Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN AKHIR KEGIATAN OBSERVASI

PRAKTIK KETERAMPILAN MENGAJAR (PKM)


SDN GUNTUR 08 JAKARTA SELATAN
JL. Sumbing No. 30, RT.3/RW.1, Guntur, Kecamatan Setiabudi,
Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12980

Dosen Pembimbing: Dr. Herlina, M.Pd.

Nama anggota:
- Nurul Chotimah NIM 1815152026
- Wardatul Jannah N.P. NIM 1815152828
- Maria Brigitta Kristivany H. NIM 1815153434
- Bunga Anisah Yuliananda NIM 1815153685
- Nurin Sabrina Lubis NIM 1815153933

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR


FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
2018
2
HALAMAN PENGESAHAN

Judul Laporan : LAPORAN AKHIR KEGIATAN OBSERVASI


PRAKTIK KETERAMPILAN MENGAJAR (PKM)
SDN GUNTUR 08 JAKARTA SELATAN

Program Studi : S1 – Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD)


Nama mahasiswa : Nurul Chotimah
NIM : 1815152026
Lokasi PKM : SDN Guntur 08 Jakarta Selatan

Program Studi : S1 – Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD)


Nama mahasiswa : Wardatul Jannah N.P.
NIM : 1815152828
Lokasi PKM : SDN Guntur 08 Jakarta Selatan

Program Studi : S1 – Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD)


Nama mahasiswa : Maria Brigitta Kristivany Hardika
NIM : 1815153434
Lokasi PKM : SDN Guntur 08 Jakarta Selatan

Program Studi : S1 – Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD)


Nama mahasiswa : Bunga Anisah Yuliananda
NIM : 1815153685
Lokasi PKM : SDN Guntur 08 Jakarta Selatan

i
Program Studi : S1 – Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD)
Nama mahasiswa : Nurin Sabrina Lubis
NIM : 1815153933
Lokasi PKM : SDN Guntur 08 Jakarta Selatan

Laporan akhir kegiatan observasi Praktik Keterampilan Mengajar (PKM) ini telah
diperiksa dan disahkan pada
Hari, tanggal : ……………………………………………..

Jakarta, ………………………………...
Mengetahui,
Dosen Pembimbing PKM Guru Pamong

Dr. Herlina, M.Pd. Yudi Mahyudi, S.Pd.SD


NIP. 196810151994032007 NIP. 197801092014121002

Menyetujui,
Kepala SDN Guntur 08 Jakarta Selatan

Sutrisno, S.Pd;MM
NIP. 196205131984081001

ii
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan
rahmat, taufik, dan hidayah-Nya kepada kami semua, sehingga kegiatan observasi
Praktik Keterampilan Mengajar (PKM) ini dapat terlaksana dan terselesaikan dengan
baik.
Laporan akhir kegiatan observasi PKM ini disusun sebagai bentuk
pertanggungjawaban tertulis kami selama pelaksanaan PKM di SDN Guntur 08 Jakarta
Selatan, terhitung dari tanggal 30 Juli 2018 sampai dengan tanggal 5 Oktober 2018.
Adapun tujuan dari penyusunan laporan ini adalah untuk memberikan gambaran
dan keterangan tentang kegiatan yang dilakukan dan temuan yang didapatkan selama
orientasi.
Kami menyadari bahwa keberhasilan terlaksananya observasi dan orientasi yang
telah kami laksanakan bukanlah keberhasilan individu maupun kelompok saja. Untuk itu,
kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Ibu Dr. Herlina, M.Pd. selaku dosen pembimbing PKM,
2. Bapak Sutrisno, S.Pd;MM selaku kepala SDN Guntur 08 Jakarta Selatan,
3. Ibu Meiyta Silaban, S.Pd. selaku wakil bidang kurikulum SDN Guntur 08 Jakarta
Selatan,
4. Bapak Yudi Mahyudi, S.Pd.SD selaku guru pamong SDN Guntur 08 Jakarta Selatan,
5. Semua guru kelas, pengurus, dan karyawan SDN Guntur 08 Jakarta Selatan, dan
6. Semua peserta didik SDN Guntur 08 Jakarta Selatan.
Kami menyadari bahwa kami masih banyak kekurangan dalam penyusunan
laporan ini. Oleh karena itu saran dan kritik yang bersifat membangun sangat kami
harapkan.
Semoga laporan ini dapat memberikan manfaat dan kebaikan pada mahasiswa
yang akan mengadakan PKM di tahun yang akan datang.

Jakarta, 15 Oktober 2018

iii
DAFTAR ISI

HALAMAN PENGESAHAN ………………………………………………………………………………………… i

KATA PENGANTAR ………………………………………………………………………………………… iii

DAFTAR ISI ………………………………………………………………………………………… iv

BAB I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang ………………………………………………………………………………………… 1

1.2. Rumusan Masalah ………………………………………………………………………………………… 2

1.3. Tujuan ………………………………………………………………………………………… 2

BAB II. KEGIATAN YANG DILAKUKAN SELAMA ORIENTASI

2.1. Kegiatan yang Dirancang …………………………………………………………………………….. 3

2.2. Cara Mengumpulkan Data …………………………………………………………………………….. 4

BAB III. TEMUAN SELAMA ORIENTASI …………………………………………………………………. 5

BAB IV. PENUTUP

4.1. Kesimpulan ………………………………………………………………………………………… 9

4.2. Tindak Lanjut ………………………………………………………………………………………… 11

iv
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Praktik Keterampilan Mengajar (PKM) merupakan sebuah alat bantu seseorang untuk

mengembangkan potensinya dalam bidang mengajar. Mengajar itu tidak mudah. Mengajar itu

membutuhkan sebuah keterampilan yang harus dimiliki seorang pengajar agar dalam

penyampaian materi kepada komunikan dapat berjalan secara terarah, sehingga komunikan

mendapatkan efek feedback dari informasi yan disampaikan komunikator.

Dalam hal ini, objek yang jadi sasaran adalah peserta didik. Peserta didik adalah individu

yang memiliki potensi untuk berkembang, dan mereka berusaha mengembangkan potensinya

itu melalui proses pendidikan pada jalur dan jenis pendidikan tertentu. 1 Hal ini menunjukkan

bahwa yang dimaksud dengan peserta didik adalah kaum pelajar dan mahasiswa. Yang termasuk

pelajar adalah siswa Sekolah Dasar (SD), siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), siswa Sekolah

Menengah Akhir (SMA).

Namun, dalam hal PKM ini, penulis mengambil objek yang dijadikan sasaran untuk

berlatih mengajar adalah siswa SD. Penulis mengambil sekolah dasar yang dijadikan objek

praktek adalah SD Guntur 08 Pagi yang tepatnya berada di Jalan Sumbing, Jakarta Selatan.

Di SD Guntur 08 Pagi, penulis melakukan kegiatan belajar dan mengajar yang diawali

dengan latihan mengajar terbimbing, mandiri, dan ujian. Kelas yang dijadikan sebagai tempat

praktek penulis adalah kelas 2 sampai dengan kelas 5. Kelas 1 dan kelas 6 dijadikan sebagai

objek observasi untuk mengamati kegiatan guru mengajar dan siswa di dalam kelasnya. Di SD

Guntur 08 Pagi ini terdapat satu kelas setiap tingkatannya.

1
Nora Agustina, 2018, Perkembangan Peserta Didik, Yogyakarta: Deepublish, h.13

1
Oleh karena itu, penulis selaku subjek yang melakukan praktek di SD Guntur 08 Pagi

ingin menyampaikan beragam kegiatan yang dilakukan selama melakukan PKM selama kurang

lebih 2 bulan.

1.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan diatas, dapat diambil rumusan masalahnya yaitu:

1. Bagaimana kegiatan yang dilakukan selama masa orientasi di SD Guntur 08 Pagi?

2. Apa saja kegiatan yang dirancang selama masa orientasi di SD Guntur 08 Pagi?

3. Hal-hal apa saja yang ditemukan selama melakukan Praktek Keterampilan Mengajar di SD

Guntur 08 Pagi?

1.3. Tujuan

Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah yang dikemukakan di atas, dapat diambil

tujuan dari penulisan laporan tersebut adalah :

1. Bagi Sekolah

Agar dapat meningkatkan sarana dan prasana yang menunjang kegiatan belajar dan

pembelajaran siswa di sekolah

2. Bagi guru

Agar dapat meningkatkan kreativitas dalam setiap pembelajaran agar siswa merasa

semangat dan tertarik dalam menyerap materi pelajaran yang disampaikan.

3. Bagi Peserta Didik

Agar dapat menciptakan rasa semangat belajar dan rasa memiliki di sekolah sehingga

peserta didik senang untuk mengikuti setiap kegiatan baik kegiatan akademik maupun

kegiatan non akademik di sekolah.

2
BAB II
KEGIATAN YANG DILAKUKAN SELAMA ORIENTASI

2.1. Kegiatan yang Dirancang

Adapun kegiatan yang dirancang antara lain:


Keterangan: Partisipasi (P)
Hari Nuru Warda Maria Nurin Bunga
l
OBSERVASI
Senin, 30 Juli 2018 1&6 2 3 4 5
Selasa, 31 Juli 2018 2 3 4 5 1&6
Rabu, 1 Agustus 2018 3 4 5 1&6 2
Kamis, 2 Agustus 2018 4 5 1&6 2 3
Jum’at, 3 Agustus 2018 5 1&6 2 3 4
MENGAJAR TERBIMBING
Senin, 6 Agustus 2018 P P 4 3 5
Selasa, 7 Agustus 2018 5 3 P 4 P
Rabu, 8 Agustus 2018 P 4 2 P 3
Senin, 13 Agustus 2018 3 P P 5 4
Selasa, 14 Agustus 2018 Upacara Hari Pramuka
Rabu, 15 Agustus 2018 Lomba 17 Agustus
Senin, 20 Agustus 2018 5 2 P 4 P
Selasa, 21 Agustus 2018 P 3 4 P 5
Rabu, 22 Agustus 2018 2 P P 5 3
Senin, 27 Agustus 2018 3 4 5 P P
Selasa, 28 Agustus 2018 P P 3 2 4
Rabu, 29 Agustus 2018 4 5 P P P
MENGAJAR MANDIRI
Senin, 10 September 2018 2 5 4 3 P
Kamis, 13 September 2018 P 4 3 2 5
Senin, 17 September 2018 5 3 2 P 4
Selasa, 18 September 2018 4 2 P 5 3
Kamis, 20 September 2018 3 P 5 4 2
UJIAN
Senin 01 Oktober 2018 P 3 P 2 P
Selasa 02 Oktober 2018 5 P 3 P 2
Kamis 04 Oktober 2018 P P P P P
Jumat, 05 Oktober 2018 P P P P P

3
4
Untuk setiap hari kamis kami mengikuti kegiatan senam yang dimulai pukul 07.00 pagi.

Dan ketika ada kegiatan tambahan mengenai mewarnai, menyanyi, menari dan sholat

berjamaah pun merupaka kegiatan yang dirancang. Selain itu mahasiswi PKM juga

membuat sendiri rencana pelaksanaan pembelajaran yang digunakan ketika Latihan

Terbimbing, Mandiri maupun Ujian.

2.2. Cara Mengumpulkan Data

Cara kami mengumpulkan data antara lain melalui:

1. Wawancara

2. Observasi fisik dan kegiatan pembelajaran

3. Dokumentasi, berupa foto, video maupun berkas tertulis

4. Pengalaman langsung ketika berinteraksi terhadap anak, teman sejawat, guru,

kepala sekolah, dan berbagai media interaksi lainnya yang ada di dalam ruang

lingkup pembelajaran

5
BAB III
TEMUAN SELAMA ORIENTASI

Selama orientasi berlangsung, kami menemukan beberapa keunikan dan kegiatan yang

dapat kami jadikan pelajaran dan bekal untuk kedepannya nanti. Pada saat terjadi pembelajaran

di dalam kelas, setiap guru memiliki perbedaan dalam cara penyampaian materi, seperti

perbedaan metode pembelajaran yang digunakan, media pembelajaran yang dipakai, dan

pendekatan yang digunakan pun berbeda-beda.

Misalnya pada saat kami mengamati guru kelas I SDN Guntur 08 Pagi, beliau

menggunakan metode pembelajaran diskusi kelompok dan media yang digunakanpun beraneka

ragam, ada media berupa gambar, video, atau peserta didik diajak membuat sebuah karya

seperti membuat orang-orangan dari alat-alat sederhana dan sebagainya. Selain itu, tata ruang

kelas I SDN Guntur 08 Pagi diatur dengan cara yang unik, yaitu memberi nama setiap kelompok

dengan beberapa sebutan, hiasan yang digunakan di dalam kelas cukup beragam, mulai dari

nama-nama abjad, hiasan yang terbuat dari origami, dan kertas warna-warni. Penataan kelas

tersebut dilakukan dalam rangka menciptakan suasa kelas yang menyenangkan dan membuat

siswa semangat untuk belajar di dalam kelas.

Berbeda dengan kelas I, guru kelas V SDN Guntur 08 Pagi menggunakan metode

pembelajaran yang masih konvensional yaitu menggunakan metode ceramah. Selain itu suasana

kelaspun ditata kurang menarik hanya dengan 3 baris dan duduk berpasang-pasangan. Kelas

juga terlihat tidak bersih dan barang-barang tidak ditempatkan sesuai dengan tempatnya.

Dengan metode dan penempatan ruang kelas seperti itu, mengakibatkan adanya kebosanan

pada saat terjadinya proses pembelajaran.

6
Pada dasarnya, SDN Guntur 08 Pagi memiliki fasilitas sekolah yang cukup baik. Terlihat

bahwa disetiap kelas memiliki papan tulis, meja dan kursi yang cukup bagus, ada lemari

penyimpanan, beberapa lampu yang tersusun disetiap kelas, kipas angin, dan adanya speaker,

proyektor, dan listrik yang memungkinkan guru dalam melakukan kegiatan pembelajaran yang

lebih menarik. Dengan adanya fasilitas yang baik di sekolah, terlihat bahwa kegiatan

pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan cukup nyaman.

Selain metode dan media, pendekatan merupakan suatu hal yang sangat penting di

dalam suatu proses pembelajaran. Dari hasil orientasi terlihat bahwa setiap guru memiliki

perbedaan pendekatan terhadap setiap siswa yang diajarnya. Ada guru yang melakukan

pendekatan secara langsung dengan muridnya, ketika murid bersalah guru langsung menegur

secara personal dengan anak. Ada juga yang ketika murid melakukan kesalahan, guru langsung

berteriak, dan masih menggunakan hukuman fisik seperti memukul kepala dengan pulpen,

namun setelah itu tetap diberikan nasihat agar siswa dapat berubah menjadi pribadi yang lebih

baik.

Perbedaan juga terlihat pada setiap individu siswa. Ada beberapa siswa yang memiliki

pengetahuan tinggi, sehingga mudah dalam meneyrap materi yang disampaikan guru. Namun

sebagian besar murid memiliki pengetahuan yang dibawah minimal, sehingga masih banyak

materi pelajaran yang seharusnya mereka sudah paham, menjadi belum paham. Oleh karena itu,

banyak sekali terlihat keterlambatan materi seperti membaca, menulis, menghitung yang

dialami siswa dan siswi dari mulai kelas I sampai dengan kelas VI SD. Dengan kejadian tersebut,

ada beberapa guru yang memberikan apresiasi berupa benda, supaya mereka berlatih

membaca atau menulis. Kegiatan tersebut dilakukan guna meningkatkan motivasi belajar siswa

7
dan siswi, di khususkan untuk anak-anak yang benar-benar merasa kurang mampu di dalam

membaca, menulis, dan berhitung.

Dari pengamatan kami, masih banyak guru-guru yang merasa kesulitan membimbing

siswa yang sulit membaca, menulis, dan menghitung sehingga siswa yang tidak bisa akan terus

tidak bisa, dan yang bisa akan terus meningkat. Dengan jumlah guru yang berisikan 10 orang,

kejadian seperti di atas sangat disayangkan. Oleh sebab itu sebelum kami melakukan kegiatan

mengajar terbimbing, kami diharuskan menyiapkan RPP yang baik dan benar.

RPP yang kami buat pun disesuaikan dengan keadaan yang terjadi di sekolah dan

keadaan kelas tersebut, misalnya dari segi metode pembelajaran yang digunakan, dikarenakan

siswa dan siswi SDN Guntur 08 Pagi memiliki anak-anak yang hiperaktif namun sering terjadi

perkelahian, kami menggunakan metode diskusi kelompok pada saat proses pembelajaran guna

menciptakan toleransi dan kerja sama antar teman. Selain itu penataan kelas yang sering kami

rubah menjadi berbagai bentuk yang lebih bervariasi demi menciptakan suasana kelas yang

menyenangkan. Dan tidak lupa menggunakan media pembelajaran yang lebih modern, seperti

video, gambar, karton, spidol, pembuatan berbagai macam karya, dan lain-lain. Selain itu di

dalam pembuatan RPP, kami sangat mementingkan bagaimana cara membuka pembelajaran

yang baik dan menyenangkan seperti misalnya mengajak siswa bernyanyi bersama, atau

membuat ice breaking yang kami buat semenarik mungkin disesuaikan dengan tingkatan

kelasnya.

Begitu juga pada saat kegiatan inti pembelajaran, kami mengusahakan selalu

menggunakan media pembelajaran yang kretif, mengajak siswa ikut dan berpartisipasi langsung

dalam pembelajaran contohnya mengajarkan tarian-tarian, memberikan contoh permainan, dan

lain-lain. Tidak lupa pula kami selalu membuat soal-soal evaluasi dan LKPD guna menciptakan

8
suasana kelas yang santai, menyenangkan, namun tetap tercapai tujuan dari kompetensi yang

ingin dicapai.

Di dalam setiap kegiatanpun, kami tidak lupa menyelipkan kegiatan yang berbau moral,

seperti mengajarkan saling tolong menolong, membantu, kerja sama dan sebagainya. Begitu

juga dengan kegiatan agama, setiap membuka dan menutup pelajaran kami bersama-sama

melakukan doa, dan mengajarkan siswa untuk selalu bersyukur dengan apa yang mereka miliki.

9
BAB IV
PENUTUP

4.1. Kesimpulan

Dari hasil kegiatan praktek keterampilan mengajar (PKM) yang telah kelompok

penulis laksanakan, dapat disimpulkan:

1. Kegiatan Pelaksanaan PKM yang telah penulis laksanakan mulai dari persiapan,

pembekalan dan bimbingan dilakukan dengan cukup baik.

2. Guru SDN Guntur 08 Pagi, siswa-siswi SDN Guntur 08, dosen pembimbing, serta

rekan-rekan sejawat cukup membantu dalam pelaksanaan PKM.

3. Setiap guru memiliki perbedaan dalam cara penyampaian materi, seperti

pemilihan metode pembelajaran yang digunakan, penggunaan media

pembelajaran, dan pendekatan pembelajaran serta strategi pembelajaran yang

digunakan.

4. Cara mengajar guru-guru di SDN Guntur 08 Pagi masih banyak yang menggunakan

cara tradisional, dengan menggunakan metode ceramah dan masih berpusat pada

guru.

5. Siswa belum dilibatkan secara aktif dalam pembelajaran. Siswa cenderung cepat

bosan karena tidak menggunakan media pembelajaran yang menyenangkan.

6. Sebelum melaksanakan kegiatan pembelajaran, banyak yang penulis harus

persiapkan, mulai dari menanyakan materi yang akan kami laksanakan

dipertemuan selanjutnya kepada guru kelas masing-masing, kemudian merancang

10
dan membuat RPP, membuat media pembelajaran yang menarik, serta mencari

materi-materi yang sesuai dari sumber belajar yang relevan.

7. Penulis melaksanakan kegiatan PKM hanya di kelas 2, 3, 4, dan 5 saja. Sedangkan

di kelas 1 dan 5 hanya penulis gunakan untuk kegiatan observasi dan kegiatan

partisipasi.

8. Kegiatan partisipasi yang penulis lakukan diantaranya adalah mengisi kelas yang

gurunya berhalangan hadir, mengikuti upacara bendera setiap hari Senin,

mengikuti kegiatan pramuka, mengoreksi hasil kerja siswa, mengikuti upacara hari

Kemerdekaan Indonesia, dan lain sebagainya.

9. Penulis melaksanakan praktek keterampilan mengajar dimulai dengan observasi

selama 1 minggu, kemudian dilanjutkan dengan mengajar terbimbing yang telah

penulis laksanakan ±8 kali mengajar. Selama mengajar terbimbing, pembelajaran

yang penulis laksanakan dinilai dan dievaluasi langsung oleh guru pamong/guru

kelas dan dosen pembimbing.

10. Setelah mengajar terbimbing, penulis melaksanakan praktek mengajar mandiri ±8

kali mengajar. Pada kegiatan ini, penulis melaksanakan pembelajaran secara

individu tanpa adanya bimbingan dan penilaian dari guru ataupun dosen

pembimbing.

11. Setelah mengajar mandiri, penulis melaksanakan ujian mengajar sebanyak 2 kali,

kegiatan ujian ini dinilai langsung oleh guru pamong dan dosen pembimbing.

12. Dengan adanya kegiatan praktek keterampilan mengajar ini, sangat berguna dan

bermanfaat bagi penulis yang akan menjadi calon guru agar memiliki pengalaman

11
dalam mengajar dan sebagai sarana untuk melihat serta merasakan langsung

kegiatan pembelajaran di dalam kelas.

13. Pengelolaan kelas yang masih banyak mengalami kekurangan.

14. Penulis selalu memberikan penghargaan dan motivasi terhadap anak.

4.2. Tindak Lanjut

Berdasarkan kesimpulan diatas, hal-hal yang sebaiknya dilakukan pendidik untuk

meningkatkan kualitas pembelajaran adalah :

1. Pendidik harus selalu menggunakan metode pembelajaran yang dapat memotivasi

anak.

2. Guru harus lebih memperhatikan kegiatan pembelajaran agar pencapaian

penguasaan materi pelajaran lebih baik lagi.

3. Memperhatikan siswa ketika pembelajaran berlangsung atau penguasaan kelas

harus lebih maksimal.

4. Melatih siswa dan mengarahkannya sehingga kekurangan-kekurangan dalam

pembelajaran lebih efektif atau sesuai sasaran.

5. Implementasi pendekatan saintifik harus lebih diterapkan.

6.  Penerapan metode yang digunakan harus bervariasi, sehingga akan memotivasi

siswa lebih aktif lagi dalam pembelajaran di kelas.

7. Siswa yang kurang atau lamban dalam belajar, harus banyak berlatih dan diberi

bimbingan khusus sehingga dapat mengejar kekurangan-kekurangannya.

12
8. Pendidik dan siswa harus menjalin komunikasi yang baik dan pendekatan yang tepat

terhadap anak sehingga mereka dapat menyelesaikan tugasnya.

9. Harus selalu menambah wawasan dan meningkatkan keterampilan tentang

pembelajaran dan pendidikan anak usia dini.

10. Harus lebih mempersiapkan media pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan

karakteristik anak.

11. Harus lebih aktif berkomunikasi dengan anak-anak

13