Anda di halaman 1dari 10

‘MEKANISME CURRENCY DAN INTEREST RATE SWAP”

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Kegiatan transaksi dapat dilakukan dengan pihak-pihak luar, dalam artian ekspor-
impor barang. Kegiatan ekspor impor dewasa ini untuk perusahaan-perusahaan besar menjadi
masif, karena untuk pemenuhan kebutuhan dalam operasional dan juga dalam melakukan
kegiatan pemasaran.

Kepentingan dalam melakukan kegiatan dengan pihak luar, dengan menggunakan


mata uang yang berbeda. Mengakibatkan operasional perusahaan akan tergantung kepada
perubahan kurs. Kurs merupakan nilai tukar uang, yang dipengaruhi oleh beberapa faktor
yang kemudian berpengaruh terhadap beberapa kinerja perusahaan.

Perubahan struktur modal dan tingkat bunga menjadi sangat penting untuk
diperhatikan dalam menjalankan sebuah usaha yang melibatkan dengan kegiatan
internasional. Bahwasannya, kegiatan internasional akan menjadi tantangan tersendiri bagi
pihak-pihak yang ada di dalamnya. Perusahaan akan merugi jika kebijakan currency dan
interst rate swap tidak diterapkan dalam pengoperasian perusahaan dalam lingkup
internasional.

Kepentingan perusahaan memperhatikan faktor penghambat dalam mejalankan


operasional akan berpengaruh kepada keberlangsungan kinerja perusahaan, kesehatan dalam
bidang keuangan dan kelembagaan akan dipengeruhi dari kebijakan currency dan interst rate
swap tersebut.

Pada dasarnya perusahaan akan dilibatkan dalam kegiatan tersebut, karena


perusahaan yang telah membuka cabang di negara lain atau melakukan kegiatan transaksi
dengan negara lain, secara otomatis akan melibatkan diri ke dalam kegiatan internasional.
Sehingga kepentingan perusahaan dalam memahami kebijakan currecy dan interst rate swap
menjadi bahan penilaian dalam menjalankan usahanya.
B. Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan currency swap?

2. Bagaimana mekanisme currency swap?

3. Apa yang dimaksud dengan interest rate swap?

4. Bagaimana mekanisme interest rate swap?

5. Apa yang menjadi keuntungan melakukan currency dan interest rate swap?

C. Tujuan Penulisan

Makalah ini mencoba memberikan gambaran dan penjelasan tentang aktivitas yang
dilakukan dengan pihak-pihak internasional. Bagaimana selama ini pengetahuan akan
dunia internasional masih dapat dibilang sangat minim, akan tetapi dengan dikutipnya
beberapa literatur, maka kami mencoba mendeskripsikan apa yang dimaksud dengan
currency swap dan interest rate swap dan mencoba menyampaikan beberapa pengetahuan
kepada audiens.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Currency swap

Secara umum swap diartikan sebagai suatu kontrak transaksi pembelian atau
penjualan valas dengan spot rate yang dikombinasikan dengan pembelian atau penjualan
valas yang sama dengan forward rate. SWAP berarti suatu kontrak pembelian dan
penjualan valas dengan harga spot yang dikombinasikan dengan pembelian antara
penjualan valas yang sama dengan harga forward.

Dalam melakukan jual beli yang dilakukan dengan menggunakan perjanjian Spot
rate yang dikombinasikan dengan pembelian atau penjualan valas dengan perjanjian
Forward Rate, dimana banyak mata uang atau kedua belah pihak menyepakati jenis mata
uang yang akan digunakan dalam perjanjian tersebut. Dalam sebuah perjanjian jual atau
beli valas terkadang mata uang yang digunakan adalah mata uang yang keras dan mata
uang lemah.

Hard Currency atau lebih dikenal dengan nama mata uang keras. Artinya sebuah
mata uang yang paling sering digunakan sbagai bahan acuan dalam melakukan konversi
mata uang domestik suatu negara (Domestic Currency). Adapun yang termasuk di dalam
mata uang keras yaitu Dollar Amerika Serikat, Pound sterling, Dollar Australia, Yen
Jepang, dan Euro.

Sebaliknya untuk mata uang lemah (Soft Currency) adalah sebuah mata uang
yang jarang digunakan sebagai ukuran dalam pertukaran mata uang asing dengan mata
uang domestik. Keuntungan menggunakan mata uang kuat dalam konversi mata uang
adalah kemudahan dalam melakukan penukaran dengan mata uang lainnya, yang
selanjutnya di kenal dengan devisa yang konvertibel. Kedudukan dari mata uang asing
tersebut adalah sebagai asset, yang saat ini kedudukannya tidak kalah dengan emas.

Kontrak swap ini merupakan gabungan dari kontrak atau transaksi spot dan
forward. Dalam aplikasi di bidang keuangan internasional, kontrak swap ini mempunyai
keuntungan sendiri-sendiri bagi pelaksana kontrak. Kontrak swap akan memberikan
keuntungan untuk penjual dan juga pembeli nantinya.

Forward berarti memberikan persetujuan untuk melakukan pembelian dan


penjualan sejumlah tertentu valuta asing pada tanggal tertentu di masa yang akan datang
dan pada kurs tetap yang disebut kurs forward. Sedangkat spot berarti transaksi yang
dilakukan secara tunai dan untuk penyelesaian transaksi seperti pembayaran dan
penyerahan barang dapat dilakukan pada hari berikutnya, 2 x 24 jam.

Contoh simple currency swap

Misalnya seorang pengusaha Indonesia mendapat pinjaman sebanyak USD 100,000


untuk jangka waktu 180 hari. Kemudian pinjaman tersebut dikonversikan kedalam
rupiah dengan spot rate Rp. 8000/USD, sehingga dia mendapatkan rupiah sebanyak :

USD 100,000 X Rp.8000/USD = Rp.800.000.000,00


Untuk menghindari risiko kerugian atau melindungi open position utangnya
selama 180 hari, yaitu pembayaran utang yang akan lebih besar dalam nilai rupiah jika
USD apresiasi, maka pengusaha dapat melakukan transaksi swap. Maksudnya adalah
pada saat bersamaan melakukan pula pembelian USD dengan forward rate, misalnya
dengan kurs Rp 8.300/USD. Dengan melakukan swap ini, pengusaha akan terhindar dari
resiko kerugian dari fluktuasi kurs valas USD yang memungkinkan lebih tinggi dari pada
forward rate (Rp 8.300/USD).

Swap merupakan satu teknik Hedging yang dapat digunakan untuk tujuan
lindung nilai dan pada keperluan lain yang dapat digunakan untuk tujuan trading. Swap
itu sendiri adalah sebuah instrumen keuangan derivatif dengan dua pihak yang sepakat
untuk melakukan perjanjian pertukaran sejumlah pembayaran yang dihitung atas jumlah
nasional (OECD 1994, Lyons 1996).

Menurut Keputusan dari direksi Bank Indonesia, transaksi Swap adalah sebuah
transaksi pertukaran dua valuta asing melalui pembelian tunai dengan penjualan kembali
secara berjangka. Cureency swap merupakan pertukaran mata uang dengan denominasi
yang mempunyai perbedaan, misalnya satu sisi melakukan peminjaman dalam bentuk
Euro dan ingin menukarnya dengan bentuk USD yang tidak dimiliki, dalam artian
dimiliki oleh pihak lainnya. Currency swap digunakan untuk mengurangi jumlah
kerugian yang akan terjadi akibat fluktuasi mata uang.

Prakteknya, swap ini misalnya cabang perusahaan Amerika yang berdiri di salah
satu negara Eropa, dalam operasinya perusahaan tersebut melakukan kegiatan
penerimaan dan pengeluaran, diperoleh dalam bentuk mata uang Euro, karena berada di
negara yang memiliki mata uang Euro. Untuk menambah asset perusahaan tersebut
membutuhkan tambahan biaya. Salah satu cara mendapatkan dana yaitu menerbitkan
obligasi dalam bentuk USD.

Aktivitas cabang perusahaan tersebut dihadapkan pada currency risk karena


terjadi ketidaksesuaian (mismatch) antara penghasilan yang didapatkan dan kewajiban
dengan denominasi yang berbeda. Resiko demikian dapat diatasi dengan melakukan
cross currency swap dengan perusahaan yang mengalami masalah sama atau dengan
financial institution.

Metode cross currency tersebut akan menguntungkan kedua belah perusahaan


yang berkongsi. Cabang anak perusahaan yang beroperasi di salah satu negara Eropa
mengakibatkan pengeluaran dan pendapatan menggunakan mata uang Euro. Lebih lanjut
untuk keperluan investasi, perusahaan membutuhkan dana, dengan menerbitkan obligasi
dalam bentuk USD, perusahaan dapat menambah modalnya.

Di satu sisi cabang perusahaan Eropa beroperasi di Amerika, dengan penerimaan


dan pengeluaran dalam bentuk USD. Di lain hal keperluan investasi, perusahaan
membutuhkan dana untuk kegiatan operasional, perusahaan dapat menerbitkan obligasi
dalam bentuk Euro.

Cabang perusahaan, baik Eropa dan Amerika akan dihadapkan pada currency risk
karena ketidak sesuaian dari pendapatan dan kewajiban dengan denominasi mata uang
yang berbeda. Akibatnya ketidaksesuaian tersebut akan mengakibatkan kerugian bagi
masing-masing cabang perusahaan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut kedua
perusahaan dapat melakukan cross currency swap. Tindakan ini diambil karena untuk
menghindari atau meminimalkan kerugian yang mungkin terjadi, disebabkan nilai mata
uang fluktuatif.

Melalui cross currency swap, kewajiban cabang perusahaan Amerika ditukar


dengan kewajiban cabang perusahaan Eropa. Dalam aktivitsnya dari pertukaran tersebut,
maka perusahaan Amerika mendapatkan pembayaran dalam bentuk USD dari
perusahaan cabang Eropa yang digunakan untuk membayar kewajiban kepada pemegang
obligasi. Sementara itu, perusahaan cabang Eropa, mendapatkan pembayaran dalam
bentuk Euro yang digunakan untuk membayar kewajiban kepada pemegang obligasi.
Pertukaran ini menyebabkan kesesuaian (matching) antara pendapatan hasil operasi
dengan pelunasan kewajiban pembayaran obligasi.

Dalam prakteknya Currency swap dapat dibagi menjadi beberapa tipe, sebagai berikut:

a. Long- term forward contract

Kontrak ini terjadi bilamana terdapat dua perusahaan atau institusi yang saling
membutuhkan. Kedua perusahaan tersebut dapat melakukan currency swap, dalam
bentuk long term forward contract, terkait waktu berdasarkan kedua belah pihak yang
melakukan perjanjian, dan harga pertukaran kedua valas menjadi kesepakatan bersama.
Broker dapat menjadi pihak yang mempertemukan dari kepentingan kedua belah pihak,
dan brokerlah yang mempuyai peran vital. Broker menjadi sisi yang dapat menjadi
fasilitator dalam mempertemukan pihak yang saling membutuhkan.

b. Straight currency swap

Straight currency swap adalah semacam currency swap dalam bentuk pertukaran dua
valas pada current rate dengan persetujuan bahwa akan dipertukarkan kembali dengan
exchange rate yang sama dan pada tanggal tertentu diwaktu yang akan datang.

Masing-masing pihak akan membayar bunga sesuai dengan jangka waktunya. Bila
misalnya tingkat bunga valas A lebih tinggi dari pada valas B, pihak yang menerima
valas A akan membayar selisih tingkat bunga tersebut kepada pihak yang menerima
valas B. Misalnya USD 1,000,000 diswapkan dengan JPY 180,000,000 dengan tingkat
bunga USD 5% lebih tinggi dari pada tingkat bunga JPY. Dengan demikian, pihak yang
menerima USD harus membayar kepada pihak yang menerima JPY sebesar 5% x
USD1,000,000 = USD 50,000.

c. Back to back and parallel loans

Currency swap ini biasanya dilakukan oleh dua perusahaan dari dua negara yang masing-
masing mempunyai subsidiary di kedua negara tersebut. Misalnya perusahaan USA
memberikan pinjaman kepada subsidiary perusahaan UK yang berada di USA dan
sebaliknya perusahaan UK juga memberikan pinjaman kepada subsidiary perusahaan
USA yang berada di UK.

Munculnya parallel loan ini bersamaan alasannya dengan munculnya euro dollars
market yaitu dengan adanya peraturan bank UK yang menetapkan apabila perusahaan
UK memberikan pinjaman kepada subsidiarynya di luar negeri maka harus membayar
premium atas market rate USD. Untuk menghindari tax atas pembelian USD, perusahaan
UK berusaha mengatur dan mencari pinjaman untuk subsidiary di USA dari perusahaan
USA . demikian pula sebaliknya sehingga timbul pasar currency swap dalam bentuk
parallel loans yang menguntungkan kedua belah pihak berdasarkan kesepakatan bersama,
terutama mengenai pembayaran bunga dan hal yang berkaitan dengan kemungkinan
apresiasi maupun depresiasi valas.
Dalam melakukan perhitungan nilai pembayaran dengan teknik currency swap, terdapat
beberapa indikator yang dapat mempengaruhi ketidakpastian pendapatan dan
pengeluaran, diantaranya adalah:

1. Waktu kontrak

2. Kurs spot

3. Tingkat bunga dalam negeri

4. Tingkat bunga luar negeri

Pada perputarannya, currency swap terjadi dua arus kas yang berbeda dan
menggunakan dua mata uang yang berbeda. Selain itu pihak-pihak yang terlibat di
dalamnya harus membayar bunga berdasarkan bunga pada masing-masing mata uang
seama swap berlangsung. Jadi pada currency swap terdapat tiga tahapan yaitu pertukaran
awal dari jumlah pokok, pembayaran bunga dan pembayaran kembali jumlah pokoknya.

Fungsi dari currency swap yaitu:

1. Sebagai model investasi umumnya adalah investasi jangka pendek

2. Sebagai cara lindung nilai dalam menghilangkan resiko

3. Informasi harga yaitu mencari atau memberi informasi tentang harga barang komoditi
tertentu dikemudian hari

4. Fungsi spekulatif

5. Membuat fungsi manajemen produksi berjalan dengan baik da efisien

6. Untuk melakukan pencegahan gejolak harga pasar yang ekstrim terhadap underlying
assets.

B. Interest rate swap

Interest rate swap adalah currency swap dari sejumlah mata uang atau valas yang
sama, tetapi yang satu dengan tingkat bunga yang tetap (fixed), sedangkan yang satu lagi
dengan tingkat bunga mengambang (floating).

Masing-masing pihak yang terlibat akan dihadapkan pada ketidaksesuaian antara


bunga yang didapatkan dan bunga yang dibayarkan. Interest rate swap dapat digunakan
untuk mengatasi permasalahan ketidaksesuaian antara bunga yang dibayarkan dan yang
didapatkan.Sehingga nantinya masing-masing pihak menerima bunga mengambang dan
membayar bunga mengambang juga, atau sebaliknya menerima bunga tetap dan
membayar bunga tetap juga. Dalam interst rate swap, dua pihak yang terlibat saling
menyelamatkan dari risiko kerugian karena kenaikan bunga mengambang atau tetap.

Misalnya suatu bank A menginginkan utang dengan tingkat bunga mengambang


(floating rate), sedangkan suatu perusahaan menginginkan pinjaman dengan tingkat
bunga tetap (fixed rate). Diasumsikan bank A dapat meminjam dengan tingkat tetap
LIBOR yaitu 11,5% dan perusahaan B dapat meminjam dengan tingkat bunga
mengambang 14% atau 1% diatas LIBOR. Dalam hal ini bank A dan perusahaan B dapat
melakukan interest rate swap agreement. Bank A mengeluarkan utang senilai USD 50
milions dengan tingkat bunga tetap 11,5%. Perusahaan B mengeluarkan utang dengan
nilai yang sama USD 50 milions tetapi dengan tingkat bunga mengambang 1% diatas
LIBOR. Selanjutnya perusahaan mengeluarkan coupon payments kepada bank dengan
bunga 12%, sedangkan bank membayar dengan bunga LIBOR kepada perusahaan seperti
terlihat pada bagan dibawah ini.

• Net interest cost utang perusahaan B = (LIBOR +1%) + 12% - LIBOR = 13%

• Net interest cost bank A = 11,5% + LIBOR – 12% = LIBOR -0,5%

Dari tindakan interest rate swap diatas ternyata bank A dan perusahaan B mendapat
keuntungan berupa pengurangan biaya bunga pinjaman, yaitu sebagai berikut :

• Perusahaan B hanya membayar bunga 13% yang lebih rendah dari pada 14%

• Bank A hanya membayar bunga (LIBOR-0,5%) yang lebih murah dari pada LIBOR
Contoh interest rate swap

Perusahaan A dan B masing-masing dapat menerbitkan USD bond atau cp yang dibayar
setiap 6 bulan dengan tingkat bunga fixed dan floating sebagai berikut :

Firm A Firm B Difference (A-B)

Fixed rate 9% 10,5% -1,5%

Floating rate LIBOR + 0,0% LIBOR + 0,5% -0,5%

-1,0%
Dari data diatas dapat dilihat bahwa dari biaya bunga perusahaan A memiliki
absolut advantage dibanding perusahaan B baik untuk fixed maupun floating rate.
Namun dilihat dari comparative advantage ternyata perusahaan A memiliki comparative
advantage (interest cost comparative) pada fixed bond market sebesar 1,5% dibanding
perusahaan B. Sebaliknya perusahaan B memiliki comparative advantage (interest cost
comparative) pada floating bond market sebesar 0,5%.

Dari interest cost comparative diatas kita dapat melihat peluang bagi perusahaan
A dan B untuk memperoleh manfaat/keuntungan bersama berupa lower cost long term
financing melalui interest rate swap.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dalam prakteknya, swap merupakan kesepakatan untuk mengkombinasikan dua


bentuk transaksi dalam satu kesepakatan. Dua bentuk transaksi tersebut adalah transaksi
spot dan forward. Dimana kedua transaksi tersebut dikombinasikan untuk meminimalisir
risiko kerugian.

Dalam prakteknya transaksi swap terdiri dari currency swap dan interest rate swap.
Kedua bentuk transaksi swap tersebut mempunyai praktek yang berbeda, aplikasi yang
berbeda, dan penerapan pada situasi yang berbeda. Bahwasannya transaksi tersebut adalah
bagaimana menyatukan antara pihak yang satu dengan yang lainnya.

Fungsi dari currency swap yaitu:

1. Sebagai model investasi umumnya adalah investasi jangka pendek

2. Sebagai cara lindung nilai dalam menghilangkan resiko

3. Informasi harga yaitu mencari atau memberi informasi tentang harga barang komoditi
tertentu dikemudian hari
4. Fungsi spekulatif

5. Membuat fungsi manajemen produksi berjalan dengan baik dan efisien.

DAFTAR PUSTAKA

Choi,Frederick D.S. dan Gerhard G. Mueller.Akuntansi Internasional. Jakarta: Salemba


Empat. 1997.

Fahmi, Irham.Bank Dan Lembaga Keuangan Lainnya: Teori dan Aplikasi.(Bandung:


Alfabeta. 2014.

Hady, Hamdy Manajemen Keuangan Internasional. Jakarta: Mitra Wacana Media. 2016.

Soemitra, Andi.Bank dan Lembaga Keuangan Syariah. Jakarta: Kencana. 2010.

Yenni Mangoting.“Tinjauan Aspek Pajak Penghasilan Atas Transaksi Instrumen Keuangan


Derivatif SWAP” dalam Akuntansi dan Keuangan. Universitas Kristen Petra: Jurusan
Ekonomi Akuntansi Fakultas Ekonomi. vol. 5, No. 1/Mei 2003.

Zeinora, “Analisis Perbandingan Hedging, Swap Contract Dengan Option Contract Untuk
Meminimalisasi Kerugian Selisih Kurs Valas Dalam Pembayaran Hutang Import”
dalam JABE. Unindra: Pusat Kajian Ilmu Eonomi Unindra. vol. 2, No. 3/Maret 2016.

www.digilib.uinsby.ac.id diunduh pada 10 Desember 2016.

Anda mungkin juga menyukai