Anda di halaman 1dari 7

LEMBAR KERJA PENUGASAN AGENDA I

ANALISIS ISU KONTEMPORER

Nama Peserta : Alexander Kevin Sandiputra


NIP : 199506252020121009
No.Daft.Hadir/ Kelp: 39/1
Latsar CPNS Angk.: 47
Tempat Latsar : BPSDMD Jawa Tengah
Jabatan/ Instansi : Guru/Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi
Jawa Tengah

FORM 2a. LEMBAR KERJA PERSEORANGAN

Identifikasi/ Analisis Isu (APKL)

Kriteria (skor) Jumlah Peringkat


No Isu
A P K L

1.
Rendahnya prestasi siswa saat
5 4 5 4 18 1
pembelajaran jarak jauh (PJJ)

2. Kegiatan PKL di SMK ditiadakan saat


pandemi. Dikhawatirkan peserta didik belum 5 4 4 3 16 2
memiliki pengalaman dan keterampilan saat
lulus
3.
Jurusan Agribisnis Ternak Ruminansia
5 3 3 2 13 3
belum memiliki produk kewirausahaan

4.
Jurusan Agribisnis Ternak Ruminansia
belum memiliki lahan pakan sendiri sehingga 3 3 3 2 11 5
harus membeli jerami dari luar

5.
Limbah ternak belum diolah dengan optimal 3 4 3 2 12 4

Keterangan: dibuat skor APKL pada kisaran 1 - 5


1. Aktual : Isu sedang terjadi atau dalam proses kejadian, atau diperkirakan
bakal terjadi dalam waktu dekat.
2. Problematik : Merupakan masalah mendesak yang memerlukan berbagai
upaya alternatif jalan keluar dengan aktivitas dan tindakan nyata.
3. Kekhalayakan : Menyangkut hajat hidup orang banyak, masyarakat pada
umumnya, bukan untuk seseorang atau kelompok.
4. KeLayakan : Logis, Pantas, Realitas, dapat dibahas sesuai dengan tugas,
hak, kewenangan dan tanggung jawab.
FORM 2b. LEMBAR KERJA PERSEORANGAN
ANALISIS ISU KONTEMPORER

Identifikasi/ Analisis Isu (USG)

Urgenc Seriousnes Growt


No. Isu Jumlah Rangking
y s h

Rendahnya prestasi siswa


1. saat pembelajaran jarak 5 4 5 14 1
jauh

Kegiatan PKL di SMK


ditiadakan saat pandemi.
Dikhawatirkan peserta
2. didik belum memiliki
4 5 4 13 2
pengalaman dan
keterampilan saat lulus

Jurusan Agribisnis Ternak


Ruminansia belum
3. memiliki produk 3 4 3 10 3
kewirausahaan

Keterangan: dibuat skor 5=sangat besar, 4=besar, 3=sedang, 2=kecil, 1=sangat kecil
Simpulan : dari hasil analisis isu melalui pendekatan USG maka isu strategis yang perlu
diselesaikan adalah Rendahnya prestasi siswa saat pembelajaran jarak jauh (PJJ)
FORM 2.c. LEMBAR KERJA PERSEORANGAN
ANALISIS ISU KONTEMPORER

Analisis Penyebab Masalah


(Diagram Sirip Ikan/ Fish Bone)

Dari hasil analisis isu melalui pendekatan USG maka isu strategis yang perlu diselesaikan
adalah Rendahnya prestasi siswa saat pembelajaran jarak jauh (PJJ)
Akar penyebab masalah selanjutnya didiagnosa menggunakan fishbone diagram. Diagram ini
merupakan merupakan suatu alat untuk mengidentifikasi, mengeksplorasi, dan
menggambarkan secara detail semua penyebab yang berhubungan dengan suatu
permasalahan. Kategori penyebab permasalahan yang digunakan sebagai start awal meliputi
manpower (sumber daya manusia), material (bahan baku), method (metode), dan milieu
(lingkungan) atau melalu pendekatan lain yang dimantapkan melalui brainstorming bersama
rekan kerja di instansi, sehingga hasilnya dirumuskan sebagai berikut (analog):

Man Material

Siswa kurang Media


termotivasi pembelajaran
yang kurang
sehingga malas menarik
belajar
Rendahny
a prestasi
siswa saat
PJJ
Metode
Lingkungan di
mengajar yang
rumah yang
belum sesuai
tidak kondusif
untuk PJJ

Method
Milleu
FORM 2.d. LEMBAR KERJA PERSEORANGAN
ANALISIS ISU KONTEMPORER

Gagasan Pemecahan Isu


Gagasan kegiatan yang dipilih untuk memecahkan isu yang diprioritaskan
berdasarkan analisis akar penyebab, maka penulis menyusun gagasan pada rancangan
aktualisasi, sebagai berikut:
No Gagasan Kegiatan Langkah-langkah
.
1. Sosialisasi kepada wali murid tentang PJJ a. Meningkatkan komunikasi antara
sehingga bisa lebih peduli terhadap guru dan wali murid
perkembangan anak b. Pembekalan untuk wali murid
c. Motivasi untuk wali murid
a. Belajar untuk membuat media a. Guru belajar aplikasi yang dapat
pembelajaran yang menarik menarik minat siswa
b. Jika perlu memanggil mentor khusus
c. Studi banding dengan sekolah lain
b. Motivasi untuk siswa yang prestasinya a. Merutinkan home visit
rendah b. Menggunakan media pembelajaran
yang menarik
c. Memberikan materi pelajaran yang
mudah diterapkan dalam kehidupan
sehari – hari
c. Pemberian reward bagi siswa yang a. Siswa yang berprestasi baik perlu
berprestasi baik selama pandemi diberi reward agar merasa
diperhatikan
d. Mengusahakan pengadaan kuota gratis a. Mengadakan kerja sama dengan
bagi siswa operator telekomunikasi
Rendahnya Prestasi Siswa saat Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)

Wabah COVID-19 memberikan pukulan yang cukup telak bagi negeri ini di berbagai
bidang. Tidak terkecuali bidang pendidikan. Proses pembelajaran di era pandemi ini
mengalami perubahan yang cukup signifikan. Guru dan siswa tidak lagi diperbolehkan
mengikuti pembelajaran tatap muka. Sebagai gantinya maka diadakan Pembelajaran Jarak
Jauh (PJJ). Kini guru menyampaikan materi kepada siswa via media internet, biasanya
Google Classroom.
PJJ menurut saya adalah bom waktu, bahaya laten yang akan merugikan para siswa
di kemudian hari. Selama pelaksanaan PJJ, presensi dan prestasi akademik siswa
cenderung lebih rendah dibanding saat konvensional. Banyak hal yang menyebabkan
rendahnya prestasi siswa.
Pertama, siswa di rumah tidak lagi diawasi guru sehingga kerap berbuat seenaknya.
Orangtua yang seharusnya membimbing anak – anak pun tidak bisa mengawasi anaknya
setiap saat karena berbagai alasan, sibuk bekerja misalnya. Bahkan beberapa murid saya
bekerja sambilan. Seperti yang saya sebutkan di atas pandemi COVID ini menghantam
berbagai lini termasuk ekonomi. Sehingga beberapa murid kerja sambilan untuk membantu
perekonomian keluarganya. Lingkungan sekitar rumah yang kurang kondusif juga dapat
berpengaruh negatif untuk siswa.
Kedua, guru – guru yang terbiasa mengajar secara konvensional lalu tiba – tiba
beralih ke digital tentu merasa canggung. Banyak kesulitan yang dialami guru ketika PJJ.
Mendidik siswa secara virtual tentu jauh lebih sukar daripada tatap muka. Hal ini
dikarenakan alat – alat peraga yang dapat memudahkan para guru untuk memberi
pemahaman kepada para siswa, semua ada di sekolah. Para siswa juga tidak bisa
melakukan praktikum selama pandemi. Hal ini mengkhawatirkan, terutama bagi siswa SMK
yang lebih mengedepankan keterampilan. Kegiatan PKL juga ditiadakan selama pandemi
sehingga siswa tidak mendapatkan pengalaman magang dan sertifikat.. Saya khawatir hal
ini dapat menyulitkan lulusan SMK saat mencari kerja.
Ketiga, PJJ membutuhkan dukungan teknologi yang memadai. Padahal seperti yang
kita ketahui, internet di Indonesia bisa dibilang belum merata. Para siswa yang tinggal di
daerah yang tidak terjangkau sinyal internet atau sinyalnya lemah tentu akan terganggu saat
mengikuti PJJ. Masalah lain yaitu kuota. Sebagian siswa berasal dari keluarga dengan
ekonomi menengah ke bawah. Untuk membeli kuota setiap bulan mereka kadang merasa
keberatan. Beberapa siswa bahkan belum punya smartphone sehingga harus meminjam
milik saudara atau temannya.
Kesimpulannya, rendahnya prestasi siswa saat PJJ disebabkan oleh banyak sekali
faktor. Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan sinergi yang baik antara siswa, guru,
wali murid, dan instansi terkait. Siswa harus diberikan motivasi dan pengertian agar
semangat mengikuti PJJ. Wali murid perlu diberi pembekalan bahwa tugas pengawasan di
rumah berada di pundak mereka. Guru – guru sebaiknya meningkatkan kualitas diri dan
beradaptasi dengan pembelajaran ala New Normal. Instansi terkait harus bisa memfasilitasi
peningkatan kualitas guru dan pengadaan kuota gratis untuk siswa kurang mampu.

Anda mungkin juga menyukai