Anda di halaman 1dari 6

BAB II

PEMBAHASAN
2.1 Implementasi Kebijakan Fungsional
Struktur yang paling luas digunakan adalah jenis fungsional atau tersentralisasi karena
struktur ini yang paling sederhana dan paling murah dari tujuh alternatif yang ada. Struktur
fungsional (functional structure) mengelompokkan tugas dan aktivitas berdasarkan fungsi
bisnis seperti produksi/operasi, pemasaran, keuangan/akuntansi, penelitian dan
pengembangan, dan sistem informasi manajemen. Selain sederhana dan tidak mahal, struktur
fungsional juga mendorong spesialisasi tenaga kerja, meningkatkan efisiensi talenta
manajerial dan teknis, meminimalkan kebutuhan akan sistem pengendalian yang pelik, dan
memungkinkan pengambilan keputusan yang cepat.
Beberapa kelemahan struktur fungsional antara lain spesialisasi yang berlebihan pada fungsi,
meminimalkan peluang pengembangan karir, dan terkadang dicirikan oleh semangat kerja
karyawan yang rendah, konflik lini/staf, pendelegasian wewenang yang bruruk, serta
pengawasan akan produk dan pasar yang tidak memadai. Struktur fungsional seringkali
memunculkan pemikiran jangka pendek dan sempit yang bisa membuat perusahaan tidak
mampu mencapai apa yang terbaik baginya secara keseluruhan. Sebagai contoh, departemen
litbang berusaha merancang produk dan komponen sedemikian rupa untuk mencapai desain
teknis yang elegan, sementara departemen produksi mengingingkan produk yang sederhana
sehingga dapat diproduksi secara lebih murah. Jadi, komunikasi seringkali tidak berjalan
dengan baik dalam struktur fungsional. Kebanyakan perusahaan besar telah meninggalkan
struktur fungsional dan lebih memilih desentralisasi dan akuntanbilitas yang lebih baik.

truktur yang paling luas


digunakan adalah jenis
fungsional atau tersentralisasi
karena
struktur ini yang paling
sederhana dan paling murah
dari tujuh alternatif yang ada.
Struktur
fungsional (functional
structure) mengelompokkan
tugas dan aktivitas
berdasarkan fungsi
bisnis seperti
produksi/operasi, pemasaran,
keuangan/akuntansi,
penelitian dan
pengembangan, dan sistem
informasi manajemen. Selain
sederhana dan tidak mahal,
struktur
fungsional juga mendorong
spesialisasi tenaga kerja,
meningkatkan efisiensi
talenta
manajerial dan teknis,
meminimalkan kebutuhan
akan sistem pengendalian yang
pelik, dan
memungkinkan pengambilan
keputusan yang cepat.
Untuk lebih memahami peran strategi fungsional dalam proses manajemen strategik, strategi
ini harus dibedakan dari strategi umum. Tiga hal yang membedakan strategi fungsional dari
strategi umum, adalah :
a. Cakupan waktu. Strategi fungsional mengidentifikasi kegiatan-kegiatanyang akan
dilakukan sekarang atau dalam waktu dekat. Strategi umum difokuskan pada sosok
atau postur perusahaan tiga sampai lima tahun ke depan.
b. Kespesifikan. Strategi fungsional lebih spesifik ketimbang strategi umum. Strategi
umum memberikan arah secara umum. Strategi fungsional mengidentifikasi
kegiatankegiatan spesifik yang akan dilaksanakan di setiap bidang fungsional dengan
demikian menunjukkan kepada para manajer operasional bagaimana mereka
diharapkan mencapai sasaran tahunan.
c. Peserta dalam pengembangan strategi. Dalam pengembangan strategi di tingkat
fungsional dan bisnis dilibatkan orang-orang yang berbeda. Strategi bisnis merupakan
tanggung jawab manajer umum suatu unit usaha. Manajer tersebut biasanya
mendelegasikan pengembangan strategi fungsional kepada bawahan yang ditugasi
menjalankan bidang operasional bisnis tersebut.
2.1.1 Strategi Fungsional dalam Produksi/Operasi

Manajemen produksi/operasi merupakan fungsi inti dari setiap organisasi. Fungsi ini
mengubah masukan menjadi keluaran yang bernilai. Fungsi POM
(Production/Operation Management) paling mudah dikaitkan dengan perusahaan
manufaktur, tetapi fungsi ini juga ada di semua jenis bisnis lain. Strategi fungsional
untuk manajemen produksi/operasi harus dikoordinasikan dengan strategi fungsional
pemasaran agar perusahaan berhasil. Koordinasi yang cermat antara strategi POM
dengan komponen-komonen strategi keuangan dan dengan strategi personalia juga
diperlukan. Strategi fungsional POM haruslah memedomai keputusan yang tentang :
1. Sifat dasar sistem POM perusahaan.
2. Lokasi, desain fasilitas dan perencanaan proses jangka pendek.
2.1.2 Strategi Fungsional Pemasaran
Bidang Pemasaran harus memedomi para manajer pemasaran dalam menentukan siapa
yang akan menjual apa, di mana, kepada siapa, berapa banyak, dan bagaimana caranya.
Strategi ini biasanya meliputi empat komponen : produk, harga, tempat dan promosi.
Strategi fungsional untuk komponen produk dari fungsi pemasaran harus secara jelas
mengidentifikasi kebutuhan pelanggan yang akan dipenuhi oleh produk/jasa. Strategi
ini harus menyajikan pernyataan komprehensif mengenai konsep produk/jasa dan
mengenai pasar sasaran yang akan dilayani perusahaan. Strategi fungsional untuk
komponen tempat mengidentifikasi di mana, kapan dan oleh siapa produk/jasa
ditawarkan. Hal utama di sini adalah saluran distribusi – kombinasi institusi-institusi
pemasaran yang mengalirkan produk/jasa ke pemakai akhir. Strategi fungsional untuk
komponen promosi menetapkan bagaimana perusahaan akan berkomunikasi dengan
pasar sasarannya. Strategi ini harus memedomani manajer pemasaran dalam hal
penggunaan dan bauran iklan, penjualan tatap muka, promosi penjualan, dan pemilihan
media. Strategi fungsional untuk komponen harga barangkali merupakan pertimbangan
terpenting dalam pemasaran. Rencana strategi penetapan harga dapat berorientasi pada
biaya, pasar, atau persaingan.
2.1.3 Strategi Fungsional Keuangan
Kebanyakan strategi fungsional memedomani implementasi dalam waktu dekat,
cakupan waktu untuk strategi fungsional di bidang keuangan berbeda-beda, karena
strategi ini mengarahkan pemanfaatan sumber daya keuangan untuk mendukung
strategi bisnis, tujuan jangka panjang, dan sasaran tahunan. Strategi fungsional
keuangan yang cakupan waktunya lebih panjang memedomani para manajer keuangan
dalam investasi modal jangka panjang, pembiayaan utang, alokasi dividen, dan
leveraging. Strategi fungsional keuangan yang dirancang untuk mengelola modal kerja
dan asset jangka pendek mempunyai fokus yang lebih pendek.
2.1.4 Strategi Fungsional dalam Riset dan Pengembangan
Dengan adanya perubahan teknologi yang sangat cepat di kebanyakan industri
menyebabkan bagian riset dan pengembangan memikul peran fungsional penting di
banyak perusahaan. Beberapa hal yang berkaitan dengan bagian riset dan
pengembangan ini adalah :
1. Strategi R&D harus menjelaskan mana yang lebih diutamakan, riset dasar ataukah
riset pengembangan produk.
2. Strategi R&D juga harus menjelaskan cakupan waktu untuk upaya R&D. Apakah
akan difokuskan untuk jangka waktu yang pendek atau untuk jangka panjang.
3. Strategi fungsional R&D juga harus memedomani organisasi fungsi R&D. Apakah
kegiatan riset ini dilakukan sendiri oleh perusahaan ataukah diserahkan kepada
pihak luar perusahaan. Strategi R&D dapat dilakukan dengan pendekatan ofensif
atau defensif atau keduanya.
2.1.5 Strategi Fungsional Sumber Daya Manusia
Manajemen SDM membantu dalam pencapaian strategi umum dengan memastikan
pengembangan kemampuan manajerial dan karyawan yang kompeten serta adanya
system untuk mengelola kompensasi sesuai peraturan yang ada. Strategistrategi
fungsional SDM harus memedomani pemanfaatan yang efektif akan sumber daya
manusia untuk mencapai baik sasaran tahunan perusahaan maupun kepuasan dan
pengembangan karyawan. Sistem manajemen strategis yang di desain dengan baik
dapat gagal bila perhatIan yang diberikan pada dimensi SDM tidak memadai.
Tanggung jawab strategis manajer SDM : menilai kebutuhan staf, Menyusun rencana
penempatan staf, kompensasi dan lain sebagainya. Menyesuaikan manajer dengan
strategi, dapat dilakukan dengan metode : menstransfer/mutase manajer,
mengembangkan lokakarya kepemimpinan, menawarkan aktivitas pengembangan
karier, promosi.
Implementasi kebijakan fungsional melibatkan dua proses yaitu: menyebarkan sumber-
sumber dan pengembangan kebijaksanaan yang mengoperasinalkan strategi, Implementasi
kebijakan fungsional yang layak dapat membuat keberhasilan pemilihan strategi.
a. Penyebaran sumber – sumber. Keputusan penentuan alokasi sumber-sumber
perusahaan yang meliputi uang, fasilitas dan daya manusia kepada divisi-divisi,
departemen-departemen atau unit-unit bisnis.
b. Pengembangan Kebijaksanaan. Kebijaksanaan adalah kumpulan keputusan yang
menentukan secara teliti tentang bagaimana strategi yang dipilih akan dilaksanakan
jadi merupakan pedoman pelaksanaan tindakan atau kegiatan tertentu, mengatur suatu

REFERENCES
Dewi, I. A. W. S. & Dkk, 2020. Manajemen Strategik Implementasi Strategi. [Online] Available
At: Https://Www.Studocu.Com/ [Accessed 1 Maret 2021].