Anda di halaman 1dari 3

TUGAS HUKUM KESEHATAN

Departemen : Ilmu Kesehatan Anak


Nama :
1. dr. Ari Rizki Setiawan
2. dr. Muhammad Riki Fachrozi
3. dr. Fini Kollins
4. dr. Minda Hadianty Lubis
5. dr. Claudy Bunga Hasian Saing
6. dr. Nadhira Lesarina
7. dr. Dia Tri Susanti
8. dr. Novi Atim Suistaya
9. dr. Fihzan Satria Widyatama Ginting
10. dr. Indah Khairani Nasution
11. dr. Shinta Pedia Dinanti
12. dr. Siti Humairah
13. dr. Wulan Melani
14. dr. Dwi Sarah Maulidia
15. dr. Afni Yusnita

Asi Ekslusif Merupakan Hak Asasi Ibu dan Anak

 Hak Asasi Manusia adalah sesuai dengan Pasal 1 angka 1 UU No. 39 Tahun 1999
tentang Hak Asasi Manusia (“UU HAM”) adalah :
 
“... seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai
makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati,
dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum dan Pemerintah, dan setiap orang
demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia.”
 
 Kemudian, dalam Pasal 52 UU HAM diatur mengenai hak anak yaitu :
 
“... hak asasi manusia dan untuk kepentingannya hak anak itu diakui dan dilindungi oleh
hukum bahkan sejak dalam kandungan.”

 Pengaturan mengenai pemberian air susu ibu ("ASI") eksklusif diatur dalam Pasal
128 UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (“UU Kesehatan”) yang berbunyi :
 
(1)    Setiap bayi berhak mendapatkan air susu ibu eksklusif sejak dilahirkan selama 6
(enam) bulan, kecuali atas indikasi medis.
(2)    Selama pemberian air susu ibu, pihak keluarga, Pemerintah, pemerintah daerah,
dan masyarakat harus mendukung ibu bayi secara penuh dengan penyediaan waktu
dan fasilitas khusus.
(3)   Penyediaan fasilitas khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diadakan di
tempat kerja dan tempat sarana umum.
 
 Selanjutnya, dalam Pasal 129 UU Kesehatan diatur bahwa :
 
(1)     Pemerintah bertanggung jawab menetapkan kebijakan dalam rangka menjamin
hak bayi untuk mendapatkan air susu ibu secara eksklusif.
(2)    Ketentuan lebih lanjut sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur
dengan  Peraturan Pemerintah.
 
 Pemberian ASI eksklusif juga telah diatur dalam :

 Peraturan Bersama Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, Menteri


Tenaga Kerja dan Transmigrasi, dan Menteri Kesehatan No.
48/MEN.PP/XII/2008, PER.27/MEN/XII/2008, dan 1177/MENKES/PB/XII/2008
Tahun 2008 tentang Peningkatan Pemberian Air Susu Ibu Selama Waktu Kerja
di Tempat Kerja (“Peraturan Bersama”).

Dalam Peraturan Bersama tersebut antara lain disebutkan bahwa Peningkatan Pemberian ASI
selama waktu kerja di tempat kerja adalah program nasional untuk tercapainya pemberian ASI
eksklusif 6 (enam) bulan dan dilanjutkan pemberian ASI sampai anak berumur 2 (dua) tahun.
   
 Ibu dapat mengajukan gugatan apabila ada pelanggaran terhadap proses pemberian
ASI, UU Kesehatan mengatur adanya sanksi pidana yaitu dalam Pasal 200 dan Pasal
201, yang berbunyi sebagai berikut:
 
Pasal 200
 
“Setiap orang yang dengan sengaja menghalangi program pemberian air susu ibu
eksklusif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 128 ayat (2) dipidana penjara paling lama
1 (satu) tahun dan denda paling banyak Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah).”
         
Pasal 201
 
(1)  Dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 190 ayat (1), Pasal
191, Pasal 192, Pasal 196, Pasal 197, Pasal 198, Pasal 199, dan Pasal
200  dilakukan oleh korporasi, selain pidana penjara dan denda terhadap
pengurusnya, pidana yang dapat dijatuhkan terhadap korporasi berupa pidana
denda dengan pemberatan 3 (tiga) kali dari pidana denda sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 190 ayat (1), Pasal 191, Pasal 192, Pasal 196 , Pasal 197, Pasal 198,
Pasal 199, dan Pasal 200.
(2)  Selain pidana denda sebagaimana dimaksud pada ayat (1), korporasi dapat dijatuhi
pidana tambahan berupa:
a.        pencabutan izin usaha; dan/atau
b.        pencabutan status badan hukum.
  

Pemberian ASI eksklusif kepada bayi adalah hak asasi yang diatur dan dilindungi undang-
undang.
 
Dasar hukum:
1.      Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Burgerlijk Wetboek, Staatsblad 1847 No. 23)
2.      Undang-Undang No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia
3.      Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
4.      Peraturan Bersama Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, Menteri Tenaga Kerja dan
Transmigrasi, dan Menteri Kesehatan No. 48/MEN.PP/XII/2008, PER.27/MEN/XII/2008,
dan 1177/MENKES/PB/XII/2008 Tahun 2008 tentang Peningkatan Pemberian Air Susu Ibu
Selama Waktu Kerja di Tempat Kerja.