Anda di halaman 1dari 4

1.

Bukti Paleontologi
Paleontologi adalah ilmu yang mempelajari tentang fosil. Fosil merupakan sisa-sisa organisme
yang hidup di masa lampau, terawetkan secara alami, dan telah berumur jutaan tahun. Fosil
dapat berupa tubuh yang utuh, bagian-bagian tubuh, jejak, ataupun kotoran (koprolit) dari
makhluk hidup. Para ahli paleontologi telah melakukan studi terhadap fosil-fosil yang ditemukan
serta proses yang terjadi sampai munculnya fosil-fosil tersebut. Beberapa tokoh yang
mempelajari tentang fosil adalah sebagai berikut.
 Leonardo da Vinci. Da Vinci adalah seorang pelukis terkenal berkebangsaan Italia. Ia
berpendapat bahwa fosil merupakan bukti dari adanya makhluk hidup dan kehidupan di masa
lampau.
 George Cuvier. Cuvier adalah seorang ahli anatomi dari Perancis, yang mempunyai
gagasan bahwa makhluk hidup diciptakan khusus pada setiap zaman dan pada setiap zaman
tersebut diakhiri dengan makhluk hidup yang berbeda dengan makhluk hidup pada lapisan
bumi sebelumnya.
 Charles Darwin. Darwin berpendapat bahwa makhluk hidup yang terdapat pada lapisan
bumi yang tua akan mengadakan perubahan bentuk yang disesuaikan dengan lapisan bumi
yang lebih muda sehingga pada lapisan bumi lebih muda ditemukan fosil yang berbeda dengan
lapisan bumi yang lebih tua.
Dapat disimpulkan bahwa pada masa lampau terdapat makhluk hidup yang berbeda dengan
makhluk hidup sekarang. Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan di permukaan bumi
secara bertahap yang menyebabkan adanya perubahan pula pada makhluk hidup untuk
menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Beberapa fungsi lain juga dapat diperoleh dari studi
tentang fosil. Fungsi-fungsi tersebut antara lain:
1. Menunjukkan waktu pemunculan awal suatu organisme yang dapat mencerminkan
terjadinya adaptasi secara umum.
2. Diketahuinya kecepatan evolusi berdasarkan perubahan fosil suatu kelompok organisme
ke kelompok berikutnya.
3. Munculnya kecenderungan evolusi yang diperlihatkan dari perkembangan fosil.
4. Memperlihatkan pola evolusi yang terjadi berdasarkan hasil studi tentang kekerabatan
fosil organisme.

Charles Lyell (1779-1875) menunjukkan sejumlah bukti geologis dan palaeontologis yang
memiliki arti penting bagi Teori Evolusi Darwin. Lyell berpendapat bahwa fosil-fosil yang berada
di dalam strata (lapisan) tanah tertentu merupakan bagian kecil dari spesies hidup. Dia juga
menunjukkan bahwa fosil-fosil tersebut berubah secara bertahap, jika diadakan penyelidikan
secara perlahan dimulai dari lapisan tertua menuju lapisan yang lebih muda.

2. Anatomi Perbandingan
Anatomi makhluk hidup merupakan salah satu cabang biologi yang mempelajari struktur dalam
tubuh makhluk hidup. Berdasarkan hasil studi, diketahui bahwa beberapa organisme yang
berbeda memiliki organ-organ yang fungsinya sama.  Perbandingan anatomi dibedakan menjadi
dua yaitu Analogi dan Homologi.
 Analogi. Analogi adalah dua organ yang mempunyai bentuk dasar yang berbeda, tetapi
akibat peristiwa evolusi konvergen menjadikan organ tersebut mempunyai fungsi yang sama.
Sebagai contoh, perhatikanlah sayap pada burung, kelelawar, capung, dan kupu-kupu. Struktur
anatomi sayap pada hewan-hewan tersebut berbeda tetapi memiliki fungsi yang sama untuk
terbang.
 Homologi. Homologi adalah dua organ yang mempunyai bentuk dan fungsi yang
berbeda, tetapi kedua organ tersebut memiliki bentuk dasar yang sama. Contoh homologi
ditemukan pada salah satu organ dari beberapa spesies yang berbeda. Lengan manusia, kaki
pada kucing, sirip ikan paus dan sayap kelelawar memiliki fungsi yang berbeda, tetapi struktur
dasarnya sama. Lengan pada manusia berfungsi untuk memegang, kaki pada kucing berfungsi
untuk berlari, sirip pada ikan paus berfungsi untuk berenang sedangkan sayap pada kelelawar
berfungsi untuk terbang. 

Struktur analog dan homolog tersebut menunjukkan adanya hubungan kekerabatan antara satu
spesies dengan spesies yang lainnya. Struktur homologi anggota gerak pada manusia, kucing,
ikan paus, dan kelelawar manusia kucing ikan paus kelelawar Hubungan tersebut juga
menunjukkan perkembangan evolusioner yang semakin maju pada makhluk hidup. Supaya lebih
paham, kalian juga dapat mencari contoh-contoh yang lainnya

3. Struktur Vestigial
Pada morfologi beberapa hewan vertebrata dan manusia dapat ditemukan adanya struktur
vestigial, yaitu suatu bentuk anatomi yang berkembang dan berfungsi sempurna dan akan
tereduksi. Ada beberapa organ yang masih bisa ditemukan hingga dewasa meskipun strukturnya
berbeda dengan struktur pada waktu embrionya. Keberadaan organ-organ ini menunjukkan
adanya sisa-sisa peninggalan evolusi dari nenek moyang manusia. Struktur vestigial antara lain:
 Umbai cacing, tulang ekor, buah dada pada pria;
 Sisa-sisa kaki pada ular;
 Sisa sayap pada burung yang tidak berfungsi untuk terbang seperti burung pinguin,
kasuari, dan burung onta.

4. Embriologi
Bukti evolusi lain yang cukup kuat adalah perkembangan embrioogi. Pada vertebrata diketahui
bahwa perkembangan embriologinya menunjukkan adanya kesamaan. Hal ini dapat diamati dari
setiap fasefase perkembangan embrio. Dari kelima embrio tersebut, masing -masing mengalami
fase pembelahan kemudian berkembang dan mengalami morfogenesis hingga berdiferensiasi
membentuk organisme yang strukturnya semakin komplek.
Perhatikanlah struktur embrio pada tiap fase perkembangannya. Pada embrio manusia setelah
tahap pembelahan menunjukkan adanya ekor yang sangat jelas. Hal ini tidak jauh berbeda
dengan embrio-embrio yang lain. Disamping itu, embrio manusia yang berumur satu bulan
mempunyai serangkaian lekuk brankial di daerah leher. Lekuk tersebut serupa dengan
serangkaian kantung insang yang terdapat pada ikan. Embrio hewan-hewan dan manusia
menunjukkan kecenderungan yang hampir sama.
 Sifat-sifat umum muncul sebelum sifat-sifat yang khusus.
 Perkembangan juga dimulai dari yang umum, kemudian baru menuju perkembangan
yang khusus.
 Bentuk embrio dari berbagai makhluk hidup hampir serupa, tetapi pada tahap dewasa
menunjukkan perbedaan yang nyata.
Kesamaan tersebut memperkuat dugaan bahwa makhluk hidup mengalami proses
perkembangan yang mengarah pada kesempurnaan bentuk.

5. Biokimia Perbandingan
Biokimia merupakan cabang biologi yang mempelajari unsur-unsur kimia serta reaksinya dalam
tubuh makhluk hidup. Persamaan biokimia dalam organisme hidup merupakan salah satu ciri
penting yang membedakan satu organisme dengan organisme lain. Hasil studi biokimia
menunjukkan adanya homologi biokimia pada makhluk hidup yang kekerabatannya dekat.
Kesamaan biokimia pada makhluk hidup yang dapat menjadi bukti adanya evolusi diantaranya
adalah: 
 Pertama, adanya enzim sitokrom pada hampir setiap organisme hidup. Enzim ini
merupakan rantai polipeptida yang terdiri atas 104 sampai 112 asam amino.
 Kedua, urutan asam amino pada hemoglobin mamalia menunjukkan kemiripan,
terutama pada spesies yang diduga berkerabat dekat.  Selain itu, hormon-hormon pada
sebagian besar vertebrata diketahui memiliki persamaan. Sebagai contoh adalah hormon
prolaktin yang terdapat pada berbagai spesies vertebrata seperti ikan, burung, dan mamalia.
Hal ini menunjukkan bahwa hormon tersebut diwariskan dari nenek moyang yang sama tetapi
memiliki fungsi yang berbeda karena mengalami modifikasi sesuai dengan cara hidup setiap
hewan tersebut.

6. Biogeografi
Perjalanan Darwin ke Kepulauan Galapagos telah membuahkan bukti bahwa pada pulau-pulau
yang berdekatan ditemukan jenis hewan yang mirip. Di kepulauan tersebut, Darwin menemukan
burung-burung laut yang sama dengan burung laut yang terdapat di lautan pasifik. Darwin juga
menemukan tiga belas spesies burung daratan yang tidak dikenal di wilayah lainnya. Burung-
burung tersebut menunjukkan karakteristik yang sangat berbeda dalam bentuk paruh. Sebagian
memiliki paruh besar untuk memakan biji, sebagian yang lain mempunyai paruh yang sesuai
untuk memakan serangga dan sebagai burung pelatuk.
Dari keanekaragaman burung yang terdapat di pulau tersebut, diketahui adanya persamaan
dasar yakni bahwa burung-burung tersebut adalah burung finch (sejenis burung penyayi).
Menurut Darwin, fenomena ini adalah suatu bukti bahwa burung-burung finch tersebut berasal
dari nenek moyang finch yang berasal dari Amerika Selatan. Burung finch tersebut telah
mengalami evolusi karena secara kebetulan mencapai pulau-pulau di wilayah Galapagos yang
kondisi alamnya berbeda dengan daerah asal burung tersebut.

7. Domestikasi
Domestikasi merupakan pengadopsian tumbuhan dan hewan dari kehidupan liar ke dalam
lingkungan kehidupan sehari-hari manusia. Domestikasi merupakan bukti evolusi yang muncul
karena adanya campur tangan manusia. Kegiatan manusia dalam pembudidayaan tanaman
ataupun hewan tertentu telah melahirkan spesies-spesies baru yang memiliki sifat yang berbeda
dengan nenek moyangnya. Perubahan tersebut merupakan bagian dari evolusi makhluk hidup
yang diciptakan oleh manusia untuk keuntungan manusia.

Manusia telah membudidayakan berbagai macam tanaman mulai dari tanaman untuk konsumsi,
tanaman hias dan hewan ternak dengan tujuan untuk memperoleh kultivar baru yang lebih baik
dari tanaman induknya. Sebagai contoh, pernahkah kalian makan semangka tanpa biji? Nah,
semangka tersebut merupakan salah satu kultivar hasil domestikasi.