Anda di halaman 1dari 4

ANALISIS KRITIS ARTIKEL 

1
Oleh
Rusnia J Robo (NIM.201210070311105)
Malang, 5 Desember 2012

1.    Bibliografi
Putra, A., K., I. 2011. Upaya  Meningkatkan Apresiasi Sastra Murid Kelas
      V SD Negeri 4 Sesetan Denpasar Pada Bacaan Cerita
      Melalui  Lokakarya Membaca.Jurnal Santiaji Pendidikan, (2011):121-130 .

2.Tujuan Penulisnya
Penulisan ini bertujuan meningkatkan apresiasi murid pada bacaan cerita
yaitu
melalui Loka Karya Membaca (Reading Workshop). Yang dianggap bisa
meningkatkan tanggapan seorang siswa terhadap emotif pada isi sebua cerita, serta
seorang siswa dapat menyimak dan meberikan sebuah tanggapan sesuai dengan apa
yang dia dengarkan.  khususnya menyangkut apresiasi sastra dipermasalahkan
pengamat pendidikan dan sastrawan karena dirasakan tidak  memenuhi harapan
(Suharianto, dalam Dadan, 1998).

3.Fakta-fakta Unik
Beberapa fakta unik yang muncul pada artikel ini adalah :
a)      Ternyata pembelajaran sastra itu tidak hanya terfokus pada  sejarah dan teori sastra
tetapi harus mengarah pada apresiasi karya sastra .
b)      Karya sastra sendiri memilki pengertian kegiatan menggauli cipta sastra dengan
sungguh-sungguh hingga tumbuh pengertian, penghargaan, kepekaan kritis dan
kepekaan  perasaan yang baik terhadap karya sastra.
c)      Kegiatan pengapresiasi karya sastra sendiri berkaitan dengan latihan
mempertajam  perasaan,penalaran, daya khayal, serta kepekaan terhadap
masyarakat, budaya dan  lingkungan hidup (Depdikbud 1994:10).
d)     pembelajaran sastra di SD harus memberikan  pengalaman pada murid yang akan
berkonstribusi pada 4 (empat) tujuan yaitu :
(1)pencarian kesenangan pada buku (discovering delight in books).
 (2)menginterpretasi bacaan sastra (interpreting literature).
 (3) mengembangkan kesadaran bersastra (literary awarness).
 (4) mengembangkan apresiasi  (developing apreciation).
e)      Pada kegiatan ini dilakukan 2 siklus yang mempunyai metode dan tujuan yang
berbeda, dan tiap siklus itu meteodenya sangat menarik.
f)       Untuk siklus 1 :hanya melibatkan siswa dalam menagapi jenis karya yang di
bacanya.
g)      Untuk siklus 2 : sangat menarik yakni guru dan siswa bertanya jawab antara pelaku
dan peristiwa dalam cerita, guru bersama murid membaca dalam hati, dan siswa
dituntut memebuat jurnal dialog.
h)      Triangulasi dilakukan dengan teknik triangulasi metodologis dengan
mengacu pada penggunaan teknik wawancara, pengamatan, dan analiais hasil
tulisan siswa.
i)        Dari hasil penelitian ini ternyata survei membuktikan mereka mampu menuangkan
pengalamanya sesuai dengan cerita tersebut.
j)        Guru selaku praktisi berdiskusi sangat membantu dalam
meningkatkan  pembelajaran apresiasi pada bacaan cerita.
k)      Lokakarya membaca yang diperkenalkan pertama kali oleh Nancie
Atwell (1987) adalah suatu pendekatan whole language yang mengintegrasikan
pengajaran mini, membaca dalam hati dan tanggapan tertulis terhadap bacaan
dalam bentuk jurnal dialog.
l)         Dibutukan waktu yang konsisten untuk membaca terutama membaca dalam hati,
karena ada keyakinan bahwa anakanak belajar membaca harus bergaul langsung
dengan bacaan bukan lewat teori.
m)    membaca yang menguntungkan para siswa adalah membaca dengan cara
alamiah dan bahan otentik, bukan penggalan atau sinopsis cerita.
n)      Belajar mengadakan pemilihan buku secara pribadi sesuai dengan minatnya atau
siswa diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk memilih sendiri bacaannya akan
menumbuhkan perkembangan pengetahuan sastra dan meningkatkan kefasihan
membaca serta kebiasaan membaca
o)      Peran guru sangat penting sebab apabila guru benar-benar sadar keadaan baca
muridnya maka dengan demikian guru bisa memahami karakter muridnya sebagai
pembaca.
p)      Kemampuan guru dalam mengamati murid-muridnya membaca dalam hati,
akan memberikan asesmen yang akan bisa mendorong guru untuk mengambil
keputusan yang tepat.

2.      Pertanyaan-pertanyaan yang dapat dimunculkan.


a)      Bagaimana cara menumbuhkan rasa cinta seseorang terhadap apresiasi sastra ?
b)      Apakah ada faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi apresiasi seseorang
terhadap sastra?
c)      Apakah yang dimaksud dengan  teknik triangulasi metodologis ?
d)     Bagaimana cara menggunakan teknik triangulasi metodologis ?
e)      Bagaimana cara agar seoarang guru bisa pekah terhadap muridnya ?
f)       Apakah trik  yang harus dilakukan seoarang guru untuk meningkatkan kualitas
muridnya dalam mengapresiasikan sebuah karya ?
g)      Jelaskan apakah yang dimaksud dengan apresiasi sastra ?

3.      Konsep atau Prinsip yang ada relevansinya Pengantar Pendidikan


a)      Pada siklus penerapannya dimana guru menjadi pengarah bagi peserta didiknya ini
sangat berkaitan dengan mata kulia pengantar pendidikan yakni (pada bab
III tentang landasan dan asas pendidikan , masuk  pada satu kesatuan
asas pendidikan  yakni Tut Wuri Handayani yang artinya guru sebagai
pamong yang mengarahkan dari belakang).
b)      Dalam belajar siswa deberi peluang untuk memilih buku bacaanya secara
pribadi berkaitan dengan pengantar pendidikan ( asas juga dimana guru
memberikan kebebasan muridnya dalam belajar.dan hakikat manusia
dan pengembangannya yakni mempunyai rasa kebebasan bab I.)
c)      Pada pembahasan ini siswa diajak untuk berpikir kritis dalam memecahkan suatu
masalah,yakni menyampaikan kembali apa yang dia dengarkan dan memberikan
tanggapan sesuai dengan apa yang dia dengarkan.ini berkaitan dengan
pengantar pendidikan( bab II pengertian dan unsur-unsur pendidikan
pada poin c .tentang pendidikan sebagai proses penyiapan warga negara
dimana mereka dilatih untuk berpikir kritis dan memebekali mereka
dalam memecahkan suatu masalah).
d)     Dan untuk siklus ke 2 guru dan murid diajak bersama-sama membaca sebuah cerita
dalam hati dan bertanya jawab sesuai dengan apa yang dibaca.berkaitan dengan
pengantar pendidikan (bab II  juga yaitu interaksi edukatif antara
peserta didik dengan pendidik, dimana hubungan timbal balik anatara
keduanya).

4.      Refleksi Diri
Analisis kritis artikel saya yang pertama yaitu “Upaya  Meningkatkan Apresiasi
Sastra Murid Kelas  V SD Negeri 4 Sesetan Denpasar Pada Bacaan Cerita “ karya I
Ketut Adnyana Putra Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja yang disajikan
dalam bentuk jurnal, dalam menganalisis jurnal ini ada  beberapa pengalaman yanga
saya peroleh diantaranya :
a)      saya baru mengetahui kalau ternyata seorang guru bukan hanya mengajar tapi bisa
berbaur dengan muridnya dimana pada jurnal ini murid dan guru di ajak buat
membaca bersama dalam hati,dari sini khususnya saya betapa indahnya menjadi
seorang guru bisa memahami ,mencoba ,dan merasakan apa yang dirasakan oleh
anak muridnya walaupun dalam ikatan status  dan aturan yang berbeda.
b)      Betapa indahnya menjadi seoarang guru yang bisa memeahami keadaan
muridnya,dari analisis ini saya sering merenungkan apa yang harus saya siapkan
kelak nanti agar kehadiran ku sebagai guru dan orang tua bagi mereka benar-benar
bisa dirasakan anak didikku (bercucurlah air mata ku waktu di kamar kos dengan
bertepatan  turunya hujan di siang hari).
c)      Disaat saya membuat jurnal ini saya memutuskan buat sendiri ,apakah saya egois ?
dalam arti ada teman yang mengajak tapi saya menolaknya”sehingga sering muncul
perasaan takut dan malu ,apabila kelak temanku yang mengaja itu lebih baik dari
punyaku”.tapi  itu saya lakukan untuk menguju sebatas manakah kemapuan belajar
mandiri ku.
d)     Dikala banyak tugas yang menghampiri saya mulai bingngun harus memulai
darimana ,saya mencoba membuat program penyelesaian tugas saya dari waktu
pendek,menegah,dan panjang dan jurnal ini masuk pada jangka menegah,namun itu
masih membuat saya kebinggunan apa yang harus saya lakukan ?.
e)      Saat mengerjakan tugas analisis jurnal ini selalu muncul kendala diaman tuntutan
organisasi, tuntutan linkungan dimana teman saya yang kos bersamaku dan aku
mempunyai cara belajar yang berbeda,dia terbiasa belajar sambil dengarin lagu
sedangkan aku sebaliknya itu membuat saya tidak fokus dalam menganalisis jurnal
ini ,dari sisnilah pentingnya peranan adaptasi.
f)       Kendala tiada berhenti dalam mengerjakan tugas ini dari awal mencari jurnal
kendalanya susah mendapatkan jurnal yang sesuai tapi saya terus mencoba dan
alhamdulilah dua hari penugasan saya berhasil mendapatkan dengan bantuan kakak
tingkat yang memeberitahu cara saya bagaimana cara mendowload jurnal yaitu
(jurnal issn pdf judul jurnal).
g)      Namun sesulit apapun tugas itu saya yakin bisa mengerjakan sebab dengan
mengingat orang tua ku kata malas dan tidak bisa yang ada dalam kamus kehidupan
ku seolah tidak ada.
h)      Saat sudah selesai kendala yang sering muncul bagi saya adalah ngeprint sebab saya
tidak memilki flas disk , namun saya tetap berusaha dengan meminjam flash disk
teman kos saya.
i)        Dikala aku kehabisan ide aku hanya memilih berwudhu dan shalat untuk berdoa
dan memohon petunjuk yang kuasa tapi itu tidak terlepas juga dari  usaha saya.
j)        Dari semua kendala yang muncul saya mencoba menikmati,sabar,dan
menghadapinya,sehingga jurnal ini bisa terselesaikan.