Anda di halaman 1dari 31

Kepemimpinan, Etos

Kerja Dan Keterampilan


Kerjasama Tim
Penerapan Kepemimpinan dan Keterampilan Kerjasama Tim
Minggu 1-2

Disusun oleh:
Capt. Suzdayan M.M.Tr., M.Mar
(2021)

CONTROLLING THE OPERATION OF THE SHIP AND CARE FOR PERSONS ON


Function
BOARD AT THE OPERATIONAL LEVEL

Competence APPLICATION LEADERSHIP & TEAM WORKING SKILLS

Ref STCW 1978


A-II/1, A-III/1 and A-III/6
Amd. 2010
Wk 1-2 Application Of Leadership And Teamworking Skills
Wk 3-5 Shipboard Personnel Management and Training
Wk 6-7 Related International Conventions and Recommendations, and National Legislation
Wk 8 Maritim Labour Convention - MLC 2006
Wk 9-10 Application Of Task And Workload Management
Wk 11-12 Effective Resource Management
Wk 13-14 Decision-Making Techniques

1
Bibliography
IMO & regulatory references
 International Convention on Standards of Training Certification
and Watchkeeping for Seafarers, 1978, as amended (2011 Edition)
 International Safety Management (ISM) Code and Guidelines on
the Implementation of the ISM Code (2010 Edition)
 MSC Circular 1014: Guidelines on Fatigue Mitigation and
Management
 MSC Res A 890(21) & Res A 955(23): Principles of Safe Manning &
Amendments

Bibliography
Text book of leadership and teamwork
 Lavery, H.I., Shipboard Operations. 2nd ed. London, Butterworth-Heinemann, 1990
 Weeks, F., Glover, A., Johnson, E. and Strevens P., Seaspeak Training Manual. Plymouth, Capt F. Weeks,
1992
 Jeffery, R (2007) Leadership Throughout. London: The Nautical Institute
 Maritime & Coastguard Agency (MCA) UK (2010) The Human Element: A Guide to the Human
Behaviour in the Shipping Industry. London, The Stationery Office
 Jones, S. & Glosling, J Nelson's Way: Leadership Lessons from the Great Commander. London; Nicholas
Brealey
 Kotter, J. (1990) A Force for Change: How Leadership Differs from Management. New York, The Free
Press
 A practical guide for leaders in the Maritime Industry, Human Element work by the MCA
 Beaty, David (1995) The Naked Pilot. Shrewsbury, Airlife Publishing
 Western, S. (2008) Leadership: A Critical Test. London, Sage
 Grint, K. (2005) Leadership: Limits and Possibilities. Basingstoke, Palgrave Macmillan
 Bass, B.M. (1990) Bass and Stodgill's Handbook of Leadership. Third Edition. London: The Free Press

2
Bibliography
Electronic media
 Situational Awareness etc: www.crewresourcemanagement.net
 How's Your Cheese: www.acsf.aero/attachments (pdf)
 Concepts of Leadership: www.nwlink.com/~donclark/leader/leadcon.
 International Maritime Organization: www.imo.org
 Measuring Outcomes: thelearningmanager.com/pubdownloads/developing
 Dale Carnegie's Golden Book: dalecarnegie.com
 Teamwork: en.wikipedia.org/wiki/Teamwork
 Situation Awareness: en.wikipedia.org/wiki/Situation_awareness
 Appraisal: en.wikipedia.org/wiki/Performance_appraisal
 Risk Assessment: www.ccohs.ca/oshanswers/hsprograms/risk_assessment
 Strategic Thinking – Appreciation: www.acumenmobile.com/papers
 TeacherVision: www.teachervision.fen.com/assessment/new-teacher/48353.html and other
TeacherVision sites dealing with different teaching and assessment topics
 Leadership and Teamwork: www.essaycom.com/course/chapter3.htm

TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Mendemonstrasikan pengetahuan dan pemahaman tentang
Manajemen dan pelatihan personel di atas kapal
2. Mendemonstrasikan pengetahuan dan pemahaman terkait dengan
Konvensi dan rekomendasi internasional dan peraturan perundangan
nasional.
3. Mendemonstrasikan pengetahuan dan pemahaman tentang Penerapan
manajemen tugas dan beban kerja.
4. Mendemonstrasikan pengetahuan dan pemahaman tentang
Manajemen sumber daya yang efektif.
5. Mendemonstrasikan pengetahuan dan pemahaman tentang Tehnik
pengambilan keputusan.

3
Minggu 1-2

KEPEMIMPINAN & KETERAMPILAN


KERJASAMA TIM
• Pendahuluan
• Penerapan Kepemimpinan dan Keterampilan Kerjasama Tim

Open discuss

4
Organisasi
Secara umum, pengertian organisasi adalah suatu kelompok orang
dalam sebuah wadah yang digunakan untuk mewujudkan tujuan
bersama.
Tujuan organisasi adalah untuk merealisasikan keinginan atau harapan
dan cita-cita bersama para anggota organisasi atau kelompok.
Ciri-ciri Organisasi:
 Memiliki anggota atau sekelompok orang di dalamnya yang berjumlah 2 orang
atau lebih.
 Memiliki suatu tujuan yang akan dicapai bersama.
 Mempunyai bentuk struktur organisasi
 Memiliki pembagian tugas setiap individu dalam organisasi
 Mempunyai peraturan yang mengatur segala hal untuk kepentingan organisasi

Organisasi
Pengorganisasian adalah: keseluruhan proses pengelompokan
orang-orang, alat-alat, tugas, tanggungjawab dan wewenang
sedemikian rupa, sehingga tercipta suatu organisasi yang dapat
digerakkan sebagai suatu kesatuan dalam rangka mencapai tujuan.
Pengorganisasian merupakan langkah pertama ke arah
pelaksanaan rencana yang disusun dan ini menghasilkan suatu
organisasi.
Struktur organisasi merupakan suatu kerangka yang
menunjukkan seluruh kegiatan-kegiatan untuk mencapai tujuan
organisasi, hubungan antar fungsi-fungsi, serta wewenang dan
tanggung jawab.

5
Definisi Manajemen
George R. Terry:
 Manajemen adalah sebuah proses yang terdiri dari perencanaan,
pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan untuk mencapai tujuan yang
telah ditetapkan sebelumnya. Ini kemudian dikenal dengan Fungsi Manajemen.
Oey Liang Lee:
 Manajemen adalah ilmu dan seni untuk merencanakan, mengorganisasikan,
mengarahkan, mengkoordinasi serta mengawasi manusia dengan bantuan alat-
alat sehingga dapat mencapai tujuan
Mary Parker Foleot
 Manajemen sebagai sebuah seni untuk menyelesaikan pekerjaan melalui orang
lain.
Lawrence A. Aplley
 Manajemen adalah sebuah keahlian yang dimiliki oleh seseorang untuk
menggerakkan orang lain agar mau menyelesaikan sesuatu

Definisi Manajemen
James A.F. Stoner:
 Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan
usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber saya organisasi lainnya
agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
John M. Dfiffner:
 Manajemen adalah berkenan dengan pertimbangan daripada individu-individu dan
fungsi-fungsi ini untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu.
DR. S.P. Siagian MPA:
 Manajemen adalah kemampuan atau keterampilan untuk memperoleh sesuatu hasil
dalam rangka pencapaian tujuan melalui kegiatan-kegiatan orang lain.
ALBERT LEPAWSKY
 “MANAJEMEN ADALAH TENAGA/KEKUATAN YANG MEMIMPIN MEMBERI PETUNJUK &
BIMBINGAN SUATU ORGANISASI DALAM MENCAPAI SUATU TUJUAN YANG TELAH
DITENTUKAN TERLEBIH DAHULU.

6
Definisi Kepemimpinan (Leadership)
 Kepemimpinan adalah suatu proses dalam bentuk tindakan yang
mempengaruhi kegiatan suatu organisasi dalam usaha terhadap
penetapan tujuan dan pencapaian tujuan.
 Kepemimpinan adalah kemampuan untuk menjelaskan secara
gamblang tentang visi, mewujudkan nilai-nilai dan menciptakan
suatu lingkungan dalam suatu organisasi yang mana tujuan bisa
dicapai.
 Kepemimpinan adalah suatu proses pemahaman terhadap apa
yang dilakukan bersama sehingga orang lain memahami dan
melaksanakannya.

Berbagai Tipe Kepemimpinan


1. Kepemimpinan Otokrasi (Autocratic leadership)
 Kepemimpinan Otokrasi melakukan kontrol, dan memberitahukan karyawan atau
pengikutnya, apa dan bagaimana cara melaksanakan segala sesuatu. Apabila dilakukan
terus menerus, ini akan mengakibatkan hilang kepercayaan, dan menghalangi mereka
berpikir kreatif dan mengambil resiko, serta karyawan ketakutan menyampaikan
pendapat yang kritis.
 Dengan kata lain, Kepemimpinan Otokrasi sangat jelas menginginkan apa yang harus
dikerjakan oleh pengikut atau anggotanya.
 Ini sangat baik di aplikasikan untuk situasi pengambilan keputusan dalam waktu yang
mendesak, atau ketika pemimpin mempunyai pengetahuan yang lebih dalam
kelompoknya.
2. Kepemimpinan Birokrasi (Bureaucratic leadership)
 Pemimpin Birokrasi bekerja dengan mengikuti peraturan dan prosedur. Gaya
kepemimpinan ini sesuai untuk pekerjaan di lingkungan yang berisiko tinggi, seperti,
pekerjaan di permesinan, penanganan muatan berbahaya atau kerja di ketinggian.
 Kekurangan dari gaya kepemimpinan ini adalah tidak efektif di organisasi yang
mengandalkan fleksibilitas, kreativitas atau inovasi.

7
Berbagai Tipe Kepemimpinan
3. Kepemimpinan Kharismatik (Charismatic leadership)
 Seorang pemimpin kharistmatik memberikan inspirasi yang kuat dan menghasilkan energi
untuk memimpin yang lain terus maju. Secara umum, banyak orang cenderung mengikuti tipe
pemimpin seperti ini.
 Bagaimanapun, resiko dari gaya kepemimpinan kharistmatik adalah timbul rasa-percaya diri
dan sentralisasi yang mengakibatkan pengikutnya percaya bahwa semua keberhasilan yang
dicapai karena pemimpin. Seorang pemimpin kharismatik memegang tanggungjawab yang
berat.
4. Kepemimpinan Demokratis atau Partisipasi (Democratic or participative
leadership)
 Tipe pemimpin ini adalah mengajak para anggotanya berpatisipasi dalam pengambilan
keputusan, walaupun pemimpin yang memegang tanggungjawab untuk keputusan akhirnya.
 Para anggota bisa merasakan terlibat dan merasa dihargai dan membangun setiap individu
lebih percaya diri. Tentu saja ini akan perlu waktu dalam menghasilkan keputusan.
 Kerugian dari gaya kepemimpinan ini adalah pemimpin tipe ini terlihat tidak tegas, bimbang,
tidak pasti atau tidak berkeinginan membuat suatu keputusan.
 Serta dalam membuat keputusan akan memakan waktu yang panjang.

Berbagai Tipe Kepemimpinan


5. Kepemimpinan Bebas (The laissez-faire leadership)
 Dari bahasa Perancis , dibaca lee se fer, yang secara harafiah berarti mengizinkan bebas.
 Pemimpin mengambil tempat dibelakang, membiarkan pengikutnya membuat keputusan
sendiri dan memberikan kebebasan dalam bekerja dengan cara sendiri yang dianggap
terbaik.
 Gaya ini bisa diterapkan jika menjadi pemimpin orang-orang yang sudah ahli dan
memberikan kemudahan dalam kreativitas.
 Tapi gaya kepemimpinan ini bisa menyebabkan kekurangan petunjuk, kurang tepat
dalam menentukan hal yang mendesak.
6. Kepemimpinan Berorientasi Tugas (A task oriented leadership)
 Pemimpin fokus pada tugas yang ditangani dan semua prosedur penting diikuti.
 Gaya kepemimpinan ini kurang dalam kepedulian terhadap anggotanya dan lebih
perhatian ke solusi operasional untuk mencapai tujuan.
 Kerugian gaya kepemimpinan ini adalah berkurang motivasi bawahan akibat merasa
mati kutu karena diperiksa semua aspek dari pekerjaan.

8
Berbagai Tipe Kepemimpinan
7. Kepemimpinan Berorientasi Orang (People-oriented or relation-oriented
leadership)
 Pemimpin tipe ini memahami pentingnya setiap tugasnya, tapi juga menggunakan waktu
dengan sangat baik dalam setiap rapat / pertemuan dengan para karyawan.
 Meluangkan waktu secara individu dengan karyawan untuk mendengar kekuatan dan
kelemahan karyawan.
 Kemungkinan kerugian dari gaya pemimpin ini adalah jika karyawan memikul terlalu banyak
tanggungjawab tanpa bimbingan manajemen bisa kewalahan dalam membuat keputusan
8. Kepemimpinan Transaksional
 Gaya kepemimpinan ini dimulai dari ide bahwa anggota tim setuju untuk mematuhi
pemimpinnya apabila mereka menerima tugas.
 Transaksi tersebut biasanya menyertakan organisasi akan menugaskan kepada anggota tim
berdasarkan usaha (kapabilitas) dan kepatutannya.
 Pemimpin memiliki hak untuk menghukum anggota tim apabila pekerjaan mereka tidak
memenuhi standar yang layak.
 Hubungan pekerjaan minimalis yang dihasilkan di antara atasan dan bawahan berdasarkan
transaksi ini (usaha untuk membayar).

Peranan kepemimpinan
• Tiap organisasi yang memerlukan kerjasama antar manusia
• Dalam tingkatan ilmiah kepemimpinan itu disandarkan kepada pengalaman intuisi, dan
kecakapan praktis.
• Kepemimpinan itu dipandang sebagai pembawaan seseorang sebagai anugerah Tuhan.
Karena itu dicarilah orang yang mempunyai sifat-sifat istimewa yang dipandang sebagai
syarat suksesnya seorang pemimpin.
• Dalam tingkatan ilmiah kepemimpinan dipandang sebagai suatu fungsi, bukan sebagai
kedudukan atau pembawaan pribadi seseorang. Maka diadakanlah suatu analisis tentang
unsur-unsur dan fungsi yang dapat menjelaskan kepada kita, syarat-syarat apa yang
diperlukan agar pemimpin dapat bekerja secara efektif dalam situasi yang berbeda-beda.
• Pandangan baru ini membawa pembahasan besar. Cara bekerja dan sikap seorang pemimpin
yang dipelajari.
• Konsepsi baru tentang kepemimpinan melahirkan peranan baru yang harus dimainkan oleh
seorang pemimpin.
• Titik berat beralihkan dari pemimpin sebagai orang yang membuat rencana, berpikir dan
mengambil tanggung jawab untuk kelompok serta memberikan arah kepada orang-orang lain

9
Peranan kepemimpinan
• Fungsi yang utama adalah membantu kelompok untuk belajar
memutuskan dan bekerja secara lebih efisien dalam peranannya
antara lain sbb:
Pemimpin membantu akan terciptanya suatu iklim yang baik.
Pemimpin membantu kelompok dalam menetapkan prosedur-prosedur
kerja.
Pemimpin membantu kelompok untuk mengorganisasi diri.
Pemimpin bertanggung jawab dalam mengambil keputusan dalam
kelompok.
Pemimpin memberi kesempatan kepada kelompok untuk belajar dari
pengalaman.

Gaya kepemimpinan dan Keselamatan Kapal


Gaya kepemimpinan Otokratis
 Gaya Kepemimpinan Otokratis; adalah pendekatan klasik, dimana pemimpin sebagai pemegang kuasa dan
berwenang membuat keputusan. Pemimpin tidak konsultasi kepada anggota team, siapapun tidak
diperbolehkan memberikan saran (input). Pemimpin meminta kepada seluruh team untuk patuh dan taat
tanpa mendapat apapun penjelasan.
 Oleh karena itu, Pemimpin Otokratis :
 Mengandalkan ancaman dan hukuman untuk mempengaruhi team;
 Tidak percaya kepada anggota team;
 Tidak bisa menerima masukan (input)
 Kadang gaya pemimpin Otokratis ini bagus dan bisa efektif di situasi; jika crew member baru naik kapal
dan belum familiar dengan kapal dan tidak tahu tugas dan prosedur yang ada di kapal. Hal berikut bisa di
lakukan, antara lain;
 Untuk keberhasilan suatu operasi perlu di sediakan supervisi (pengawas) yang mengawasi dengan detil perintah dan
instruksi;
 Anggota crew yang tidak respon terhadap gaya kepemimpinan lainnya;
 Suatu keputusan perlu di lakukan dalam periode waktu yang sangat singkat (segera);
 Crew dengan multi-kultur (berbagai budaya) dan pemimpin ditantang (challenge) oleh salah seorang anggota crew.
 Bagaimanapun, pemimpin yang mengadopsi gaya ini harus tahu situasi kapan gaya Otokratis TIDAK
dipakai, misalnya; ketika crew sedang tegang (emosional), sedang ketakutan atau benci, crew ingin
didengar pendapatnya, atau ketika crew mulai sangat tergantung terhadap pemimpin untuk semua
keputusannya.

10
Gaya kepemimpinan dan Keselamatan Kapal
Gaya kepemimpinan Birokratis
Birokratis, adalah pemimpin membuat segalanya seperti yang
tercantum dalam “manual” atau mengikuti prosedur yang ada dengan
ketat. Apabila tidak ada dalam prosedur atau kebijakan, pemimpin ini
akan merujuk keputusan kepada level diatasnya.
Tipe pemimpin seperti ini terbukti sangat efektif dalam situasi;
 Crew melakukan tugas-tugas rutin;
 Crew perlu pemahaman prosedur atau standarisasi tertentu;
 Crew yang bekerja dengan material berbahaya (dangerous) atau penuh resiko
(hazardous) atau peralatan yang sensitif;
 Pelaksanaan pelatihan (training) keselamatan atau Keamanan;
Gaya kepemimpinan ini menjadi tidak efektif, ketika;
 Crew kehilangan minat dalam pekerjaan mereka
 Crew hanya mengerjakan apa yang diperintahkan (expected) tidak lebih.

Gaya kepemimpinan dan Keselamatan Kapal


Gaya kepemimpinan Demokratis
Gaya kepemimpinan Demokratis disebut juga gaya Partisipasi dan
mempunyai karakteristik dengan melibatkan crew member dalam
perencanaan dan pelaksanaan operasi;
 Menanyakan sebelum menceritakan, menghargai saran dan diskusi dengan team;
 Mengedepankan kerjasama team, mendorong partisipasi dan kebijaksanaan dari
perwakilan, tapi
 Tidak pernah melupakan tanggungjawabnya sebagai pimpinan;
Gaya Demokratis ini efektif ketika:
 Waktu operasional tidak terbatas;
 Crew member mempunyai keahlian atau pengetahuan yang cukup baik;
 Pimpinan sangat familiar dengan operasional dan ingin membentuk team yang kuat;
 Crew termotivasi dan muncul rasa team untuk menambah lagi pencapaian.
Gaya Demokratis ini menjadi Tidak efektif, ketika:
 Crew member kurang terampil dan pengetahuan;
 Kehilangan motivasi;
 Keadaan konflik diantara crew member

11
Gaya kepemimpinan dan Keselamatan Kapal
Gaya kepemimpinan Laissez-faire
Kepemimpinan Laissez-faire, dikenal dengan gaya pemimpin berlepas tangan
(hands-off), pemimpin hanya sedikit atau sama sekali tidak ada memberikan
arahan. Tapi memberikan kebebasan sebanyak mungkin kepada crew. Semua
wewenang diberikan kepada team dan team harus menetapkan tujuan,
membuat keputusan dan memecahkan permasalahan sendiri.
Gaya kepemimpinan ini terbukti efektif dalam situasi:
 Crew sangat terampil dan berpengalaman;
 Crew bangga dengan pekerjaannya;
 Crew bisa dipercayai dan pengalaman.
Sebaliknya gaya kepemimpinan ini menjadi tidak efektif, ketika:
 itu membuat crew merasa tidak aman dibawah komando pimpinan;
 pimpinan tidak bisa memberikan umpan balik;
 pimpinan tidak bisa berterimakasih kepada team atas kerja baik mereka;
 pimpinan tidak mengerti tanggungjawabnya dan berharap team bisa melindunginya

Unsur Manusia di atas Kapal


IMO Resolusi
Resolusi IMO A. 947 (23) tentang Visi Unsur Manusia, Prinsip dan
Tujuan Organisasi – mengakui
 "perlu meningkatkan perhatian pada manusia terkait dengan pengoperasian
kapal secara aman dan kebutuhan untuk mencapai dan mempertahankan
standarisasi yang tinggi bagi keselamatan, keamanan, dan perlindungan
lingkungan dengan tujuan untuk mengurangi secara signifikan korban maritim";
Human element atau Unsur manusia, dapat diartikan adalah apapun
yang mempengaruhi interaksi Manusia dengan manusia lainnya, sistim
atau mesin diatas kapal.
Unsur manusia ini ada sejak dahulu kala, tapi manusia, sistem dan
mesin mengalami perubahan, tidak hanya dengan adanya teknologi
baru, tapi juga dikarenakan pengurangan tenaga manusia untuk
mengurangi biaya operasional harian dan crew multi-nasional, multi-
kultur dan multi-bahasa

12
Unsur Manusia di atas Kapal
Keragaman budaya, Nilai yang dianut dan Multinasional Krew
Keberagaman lintas budaya lazim terjadi dalam industri awak kapal,
bahkan berdampak langsung terhadap kehidupan dan kondisi kerja
diatas kapal, sepanjang komunikasi kapal dengan personel darat
berjalan dengan baik.
Penelitian oleh Dewan Penelitian Sosial (Economic and Social Research
Council) menunjukkan bahwa hampir 2/3 dari armada kapal dagang
dunia telah mengadopsi kru multinasional, ditemukan mereka
bekerjasama secara efektif dengan kondisi dan dukungan dari
perusahaan. Tidak ada indikasi bahwa kewarganegaraan berkorelasi
dengan kepemimpinan atau inisiatif.
Masalah utama pelaut bekerja yang dengan awak multinasional adalah
yang berhubungan dengan komunikasi dan khususnya aspek
komunikasi sosial.

Unsur Manusia di atas Kapal


Keragaman budaya, Nilai yang dianut dan Multinasional Krew
Data yang ada menunjukkan bahwa sikap Nakhoda adalah faktor terpenting
yang mempengaruhi semangat dan kebahagiaan kru kapal. Nakhoda bisa
secara aktif mendorong kegiatan rekreasi dikapal seperti perayaan ulang
tahun, barbekiu, Dart, teknis meja, permainan kartu dll. Beberapa kapal
memiliki fasilitas, di mana pelaut dapat bermain basket, berlatih tenis atau
teknik golf, bermain musik, bernyanyi karaoke atau berolahraga di gym.
Hari libur nasional terlepas dari negara harus dirayakan. Acara olahraga
harus didorong. Akses ke jaringan internet untuk berselancar di media sosial,
surat kabar nasional untuk pelaut secara teratur dikirimkan ke kapal.
Para awak kapal harus didorong untuk peka terhadap selera masing-masing
dalam makanan, musik dan seni dan juga menjadi perhatian terhadap
kebutuhan satu sama lain.
Kapal perlu pelaut yang bagus, mempunyai kualifikasi dan punya motivasi
untuk mengoperasikan kapal dengan bagus

13
Unsur Manusia di atas Kapal
Kebutuhan dasar Pikiran, Tubuh dan Semangat
1. Kompetensi (Competence). Level kompetensi pelaut tidak hanya tergantung dari
Diklat yang baik dan efektif, tapi juga kecerdasan – yaitu mampu menyerap ilmu
dan memahami pokok persoalan – dan keterampilan dan kecakapannya.
2. Etika atau Sikap (Attitude). Sikap pelaut terhadap pendidikan dan pelatihan
dikendalikan oleh kemampuan mental, intelijensia, personaliti, karakter dan
sensitifitas. Kuncinya adalah kesadaran sendiri dan evaluasi mandiri.
3. Motivasi (Motivation). Dikendalikan oleh komunikasi yang baik, arahan,
kerjasama team, pemberdayaan dan pembangunan karakter untuk
mempersiapkan pelaut dengan pemahaman kepemimpinan, bekerjasama secara
harmonis dan mampu beradaptasi.
4. Gaya Hidup Bahagia dan Sehat (Happy & healthy lifestyle). Suatu gaya hidup
yang bahagia dan sehat melalui dorongan melakukan diet seimbang, makanan
higienis, latihan kebugaran, istirahat dan rekreasi, selain itu dengan melakukan
pemeriksaan kesehatan secara berkala termasuk test Drug dan Alkohol, semua itu
untuk memastikan pelaut punya energi, kemampuan dan stamina untuk bisa
melaksanakan pekerjaannya.

Unsur Manusia di atas Kapal


Kebutuhan dasar Pikiran, Tubuh dan Semangat
5. Lingkungan yang aman dan terjamin (Safe & secure working
environment). Ergonomi yang baik, Good ergonomics, praktek kerja
selamat, menyediakan peralatan perlindungan diri, akan membawa
ke kultur keselamatan yang lebih baik dan kesadaran akan keamanan
yang lebih besar.
6. Aktualisasi Diri (Self actualization). Etika pribadi, hati nurani,
integrasi budaya dan kepemimpinan, bersamaan dengan pengawasan
yang tepat dan upah yang cukup bisa menghasilkan rasa bangga ,
perasaan yakin, kepercayaan, harapan, realisasi, rasa memiliki,
penghargaan, persahabatan, rasa aman.
7. Nilai-nilai Moral (Moral values). Nilai moral sama pentingnya;
suatu kesadaran dari kepercayaan, persamaan dengan keyakinan dan
disiplin diri akan membawa ke arah kesadaran kultur.

14
Keterampilan Kerjasama Tim
Keterampilan kerjasama tim adalah: kualitas dan kemampuan
seseorang melakukan suatu pekerjaan dengan baik bersama orang
lain untuk tujuan yang sama.
Keterampilan kerjasama tim tergantung dari:
 Kemampuan seseorang berkomunikasi dengan baik;
 Bisa ‘mendengarkan’ secara aktif;
 Bertanggungjawab;
 Kejujuran;
 Empati;
 Kolaborasi;
 Kesadaran;

Faktor Keterampilan Kerjasama:


Kemampuan seseorang berkomunikasi dengan baik
Kemampuan berkomunikasi adalah keterampilan seseorang
ketika memberi dan menerima suatu informasi.
Penyampaian informasi:
 Verbal: berkomunikasi secara lisan dengan bahasa yang saling dimengerti
 Non Verbal: berkomunikasi menggunakan bahasa tubuh, ekspresi wajah
dan intonasi suara.
 Tulisan: berkomunikasi dengan bahasa yang ditulis, simbol-simbol dan
angka-angka.

15
Faktor Keterampilan Kerjasama:
Kemampuan ‘mendengarkan’ secara aktif
Pengertian mendengarkan secara aktif adalah berusaha untuk fokus
mendengarkan apa yang disampaikan orang lain, memahami jalan
pikiran dan ide2, termasuk memahami perasaan.
 Baik secara verbal dan non verbal.
 Perhatian terhadap apa yang disampaikan.
 Dengar dan biarkan seseorang menyelesaikan pembicaraan (jangan nyolot
apalagi nge-gass).
Manfaat mendengarkan secara aktif:
 Membangun kepercayaan
 Mengidentifikasi masalah dan solusinya
 Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman suatu topik yang dibicarakan
 Menghindari salah informasi

Faktor Keterampilan Kerjasama:


Bertanggungjawab
Dalam suatu kerjasama tim, penting bagi setiap orang memahami
dan mengerti tugas dan tanggungjawab masing-masing.
Harus berusaha menyelesaikan tugas sesuai dengan yang
diharapkan atau yang telah ditetapkan

16
Faktor Keterampilan Kerjasama:
Kejujuran
Yang dimaksud adalah kejujuran dan keterbukaan dalam suatu
pekerjaan yang tidak terselesaikan.
Misalnya ketika tidak selesai mengerjakan suatu tugas pada
waktunya akibat sesuatu hal, harus dijelaskan mengapa dan apa
penyebabnya.
Tanpa keterbukaan akan menyulitkan tim membangun
kepercayaan dan kerjasama tim akan gagal

Faktor Keterampilan Kerjasama:


Empati
Empati menurut para ahli sbb:
 Thomas F. Mader dan Diane C. Mader, Empati merupakan kemampuan yang dimiliki
seseorang untuk berbagi perasaan yang memiliki landasan berupa kepedulian.
 Baron dan Byrne dalam buku Psikologi sosial pengertian empati adalah kemampuan
untuk merasakan keadaan emosional orang lain, merasakan simpatik dan mencoba
menyelesaikan masalah, dan mengambil perspektif orang lain.
 Daniel Goleman dalam bukunya Emotional Intelligence menyatakan bahwa pada
dasarnya empati adalah kemampuan untuk mengerti emosi-emosi yang dirasakan orang
lain.
Manfaat empati:
 Meningkatkan kerjasama tim dan melakukan sesuatu secara efektif.
 Meningkatkan kepercayaan diri.
 Menciptakan perasaan positif yang akan diingat dalam jangka panjang
 Memiliki pola pikir yang lebih luas

17
Faktor Keterampilan Kerjasama:
Kolaborasi
Kolaborasi merupakan proses partisipasi sekelompok orang, dan
atau organisasi yang bekerja sama untuk mencapai hasil yang
diinginkan.
Kerjasama tim itu adalah kumpulan individu-individu dengan
beragam kemampuan dan keahlian yang berkerja bersama untuk
tujuan bersama.

Faktor Keterampilan Kerjasama:


Kesadaran
Mampu menyadari bahwa suatu tim itu dinamis.
Menyadari bahwa setiap orang berbeda karakter; termasuk ide,
pendapat, emosional, dll.
Contoh: seseorang yang mendominasi pembicaraan dan tidak
memberi kesempatan orang lain.
 Menetralisir keadaan sehingga setiap orang punya kontribusi yang sama
 Memberikan kesempatan kepada anggota tim lainnya yang mungkin malu
menyampaikan ide dan pendapatnya.

18
Illustrasi Kerjasama Team di kapal

Kepemimpinan Melalui Manajemen


Tim Anjungan
Konsep Bridge Team Management kita perlu dipahami bahwa dalam
pelaksanaannya adalah bagaimana suatu Pelayaran dilakukan dengan selamat
(safety) tidak peduli siapapun penanggungjawab (person in charge) yang
melakukan dinas jaga.
Secara umum dikatakan bahwa Bridge Team Management adalah
implementasi cara kerja yang harus dilakukan berdasarkan standar ber-
navigasi yang di tentukan oleh Maritime Organizations. Maksudnya adalah
semua personel yang terlibat harus menggunakan cara terbaik dari semua
sumber daya manusia dan material yang ada di atas kapal dalam mencapai
tujuan yang telah ditetapkan
Bridge Team Management adalah menunjukkan bahwa cara berlayar harus di
organisir dalam kondisi yang selamat (safety) siapapun orangnya.
System elektronik untuk navigasi dan perlengkapan modern lainnya saat ini
adalah sebagai pengganti pekerjaan yang bisa dilakukan oleh manusia, tapi di
waktu bersamaan semua peralatan modern tersebut memerlukan personel
dengan standarisasi pelatihan untuk bernavigasi.

19
Kepemimpinan Melalui Manajemen
Tim Anjungan
Konsep Bridge Team Management secara tidak langsung
menyatakan semua member mempunyai tugas sebagai pemimpin,
bukan hanya satu orang. Karena itu setiap anggota team harus
mempunyai pengetahuan teknis dan administrasi yang berkualitas.
Apabila seorang pemimpin tidak siap menggunakan fungsi
kepemimpinannya, maka crew akan mencari pemimpin lainnya, dan
situasi ini membawa gangguan kepada wewenang Captain.
Dilain sisi, perusahaan juga yang mendapat implikasi yang secara
management sudah menetapkan Captain sebagai pemimpin umum
diatas kapal

Kepemimpinan Melalui Manajemen


Tim Anjungan
Captain bisa membuat gaya kepemimpinan sendiri yang sesuai, tapi ada
beberapa unsur umum terhadap semua gaya kepemimpinan yang
membantu memberi kesan hebat:
 Percaya diri atas keputusan dan Tindakan yang sudah diambil;
 Mengakui kesalahan jika terbukti;
 Menunjukkan respek kepada orang lain;
 Mendapatkan respek atas keberhasilan yang dicapai.
Kewenangan diatas kapal bisa terganggu, jika Captain menggunakan
kekuasaan dengan;
 Memaksakan crew untuk respek;
 Mengancam menggunakan posisinya;
 Menolak bekerjasama dengan sebagian crew;
 Terlalu banyak intervensi (mengganggu) segala kegiatan diatas kapal;
 Mengabaikan perintah dan petunjuk perusahaan.

20
Kepemimpinan Melalui Manajemen
Tim Anjungan
Suatu manajemen navigasi yang efisien dimulai dari pemimpin (Captain) yang berarti
memanfaatkan sumber daya yang tersedia dengan cara yang benar dan melakukan
komunikasi yang baik dalam team anjungan (bridge team). Para perwira yunior
seringkali merasa tidak enak jika harus memanggil Captain ke anjungan.
Bagaimanapun juga, Captain harus sesegera mungkin di beritahu jika berkembang
situasi yang berbahaya, sebab dia lebih suka membantu mencari solusi bagi perwira
dinas jaga.
Captain bertambah yakin kepada perwira dinas jaga yang menunjukkan keinginannya
untuk memanggilnya dari pada perwira yang membiarkan situasi berbahaya menjadi
tambah buruk. Dengan memanggil Captain ke anjungan, maka perwira jaga bisa
belajar dari pengalaman Captain yang dating naik ke anjungan.
Perwira jaga sudah seharusnya untuk memanggil Captain lebih awal dan ini harus
menjadi prinsip setiap waktu. Captain bertanggungjawab atas keselamatan dan
efisiensi operasional kapal dan Captain seorang navigator yang berpengalaman di
kapal dan mungkin pernah mengalami situasi seperti itu sebelumnya. Perwira jaga
harus mematuhi perintahnya dan tetap memberitahu perkembangan situasi dan harus
menanyakan tentang kejadian yang tidak normal atau berpotensi berbahaya

Kepemimpinan Melalui Manajemen


Tim Anjungan
Kehadiran Captain di anjungan tidak membebaskan tanggungjawab perwira jaga
sampai dengan Captain secara formal mengambil alih tanggungjawab. Untuk
menghindari keragu-raguan, perwira jaga HARUS menganggap dirinya
bertanggungjawab dalam dinas jaga sampai Captain secara formal menggantikan nya.
Walaupun ada Captain di anjungan, perwira jaga jangan ragu-ragu mengambil
tindakan segera untuk keselamatan kapal jika diperlukan.
Jumlah anggota anjungan ditentukan oleh Captain. Untuk menentukan komponen
team anjungan mempertimbangkan faktor antara lain;
1. jarak pandang, kondisi laut, kondisi cuaca;
2. kepadatan lalulintas perairan dan lain-lain;
3. perhatian lebih ketika berlayar di areal Jalur pemisah lalulintas (TSS/Traffic Separation
Scheme) atau area control lalulintas kapal (VTS);
4. kegiatan ekstra yang terganggu akibat karakteristik kapal;
5. kualitas dan pengalaman perwira jaga;
6. aktivitas kapal saat itu, termasuk antisipasi komunikasi radio;
7. kemampuan maneuver kapal, ukuran dan dimensi kapal dan pengamatan cakrawala dari
anjungan.

21
Kepemimpinan Melalui Manajemen
Tim Anjungan
Perbedaan kultur (budaya) menunjukkan bahwa komunikasi hal yang
mendasar dan termasuk perkembangan kemampuan saling memahami
antara negara yang berbeda. Perbedaan ini menjadi lebih terlihat apabila
kita berhubungan langsung dengan orang-orang dari berbagai negara.
Situasi ini akan sering ditemui diatas kapal dengan crew multinasional.
Seorang pemimpin yang bagus (Captain) tahu bagaimana mengatasi
kesulitan yang muncul dari crew dengan perbedaan kultur (budaya) yang
bekerja bersama. Dia pertama harus mencoba memahami setiap budaya
yang ada di atas kapalnya dan menciptakan perekat. Apa yang pantas di
satu budaya belum tentu pantas di budaya lainnya. Kesalahpahaman yang
disebabkan oleh perbedaan kultur terlihat ketika seseorang memaksakan
pandangannya kepada orang lain dengan kultur dan prinsip berbeda.

Kepemimpinan Melalui Manajemen


Tim Anjungan
Tanpa pengetahuan karakteristik budaya orang lain sangat diperlukan
pendekatan yang diplomatis dari aspek -yang berkaitan dengan budaya
sendiri. Setiap orang mengembangkan dirinya sesuai dengan budaya
masing-masing, oleh karena itu setiap kali ada interaksi budaya lain
diatas kapal, maka Captain, pertama kali harus menemukan kultural
(budaya) yang sama dan mencari jawaban perbedaan yang ada.
Captain harus mempertimbangkan juga jika dia berjumpa yang sama
budaya-nya. Dia harus menganggap ada resiko yang mana tindakannya
bisa di mendapat respon negatif dari yang lain. Demikian juga ini berlaku
bagi crew, yang merasa aman dalam budaya yang sama. Pertumbuhan
kesadaran berbudaya dengan maksud mengamati aspek-aspek positip
yang muncul dari dalam perbedaan budaya.
Perbedaan kebudayaan bisa mewakili satu sumber permasalahan bagi
seorang pemimpin (Captain) khususnya dalam satu bidang seperti
maritime, dimana ada kebutuhan yang konstan untuk bekerjasama

22
Tugas 01
1. Gambarkan struktur organisasi di kapal niaga.
2. Jelaskan tugas pokok dari setiap jabatan dalam struktur
organisasi di atas kapal niaga diatas.
3. Lihat gambar contoh ‘Illustrasi kerjasama team’ di atas kapal,
dan Jelaskan untuk gambar.1 dan gambar.2
a. Faktor keterampilan apa saja yang ada? Jelaskan alasannya !
b. Siapa yang menjadi pemimpin dari masing2 gambar?

Penerapan Kepemimpinan &


Keterampilan Kerjasama Tim
Melalui 10 Kualitas Inti Kepemimpinan

23
10 Kualitas Inti Kepemimpinan
Percaya diri dan Kewenangan
1. Tanamkan rasa hormat dan otoritas komando. Seorang pemimpin akan
dihargai dan wewenang komando jika pengikutnya percaya bahwa pemimpin mau
melatih kemampuan pribadinya, mempunyai pengetahuan dan kompetensi,
memahami situasi anggotanya dan peduli terhadap kesejahteraan. Mampu
berkomunikasi dengan jelas dan tampil percaya diri dan meyakinkan.
2. Pimpin tim dengan memberi contoh. Memimpin team dengan cara ini
menghasilkan: yaitu memberikan (1) contoh dan (2) menempatkan diri sebagai
bagian dari team.
3. Manfaatkan pengetahuan dan pengalaman. Pengetahuan dan pengalaman yang
sesuai adalah penting untuk kepemimpinan yang efektif. Ini khususnya terkait
keselamatan (safety), pengetahuan yang baik tentang peraturan keselamatan,
kodafikasi, pengalaman dan keterampilan teknis, isu-isu operasional dan
manajemen personel.
4. Tetap tenang dalam krisis. Ketenangan dalam situasi krisis adalah persyaratan
utama. Mempunyai rasa percaya diri dan percaya pada kemampuan crew, dan
mempersiapkan tindakan dalam keadaan darurat dengan pelatihan dan ikut hadir.

10 Kualitas Inti Kepemimpinan


Empati dan Pemahaman
5. Mampu menunjukkan empati yang kuat. Pemimpin yang punya empati
realistik kepada crew dan kepedulian yang sungguh-sungguh, tapi bukan
berarti selalu setuju dengan mereka. Maksudnya memberikan apa yang
dibutuhkan bukan apa yang mereka mau.
6. Peka terhadap budaya yang berbeda (cultures). Pemimpin yang baik
adalah yang sensitif terhadap perbedaan budaya norma dan
memperlakukan semua anggota crew adalah sama tanpa memandang
nasionalitas. Crew tahu perbedaan perlakuan tindakan, dan crew tahu
bagaimana bereaksi terhadap tekanan kuat yang berlebihan.
7. Mengenali keterbatasan crew. Pemimpin harus mengerti bagaimana
operasional dan hal lainnya yang harus dipenuhi oleh crew, menentukan
tingkat lelah (fatigue) dan mengambil tindakan yang sesuai bila diperlukan.
Kelelahan dan stress yang berlebihan memiliki efek buruk pada
keselamatan, dan merupakan salah satu faktor penyebab utama kesalahan
manusia dan buruknya pengambilan keputusan.

24
10 Kualitas Inti Kepemimpinan
Motivasi dan Komitmen
8. Menciptakan motivasi dan rasa komunitas. Manusia umumnya
termotivasi dengan rasa puas atau rasa percaya diri jika
menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan bila merasa menjadi
bagian dari team. Pemimpin punya peranan penting untuk
menciptakan lingkungan dan mendorong motivasi positif.
Menunjukkan respect kepada anggota adalah bagian dari
menciptakan motivasi. Semangat dan kebanggaan tim dalam
pekerjaan adalah kontributor utama bagi moral dari sebuah tim
9. Menempatkan keselamatan crew dan penumpang diatas
segalanya. Komitmen dari pemimpin adalah sangat penting untuk
keselamatan (safety). Pemimpin dikehendaki menunjukkan dengan
jelas komitmen terhadap keselamatan dengan tindakan nyata.
Nakhoda berkomitmen bahwa tekanan operasi tidak berkompromi
dengan keselamatan.

10 Kualitas Inti Kepemimpinan


Keterbukaan dan Kejelasan
10. Berkomunikasi dan mendengarkan dengan jelas. Komunikasi
yang jelas penting disemua level organisasi. Isu utama adalah
komunikasi dua arah, otorisasi yang seimbang dan kemampuan
melakukan pendekatan.

25
Dalam Penerapan
10 Kualitas Inti Kepemimpinan

Percaya Diri & Kewenangan


1. Tanamkan rasa hormat dan otoritas komando

KERJAKAN JANGAN
• Percaya diri pada keputusan yang • Gila hormat, meminta respek dari
sudah diambil dan lakukan. bawahan
• Jika yakin salah, akui kesalahan • Menggunakan wewenang atau
• Tunjukkan kepedulian dan posisi sebagai ancaman
respek kepada bawahan setiap • Tidak mau mendengarkan
hari • Mengabaikan manajemen
• Dapatkan respek dari tindakan perusahaan
• Coba mencapai pemahaman • Menyalahkan perusahaan akibat
manajemen kapal-darat dengan dari keputusan yang diambil
lebih baik

26
Percaya Diri & Kewenangan
2. Pimpin tim dengan memberi contoh

KERJAKAN JANGAN
Selalu ikuti peraturan setiap Melanggar peraturan tetapi
hari menerapkan hukuman yang
Terlihat memainkan peran keras terhadap bawahan yang
aktif, tidak hanya di belakang melanggar
layar Menghindari ‘ mengotori
Kadang-kadang terlihat tangan Anda' dengan tugas-
membantu dalam tugas-tugas tugas bawahan (takut kotor)
bawahan di mana perlu.

Percaya Diri & Kewenangan


3. Manfaatkan pengetahuan dan pengalaman

KERJAKAN JANGAN
Pertimbangkan kekuatan dan Hanya fokus dan konsentrasi
kelemahan keterampilan pada pengetahuan tehnis saja,
seperti; komunikasi, motivasi, dan mengabaikan perlunya
kerja tim, resolusi konflik, keterampilan mengelola
manajemen krisis, pembinaan personel.
dan penilaian, disiplin.
Anda tidak bisa ahli dalam
segala hal – jadi mintalah saran
kapan jika perlu.

27
Percaya Diri & Kewenangan
4. Tetap tenang dalam krisis

KERJAKAN JANGAN
Kembangkan pengetahuan Latihan tanggap darurat tidak
dan kepercayaan pada konsisten, kadang ada kadang
kemampuan krew ga ada.
Menerapkan kebijakan wajib Gagal dalam mengatasi
hadir dalam pelatihan tanggap permasalahan bahasa dalam
darurat dan latihan rencana tanggap darurat.
keselamatan.

Empati dan Pemahaman


5. Mampu menunjukkan empati yang kuat

KERJAKAN JANGAN
Dorong kru untuk memberikan Memutuskan untuk mendengarkan
umpan balik tentang situasi, apa yang orang katakan, tetapi
perasaan dan motivasi, baik dalam kemudian mengambil keputusan
situasi sehari-hari maupun secara yang berbeda tanpa pembuktian
formal dalam yang sudah jelas atas apa yang Anda dengar dan
dijadwalkan pahami.
Ringkas umpan balik yang Lebih menekankan 'mendengarkan'
menunjukkan pemahaman, dengan mengorbankan
kemudian jelaskan kesimpulan 'pengambilan keputusan’ ini dapat
Anda dan tindakan yang diinginkan. menyebabkan hilangnya rasa
Juga jelaskan dengan ilustrasi hormat dan otoritas
mengapa Anda mengambil tindakan
tersebut

28
Empati dan Pemahaman
6. Peka terhadap budaya yang berbeda(cultures)

KERJAKAN JANGAN
Pastikan menggunakan bahasa Melakukan penilaian atas dasar
kerja yang sama di kapal dan krew perbedaan kebangsaan.
sudah dilatih dalam hal bahasa. Berlebihan dalam 'kebenaran
Hindari isu politik yang sedang politik’ yang berurusan dengan
berkembang disuatu negara orang yang berbeda kebangsaan,
Pelajari karakter khas perilaku dari sehingga komunikasi menjadi
suatu negara dipaksakan dan terasa tidak wajar
Berusaha membangun kepercayaan,
keakraban dan kebersamaan
melalui kegiatan di kapal

Empati dan Pemahaman


7. Mengenali keterbatasan crew

KERJAKAN JANGAN
Pantau dan waspada terhadap Percaya sepenuhnya kepada krew
tanda-tanda kelelahan yang yang mengatakan menderita
berlebihan pada krew kelelahan yang berlebihan
Pastikan bahwa jam kerja diawasi Menerima bahwa tingkat kelelahan
dan dicatat secara memadai yang tinggi adalah sesuatu hal yang
Dalam hal kasus masalah berulang, masih dapat diterima.
diskusikan solusi yang mungkin
dengan manajemen perusahaan
Mampu memutuskan kapan perlu
memperlambat atau menghentikan
sementara kegiatan operasi

29
Motivasi dan Komitmen
8. Menciptakan motivasi dan rasa komunitas

KERJAKAN JANGAN
Libatkan staf dalam aspek Melibatkan staf dalam teori, tetapi
manajemen, misalnya dalam praktiknya mencatat sedikit
pengembangan tentang cara kerja tentang masukan dari mereka.
dan operasional yang terperinci
suatu pekerjaan.
Pastikan bahwa umpan balik selalu
diberikan atas saran staf atau
pertanyaan
Menunjukkan minat dan perhatian
pada masalah kesejahteraan kru
Berpartisipasi dalam kegiatan sosial
yang melibatkan staf.

Motivasi dan Komitmen


9. Menempatkan keselamatan crew diatas segalanya

KERJAKAN JANGAN
Tegaskan kepada anak buah Menyatakan bahwa keselamatan
bahwa anda bertindak atas adalah prioritas tertinggi, tapi
penilaian dan keputusan sendiri bertentangan dengan tindakan
terhadap masalah keselamatan, (misalnya dengan mengorbankan
dan tidak ada sanksi dari orang keselamatan dalam menanggapi
lain. tekanan operasional)
Pastikan isu-isu keselamatan
diterapkan dalam setiap aktivitas
setiap hari, termasuk dalam rapat
dan diskusi-diskusi

30
Keterbukaan dan Kejelasan
10. Berkomunikasi dan mendengarkan dengan jelas

KERJAKAN JANGAN
Pastikan keterampilan mendengarkan anda Menyatakan kebijakan 'tidak menyalahkan'
cukup baik. tanpa mengakui bahwa kebutuhannya
Terapkan kebijakan 'pintu terbuka' untuk untuk penegakan kedisiplinan.
krew yang ingin berjumpa Saran dan masukan yang diterima tidak
ditindaklanjuti.
Pastikan tidak ada yg mencegah atau
menghalangi orang yang ingin melaporkan
kecelakaan atau nyaris celaka secara
terbuka. Jika perlu buat sistim pelaporan
yang dirahasiakan.
Memberikan umpan balik terhadap laporan
dan tunjukkan komitmen terhadap
keselamatan
Dengan gaya manajemen sendiri,
kembangkan iklim keterbukaan

Hard live at sea, happier crew, be friend together


with all the people
from all the world
but,..
Working as ONE TEAM

(Compiled by Capt. Suzdayan -2021)

31