Anda di halaman 1dari 3

Kisah Sukses Transformasi Digital Perusahaan

A. Sejarah dan Profil Perusahaan

Blue Bird Tbk (BIRD) didirikan tanggal 29 Maret 2001 dan memulai kegiatan komersial
pada tahun 2001. Kantor pusat Blue Bird berlokasi di Jl. Bojong Indah Raya No. 6, Kel.
Rawabuaya, Kec. Cengkareng, Jakarta Barat. Sedangkan kantor operasional terletak di Gedung
Blue Bird Jl. Mampang Prapatan Raya No. 60, Jakarta Selatan. Saat ini, Blue Bird dan anak
usaha beroperasi di beberapa lokasi di Indonesia yaitu Jakarta, Depok, Tangerang, Bekasi, Bali,
Bandung, Banten, Batam, Lombok, Manado, Medan, Padang, Pekanbaru, Palembang, Semarang,
Surabaya, Makassar dan Bangka Belitung.

Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Blue Bird adalah
bergerak dalam bidang pengangkutan darat, jasa, perdagangan, industri dan perbengkelan.
Kegiatan usaha utama Blue Bird adalah bergerak dalam bidang transportasi taksi (Blue Bird dan
Pusaka), taksi eksekutif (Silver Bird), kendaraan limusin dan sewa mobil serta bus (Golden Bird
dan Big Bird).

Pada tanggal 29 Oktober 2014, BIRD memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa
Keuangan (OJK) untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham BIRD (IPO) kepada
masyarakat

B. Proses Digitalisasi Perusahaan


Inovasi yang pernah dilakukan Perusahaan
 Blue Bird merupakan perusahaan transportasi yang pertama dalam penggunaan argometer,
ketika taksi lainnya masih banyak yang belum menggunakannya. Sampai tahun 2011 pun,
Blue Bird menjadi perusahan taksi pertama di indonesia yang memiliki layanan Taxi Mobile
Reservation
 Bluebird mengenalkan layanan Taxi Mobile Reservation dikarenakan cara komunikasi dengan
pelanggan dirasa kurang efektif. Blue Bird dipandang sebagai sebuah perusahaan yang
konvensional, tidak pernah berinovasi, dan tidak adaptif terhadap teknologi.
Inovasi Dalam Menghadapi Era Digital

 Blue Bird melakukan perubahan internal dengan mendiskusikan ulang kebutuhan pelanggan,
memperbaiki platform yang sudah ada dan membuatnya agar dapat lebih mudah diakses
banyak orang serta mengevaluasi Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada.
 Berkaloborasi dan belajar membuka diri untuk membentuk sinergi kedua belah pihak dan
berinovasi sebaik mungkin agar dapat memberikan layanan terbaik bagi pelanggan
 Menerapkan Sustainability untuk tujuan bisnis maupun lingkungan melalui gerakan
#birukanlangitjakarta
 Memberikan layanan terbaik terhadap pelanggan dengan memiliki multi channel access,
seperti melalui pangkalan-pangkalan di mall atau hotel, stop di jalan, call centre, dan aplikasi
My Blue Bird

Transformasi Digital

Blue Bird memanfaatkan Cloud sebagai ujung tombak transformasi digital namun
sebelum ditetapkan perusahaan harus mengetahui kebutuhan dan masalah perusahaan sebelum
mengadopsi cloud computing. Transformasi digital dilakukan agar dapat menghadapi
perkembangan zaman yang terus berubah dengan pesat. Transformasi digital menjadi tantangan
Blue Bird dikarenakan Blue Bird harus memulai dari awal serta pada 3 tahun sebelumnya IT di
Blue Bird sebatas IT help desk dan ERP. Namun saat ini Blue Bird sudah memiliki divisi IT
yang robust. Saat ini Blue Bird telah terintegrasi dengan sistem pembayaran digital berbasis
QRIS dan telah terintegrasi dengan e-Wallet seperti Dana dan LinkAja. Sebentar lagi, akan ada
dua e-Wallet yang akan terintegrasi pada Blue Bird. Blue Bird telah memasang beberapa sensor
Iot di setiap armada-armada taksi dll. Sensor itu akan memberikan informasi dan kondisi mobil
setiap saat. Selain itu keberandaan sensor-sensor IT juga mampu mengetahui performa driver
Blue Bird, apakah mengendarai mobil secara sopan atau ugal-ugalan di jalan.

Aplikasi My Blue Bird dikembangkan oleh internal perusahaan, pada aplikasi ini telah
dilakukan berbagai penyesuaian agar pelanggan mudah dan interaktif dalam menggunakannya
dengan menyediakan metode pembayaran kredit. Taksi Blue Bird dapat diorder melalui aplikasi
My Blue Bird dan Go-Jek. Awalnya pelanggan Go-Jek hanya bisa mendapatkan taksi Blue Bird
dari menu Go-Car, kini di aplikasi Go-Jek juga ada menu Go-Blue Bird. Jadi pelanggan yang
memesan menggunakan layanan Go-Car dan mendapatkan taksi Blue Bird, tarifnya akan sama
dengan Go-Car, tapi pelanggan hanya bisa mendapat layanan point to point seperti layaknya Go-
Car (Tidak bisa memesan di tempat lain). Sedangkan jika pelanggan memesan di aplikasi Go-Jek
menggunakan fitur Go-Blue Bird, tarifnya akan sama Blue Bird dan bisa merasakan layanan
yang sama seperti menggunakan taksi Blue Bird umumnya, pelanggan dapat mampir atau
melewati rute lain. Blue Bird tidak hanya mengelol taksi, terdapat juga bis Big Bird yang
meruapakan perusahaan yang mendorong peningkatan utulisasi bus. Salah satunya dengan
mendukung kemenhub melalui program Jatodetabek Airport Connexion bersama perusahaan
angkutan lain seperti Perum DAMRI, PPD dan Sinar Jaya Megah Langgeng. Upaya
meningkatkan utilisasi Big Bird juga dilakukan dengan meluncurkan program Big Bird Jalan-
Jalan. Big Bird digunakan lebih banyak untuk melayani antar jemput sekolah-sekolah
internasional dan berbagai destinasi.