Anda di halaman 1dari 7

UJIAN TENGAH SEMESTER TAHUN 2021

MATA KULIAH : MANAJEMEN RISIKO (S1)

Soal 1
Misalkan neraca suatu Bank adalah sebagai berikut ini :

AKTIVA (Rp) PASSIVA (Rp)


Kas 10.000.000 Deposito (1 bulan ) 25.000.000
Kredit Konsums( 1thn) 70.000.000 Deposito (1 thn ) 55.000.000
Obligasi (2 thn) 55.000.000 Obligasi ( 2 thn ) 35.000.000
Obligasi Jangka Panjang (10 thn) 35.000.000 Modal saham 55.000.000
Berdasarkan data di atas :
a. Hitunglah Gap Repricing untuk periode 2 tahun.
b. Jika tingkat bunga naik 3 persen, bagaimana pengaruhnya terhadap pendapatan bank?
c. Bagaimana kaitan antara Gap RSA-RSL, perubahan tingkat bunga dan pendapatan.
Soal 2
a. Jelaskan Prinsip dasar Manajemen Risiko (meliputi: Konsep, Tujuan dan Ruang Lingkup) !
b. Jelaskan pengertian-pengertian berikut ini yang berkaitan dengan Manajemen Risiko
yaitu Kejadian, Bahaya, Risiko, Frekuensi dan Probabilitas !
Soal 3
a. Bagaimana cara mengidentifikasi, mengukur dan memitigasi dari risiko pasar?
b. Jelaskan Menurut sumber / penyebab timbulnya risiko dan bagaimana cara
penanggulangan risiko tersebut?
c. Uraikan 3 (tiga) manfaat yang diperoleh karyawan sebagai salah satu Stakeholder
perusahaan apabila perusahaan menerapkan Manajemen Risiko dengan baik.
JAWABAN

2. a. Konsep Manajemen risiko (Management Risk) adalah suatu pendekatan terstruktur


atau metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman.
Pengertian manajemen risiko yang lain yaitu, manajemen risiko adalah suatu rangkaian
aktivitas manusia termasuk penilaian risiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya
dan mitigasi risiko dengan menggunakan pemberdayaan atau pengelolaan sumber daya.
Sasaran atau Tujuan manajemen risiko dilakukan yaitu untuk mengurangi risiko yang
berbeda yang berkaitan dengan bidang yang telah dipilih pada tingkat yang bisa diterima
oleh masyarakat.
o Tujuan Manajemen Risiko
Adapun tujuan dari manajemen risiko/manajemen resiko yaitu:
 Melindungi perusahaan dari risiko signifikan yang dapat menghambat pencapaian
tujuan perusahaan.
 Memberikan kerangka kerja manajemen risiko yang konsisten atas risiko yang
ada pada proses bisnis dan fungsi dalam perusahaan.
 Mendorong menajemen untuk bertindak proaktif mengurangi risiko kerugian,
menjadikan pengelolaan risiko sebagai sumber keunggulan bersaing dan juga
keunggulan kinerja perusahaan.
 Mendorong setiap perusahaan untuk bertindak hati-hati dalam menghadapi risiko
perusahaan, sebagai upaya untuk memaksimalkan nilai perusahaan.
 Membangun kemampuan mensosialisasikan pemahaman mengenai risiko dan
pentingnya pengelolaan risiko.
 Meningkatkan kinerja perusahaan melalui penyediaan informasi tingkat risiko
yang digambarkan dalam peta risiko (risk map) yang berguna bagi manajemen
dalam pengembangan strategi dan perbaikan proses manajemen risiko secara terus
menerus dan berkesinambungan.

o Ruang Lingkup Manajemen Risiko


Ruang lingkup proses manajemen risiko terdiri atas:
 Penentuan konteks kegiatan yang akan dikelola risiko
 Identifikasi risiko
 Analisis risiko
 Evaluasi risiko
 Pengendalian risiko
 Pemantauan dan telaah ulang
 Koordinasi dan komunikasi
 Proses Manajemen Risiko
o Adapun elemen utama dari proses manajemen risiko, yaitu:
 Penetapan tujuan yaitu Hal pertama yang perlu dilakukan yaitu menetapkan
strategi, kebijakan organisasi dan ruang lingkup manajemen risiko yang akan
dilakukan.
 Identifkasi risiko yaitu Setelah menetapkan tujuan, selajutnya yang perlu
dilakukan yaitu mengidentifikasi apa, mengapa dan bagaimana faktor-faktor yang
mempengaruhi terjadinya risiko untuk analisis lebih lanjut.
 Analisis risiko ini dilakukan dengan cara menentukan tingkatan probabilitas dan
konsekuensi yang akan terjadi. Setelah itu, ditentukan tingkatan risiko yang ada
dengan mengalikan kedua variabel tersebut (probabilitas X konsekuensi).
 Evaluasi risiko Membandingkan tingkat risiko yang ada dengan kriteria standar.
Setelah itu, tingkatan risiko yang ada untuk beberapa hazards dibuat tingkatan
prioritas manajemennya. Jika tingkat risiko ditetapkan rendah, maka risiko
tersebut masuk ke dalam kategori yang bisa diterima dan mungkin hanya
membutuhkan pemantauan saja tanpa harus melakukan pengendalian.
 Pengendalian risiko Melakukan penurunan derajat probabilitas dan konsekuensi
yang ada dengan menggunakan berbagai alternatif metode, bisa dengan transfer
risiko dan lain sebagainya.
 Monitor dan Review terhadap hasil sistem manajemen risiko yang dilakukan
untuk mengidentifikasi perubahan yang perlu dilakukan.
 Komunikasi dan konsultasi ini dilakukan dengan pengambil keputusan internal
dan eksternal untuk menindaklanjuti dari hasil manajemen risiko yang dilakukan.
2. b.
3. a. Proses Identifikasi Dan Pengukuran Risiko Pasar
Identifikasi Risiko Pada tahap ini Analis berusaha mengidentifikasi apa saja risiko yang
dihadapi perusahaan. Perusahaan tidak selalu menghadapi seluruh risiko tersebut, namun
demikian, ada risiko yang dominan, ada risiko yang minor. Pengidentifikasian risiko ini
merupakan proses penganalisisan untuk menemukan cara sistematis dan secara
berkesinambungan risiko (kerugian yang potensial) yang menantang perusahaan. Adapun
Pengukuran Risiko Pada dasarnya, pengukuran risiko mengacu pada dua faktor: kuantitas
risiko dan kualitas risiko. Kuantitas risiko terkait dengan berapa banyak nilai, atau
eksposur, yang rentan terhadap risiko. Kualitas risiko terkait dengan kemungkinan suatu
risiko muncul. Semakin tinggi kemungkinan risiko terjadi, semakin tinggi pula risikonya.
Ada beberapa tahapan dalam identifikasi risiko yaitu sebagai beriku:
1. Menyusun daftar risiko secara kompherensif. Risiko yang mungkin terjadi disusun
berdasarkan dampak pada setiap elmen kegiatan. Selain itu, perlu dicatat faktor-
faktor yang mempengaruhi risiko secara terperinci. Besarnya kerugian akan
menentukan level risiko yang akan dihadapi nantinya.
2. Menganalisis karakteristik risiko yang melekat pada bank islam, risiko yang melekat
pada produk maupun kegiatan usaha bank.
3. Menggambarkan proses terjadinya risiko dengan menganalisis faktor-faktor apa yang
menjadi penyebab timbulnya risiko dan menentukan besarnya probabilitas sebuah
risiko akan terjadi.
4. Membuat daftar sumber terjadi risiko untuk masing-masing risiko.
5. Menentukan pendekatan atau instrumen yang tepat untuk identifikasi resiko
(Wahyudi, 2013, hal. 146-147)
Dalam rangka melaksanakan pengukuran risiko, bank wajib sekurang-kurangnya
melakukan:
a. Evaluasi secara berkala terhadap kesesuaian asumsi, sumber data dan prosedur yang
digunakan untuk mengukur risiko;
b. Penyempurnaan terhadap sistem pengukuran risiko apabila terdapat perubahan
kegiatan usaha bank, produk, transaksi dan faktor risiko yang bersifat material
(Fasa, 2016, hal. 175)
c. Metode Mitigasi Risiko Pasar
Mitigasi risiko adalah perlakuan untuk mengurangi dampak kerugian yang mungkin
timbul dari kegiatan yang akan dilaksanakan. Metode mitigasi risiko secara umum
dikelompokkan sebagai berikut menyebarkan risiko (spread risk); mengurangi risiko
(reduce risk); mengalihkan risiko (transfer risk); menerima risiko (retain/accept risk).

3. b. Jenis Jenis Resiko Usaha

1. Resiko Perusahaan
Resiko perusahaan merupakan resiko yang terjadi dan memiliki dampak terhadap kelangsungan
hidup perusahaan atau saham-saham yang ada pada perusahaan.
2. Resiko Keuangan
Resiko keuangan merupakan resiko ang umumnya akan berdampak pada kerugian dari segi
keuangan perusahaan.
3. Resiko Permodalan
Resiko permodalan adalah sebuah resiko yang timbul akibat dari kerugian penjualan atau
likuiditas dan keuangan. Dimana hal ini akan menyebabkan modal usaha mengalami penurunan
secara signifikan.
4. Resiko Pasar
Resiko pasar merupakan resiko yang timbul dari adanya persaingan usaha dari gaya hidup
pelangan, perubahan pola persaingan, atau munculnya persaingan baru yang lebih berpontensial
di pasar produk.
5. Resiko Oprasional
Resiko yang terakhir ini timbul akibat dari adanya penyimpangan hasil prediksi. Hal ini terjadi
karena kurang sempurnanya penerapan keputusan, masalah SDM, teknologi, adanya perubahan
sistem inovasi dan mutu.

Cara Mengatasi Resiko Usaha


1. Identifikasi Resiko
Kenali resiko apa yang terjadi di perusahaan kita. Dengan mengetahui jenis resikonya kita akan
tahu langkah yang akan diambil.
2. Rangking Kerugian
Buatlah daftar atau skala kerugian yang timbul. Dari banyaknya resiko yang terjadi, resiko mana
yang menimbulkan kerugian paling besar sehingga dapat diselesaikan terlebih dahulu.
3. Penyelesaian Masalah
Sebagai pemilik usaha, selain harus cermat dalam membaca peluang anda juga harus pintar
dalam penyelesaian masalah atau resiko yang terjadi. Langkah dan solusi apa yang diambil anda
harus bisa menentukannya.
Terdapat 4 sikap dalam menyikapi resiko usaha, yaitu sebagai berikut :
 Risk Avoidance (Menghindari Resiko)
 Risk Reduction (Mengurangi Resiko)
 Risk Transfer (Memindahkan Resiko)
 Risk Retention (Menerima Resiko)
4. Monitoring dan Review
Setelah berhasil mengidentifikasi, membuat daftar kerugian, dan menyelesaikan masalah,
selanjutnya harus lebih waspada terhadapat resiko usaha yang mungkin bisa terjadi. Anda dapat
memonitor usaha anda dengan menggunakan hasil review yang telah didapatkan. Anda juga bisa
memilih strategi yang lebih baik agar tidak mengalami kerugian di masa mendatang.

3. c. 1. Sebagai Bahan Evaluasi & Keputusan Bisnis


Evaluasi adalah proses penilaian dan pengukuran efektivitas strategi yang telah digunakan dan
yang telah dilakukan di masa yang telah lalu untuk mencapai tujuan dari suatu perusahaan. Hasil
dari analisis risiko bisnis akan menjadi sebuah bahan bagi Anda untuk mengevaluasi apakah
cara-cara yang telah dilakukan selama ini adalah cara-cara yang sudah benar dan tepat untuk
mencapai tujuan bisnis Serta agar Anda tidak melakukan kesalahan yang sama, yang pernah
Anda lakukan di masa yang lalu sehingga menyebabkan Anda terhambat untuk mencapai tujuan
Anda. Dengan adanya evaluasi, Anda akan lebih mudah membuat suatu keputusan usaha yang
lebih tepat.

2. Peningkatan Produktivitas & Keuntungan


Produktivitas merupakan suatu kegiatan produksi yang menjadi sebuah ukuran bagaimana
baiknya sumber daya diatur dan dimanfaatkan untuk mencapai hasil yang optimal. Melalui
manajemen risiko bisnis yang Anda lakukan, Anda bisa menjadi lebih berhati-hati dalam
menjalankan bisnis dan terhindar dari jatuh ke dalam lubang yang sama. Hal ini otomatis akan
membantu Anda meningkatkan produktivitas yang terjadi, serta keuntungan yang diperoleh akan
ikut meningkat dibandingkan dengan sebelum adanya manajemen risiko bisnis yang dilakukan.

3. Memudahkan Estimasi Biaya


Estimasi biaya adalah perhitungan kebutuhan biaya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu
kegiatan atau pekerjaan. Estimasi biaya adalah hal yang sangat penting dalam sebuah bisnis.
Ketidakakuratan estimasi biaya dapat memberikan dampak yang negatif bagi pihak-pihak yang
terlibat dan untuk berjalannya proses produksi itu sendiri, seperti terhambatnya proses produksi
dalam suatu perusahaan. Dengan adanya analisis serta manajemen risiko akan mempermudah
Anda untuk menghitung estimasi biaya yang dibutuhkan, seperti estimasi biaya produksi bisnis
Anda.