Anda di halaman 1dari 9

BAHAN AJAR 1

Metodologi Penelitian
Dibidang Teknologi Informasi

Oleh:
NUR ALAMSYAH, S.Sos., M.Kom

FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI


UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN
MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARI
DAFTAR ISI

Halaman
BAHAN AJAR 1 .................................................................................. i
DAFTAR ISI .......................................................................................ii
BAB I MENGENAL PENELITIAN ................................................. 1
1.1 Meneliti Itu Penting ................................................................................ 1
1.2 Meneliti Tidak Harus Berbiaya Besar atau Mahal ................................. 2
1.3 Definisi Penelitian .................................................................................. 4
1.4 Macam dan Jenis Penelitian ................................................................... 5
1.4.1 Penelitian Menurut Bidang Ilmunya [Essays, UK., 2013] ............... 5
1.4.2 Penelitian Menurut Bentukan Ilmunya [Trochim, 2006] ................. 5
1.4.3 Penelitian Menurut Bentuk Datanya [Essays, UK., 2013] ............... 6
1.5 Tahapan Penelitian ................................................................................. 6
1.6 Proposal Penelitian ................................................................................. 7
BAB I
MENGENAL PENELITIAN

1.1 Meneliti Itu Penting

Meneliti adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara sistematis dengan


tujuan untuk mencari solusi dari sebuah permasalahan. kita sebagai manusia
sebenarnya telah sering melakukan "penelitian" untuk menemukan solusi dari
sebuah permasalahan yang dilakukan tanpa kita sadari. berbagai contoh penelitian
yang telah kita lakukan sejak kecil:
1. Pemilihan mainan
pada saat kita masih kecil dan dibawa orang tua untuk membeli mainan dan
kita dihadapkan oleh pilihan mainan mana yang akan dibeli. banyak
pertimbangan yang harus dipertimbangkan untuk menentukan mainan mana
yang akan dibeli misalnya harga, warna, ukuran, berat, dan lain-lain.
Dengan mempertimbangkan banyak hal tersebut akhirnya kita memilih
mainan yang disukai. Pemilihan mainan tersebut sebenarnya merupakan
salah satu bentuk penelitian dalam bentuk yang sederhana.
2. Memilih Sekolah Lanjutan
Saat kita telah menyelesaikan suatu jenjang sekolah misalnya lulus SMP
dan memilih mau mendaftar bersekolah di SMA. Beberapa hal masuk dalam
pertimbangan saat menentuan SMA pilihan , misal besarnya uang gedung,
besarnya iuran sekolah bulanan, jarak sekolah kerumah, suasana sekolah
dan lain-lain. Setelah mempertimbangkan beberapa pilihan akhirnya kita
mendaftar di satu atau dua SMA yang kita minati. Pemilihan SMA sebagai
kelanjutan dari SMP juga merupakan salah satu bentuk penelitian dalam
bentuk relatif sederhana.
3. Membeli Rumah
Saat sudah dewasa dan memiliki karier yang sudah mulai mapan dan mulai
berkeluarga, pemilihan rumah merupakan kegiatan “penelitian” yang tidak
bisa dianggap sepele. Banyak sekali aspek yang harus diperhatikan selain
masalah harga, misal transportasi umum, ketersediaan air, keamanan
lingkungan, jarak kesekolah, jarak ketempat kerja, dan lain-lain. Membeli

1
rumah juga merupakan suatu bentuk penelitian yang dilakukan yang bisa
dianggap cukup menyita waktu karena menyangkut masa depan.
4. Kegiatan-kegiatan lain seperti mencari pekerjaan, membeli Handphone,
membeli motor dan mobil, mencari sekolah untuk anak, dan lain-
lainnya.

Kegiatan penelitian diatas termasuk dalam kategori penelitan tidak resmi


atau informal dimana setiap orang memiliki cara pendekatan dan metode
pembuatan keputusan yang berbeda-beda.
Ada orang yang dapat secara langsung memilih hanya berdasarkan perasaan saja.
Ada orang perlu mengumpulkan informasi sebanyak mungkin tentang opsi pilihan
yang ada sebelum mengambil keputusan.

Penelitian dalam arti yang sesungguhnya atau disebut penelitian formal


memiliki beberapa perbedaan dibanding dengan penelitian informal. Penelitian
yang dimaksud disini adalah penelitian ilmiah dimana rumusan permasalahan harus
diuraikan dengan jelas dan terukur, pendekatan untuk mencari solusi dari rumusan
permasalahan tersebut haruslah secara sistematis dengan metode yang dapat
dipertanggungjawabkan [Essays, UK., 2013].

1.2 Meneliti Tidak Harus Berbiaya Besar atau Mahal

Ada 3 Faktor yang menyebabkan penelitian dibidang Teknologi Informasi


semakin mudah dan terjangkau:
Faktor pertama: perangkat keras; Semakin murahnya harga perangkat keras
komputer seperti laptop dan PC menyebabkan semakin terjangkaunya piranti
tersebut untuk dimiliki dan mendukung pelaksanaan penelitian.
Faktor kedua; perangkat lunak; sekarang ini sudah bisa menggunakan perangkat
lunak yang berlisensi kode terbuka atau open source yang lisensinya tidak perlu
mengeluarkan biaya sama sekali. Beberapa contoh aplikasi-aplikasi berbasis open
source antara lain:
1. Sistem Operasi : Linux seperti Ubuntu, Debian, CenOS dan lain-lain.
Sistem Operasi seperti Debian sudah sangat stabil untuk dipergunakan
komputer server.
Sistem Operasi Ubuntu sangat baik dipergunakan sebagai komputer desktop
atau untuk laptop.
Sistem Operasi berbasis linux lainnya memiliki keunggulan dan kelemahan
masing-masing yang harus dipelajari dahulu untuk ditentukan mana yang
paling baik untuk menunjang kegiatan penelitian.
2. Basis data : Basis data merupakan perangkat lunak yang dikhususkan untuk
menyimpan data dalam jumlah banyak dan terstruktur. Basis data berlisensi
open source yang populer adalah MySQL disamping basis data lainnya
seperti PostgreSQL.
3. Server web: Merupakan aplikasi layanan yang memungkinkan seseorang
untuk merancang aplikasi berbasis web dan internet. Salah satu server web
berlisensi open source yang paling populer didunia adalah Apache.
4. Aplikasi Perkantoran: Kumpulan aplikasi-aplikasi pendukung perkantoran
yang dapat dipergunakan untuk menganti aplikasi perkantoran Microsoft
Office juga tersedia dengan tanpa biaya lisensi seperti LibreOffice,
OpenOffice, WPS Office dan lain-lain.
5. Pengolah data : Pengolah data pengganti dari pengolah data komersial
seperti Matematica, Matlab dan lainya.
6. Pengolah gambar: Aplikasi pengolah gambar pengganti Photoshop juga
tersedia gratis, yaitu Gimp. Untuk gambar-gambar berbasis vektor yang
biasanya digantikan dengan aplikasi seperti InkScape.

Faktor ketiga; Internet; semakin tersedianya koneksi internet yang semakin


kencang dan murah. Koneksi internet sekarang diindonesia sudah merambah
kecepatan 4G-LTE.
Berdasarkan uraian diatas, seharusnya disadari bahwa melakukan kegiatan
penelitian bidang Teknologi Informasi seharusnya dapat dilakukan dengan mudah
dan dengan biaya terjangkau.
Nah untuk memulai penelitian dibidang Teknologi Informasi, terdapat tiga
modal dasar yang harus dimiliki. Modal-modal tersebut adalah:
Modal utama adalah komputer: berupa dekstop ataupun laptop dengan
perangkat lunak pendukung yang memadai seperti sistem operasi, pengolah data,
pengolah kata dan lain-lain dengan harga yang semakin terjangkau.
Modal kedua adalah koneksi internet: koneksi yang semakin kencang dan
ongkos yang semakin murah menjadi pendorong untuk dapat melakukan penelitian
ilmiah dengan mudah dengan biaya terjangkau.
Modal ketiga adalah ketersediaan data: proses pengambilan data,
pengumpulan data, mengontak responden data dan lain-lain sekarang lebih mudah
dan semakin luas berkat berbagai teknologi yang ditawarkan dengan media internet.
Berbekal ketiga modal tersebut, sebenarnya sudah tidak ada alasan lagi
untuk tidak melakukan penelitian karena dapat dilakukan dengan biaya terbatas.

1.3 Definisi Penelitian

Untuk dapat melakukan penelitian dengan baik dan benar, diperlukan


pemahaman yang baik tentang definisi penelitian itu sendiri. Terdapat beberapa
definisi tentang penelitian yang dapat ditemukan, namun terdapat satu definisi yang
dianggap mewakili, yaitu:
“Penelitian adalah proses sistematis yang meliputi pengumpulan dan
analisis informasi (data) dalam rangka meningkatkan pengertian tentang
fenomena yang diminati atau yang menjadi perhatian [Leedy P.D., 1997].”
Jadi, sebuah kegiatan dapat dikategorikan sebagai sebuah penelitian ilmiah apabila
memenuhi kriteria-kriteria berikut:
1. Proses yang sistematis; sistematis berarti terdapat rangkaian kegiatan dari
kegiatan satu ke kegiatan lain dengan tujuan yang jelas. Sebuah penelitian
seharusnya diawali dengan perencanaan tahapan-tahapan yang akan dilalui
sampai penelitian tersebut dianggap selesai.
2. Melibatkan pengumpulan data atau analisis data; pembuktian dari
hipotesa (dugaan jawaban dari permasalahan) dalam sebuah penelitian
harus didukung oleh analisis data yang memadai dan dapat
dipertanggungjawabkan secara ilmiah. proses pengumpulan data biasanya
menggunakan perangkat lunak seperti basis data dan kemudian diolah dan
dianalisis dengan metode atau teknik yang sudah diakui validitasnya.
3. Bertujuan mencari solusi permasalahan; berusaha memahami dan
mencari solusi dari permasalahan yang menjadi perhatian. Hasil dari
penelitian atau kesimpulan seharusnya merupakan jawaban dari tujuan
penelitian yang dikemukakan pada proposal penelitian tersebut.

1.4 Macam dan Jenis Penelitian

Sebagai sebuah bentuk kegiatan yang dilakukan secara sistematis untuk


menemukan solusi dari sebuah permasalahan, terdapat berbagai jenis penelitian
berdasarkan pada berbagai hal, antara lain:
1.4.1 Penelitian Menurut Bidang Ilmunya [Essays, UK., 2013]

1. Penelitian dasar
Penelitian dasar adalah penelitian pada bidang-bidang ilmu dasar seperti
Matematika, Kimia, Fisika, Biologi, dan sebagainya.
Penelitian dasar sekarang ini sudah semakin sulit dilakukan mengingat
banyak hal yang ada didunia ini sudah diketahui berdasarkan penelitian-
penelitian sebelumnya.
2. Penelitian terapan
Penelitian terapan merupakan penelitian pada bidang-bidang ilmu terapan
misalnya Teknik Informatika, Teknik Mesin, kedokteran, dan lain-lainnya.
Penelitian terapan memiliki peluang yang lebih terbuka untuk dilakukan
dibandingkan dengan penelitian dasar, khususnya dinegara-negara
berkembang seperti indonesia.

1.4.2 Penelitian Menurut Bentukan Ilmunya [Trochim, 2006]

1. Penelitian induktif
Penelitian induktif merupakan penelitian yang meneliti tentang kasus-kasus
spesifik dan kemudian berusaha untuk mendapatkan generalisasinya yang
dapat diterapkan untuk bidang atau hal yang lebih besar atau yang sering
disebut dengan pendekatan bawah ke atas [bottom-up].
Penelitian induktif yang berhasil bisa melahirkan teorema, metode ataupun
teknik-teknik baru.
2. Penelitian deduktif
Penelitian deduktif adalah penelitian yang berdasarkan metode atau teorema
yang telah diketahui dan diteliti untuk diterapkan ke suatu kasus atau data
yang belum diketahui atau yang sering disebut pendekatan dari atas ke
bawah [top-down].
Penelitan ini berguna untuk menguji atau metode sebelumnya telah
diketahui apakah berlaku untuk kasus-kasus spesifik yang dijadikan fokus
penelitian.

1.4.3 Penelitian Menurut Bentuk Datanya [Essays, UK., 2013]

1. Penelitian kuantitatif
Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang data utamanya merupakan
data-data yang berupa angka yang dapat diolah secara sistematis. Hasil
analisis dari data-data kuantitaif ini kemudian dijadikan dasar untuk
mengambil suatu kesimpulan yang diharapkan dapat menjadi solusi dari
permasalahan yang diteliti.
2. Penelitian kualitatif
Penelitian kualitatif adalah penelitian yang data utamanya merupakan data-
data yang berupa bukan angka, misal hasil survey, opini, dan lain-lainnya.
Data-data yang bukan berupa angka ini dapat juga dipresentasikan menjadi
angka yang kemudian diolah secara sistematis untuk kemudian diambil
suatu kesimpulan yang seharusnya merupakan solusi dari permasalahan
yang diteliti.

1.5 Tahapan Penelitian

Sebuah penelitian merupakan suatu kegiatan yang sistematis untuk


memecahkan suatu permasalahan. Adapun rangkaian kegiatan atau langkah-
langkah yang biasa dilakukan pada saat pelaksanaan penelitian secara ilmiah adalah
sebagai berikut:
1. Menentukan topik penelitian dan perumusan masalah.
2. Meneliti hasil karya orang lain atau mempelajari hasil-hasil penelitian
sebelumnya.
3. Memilih sumber data dan landasan teori
4. Menemukan metode atau perangkat.
5. Mulai meneliti dan mencatat.
6. Membuat produk penelitian.
1.6 Proposal Penelitian

Pada umumnya, terdapat beberapa poin yang biasanya harus dicantumkan di dalam
proposal penelitian. Poin-poin tersebut adalah:
1. Judul
Judul singkat dari penelitian yang sifatnya singkat dan padat, disarankan
judulnya tidak lebih dari 14 kata dalam bahasa indonesia.
2. Latar belakang dan perumusan masalah
Latar belakang yang bermula dari berbagai hal yang sifatnya mulai dari
secara umum dan mengerucut ke khusus bisa dimulai dari objek penelitian,
topik penelitian, masalah-masalah yang ditemukan kemudian sedikit demi
sedikit dibawa ke perumusan masalah yang merupakan fokus dari
penelitian.
3. Tujuan dan manfaat penelitian
Tujuan penelitian harus jelas dapat diamati dan atau diukur. Biasanya
merujuk pada hasil yang akan dicapai atau diperoleh dari maksud penelitian.
Manfaat penelitian menjelaskan dampak dari penyelesaian masalah yang
telah dirumuskan di rumusan masalah atau dapat dikatakan hasil dari
penyelesaian dari permasalahan yang ada pada rumusan masalah.
4. Tinjauan pustaka
Ringkasan berupa uraian-uraian landasan teori dan uraian singkat
penelitian-penelitian terkini atau penelitian sebelumnya.
5. Metode penelitian
Langkah-langkah sistematis yang akan dilakukan selama proses penelitian,
mulai dari teknik pengumpulan data, permodelan sistem, basis data,
rancangan antarmuka, dan lain-lainnya.
6. Jadwal penelitian
Perkiraan jadwal pelaksanaan dari awal sampai akhir dan juga informasi
lengkap tempat dimana melakukan penelitian.