Anda di halaman 1dari 16

Ujian Tengah Semester

Manajemen
Takehome Exam
Dosen: Dr. John Suprihanto, MIM.

Nama : Elsa Syafira Ananta


NIM : 19/441361/EK/22379

1. Mengapa pemahaman tentang lingkungan bisnis penting bagi para manajer dan organisasi
perusahaan? Gambarkan dan jelaskan dengan disertai contoh: berbagai kekuatan utama
baik dari lingkungan khusus maupun umum yang langsung maupun tidak langsung
mempengaruhi organisasi perusahaan.

Lingkungan bisnis memiliki peran penting karena akan berdampak pada kesuksesan,
skala, visi hingga strategi pengembangan bisnis. Dengan demikian, pemahaman isu ini
harus menjadi prioritas bagi para pimpinan. Berapa manfaat yang dapat diperoleh dari
memahami lingkungan bisnis diantaranya :
a. Memungkinkan perusahaan mengidentifikasi peluang bisnis
Saat perubahan lingkungan bisnis dapat diteliti, dipahami dan dievaluasi, perubahan
yang terjadi mampu menjadi peluang keberhasilan bisnis. Contohnya, permasalahan
orang Indonesia yang sulit mendapatkan ojek. Mereka harus pergi ke depan gang atau
ke pemberhentian ojek. Karena adanya permasalahan ini, akhirnya terbentuk startup
yang melihat ini sebagai peluang dan menciptakan aplikasi ojek online yang sekarang
kita kenal, seperti Gojek dan Grab.

b. Memanfaatkan sumber daya dengan baik


Pemindaian yang cermat terhadap lingkungan bisnis akan membantu dalam
memanfaatkan sumber daya yang diperlukan bisnis. Ini bisa membantu perusahaan
untuk melacak ataupun memonitor sumber daya dan kemudian mengubahnya menjadi
barang dan jasa. Contohnya membuat produk minyak goreng di Riau karena
banyaknya pohon kepala sawit yang mudah tumbuh disana.

c. Menghadapi perubahan
Bisnis harus menyadari perubahan yang sedang berlangsung di lingkungan, apakah
itu perubahan dalam persyaratan pelanggan, tren yang ada, kebijakan baru
pemerintah, hingga perubahan teknologi. Jika bisnis menyadari perubahan ini, maka
hal itu bisa menimbulkan respons untuk menangani perubahan tersebut. Misalnya,
perubahan dalam proses membatik yang bisa lebih cepat dan efisien dengan mesin
batik.

d. Bantuan dalam perencanaan


Ketika lingkungan bisnis menghadirkan masalah atau peluang, maka pemilik bisnis
bisa memutuskan rencana apa yang harus dibuat untuk mengatasi masa depan dan
memecahkan masalah atau memanfaatkan peluang yang ada. Misalnya saat peminat
kopi mulai turun, diciptakan varian kopi dengan berbagai rasa yang saat ini kita kenal
sebagai kopi susu.

e. Membantu bisnis untuk meningkatkan kinerja


Perusahaan yang benar-benar memperhatikan lingkungan juga bisa berkembang
dengan meningkatkan kinerja sesuai perubahan yang terjadi. Contohnya, di masa
pandemi ini, banyak orang yang memerlukan masker, hal ini bisa menjadi peluang
bagi perusahaan kain untuk menambahkan produk masker kain sebagai salah satu
kebutuhan sandang masyarakat.
Dalam suatu organisasi atau perusahaan, terdapat 2 jenis lingkungan yang berpengaruh lansung
dan tidak lansung dalam mempengaruhi perusahaan, yaitu lingkungan khusus dan umum.
Lingkungan khusus (task environment) adalah para pelaku yang secara langsung berkaitan
dengan lingkungan, yang mempengaruhi perusahaan. Lingkunga khusus ini terdiri dari :
a) Pelanggan (Customer)
Para manajer harus dapat mengantisipasi perubahan perilaku konsumen, karena konsumen
mempunyai kekuatan tawar menawar, terutama pembeli yang melakukan pembelian dalam
jumlah yang besar. Pembeli cenderung melakukan pembelian secara selektif, apalagi pembeli
mempunyai informasi yang lengkap tentang permintaan, harga pasr dan harga pemasok,
sehingga posisi tawar menawar pembeli semakin kuat. Oleh karena itu perusahan harus mampu
memperbaiki posisi strateginya. Disamping itu ada pula pembeli yang tidak begitu sensitif
terhadap harga, karena yang lebih penting bagi mereka adanya atribut atau kualitas dari produk
yang diinginkan.
b) Pemasok (Supplier)
Pemasok juga mempunyai kekuatan tawar menawar terhadap peserta industri, sehingga pemasok
merupakan ancaman serius yang perlu diperhitungkan. Perusahaan perlu membina hubungan
yang erat. Pemasok yang kuat dapat menekan laba industri yang dapat mengimbangi dengan
kenaikan harganya.
c) Pesaing (Competitor)
Persaingan terjadi karena satu atau lebih pesaing merasakan adanya tekanan atau melihat adanya
peluang untuk memperbaiki posisi yang ada. Strategi bersaing yang efektif meliputi tindakan –
tindakan ofensif atau defensif guna menciptakan posisi yang aman (defendable position)
terhadap kekuatan- kekuatan pesaing. Ada beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan
mengenai persaingan, yaitu:
 Masuk dan keluarnya pesaing
 Ancaman produk atau jasa pengganti
 Kemungkinan terjadinya perubahan dalam strategi pesaing
 Publik (masyarakat )
Lingkungan umum (general environment) adalah kekuatan-kekuatan yang timbul dan berada
diluar jangkauan serta biasanya terlepas dari situasi operasional perusahaan.
a) Faktor Ekonomi
o Siklus ekonomi : depresi, resesi, kebangkitan ( recovery ) dan kemakmuran
(prosperity).
o Gejala inflansi dan deflasi : jika inflasi sangat tinggi maka pengendalian gaji dan harga
semakin berat.
o Kebijaksanaan moneter : perubahan tingkat suku bunga, devaluasi dan sebagainya.
o Neraca pembayaran : surplus atau defisit dalam hubungannya terhadap perdagangan
luar negeri. Hal ini akan mengganggu atau memberikan peluang.

b) Faktor Demografi
o Perubahan jumlah penduduk akan mempengaruhi permintaan misalnya, pada daerah
yang jumlah penduduknya menurun, tentu akan memindahkan usahanya ke daerah
yang penduduknya tumbuh.
o Perubahan struktur usia penduduk akan mempengaruhi pemindahan jenis produk
sesuai dengan perubahan umurnya.
o Distribusi pendapatan.
o Tingkat pengangguran.

c) Faktor Geografi : Faktor geografi juga penting diamati oleh perencana strategi, untuk
menentukan peluang dan ancaman perusahaan, terutama dalam menentukan penambahan
lokasi baru bagi perluasan perusahaan.
d) Faktor Teknologi : Perubahan teknologi membawa pengaruh terhadap perkembangan
perusahaan, karena bisa memberi peluang besar (meningkatkan hasil/tujuan) atau bisa
mengancam kedudukan perusahaan. Bahkan perubahan teknologi dapat menjadi
malapetaka tenaga kerja, karena akan menggeser mereka dan menambah penganguguran.
Perubahan teknologi juga akan mempengaruhi daur hidup produk, misalnya dengan
munculnya mesin foto copy maka pasar kertas stensil mengalami penurunan drastis.

e) Faktor Pemerintah : Perubahan-perubahan kebijakan pemerintah dalam berbagai bentuk


peraturan, dapat menjadi peluang bagi perusahaan dan dapat pula menjadi
hambatan/ancaman bagi perusahaan.

f) Faktor Sosial dan politik : Sosial adalah kebiasaan dan nilai-nilai sosial lingkungan
masyarakat, khususnya langganan dan karyawan. Sedangkan faktor politik meliputi
kekuatan politik dan perbedaan ideologi.

2. Sebutkan dan jelaskan pengelompokkan teori manajemen disertai dengan tokoh dan
pelajaran yang dapat diperoleh dari masing-masing.
Teori Manajemen dikelompokan sebagai berikut :

a) Managemen Ilmiah
Teori Manajemen Ilmiah muncul karena kebutuhan untuk meningkatkan
produktivitas. Di awal abad ke-20, tenaga kerja trampil amat terasa kurang di
Amerika Serikat. Maka dari itu, satu satunya cara untuk meningkatkan produktivitas
adalah menaikkan efisiensi para pekerja.

 Frederick W. Taylor (1856 -1915)


Frederick W. Taylor dikenal dengan manajemen ilmiahnya dalam upaya
meningkatkan produktivitas. Gerakannya yang terkenal adalah gerakan efisiensi
kerja. Taylor membuat prinsip-prinsip yang menjadi intinya manajemen ilmiah
yang terkenal dengan rencana pengupahan yang menghasilkan turunnya biaya dan
meningkatkan produktivitas, mutu, pendapatan pekerjaan dan semangat kerja
karyawan. Adapun filsafat Taylor memiliki 4 prinsip yang ditetapkan yaitu :
 Pengembangan manajemen ilmiah secara benar.
 Pekerjaan diseleksi secara ilmiah dengan menempatkan pekerjaan yang cocok
untuk satu pekerjaan.
 Adanya pendidikan dan pengambangan ilmiah dari para pekerja.
 Kerjasama yang baik antara manajemen dengan pekerja.

Dalam menerapkan ke-empat prinsip ini, beliau menganjurkan perlunya revolusi mental
di kalangan manajer dan pekerja. Adapun prinsip-prinsip dasar menurut Taylor
mendekati ilmiah adalah :
 Adanya ilmu pengetahuan yang menggantikan cara kerja yang asal-asalan.
 Adanya hubungan waktu dan gerak kelompok.
 Adanya kerja sama sesama pekerja, dan bukan bekerja secara individual.
 Bekerja untuk hasil yang maksimal.
 Mengembangkan seluruh karyawan hingga taraf yang setinggi-tingginya,

 Henry L Gant (1861 -1919)


Henry L Gant menekankan pentingnya mengembangkan minat hubungan timbal
balik antara manajemen dan para karyawan, yaitu kerja sama yang harmonis.
Henry beranggapan bahwa unsur manusia sangat penting sehingga menggaris
bawahi pentingnya mengajarkan, mengembangkan pengertian tentang sistem pada
pihak karyawan dan manajemen, serta perlunya penghargaan dalam segala
masalah manajemen.
 Gant membuat ide baru, setiap pekerja yang dalam sehari berhasil
menyelesaikan tugas yang dibebankan kepadanya akan menerima bonus
sebesar 50 sen.
 Kemudian ia menambahkan motivasi kedua, supervisor akan mendapat bonus
tambahan bila semua pekerja mencapai standar tersebut.
 Gant memelopori sistem pencatatan dengan bagan untuk jadwal produksi
(Gant Chart)
 Meninggalkan sistem tarif berbeda karena dianggap terlalu kecil memberikan
dampak motivasional.

 Frank B. Gilbreth 1868-1924 dan Lilian Gilbreth 1878-1972


Suami istri ini terkenaI dengan tiga peran dari para pekerja yaitu sebagai pelaku,
pelajar dan pelatihan yang senantiasa mencari kesempatan baru, atau terkenal
dengan konsep "three position plan of promotion". Banyak manfaat dan jasa yang
diberikan oleh manajemen ilmiah, namun satu hal penting dilupakan yaitu
kebutuhan sosial manusia dalam berkelompok. Teori manajemen ilmiah
melupakan kepuasan pekerjaan pekerja sebagai manusia biasa. Lilian dan Gilbreth
berpendapat bahwa efisiensi terbaik dalam melaksanakan tugas tertentu harus
mengerti kepribadian serta kebutuhan mereka. Ketidakpuasan di antara pekerja
karena kurangnya perhatian dari pihak manajemen akan berpengaruh pada
efisiensi pekerjaan yang dilakukan.

b) Teori Organisasi Klasik : Teori ini mendefinisikan manajemen sesuai dengan


fungsi-fungsi manajemen.

 Henry Fayol (1841 -1925)


Henry Fayol berpendapat bahwa praktek manajemen yang bagus memiliki pola
tertentu yang dapat diidentifikasi dan dianalisa, yaitu :
 Pembagian kerja (division of labor)
 Otoritas dan tanggung jawab (authority and responsibility)
 Disiplin (discipline)
 Kesatuan komando (unity of commad)
 Kesatuan pengarahan (unity of Direction)
 Menomorduakan kepentingan perorangan terhadap terhadap kepentingan
umum (subordination of individual interest to general interest)
 Renumerasi Personil (renumeration of personel)
 Sentralisasi (centralization)
 Rantai Skalar (scalar chain)
 Tata-tertib (order)
 Keadilan (equity)
 Stabilitas masa jabatan (stability of penure of personal)
 Inisiatif (initiative)
 Semangat Korps (esprit de corps)

 Max Weber (1864-1920)


Max Weber mengemukakan tentang manajemen birokrasi yang menekankan pada
kebutuhan akan hirarki yang ditetapkan dengan ketat untuk mengatur peraturan
dan wewenang dengan jelas

c) Aliran Hubungan Manusiawi


 Hugo Munsterberg (1863-1916)
Hugo Munsterberg dikenal sebagai Bapak Psikologi Industri. Sumbangannya
yang terpenting adalah berupa pemanfaatan psikologi dalam mewujudkan tujuan-
tujuan produktivitas seperti teori-teori manajemen lainnya. Dalam buukunya yang
berjudul "Psychology and Indutrial Efficiency", ia memberikan 3 cara untuk
meningkatkan produktivitas yaitu :
- Menempatkan seorang pekerja terbaik yang paling sesuai dengan bidang
pekerjaan yang akan dikerjakannya.
- Menciptakan tata kerja yang terbaik yang memenuhi syarat syarat psikologis
untuk memaksimalkan produktivitas.
- Menggunakan pengaruh psikologis agar memperoleh dampak yang paling
tepat dalam mendorong karyawan

3. Gambarkan dan jelaskan peringkat Corporate Social Responsibility (CSR) disertai contoh
implementasinya.

CSR (Corporate Social Responsibility) adalah suatu konsep atau tindakan yang
dilakukan oleh perusahaan sebagai rasa tanggung jawab perusahaan terhadap sosial
maupun lingkungan sekitar dimana perusahaan itu berada. CSR sendiri merupakan
sebuah fenomena dan strategi yang digunakan perusahaan untuk mengakomodasi
kebutuhan dan kepentingan stakeholder-nya. Berbagai pihak pemangku kepentingan
perusahaan, diantaranya :

Beberapa contoh program CSR, yaitu :


a. Community Relation : Kegiatan ini menyangkut pengembangan kesepahaman
melalui komunikasi dan informasi kepada para pihak yang terkait. Beberapa kegiatan
yang dilakukan PLN antara lain: melaksanakan sosialisasi instalasi listrik, contohnya
melalui penerangan kepada pelajar SMA di Jawa Barat tentang SUTT/SUTET, dan
melaksanakan sosialisasi bahaya layang-layang di daerah Sumenep, Pulau Madura,
Jawa Timur.

b. Community Services : Program bantuan dalam kegiatan ini berkaitan dengan


pelayanan masyarakat atau kepentingan umum. Kegiatan yang dilakukan antara lain :
- Bantuan bencana alam.
- Bantuan peningkatan kesehatan di sekitar instalasi PLN, antara lain di Kelurahan
Asemrowo, Surabaya yang berada di sekitar SUTT 150kV Sawahan-Waru.
- Bantuan perbaikan sarana ibadah.
- Operasi Katarak gratis di Aceh, Pekanbaru, Jawa Barat, dan kota lainnya di
Indoenesia
- Bantuan Sarana air bersih

c. Community Empowering : Kegiatan ini terdiri dari program-program yang


memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat untuk menunjang
kemandiriannya. Kegiatan yang dilakukan antara lain:
- Bantuan produksi dan pengembangan pakan ikan alternatif di sekitar SUTET,
bekerja sama dengan Fakultas Pertanian UGM.
- Bantuan alat pertanian kepada kelompok tani Ngaran Jaya Kabupaten
Kulonprogo, Jawa Tengah.
- Bantuan pengembangan budi daya pertanian pepaya organik untuk komunitas di
sekitar Gunung Merapi Yogyakarta yang bekerja sama dengan Fakultas Pertanian
UGM.
- Bantuan pengembangan pola tanam padi SRI produktivitas tinggi
- Bantuan pelatihan pengembangan budi daya tanaman organik di sekitar instalasi
PLN

4. Gambarkan dan jelaskan proses manajemen organisasi yang anda ketahui. Selanjutnya
jelaskan hubungan antara corporate, unit business, functional-level strategies, dan
bagaimana keterkaitan tersebut dapat menciptakan value bagi organisasi untuk melayani
pelanggan? Jelaskan dengan contoh aplikasinya.

 Proses manajemen organisasi


a. Planning : memilih tujuan organisasi yang tepat dan arah kegiatan yang paling
baik untuk mencapai tujuan organisasi.
b. Organizing : menyusun tugas dan membangun hubungan kewenangan yang
memungkinkan orang untuk bekerja sama dalam mencapai tujuan organisasi.
c. Leading : memotivasi, mengoordinasikan dan mendorong individu dan
kelompok untuk bekerjasama dalam mencapai tujuan organisasi.
d. Controlling : menyusun pengukuran yang akurat dan sistem pengawasan
untuk mengevaluasi seberapa baik organisasi dalam mencapai tujuannya.

 Hubungan antara corporate, unit business, dan functional level strategies


Corporate level strategy bertugas untuk menangani seluruh ruang lingkup strategis
perusahaan terutama dalam menentukan tujuan dan sasaran suatu perusahaan. Strategi ini
diperlukan untuk menentukan bisnis apa yang harus atau ingin dimiliki oleh perusahaan seperti
jenis produk yang akan diproduksi dan dimana produk tersebut harus dipasarkan. Sedangkan
unit level business strategy merupakan strategi yang digunakan untuk mencapai tujuan dari
setiap unit bisnis seperti unit bisnis layanan, produk, divisi ataupun anak perusahaan. Strategi ini
dijalankan oleh masing-masing unit bisnis namun harus bersinergi dan mendukung strategi
korporasi yang telah ditetapkan oleh perusahaan induk. Lain halnya dengan functional level
strategy yang dirumuskan secara spesifik pada area fungsional tertentu untuk mendukung
strategi unit bisnis. Area fungsional ini meliputi departemen-departemen yang terdapat di unit
bisnis seperti pemasaran, produksi, keuangan, sumber daya manusia, IT serta penelitian dan
pengembangan.

Ketiga level strategy perusahaan saling berkaitan satu sama lain. Corporate level
dimanfaatkan dalam menentukan arah yang akan dituju oleh perusahaan dan peran setiap unit
bisnis dalam perusahaan untuk mencapai arah tersebut. Untuk menentukan unit bisnis mana yang
unggul dan unit bisnis mana yang perlu ditingkatkan lagi, perusahaan memanfaatkan unit level
business strategy. Sedangkan functional strategy biasanya dihasilkan dan dievaluasi oleh kepala
departemen seperti kepala pemasaran, kepala keuangan, kepala produksi dan operasi. Individu-
individu ini dapat membantu memastikan bahwa departemen menjalankan elemen strategis yang
ditetapkan serta memastikan komponen-komponen di fungsional ini membantu mendukung
strategi di tingkat unit bisnis maupun strategi di tingkat korporasi.
Contoh penerapan ketiga level strategy ini dapat kita lihat pada perusahaan Samsung.
Samsung perusahan multinational yang terdiri dari beberapa unit bisnis strategi dengan
rangkaian produk yang beragam. Samsung menjual smartphone, kamera, TV, microwave, lemari
es, mesin cuci, dan bahkan bahan kimia dan asuransi. Setiap produk atau unit bisnis strategi
memerlukan strategi bisnis agar berhasil bersaing dalam industrinya sendiri. Namun, di tingkat
perusahaan Samsung harus memutuskan pertanyaan yang lebih mendasar seperti: "Apakah kita
akan mengejar bisnis kamera sejak awal?" atau “Apakah mungkin lebih baik berinvestasi lebih
banyak ke bisnis smartphone atau haruskah kita fokus pada bisnis layar televisi?”. Analisis
kerangka kerja yang bisa digunakan untuk menjawab hal tersebut memakai The BCG Matrix
atau GE McKinsey yang bisa dilihat pada gambar dibawah ini.
5. Mengapa perusahaan melakukan ekpansi ke pasar internasional? Sebutkan dan jelaskan
beberapa teori tentang terjadinya perdagangan internasional. Selanjutnya sebutkan dan
jelaskan pula beberapa strategy untuk memasuki pasar internasional.
 Alasan suatu perusahaan melakukan ekspansi ke pasar international
diantaranya :
- Untuk mendapatkan akses ke pelanggan baru. Perusahaan sering memperluas
internasional untuk memperpanjang siklus hidup produk mereka, seperti
Honda telah dilakukan dengan sepeda motor 50 cc-klasik, yang cub Honda
(yang masih laris manis di pasar berkembang, lebih dari 50 tahun setelah
pertama kali diperkenalkan di Jepang).
- Untuk mencapai biaya rendah melalui skala ekonomi, pengalaman, dan
peningkatan daya beli. Banyak perusahaan didorong untuk mencari pembeli
asing untuk produk dan layanan mereka karena mereka tidak dapat
menangkap cukup volume penjualan besar dalam negeri untuk sepenuhnya
menangkap skala ekonomi dalam pengembangan produk, manufaktur, atau
pasar.
- Untuk lebih mengeksploitasi kompetensi inti. Perusahaan sering dapat
memanfaatkan sumber daya mereka secara internasional dengan mereplikasi
model bisnis yang sukses, menggunakannya sebagai cetak biru dasar untuk
operasi internasional, seperti yang telah dilakukan oleh Starbucks dan
McDonalds.
- Untuk mendapatkan akses ke sumber daya dan kemampuan yang terletak di
pasar luar negeri. Sebuah motif yang semakin penting untuk memasuki pasar
luar negeri adalah untuk memperoleh sumber daya dan kemampuan yang
tidak dapat diakses semudah di pasar rumah perusahaan.
- Untuk menyebarkan resiko bisnis di seluruh basis pasar yang lebih luas.
Sebuah perusahaan menyebar risiko bisnis dengan beroperasi di banyak
negara yang berbeda daripada tergantung sepenuhnya pada operasi di pasar
domestik. Kemudian, ketika bertemu penurunan ekonomi di pasar dalam
negeri, kinerjanya dapat didukung oleh penjualan apung di tempat lain.

 Teori terjadinya perdagangan international


a) Teori klasik/teori keunggulan absolut
Teori klasik yang dikemukakan oleh Adam Smith seringkali disebut sebagai
teori murni perdagangan international. Teori ini mengemukakan bahwa suatu
negara akan memproduksi satu jenis barang tertentu yang memiliki
keunggulan absolut (absolute advantage) dan melakukan impor terhadap
barang yang tidak memiliki keunggulan absolut (absolute disadvantage)
b) Teori keunggulan komparatif
Teori ini dikemukakan oleh J.S. Mill dan David Ricardo untuk
menyempurnakan teori keunggulan absolut. J.S. Mill berfikir bahwa suatu
negara akan memfokuskan diri pada ekspor barang tertentu saat memiliki
keunggulan komparatif /keunggulan yang relative besar, dan akan memilih
impor barang saat barang tersebut memiliki kerugian komparatif atau yang
relatif.

 Strategi memasuki pasar international


a) Joint venture
Memiliki struktur organisasi yang mana dua perusahaan bekerja sama
dengan tujuan tertentu. Kelebihan dari joint venture, dapat memanfaatkan
skala ekonomi dan spesialisasi, sumber informasi akan semakin lengkap
karena adanya perbaikan komunikasi dan networking,meminimumkan resiko
dan memungkinkan beroperasi secara global. Sedangkan beberapa kelemahan
dalam melakukan joint venture adalah tanggung jawab terhadap semua resiko
dibagi kepada masing-masing partner, resiko rahasia tersebar lebih besar, resiko
tertipu oleh partner usaha lebih besar, hutang perusahaan menjadi
tanggung jawab bersama, dan seluruh harta menjadi jaminan.

b) Licence agreement
Seperti memberikan ijin menggunakan mereka. Keuntungannya, dapat
memperluas siklus produk perusahaan, pemberi lisensi mengalami
peningkatan penjualan atas pergantian suku cadang di luar negeri, penerima
lisensi akan mendapatkan hak proses dan teknologi sehingga mengurangi biaya
riset dan pengembangan. Sedangkan kerugiannhya adalah penerima lisensi
dapat menjadi pesaing dagang, penjual barang atas merek tidak terkontrol dengan
baik, banyak beredar barang palsu, serta mutu produk yang dihasilkan penerima
lisensi buruk.

c) Wholly Owned Subsidiary


Mendirikan perusahaan milik sendiri di luar negeri secara penuh.
Keuntungan dari wholly owned subsidiary adalah tidak kehilangan control
terhadap keunggulan yang dimiliki, sebagai bagian yang mudah
dikoordinasikan dalam menentukan strategi global, memberikan keuntungan
dalam global-system. Sedangkan dalam kerugian, menanggung semua beban
biaya, dan menanggung semua resiko.

d) Subcontracting.
Keuntungan dalam subcontracting memudahkan suatu negara
untukmengelola sumber daya alam, memaksimalkan kapasitas kerja
dengan menekan biaya produksi pada biaya pekerja yang murah. Sedangkan
kekurangan subcontacting yaitu kurangnya mutu dan kualitas dari produk
yang dihasilkan, perusahaan yang memberi kontrak memiliki kekuasaan
politik internasional untuk menguasai pasar internasional, ada campurtangan dari
pemerintah negara berkembang melalui peraturan pemerintah

e) Outsourcing.
Kelebihan dari outsourcing yaitu kebutuhan tenaga kerja terjamin, target
perusahaan akan terpenuhi dengan tepat waktu, memudahkan akses pada pasar
global jika menggunakan vendor untuk meningkatkan kas dalam aset
perusahaan. serta mengurangi risiko kegagalan investasi yang mahal. Sementara
kelemahannya yaitu kehilangan kendali terhadap sistem dan data karena
bisa saja pihak outsourcer menjual data ke pesaing, mengurangi
keunggulan kompetitif karena pihak outsourcer tidak dapat diharapkan untuk
menyediakannya karena outsourcer juga harus memikirkan klien lain, proses
pembelajaran pelaksana sistem informasi membutuhkan jangka waktu yang cukup
lama.

6. Apa yang anda ketahui dengan organizational learning, dan bagaimana manajer dapat
mempromosikan dan mengembangkan dalam perusahaan. Sebutkan tahapannya dan
jelaskan Senge’s principles untuk menciptakan sebuah pembelajaran.dengan
menggunakan contoh terapannya.

Argote & Miron-Spektor (2011) mendefinisikan organizational learning sebagai


perubahan dalam pengetahuan organisasi untuk memberikan pengalaman kepada suatu
organisasi. Organizational learning dianggap sebagai sebuah proses pembelajaran
organisasi, yang mana didalamnya terdapat sharing knowledge antar karyawan yang satu
dengan lainnya. Dengan demikian, penerapan organizational learning merupakan
kemampuan yang sangat strategis bagi organisasi dalam meningkatkan competitive
advantage.
Organizational Learning pada awalnya dipopulerkan oleh Peter Senge lewat bukunya
yang berjudul The Fifth Discipline yang mengatakan bahwa organizational learning
adalah organisasi dimana orang terus-menerus memperluas kapasitas mereka untuk
menciptakan hasil yang benar-benar mereka inginkan, dimana pola baru dan ekspansi
pemikiran diasuh, aspirasi kolektif dibebaskan, dan dimana orang terus-menerus belajar
melihat bersama-sama secara menyeluruh. Senge (1990) berpendapat, Manajer dapat
menigkatkan kapasitas organisasi melalui prose belajar yang terdiri dari lima aspek, yaitu
:

1) Sistem berpikir (system thinking)


Suatu kerangka kerja yang sistematis dan menyeluruh yang menjadi pola hidup
individu dan organisasi dalam berpikir dan bertindak sehingga individu dapat
belajar secara efisien dan produktif. Contohnya Kepala sekolah bekerja sebagai
fungsinya dalam memimpin (leader), sementara guru melaksanakan fungsinya
sesuai dengan tugas yang diembannya, demikian juga tata usaha selaku fasilitator
administratif operasional sekolah. Apabila salah satu sistem rusak, maka akan
berdampak kepada seluruh unsur yang ada.

2) Penguasaan pribadi (personal mastery)


Setiap orang dalam organisasi memiliki pemahaman dan pendalaman pandangan
pribadi, serta peluang mengaktualisasikan potensi bagi keberhasilan individual
dan organisasional. Contoh penerapannya dalam organisasi yaitu dengan
memberikan kebebasan dan komitmen tinggi kepada karyawan dalam proses
pembelajaran diri sendiri sehingga menjadi pakar di bidangnya, yang mana akan
membawa dampak besar bagi perusahaan.

3) Model mental (mental models)


Yaitu cara berpikir, paradigma atau menyikapi dan menginterpretasikan suatu
fenomena yang mempengaruhi seseorang dalam memahami lingkungan
sekitarnya. Misalnya sebuah sekolah, yang terdiri atas guru-guru, kepala sekolah,
dan pegawai. Apabila guru-guru yang mengajar disekolah tersebut memiliki
mental baik, maka iklim kerja disekolah akan kondusif, dibandingkan dengan
sekolah yang memiliki guru-guru dengan mental yang buruk.

4) Penjabaran visi (shared vision)


Suatu keinginan bersama dengan tekad dan komitmen untuk menyatukan setiap
arah dan gerak seluruh anggota organisasi. Contohnya Sebuah perusahaan yang
terdiri dari beberapa anggota terlebih dahulu menyamakan visi yang akan dibawa
dan tujuan perusahaan kedepannya.

5) Tim belajar (team learning)


Proses belajar bersama dalam tim yang sinergi yang dimulai dengan dialog dan
dilanjutkan dengan saling membelajarkan dan memberdayakan. Contohnya
adanya budaya sharing knowledge antar karyawan lama dan karyawan baru
sehingga tercipta kesamaan pemahaman.

7. Jelaskan bagaimana manajer dapat mendorong dan mempromosikan kewirausahaan


untuk membantu menciptakan organisasi pembelajaran. Berikan ulasan kritis terhadap
Misi NKRI yang dikaitkan dengan Visi Jokowi–MA untuk periode kepemimpinan 2019-
2024.

Manajer adalah kunci dalam membantu menciptakan organisasi pembelajaran.


Manajemen dalam organisasi pembelajar dapat mendorong dan mempromosikan
kewirausahan. Untuk menciptakan kondusi yang kondusif dalam pembelajaran
organisasi, beberapa hal yang bisa dilakukan oleh manajemen yaitu :
- Mendorong pemikiran kreatif
Pada tingkat individu, pemimpin yang dapat mempertinggi pembelajaran dengan
mendorong anggota untuk berfikir “out of the box”. Dengan arti
mempertimbangkan segala kemungkinan yang dapat terjadi. Karyawan didorong
untuk menciptakan peluang dari pada merespon tantangan dan masalah.
Memberikan ruang akan mendapatkan akan menciptakan gagasan dan mendorong
inovasi.

- Menciptakan budaya eksperimentasi


Tujuan dari eksperimensasi adalah untuk belajar dari kesalahan dalam ruang
lingkup yang masih berada dibawah kendali. Menciptakan budaya ini pada
lingkungan kerja akan meningkatkan kreatifitas, inisiatif dan inovasi individu
terkait. Dengan melakukan perbaikan terus menerus dan pembelajaran dari
kesalahan yang diperbuat akan menciptakan rasa urgensi dalam organisasi.

- Membangun kepercayaan diri


Dapat dilakukan dengan memberikan karyawan kesempatan dalam memecahkan
masalah tim mereka sendiri. Hal ini tentu akan meningkatkan kepercayaan dan
kebanggaan diri dalam proses. Seiring berjalannya waktu, kepercayaan dalam
proses perubahan akan menimbulkan apresiasi dan flexibilitas dalam
pembelajaran.

- Mengarahkan pada pemikiran system


Manajemen seharunya membantu anggota menganggap bahwa organisasinya
sebagai sebuah sistem yang mana suatu pekerjaan akan memperngaruhi pekerjaan
orang lain. Sehingga setiap individu dalam organisasi akan mempertimbangkan
setiap tindakan yang dilakukan. Hal ini akan memungkinkan bagi kolaborasi dan
pembelajaran terus menerus.

- Menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pembelajaran tim maupun


invididual
Pengembangan pribadi dan pembelajaran harus didukung oleh lingkungan dan
budaya organisasi yang memadai. Saat manajer dan lingkungan sebagai fasilitator
memberikan dukungan penuh terhadap proses pembelajaran, karyawan akan
merasa kondusif dan tidak tertekan.

Bicara tentang keterkaitan visi dan misi yang disampaikan oleh Jokowi-MA
sebagai pedoman kinerja dalam masa jabatannya banyak poin-poin yang memiliki
hubungan satu sama lainnya.
Visi pertama “Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah
Indonesia", misi yang berkaitan dengan visi tersebut diantaranya adalah
“Penegakkan Sistem Hukum yang Bebas Korupsi, Bermartabat, dan Terpercaya”
serta “ Perlindungan Bagi Segenap Bangsa dan Memberikan Rasa Aman Pada
Seluruh Warga”. Penegakkan terhadap sistem hukum di era saat ini banyak terjadi
penyelewengan sehingga terkadang hukum beralih sistem menjadi sistem pandang
bulu. Banyak keluhan yang terlontarkan dari kalangan masyarakat terutama mengenai
rasa aman yang harusnya dirasakan sebab diberlakukan suatu peraturan. Berikutnya,
poin terpenting dalam hal melindungi adalah adanya perlindungan itu sendiri.
sehingga misi tersebut menjadi hubungan yang paling erat untuk suatu visi dapat
sukses perwujudannya.
Visi selanjutnya “Memajukan kesejahteraan umum, Mencerdaskan kehidupan
Bangsa”, misi yang berkaitan diantaranya adalah “Peningkatan Kualitas Manusia
Indonesia”, “Pembangunan Yang Merata dan Berkeadilan”, “Mencapai Lingkungan
Hidup Yang Berkelanjutan”, “Pengelolaan Pemerintahan yang Bersih, Efektif, dan
Terpercaya”, “Kemajuan Budaya yang Mencerminkan Kepribadian Bangsa”,
“Struktur Ekonomi Yang Produktif, Mandiri, dan Berdaya Saing”, dan “Sinergi
Pemerintah Daerah dalam Kerangka Negara Kesatuan”. Kesejahteraan yang
dimaksud merupakan kesejahteraan yang dinilai secara global, yaitu fasilitas baik dari
segi dan juga jasa yang disediakan oleh pemerintah untuk dimanfaatkan masyarakat.
Dalam mewujudkan hal tersebut juga perlu dukungan signifikan yang telah tertera
pada misi-misi yang disebutkan sebelumnhya. Mencerdaskan kehidupan bangsa tidak
hanya bicara tentang pendidikan bagi masyarakat khususnya anak-anak yang masih
masuk di usia wajib belajar, tapi juga termasuk dalam pengetahuan secara umum
serta pengetahuan khusus yang difokuskan untuk dikuasai dan dimanfaatkan oleh
masyarakat.
Visi terakhir “Melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan,
perdamaian abadi, dan keadian sosia”, visi ini mencakup pengertian serta persepsi
yang mencakup keseluruhan visi, sehingga misi yang berhubungan dengan visi ini
adalah seluruh misi yang disampaikan.

Anda mungkin juga menyukai