupuk rasa cinta terhadap alam sekitar sehingga
menyadari kebesaran Tuhan Yang Maha Esa. (Depdikbud, 1994: 130).
Untuk mengetahui tercapainya tujuan pengajaran IPA yang telah
dirumuskan dilakukan penilaian sebagai prestasi belajar siswa dalam bentuk
penilaian tes tertulis dan penilaian keterampilan proses. Penilaian keterampilan
proses dapat dilakukan dengan penilaian:
a. Penilaian perbuatan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam
menguasai beberapa keterampilan tertentu.
b. Penilaian sikap dilakukan melalui pengamatan cara kerja anak, selama
melakukan kegiatan dan menguji coba alat kerja.
c. Penilaian hasil kerja anak lebih menekankan pada proses dan perilaku
sikap teknologi bukan hanya menilai produk saja. (Depdikbud, 1995: 109-
110).

Ruang lingkup IPA di SD mencakup makhluk hidup dan proses


kehidupannya, materi sifat-sifat dan kegunaannya, kesehatan dan makanan,
penyakit dan pemecahannya, membudayakan alam dan kegunaannya,
pemeliharaan dan pelestariannya. Alokasi waktu yang diberikan berturut-turut
dari kelas III sampai VI adalah 3, 6, 6, 6 jam pelajaran per minggu (Depdikbud,
1994: 117).
Ruang lingkup mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam meliputi 2 (dua)
aspek: kerja ilmiah dan pemahaman konsep serta penerapannya. Kerja ilmiah
mencakup: penyelidikan/ penelitian, berkomunikasi ilmiah, pengembangan
kreativitas dan pemecahan masalah, sikap dan nilai ilmiah; sedangkan
pemahaman konsep dan penerapannya mencakup: makhluk hidup dan proses
kehidupan, yaitu manusia, hewan, tumbuhan dan interaksinya dengan lingkungan
serta kesehatan; benda/ materi, sifat-sifat kegunaannya meliputi benda cair, padat,
dan gas. Energi dan perubahannya meliputi: gaya, bunyi, panas, magnet, listrik,
cahaya, dan pesawat sederhana; Bumi dan alam semesta, meliputi: tanah, bumi,
tata surya, dan benda-benda langit lainnya; serta Ilmu Pengetahuan, teknologi,
lingkungan, dan masyarakat yang merupakan penerapan konsep sains dan saling
keterkaitannya dengan lingkungan, teknologi dan masyarakat melalui pembuatan
suatu karya teknologi sederhana termasuk di dalamnya merancang dan membuat
suatu hasil karya.
Kelimanya merupakan dasar bidang fisika, kimia, dan biologi. Meskipun
area tersebut merupakan materi pembelajaran IPA, belajar tidak hanya melibatkan
masalah pengetahuan. Pembelajaran IPA terutama lebih menekankan aspek proses
bagaimana siswa belajar dan efek dari proses belajar tersebut bagi perkembangan
siswa itu sendiri. Pembelajaran IPA melibatkan keaktifan siswa, baik aktivitas
fisik maupun aktivitas mental, dan berfokus pada siswa yang berdasar pada
pengalaman keseharian siswa dan minat siswa. Pembelajaran IPA di SD
mempunyai tiga tujuan utama yaitu:
 Mengembangkan keterampilan ilmiah,
 Memahami konsep IPA,
 Dan mengembangkan sikap yang berdasar pada nilai-nilai yang terkandung
dalam pembelajarannya.

e. Materi Hemat Energi


Setiap kegiatan yang dilakukan oleh manusia membutuhkan energi. Energi
disebut juga sebagai tenaga. Definisi energi adalah kemampuan untuk melakukan
usaha. Tindakan berangkat ke sekolah, mengayuh sepeda, bermain, dan
berolahraga memerlukan energi.
Energi adalah kemampuan melakukan kerja. Disebut demikian karena
setiap kerja yang dilakukan sekecil apapun dan seringan apapun tetap
membutuhkan energi. Menurut KBBI energi didefinisikan sebagai daya atau
kekuatan yang diperlukan untuk melakukan berbagai proses kegiatan. Energi
merupakan bagian dari suatu benda tetapi tidak terikat pada benda tersebut. Energi
bersifat fleksible artinya dapat berpindah dan berubah.
Menurut para ahli, energi dapat diartikan sebagai berikut:
1. Energi adalah kemampuan membuat sesuatu terjadi (Robert L. Wolke)
2. Energi adalah kemampuan benda untuk melakukan usaha (Mikrajuddin)
3. Energi adalah suatu bentuk kekuatan yang dihasilkan atau dimiliki oleh
suatu benda (Pardiyono)
4. Energi adalah sebuah konsep dasr termodinamika dan merupakan salah
satu aspek penting dalam analisis tekhnik (Michael J. Moran), dan masih
banyak lagi.
Dari berbagai pengertian dan definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa
secara umum energi dapat didefinisikan sebagai kekuatan yang dimiliki oleh suatu
benda sehingga mampu untuk melakukan kerja. Energi banyak sekali bentuknya,
berikut ini adalah beberapa jenis energi yang dapat kita temui sehari-hari.
1) Energi panas
Energi panas adalah energi yang dimiliki oleh benda yang panas. Benda
yang terbakar menghasilkan panas. Panas disebut juga kalor. Panas merupakan
salah satu bentuk energi. Lilin yang menyala dapat memutar kertas spiral yang
bergantung di atasnya. Hal tersebut membuktikan bahwa lilin yang sedang
menyala memiliki energi panas.
2) Energi bunyi
Energi bunyi adalah energi yang ditimbulkan oleh benda yang
mengeluarkan bunyi. Bunyi dihasilkan dari getaran. Bunyi kuat dihasilkan dari
getaran yang kuat. Contoh bunyi yang kuat adalah halilintar, petasan, dan bom.
Bunyi yang kuat menghasilkan energi yang besar. Bunyi kuat dapat memekakkan
telinga, menggetarkan dan bahkan memecahkan kaca jendela.
3) Energi kinetik
Energi kinetik adalah energi yang dimiliki oleh benda yang sedang
bergerak. Contoh benda yang bergerak dan menghasilkan energi kinetik antara
lain kincir angin dan dinamo sepeda. Kincir angin dimanfaatkan oleh manusia
untuk menggerakkan tulbin, dan menghasilkan listrik. Sementara itu, putaran roda
sepeda mampu memutar dinamo sepeda dan menghasilkan energi listrik untuk
menyalakan lampu sepeda.
4) Energi potensial
Energi potensial adalah energi yang tersimpan di dalam suatu benda.
Ketapel yang teregang mempunyai energi potensial. Energi tersebut sewaktu-
waktu dapat dilepaskan. Contoh benda yang memiliki energi potensial selain
ketapel adalah per yang teregang, busur anak panah yang teregang dan lain-lain.
Energi potensial yang ada pada per disebut sebagai energi potensial pegas.
5) Energi listrik
Energi listrik adalah energi yang tersimpan dalam benda yang bermuatan
listrik. Energi yang dihasilkan oleh arus listrik mampu menjalankan motor listrik.
Contohnya lampu listrik, kipas angin, setrika listrik, dan pompa air listrik.
6) Energi cahaya
Kapas yang diletakkan di bawah lensa cembung yang terkena sinar
matahari dapat terbakar. Mengapa demikian? Karena cahaya matahari yang
dikumpulkan oleh lensa cembung dapat memanaskan kapas sampai terbakar.
7) Energi kimia
Energi kimia adalah energi yang tersimpan dalam bahan kimia. Energi
kimia terdapat dalam berbagai bahan kimia, seperti baterai, aki, makanan, dan
bahan bakar. Sebagian bahan kimia tersebut bisa digunakan untuk menghasilkan
energi listrik.

2. Macam-macam Metode Pembelajaran


Metodologi mengajar adalah ilmu yang mempelajari cara-cara untuk
melakukan aktivitas yang tersistem dari sebuah lingkungan yang terdiri dari
pendidik dan peserta didik untuk saling berinteraksi dalam melakukan suatu
kegiatan sehingga proses belajar berjalan dengan baik dalam arti tujuan
pengajaran tercapai.
Agar tujuan pengajaran tercapai sesuai dengan yang telah dirumuskan oleh
pendidik, maka perlu mengetahui, mempelajari beberapa metode mengajar, serta
dipraktekkan pada saat mengajar.
Ada beberapa metode mengajar yang dapat digunakan dalam pembelajaran
IPA, diantaranya:
1) Metode Ceramah
Metode ceramah yaitu sebuah metode mengajar dengan menyampaikan
informasi dan pengetahuan saecara lisan kepada sejumlah siswa yang pada
umumnya mengikuti secara pasif. Muhibbin Syah, (2000: 12). Metode
ceramah dapat dikatakan sebagai satu-satunya metode yang paling ekonomis
untuk menyampaikan informasi, dan paling efektif dalam mengatasi
kelangkaan literatur atau rujukan yang sesuai dengan jangkauan daya beli dan
paham siswa.
2) Metode Diskusi
Muhibbin Syah (2000: 12), mendefinisikan bahwa metode diskusi adalah
metode mengajar yang sangat erat hubungannya dengan memecahkan
masalah (problem solving). Metode ini lazim juga disebut sebagai diskusi
kelompok (group discussion) dan resitasi bersama (socialized recitation).
3) Metode Demonstrasi
Metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan
barang, kejadian, aturan, dan urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara
langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan
pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan. Muhibbin Syah (2000: 13).
Metode demonstrasi adalah metode yang digunakan untuk memperlihatkan
sesuatu proses atau cara kerja suatu benda yang berkenaan dengan bahan
pelajaran. Syaiful Bahri Djamarah, (2000: 13).
4) Metode Resitasi
Metode resitasi adalah suatu metode mengajar dimana siswa diharuskan
membuat resume dengan kalimat sendiri.
5) Metode Percobaan
Metode percobaan adalah metode pemberian kesempatan kepada anak didik
perorangan atau kelompok, untuk dilatih melakukan suatu proses atau
percobaan. Syaiful Bahri Djamarah, (2000: 7).
6) Metode Karyawisata
Metode karya wisata adalah suatu metode mengajar yang dirancang terlebih
dahulu oleh pendidik dan diharapkan siswa membuat laporan dan
didiskusikan bersama dengan peserta didik yang lain serta didampingi oleh
pendidik, yang kemudian dibukukan.
3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat Belajar Siswa
Menurut Abdullah (1989: 4), ada beberapa yang mempengaruhi minat
sesorang terhadap mata pelajaran tertentu, termasuk dalam mata pelajaran IPS.
Secara keseluruhan faktor tersebut digolongkan dalam dua kelompok besar, yaitu
faktor eksternal (faktor yang berasal dari luar diri siswa) dan faktor internal
(faktor yang berasal dari dalam diri siswa).
Dari beberapa faktor yang dapat mempengaruhi minat siswa dalam mata
pelajaran IPS, yang menjadi bahan kajian dalam penelitian ini adalah faktor
kurikulum, faktor dari dalam diri siswa, faktor metode mengajar, faktor guru,
serta sarana dan prasarana. Untuk lebih jelasnya, pengaruh dari masing-masing
faktor tersebut minat belajar IPA siswa dapat diuraikan sebagai berikut :
1) Faktor kurikulum
2) Faktor dari dalam diri siswa
3) Faktor metode mengajar
4) Faktor guru
5) Faktor sarana dan prasarana

4. Manfaat Penggunaan Metode Diskusi Kelompok dalam


Pembelajaran
Metode pembelajaran di SD Negeri Blang Teungoh melalui metode
diskusi hampir sama dengan pengajaran klasikal tetapi dalam hal ini jumlah siswa
yang berbeda. Pembelajaran klasikal terdiri dari prasiswa dalam satu kelas,
sedangkan metode diskusi siswa yang belajar dalam satu kelas terbagi dalam
beberapa kelompok kecil yang terdiri dari 4 sampai 6 siswa.
Dalam pelaksanaannya terjadi interaksi siswa dengna guru maupun siswa
dengan siswa. Metode diskusi sebagai pilihan mengajar bertujuan untuk : (1)
meningkatkan interaksi antara siswa-siswa serta siswa-guru; (2) meningkatkan
hubungan personal; dan (3) meningkatkan keterampilan siswa dalam berpikir,
serta berbicara menyampaikan pendapat di muka umum.
Untuk mendapatkan hasil yang optimal dalam penggunaan metode diskusi,
sebaiknya guru menelaah terlebih dahulu tujuan yang ingin dicapai melalui
pelaksanaan diskusi, serta memilih topik-topik yang sekiranya dapat
dikembangkan melalui metode ini. Selain itu dukungan dan perhatian guru pada
pelaksanaan diskusi dapat berupa menyiapkan suasana kelas untuk pelaksanaan
diskusi yang efektif serta menyiapkan dan menggunakan format penilaian dalam
pelaksanaan diskusi.

5. Faktor yang Mempengaruhi Proses Belajar IPA


Adapun salah satu faktor-faktor yang mempengaruhi proses belajar IPA
adalah sebagai berikut:
a) Dalam diri siswa belum siap untuk mengikuti proses belajar dengan baik.
b) Kurangnya ketersediaan media pembelajaran.
c) Gangguan dari luar (melihat keluar, diganggu teman).
d) Siswa beranggapan bahwa belajar IPA itu sulit.
e) Siswa kelas rendah kebanyakan keinginan masih bermain daripada belajar.

B. Hipotesis Tindakan
Berdasarkan beberapa pengertian yang telah dijabarkan di atas, maka yang
menjadi hipotesis tindakan dalam penelitian perbaikan ini adalah bahwa dengan
metode diskusi kelompok dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VI di
SD Negeri Blang Teungoh Kecamatan Meukek Kabupaten Aceh Selatan dalam
pelajaran IPA materi hemat energi.
III. PELAKSANAAN PENELITIAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN

A. Subyek, Tempat, dan Waktu Penelitian, Pihak yang Membantu


1. Subyek Penelitian
Yang dimaksud dengan subyek penelitian dalam upaya perbaikan
pembelajaran ini adalah siswa-siswi Kelas VI SD Negeri Blang Teungoh
Kecamatan Meukek yang berjumlah 19 orang dan terdiri dari 9 laki-laki dan 10
perempuan. Mata pelajaran yang akan diteliti dalam upaya perbaikan ini adalah
mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam khususnya materi hemat energi.
2. Tempat Penelitian
Sedangkan tempat yang digunakan dalam melakukan penelitian untuk
memperoleh data yang diinginkan adalah di SD Negeri Blang Teungoh yang
beralamat di Desa Blang Teungoh Kecamatan Meukek Kabupaten Aceh Selatan
Kode Pos 23754.
3. Waktu Penelitian
Waktu dilangsungkannya upaya perbaikan ini adalah pada tanggal 25
Februari sampai dengan 17 Maret 2020, dengan rincian seperti pada tabel berikut
ini:
Tabel3.1
Jadwal Pelaksanaan Penelitian
Waktu
N
Kegiatan Februari Maret April
o
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5
1 Pengajuan proposal
Penyusunan
2
rancangan penelitian
3 Pelaksanaan pra siklus
Analisis hasil pra
4
siklus
5 Pelaksanaan siklus I
6 Analisis hasil siklus I
7 Pelaksanaan siklus 2
8 Analisis siklus 2
Penulisan hasil
9
penelitian

4. Pihak yang membantu


Adapun pihak-pihak yang membantu dalam terlaksananya upaya
perbaikan ini adalah Kepala sekolah SD Negeri Blang Teungoh, teman sejawat,
dan rekan-rekan guru.

B. Desain Prosedur Perbaikan Pembelajaran


1. Rencana Penelitian
Berdasarkan hasil kegiatan identifikasi dan analisis masalah bekerjasama
dengan supervisor 1 dan 2, kemudian diadakan rancangan perbaikan pembelajaran
sesuai dengan tujuan perbaikan yang telah ditetapkan. Dengan demikian penulis
akan melaksanakan perbaikan pembelajaran IPA dengan materi hemat energi.
Untuk melaksanakan penelitian, maka disusunlah penelitian secara umum
yaitu :
 Menetapkan perencanaan, menentukan tujuan pembelajaran dan tujuan
perbaikan pembelajaran.
 Merancang lembar observasi dan menyampaikan materi tindak lanjut.
 Menyusun kegiatan yang terdiri dari :
 Memilih bahan yang relevan untuk perbaikan
 Menentukan langkah pembelajaran (kegiatan awal, kegiatan inti,
kegiatan akhir).
 Memilih metode pembelajaran.
 Memilih alat peraga atau media yang sesuai dengan materi
pembelajaran.
 Menyusun alat evaluasi untuk mencapai tujuan perbaikan.
Adapun langkah-langkah penelitian yang akan dilakukan sebagai berikut :
a) Siklus I
 Mengkondisikan siswa
 Melakukan apresiasi
 Menjelaskan materi pembelajaran
 Mengajukan pertanyaan
 Melakukan evaluasi
 Memeriksa hasil evaluasi
 Memberikan tindak lanjut
b) Siklus II
 Penyampaian tujuan pembelajaran
 Mengkondisikan siswa untuk melakukan apresiasi
 Menjelaskan materi pembelajaran melalui tanya jawab
 Memberi kesempatan untuk bertanya
 Memberi penguatan
 Melaksanakan evaluasi
 Memberikan tindak lanjut
2. Pelaksanaan Penelitian
Dalam pelaksanaan penelitian ini masing-masing dilaksanakan sebanyak
dua siklus, dimana skenario pembelajaran antara siklus I dan II terdapat
kesinambungan yang baik.
3. Pengamatan dan Pengumpulan Data
Dalam pelaksanaan proses perbaikan pembelajaran siklus I pada Mata
Pelajaran IPA dilakukan pengamatan oleh teman sejawat dengan menggunakan
lembar observasi.
4. Refleksi
Refleksi dilakukan berdasarkan hasil diskusi dengan teman sejawat setelah
proses perbaikan pembelajaran siklus I mata pelajaran IPA selesai. Sesuai dengan
hasil yang diperoleh siswa ternyata masih ada sebagian siswa yang belum mampu
memahami materi sehingga dalam menjawab soal masih ada yang salah dengan
kualifikasi dibawah rata-rata, hal ini disebabkan oleh penyampaian materi guru
yang terlalu cepat sehingga siswa kesulitan menerima penjelasan tersebut. Dengan
demikian pada pelaksanaan perbaikan pembelajaran akan dilakukan pada siklus II.
Pada siklus II guru memberikan materi yang efisien serta pemberian
diskusi tanya jawab antara siswa dengan guru sehingga terjadi komunikasi yang
baik antara siswa dan guru. Guru juga menggunakan metode yang dapat
mengaktifkan siswa. Dengan demikian pada siklus II terdapat hasil yang konsisten
yaitu dilihat dari hasil evaluasi tidak terdapat nilai yang kurang. Dengan demikian
siklus ke II dinyatakan berhasil membangkitkan semangat siswa sehingga tidak
diperlukan tahapan siklus selanjutnya.

C. Tehnik Analisis Data


Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis
dekskriptif, yang meliputi:
1. Analisis deskriptif komparatif hasil belajar dengan cara membandingkan hasil
belajar pada siklus I dengan siklus II dan membandingkan hasil belajar
dengan indikator pada siklus I dan siklus II.
2. Analisis deskriptif kualitatif hasil observasi dengan cara membandingkan
hasil observasi dan refleksi pada siklus I dan siklus II.
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian Perbaikan Pembelajaran
1. Hasil Penelitian Pra Siklus
Data penelitian yang diperoleh berupa data observasi berupa pengamatan
pengelolaan pembelajaran melalui pendekatan kontekstual dan pengamatan
aktivitas siswa dan guru pada akhir pembelajaran, dan data tes formatif siswa
pada setiap siklus, dimulai dari siklus pertama hingga siklus kedua.
Daftar nilai hasil belajar siswa di tiap-tiap siklus, dapat dalam tabel 4.1 di
bawah ini:
Tabel 4.1
Daftar Nilai Hasil Belajar Siswa Pra Siklus
Nilai Jlh
No Nama Siswa
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Nilai
1 Selva Widia Rahmi     x x    70
2 Fuji Hastuti       x  x  80
3 Roza Tamania Darisma       x  x  80
4 Evendi Arwiza      x x  x  70
5 Misbahul B    x x x x    60
6 Farhan Qizami     x x x    70
7 Iva Srideva    x  x x    70
8 Maulisa Jafrida    x  x x x   60
9 Fikri Haikal  x  x  x x    60
10 Novita Rahmaniza  x x x x x     50
11 Agus Mawardah    x x  x x x  50
12 Dastri Alfat  x  x   x   x 60
13 Nurfajri Wahyuni  x  x   x x   60
14 Haura Masdalisa x   x   x  x x 50
15 Riska Mauliza    x   x x x x 50
16 Muhammad Reski x   x   x x x x 40
17 Badrul Uska    x   x x x x 50
18 M. Ziaurrahman x x  x   x x x  40
19 Rinal Maulana U    x    x x x 60
Jumlah Nilai 1130
Nilai Rata-rata Kelas 59,47

Merujuk kepada keterangan yang terdapat pada tabel 4.1 di atas, maka
dibuatlah rekap hasil nilai tes pra siklus yang mengklasifikasikan kepada kriteria
berikut ini:
Tabel 4.2
Nilai Tes Pra Siklus
Hasil Jumlah
NO Hasil (Huruf) Arti Lambang Persentase
(Angka) Siswa
1 85-10 A Sangat baik 0 0%
2 75-84 B Baik 2 10,53%
3 65-74 C Cukup 4 21,05%
4 55-64 D Kurang 6 31,58%
5 <54 E Sangat Kurang 7 36,84%
Jumlah 19 100%

Berdasarkan hasil analisis yang digambarkan dalam bentuk tabel 4.2 diatas
diketahui bahwa jumlah siswa yang mendapat nilai A (sangat baik) tidak ada,
yang mendapat nilai B (baik) ada2 orang atau 10,53% dan yang mendapat nilai C
(cukup) sebanyak 21,05% atau 4 siswa, dan yang mendapat nilai kurang atau nilai
D adalah 31,58% atau sebanyak 6 siswa, sedangkan yang mendapat nilai sangat
kurang atau nilai E ada 36,84% atau sebanyak 7 siswa.
Dari hasil tersebut dapat dilihat, sebagian besar siswa belum mencapai
ketuntasan belajar, hanya sebagian kecil yang telah mencapai ketuntasan belajar.
Seperti tampak pada tabel 4.3 berikut ini:
Tabel 4.3
Ketuntasan Belajar Siswa Hasil Tes Pra Siklus
Jumlah Siswa
No Ketuntasan Belajar Pra Siklus
Jumlah Persentase
1. Tuntas 6 31,58%
2. Belum Tuntas 13 68,42%
Jumlah 19 100%

Berdasarkan data pada table 4.3 tersebut di atas, diketahui bahwa siswa
kelas VI (enam) yang memiliki nilai kurang dari KKM 65, sebanyak 13 siswa.
Sedangkan yang telah mencapai ketuntasan hanya 6 siswa (31,58%).
Hasil nilai pra siklus I yang diperoleh dari hasil tes awal dapat ditunjukan
seperti dalam tabel berikut ini:

Tabel 4.4
Rata-rata Hasil Tes Pra siklus
No Keterangan Nilai
1 Nilai Tertinggi 80
2 Nilai Terendah 40
3 Nilai Rata-rata 59,47

Dari tabel diatas menunjukkan bahwa keberhasilan siswa sangat kurang,


hanya 6 orang siswa yang mendapatkan KKM. Hal ini menunjukkan bahwa
penggunaan metode ceramah tidak dapat meningkatkan prestasi belajar.
2. Hasil Penelitian Siklus I
Tabel 4.5
Daftar Nilai Hasil Belajar Siswa Siklus I
Nilai Jlh
No Nama Siswa
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Nilai
1 Selva Widia Rahmi    x  x x    70
2 Fuji Hastuti         x  90
3 Roza Tamania Darisma         x  90
4 Evendi Arwiza       x  x  80
5 Misbahul B    x x  x    70
6 Farhan Qizami     x  x    80
7 Iva Srideva    x   x    80
8 Maulisa Jafrida    x   x x   70
9 Fikri Haikal      x x    80
10 Novita Rahmaniza  x  x x x     60
11 Agus Mawardah    x x  x    70
12 Dastri Alfat  x  x   x   x 60
13 Nurfajri Wahyuni    x   x x   70
14 Haura Masdalisa x   x   x  x  60
15 Riska Mauliza    x   x  x x 70
16 Muhammad Reski x   x   x  x x 50
17 Badrul Uska    x   x  x x 60
18 M. Ziaurrahman  x  x   x x x  50
19 Rinal Maulana U    x    x x x 60
Jumlah Nilai 1320
Nilai Rata-rata Kelas 69,47

Berdasarkan hasil ulangan harian siklus I yang dikumpulkan pada tabel


tabel 4.5 di atas, diperoleh perbaikan pembelajaran diantaranya telah ada 2 orang
siswa yang memperoleh nilai A, maka dibuatlah rekap hasil nilai tes siklus I yang
mengklasifikasikan kepada kriteria berikut ini:
Tabel 4.6
Hasil Rekap Nilai Tes Siklus I
Hasil Hasil Jumlah
No Arti Lambang Persentase
(Angka) ( Huruf) Siswa
1 85-100 A Sangat baik 2 10,53%
2 75-84 B Baik 4 21,05%
3 65-74 C Cukup 6 31,58%
4 55-64 D Kurang 5 26,32%
5 <54 E Sangat Kurang 2 10,53%
Jumlah 19 100%

Dari hasil tes siklus I, menunjukkan bahwa hasil yang mencapai nilai A
(sangat baik) adalah 2 siswa (10,53%), sedangkan yang mendapat nilai B (baik)
adalah 4 siswa atau (21,05%), sedangkan dari jumlah 19 siswa yang mendapatkan
nilai C (cukup) sebanyak 6 siswa (31,58%), sedangkan yang mendapat nilai D
(kurang) juga ada 5siswa (26,32%), sedangkan yang mendapat nilai E (sangat
kurang) masih ada 2 siswa (10,53%).
Tabel 4.7
Ketuntasan Belajar Siswa Hasil Tes Siklus I
Jumlah Siswa
No Ketuntasan
Jumlah Persentase
1. Tuntas 12 63,16%
2. Belum Tuntas 7 36,84%
Jumlah 19 100%

Berdasarkan ketuntasan belajar siswa dari sejumlah 19 siswa terdapat 12


siswa atau 63,16% yang sudah mencapai ketuntasan belajar. Sedangkan 7 siswa
atau 36,84% belum mencapai ketuntasan. Adapun dari hasil nilai siklus I dapat
dijelaskan bahwa perolehan nilai tertinggi adalah 90, nilai terendah 50, dengan
nilai rata-rata kelas sebesar 69,47, seperti pada tabel 4.8 dibawah ini :
Tabel 4.8
Rata-rata Hasil Tes siklus I
No Keterangan Nilai
1 Nilaitertinggi 90
2 NilaiTerendah 50
3 Nilai Rata-rata 69,47

Berdasarkan hasil tes kemampuan awal dengan hasil tes kemampuan siklus
I dapat dilihat adanya pengurangan jumlah siswa yang masih di bawah Kriteria
ketuntasan Minimal. Pada pra siklus jumlah siswa yang dibawah KKM sebanyak
13siswa dan pada akhir siklus I berkurang menjadi 7siswa. Nilai rata-rata kelas
meningkat dari 59,47menjadi 69,47. Jumlah siswa yang mencapai ketuntasan
belajar mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan siklus I, seperti
disajikan dalam tabel 4.9 berikut ini.
Tabel 4.9
Perbandingan Hasil Nilai Tes Pra Siklus dan Siklus I
Hasil tes Jumlah siswa yang berhasil
No
(dalam huruf ) Pra siklus Siklus I
1 A (85 -100) 0 2
2 B (75-84) 2 4
3 C (65-74) 4 6
4 D (55-64) 6 5
5 E (< 54) 7 2
Jumlah 19 19

Peningkatan Ketuntasan belajar siswa tampak pada table dibawah ini, jika
dibandingkan hasil pra siklus dan siklus I dapat dilihat pada table berikut:
Tabel 4.10
Perbandingan Ketuntasan Belajar antara Pra Siklus dengan Siklus I
Jumlah Siswa
No Ketuntasan Pra Siklus Siklus I
Jumlah Persen Jumlah Persen
1. Tuntas 6 31,58% 12 63,16%
2. Belum Tuntas 13 68,42% 7 36,84%
Jumlah 19 100% 19 100%
Dari tabel di atas terlihat bahwa nilai yang berada dibawah KKM menurun
menjadi 7 siswa tersisa. Hal ini menandakan bahwa kegiatan pembelajaran pada
siklus ini sudah mengalami perubahan.
3. Hasil Penelitian Siklus Kedua
Tabel 4.11
Daftar Nilai Hasil Belajar Siswa Siklus II
Nilai Jlh
No Nama Siswa
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Nilai
1 Selva Widia Rahmi    x   x    80
2 Fuji Hastuti           100
3 Roza Tamania Darisma           100
4 Evendi Arwiza         x  90
5 Misbahul B      x x    80
6 Farhan Qizami           100
7 Iva Srideva       x    90
8 Maulisa Jafrida    x  x     80
9 Fikri Haikal       x    90
10 Novita Rahmaniza    x x x     70
11 Agus Mawardah       x x x  70
12 Dastri Alfat    x   x   x 70
13 Nurfajri Wahyuni       x x   80
14 Haura Masdalisa       x  x x 70
15 Riska Mauliza    x     x x 70
16 Muhammad Reski    x   x  x x 60
17 Badrul Uska    x     x x 70
18 M. Ziaurrahman  x  x   x  x  60
19 Rinal Maulana U x   x   x    70
Jumlah Nilai 1500
Nilai Rata-rata Kelas 78,95

Dari tabel 4.11 diatas, dapat dilihat bahwa tidak ada lagi siswa yang
memperoleh nilai dibawah 60 atau dengan kriteria sangat kurang (E). Untuk lebih
jelasnya, dapat dilihat tabel 4.12 berikut ini:
Tabel 4.12
Rekap Hasil Nilai Tes Siklus II
Hasil Hasil Jumlah
No Arti Lambang Persentase
(Angka) (Huruf) Siswa
1 85-100 A Sangat Baik 6 31,58%
2 75-84 B Baik 4 21,05%
3 65-74 C Cukup 7 36,84%
4 55-64 D Kurang 2 10,53%
5 <54 E Sangat Kurang 0 0%
Jumlah 19 100%

Dari tabel 4.12 di atas dapat diketahui bahwa yang mendapatkan nilai
sangat baik (A) adalah 31,58% atau 6 siswa, yang mendapat nilai baik (B) adalah
21,05% atau 4 siswa. Dan yang mendapat nilai C (cukup) adalah 36,84% atau
sebanyak 7 siswa. Sedangkan yang mendapat nilai D hanya 2 siswa atau 10,53%
dari jumlah keseluruhan sementara yang mendapat E tidak ada lagi.
Ketuntasan belajar pada siklus II dapat ditabulasikan seperti pada table
4.13 seperti di bawah ini:
Tabel 4.13
Ketuntasan Belajar Siklus II
Ketuntasan Jumlah Siswa
No
Belajar Jumlah Persentase
1. Tuntas 17 89,47%
2. Belum Tuntas 2 10,53%
Jumlah 19 100%

Berdasarkan data tersebut di atas diketahui bahwa siswa yang mencapai


ketuntasan sebanyak 17siswa (89,47%) yang berarti sudah ada peningkatan. Rata-
rata kelas pun menjadi meningkat. Hasil nilai rata-rata Siklus II dapat diperjelas
di bawah ini :
Tabel 4.14
Rata-rata Hasil Tes siklus II
No Keterangan Nilai
1 Nilai tertinggi 100
2 Nilai Terendah 60
3 Nilai Rata-rata 78,95
Berdasarkan nilai hasil siklus I dan nilai hasil siklus II dapat diketahui
bahwa penggunaan metode diskusi panel dapat meningkatkan prestasi belajar
Ilmu Pengetahuan Alam, khususnya materi hemat energi. Untuk lebih jelasnya
pada tabel 4.15 berikut dipaparkan hasil refleksi pada siklus II.
Tabel 4.15
Perbandingan Hasil Nilai Tes Siklus I dan Siklus II
Jumlah Siswa yang Berhasil
No HasilTes
Siklus I Siklus II
1 A (85 -100) 2 6
2 B (75-84) 4 4
3 C (65-74) 6 7
4 D (55-64) 5 2
5 E (< 54) 2 0
Jumlah 19 19
Jika dibandingkan antara keadaan kondisi awal, siklus I dan siklus II dapat
dilihat bahwa saat kondisi awal rata-rata kelas sebesar 59,47, sedangkan nilai rata-
rata kelas siklus I sudah ada peningkatan menjadi 69,47. Adapun kenaikan rata–
rata pada siklus II menjadi78,95. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel
dibawah ini :
Tabel 4.16
Perbandingan Hasil Tes Pra siklus, Siklus I dan Siklus II
Hasil Hasil Model
N Pra Model
Lambang Evalua Arti Lambang Siklus
O siklus Siklus I
Angka si II
1 85-100 A Sangat Baik 0 2 6
2 75-84 B Baik 2 4 4
3 65-74 C Cukup 4 6 7
4 55-64 D Kurang 6 5 2
5 <54 E Sangat Kurang 7 2 0
Jumlah 19 19 19

Tabel 4.17
Perbandingan ketuntasan nilai rata- rata Pra siklus, siklus I dan siklus II
Jumlah siswa
No Uraian Rata-Rata
Tuntas Belum Tuntas
1 Pra Siklus 6 13 59,47
2 Siklus I 12 7 69,47
3 Siklus II 17 2 78,95

Atas dasar informasi pada tabeldi atas, dapat disimpulkan bahwa


pembelajaran dengan menggunakan metode diskusi panel khususnya pada
penguasaan materi hemat energi pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam
mengalami peningkatan.
B. Pembahasan
Pada kegiatan pembelajaran pra siklus, dengan metode ceramah belum ada
siswa yang berhasil mendapat nilai dengan kategori sangat baik A (sangat baik)
tidak ada, yang mendapat nilai B (baik) ada2 orang atau 10,53% dan yang
mendapat nilai C (cukup) sebanyak 21,05% atau 4 siswa, dan yang mendapat nilai
kurang atau nilai D adalah 31,58% atau sebanyak6 siswa, sedangkan yang
mendapat nilai sangat kurang atau nilai E ada 36,84% atau sebanyak 7 siswa. Hal
ini berarti bahwa pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran masih sangat
kurang. Ini disebabkan oleh tehnik pembelajaran yang digunakan penulis hanya
mendikte tanpa mempedulikan keadaan siswa, serta peneliti kurang
memperhatikan siswa, sehingga siswa kurang perhatian dan akhirnya materi tidak
dapat dipahami dengan baik.
Pada siklus pertama, penulis mengembangkan metode ceramah dengan
diskusi yang hasilnya terjadi perubahan dimana terdapat 2 orang siswa atau
10,53% berkategori sangat baik (A), 4 orang siswa atau 21,05% dengan kategori
baik (B), 6 orang siswa atau 31,58% dengan kategori cukup (C), dan sisa 5 orang
atau 26,32% yang berkategori kurang (D) serta kategori sangat kurang (E) ada 2
orang atau 10,53%. Hal ini disebabkan karena penulis mengembangkan metode
ceramah dengan diskusi sehingga hasil yang diperoleh lebih bagus daripada
kegiatan pembelajaran pra siklus. Perhatian siswa terhadap pembelajaran sudah
hampir baik, sehingga ada peningkatan prestasi belajar siswa terhadap materi
hemat energi.
Namun demikian, peneliti masih merasakan bahwa hasil pembelajaran
yang diperoleh siswa pada siklus pertama ini belum maksimal. Hal ini dapat
dilihat dari masih terdapat 7 orang yang mendapat nilai dibawah KKM yang telah
ditetapkan guru, yakni 65. Untuk itulah, maka guru peneliti mengadakan siklus
perbaikan berikutnya untuk memperoleh hasil pembelajaran yang maksimal.
Siklus kedua, penulis menggunakan metode diskusi panel yang lebih
variatif. Hasilnya adalah 6 orang siswa atau 31,58% mendapatkan nilai dengan
kategori sangat baik (A), 21,05% siswa atau 4 orang siswa mendapatkan nilai baik
(B), 7 siswa atau 36,48% mendapatkan nilai cukup atau kategori C, 10,53% siswa
atau 2 siswa dari seluruh siswa mendapatkan nilai D (kurang) dan yang mendapat
nilai E atau sangat kurang tidak ada lagi. Hal yang demikian dikarenakan guru
menggunakan metode pembelajaran yang menjadikan siswa aktif, dan melihat
langsung proses yang terjadi, peran guru sebagai pembimbing dan fasilitator
sudah berhasil sehingga prestasi belajar yang diperoleh meningkat.
Berdasarkan tabel 4.17 diatas dapat dilihat bahwa nilai rata-rata kelas
terjadi peningkatan dari kegiatan pembelajaran pra siklus sampai dengan siklus
kedua, yaitu: 59,47,69,47 dan 78,95. Setiap siklus perbaikan pembelajaran dilihat
keberhasilan metode yang dilakukan dengan tugas, dimana setiap test diuji
sebanyak 10 soal.
Pada kegiatan pembelajaran pra siklus pertama ini menggunakan metode
ceramah dimana guru sebagai pusat perhatian siswa. Dari hasil pengamatan teman
sejawat, bahwa konsentrasi siswa sangat kurang dimana banyak siswa yang tidak
memperhatikan apa yang disampaikan oleh guru. Dan dalam kegiatan penugasan,
siswa tidak dapat mencerna pertanyaan yang disampaikan dengan baik sehingga
kegiatan pembelajaran tidak berjalan dengan baik pula. Banyaknya ceramah dan
proses pembelajaran dengan cara mendikte membuat siswa kurang bersemangat
dan termotivasi untuk mengikuti kegiatan pembelajaran. Untuk melihat
keberhasilan siswa pada pra siklus pertama ini dapat dilihat pada tabel 4.1 diatas.
Dimana pada pra siklus pertama persentase keberhasilan siswa sangat kurang
yaitu hanya 6 orang saja yang mencapai nilai tuntas. Sedangkan yang
mendapatkan nilai rendah dibawah KKM ada 13 orang atau 68,42% dari jumlah
siswa secara keseluruhan. Untuk itulah dilaksanakan perbaikan pembelajaran
siklus pertama dengan cara mengubah metode pembelajaran dan memperbaiki
RPP serta membuat suasana kelas aktif dengan cara melibatkan siswa dalam
kegiatan pembelajaran.
Perbaikan pembelajaran siklus pertama ini dilakukan dengan
menggunakan metode diskusi panel. Diharapkan dengan pendekatan ini
keberhasilan kegiatan pembelajaran dapat meningkat. Dari tabel diatas dapat
dilihat bahwa pada siklus ini jumlah siswa yang memperoleh nilai tertinggi lebih
banyak dengan kategori sangat baik yaitu 2 orang atau sekitar 10,53%, dan
21,05% atau 4 orang siswa memperoleh nilai baik, sedangkan 6 orang siswa
dengan persentase 31,58% memperoleh kriteria cukup, selebihnya 5 orang lagi
atau 26,32% berada pada posisi nilai kurang dan 2 siswa atau 10,53% berada pada
peringkat sangat kurang. Peningkatan keberhasilan ini disebabkan karena peran
aktif dari siswa, di siklus ini guru bukanlah sebagai penceramah tapi guru sebagai
fasilitator dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan. Perubahan RPP juga
sangat berperan dalam peningkatan hasil belajar siswa, karena sebelum proses
pembelajaran berlangsung peneliti telah mempersiapkan bahan mengajar dan
rencana-rencana yang akan disampaikan. Pada siklus ini peneliti masih kurang
puas dengan hasil yang diperoleh karena masih rendahnya siswa yang
memperoleh nilai tertinggi.
Pelaksanaan perbaikan pembelajaran siklus kedua yang merupakan hasil
pelaksanaan pembelajaran siklus pertama, dimana semua kelemahan-kelemahan
yang ditemukan pada siklus pertama diperbaiki pada siklus kedua. Pada siklus
kedua ini guru menyempurnakan RPP sebelum kegiatan pembelajaran dimulai.
Pada siklus ini guru peneliti menggunakan metode diskusi panel untuk
menjelaskan materi pokok hemat energi. Materi ini menggunakan beberapa alat
dan bahan seperti yang ada dalam LKS di buku paket. Dengan diterapkannya
metode ini diperoleh persentase keberhasilan siswa sebesar 31,58% siswa yang
mendapat nilai kategori sangat baik (A). Hal ini menunjukkan bahwa metode ini
dapat meningkatkan prestasi belajar siswa karena siswa langsung melihat dan
mempraktekkan proses yang terjadi. Suasana belajar pun menjadi menyenangkan
karena siswa terlibat langsung dalam kegiatan pembelajaran. Penulis merasa puas
karena setidaknya pelaksanaan perbaikan pembelajaran telah memberikan
perubahan, dan hal ini akan terus dilakukan penyempurnaan pada masa yang akan
datang demi menghasilkan hasil belajar yang berkualitas sesuai dengan harapan.
V. SIMPULAN DAN SARAN TINDAK LANJUT

A. Simpulan
Setelah melaksanakan pelaksanaan perbaikan di SD Negeri Blang
Teungoh selama 3 bulan, maka peneliti menyimpulkan bahwa:
1. Dengan menggunakan metode diskusi kelompok dapat meningkatkan
prestasi belajar siswa dalam pembelajaran IPA materi Hemat Energi pada
kelas VI SD Negeri Blang Teungoh Kecamatan Meukek Kabupaten Aceh
Selatan.
2. Penerapan metode diskusi kelompok berpengaruh positif dalam
meningkatkan minat belajar siswa kelas VI SD Negeri Blang Teungoh
Kecamatan Meukek Aceh Selatan pada pelajaran IPA khususnya pada
materi Hemat Energi.

B. Saran Tindak Lanjut


Berdasarkan pengamatan peneliti dalam kegiatan penelitian yang telah
dilaksanakan selama 3 bulan terakhir ini, maka disarankan agar:
1. Penelitian ini dapat dilakukan secara berkesinambungan untuk
meningkatkan prestasi pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di sekolah
tempat diadakannya penelitian.
2. Disarankan bagi guru untuk mensosialisasikan terlebih dahulu metode
pembelajaran yang akan digunakan dalam kegiatan pembelajaran.
DAFTAR PUSTAKA

Ali, Muhammad. 1983. Guru dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar
Baru.

A.Kosasih Djahiri. 1993. Membina PIPS/ PIS Yang Menjawab Tantangan Hari
Esok, Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial, I/1993. Bandung: Forum
Komunikasi FPIPS/ IPS Indonesia.

Amalia Saprianti, dkk. 2007. Pembelajaran IPA di SD. Jakarta: Universitas


Terbuka.

Anitah, Sri, W. 2008. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Universitas Terbuka.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1994. Petunjuk Pelaksanaan Proses


Belajar Mengajar, Jakarta. Balai Pustaka.

Depdikbud. 1995. Pedoman Proses Belajar Mengajar di SD. Jakarta: Proyek


Pembinaan Sekolah Dasar.

Djamarah, Syaiful Bahri. 1995. Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif.
Fakultas Tarbiyah IAIN Antasasi. Banjarmasin.

Djamarah, Syaiful Bahri. 2000. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Fathurrahman. 2008. Metode Demonstrasi dan Eksperimen. Terdapat pada


http://udhiexz.wordpress.com/2008/08/08/metode-demonstrasi-dan-
eksperimen/

Hendro Darmodjo, Kaligis, J. R. E. 1991/1992. Pendidikan IPA II, Hal 7-11.


Depdikbud Dirjen Dikti, Proyek Pembinaan Tenaga Kependidikan.

Mahfudz, Imam. 2000. Metode Pengajaran Bahasa Indonesia Komunikatif. Jurnal


Bahasa dan Sastra UM.

Murphy, C., & Beggs, J. 2003. Children’s perceptions on school science. School
sciences Review, 84 (308), 109-116.

Rodriguez, A.J. 2001. Sociocultural contructivism, courage, and the researches


gaze: Redefining our roles as cultural warriors for social change. In A, C.
Barton & Osborne (Eds.,), Teaching science in diverse settings:
Marginalized discources and classroom practice (pp. 325-350). New
York: Peter Lang.

Roestiyah, NK. 2001. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Bina Aksara.


Salamun, M. 2002. Strategi Pembelajaran Bahasa Arab di Pondok Pesantren.
Tesis... Tidak diterbitkan.

Slameto, 1988. Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bina Aksara.

Wardhani, Igak. 2007. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Universitas Terbuka.

Winarno, Surachmad. 1997. Pengantar Interaksi Belajar Mengajar. Bandung.


Lampiran 1

Kesediaan sebagai Supervisor 2 dalam Penyelenggaraan


Pemantapan Kemampuan Profesional (PKP)

Kepada
Kepala UPBJJ UT Banda Aceh
di Tempat

Yang bertanda tangan di bawah ini :


Nama : Fitriadi, S.Pd
NIP : 198307122005041002
Tempat Mengajar : SD Negeri Blang Teungoh
Alamat Sekolah : Desa Blang Teungoh Kecamatan Meukek
Kabupaten Aceh Selatan.
Telepon :-
menyatakan bersedia sebagai Supervisor 2 untuk membimbing mahasiswa dalam
perencanaan dan pelaksanaan PKP (PDGK 4501)atas :
Nama : Yurdiana
NIM : 822546387
Program Studi : S-1 PGSD
Tempat Mengajar : SD Negeri Blang Teungoh
Alamat Sekolah : Desa Blang Teungoh Kecamatan Meukek
Kabupaten Aceh Selatan.
Telepon :-
Demikian agar surat pernyataan ini dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Mengetahui, Blang Teungoh, 23 Februari 2020


Kepala Sekolah, Supervisor 2,

MANYAK, S.Pd FITRIADI, S.Pd


NIP.196604161986101001 NIP. 198307122005041002
Format Perencanaan Perbaikan Pembelajaran

Perencanaan Perbaikan Pembelajaran


Ilmu Pengetahuan Alam

Fakta/ Data Pembelajaran yang terjadi di kelas: Dari sejumlah 19 siswa di kelas
VI (enam), hanya beberapa orang saja yang tampak berminat mengikuti
pembelajaran IPA. Berdasarkan kriteria ketuntasan minimal yang telah ditetapkan
guru sebesar 65, hanya beberapa orang saja yang telah mencapainya. Dari 6 orang
siswa yang telah memperoleh ketuntasan belajar, belum satu pun yang
mendapatkan nilai dengan kriteria sangat baik.

Identifikasi Masalah : SD Negeri Blang Teungoh merupakan salah satu dari


sekian banyak lembaga pendidikan formal yang berlokasi di pedesaan.
Sebagaimana tujuan pemerintah untuk mencerdaskan bangsa, maka keberadaan
SD Negeri Blang Teungoh bisa dikatakan sebagai salah satu upaya untuk
mencerdaskan generasi muda bangsa Indonesia di kawasan yang jauh dari fasilitas
pendidikan yang canggih dan modern seperti di kota – kota besar. Hal ini
merupakan PR bagi guru khususnya untuk dapat mencapai tujuan tersebut dengan
menggunakan cara yang sederhana dan bermakna.

Analisis Masalah :Dalam kegiatan pembelajaran selama ini, metode pembelajaran


yang sering dipergunakan di kelas adalah metode konvensional, dimana segala
kegiatan berpusat pada guru. Dari hasil pengamatan, banyak siswa yang tidak
mencapai target belajar (KKM). Sebelum dilaksanakannya penelitian perbaikan
pembelajaran ini, penulis mengadakan ulangan harian. Dan setelah diberikan
penilaian, hasil dari ulangan harian tersebut sangat mengecewakan. Dari sejumlah
19 siswa, ditemukan kenyataan bahwa yang mencapai ketuntasan belajar hanya 6
orang siswa (31,58%). Atau dengan kata lain, 13 orang siswa lainnya tidak
mencapai kriteria ketuntasan minimal yang diharapkan yakni 65.
Alternatif dari Prioritas Pemecahan Masalah : untuk mengatasi masalah tersebut
di atas maka penulis mencoba menggunakan metode diskusi untuk meningkatkan
hasil belajar siswa. Diharapkan dengan dilaksanakannya metode diskusi ini siswa
akan terpacu minat belajarnya, karena dalam penggunaan metode diskusi ini
keterlibatan siswa lebih banyak diperlukan.

Rumusan Masalah :Berdasarkan latar belakang permasalahan yang telah


dipaparkan di atas, yang menjadi rumusan masalah dalam upaya perbaikan ini
adalah :
1. Apakah dengan menggunakan metode diskusi dapat meningkatkan prestasi
belajar siswa dalam pembelajaran IPA materi Hemat Energi pada kelas VI
SD Negeri Blang Teungoh Kecamatan Meukek Kabupaten Aceh Selatan?
2. Adakah pengaruh penerapan metode diskusi dalam meningkatkan minat
belajar siswa kelas VI SD Negeri Blang Teungoh pada pelajaran IPA
khususnya pada materi Hemat Energi?
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP – PRA SIKLUS )

Sekolah : SD NEGERI BLANG TEUNGOH


Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam ( IPA )
Kelas/Semester : VI / 2
Waktu : 3 x 45 menit

A. Standar Kompetensi :
8. Memahami pentingnya penghematan energi

B. Kompetensi Dasar
8.1 Mengidentifikasi kegunaan energi listrik dan berpartisipasi dalam
penghematannya dalam kehidupan sehari-hari

C. Tujuan Pembelajaran**:
o Siswa dapat memahami peta konsep tentang listrik
o Siswa dapat menyebutkan alat yang menggunakan listrik sebagai sumber
energi

 Karaktersiswa yang diharapkan : Disiplin (Discipline),


Rasa hormat dan perhatian (respect),
Tekun (diligence), Tanggungjawab
(responsibility) Dan Ketelitian
(carefulness)
D. Materi Pokok
o Hemat energi

E. Metode Pembelajaran
o Ceramah

F. Media Belajar
o Buku SAINS SD Relevan Kelas VI

G. Rincian Kegiatan Pembelajaran Siswa


1. Pendahuluan
Apersepsi dan Motivasi : (10 menit)
o Menyampaikan tujuan pembelajaran dan kompetensi yang
diharapkan
2. Kegiatan Inti
 Eksplorasi (70 menit)
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Memahami peta konsep tentang listrik
 Memahami cara menjaga keselamatan saat menggunakan
listrik
 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Menyebutkan alat yang menggunakan listrik sebagai
sumber energy
- Televisi - Pemanggang roti
- Radio - AC
- Setrika - Kipas Angin

 Mengetahui fungsi dari sekring


 memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis,
menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
 memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi
yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara
individual maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja
individual maupun kelompok;
 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum
diketahui siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan
kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan
penyimpulan
3. Penutup
o Memberikan kesimpulan bahwa : (25 menit)
- Alat listrik berguna jika digunakan dengan benar
- Penggunaan alat listrik secara ceroboh dapat
mendatangkan bahaya
4. Pekerjaan Rumah
o Tugas.

H. Penilaian:
Indikator Pencapaian Teknik Bentuk
Instrumen/ Soal
Kompetensi Penilaian Instrumen
o Menunjukkan alat- Tugas Laporan o Tunjukkan alat-alat
alat rumah tangga Individu rumah tangga yang
yang menggunakan Uraian menggunakan energy
energy listrik. Dan Objektif listrik.
o Mengidentifikasi Kelompok o Jelaskanlah kegunaan
kegunaan energy energy listrik dalam
listrik dalam rumah rumah tangga.
tangga.

FORMAT KRITERIA PENILAIAN


 PRODUK ( HASILDISKUSI )
No. Aspek Kriteria Skor
1. Konsep * semua benar 4
* sebagian besar benar 3
* sebagian kecil benar 2
* semua salah 1
 PERFORMANSI
No. Aspek Kriteria Skor
1. Pengetahuan * Pengetahuan 4
* kadang-kadang Pengetahuan 2
* tidak Pengetahuan 1

2. Praktek * aktif Praktek 4


* kadang-kadang aktif 2
* tidak aktif 1

3. Sikap * Sikap 4
* kadang-kadang Sikap 2
* tidak Sikap 1
 LEMBAR PENILAIAN
Nama Performan Jumlah
No Produk Nilai
Siswa Pengetahuan Praktek Sikap Skor
1.
2.
3.
4.
5.
Dst
CATATAN :
 Nilai = ( Jumlah skor : jumlah skor maksimal ) X 10.
 Untuk siswa yang tidak memenuhi syarat penilaian KKM maka diadakan
Remedial.
Blang Teungoh, 24 Februari 2020
Supervisor 2, Peneliti,

( FITRIADI, S.Pd ) ( YURDIANA )


NIP : 198307122005041002 NIM : 822546387
Mengetahui,
Kepala SD Negeri I Blang
Teungoh

( MANYAK, S.Pd )
NIP : 196604161986101001
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP – SIKLUS I )

Sekolah : SD NEGERI BLANG TEUNGOH


Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam ( IPA )
Kelas/Semester : VI / 2
Waktu : 3 x 45 menit

A. Standar Kompetensi :
8. Memahami pentingnya penghematan energi

B. Kompetensi Dasar
8.1 Mengidentifikasi kegunaan energy listrik dan berpartisipasi dalam
penghematannya dalam kehidupan sehari-hari

C. Tujuan Pembelajaran**:
o Siswa dapat memahami peta konsep tentang listrik
o Siswa dapat menyebutkan alat yang menggunakan listrik sebagai sumber
energi
o Siswa dapat memahami cara menjaga keselamatan saat menggunakan
listrik
o Siswa dapat memahami peristiwa korsleting dan cara pencegahannya
o Siswa dapat mengetahui fungsi dari sekring
o Siswa dapat menyebutkan bahan bakar selain listrik

 Karaktersiswa yang diharapkan : Disiplin (Discipline),


Rasa hormat dan perhatian (respect),
Tekun (diligence), Tanggungjawab
(responsibility) Dan Ketelitian
(carefulness)
D. Materi Pokok
o Hemat energi

E. Metode Pembelajaran
o Diskusi

F. Media Belajar
o Buku SAINS SD Relevan Kelas VI

G. Rincian Kegiatan Pembelajaran Siswa


1. Pendahuluan
Apersepsi dan Motivasi : (10 menit)
o Menyampaikan tujuan pembelajaran dan kompetensi yang
diharapkan
o Mengulang materi sebelumnya
2. Kegiatan Inti
 Eksplorasi (80 menit)
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Memahami mengapa minyak tanah masih dipergunakan :
- Harga minyak tanah masih terjangkau
- Harga kompor minyak tanah pun relative murah
 Melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan
pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di
laboratorium, studio, atau lapangan.
 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Menyebutkan bahan bakar selain listrik
- Minyak tanah
- Gas
 Menyebutkan bahan bakar untuk berbagai transportasi
- Bensin → kendaraan bermotor
- Solar → Harga minyak tanah masih terjangkau
- Gas → mulai digunakan untuk kendaraan
 melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk
memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun
tertulis;
 memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis,
menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
 memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang
dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual
maupun kelompok;
 memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja
individual maupun kelompok;
 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui
siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan
pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan
3. Penutup
o Memberikan kesimpulan bahwa bahan bakar yang (15menit)
digunakan adalah minyak tanah, gas, bensin, dan solar.
4. Pekerjaan Rumah
o –

H. Penilaian:
Indikator Pencapaian Teknik Bentuk
Instrumen/ Soal
Kompetensi Penilaian Instrumen
o Menunjukkan alat- Tugas Laporan o Tunjukkan alat- alat
alat rumah tangga Individu rumah tangga yang
yang menggunakan Uraian menggunakan energy
energy listrik. Dan Objektif listrik.
o Mengidentifikasi Kelompok o Jelaskanlah kegunaan
kegunaan energy energy listrik dalam
listrik dalam rumah rumah tangga.
tangga. o Praktikkan cara-cara
o Mempraktikkan menghemat energi di
cara-cara rumah atau di sekolah.
menghematenergi di
rumah atau di
sekolah.

FORMAT KRITERIA PENILAIAN


 PRODUK ( HASILDISKUSI )
No. Aspek Kriteria Skor
1. Konsep * semua benar 4
* sebagian besar benar 3
* sebagian kecil benar 2
* semuasalah 1

 PERFORMANSI
No. Aspek Kriteria Skor
1. Pengetahuan * Pengetahuan 4
* kadang-kadang Pengetahuan 2
* tidak Pengetahuan 1

2. Praktek * aktif Praktek 4


* kadang-kadang aktif 2
* tidak aktif 1

3. Sikap * Sikap 4
* kadang-kadang Sikap 2
* tidak Sikap 1

 LEMBAR PENILAIAN
Performan Jumlah
No NamaSiswa Produk Nilai
Pengetahuan Praktek Sikap Skor
1.
2.
3.
4.
5.
dst
CATATAN :
 Nilai = ( Jumlah skor : jumlah skor maksimal ) X 10.
 Untuk siswa yang tidak memenuhi syarat penilaian KKM maka diadakan
Remedial.
Blang Teungoh, 2 Maret 2020
Supervisor 2, Peneliti,

( FITRIADI, S.Pd ) ( YURDIANA )


NIP : 198307122005041002 NIM : 822546387
Mengetahui,
Kepala SD Negeri I Blang
Teungoh

( MANYAK, S.Pd )
NIP : 196604161986101001
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP – SIKLUS II)

Sekolah : SD NEGERI BLANG TEUNGOH


Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam ( IPA )
Kelas/Semester : VI / 2
Waktu : 3 x 45 menit

A. Standar Kompetensi :
8. Memahami pentingnya penghematan energi

B. Kompetensi Dasar
8.1 Mengidentifikasi kegunaan energy listrik dan berpartisipasi dalam
penghematannya dalam kehidupan sehari-hari

C. Tujuan Pembelajaran**:
o Siswa dapat memahami peta konsep tentang listrik
o Siswa dapat menyebutkan alat yang menggunakan listrik sebagai sumber
energi
o Siswa dapat memahami cara menjaga keselamatan saat menggunakan
listrik
o Siswa dapat memahami peristiwa korsleting dan cara pencegahannya
o Siswa dapat mengetahui fungsi dari sekring
o Siswa dapat menyebutkan bahan bakar selain listrik
o Siswa dapat memahami mengapa minyak tanah masih dipergunakan
o Siswa dapat menyebutkan bahan bakar untuk berbagai transportasi
o Siswa dapat memahami bahwa bahan bakar akan habis jika di pergunakan
terus menerus
o Siswa dapat memahami proses pembentukkan kembali bahan bakar fosil
amat lama
o Siswa dapat berdiskusi tentang hubungan antara dampak hemat energy
terhadap polusi dan cara untuk menghemat energi.

 Karaktersiswa yang diharapkan : Disiplin (Discipline),


Rasa hormat dan perhatian (respect),
Tekun (diligence), Tanggungjawab
(responsibility) Dan Ketelitian
(carefulness)
D. Materi Pokok
o Hemat Energi

E. Metode Pembelajaran
o Diskusi

F. Media Belajar
o Buku SAINS SD Relevan Kelas VI

G. Rincian Kegiatan Pembelajaran Siswa


1. Pendahuluan
Apersepsi dan Motivasi : (10 menit)
o Menyampaikan tujuan pembelajaran dan kompetensi yang
diharapkan
o Mengulang materi sebelumnya
2. Kegiatan Inti
 Eksplorasi (80 menit)
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
 Memahami bahwa bahan bakar akan habis jika di
pergunakan terus menerus
 Memahami proses pembentukkan kembali bahan bakar fosil
amat lama
 Melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan
pembelajaran; dan
 memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di
laboratorium, studio, atau lapangan.
 Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
 Berdiskusi tentang hubungan antara dampak hemat energy
terhadap polusi
 Menyebutkan cara untuk menghemat energi
- Matikan lampu bila tidak perlu
- Gunakan alat listrik yang sama fungsinya dan dayanya kecil
- Matikan kompor bila tidak masak
 Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
 Guru bertanyajawab tentang hal-hal yang belum diketahui
siswa
 Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan
pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan
3. Penutup
o Memberikan kesimpulan bahwa (15 menit)
- Kita harus menghemat energi agar persediaan energi di bumi
tidak cepat habis, mengurangi biaya, dan pencemaran
4. Pekerjaan Rumah
o Tugas
o Membaca karya yang menggunakan energy listrik
- Membuat model lampu lalu lintas
- Membuat bell listrik
- Membuat bel pengaman

H. Penilaian:
Indikator Pencapaian Teknik Bentuk
Instrumen/ Soal
Kompetensi PenilaianInstrumen
o Menunjukkan alat- alat Tugas Laporan o Tunjukkan alat- alat
rumah tangga yang Individu rumah tangga yang
menggunakan energy Uraian menggunakan energy
listrik. Dan Objektif listrik.
o Mengidentifikasi Kelompok o Jelaskanlah kegunaan
kegunaan energy listrik energy listrik dalam
dalam rumah tangga. rumah tangga.
o Mempraktikkan cara-cara o Praktikkan cara-cara
menghemat energi di menghemat energi di
rumah atau di sekolah. rumah atau di sekolah.
o Memberikan alasan- o Jelaskanlah alasan-
alasan pentingnya alasan pentingnya
menghemat energi, menghemat energi,
karena sumber energi di karena sumber energi
bumi jumlahnya terbatas. di bumi jumlahnya
terbatas.

FORMAT KRITERIA PENILAIAN


 PRODUK ( HASILDISKUSI )
No. Aspek Kriteria Skor
1. Konsep * semua benar 4
* sebagian besar benar 3
* sebagian kecil benar 2
* semuasalah 1

 PERFORMANSI
No. Aspek Kriteria Skor
1. Pengetahuan * Pengetahuan 4
* kadang-kadangPengetahuan 2
* tidakPengetahuan 1

2. Praktek * aktifPraktek 4
* kadang-kadangaktif 2
* tidakaktif 1

3. Sikap * Sikap 4
* kadang-kadangSikap 2
* tidakSikap 1
 LEMBARPENILAIAN
Performan Jumlah
No NamaSiswa Produk Nilai
Pengetahuan Praktek Sikap Skor
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
Dst
CATATAN :
 Nilai = ( Jumlah skor : jumlah skor maksimal ) X 10.
 Untuk siswa yang tidak memenuhi syarat penilaian KKM maka diadakan
Remedial.

Blang Teungoh, 16 Maret 2020


Supervisor 2, Peneliti,

( FITRIADI, S.Pd ) ( YURDIANA )


NIP : 198307122005041002 NIM : 822546387
Mengetahui,
Kepala SD Negeri I Blang
Teungoh

( MANYAK, S.Pd )
NIP : 196604161986101001
Lembar Pengamatan Guru Pra Siklus

Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam


Kelas : VI (Enam)
Hari/ Tanggal : Senin, 24 Februari 2020
Fokus Pengamatan : Penggunaan Variasi Metode, Penggunaan Alat atau media
pembelajaran.
Kemunculan
No Aspek yang diobservasi Komentar
Ada Tidak ada
1. Penggunaan Variasi Guru menggunakan

Metode metode ceramah saja
Ceramah: Tanpa ilustrasi tentunya
 Menjelaskan materi  kurang memotivasi siswa
 Memberikan 
ilustrasi
Tanya Jawab: Kegiatan tanya jawab
 Mengajukan  tidak dilakukan sehingga
pertanyaan siswa kurang memahami
 Memberikan  materi yang diberikan.
kesempatan kepada
siswa untuk
bertanya
 Memberikan giliran
kepada siswa untuk 
menjawab
Pemberian Tugas : Pengamatan yang
 Menjelaskan tugas  dilakukan guru pada saat
yang diberikan siswa mengerjakan tugas
 Membagikan LKS  perlu untuk dilakukan.
 Melakukan
pengamatan 
terhadap tugas yang
dikerjakan secara
berkelompok
2 Penggunaan Alat dan

Media Pembelajaran
Penggunaan buku-buku Buku panduan guru
yang relevan: sebaiknya tidak digunakan
 Penggunaan buku  ketika guru sedang
panduan ketika mengajar di depan kelas.
sedang berlangsung Buku yang disediakan
KBM untuk mendukung kegiatan
 Penggunaan buku  pembelajaran dapat
selain yang digunakan selain dari yang
disediakan di disediakan di sekolah.
sekolah
 Kelengkapan buku
pelajaran yang ada 
pada siswa

Blang Teungoh, 24 Februari 2020


Supervisor 2

( FITRIADI, S.Pd )
NIP : 198307122005041002

Lampiran

SOAL ULANGAN HARIAN PRA SIKLUS

Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar!

1. Perusahaan yang menangani listrik adalah?


a. PDAM c. PLTN
b. PLN d. PLTA
2. Berikut ini bahan yang dapat dilewati arus listrik adalah...
a. Kayu
b. Karet
c. Kain
d. Tembaga
3. Perubahan energi listrik menjadi energi bunyi terdapat pada ....
a. Lampu c. Kipas Angin
b. Bel Listrik d. Setrika
4. Komponen yang dapat mengubah energi listrik menjadi gerak adalah ....
a. Setrika c. Akumulator
b. Motor Listrik d. Baterai
5. Berikut ini yang bukan sumber energi listrik adalah ....
a. Akumulator c. lampu
b. Baterai d. Dynamo
6. Besarnya energi listrik yang digunakan suatu alat tergantung pada....
a. Arus listrik
b. Daya Alat tersebut
c. Hambatan
d. Bahan pembuatannya
7. Sumber energi pada pembangkit listrik tenaga surya adalah ....
a. Air c. Gas
b. Uap d. Matahari
8. Satuan daya listrik adalah ....
a. Ampere c. Watt
b. Volt d. Joule
9. Alat yang berfungsi untuk menyambung rangkaian kabel yang terputus pada
suatu alat elektronik adalah...
a. Kipas c. Tang
b. Solder d. Obeng
10. Penggaris plastik yang digosok-gosokkan ke rambut kering dapat menarik
sobekan kertas karena ....
a. mengandung energi listrik c. Menjadi sumber listrik
b. bermuatan listrik d. Bersifat sebagai konduktor

Kunci Jawaban
1. B 6. B
2. D 7. D
3. B 8. C
4. B 9. B
5. C 10. A
Lampiran

SOAL ULANGAN HARIAN SIKLUS I

Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar!

1. Tindakan berikut yang tidak menghemat energi listrik adalah?


a. mematikan lampu meja belajar setelah selesai belajar
b. mematikan televisi setelah acara selesai
c. mematikan lampu kamar saat tidur
d. menyalakan pendingin ruangan saat udara di ruangan dingin
2. Alat yang memanfaatkan energi listrik menjadi energi cahaya dan bunyi
adalah...
a. Radio c. TV
b. Lampu d. Solder
3. Peralatan berikut yang mengubah energi listrik menjadi energi panas
adalah....
a. Kipas angin c. Televisi
b. Setrika d. Kulkas
4. Peralatan berikut yang tidak menggunakan energi listrik adalah....
a. Kompor Listrik c. Lampu senter
b. Televisi d. Komputer
5. Langkah-langkah berikut merupakan upaya menghemat energi listrik
adalah....
a. Mematikan kompor
b. Mematikan lampu jika hari terang
c. Menyalakan kulkas terus menerus
d. memakai mesin pengering pakaian di musim kemarau
6. Benda bermuatan negatif apabila jumlah proton....
a. sama dengan jumlah elektron
b. lebih besar dari jumlah elektron
c. lebih kecil dari jumlah elektron
d. tidak tergantung jumlah electron
7. Gejala kelistrikan dapat ditimbulkan oleh muatan yang diam. Gejala
kelistrikan ini disebut listrik ....
a. Statis c. Kinestis
b. Dinamis d. Praktis
8. Diketahui tiga benda bermuatan, yaitu benda A, B, dan C. Benda A ditarik
oleh benda B. Ketika didekatkan dengan benda C, benda B ditolak. Jika
benda C bermuatan positif, maka ....
a. benda A bermuatan positif c. benda B bermuatan negatif
b. benda A bermuatan negatif d. muatan benda A sama dengan
benda B
9. Arus listrik hanya dapat mengalir pada rangkaian listrik...
a. terbuka c. Seri
b. tertutup d. Seri dan parallel
10. Sumber energi manakah yang memanfaatkan bahan kimia? ....
a. Dinamo c. Sel surya
b. generator d. Baterai

Kunci Jawaban

1. D
2. C
3. B
4. C
5. B
6. C
7. A
8. D
9. D
10. A
Lampiran

SOAL ULANGAN HARIAN SIKLUS II

Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar!

1. Untuk mencegah kebakaran karena korsleting dipasnag alat pengaman yang


disebut?
a. Sekring c. Stop Watt
b. Saklar d. Kabel pengaman
2. Alat pengukur arus listrik disebut ...
a. Volt meter c. Ohm meter
b. Watt meter d. Ampere meter
3. Benda yang dapat menghantarkan listrik dengan baik disebut....
a. Konduktor c. Kontraktor
b. Isolator d. Komputer
4. Dibawah ini yang merupakan benda isolator adalah ....
a. Tembaga c. Ebonit
b. Besi d. Seng
5. Perpindahan panas secara konduksi terjadi pada....
a. Ujung besi menjadi panas bila ujung yang lainnya dipanaskan
b. Panasnya matahari sampai ke bumi
c. Air mendidih bila dipanaskan
d. Badan kita menjadi panas bila di dekat api unggun
6. Contoh benda-benda konduktor adalah ....
a. Kayu, karet dan kertas
b. Plastik, benang dan kaca,
c. Tembaga, besi dan alumunium
d. Gabus, semen dan triplek
7. Yang tergolong aleman kering di antara sumber listrik dibawah ini adalah ....
a. Dinamo c. Akumulator
b. Batu Baterai d. Aleman Volta
8. Pesawat radio yang sedang menyala mengubah energi listrik menjadi ....
a. Gerak c. Panas
b. Bunyi d. Kinetik
9. Alat – alat dibawah ini mengubah energi listrik menjadi energi panas adalah
...
a. Kompor listrik c. Gunting listrik
b. Setrika listrik d. Kipas angin
10. Contoh sumber listrik tenaga kimia adalah ....
a. Dinamo c. Generator
b. Baterai d. Isolator

Kunci Jawaban

1. A
2. D
3. A
4. C
5. A
6. C
7. B
8. B
9. A
10. B