Anda di halaman 1dari 125

1

BAB I
PENDAHULUAN

A. Rasional
1. Kondisi ideal 5 SNP (SKL, ISI, Proses, Penilaian dan Pengelolaan)
berdasarkan indikator mutu.
Undang–Undang Nomor 20 Tahun 2003 menyatakan Pendidikan Nasional
berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta
peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan
bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi
manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga
negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Peningkatan mutu
pendidikan diarahkan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia
seutuhnya melalui olahhati, olahpikir, olahrasa dan olahraga, agar memiliki
daya saing dalam menghadapi tantangan global, sedangkan peningkatan
relevansi pendidikan dimaksudkan untuk menghasilkan lulusan yang sesuai
tuntutan kebutuhan yang berbasis pada potensi sumber daya alam Indonesia.
Kurikulum SMA Swasta Yapphi Batang Anai mengacu pada Standar Nasional
Pendidikan (SNP) guna menjamin pencapaian Tujuan Pendidikan Nasional.
Standar Nasional Pendidikan terdiri atas Standar Isi (SI), Standar Proses,
Standar Kompetensi Kelulusan (SKL), Standar Tenaga Kependidikan, Standar
Sarana dan Prasarana, Standar Pengelolaan, Standar Pembiayaan dan
Penilaian Pendidikan. Standar Nasional Pendidikan merupakan acuan utama
dalam mengembangkan Kurikulum.
Untuk memenuhi hal tersebut di atas SMA Swasta Yapphi Batang Anai
sebagai lembaga pendidikan tingkat menengah memandang perlu untuk
mengembangkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
Pengembangan Kurikulum Satuan Pendidikan (KTSP) SMA Swasta Yapphi
Batang Anai melalui rangkaian kegiatan: 1) melibatkan tim penyusun (guru,
konselor, kepala sekolah, komite); 2) dilakukan melalui workshop dengan

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020


menghadirkan nara sumber; 3) kegiatan reviu dan revisi; 4) tahap finalisasi; 5)
pemantapan dan penilaian; 6) dokumen hasil penyusunan kurikulum.
2. Kondisi nyata satuan pendidikan berdasarkan indikator mutu sesuai dengan 5
SNP (SKL, ISI, Proses, Penilaian, Pengelolaan).
Hasil evaluasi Kurikulum SMA Swasta Yapphi Batang Anai Tahun 2019
oleh Alfi Hidayati, M.Pd merupakan petugas validasi dari TPK Provinsi Sumatera
Barat berdasarkan lembar disposisi pembinaan KTSP dan instrumen validasi
dokumen KTSP SMA sebagai berikut:
N DOKUMEN KOMPONEN SARAN PERBAIKAN
O
1 Cover dan Cover Cover sudah sesuai dengan aturan
data awal penulisan cover
2 BAB I Tuntutan Perubahan Penjelasan tentang karakteristik
Kurikulum satuan pendidikan dan kondisi
peserta didik pada tantangan
internal sebaiknya dijelaskan sesuai
dengan tuntutan perubahan
kurikulum
Deskripsi Potensi dan Deskripsi potensi akademik dan non
karakteristik satuan akademik sebaiknya dijelaskan
pendidikan secara terinci dan dibedakan antara
(keunggulan potensi dengan prestasi
akademik dan/atau
non akademik serta
kekhasan sekolah)
3 BAB II - Semua komponen sudah dijelaskan
sesuai aturan penjelasan dokumen
4 BAB III Uraian tentang Sebaiknya dijelaskan dengan lebih
penyelenggaraan rinci(uraian program dan strategi)
pendidikan berbasis
keunggulan
lokal/global
Evaluasi dan Sebaiknya dijelaskan dengan lebih
pelaporan kegiatan rinci (bentuk evaluasi dan bentuk

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 2


N DOKUMEN KOMPONEN SARAN PERBAIKAN
O
layanan konseling laporan dijelaskan lebih rinci)
Jenis dan Strategi Sebaiknya dijelaskan dengan lebih
Layanan TIK (Kelas rinci ( Layanan TIK untuk kelas X
XI dan XII Kur.2013) dan XI)
Kegiatan Jenis kegiatan ekstrakurikuler
ekstrakurikuler wajib sebaiknya dijelaskan mana yang
dan pilihan wajib dan pilihan

Penilaian dan Sebaiknya diuraikan lebih rinci


pelaporan kegiatan
ekstrakurikuler
Uraian tentang Sebaiknya dijelaskan secara rinci per
pengaturan alokasi 4 komponen
waktu pembelajaran
Uraian tentang Sebaiknya diuraikan dengan lebih
penjurusan/peminatan rinci mekanisme dan proses
pelaksanaan peminatan
Uraian tentang Sebaiknya dijelaskan secara rinci
mekanisme dan untuk setiap komponen
prosedur pelaporan
hasil belajar peserta
didik
Pengaturan waktu Sebaiknya diuraikan sesuai waktu
libur libur
5 Lampiran 1 RPP yang Dilampirkan RPP yang terintegrasi
terintegrasi nilai Al’quran dan Budaya alam
Minangkabau
Program PKH, PBKL, Sebaiknya dilampirkan semua
PBKG dan MoU silabus pertingkat permata pelajaran
6 Dokumen II Kelengkapan silabus Sebaiknya dilampirkan semua
untuk setiap mata silabus pertingkat permata pelajaran
pelajaran
Mengembangkan Belum semua mata pelajaran
Indikator Pencapaian menghubungkan Indikator

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 3


N DOKUMEN KOMPONEN SARAN PERBAIKAN
O
Kompetensi untuk ke Pencapaian Kompetensi dengan
4 KD (PABP dan Kompetensi Dasar dengan baik
PKN) dan KD3 dan
KD4 untuk maple
lainnya
7 Dokumen III Kelengkapan RPP Sebaiknya dilampirkan semua RPP
untuk setiap mata pertingkat permata pelajaran
pelajaran
Indikator Pencapaian Belum semua mata pelajaran
Kompetensi memiliki menghubungkan Indikator
KKO minimal setara Pencapaian Kompetensi dengan
dengan KKO pada KD Kompetensi Dasar dengan baik
dan konten materi
Tujuan Pembelajaran Belum semua mata pelajaran
menuliskan tujuan pembelajaran
yang mengembangkan nilai utama
karakter
Penilaian hasil belajar Beberapa mata pelajaran belum
menuliskan pedoman penskoran dan
program remedial dan pengayaan
Lampiran RPP Beberapa mata pelajaran belum
menuliskan rubrik penilaian
pengetahuan dan bahan ajar
Hasil evaluasi diri SMA Swasta Yapphi Batang Anai sebagai hasil dari
membandingkan kondisi nyata sekolah dengan kondisi ideal berdasarkan SKL, Isi,
Proses, Pengelolaan, dan Penilaian sebagai berikut:

a. Standar SKL
Standar nilai rata-rata kelulusan tiap mata pelajaran 55 sedangkan
kenyataannya Jurusan IPS rata-rata USBN = 79, US = 70
b. Standar ISI

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 4


Struktur kurikulum SMA Swasta Yapphi Batang Anai menggunakan Kurikulum
2013 dengan beban belajar 42 jam tatap muka/minggu untuk kelas X dan 44
jam tatap muka/minggu untuk kelas XI dan XII. Beban belajar ini ditambah
dengan kegiatan pengembangan diri di luar jam tatap muka dan waktunya
disesuaikan dengan pembina kegiatan pengembangan diri tersebut.
c. Standar Proses
Silabus untuk seluruh mata pelajaran memuat identitas mata pelajaran, SK,
KD, Materi Pelajaran, kegiatan pembelajaran,instrumen penilaian, alokasi
waktu dan sumber belajar yang dikembangkan berdasarkan standar ISI.
Disusun oleh seluruh guru mata pelajaran. Kenyataanya Silabus telah disusun
oleh seluruh guru mata pelajaran dan telah menerapkan format yang
ditentukan sesuai dengan Permendiknas nomor 41 tahun 2007.
Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), disusun oleh masing-masing guru
mata pelajaran dengan komponen identitas mata pelajaran, tujuan
pembelajaran, Langkah langkah Kegiatan Pembelajaran. RPP telah disusun
oleh seluruh guru mata pelajaran dan telah menerapkan format yang
ditentukan sesuai dengan Surat Edaran Kemendikbud No. 14 Tahun 2019
d. Standar Penilaian
Mengacu kepada Permendiknas Nomor 20 tahun 2007 tentang standar
penilaian yang mengharuskan sekolah melakukan ulangan harian, ulangan
tengah semester, ulangan akhir semester, ulangan kenaikan kelas, USBN,
ujian sekolah dan ujian nasional.
Sekolah telah melaksanakan UH sesuai SK, KD dan indikator yang diajarkan,
dilaksanakan oleh seluruh guru mata pelajaran secara mandiri.Kemudian 2
kali ulangan tengah semester dan ulangan akhir semester yang dilaksanakan
secara serentak dan terjadwal.
e. Standar Pengelolaan
Mengacu kepada Permendiknas Nomor 19 tahun 2007, sekolah harus
menyusun visi, misi dan tujuan sekolah serta Rencana Kerja Sekolah. Sekolah
sudah memiliki visi, misi dan tujuan sekolah. Sekolah juga telah menyusun
rencana kerja sekolah untuk tahun pelajaran 2020/2021.
3. Potensi yang dimiliki sekolah baik akademik maupun non akademik.

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 5


Berdasarkan hasil Tes IQ dari Tim Psikologi didapatkan bahwa kemampuan
akademik peserta didik SMA Swasta Yapphi Batang Anai dibawah rata-rata
sedangkan yang diatas rata-rata mendaftar ke sekolah lain. Oleh karena itu
SMA Swasta Yapphi Batang Anai belum cukup memiliki potensi dari segi
akademik
Sehubungan dengan itu SMA Swasta Yapphi Batang Anai masih memiliki
prestasi di bidang akademik maupun non akademik. Rincian prestasi sekolah
3 tahun terakhir yang diperoleh adalah:
a. Potensi Akademik
Untuk potensi akademik SMAS Yapphi Batang Anai pada tiga tahun terakhir
belum pernah mengirim siswa-siswi SMAS Yapphi Batang Anai.
b. Potensi Non Akademik
N
JENIS LOMBA TAHUN TINGKAT PERINGKAT
O
Gerak Jalan Indah Tingkat
2 2018/2019 Kecamatan Peserta
SMA
3 Pawai Allegoris HUT RI 2018/2019 Kecamatan Peserta
4 Karateka O2SN 2019 Kabupaten Peserta
Gerak Jalan Indah Tingkat
5 2018/2019 Kecamatan Peserta
SMA

Demikianlah potensi akademik, potensi non akademik SMA Swasta Yapphi


Batang Anai pada tiga tahun terakhir.
4. Karakteristik yang menjadi kekhasan sekolah
SMA Swasta Yapphi Batang Anai melakukan perubahan dalam
pengembangan KTSP Tahun pelajaran 2020/2021 diantaranya:
a. Internal
1) Karakteristik Satuan Pendidikan
Berdasarkan permendikbud No. 4 Tahun 2018 Satuan Pendidikan adalah
satuan pendidikan dasar dan menengah yang meliputi Sekolah Dasar (SD),
Madrasah Ibtidaiyah (MI), Sekolah dasar Teologi Kristen (SDTK), Sekolah
dasar Luar Biasa (SDLB), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Madrasah
Tsanawiyah (MTs), Sekolah Menengah Pertama Teologi Kristen (SMPTK),
Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB), Sekolah Menengah Atas

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 6


(SMA), Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Agama Kristen ( SMAK),
Sekoalh menengah Agama Katolik (SMAK), Sekolah Menengah Teologi
Kristen (SMTK), Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB), Sekolah
Menengah Kejuruan (SMK), Satuan Pendidikan Kerja Sama (SPK), dan
Lembaga Pendidikan yang menyelenggarakan program Paket A/Ula, Paket
B/Wustha dan program Paket C/Ulya. Karakteristik satuan pendidikan SMA
Swasta Yapphi Batang Anai dengan memiliki NPSN 10308464, NNS
302080507002 yang berdiri pada Tahun 2007 berdasarkan SK. Bupati
Padang Pariaman Nomor 47/KEP/BPP/2014 Tanggal 2 Januari 2014 yang
beralamatkan Jalan Raya Padang Bukittingi Km.26, Kecamatan Batang
Anai Kabupaten Padang Pariaman Provinsi Sumatera Barat Kode Pos
25586. SMAS Yapphi Batang Anai merupakan sekolah yang terletak di
pinggiran kota (urban) yang umumnya tingkat kemajuannya menengah
dibanding sekolah di perkotaan atau pedesaan, masyarakatnya pekerja,
perilaku moral rendah, dan banyak peserta didiknya tidak melanjutkan ke
sekolah yang lebih tinggi. Hal ini disebabkan selain dari terkendala biaya,
orang tua ingin anaknya bekerja setelah menematkan pendidikannya.
Berdasarkan hasil Tes IQ dari Tim Psikologi didapatkan bahwa kemampuan
akademik peserta didik SMAS Yapphi Batang Anai dibawah rata-rata
sedangkan yang diatas rata-rata ke sekolah lain walaupun sudah ada sistim
zonasi yang ditetapkan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat.
2) Kondisi Kebutuhan Peserta Didik.
Berdasarkan Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat
No. 422/937/PSMK-2020 tentang surat edaran penerimaan peserta didik
baru Sekolah Menengah Atas sebagai berikut:
a) Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk SMA, SMK, dan SLB
Negeri akan dilaksankan pada tanggal 22 Juni 2020.
b) Kegiatan PPDB mengacu kepada Permendikbud No. 44 Tahun 2019
dan Surat Edaran Mendikbud No. 4 Tahun 2020.
c) Khusus untuk Calon Peserta Didik SMK, salah satu tahapan seleksi
adalah mengikuti Tes Bakat Minat dengan Tatacara/Prosedur
(terlampir).

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 7


d) Pelaksanaan Tahapan Seleksi Minat Bakat dilaksanakan pada Tanggal
10 s.d 18 Juni 2020 secara online.
Kebutuhan peserta didik setelah menamatkan pendidikan dari jenjang
pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau Madrasah Tsanawiyah
(MTs) adalah melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Peserta didik di
SMAS Yapphi Batang Anai masih banyak yang bekerja sambil sekolah
untuk membatu perekonomian keluarga dan bahkan ada yang menjadi
tulang punggung keluarga.Sehingga ada peserta didik yang tidak
melanjutkan pembelajarannya sampai tamat. Di sisi lain ada orang tua yang
tidak menyokong peserta didik untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang
yang lebih tinggi walaupun sudah dinyatakan lulus melalui jalur SNMPTN di
berbagai perguruan tinggi negeri dalam provinsi. Sekolah sudah berusaha
memotivasi peserta didik dan orang tua melalui sumbangan guru dan
sekolah agar anaknya bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.
Sayangnya jawaban yang kami peroleh“ anak saya tidak akan di kuliahkan
karena dia akan ikut kakaknya berdagang di ibukota” itulah kenyataan yang
kami temukan di SMAS Yapphi Batang Anai.
3) Tuntutan Lingkungan.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 47 tahun 2008
tentang Program Pemerintah tentang wajib belajar 9 tahun kurang berjalan
dengan baik. Tuntutan lingkungan kurang kooperatif terhadap
kelangsungan pendidikan peserta didik yang ada di sekolah. Terutama
pihak orang tua tidak punya keinginan untuk melanjutkan pendidikan
anaknya ke Perguruan Tinggi. Rata-rata orang tua menyampaikan
pendapat mereka dalam rapat orang tua peserta didik bersama Pengurus
Komite Sekolah, Guru, dan Kepala Sekolah bahwa anak-anak mereka tidak
akan melanjutkan pendidikannya ke Perguruan Tinggi, mereka
menginginkan anaknya setelah menamatkan SMA ini bekerja, terutama
membantu mereka bekerja di gudang batu bata atau jadi pedagang.
Mereka menganggap kuliah hanya menambah beban mereka saja dan
tidak ada jaminan untuk bekerja setelah melanjutkan pendidikan ke jenjang
yang lebih tinggi.

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 8


b. Eksternal
Berdasarkan permendikbud No. 4 Tahun 2018 Satuan Pendidikan adalah
satuan pendidikan dasar dan menengah yang meliputi Sekolah Dasar (SD),
Madrasah Ibtidaiyah (MI), Sekolah dasar Teologi Kristen (SDTK), Sekolah
dasar Luar Biasa (SDLB), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Madrasah
Tsanawiyah (MTs), Sekolah Menengah Pertama Teologi Kristen(SMPTK),
Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa(SMPLB), Sekolah Menengah Atas
(SMA), Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Agama Kristen ( SMAK),
Sekoalh menengah Agama Katholik (SMAK), Sekolah Menengah Teologi
Kristen (SMTK), Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB), Sekolah
Menengah Kejuruan (SMK), Satuan Pendidikan Kerja Sama (SPK), dan
Lembaga Pendidikan yang menyelenggarakan program Paket A/Ula, Paket
B/Wustha dan program Paket C/Ulya.
Menurut Permendikbud RI No. 17 Tahun 2010 Sekolah Menengah Atas yang
selanjutnya disingkat SMA, adalah satu bentuk satuan pendidikan formal
yang menyelenggarakan pendidikan umum pada jenjang pendidikan
menengah sebagai lanjutan dari SMP, MTs atau bentuk lain yang sederajat
atau lanjutan dari hasil belajar yang diakui sama/setara SMP atau MTs.
Karakteristik Kekhasan Sekolah
N
KEGIATAN WAKTU PENJAB
O
Guru PAI dan Wali
1 KULTUM Setiap hari Jum’at
Kelas
2 Asmaul Husna Sebelum Masuk Kelas Guru Mapel Pagi

B. Dasar Hukum
Dasar hukum yang dijadikan acuan dalam pengembangan dan penyusunan
KTSP ini adalah:
1.Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
2.Undang-Undang No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah;

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 9


3.Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan (SNP) dan/atau PP No.32 tahun 2013 dan PP No. 13 Tahun
2015 tentang Perubahan PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan;
4.Perpres No.87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)
5.Peraturan Mendiknas No. 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan
Permendiknas Nomor 22 dan 23 Tahun 2006
6.Peraturan Mendiknas No. 06 Tahun 2007 tentang Perubahan Permendiknas
Nomor 24 Tahun 2006;
7.Peraturan Mendiknas No. 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan;
8.Permendikbud No. 80 Tahun 2013 (Pendidikan Menengah Universal);
9.Permendikbud No. 61 Tahun 2014tentang Penyusunan KTSP;
10. Permendikbud No. 111 thn 2014 tentang Penyelenggaraan BK di sekolah
11. Permendikbud No.62 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Ekstra Kurikuler;
12. Permendikbud No.63 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Ekstra Kurikuler
Pramuka;
13. Permendikbus No. 79 Tahun 2014 tentang Muatan Lokal Kurikulum 2013
14. Permendikbud No. 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti;
15. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 18 Tahun 2016
Tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah Bagi Siswa Baru.
16. Permendikbud No. 20 Tahun 2016 dan/atau Permendiknas Nomor 23
Tahun 2006 Tentang SKL
17. Permendikbud No. 21 Tahun 2016 dan/atau Permendiknas Nomor 22
Tahun 2006 tentang Standar Isi;
18. Permendikbud No. 22 Tahun 2016 dan/atau Permendiknas Nomor 41
Tahun 2007 tentang Standar Proses;
19. Permendikbud No. 23 Tahun 2016 dan/atau Permendiknas Nomor 20
Tahun 2007 tentang Standar Penilaian;
20. Permendikbud No. 24 Tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Inti dan
Kompetensi Dasar;
21. Permendikbud Nomor 4 Tahun 2018 tentang penilaian hasil belajar oleh
pemerintah dan satuan pendidikan

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 10


22. Permendikbud Nomor 15 Tahun 2018 tentang Beban Kerja Guru,
Pengawas, dan Kepala Sekolah
23. Permendikbud Nomor 20 Tahun 2018 tentang penguatan Pendidikan
Karakter pada satuan Pendidikan Formal
24. Permedikbud Nomor 36 Tahun 2018 tentang Struktur Kurikulum 2013
SMA dan MA
25. Permendikbud Nomor 37 Tahun 2018 tentang Kompetensi Inti dan
Kompetensi Dasar Pelajaran pada Kurikulum 2013 pada Pendidikan dasar
dan Pendidikan Menengah;
26. Permendikbud Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan
Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease
(Covid - 19)
27. Permendikbud Nomor 15 Tahun 2020 Tentang Pedoman
Penyelenggaraan Belajar Dari Rumah Dalam Masa Darurat Penyebaran
Corona Virus Disease (Covid - 19)
28. Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri
Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi (PANRB) No. 391/2020, No. 02/2020 dan No.
02/2020 tentang Perubahan Kedua atas Keputusan Bersama Menteri
Agama, Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri PANRB No. 728/2019, No.
213/2019, dan No. 01/2019 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama
Tahun 2020;
29. Peraturan Gubernur Nomor 70 Tahun 2010 tentang Kurikulum Muatan
Lokal KTSP;
30. Peraturan Gubernur Nomor 71 tahun 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan
Pergub Nomor 70 Tahun 2010;
31. Surat Keputusan Kepala Dinas Provinsi Sumatera Barat Nomor:
423/555/KPTS-2020 tentang Kalender Pendidikan SMA Tahun Pelajaran
2020/2021 Bagi Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah
Kejuruan (SMK), dan Sekolah Luar Biasa (SLB).

C. Tujuan Penyusunan KTSP

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 11


Kurikulum SMA Swasta Yapphi Batang Anai dikembangkan dengan tujuan
sebagai berikut:
1. Untuk memenuhi amanat yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah
nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP)
sebagaimana telah dirubah dengan Peraturan Pemerintah nomor 32 tahun
2013 dan dirubah lagi dengan Peraturan Pemerintah nomor 13 tahun
2015 yang menyatakan bahwa setiap satuan pendidikan pada jenjang
pendidikan Dasar dan Menengah menyusun Kurikulum TingkatSatuan
Pendidikan (KTSP) berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan
Standar Isi (SI)serta Permendikbud 61/2014 tentang KTSP.
2. Sebagai pedoman operasional sekolah 1 tahun ke depan dalam kegiatan
pembelajaran untuk mencapai kompetensi yang mencakup 3 domain yaitu
kognitif, afektif dan psikomotor.
3. Alat kontrol kegiatan akademik dan non akademik sekolah dalam
menggambarkan kesesuaian dan kekhasan kondisi dan potensi daerah,
sekolah serta peserta didik.
4. Sebagai pijakan/dasar untuk penyempurnaan KTSP tahun yang akan
datang dalam rangka menyiapkan peserta didik agar berkecakapan hidup
sesuai dengan kondisi kehidupannya saat ini dan masa depan.

BAB II
TUJUAN SATUAN PENDIDIKAN

A. Visi SMA Swasta Yapphi Batang Anai.


Berdasarkan evaluasi diri terhadap program tahun pelajaran 2019/2020
SMA Swasta Yapphi Batang Anai, sebagian dari Visi dan Misi tidak dapat dicapai

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 12


bahkan ada program yang tidak bisa jalan sama sekali, maka untuk menghadapi
program tahun pelajaran 2020/2021, perlu diadakan penyempurnaan. Penyebab
tidak tercapai Visi dan Misi yang telah dirumuskan tersebut kurang kooperatifnya
masyarakat terhadap peserta didik yang ada di sekolah. Terutama pihak orang tua
yang sama sekali tidak punya keinginan untuk melanjutkan pendidikan anaknya ke
jenjang yang lebih tinggi, sehingga menimbulkan kesan yang kurang bagus
terhadap kinerja sekolah terutama Guru dan Kepala Sekolah.
Rata-rata orang tua murid menyampaikan pendapat mereka dalam rapat
orang tua murid bersama Pengurus Yayasan Sekolah dengan Guru serta Kepala
Sekolah, tidak akan melanjutkan pendidikan anak-anak mereka ke jenjang yang
lebih tinggi, mereka menginginkan anaknya setamat SMA ini bekerja, terutama
membantu mereka bekerja di gudang batu bata atau jadi pedagang. Beliau
menganggap kuliah hanya menambah beban mereka saja.Semua penjelasan dari
pihak Sekolah dan Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta tidak ada yang
mengena di hati mereka, sehingga mereka merasa enggan untuk menguliahkan
anak mereka.Akibatnya persentase kelulusan siswa SMA Swasta Yapphi Batang
Anai melalui program SNMPTN dan PTKIN serta Politeknik dan program Bidik
Misi dari berbagai perguruan tinggi tidak mempan membujuk mereka agar dapat
melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi.
Maka dari itu melalui Lokakarya yang telah diadakan pada 20 Mei 2020
dirumuskan program untuk 1 tahun kedepan, sehingga tujuan yang ingin dicapai
sudah tergambar dan terprogram dengan jelas. Penentuan Visi dan Misi Sekolah
adalah untuk memudahkan kita dalam mencapai tujuan sekolah baik jangka
pendek, maupun jangka panjang.
Adapun Visi dan Indikator Visi SMA Swasta Yapphi Batang Anai sebagai berikut:
1. Visi
Berakhlak mulia. Berprestasi dalam prestasi,Terampil dalam
berkarya, Sopan dalam bersikap, dan Santun dalam bertutur.
2. Indikator-Indikator Visi
a. Menghasilkan peserta didik berwawasan masa depan yang dapat
meningkatkan taraf hidupnya.

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 13


b. Menghasilkan peserta didik yang memiliki akhlakqul karimah di sekolah
dan masyarakat.
c. Menghasilkan peserta didik yang unggul dalam IMTAQ dan IPTEK
sesuai dengan bakat dan minatnya.
d. Menghasilkan peserta didik yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi.
B. Misi SMA Swasta Yapphi Batang Anai
1. Menumbuhkembangkan etos kerja, semangat dan keunggulan seluruh
warga sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan.
2. Meningkatkan Proses Belajar Mengajar (PBM) sehingga potensi siswa
berkembang secara optimal dan mampu bersaing masuk Perguruan Tinggi
berstandar Nasional.
3. Meningkatkan kompetensi guru, staf pegawai dalam memenuhi Standar
Pelayanan Minimal (SPM).
4. Menerapkan sikap dan budi pekerti yang berwawasan moralitas yang
agamais.
5. Meningkatkan pembinaan bakat, minat dan kreativitas siswa untuk
mewujudkan prestasi akademis dan non akademis.
6. Memotivasi dan membimbing siswa untuk lebih mengenal potensi sertas
jati dirinya agar kelak mereka mampu hidup mandiri.

C. Tujuan SMA Swasta Yapphi Batang Anai


Tujuan SMA Swasta Yapphi Batang Anai secara umum adalah meningkatkan
kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk
mandiri dan mengikuti pendidikan lanjutan (BSNP, 2006:7). Sehubungan dengan
hal tersebut maka tujuan SMA Swasta Yapphi Batang Anaisama dengan tujuan
yang dicantumkan pada BSNP 2006:7 tersebut. Tujuan lainnya yang akan dicapai
adalah menjadikan sebuah sekolah yang dapat melahirkan siswa-siswi yang
religius, berprestasi di bidang akademis (diterima pada Perguruan Tinggi Negeri),
dan bidang non akademik (menjadi juara dalam berbagai perlombaan) serta
sekolah berwawasan lingkungan.
1. Tujuan Jangka Pendek (1Tahun)
a. Rata-rata NEM Lulusan Minimal 7,00.
b. 50 % lulusannya dapat melanjutkan ke perguruan tinggi negeri.
Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 14
c. Terlaksananya proses pembelajaran secara interaktif, efektif dan
efisien.
d. Siswa memiliki disiplin tinggi dalam belajar dan taat beribadah.
e. Meningkatnya profesionalisme guru dalam menjalankan tugasnya.
f. Memiliki labor TIK yang dilengkapi dengan sarananya.
g. Untuk kelengkapan seluruh sarana dan prasarana dimohonkan
kepada Pemerintah untuk mewujudkan Pembangunan Fisik Sekolah
terutama Labor IPA dan Ruang Keterampilan.
2. Tujuan Jangka Menengah (4 tahun)
a. 100 % siswa kelas XII tamat dan lulus tiap tahun pelajaran.
b. Tercapainya rata-rata NEM lulusan minimal 7,00.
c. 60 % lulusannya dapat melanjutkan ke perguruan tinggi negeri.
d. Terlaksananya proses pembelajaran secara interaktif, efektif dan efisien.
e. Siswa memiliki disiplin tinggi dalam belajar dan taat beribadah.
f. Meningkatnya profesionalisme guru dalam menjalankan tugasnya.
g. Berhasilnya siswa sebagai juara dalam mengikuti perlombaan mata
pelajaran, olah raga, kesenian (OSN, FLS2N dan lomba lainnya).
Untuk pencapaian tujuan di atas maka ditetapkan sasaran program. Tenaga
Pendidik dan Tenaga Kependidikan dengan pesetujuan Komite Sekolah
menetapkan sasaran program, baik untuk jangka pendek maupun untuk jangka
menengah.

BAB III
STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM

A. Muatan Kurikulum Nasional.

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 15


1. Uraian dasar hukum yang mengatur tentang struktur kurikulum yang
digunakan.
Prinsip-Prinsip Pelaksanaan Kurikulum
a. Pelaksanaan kurikulum didasarkan pada kompetensi yang berguna bagi
dirinya. Dalam hal ini peserta didik harus mendapatkan pelayanan
pendidikan yang bermutu, serta memperoleh kesempatan untuk
mengekspresikan dirinya secara bebas, dinamis dan menyenangkan.
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan
suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual
keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia,
serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan
negara. Yang terdapat pada Dasar hukum Undang-Undang No.20 Tahun
2003.
b. Kurikulum dilaksanakan dengan menegakkan kelima pilar belajar, yaitu: (a)
belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, (b)
belajar untuk memahami dan menghayati, (c) belajar untuk mampu
melaksanakan dan berbuat secara efektif, (d) belajar untuk hidup bersama
dan berguna bagi orang lain, dan (e) belajar untuk membangun dan
menemukan jati diri, melalui proses pembelajaran potensi, perkembangan
dan kondisi peserta didik untuk menguasai. Yang dituangkan dalam
Permendikbus No. 79 Tahun 2014 tentang Muatan Lokal Kurikulum 2013
c. Pelaksanaan kurikulum memungkinkan peserta didik mendapat pelayanan
yang bersifat perbaikan, pengayaan, dan/atau percepatan sesuai dengan
potensi, tahap perkembangan, dan kondisi peserta didik dengan tetap
memperhatikan keterpaduan pengembangan pribadi peserta didik yang
berdimensi ke-Tuhanan, keindividuan, kesosialan, dan moral. Sesuai
dengan Permendikbud No. 111 thn 2014 tentang Penyelenggaraan BK di
sekolah
d. Kurikulum dilaksanakan dalam suasana hubungan peserta didik dan
pendidik yang saling menerima dan menghargai, akrab, terbuka, dan
hangat, dengan prinsip tut wuri handayani, ing madia mangun karsa, ing

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 16


ngarsa sung tulada (di belakang memberikan daya dan kekuatan, di tengah
membangun semangat dan prakarsa, di depan memberikan contoh dan
teladan). Sesuain dengan Permendikbud No. 23 Tahun 2015 tentang
Penumbuhan Budi Pekerti;
e. Kurikulum dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan multistrategi
dan multimedia, sumber belajar dan teknologi yang memadai, dan
memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar, dengan prinsip
alam takambang jadi guru (semua yang terjadi, tergelar dan berkembang di
masyarakat dan lingkungan sekitar serta lingkungan alam semesta
dijadikan sumber belajar, contoh dan teladan). Sesuai dengan
Permendikbud Nomor 15 Tahun 2020 Tentang Pedoman Penyelenggaraan
Belajar Dari Rumah Dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus
Disease (Covid - 19)
f. Kurikulum dilaksanakan dengan mendayagunakan kondisi alam, sosial
dan budaya serta kekayaan daerah untuk keberhasilan pendidikan
dengan muatan seluruh bahan kajian secara optimal.
g. Kurikulum yang mencakup seluruh komponen kompetensi mata pelajaran,
muatan lokal dan pengembangan diri diselenggarakan dalam
keseimbangan, keterkaitan, dan kesinambungan yang cocok dan
memadai antarkelas dan jenis serta jenjang pendidikan.

2. Daftar mata pelajaran.


Pada tahun pelajaran 2020/2021 ini Kurikulum SMA Swasta Yapphi
Batang Anai menggunakan Kurikulum 2013 pada kelas X,XI, dan XII.
Tabel. Mata Pelajaran Kurikulum 2013 (kelas X, XI, dan XII)

Tabel daftar Pelajaran Kelas X


MATAPELAJARAN
Kelompok A (Wajib)
1 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
2 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
3 Bahasa Indonesia
4 Matematika

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 17


MATAPELAJARAN
5 Sejarah Indonesia
6 Bahasa Inggris
Kelompok B (Wajib)
7 Seni Budaya
8 Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan
9 Prakarya dan Kewirausahaan
Kelompok C (Peminatan)
Mata pelajaran peminatan akademik
Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial
I 1. Geografi
2. Sejarah
3. Sosiologi
4. Ekonomi
MataPelajaran Pilihan
Pilihan Ilmu Pengetahuan Sosial
1. Bahasa inggris (X, XI, dan XII)
2. Sejarah
Jumlah jam pelajaran kelompok A, B, dan C per minggu
Sumber: Permendikbud No. 36 tahun 2018
Tabel daftar Pelajaran Kelas XI
MATAPELAJARAN
Kelompok A (Wajib)
1 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
2 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
3 Bahasa Indonesia
4 Matematika
5 Sejarah Indonesia
6 Bahasa Inggris
Kelompok B (Wajib)
7 Seni Budaya
8 Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan
9 Prakarya dan Kewirausahaan
Kelompok C (Peminatan)
Mata pelajaran peminatan akademik
Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial
I 5. Geografi
6. Sejarah
7. Sosiologi
8. Ekonomi
MataPelajaran Pilihan
Pilihan Ilmu Pengetahuan Sosial
3. Bahasa inggris (X, XI, dan XII)
4. Sejarah
Jumlah jam pelajaran kelompok A, B, dan C per minggu

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 18


Sumber: Permendikbud No. 36 tahun 2018

Tabel daftar Pelajaran Kelas XII


MATAPELAJARAN
Kelompok A (Wajib)
1 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
2 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
3 Bahasa Indonesia
4 Matematika
5 Sejarah Indonesia
6 Bahasa Inggris
Kelompok B (Wajib)
7 Seni Budaya
8 Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan
9 Prakarya dan Kewirausahaan
Kelompok C (Peminatan)
Mata pelajaran peminatan akademik
Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial
I 9. Geografi
10. Sejarah
11. Sosiologi
12. Ekonomi
MataPelajaran Pilihan
Pilihan Ilmu Pengetahuan Sosial
5. Bahasa inggris (X, XI, dan XII)
6. Sejarah
Jumlah jam pelajaran kelompok A, B, dan C per minggu
Sumber: Permendikbud No. 36 tahun 2018

3. Alokasi waktu per mata pelajaran.


Berdasarkan Permendikbud No. 36 tahun 2018 alokasi waktu per mata
pelajaran sebagai berikut:
Tabel. Alokasi Waktu Per Mata Pelajaran (kelas X, XI, dan XII)

*Tabel Alokasi Waktu permata Mata Pelajaran Kelas X

ALOKASI WAKTU
MATAPELAJARAN PER MINGGU
X
Kelompok A (Wajib)  
1 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 3

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 19


ALOKASI WAKTU
MATAPELAJARAN PER MINGGU
X
2 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 2
3 Bahasa Indonesia 4
4 Matematika 4
5 Sejarah Indonesia 2
6 Bahasa Inggris 2
Kelompok B (Wajib)  
7 Seni Budaya 2
Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan
8 3
Kesehatan
9 Prakarya dan Kewirausahaan 2
Jumlah Jam Pelajaran Kelompok A dan B per
24
minggu
Kelompok C (Peminatan)
Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial
I 1. Geografi 3
2. Sejarah 3
3. Sosiologi 3
4. Ekonomi 3
Matapelajaran Pilihan
Pilihan Ilmu Pengetahuan Sosial
1. Bahasa Inggris 3
2. Sejarah 3
Jumlah Jam Pelajaran kelompok A, B, dan C per
42
minggu
Sumber: Permendikbud No. 36 tahun 2018

Tabel. Alokasi Waktu Per Mata Pelajaran Kelas XI

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 20


ALOKASI WAKTU
MATAPELAJARAN PER MINGGU
XI
Kelompok A (Wajib)  
1 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 3
2 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 2
3 Bahasa Indonesia 4
4 Matematika 4
5 Sejarah Indonesia 2
6 Bahasa Inggris 2
Kelompok B (Wajib)  
7 Seni Budaya 2
Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan
8 3
Kesehatan
9 Prakarya dan Kewirausahaan 2
Jumlah Jam Pelajaran Kelompok A dan B per
24
minggu
Kelompok C (Peminatan)
Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial
I 5. Geografi 3
6. Sejarah 3
7. Sosiologi 3
8. Ekonomi 3
Matapelajaran Pilihan
Pilihan Ilmu Pengetahuan Sosial
3. Bahasa Inggris 3
4. Sejarah 3
Jumlah Jam Pelajaran kelompok A, B, dan C per
42
minggu
Sumber: Permendikbud No. 36 tahun 2018

*Tabel. Alokasi Waktu Per Mata Pelajaran Kelas XII


Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 21
ALOKASI WAKTU
MATAPELAJARAN PER MINGGU
XII
Kelompok A (Wajib)  
1 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 3
2 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 2
3 Bahasa Indonesia 4
4 Matematika 4
5 Sejarah Indonesia 2
6 Bahasa Inggris 2
Kelompok B (Wajib)  
7 Seni Budaya 2
Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan
8 3
Kesehatan
9 Prakarya dan Kewirausahaan 2
Jumlah Jam Pelajaran Kelompok A dan B per
24
minggu
Kelompok C (Peminatan)
Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial
I 9. Geografi 3
10. Sejarah 3
11. Sosiologi 3
12. Ekonomi 3
Matapelajaran Pilihan
Pilihan Ilmu Pengetahuan Sosial
5. Bahasa Inggris 3
6. Sejarah 3
Jumlah Jam Pelajaran kelompok A, B, dan C per
42
minggu
Sumber: Permendikbud No. 36 tahun 2018

4. Jumlah jam tatap muka per Minggu pada kelas X, XI, XII

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 22


Berdasarkan Permendikbud No. 36 tahun 2018 dan SMA Swasta Yapphi
Batang Anai menggunakan kurikulum 2013 maka jumlah jam tatap muka per
Minggu pada kelas X dengan 1 rombel (IPS), XI 1 rombel (IPS), XII dengan 2
rombel (2 IPS) sebagai berikut:
Tabel. Jumlah jam tatap muka per Minggu pada kelas X, XI, XII

N X XI XII JML
MATA PELAJARAN
IPS IPS IPS IPS
O JUMLAH ROMBEL 1 1 1 2
Kelompok A (Wajib)          
Pendidikan Agama dan
1 3 3 3 3 12
Budi Pekerti
Pendidikan Pancasila dan
2 2 2 2 2 8
Kewarganegaraan
3 Bahasa Indonesia 4 4 4 4 16
4 Matematika 4 4 4 4 16
5 Sejarah Indonesia 2 2 2 2 8
6 Bahasa Inggris 2 2 2 2 8
Kelompok B (Wajib)
7 Seni Budaya 2 2 2 2 8
Pendidikan Jasmani
8 3 3 3 3 12
Olahraga dan Kesehatan
Prakarya dan
9 2 2 2 2 8
Kewirausahaan
Kelompok C (Peminatan)
Peminatan Ilmu-Ilmu
   
Sosial
1 Geografi 3 4 4 4 15
2 Sejarah 3 4 4 4 15
3 Sosiologi 3 4 4 4 15
4 Ekonomi 3 4 4 4 15
Mata Pelajaran Pilihan
   
dan Pendalaman
1 Biologi
2 Kimia
3 Geografi - - - -
4 Ekonomi - - - -
TOTAL JAM 36 42 42 42 156
Sumber: Permendikbud No. 36 tahun 2018

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 23


Tabel. Jumlah jam tatap muka per Minggu pada kelas X,

N X JML
MATA PELAJARAN
IPS
O JUMLAH ROMBEL 1
Kelompok A (Wajib)    
1 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 3 3
Pendidikan Pancasila dan
2 2 2
Kewarganegaraan
3 Bahasa Indonesia 4 4
4 Matematika 4 4
5 Sejarah Indonesia 2 2
6 Bahasa Inggris 2 2
Kelompok B (Wajib)
7 Seni Budaya 2 2
Pendidikan Jasmani Olahraga dan
8 3 3
Kesehatan
9 Prakarya dan Kewirausahaan 2 2
Kelompok C (Peminatan)
  Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial
1 Geografi 3 3
2 Sejarah 3 3
3 Sosiologi 3 3
4 Ekonomi 3 3
Mata Pelajaran Pilihan dan
 
Pendalaman
1 Biologi
2 Kimia
3 Geografi - -
4 Ekonomi - -
TOTAL JAM 36 36
Sumber: Permendikbud No. 36 tahun 2018
Tabel. Jumlah jam tatap muka per Minggu pada kelas XI

N XI JML
MATA PELAJARAN
IPS
O JUMLAH ROMBEL 1
Kelompok A (Wajib)    
1 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 3 3
Pendidikan Pancasila dan
2 2 2
Kewarganegaraan
3 Bahasa Indonesia 4 4

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 24


N XI JML
MATA PELAJARAN
IPS
O JUMLAH ROMBEL 1
4 Matematika 4 4
5 Sejarah Indonesia 2 2
6 Bahasa Inggris 2 2
Kelompok B (Wajib)
7 Seni Budaya 2 2
Pendidikan Jasmani Olahraga dan
8 3 3
Kesehatan
9 Prakarya dan Kewirausahaan 2 2
Kelompok C (Peminatan)
  Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial
1 Geografi 3 3
2 Sejarah 3 3
3 Sosiologi 3 3
4 Ekonomi 3 3
Mata Pelajaran Pilihan dan
 
Pendalaman
1 Biologi
2 Kimia
3 Geografi - -
4 Ekonomi - -
TOTAL JAM 36 36
Sumber: Permendikbud No. 36 tahun 2018
Tabel. Jumlah jam tatap muka per Minggu pada kelas XII

N XII JML
MATA PELAJARAN
IPS IPS
O JUMLAH ROMBEL 1 2
Kelompok A (Wajib)      
Pendidikan Agama dan
1 3 3 6
Budi Pekerti
Pendidikan Pancasila dan
2 2 2 4
Kewarganegaraan
3 Bahasa Indonesia 4 4 8
4 Matematika 4 4 8
5 Sejarah Indonesia 2 2 4
6 Bahasa Inggris 2 2 4
Kelompok B (Wajib)
7 Seni Budaya 2 2 4
8 Pendidikan Jasmani 3 3 6
Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 25
N XII JML
MATA PELAJARAN
IPS IPS
O JUMLAH ROMBEL 1 2
Olahraga dan Kesehatan
Prakarya dan
9 2 2 4
Kewirausahaan
Kelompok C (Peminatan)
Peminatan Ilmu-Ilmu
 
Sosial
1 Geografi 3 3 6
2 Sejarah 3 3 6
3 Sosiologi 3 3 6
4 Ekonomi 3 3 6
Mata Pelajaran Pilihan
 
dan Pendalaman
1 Biologi
2 Kimia
3 Geografi - -
4 Ekonomi - -
TOTAL JAM 36 36 72
Sumber: Permendikbud No. 36 tahun 2018

B. Muatan Kurikulum Tingkat Daerah/Muatan Lokal


1. Memuat Daftar Mata Pelajaran dan KD yang mengintegrasikan
muatan lokal nilai-nilai Al-Qur’an dan Budaya Minangkabau
Melalui SK Kepala Sekolah bersama Yayasan Sekolah Nomor
800/501/SMA-Yapphi/BA.2020 tentang Penetapan Pengintegrasian nilai-
nilai Al-Qur’an dan Budaya Minangkabau di SMA Swasta Yapphi Batang
Anai Tahun Pelajaran 2020/2021. Pengintegrasian nilai-nilai Al-Qur’an dan
Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 26
Budaya Minangkabau ini dilakukan dalam setiap mata pelajaran untuk
kelas X, XI dan XII.

Tabel. Pengintegrasian nilai-nilai Al-Qur’an dan Budaya Minangkabau


MATAPELAJARAN
Kelompok A (Wajib)
1 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
2 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
3 Bahasa Indonesia
4 Matematika
5 Sejarah Indonesia
6 Bahasa Inggris
Kelompok B (Wajib)
7 Seni Budaya
8 Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan
9 Prakarya dan Kewirausahaan
Kelompok C (Peminatan)
Mata pelajaran peminatan akademik
Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial
I 1.Geografi
2.Sejarah
3.Sosiologi
4.Ekonomi
MataPelajaran Pilihan
Pilihan Ilmu Pengetahuan Sosial
1.Matematika (X, XI, dan XII)
2.Bahasa Inggris
Jumlah jam pelajaran kelompok A, B, dan C per minggu
Sumber: Permendikbud No. 36 tahun 2018

2. Menguraikan Strategi pelaksanaan integrasi nilai-nilai Al-Qur’an dan


budaya Minangkabau pada KD mata pelajaran yang relevan
Kondisi dilapangan saat ini menggambarkan fenomena yang
memprihatinkan tentang nilai-nilai Al-Qur’an dan budaya
Minangkabau.Keadaannya banyak siswa yang tidak mengetahui lagi
keterampilan-keterampilan nilai-nilai Al-Qur’an dan Budaya Minangkabau
di antaranya berupa budaya membaca Al-Qur’an dan kerajinan-kerajinan
di masyarakat. Bahkan kerajinan-kerajinan tersebut bisa dimanfaatkan
dengan menggunakan bahan dari barang bekas layak pakai.

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 27


Tujuan penginterasian nilai-nilai Al-Qur’an dan budayaMinangkabau
adalah:
a. Membuka peluang baru dalam dunia usaha.
b. Membekali peserta didik dalam kehidupan dengan nilai-nilai Al-Qur’an.
c. Membekali peserta didik untuk kompeten dalam membuat kerajinan
dengan menggunakan bahan dari limbah (plastik, anggur pipet, limbah
kertas dan kawat) untuk di daur ulang menjadi barang yang
bermanfaat.
d. Memiliki tingkat pengetahuan dan keterampilan dalam membuka
usaha mandiri.
e. Meningkatkan taraf hidup yang disesuaikan dengan potensi yang
dimiliki di daerah untuk kelangsungan hidup di masyarakat.
Keterampilan nilai-nilai Al-Qur’an dan budaya Minangkabau diberikan
kepada peserta didik guna membekali siswa dengan serangkaian
keterampilan yang bisa dijadikan bekal kelangsungan hidup untuk terjun di
masyarakat setelah menamatkan pendidikan di SMA Swasta Yapphi
Batang Anai. Keterampilan nilai-nilai Al-Qur’an dan budaya Minangkabau
juga mengajarkan bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an dan tradisi adat istiadat
yang berlaku di Minangkabau sehingga menjadikan anak lebih siap dan
matang menjalani kehidupan setelah lulus nantinya. Keterampilan budaya
Tradisional Minangkabau arah pengembangannya di harapkan peserta
didik mampu dan cakap mengolah barang bekas menjadi barang layak
pakai dan berguna bagi masyarakat.Sehingga dengan kerajinan yang di
miliki siswa tersebut dapat menghasilkan barang-barang yang kreatif dan
inovatif dan bisa membuka peluang usaha di masyarakat.
Pengintegrasikan mulok pendidikan Al-Qur’an dan budaya alam
Minangkabau pada Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar mata pelajaran
kelas X, XI dan XII yang relevan. Pengintegrasikan mulok dilakukan pada
kegiatan pembelajaran baik itu dalam pendahuluan, inti pembelajaran
maupun penutup pembelajaran.
C. Muatan Kekhasan Satuan Pendidikan.

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 28


1. Penerapan pendidikan kecakapan hidup yang menggambarkan
kewirausahaan dan ekonomi kreatif.
a) Uraian program PKH
Secara umum pendidikan kecakapan hidup bertujuan memfungsikan
pendidikan sesuai dengan fitrahnya, yaitu mengembangkan potensi
peserta didik dalam menghadapi perannya di masa mendatang.
Secara khusus bertujuan untuk:
1) mengaktualisasikan potensi peserta didik sehingga dapat
digunakan untuk memecahkan problema yang dihadapi,
misalnya: masalah narkoba, lingkungan sosial,dsb
2) memberikan wawasan yang luas mengenai pengembangan karir
pesertadidik
3) memberikan bekal dengan latihan dasar tentang nilai-nilai yang
berkaitan dengan kehidupan sehari-hari
4) memberikan kesempatan kepada sekolah untuk
mengembangkan pembelajaran yang fleksibel dankontekstual
5) mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya di lingkungan
sekolah, dengan memberi peluang pemanfaatan sumberdaya
yang ada di masyarakat sesuai dengan prinsip manajemen
berbasis sekolah
Program Kecakapan Hidup yang dikembangkan di SMA Swasta Yapphi
Batang Anai adalah Budidaya Ikan Gurami. Ikan Gurami adalah jenis ikan
air tawar yang populer dan disukai sebagai konsumsi di Asia Tenggara
dan Asia Selatan. Gurami memiliki pertumbuhan agak lambat namun
harganya relative meningkat setiap saat. Untuk di lahan SMA Swasta
Yapphi Batang Anai, jenis ikan ini cocok untuk dibudidayakan karena tidak
memerlukan lahan yang luas dan air yang mengalir.

b) Strategi pelaksanaan PKH


Persiapan kolamini dimaksud untuk menumbuhkan makanan alami
dalam jumlah yang cukup. Kolam untuk pemeliharaan ikan gurami

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 29


dipersiapkan seperti halnya kolam untuk ikan konsumsi air tawar
lainnya.
Beberapa langkah kerja yang harus dilakukan untuk mempersiapkan
kolam, yaitu sebagai berikut:
1) Mula-mula kolam dikeringkan sampai dasarnya benar-benar
kering. Tujuan pengeringan ini yaitu untuk membasmi ikan-ikan
liar yang bersifat predator atau competitor (penyaing makanan),
mengurangi senyawa-senyawa asam sulfide (H2S) dan senyawa
beracun lainnya yang terbentuk selama kolam terendam, dan
memungkinkan terjadinya pertukaran udara di pelataran kolam,
dalam proses ini gas-gas oksigen (O2) mengisi celah-celah dan
pori-pori tanah.
2) Pada saat menunggu tanah dasar kolam kering, pematang
kolam diperbaiki dan diperkuat untuk menutup kebocoran-
kebocoran yang ada.
3) Setelah dasar kolam benar-benar kering, dasar kolam dikapur
dengan menggunakan kapur tohor atau dolomit dengan dosis 25
kg/100 m2. Hal ini untuk meningkatkan pH tanah dan membunuh
hama maupun patogen yang masih tahan terhadap proses
pengeringan.

Setelah persiapan kolam, tahap selanjutnya adalah pemilihan binih.


Pemilihan benih mutlak dilakukan karena hanya dengan benih yang
baik ikan akan hidup dan tubuh dengan baik. Ciri-ciri benih yang baik
anatar lain sehat (tdak membawa penyakit), anggota tubuh lengkap,
bergerak aktif, benih jenis unggul.Tahapan-tahapan yang termasuk ke
dalam pelaksanaan pembudidayaan ikan gurami meliputi penebaran
benih, pemberian pakan (makanan) dan pemanenan.Untuk usaha
pembesaran ikan gurami akan berlangsung 4 bulan, diharapkan
dalam waktu tersebut ikan dapat dipanen dalam ukuran konsumsi
yang dibutuhkan pasar.

c) Mengandung unsur kewirausahaan dan atau ekonomi kreatif

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 30


Melalui pembelajaran prakarya dan kewirausahaan pada kurikulum
2013 diharapkan agar sekolah dapat mempersiapkan siswa menjadi
solusi atas tingginya angka pengangguran, menjadi pelopor usaha-
usaha atau kelompok-kelompok usaha produktif yang dapat
menyerap tenaga kerja. Untuk dapat mencetak manusia-manusia
handal, mandiri dan produktif seperti yang dimaksudkan, sekolah
mengemban tugas yang mulia nan berat, sekolah dituntut menjadi
lembaga mentor (yang mendidik), motivator (pemberi semangat),
dinamisator (mampu menyesuaikan diri dengan dengan tututan
zaman), fasilitator (penyedia fasilitas) dan innovator (yang
mengembangkan) sehingga generasi muda dalam hal ini siswa dapat
menjadi penerus bangsa yang siap meneruskan pembangunan
mempertahan eksistensi bangsa dan juga mampu bersaing secaa
global.

Analisis Ekonomi Budidaya Ikan Gurami


 Kolam tanah dengan ukuran 4 x 5 x 1 = 20 m2
 Bibit ikan gurami 400 @1500/ekor ( bibit ikan gurami ukuran silet)
= Rp 600.000
 Pakan ikan atau pelet sebanyak 6 sak seharga Rp 250.000/sak
(untuk 200 ekor ikan membutuhkan 3 sak pelet) = Rp 1.500.000
 Obat-obatan Rp. 200.000,-

2. Penyelenggaraan pendidikan berbasis keunggulan lokal/global.


Pendidikan kecakapan hidup untuk keunggulan lokal yang sesuai
dengan budaya daerah Padang Pariaman maka SMA Swasta Yapphi
Batang Anai memfasilitasi siswa untuk mengikuti ekstrakurikuler Randai
dan Silek. Pendidikan kecakapan hidup untuk wawasan global SMA
Swasta Yapphi Batang Anai memfasilitasi siswa dengan Bahasa Arab,
dan English Club. Bahasa Arab merupakan mata pelajaran yang wajib
Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 31
di ikuti siswa. Sedangankan English Club merupakan kegiatan
ektrakurikuler bagi siswa.
D. Pelaksanaan Penguatan Pendidikan Karakter
Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang diatur sesuai dengan
Perpres No. 87 Tahun 2017 menempatkan pendidikan karakter sebagai dimensi
terdalam atau inti pendidikan nasional sehingga pendidikan karakter menjadi
poros pelaksanaan pendidikan dasar dan menengah. Oleh karena itu dalam
rangka menempatkan pendidikan karakter di SMA Swasta Yapphi Batang Anai
dan pencapaian visi sekolah, maka telah dikembangkan nilai-nilai pendidikan
karakter sebagai berikut:

a. Religius
Berdasarkan Perpres No.87 Tahun 2017 nilai karakter religius mencerminkan
keberimanan terhadap Tuhan yang Maha Esa yang diwujudkan dalam perilaku
melaksanakan ajaran agama, menghargai perbedaaan agama, hidup rukun dan
damai dengan pemeluk agama lain. Nilai religius di SMA Swasta Yapphi Batang
Anai telah diwujudkan dalam bentuk:
1. Melaksanakan ajaran agama, terdiri dari:
 Shalat Lima waktu yang dilaksanakan seluruh peserta didik di manapun
berada di bawah bimbingan guru agama, wali kelas dan orang tua peserta
didik atau wali peserta didik.
 Asmaul HusnaKegiatan ini dilaksanakan sebelum pelajaran dimulai setiap
harinya.
 Setelah Asmaul Husna peserta didik ditunjuk membaca Al-Quran
Pembacaan Al-Quran dilaksanakan peserta didik sebelum memulai
pelajaran pada jam pertama yang dibimbing oleh guru bidang mata
pelajaran pada jam pertama dan diawasi oleh wali kelas.
 Berdo’a .Kegiatan ini dilaksanakan sebelum dan sesudah pelajaran setiap
harinya.
2. Menghargai perbedaan agama
 Menghadiri kegiatan Muhadharah oleh non muslim yang dilaksanakan
setiap hari Jum’at

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 32


 Mengikuti kegiatan Muhadharah oleh non muslim yang dilaksanakan
setiap hari Jum’at.
 Menghadiri kegiatan peringatan hari besar keagamaan Islam oleh non
muslim
 Mengikuti kegiatan peringatan hari besar keagamaan Islam oleh non
muslim.

b. Nasionalis
Nilai karakter nasionalis merupakan cara berpikir, bersikap dan berbuat
yang menunjukan kesetiaan, kepedulian dan penghargaan yang tinggi terhadap
bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi dan menempatkan kepentingan
bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya. Nilai nasionalis di
SMA Swasta Yapphi Batang Anai diwujudkan dalam bentuk
1. Melaksanakan kegiatan Upacara Bendera setiap hari senin dengan di ikuti
oleh semua elemen sekolah.
2. Mengikuti dan menghadiri kegiatan peringatan hari besar nasional (HUT
RI, Hari Pahlawan, PGRI, Kesaktian Pancasila dan lain-lain) yang
diselenggarakan oleh pemerintah setempat yang di ikuti oleh siswa dan
guru SMA Swasta Yapphi Batang Anai.
3. Mengikuti kegiatan pawai yang dilaksanakan oleh pemerintah setempat
dalam rangka merayakan HUT RI.
4. Mengikuti kegiatan pramuka yang di laksanakan setiap hari sabtu dengan
mengenakan pakaian pramuka lengkap di bawah bimbingan guru.
5. Menyanyikan Lagu Nasional setiap pagi.

c. Mandiri
Nilai karakter mandiri merupakan sikap dan prilaku tidak bergantung pada
orang lain dan mempergunakan segala tenaga, pikiran dan waktu untuk
merealisasikan harapan, mimpi dan cita-cita. Nilai mandiri dapat diwujudkan
antara lain:
1. Mengolah bahan-bahan bekas menjadi barang yang bisa bernilai ekonomi
pada mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan.

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 33


2. Melaksanakan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) untuk
menumbuhkan sikap mandiri perserta didik.
3. Melaksanakan kegiatan Kepramukaan.
4. Mengerjakan tugas- tugas sekolah.
5. Melakukan pembelajaran mandri dengan studi keperpustakaan.
6. Melaksanakan piket kelas sesuai dengan jadwal tanpa ditegur guru dan
teman.
d. Gotong Royong
Nilai karakter gotong royong mencerminkan tindakan menghargai
semangat kerjasama dan bahu-membahu menyelesaikan persoalan bersama dan
memberi bantuan pada orang-orang yang membutuhkan. Nilai karakter gotong
royong dapat diwujudkan antara lain:
1. Membersihkan ruang kelas
2. Membersihkan taman sekolah
3. Kegiatan menghias kelas
4. Mengerjakan mading sekolah
5. Belajar kelompok bersama-sama
6. Membersihkan tempat ibadah, toilet, perpustakaan di sekolah
7. Mengumpulkan sampah
8. Membantu teman yang sedang sakit
9. Membagi jadwal piket dan dilakukan bersama-sama setiap harinya
10. Memperindah lingkungan sekolah dengan menanam bunga.

e. Integritas
Nilai karakter integritas merupakan nilai yang mendasari perilaku yang
didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat
dipercaya dalam perkataan, tindakan dan pekerjaan, memiliki komitmen dan
kesetiaan pada nilai-nilai kemanusiaan dan moral ( integritas moral ). Sikap
integritas dapat diwujudkan antara lain :
1. Menghormati guru, kakak, teman dan adik kelas
2. Patuh dan taat pada aturan sekolah
3. Datang tepat waktu

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 34


4. Menjaga lingkungan sekolah
5. Menghargai pendapat teman
6. Berpakaian rapi sesuai dengan aturan sekolah
7. Berperilaku baik dan sopan terhadap semua guru
8. Datang dan pulang sesuai dengan jadwal sebagai bentuk disiplin peserta
didik dan guru
9. Mematuhi tata tertib sekolah
10. Peduli lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya

Tabel. Pengintegrasian nilai-nilai karakter dalam kegiatan.


BENTUK PENGINTEGRASIAN DALAM KEGIATAN
JENIS NILAI
NO BUDAYA
KARAKTER PBM EKSKUL
SEKOLAH
1 Religius Sebelum pelajaran Melaksanakan  Seluruh warga
dimulai siswa diminta Kultum yang sekolah diminta
berdoa, kemudian dilaksanakan shalat Zuhur
dilanjutkan membaca setiap hari berjamaah di
Asmaul Husna dan Jum’at Mushalla
dilanjutkan membaca sekolah
Alqur,an.
2. Jujur  Guru - -
mengingatkan
siswa untuk tidak
mencotek pada
setiap
ujian/ulangan

 Membuat slogan-
slogan tentang
kejujuran dan
dipajang di area
sekolah yang
mudah terlihat.

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 35


BENTUK PENGINTEGRASIAN DALAM KEGIATAN
JENIS NILAI
NO BUDAYA
KARAKTER PBM EKSKUL
SEKOLAH
3. Peduli  Sekolah - -
lingkungan membentuk piket
kelas dan
pemilahan
sampah di tong
sampah (sampah
organik dan non
organic

4. Semangat  Sekolah Melaksanakan  Mengikuti


kebangsaan melaksanakan ekskul Pramuka kegiatan Pawai
kegiatan Upacara memperingati
bendera setiap hari
Senin pagi dan Kemerdekaan
upacara hari besar
Nasional dan
keagamaan

5. Gemar  Guru memberikan Sekolah  Dalam rangka


membaca bahan bacaan melaksanakan membiasakan
yang berhubungan ekskul mading siswa untuk
dengan topik kelas gemar
pembelajaran membaca,
pada setiap awal sekolah
pembelajaran melaksanakan
kegiatan gemar
membaca

 Sekolah
menyiapkan
mading
kreativitas
Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 36
BENTUK PENGINTEGRASIAN DALAM KEGIATAN
JENIS NILAI
NO BUDAYA
KARAKTER PBM EKSKUL
SEKOLAH
siswa untuk
memupuk
budaya
membaca

Adapun strategi pelaksanaan lainnya yang juga wajib dilaksanakan oleh seluruh
warga sekolah adalah:
1. Mengadakan pembinaan terhadap peserta didik, tenaga pendidik dan
tenaga kependidikan secara berkelanjutan.
2. Mengadakan jam tambahan pada pelajaran tertentu
3. Melakukan kerjasama dengan pihak kabupaten, para
dermawan/masyarakat peduli pendidikan dan alumni SMA Swasta Yapphi
Batang Anai dalam membantu pembiayaan bagi peserta didik yang
mempunyai semangat dan motivasi tinggi untuk melanjutkan ke Perguruan
Tinggi.
4. Membentuk Kelompok Belajar.
5. Pengadaan Buku Penunjang dan bahan ajar.
6. Mengintensifkan komunikasi dan kerjasama dengan orang tua.
7. Pelaporan kemajuan belajar peserta didik secara berkala.
8. Pelayanan prima terhadap warga sekolah.
9. Peningkatan mutu sesuai dengan 8 SNP.
Adapun strategi penguatan pendidikan karakter juga dapat dilakukan dengan:
1. PPK Berbasis Kelas
Desain pendidikan karakter berbasis kelas berkaitan dengan bagaimana
hubungan antara guru sebagai pendidik dan siswa sebagai pembelajar dalam
kelas. Konteks pendidikan karakter adalah proses relasional komunitas kelas
dalam proses pembelajaran. Relasi antara guru dan pembelajar bukan monolog
melainkan dialog dengan banyak arah sebab komunitas kelas terdiri dari guru dan
siswa yang sama-sama berinteraksi dengan meteri. Memberikan pemahaman
dan pengertian akan keutamaan yang benar terjadi dalam konteks pengajaran ini,
Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 37
termasuk di dalamnya adalah ranah non-instruksional seperti manajeman kelas,
tata tertib kelas, konsensus kelas dan lainya yang membantu terciptanya suasana
yang nyaman dalam proses pembelajaran. Hal-hal yang dapat dilakukan dalam
PPK berbasis kelas adalah:
a. Mengintegrasikan proses pembelajaran di dalam kelas melalui isi
kurikulum dalam mata pelajaran, baik itu secara tematik maupun
terintegrasi dalam mata pelajaran.
b. Memperkuat manajemen kelas, pilihan metodologi, dan evaluasi
pengajaran.
c. Mengembangkan muatan lokal sesuai dengan kebutuhan daerah.
Pendidikan karakter berbasis kelas merupakan locus educationnis utama bagi
praksis pendidikan karakter di sekolah. Ciri-Ciri Pendidikan Berbasis Kelas:
a. Guru Sebagai Fasilitator Pembelajaran. Dalam ciri ini guru sebagai
fasilitator dan pendamping bagi siswa dalam proses belajar. Tugas
utamanya adalah memepermudah siswa untuk memahami dan mengerti
isi materi atas hal yang di bahas dan bukan mempersulit apa yang
dipelajari.
b. Guru Sebagai Motivator. Peran guru dalam hal ini yaitu, guru berperan
sebagai pemberi motivasi bagi anak didik dalam belajar untuk
mengembangkan bakat dan minat. Motivasi ini harus ditumbuhkan terus
menerus dari hari ke hari,diulang-ulang agar anak semakin menyadari
bahwa keberhasilan seorang sangat ditentukan dari besarnya motivasi.
c. Guru Sebagai Desainer dalam membuat program pembelajaran dalam
pendidikan karakter.
d. Guru Sebagai Pembimbing Dan Sumber Keteladanan.
e. Isi Kurikulum Menjadi Sumber Bagi Pembentukan Karakter.
f. Metode Pengajaran Dialog Bukan Monolog.
g. Mempergunakan Metode Pembelajaran Melalui Kerja Sama.
2. PPK Berbasis Kultur Sekolah.
Program pembiasaan mencakup kegiatan yang bersifat pembinaan karakter
peserta didik secara rutin, spontan dan keteladanan.
Tabel Program Pembiasaan

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 38


N RUTIN SPONTAN KETELADAN
O
1 Upacara Bendera Membiasakan Antri Berpakaian Rapi
2 Kultum Memberi Sapa, Senyum Memberikan Pujian
dan Salam
3 Sholat Berjamah Membuang Sampah Tepat Waktu
pada tempatnya
4 Kunjungan Pustaka Musyawarah Hidup Sederhana
5 Do’a sebelum/sesudah Menolong sesama Peduli antar
belajar dengan cepat tanggap sesama
6 Membersihkan dan Bergotong royong dalam Hidup Bersih
Merapikan ruang kelas bekerja
serta taman kelas
7 Apel Pagi Membiasakan Disiplin Hidup Teratur

Pembinaan karakter dilaksanakan sepanjang waktu belajar di sekolah. Seluruh


guru ditugaskan untuk membina program pembinaan karakter yang telah
ditetapkan di sekolah

Pada kegiatan ekstrakurikuler,satuan pendidikan melakukan penguatan


kembali nilai-nilai karakter melalui berbagai kegiatan. Kegiatan ekskul dapat
dilakukan melalui kolaborasi dengan masyarakat dan pihak lain/lembaga yang
relevan, seperti Puskesmas, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Perdagangan,
museum, rumah budaya, dan lain-lain, sesuai dengan kebutuhan dan kreativitas
satuan pendidikan.

3. PPK Berbasis Komunitas.


Pada kegiatan ekstrakurikuler, satuan pendidikan melakukan penguatan
kembali nilai-nilai karakter melalui berbagai kegiatan. Kegiatan ekskul dapat
dilakukan melalui kolaborasi dengan masyarakat dan pihak lain/lembaga yang
relevan, seperti Puskesmas, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas
Perdagangan, museum, rumah budaya, dan lain-lain, sesuai dengan
kebutuhan dan kreativitas satuan pendidikan.
Dalam kerjasama dengan Yayasan Sekolah dan masyarakat dilakukan:

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 39


a. Memperkuat peranan Yayasan Sekolah dan orang tua sebagai pemangku
kepentingan utama pendidikan.
b. Melibatkan dan memberdayakan potensi lingkungan sebagai sumber
pembelajaran seperti keberadaan dan dukungan pegiat seni dan budaya,
tokoh masyarakat, dunia usaha, dan dunia industri.
c. Mensinergikan implementasi PPK dengan berbagai program yang ada
dalam lingkup akademisi, pegiat pendidikan, dan LSM.
d. Mensinkronkan program dan kegiatan melalui kerja sama dengan
pemerintah daerah, kementerian dan lembaga pemerintahan, dan
masyarakat pada umumnya
e. Memberikan sosilalisasi tentang aturan dan tata tertib sekolah dengan
masyarakat sekitar sehingga terciptanya kerjasama yang baik demi
menghasilkan peserta didik yang memiliki karakter dalam lingkungan
masyarakat.

E. Pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah


Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 menyatakan perlunya sekolah
menyisihkan waktu secara berkala untuk pembiasaan membaca sebagai bagian
dari penumbuhan budi pekerti. Meskipun begitu, banyak referensi menegaskan
bahwa program membaca bebas tidak cukup hanya sekadar menyediakan waktu
tertentu (misalnya lima belas menit setiap hari) bagi peserta didik untuk membaca.
Agar program membaca bebas dapat berjalan dengan baik, sekolah perlu
memastikan bahwa warga sekolah memiliki persepsi dan pemahaman yang
samatentang prinsip-prinsip kegiatan membaca bebas dan bagaimana cara
pelaksanaan dan pengelolaan program (Pilgreen, 2000).
Dalam konteks sekolah, subjek dalam kegiatan literasi adalah semua warga
sekolah, yakni peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan (pustakawan), dan
kepala sekolah (cf. Wedarti dan Kisyani (Ed), 2016).Secara lebih khusus, supaya
tugas pokok dan fungsi lebih fokus dan terjaga, kepala sekolah perlu membentuk
TLS yang dikuatkan dengan Surat Keputusan (SK) atau Surat Tugas (ST).
Pelaksanaan dilakukan dengan mengawal pembiasaan membaca lima belas
menit setiap hari; memastikan keberlangsungan program-program GLS;
melaksanakan monitoring dan evaluasi internal; berupaya membangun jejaring
Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 40
dengan pihak eksternal termasuk pelibatan publik dalam menggalang
pelaksanaan GLS serta pencitraan GLS dengan berbagai acara; turut serta
mengembangkan perpustakaan, sudut baca sekolah, dan bekerja sama dengan
guru serta peserta didik untuk membangun sudut baca kelas; mengupayakan
ekosistem sekolah yang literat sebagai berikut:
1. Lingkungan Fisik Sekolah
a. Karya peserta didik dipajang di sepanjang lingkungan sekolah, termasuk
koridor dan kantor (kepala sekolah, guru, administrasi, bimbingan
konseling).
b. Karya peserta didik dirotasi secara berkala untuk memberi kesempatan
yang seimbang kepada semua peserta didik.
c. Buku dan materi bacaan lain tersedia di pojok-pojok baca di semua ruang
kelas.
d. Buku dan materi bacaan lain tersedia juga untuk peserta didik dan orang
tua/ pengunjung di kantor dan ruangan selain ruang kelas.
e. Kantor kepala sekolah memajang karya peserta didik dan buku bacaan
untuk anak.
f. Kepala sekolah bersedia berdialog dengan warga sekolah.
2. Lingkungan Sosial dan Afektif
a. Penghargaan terhadap prestasi peserta didik (akademik dan
nonakademik) diberikan secara rutin (tiap minggu/bulan). Upacara hari
Senin merupakan salah satu kesempatan yang tepat untuk pemberian
penghargaan mingguan.
b. Kepala sekolah terlibat aktif dalam pengembangan literasi.
c. Merayakan hari-hari besar dan nasional dengan nuansa literasi, misalnya
merayakan Hari Kartini dengan membaca surat-suratnya.
d. Terdapat budaya kolaborasi antarguru dan tenaga kependidikan, dengan
mengakui kepakaran masing-masing.
e. Terdapat waktu yang memadai bagi tenaga kependidikan untuk
berkolaborasi dalam menjalankan program literasi dan hal-hal yang terkait
dengan pelaksanaannya.

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 41


f. Tenaga kependidikan sekolah dilibatkan dalam proses pengambilan
keputusan, terutama dalam menjalankan program literasi.

3. Lingkungan Akademik
a. Disediakan waktu khusus dan cukup banyak untuk pembelajaran dan
pembiasaan literasi: membaca dalam hati (sustained silent reading),
membacakan buku dengan nyaring (reading aloud), membaca bersama
(shared reading), membaca terpandu (guided reading), diskusi buku,
bedah buku, presentasi (show-and-tell presentation).
b. Waktu berkegiatan literasi dijaga agar tidak dikorbankan untuk
kepentingan lain.
c. Disepakati waktu berkala membahas pelaksanaan gerakan literasi
sekolah yang dimotori oleh TLS.
d. Buku fiksi dan nonfiksi tersedia dalam jumlah cukup banyak di sekolah.
Buku cerita fiksi sama pentingnya dengan buku berbasis ilmu
pengetahuan.
e. Ada beberapa buku yang wajib dibaca oleh warga sekolah.Untuk peserta
didik minimal dua belas buku bacaan nonpelajaran.
f. Ada kesempatan pengembangan profesional tentang literasi yang
diberikan untuk staf, melalui kerja sama dengan institusi terkait (perguruan
tinggi, dinas pendidikan, dinas perpustakaan, atau berbagi pengalaman
dengan sekolah lain).
g. Seluruh warga sekolah antusias menjalankan program literasi, dengan
tujuan membangun organisasi sekolah yang suka belajar.

Asesmen dilakukan tiap minggu untuk kegiatan yang sudah


dilaksanakan.Adapun evaluasi GLS dilaksanakan setiap semester. Hasil evaluasi
akan menentukan apakah sebuah sekolah dapat beralih jenjang dari tahap
pembiasaan ke tahap pengembangan atau dari tahap pengembangan ke tahap
pembelajaran. Dalam melaksanakan tugas, TLS sebaiknya berkoordinasi dengan
wali kelas, guru bimbingan dan konseling (BK), kepala sekolah dan jajarannya,
serta pihak eksternal (dinas pendidikan, perpustakaan, perguruan tinggi, sekolah

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 42


lain, orang tua, alumni, jejaring masyarakat). Koordinasi dengan pihak internal
dapat dilakukan setiap minggu atau sesuai dengan situasi dan kondisi
sekolah.Koordinasi dengan orang tua dapat dilakukan dengan buku penghubung
atau pertemuan terjadwal. Koordinasi eksternal dapat dilakukan secara terjadwal,
mengikuti jadwal dinas pendidikan, atau berpartisipasi dalam berbagai kegiatan.
Sekolah yang telah sampai pada tahap pengembangan atau pembelajaran dapat
melaksanakan perencanaan, pelaksanaan, serta asesmen dan evaluasi sesuai
dengan tahap tersebut.

F. Pengembangan Diri
1. Layanan Bimbingan dan Konseling
a. Menguraikan prosedur Need Assesment berdasarkan tugas
perkembangan
Definisi Needs Assessment; Kaufman (1972:49) mendefinisikan Needs
Assessment sebagai suatu proses untuk memperoleh data diskrepansi
(needs/gap) dan menempatkan prioritas-prioritas di antara diskrepansi
atau kebutuhan-kebutuhan tersebut (“a process for obtaining such
discrepancy data and for placing priorities among them”).Menurut Fenwick
et al (Oliva, 1992, : 246) Needs Assessment adalah suatu alat/cara untuk
menemukan gap antara produk pendidikan yang ada (outcomes or
results) dan produk pendidikan yang dikehendaki, kemudian
menempatkan gap-gap ini dalam susunan prioritas dan memilih gap yang
paling prioritas untuk dilakukan tindakan biasanya melalui implementasi
kurikulum yang ada atau kurikulum baru atau melalui proses
manajemen.Print (1993:140) mendefinisikan Penilaian Terhadap
Kebutuhan (Needs Assessment) sebagai suatu teknik untuk menentukan
bentuk kebutuhan dan menentukan prioritas-prioritasnya (“a usefull
technique for defining needs and determining their priorities”). Dijelaskan
juga bahwa, pendekatan atau teknik ini bermanfaat khususnya ketika
melakukan penilaian dan analisis terhadap kebutuhan yang hasilnya
sebagai dasar dalam mengembangkan suatu program.Oliva (1992:246)
mendefinisikan penilaian kebutuhan (Needs Assessment) sebagai suatu

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 43


proses untuk mengidentifikasi kebutuhan yang bersifat programik yang
harus diperhatikan oleh para perencana program (“a process for
identifying programmatic needs that must be addressed by curriculum
planners).
Dari definisis-definisi di atas dimaknai bahwa, Needs Assessment
merupakan langkah awal yang penting dan mendasar dalam
mengembangkan maupun merevisi suatu program pendidikan. Melalui
identifikasi kebutuhan-kebutuhan (identification of needs) yang teliti dan
sistematis dapat memberikan arah bagi para pengembang program
pendidikan dan latihan untuk menghasilkan suatu program yang
representatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Ralph Tyler
(1975:18) menegaskan bahwa, penelitian dan analisis terhadap kondisi-
kondisi signifikan yang mempengaruhi konstruksi dan operasi dari progam
merupakan suatu langkah yang esensial dalam pengembangan program
(“an essential early step in curriculum development is to examine and
analyze significant conditions that influence the construction and operation
of the curriculum”).
Dalam proses pengumpulan data (baik data tentang kondisi riil maupun
data tentang kondisi yang dinginkan) untuk mengembangkan atau
merevisi suatu program, maka data atau informasi itu adalah yang
berhubungan langsung dengan kebutuhan, minat, bakat, tahap
perkembangan anak dan tuntutan/kebutuhan masyarakat serta
perkembangan pengetahuan. Hal ini dimaksudkan agar produk suatu
program pendidikan dan pelatihan itu, setelah diimplementasikan, akan
relevan dengan tuntutan dan kebutuhan anak, masyarakat serta
perkembangan pengetahuan.Data mengenai kondisi riil anak dan
masyarakat yang telah dipertimbangkan dan dituangkan dalam suatu
program pendidikan dan latihan harus terus ditinjau ulang kesuaiannya
akibat perubahan dan dinamika anak dan masyarakat. Dengan kata lain,
tidak ada kondisi riil anak dan masyarakat yang tetap, oleh karena itu
penilaian terhadap kebutuhan (Needs Assessment) dalam

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 44


mengembangkan suatu program pendidikan bukanlah suatu yang final
dan sempurna.
Penilaian terhadap permasalahan pendidikan seharusnya lebih diarahkan
untuk mencari dan menemukan diskrepansi atau persoalan produk
pendidikan yang diinginkan (Desired conditions/outcomes) dan produk
pendidikan yang telah dihasilkan (Current conditions/outcomes), bukan
kepada proses atau alat. Sehubungan dengan hal ini Kaufman (1972:29)
merumuskan 3 karakteristik penilaian terhadap kebutuhan (needs
assessment) dalam mengembangkan suatu program sebagai berikut:
1) Data harus menggambarkan dunia nyata peserta didik dan
masyarakat, baik kini maupun masa yang akan datang,
2) Tidak ada penetapan kebutuhan itu yang final dan sempurna;
pernyataan mengenai kebutuhan itu bersifat tentatif dan validitas
pernyataan itu seharusnya ditinjau secara terus menerus,
3) Kebutuhan (diskrepansi/gap) seharusnya diidentifikasi dalam
hubungannya dengan produk atau tingkah laku nyata, bukan dalam
hubungannya dengan proses.
a) Dimensi-Dimensi Needs Assessment
Ada beberapa dimensi yang perlu menjadi perhatian ketika melakukan
Needs Assessment antara lain:
1) Sifat pendidik
Pendidik merupakan faktor yang menentukan dalam proses belajar
mengajar. Hal ini karena peran dan tanggungjawabnya yang sangat
besar dalam usaha mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan
dalam program. Syaodih N.S (1997:191) menjelaskan bahwa, “sebagai
pendidik profesional, guru bukan saja dituntut melaksanakan tugasnya
secara profesional, tetapi juga harus memiliki pengetahuan dan
kemampuan profesional”. Sejalan dengan itu, Armstrong & Savage
(1983:410 – 420) menjelaskan mengenai peran dan tanggungjawab
guru atau pendidik, disamping sebagai pengajar, maka guru juga
berperan sebagai pengelola pendidikan dan pembelajaran,
pengevaluasi program, sebagai seorang konselor dan berperan

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 45


sebagai seorang anggota organisasi profesi kependidikan. Peran
seperti disebutkan diatas menuntut guru atau pendidik untuk memiliki
kelengkapan kependidikan yang dapat diukur dari latar belakang
pendidikan, ketrampilan dan pengalaman, dedikasi, akhlak, tanggung
jawab dan kecintaan terhadap profesinya. Dengan demikian merupakan
suatu yang mutlak jika dalam suatu kegiatan pengembangan program,
guru atau pendidik menjadi salah satu dimensi atau faktor yang harus
dipertimbangkan.
2) Sifat pelajar
Dimensi kedua yang harus dipertimbangkan dalam mengembangkan
program adalah peserta didik. Sebagai salah satu faktor penting dalam
kegiatan pendidikan, peserta didik secara individual memiliki
perbedaan-perbedaan dalam hal kebutuhan, perkembangan fisik dan
psikis, kemampuan, bakat, minat dan inteligensia. Maka semua aspek-
aspek tersebut harus diperhatikan dan menjadi bahan pertimbangan
dalam proses pengembangan program.
3) Sifat masyarakat
Masyarakat dimana kegiatan pendidikan dan pembelajaran itu
berlangsung adalah komunitas yang akan menerima produk pendidikan
tersebut. Produk dari suatu program pendidikan secara tidak langsung
diperuntukkan bagi masyarakat. Oleh karena itu menurut Syaodih
(1997:60 – 63), dalam mengembangkan program, aspek-aspek
perkembangan di masyarakat seperti perubahan pola pekerjaan,
perubahan peranan wanita, perubahan kehidupan keluarga dan
tuntutan serta kebutuhan masyarakat lainnya harus menjadi bahan
kajian dan bahan pertimbangan bagi para pengembang.
4) Sifat pengetahuan Ilmu pengetahuan terus mengalami perkembangan,
baik perkembangan dalam hubungannya dengan ilmu pengetahuan itu
sendiri, maupun dalam hubungannya dengan kebutuhan masyarakat
terhadap ilmu pengetahuan itu. Perubahan dan perkembangan sudah
menjadi ciri pengetahuan (Nature of Knowledge). Oleh karena itu
perubahan dan perkembangan pengetahuan serta tuntutan dan

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 46


kebutuhan masyarakat terhadap pengetahuan, juga merupakan
dimensi pertimbangan, terutama dalam penseleksian dalam suatu
program (Kaufman 1972:30).Skilbeck (1976:96, dalam Print, 1993:115),
menggunakan istilah “Faktor” penilaian untuk menunjuk kepada istilah
“dimensi” yang digunakan Kaufman. Skilbeck mengelompokkan fokus
analisis atau penilaian terhadap kebutuhan dalam mengembangkan
program pendidikan menjadi dua faktor pokok, yaitu:
1. Faktor eksternal, mencakup hal-hal sebagai berikut:Pertama,
Perubahan-perubahan budaya masyarakat, tuntutan serta
kebutuhannya (Baca: Harapan-harapan orang tua, kebutuhan tenaga
kerja, asumsi dan nilai-nilai di masyarakat, pertumbuhan ekonomi,
interaksi sosial dan ideologi),Kedua, Kebutuhan dan tantangan
dalam sistem pendidikan (Baca: Kebijakan, sistem ujian, proyek-
proyek kurikulum dan penelitian pendidikan),Ketiga, Sifat mata
pelajaran yang diajarkan yang terus menuntut peninjauan dan
perubahan disesuaikan dengan perkembangan dunia di luar
sekolah,Keempat, Sistem yang mendukung kemajuan guru (Baca:
Lembaga pelatihan guru, Lembaga- lembaga riset, bahan audio-
visual dan sumber lainnya),Kelima, Sumber-sumber pendukung
pendidikan (Baca: proyek sekolah, proyek nasional, Departemen
yang mengelola pendidikan dan LSM yang peduli terhadap
pendidikan).
2. Faktor Internal, meliputi:Pertama, Para peserta didik (Baca :
kemampuan, sikap, emosi, perkembangan fisik dan psikis,
perkembangan sosial dan kebutuhan-kebutuhan terhadap
pendidikan),Kedua, Para guru (Baca: Ketrampilan, pengalaman dan
gaya mengajarnya, kekuatan dan kelemahan dari guru),
Ketiga, Iklim atau lingkungan sekolah (Baca: kepemimpinan kepala
sekolah, kontribusi kekuatan, keterpautan sosial, prosedur
profesional dan keterpautan profesional),Keempat, Sumber-sumber
yang bersifat materi atau sarana fasilitas pendidikannya (Baca:
Gedung, peralatan, perpustakaan, pendanaan dan fasilitas yang

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 47


menunjang rencana pengembangan program),Kelima, Kebutuhan
dan masalah yang dihadapi oleh guru, orang tua, siswa dan
masyarakat yang berhubungan dengan pelaksanaan pendidikan.
Ditegaskan juga oleh Print (1993: 111), bahwa untuk menciptakan suatu
program yang sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan peserta didik, para
orang tua dan guru perlu dilakukan analisis kebutuhan yang difokuskan
kepada empat aspek pokok yaitu:
1. Pengidentifikasian kebutuhan siswa, orang tua, guru dan masyarakat
lokal dimana program itu akan dikembangkan,
2. Pemahaman konteks atau situasi program lokal,
3. Fasilitasi perencanaan dan pengembangan program sebelumnya,
4. Penyediaan data dasar yang sistematik untuk merencanakan tujuan-
tujuan program (Aims, goals and objectives).Masih berhubungan dengan
dimensi-dimensi penilaian terhadap kebutuhan, maka keputusan-
keputusan kurikuler yang komprehensif harus didasari oleh berbagai
sumber informasi.
Untuk itu sebagai penguat dari pandangan diatas, Diamond, R.M (1989: 47),
merumuskan lima area yang menjadi sumber data dan fokus penilaian
kebutuhan (needs assessment), yaitu:
1. Karakteristik siswa (Latar belakang, kemampuan dan prioritas)
2. Keinginan dan kebutuhan masyarakat
3. Prioritas lembaga (sekolah, departemen dll)
4. Aspek pengetahuan yang sesuai dengan cakupan proyek
5. Hasil penelitian yang berhubungan dengan proyek (survey, hasil tes dan
hasil diskusi).
Dari beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli mengenai faktor-
faktor yang harus menjadi fokus perhatian dan bahan pertimbangan dalam
mengambangkan suatu program pendidikan, kesemuanya memiliki sudut
pandang yang sama, yaitu bagaimana hasil penilaian terhadap kebutuhan
(needs assessment) menghasilkan informasi atau data yang benar-benar
menggambarkan jenis dan tingkat kebutuhan serta tuntutan masyarakat
dimana program itu akan dikembangkan. Berlandaskan data dan informasi

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 48


yang representatif, diharapkan dapat menghasilkan suatu program yang
representasi dari masyarakat. Melalui implementasi maka program dapat
menghasilkan produk pendidikan sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan
masyarakat. Suatu usaha untuk menentukan dan merumuskan kebutuhan
pendidikan dengan tidak melibatkan beberapa sumber tersebut merupakan
titik awal yang keliru dalam mengembangkan program pendidikan.
b) Langkah-Langkah Needs Assessment
Dalam melakukan Needs Assessment ada beberapa langkah berikut ini
yang dapat dilalui, meskipun dalam prakteknya langkah-langkah tersebut
tidak berlaku secara kaku, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan dan
karakteristik dari faktor-faktor yang dinilai, namun tetap memperhatikan
prinsip-prinsip yang terkandung dan dimaksudkan dalam langkah-langkah
tersebut. English & Kaufman (1975:12-48, dalam Oliva:249)) merumuskan
langkah-langkah dalam melakukan penilaian terhadap kebutuhan (Needs
Assessment) sebagai berikut:
1. Tahap persiapan perencanaan (Baca: Penentuan alokasi waktu,
sumber-sumber yang tersedia, orang yang akan dilibatkan, dll)
2. Merumuskan tujuan sementara. Tujuan ini berhubungan dengan produk
pendidikan yang ingin dihasilkan. Tujuan ini dirumuskan berdasarkan
kajian teoritis dan pendapat para fakar,
3. Memvalidasi tujuan sementara tentang tingkat kesesuaiannya dengan
melibatkan para pendidik dan lainnya,
4. Memprioritaskan tujuan untuk mengetahui ranking tujuan-tujuan
tersebut sesuai dengan kepentingnnya dengan melibatkan siswa, guru
dan sivitas akademika sekolah,
5. Penjabaran tujuan dari bentuk pernyataan ke dalam standar performan
yang dapat diukur (tujuan khusus/objectives),
6. Memvalidasi standar performan (objectives) untuk melihat akurasi
penjabaran dari tujuan umum ke tujuan khusus dan juga untuk
mengetahuan tentang penspesifikasian tujuan-tujuan penting,
7. Memprioritaskan kembali tujuan dengan melibatkan sampling kedua
dari siswa, staff dan masyarakat,

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 49


8. Memasukkan tujuan-tujuan yang berorientasi ke masa depan melalui
teknik delphi,
9. Perankingan kembali tujuan berdasarkan penelitian dan studi prediktif
(teknik delphi),
10. Menyeleksi alat tes yang berhubungan dengan performan siswa,
11. Membandingkan data yang terkumpul yang disajikan lewat Tabel,
skema dan lainnya,
12. Penyusunan daftar kebutuhan sementara (the initial gap or needs
statement),
13. Memprioritaskan kebutuhan-kebutuhan sesuai dengan ranking
kepentingannya dan dilakukan seperti pada langkah ke empat,
14. Mempublikasikan hasil penilaian kebutuhan (needs assessment) yang
dibuat dalam bentuk pernyataan-pernyataan mengenai kebutuhan.

c) Teknik Needs Assessment


Sebagai salah satu pendekatan dalam penelitian evaluasi, maka teknik
yang digunakan dalam melakukan Needs Assessment sedikit banyaknya
sama dengan teknik yang digunakan dalam penelitian evaluasi pada
umumnya seprti kuesioner, observasi, wawancara, tes dan teknik-teknik
penelitian lainnya.

b. Menguraikan program layanan bimbingan dan konseling meliputi:


jenis layanan, bidang bimbingan, dan rencana pelaksanaan di dalam
dan atau di luar kelas
Layanan bimbingan dan konseling pada satuan pendidikan secara
keseluruhan dikemas dalam empat komponen layanan, yaitu komponen:
(a) layanan dasar, (b) layanan peminatan dan perencanaan individual, (c)
layanan responsif, dan (d) dukungan sistem.
1. LayananDasar
a) Pengertian
Layanan dasar diartikan sebagai proses pemberian bantuan
kepada seluruh konseli melalui kegiatan penyiapan pengalaman
terstruktur secara klasikal atau kelompok yang dirancang dan

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 50


dilaksanakan secara sistematis dalam rangka mengembangkan
kemampuan penyesuaian diri yang efektif sesuai dengan tahap
dan tugas-tugas perkembangan (yang dituangkan sebagai standar
kompetensikemandirian).
b) Tujuan
Layanan dasar bertujuan membantu semua konseli agar
memperoleh perkembangan yang normal, memiliki mental yang
sehat, dan memperoleh keterampilan hidup, atau dengan kata lain
membantu konseli agar mereka dapat mencapai tugas-tugas
perkembangannya secara optimal. Secara rinci tujuan pelayanan
ini dapat dirumuskan sebagai upaya untuk membantu konseli agar
(1) memiliki kesadaran (pemahaman) tentang diri dan
lingkungannya (pendidikan, pekerjaan, sosial budaya dan agama),
(2) mampu mengembangkan keterampilan untuk mengidentifikasi
tanggung jawab atau seperangkat tingkah laku yang layak bagi
penyesuaian diri dengan lingkungannya, (3) mampu memenuhi
kebutuhan dirinya dan mampu mengatasi masalahnya sendiri, dan
(4) mampu mengembangkan dirinya dalam rangka mencapai
tujuanhidupnya. Kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan oleh
Konselor atau Guru Bimbingan dan Konseling dalam komponen
layanan dasar antara lain; asesmen kebutuhan, bimbingan
klasikal, bimbingan kelompok, pengelolaan media informasi, dan
layanan bimbingan dan konseling lainnya.
c) Fokus Pengembangan
Untuk mencapai tujuan tersebut, fokus pengembangan kegiatan
yang dilakukan diarahkan pada perkembangan aspek-aspek
pribadi, sosial, belajar dan karir. Semua ini berkaitan erat dengan
upaya membantu peserta didik/konseling dalam upaya mencapai
tugas-tugas perkembangan dan tercapainya kemandirian dalam
kehidupannya.
2. Layanan peminatan dan perencanaan individual
a) Pengertian

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 51


Peminatan adalah program kurikuler yang disediakan untuk
mengakomodasi pilihan minat, bakat dan/atau kemampuan
peserta didik/konseli dengan orientasi pemusatan, perluasan,
dan/atau pendalaman mata pelajaran dan/atau muatan
kejuruan.Peminatan peserta didik dalam Kurikulum 2013
mengandung makna: (1) suatu pembelajaran berbasis minat
peserta didik sesuai kesempatan belajar yang ada dalam satuan
pendidikan; (2) suatu proses pemilihan dan penetapan peminatan
belajar yang ditawarkan oleh satuan pendidikan; (3) merupakan
suatu proses pengambilan pilihan dan keputusan oleh peserta
didik tentang peminatan belajar yang didasarkan atas pemahaman
potensi diri dan pilihan yang tersedia pada satuan pendidikan
serta prospek peminatannya; (4) merupakan proses yang
berkesinambungan untuk memfasilitasi peserta didik mencapai
keberhasilan proses dan hasil belajar serta perkembangan optimal
dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional; dan (5)
layanan peminatan peserta didik merupakan wilayah garapan
profesi bimbingan dan konseling, yang tercakup pada layanan
perencanaan individual. Layanan Perencanaan individual adalah
bantuan kepada peserta didik/konseli agar mampu merumuskan
dan melakukan aktivitas-aktivitas sistematik yang berkaitan
dengan perencanaan masa depan berdasarkan pemahaman
tentang kelebihan dan kekurangan dirinya, serta pemahaman
terhadap peluang dan kesempatan yang tersedia di
lingkungannya. Pemahaman konseli secara mendalam, penafsiran
hasil asesmen, dan penyediaan informasi yang akurat sesuai
dengan peluang dan potensi yang dimiliki konseli amat diperlukan
sehingga peserta didik/konseli mampu memilih dan mengambil
keputusan yang tepat di dalam mengembangkan potensinya
secara optimal, termasuk keberbakatan dan kebutuhan khusus
pesertadidik/konseli.
b) Tujuan

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 52


Peminatan dan perencanaan individual secara umum bertujuan
untuk membantu konseli agar (1) memiliki pemahaman tentang
diri dan lingkungannya, (2) mampu merumuskan tujuan,
perencanaan, atau pengelolaan terhadap perkembangan dirinya,
baik menyangkut aspek pribadi, sosial, belajar, maupun karir, dan
(3) dapat melakukan kegiatan berdasarkan pemahaman, tujuan,
dan rencana yang telah dirumuskannya. Tujuan peminatan dan
perencanaan individual ini dapat juga dirumuskan sebagai upaya
memfasilitasi peserta didik/konseli untuk merencanakan,
memonitor, dan mengelola rencana pendidikan, karir, dan
pengembangan pribadi-sosial oleh dirinyasendiri.
Isi layanan perencanaan individual meliputi memahami secara
khusus tentang potensi dan keunikan perkembangan dirinya
sendiri. Dengan demikian meskipun peminatan dan perencanaan
individual ditujukan untuk seluruh peserta didik/konseli, layanan
yang diberikan lebih bersifat individual karena didasarkan atas
perencanaan, tujuan dan keputusan yang ditentukan oleh masing-
masing peserta didik/konseli.
Layanan peminatan peserta didik secara khusus ditujukan untuk
memberikan kesempatan kepada peserta didik mengembangkan
kompetensi sikap, kompetensi pengetahuan, dan kompetensi
keterampilan peserta didik sesuai dengan minat, bakat dan/atau
kemampuan akademik dalam sekelompok mata pelajaran
keilmuan, maupun kemampuan dalam bidang keahlian, program
keahlian,dan paket keahlian.
c) Fokus Pengembangan
Fokus pengembangan layanan peminatan peserta didik diarahkan
pada kegiatan meliputi; (1) pemberian informasi program
peminatan; (2) melakukan pemetaan dan penetapan peminatan
peserta didik (pengumpulan data, analisis data, interpretasi hasil
analisis data dan penetapan peminatan peserta didik); (3)
layanan lintas minat; (4) layanan pendalaman minat; (5)layanan

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 53


pindah minat; (6) pendampingan dilakukan melalui bimbingan
klasikal, bimbingan kelompok, konseling individual, konseling
kelompok, dan konsultasi, (7) pengembangan dan penyaluran; (8)
evaluasi dan tindak lanjut. Konselor atau guru bimbingan dan
konseling berperan penting dalam layanan peminatan peserta
didik dalam implementasi kurikulum 2013 dengan cara
merealisasikan 8 (delapan) kegiatan tersebut. Dalam penetapan
peminatan peserta didik/konseli SMTA memperhatikan data
tentangnilai rapor SMP/MTs atau yang sederajat, nilai Ujian
Nasional SMP/MTs atau yang sederajat, minat peserta didik
dengan persetujuan orang tua/wali, dan rekomendasi guru
Bimbingan dan Konseling/Konselor SMP/MTs atau yang
sederajat. Untuk menuju peminatan peserta didik/konseli yang
tepat memerlukan arahan semenjak usia dini, dan secara
sistematis dapat dimulai semenjak menempuh pendidikan formal.
Fokus perencanaan individual berkaitan erat dengan
pengembangan aspek pribadi, sosial, belajar dan karir. Secara
rinci cakupan fokus tersebut antara lain mencakup pengembangan
aspek:(1) pribadi yaitu tercapainya pemahaman diri dan
pengembangan konsep diri yang positif, (2) sosial yaitu
tercapainya pemahaman lingkungan dan pengembangan
keterampilan sosial yang efektif, (3) belajar yaitu tercapainya
efisiensi dan efektivitas belajar, keterampilan belajar, dan
peminatan peserta didik/konseli secara tepat, dan (4) karir yaitu
tercapainya kemampuan mengeksplorasi peluang-peluang karir,
mengeksplorasi latihan pekerjaan, memahami kebutuhan untuk
kebiasaan bekerja yangpositif.
3. Layanan responsif
a) Pengertian
Layanan responsif adalah pemberian bantuan kepada peserta
didik/konseli yang menghadapi masalah dan memerlukan
pertolongan dengan segera, agar peserta didik/konseli tidak

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 54


mengalami hambatan dalam proses pencapaian tugas-tugas
perkembangannya. Strategi layanan responsif diantaranya
konseling individual, konseling kelompok, konsultasi, kolaborasi,
kunjungan rumah, dan alih tangan kasus (referral).
b) Tujuan
Layanan responsif bertujuan untuk membantu peserta
didik/konseli yang sedang mengalami masalah tertentu
menyangkut perkembangan pribadi, sosial, belajar, dan karir.
Bantuan yang diberikan bersifat segera,karena dikhawatirkan
dapat menghambat perkembangan dirinya dan berlanjut ke tingkat
yang lebih serius. Konselor atau Guru Bimbingan dan Konseling
hendaknya membantu peserta didik/konseli untuk memahami
hakikat dan ruang lingkup masalah, mengeksplorasi dan
menentukan alternatif pemecahan masalah yang terbaik melalui
proses interaksi yang unik. Hasil dari layanan ini, peserta
didik/konseli diharapkan dapat mengalami perubahan pikiran,
perasaan, kehendak, atau perilaku yang terkait dengan
perkembangan pribadi, sosial, belajar, dan karir.
c) Fokus pengembangan
Fokus layanan responsif adalah pemberian bantuan kepada
peserta didik/konseli yang secara nyata mengalami masalah yang
mengganggu perkembangan diri dan secara potensial
menghadapi masalah tertentu namun dia tidak menyadari bahwa
dirinya memiliki masalah. Masalah yang dihadapi dapat
menyangkut ranah pribadi, sosial, belajar, atau karir. Jika tidak
mendapatkan layanan segera dari Konselor atau Guru Bimbingan
dan Konseling maka dapat menyebabkan peserta didik/konseli
mengalami penderitaan, kegagalan, bahkan mengalami gangguan
yang lebih serius atau lebih kompleks. Masalah peserta
didik/konseli dapat berkaitan dengan berbagai hal yang dirasakan
mengganggu kenyamanan hidup atau menghambat

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 55


perkembangan diri konseli, karena tidak terpenuhi kebutuhannya,
atau gagal dalam mencapai tugas-tugasperkembangan.
Untuk memahami kebutuhan dan masalah peserta didik/konseli
dapat diperoleh melalui asesmen kebutuhan dan analisis
perkembangan peserta didik/konseli, dengan menggunakan
berbagai instrumen, misalnya angket konseli, pedoman
wawancara, pedoman observasi, angket sosiometri, daftar hadir
peserta didik/konseli, leger, inventori tugas-tugas perkembangan
(ITP), psikotes dan alat ungkap masalah (AUM).
4. Dukungan sistem.
a) Pengertian
Ketiga komponen program (layanan dasar, layanan peminatan
dan perencanan individual, dan responsif) sebagaimana telah
disebutkan sebelumnya merupakan pemberian layanan bimbingan
dan konseling kepada peserta didik/konseli secara langsung.
Sedangkan dukungan sistem merupakan komponen pelayanan
dan kegiatan manajemen, tata kerja, infrastruktur (misalnya
Teknologi Informasi dan Komunikasi), dan pengembangan
kemampuan profesional konselor atau guru bimbingan dan
konseling secara berkelanjutan, yang secara tidak langsung
memberikan bantuan kepada peserta didik/konseli atau
memfasilitasi kelancaran perkembangan peserta didik/konseli dan
mendukung efektivitas dan efisiensi pelaksanaan layanan
bimbingan dankonseling.
b) Tujuan
Komponen program dukungan sistem bertujuan memberikan
dukungan kepada konselor atau guru bimbingan dan konseling
dalam memperlancar penyelenggaraan komponen - komponen
layanan sebelumnya dan mendukung efektivitas dan efisiensi
pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling. Sedangkan bagi
personel pendidik lainnya adalah untuk memperlancar
penyelenggaraan program pendidikan pada satuanpendidikan.

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 56


Dukungan sistem meliputi kegiatan pengembangan jejaring,
kegiatan manajemen, pengembangan keprofesian secara
berkelanjutan.
c) Fokus pengembangan
Pengembangan jejaring menyangkut kegiatan konselor atau guru
bimbingan dan konseling yang meliputi (1) konsultasi,(2)
menyelenggarakan program kerjasama, (3) berpartisipasi dalam
merencanakan dan melaksanakan kegiatan satuan pendidikan, (4)
melakukan penelitian dan pengembangan. Suatu program layanan
bimbingan dan konseling tidak mungkin akan terselenggara dan
tujuannya tercapai bila tidak memiliki suatu sistem pengelolaan
yang bermutu, dalam arti dilakukan secara jelas, sistematis, dan
terarah. Pengembangan keprofesian berkelanjutan sebagai
bagian integral dari sistem pendidikan secara utuh diarahkan
untuk memberikan kesempatan kepada Konselor atau Guru
Bimbingan dan Konseling untuk meningkatkan kapasitas dan
kompetensi melalui serangkaian pendidikan dan pelatihan dalam
jabatan maupun kegiatan-kegiatan pengembangan dalam
organisasi profesi Bimbingan dan Konseling, baik di tingkat pusat,
daerah, dan kelompok musyawarah Guru Bimbingan dan
Konseling. Melalui kegiatan tersebut, peningkatan kapasitas dan
kompetensi Konselor atau Guru Bimbingan dan Konseling dapat
mendorong meningkatnya kualitas layanan bimbingan
dankonseling.
Bimbingan dan konseling pada satuan pendidikan mencakup empat
bidang layanan, yaitu bidang layanan yang memfasilitasi
perkembangan pribadi, sosial, belajar, dan karir.Pada hakikatnya
perkembangan tersebut merupakan satu kesatuan utuh yang tidak
dapat dipisahkan dalam setiap diri individu peserta didik/konseli.
a. Bimbingan dan konselingpribadi
1) Pengertian
Suatu proses pemberian bantuan dari konselor atau guru

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 57


bimbingan dan konseling kepada peserta didik/konseli untuk
memahami, menerima, mengarahkan, mengambil keputusan, dan
merealisasikan keputusannya secara bertanggung jawab tentang
perkembangan aspek pribadinya, sehingga dapat mencapai
perkembangan pribadinya secara optimal dan mencapai
kebahagiaan, kesejahteraan dan keselamatan
dalamkehidupannya.
2) Tujuan
Bimbingan dan konseling pribadi dimaksudkan untuk membantu
peserta didik/konseli agar mampu (1) memahami potensi diri dan
memahami kelebihan dan kelemahannya, baik kondisi fisik
maupun psikis, (2) mengembangkan potensi untuk mencapai
kesuksesan dalam kehidupannya, (3) menerima kelemahan
kondisi diri dan mengatasinya secara baik, (4) mencapai
keselarasan perkembangan antara cipta- rasa-karsa, (5) mencapai
kematangan/kedewasaan cipta- rasa-karsa secara tepat dalam
kehidupanya sesuai nilai-nilai luhur, dan (6) mengakualisasikan
dirinya sesuai dengan potensi diri secara optimal berdasarkan
nilai-nilai luhur budaya danagama.
3) RuangLingkup
Secara garis besar, lingkup materi bimbingan dan konseling pribadi
meliputi pemahaman diri, pengembangan kelebihan diri,
pengentasan kelemahan diri, keselarasan perkembangan cipta-
rasa-karsa, kematangan/kedewasaan cipta-rasa-karsa, dan
aktualiasi diri secara bertanggung jawab.Materi bimbingan dan
konseling pribadi tersebut dapat dirumuskan berdasarkan analisis
kebutuhan pengembangan diri peserta didik, kebijakan pendidikan
yang diberlakukan, dan kajian pustaka.
b. Bimbingan dan konselingsosial
1) Pengertian
Suatu proses pemberian bantuan dari konselor kepada peserta
didik/konseli untuk memahami lingkungannya dan dapat melakukan

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 58


interaksi sosial secara positif, terampil berinteraksi sosial, mampu
mengatasi masalah-masalah sosial yang dialaminya, mampu
menyesuaikan diri dan memiliki keserasian hubungan dengan
lingkungan sosialnya sehingga mencapai kebahagiaan dan
kebermaknaan dalam kehidupannya.
2) Tujuan
Bimbingan dan konseling sosial bertujuan untuk membantu peserta
didik/konseli agar mampu (1) berempati terhadap kondisi orang
lain, (2) memahami keragaman latar sosial budaya, (3)
menghormati dan menghargai orang lain, (4) menyesuaikan
dengan nilai dan norma yang berlaku, (5) berinteraksi sosial yang
efektif, (6) bekerjasama dengan orang lain secara bertanggung
jawab, dan (8) mengatasi konflik dengan orang lain berdasarkan
prinsip yang saling menguntungkan.
3) RuangLingkup
Secara umum, lingkup materi bimbingan dan konseling sosial
meliputi pemahaman keragaman budaya, nilai-nilai dan norma
sosial, sikap sosial positif (empati, altruistis, toleran, peduli, dan
kerjasama), keterampilan penyelesaian konflik secara produktif,
dan keterampilan hubungan sosial yang efektif.
c. Bimbingan dan konselingbelajar
1) Pengertian
Proses pemberian bantuan konselor atau guru bimbingan dan
konseling kepada peserta didik/ konseli dalam mengenali potensi
diri untuk belajar, memiliki sikap dan keterampilan belajar, terampil
merencanakan pendidikan, memiliki kesiapan menghadapi ujian,
memiliki kebiasaan belajar teratur dan mencapai hasil belajar
secara optimal sehingga dapat mencapai kesuksesan,
kesejahteraan, dan kebahagiaan dalamkehidupannya.
2) Tujuan
Bimbingan dan konseling belajar bertujuan membantu peserta
didik untuk (1) menyadari potensi diri dalam aspek belajar dan

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 59


memahami berbagai hambatan belajar; (2) memiliki sikap dan
kebiasaan belajar yang positif; (3) memiliki motif yang tinggi untuk
belajar sepanjang hayat; (4) memiliki keterampilan belajar yang
efektif; (5) memiliki keterampilan perencanaan dan penetapan
pendidikan selanjutnya; dan (6) memiliki kesiapan
menghadapiujian.
3) RuangLingkup
Lingkup bimbingan dan konseling belajar terdiri atas sikap,
pengetahuan, dan keterampilan yang menunjang efisiensi dan
keefektivan belajar pada satuan pendidikan dan sepanjang
kehidupannya; menyelesaikan studi pada satuan pendidikan,
memilih studi lanjut, dan makna prestasi akademik dan non
akademik dalam pendidikan, dunia kerja dan kehidupan
masyarakat.
d. Bimbingan dan konselingkarir
1) Pengertian
Proses pemberian bantuan konselor atau guru bimbingan dan
konseling kepada peserta didik/ konseli untuk mengalami
pertumbuhan, perkembangan, eksplorasi, aspirasi dan
pengambilan keputusan karir sepanjang rentang hidupnya secara
rasional dan realistis berdasar informasi potensi diri dan
kesempatan yang tersedia di lingkungan hidupnya sehingga
mencapai kesuksesan dalamkehidupannya.
2) Tujuan
Bimbingan dan konseling karir bertujuan menfasilitasi
perkembangan, eksplorasi, aspirasi dan pengambilan keputusan
karir sepanjang rentang hidup peserta didik/konseli. Dengan
demikian, peserta didik akan (1) memiliki pemahaman diri
(kemampuan, minat dan kepribadian) yang terkait dengan
pekerjaan; (2) memiliki pengetahuan mengenai dunia kerja dan
informasi karir yang menunjang kematangan kompetensi karir; (3)
memiliki sikap positif terhadap dunia kerja; (4) memahami relevansi

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 60


kemampuan menguasai pelajaran dengan persyaratan keahlian
atau keterampilan bidang pekerjaan yang menjadi cita-cita karirnya
masa depan; (5) memiliki kemampuan untuk membentuk identitas
karir, dengan cara mengenali ciri-ciri pekerjaan, persyaratan
kemampuan yang dituntut, lingkungan sosiopsikologis pekerjaan,
prospek kerja, dan kesejahteraan kerja; memiliki kemampuan
merencanakan masa depan, yaitu merancang kehidupan secara
rasional untuk memperoleh peran-peran yang sesuai dengan
minat, kemampuan, dan kondisi kehidupan sosial ekonomi;
membentuk pola-pola karir; mengenal keterampilan, kemampuan
dan minat; memiliki kemampuan atau kematangan untuk
mengambil keputusankarir.
3) RuangLingkup
Ruang lingkup bimbingan karir terdiri atas pengembangan sikap
positif terhadap pekerjaan, pengembangan keterampilan
menempuh masa transisi secara positif dari masa bersekolah ke
masa bekerja, pengembangan kesadaran terhadap berbagai
pilihan karir, informasi pekerjaan, ketentuan sekolah dan
pelatihan kerja, kesadaran akan hubungan beragam tujuan hidup
dengan nilai, bakat, minat, kecakapan, dan kepribadian masing-
masing. Untuk itu secaraberurutandan berkesinambungan,
kompetensi karir peserta didik difasilitasi bimbingan dan konseling
dalam setiap jenjang pendidikan dasar dan menengah.

c. Menguraikan evaluasi kegiatan layanan dan konseling


Layanan bimbingan dan konseling pada satuan pendidikan
diselenggarakan oleh tenaga pendidik profesional yaitu Konselor
atau Guru Bimbingan dan Konseling.Layanan Bimbingan dan
Konseling diselenggarakan di dalam kelas (bimbingan klasikal) dan
di luar kelas. Kegiatan bimbingan dan konseling di dalam kelas dan
di luar kelas merupakan satu kesatuan dalam layanan profesional
bidang bimbingan dan konseling. Layanan dirancang dan

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 61


dilaksanakan dengan memperhatikan keseimbangan dan
kesinambungan program antarkelas dan antarjenjang kelas, serta
mensinkronkan dengan kegiatan pembelajaran mata pelajaran dan
kegiatan ekstrakurikuler.
Layanan Bimbingan dan Konseling diselenggarakan secara
terprogram berdasarkan asesmen kebutuhan (need assessment)
yang dianggap penting (skala prioritas) dilaksanakan secara rutin
dan berkelanjutan (scaffolding).Semua peserta didik harus
mendapatkan layanan bimbingan dan konseling secara terencana,
teratur dan sistematis serta sesuai dengan kebutuhan. Untuk itu,
Konselor atau guru Bimbingan dan Konseling dialokasikan jam
masuk kelas selama 2 (dua) jam pembelajaran per minggu setiap
kelas secara rutin terjadwal.Layanan bimbingan dan konseling di
dalam kelas bukan merupakan mata pelajaran bidang studi, namun
terjadwal secara rutin di kelas dimaksudkan untuk melakukan
asesmen kebutuhan layanan bagi peserta didik/konseli dan
memberikan layanan yang bersifat pencegahan, perbaikan dan
penyembuhan, pemeliharaan, dan atau pengembangan. Layanan
bimbingan dan konseling di dalamkelas.
Layanan bimbingan dan konseling di dalam kelas (bimbingan
klasikal) merupakan layanan yang dilaksanakan dalam seting
kelas, diberikan kepada semua peserta didik, dalam bentuk tatap
muka terjadwal dan rutin setiap kelas/perminggu.Volume kegiatan
tatap muka secara klasikal (bimbingan klasikal) adalah 2 (dua) jam
per kelas (rombongan belajar) perminggu dan dilaksanakan secara
terjadwal dikelas.Materi layanan bimbingan klasikal meliputi empat
bidang layanan Bimbingan dan Konselingdiberikan secara
proporsioal sesuai kebutuhan peserta didik/konseli yang meliputi
aspek perkembangan pribadi, sosial, belajar dan
karirdalamkerangka pencapaian perkembangan optimal peserta
didik dan tujuan pendidikannasional.Materi layanan bimbingan
klasikal disusun dalam bentuk rencanapelaksanaan layanan

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 62


bimbingan klasikal(RPLBK).Bimbingan klasikal diberikan secara
runtut dan terjadwal di kelas dan dilakukan oleh konselor yaitu
pendidik profesional yang minimal berkualifikasi akademik Sarjana
Pendidikan (S1)dalam bidang Bimbingan dan Konseling .

d. Menguraikan tindak lanjut kegiatan layanan dan konseling


Rencana evaluasi perkembangan peserta didik/konseling
didasarkan pada rumusan tujuan yang ingin dicapai dari layanan
yang dilakukan. Di samping itu, perlu dilakukan evaluasi
keterlaksanaan program, dan hasilnya sebagai bentuk akuntabilitas
layanan bimbingan dan konseling. Hasil eveluasi harus dilaporkan
dan diakhiri dengan rekomendasi tentang tindak lanjut
pengembangan programselanjutnya.
Jenis layanan TIK diberikan oleh guru TIK dalam bentuk pembiasaan,
terintegrasi dalam materi pembelajaran, dan kegiatan ekstra kurikuler.
Strategi pelaksanaan layanan TIK dalam bentuk pembiasaan yang
diberikan secara langsung dan tidak langsung kepada peserta didik dan
guru. Pelaksanaan layanan TIK juga terintegrasi dalam materi
pembelajaran dan membantu kegiatan ekstra kurikuler misalnya dalam
pembuatan proposal kegiatan kepramukaan.

2. Kegiatan ekstrakurikuler wajib


a. Jenis dan strategi kegiatan ekstrakurikuler wajib
Kegiatan pengembangan bakat, minat dan prestasi peserta didik
dilaksanakan melalui kegiatan ekstrakurikuler wajib, yang mencakup
kegiatan Pramuka dan Bela diri Karate.Setiap peserta didik diwajibkan
untuk mengikuti kegiatan pramuka,bela diri karate yang ada di SMA
Swasta Yapphi Batang Anai. Segala aktifitas peserta didik berkenaan
dengan kegiatan ekstrakurikuler dibawah pembinaan dan pengawasan
pembina yang telah ditugasi oleh Kepala Sekolah. Waktunya
menyesuaikan berdasarkan kesepakatan dengan pembinanya.

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 63


Strategi pelaksanaanya diawali dengan koordinasi Kepala Sekolah
dengan Wakasek Kurikulum menyusun rencana pengembangan diri
melalui kegiatan ekstra kurikuler. Kepala Sekolah memberikan arahan
teknik tentang kegiatan ekstra kurikuler, yang memuat tentang essensi
kegiatan pengembangan diri dalam bentuk kegiatan ekstra kurikuler,
tujuan yang ingin dicapai pada program pengembangan diri melalui
kegiatan ekstra kurikuler, manfaat program pengembangan diri dalam
bentuk ekstra kurikuler, hasil yang diharapkan dari program
pengembangan diri melalui kegiatan ekstra kurikuler, unsur-unsur yang
terlibat dan uraian tugasnya dalam program pengembangan diri dalam
bentuk ekstra kurikuler dan mekanisme program pengembangan diri
melalui kegiatan ekstra kurikuler.
b.Teknik penilaian dan pengolahan nilai ekstrakurikuler wajib
Kegiatan ekstra kurikuler wajib dapat dilaksanakan baik secara terprogram
maupun tidak terprogram dan penilaiannya secara kualitiatif deskripsi. Di
SMA Swasta Yapphi Batang Anai, kegiatan ekstra kurikuler dilaksanakan
terprogram yaitu diadakan setiap Hari Minggu mulai jam 10.00 Wib untuk
kegiatan ekstra kurikuler Karate sedangkan pramuka pada setiap hari
Sabtu.
c. Evaluasi kegiatan ekstrakurikuler wajib
Kegiatan ekstrakurikuler wajib di evaluasi setiap minggunya dengan
berkoordinasi antara pembina, orang tua/wali, wali kelas, wakil kepala
sekolah dan Kepala Sekolah dalam rangka memperbaiki pelaksanaan
kegiatan tersebut. Hasil evaluasi ditindaklanjuti dengan segera oleh wali
kelas agar kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan baik dan lancar
diikuti oleh seluruh peserta didik.
d.Pelaporan Kegiatan Ekstra Kurikuler wajib
Pelaporan kegiatan ekstrakurikuler wajib dilakukanpada setiap akhir
semester dengan terlebih dahulu berkoordinasi antara pembina, wali
kelas, wakil kepala sekolah dan Kepala Sekolah. Pelaporan kegiatan
ekstrakurikuler oleh wali kelas kepada peserta didik melalui orang tua/wali

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 64


peserta didik untuk diketahui dan ditindaklanjuti agar kegiatan tersebut
dapat terlaksana dengan baik dan lancar diikuti oleh seluruh peserta didik.

3. Kegiatan ekstrakurikuler pilihan


a. Jenis dan strategi kegiatan ekstrakurikuler pilihan
Kegiatan pengembangan bakat, minat dan prestasi peserta didik
dilaksanakan melalui kegiatan ekstrakurikuler pilihan, yang mencakup
kegiatan Bola Volly, Badminton, dan Tari. Setiap peserta didik memilih
sesuai dengan minatnya untuk mengikuti kegiatan tersebutyang ada di
SMA Swasta Yapphi Batang Anai. Segala aktifitas peserta didik
berkenaan dengan kegiatan ekstrakurikuler dibawah pembinaan dan
pengawasan pembina yang telah ditugasi oleh Kepala Sekolah. Waktunya
menyesuaikan berdasarkan kesepakatan dengan pembinanya.
Strategi pelaksanaanya diawali dengan koordinasi Kepala Sekolah
dengan Wakasek Kurikulum menyusun rencana pengembangan diri
melalui kegiatan ekstra kurikuler. Kepala Sekolah memberikan arahan
teknik tentang kegiatan ekstra kurikuler, yang memuat tentang essensi
kegiatan pengembangan diri dalam bentuk kegiatan ekstra kurikuler,
tujuan yang ingin dicapai pada program pengembangan diri melalui
kegiatan ekstra kurikuler, manfaat program pengembangan diri dalam
bentuk ekstra kurikuler, hasil yang diharapkan dari program
pengembangan diri melalui kegiatan ekstra kurikuler, unsur-unsur yang
terlibat dan uraian tugasnya dalam program pengembangan diri dalam
bentuk ekstra kurikuler dan mekanisme program pengembangan diri
melalui kegiatan ekstra kurikuler.
b.Teknik penilaian dan pengolahan nilai ekstrakurikuler pilihan
Kegiatan ekstra kurikuler pilihan dapat dilaksanakan baik secara
terprogram maupun tidak terprogram dan penilaiannya secara kualitiatif
deskripsi. Di SMA Swasta Yapphi Batang Anai, kegiatan ekstra kurikuler
dilaksanakan terprogram yaitu diadakan pada hari Senin - Kamis mulai
jam 16.00 Wib (kesepakatan dengan pembina).
c. Evaluasi kegiatan ekstrakurikuler pilihan

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 65


Kegiatan ekstrakurikuler pilihan di evaluasi setiap minggunya dengan
berkoordinasi antara pembina, orang tua/wali, wali kelas, wakil kepala
sekolah dan Kepala Sekolah dalam rangka memperbaiki pelaksanaan
kegiatan tersebut. Hasil evaluasi ditindaklanjuti dengan segera oleh wali
kelas agar kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan baik dan lancar
diikuti oleh seluruh peserta didik.
d.Pelaporan Kegiatan Ekstra Kurikuler pilihan
Pelaporan kegiatan ekstrakurikuler pilihan dilakukanpada setiap akhir
semester dengan terlebih dahulu berkoordinasi antara pembina, wali
kelas, wakil kepala sekolah dan Kepala Sekolah. Pelaporan kegiatan
ekstrakurikuler oleh wali kelas kepada peserta didik melalui orang tua/wali
peserta didik untuk diketahui dan ditindaklanjuti agar kegiatan tersebut
dapat terlaksana dengan baik dan lancar diikuti oleh seluruh peserta didik.
G. Pengaturan Beban Belajar.
1. Deskripsi sistem pembelajaran yang menggunakan sistem paket.
Beban belajar yang diatur di SMA Swasta Yapphi Batang Anai dengan
menggunakan sistem paket yaitu sistem penyelenggaraan program
pendidikan yang peserta didiknya diwajibkan mengikuti seluruh program
pembelajaran dan beban belajar yang sudah ditetapkan untuk setiap kelas
sesuai dengan struktur kurikulum yang berlaku pada SMA Swasta Yapphi
Batang Anai. Beban setiap mata pelajaran pada sistem paket dinyatakan
dalam satuan jam pembelajaran.
Beban belajar dirumuskan dalam bentuk satuan waktu yang dibutuhkan
oleh peserta didik untuk mengikuti program pembelajaran melalui sistem
tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri tidak terstruktur.
Semua dimaksudkan untuk mencapai standar kopetensi lulusan dengan
memperhatikan tingkat perkembangan peserta didik.
2. Pengaturan alokasi waktu pembelajaran
Kegiatan tatap muka adalah kegiatan pembelajaran yang berupa proses
interaksi antara peserta didik dengan pendidik. Beban belajar kegiatan
tatap muka per jam pembelajaran di SMA Swasta Yapphi Batang Anai
berlangsung selama 45 menit. Jumlah jam pelajaran pertahun bedasarkan

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 66


minggu efektif.Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran pada sistem
paket dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum.
Pengaturan alokasi waktu untuk setiap mata pelajaran yang terdapat
pada semester ganjil dan genap dalam satu tahun ajaran dapat dilakukan
secara fleksibel dengan jumlah beban belajar yang tetap. Satuan
pendidikan dimungkinkan menambah maksimum empat (4) jam
pembelajaran per minggu secara keseluruhan. Berdasarkan analisis
kontek (standar isi) dari mata pelajaran yang ditambah jam tatap muka
mempertimbangkan kedalaman materi, kerumitan materi dan keluasan
materi dari mata pelajaran. Pemanfaatan jam pembelajaran tambahan
juga mempertimbangkan kebutuhan peserta didik dalam mencapai
kompetensi, di samping dimanfaatkan untuk mata pelajaran lain yang
dianggap penting dan tidak terdapat di dalam struktur kurikulum yang
tercantum di dalam Standar Isi.
3. Pengaturan beban belajar tatap muka (TM), penugasan terstruktur
(PT) dan kegiatan mandiri tidak terstruktur (KMTT).
Alokasi waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak
terstruktur dalam sistem paket untuk SMASwasta Yapphi Batang Anai 0%
- 60% dari waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan.
Pemanfaatan alokasi waktu tersebut mempertimbangkan potensi dan
kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi.
Sebagai tahapan strategis pencapaian kompetensi, kegiatan
pembelajaran didesain dan dilaksanakan secara efektif dan efisien
sehingga memperoleh hasil maksimal.
a. Kegiatan Tatap Muka.
Kegiatan tatap muka dilakukan dengan strategi bervariasi baik
ekspositori maupun diskoveri inkuiri. Metode yangdigunakan adalah
ceramah interaktif, presentasi, diskusi kelas, diskusi kelompok,
pembelajaran kolaboratif dan kooperatif, demonstrasi, eksperimen,
observasi di sekolah, ekplorasi dan kajian pustaka atau internet, tanya
jawab, atau simulasi.
b. Kegiatan Tugas terstruktur.

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 67


Kegiatan tugas terstruktur tidak dicantumkan dalam jadwal pelajaran
namun dirancang oleh guru dalam silabus maupun RPP (Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran). Oleh karena itu pembelajaran dilakukan
dengan strategi diskoveri inkuiri. Metode yang digunakan adalah
penugasan, observasi lingkungan, atau proyek.
c. Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur.
Kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah kegiatan pembelajaran yang
dirancang oleh guru namun tidak dicantumkan dalam jadwal
pelajaran. Strategi pembelajaran yang digunakan adalah diskoveri
inkuiri dengan metode seperti penugasan, observasi lingkungan, atau
proyek.
Selanjutnya bagi peserta didik yang memiliki kemampuan belajar
lambat (slow learn) sekolah memfasilitasi dengan kegiatan layanan
pembelajaran khusus yang dilaksanakan pembelajarannya diluar jam
pelajaran utama (pada sore hari) oleh guru mata pelajaran. Bagi
peserta didik yang memiliki kemampuan belajar cepat maka
disediakan program pengayaan khusus. Pogram layanan bagi peserta
didik yang memiliki kemampuan cepat umumnya diklasifikasikan pada
ekskul olimpiade sains dan ekskul sain yang tidak olimpiade.
Pelaksanaan layanan pembelajaran bagi peserta didik yang memiliki
kemampuan belajar lambat (slow learn) dengan jalan peserta didik
yang meminta kepada guru konseling mata pelajaran / guru mata
pelajaran yang bersangkutan yang memberitahukan pada peserta
didik. Guru yang memberikan pembelajaran pada peserta didik tidak
terbatas pada guru yang mengajar mata pelajaran yang bersangkutan
di kelasnya tetapi guru yang tidak mengajar dikelasnya yang juga
mengampu mata pelajaran yang sama.Program remedial
dilaksanakan bagi peserta didik belum tuntas ulangan harian. Beban
belajar tambahan yang diatur di SMA Negeri 2Lubuk Alung dengan
menggunakansistem penyelenggaraan program pendidikan yang
peserta didiknya XII. Beban belajar tambahan adalah mata pelajaran
yang di Ujian Sekolah. Beban belajar tambahan per tatap muka jam

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 68


pembelajaran di SMA Swasta Yapphi Batang Anai berlangsung
selama 90 menit untuk semua mata pelajaran wajib kelompok A
kurikulum 2013.Sebagai tahapan strategis pencapaian kompetensi,
kegiatan pembelajaran didesain dan dilaksanakan secara efektif dan
efisien sehingga memperoleh hasil maksimal. Sehingga dengan
adanya belajar tambahan di harapkan peserta didik akan lebih
memahami materi pembelajaran dan mendapatkan hasil yang
maksimal dalam mengikuti Ujian Sekolah ke depannya.

H. Peminatan
1. Deskripsi dan kriteria peminatan
Berdasarkan Permendikbud No. 36 tahun 2018 tentang kerangka dasar
dan struktur kurikulum SMA bahwa pemilihan peminatan dilakukan pada
awal kelas X dan SMA Swasta Yapphi Batang Anai sudah menggunakan
kurikulum 2013 di kelas X, XI dan XII. Pemilihan peminatan hanya
dilakukan pada peserta didik kelas X (Kurikulum 2013) saat mendaftar
pada SMA Swasta Yapphi Batang Anai berdasarkan kriteria:
a) Nilai rapor SMP/MTs atau yang sederajat
b) Nilai ujian nasional SMP/MTs atau yang sederajat
c) Rekomendasi guru bimbingan dan konseling SMP/MTs atau yang
sederajat
d) Hasil tes penempatan (placement test) ketika mendaftar di SMA
e) Tes bakat dan minat oleh psikolog.
Peserta didik masih mungkin pindah peminatan paling lambat pada awal
semester kedua di kelas x sepanjang daya tampung peminatan baru
masih tersedia, berdasarkan hasil pembelajaran berjalan pada semester
pertama dan rekomendasi guru bimbingan dan konseling, peserta didik
yang pindah peminatan wajib mengikuti dan tuntas matrikulasi mata
pelajaran yang belum dipelajari sebelum pembelajaran pada peminatan
baru dimulai.
2. Program penelusuran bakat, minat dan prestasi peserta didik

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 69


Penentuan penjurusan program dilakukan dengan mempertimbangkan
potensi, minat dan kebutuhan peserta didik, yang harus dibuktikan dengan
hasil prestasi akademik yang sesuai dengan kriteria nilai yang ditetapkan
oleh satuan pendidikan. Apabila terjadi perbedaan antara potensi/minat
dengan nilai akademik seorang peserta didik, maka guru harus mengkaji
dan melakukan perbaikan dalam memberikan layanan belajar kepada
yang bersangkutan.
a. Potensi dan Minat Peserta Didik.
Untuk mengetahui potensi dan minat peserta didik dilakukan melalui
anket/kuesioner dan wawancara untuk mendeteksi potensi, minat, dan
bakat yang dilakukan oleh guru BK.
b. Nilai akademik
Peserta didik yang akan mengambil program tertentu yaitu: Ilmu
Pengetahuan Sosial (IPS) dan Bahasa harus memiliki nilai tuntas.
Paling banyak 3 (tiga) mata pelajaran pada mata pelajaran-mata
pelajaran yang bukan menjadi ciri khas program tersebut yang tidak
harus tuntas.
Untuk lebih jelasnya berikut digambarkan kriteria penjurusan bagi
siswakelas X.
1. Program IPS
a. Rata-rata nilai Mata Pelajaran program IPS minimal 75 di
SMP/MTs atau sederajat.
b. Hasil tes IQ merekomendasikan untuk memperoleh program
IPS
c. Merupakan pilihan pertama dalam permintaan pilihan jurusan
ke guru BK
3. Mekanisme peminatan
Dilakukan oleh guru Bimbingan Konseling (BK) dengan kegiatan:
a. Siswa mengisi angket yang diberikan konselor/guru BK
b. Tes Tertulis
c. Diskusi peserta didik dengan guru BK, wali kelas dan guru mata
pelajaran tentang hasil tes tertulis

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 70


d. Keputusan pemilihan jurusan oleh peserta didik dengan
mempertimbangkan hasil IQ dan hasil belajar peserta didik.
I. Ketuntasan Belajar
1. Daftar Skor Ketuntasan Minimal semua mata pelajaran per tingkat
sesuai ketentuan panduan penilaian 2017.
Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) perlu mempertimbangkan
beberapa ketentuan sebagai berikut:
1) Penetapan KKM merupakan kegiatan pengambilan keputusan yang
dapat dilakukan melalui metode kualitatif dan atau kuantitatif. Metode
kualitatif dapat dilakukan melalui professional judgement oleh pendidik
dengan mempertimbangkan kemampuan akademik dan pengalaman
pendidik mengajar mata pelajaran di sekolahnya. Sedangkan metode
kuantitatif dilakukan dengan rentang angka yang disepakati sesuai
dengan penetapankriteria yang ditentukan.
2) Penetapan nilai kriteria ketuntasan minimal dilakukan melalui analisis
ketuntasan belajar minimal pada setiap indikator dengan
memperhatikan kompleksitas, daya dukung, dan intake peserta didik
untuk mencapai ketuntasan kompetensi dasar dan standar
kompetensi.
3) Kriteria ketuntasan minimal setiap Kompetensi Dasar (KD) merupakan
rata-rata dari indikator yang terdapat dalam Kompetensi Dasar
tersebut. Peserta didik dinyatakan telah mencapai ketuntasan belajar
untuk KD tertentu apabila yang bersangkutan telah mencapai
ketuntasan belajar minimal yang telah ditetapkan untuk seluruh
indikator pada KD tersebut.
4) Kriteria ketuntasan minimal setiap Kompetensi Inti (KI) merupakan
rata-rata KKM Kompetensi Dasar (KD) yang terdapat dalam KI
tersebut;
5) Kriteria ketuntasan minimal mata pelajaran merupakan rata-rata dari
semua KKM-KI yang terdapat dalam satu semester atau satu tahun
pembelajaran, dan dicantumkan dalam Laporan Hasil Belajar
(LHB/Rapor) peserta didik;

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 71


6) Indikator merupakan acuan/rujukan bagi pendidik untuk membuat
soal-soal ulangan, baik Ulangan Harian (UH), Ulangan Tengah
Semester (UTS) maupun Ulangan Akhir Semester (UAS). Soal
ulangan ataupun tugas-tugas harus mampu
mencerminkan/menampilkan pencapaian indikator yang diujikan.
Dengan demikian pendidik tidak perlu melakukan pembobotan seluruh
hasil ulangan, karena semuanya memiliki hasil yang setara;
7) Pada setiap indikator atau kompetensi dasar dimungkinkan adanya
perbedaan nilai ketuntasan minimal.

Penetapan KKM dilakukan oleh guru atau kelompok guru mata pelajaran.
Langkah penetapan KKM adalah sebagai berikut:
1) Guru atau kelompok guru menetapkan KKM mata pelajaran dengan
mempertimbangkan tiga aspek kriteria, yaitu kompleksitas, daya
dukung, dan intake peserta didik. Hasil penetapan KKM indikator
berlanjut pada KD, KI hingga KKM mata pelajaran;
2) Hasil penetapan KKM oleh guru atau kelompok guru mata pelajaran
disahkan oleh kepala sekolah untuk dijadikan patokan guru dalam
melakukan penilaian;
3) KKM yang ditetapkan disosialisaikan kepada pihak-pihak
yangberkepentingan, yaitu peserta didik, orang tua, dan dinas
pendidikan;
4) KKM dicantumkan dalam LHB pada saat hasil penilaian dilaporkan
kepada orang tua/wali peserta didik.

Pada setiap indikator atau kompetensi dasar dimungkinkan adanya


1) Penetapan KKM dilakukan oleh dewan pendidik pada awal tahun
pelajaran melalui proses penetapan KKM setiap Indikator, KD, KI
menjadi KKM mata pelajaran, dengan mempertimbangkan, hal-hal
sebagai berikut:
a) Tingkat kompleksitas (kesulitan dan kerumitan) setiap KD yang
harus dicapai oleh peserta didik.

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 72


b) Tingkat kemampuan (intake) rata-rata siswa pada sekolah yang
bersangkutan.
c) Kemampuan sumber daya pendukung dalam penyelenggaraan
pembelajaran pada masing-masing sekolah.
2) KKM tersebut dicantumkan dalam LHB (berlaku untuk pengetahuan
maupun praktik)
3) KKM tersebut diinformasikan kepada seluruh warga sekolah diawal
tahun pelajaran dan orang tua peserta didik saat pertemuan antar
orang tua peserta didik dengan sekolah diawal tahun pelajaran.
Kriteria ketuntasan minimal (KKM) adalah kriteria ketuntasan belajar (KKB) yang
ditentukan oleh satuan pendidikan. KKM pada akhir jenjang satuan pendidikan
untuk kelompok mata pelajaran selain ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan
batas ambang kompetensi.Nilai ketuntasan belajar untuk aspek kompetensi
pengetahuan dan praktik dinyatakan dalam bentuk bilangan bulat, dengan rentang
0 -100.
Adapun Daftar Skor Ketuntasan Minimal semua mata pelajaran per tingkat
sesuai ketentuan panduan penilaian 2017pada SMA Swasta Yapphi Batang Anai
tahun pelajaran 2020/2021 sebagai berikut :
Kelas X
SEMESTER
Mata pelajaran 1 2
KI.3 KI.4 KI.3 KI.4
Kelompok A (Umum)
1. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 75 75 75 75
2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 75 75 75 75
3. Bahasa Indonesia 75 75 75 75
4. Matematika 65 65 65 65
5. Sejarah Indonesia 70 70 70 70
6. Bahasa Inggris 65 65 65 65
Kelompok B (Umum)
1. Seni Budaya 75 75 75 75
2. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 80 80 80 80
3. Prakarya Kewirausahaan 75 75 75 75
Kelompok C (Peminatan)
Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial
1. Geografi 65 65 65 65
2. Sejarah 65 65 65 65
3. Sosiologi 65 65 65 65

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 73


SEMESTER
Mata pelajaran 1 2
KI.3 KI.4 KI.3 KI.4
4. Ekonomi 65 65 65 65
Mata pelajaran pilihan dan pendalaman
Peminatan Matematika dan Ilmu-Ilmu Alam
1. Geografi 65 65 65 65
2. Ekonomi 65 65 65 65
Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial
1. Matematika 65 65 65 65
2. Bahasa Inggris 65 65 65 65

Kelas XI
SEMESTER
Mata pelajaran 1 2
KI.3 KI.4 KI.3 KI.4
Kelompok A (Umum)
1. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 80 80 80 80
2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 80 80 80 80
3. Bahasa Indonesia 80 80 80 80
4. Matematika 70 70 70 70
5. Sejarah Indonesia 80 80 80 80
6. Bahasa Inggris 70 70 70 70
Kelompok B (Umum)
1. Seni Budaya 80 80 80 80
2. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 80 80 80 80
3. Prakarya Kewirausahaan 80 80 80 80
Kelompok C (Peminatan)
Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial
1. Geografi 70 70 70 70
2. Sejarah 70 70 70 70
3. Sosiologi 70 70 70 70
4. Ekonomi 70 70 70 70
Mata pelajaran pilihan dan pendalaman
Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial
1. Bahasa Inggris 70 70 70 70
Kelas XII
SEMESTER
Mata pelajaran 1 2
KI.3 KI.4 KI.3 KI.4
Kelompok A (Umum)
1. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 85 85 85 85
2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 85 85 85 85
3. Bahasa Indonesia 80 80 80 80
4. Matematika 75 75 75 75

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 74


SEMESTER
Mata pelajaran 1 2
KI.3 KI.4 KI.3 KI.4
5. Sejarah Indonesia 80 80 80 80
6. Bahasa Inggris 80 80 80 80
Kelompok B (Umum)
1. Seni Budaya 85 85 85 85
2. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 85 85 85 85
3. Prakarya Kewirausahaan 85 85 85 85
Kelompok C (Peminatan)
Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial
1. Geografi 75 75 75 75
2. Sejarah 75 75 75 75
3. Sosiologi 75 75 75 75
4. Ekonomi 75 75 75 75
Mata pelajaran pilihan dan pendalaman
Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial
1. Bahasa Inggris 75 75 75 75

2. Menyusun rasio nilai pengetahuan dan nilai keterampilan semua mata


pelajaran per tingkat berdasarkan analisis karakteristik mata pelajaran
Kriteria ketuntasan minimal (KKM) adalah kriteria ketuntasan belajar (KKB) yang
ditentukan oleh satuan pendidikan.KKM pada akhir jenjang satuan pendidikan
untuk kelompok mata pelajaran selain ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan
batas ambang kompetensi.Nilai ketuntasan belajar untuk aspek kompetensi
pengetahuan dan praktik dinyatakan dalam bentuk bilangan bulat, dengan rentang
0 -100.
Adapun rasio nilai pengetahuan dan nilai keterampilan semua mata pelajaran per
tingkat berdasarkan analisis karakteristik mata pelajaranpada SMA Swasta Yapphi
Batang Anaitahun pelajaran 2020/2021 sebagai berikut :
Kelas X
SEMESTER
Mata pelajaran 1 2
KI.3 KI.4 KI.3 KI.4
Kelompok A (Umum)
1.Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 75 75 75 75
2.Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 75 75 75 75
3.Bahasa Indonesia 75 75 75 75
4.Matematika 65 65 65 65
5.Sejarah Indonesia 70 70 70 70

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 75


SEMESTER
Mata pelajaran 1 2
KI.3 KI.4 KI.3 KI.4
6.Bahasa Inggris 65 65 65 65
Kelompok B (Umum)
1.Seni Budaya 75 75 75 75
2.Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 80 80 80 80
3.Prakarya Kewirausahaan 75 75 75 75
Kelompok C (Peminatan)
Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial
1.Geografi 65 65 65 65
2.Sejarah 65 65 65 65
3.Sosiologi 65 65 65 65
4.Ekonomi 65 65 65 65
Mata pelajaran pilihan dan pendalaman
Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial
1.Matematika 65 65 65 65
2.Bahasa Inggris 65 65 65 65

Kelas XI
SEMESTER
Mata pelajaran 1 2
KI.3 KI.4 KI.3 KI.4
Kelompok A (Umum)
1.Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 80 80 80 80
2.Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 80 80 80 80
3.Bahasa Indonesia 80 80 80 80
4..Matematika 70 70 70 70
5.Sejarah Indonesia 80 80 80 80
6.Bahasa Inggris 70 70 70 70
Kelompok B (Umum)
1.Seni Budaya 80 80 80 80
2.Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 80 80 80 80
3.Prakarya Kewirausahaan 80 80 80 80
Kelompok C (Peminatan)
Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial
1.Geografi 70 70 70 70
2.Sejarah 70 70 70 70
3.Sosiologi 70 70 70 70
4.Ekonomi 70 70 70 70
Mata pelajaran pilihan dan pendalaman
Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial
1.Matematika 70 70 70 70

Kelas XII

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 76


SEMESTER
Mata pelajaran 1 2
KI.3 KI.4 KI.3 KI.4
Kelompok A (Umum)
1.Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 85 85 85 85
2.Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 85 85 85 85
3.Bahasa Indonesia 80 80 80 80
4.Matematika 75 75 75 75
5.Sejarah Indonesia 80 80 80 80
6.Bahasa Inggris 80 80 80 80
Kelompok B (Umum)
1.Seni Budaya 85 85 85 85
2.Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 85 85 85 85
3.Prakarya Kewirausahaan 85 85 85 85
Kelompok C (Peminatan)
Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial
1.Geografi 75 75 75 75
2.Sejarah 75 75 75 75
3.Sosiologi 75 75 75 75
4.Ekonomi 75 75 75 75
Mata pelajaran pilihan dan pendalaman
Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial
1.Matematika 75 75 75 75

3. Program yang akan dilakukan sekolah untuk mencapai Kriteria


Ketuntasan Minimal (KKM)
Dari data yang ada SMA Swasta Yapphi Batang Anai meningkatkan
kriteria ketuntasan belajar secara bertahap dan terus menerus untuk
mencapai kriteria ketuntasan ideal (100). Upaya yang dilakukan terus
berbenah diri untuk mencapai 8 komponen SNP Nasional yang
diharapkan. Langkah langkah dalam mencapai KKM ideal di antaranya:
a. Guru mempersiapkan Perangkat Pembelajaran yang akan digunakan
untuk rencana pembelajaran di kelas.
b. Melakukan supervisi terhadap guru.
c. Bagi siswa yang belum tuntas untuk setiap indikator maka guru wajib
melakukan remedial terhadap siswa yang belum tuntas untuk setiap
indikatir pembelajaran.
d. Memberikan pelatihan terhadap guru melalui IHT dan Lokakarya
e. Melengkapi sarana pembelajaran seperti buku siswa, buku guru.

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 77


f. Melaksanakan supervisi akademik baik secara internal yang dilakukan
oleh Kepala Sekolah dan Guru Senior dan secara eksternal yang
dilakukan oleh Pengawas Binaan Sekolah secara berkelanjutan
J. Penilaian Pembelajaran
1. Penilaian Sikap
a. Teknik Penilaian
Penilaian sikap adalah penilaian terhadap kecenderungan perilaku
peserta didik sebagai hasil pendidikan, baik di dalam kelas maupun di
luar kelas. Penilaian sikap memiliki karakteristik yang berbeda dengan
penilaian pengetahuan dan keterampilan, sehingga teknik penilaian yang
digunakan juga berbeda. Dalam hal ini, penilaian sikap ditujukan untuk
mengetahui capaian dan membina perilaku serta budi pekerti peserta
didik.
Jenis penilaian sikap terdiri dari penilaian sikap spiritual dan sikap sosial.
Penanaman sikap diintegrasikan pada setiap pembelajaran KD dari KI
yang dilakukan secara observasi dalam bentuk jurnal. Selain itu, dapat
dilakukan penilaian diri (self assessment) dan penilaian antarteman
(peer assessment) dalam rangka pembinaan dan pembentukan karakter
peserta didik, yang hasilnya dapat dijadikan sebagai salah satu data
untuk konfirmasi hasil penilaian sikap oleh pendidik. Hasil penilaian sikap
selama periode satu semester dilaporkan dalam bentuk predikat sangat
baik, baik, cukup, atau kurang serta deskripsi yang menggambarkan
perilaku peserta didik.
Penilaian sikap dilakukan oleh semua guru mata pelajaran, guru BK, dan
wali kelas, serta warga sekolah. Teknik penilaian sikap dijelaskan pada
skema berikut.

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 78


Berikut penjelasan Gambar:
a) Observasi; Observasi dalam penilaian sikap peserta didik merupakan
teknik yang dilakukan secara berkesinambungan melalui pengamatan
perilaku. Asumsinya setiap peserta didik pada dasarnya berperilaku baik
sehingga yang perlu dicatat hanya perilaku yang sangat baik (positif) atau
kurang baik (negatif) yang muncul dari peserta didik. Catatan hal-hal
sangat baik (positif) digunakan untuk menguatkan perilaku positif,
sedangkan perilaku kurang baik (negatif) digunakan untuk pembinaan.
Hasil observasi dicatat dalam jurnal yang dibuat selama satu semester
oleh guru mata pelajaran, guru BK, dan wali kelas. Jurnal memuat catatan
sikap atau perilaku peserta didik yang sangat baik atau kurang baik,
dilengkapi dengan waktu terjadinya perilaku tersebut, dan butir-butir sikap.
Berdasarkan jurnal semua guru yang dibahas dalam rapat dewan guru,
wali kelas membuat predikat dan deskripsi penilaian sikap peserta didik
selama satu semester.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan penilaian
sikap dengan teknik observasi:
1) Jurnal digunakan oleh guru mata pelajaran, guru BK, dan wali kelas
selama periode satu semester.
2) Jurnal oleh guru mata pelajaran dibuat untuk seluruh peserta didik yang
mengikuti mata pelajarannya. Jurnal oleh guru BK dibuat untuk semua
peserta didik yang menjadi tanggung jawab bimbingannya, dan jurnal

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 79


oleh wali kelas digunakan untuk satu kelas yang menjadi tanggung
jawabnya.
3) Hasil observasi guru mata pelajaran dan guru BK dibahas dalam rapat
dewan guru dan selanjutnya wali kelas membuat predikat dan deskripsi
sikap setiap peserta didik di kelasnya.
4) Perilaku sangat baik atau kurang baik yang dicatat dalam jurnal tidak
terbatas pada butir-butir sikap (perilaku) yang hendak ditumbuhkan
melalui pembelajaran yang saat itu sedang berlangsung sebagaimana
dirancang dalam RPP, tetapi dapat mencakup butir-butir sikap lainnya
yang ditanamkan dalam semester itu, jika butir-butir sikap tersebut
muncul/ditunjukkan oleh peserta didik melalui perilakunya.
5) Catatan dalam jurnal dilakukan selama satu semester sehingga ada
kemungkinan dalam satu hari perilaku yang sangat baik dan/atau
kurang baik muncul lebih dari satu kali atau tidak muncul sama sekali.
6) Perilaku peserta didik selain sangat baik atau kurang baik tidak perlu
dicatat dan dianggap peserta didik tersebut menunjukkan perilaku baik
atau sesuai dengan norma yang diharapkan.
b) Penilaian diri; Penilaian diri dilakukan dengan cara meminta peserta didik
untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya dalam
berperilaku. Selain itu penilaian diri juga dapat digunakan untuk
membentuk sikap peserta didik terhadap mata pelajaran. Hasil penilaian
diri peserta didik dapat digunakan sebagai data konfirmasi.
c) Penilaian antarteman; Penilaian antarteman adalah penilaian dengan cara
peserta didik saling menilai perilaku temannya. Penilaian antarteman
dapat mendorong: (a) objektifitas peserta didik, (b) empati, (c)
mengapresiasi keragaman/perbedaan, dan (d) refleksi diri.Di samping itu
penilaian antarteman dapat memberi informasi bagi guru mengenai
peserta didik yang berdasarkan hasil penilaian temannya, suka
menyendiri dan kurang bergaul.
Observasi dalam penilaian sikap peserta didik merupakan teknik yang
dilakukan secara berkesinambungan melalui pengamatan perilaku. Asumsinya
setiap peserta didik pada dasarnya berperilaku baik sehingga yang perlu

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 80


dicatat hanya perilaku yang sangat baik (positif) atau kurang baik (negatif)
yang muncul dari peserta didik. Catatan hal-hal sangat baik (positif) digunakan
untuk menguatkan perilaku positif, sedangkan perilaku kurang baik (negatif)
digunakan untuk pembinaan. Hasil observasi dicatat dalam jurnal yang dibuat
selama satu semester oleh guru mata pelajaran, guru BK, dan wali kelas.
Jurnal memuat catatan sikap atau perilaku peserta didik yang sangat baik atau
kurang baik, dilengkapi dengan waktu terjadinya perilaku tersebut, dan butir-
butir sikap. Berdasarkan jurnal semua guru yang dibahas dalam rapat dewan
guru, wali kelas membuat predikat dan deskripsi penilaian sikap peserta didik
selama satu semester.
b. Proses pengolahan nilai sikap
Pelaksanaan penilaian diawali dengan kegiatan pendidik melakukan analisis
kompetensi pada aspek pengetahuan dan keterampilan yang diturunkan dari
Standar Kompetensi Lulusan (SKL) ke dalam Kompetensi Inti (KI) dan
Kompetensi Dasar (KD) kemudian dirumuskan menjadi indikator. pencapaian
kompetensi (IPK) pada setiap mata pelajaran. IPK untuk KD pada KI-3 dan KI-
4 dirumuskan dalam bentuk perilaku spesifik yang terukur dan/atau dapat
diobservasi. Pada mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti dan
PPKn termasuk perumusan indikator sikap dari KD-KD pada KI-1 dan KI-2.
IPK dikembangkan menjadi indikator soal yang diperlukan untuk penyusunan
instrumen penilaian. Indikator soal merupakan rambu-rambu dalam
penyusunan butir soal atau tugas.IPK untuk aspek pengetahuan dan
keterampilan merupakan ukuran,karakteristik, atau ciri-ciri yang menunjukkan
ketercapaian suatu KD tertentu dan menjadi acuan dalam penilaian KD mata
pelajaran. Setiap IPK dapat dikembangkan menjadi satu atau lebih indikator
soal. Sedangkan untuk mengukur pencapaian sikap digunakan indikator
penilaian sikap yang dapat diobservasi atau diamati. Berikut akan dipaparkan
pelaksanaan penilaian pada aspek sikap baik spiritual maupun sosial,
pengetahuan dan keterampilan.
a) Sikap Spiritual
Penilaian sikap spiritual dilakukan untuk mengetahui perkembangan sikap
peserta didik dalam menghargai, menghayati, dan mengamalkan ajaran

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 81


agama yang dianutnya serta toleransi terhadap agama lain. Indikator sikap
spiritual pada mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti dan PPKn
diturunkan dari KD pada KI-1 dengan memperhatikan butir-butir nilai sikap
yang tersurat. Sementara itu, penilaian sikap spiritual yang dilakukan oleh
guru mata pelajaran lain dirumuskan dalam perilaku beragama secara umum.
Berikut contoh indikator sikap spiritual yang dapat digunakan untuk semua
mata pelajaran dalam penilaian sikap spiritual: (1) berdoa sebelum dan
sesudah melakukan kegiatan; (2) menjalankan ibadah sesuai dengan agama
yang dianut; (3) memberi salam pada saat awal dan akhir kegiatan; (4)
bersyukur atas nikmat dan karunia Tuhan Yang Maha Esa; (5) mensyukuri
kemampuan manusia dalam mengendalikan diri; (6) bersyukur ketika berhasil
mengerjakan sesuatu; (7) berserah diri (tawakal) kepada Tuhan setelah
berikhtiar ataumelakukan usaha; (8) menjaga lingkungan hidup di sekitar
satuan pendidikan; (9) memelihara hubungan baik dengan sesama umat
ciptaan Tuhan Yang Maha Esa; (10) bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa
sebagai bangsa Indonesia; (11) menghormati orang lain yang menjalankan
ibadah sesuai dengan agama yang dianut.Dari contoh indikator umum
tersebut dapat dikembangkan secara spesifik melalui mata pelajaran PABP
disesuaikan dengan KD pada KI-1.
b) Sikap Sosial
Penilaian sikap sosial dilakukan untuk mengetahui perkembangan sikap sosial
peserta didik dalam menghargai, menghayati, dan berperilaku jujur, disiplin,
tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam
jangkauan pergaulan dan keberadaanya.
Indikator untuk KD dari KI-2 mata pelajaran PABP dan PPKn dirumuskan
dalam perilaku spesifik sebagaimana tersurat di dalam rumusan KD mata
pelajaran tersebut. Sementara indikator sikap sosial mata pelajaran lainnya
dirumuskan dalam perilaku sosial secara umum dan dikembangkan
terintegrasi dalam pembelajaran KD dari KI-3 dan KI-4. Berikut contoh butir-
butir sikap sosial.

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 82


1) Jujur, yaitu perilaku dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan
pekerjaan, antara lain:
(a) tidak menyontek dalam mengerjakan ujian/ulangan;
(b) tidak menjadi plagiat (mengambil/menyalin karya orang lain tanpa
menyebutkan sumber);
(c) menyerahkan kepada yang berwenang barang yang ditemukan;
(d) membuat laporan berdasarkan data atau informasi apa adanya; dan
(e) mengakui kesalahan atau kekurangan yang dimiliki.
2) Disiplin, yaitu tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada
berbagai ketentuan dan peraturan, antara lain:
(a) patuh pada tata tertib atau aturan bersama/satuan pendidikan; dan
(b) mengerjakan/mengumpulkan tugas sesuai dengan waktu yang
ditentukan.
3) Tanggung jawab, yaitu sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan
tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri
sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara, dan
Tuhan Yang Maha Esa, antara lain:
(a) menerima risiko dari tindakan yang dilakukan;
(b) tidak menyalahkan/menuduh orang lain tanpa bukti akurat;
(c) mengembalikan barang pinjaman;
(d) mengakui dan meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan;
(e) tidak menyalahkan orang lain untuk kesalahan tindakan sendiri; dan
4) Toleransi, yaitu sikap dan tindakan yang menghargai keberagaman latar
belakang, pandangan, dan keyakinan, antara lain:
(a) tidak mengganggu teman yang berbeda pendapat;
(b) menerima kesepakatan meskipun ada perbedaan pendapat;
(c) dapat menerima kekurangan orang lain;
(d) dapat memaafkan kesalahan orang lain;
(e) mampu dan mau bekerja sama dengan siapa pun yang
memilikikeberagaman latar belakang, pandangan, dan keyakinan. dan
(f) terbuka terhadap atau kesediaan untuk menerima sesuatu yang baru.

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 83


5) Gotong royong, yaitu bekerja sama dengan orang lain untuk mencapai
tujuan bersama dengan saling berbagi tugas dan tolong-menolong secara
ikhlas, antara lain:
(a) terlibat aktif dalam kerja bakti membersihkan kelas atau lingkungan
sekolah;
(b) bersedia membantu orang lain tanpa mengharap imbalan;
(c) aktif dalam kerja kelompok;
(d) tidak mendahulukan kepentingan pribadi;
(e) mencari jalan untuk mengatasi perbedaan pendapat/pikiran antara diri
sendiri dengan orang lain; dan
(f) mendorong orang lain untuk bekerja sama demi mencapai tujuan
bersama.
6) Santun atau sopan, yaitu sikap baik dalam pergaulan, baik dalam berbicara
maupun bertingkah laku. Norma kesantunan bersifat relatif, artinya yang
dianggap baik/santun pada tempat dan waktu tertentu bisa berbeda pada
tempat dan waktu yang lain, antara lain:
(a) menghormati orang yang lebih tua;
(b) tidak meludah di sembarang tempat;
(c) mengucapkan terima kasih setelah menerima bantuan orang lain;
(d) member salam, senyum, dan menyapa;
(e) meminta izin ketika akan memasuki ruangan orang lain atau
menggunakan barang milik orang lain; dan
(f) memperlakukan orang lain dengan baik sebagaimana diri sendiri ingin
diperlakukan baik.
7) Percaya diri, yaitu suatu keyakinan atas kemampuan sendiri untuk
melakukan kegiatan atau tindakan, antara lain:
(a) tidak mudah putus asa;
(b) tidak canggung dalam bertindak;
(c) berani presentasi di depan kelas; dan
(d) berani berpendapat, bertanya, atau menjawab pertanyaan.
Indikator untuk setiap butir sikap dapat dikembangkan sesuai kebutuhan satuan
pendidikan.

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 84


c. Bentuk Hasil Penilaian
1) Penilaian Observasi
Observasi dalam penilaian sikap peserta didik merupakan teknik yang
dilakukan secara berkesinambungan melalui pengamatan perilaku.
Asumsinya setiap peserta didik pada dasarnya berperilaku baik sehingga
yang perlu dicatat hanya perilaku yang sangat baik (positif) atau kurang
baik (negatif) yang muncul dari peserta didik. Catatan hal-hal sangat baik
(positif) digunakan untuk menguatkan perilaku positif, sedangkan perilaku
kurang baik (negatif) digunakan untuk pembinaan. Hasil observasi dicatat
dalam jurnal yang dibuat selama satu semester oleh guru mata pelajaran,
guru BK, dan wali kelas. Jurnal memuat catatan sikap atau perilaku peserta
didik yang sangat baik atau kurang baik, dilengkapi dengan waktu
terjadinya perilaku tersebut, dan butir-butir sikap. Berdasarkan jurnal semua
guru yang dibahas dalam rapat dewan guru, wali kelas membuat predikat
dan deskripsi penilaian sikap peserta didik selama satu semester. Berikut
contoh format jurnal guru mata pelajaran yang digunakan.
Jurnal Guru Mata Pelajaran

: SMA Swasta Yapphi Batang


Nama Satuan Pendidikan Anai
Tahun pelajaran : 2020/2021
Kelas/Semester : X IS / I
Mata Pelajaran : Sejarah Indonesia

TabelJurnal Guru Mata Pelajaran


Hari/tgl/ Prilaku/ Butir Pos/ Paraf
No Nama Tindak lanjut
jam ke kejadian sikap neg siswa
1
2

2) Penilaian Diri
Seiring dengan bergesernya pusat pembelajaran dari guru kepada peserta
didik, maka peserta didik diberikan kesempatan untuk menilai kemampuan

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 85


dirinya sendiri. Namun agar penilaian tetap bersifat objektif, maka guru
hendaknya menjelaskan terlebih dahulu tujuan dari penilaian diri ini,
menentukan kompetensi yang akan dinilai, kemudian menentukan kriteria
penilaian yang akan digunakan, dan merumuskan format penilaiannya Jadi,
singkatnya format penilaiannya disiapkan oleh guru terlebih dahulu.Berikut
Contoh format penilaian:
Jumlah Skor Kode
No Pernyataan Ya Tidak
Skor Sikap Nilai
Selama diskusi, saya ikut serta
1 50
mengusulkan ide/gagasan.
Ketika kami berdiskusi, setiap
2 anggota mendapatkan 50
kesempatan untuk berbicara. 250 62,50 C
Saya ikut serta dalam membuat
3 kesimpulan hasil diskusi 50
kelompok.
4 ... 100
Catatan :
1. Skor penilaian Ya = 100 dan Tidak = 50
2. Skor maksimal = jumlah pernyataan dikalikan jumlah kriteria = 4 x 100 = 400
3. Skor sikap = (jumlah skor dibagi skor maksimal dikali 100) = (250 : 400) x
100 = 62,50
4. Kode nilai / predikat :
75,01 – 100,00 = Sangat Baik (SB)
50,01 – 75,00 = Baik (B)
25,01 – 50,00 = Cukup (C)
00,00 – 25,00 = Kurang (K)
5. Format di atas dapat juga digunakan untuk menilai kompetensi pengetahuan
dan keterampilan

3) Penilaian Teman Sebaya


Penilaian ini dilakukan dengan meminta peserta didik untuk menilai temannya
sendiri. Sama halnya dengan penilaian hendaknya guru telah menjelaskan

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 86


maksud dan tujuan penilaian, membuat kriteria penilaian, dan juga menentukan
format penilaiannya. Berikut Contoh format penilaian teman sebaya:

Nama yang diamati : ...


Pengamat : ...

N Jumla Skor Kode


Pernyataan Ya Tidak
o h Skor Sikap Nilai
1 Mau menerima pendapat teman. 100
Memberikan solusi terhadap
2 100
permasalahan.
Memaksakan pendapat sendiri 450 90,00 SB
3 100
kepada anggota kelompok.
4 Marah saat diberi kritik. 100
5 ... 50

Catatan :
1. Skor penilaian Ya = 100 dan Tidak = 50 untuk pernyataan yang positif,
sedangkan untuk pernyataan yang negatif, Ya = 50 dan Tidak = 100
2. Skor maksimal = jumlah pernyataan dikalikan jumlah kriteria = 5 x 100 = 500
3. Skor sikap = (jumlah skor dibagi skor maksimal dikali 100) = (450 : 500) x
100 = 90,00
4. Kode nilai / predikat :
75,01 – 100,00 = Sangat Baik (SB)
50,01 – 75,00 = Baik (B)
25,01 – 50,00 = Cukup (C)
00,00 – 25,00 = Kurang (K)

2. Penilaian Pengetahuan.
a. Teknik dan instrumen penilaian
Penilaian pengetahuan merupakan penilaian untuk mengukur kemampuan
peserta didik berupa pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 87


metakognitif, serta kecakapan berpikir tingkat rendah sampai tinggi.
Penilaian ini berkaitan dengan ketercapaian KD pada KI-3 yang dilakukan
oleh guru mata pelajaran. Jenis penilaian pengetahuan terdiri dari:
1) Tes tertulis
2) Tes lisan
3) Penugasan
Berbagai teknik penilaian pengetahuan dapat digunakan sesuai dengan
karakteristik masing-masing KD. Teknik yang biasa digunakan adalah tes
tertulis, tes lisan, dan penugasan. Skema penilaian pengetahuan dapat
dilihat pada gambar berikut.

Berikut penjelasan Gambar:


a. Tes tertulis
Tes tertulis adalah tes dengan soal dan jawaban disajikan secara tertulis
untuk mengukur atau memperoleh informasi tentang kemampuan peserta tes.
Tes tertulis menuntut respons dari peserta tes yang dapat dijadikan sebagai
representasi dari kemampuan yang dimiliki. Instrumen tes tertulis dapat
berupa soal pilihan ganda, isian, jawaban singkat, benar-salah, menjodohkan,
dan uraian. Pengembangan instrumen tes tertulis mengikuti langkah-langkah
sebagai berikut.
1) Menetapkan tujuan tes, yaitu untuk seleksi, penempatan, diagnostik,
formatif, atau sumatif.
2) Menyusun kisi-kisi, yaitu spesifikasi yang digunakan sebagai acuan
menulis soal. Kisi-kisi memuat rambu-rambu tentang kriteria soal yang

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 88


akan ditulis, meliputi KD yang akan diukur, materi, indikator soal, level
kognitif, bentuk soal, dan nomor soal. Dengan adanya kisi-kisi, penulisan
soal lebih terarah sesuai dengan tujuan tes dan proporsi soal per KDatau
materi yang hendak diukur lebih tepat.
3) Menulis soal berdasarkan kisi-kisi dan kaidah penulisan butir soal.
4) Menyusun pedoman penskoran sesuai dengan bentuk soal yang
digunakan. Pada soal pilihan ganda, isian, menjodohkan, dan jawaban
singkat disediakan kunci jawaban karena jawaban dapat diskor dengan
objektif. Sedangkan untuk soal uraian disediakan pedoman penskoran
yang berisi alternatif jawaban, kata-kata kunci (key words), dan rubrik
dengan skornya.
5) Melakukan analisis kualitatif (telaah soal) sebelum soal diujikan, yaitu
analisis tentang validitas meliputi substansi (materi), konstruksi, dan
bahasa.
Setelah menyusun kisi–kisi, selanjutnya mengembangkan butir soal dengan
memperhatikan kaidah penulisan butir soal yang meliputi substansi/materi,
konstruksi, dan bahasa.
1) Tes tulis bentuk pilihan ganda.
Butir soal pilihan ganda terdiri atas pokok soal (stem) dan pilihan jawaban
(option). Untuk tingkat SMA biasanya digunakan 5 (lima) pilihan jawaban.
Dari kelima pilihan jawaban tersebut, salah satu adalah kunci (key) yaitu
jawaban yang benar atau paling tepat, dan lainnya disebut pengecoh
(distractor).Kaidah penulisan soal bentuk pilihan ganda sebagai berikut.
(a) Substansi/Materi
Soal sesuai dengan indikator (menuntut tes bentuk PG).
Tidak bersifat SARA dan PPPK (suku/agama/ras/antargolongan/
pornografi/politik/propaganda/kekerasan)
Materi yang diukur sesuai dengan kompetensi (UKRK: urgensi,
keberlanjutan, relevansi, dan keterpakaian).
Pilihan jawaban homogen dan logis.
Hanya ada satu kunci jawaban yang tepat.
(b) Konstruksi

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 89


Pokok soal dirumuskan dengan singkat, jelas, dan tegas.
Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban merupakan pernyataan
yang diperlukan saja.
Pokok soal tidak memberi petunjuk kunci jawaban.
Pokok soal tidak menggunakan pernyataan negatif ganda.
Gambar/grafik/tabel/diagram dan sebagainya jelas dan berfungsi.
Panjang rumusan pilihan jawaban relatif sama.
Pilihan jawaban tidak menggunakan pernyataan "semua pilihan
jawaban benar” atau “semua pilihan jawaban salah”.
Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu disusun
berdasarkan besar kecilnya angka atau kronologis kejadian.
Butir soal tidak bergantung pada jawaban soal sebelumnya.
(c) Bahasa
Menggunakan bahasa sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia,
kecuali untuk mata pelajaran bahasa Asing dan/atau bahasa
daerah.
Menggunakan bahasa yang komunikatif.
Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat.
Pilihan jawaban tidak mengulang kata/kelompok kata yang sama,
kecuali merupakan satu kesatuan pengertian.
2) Tes tulis bentuk uraian.
Tes tulis bentuk uraian atau esai menuntut peserta didik untuk
mengorganisasikan dan menuliskan jawaban dengan kalimatnya sendiri.
Penilaian untuk SMA sebaiknya lebih banyak menilai keterampilan berpikir
tingkat tinggi/high order thinking skills(HOTS) yaitu bentuk soal yang
memiliki tingkatan berpikir menganalisis,mengevaluasi, sampai ke
mencipta. Untuk melatih HOTS sebaiknya penilaian lebih banyak
diberikan dalam bentuk uraian.
Kaidah penulisan soal bentuk uraian sebagai berikut.
(a) Substansi/materi
Soal sesuai dengan indikator (menuntut tes bentuk uraian).

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 90


Tidak bersifat SARA dan PPPK
(Suku/Agama/Ras/Antargolongan/ Pornografi/
Politik/Propaganda/Kekerasan).
Batasan pertanyaan dan jawaban yang diharapkan sesuai.
Materi yang diukur sesuai dengan kompetensi.
Isi materi yang ditanyakan sesuai dengan tingkat kelas (X, XI, atau
XII).
(b) Konstruksi
Ada petunjuk yang jelas mengenai cara mengerjakan soal.
Rumusan kalimat soal/pertanyaan menggunakan kata tanya atau
perintah yang menuntut jawaban terurai.
Gambar/grafik/tabel/diagram dan sejenisnya harus jelas dan
berfungsi.
Ada pedoman penskoran atau rubrik.
(c) Bahasa
Rumusan kalimat soal/pertanyaan komunikatif.
Butir soal menggunakan bahasa Indonesia yang baku, kecuali
untuk mata pelajaran bahasa asing dan/atau bahasa daerah.
Tidak mengandung kata-kata/kalimat yang menimbulkan
penafsiran ganda atau salah pengertian.
Tidak mengandung kata yang menyinggung perasaan.
Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat.
b. Tes lisan
Tes lisan merupakan pemberian soal/pertanyaan yang menuntut peserta didik
menjawab secara lisan, dan dapat diberikan secara klasikal ketika
pembelajaran. Jawaban peserta didik dapat berupa kata, frase, kalimat maupun
paragraf. Tes lisan menumbuhkan sikap peserta didik untuk berani
berpendapat. Rambu-rambu pelaksanaan tes lisan sebagai berikut.
1) Tes lisan dapat digunakan untuk mengambil nilai (assessment of learning)
dan dapat juga digunakan sebagai fungsi diagnostik untuk mengetahui
pemahaman peserta didik terhadap kompetensi dan materi pembelajaran
(assessment for learning).

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 91


2) Pertanyaan harus sesuai dengan tingkat kompetensi dan lingkup materi
pada kompetensi dasar yang dinilai.
3) Pertanyaan diharapkan dapat mendorong peserta didik dalam
mengonstruksi jawaban sendiri.
4) Pertanyaan disusun dari sederhana ke lebih komplek.
c. Penugasan
Penugasan adalah pemberian tugas kepada peserta didik untuk mengukur
dan/atau meningkatkan pengetahuan. Penugasan yang digunakan untuk
mengukur pengetahuan (assessment of learning) dapat dilakukan setelah
proses pembelajaran sedangkanpenugasan yang digunakan untuk
meningkatkan pengetahuan (assessment for learning) diberikan sebelum
dan/atau selama proses pembelajaran. Penugasan dapat dikerjakan secara
individu atau kelompok sesuai dengan karakteristik tugas. Penugasan lebih
ditekankan pada pemecahan masalah dan tugas produktif lainnya.
Rambu-rambu penugasan.
1) Tugas mengarah pada pencapaian indikator hasil belajar.
2) Tugas dapat dikerjakan oleh peserta didik, selama proses pembelajaran
atau merupakan bagian dari pembelajaran mandiri.
3) Pemberian tugas disesuaikan dengan taraf perkembangan peserta didik.
4) Materi penugasan harus sesuai dengan cakupan kurikulum.
5) Penugasan ditujukan untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik
menunjukkan kompetensi individualnya meskipun tugas diberikan secara
kelompok.
6) Pada tugas kelompok, perlu dijelaskan rincian tugas setiap anggota
kelompok.
7) Tampilan kualitas hasil tugas yang diharapkan disampaikan secara jelas.
8) Penugasan harus mencantumkan rentang waktu pengerjaan tugas.
Penilaian dimulai dengan perencanaan pada saat menyusun Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan mengacu pada silabus yang
dilakukan pada proses pembelajaran, pertengahan semester dan akhir
semester.

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 92


Penilaian pengetahuan, selain untuk mengetahui apakah peserta didik telah
mencapai ketuntasan belajar, juga untuk mengidentifikasi kelemahan dan
kekuatan penguasaan pengetahuan peserta didik dalam proses pembelajaran
(diagnostic). Oleh karena itu, pemberian umpan balik (feedback) kepada
peserta didik oleh pendidik merupakan hal yang sangat penting, sehingga
hasil penilaian dapat segera digunakan untuk perbaikan mutu pembelajaran.
Ketuntasan belajar untuk pengetahuan ditentukan oleh satuan pendidikan.
Secara bertahap satuan pendidikan terus meningkatkan kriteria ketuntasan
belajar dengan mempertimbangkan potensi dan karakteristik masing-masing
satuan pendidikan sebagai bentuk peningkatan kualitas hasil belajar.

b. Pengolahan nilai pengetahuan


Penilaian pengetahuan merupakan penilaian untuk mengukur kemampuan
peserta didik berupa pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan
metakognitif, serta kecakapan berpikir tingkat rendah sampai tinggi. Penilaian
ini berkaitan dengan ketercapaian KD pada KI-3 yang dilakukan oleh guru
mata pelajaran. Penilaian pengetahuan dilakukan dengan berbagai teknik
penilaian. Guru mata pelajaran menetapkan teknik penilaian sesuai dengan
karakteristik kompetensi yang akan dinilai.
Indikator untuk pengetahuan diturunkan dari KD pada KI-3 dengan
menggunakan kata kerja operasional. Beberapa kata kerja operasional sesuai
tingkat proses berpikir yang dapat digunakan antara lain:
1) mengingat: menyebutkan, memberi label, mencocokkan, memberi nama,
memberi contoh, meniru, dan memasangkan.
2) memahami: menggolongkan, menggambarkan, membuat ulasan,
menjelaskan, mengekspresikan, mengidentifikasi, menunjukkan,
menemukan, membuat laporan, mengemukakan, membuat tinjauan,
memilih, dan menceritakan.
3) menerapkan: mendemonstrasikan, memperagakan, menuliskan
penjelasan, membuatkan penafsiran, mengoperasikan, mempraktikkan,
merancang persiapan, menyusun jadwal, membuat sketsa,
menyelesaikan masalah, dan menggunakan.

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 93


4) menganalisis: menilai, menghitung, mengelompokkan, menentukan,
membandingkan, membedakan, membuat diagram, menginventarisasi,
memeriksa, dan menguji.
5) mengevaluasi: membuat penilaian, menyusun argumentasi atau alasan,
menjelaskan apa alasan memilih, membuat perbandingan, menjelaskan
alasan pembelaan, memperkirakan, dan memprediksi.dan
6) mencipta/mengkreasi: mengumpulkan, menyusun, merancang,
merumuskan, mengelola, mengatur, merencanakan, mempersiapkan,
mengusulkan, dan mengulas.
c. Bentuk Hasil Penilaian
Berikut contoh bentuk hasil penilaian aspek pengetahuan adalah:
Tabel. Penilaian Aspek Percakapan
Jumlah Skor Kode
Skala
No Aspek yang Dinilai Skor Sikap Nilai
25 50 75 100
1 Intonasi
2 Pelafalan
3 Kelancaran
4 Ekspresi
5 Penampilan
6 Gestur

Tabel. Rancangan Penilaian


Ruang Lingkup Bentuk Penilaian/
KD/IPK Teknik Penilaian
Penilaian Instrumen
3.1.1 menjelaskan Pengetahuan Tertulis Esai
pengertian Pilihan ganda
sikronis dan
diakronis

3.1.2 Menerapkan
berfikir diakronis Keterampilan Unjuk kerja

dan sinkronis
dalam memahami
dan
Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 94
Ruang Lingkup Bentuk Penilaian/
KD/IPK Teknik Penilaian
Penilaian Instrumen
merekonstruksi
sejarah yang
dipelajari

Kisi-Kisi Soal
Materi Kelas/ Indikator Level Bentuk
Nomor
KD/IPK Semeste Butir Soal Kognitif Soal
Soal
r
3.1.1 Sebelum X/I 1. C3 Uraian 1
menjelask mengena Jelaskanlah
an l tulisan konsep

pengertian berpikir

sikronis kronologis

dan dalam
mempelajari
diakronis
sejarah?
C4 Uraian 2
3.1.2
2.Jelaskanla
Menerapk
h konsep
an berfikir
berpikir
diakronis
sinkronik
dan
dalam
sinkronis
mempelajari
dalam
sejarah?
memaham
i dan 3.Jelaskanla C3 Uraian 3
merekonst h konsep
ruksi ruang dan
sejarah waktu dalam
yang mempelajari
dipelajari sejarah?

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 95


Materi Kelas/ Indikator Level Bentuk
Nomor
KD/IPK Semeste Butir Soal Kognitif Soal
Soal
r
C4 Uraian 4
4.
Bagaimana
cara
menerapkan
berpikir
kronologis
dalam
sejarah?

Kartu Soal
(Uraian)

Mata Pelajaran : SEJARAH INDONESIA


Kelas/Semester : X MIPA/IS /1
Materi : Cara berfikir sejarah
Level Kognitif : C3 dan C4

Kompetensi Dasar:

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 96


3.1 Memahami konsep berfikir kronologis (diakronik), sinkronik, ruang dan waktu
dalam sejarah

Indikator Pencapaian Kompetensi:


3.1.1 menjelaskan pengertian sikronis dan diakronis
3.1.2 Menerapkan berfikir diakronis dan sinkronis dalam memahami dan
merekonstruksi sejarah yang dipelajari

Soal :
1. Jelaskanlah konsep berpikir kronologis dalam mempelajari sejarah?
2. Jelaskanlah konsep berpikir sinkronik dalam mempelajari sejarah?
3. Jelaskan konsep perubahan dan keberlanjutan dalam sejarah
4. Jelaskanlah konsep ruang dan waktu dalam mempelajari sejarah
5. Bagaimana cara menerapkan berpikir kronologis dalam sejarah

a. PEDOMAN PENSKORAN:

NO URAIAN JAWABAN SKOR


Berpikir kronologis, artinya berpikirlah secara runtut, 25
teratur dan berkesinambungan. Konsep diakronis
melihat bahwa peristiwa dalam sejarah mengalami
1 perkembangan dan bergerak sepanjang masa. Melalui
proses inilah manusia dapat melakukan perbandingan
dan melihat perkembangan sejarah kehidupan
masyarakatnya dari zaman ke zaman berikutnya.
Cara berfikir sinkronik dalam sejarah berarti berfikir 25
yang meluas dalam ruang tetapi terbatas dalam waktu.
Cara berfikir ini menganalisa suatu kejadian di satu atau
beberapa tempat dalam satu waktu. Cara berfikir ini
2
penting dalam sejarah karena berfungsi untuk
menganalisis keadaan suatu tempat pada waktu
tertentu. Tempatnya horizontal dan menganalisis
peristiwa sezaman.
3 Konsep ruang merupakan unsur penting yang tak dapat 25

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 97


dipisahkan dalam suatu peristiwa dan perubahannya
dalam kehidupan manusia sebagai subyek atau pelaku
sejarah. Ruang merupakan tempat terjadinya berbagai
peristiwa sejarah dalam perjalanan waktu. waktu
menitikberatkan pada aspek kapan peristiwa itu terjadi,
maka konsep ruang menitikberatkan pada aspek
tempat, dimana peristiwa itu terjadi.
Berfikir kronologis dapat diterapkan dengan cara kita 25
teliti dalam hal megurutkan peristiwa-peristiwa yang
4 terjadi dalam sejarah agar pola fikir kita terstruktur
dengan jelas dan tidak bercampur baur antara peristiwa
yang satu dengan peristiwa yang lain.
Total Skor 100

Analisis Hasil Penilaian

KKM= 70

Nilai Kesimpulan Tindak Lanjut


No. Nama Peserta Didik (Penilaian Belum Pengaya
Harian/PH) Tuntas Tuntas Reme an
dial
1 80 v v
2 75 v v
3 60 v v
4 50 v v
5 85 v v
6 80 v v
7 75 v v
8 60 v v
9 50 v v
10 85 v v
11 80 v v
12 75 v v
13 60 v v
14 50 v v
15 85 v v
16 75 v v

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 98


Nilai Kesimpulan Tindak Lanjut
No. Nama Peserta Didik (Penilaian Belum Pengaya
Harian/PH) Tuntas Tuntas Reme an
dial
17 60 v v
18 50 v v
19 85 v v
20 80 v v
21 75 v v
22 60 v v
23 50 v v
24 85 v v
25 85 v v
26 80 v v
27 75 v v

3. Penilaian Keterampilan.
a. Teknik dan Instrumen Penilaian
Penilaian keterampilan dapat dilakukan dengan berbagai teknik antara lain
penilaian praktik/kinerja, proyek, portofolio, atau produk. Teknik penilaian
lain dapat digunakan sesuai dengan karakteristik KD pada KI-4 mata
pelajaran yang akan diukur. Instrumen yang digunakan berupa daftar cek
atau skala penilaian (rating scale) yang dilengkapi rubrik.
Skema penilaian keterampilan dapat dilihat pada gambar berikut.

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 99


Penjelasan Gambar sebagai berikut:
1) Penilaian unjuk kerja/kinerja/praktik
Penilaian unjuk kerja/kinerja/praktik dilakukan dengan cara mengamati
kegiatan peserta didik dalam melakukan sesuatu. Penilaian ini dapat
digunakan untuk menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut peserta
didik melakukan tugas tertentu seperti: praktikum di laboratorium, praktik
ibadah, praktik olahraga, presentasi, bermain peran, memainkan alat musik,
bernyanyi, dan membaca puisi/deklamasi.
Contoh untuk menilai unjuk kerja/kinerja/praktik di laboratorium dilakukan
pengamatan terhadap penggunaan alat dan bahan praktikum. Untuk menilai
praktik olahraga, seni dan budaya dilakukan pengamatan gerak dan
penggunaan alat olahraga, seni dan budaya.
Dalam pelaksanaan penilaian kinerja perlu disiapkan format observasi dan
rubrik penilaian untuk mengamati perilaku peserta didik dalam melakukan
praktik atau produk yang dihasilkan.
2) Penilaian proyek
Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas meliputi
kegiatan perancangan, pelaksanaan, dan pelaporan, yang harus diselesaikan
dalam periode/waktu tertentu. Tugas tersebut berupa suatu investigasi mulai
dari perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan, dan
penyajian data. Penilaian proyek dapat digunakan untuk mengetahui
pemahaman, kemampuan mengaplikasikan, inovasi dan kreativitas,
kemampuan penyelidikan dan kemampuan peserta didik menginformasikan
matapelajaran tertentu secara jelas.
3) Produk
Penilaian produk melibatkan keterampilan konkret yang meliputi penilaian
kemampuan peserta didik membuat produk-produk teknologi dan/atau seni,
seperti: makanan (contoh: tempe, kue, asinan, baso, dan nata de coco),
pakaian, sarana kebersihan (contoh: sabun, pasta gigi, cairan pembersih, dan
sapu), alat-alat teknologi (contoh: adaptor ac/dc dan bel listrik), hasil karya
seni (contoh: patung, lukisan, dan gambar), dan barang-barang terbuat dari
kain, kayu, keramik, plastik, atau logam.

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 100


4) Penilaian portofolio
Portofolio merupakan penilaian berkelanjutan berdasarkan kumpulan
informasi yang bersifat reflektif-integratif yang menunjukkan perkembangan
kemampuan peserta didik dalam satu periode tertentu. Ada beberapa tipe
portofolio yaitu portofolio dokumentasi, portofolio proses, dan portofolio
pameran. Pendidik dapat memilih tipe portofolio sesuai dengan karakteristik
kompetensi dasar dan/atau konteks mata pelajaran.
Pada akhir suatu periode, hasil karya tersebut dikumpulkan dan dinilai oleh
pendidik bersama peserta didik. Berdasarkan hasil penilaian tersebut,
pendidik dan peserta didik dapat menilai perkembangan kemampuan peserta
didik dan terus melakukan perbaikan. Dengan demikian portofolio dapat
memperlihatkan perkembangan kemajuan belajar peserta didik melalui
karyanya.
Portofolio peserta didik disimpan dalam suatu folder dan diberi tanggal
pembuatan sehingga perkembangan kualitasnya dapat dilihat dari waktu ke
waktu. Portofolio dapat digunakan sebagai salah satu bahan penilaian. Hasil
penilaian portofoliobersama dengan penilaian lainnya dipertimbangkan untuk
pengisian rapor/laporan penilaian kompetensi peserta didik. Portofolio
merupakan bagian dari penilaian autentik, yang secara langsung dapat
merepresentasikan sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik.
Penilaian portofolio dilakukan untuk menilai karya-karya peserta didik secara
bertahap dan pada akhir suatu periode hasil karya tersebut dikumpulkan dan
dipilih bersama oleh guru dan peserta didik. Karya-karya terbaik menurut
pendidik dan peserta didik disimpan dalam folder dokumen portofolio.
Pendidik dan peserta didik harus mempunyai alasan yang sama mengapa
karya-karya tersebut disimpan di dalam dokumen portofolio. Setiap karya
pada dokumen portofolio harus memiliki makna atau kegunaan bagi peserta
didik, pendidik, dan orang tua peserta didik. Selain itu, diperlukan komentar
dan refleksi dari pendidik, dan orangtua peserta didik. Karya peserta didik
yang dapat disimpan sebagai dokumen portofolio antara lain: karangan, puisi,
gambar/lukisan,surat penghargaan/piagam, foto-foto prestasi, dan sejenisnya.

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 101


Penilaian keterampilan adalah penilaian yang dilakukan untuk menilai
kemampuan peserta didik menerapkan pengetahuan dalam melakukan tugas
tertentu. Keterampilan dalam Kurikulum 2013 meliputi keterampilan abstrak
(berpikir) dan keterampilan konkret (kinestetik). Kaitannya dalam pemenuhan
kompetensi, penilaian keterampilan merupakan penilaian untuk mengukur
pencapaian kompetensi peserta didik terhadap kompetensi dasar pada KI-4.
Penilaian keterampilan menuntut peserta didik mendemonstrasikan suatu
kompetensi tertentu. Penilaian ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah
pengetahuan (KD pada KI-3) yang sudah dikuasai peserta didik dapat
digunakan untuk mengenal dan menyelesaikan masalah dalam kehidupan
sesungguhnya (real life). Ketuntasan belajar untuk keterampilan ditentukan
oleh satuan pendidikan, secara bertahap satuan pendidikan terus
meningkatkan kriteria ketuntasan belajar dengan mempertimbangkan potensi
dan karakteristik masing-masing satuan pendidikan sebagai bentuk
peningkatan kualitas hasil belajar.
b. Pengolahan nilai keterampilan
Penilaian unjuk kerja/kinerja/praktik perlu mempertimbangkan hal-hal berikut.
1) Langkah-langkah kinerja yang perlu dilakukan peserta didik untuk
menunjukkan kinerja dari suatu kompetensi.
2) Kelengkapan dan ketepatan aspek yang akan dinilai dalam kinerja
tersebut.
3) Kemampuan-kemampuan khusus yang diperlukan untuk menyelesaikan
tugas.
4) Kemampuan yang akan dinilai tidak terlalu banyak, sehingga dapat
diamati.
5) Kemampuan yang akan dinilai selanjutnya diurutkan berdasarkan
langkah-langkah pekerjaan yang akan diamati.
Pengamatan unjuk kerja/kinerja/praktik perlu dilakukan dalam berbagai konteks
untuk menetapkan tingkat pencapaian kemampuan tertentu. Misalnya untuk
menilai kemampuan berbicara yang beragam dilakukan pengamatan terhadap
kegiatan-kegiatan seperti: diskusi dalam kelompok kecil, berpidato, bercerita, dan

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 102


wawancara. Dengan demikian, gambaran kemampuan peserta didik akan lebih
utuh.
Penilaian proyek dapat dilakukan dalam satu atau lebih KD, satu mata pelajaran,
beberapa mata pelajaran serumpun atau lintas mata pelajaran yang bukan
serumpun. Penilaian proyek umumnya menggunakan metode belajar pemecahan
masalah sebagai langkah awal dalam pengumpulan dan mengintegrasikan
pengetahuan baru berdasarkan pengalamannya dalam beraktifitas secara nyata.
Pada penilaian proyek setidaknya ada empat hal yang perlu dipertimbangkan yaitu
pengelolaan, relevansi, keaslian, inovasi, dan kreativitas.
1) Pengelolaan yaitu kemampuan peserta didik dalam memilih topik, mencari
informasi dan mengelola waktu pengumpulan data serta penulisan laporan.
2) Relevansi yaitu kesesuaian topik, data, dan hasilnya dengan KD atau mata
pelajaran.
3) Keaslian yaitu proyek yang dilakukan peserta didik harus merupakan hasil
karya sendiri dengan mempertimbangkan kontribusi guru dan pihak lain
berupa bimbingan dan dukungan terhadap proyek yang dikerjakan peserta
didik.
4) Inovasi dan kreativitas yaitu proyek yang dilakukan peserta didik terdapat
unsur-unsur baru (kekinian) dan sesuatu yang unik, berbeda dari biasanya.
Rumusan tugas proyek:
a. Lakukan penelitian mengenai permasalahan sosial yang berkembang pada
masyarakat di lingkungan sekitar tempat tinggalmu, misalnya pengaruh
keberadaan pasar modern (mall) bagi masyarakat sekitarnya (kamu bisa
memilih masalah lain yang sedang berkembang di lingkunganmu).
b. Tugas dikumpulkan sebulan setelah hari ini. Tuliskan rencana penelitianmu,
lakukan, dan buatlah laporan. Laporan sekurang-kurangnya memuat latar
belakang, perumusan masalah, cara pengumpulaninformasi/data,
kelengkapan data, penyajian informasi, pengolahan data, dan simpulan.
Dalam membuat laporan perhatikan sistematika laporan, penggunaan bahasa,
dan tampilan laporan.
Pengembangan produk meliputi 3 (tiga) tahap dan setiap tahap perlu diadakan
penilaian yaitu:

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 103


1) Tahap persiapan, meliputi: penilaian kemampuan peserta didik dalam
merencanakan, menggali, mengembangkan gagasan, dan mendesain
produk.
2) Tahap pembuatan produk (proses), meliputi: penilaian kemampuan peserta
didik dalam menyeleksi dan menggunakan bahan, alat, dan teknik.
3) Tahap penilaian produk (appraisal), meliputi: penilaian produk yang
dihasilkan peserta didik sesuai kriteria yang ditetapkan, misalnya
berdasarkan tampilan, fungsi, dan estetika.

Penilaian produk biasanya menggunakan cara analitik atau holistik.


1) Cara analitik, yaitu berdasarkan aspek-aspek produk, biasanya dilakukan
terhadap semua kriteria yang terdapat pada semua tahap proses
pengembangan (tahap: persiapan, pembuatan produk, penilaian produk).
2) Cara holistik, yaitu berdasarkan kesan keseluruhan dari produk, biasanya
dilakukan hanya pada tahap penilaian produk.
Dokumen portofolio dapat menumbuhkan rasa bangga bagi peserta didik
sehingga dapat mendorong untuk mencapai hasil belajar yang lebih baik.
Pendidik dapat memanfaatkan portofolio untuk mendorong peserta didik
mencapai sukses dan membangun kebanggaan diri. Secara tidak langsung,
hal ini berdampak pada peningkatan upaya peserta didik untuk mencapai
tujuan individualnya. Di samping itu pendidik merasa lebih mantap dalam
mengambil keputusan penilaian karena didukung oleh bukti-bukti autentik
yang telah dicapai dan dikumpulkan peserta didik.
Agar penilaian portofolio menjadi efektif, pendidik dan peserta didik perlu
menentukan ruang lingkup penggunaan portofolio antara lain sebagai berikut:
1) Setiap peserta didik memiliki dokumen portofolio sendiri yang memuat
hasil belajar pada setiap mata pelajaran atau setiap kompetensi.
2) Menentukan jenis hasil kerja/karya yang perlu dikumpulkan/disimpan.
3) Pendidik memberi catatan (umpan balik) berisi komentar dan masukan
untuk ditindaklanjuti peserta didik.
4) Peserta didik harus membaca catatan pendidik dengan kesadaran sendiri
dan menindaklanjuti masukan pendidik untuk memperbaiki hasil karyanya.

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 104


5) Catatan pendidik dan perbaikan hasil kerja yang dilakukan peserta didik
diberi tanggal, sehingga dapat dilihat perkembangan kemajuan belajar
peserta didik.
Rambu-rambu penyusunan dokumen portofolio.
1) Dokumen portofolio berupa karya/tugas peserta didik dalam periode
tertentu, dikumpulkan dan digunakan oleh pendidik untuk
mendeskripsikan capaian kompetensi keterampilan.
2) Dokumen portofolio disertakan pada waktu penerimaan rapor kepada
orangtua/wali peserta didik, sehingga mengetahui perkembangan belajar
putera/puterinya. Orangtua/wali peserta didik diharapkan dapat memberi
komentar/catatan pada dokumen portofolio sebelum dikembalikan ke
sekolah.
3) Pendidik pada kelas berikutnya menggunakan portofolio sebagai informasi
awal peserta didik yang bersangkutan.

c. Bentuk Hasil Penilaian


Berikut contoh hasil penilaian aspek keterampilan adalah:
Tabel. Instrumen Penilaian
Sanga
Kurang Tidak
N t Baik
Aspek yang Dinilai Baik Baik
o Baik (75)
(50) (25)
(100)
1 Kesesuaian respon dengan pertanyaan
2 Keserasian pemilihan kata
3 Kesesuaian penggunaan tata bahasa
4 Pelafalan
Kriteria penilaian (skor)
100 = Sangat Baik
75 = Baik
50 = Kurang Baik
25 = Tidak Baik
Cara mencari nilai (N) = Jumalah skor yang diperoleh siswa dibagi jumlah
skor maksimal dikali skor ideal (100)

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 105


Tabel. Instrumen Penilaian Diskusi
No Aspek yang Dinilai 100 75 50 25
1 Penguasaan materi diskusi
2 Kemampuan menjawab pertanyaan
3 Kemampuan mengolah kata
4 Kemampuan menyelesaikan masalah
Keterangan :
100 = Sangat Baik
75 = Baik
50 = Kurang Baik
25 = Tidak Baik
4. Remedi dan pengayaan.
a) Mekanisme dan prosedur pelaksanaan
Apabila peserta didik belum mencapai ketuntasan maka siswa wajib
mengikuti remedial dengan ketentuan:
1) Dilaksanakan untuk kompetensi/indikator yang belum tuntas.
2) Untuk indikator yang bersifat berkelanjutan tidak ada batas
remedialnya.
3) Untuk kompetensi yang tidak berkelanjutan ditetapkan 2x remedial.
4) Nilai remedial tidak boleh melebihi KKM indikator yang telah
ditetapkan.
Pelaksanaan remedial dilaksanakan diluar jam efektif, bentuk
pelaksanaan :
1) Pemberian pembelajaran ulang dengan metode dan media yang
berbeda. Disampaikan dengan cara penyederhanaan materi, variasi
cara penyajian, penyederhanaan tes/pertanyaan. Dilakukan bilamana
sebagian besar atau semua peserta didik belum mencapai ketuntasan
belajar atau mengalami kesulitan belajar.
2) Pemberian bimbingan secara khusus: bimbingan perorangan dengan
sistem tutorial. Sistem tutorial dilaksanakan bilamana terdapat satu

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 106


atau beberapa peserta didik yang belum berhasil mencapai
ketuntasan.
3) Pemberian tugas-tugas latihan secara khusus.
4) Pemanfaatan tutor sebaya.Tutor sebaya adalah teman sekelas yang
memiliki kecepatan belajar lebih. Mereka dimanfaatkan untuk
memberikan tutorial kepada rekannya yang mengalami kelambatan
belajar. Dengan teman sebaya diharapkan peserta didik yang
mengalami kesulitan belajar akan lebih terbuka dan akrab.
5) Semua kegiatan di atas diakhiri dengan ujian.

Bagi peserta didik yang tuntas diberikan pembelajaran pengayaan,


Pembelajaran pengayaan dengan mekanisme sebagai berikut:
1) Pendaftaran peserta didik yang mengikuti pengayaan
2) Kesepakatan jadwal pembelajaran guru dengan peserta didik
3) Pelaksanaan pembelajaran pengayaan (materi setara dengan
olimpiade umumnya MP olimpiade)
4) Bagi peserta didik yang terbaik 1- 3 untuk mata pelajaran olimpiade
dikader untuk peserta olimpiade.
5) Pelaksanaan pengayaan dilaksanakan diluar jam efektif. Bentuk-
bentuk pelaksanaan pembelajaran pengayaan dapat dilakukan antara
lain melalui:
(a) Belajar Kelompok. Sekelompok peserta didik yang memiliki
minat tertentu diberikan pembelajaran bersama pada jam-jam
pelajaran sekolah biasa, sambil menunggu teman-temannya yang
mengikuti pembelajaran remedial karena belum mencapai
ketuntasan.
(b) Belajar mandiri. Secara mandiri peserta didik belajar mengenai
sesuatu yang diminati.
(c) Pembelajaran berbasis tema. Memadukan kurikulum di bawah
tema besar sehingga peserta didik dapat mempelajari hubungan
antara berbagai disiplin ilmu.

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 107


(d) Pemadatan kurikulum. Pemberian pembelajaran hanya untuk
kompetensi/materi yang belum diketahui peserta didik. Dengan
demikian tersedia waktu bagi peserta didik untuk memperoleh
kompetensi/materi baru, atau bekerja dalam proyek secara
mandiri sesuai dengan kapasitas maupun kapabilitas masing-
masing.
5. Pengolahan nilai akhir dan predikat/kategori
Hasil penilaian oleh guru meliputi pencapaian kompetensi peserta didik
pada sikap spiritual, sikap sosial, penguatan nilai-nilai karakter,
pengetahuan, dan keterampilan, serta penguasaan terhadap kemampuan
literasi yang dilakukan secara terpisah karena karakternya
berbeda.Laporan hasil penilaian sikap berupa deskripsi yang
menggambarkan sikap yang menonjol dalam satu semester.
Berikut contoh kesimpulan hasil deskripsi sikap spiritual oleh wali kelas.
Agus:
Selalu bersyukur dan berdoa sebelum melakukan kegiatan serta memiliki
toleransi pada agama yang berbeda; ketaatan beribadah mulai
berkembang, serta dapat berkomunikasi dengan baik antar sesama dan
dengan guru.
Contoh kesimpulan hasil deskripsi sikap sosial oleh wali kelas.
Agus:
Memiliki sikap santun, disiplin, dan tanggung jawab yang baik, responsif
dalam pergaulan, sikap kepedulian mulai meningkat serta dapat
berkomunikasi dengan baik.
Selanjutnya, hasil penilaian pencapaian pengetahuan dan keterampilan
dilaporkan dalam bentuk bilangan bulat (skala 0 – 100) dan predikat (D –
A) serta dilengkapi dengan deskripsi singkat yang menggambarkan
capaian kompetensi yang menonjol dalam satu semester. Predikat pada
pengetahuan dan keterampilan dinyatakan dengan angka bulat dengan
skala 0-100,ditentukan berdasarkan interval predikat yang disusun dan
ditetapkan oleh satuan pendidikan. Konsekuensi dari sistem Paket adalah
kenaikan kelas. Berkaitan hal tersebut diatas, maka setiap sekolah wajib

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 108


memilki kriteria kenaikan kelas yang mengacu kepada Panduan Penilaian
yang diterbitkan Ditjen Dikdasmen dan disesuaikan dengan karakteristik
sekolah. Salah satu syatat kenaikan kelas adalah bahwa siswa tidak
memiliki lebih dari 2 (dua) mata pelajaran yang masing-masing nilai
pengetahuan dan/atau keterampilan di bawah KKM. Apabila ada mata
pelajaran yang tidak mencapai ketuntasan belajar pada semester ganjil
dan/atau semester genap, nilai akhir diambil dari rerata semester ganjil
dan genap pada mata pelajaran yang sama pada tahun pelajaran
tersebut.
Berikut contoh ilustrasi penentuan kenaikan kelas berdasarkan ketuntasan
belajar untuk pengetahuan 60 dan ketuntasan belajar untuk keterampilan
60.
Form Rapor: Form Pengolahan:
SEMESTER RERATA KET
Mata pelajaran KKM 1 2
KI.3 KI.4 KI.3 KI.4 KI.3 KI.4
Kelompok A Jumlah
(Umum) tidak
1. Pendidikan
tuntas = 2
Agama dan Budi 60 75 76 77 80
MP maka
Pekerti
siswa
2. Pendidikan
tersebut
Pancasila dan
60 70 70 80 70 naik
Kewarganegaraa
kelas
n
3. Bahasa
60 57 58 57 65 57 62
Indonesia
4. Matematika 60 58 60 60 60 59
5. Sejarah
60 65 65 65 65
Indonesia
6. Bahasa Inggris 60 70 70 70 70
Kelompok B
(Umum)
1. Seni Budaya 60 65 67 65 70
2. Pendidikan 60 58 60 62 60 60
Jasmani,

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 109


SEMESTER RERATA KET
Mata pelajaran KKM 1 2
KI.3 KI.4 KI.3 KI.4 KI.3 KI.4
Olahraga dan
Kesehatan
3. Prakarya
60 70 65 70 70
Kewirausahaan

K. Kenaikan Kelas
1. Kriteria kenaikan kelas
Kriteria kenaikan kelas berdasarkan ketuntasan hasil belajar pada setiap
mata pelajaran baik sikap, pengetahuan maupun keterampilan. Ketuntasan
belajar pada kenaikan kelas adalah ketuntasan dalam kurun waktu 1 (satu)
tahun. Jika terdapat aspek pengetahuan dan keterampilan mata pelajaran
yang tidak mencapai KKM pada semester ganjil atau genap, maka:
a) Dihitung rerata nilai berdasarkan aspek mata pelajaran semester ganjil
dan genap.
b) Nilai rerata setiap aspek dibandingkan dengan KKM pada mata
pelajaran tersebut. Jika hasil pada nilai rerata lebih dari nilai KKM,
maka aspek mata pelajaran tersebut dinyatakan TUNTAS, dan
sebaliknya jika nilai rerata kurang dari nilai KKM, maka aspek mata
pelajaran tersebut dinyatakan BELUM TUNTAS. Selanjutnya jika rerata
kedua aspek tuntas dan nilai sikap baik maka mata pelajaran tersebut
dikatakan TUNTAS, dan sebaliknya minimal 1 (satu) aspek tidak tuntas
maka mata pelajaran tersebut dikatakan BELUM TUNTAS.
Berikut kriteria kenaikan kelas pada satuan pendidikan yang menggunakan
Sistem Paket. Peserta didik dinyatakan naik kelas apabila memenuhi
persyaratan sebagai berikut.
a) Menyelesaikan seluruh program pembelajaran dalam 2 (dua) semester
pada tahun pelajaran yang diikuti.
b) Predikat sikap minimal BAIK yaitu memenuhi indikator kompetensi
sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh satuan pendidikan.

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 110


c) Predikat kegiatan ekstrakurikuler wajib pendidikan kepramukaan
minimal BAIK sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh satuan
pendidikan.
d) Tidak memiliki lebih dari 2 (dua) mata pelajaran yang masing-masing
capaian pengetahuan dan/atau keterampilan di bawah KKM. Apabila
ada mata pelajaran yang tidak mencapai KKM pada semester ganjil
dan/atau semester genap, maka ketuntasan mata pelajaran diambil dari
rata-rata nilai setiap aspek mata pelajaran pada semester ganjil dan
genap.
e) Keputusan kenaikan kelas bagi peserta didik dilakukan berdasarkan
hasil rapat pleno dewan guru dengan mempertimbangkan kebijakan
satuan pendidikan, seperti minimal kehadiran, tatatertib, dan peraturan
lainnya yang berlaku disatuan pendidikan tersebut.
f) Kriteria kenaikankelas dari satuan pendidikan harus tersurat dalam
dokumen KTSP.
g) Lembar kriteria kenaikan kelas dilampirkan pada rapor peserta didik.

2. Prosedur penentuan
kenaikan kelas
Waktu pelaporan nilai peserta didik
1) Penilaian Harian (PH) atau Ulangan Harian (UH) dilaksanakan sesuai
KD per mata pelajaran.
2) Setelah Penilaian Tengah Semester (PTS) atau Ulangan Tengah
Semester (UTS).
3) Setelah Penilaian Akhir Semester (PAS) atau Ulangan Semester.
4) Setelah Ulangan Kenaikan kelas.
3. Prosedur dan bentuk pelaporan hasil belajar peserta didik
1) .Guru mata pelajaran menyerahkan nilai peserta didik
kepada wakil kepala sekolah bidang kurikulum. Nilai Ulangan Tengah
Semester diserahkan paling lambat 3 hari setelah penyelenggaraan
Ulangan Tengah Semester mata pelajaran yang bersakutan. Nilai
Ulangan Akhir Semester diserahkan paling lambat 2 hari sebelum

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 111


rapat Akhir Semester. Nilai Ulangan Kenaikan kelas diserahkan paling
lambat 2 hari sebelum rapat kenaikan kelas. Setiap nilai tersebut
penyerahannya rangkap dua. Satu rangkap untuk walikelas dan satu
rangkap lainnya untuk arsip.
2) Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum. Wakil kepala
sekolah bidang kurikulum selain mendistribusikan nilai yang diberikan
guru mata pelajaran kepada wali kelas juga mengarsipkan nilai
peserta didik guna sebagai bahan supervisi terhadap kinerja guru
mata pelajaran.
3) Wali kelas. Wali kelas selain menuliskan nilai yang
diberikan guru mata pelajaran pada rapor peserta didik , wali kelas
juga mengarsipkan nilai peserta didik guna sebagai pedoman
pembinaan terhadap peserta didik.
4) Orang tua peserta didik. Orang tua peserta didik
menerima laporan tentang hasil belajar anaknya/peserta didik
disekolah dari wali kelas setelah diberikan pengarahan terlebih dahulu
tentang kemajuan belajar peserta didik.
5) Selanjutnya bagi peserta didik yang tidak naik kelas :
a) Disarankan mengulang kembali
b) Bagi peserta didik yang sudah pernah tidak naik kelas tetapi
berpotensi kembali untuk tidak naik kelas maka disarankan untuk
pindah ke sekolah lain setelah semester 1 berjalan

L. Kelulusan
1. Kriteria kelulusan dari satuan pendidikan
Kriteria Kelulusan peserta didik berdasarkan Permendikbud Nomor 4 Tahun
2018 Tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Satuan Pendidikan dan Penilaian
Hasil Belajar oleh Pemerintah dan berdasarkan Keputusan Kepala
SMASwasta Yapphi Batang Anai Nomor: 801/300/KL. SMA-Yapphi/BA-2019
Tanggal: 16 Januari 2019 Tentang: Kriteria Kelulusan Peserta Didik dari SMA
Swasta Yapphi Batang Anai Tahun Pelajaran 2020/2021 sebagai berikut:

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 112


a) Menyelesaikan seluruh Program Pembelajaran yang ditetapkan.
Indikator yang digunakan untuk menentapkan telah menyelesaikan
seluruh Program adalah memiliki Rapor dari semester 1 (satu) sampai
dengan semester 6 (enam), pada Kompetensi Pengetahuan dan
keterampilan.
b) Rata-rata Kehadiran 85%
c) Memperoleh Nilai Sikap Minimal “Baik” dengan mempertimbangkan
Hasil Penilaian Sikap oleh Pendidik.
d) Mengikuti Ujian Sekolah (US) pada mata pelajaran yang diujikan sesuai
Prosedur Operasional Standar (POS) Penyelenggara Ujian Sekolah.
2. Proses penentuan kelulusan peserta didik
Kelulusan siswa ditentukan oleh sekolah dimana hasil ujian nasional (UN)
tidak lagi menentukan kelulusan siswa dari sekolah. Selanjutnya kelulusan
siswa pada suatu jenjang  pendidikan diserahkan sepenuhnya kepada satuan
pendidikan bersangkutan. Keputusan tentang ini dimuat dalam Permendikbud
Nomor 5 Tahun 2015 tentang Kriteria Kelulusan Peserta Didik.Keputusan
pemerintah ini tentu saja disambut gembira oleh siswa dan orang tua siswa.
Selama ini siswa maupun orang tuanya sangat tertekan dengan aturan UN
sebagai penentu kelulusan siswa dari suatu sekolah. UN seakan-akan
menentukan nasib siswa selama sekian tahun di jenjang suatu
pendidikan.Pada pasal 18 ayat (1) Permendikbud Nomor 3 Tahun 2017
disebutkan bahwa peserta didik dinyatakan lulus dari satuan
pendidikan/program pendidikan setelah memenuhi kriteria (a) menyelesaikan
seluruh program pembelajaran; (b) memperoleh nilai sikap/perilaku minimal
baik; (c) lulus ujian satuan pendidikan/program pendidikan.
Dari ayat tersebut dapat disimpulkan bahwa ujian nasional tidak sebagai
penentu kelulusan, justru ujian satuan pendidikan atau ujian pendidikan
kesetaraan sebagai penentu kelulusan.Kriteria kelulusan dicantumkan dalam
Pedoman Operasional Standar (POS). Jadi di dalam POS wajib hukumnya
dicantumkan kriteria kelulusan. Kriterita kelulusan inilah yang dijadikan satuan
pendidikan terakreditasi untuk menentukan lulus tidaknya peserta didik.Satuan
pendidikan terakreditasi setelah memeriksa hasil ujian, kemudian membuat

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 113


daftar nilai ujian dan mencantumkan keterangan kelulusan dalam daftar nilai
tersebut. Daftar nilai ujian kemudian diserahkan kepada satuan pendidikan
asal dengan tembusan Dinas Pendidikan Propinsi sebagai laporan.
Satuan pendidikan setelah menerima nilai ujian dari satuan pendidikan
terakreditasi kemudian menyelenggarakan rapat dewan guru dipimpin
langsung Kepala Sekolah untuk melakukan penetapan kelulusan peserta
didik. Nilai ujian inilah yang kemudian akan dimasukkan pada kolom terakhir
nilai ijazah.Penentuan kelulusan tidak didasarkan pada prosentase nilai
derajat kompetensi dan nilai ujian sekolah, karena menurut Permendikbud
nomor 3 Tahun 2017 tidak ada nilai gabungan. Penentuan kelulusan
ditentukan oleh nilai ujian sekolah. Periksa kriteria ketiga kelulusan dari satuan
pendidikan. Sedangkan ujian sekolah diselenggarakan oleh satuan pendidikan
yang terakreditasi. Artinya nilai sekolah yang ujiannya diselenggarakan oleh
satuan pendidikan terakreditasi sangat menentukan.

3. Pelaksanaan ujian sekolah


Pelaksanaan Ujian Sekolah sebagai berikut:
1) Ujian Sekolah dilaksanakan satu kali dalam satu tahun pelajaran bagi
siswa kelas XII yang akan menamatkan sekolah di SMA Swasta Yapphi
Batang Anai berdasarkan POS Ujian Sekolah.
2) Ujian Sekolah susulan diperuntukan bagi peserta yang tidak dapat
mengikuti satu atau lebih mata ujian utama berdasarkan alasan yang sah.
3) Penetapan peserta didik yang mengikuti Ujian Sekolah oleh satuan
pendidikan.
4) Pemberian tanda peserta/nomor ujian peserta ujian sekolah oleh panitia
5) Peserta memperoleh informasi tata tertib ujian
6) Peserta didik mengikuti ujian (satu ruangan berisikan maks 20 orang
peserta didik dan 2 orang pengawas).
7) Ujian Sekolah dilaksanakan sebelum ujian nasional.
8) Selama ujian kondisi ruangan tetap bersih dan rapi.

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 114


4. Target dan program peningkatan kualitas
lulusan
a. Target Kelulusan.
Tahun pelajaran 2020/2021 untuk kelas XII ditargetkan untuk IPS lulus
100%.
b. Program Peningkatan Kualitas Kelulusan Yang Akan Dicapai.
1) Meningkatkan kualitas/mutu proses pembelajaran;
2) Adanya penasehat akademik peserta didik pada masing – masing
kelas disamping wali kelas. Pendidik yang menjadi penasehat
akdemik merupakan pendidik yang dipilih oleh peserta didik dengan
cara demokrasi/suara terbanyak;
3) Belajar kelompok bagi peserta didik di rumah/disekolah (di luar jam
pelajaran);
4) Membuat Program Sukses US (pelajaran tambahan bagi mata
pelajaran US);
5) Memperbanyak buku – buku Pembahasan Sukses US;
6) Melakukan TO beberapa kali dan dianalisis;
7) Menganalisis SKL;
8) Membuat soal-soal prediksi US berdasarkan SKL;
9) Pembinaan Mental Peserta didik untuk siap US dengan adanya
pembimbingan khusus dari konselor sekolah dan luar sekolah
(perguruan tinggi/motivation training).

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 115


BAB IV
KALENDER PENDIDIKAN

A. Penetapan Awal Tahun Pelajaran


Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Barat No.
423/555/KPTS-2020 tanggal 21 April 2020 tentang Kalender pendidikan tahun
pelajaran 2020/2021 bagi Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah
Kejuruan (SMK) dan Sekolah Luar Biasa (SLB), maka disusun kalender
pendidikan SMASwasta Yapphi Batang Anai tahun pelajaran 2020/2021
dengan rincian sebagai berikut:
1. Penetapan waktu awal tahun pelajaran
Kalender pendidikan disusun dan disesuiakan setiap tahun oleh sekolah
untuk mengatur waktu kegiatan pembelajaran mengacu pada kalender
pendidikan yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera
Barat. Pengaturan waktu belajar mengacu kepada Standar Isi dan
disesuaikan dengan kebutuhan daerah, karakteristik sekolah, kebutuhan
peserta didik dan masyarakat, serta ketentuan dari pemerintah/pemerintah
daerah.Penetapan waktu awal tahun pelajaran 2020/2021 dan sekaligus
hari pertama masuk sekolah pada hari Senin tanggal 13 Juli 2020.
2. Kegiatan sekolah di awal tahun pelajaran
Kalender pendidikan disusun dan disesuiakan setiap tahun oleh sekolah
untuk mengatur waktu kegiatan pembelajaran mengacu pada kalender
pendidikan yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera
Barat. Hari-hari pertama masuk sekolah pada hari Senin tanggal 13 Juli
2020 dengan kegiatan sebagai berikut:
a. Kelas X melaksanakan MPLS sesuai dengan standar operasional
prosedur (SOP) protokol kesehatan pandemi covid-19.

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 116


b. Kelas XI dan XII melaksanakan kegiatan pembelajaran serta
silaturahmi antara guru dengan siswa sesuai dengan standar
operasional prosedur (SOP) protokol kesehatan pandemi covid-19.

B. Pengaturan Waktu Belajar Efektif


Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk
setiap tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan. Waktu pembelajaran
efektif adalah jumlah jam pembelajaran setiap minggu, meliputi jumlah jam
pembelajaran untuk seluruh mata pelajaran.
Tabel Alokasi Waktu minggu efektif belajar, waktu libur dan kegiatan lainnya
pada Kelender Pendidikan
No Alokasi
Kegiatan Keterangan
. Waktu
Minggu efektif Minimal 36 Digunakan untuk kegiatan
belajar reguler minggu pembelajaran efektif pada
1
setiap tahun pendidikan SMA Swasta
(kelas X) Yapphi Batang Anai
Minggu efektif Minimal 36 Digunakan untuk kegiatan
belajar reguler minggu pembelajaran efektif pada
2
setiap tahun pendidikan SMA Swasta
(kelas XI) Yapphi Batang Anai
Minggu efektif Minimal 18 Digunakan untuk kegiatan
semester ganjil minggu pembelajaran efektif pada
3 belajar reguler pendidikan SMA Swasta
setiap tahun Yapphi Batang Anai
(kelas XII)
4 Minggu efektif Minimal 14 Digunakan untuk kegiatan
semester minggu pembelajaran efektif pada
genap belajar pendidikan SMA Swasta
reguler setiap Yapphi Batang Anai
tahun (kelas

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 117


No Alokasi
Kegiatan Keterangan
. Waktu
XII)
Jedatengah Maksimal2 Satu minggu setiap semester
semester mingu
Jeda Maksimal2 Antar semester I dan II
antarsemester minggu
Libur akhir Maksimal3 Digunakan untuk penyiapan
tahun minggu kegiatan dan administrasi akhir
pelajaran dan awal tahun pelajaran
Hari libur Maksimal4 Daerah khusus yang
keagamaan minggu memerlukan libur keagamaan
lebih panjang dapat
mengaturnya sendiri tanpa
mengurangi jumlah minggu
efektif belajar dan waktu
pembelajaran efektif
Hari libur Maksimal2 Disesuaikan dengan Peraturan
umum/nasiona minggu Pemerintah
l
Hari libur Maksimal1 Untuk satuan pendidikan
khusus minggu sesuai dengan ciri kekhususan
masing-masing
Kegiatan Maksimal3 Digunakan untuk kegiatan
khusus minggu yang diprogramkan secara
sekolah / khusus oleh sekolah/madrasah
Madrasah tanpa mengurangi jumlah
minggu efektif belajar dan
waktu pembelajaran.
Sumber: SK Kadisdik Prop. Sumbar No. 423/555/KPTS-2020
Berikut dijelaskan pengaturan minggu efektif per kelas dan per semester di
SMASwasta Yapphi Batang Anai pada Tahun Pelajaran 2020/2021 sebagai
berikut:
1. Pengaturan minggu efektif semester 1 dan 2 kelas X
a) Pengaturan minggu efektif semester 1

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 118


I. BANYAK MINGGU DALAM SATU SEMESTER.
N BANYAK
BULAN KET
O MINGGU
1 Juli 4  
2 Agustus 4  
3 September 5  
4 Oktober 4  
5 Nopember 4  
6 Desember 5  
JUMLAH 26  

II. BANYAK MINGGU TIDAK EFEKTIF.


N BANYAK
KEGIATAN KET
O MINGGU
1 Penilaian Tengah Semester 1  
2 Hari Libur Nasional 1  
3 Penilaian Semester 1  
Penyerahan Rapor dan
4 1  
Ekstrakurikuler
5 Libur Semester 2  
JUMLAH 6  

III. BANYAK MINGGU EFEKTIF. 20

b) Pengaturan minggu efektif semester 2


I. BANYAK MINGGU DALAM SATU SEMESTER.
N BANYAK
BULAN KET
O MINGGU
1 Januari 4  
2 Februari 4  
3 Maret 5  
4 April 4  
5 Mei 4  
6 Juni 5  
JUMLAH 26  

II. BANYAK MINGGU TIDAK EFEKTIF.


Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 119
N BANYAK
KEGIATAN KET
O MINGGU
1 Penilaian Tengah Semester 1  
2 Hari Libur Nasional 4  
3 Penilaian Semester 1  
Penyerahan Rapor dan
4 1  
Ekstrakurikuler
5 Libur Semester 2  
6 AKM dan Survey Karakter 1  
JUMLAH 10  

III. BANYAK MINGGU EFEKTIF. 16

2. Pengaturan minggu efektif semester 1 dan 2 kelas XI


a) Pengaturan minggu efektif semester 1
I. BANYAK MINGGU DALAM SATU SEMESTER.
N
BULAN BANYAK MINGGU KET
O
1 Juli 4  
2 Agustus 4  
3 September 5  
4 Oktober 4  
5 Nopember 4  
6 Desember 5  
JUMLAH 26  

II. BANYAK MINGGU TIDAK


EFEKTIF.
N
KEGIATAN BANYAK MINGGU KET
O
1 Penilaian Tengah Semester 1  
2 Hari Libur Nasional 1  
3 Penilaian Semester 1  
Penyerahan Rapor dan
4 1  
Ekstrakurikuler
5 Libur Semester 2  
JUMLAH 6  

III. BANYAK MINGGU EFEKTIF. 20

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 120


b) Pengaturan minggu efektif semester 2
I. BANYAK MINGGU DALAM SATU SEMESTER.
N
BULAN BANYAK MINGGU KET
O
1 Januari 4  
2 Februari 4  
3 Maret 5  
4 April 4  
5 Mei 4  
6 Juni 5  
JUMLAH 26  

II. BANYAK MINGGU TIDAK


EFEKTIF.
N
KEGIATAN BANYAK MINGGU KET
O
1 Penilaian Tengah Semester 1  
2 Hari Libur Nasional 4  
3 Penilaian Semester 1  
Penyerahan Rapor dan
4 1  
Ekstrakurikuler
5 Libur Semester 2  
6 AKM dan Survey Karakter 1  
JUMLAH 10  

III. BANYAK MINGGU EFEKTIF. 16


3. Pengaturan minggu efektif semester 1 dan 2 kelas XII
a) Pengaturan minggu efektif semester 1
I. BANYAK MINGGU DALAM SATU SEMESTER.
N
BULAN BANYAK MINGGU KET
O
1 Juli 4  
2 Agustus 4  
3 September 5  
4 Oktober 4  
5 Nopember 4  
6 Desember 5  
JUMLAH 26  

II. BANYAK MINGGU TIDAK

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 121


EFEKTIF.
N
KEGIATAN BANYAK MINGGU KET
O
1 Penilaian Tengah Semester 1  
2 Hari Libur Nasional 1  
3 Penilaian Semester 1  
Penyerahan Rapor dan
4 1  
Ekstrakurikuler
5 Libur Semester 2  
JUMLAH 6  

III. BANYAK MINGGU EFEKTIF. 20

b) Pengaturan minggu efektif semester 2


I. BANYAK MINGGU DALAM SATU SEMESTER.
N
BULAN BANYAK MINGGU KET
O
1 Januari 4  
2 Februari 4  
3 Maret 5  
4 April 4  
5 Mei 4  
6 Juni 5  
JUMLAH 26  

II. BANYAK MINGGU TIDAK


EFEKTIF.
N
KEGIATAN BANYAK MINGGU KET
O
1 Penilaian Tengah Semester 1  
2 Hari Libur Nasional 4  
3 Penilaian Semester 1  
Penyerahan Rapor dan
4 1  
Ekstrakurikuler
5 Libur Semester 2  
6 AKM dan Survey Karakter 1  
JUMLAH 10  

III. BANYAK MINGGU EFEKTIF. 16


Tabel Kegiatan Waktu Pembelajaran.

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 122


N
HARI WAKTU BELAJAR KETERANGAN
O
1 Senin 07.30 – 16.30 9 Jam
2 Selasa 07.30 – 16.30 9 Jam
3 Rabu 07.30 – 16.30 9 Jam
4 Kamis 07.30 – 16.30 9 Jam
5 Jum’at 07.30 – 11.30 4 Jam
6 Sabtu 07.30 – 15.30 8 Jam

Sesuai dengan keadaan dan kebutuhan sekolah, waktu pembelajaran efektif


belajar ditetapkan sebanyak 36 minggu untuk setiap tahun pelajaran.

C. Pengaturan Waktu Libur


1. Libur sekolah (antar semester)
Hari libur sekolah adalah hari yang ditetapkan oleh sekolah, pemerintah
pusat, provinsi, dan kabupaten/kota untuk tidak diadakan proses
pembelajaran di sekolah.
Ketentuan Khusus:
a) Selama libur sekolah yang bertepatan di Bulan Ramadhan,
semua siswa diwajibkan melakukan kegiatan yang berkaitan dengan
tugas bulan ramadhan (Agenda Ramadhan, hafalan ayat– ayat
pendek, pesantren kilat)
b) Selama libur sekolah berlangsung, proses Administrasi dan
Ketatausahaan Sekolah tetap berlangsung.
c) Kalender pendidikan dapat saja berubah sesuai dengan
perkembangan dan kebijakan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera
Barat.
Waktu libur dapat berbentuk jeda tengah semester, jeda antar semester,
libur akhir tahun pelajaran, dan hari libur khusus. Alokasi waktu minggu
waktu libur sekolah dan kegiatan lainnya tertera pada Tabel berikut.
Tabel Alokasi waktu libur pada Kelender Pendidikan
No Kegiatan Waktu Keterangan
Semester Ganjil
1 Penilaian Tengah Semester 14 – 19 Desember 2020
2 Penilaian Semester 7 – 12 Desember 2020
Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 123
No Kegiatan Waktu Keterangan
Semester Ganjil

3 Pembagian Rapor Semester 19 Desember 2020

Libur Semester 21 Desember 2020 – 2


4
Januari 2021
Semester Genap
1 Penilaian Tengah Semester 1 – 6Maret 2021
2 Ujian Sekolah 8 – 13 Maret 2021
3 AKM dan Survei Karakter 22 – 27 Maret 2021
4 Libur Awal Ramadhan 1442 H 12 – 14 April 2021
5 Libur Idul Fitri 1442 H 6 – 20 Mei 2021
6 Penilaian Semester 7 – 12 Juni 2021
7 Pembagian Rapor Semester 19 Juni 2021
Libur Semester 21 Juni 2021 – 10 Juli
8
2021

2. Libur nasional
Waktu libur dapat berbentuk hari-hari besar nasional. Alokasi waktu libur
nasional tertera pada Tabel berikut.
Tabel Alokasi Waktu Nasional pada Kelender Pendidikan
No
Kegiatan Waktu Keterangan
.
1 Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus 2020
2 Tahun Baru Masehi 1 Januari 2021
3 Hari Buruh Internasional 1 Mei 2021
4 Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2021
5 Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus 2021

3. Libur keagamaan
Waktu libur dapat berbentuk hari libur keagamaan. Alokasi waktu libur
keagamaan tertera pada Tabel berikut.
Tabel Alokasi Waktu Keagamaan pada Kelender Pendidikan
No
Kegiatan Waktu Keterangan
.
1 Idul Adha 31 Juli 2020
2 Tahun Baru Islam 1442 H 20 Agustus 2020
3 Maulid Nabi Muhammad SAW 29 Oktober 2020
4 Hari Raya Natal 25 Desember 2020

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 124


No
Kegiatan Waktu Keterangan
.
5 Tahun Baru Imlek 12 Februari 2021
Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad
6 11 Maret 2021
SAW
7 Hari Raya Nyepi 14 Maret 2021
8 Wafat Isa Al-Masih 2 April 2021
9 Kenaikan Isa Al-Masih 13 Mei 2021
10 Hari Raya Idul Fitri 13 – 14 Mei 2021
11 Hari Raya Waisak 26 Mei 2021
12 Hari Raya Idul Adha 20 Juli 2021
13 Tahun Baru Islam 1443 H 10 Agustus 2021
14 Maulid Nabi Muhammad SAW 19 Oktober 2021
15 Hari Raya Natal 25 Desember 2021

D. Penjabaran Matrik Kalender Pendidikan Sekolah.


Matrik kalender pendidikan sekolah dibuat berdasarkan kalender yang
kalender pendidikan yang dikeluarkan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera
Barat dan dijabarkan dalam kalender pendidikan sekolah.
1. Memiliki matriks kalender pendidikan sekolah dengan mengacu pada
kalender pendidikan yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi
Sumatera Barat.
2. Memiliki penjabaran kalender pendidikan sekolah secara lengkap
mencakup aktivitas sekolah untuk 1 tahun pelajaran

Kurikulum SMAS YAPPHI Batang Anai 2020 125